Gerwani Archive
Researcher log in
Sort: oldest first · newest first · export CSV
GA-01609 1989-03-04 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 4 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (54)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (54): AURI training of PKI organisations

Harian Neraca, 4 Mar 1989, p. 10: instalment 54 on April–August 1965, claiming AURI personnel helped train Pemuda Rakyat, Gerwani and other PKI organisations under the Dwikora volunteer programme.

GA-01610 1989-03-06 Harian Neraca rel A

Harian Neraca, 6 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (55)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (55): 21 September 1965 women's price demonstration

Harian Neraca, 6 Mar 1989, p. 10: instalment 55 on September 1965, recounting the women's price demonstration at the Trade Ministry on 21 Sept 1965 led by Gerwani under Ny. Sukoni and recasting public kitchens as coup preparation.

GA-01611 1989-03-13 Harian Neraca rel A

Harian Neraca, 13 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (60)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (60): the 1 October abductions and Djamilah's 'confession'

Harian Neraca, 13 Mar 1989, p. 10: instalment 60 on the 1 October abductions; says about 100 Gerwani members of AURI-trained 'Sukarelawan Kita' were at Lubang Buaya, citing the 'confession' of Nyonya Djamilah.

GA-01612 1989-03-14 Harian Neraca rel A

Harian Neraca, 14 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (61)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (61): army's 1965 sexual slander retold

Harian Neraca, 14 Mar 1989, p. 10: instalment 61, the serial's most important Gerwani item, reprinting the army's 1965 slander: PR and Gerwani dancing naked in a 'flower-scent party', sex permitted, stimulant injections, per 17-year-old Djamilah.

GA-01613 1989-03-15 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 15 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (62)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (62): 1-4 October 1965 and the well at Lubang Buaya

Harian Neraca, 15 Mar 1989, p. 10: instalment 62 on 1–4 October 1965 (Suharto's assumption of command, recapture of RRI and Halim, finding the well via Sukitman); Gerwani appears once.

GA-01614 1989-03-16 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 16 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (63)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (63): the 4 October exhumation and Nasution's funeral sp...

Harian Neraca, 16 Mar 1989, p. 10: instalment 63 on the 4 Oct 1965 exhumation, quoting Nasution's funeral speech naming Lubang Buaya as the training centre for 'Pemuda Rakyat, Gerwani and others'.

GA-01615 1989-03-17 Harian Neraca rel A

Harian Neraca, 17 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (64)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (64): arrests in Bekasi and Njono's confession

Harian Neraca, 17 Mar 1989, p. 10: instalment 64 saying 'hundreds' of Pemuda Rakyat and Gerwani members were arrested in Bekasi, and listing 'Gerakan Wanita Indonesia' among organisations Aidit planned to deploy per Njono's confession.

GA-01616 1989-03-18 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 18 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (65)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (65): Njono's confession and Untung as 'puppet'

Harian Neraca, 18 Maret 1989, p. 10: instalment 65 of Soegiarso Soerojo's serial. Covers Njono's confession on training at Lubang Buaya and opens a chapter on Untung as 'puppet'; names Mudigdio, mother of Aidit's wife, as a Gerwani figure.

GA-01617 1989-03-21 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 21 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (67)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (67): Aidit's capture and alleged confession

Harian Neraca, 21 Maret 1989, p. 10: instalment 67 of Soegiarso Soerojo's serial. Aidit's capture in Solo on 22 Nov 1965 and extracts of his alleged confession (Asahi Evening News) that Pemuda Rakyat and Gerwani units were assembled from July 1965.

GA-01618 1989-03-23 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 23 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (69)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (69): Lekra 'setan kota' campaign and 29 September 1965...

Harian Neraca, 23 Maret 1989, p. 10: instalment 69 of Soegiarso Soerojo's serial. Presents Lekra's 'setan kota' campaign and the 29 Sept 1965 Front Pemuda demonstration (Gerwani listed) as incitement; claims Pemuda Rakyat and Gerwani military training.

GA-01619 1989-03-25 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 25 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (70)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (70): October-November 1965 violence and Suharto's 10 No...

Harian Neraca, 25 Maret 1989, p. 10: instalment 70 of Soegiarso Soerojo's serial. Surveys October–November 1965 violence and Suharto's 10 Nov 1965 'Seruan', with crowd attacks in Aceh and Sumatra on the PKI and Gerwani.

GA-01620 1989-04-08 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 8 April 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (82)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (82): October 1965, Bogor address and organisation freeze

Harian Neraca, 8 April 1989, p. 10: instalment 82 of Soegiarso Soerojo's serial. October 1965: the PKI camp, explicitly including Gerwani, welcoming Sukarno's Bogor address; Presidium instruction of 20 Oct 1965 to freeze organisations and dismiss officials.

GA-01621 1989-04-14 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 14 April 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (87)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (87): South Blitar remnant base and formation of Trisula

Harian Neraca, 14 April 1989, p. 10: instalment 87 of Soegiarso Soerojo's serial. Army's view of the PKI remnant base in South Blitar (1967–68), the capture of Aidit's alleged adjutant Kusno and the formation of Trisula; Gerwani mentioned.

GA-01622 1989-04-18 Harian Neraca rel A

Harian Neraca, 18 April 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (90)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (90): South Blitar captures; 'Gerwani leaders try to flee'

Harian Neraca, 18 April 1989, p. 10: instalment 90 of Soegiarso Soerojo's serial. July 1968 captures in South Blitar; sub-chapter 'Gerwani leaders try to flee' on hunting Gerwani women Ny. Lies Soekatno (alias Djemirah), Bu Djoyo, Ny. Moedji and others.

GA-01623 1989-04-22 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 22 April 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (94)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (94): communism manipulating religion

Harian Neraca, 22 April 1989, p. 10: instalment 94 of Soegiarso Soerojo's serial. Argues communism manipulates religion, citing in Jatibarang a 'babu (Gerwani)' who spread lies between Muslims and Christians, and forged Qur'anic pamphlets.

GA-01624 1989-04-28 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 28 April 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (99)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (99): Buru and the 1972 Mahmilub of Col. Sudiono

Harian Neraca, 28 April 1989, p. 10: instalment 99 of Soegiarso Soerojo's serial. Closes a passage on Buru and opens chapter 'Confessions in the Mahmilub' with the 1972 trial of Air Force Col. U. Sudiono; Gerwani mentioned.

GA-01625 1989-05-01 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 1 Mei 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (102)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (102): Mahmilub testimony on planning G30S

Harian Neraca, 1 Mei 1989, p. 10: instalment 102 of Soegiarso Soerojo's serial. Summarises Mahmilub testimony on planning of G30S (Biro Khusus, 'Yon Sukarelawan Dwikora', Pasopati, Bima Sakti) and Sjam's statement; Gerwani mentioned.

GA-01626 1989-05-02 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 2 Mei 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (103)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (103): Marsudi's testimony on volunteer training at Luba...

Harian Neraca, 2 Mei 1989, p. 10: instalment 103 of Soegiarso Soerojo's serial. Mahmilub testimony incl. Serma Marsudi (1976) on training 3,000 volunteers from Lekra, PR, Gerwani, CGMI, BTI and others at Lubang Buaya.

GA-01627 1989-05-03 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 3 Mei 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (104)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (104): Biro Khusus, the Gilchrist document and PRC aid

Harian Neraca, 3 Mei 1989, p. 10: instalment 104 of Soegiarso Soerojo's serial. Author's commentary on the Biro Khusus, the Gilchrist document as forgery and PRC aid, with Mahmilub testimony; Gerwani mentioned.

GA-01628 1989-10-02 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 2 Oktober 1989: peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Harian Neraca, 2 October 1989: Hari Kesaktian Pancasila commemoration

Harian Neraca, 2 Oct 1989, p. 11: education-women page with Minister Fuad Hassan's speech making Hapsak Pancasila a national tradition, and a report on the Lubang Buaya ceremony that mentions Gerwani.

GA-01629 1989-10-04 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 4 Oktober 1989: peringatan KAP-Gestapu

Harian Neraca, 4 October 1989: commemoration of KAP-Gestapu

Harian Neraca, 4 Oct 1989, p. 11: Antara retrospective on the founding of KAP-Gestapu on 4 Oct 1965 and the 8 Oct 1965 rally, after which youths burned PKI offices; Gerwani mentioned.

GA-01634 1991-08-18 Media Indonesia rel B

Media Indonesia, 18 Agustus 1991: 'Novel-esei Romo Mangun' (Durga Umayi)

Media Indonesia, 18 August 1991: Romo Mangun's novel-essay (Durga Umayi)

Media Indonesia, 18 Aug 1991, p. 15: review of Y.B. Mangunwijaya's Durga Umayi summarising the heroine's path from Sukarno's household servant to rape, prostitution and becoming 'an important figure in Gerwani', a political fugitive.

GA-01604 1992-01-08 Bernas rel B

Bernas, 8 Januari 1992: 'Pluralisme dan perempuan Indonesia'

Bernas, 8 January 1992: 'Pluralism and Indonesian women'

Bernas (Yogyakarta), 8 Jan 1992, p. 4: essay by a UGM student on Indonesian women's organisations 1945–65, noting sharp Guided Democracy conflict between Gerwani and Kowani culminating in 1965, and criticising later homogenisation.