Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00006

Pedoman Bekerdja Gerwis, c. 1951

Cleaned OCR text (Good (0.915); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Gerakan Wanita Indonesia Sedar. (ca. 1950). *Pedoman bekerja Gerwis* [Gerwis working guide] [Statutes, commentary and organizing manual; title unverified]. Pengurus Besar Gerwis; Percetakan Sin Tit Po. PDF: 01 Primary Sources/1.1 Gerwis and Gerwani Documents/Gerwis (ca. 1951) - Pedoman Bekerja Gerwis.pdf PDF PAGES 1 to 61 of 61. Text from the PDF text layer where present, otherwise Tesseract OCR (ind+eng); OCR errors remain. === [PDF page 1] === === [PDF page 2] === ISI KITAB Ia Makanan Halaman I. Keterangan berdirinya Gerakan Wanita. Indonesia Sedar (disingkat: GERWIS) | |. il. Anggaran Dasar Gerakan Wanita Indonesia Sedar (NGerwis)) ee 2 Ill. Keterangan Anggaran Dasar Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis)...... 8. IV. Anggaran Rumah Tangga,Gerwis”... USK V. Pedoman berorganisasi.............. An arti 31. Vi, Beranda dikalangan wanita............... - 43, Lampiran; Schema organisasi (Gel Na Bor === [PDF page 3] === | Keterangan berdirinya: “GERAKAN WANITA INDONESIA SEDAR |. Pada waktu imperialis Belanda menyerang Indonesia dan rakyat Indonesia berjoang melawan imperialis Belanda serta kaki tangannya, dalam pertempuran-pertempuran yang berupa peperangan gerilya, ketika itu berjuang pula wanita-wanita Indonesia secara aktif, mengadakan per- “ lawanan terhadap tindakan imperialis itu. Wanita-wanita yang telah nyata dapat menjalankan kewajibannya dimasa peperangan kemerdekaan itu, telah mendirikan perkumpulan-perkumpulan atau gerombolan-gerombolan secara terang-terangan atau secara sembunyi, untuk melanjutkan perjoangannya melawan imperialis. 2. Setelah diadakan,,penyerahan kedaulatan” dan setelah Republik Indonesia Serikat berdiri, maka per-. kumpulan-kumpulan wanita yang sudah bekerja aktif dalam peperangan kemerdekaan itu, muncul terang-terangan ditengah-tengah masyarakat dengan berbagai-bagai [Unreadable] 3. Diwaktu menghadapi terbentuknya Negara Ke-. satuan Republik Indonesia, maka dirasa sangat perlunya untuk menyatukan beberapa organisasi-organisasi itu dalam: - bentuk fusi, agar supaya kekuatan dapat disatukan dan perjuangannya dapat lebih diperhebat, untuk: melawan penjajah atau sisa-sisa penjajah.. 4. Maka, pada tanggal 4 Juni 1950 jam 12.30 siang, dalam konggres fusi di Semarang telah terbentuk peleburan dari enam organisasi wanita, yang diberi nama: GERAKAN WANITA INDONESIA SEDAR. disingkat: GERWIS. === [PDF page 4] === - te é un 5. Gerwis didirikan atas dasar pengertian dan keyakinan, bahwa wanita mempunyai kepentingan dalani perjoangan anti-penjajahan/setengah penjajahan, dalam bentuk dan corak bagaimanapun juga. 6. Gerwis merupakan bentukan massa organisasi dari kaum wanita, untuk mengerahkan seluruh lapisan tenaga wanita dari bermacam-macam golongan dan tingkatan, terutama golongan buruh dan tani sebagai tenaga pokok revolusi, yang anti-penjajahan. 7. Azas dari Gerwis yalah: KEKELUARGAAN DAN PERSAUDARAAN YANG SEMPURNA DA- LAM MASYARAKAT, YANG bersendi atas dasar PANCA SILA, yalah: | a. Ketuhanan yang Maha Esa, b. Kebangsaan,: c. Kerakyatan, d. Perikemanusiaan, e. Keadilan sosial. 8. Tujuan dari Gerwis yalah: Tercapainya susunan masyarakat yang lepas dari pada perbudakan dan penindasan antara: orang dengan orang, golongan dengan golongan, bangsa dengan bangsa, sehingga mewujudka kekeluargaan yang sejati (sempurna) dari pada manusia. 9. Program perjoangan dari pada Gerwis adalah sebagai berikut: A. YANG BERSIFAT UMUM: oi Menyokong dan bekerja sama dengan massa ovganisasi dari pada rakyat ber joang. untuk menyelesaikan revolusi. === [PDF page 5] === 2. Memperjoangkan dan mempertahankan hak-hak demokrasi yang na” ae Depan an politik. ekonomi dan sosial.. ge et 3. Memperjoangkan agar supaya Negara Kesatuan Republik Indonesia lepas dari ikatan kolonial, dalam bentuk bagaimanapun juga. 4. -Mencegah terseretnya Indonesia dalam aoa ~ imperialis dari dunia internasional. 5. Mempertahankan adanya perdamaian dunia. B. YANG BERSIFAT CHUSUS: 1. Memperjoangkan kepentingan-kepentingan wanita sesuai dengan kepentingan sekarang. 2. Memperjoangkan terlaksananya hak dan kewajiban sama bagi wanita, didalam dan diluar pemerintahan. 3. Menyokong dan bekerja sama dengan organisasi?: wanita lainnya yang ada, dalam memperjoangkan nasibnya, yang tidak bertentangan dengan azas dan. tujuan Gerwis. Semarang, 5 Juni 1950. PENGURUS BESAR GERWIS. === [PDF page 6] === ANGGARAN DASAR: .. GERAKAN WANITA INDONESIA SEDAR (GERWIS) PES KA RATA | Pasal 1. | ‘Nama dan kedudukan. Organisasi: ini bernama GERAKAN | WANITA INDONESIA SEDAR, disingkat GERWIS, dan Pusatnya berkedudukan dimana Pengurus Besar berada. Pasal 2. “Azas. Kekeluargaan dan persaudaraan yang sempurna da, lam masyarakat yang bersendi Panca Sila: a. Ketuhanan yang Maha Esa, b. Kebangsaan,. c. Keraky atan, d. Perikemanusiaan, e. Keadilan sosial.. Pasal 3. Tujuan. Tercapainya susunan masyarakat yang lepas/merdeka | dari pada perbudakan dan penindasan antara: | | orang dengan orang, golongan dengan golongan, bangsa dengan bangsa, sehingga mewujudkan kekeluargaan yang sejati dari pada manusia. === [PDF page 7] === Pasal 4, Usaha. te Menghimpun seluruh tenaga wanita dalam _,GER- WIS” untuk menyusun kekuatan dalam perjoangan anti penjajahan dan setengah jajahan. 2. Memperjoangkan dan mempertahankan hak-hak Demokrasi yang sempurna, politik, ekonomi dan sosial). “3. Mendidik anggauta,GERWIS” kearah kesedaran berorganisasi.: 4. Bekerja bersama-sama dengan semua organisasi massa, yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan,GERWIS’. a Memperjongkan serta membela kepentingan/hak? | buruh/tani wanita serta pedagang kecil wanita, da-. lam soal-soal ang khusus.: Pal ee Keanggautaan. 5 Yang dapat diterima menjadi anggauta ialah: tiap-tiap wanita di Indonesia yang. berumur 15 tahun keatas dan setuju serta sanggup memperjoangkan azas serta tu- 0. Pasal 6. Hak dan kewajiban. | |. Tiap-tiap anggauta berhak untuk bersuara seluas-luasnya dalam rapat anggauta. 2. Tiap-tiap anggauta berhak memilih dan dipilih mer- . jadi/sebagai anggauta Pengurus menurut kecakapannya masing-masing., 3. Tiap-tiap anggauta. diharuskan membayar uang pangkal === [PDF page 8] === a Ne ho Wl wa Ga MN — ons . Mengunjungi rapat-rapat anggauta dan kursus yang diselenggarakan oleh,,Gerwis” serta melakukan tugas organisasi. Pasal 7. Pemberhentian anggauta. Anggauta berhenti karena: | 4 .Atas permintaan sendiri: . Meninggal dunia: Dipecat. NN Na “— Pasal 8. “Badan Pimpinan, . Pengurus Besar . Komisaris Daerah Besar ( Provinsi) Komisaris Daerah . Cabang . Ranting. Pasal 9. Kekuasaan. . Kekuasaan yang tertinggi adalah Konggres.: Pengurus Besar dlipilih oleh Konggres untuk waktu yang tertentu dan menjadi pimpinan yang tertingg: dari Konggres ke Konggres. Pasal 10. Rapat-rapat. .Konggres diadakan paling sedikit 1 tahun sekali. .Konferensi-konferensi diadakan menurut keperluan atau us! P.B. atau usul paling sedikit dua pertiga dari jumlah . “Cabang-cabang. === [PDF page 9] === Fa TE Pasal 11. ' Hak suara 1, Viap-viap anggauta mempunyai satu suara dalam rapat 2. Hak suara dalam konggres dihitung menurut banyaknya anggauta. — Pasal 12. | Keputusan, Keputusan dapat diambil menurut suara yang terbanyak. Pasal 13. | Keuangan, Keuangan didapat dari: 1. Uang pangkal. 2. Uang iuran. 3. Usaha-usaha dan sokongan yang syah. Pasal 14. Pembubaran. . Pembubaran Gerwis” hanya dapat dNakikan atas permintaan paling sedikit dua pertiga dari jumlah. cabang yang- mewakili paling sedikit dua pertiga dari jumlah suara. 1 Pasal 15. - — Lain-lain. “Hal-hal yang belum termaktub dalam anggaran dasar akan ditetapkan dalam anggaran rumah tangga. Semarang, 5 Juni 1950.: Se agama) === [PDF page 10] === Keter angan ANGGARAN DASAR “GERAKAN WANITA INDONESIA SEDAR = (GERWIS) Pasal 1. | 4 | # Nama. Mengapa organisasi ini dinamakan gerakan? Mengapa bukan persatuan atau perkumpulan saja? Sebab, titik berat organisasi ini terletak pada menggerakkan tenaga untuk sesuatu maksud. Dan sesuatu: maksud itu disebutkan dalam tujuan “organisasi. Jadi, titik beratnya bukan pada usaha mengumpulkan atau menyatukan, tetapi dalam usaha menggerakkan. —. Meskipun orang-orang dikumpulkan, akan tetapi, rika tenaganya tidak digerakkan, maka persatuan atau perkumpulan itu, gunanya “untuk revolusi, tidak begitu banyak.: | 1 Apakah yang diartikan dengan revolusi?. Revolusi, ialah perubahan yang cepat, yang membawa pergantian sifat (atau kata lain: yang membawa pergantian kwaliteit, pergantian pokok dasar dari sesuatu. benda, jiwa, atau masyarakat). Misalnya, perpindahan yang cepat dari es menjadi air. Perpindahan yang cepat dari air menjadi uap. Perpindahan yang cepat mengenai jiwa, misalnya, orang yang tadinya sangat pemalas, mendadak menjadi sangat rajin. Tiortoh lainnya, mengenai masyarakat. Misalnya, Revolusi [Unreadable] == me) bl ot oii me on. os ee eee - SS. ae at === [PDF page 11] === ao” 9 fa Perancis. Dinamakan revolusi, karena membawa aki-- bat, pindahnya (bergantinya) masyarakat feodal kepada "- masyarakat kapitalis. Pemberontakan, biar bagaimanapun hebatnya,. biar - membawa korban jiwa banyak sekali, akan tetapi, bila - tak membawa perubahan sifat dasar dari pada masya- - rakat yang lama kepada masyarakat yang baru, tidak ' boleh dinamakan revolusi. Misalnya, pemberontakan Hitler itu bukan revolusi. Sebab, tidak membawa »erubahan sifat dasar dari masyarakat. Dari masyarakat kapitalis, tetap masih kapitalis saja, - hanya caranya' yang lain. Revolusi tidak tentu berupa pemberontakan dengan. “kekerasan. Misalnya, revolusi industri di Inggeris. = Gerwis adalah gerakan. wanita, untuk kepentingan ' penyelesaian revolusi. Artinya, wanita-wanita digerakkan, baik. fenaganya maupun pikirannya,: untuk membawa peru-: “bahan dasar-dasar masyarakat yang pokok, dengan tempo secepat-cepatnya. (Selanjutnya, lihat tuayuan -Gerws!) | | es Pasal 2 - Asas, Apakah yang dinamakan azas itu! Azas ialah sendi dasar, sebagai pegangan sesuatu: organisasi. Pegangan yang berhubungan dengan ideologie (pokok pangkal pikiran) sesuatu organisasi. Azas dipakai sebagai dasar kepercayaan, dasar mengupas sesuatu, dasar keyakinan, yang dipakai sekarang sampai besuk, meskipun tujuan telah tercapai. Bahkan setelah tujuan tercapai, maka azas itulah. yang.. dipergunakan sebagai dasar untuk menyusun negara,. menyuswn- ckonomi, menyusun kebudayaan, dsb.. === [PDF page 12] === Azas dari Gerwis ialah:,,.Keluargaan dan persaudaraan yang sempurna dalam masyarakat”’. Kekeluargaan dan persaudaraan tidak bisa berwujud dengan sempurna, apabila dalam masyarakat itu masih ada penindasan, pemerasan, dan masih ada kedudukan-kedudukan yang sangat berbeda-beda dilapangan sosial, politik dan ekonomi.: | Hubungan keluarga ialah hubungan antara ibu dengan anak, bapak dengan ibu, bapak dengan anak, anak dengan orang-tua, Itu semua didasarkan atas rasa cinta dan kasih sayang. Atas dasar senasib-sepenanggungan Tidak ada peras-memeras antara anggauta keluarga itu. Masing-masing mempunyai hak dan kewajiban menurut kecakapan, umur dan kepentingannya. Kewajiban anak lain dengan bapak. Begitu seterusnya. Hubungan persaudaraan ialah hubungan tulus- “ikhlas, berdasar cinta-menyintai, tolong-menolong, senasib-sepenanggungan, antara saudara-saudara. Hubungan yang demikian ini tidak mungkin diadakan antara bu- “dak dan tuan, antara sipemeras dan yang diperas, antara sipenindas dan yang ditindas. Sendi dari pada kekeluargaan serta persaudaraan kita, ialah Panca Sila.: Panca, artinya lima. Sila, artinya peraturan, jalan (laku). Jadi, Panca Sila ialah: lima peraturan untuk ketertiban hidup kemanusiaan. Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa. Kita mengakui dan percaya, bahwa kekuasaan yang tertinggi, ialah Tuhan yang Maha Esa. Tuhan hanya satu saja, tidak lebih. Dengan keyakinan atas ke-esaan Tuhan itu, kita harus dapat membuktikan dengan ‘ perbuatan, bahwa semua bangsa, semua keyakinan agama, itu Tuhannya hanya satu. Ketuhanan tidak terbatas === [PDF page 13] === Sea it oleh kebangsaan, oleh kepercayaan igama. Dengan keyakinan ini pula, Gerwis harus dapat menggerakkan tenaga seluruh lapisan wanita, tidak membeda-bedakan aliran igamanya. Islam, Keristen, Buddha atau lain-lainnya, yang anti penjajahan, harus dapat dipersatukan, | digerakkan tenaganya. is Kedua: Kebangsaan. Kita merasa berbangsa satu, ialah hangsa Indonesia. Kita sebangsa, diikat oleh persamaan-nasib, persamaan kepentingan dan persamaan dasar kebudayaan. Jika bangsa kita dihina, maka terasalah penghinaan itu kepada kita semua. Sebaliknya, jika bangsa kita jaya, nerdeka, makmur, maka akan terasa pula kepada kita semua. Dengan dasar senasib -- sepenanggungan ini, maka bangsa Indonesia sama-sama berjoang untuk menghilangkan semua sebab-sebab ' yang menyengsarakan nasib bangsa, diantaranya, yenjadiahan. ( Penjajahan lahir dan penjajahan batin, dengan melalui pendidikan, bacaan, tontonan, lukisan-lukisan, dsb.). Orang yang kurang tebal perasaan kebangsaannia, tentu tidak akan merasa, terhadap sesala penghinaan, tindasan, pemerasan terhadap bangsanya a, “asal dirinya sendiri tidak terkena. Orang-orang yang demikian, tidak akan dapat mengabdikan diri kepada perjoangan kebangsaan. Revolusi kita sekarang adalah revolusi nasional, Revolusi kebangsaan. Kita sekarang sedang berjoang, menggerakkan seluruh tenaga rakyat, untuk mencapai kemerdekaan bangsa. Revolusi nasional selesai, apabila seluruh kexuasaan, dalam lapangan politik, eka: nomi dan sosial, sudah ditangan bangsa Indonesia. Se: lama masih ada kekuasaan asing mencampuri kedaulaian kita, dalam mengatur politik, ekonomi dar sosial, selama itu, kita belum boleh dinamakan bangsa yang merdeka sungguh. Sehahis revolusi kebangsaan itu, === [PDF page 14] === revolusi masih berjalan terus, dengan bentuk dan co-: rak lain, untuk menyempurnakan susunan masyarakat. Ketiga: Kerakyatan. 1 Artinya, bahwa kedaulatan ditangan rakyat. Hak kerakyatan yalah hak demokrasi. Rakyatlah yang menentukan haluan negara. Rakyatlah yang menentukan haluatf ekonomi, haluan politik dan haluan sosial. Rakyatlah yang menentukan haluan pendidikan dsb, Kerakyatan dijalankan melalui. musyawarat (perundingan). Dalam. prakteknya, dalam sesuatu negara, perundingan-perundingan dari rakyat itu, diwujudkan dalam badan-badan perwakilan rak-.: yat. Maka apabila hak dari rakyat ini dipersempit, atau dihalang-halangi, dengan sendirinya, yalah satu,.sila dalam '.panca” itu tidak terlaksana. Agar supaya rakyat. itu dapat betul-betul mempergunakan hak kedaulatannya, maka langkah pertama yang harus dilaksanakan, yalah - | tercapainya hak-hak demokrasi dalam: undang-undang negara, mengenai: a. berorganisasi (mendirikan perkumpulan, dsb.). b. berunding dan berapat. c. mengeluarkan pikiran, secara lesan atau tulisan. Lain dari itu, hak berdemonstrasi, sebagai pernyataan perasaan umum (setuju, tak setuju, menolak, menerima, memerotes, mengritik dsb.), serta hak mogok - bagi buruh, harus pula mendapat jaminan yang nyata “ dari undang-undang negara serta nyata pula dalam praktek. oleh pegawai-pegawai negara- (pegawai sipil, polisi, tentara, Tentu saja semua ini dibatasi, dengan ketentuan? ' bahwa hak-hak demokrasi itu tidak dipergunakan yang: mungkin berakibat merugikan atau mengacau kemajuan masyarakat serta jalannya revolusi. da ih yi mat » see === [PDF page 15] === 21 = Keempat: Perikemanusiaan. Perikemanusiaan mengandung arti: tolong-menolong sesama manusia, kasih-mengasihi, cinta-mencintai sesama "manusia. Jangan benci-membenci! Contoh: jika dirinya merasa lapar bila tidak makan, maka orang lainpun akan merasa demikian, jika tidak makan. Karena rasa perikemanusiaan itu, maka orang suka menolong orang lain yang sedang lapar. Jika dirinya merasa sakit kalau dipukul, janganlah memukul orang lain. Jika dirinya merasa malu kalau dihina, janganlah mena lata orang lain. Rasa kemanusiaan ini harus kita pupuk, sehingga merupakan rasa benci dan. tindakan memberantas terhadap tiap-tiap perbuatan kejam, bohong, tidak jujur, menyakiti, menghina, menindas, memeras, dil.: | Adakah perbuatan-perbuatan dari kaum penjajah itu berdasar atas perikemanusiaan? Tidak! bahkan sebaliknya. Adakah tindakan-tindakan serta perbuatan-perbuatan dari kaum kapitalis, untuk memeras sesama manusia itu berdasar verikemanusiaan? Itupun juga tidak! Sebab, perikemanusiaan tidak mengenal tindakan, perasaan serta hisapan. Maka dari itu, jika wanita-wanita betul-betul memegang teguh azas perikemanusiaan, sudah barang tentu menentang sifat-sifat, tisdakan-tisdakan, perbuatan kaum penjajah, Menent-ng tindakan-tindakan serakah, tindakan memeras. Kelima: Keadilan sosial. — Yang dimaksud dengan soal-soal sosial, misalnya: soal pengajaran, soal pembahagian bahan-bahan, soal! kesehatan, pemeliharaan orang sakit, pembersihan kampung, jalan-jalan, pengairan, pum dsb. Adakah sudah ada keadilan: sosial itu? Belum! Cobalah lihat! Tiap? anak, membutuhkan “pengajaran. Apakah tiap-tiap anak, sudah mendapat kesempatan untuk bersekolah? Be- === [PDF page 16] === om YG wm lun: Tiap-tiap orang membutuhkan kebersihan badar untuk kesehatan, Apakah tiap-tiap orang itu sudah mendapat apa yang dibutuhkan untuk kesehatan badan? Belurn! Misalnya saja, hal mandi. Ada orang yang mandi dengan air leiding berlebih-lebih, ada pula orang yang mandi dikali-kali yang sangat kotor, Ada jalan-jalan yang bersih, terang benderang, tapi ada jalan-jalan yang sempit, kotor, becek, gelap, Ada orang yang mempunyai rumah.banyak, ada orang yang tidak mempunyai tempat bernaung saja. Ada orang yaug pakaiannya berlebih-lebihan, ada pula orang yang untuk menutup tubuhnya saja hampir tak punya. Ada orang yang pergi sepuluh meter “saja naik mobil, ada pula orang yang berjalan berpuluh-puluh kilometer, jalan kaki. Begitu seterusnya, dapat kita lihat dalam penghidupan sehari-hari. Ini semua, menunjukkan, bahwa belum ada keadilan sosial Artinya, persamaan hak dalam pendidikan, sekolahan, makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb. Tentu perbedaan ada. Tetapi janganlah sampai ada orang yang sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk makan, berpakaian, bertempat tinggal, sekalipun sangat sederhana, Jika tiap-tiap orang sudah dapat jaminan, tentang kebutuhan-kebutuhan pokok, misalnya, makannya, pakaiannya, tempat-tinggalnya, dsb. sudah boleh dinamakan, bahwa dalam masyarakat itu sudah ada keadilan sosial. Yang tersebut itu, adalah yang mengenai hak. Tetapi. keadilan sosial itu, tidak akan dapat berwujud, apa, bila manusia hanya minta hak saja, Hak itu harus di-- sertai kewajiban. Hak tidak dengan kewajiban menjadi rusak. Kewajiban dengan tidak ada hak, adalah perbudakan. Apakah kewajiban manusia itu? Kewajiban manusia yalah bekerja untuk mendatangkan, atan menghatsilkan kebutuhan-kebutuhan hidup manusia, Orang butuh pakalian, orang itu harus bekerja, untuk mendatangkan atau menghatsilkan bahan pakaian. Orang butuh ma- === [PDF page 17] === kan, dia harus bekerja untuk mendatangkan bahan makanan. Butuh perumahan, harus bekerja untuk membikin rumah. Butuh pandai, harus bekerja untuk mendacangkan kepandaian. Begitu seterusnya. Jadi. manusia, berkewajiban bekerja, untuk mengeluarkan produksi (hasil) bagi kepentingan manusia pula. — Siapakah yang berkewajiban bekerja ini, menurut mestinya (menurut rasa peri kemanusiaan, misalnya)! Yang berkewajiban bekerja yalah orang (laki-laki atau perempuan) yang sudah dewasa, sehat badan dan pikirannya, sampai umur tua, sampai tidak kuat bekerja - lagi. Jadi anak-anak dan orang yang sudah jauh umurnya (misalnya 50 atau 55 tahun keatas), tidak diwajibkan bekerdia. Anak-anak sampai dewasa, itu harus menyempurnakan dulu badan serta pikirannya (kepandaiannya). Orang yang sudah lanjut umurnya, karena sudah lame bekerja, telah capai, mesti harus mengaso. peg seharusnya, menurut peri kemanusiaan. | Tetapi bagaimana nyatanya-nyatanya masih ada anak-anak yang bekerja setengah mati. Masih ada nenek-nenek atau kakek-kakek yang bekerja setengah mati. Tetapi disamping itu, masih ada orang dewasa, yang sehat, segar bugar, tidak bekerja, hanya plesir saja, makan hasil tenagania orang lain. Adakah ini keadilan sosial? Bukan! Kini mengenai orang-orang dewasa yang semestinya be-.- kerja, Meskipun mereka harus bekerja, harus pula diingat kebutuhan-kebutuhan mereka untuk kelangsungan hidupnya. Mereka perlu punya tempoh untuk mengaso, Pe tidur, untuk lain-lainnya. | "Tidak dapat seluruh hidupnya, dan. sepanjang hari bekerja terus. Tetapi, bagaimana prakteknya? Ada orang yany sehari banya bekerja. setengah jam, bahkan ada yang tidak bekerja sama sekali. Ada pula orang yang sehari bekerja 20 jam. Ada orang yang seyama hidupnya belum pernah libur (perlop, dsb.) ada pula orang yang liburnia lebih panjang dari waktu be- === [PDF page 18] === man NO kerjanya. Ada orang yang bekerja berat setenga? mati, ada pula yang bekerja sangat enteng, ringar sda wanita yang baru melahirkan anak sehari sudal bekerja lagi, ada pula wanita yang selama hidupnya belum pernah bekerja, kecuali menghias diri. Ada bayi yang dirawat secara mewah berlebih-lebihan, dengan pelayan dan perawat banyak, ada pula bayi yang setengah hari atau lebih ditinggal ibunya, karena bekerja dipaberik, ditoko, dipasar, dsb. 7 eg “Ini semua menandakan, bahwa keadilan sosial belum ada. Keadilan sosial itu, yalah keadilan pembagian hak dan kewajiban kepada tiap-tiap manusia dilapang sosial. | | Bagaimana keadilan sosial itu tercapai? Keadilan sosial dapat tercapai, apabila dalam masyarakat itu, sudah dapat dipraktekkan, adanya hak deniokrasi dilapangan politik, ekonorsi dan sosial. Hak demokrasi dilapangan politik, yalah hak demokrasi untuk menentukan soal-soal politik (dalam badan-badan perwakilan rakyat atau diluarnya) negara. Hak demokrasi ekonomi, yalah hak untuk menentukan soal-soal ekonomi dalam masyarakat, agar supaya tiap-tiap orang mendapat jaminan hidup layak. Hak demokrasi ekonomi ini, dapat dilaksanakan, apabila kekuasaan atau hak milik mengenai alat-alat produksi (alat-alat untuk menghatsilkan), misainya: tanah, perkebunan, paberik, tambang-tambang, kereta api, kapal-kapal dsb., yang penting bagi keperluan orang banyak, menjadi hak milik masyarakat. Atas dasar musyawarat yang teratur, (georganiseerd), maka masyarakat itu, menentukan jalannya produksi, jalannya kewajiban bekerja, dan jalannya distribusi (termasuk jaminan untuk mereka yang bekerja). Demokrasi ekdnomi dijalankan seperti demokrasi politik dalam. dewan-dewan yang disusun teratur, Dengan adanya demokrasi politik dan === [PDF page 19] === demokrasi ekonomi itu, maka akan terlahirlah dengan sendirinya demokrasi sosial. Artinya, hak kerakyatan yang penuh dilapangan sosial. Hak atas pendidikan, hak atas makanan, hak atas perumahan, hak atas perawatan, hak atas tunjangan diwaktu memerlukan, dsb., sama diantara manusia. Dengan ini pula, lantas tidak ada perbedaan kedudukan dalam masyarakat, yang mengakibatkan perbedaan perlayanan pula, ada perbedaan, yalah perbedaan dalam pembagian pekerjaan, perbedaan dalam tanggung jawab, dsb. Perbedaan penghargaan antara orang yang banyak jasanya terhadap masyarakat, dan yang tidak banyak jasanya terhadap masyarakat, tentu ada. Ketiga- -tiga demokrasi itu, adalah demokrasi yang.sempurna. Diatas dasar demokrasi yang sempurna itulah akan lahir keadilan sosial. Bagaimana keadilan sosial itu bagi kaum wanita? Kaum wanita akan terjamin. Sebagai anggautamasyarakat, sebagai isteri, sebagai pengatur rumah tangga, sebagai ibu, sebagai pekerja dst. Sebagai ibu, ia akan mempunyai hak leluasa, untuk memelihara anaknya, untuk menyehatkan badan bila sedang sakit. Sedang mengandung, sedang melahirkan, sedang menyusui. Ibu akan gembira, melihat anaknya, makan kenyang, tidak usah bekerja sebelum dewasa, melihat anaknya bersekolah dengan pakaian lengkap. Ibu akan bangga melihat anak2nya, laki-laki perempuan, badannya sehat-sehat, gagah-gagah. Isteri-isteri tidak usah kuatir bahwa suami2nya 'akan menelantarkan mereka, karena ada perlindungan hukum pada mereka. Janda-janda tidak usah kuatir terlantar hidupnya, karena tiap-tiap warga negara, (laki-laki dan wanita) mendapat jaminan cukup untuk. hidupnya, dari negara (atau masyarakat). === [PDF page 20] === Keadilan sosial tidak akan dapat dijalankar dalan: suatu negara jajahan atau setengah jajahan. Maka dari itu, tindakan pertama bagi kita, bangsa Indonesia, yalah melepaskan diri dari ikatan-ikatan kolonial (penja- “jahan). Keadilan sosial belum akan terwujud sempurna, dalam masyarakat yang belum ada hak demokrasi ekonomi, yalah masyarakat kapitalis. | Pasal 3. Tujuan. Tujuan sesuatu organisasi yalah sifat atau bentuk keadaan yang dikehendaki. Dalam hal ini, Gerwis, mempunyal tujuan. Dengan tujuan itu, Gerwis berkeyakinan, bahwa nasib wanita, dan nasib seluruk anggauta masyarakat, akan dapat diperbaiki. Tujuan itu. adalah modal, untuk melaksanakan azas dalam bentuk masyarakat yang baru. Tujuan dari Gerwis: Tercapainya susunan masyarakat yang lepas/merdeka dari pada perbudakan dan penindasan antara orang dengan orang, golongan dengan golongan, bangsa dengan bangsa, sehingga mewujudkan kekeluargaan yang sejati dari pada manusia, | | Kekeluargaan yang sejati hanya dapat dilakukan dalam hubungan kerja-sama, dalam hubungan kedudukan dan kepentingan yang sama, diantara manusia “yang akan dijadikan sekeluarga itu. Jika tidak demi- “kian, tidak mungkin dapat. Ikatan, penindasan, penghisapan antara orang dengan orang, misalnya dalam rumah tangga, dalam kampung, dipasar, disetasiun, dialun-alun, dll., tidak bisa diharapkan akan menimbulkan hubungan kekeluargaan. Ikatan yang berupa yang satu menindas lainnya, antara gerombolan, juga akan membatalkan hubungan ke. keluargaan. === [PDF page 21] === [Unreadable] Demikian juga penindasan atau hisapan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain akan meniadakan hubungan kekeluargaan diantara bangsa didunia. — Itu semua akan hilang dengan lepasnya atau merdekanya bangun didunia dari segala macam- -perbudakan dan penindasan. Dalam kalimat ini termaktub jelas, bahwa segala macam penjajahan (imperialisme) re rus dibasnii. Yerang (disini, bahwa tujuan Gerwis itu bisa terlaksana dengan jalan melalui: Indonesia Merdeka 100%. Indonesia Merdeka yang 100% itu hanyalah pintu gerba iq saja yang harus dilalui. Indonesia Merdeka yang ley AS i ear! hubungan ikatan-ikatan dari negeri-negeri impe- Pasal &. Usaha. lenghimpun seluruh tenaga wanita, dalam Gerwis, ntuk menyusun kekuatan dalam perj yoangan anti pendajahan ice setengah jajahan. 1tuk menyatukan tenaga nasicnal dari selurun lappan wanita yang anti penjajahan, maka Gerwis tiddk akan membeda-bedakan wanita menurut kedwdukan- dan kelasnya dalam lapangan ekonomi. las wanita proletar, kelas wanita borjuis, las wanita borjuis kecil, semuanya, yang anti senjajahan, dipersatukan tenaganya, Tapi, Gervis mengakui, bahwa tenaga pokok dalam revolusi sekarang, yalah buruh dan tani. Maka dari itu burun-burun wanita, dan tani-tani wanita, harus diorganiseer dalam Gerwis, sebagai tenaga-tenaga pokok. Tenaga-tenaga lainnya inisalnya, golongan pedagang-pedagang, pedagang kecil, wanita-wanita pengurus rumah tangga" (yang tidak mencari natkah sendiri), isteri-isteri buruh, penganggur, dll, dipersatukan pula dalam Gerwis. Tentu saja, dalam perjoangan-perjoangan === [PDF page 22] === [Unreadable] yang khusus, mengenai masing-masing golongan itu, ada lapangannya sendiri-sendiri yang diperjoangkan, menurut kepentingannya. Tetapi, semuanya, ditujukan kearah satu maksud, untuk menentang tiap-tiap tindakan imperialis dan buntut-buntutnya. Terkumpulnya buruh wanita dan tani wanita dalam Gerwis, bukan merupakan organisasi atau mengadakan tindakan-tindakan sebagai serikat buruh atau serikat tani, melainkan melulu geraka4 wanita, yang juga memperjoangkan nasib waniti-waniti dalam perburuhan dan pertanian, yang khusus mengenai kewanitaan. Yang bersifat umum, artinya perjohngannya sebagai buruh dan sebagai tani, sedapat mungkin dikerjakan bersama dengan organisasi-organisasi sarikat) buruh dan sarikat tani yang bersangkutan. Gerwis, berkewajiban pula. untuk menginsyafkan wanita-wanita buruh dan tani agar mengerti tentang dasar serta fyorak perjoangan buruh, selanjutnya, membentuk atau menperkuat organisasi buruh (baik berupa sarikat buruh, maupun partai) sendiri. Isteri-isteri buruh, selain perjoargan kewanitaan biasa perlu pula dimengertikan tentang gunanya organisasi buruh, agar supaya, dimana perlu, paling sedikit dapat memberi sokongan kepada tindakin-tindakin organisasi buruh. Demikianlah antara contoh-contoh. 2. Memperjoangkan dan mempertahankan hal-hal demokrasi yang sempurna (politik, ekonomi dan sosial. Gunanya demokrasi tiga macam itu, telah diterangka dalam bab yang telah lalu. Kini hanya perlu membicarakan, bagaimana caranya memperjoangkan satu-satunya hak demokrasi itu.. 3 Hak-hak demokrasi yang telah ada, harus dipertahankan, jangan sampai dikurangi. Sedang yang belum lengkap, ‘diperjoangkan supaya dilengkapkan. Misalnya saja demokrasi dalam politik. Didesa, ada hak-hak duduk da-: lam dewan desa. Laki-laki dan perempuan punya hak itu. Jika ternyata, dalam dewan itu, hanya duduk kaum lelaki saja, pada hal disitu juga ada kaum wanita yang === [PDF page 23] === -cakap, hendaknya diperjoangkan, agar disana duduk juga wanita. Soalnya, bukan wanitanya dan bukan lelakinya, tetapi, siapa saja yang cakap. Jika lelaki wanita sama-sama ada yang cakap, maka baiknya, ada wakil terdiri dari kaum wanita. Dalam hal lainnya, misalnya hak mengenai ekonomi, dalam peraturan membagi waris, membagi hak milik suami isteri (gono-gini), kewajiban kerja, dsb. Supaya dapat mengerti, hak-hak apa yanq sudah dipunyai, maka diwajibkan kepada tiap-tiap anggauta diranting, untuk mengetahui dengan jelas keadaan-keadaan ditempatnya. Misalnya, tentang dewan-dewan tentang pemerintahan, tentang bak, tentang undang-undang dan peraturan, dan setiap kali ada hal-hal yang mengenai tempatnya (desanya), hendaknya diperundingkan, dibicarakan, diperdebatkan, agar supaya anggauta-anggauta mengerti. — Hak demokrasi dilapangan sosial, misalnya mengenai pendidikan, sekolahan, pengobatan, kebersihan kampung, dsb. Ini hendaknya, wanita-wanita yang ada ditempat itu, turut pula menentukan, membicarakan, dan menuntut kepada yang berwajib, supaya dapat dilaksanakan. Hak musyawarat, hak turut merundingkan segala sesuatu yang perlu-perlu, terutama yang mengenai kepentingan wanita dan anak-anak, perlu diperjoangkan. a: 3. Mendidik anggauta Gerwis kearah kesedaran berorganisasi. Anggauta-anggauta Gerwis, dalam segala tindakan, yang berhubungan dengan organisasinya, harus bersikap korek, menurut aturan organisasi yang telah ditentukan bersama. Tidak boleh anggauta-anggauta melanggar aturan organisasi. Tg | | | Jika ternyata ada aturan yang tidak sesuai dengar keadaan, bolehlah dirundingkan, untuk ditinjau kembali. Jika perlu dirobah. Tetapi, merobahnya itu, jauganlah sendiri-sendiri, tidak dengan aturan. Didikan kesedaran organisasi ini, kecuali memberikan teori-teori bagaimana orang harus berorganisasi, juga praktek dalam === [PDF page 24] === [Unreadable] bekerjaan-bekerjaan harian, yang bersifat pembaharuan, perbaikan, dsb. Jika mengenai pekerjaan-pekerjaan yang kecil-kecil itu sudah dapat teratur secara organisasi: mengenai pekerjaan yang besarpun akan dapat berjalan lancar menurut organisasi. 7 | 4, Bekerja bersama-sama dengan semua organisasi massa, yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan Gerwis. Jadi, ini berarti, bahwa Gerwis sanggup bekerja sama, dengan organisasi (baik wanita, maupun laki-laki), dalam hal-hal yang bisa dikerjakan bersamasama. Misalnya, dengan Perwari, dengan P.P.I., dengan - Muslimat, dengan Persatuan Wanita Kristen, dengan organisasi pendidikan, kepanduan, dsb. '” 5. Memperjoangkan serta membela kepentingan, hak-hak buruh'tani wanita serta pedagang kecil wanita, dalam soal-soal yang khusus. Usaha Gerwis untuk buruh wanita dan tani wanita, tidak seperti usaha-usaha yang dilakukan oleh partai atau sarikat-sarikat sekerja. Usaha-usaha dari Gerwis mengenai mereka, misalnya, soal penyelengaraan tempat-tempat penitipan anak-anak, soal dapur bersama, yang bisa meringankan beban wanita dalam rumah tangga. “soal penjagaan kesusilaan, soal pendidikan budi pekerti, pendidikan mengenai pergerakan buruh, soal-soal masyarakat, dsb. Buruh-buruh wanita, dan tani-tani wanita, supaya memperkuat serikat buruhnya masing-masing dan disana “ berjoang giat. Gerwis mengusahakan, agar supaya undang-undang yang baik bagi golongan buruh wanita, bisa “dilaksanakan pada tiap-tiap tempat pekerjaan. Misalnya: hak perlop, perlindungan serta jaminan waktu mengandung, waktu menusui dsb. | Sh | Pasal 5 1 Keanggautaan. . "Tiap-tiap wanita - di Indonesia, yang artinya, 'bukan hanya bangsa Indonesia yang boleh menjadi === [PDF page 25] === wy BB) ee anggauta Gerwis, akan tetapi, segala bangsa, boleh menjadi anggauta Gerwis, asal, ternyata yakin akan azas serta tujuan Gerwis serta ternyata sanggup memperjoangkannya. | Pasal 6. Hak dan kewajiban, Tidak perlu penjelasan. Pasal 7. Pemberhentian anggauta. “ Hai yang ketiga, yalah anggauta yang dipecat. artinya, dipecat terus atau dipecat sementara waktu (skhorsing). Dalam hal pemecatan ini, harus dilakukan tin- 'dakan yang bertingkat. Pertama, peringatan, kedua, peringatan, ketiga pemecatan sementara, dan jika sudah sampai waktunya ternyata tidak ada perubahan. maka brulah dilakukan pemecatan terus. Tetapi. anggauta boleh mebela dirinya dalam konggres. | | Pasal 8 sampai Pasal 15, tidak perlu penjelasan. | === [PDF page 26] === “ANGGARAN RUMAH TANGGA GERWIS” | (Disyahkan oleh -iengEmEs Harian PB. Gerwis pada tgl. 27-6-1950, dan akan ditawarkan kepada cabang-cabang secara referendum, untuk diambil keputusan dan disyahkan). Pasal 1. Susunan Organisasi. Organisasi,Gerwis” disusun secara. demokrasi yang terpimpin (democratie met leiderskhap), dengan dasar perhubungan yang teratur dan disipliner dalam bentuk collegiaal (persaudaraan). (Pengurus dari bawah sampai keatas dipilih dan segala keputusan ditentukan bersama-sama dalam rapat). Pasal 2. Pengurus Besar. a. P.B. terdiri dari: P.B.-Pleno dan Pengurus Harian. b. P.B.-Pleno terdiri dari; | |. Pengurus Harian, 2. Anggauta-anggauta staf sekretariat-sekretariat, 3. Ketua atau wakilnya Komisariat Daerah Besar (propinsi). a ee Ya === [PDF page 27] === _ 96 _ 7 c. Pengurus Harian terdiri dari: 1. Ketua Umum, | 2. Wakil Ketua IY,. 3. Wakil Ketua II, 4, Sekretaris Umum, 5, Ketua Sekretariat Penerangan dan Pendidikan, 6. Ketua Sekretariat Organisasi,. | 7. Ketua Sekretariat Perbendaharaan, 8, Ketua Sekretariat: Sosial/Ekonomi, 9. Ketua Sekretariat Perburuhan/Pertanian. d. Jumlah anggauta dari masing-masing Sekretariat sedikit. dikitnya tiga orang.: e. Sidang P.B.-Pleno Tatakan dimana perlu. f. Sidang Pengurus Harian diadakan tiap-tiap minggu sekali dan dimana perlu. ~ g. Pengurus Harian bertanggung dawab kepada Konggres. Pasal 3, Daerah Besar (Provinsi), daerah. iyabang dan ranting. a. Cabang didirikan ditiap-tiap kabupaten atau dimana saja yang dianggap penting oleh P.B:, dengan. jum-. lah anggauta terdiri dari sedikit-dikitnya 75 anggauta. b. Ranting dapat didirikan, Sea Caa terdiri dari 25 orang.. | «. Ditiap-tiap aan keresidenan diadakan 'komisariat daerah, yang dipilih oleh cabang-cabang. d. Ditiap-tiap provinsi didirikan -komisariat daerah besar, yang ketuanya ditunjuk. oleh P-B: === [PDF page 28] === [Unreadable] p wm et 84,. aa 2 tee” Fee Bane inna Pat. eae eee! PN La | Pasal 4. | i Kewajiban Pimpinan. Pengurus Besar. Ketua Umum berkewajiban memimpin dan bertanggung jawab tentang organisasi keluar dan kedalam: | Sy Bs ae . Wakil.Ketua I berkewajiban mewakili kerna umum, apabila berhalangan. ~ 3. Wakil Ketua Il berkewajiban mengganti jabatan wakil ketua I, apabila berhalangan. . Sekretaris nen berkewajiban: a, mengurus administrasi dan surat-menyurat. P. Ba b. mengontrole jalannya pekerjaan sekretariat-sekretariat: c. menentukan sidang-sidang P.B.: d. mewakili Pimpinan Umum, jika ketiga-tiga ketua berhalangan. | “Sekretariat Penerangan ‘berkewajiban mengurus dan menyelenggarakan pendidikan, propaganda, mengeluarkan siaran-siaran, penerbitan dan pertunjukan-pertunjukan. Sekretariat Organisasi mengurus: a, pengesyahan cabang-cabang, daerah-daerah: b. pengesyahan dan pemecatan anggauta-anggauta; c. memberikan pedoman-pedoman untuk memperkuat organisasi kedalam. 2 aa ' Sekretariat Bean ana Pena ibang: a. mengusahakan keuangan P.B.: b. membuat rencana anggaran belanj a P.B.: c. mengeluarkan beaya-beaya untuk Pabelan P.B. Sekretariat Sosial/Ekonomi: berkewajiban mengeluarkan petunjuk-petunjuk dan mengkoordinasi usaha-usaha untuk melaksanakan putusan-putusan konggres mengenai sosial/ekonomi. Sekretariat Perburuhan/Pertanian: berkewajiban mengeluarkan petunjuk-petunjuk untuk melaksanakan program perburuhan/pertanian, === [PDF page 29] === Pasal 5. Komisariat Daerah Besar (Provinsi). a. Ketua pengurus ditunjuk oleh P.B. dan berkewa- _jiban membentuk stafnya sendiri. — bh. Memberi pimpinan kepada daerah-daerah dan yabang? menurut petienjisk P.B. Pasal 6. Komisariat Daerah. a. Pengurus dipilih oleh cabang-cabang dan terdiri dari: Ketua, Wakil Ketua, Penulis, Bendahari, Pembantu. b. Komisariat Daerah berkewajiban mengkoordinasi c. Komisariat Daerah diberi dispensasi (perkecualian | untuk mengadakan peraturan-peraturan yang tidak melanggar A.D. dan A.R.T., serta disesuaikan dengar keadaan Pasal 7. aa Cabang-cabang. Pengurus cabang terdiri dari.: Ketua II, Sekretaris i | Sekretaris II, Bendahari, ~ Sosial/Ekonomi, . Perburuhan/Pertanian, === [PDF page 30] === . cer Ma —. ‘ Xx 2 2 pa ma 28 Pata Pasal 8.. Ranting-ranting. Pengurus ranting terdigi dari: Wakil Kerta Penulis, Bendahari, Pembantu-pembantu. Pasal 9. Konggres dan capat-capat. Konggres dikunjungi oleh P.B.-Pleno, Daerah-daerah dan Cabang-cabang. Konferensi dikunjungi oleh PB. Pleno dan Komisaris-komisaris Daerah. Konggres, konferensi, rapat Ana rapat Naba dan "rapat ranting dianggap syah, bila dikunjungi oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggauta yang berhak hadlir. | | 1 . Konggres membicarakan: 1. Laporan-laporan pekerjaan P.B. dan Cabang-cabang: 2. Program pekerjaan: 3. Perubahan A.D. dan A.R.T. Konferensi membicarakan:: I. Laporan pekerjaan P.B, dan Desa 2. Sikap kedalam dan keluar yang urgent (yang segera harus diputuskan). . Semua putusan dianggap syah, bila disetujui oleh “lebih dari separoh jumlah anggauta yang hadlir. Pengambilan keputusan yang sudah berjalan dua kali terdapat persamaan suara antara yang setuju dan yang tidak setuju, maka ketua rapat berhak memutuskan. === [PDF page 31] === Pasal 10. Hak suara, i. Dalam rapat cabang tiap-tiap anggauta mempunyai hak satu suara. - 2.Dalam konggres suara ditentukan sebagai berikut: a.1 sampai 500 anggauta, tiap-tiap 25 anggauta berhak | suara; | a _ ' b, 501 sampai 1000 anggauta, tiap-tiap 50. anggauta ber- | hak 1 suara: | c.1001 sampai 2000 anggauta, tiap-tiap 100 anggauta berhak 1 suara: d. Suara maximum cabang adalah 50. Keterangan: NN a, Kurang dari 500 anggauta. sekurangnya dari jumlah 25 dapat dibulatkan menjadi 1 suara. b. Kurang dari 1000 anggauta, sekurangnya dari jumlah 50, mulai 25, dibulatkan menjadi 1 suara. ¢, Kurang dari 2000 anggauta, sekurangnya dari jumlah 100, mulai 50, dibulatkan menjadi 1 suara. Pasal 11. |:: ” Tiap-tiap anggauta berkewajiban: a. membayar iuran:: b, mengunjungi kursus-kursus dan rapat-rapat: c. menjalankan tugas organisasi: ' d, melaporkan segala kejadian yang merugikan organigasi. | Pasal 12. Anggauta diperhentikan karena: — a. Meninggal dunia:. b, Atas permintaan sendiri: c. Dipecat sementara (skhorsing) atau dipecat, sebab melanggar peraturan atau merugikan organisasi. === [PDF page 32] === Lan SN eat Keterangan: Anggauta yang diskhors atau dipecat berhak mempertahankan diri dalam konggres.. Pasal 13. Keuangan. a. Uang pangkal, sedikit-dikitnya f 1,— tiap-tiap anggauta. (boleh dicicil). b. Uang iuran, sedikit-dikitnya f 0,25 tiap-tiap anggauta. c. Uang sokongan dan usaha, tidak terbatas. d. Pendapatan keuangan dibagi sebagai berikut: 20% untuk ranting, 30% untuk cabang, 10% untuk -daerah, | basal 14. Hal lain-lain, Anggaran rumah tangga ini boleh dirubah atau ditambah oleh konggres. | Disyahkan pada tg. 27-6-1950. === [PDF page 33] === PEDOMAN BERORGANISASI. Organisasi, dari perkataan orgaan, artinya badan. Didalam susunan badan ada peraturan-peraturan yang tertentu, sehingga badan itu bisa bekerja, masing-masing bahagian. menurut tugasnya, akan tetapi bersatu merupakan tin- _ dakan badan itu pada utuhnya. Pusat dari segala gerak-gerik badan itu pada otak. Maka, jika otak tidak sehat, gerak-gerik badan itu tidak teratur. Misalnya, mulut mau tertawa terus, mata mau menangis terus, kaki mau berjalan dengan tidak ada tujuan,......... begitu seterusnya. Didalam organisasi, otak itu boleh Pakan dengan kedudukan pemimpin, sedang tangan, kaki, mata, telinga, dsb., bolehlah disamakan dengan masing-masing pengurus dalam organisasi, yang tugasnya sendiri-sendiri, tetapi mengeluarkan pekerjaan yang teratur. Ibarat musik, maka tugas daripada gitar lain dengan tugas daripada selomperet, lain pula dengan tugas daripada.seruling. berbeda dengan tugas daripada tambur. Tetapi jumlah atau kumpulan suara semuanya merupakan satu lagu yang indah, yang merdu. Pemimpinnya ialah dirigen, itulah yang mengatur ke- Naba para muzixant, bagaimana membunyikan masing-masing alat, agar supaya buah bunyi-bunyian itu merupakan satu lagu yang indah. Bukan hanya merupakan kumpulan suara yang tidak tertentu.: Demikianlah - suatu organisasi, yang organisatornya (pengatur organisasinya) tidak cakap, maka tindakan dari organisasi itu tidak akan dapat merupakan tindakan yang tegas, yang teratur, melainkan tindakan bermacam-macam saja, yang mungkin banyak dan ke- ” lihatan hebat, tetavi kalang-kabut tidak karu-karuan dan tidak ada buahnia yang tertentu manfaat, - tidak... === [PDF page 34] === u BD mendekatkan kepada tujuan organisasi, melainkan malah menjauhkan. | Ada beberapa soal yang perlu diperhatikan untuk dapat menyusun organisasi yang baik. A, Tenaga Pimpinan. Tenaga pimpinan ialah tenaga-tenaga yang bertanggung jawab tentang organisasi, baik yang duduk sebagai pengurus maupun sebagai kader-kader penghubung dengan © anggauta-anggauta, harus memenuhi syarat-syarat yang tertentu. | Bagi gerakan wanita syarat-syarat itu lebih sukar lagi. Wanita-wanita sekarang, umumnya, terutama didesa-didesa, masih terikat oleh adat-adat yang kuno. Yidak semua adat kuno itu jelek. Kewajiban kita untuk menghilangkan adat kuno yang merugikan kemajuan. Tetapi, jalannya harus dengan kebijaksanaan. Syarat-syarat tenaga pimpinan adalah: sebagai berikut: |. Karakter (watak) yang baik. | Ini soal pokok. Jangan dilupakan ea Ayzagan dianggap tidak penting. Sebab, orang yang dasar karakternya tidak baik, bisa: mengombang- ambingkan organisasi, bisa menyelakakan perkumpulan. a, Jujur: Watak jujur terhadap diri sendiri, terhadap kawan, terhadap organisasi. Jangan yang menyembunyikan kesalahan, jangan yang menjusta untuk kepentingan sendiri, Orang yang jujur berani mengoreksi diri sendixi, kesalahan sendiri, | — Kejujuran ini, terhadap beberapa hal dalam organisasi, perlu diperhatikan. | Sebaliknya, ialah orang yang curang, curang terhadap kawan, curang terhadap keuangan, dsb. perlu disingkirkan dari tenaga-tenaga pimpinan. Lihat dengan teliti tin-. dakan-dakan tiap-tiap tenaga pimpinan. dalam. segala lapangan. === [PDF page 35] === Dalam rapat, dalam organisasi, dalam kehidupan prive. Sebab, orang yang kehidupan privenya tidak baik, cu-. rang, tidak mungkin dapat menjadi tenaga pimpinan “yang baik. Orang yang curang, mudah sekali mengkhianat sewaktu-waktu ada percobaan yang mengenai dirinya, Kesalahan sendiri ditutup-tutup. Jika perlu, untuk menutup kesalahan sendiri, dia menyalahkan (mengkhianat) orang lain, Singkirkan orang demikian jauh-jauh dari organisasi!: 'b. Berani. Tenaga pimpinan harus berani bertindak, berani menanggung risiko dan berani mengatasi segala kesukar- “an, Keberanian ini akan terlihat nyata pada masing-masing | tenaga pimpinan dan masing-masing anggauta diwaktu-waktu organisasi menerima rintangan atau pukulan yang hebat. Orang yang mempunyai dasar berani, biar dalam keadaan bagaimanapus dan biar rintangan besar se- 'kalipun, akan terus melakukan tugasnya, dengan care terang atau tidak terang. Tetapi, orang yang penakut lekas-lekas lari dari tugasnya, mengumpet, bersembunyi. Jika ditanya, ini untuk taktik. Tetapi sebetulnya, hanya. untuk keselamatan diri sendiri saja. Yang dipikirkan Bukan keselamatan organisasinya, akan tetapi keselamatan diri sendiri dulu. Orang penakut diwaktu yang berbahaya bisa mengkhianat organisasi, Contohnya, diwaktu jaman pendudukan Belanda terlihat nyata, mana orang yang berani dan mana yang penakut. Sering ada orang yang dimasa damai, dimana enak,. pandai bikin pidato berkobar-kobar, membakar langit, akan tetapi dimasa tidak aman, terus saja masuk liang, seperti tikus. Orang-orang demikian jangan dijadikan tenaga pimpinan! Awaslah kepada,penakut! ¢. Kesungquhan (ernst).. ot Pp i Orang bisa berwatak baik, bisa jujur, bila berani, bisa pandai, akan tetapi bila kesungguhan dalam mela- === [PDF page 36] === _kukan pekerjaan kurang, orang-orang ini hanya akan pandai mengatur kata-kata saja, akan tetapi tidak pandai berbuat. Kesungguhan ini, bisa dilihat pada kehidupan orang sehari-hari, Kerap kita melihat, anak-anak muda, yang pandai, mengerti segala macam politik, menggemparkan suaranya dalam dewan-dewan perwakilan, akan tetapi tidak bisa berbuat suatu apa, karena memang pandainya hanya berdiskusi (berdebat, bersoal jawab). dan menyombongkan kepandaiannya. — Orang-orang ini. jika menjadi tenaga pimpinan, hanya akan iseng-iseng saja dalam organisasi. Organisasi dipermainkan, oleh karena baginya tidak ada kesungguhan dalam memangku organisasi. — Orang-orang yang tidak punya rasa kesungguhan.ini, jika sedang mau bekerja, maka ia akan bekerja setengah mati, tidak mengenal payah, tidak mengenal tempo. Akan tetapi, jika sedang tidak mau 'bekerja, dia diam saja, tak mau berbuat apa-apa. Jika ditanya, karena sedang marah kepada.organisasi atau kawan-kawan seperjoangan. Dan macam-macam alasan lagi! Kekurangan kesungguhan inilah yang menjadikan orang tidak pernah bisa maju dan tidak pernah bisa. menghatsilkan pekerjaan yang baik. 5 d. Tahan menderita, tahan uji. Organisasi yang sungguh-sungguh mau berbuat sesuatu yang berarti, kerap kali, menerima rintangan-rintangan yang tidak sedikit. — Dalam menghadapi hal demikian, pimpinan harus berani, tahan menderita, dan tahan uji. Jika hanya karena rintangan sedikit saja, pimpinan lantas putus asa, ini suatu tanda, bahwa orang itu tidak bisa dijadikan tenaga pimpinan lebih lama lagi. Harus diganti dengan lainnya. e. Bijaksana. Untuk memecahkan segala sesuatu Alam organisasi, yang mengenai anggauta-anggauta atau yang mengenai organi- === [PDF page 37] === —. paar Sy pama, sasi seluruhnya pimpinan harus bijaksana. Artinya, tidak boleh keputusan itu diambil hanya keburu nafsu, atau diambil banya karena marah, karena sangat gembira dll. Semua keputusan dan tindakan diambil, setelah dipertimbangkan, dipikirkan masak-masak, dari segala jurusan dan sudut. Orang yang bijaksana, tajam pikiran, jauh pemandangan, tidak sempit. | [. Periang. Periang, yalah orang yang mudah gembira. Orang periang, selalu bisa merasa gembira dalam segala tempat. Dalam pekerjaan ia gembira. Dalam berpikir ia gembira, dalam rapat ia gembira. Tetapi orang yang tidak periang, mudah sekali dihinggapi susah. Segala sesuatunya dipandang sukar dan menyusahkan. Orang susahan ini, tidak bisa diserahi pekerjaan banyak dan “sukar, karena belum-belum sudah tertumbuk kepada hal-hal yang dianggap menyusahkan. Lain halnya dengan orang “periang. Biar bekerja berat, akan selalu gembira, tidak mengeluh. Jika ada hal-hal yang menyusahkan, maka segera dikupasnya, supaya kesusahan itu tidak lama?2. 2. Pengertian dan kecakapan. |: a. Tenaga pimpinan harus mengerti dan yakin betui akan azas, tujuan organisasi. Selanjutnya, dia harus tahu program organisasinya. Mana-mana yang sudah dapat dilakukan dan mana yang belum. Yang belum dapat dilakukan, dicari apa sebabnya. Sebab, organisasi barus berdasar teori dan teori harus, disertai praktek. Jika teoi itu tidak sesuai dengan praktek, maka ini akan merupakan teori yang mati, yang tidak bisa diper-: gunakan oleh organisasi yang hidup, yang dinamis (bergerak). | b. Tahu dan bisa menyusun organisasinya serta melaku- 'kannya. Pekerjaan srabutan, borongan (roffel-systeem) selamanya tidak baik. Sebab, apabila tenaga yang === [PDF page 38] === [Unreadable] seorang ini hilang, maka pekerjaan organisasi akan terhambat. Organisasi menjadi tergantung kepada seseorang. Ini tidak baik dan tidak mendidik anggauta berbuat secara demokrasi. B. ANGGAUTA? HARUS DAPAT MELAKUKAN TUGAS. as oh = Bagaimana fyaranya, agar anggauta-anggauta organisasi (Gerwis) dapat melakukan tugas? Sebab, pekerjaan organisasi, bukan pekerjaan pengurus saja. Pengurus adalah penyusun, koordinator dari pada susunan “Organisasi semua. Pengurus, menjalankan putusan -konggres atau rapat-rapat anggauta. — Anggauta-anggauta sendiri, harus melakukan segala putusan itu. Dengan begini. maka organisasi akan mempunyai anggauta-anggauta yang berkwaliteit baik. Bukan jumlah yang banyak itu yang membawa kebaikan organisasi, tetapi, jumlah yang bisa bekerja. Bikinlah, agar tiap-tiap anggauta, bisa melakukan tugas organisasi, sekalipun hanya sederhana s€- kali. Bagaimana caranya? 1. Berilah kursus, pendidikan, dsb., terutama yang mengenai azas dan tujuan organisasi. Anggauta-anggauta mesti yakin lebih dahulu kepada azas dan tujuan organisasi. Tiap-tiap ada hal-hal atau kejadian-kejadian mengenai soal-soal yang penting, baik sekitar kewanitaan, maupun sekitar soal umum (politik), segera anggauta diberi penerangan, diajak berunding bersoal jawab (berdiskusi). Berhubung dengan ini, maka organisasi harus membentuk kader sebanyak-banyaknya. Pembentukan kader, pen- _ didikan anggauta, serta penerangan kepada masyarakat, ini adalah langkah pertama yang tidak boleh dilupakan. Hanya orang yang dapat mengerti serta dapat meyakini === [PDF page 39] === [Unreadable] pot IP om sesuatu tujuan saja, yang dapat berjoang untuk tujuar itu. 2. Berilah kesempatan kepada anggauta, memikul tanggung jawab. Sekalipun pekerjaan ringan dan mudah. akan tetapi, berilah pertanggungan jawab. Jangan dibikin anggauta-anggauta itu seakan-akan kambing yang hanya mengikut saja. Dengan jalan begini, maka anggauta-anggauta dapat mempraktekkan teori yang pernah didapat, serta dapat mencocokkan teori dengan praks: tek yang ada. Jika ternyata teori itu tak cocok dengan prakteknya, keadaan yang nyata, yang dapat dijalankan. maka sudah barang tentu teori itu harus ditinjau kem-. bali. Dirobah boleh, akan tetapi jangan merobah prinsipnya (pokoknya). Begitu pula mengenai segala macam putusan. Dengan ini, kita dapat mengukur kekuatan organisasi-kita secara kongkrit (nyata), bukan secara kira-kira atau ngalamunan saja. Jangan terlalu membesarkan: kekuatan, dan jangan terlalu mengecilkan kekuatan. Ukurlah sebagaimana mestinya. Teori tidak dapat dikeluarkan dari belakang meja | (tulisan) saja, melainkan harus dicari dari sari-sari pengalaman praktek. Teori itu baru berharga, apabilz dapat dijadikan perbuatan! Bila tidak demikian, teori itu kosong belaka. Hanya teori yang dapat melahirkan perbuatanlah, yang boleh dinamakan teori pergerakan. Selanjutnya, teori itu mesti diberikan secara teratur. urut, menurut renyana yang pokok. Dengan jalan ini. maka teori akan menjadi dasar yang kuat dari organisasi. 3,Anggauta-anggauta harus tunduk kepada disiplin. | Disiplin atau ketentuan yang harus ditaati. — Ini harus dijaga, jangan sampai mertpakan tindasan atau paksaan, sehingga menghilangkan sifat demokrasi. — Maka dari itu, lakukan secara demokratis, terhadap === [PDF page 40] === Sr NY as: tiap-tiap perundingan. Jika ada soal-soal yang perlu diambil keputusan, dan perlu dijalankan sebelum diputuskan, hendaklah dibicarakan masak-masak dan sudah itu diputuskan bersama. Jangan putusan itu dipaksakan. Ini salah, Jika demikian ukuran kekuatan akan meleset. —. Tiap-tiap anggauta boleh berdebat boleh membantah, boleh mencela, mengritik sehebat-hebatnya, akan tetapi. dalam rapat yang tertutup. Misalnya, ada tindakan pimpinan yang tidak disetujui, bolehlah sebelumnya diperdebatkan, ditinjau kembali, atau dibatalkan. — “Akan tetapi, tiap-tiap hal, setelah menjadi putusan, semua anggauta harus tunduk dan menjalankan. -- Apabila sudah menjadi putusan, dan setelah dijalankan ternyata tidak dapat dilakukan, maka bolehlah di-. rundingkan lagi. Tapi jangan menyabotir sendiri-ser:- diri! Jangan ada anggauta bertindak sendiri-sendiri dengan semau-maunya. Tiap-tiap anggauta bertanggung jawab kepada organisasi. | Ti Keinsyafan terhadap organisasi, pengertian yang yakin, itulah yang menimbulkan rasa disiplin yang sehat. Disiplin yang sehat yalah disiplin yang keluar dari dalam hati orang itu sendiri atas dasar keinsyafan, bukan atas dasar paksaan dari Mar. 4. Harus diadakan penyelidikan, apakah segala putusan-putusan dari organisasi dijalankan. Yidak berguna organisasi mengambil putusan yang banyak dan tinggi-tinggi serta hebat-hebat, bila tak dapat dijalankan. Dan apabila putusan itu tak dapat dijalankan, haruslah dicari sebabnya. Apabila sebab itu ternyata dari kelalaian pengurus atau anggauta yang mendapat tugas menjalankan, maka mereka ini harus ditegor buat pertama kalinya. Selanjutnya bisa dijatuhkan,,skhosing” (pemecaian buat sementara) atau pemecatan sama sekali, Oleh karena itu, organisasi harus dapat memilih orang yang setepat-tepatnya. " === [PDF page 41] === sore’! 39 Ld 5, Menyingkirkan orang-orang yang tidak boleh dipercaya, orang-orang yang mencurigakan dan orang-orang yang sudah ternyata tidak mempunyai karakter yang baik (teguh, jujur dsb.). Dengan jalan ini, maka jalannya organisasi tidak dirusak oleh anggauta sendiri. Orang-orang bagaimanakah yang tidak baik itu? Orang-orang yang hanya “dapat bekerja dibelakang meja tulis saja. Tidak dapat menyesuaikan pekerjaannya dengan praktek yang. nyata. — Orang-orang yang sombong, yang merasa dirinya sudah berjasa, sudah ditingkat yang tinggi, tidak mau belajar lagi, merasa tidak perlu tunduk kepada putusan organisasi. Orang-orang yang hanya pandai bicara saja, tetapi tidak pandai berbuat. Tukang korup, penipu, tukang memboroskan uang organisasi dengan tidak ada pertanggungan jawab, tukang mempergunakan nama organisasi untuk kepentingan diri sendiri,............ dan | lain2nya. Semua ini harus disingkirkan dari organisasi, terutama dari tenaga-tenaga pimpinan. 6. Bentuklah kader sebanryak-banyaknya. Kader adalah tenaga penghubung yang sangat penting antara pemimpin dan yang dipimpin. Apabila kader ini kurang kuat, kurang berkwaliteit baik, maka jalannya pimpinan kebawah tidak akan sempurna. Selain dari itu, kader ini pula yang menyampaikan berita dari bawah keatas, dari penduduk, dari ranting, dar tiabang, dari seksi, dll. ke pusat. Berita ini ada banyak. yang yang baik ada pula yang tidak baik. Ada pujian. ada pula celaan. Yang perlu diteliti ialah celaannya. — Jika celaan itu betul, maka dapat dipergunakan untuk bahan membetulkan tindakan yang salah. Organisasi. harus berani dikritik.: tep CC. Usaha-usaha untuk membeayai organisasi. Banyak pekerjaan yang mesti dilakukan oleh organisasi. Semua itu membutuhkan uang, Misalnya menga-. === [PDF page 42] === — ey Q paaal dakan sekolahan, tempat penitipan anak-anak, pondokan bagi buruh-buruh wanita, asrama, pembentukan kader, bikin surat kabar, mengeluarkan buku-buku, perutusan kemanamana, mendirikan cabang-cabang, ranting-ranting dan seksi-seksi. — Masih banyak lagi.,, | ) Semuanya membutuhkan uang. Dari mana uangnya? Dari iuran itu sadia belum cukup. Yetapi meskipun de- #nikian, iuran itu karus dijaga langsungnya ditarik. Soalnya kecil kelihatannya. Tapi besar artinya bagi pendidikan anggauta-anggauta. Dengan iuran itu anggauta dilatih bertanggung jawab kepada organisasinya. Membayar luaran itulah satu kewajiban anggauta. Melakukan tuyas-organisasi itu pula kewajiban. Maka jangan dinggap ringan soal.iuran. Lain dari iuran yang sudah ditentukan, maka ang- © gauta-gauta yang” mempunyai penghasilan lebih, harus diinsyafkan, digerakkan, supaya memberi lebih banyak kepada organisasinya. Masukkan kedalam liyst sokongan. Orang-orang luar yang menaruh simpati, yang tidak mengikat, boleh menjadi penyokong. | | | | Apakah ini saja sudah cukup? Belum! Harus diadakan usaha yang tidak merugikan _ kepada moreel maupun materieel. Tentang usaha-usaha ini terserah kepada cabang-cabang. Akan tetapi baiklah kita ambilkan contoh sedikit, sebagai bahan berpikir. Usaha-usaha itu hendaknya yang juga memberi lapang pekerjaan kepada -anggauta-anggauta. Sebab terutama bagi tempat-tempat yang banyak anggautanya penganggur maka perlu usaha-usaha pemberian kerja ini diadakan. Keuntungan dari usaha itu, mesti dibagi, sekian persen untuk yang menjalankan (yang mengerjakan) sekian persen untuk administrasi. Dengan jalan ini, dua-dua maksud bisa dilakukan bersama, ialah memberi kerja kepada orang (anggauta). dan mengenai kas. Pantang... === [PDF page 43] === Lisaha-lisaha itu misainya: ' a. Membuka taman-pembacan (bibliotheek). “b. Membuka praktek bidan, untuk menolong orang-orang hamil dan bersalin serta konsultasi biro-nya. .c. Membuka penjaitan ( modiste ). d. Membuka warung. - e. Membuka cursus-cursus pengetahuan umum yang memungut bayaran misalnya: kursus bahasa-bahasa, pegang-buku, dagang, ngetik dsb. | f. Mengadakan pertunjukan yang isinya mendidik kepada rakyat.; 4 g. Bila ada keramaian misalnya pasar-malam atau lain- “ nya, turut membuka stand (warung) disana, untux menjual hasil-hasil pekerjaan anggauta. n. Mengerahkan tenaga-tenaga di desa-desa (diantara anggauta) untuk membikin apa-apa yang bahannya banyak terdapat — disana, misalnya bikin tambang, keset, babut, dsb. 'Hasilnya dijual ke kota. “4. Mengadakan toko buku. y. DIL.-nya yang tidak merugikan moreel maupun matericel. | | D. Kirimkan kader-kader ke cabang-cabang dan ranting-ranting. Kader-kader yang sudah disiapkan oleh pusat, harus sanggup dikirimkan untuk sementara waktu (2 minggu atan | bulan) ke suatu tempat yang masih baru. Disini ka- | der itu memimpin serta memperhatikan keadaan tem- ' pat itu, selanjutnya memberi lapuran ke pusat tentang keadaan yabang baru. Apakah cabang bisa segera dilantik dan tidak, menurut pendapat kader yang ada disana. Tetapi agar lapuran itu bisa obyektip (terang, sa- === [PDF page 44] === PN NN ma dengan apa adanya) maka baiknya jangan 'hanya seorng saja yang dikirim dan jangan hanya sekali saja. | 'Dengan cara begini, maka kemungkinan terjadi corak gado-gado dalam organisasi menjadi kurang. Garis besar untuk semua cabang harus sama. Yang lain hanya garis kecilnya dan yang hanya berlaku pada t yabang-yabang. Be tertentu saja. === [PDF page 45] === BEKERJA DIKALANGAN WANITA. Organisasi,,Gerwis' merupakan bentukan massa organisasi dari kaum wanita, untuk mengerahkan seluruh tapisan tenaga wanita, dari bermacam-macam golongan dan tingkatan, terutama golongan buruh dan tani, sebagai tenaga pokok revolusi, yang anti penjajahan. Demikianlah bunyi bab 6, ten nan berdiri- - nya Gerwis. Apakah artinya massa! Marilah kita ambil contoh dulu. Jika orang mau membikin -roti, maka dicampurlah tepung, telur, gula dan lain-lainnya, menjadi satu, diaduk. 'Campuran itu. yang dinamakan, dalam bahasa Jawa,jladren dalam bahasa Belanda,,deeg”, atau dinamakan,,massa". Massa, yang terdiri dari tepung, gula, telur, yang sudah tak dapat dipisah-pisahkan lagi, mana tepungnya | saja, mana gulanya saja, mana telurnya saja. Semua sudah menjadi satu, yang nantinya akan berupa roti. Massa, dalam arti lain, yalah gerombolan orang banyak, yang sudah terikat oleh satu dasar dan satu tujuan.’ | Gerwis, adalah massa organisasi, yang menghimpun seluruh lapisan tenaga wanita. Jika sudah terkumpul, maka ibarat adukan tepung dengan gula, serta telur tadi, tidak bisa dipisah-pisahkan. Semuanya mempunya: tekad, mempunyai dasar serta tujuan satu, seperti yang tersebut dalam azas dan tujuan Gerwis. Gerwis bukan partai (non party), bukan pula bentukan macam serikat buruh (trade union), tetapi ben- “tukan massa organisasi dari kaum wanita. Bagaimana Gerwis bisa mengumpulkan, menggerakkan seluruh tenaga wanita! === [PDF page 46] === Untuk bekerja dikalangan wanita sebaik-baiknya, maka haruslah kita ingat kepentingan-kepentingan wanita khusus dan kepentingan-kepentingan wanita umum, sebagai manusia. Wanita adalah manusia. Tetapi ada lainnya dengan manusia lelaki. Wanita dan lelaki, sama-sama mem: punyai tugas terhadap masyarakat. Tapi, wanita, disamping tugas umum itu, mempunyai tugas kodrat yang khusus yang hanya bisa dilakukan oleh kaum wanita saja, yalah tugas biologis (tugas kelangsungan hidup, untuk mengandung, melahirkan serta memelihara sampai anak itu kuat). | |” Kepentingan-kepentingan wanita yang langsung mengenai kehidupan sehari-hari, harus kita perjoangkan, Kepeni - tingan itu, yalah: a. Kepentingan mengenai dirinya sendiri, b. Kepentingan mengenai anak-anaknya, c. Kepentingan mengenai keluarganya, (termasuk juaa d. Kepentingan mengenai rumah tangganya. Kita perjoangkan kepentingan itu satu persatu, sa1ibil menginsyafkan, bahwa letak dasar keburukan nasib wanita, serta segala-galanya yang berhubungan dengan wanita, ada dalam masyarakat seluruhnya. Untuk memperbaiki nasib wanita, memang hal-hal kehidupan wanita sehari-hari itu kita perjoangkan. Tetapi, itu saja belum cukup. Wanita mesti juga berjoang, untuk memperbaiki masyarakat seluruhnya, sebagai satu organisasi. | Jadi, dua lapangan yang harus diperjoangkan wanita, yalah:, a. Yang langsung mengenai kepentingan individu (perseorangan),: - | b. Yang langsung mengenai masyarakat umumnya. === [PDF page 47] === PA si 4 4 — Jika salah satu dilupakan, maka kita tak akan da-: pat menghimpun tenaga-tenaga wanita dalam organisasi. " Marilah kita kupas satu persatu kepentingan individu “vanita itu. “a. Kepentingan mengenai dirinya sendiri.: Tiap-tiap wanita (sebagai juga tiap-tiap laki-laki), mempunyai kepentingan-kepentingan, tentang jaminan hidup (makau, pakaian, tempat tinggal, pekerjaan, hiburan, dsb.). Jika kita tanya wanita-wanita, dari seorang raja puteri, sampai kepada pengemis yang tidur dibawah jembatan, tentu kepentingannya yang pokok sama. Wanita-wanita mempunyai kepentingan lahir yang harus. dipenuhi dan kepentingan-kepentingan batin, yang harus dipenuhi pula. Apabila kepentingan-kepentingan ini tak terpenuhi, maka akan menimbulkan kejadian-kejadian (exces-exces) yang merugikan kepada diri wanita itu. Misainya, tidak makan, bisa menjadikan sakit lalu mati. Yidak berpakai. an, bisa menimbulkan masuk angin, rasa malu, dicemooh orang, dsb., tidak bertempat tinggal yang tertentu, bisa menimbulkan kehidupan terlunta-lunta, yelandangan, yang membawa akibat terperosoknya wanita kejurang kerendahan moril. Wanita, butuh menyinta dan dicinta (dalam bentuk hubungan anak dengan ibu, cucu dengan nenek, suami dengan isteri, kawan dengan kawan). Apabila ini tidak dipenuhi, maka juga akar menimbulkan akibat-akibat yang merugikan kepada diri wanita itu sendiri (misalnya, rasa sunyi, terpencil, terus meneelamun dsb.).:: bh. Kepentingan mengenai anak-anaknya. | Tiap-tiap wanita, yang sudah menjadi ibu, atau meme-: gang kedudukan sebayai ibu, yang berotak sehat, tentu menyintai anak-anaknya. Dalam lubuk hati ibu, tergoris keinginan-keinginan, supaya sang anak, hidup bahagia. tiap hari === [PDF page 48] === dapat makan, dapat berpakaian, dapat bersekolah, dapat berolah raga, dapat hiburan yang baik (sehat), dan kemudian hari, menjadi orang yang berarti (menurut istilah ibu masing-masing). Sudahkah keinginan ibu yang demikian ini terlaksana? Hanya sebahagian kecil ibu? yang dapat memenuhi keinginan ini. Sebahagian besar, belum. Lihatlah, pedagang-pedagang kecil dipasar, buruh-buruh kecil, tani-tani yang miskin, dsb., semua itu anak2nya terlantar. Maka kewajiban dari organisasi wanita, memikir- 'kan hal ini. Memperjoangkan, melalui segala jalan iang bisa ditempuh, agar supaya wanita-wanita dapat memenuhi kewadiibannya sebagai ibu. | c. Kepentingan mengenai keluarganya (termasuk juga, suaminya). | Bagaimana bila nenek sedang sakit? Ini menjadi beban wanita. Bagaimana jika besuk pagi suaminya sudah tak bekerja lagi, karena dilepas dari pekerjaan? Ini juga beban wanita. Bagaimana jika anaknya diceraikan oleh menantunya dengan tidak ada sebab! Ini juga beban wanita......... Masih seribu satu raacam beban wanita yang mengenai kepentingan keluarga. Biasanya, wanita menjadi pusat dari keluarga. Maka segala-galanya, yang menyinggung kepentingan keluarga itu, wanitalah yang lebih dahulu merasakan. Maka dari itu, memperjoangkan, agar supaya kepentingan keluarga ini dapat diringankan ini menjadi juga salah satu kewajiban dari organisasi wanita. Misalnya, jika nyonya D. kematian anaknya. Anggauta-anggauta, dengan jalan urunan, bisa menyumbangkan uang sekedarnya, untuk perongkosan. Anggauta, bisa datang, menghibur, agar supaya susahnya lekas hilang. d. Kepentingan mengenai rumah tangganya, Pada waktu sekarang, dalam periode ini, maka wanita-wanita itu, prakteknya, menanggung dua beban peker- === [PDF page 49] === aa A TH ea jaan. Pertama pekerjaan rumah tangga. Kedua, pekerjaan diluar rumah tangga, untuk mencari natkah, guna menambah penghatsilan. Buruh wanita, tani wanita dan pedagang wanita dari lapisan bawah, biasanya, karena sangat berat pekerjaannya diluar rumah untuk mencari nafkah, rumah tangganya terlantar. Anak2nya tak terpelihara, makanan tak teratur. Dan bagi si-wanita sendiri, dalam 24 jam, hampir-hampir tak mengaso. Karena sepulang mereka dari tempat pekerjaan, wanita itu terus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dalam rumahnya. Maka organisasi wanita, harus berdaya upaya, bagaimana dapat meringankan beban rumah tangga ini. Bekerja bagi masing-masing golongan wanita. Mulailah bekerja, yang langsung dapat mendatangkan keuntungan atau keringanan bagi wanita. Jangan mulai dengan janji-janji yang terlalu tinggi, jangan mulai pidato-pidato banyak sebagai tukang jual obat dialunalun. Mulailah, dengan cara sederhana, ambillah hal-hal, “untuk dibicarakan, yang tidak jauh dari kehidupan wanita-wanita ditempat itu. Bicaralah, apa-apa yang mereka lekas mengerti dan lekas merasa. Jangan omong sendiri terus, Kasihlah kesempatan, mereka itu, bicara, dengan tidak takut-takut, tentang penderitaannya, tentang nasibnya, dan tentang cita-citanya, Sesudah itu, bicarakan bersama, tuntunan sehingga mereka mempunyai keinsyafan, bahwa cara memperbaiki nasib itu, tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri.: melainkan harus bekerja bersama-sama. Camkanlah, bahwa dalam kalimat,,bekerja bersama-sama” itu, termaktub hak dan kewajiban sama bagi mereka semua. Jangan anggauta hanya mengerti hak saja. Jangan pula hanya tahu kewajiban saja. Jangan anggauta mempunyai pikiran. bahwa organisasinya itu,.tempat menolong mereka. Bu- === [PDF page 50] === kan! Melainkan, merekalah yang harus menguatkan organisasinya, - supaya organisasi itu, dapat menolong mereka. Jadi pertolongan itu datang dari dirinya sendiri, bukan dari pihak lain. Dengan begini kuranglah atau hilanglah adanya semangat parasit (kemladean) diantara para anggauta. © Marilah kita mulai satu persatu dari golongan 'wanita. | |. I. Golongan buruh wanita. Ada tiga tingkatan (golongan) buruh wanita ini. Pertama, yang dirumah ekonominya sudah baik. Mereka sudah mendapat jaminan penuh dari kain arganya (dari suami, dari orang tua, atau dari saudaranya). Tapi mereka bekerja: juga, memburuh. Disini. © yang menjadi sebab mereka bekerja, bukan pertama-: tama untuk mencari nafkah, tetapi untuk mengisi waktu yang terluang. Sebab, menganggur sering menimbul-. kan pikiran-pikiran yang sesat, Jadi bekerja, boleh dikata, hanya mencari saluran pikiran, agar supaya tidak rusak.. Kepada golongan ini, tidak perlu organisasi meringankan beban ekonominya. Tetapi, mereka perlu di- - masukkan jadi anggauta, untuk kepentingan lain. Tim- _bulkan semangatnya untuk belajar terus. Dirikan ta- ~- man-man pembacaan, kursus-kursus pengetahuan umum, dan terutama kursus kemasyarakatan, agar supaya mereka punya pandangan tentang politik. Ambil tenaga mereka,. untuk membantu kawan-kawannya buruh wanita yang: perlu dibantu. Jika mereka ini terdiri dari kaum. ter-.. pelajar, berilah pekerjaan salin menyalin buku-buku yang. | berguna (setelah dilihat oleh pengurus atau orang yang ~ bertanggung jawab). Suruhlah pimpin gerakan pembrantasan buta huruf, Menyelenggarakan beberapa ba-. dan konsultasi (badan penerangan dan penasehat) misalnya: konsultasi “perkawinan, “ konsultasi kesehatan, === [PDF page 51] === hukum, dsb. Mereka ini, setelah dididik dan setelah terbukti yakin akan azas tujuan organisasi, bisa dididik selanjutnya, supaya mereka dapat memegang pener- “bitan-bitan dari organisasi (buku-buku, majallah dsb.) serta ' mengaturnya sama sekali. Juga pendirian bibliotheek (taman bacaan) untuk anggauta-anggauta. Apabila tenaganya yang: terluang banyak, mereka bisa dimasukkan dalam staf propaganda, pendidikan atau pembantu pengurus, untuk turut menyelenggarakan dan membereskan ranting-ranting yang masih perlu ada pimpinan. | Jangan. dilupakan, bagi buruh-buruh wanita, dari tingkatan mana juga, harus diberi kursus tentang perdioangan buruh yang sesungguhnya. Usahakan bersama dengan organisasi-organisasi buruh yang ada. Bila tenaga cukup, boleh sendiri. Perlunya, agar mereka ini, dalam serikat buruhnya masing-masing, bisa merupakan tenaga yang giat, memegang tanggung jawab, serta mengerti sungguh-sungguh tentang apa 'arti serta perlunya perjoangan buruh. | Kedua, yang bekerja, untuk menambah penghatsilan, “dan yang ketiga, yang bekerja memang sangat perlu, “untuk mentiari penghatsilan. karena nafkah dari pekei:- jaan itu, adalah satu-satunya sumber penghidupan, Jika mereka ini sudah berumah tangga, biasanya dirumah tidak ada kawan, pembantu yang turut melayani pekerjaan rumah tangga. Mereka mengerjakan sendiri, keperluan-keperluan rumah tangganya, seperti: merawat anak-anak, bayi, masak, cuci-cuci, membersihkan rumah serta ' pekarangan. Usaha-usaha untuk meringankan beban mereka “ini harus diadakan. Bagaimana anak-anak buruh wanita yang masih kecil, bila ditinggalkan oleh ibunya bekerja? Siapa yang merawatnya? Makannya, pendidikannya dsb. Pada hal si-ibu mesti bekerja. Karena jika “ tidak bekerja, tidak ada yang dimakan, Inilah soal yang. mesti dipikirkan oleh organisasi,. Dipaberik-dipaberik,,.tempat24 === [PDF page 52] === pekerjaan yang besar, bisa diusahakan, dengan bantuan pemerintah atau badan-badan sosial lainnya, supaya didirikan tempat-tempat penitipan anak-anak. Buruh-buruh wanita yang masih menyusui anaknya, atau yang punya anak masili kecil, sehingga tak bisa ditinggalkan dirumah sendiri, bisa dibawa ketempat penitipan anak-anak itu. Disana, anak itu dirawat “oleh penjaga-penjaga yang mengerti soal? makanan dan soal-soal pendidikan anak-anak. Pada waktunya ibu menyusui anaknya, ibu-ibu itu bisa datang untuk sepuluh menit lamanya kesana. Disini, penjaga-penjaga harus dapat mendongeng, beromong-omong dengan. ibu-ibu itu, tentang hal-hal yang mengenai kesehatan, tentang perkumpulan, tentang organisasi, dan tentang soal masyarakat yang mudah-mudah. a Bagi buruh-buruh wanita yang bekerja ditempat tidak besar, misalnya, menjadi pelayan toko, menjadi babu, atau bekerja dikantor, seperti juru tik, juru penjaga tilpon, dil, yang jumlahnya tidak banyak, tentu amat sukar untuk mengadakan tempat penitipan anak-anak ditempat pekerjaannya. Jika demikian, organisasi dapat merundingkan bersama, bagaimana baiknya menjaga anak2nya buruh yang bekerja ini. Perlukah dan dapatkah diadakan asrama sendiri, atau dapatkah di- “adakan kerja.tolong menolong bersama. dikampungnya masing-masing! Putusan dari rapat inilah yang dijalankan, Ini berkenaan juga dengan tenaga yang akan melakukan, atau akan menolong. Buruh-buruh wanita itu, sesampainya dirumah, masih bekerja untuk masak, untuk mencuci dsb. Bagaimana- | kah kita bisa menolong, meringankan beban rumah tangga mereka? Bisakah dekat-dekat paberik, pertenunan. dsb. diadakan warung-warung yang diadakan oleh anggauta: sendiri, supaya anggauta diwaktu pulang, bisa membeli nasi dengan lauk pauknya dengan harga murah? Ini, supaya sesampainya buruh itu dirumah, tidak repot-repot, | === [PDF page 53] === |.. a ye: u Si faa iekas-iekas mesti masak, karena badan masth capal. Kapankah buruh-buruh wanita yang bebannya berat itu, mendapat kesempatan untuk bermain-main, menghibur anaknya? Organisasi, diwaktu-diwaktu libur, bisa mengusahakan adanya hiburan-hiburan yang sehat, mengandung pendidikan bagi buruh-buruh wanita serta keluarganya. | Jika buruh wanita itu menemui kesukaran-kesukaran, dengan suaminya, derigan keluarganya,. dengan majikannya, dengan temannya bekerja, maka pengurus yang memegang seksi perburuhan itu bisa memberikan penerangan serta nasehat-nasehat, sehingga menjadi baik kembali. Tiap-tiap kali, buruh wanita membicarakan sendiri soal-soal yang mengenai nasibnya. Pengurus hanya membimbing saja dan membetulkan bila jalan yang akan diambil “itu mungkin keliru. | | Soal-soal yang berhubungan penjagaan kesusilaan wanita, inipun menjadi tanggung jawab organisasi. Disamping itu semua, jangan dilupakan, pendidikan tentang perjoangan buruh. Dan mendorong agar buruh-buruh wanita itu turut aktip dalam organisasi buruhnya masing-masing. II..Golongan tani wanita, Tani ialah mereka yang penghidupannya dari sawah, pekarangan atau lainnya dari tanah dengan jalan berfyocok tanam atau menanam. Mereka ada yang punya sawah, ada pula yang hanya memburuh. Ada yang mengerjakan sendiri. ada pula yang menyewa tenaga orang lain, |: 7 Biasanya tani-tani wanita itu hidupnya didesa-desa. Dar - sebagai lazimnya kehidupan didesa-desa, maka banyaklah kekurangan2nya. Pendidikan kurang, penerangan kurang, kesehatan kurang, pemeliharaan anak-anak kurang, hiburan kurang. alat-alat transport kurang. Segalanya.serba kurany.. === [PDF page 54] === » Orang. desa, kebanyakan hanya tahu menjalani kewabyiban. Tentang hak, mereka kurang -tahu. —.. Dianggapnya, kesengsaraan hidupnya itu memang sudah - nasib. — Betulnya mereka senang dan suka berjoang “untuk memperbaiki nasibnya. — Akan tetapi sayany, ada orang-orang yang datang dari kota, mengaku pemimpin. tetapi nyatanya malah merugikan orang desa, Misalnya didirikan koperasi, uangnya dibawa lari. Adakan lumbung, dicatut sendiri, bikin propaganda yang bagus-bagus tapi praktek kehidupan orang yang berpropaganda itu tidak cocok dengan perkataannya. — Soal-soal ini, yang menghilangkan sebahagian (ada yang sebahagian be- — sar) dari kepercayaan orang-orang desa kepada orang-orang kota yang mengaku pemimpin. i Dari itu, nyata mengumpul wanita-wanita didesa-desa, janganlah dimulai dengan pidato-pidato. yang panjang tebar melainkan, mulailah menemui beberapa orang-orang yang [Unreadable] - Ig, "an" mata ang an ain ee a” ee - + te ~ —_ - “uu P mt a see Sa we dapat diajak bercakap-cakap tentang segala sesuatu - yang mengenai kepentingan wanita desa. Dengan me- . reka kita bicarakan apa-apa yang bisa diusahakan untuk ai : mengurangi penderitaan-penderitaan itu. Tunjukkan usaha-usaha yang langsung dapat dirasakan buahnya. Misalnya,. adakan balai obat-obatan. Disana diajarkan kepada wanita-wanita | desa yang mengerti membaca dan menulis yang seja- . jar kepandaian dengan anak-anak keluaran sekolah per- . tama (sekolah rakyat 3 th.), membikin obat-obatan secara apotik — dengan bahan-bahan yang terdapat didesa itu. Misalnya, salep koreng, obat gosok, obat malaria, obat masuk angin, obat mematikan kuman-kuman.dsb. — Dengan begini, maka beberapa kepentingan orang desa mengenai obat-obatan bisa ditolong. Juga diada-: kan kursus secara praktis guna mengajar kebersihan dan cara-cara modern, kepada dukun-dukun beranak didesa- ' desa, supaya peil mereka mengenai kesehatan bisa lebih tinggi. Pemudi-pemudi dari sekolah rakyat juga bisa diajar === [PDF page 55] === Par bidan: secara darurat. Ini didesa tentu banyak pengaruhnya terhadap wanita-wanita. “ Selanjutnya, pengobatan-pengobatan kepada anak-anak “desa, ke- - pada bayi-bayi dan jika tenaga sudah ada, dapatlah diadakan tempat-tempat penitipan anak-anak bagi taniZ wanita yang sedang bekerja.:: _ Lain dari itu, oleh karena penghatsilan wanita-wanita tani ita rata-rata kurang, maka kedesa bisa diajarkan cara-cara mencari penghidupan selain bertani untuk menambah hasil. Misalnya saja, menganyam, membikin tambana, tali dari sabut ies (sepet), yang terdapat banyak sekali didesa-desa. Menenun, membikin bahan-bahan yang berguna- untuk desa itu sendiri dan bahan-bahan yang: bisa dijual ke kota. — Dengan begini, maka wanita-wanita desa diwaktu-diwaktu tidak bekerja, bisa dikumpulkan, - diadiar bekerja sambil mendapat penerangan-penerangan tentang.kemasyarakatan dan perkumpulan. Disini juga bisa diberitahu tentang hal-hal yang mengenai kesehatan kampung, rumah tangga, tentang makanan yang sehat dsb. — Lambat laun, bicaralah soal yang mengenai pemerintahan desa. Apa kewajiban lurah, apa kewajiban carik (penulis), apa kewajiban kebayan dsb. Selanjutnya tentang dewan-dewan desa )rembug desa), tentang ' hak. demokrasi, dst. Ini semua bisa diterangkan, misalnya wayang suluh. Soal-soal umum yang mengenai desanya mesti. dibicarakan dengan orang desa itu secara musyawarat. Tapi soa!2 khusus bisalah dirundingkan dalam organisasi wanita sendiri. Misalnya soal yang mengenal perkawinan soal mengenai hak warisan, soal cerai, soal anak angkat, anak yatim, dsb. Sifat tolong-menolong didesa sudah ada, bahkan lebih tebal dari orang kota. — Disini tidak perlu propa- “ganda tolong-menolong. Yang perlu ialah pemimpis. “agar supaya sifat tolong- menolong ini bisa diwujud- “kan dengan. organisasi yang agak teratur. Misalnya === [PDF page 56] === ow 54 mm soal sumbang-menyumbang, soal tabungan bibit pari, soal hutang piutang, bibit tanaman, soal bawon (upah mengetam padi), soal kewajiban bekerja. — Semuanya itu sedapat mungkin, supaya dirundingkan dengan musyawarat yang demokratis dan mereka sendiri yang mengerjakan. Pimpinan dari kota hanya memimpin hal-hal administratief saja dan memberikan penerangan-penerangan | yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan umum.. Disini yang perlu (lebih perlu) mendapat pertolongan | ialah wanita-wanita tani yang tak punya sawah, yang pekerjaannya hanya memburuh saja. “Pekerjaan didesa lebih sukar. Sebab, adat istiadat kolot masih tebal sekali. Terutama dikalangan wanita, soal: kumpulan itu hampir asing bagi mereka. Tapi sekali berhatsil usaha-usaha didesa-desa itu akan besar gunanya, terutama dimasa-masa genting dimana kita menghadapi musuh dengan kekerasan (peperangan). | Selanjutnya, kasihlah penerangan-penerangan mengenai organisasi tani. Organisasi itu bukan haknya orang laki saja. Maka wanitapun harus masuk organisasi itu untuk memperjoangkan nasibnya. Misalnya, B.T.I. (Barisan Tani Indonesia), itu bukan organisasinya orang laki saja, akan tetapi semua tani, wanita atau laki. | ' Pengurus-pengurus tani didesa harus berhubungan rapat dengan organisasi tani didesa untuk mengadakan kerja sama atau pembagian pekerjaan mengenai perbaikan-perbaikan nasib tani. | | III. Golongan pedagang kecil wanita, Ini kita dapati dipasar-dipasar, diwarung-diwarung, didesa-desa. Orang tani didesa biasanya merangkap menjadi pedagang juga. Mereka perlu kita dekati, kita masuk- === [PDF page 57] === ai 55) = fe kan kedalam organisasi kita, agar supaya bisa dikerahkan tenaganya. — Apakah yang bisa diusahakan untuk kepentingan mereka? Banyak sekali. Tapi semua itu jangan lupa, bahwa mereka sendiri atau dari kalangan merekalah yang harus mengerjakan. Mula-mula diadakan usaha yang sifatnya menolong, lama-lama usaha yang sifatnya perbaikan ekonomis oleh mereka sendiri. Soal-soal pasar banyak yang mesti dipecahkan misalnya, soal tarip pasar, soal persewaan barang-barang, soal pembelian penjualan, kebersihan pasar, perlakuan pegawai pasar yang tidak adil dsb. Soal tekanan harga dari pedagang besar kepada pedagang kecil. Tiap usaha, jangan seakan-akan dipaksakan atau ditekan dari pengurus. Jika tenaga-tenaga dipasar itu belum ada sendiri yang bisa mengerjakan atau mereka belum ada hasrat sendiri untuk melakukan, janganlah dimulai, sebab bisa patah ditengah jalan, karena kekurangan tenaga yang melakukan. Hendaknya soal ini dirundingkan juga dengan perkumpulan-perkumpulan pemilik warung, atau pedagang-pedagang kecil, agar supaya bisa diadakan usaha bersama yang lebih praktis. Sebelum itu, apa yang bisa diusahakan oleh organisasi kita ialah penerangan dan: usaha-usaha so: sial yang bisa diadakan. Tentu mengumpuli dan mendidik sampai matang kepada satu dua orang yang akan dijadikan kader dipasar itu sangat perlu. Kader satu dua orang dipasar itulah yang bertanggung jawab teritang kemajuan organisasi didalam pasar. — Begitu pula mengenai pedagang-pedagang diwarung, ditepi jalan, dsb. Dalam hal ini, usahanya lebih banyak bersifat perseorangan, karena mereka sukar dikumpulkan bersama. Dengan adanya klinik-klinik yang kita adakan, atau balai: obat-obatan yang kita adakan, juga warung-warung yang kita adakan, pos-pos pemberhentian antara desa dan kota yang kita adakan, maka wanita-wanita pedagang itu bisa mengadakan kontak dengan pengurus-pengurus kita === [PDF page 58] === IV. Golongan isteri-isteri buruh dan nyonyah-nyonyah rumah yang - bukan menjadi buruh. an . Usaha yang diadakan sebanyak usaha-usaha untuke lainlainnya. | Bagi isteri buruh, perlu diberi pengertian tentang gunanya perjoangan buruh dan bagaimana perjoangan itu dilaksanakan (garis-garis besarnya saja). Sebanyak usaha atau program organisasi itu dilakukan disini. Sifatnya umum. > Sa. Perjoangan didalam parlemen dan badan-badan perwakilan lainnya, perlu diajarkan serta dipraktekkan. Akan tetapi, jangan sampai wanita-wanita itu berpendirian, bahwa perjoangan hanya bisa berhatsil dalam parlemen saja. Perjoangan dikalangan massa, dikalangan rakyat banyak, itu penting sekali, jangan di- “lupakan. = Wanita-wanita ini dikerahkan tenaganya untuk mendiri- “kan usaha-usaha sosial bagi wanita atau bagi keluarga2nya. Misalnya, usaha penolong korban perang, korban revolusi, dsb.; mengadakan sekolahan-sekolahan, kursus, pendidikan vak, dsb.: mengadakan konsultasi-biro untuk wanita-wanita dan anak-anak. Begitu seterusnya. Jadi harus ada usaha iang nyata, yang langsung bisa dirasakan faedahnya oleh wanita umum,:: 7 Jangan dilupakan bagi Gerwis, suatu organisasi wanita yang menggerakkan tenaga wanita, yang nyataZ anti-penjajahan, dalam bentuk bagaimanapun juga, “kepada anggauta2nya diberikan kursus-kursus politik umumi. Pertama-tama mengenai azas tujuan organisasi Ger- .wis, selanjutnya tentang ketata-negaraan, tentang -ekonomi, dsb. Teapi, semua itu diatas garis azas dan “tujuan organisasi Gerwis. Sebab, dengan melupakan ini, maka Gerwis hanya akan merupakan gerakan dari -bermacam-macam usaha.saija. Bab belakangan ini sangat perlunya. Perlu untuk mengertikan dan menge- === [PDF page 59] === rahkan tenaga wanita kesoal-kesoal umum, soal masyarakat dan membawa mereka kearah perjoangan masyarakat. Jadi, sekali lagi: a. Yang langsung mengenai kepentingan individu, b. Yang langsung mengenai kepentingan masyarakat. . Dua-duanya berjalan bersama. Jika hanya a saja yang dijalankan, maka gerakan ini hanya akan merupakan gerakan yang ditujukan kearah perbaikan tambal-sulam saja. Sebaliknya, jika gerakan ini hanya ditujukan kepada b saja, maka gerakan ini, sebagai massa-organisasi, tidak akan dapat menarik massa wanita sebanyak-banyaknya dan tidak akan dapat memberi latihan-latihan kepada anggauta-anggauta tentang mencapai kemenangan kecil-kecil itu. Jika hanya b saja, maka menurut praktek, yang bisa ditarik hanya wanita-wanita yang ekouomi rumah tangganya sudah beres. Misalnya, nyonyah-nyonyah rumah yang suaminya berpenghasilan besar, babu koki ada, rumah sudah ada yang mengatur, anak sudah ada yang merawat, dst. Mereka masuk kepergerakan, bukan terdorong oleh kepentingan yang langsung mengenai dirinya atau golongannya, akan tetapi paling tinggi, terdorong oleh perasaan filantropi (belas kasihan) kepada orang-orang yang nasibnya dibawah mereka. Orang-orang demikian, biasanya, sampai kepada puncaknya (klimaksnya) perjoangan, sampai kepada saat atau waktu-waktu yang orang harus berani menderita, orang-orang itu akan lari lebih dahulu, meninggalkan kewajibannya, meninggalkan organisasinya dengan tidak bertanggung jawab. Jadi, dua soal yang diperjoangkan oleh wanita, ialah soal-soal yang reformistis (tambal-sulam) dan soal-soal yang prinsipieel, yang pokok, mengenai sebab-sebab atau sumber-sumber sengketa masyarakat. === [PDF page 60] === KONGRES SCHEMA ORGANISASI GERWIS Keterangan: 5. Kepala Bagian...... 1. Ketua Umum 0: a 2. Wk. Ketua I “9: ” 3. Wk. Ketua II 9. a F t, Sekretaris. Umum 10. Komisaris Daerah Besar a KONGRES [Unreadable] Pod | 7: oa i [Unreadable] 5 Lets] 7 siet 6 | SSS | | ae ae 22 Komisariat | 000 I-Komisariat ' ett Diyala ip | Daerah | f is LL LCabang [Cabang ee ‘Cabang| | Ranting | Fr Ranting |: Ranting | | (Ranting Ran ting 1 | === [PDF page 61] === Percetakan SIN TIT PO — Surabaia asa