Meluaskan Aksi-aksi untuk Memperkuat Tuntutan Hak Wanita, Anak dan Perdamaian, 1956
Cleaned OCR text (Good (0.902); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
Sarjono, U. (1956). *Meluaskan aksi-aksi untuk memperkuat tuntutan hak-hak wanita, anak-anak dan perdamaian: Laporan Sdr. Umi Sarjono atasnama DPP Harian Gerwani dalam Sidang Pleno Gerwani ke-III pada tanggal 16 s/d 19 Juni 1956* [Broadening actions to strengthen the demands for the rights of women, khildren and peace: Report of Umi Sarjono on behalf of the Gerwani Central Executive to the Third Plenary Session, 16 to 19 June 1956] [Organizational report, brokhure]. Dewan Pimpinan Pusat Gerwani.
PDF: 01 Primary Sources/1.1 Gerwis and Gerwani Documents/Umi Sarjono (1956) - Meluaskan Aksi-aksi untuk Memperkuat Tuntutan Hak Wanita, Anak dan Perdamaian.pdf PDF PAGES 1 to 32 of 32. Text from the PDF text layer where present, otherwise Tesseract OCR (ind+eng); OCR errors remain.
=== [PDF page 1] ===
“Meluackan akei®? untuk he
: 905 memperkuat ‘tug u Ga
Le wa ao aA 3 si ances Be
Cornell University Library be”
Kn ba Indonesia 42 ae
= 1924 024 111 Ml 2
Hak? Wanita, anak-anak dan
“D ordamaian.
=== [PDF page 2] ===
LIP
MELUASKAN AKSI-AKSI
UNTUK MEMPERKUAT TUNTUTAN
DAN PERDAMAIAN
(Laporan| Sdr. Umi Sarjono, atasnama DPP Harian Gerwani dalam Sidang Pleno Gerwani
ke-III pada tanggal 16 syd 19 Juni 1956)
Diterbitkan oleh: DPP Gerwani.
=== [PDF page 3] ===
MATAN ne RPE ORRIN LA LANPANNA PENA NAN LAI MANTAN Pima a Somme em. it Me an
Sdr. Umi Sarjono: Ketua DPP Gerwani.
=== [PDF page 4] ===
Kata <Pengantar
Untuk kedua kalinya DPP membrosurkan pidato Sdr. Umi Sarjono sebagai laporan Umum DPP Harian dalam sidang DPP
Pleno yang -ke-lll.
Laporan ini memuat perkembangan situasi dan perkembangan Organisasi Gerwani, serta tmenyimpulkan pengalaman-pengalaman bekerja dan, aksi-aksi Cabang selama satu tahun. Sehingga penting sekali brosur ini untuk saudara-saudara pelajari.
Harapan| DPP agar supaya isi laporan ini dapat dibaca dan dipelajari oleh- anggota seluruhnya dan! massa wanita lainnya.
Selanjutnya laporan{ int hendaknya dapat dijadikan bahan dan pegangan dalam. melaksanakan tugas-tugas Organisasi.
Jakarta, 1 September 1956.
DPP Gerwani
=== [PDF page 5] ===
MELUASKAN AKSI-aksi UNTUK MEMPERKUAT
TUNTUTAN HAK-hak WANITA, — ANAK-anak DAN
PERDAMAIAN.
Saudara-saudara,
Laporan-umum DPP kepada Sidang Pleno ke-III DPP ini berfungsi Kena hasil-hasil serta kegiatan-kegiatan Gerwani selama satu tahun yang lalu dalam ola baamar kan keputusan-keputusan Sidang Pleno ke-II DPP, yaitu program tentang peluasan Pera alan peluasan organisasi dan pendidikan.:
Sampai dimana hasil-hasil yang dapat kita capai dalam melaksanakan program tersebut, kemungkinan2nya telah dikemukakan dalam laporan DPP yang lalu, dan kewajiban kita sekarang yang penting adalah menarik pelajaran dan kesimpulan dari pengalaman-pengalaman tersebut.
Selama satu tahun itu terbukti, bahwa perkembangan keadaan menguntungkan barisan demokratis, sebab persatuan nasional di Indonesia menjadi makin luas, konferensi Asia-Afrika berhasil meluaskan area perdamaian dan Pemilihan-pemilihan Umum untuk DPR dan Konstituante berhasil memenangkan kekuatan demokratis yang akhirnya menyetujui pembatalan perjanjian KMB seluruhnya. Situasi tersebut lebih memungkinkan Gerwani untuk mencapai sukses-sukses dalam melaksanakan kerjasama untuk terciptanya piagam hak-hak wanita Indonesia serta untuk pengiriman berbahagai delegasi persahabatan wanita ke konferensi-konferensi Internasional dan Kongres Ibu Sedunia.:
“Perkembangan situasi yang bertambah maju itu, kini makin diperkuat lagi dengan usaha-usaha besar tat mengurangi ketegangan-ketegangan Internasional yaitu dengan kunjungan-kunjungan persahabatan oleh pemimpin-pemimpin Negara Indonesia, pemimpin-pemimpin Sovyet Uni dan Negara-negara Demokrasi Rakyat, pemimpin-pemimpin Negara Asia-Afrika dll. Ini adalah satu perkembangan yang menggembirakan, satu
=== [PDF page 6] ===
manifestasi perdamaian-yang sangat memperkuat perjuangan kemerdekaan nasional menentang kolonialisme, perjuangan menentang persekutuan-persekutuan militer dan persiapan-persiapan perang, satu manifestasi daripada kemenangan fikiran-fikiran yang memihak kehidupan.
Gema konferensi Asia-Afrika di Bandung yang terus berkumandang membelahi tembok-tembok hitam kolonialisme, memudarkah penggalangan-penggalangan persekutuan-persekutuan perang baru dan membangkitkan berjuta-juta kaum wanita di negeri-negeri Asia-Afrika didalam melancarkan perjuangannya untuk menuntut terlaksananya hak2nya serta untuk melawan kekuasaan-kekuasaan kolonialisme di bumi
Asia-Afrika.
.Ditengah-tengah pasangnya gelombang situasi yang maju sekarang ini, ternyata bahwa GWDS adalah satu2nya Gerakan Wanita Internasional yang makin berkembang menjadi organisasi wanita yang terbesar diseluruh dunia meliputi 80 negeri dengan 200 juta anggota. Dalam kesimpulan Sidang Dewan GWDS baru-baru ini, ditegaskan bahwa pekerjaan kaum wanita adalah lebih penting daripada yang sudah-sudah pada waktu sekarang ini dalam menyusun kekuatan yang berpengaruh untuk menjadikan harapan-harapan dihari kemarin menjadi kenyataan di-hari depan.
Kesemuanya itu. mendorong Gerwani untuk lebih.
giat mencapai sukses-sukses baru dalam melaksanakan perluasan organisasi, untuk mencapai kemenangan dalam membela hak-hak wanita termasuk Undang-undang perkawinan, serta dalam mencegah terulangnya kembali perkembangan situasi kearah reaksioner ditanah air kita.
Betapa beratnya penderitaan telah dialami Rakyat ketika kekuasaan berada didalam tangan Kabinet BH yang reaksioner, yang menjalankan politik anti Rakyat, berkompromi dengan kaum imperialis, menaikkan harga kebutuhan sehari-hari, memecat pegawai-pegawai Kempen, hendak memberikan pengampunan terhadap kaum pembrontakan DI-TII, melepaskan spion Belanda van
10
=== [PDF page 7] ===
Krieken dan menghapuskan soal Irian Barat dari agenda PBB. Selama Kabinet BH memegang kekuasaan, kaum wanita telah ikut mengambil bagian aktif dalam aksi-aksi massa menuntut supaya Pemerinah segera mengundurkan diri dan segera mengakhiri kekuasaannya, Sekalipun demikian, pemerintah tetap berkeras kepala mempertahankan kedudukannya sehingga dalam waktu lebih dari 6 bulan Rakyat dipaksa merasakan segala kepahitan-kepahitan akibat tindakan2nya.
Didalam situasi yang reaksioner semacam itu, perkembangan Gerwani mengalami berbagai tekanan, dengan adanya intimidasi-intimidasi dan fitnahan-fitnahan yang menjadijadi misalnya: bahwa Gerwani itu kafir dan dibeberapa daerah ada ancaman kalau masuk Gerwani rumahnya akan dibakar, akan diculik dan dibunuh. Fitnahan-fitnahan semacam itu adalah serangan sehari-hari yang selalu dihadapi oleh seluruh anggota Gerwani, sehingga untuk menangkis segala reaksi itu kader-kader kita harus bekerja lebih ulet, lebih tabah dengan kewaspadaan yang tinggi.
Dengan keuletan, ketabahan dan kewaspadaan dalam memperjuangkan persatuan yang teguh daripada golongan-golongan demokratis, maka tindakan-tindakan pemerintah BH yang menggelisahkan itu akhirnya dapat dihentikan dan kemudian terbentuklah Kabinet Ali yang ke-II sekarang ini. Kabinet Ali mempunyai program yang cukup mencerminkan tuntutan Rakyat antara lain Undang-undang Perkawinan. Tetapi, sangat disayangkan, bahwa komposisi kabinet sekarang ini tidak mencerminkan. kehendak Rakyat sesuai dengan hasil Pemilihan Umum yang lalu dan karenanya sesuai dengan pengakuan Pemerintah sendiri pelaksanaan program ini harus selalu mendapat kontrol dari Rakyat, terutama dalam pelaksanaan program pembatalan perjanjian KMB seluruhnya dan Undang-undang Perkawinan.
11
=== [PDF page 8] ===
AKSI-aksi UNTUK TERLAKSANANYA HAK-hak POLI-
TIK-EKONOMI DAN SIPIL BAGI KAUM
WANITA.
Dua peristiwa penting dalam sejarah nasional yang terjadi dalam tahun 1955, yalah terlaksananya dua kali Pemilihan Umum pada tgl. 29 September dan tanggal 15 Desember 1955, yang terutama mengandung arti suatu latihan dan pendidikan politik bagi kaum wanita.
Kaum wanita dengan segala kesetiaannya sejak semula mendukung sepenuhnya terlaksananya Pemilihan Umum, karena dengan Pemilihan Umum mereka menginginkan perobahan-perobahan baru bagi haridepannya dan pada wakil-wakil mereka yang baru, mereka mengharapkan untuk mengilangkan kesuraman-kesuraman yang selalu membayangi kehidupan kaum wanita.
Tetapi kaum reaksi sebaliknya sejak semula sudah berusaha untuk menggagalkan terlaksananya Pemilihan Umum tersebut dengan menghamburkan uang suapnya, mengadakan intimidasi, penculikan serta teror. Dibeberapa tempat, usaha-usaha jahat itu telah berhasil dan mengakibatkan sejumlah pemuda-pemuda kita menjadi korban; menurut pengumuman yaitu 93 orang petugas resmi telah gugur dalam melaksanakan tugasnya dan 74 lainnya hilang diculik oleh gerombolan teror DI-TII dengan tak ketahuan nasib mereka hingga sekarang.
Gerwani yang selalu ikut mengambil bagian aktif untuk terlaksananya Pemilihan Umum telah kehilangan dua aktivis, sekalipun mereka itu-gugur tidak karena teror atau penculikan. Saudara-saudara tersebut adalah Ny.
Gafar Kusnan, petugas Cabang Gambir Daerah Jakarta Raya, yang meninggal waktu melahirkan, setelah tanpa istirahat melakukan kewajibannya sebagai petugas PPPS. Yang kedua yaitu Sdr. Ny. Sanibar dari Cabang Pakanbaru Sumatra Tengah yang meninggal karena kecelakaan, yaitu tenggelam waktu menyeberang
12
=== [PDF page 9] ===
sungai Kampar ketika sedang dalam perjalanan pulang sesudah mengikuti kursus untuk pemilihan umum.
Saudara-saudara,
Sudah seharusnya apabila sidang Pleno ini dengan tidak melupakan jasa2nya menyampaikan hormat kepada kedua kawan almarhum tersebut. Bagi kita mereka gugur bukannya sebagai bunga yang layu, tetapi mereka gugur sebagai pahlawan wanita dalam menunaikan kewajibannya untuk menegakkan hak-hak wanita dan sendi demokrasi Negara. Pengorbanan mereka akan terus hidup dan menjiwai perjuangan kita pada waktu sekarang dan yang akan datang.:
Dalam pemilihan umum y.l, Gerwani mengalami rintangan-rintangan yang tidak sedikit, provokasi-provokasi yang menghebat, fitnahan-fitnahan yang bertubi-tubi dilemparkan kepada Gerwani. Tidak hanya ancaman, penculikan, ejekan serta penghinaan-penghinaan, malahan ada juga sampai diceraikan suami, karena perbedaan pendirian dalam menentukan pilihan tanda-gambar. Tetapi justru didalam keadaan itu timbulah aktivis-aktivis baru Gerwani secara masal.
Gerwani selama ini memang selalu merasakan adanya kekurangan-kekurangan tenaga, tetapi dalam menghadapi Pemilihan*Umum yang lalu itu, tidak kurang dari 23.48 petugas baru Gerwani yang bekerja mencurahkan tenaganya dalam badan-badan Pemilihan Umum. Jika petugas-petugas baru itu dengan sabar dididik, dilatih secara sistimatis dan ditingkatkan, maka organisasi kita akan betul-betul mempunyai jumlah kader yang cukup besar.
Sebagai petugas resmi maupun tidak resmi, petugas-petugas tersebut telah bekerja didalam Panitya-panitya Pemilihan, sebagai petugas PPPS, PPS, petugas untuk menyelenggarakan penitipan anak-anak, petugas dapur umum, regu-regu pengobatan, pemeriksaan surat-surat dsb-nya.
Untuk memberi pengertian tentangearti Pemilihan Umum, oleh cabang-cabang sampai di ranting-ranting telah diadakan
=== [PDF page 10] ===
ceramah-ceramah dan latihan-latihan pencoblosan. Pedoman untuk menghadapi kampanye Pemilihan Umum dan Konstituante alalah slogan dari Gerwani yang tersimpul didalam konsepsi tuntutan Undang-undang Perkawinan dan hak-hak wanita yang harus dijamin oleh Konstitusi RI yang akan dan sesuai dengan fatsal 16 piagam hak-hak manusia yang dikeluarkan oleh DPP pada bulan November 1955, |
— Pemilihan Umum yang lalu, sekali lagi membuktikan militansi serta kesanggupan kaum wanita untuk menyelésaikan tanggungjawabnya yang besar. Satu kemampuan yang selama ini selalu disangsikan oleh masyarakat terhadap kaum wanita. Pekerjaan membangkitkan kesedaran massa wanita memang tidak mudah, tetapi satu kenyataan, bahwa dalam Pemilihan Umum yang lalu lebih dari 5096 dari jumlah 37.785.299 pemilih terdiri dari kaum wanita, Hasil ini tercapai berkat kampanye yang luas dan terus menerus dari semua fihak dalam meyakinkan kaum wanita tentang pentingnya pemilihan umum.
Didalam pemilihan umum untuk DPR dan Konstituante, sekalipun Gerwani sendiri sebagai organisasi massa tidak mengeluarkan daftar calon, tetapi beberapa anggota turut dicalonkan diantaranya yaitu.23 anggota dicalonkan dalam daftar PKI, baik sebagai orang tak berpartai maupun sebagai anggota PKI, sedang seorang calonkan.dalam daftar PRI (Partai Rakyat Indonesia).
Sebagaimana hasil Pemilihan Umum untuk DPR Indonesia, maka 5 anggota Gerwani telah terpilih menjadi. anggota DPR baru, yaitu: Sdr.2 Ny. Mudigdio, Ny. Umi Sarjono Ny. Suharti, Ny. Sundari Rachman Pee Ny. Ch. Sat Geran memberikan kewajibanel anggota-anggota tersebut untuk memperjuangkan tuntutan Undang-undang Perkawinan sesuai dengan konsepsi DPP dan bersama-sama dengan itu memperjuangkan tuntutan-tuntutan Rakyat. Dengan hasil tersebut, perkenankan--
14
=== [PDF page 11] ===
lah saya, atas nama Dewan Harian mengusulkan kepada Pleno ini, untuk menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada PKI dan para pemilihnya yang sudah memenangkan saudara-saudara itu.
Masaalah permaduan dan aksi-aksi menentang kawin paksa serta tuntutan Undang-Undang Perkawinan adalah persoalan yang menjadi daya gerak bagi berbagai lapisan wanita yang luas.
Peristiwa yang membangkitkan aksi-aksi kaum wanita.
Kecuali peristiwa Maesuri, adalah peristiwa Atamimi, satu perkosaan dan pembunuhan secara kejam yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing terhadap Wanita Indonesia, yang akhir-akhir membangkitkan kema- — rahan kaum wanita. Peristiwa Atamimi adalah satu perkara kejahatan yang mempunyai latar belakang peng- 'hinaan Ras, oleh karena itu-sudah selayaknya Pengadilan Negeri di Bangil harus menjatuhkan hukuman seberat-beratnya, sesuai dengan tuntutan kaum wanita Peristiwa Maesuri yang meskipun perkara itu terjadi sudah sejak tahun yang lalu, tetapi sampai sekarang belum selesai persoalannya, sekalipun oleh DPP sudah dikirim degasi-degasi kepada Mahkamah Agung, Parlemen dan Pemerintah untuk mendesak supaya Maesuri dan terdakwa-terdakwa lainnya dibebaskan.
Aksi-aksi membela Maesuri adalah aksi-aksi menentang kawin paksa yang bisa menjadi titik pertemuan dari semua wanita yang menghendaki keadilan dalam perkawinan. Makin meluasnya aksi-aksi pembelaan terhadap Maesuri ini, makin kuatlah persatuan wanita dalam perjuangan untuk membela hak2nya. Disatu fihak aksi-aksi ini membangkitkan gerakan-gerakan emansipasi menentang sisa-sisa feodalisme, khususnya didaerah Sumatra, sedang difihak lain mendorong pemerintah untuk segera menghapuskan segala pengadilan-pengadilan adat yang merugikan dan segera menciptakan kesatuan pengadilan dan Undang-undang Perkawinan Nasional.
15
=== [PDF page 12] ===
Mengingat bahwa kaum wanita adalah kekuatan besar yang menentukan kehidupan, maka sudah selayaknya jika mereka bisa merasakan keadilan dan perikemanusiaan untuk kebahagiaan hidupnya. Sekarang bukannya lagi waktunya bagi kaum wanita untuk hanya merana mengenangkan nasibnya, merasakan penghinaan karena mereka diperlakukan sebagai setengah manusia dan didalam kungkungan sangkar-sangkar besi menantikan perbaikan nasibnya dihari besok.
Perjuangan wanita yang selalu setia pada tradisi-tradisi emansipasi yang gemilang, kini telah menemukan jalan yang terang dengan keluarnya deklarasi hak-hak wanita Kopenhagen. Deklarasi Kopenhagen telah menjiwai gerakan-gerakan emansipasi diberbagai negeri dan mendorong kebangkitan beribu-ribu wanita ditanah air kita untuk berjuang membela hak2nya. Satu kemajuan yang dapat kita catat selama perkembangan tahun ini, yalah timbulnya kesedaran yang meluas dikalangan massa wanita sejak mereka mengenal akan hak2nya. Mereka mengetahui, bahwa disamping.tugasnya untuk mengambil bagian didalam perjuangan untuk kemerdekaan Katana maka perjuangan mempertahankan hak-hak demokrasi termasuk perjuangan mencapai hak2nya adalah merupakan bagian yang penting. Karena itu, di- ' mana-mana timbul tuntutan-tuntutan tenang Undang-undang Perkawinan yang demokratis.
_Didaerah Jawa-Timur, Jawa-Barat dan Jakarta Raya, Cabang-cabang dan Ranting-ranting Gerwani menghadapi ratusan perkara tentang diabaikannya hak-hak wanita didalam perkawinan. Sebagian. besar persoalan itu berkisar pada masalah perceraian sewenang-wenang, permaduan dan pembagian waris yang mengabaikan istri.
Banyak wanita dan anak-anak diterlantarkan begitu saja tanpa diberi surat cerai dan tidak pula diberi nafkah.
Permaduan-permaduan yang menimbulkan heboh yalah perkawin-
16
=== [PDF page 13] ===
an-an baru oleh suami yang tidak diketahui oleh isteri pertama dan begitu pula isteri yang baru kadang-kadang tidak mengetahui bahwa lelaki itu sudah berkeluarga.
Didaerah Sumatra terutama didaerah Tanah Karo, kecuali hal-hal tsb., soal pembagian waris yang mengabaikan fihak wanita kini mulai membangkitkan perhatian kaum wanita.
Terhadap kejadian-kejadian ganjil semacam itu, Gerwani meyakukan pembelaannya dengan berpegangan pada prinsip-prinsip konsepsi DPP untuk mendamaikan kembali antara keduabelah fihak, atau menuntutkan surat cerai, memintakan nafkah anak-anak, warisan, dan lain sebagainya, — dengan jalan mendatangi penghulu dan ada juga sampai ke Raad-raad Agama. Kebanyakan ‘Cabang-cabang menghadapi masalah perceraian tanpa memberikan surat cerai. Dengan. kegiatan Ranting-ranting dalam melakukan pembelaan2nya, massa menjadi makin mengenal kenapa perlunya menjadi anggota Gerwani.
Demikian pula didalam pekerjaan-pekerjaan menyelesaikan persengketaan rumahtangga, Gerwani banyak mencapai hasil dan mencegah timbulnya perceraian serta keretakan dalam rumahtangga yang tak beralasan dan tak masuk akal.
Tetapi sekali lagi, ini tidak berarti bahwa semua pekerjaan sudah dapat dilakukan dengan sempurnanya:
tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan memuaskan. Menurut laporan dari jumlah 115 perkara, yang telah dapat diselesaikan oleh Gerwani adalah 86, sedangkan yang 30 mengalami kegagalan. Kegagalan ini pada umumnya disebabkan karena Cabang kurang menguasai hukum perkawinan memang ada bukti-bukti kesalahan difihak wanita, atau karena membandelnya fihak laki-laki.
Dengan banyaknya persoalan-persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan memuaskan oleh badan-badan pencatatan nikah, talak dan rujuk ini, sekali lagi membuktikan, betapa urgennya adanya Undang-undang Perkawinan nasional
17
=== [PDF page 14] ===
sebagai Undang-undang pokok yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah.
Disamping soal Undang-Undang Perkawinan, masaalah yang mengganggu ketenangan rumahtangga yalah nasib menyedihkan dari keluarga buruh yang dipecat dan wanita tani yang hidup melarat,
Juga pemecatan dan penyekorsan kaum buruh menjadi soal yang kadang-kadang harus dipecahkan oleh Gerwani, karena para isteri minta supaya Gerwani membela nasib suaminya. Ini menyangkut diri beberapa buruh dari DKA dan pemecatan kurang lebih seratus orang buruh Bea T'yukai Surabaya dalam tahun 1955, dimana Gerwani turut mengambil bagian dalam memprotes pemerintah, memberikan solidaritetnya herupa kiriman bahan-bahan dan makanan.
Persoalan lain yang dihadapi oleh kaum wanita dibeberapa daerah Jawa-Timur dan Sumatra Utara adalah masaalah tanah yang menyangkut penghidupan kaum wanita tani, Soalnya adalah mengenai tanah-tanah perkebunan asing yang pada waktu pendudukan Jepang sudah dikerjakan oleh kaum tani. Kejadian semacam ini berlaku sampai waktu kemerdekan dan sampai sebelum penanda-tanganan perjanjian KMB. Tetapi, setelah perjanjian KMB tersebut ditanda-tangani, tanah milik modal monopoli asing diserahkan kembali, dan kaum tani diusir dari tanah-tanah dan tempat tinggalnya.
Pengusiran-pengusiran yang sangat kejam itu banyak menimbulkan korban sehingga kaum wanita tani terpaksa turut mengadakan perlawanan dan mengadakan demonstrasi menuntut pembebasan suaminya atau minta ditangkap bersama-sama. Berkat perjuangan yang gigih dan solidaritet yang kekal, maka tuntutan-tuntutan itu juga berhasil, beberapa orang dapat dibebaskan kembali.
Yang menyedihkan bagi kaum wanita tani kalau se-
18
=== [PDF page 15] ===
dang tertimpa bencana-bencana alam dan kegagalan didalam penanamaannya, Sudah banyak pemerintah menyusun rencana-rencana tentang pembangunan masyarakat desa dan mereka sudah lama mengharapkan hasilnya.
Tetapi kenyataan yang dihadapi oleh kaum wanita sampai sekarang adalah timbulnya hongerudim, sehingga 15.000 orang di Jawa-Tengah menjadi korban.
Aksi-aksi Gerwani yang banyak mendapat sambutan dari massa wanita tani yalah tufitutan-tufitutan tentang kenaikan upah bawon. Sampai sekarang di-daerah-daerah Jawa -Tengah dan Jawa-Timur Cabang-cabang telah berhasil memperjuangkan kenaikan upah bawon yang semula 1/10 sampai 1/15, sekarang menjadi 1/8 sampai 1/6. Juga berkat perjuangan Gerwani didaerah-daerah Jawa- Barat selain kenaikan upah bawon, telah dilaksanakan pula percobaan mengadakan simpan pinjam dari hasilbumi untuk mencegah jatuhnya wanita tani ketangan lintah darat.
Untuk menolong penderitaan Rakyat yang menjadi korban banjir dimana rumah2nya.hanyut, sawah-sawah sampai terendam air, maka Gerwani. mengadakan usaha-usaha pengumpulan bahan makanan dan pakaian yang kemudian diserahkan kapada-para korban. Aksi-aksi yang praktis dan langsung dapat dirasakan oleh massa ini perlu diperluas dan dikonsolidasi,
Kekurangan yang masih dirasakan agak menyolok adalah usaha-usaha untuk pembrantasan butahuruf bagi kaum wanita tani, yang diselenggarakan bersama-sama dengan golongan lain, Karena saling berkepentingan, semestinya usaha-usaha pembrantasan butahuruf mudah diselenggarakan dengan golongan lain.
Adalah kewajiban masyarakat untuk melindungi anak-anak dan kewajiban Pemerintah untuk bertanggung-jawab terhadap keser jahteraannya,
19
=== [PDF page 16] ===
Perjuangan untuk mempertahankan kehidupan, untuk keslamatan dan kebahagiaan semua anak adalah diatas segala-galanya.
Perjuangan umat-manusia diseluruh dunia untuk menyelamatkan perdamaian dan menentang perang, mencatat satu peristiwa penting dengan berlangsungnya Kongres Ibu Sedunia pada bulan Juli 1955 di Lausanne. Manifes Kongres Ibu Sedunia, yang kemudian ditegaskan lagi oleh Deklafasi Komite Ibu Internasional Parmanen, menunjukkan betapa pentingnya bagi kaum ibu supaya segera bertindak untuk melindungi anaknya dari bahaya kehancuran yang mengerikan. Setiap ibu menumpahkan kecintaannya untuk kebahagiaan anaknya. Setiap ibu menginginkan mengasuh anaknya dengan kasih sayang, memberikan jaminan kesehatan dan memberikan pendidikan secukupnya supaya anak-anak kelak menjadi manusia yang sehat dan cerdas. Tetapi dalam abad ke-20 ini, berjuta-juta kaum ibu terpaksa bagaikan disayat-sayat hatinya melihat anaknya menjadi korban kebodohan, kelaparan dan kemelaratan. Keadsan demikian kita alami juga ditanah air kita.
. Betapa kurangnya jumlah sekolahan pada waktu ini terbukti, bahwa di Jakarta saja untuk tahun 1956- 1957, 14.000 calon murid S.R. (anak yang sudah waktunya bersekolah) terpaksa terlantar tidak mendapat tem.
pat, sedangkan di Medan dari jumlah 63.175 anak-anak yang sudah harus bersekolah, Henk 17.000 yang mendapat tempat di Sekolah Rakyat.
Berbagai organisasi wanita dan organisasi-organisasi lainnya yang menaruh minat terhadap nasib anak-anak, telah melaksanakan bermacam-macam aktivitet, yang pada umumnya ditujukan untuk mengatasi kekurangan sekolah-sekolah Rakyat dan taman anak-anak yang pada waktu ini dihadapi oleh sebagian besar keluarga. Menurut laporan yang diterima oleh DPP, penyelenggaraan Taman Kanak-kanak baru dapat diusahakan di Jawa-Tengah 26 tem-
20
=== [PDF page 17] ===
pat, Jawa-Timur 19 tempat, Jawa-Barat 3 tempat, Jakarta-Raya 6 tempat dan Sumatra-Selatan 3 tempat.
Patut disesalkan, bahwa sampai sekarang pemerintah masih kurang menaruh perhatian terhadap usaha-usaha ini, sebab sampai sekarang pemerintah masih belum mempunyai pos tertentu untuk memberikan bantuannya kepada usaha Taman Kanak-kanak. Ini berarti, bahwa selamanya tidak akan ada pemecahan yang sebaik-baiknya apabila Pemerintah tidak memikul pertanggungan jawab untuk kesjahteraan anak-anak, memberikan subsidi-subsidi dan menetapkan sesuatu politik nasional untuk soal ini. Disamping usaha mendirikan Taman Kanak-kanak, beberapa Cabang berhasil juga menyelenggarakan penitipan bayi atau anak-anak.
Dengan menyebutkan usaha-usaha ini, kita harus mengakui, bahwa aktivitet kita untuk pembelaan anak-anak masih jauh daripada memuaskan. Kita belum dapat mengatakan bahwa kita telah berhasil dalam mempersatukan berbagai golongan yang menaruh perhatian terhadap usaha-usaha untuk kepentingan anak-anak, — yang selalu menjadi perhatian kita dalam aktivitet-aktivitet dan kampanye-kampanye kita, — yang mungkin juga telah dilakukan oleh golongan-golongan lainnya dengan tujuan-tujuan dan maksud yang sama. Misalnya bersama-sama dengan golongan lain mendirikan Yayasan penitipan anak-anak, taman kanak-kanak dll.
Usaha-usaha semacam itu kurang dilakukan oleh Cabang-cabang Gerwani. Dalam mengajak golongan lain harus selalu inencari inisiatif-inisiatif baru, dan keliru kalau kita hanya menunggu untuk diajak oleh golongan lain. Sesungguh.
nya, selama masaalah anak-anak ini-belum dapat dipecahkan, selama itu kita berkewajiban untuk memperbesar aktivitet kita. Pendapat umum masih belum cukup dibawa serta menghadapi masaalah-masaalah yang sungguh-sungguh meminta perhatian masyarakat seluruhnya,
Perayaan 1 Juni th ini dirayakan makin meluas.
Dibeberapa Cabang Panitia-panitia dibentuk dengan menda-
21
=== [PDF page 18] ===
pat dukungan dari berbagai golongan dan perseorangan-perseorangan, dan oleh panitia-panitia tsb. diselenggarakan, hiburan-hiburan anak dengan perlombaan-perlombaan dil.
Kecuali diadakan perayaan anak-anak, juga dalam pertemuan-pertemuan orang-orang tua telah diambil resolusi-resolusi yang menuntut supaya film-film dan buku-buku cabul segera di larang resolusi-resolusi menentang percobaan Bom A + H..
Sumbangan wanita untuk perdamaian.
Dibandingkan dengan tahun yang lalu, semangat.
perdamaian tahun ini, makin meluas dikalangan wanita, Tuntutan-tuntutan untuk melarang percobaan-percobaan bom A dan H, serta penggunaan tenaga atom untuk maksud-maksud damai makin kuat daripada yang sudah-sudah.
Putusan Kongres Wanita Indonesia yang memperkuat tuntutan melarang percobaan-percobaan senjata A dan H, — dan keputusan Parlemen yang dengan suara bulat menyetujui usul anggota wanita untuk mengambil resolusi menentang percobaan-percobaan bom zat air, menunjukkan betapa makin besarnya keinginan seluruh lapisan masyarakat Indonesia tte perdamaian.
Sejalan dengan aktivitet-aktivitet dalam gerakan perdamaian, Gerwani juga mengambil bagian dalam kampanye menentang SEATO. Bahwa pendapat umum di Indonesia sudah mengutuk persekutuan-persekutuan militer, terbukti dari kecaman-kecaman dalam hampir semua surat kabar terutama di Ibukota terhadap politik agresi dari Pemerinah A.S. serta pernyataan-pernyataan perseorangan terkemuka dan tuntutan-tuntutan massa yang makin kuat untuk menentang intervensi asing yang dinyatakan pada waktu kedatangan Y.F. Dulles di Indonesia.
Cermin kehendak damai adalah peringatan Hari 8 oy Hari Wanita Internasional untuk persahabatan dan perdamaian, yang pada tahun ini dirayakan bertepatan dengan peringatan 10 tahun berdirinya GWDS
22
=== [PDF page 19] ===
dan mendapat perhatian yang istimewa dan dirayakan dengan lebih meriah daripada waktu yang lalu. Pertama, banyaknya daerah-daerah yang turut merayakannya dan diantara mereka ada Cabang-cabang baru yang untuk pertama kalinya turut merayakan Hari Wanita Internasional. Kedua, banyaknya - pengunjung-pengunjung dari bermacam-macam golongan yang membanjiri rapat-rapat, menunjukkan bahwa perjuangan GWDS makin dikenal oleh kaum wanita diluar Gerwani yang dari takut menjadi kagum terha- ° dap GWDS. Semuanya itu sekali lagi menunjukkan, bahwa ajakan bersatu dan kerjasama diantara berbagai golongan wanita dari GWDS tidak bisa dibendung oleh siapapun juga. Tapi persatuan dan kerjasama makin meluas karena berpangkal kepada seng jangan tunggal dari kaum wanita yalah pembelaan hak-hak wanita dan perdamaian.
Di Jakarta, peringatan Hari 8 Maret tahun ini mendapat dukungan yang luas dari berbagai golongan wanita dan berhasil mengirimkan delegasi terdiri dari 200 orang ke Presiden untuk menyampaikan tuntutan urgen dari kaum wanita yaitu: segera dikeluarkannya Undang-undang Perkawinan, — diturunkannya harga kebutuhan hidup sehari-hari, — dilarangnya percobaan-percobaan senjata H, ro
Disamping itu, Panitya Peringatan Jakarta Raya juga menghasilkan suatu keputusan untuk mendirikan Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita yang bermaksud mendirikan asrama buruh wanita dan usaha-usaha sosial lainnya. Dengan terbentuknya Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita ini, diharapkan lebih erat lagi kerjasama yang sekarang ini sudah dapat dilakukan diantara berbagai organisasi wanita.
Dalam menyambut keputusan Konferensi Jenewa yang berhasil menghentikan peperangan di Indo-China yang sudah berjalan dari 8 tahun lamanya, Seruan DPP Gerwani untuk memberikan solidaritetnya dengan me-
23
=== [PDF page 20] ===
ngumpulkan pakaian anak-anak telah mendapat sambutan dari Cabang-cabang dan lebih dari 300 potong pakaian kecil, buah tangan bersama dari anggota-anggota Ranting-ranting, telah dapat dikirimkan ke Viet Nam, Sebagai sambutan hangat terhadap solidaritet kita tersebut, yang meskipun sangat sederhana —, maka dalam Kongres Nasional Gabungan Wanita Viet Nam pada bulan Juni ini, Gerwani diundang untuk menghadirinya yang diwakili oleh Sdr.
Darmini yang sekaligus merangkap sebagai salah seorang wakil dari Sekretariat GWDS,
Kepercayaan GWDS ini sudah selayaknya kita sambut dengan pernyataan terima-kasih yang dalam, tetapi disamping itu membawa konsekwensi, terutama kepada pimpinan Gerwani untuk lebih mempertinggi usaha2nya belajar dan bekerja lebih keras lagi dalam memper-- juangkan kepentingan sehari-hari daripada kaum wanita, dan disamping itu untuk mempertinggi tingkat pengetahuan kita dan aktivitet para pimpinan Gerwani terutamanya.
Satu peristiwa penting dalam perjuangan wanita untuk hak2nya dan untuk perdamaian pada tahun ini, adalah Sidang Dewan GWDS yang diadakan di Peking, dimana Indonesia diwakili aie Sdr. Suharti dan Sdr. Darmini dari Gerwani serta dua orang lagi dari organisasi lain yaitu Ny, Ridwan dan Ny. Priyono. Sidang Dewan GWDS ini diadaken pada saat pesatnya perkembangan gerakan-gerakan wanita diberbagai negeri terutama di Asia dan Afrika, dimana kekuasaan kolonial mengalami kekalahan yang luar biasa, pada saat perjuangan untuk membela perdamaian dan melawan pakt-pakt militer makin meluas dimana-mana, dan pada waktu prinsip-prinsip Bandung menggerakkan Ra'yat Asia dan Afrika unberjuang mendapatkan kemerdekaan nasionalnya.
Pidato-pidato dari utusan berbagai negeri menekankan sukses-sukses yang telah dapat kita capai, tetapi juga ditekankan, bahwa perjuangan besar untuk perdamaian
24
=== [PDF page 21] ===
masih harus dimenangkan. Bahwa tuntutan-tuntutan untuk menghentikan perlombaan persenjataan, untuk melarang percobaan-percobaan senjata atom perlu diperkuat dan diperluas, sebab walaupun ketegangan internasional sudah agak reda, tapi bahaya perang masih mengancam ketentraman hidup manusia. Untuk memperluas area perdamaian sesuai dengan jiwa Bandung, maka kaum wanita Indonesia berkewajiban dengan sepenuh jiwa
mempersiapkan terselenggaranya Konferensi Wanita Asia-Afrika.
25:
=== [PDF page 22] ===
UNTUK MEMPERKUAT PERSATUAN SERTA
MENIMBULKAN KADER-kader BARU.
Saudara-saudara,
Perkembangan Gerwani dalam beberapa lapangan terutama dalam lapangan aktivitet pemilihan umum dan kerjasama menunjukkan adanya kemajuan. “Tetapi disamping itu, satu hal yang harus kita sedari dengan mengendapkan diri terhadap tanggung jawab dalam memenuhi tugas-tugas yang telah diletakkan oleh Sidang Pleno ke-II yang belum terlaksana, yalah tidak tercapainya plan-plan peluasan organisasi dan peluasan keanggotaan.
Menjadi kewajiban kita didalam Sidang Pleno ke-III DPP ini untuk meninjau secara tepat perkembangan organisasi sekarang, serta menemukan garis-garis pekerjaan yang tepat pula untuk mencapai sukses-sukses, baik dalam menyelesaikan plan-plan yang lalu maupun untuk melaksanakan tugas-tugas kita yang akan datang. Sebab, tanpa analisa serta penilaian yang tepat berarti kita akan mengulangi kembali kesalahan-kesalahan yang lampau.
Pekerjaan melaksanakan plan peluasan organisasi pada umimnya telah dilakukan dengan sepenuh tenaga oleh daerah-daerah dan Cabang-cabang. Menurut laporan terakhir yang masuk, diseluruh kota besar dan kabupaten-kabupaten di Jawa, sudah berdiri Cabang-cabang Gerwani. Jumlah anak Cabang hingga sekarang telah mencapai 40% dari jumlah kecamatan-kecamatan. Jumlah Ranting kurang lebih 5.000, sedang jumlah kelompok-kelompok sudah mulai dikongkritkan terutama untuk menampung makin banyaknya anggota. Adapun diseluruh daerah Sumatra, Kalimantan Barat dan — Selatan, serta daerah Sulawesi Utara dan — Selatan, — sekalipun pelaksanaan peluasan angaota ini tidak sepesat seperti.didaerah-daerah dipulau Jawa, sekarang telah berdiri pula persiapan-persiapan Cabang-cabang baru. Tidak hanya didaerah-daerah tsb, tetapi peluasan-peluasan
26
=== [PDF page 23] ===
sekarnag sudah dapat mencapai daerah-daerah kepulauan Nusa Tenggara Barat dan — Timur seperti Bali, Lombok, Sumba, Sumbawa, Timor, Flores dan di Maluku baru di Ambon dan Ternate,
Betapa jauhnya kekurangan-kekurangan kita dalam melaksanakan plan peluasan keanggotaan tampak disini dengan angka-angka yang dapat kita capai sampai pada saat sekarang. Menurut Sidang Pleno ke-II DPP yang lalu, peluasan anggota sampai akhir tahun 1955 ditetapkan angka 1.000.000 sebagai plan pertama untuk mencapai plan peluasan keanggotaan Kongres. Tetapi menurut laporan yang diterima DPP, keanggotaan kita hanya meringkat dari 403.000 sejak Sidang Pleno DPP yang lalu menjadi 565.147. Dengan demikian plan tahun y.l.
hanya dapat kita capai l.k. 56%.
Satu hal yang kita lupakan didalam disuksi Plenc.
yl. yaitu, bahwa pekerjaan menghadapi pemilihan tmum dan peluasan keanggotaan adalah satu. Peker-. jaan tsb. adalah pekerjaan berat dimana segenap tenaga dan pikiran harus kita curahkan sebesar-besarnya.
Karena kurang adanya petunjuk kongkrit supaya dalam rapat-rapat dan ceramah-ceramah kampanye pemilihan umum sekaligus diadakan pendaftaran pemasukan anggota-anggota baru, ska tidak semua Cabang dapat mencapai sukses.
Dengan pengalaman-pengalaman tersebut, menjadi pelajaran bagi pekerjaan-pekerjaan kita yang akan datang, hendaknya tiap-tiap plan itu disesuaikan dengan kemampuan yang wajar dari organisasi kita disertai petunjuk-petunjuk pelaksanaan yang kongkrit.
Soal lain yang menghambat peluasan keanggotaan kita kecuali berbagai fitnahan dan provokasi-provokasi, juga makin mengganaskan' gerombolan DI-TII, di-daerah-daerah Sumatra, Sulawesi dan Jawa-Barat serta sebagian Jawa-Tengah, yang mesiydbabiesa beberapa Cabang kita terpaksa membekukan aktivitetnya.
27.
=== [PDF page 24] ===
Satu pengalaman yang penting bagi organisasi yalah berlangsungnya Kongres-kongres Cabang. Selama ini, sudah banyak Cabang yang menyelenggarakan Kongres untuk kedua kalinya. Kongres pertama dari Cabang-cabang itu untuk melaksanakan keputusan Kongres Nasional ke-II Gerwani, yaitu mengenai perobahan struktur organisasi dan peluasan keanggotaan. Kongres-kongres itu membawa pengaruh baik bagi pertumbuhan organisasi, Cabang, Anak Cabang, Ranting, mendapat pengalaman-pengalaman dari pertukar pikiran selama itu dan memecahkan dengan musyawarat bagaimana memperbaiki cara kerja selanjutnya. Para pengunjung mendapat pendidikan demokratis dan memperoleh pengalaman tentang memilih presidium, mengambil putusan, membentuk komisi-komisi, memimpin sidang-sidang, dsb.
Perkembangan ini menggembirakan. Tetapi dilain fihak, kekurangan-kekurangan yang penting dan bisa menghambat kemajuan organisasi yalah sangat kurangnya laporan yang masuk dari Cabang-cabang, yang menyimpulkan pengalaman-pengalaman praktek daerah, Kita tentunya sependapat, bahwa tanpa laporan yang masuk dari Cabang-cabang yang memberi bahan-bahan dan angka-angka, tidak mungkin kita dapat menarik pelajaran yang berharga dari aktivitet-aktivitet Cabang-cabang dan membikin analise yang tepat terhadap sesuatu soal. Selain itu juga perlu dikemukakan, bahwa kadang-kadang dari DPP sendiri kurang cepat menyimpulkan laporan yang sudah masuk walaupun sedikit dalam bentuk petunjuk kongkrit.
Mengenai pembelaan hak-hak demokrasi misalnya, kurang sekali kita mendapatkan bahan-bahan. Juga angket yang dikirim oleh DPP kepada Cabang-cabang yang banyak yang tidak di-isi, maka perlu diperiksa apakah permintaan angket tersebut masih dirasakan berat bagi Cabang, karena mungkin belum mengerti cara mengisinya.
Tidak di-isi belum berarti tidak ada aktivitet sebab kita tahu, bahwa Cabang-cabang mempunyai aktivitet yang tidak
28
=== [PDF page 25] ===
kecil. Hanya saja carakerjanya masih belum kolektif.
Tentang kerja kolektif pada umumnya baru menjadi pembicaraan dan belum menjadi dasar kerja sehari.
hari. Untuk itudiusahakan sien tuntutan yang mudah didiskusikan disemua tingkat organisasi, misalnya tentang cara menyiapkan rapat yang periodik, mendiskusikan acara, mengambil putusan melaksanakan putusan, membagi pekerjaan dan mengontrolnya dsb. Juga sistim pengisian angket perlu ditinjau, dan sebagai penggantinya perlu difikirkan pengiriman petugas Daerah Besar ke organisasi bawahan untuk mengikuti aktivitetnya dari dekat dan kemudian menyimpulkannya.
Masaalah keluhan tentang kekurangan kader perlu mendapat perhatian kita sekarang. Sesungguhnya kader-kader bukannya kurang kalau dilihat dari jumlah anggota Gerwani sekarang dan jumlah aktivis-aktivis selama pemilihan umum. Yang kurang adalah mengorganisasi pendidikan. Mengenai pendidikan Kader, mata pelajaran yang diberikan atas dasar pedoman putusan pleno yang lalu, yaitu dalam berbagai tingkatan diberikan pelajaran-pelajaran tentang soal-soal organisasi, sejarah gerakan wanita, pembelaan anak-anak dan soal-soal pengetahuan umum. Akan lebih memudahkan kalau bisa disiapkan bahan2nya yang disesuaikan dengan masing-masing tingkat pengetahuan para kursis. Tentang memperluas penerangan baik kepada umum maupun kepada anggota umumnya sudah diusahakan ceramah-ceramah dengan menggunakan tulisan-tulisan dalam surat kabar dan majalah-majalah lainnya sebagai bahan. Tentang penerbitan, majalah,,Wanita Indonesia" supaya diusahakan un- ~ tuk terus terbit dan brosur-brosur kecil murah supaya diusahakan untuk diterbitkan agar bisa digunakan sebagai bahan bacaan dan kursus untuk organisasi-organisasi bawahan.
Syarat untuk penerbitan itu yalah organisasi penyebarannya dan pemasukan uangnya yang perlu diatur dengan baik disertai kontrol terus-menerus.
29
=== [PDF page 26] ===
Membina sifat kewanitaan dalam perjoangan emansipasi,
Pengalaman banyak menunjukkan, bahwa tanpa perjuangan yang ulet, tanpa militansi, ketabahan serta pengorbanan-pengorbanan perjuangan wanita pasti tidak akan menyapai kemajuan. Tetapi sebaliknya, didalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan nasional, demokrasi dan perdamaian tidak akan dapat mencapai sukses apabila kaum wanita tidak mengambil bagian aktif didalamnya. Untuk melawan kolonialisme, untuk memenangkan demokrasi atas kekuatan reaksi, kaum wanita — yang merupakan jumlah separo dari warga-negara —, akan sangat menentukan. Karena itu kaum wanita tidak bisa bersikap masa bodoh.
Sikap yang menentang atau tindakan-tindakan yang merintangi turut sertanya kaum wanita untuk mengambil bagian aktif dalam gerakan emansipasi, pada hakekatnya adalah melemahkan dan merugikan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan nasional, karena emansipasi adalah salah: satu isi daripada kemerdekaan nasional.
Untuk.memenuhi kewajiban itu, kaum wanita harus memperkuat organisasinya, diminta keuletan dan kebijaksanaannya untuk secara pandai memadukan kepentingan-kepentingan perjuangan dan urusan-urusan rumah tangganya.
Lebih lagi karena dalam masyarakat seperti sekarang ini, dimana lazimnya kaum wanita itu harus mengerjakan mulai dari tukang cuci, koki, mendidik anak-anak, sampai menjadi kasir yang harus bisa memutarkan gaji yang tidak cukup. Disamping itu, pekerjaan yang terus-menerus seringkali masih tidak dihargai karena anggapan yang tradisionil bahwa wanita itu sudah ditakdirkan sebagai umat yang lebih rendah dan untuk ikut dalam organisasi, apalagi menjadi pengurus tidak sedikit rintangan yang harus dihadapi terutama jika suami dan keluarga belum menyedari tentang arti pentingnya emansipasi wanita didalam perjoangan nasio-
30
=== [PDF page 27] ===
nal, Kesulitan tersebut dihadapi juga oleh hampir semua ativis Gerwani.
Bukan sekali-kali dimaksudkan bahwa dengan tugas-tugas dalam gerakan emansipasi harus menterlantarkan tugas-tugas rumah tangga dan menghilangkan sifat-sifat kewanitaan yang sederhana.
Adalah keliru sama sekali jika tugas-tugas gerakan itu harus diartikan mengorbankan seluruh rumahtangga, atau menyebabkan putusnya kecintaan terhadap keluarga serta rumah halamannya. Pekerjaan organisasi memang berat dan meminta banyak pengorbanan, karena pekerjaan-pekerjaan tersebut adalah pekerjaan untuk. membela kepentingan massa wanita. Tetapi untuk menyelesaikan tugas-tugas organisasi tidak seharusnya kita meninggalkan begitu saja tugas-tugas rumahtangga dan sifat-sifat kewanitaan. Bukan yang kita inginkan bahwa seorang Gerwani harus selalu dianggap orang-orang yang tampil didalam pertemuan-pertemuan dengan segala kekumalannya. Seder.
hana tapi pantas adalah gaya berpakaian yang sebaikbaiknya. Pantas tidak boleh diartikan berlebih-lebihan, tetapi pada pokoknya harus disesuaikan dengan tempatnya.
Kawajiban aktivis Gerwani yalah tetap untuk melaksanakan tanggungjawab dalam rumahtangga dan kewajiban organisasi. Untuk. itu perlu diatur sebaikhaiknya melalui perundingan bersama secara damai baik dengan pimpinan organisasi maupun dengan suami, supaya ada pembagian waktu dan pekerjaan yang baik.
Misalnya, seorang aktivis diperlukan untuk mewakili organisasi keluar daerah. Padahal ia mempunyai anak kecil, Adalah menjadi kewajiban organisasi setempat untuk secara kolektif membantu dan memecahkan kesulian-kesulian rumah tangganya dan merundingkan dengan suami yang bersangkutan untuk mencegah kekeliruan faham. Setelah semua fihak setuju barulah aktivis berangkat bertugas. Berdasarkan pengalamanz-pengalamanz itu, ma-
31
=== [PDF page 28] ===
ka usaha yang sudah dapat berjalan dibeberapa tempat sekarang ini dengan mengadakan tempat penitipan anak-anak pada waktu sidang, perlu diperluas lagi.
Kita mempunyai kewajiban untuk senantiasa meningkatkan pengertian tentang rasa-keindahan, kebersihan serta perlunya menjaga kesehatan terutama dikalangan anggota-anggota dan kader-kader kita dengan berpedoman hemat dan sederhana. Tetapi, mempertahankan sifat-sifat kewanitaan tidak berarti harus meninggalkan barisan perjuangan. wanita, sebab sifat-sifat kewanitaan sesungguhnya hanya bisa dipertahankan kalau perjuangan emansipasi sudah berhasil.
Singkatnya, sifat kewanitaan adalah cinta suamianak, mengurus rumah-tangga, berdandan pantas, sederhana dan ikut dalam perjuangan wanita untuk membela hak-hak wanita, hak-hak anak-anak dan perdamaian.
Meluaskan kerjasama,
Saudara-saudara,
Masaalah kerjasama umumnya kini sudah menjadi aktivitet sebagian besar Cabang-cabang. Dalam Kongres-kongres Rakyat di-Daerah-daerah dan Kabupaten hampir semua Cabang mengambil bagian aktif. Dengan tidak mengabaikan aksi-aksi 'kecil-hasil basis sebagi pokok pangkal kesatuan aksi wanita terutama dalam pembrantasan butahuruf, maka kerjasama kita dengan organisasi-organisasi wanita lain dari tingkat Cabang keatas perlu dikembangkan untuk mendapatkan garis-garis. baru yang sungguh-sungguh dapat mempertemukan kepentingan-kepentingan wajar dari berjuta-juta kaum wanita kita. Pentingnya arti kerjasama sekarang mulai disedari oleh golongan-golongan wanita yang luas, ini tidak /hanya terbukti dengan makin luasnya pembentukan panitya-panitya peringatan, tetapi juga dengan gerakan aksi-aksi bersama untuk mendirikan Yayasan-yayasan Kesejahteraan Anak-anak, mendirikan Taman Kanak-
32
=== [PDF page 29] ===
Kanak, tuntutan Undang-undang Perkawinan, Hak-hak Wanita serta tuntutan turunnya harga barang.
Dalam Badan Gabungan. tetap seperti Kongres Wanita Indonesia dan badan-badan Gabungan daerah, Gerwani pada umumnya selalu dapat ikut mengambil bagian didalam beberapa aktivitet badan-badan tsb. misalnya dengan Yayasan Hari Ibu (mendirikan Gedung Wanita di Yogya), kursus Raad Agama, mengeluarkan sikap bersama menuntut pengawasan terhadap buku-buku dan film-film cabul, juga resolusi memperkuat pernyataan menentang digunakannya bom-bom atom dari senjata-senjata newclear. Dengan keluarnya rencana piagam hak-hak wanita sebagai usul Gerwani yang disetujui oleh Sidang Majelis Permusyawaratan Kongres Wanita pada tg. 26 Maret 1956 dengan amandemen-amandemen, maka pelaksanaannya kecuali akan dirumuskan dalam bentuk pendidikan juga kan dimajukan sebagai tuntutan kaum wanita kepada sidang Konstituante yad. dengan pokok supaya disusun Undang-undang Dasar yang demokratis yang menjamin hak-hak wanita.
Kini adalah kewajiban Gerwani untuk membawa massa yang luas kedalam aksi-aksi mewujudkan terlaksananya hak-hak wanita. Disamping itu, dengan kemajuan-kemajuan situasi yang membuka kemungkinan-kemungkinan kita meluaskan aktivitet serta mencapai kemajuan-kemajuan, kesempatan ini harus kita isi sepenuhnya dengan memperkokoh kesatuan-aksi-aksi dan kerjasama serta memperluas kontak-kontak perseorangan terutama secara anjangsono, supaya lebih kekal lagi persatuan Gerwani dengan kaum wanita dar berbagai golongan dan keahlian.
Saudara-saudara, |
Dalam Sidang Pleno sekarang ini, sudah waktunya kita memikirkan persiapan-persiapan untuk menghadapi Kongres yang akan datang. Kongres kita yang ke-III semestinya akan berlangsung pada tahun 1957. Menurut pengalaman yang lalu, untuk mempersiapkan satu kongres
33
=== [PDF page 30] ===
nasional menghendaki waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, Pleno ini harus mulai mendiskusikan ancar-ancar tentang waktu, tempat, keuangan dan persiapan-persiapan lainnya.
Mengenai masaalah keuangan, sekalipun didalam Pleno yang lalu dan didalam rapat-rapat kerja didaerah maupun di-cabang-cabang, sudah selalu menjadi acara diskusi dan dinyatakan sebagai satu2nya kelemahan yang paling menonjol, tetapi sekarang ternyata belum ada kemajuan. Bagaimana mundurnya pemasukan keuangan ini dapat dilihat dari pemasukan iuran pada tahun yang lalu, yang kurang lebih hanya 11% dari jumlah prosentase yang semestinya, yaitu rata-rata tiap bulan hanya masuk Rp. 892,92, sedangkan pada pleno y.l. pemasukan iuran tsb. bisa mencapai 14%. Malahan sejak bulan April ini, uang yang masuk hanya Rp. 296,05. Begitu pula hutang-piutang daerah sampai sekarang belum satu daerahpun yang selesai memenuhi kewajibannya melunasi hutang2nya. Karena itu, hendaknya Pleno sekarang ini juga menyelesaikan masalah tersebut.
34
=== [PDF page 31] ===
TUGAS KITA SEKARANG.
Saudara-saudara,
Jelaslah, bahwa selama satu tahun itu banyak pekerjaan yang telah kita laksanakan disamping masih adanya kelemahan-kelemahan yang kita hadapi. Dapat kita simpulkan dari pengalaman-pengalaman tsb. baik untuk meninjau kembali maupun untuk memperbaiki cara-cara kerja yang akan datang dengan pokok-pokok sbb.:
— Pada umumnya plan peluasan organisasi di-daerah-daerah Jawa dapat dilaksanakan oleh Cabang-cabang, meskipun ada beberapa daerah yang belum mencapai hasil-hasil yang memuaskan. Untuk pelaksanaan di-daerah-daerah luar Jawa yang keadaan dan syarat2nya berbeda dengan daerah-daerah di Jawa, karenanya perlu ada tinjauan dan ditentukan rencana-rencana yang disesuaikan dengan kemampuan daerah yang bersangkutan.
— Pelaksanaan plan peluasan keanggotaan Kongres yang hingga sekarang baru dapat dicapai 25%, oleh Pleno sekarang perlu ada peninjauan kembali.
Pendidikan kader perlu diutamakan.
Ssudara-ssudara
Banyak badai dan rintangan yang telah kita hadapi,
tetapi kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik daripada yang lalu
masih terbuka untuk mengembangkan aktivitet-aktivitet kita.
Karena itu, tugas-tugas kita sekarang yalah:
— 1, Untuk memenuhi plan peluasan keanggotaan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan aksi-aksi dibasis, maka kekurangan kader supaya dipecahkan secara seksama, terutama dalam mengeluarkan petunjuk-petunjuk kongkrit yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah. Penggalangan
35
=== [PDF page 32] ===
kader harus diperluas sampai ke Cabang-cabang dengan memperbanyak kursus-kursus dan meningkatkan kader-kader baru sebagai fungsionaris-fungsionaris baru. Juga penerbitan majalah,,Wanita Indonesia” dan brosur-brosur kecil murah perlu tetap diusahakan.
Kerjasama yang makin dimungkinkan peluasannya harus kita tingkatkan untuk mewujutkan kesatuanaksi dalam membela hak-hak wanita dan — anak-anak, Undang-undang Perkawinan dan mengadakan pembrantasan butahuruf. Juga kerjasama wanita untuk mempersiapkan Konferensi Wanita Asia-Afrika supaya terus diusahakan.
Untuk menghadapi bahaya perang dan ancaman-ancaman intervensi asing, secara: anjangsono dan ceramah-ceramah umum kita harus mengajak bertindak seluruh golongan massa wanita untuk menentang percobaan-percobaan bom A dan H dan memperkuat persatuan untuk menentang setiap usaha campur tangan kekuasaan asing, terutama setelah pembatalan perjanjian KMB seluruhnya.
Sebagai penutup ‘uraian - ini marilah kita masing-masing
rsempertinggi tingkat kemampuan kita dengan belajar dan bekerja lebih banyak lagi untuk suksesnya pekerjaan-pekerjaan meluaskan kesatuan-aksi-aksi dari basis sampai ke pusat untuk membela hak-hak wanita, hak-hak anak-anak dan perdamaian.
36
Jakarta, 16 Juni 1956.