Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00011

Wanita Sedar No. 14, 25 Juli 1951

Cleaned OCR text (Poor (0.55); proof-reading: key passages (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === SEDA Apk 2 Ar anu [Unreadable] [Unreadable] Y av: s hy 3 5 1 Sun ken,. Panen, 2 ee oT, e a am: aac is * [Unreadable] 1 1d “ni «| N EMBAGA KEBUDAYAAN ove > [Unreadable] === [PDF page 2] === PA TT 5 P "1 13 ae as a ~~ — ‘ ye KN 5 ’ 3 (eri 4 ' ‘ ore Ki : r. i a a, “ “ "NA PG TU MAA TA "TI me uF - ee ane - ": 3:. - ‘ 7 > »,. $ 4 3 7. 9 8 4 AP. q - ” 2 ‘ey 1. aa 7 - es ye £ ‘a * 5 ' 4. 3 LN Aga: ag by t fr WA Nyi edan bee 3 DIT AN € [Unreadable] dia UE 1 Ta 4" 4 === [PDF page 3] === [Unreadable] [Unreadable] === [PDF page 4] === Raia Idul Fitri telah diketahui oleh khalayak-sa- Walaupun tak HIKMAT PUASA dan merayakan har: mai. Mulat zaman dahulu kala umat Tuhan se!la/u merayakan dan memuliakannya. semuanya turut merayakan dan menjalankan, tetapi tak seorang pun yang tau kesopanan tak akan menghormat hari tersebut. a Hari Raya Idul Fitri Nash menjadi kebiasaan, sehingya sering-sering terasa tak berlainan dengan hari - hart Raya lainnya. Lebih® sesudah scbagaian besar dart umat Islamtak begitu tiukup, banyak mendertta kemiskinan dan kelaparan, terpaksa Hari Raya Ids! pitri ini tinya. Kalau dulu tiap-tiap hari Raya Idulfitei itu, pemberian Zakat Fitrah menjadi perbuatan Suct, maka pada waktu ini seolah-seolah menjadi suatu Paksaan lahic Gan batin bagi mereka yang menderita. Berlainan sekali dengan perayaan dahulu kala waktu wnat Islam sebagaian besar masih hidup cukup tidar tidak dapat dirayakan sebagaimana semesserba kekurangan dalam arti kesederhanaan. Kalau dulu dalam merayakannya dengan sembah daan sebagainya, maka berhubung dengan kemajuan jaman. dan kemajuan teknik dan ekonomie, maka scolah-scolah kebiasaan itu tidak ber/aku lagi. Ma- Tidak ~andany umur dan pangkat, sebagai kebiasaan seka- »SELAMAT HARI RAYA IDUL FETRI. Dengan adanya organisasi?. sing-sing telah hampir persamaan hidupnia. rang cukup dengan mengirimkan kartu: lagi dengan pasany advertentic saja, dalam surat?-kabar dan harian?. laki -laki maupun wanita, maka dipersingkatlah vula tiara merayakanniya. Karena dengan perlkaimpulannia tadi mereka merayakan bersama®, sehingga selain menyingkat waktu juga menyingkat beaya. Dan dengan sendiri mengurangi rasa lebih kaya dan lebih tinggi dan rendah dari lainnya. Utiapan minta maa-maa dan memaafkan. hampir hampir juga tidak terdengar pada hari Idul Fitri. Mungkin k-esedaran mereka, bahia ucapan minta maaf pada setiap waktu itu tidak akan berarti bagi- Perbuatan mana mencari dialan akan membetulkan ke- Rarena nia, kalau tidak di - ikuti dengan perbuatan. salahan tersebut. Padahal maa} memaafkan segala kesalahan, adalah suatu tiara hidup bersaudara yang memungkinkan dapat menuju kemasyarakatan yang baru. Inipun kalau kesalahannia tadi ct- Kalan demikian dengan sendiri tidak akan diulangt lagi. Bilamana tiara demikian int diting- -esalahan - kesalahan yang telah lampau, kiranya Idulfitci insyaft. hackan kearah cel} - coreksi. membetulkan akan lebih lagi manfaatnya. Didaiam dalil - dalil pun telah disebutkan hal ini, tetapi karena tebalniya teodalisme sehingga tidak dapat dijalankan. Py mbesar - pembesar Negri dan mereka-mereka yang menganut faham ini, tidak mau dipersalahkan, meskipun Xeint tidak selama Demokrasi Rakiat tidak mungkin dijalankan. Sistim feodal, radia tidak dipersalahkan. Karenanye. maka yang selalu salah adalah rakiat. salahannya it: sebesar yadiah. Mercka mau dikrittk. Mereka merasa segala perbuatanniu ita berul. Selama adat ini masth tebal. Perayaan Har: Rate ait Dyiaiwe * Te nyah lal Misainia Begi- Dalam kalangan feodal makebiasaan dalam daerah - daerah. Qan Sumatra, Sunda - Kercil dan lain sebagatinya. Idurfitci int pun berlainan tiara berlainan dengan Kalimantan Perywtie’ Yrorct tage Legreay y-,? 7 feoda.., Dordturs Keli! Gacam Lalangan si miskin. Dikalangan tu pt Qalam.—o Nadalrignaan sth berlaku tara Porsintdiur Gan semoban dan scbaygainia. bordiuts, mereka mendialankar macam- matian usaha, sehinugga merupakan bahura mercka - mereka tnt pun merayakan hari tersebut. dan baht merekat int pun tau akan peri - Remetusiaan. Miusalnia dengan tiara membertkan hadtahhadiah, memberthan coorskhot™ ¢ Su evese ze! Tidak teringat kepadanta, bahtwa pembertan tary demikian stu belumt seimbang denvan Seuntungan ung didupat dart Kaum Ourvanta. ScoiaA- mecenKa sun Ser- Tuhan. Di beberape tempat idu! Fier: in: dipergunakan tk mengambil Kesempatan Cerslahtarakh 4: crthadai Pa SU salah tr cain hatin. n-ciap Idul Fier: tidak dapat dilapeh ai ‘ we Be Ss iA c ‘ r a] 7 Cid? P TUT Pose mesa at si cINlD Fe ahh ‘ tle A thy P 2 Hacer Idalfite: te. COLES Orang mma tif Ge emaaln fetap: Giarany Orang Wu sa- Gar dh Kesalakarrtve Dye “orang s cngakur dimuk: dengan arti tedak akan menyngi kKesaluhan tad de A mremberith. enokehnia tang salah tad: adalah tabiat satriya. Seba- Ania tuk mengak csetlakhe ralaul membre lenukahnia, berart: perbuatan yang meng-khianat. Dalam Idue Fits dtharapkan dap. renundius X< hesalahan - Kesaiat ‘any telah lampau devan kesadaran, det akan beraktbat mentperbaikinia. Kalau demikian, maka akan manfaatlah dan wide dudui Nal Bukan hanya untuk lumis-lamis sid menjalankan dan menghormati Hari Raya bebenaren. sby P van Rakyat iang sejaett. Selamat HARI RAYA AIDUL FITRI. Lebih hemat ® [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 5] === | La maka Len per- ' mangadaka nggres. Sedang s ya ng dulu, th. "1950, adalah kong- Gerwis, terjadi atas YA an beberapa organisasi wanita. "1 tahun Gerwis berdiri. Meski demi-: ada tanda-tanda, bahwa Gerwis kab oleh masyarakat. Bukan saarakat dalam negeri, tetapi juga yarakat luar negeri. Cabang-cabang yang ters r dimana-mana ada 57 buah. Sedang agan-agan dengan luar negeri, kecuali dg ngan W.I. D. g juga dengan organisasi-organisasi laf an, ya yang progressief. -.N ski Gerwis sudah merata dan cabangh banyak, tetapi tidak berarti bahwa aa sdah kuat. debag ai bayi atau sebatak kecil yang baru belajar berjalan, ntu masih kerap kali Pee aNa Pra atau rencana. Hal ini dialamai oleh egenap lapisan Gerwis, mulai dari ranting, ga kepusat. Dan diantara kesukaran-kesukaran yg dialami, yalah kesukaran materieel. & “Tetapi, kita tak perlu berkecil hati karena ini. Segala pengalaman, baik yang manis, — maupun yang pahit, menjadi bahan-bahan untuk 3 rbaiki langkah yang akan datang. Si Kini kami akan mengadakan kondann “Dalam konggres itu, semua utusan-utusan dari “cabang-cabang akan hadlir. Maka dalam pertemu- “ an yang kita adakan setahun sekali itu, hendaknya, kita berbicara yang regel, hal-hal yang « nyata, dan terutama apa-apa yang bisa dilaku- 4 kan, untuk menambahkan kuatnya dan majunya Gerwis, serta untuk memberi sum- 'bangan kepada perjuangan rakyat Indone- “sia pada umumyya. Beberapa cabang telah mengadakan persiapan-persiapan untuk konggres y.a.d. itu. Antaranya mengadakan konferensi dengan ranting-ranting, membicarakan cara-cara bekerja 3 yang praktis, dan meninjau kesukaran-kesukaran yg. “& dihadapi serta cara bagaimana mengatasi “ kesukaran-kesukaran itu. Pengurus cabang, dengan « dada terbuka, menerima kritik-kritik dari ranting, akan tetapi ranting-rantingpun dapat agar serta diperingatkan, mengenai keladalam melakukan tugas yang diberikan Ke cabang. Dengan demikian, maka terdapat sikap saling memelihara antara pimpin- (ran bawah dan pimpinan atas— Segala pe- "Gi ngalaman-ngalaman yang reeel ini, nanti bisa dibawa L ke-konggres. Lembaga Keb,Kon E 1 TAK Ea ” segenap, : stavianekh C Bao: yan Kunsten en VW/etenskhappen " AYA ea KA TN NON F Kan NP Ae Sa NA Un ALA ai NN ak TAN "3 T Sebantara" itu P. B. sendirk dapat mukakan kesukaran2nya yang dihadapi. Da- Tu An lam garis besarnya hampir sama. Kesukarankesukaran materieel tentu lebih | sakan dari pada dicabang-dicabang, karena P.B. me- 1 liputi segenap cabang ag Ta mewakili organisasi dengan dunia Itiar. Ini semua dalam prakteknya, menghendaki biaya-biaya yang tak sedikit. Pada hal pemasukan wang dari cabang-cabang, boleh dikata tak memuaskan. Hal ini nanti dalam konggres kita bicarakan terus terang— Juga penempatan tenaga-tenaga yang dibutuhkan, yang dapat bekerja secara-aktief, masih sangat kurang. Sehingga tidak. jarang, bahwa tugas-tugas dirangkap oleh satu dua orang. Hal ini tentu tak boleh terjadi lama-lama. Sebab ini adalah salah satu mengapa organisasi lambat jalannya. Maka dari itu, mulai sekarang, para anggota, dalam rapat-rapat anggota dimasing-dimasing ranting dan dimasing-dimasing cabang, hendaknya turut Menakaln bagaimana untuk melancarkan organisasi Gerwis serta untuk mengisi tenaga-tenaga yang baik di P.B. Bukan saja itu.. Juga Sa Man dimasing-dimasing cabang perlu ditambah tenaga-tenaga yg cakap, militant, tak kenal payah dan bisa mengatasi rintangan serta kesukaran-kesukaran. Janganlah ada kejadian, utusan konggres membawa suara sendiri dalam konggres, sehingga segala putusan-putusan tidak bisa dipertanggung jawabkan dimuka anggotaanggota. Untuk dapat melakukan ini, maka mulai sekarang, diharap anggota-anggota m€mikirkan segala sesuatu yang 'akan dibawa kekonggres nanti, baik mengenai usul-usul, maupun lainnya. Cuma perlu dipikirkan, bahwa harus diingat kemungkinan-kemungkinan untuk menjalankan usul-usul itu. Dan harus pula diingat konsekwensi dari pada setiap usul. Artinya, jika memang diusulkan, harus mau menjalankan. Sekianlah. Sampai bertemu dalam gres! kongrn ANNEMER Maia Klitren Kidul 96 Yogyakarta. Yonesia anpotskhap seba [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 6] === ES Lea 3 PN apa dat ARI /RAYA'A “IL HIKMAT PUASA dan merayakan hari Raya Idul Fitri telah diketahui oleh khalayat-sa-.. 1 | mai. Mulai zaman dahulu kala umat Tuhan selalu merayakan dan memuliakannya.. Walaupun tak 5 Kn semuanya turut merayakan dan menjalankan, tetapi tak seorang pun yang tau kesopanan tak akan menghormat hari tersebut. a: Hari Raya Idul Fitri sWdah menjadi kebiasaan, sehingga sering-sering terasa tak berlainan dengan hari - hari: £ t Raya lainnya. Lebih-lebih sesudah sebagaian besar dari umat. Islamtak begitu cukup, banyak. menderita ot aa kemiskinan dan kelaparan, terpaksa Hari Raya Idulfitri ini tidak dapat dirayakan sebagaimana semes- de tinya. Kalau dulu tiap-tiap hari Raya Idulfitri itu, pemberian Zakat Fitrah menjadi perbuatan Suci, maka pada waktu ini seolah-seolah menjadi suatu Paksaan lahir dan batin bagi mereka yang menderita. Berlai- ' €' nan sekali dengan perayaan dahulu kala waktu urnat Islam sebagaian besar masih hidup cukup tidak serba kekurangan dalam arti kesederhanaan. » Kalau dulu dalam merayakannya dengan sembah daan sebagainya, maka berhubung dengan kemajuan “ jaman, dan kemajuan teknik dan ekonomie, maka seolah-seolah kebiasaan itu tidak berlaku lagi. Masing-masing telah hampir persamaan hidupnya. “Tidak nandang umur dan pangkat, sebagai kebiasaan sekarang cukup dengan mengirimkan kartu:,,SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI". Lebih hemat lagi dengan pasang advertentie saja, dalam surat?-kabar dan harian-harian. Dengan adanya organisasi-organisasi, laki - laki maupun wanita, maka dipersingkatlah pula cara merayakannya. Karena dengan perMtumpulannya tadi mereka merayakan bersama?, sehingga selain menyingkat waktu juga menyingkat beaya. Dan dengan sendiri mengurangi rasa lebih kaya dan lebih tinggi dan rendah dari lainnya. Ucapan e, minta maaf dan memaafkan, hampi r hampir juga tidak terdengar pada hari Idul Fitri.. Mungkin karena k-esedaran mereka, bahwa ucapan minta maaf pada setiap waktu itu tidak akan berarti baginya, kalau tidak di -ikuti dengan perbuatan. Perbuatan mana mencari jalan akan membetulkan kesalahan tersebut. Padahal maaf memaafkan segala kesalahan, adalah suatu cara hidup bersaudara yang memungkinkan dapat menuju kemasyarakatan yang baru. Inipun kalau kesalahannya tadi diinsyafi. ' Kalau demikian dengan sendiri tidak akan diulangi lagi. Bilamana cara demikian ini ditingkatkan kearah zelf - coreksi, membetulkan kesalahan - kesalahan yang telah lampau, kiranya Idulfitri akan lebih lagi manfaatnya. Didalam dalil - dalil pun telah disebutkan hal ini, tetapi karena tebalnya feodalisme sehingga tidak dapat dijalankan. Sistim feodal, raja tidak dipersalahkan. Karenanya, maka yang selalu salah adalah rakyat. Pembesar - pembesar Negri dan mereka-mereka yang menganut faham ini, tidak mau dipersalahkan, meskipun kesalahannya itu sebesar gajah. Mereka ini tidak mau dikritik. Mereka merasa segala perbuatannya itu betul. Selama adat ini masih tebal, selama Demokrasi Rakyat tidak mungkin dijalankan. Perayaan Hari Raya Iduifitri ini pun berlainan cara dan. kebiasaan dalam daerah - daerah. Misalnya di Jawa - Tengah, berlainan dengan Kalimantan, Sumatra, Sunda- Kecil dan lain sebagainya. Begitu pula dalam kalangan feodal, bordiuis kecil dalam kalangan si miskin. Dalam kalangan feodal masih berlaku cara bersujut dan sembah dan sebagainya. Dikalangan borjuis,. mereka menjalankan macam - macam usaha, sehingga merupakan bahwa mereka - mereka ini pun merayakan hari tersebut, dan bahwa mereka-mereka ini pun tau akan peri - kemanusiaan. Misalnya dengan cara memberikan hadiahhadiah, memberikan voorskhot-voorskhot dan sebagainya. Tidak teringat kepadanya, bahwa pemberian yang demikian itu belum seimbang dengan keuntungan yang didapat dari kaum buruhnya. Seolah-seolah mereka pun ber- Tuhan. Di beberapa tempat Idul Fitri ini dipergunakan untuk mengambil kesempatan bersilahturakhmi, maaf memaafkan segala kesalahan lahir dan batin. Tiap - tiap Idul Fitri tidak dapat dilupakan mengucapkan:.,Siukur ke hadlirat Tuhan, dan minta maaf segala kesalahan yang telah dilakukan”. Pada Hari Idulfitri dimana kebiasaan orang minta maaf dan memaafkan, tetapi jarang orang itu sadar akan kesalahannya. Jarang orang suka mengakui dimuka umum, dengan arti tidak akan mengulangi kesalahan tadi dan akan membetulkan langkahnya yang salah tadi adalah tabiat satriya. Sebaliknya tak mengakui kesalahan apalagi membetulkan langkahnya, berarti perbuatan yang meng-c Dalam Idul Fitri ini, diharapkan dapat menunjukkan kesalahan - kesalahan yang telah lampat " ngan kesadaran, dan akan berakibat memperbaikinya- Kalau demikian, maka akan manfaatlah ' pada dulu kala. Bukan hanya untuk lamis - lamis saja menjalankan dan menghormati Hari Raya Idul Fitri ini, tetapi hendaknya berupa langkah kearah kebenaran, sbg Pahlawan Rakyat yang sejati. [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 7] === z Peru 3 Kangen Bukan sa- PG £ » tetapi “juga 'Tidbang-tidbang yang ter- 7 buah.: Sedang texreri, kecuali de I Sm akkgan organisasi-organisasi megan dan cabang-, Meri bahwa BK dar r mengenai dkanita tinre Tagana. Hal ini dialamai oleh bal Gerwis, mulai dari ranting, #pwisat. Dan diantara kesukaran-kesukaran yg (adah kesukaran materieel., fpi da fak perlu berkecil hati karena aa ba baik yang manis, t, menjadi bahan-bahan untuk | Pekat yang akan datang:' ami “akan mengadakan AA kongres itu, 'semua utusan-utusan dari /akan hadcr. Maka dalam pertemutita adakan setahun sekali itu, hen- "kita berbicara yang retel, hal-hal yang “dan terutama apa-apa yang bisa dilakusaya Gerwis, serta untuk memberi sumngan kepgda perjuangan rakyat Indonepada umumyya. mer “Beberapa cabang telah mengadakan per- LD relapan-relapan untuk konggres y.a.d. itu. Antaranya # “meng adakan konferensi dengan.“pnting-pnting, membicarakan cara-cara bekerja yang praktis, dan meninjau kesukaran-kesukaran yg. ” diha api serta sana bagaimana mengatasi 2 “dada terbuka, menerima kritik-kritik dari ran. ting, akan tetapi ranting-rantingpun dapat ditegur serta diperingatkan, mengenai kela- $ 2: am melakukan tugas yang diberikan N cabang. Dengan demikian, maka terda- | X pat sikap saling memelihara antara pimpin- "Tan bawah dan pimpinan atas— Segala pe- “ngalaman-ngalaman yang reeel ini, nanti bisa dibawa ke-konggres. Le muc 1 Kon Ketaviaa yan Kunsten en Wetenscl ih “kerap kali Bata hen." segenap, | | Klitren Kidul 96 ig 2 Taka da peta liputi segenap nisasi ngan: | prakteknya, Naat" Bata ya Ya sedikit. Pada hal pemasgkan: wang 4 bang-bang, boleh dikata tak memusklk Haa dalam konggres: Ian oa arak terang.— Juga penempatan | NAGA dibutuhkan, yang dapat bekerja tief, masih sangat kurang. - ingga jarang, bahwa tugas-tugas dirangkap Ora 5 ig orang. Hal ini tentu tak bolelhi te: ma-ma. Sebab ini adalah salah satu gek mkagapa organisasi lambat: -jalarnya. aka dari itu, mulai sekarang,-pare.: gota, dalam rapat-rapat anggota Pemer ting dan dimasing-dimasing Lek. hendakaya! bak irkan bagaimana untuk melancat organisasi Gerwis serta untuk mengisi: naga-naga yang baik di P.B. 'Bukan saja itu.. Juga misa-misa dimasing-dimasing Sknbun ditambah tenaga-tenaga yg cakap, militant, kenal-payah dan bisa menyatasi, intan Bi serta kesukaran-kesukaran.: 1 Janganlah ada kejadian, tanda iko gres membawa suara sendiri dalam kong gres, sehingga segala putusan-putusan tidak bis dipertanggung jawabkan:dimuka Pns anggota. Untuk dapat melakukan in PA mulai sekarang, diharap anggota-anggota Aga ai kan segala sesuatu yang 'akan dibawa ke-'" konggres nanti, baik mengenai usul-usul, maupun lainnya. Cuma perlu dipikirkan, bahwa. harus diingat kemungkinan-kemungkinan untuk menjalankan usul-usul itu. Dan harus pula diingat konsekwensi dari pada setiap usul. Artinya, ' jika memang diusulkan, harus mau menjalankan. Sekianlah. Sampai bertemu dalam kong- "1 gres! Pee — Rn Pa SS. — 1 Ag, Yogyakarta. 1 La td [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 8] === 1 Ba telah terdiri dari wakil berLagai-bagai macam ora ganisasi. ” Se TA Bat NP Na ' cor Pena Kanan ee Berlin, yang akan Ba kasih pada pai 19 alatun th. 1951 ini, maka '.mengirimkan utusan2nya, Menurut panitya, maka Pemerintah tidak | memberikan sokongannya. Pemerintah hanya | “memberikan hak deviezen untuk 5 orang seur: UU besar f.6000,— Pada hal yang berangkat, “menurut rencana ada 50 orang. Jadi tiaptiap utusan, hanya mempunyai hak deviezen ““1/10-oran saja. Atau dengan lain perka- | taan, mereka dianggap 1/10 warga negara “Indonesia. Memang, menurut sukarnya serta diperlambatkannya permintaan-permintaan untuk “mendapat visa, dan susah payahnya panitya menyediakan ini dan itu untuk para utusan yang berangkat, dapatlah kita mengambil kesimpulan, bahwa keberangkatan mereka | “(warga negara Indonesia) we Berlin Timur itu dipersukar. Sedapat mungkin jangan terlalu banyak. Sebab? — entahlah!!! Ba- : rangkali ini praktyk politik bebas dari Pemerintah! Utusan-utusan berangkat dari Tanjung Priok, ke negeri Belanda, dan dari sana dijemput oleh panitya, terus ke Berlin. Tiga rombongan sudah berangkat, yalah rombongan pertama berangkat Yana tg 23-6-51, sebanyak 30 orang, — rombongan kedua, berangkat tg 2-7-51 sebanyak 7 orang, dan rombongan ketiga berangkat tg 8-7-51, sebanyak 6 orang. Jumlah 43 orang. Mereka semuanya naik kapal. Sedang pemimpin delegasi, berangkat tg 12-7-51 dengan naik kapal terbang, agar supaya datangnya disana lebih dahulu, untuk, mempersiapkan penjemput para utusan dan mempersiapkan segala sesuatunya. Kini, yang sudah berangkat dari Gerwis, ada 3 orang, yalah: Sdr. Darmini (anggota P.B.), berangkat tg 2-7-51. Dia juga mewakili Sobsi. Sdr. Nuraini, anggota Gerwis Aceh), berangkat tg 8-7-51. Sdr. Sabaryati (dari Jakarta, penyair yang terkenal dari majallah Revolusioner), berangkat tg 8-7-51. Usaha-usaha untuk mendapatkan visa bagi mereka inipun tak mudah. Sehingga, waktu sampai berangkatnya, yalah tg 8-1-51, visa belum dapat dibawa, melainkan akan diberikan di Colombo nanti -- tanggsi asal-usu!i No... berhatsil. Sehingga, segala persiapan, sudah itu, SABARYATI. Y Masih ada seorang calon utusan, ya arena sukarnya mendapat visum, karena pada tg 7-7-51, surat-surat yg perlu belum didapat” meski sudah dengan persetujuan “wakil perdana menteri, terpaksa meurungkan keberangkatannya. Sdr. ini, yalah Sdr Tr Mass nah, dari Sumatra Tengah. Kita tahu, betapa ' giatnya setiap hari, sdr ini bersama dengan panitya dan dengan anggota P.B. sendiri, untuk mengurus izin percaladana Akan tetapi, tokh sampai waktunya tidak payah serta wang yang tidak sedikit telah teihadabar begitu saja. — Sdr Maemunah, ' kembali ke Sumatra “Tengah dengan ketenangan, dan tambah pengalaman serta keinsyafan, bagaimana praktyknya politik bebas Biaya-biaya yang ditentukan oleh panitya, buat setiap orang f 4000.— Jadi, Gerwis, mestinya harus menyetorkan wang f 12000,— Akan tetapi, Gerwis baru dapat menyetorkan wang sebesar f 7500.— Dalam pertemuan persiapan yang pertama dan kedua, wakil dari P.B. Gerwis tidak dapat hadlir, karena waktu itu anggotaanggota P.B. Gerwis yang berada di Jakarta, sedang berhalangan. Pada perpisaak yang ketiga, wakil dari P.B. Gerwis dapat mengunjungi malam perpisahan. Kecuali malam gembira, pada malam itu, diadakan beberapa pesanan atau nasehatnasehat oleh para wakil-wakil ' organisasi, kepada para utusan yang akan berangkat. Wakil Sobsi mengatakan:,,Kita berhasrat mengirimkan wakil sebanyak-banyaknya 753 d0 yp [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 9] === bekerja. giat. Selama ini, saudaraira kita yang bekerja di Sobsi, tidak ng: ingat kesehaie t waktu, tidak meng tan t ee tes diantaranya yang jatuh sakit. Ini menandakan, bahwa kita kekurangan tenaga. Meski demikian, kita e: ungkat juga. entu ada sebabnya, meapa kita berangkat. -masih sangat kekurangan, dalam sngatur perjoangan. Tandanya, revolusi npai gagal! Kita berjuang, dalam keada- "an sangat kekurangan, terutama dalam hal materiel.: Oleh karena itu, kita berangkat ke Beruntuk bertemu’ muka dengan kawanawan dari seluruh dunia, baik dari negeriegeri yang sudah merdeka, maupun dari nefi-negeri yang belym merdeka. Baik yang yatnya sudah dapat menguasai pemerinfahannya, maupun yang rakyatnya belum daat menguasai pemerintahannya. “Kita berangkat kesana, supaya kita dapat Ys ta tentang keadaan-keadaan disini yang _sebenarnya, dan kalau kita kembali, menda- " pat pengalaman-pengalaman baru dari ka- ~ wan-kawan lain, dan disini, supaya paling _ sedikit dapat menggantikan kawan-kawan - Sobsi yang kini bekerja mati-matian, agar mereka “ini, dapat mengembalikan lagi kesehatannya. Pekerjaan_ kita, sangat berat. Diwaktu rintangan perjuangan kita begini -hebat, kita tokh masih dapat mengirimkan _ 43 utusan! Para utusan kita disana, hendaklah inencari bahan-bahan keterangan, mengenai: 1. Bagaimana organisasi rakyat dilakukan. dalam negeri-negeri yang rakyatnya sudah menang. +’. 2, Bagaimana organisasi rakyat dilakukan, dalam negeri-negeri yang rakyatnya masih ‘ kalah. 3. Bagaimana pendapat kawan-kawan luar eee ‘apee.| * 46 é s 1 a negeri terhadap kita. Semua ini perlu kita ie ae-ae kumpulkan, untuk menambah bahan-bahan yg. Py Mberguna bagi kita dan dimana perlu untuk memperbaiki langkah-langkah kita: yang lalu, yang sekiranya salah atau kui u rang benar. WakilP.B. Gerwis-mengatakan:,, Hendaknya, disana saudara-saudara dapat melihat, mendengar, dan merasakan secara obyektiet. Puji, apa yang’ perlu dipuji, dan cela apa yang perlu dicela. Segala pengalaman-pe- -ngalaman, baik dari kawan-kawan yang sudah mencapai kemenangan, maupun yang belum, perlu diperhatikan baik-baik. Ini ee, ee) D ‘tenaga yanq Mia A at aS Te Nuraini Mahmud. semua, untuk menambah bahan studie kita. Dan hendaknya pula, kawan-kawan yang biasa bekerja diluar, biasa meninjau kemiana-mana, nanti dapat menggantikan kawan-kawan kita yang bekerja didalam, artinya memegang organisasi, dikantor-kantor organisasi. Dengan cara begini, kita méengadakan mutasi tenaga. Artinya, yang biasa diluar, \, lantas kedalam, yang biasa diatas, lantas kebawah, yang biasa kebawah lantas keatas. Mereka yang duduk di Pengurus Besar, suatu ketika harus kebawah, menjadi pengurus ranting yang terkecil. Sebaliknya, mereka yang diranting dapat pula maju-maju, menggantikan duduk di P.B. — Dengan begini, cara bekerja selalu fris, sehat, segar baru! Sebab, mereka yang telalu lama kerja dibawah, artinya yang langsung berhubungan | dengan rakyat, bisa menjadi reformistis ‘yah (terlalu mementingkan garis kecil, melupakan garis besar, artinya prinsip), sedang mereka yang telalu lama kerja diatas, memegang pusat pimpinan terus menerus, lama-lama bisa melupakan keadaan kenyataan sehari-hari yang dihadapi rakyat, karena me- © f reka hanya mementingkan soal prinsip saja, ~ melupakan tindakan-tindakan untuk perbaikan sehari-hari. Mereka bisa seakan-akan 2 tidak berdiri diatas tanah. Mereka hanya dapat membikin rencana-rencana yang tinggi-tingi, tetapi tak dapat dipraktekkan. Se-; dang, kalau diadakan mutasi demikian, ma- | ka tiap-tiap pimpinan, akan dapat memegang teguh prinsip, dengan tidak melupakan kenyataan-kenyataan perbaikan sehari-hari i yang langsung menguntungkan rakyat. i Maka dari itu, hendaknya pengalaman-pe- i ngalaman saudara diluar nanti, sdr pergu- (3 nakan dimana perlu. Diambil yang berguna,: dan dibuang yang tidak berguna. — Disana. | yang paling perlu sdr perhatikan, yalah kri-; [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 10] === Aa Denai KN Na 6 we sar sdr critakan ayuga KE ag a ii Ni ar 4 adan Aa, jangan - mbah - h dan jangan dikurangi. Mada har, dengan-kedatangan sdr-sdr kesana, kawan-kawan kita diluar negeri akan mendapat kesan-kesan yang lebih mendekati keyataan, tentang Indonesia. Selamat jalan! 'Kami menunggu hasilnya. 11 Wakil dariKomite Pembela Perdamaian nia, berkata: “ #Perayaan ini adalah perayaan perdamaian. IV Yang penting supaya perasaan perkawanan "5 dalam rombongan sendiri dapat menjamin na Kanan perkawanan seluruhnya. Kita akan 1 sberjumpa dengan pemuda-pemuda seluruh - dunia. Diluar negeri, biasanya pemudalah yang giat dalam gerakan perdamaian. Tetapi disini tidak. — Mudah-mudahan sesam- "pai sdr kesini kembali, sdr dapat mempergiat gerakan perdamaian!" Wakil dari Lekra (Lembaga Kebudayaan "& Rakyat), berkata:,,Perayaan itu merupakan & perayaan kebudayaan juga. Kita merasa mendapat kesempatan untuk belajar dan “memperkenalkan kebudayaan kita kepada | kawan-kawan dari seluruh dunia. Selama ini, kaz um revolusioner, melupakan masalah kebu- "-—. dayaan. Maka hendaklah hal ini kita perbake iki. Kaum seniman adalah kaum pejuang!" Setelah ini wakil Lekra, memberikan bingkisan kepada delegasi, berupa dua peniti 2 dari perak dan kenari, untuk disampaikan # kepada sdr.2 Wanda Wassiliewska dan Fucikova (janda Julius Fucik), dua kaum ahli seni revolusioner yg kenamaan. Wakil dari CC PKI, berkata:,,Saudara-saudara, Dr. Schakht seorang kapitalis benggolan fasis yang kenamaan, yang memegang peranan penting dalam peperangan dunia yang lalu, akan menjadi tamu resmi dari Peme- “ rintah Republik Indonesia. Kedatangan Dr. | kapitalis ini, akan diminta nasehat mengenai kesulitan ekonomi dan masyarakat. Bagi kita kedatangan Dr. Schakht ini adalah satu alamat yang tak baik. (Dr. Schakht oleh Pengadilan di Neurenburg, pernah dijatuhi hukuman seumur hidup, disamping Goring dan kawan2nya, yang dijatuhi hukuman gantung. Belakangan, oleh tentera pendudukan Amerika, Dr. Schakht dibebaskan. Jadi yang membebaskan, artinya yang menganggap dia bukan fasis itu, bukan pengadi-: lan Internasional di Neurenburg! Red.). Kini dia diminta nasehat-nasehatnyd oleh Pemerintah Republik Indonesia. Apa ini artinya? Sdr.2 telah dapat menduga. Mudah- . 1 Ah "Nun ieaa keadaan menjelang mulut terkatupe Pad Km Hat Pelita masa kuasamu memerah: lah pudar menanti mati. "1 Dan,, merah” fajarba'giamenunggu kau mampus berkubur hancur Kimi hanya orang jangkang yang 'kan sempat kauraungkan Serakkanlah sehabis gaya:. Perang” — ganti nyanyi — 3 menyambut ajal. ) Kak Raungmu 'kan lenyap dihisap dendang me "Ti yang kimi mendengung bergema kokoh, nyanyi suci mengelu fajar,,merah” DAMAI! DAMAI! DAMAI! 5 Blitar, April 19514” SUAR. Mengucapkan,HARI RAYA 'A IDUL-FITRI” | 1 SYAWAL 1370. Redaksi dan administratie | #0 WANITA SEDAR: SA Pakuningratan 67 1 Nee Yogyakarta.: LA mudahan, sedatang sdr. nanti di Berlin, tempat tanah air bangsa Jerman itu, saudara 1 dapat menyatakan pendapat sdr. dan dapat Eh, mendengar pendapat kawan-kawan disana, tentang dia. Salah satu syarat untuk gerakan perdamaian yalah kejujuran! Maka dari itu, bertindaklah jujur!” Setelah selesai, pertemuan dihentikan. Dan pagi harinya, rombongan serta pengantarny pergi.ke Tanjung Priok. AR [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 11] === memegang kekuasaan, "yapkan, begitu juga halnya d pernah berkunjung kenegara # “TETAPI negara-negara kapitalispun mencantumkan dalam undang - undang mereka perumaan hak ini. Negara kapitalis. tetap ne- '@ kapitalis: yang memegang kekuasaan ikar rakyat, tetapi segolongan kecil kaum odal. - Mereka inlah yang menentukan caa hidup atau warna politik negara itu. Se- "tiap tindakan yang diambil bukan diukur de- | ngan kemajuan rakyat terbanyak. tetapi dipanai laba - ruginya bagi segolongan kaam kapital tadi. Oleh karena itu setiap tin- 'dakan progressif tidak mudah diambil sebab kelak tentu akan bertentangan dengan kaum yang memerintah. Begitu juga halnya dengan mempraktekkan persamaan hak ka- “'um wanita dan kaum laki-laki. Dengan "lain perkataan: persamaan hak ini tak lain | dari pada huruf - huruf mati yang menghiasai - lembaran undang - undang dasar mereka. ... Persamaan hak mungkin dijalankan, “ jika kebanyakan kantor - kantor dan pabrikpabrik hanya membuka pintunya pada kaum laki-laki saja. | Persamaan hak tidak ada artinya. jika kaum wanita masih terikat oleh dapur dan rumah tangga, sedangkan sekolah - sekolah tinggi dan menengah kebanyakan dipenuhi hanya oleh kaum laki-laki saja. Persamaan hak tidak ada artinya, jka HT feodalisme, adat - istiadat kuno yang konser- Oi Yaa fatip masih mempengaruhi hidup sehari - hari TA kaum wanita. eat Buat kesekian kalinya, persamaan hak ini tidak berarti apa-apa jika segala -ga lanya dalam sesuatu negara, baik politis. ekonomi dam lain - lain masih dimonopoli oleh kaum laki-laki. Dengan perkataan lain: persamaan hak hanya bisa tercapai jika ada persamaan kesempatan penuh. SEKARANG kita kembali lagi ke Cekoslbvakia. Disana kedudukan wanita belum sama betul dalam masyarakat jika di- Indang-undang dasar negara Cekoslovakia mengataikan bahwa kaum wanita mempunyai hak yang sama dengan laki-laki, begitu juga kedua?nya dapat ke yang sama pula dalam demokrasi rakyat. Ini berarti bahwa rakyat Le Cek akia adalah suatu negara kehidupan sehari-lpari. Up ai rbar h yang rakyat yang menentukdn politik negara. Oleh karena itu segala tindakan yang progressief, yang menuntut kemajuan, gampang dijaan penaikan derajat kaum wanita. yekoslovakia itu dan memperhatikan hidup sehari-hari 'rakyat disana, tak mungkin dapat memungkiri hal ini. bandingkan dengan kaum laki-laki. Teta-" 21 Setiap orang yang pi yang nyata perbedaan ini mangkin lama mangkin kurang. Dalam waktu lima tahun saja, sejak berdirinya negara demokrasi rakyat Cekoslovakia, statistik menunjukkan bahwa kenaikan presentage kaum wanita dalam produksi negara, sungguh mengagumkan. Ini tidak akan mungkin terjadi dalam negara kapitalis. Untuk memakai perkataan - perkataan Dr. Cepitska (wanita) ia menjabat pangkat menteri Kehakiman dalam tahun 1949:,,Dalam beberapa tahun saja kita dapat mencapai sesuatu. yang tak mungkin dicapai negara kapitalis dalam puluhan tahun”. Ini disebabkan oleh karena Pemerintah Rakyat dengan segala daya upaya memajukan kaum wanita, dan menjalankan segala sesuatunya untuk melepaskan kaum - wanita. dari ikatan - ikatan yang masih mengikat mereka, agar supaya mereka juga menerjunkan diri dalam produksi negara. Dalam rumah tangga. PERTAMA - TAMA dalam ha! rumah tangga: kaum wanita yang mempunyai anakanak mendapat juga kesempatan untuk dalam seeth 2 belajar atau bekerja. Pemerintah menyediakan gedung-gedung istimewa dimana anak-anak tadi dapat dititipkan”, selama sang ibu berada dikantor, disekolah dan lain-lain. Anak-anak tak saja mendapat perawatan tabib, tetapi juga mendapat pelajaran-pelajaran sesuai dengan umurnya. Semuanya ini ditanggung oleh Pemerintah. Gedung-gedung seperti ini masih belum mencukupi kebutuhan yang sebenarnya. tetapi jumlahnya selalu diperbanyak. Urusan dapurpun tak usah menghambat langkah kaum wanita. Dimana-mana saja baik dipabrik, kantor - kantor, tambangtambang ataupun disekolah-disekolah tinggi diadarkan mensa. yang dititipkan itu: Ina SS aa [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 12] === LN yang dir V3 Tan Pe Im [Unreadable] YO ATT Aa ai aa an NS 21 Ren Mana Uu Mae ap ar ' Mereka umpamanya 8 e 'liberated aa Aa teie dirikan tempat-temmencuci bersama, pat-tempat jahit $ Serkan dil dan mereka memakai alat-alat pa modern. pesawat -pesawat elektris terakhir. Pergerakan mendapat sokong- Nag Kera dari Pemerintah. "3 Dalam lapangan produksi. G' BAHWA semuanya membawa akibat ng besar bagi dunia wanita C yekoslevakia, tg usah dipersoalkan lagi. Jumlah mereka yang ikut dalam usaha membangun dan produksi ne kian hari kian bertambah. Lebih sedikit dari separo penduduk Ceko- “ slovakia terdiri dari kaum wanita. 35 prosen mereka ini bekerja pada berjenis - jenis jawatan Pemerintah, sedangkan jumlah kaum wanita yang mengunjungi sekolahsekolah tinggi, lebih dari 4 kali jumlah sebelum perang. Seperti kita katakan diatas, kesempatan apa saja terbuka bagi kaum wanita. Bagian “' yang mereka ambil dalam semacam-macam lapangan. selalu bertambah besar: dalam lapangan kepolisian, angkatan darat dan udara, dalam lapangan pengangkutan (bus, tram, kereta api dll) dalam lapangan pertanian dan pertambangan dan seterusnya. Dalam segala-galanya dasar gajih dipakai jika dibandingkan dengan kekuatan laki-laki yalah: gajih sama untuk pekerjaan yang sama! Lebih dari setengah juta dari seluruh keanggotaan Serekat Sekerja terbesar dan satu-satunya di Cekoslovakia, terdiri dari kaum wanita. Mereka mempunyai siaran radio istimewa untuk dunia wanita, mempunyai pergerakan-pergerakan yang kuat baik dikota, maupun didesa-desa dan berpuluh - puluh majallah semata-mata guna kepentingan dan kemajuan yang disebut.lemah" itu. Dalam lapangan politik dan Kebudayaan. DALAM lapangan politik dan kebudayaan. merekapun tak ketinggalan. Nama seperti Anezka Hodinova-Spurna tak asing lagi, tidak saja di Cekoslovakia, tetapi juga didunia luaran. Wanita ini tidak saja seorang pemimpin gerakan wanita ” Btn ti 98" 4 - | Age an aa Ba Akan dalam namanya, pergerakan: Bi ini bermaksud untuk memerdekakan kaum "1 wanita dari ikatan-ikatan rumah tangga pertama-tama Mean: nteri... Selain dari itu 4 Na Pa jabat pangk: wakil melati dalam Pemerintah Cekoslovakia sekarang. f Met Dalam lapangan kebudayaan cukup di: but nama Marie Mayerova. Buah tangan f nulis prograssif yang terkenal ini b terjemahkan dalam berbagai bahasa 2 Ahli pahat Pesyanova4 tak asing lagi & 1 pernak Cekoslovakia, hasil-hasil pek: jaannya masih dapat dilihat pada stellis stelling yang diadakan pada waktu t Nama Ludmifa Paydusyakova terkenak' dalam dunia astronomi. Ahli binatang muda ini menemui komet-komet baru pada tali tahun 1946 dan 1948.? ) Dalam keluarga. SELAIN dari itu kaum wanita sebag ibu dan pengemudi rumah tangga mendapat kehormatan. Artikel 10 dari U. Uu. D. me takan bahwa dasar tersehat untuk k: an bangsa ialah keluarga. Oleh karena itu: keluarga-keluarga yang besar akan menda-: pat perhatian istimewa dan sokongan yang". cukup. Setiap tahun pada,,Hari Ibu” Pemerin tah memberi penghormatan dan anugerah “ pada ibu yang mendapat anak lebih dari sepuluh. Satu minggu dalam setahun istimewa 1 diadakan untuk,.Hari gembira bagi anakanak. S3 Perkawinan dipermudah. Soal keuangan.“ tidak menjadi rintangan.lagi. Setiap pemuda yang ingin kawin mendapat pinjaman dari Pemerintah untuk pembeli perabot rumah tangga atau pakaian. Hutang ini dibayar kembali dalam sepuluh tahun. sedangkan 3 AN satu anak yang didapat dalam. perkawinan ' itu berarti berkurangnya hutang dengan seperenam. - Keluarga sebagai bagian dan mata rantai penting dalam masyarakat demokrasi rakyat, AN tiada lagi menjadi suatu soal,.privat” begitu saja, tetapi mempunyai panggilan dan tujuan sosial masyarakat. Hidup dalam Koley. PENULIS karangan ini berdiam pada suatu (koley) dalam bahasa 'Cekoslovakia dan sekarang ia ingin menggambarkan pada 4 pembaca tentang kehidupan dan rol wanita | " dalam koley istimewa untuk pelajar yang su-. dah kawin itu. [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 13] === “Pertama sekali kita harus ingat bahwa oley semacam ini tak dapat kita samakan engan internat-internat atau tempat-tempat penginapan yang kita ketahui di Indonesia. “Yang memegang kekuasaan dan mengatur perjalanan dlm koley tersebut dengan “hal ikhwal rumah tangga maka merekalah & yang mendapat suara terbanyak. Mereka | yang meng atur kamar-kamar yang besar untuk keluarga yang besar pula, keluarga yang “mempunyai anak-anak kecil medapat kamar ''yang cukup mendapat cahaya matahari. dan sebagainyaa Mereka pula yang menetapkan |swatu panitya yang umpamanya bertugas menjaga kesehatan seluruh pelajar, atau mengambil suatu” mingu perlombaan pembersihan kamar” ataupun menjalankan surat edaran untuk berhemat dalam pemakaian stroom listrik dan lain-lain. Selanjutnya mereka mengatur hiburan untuk para pelajar dengan malam kesenian, pertunjukkan film, atau pidato-pidato yang mendidik dam lain-lain. Antara activitetit mereka keluar yalah umpamanya pembentukan rombongan-rombongan pekerja sukarela (brigada). Ini umpamanya dijalankan jika pemerintah meminta pertolongan rakyat atau jika suatu pabrik atau tambang kekurangan tenaga untuk memenuhi plan pada waktu yang ditetapkan. Sedang dinegara-negara kapitalis bahaya krisis dan pengangguran selalu mengancam, di Cekoslovakia orang kekurangan tenaga Wanita Indonesia menghendaki kebebasan lair dan batin. dan perkataan krisis hanya tinggal sebagai kenang-kenangan zaman yang silam. Brigada-brigada ini juga dijalankan untuk menyatakan solideriteit internasional. Beberapa contoh: brigada guna korban perang agressi Amerika di Korea, brigada penyokong fonds pelajar menentang kolonialisme, dsb. Dalam lapangan politik mereka juga aktif. Mereka tidak tinggal passief terhadap kejadian-kejadian pening baik di Cekoslovakia sendiri, maupun didunia. Suatu peristiwa kita ingin majukan pada pambaca sebagai contoh: Pada atau hari pagipagi betul bel-bel listrik setiap kamar berbunyi dengan hebat. Semua tergesa-gesa turun menuju kamar tempat berapat. Ada yang datang dengan baju tidurnya, ada yang sedia untuk pergi kekantor atau sekolah, ada pula yang datang dengan menggendong anaknya yang sedang menangis. Dalam beberapa menit saja, kamar berapat menjadi penuh: pelajar-pelajar dari Bulgaria, Yugoslavia, Canada dan Polandia. Pelajarpelajar yang berkedudukan penting dalam kantor Besar Sarekat Pelajar Sedunia (Internasional Union of students) dari Inggeris, venuzuela, Hongaria dan Cekoslovakia sendiri. Selanjutnya ikut berkumpul pelajarpelajar dari Yunani. Albania, Indonesia dll. Semua mereka datang, semua gelisah menunggu. 5 1 Tara Lg 4 - A y Ar ad Parit ne Wa Mg A 3 Kia » nk 2 Sa gn. P p [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 14] === Ni anak peri ato Truman " meneruskan Kita Koi diam terhadap utfyapan di Cekoslovakia seh Kita tidak mengingini Keinya perang tidak ingin mengorbankan Secang eri Nak anak 'dan semua yang kita cintai ha- 1 “ untuk memenuhi keinginan segolongan 'kaum kapitalis. Kita yakin bahwa rak- PS 4at jelata diseluruh. dunia juga tidak me- ' #ngingini peperangan. Kita memprotes atas et n d Pa na bnal tuan Truman ini.Saya sekag membacakan kawat protes yang akan eka kirimkan.” Ta tidak setuju. Dapat ditutup dengan mela- Dauh lagu 2 Aapewosaiosimie””- Paling sedikit :. sepuluh banana dari bembagatbagi sudut dunia mengisi udara. SEKIAN serba sedikit tentang kaum wanita dan kehidupan dalam suatu koley. Sekarang sebagai soal penghabisan kita ambil tentang jaminan sosial. ' Setiap orang dijamin kesehatannya. ba rawatan dokter berikut Sket-obataya: baik dirumah maupun dirumah sakit atau sanatoria dengan tidak ada limit waktu, didapat dengan secara percuma. Begitu juga Pemerintah menanggung ongkos rakrasi (bersendng-senang digunung-gunung dalam mu- ' sim panas dan dingin untuk kaum pekerja dan pelajar-pelajar. Kaum wanita tidak saja sebagai pekerja atau pelajar mengecap semua kesempatan ini, tetapi juga sebagai seorang isteri. Undang-urdang menetapkan berapa lamanya seorang perempuan hamil mendapat vriy sebelum selama dan sesudah melahirkan anak dengan gaji penuh. Kalau andaikata rumah tangga seorang wanita bececeran oleh karena ia berada di: rumah sakit, maka ia berhak meminta pertolongan dari pemerintah. Jadi ia tak usah meninggalkan rumah sakit jika belum sembuh betul,hanya oleh karena memikirkan hal ihwal rumah tangga. Tetapi ini belum semua: seorang ibu yang baharu melahirkan anak, berhak pula meminta pertolongan Pemerintah untuk mem- 10 Lembaga aa atom terhadap rakyat Korea" Ia lantas.membaca hidup. mendapat tempat yang dihorm “ada seorangpun yang. Semuanya ini dijalank tah rakyat Cekoslovakia ol perkataan-perkataan "En dan" persamaah hak "bukan 1 ta-kata saja. Kaum wanita Sasa Aa yang £ Anak-anak kecil sebagai gener: akan datang mendapat perhatian lu:, Mereka dididik dalam semangat cinta-menyinta sesama. manu PM amka 1 nie 1 hari depan dimana k paran dan keser raan tidak dikenal aa “melinda mana seorang memandang yang lain saudara, La sosialisme. | Kita ulangi lagi bahwa semau pat dilangsungkan oleh karena Cel kia mempunyai Pemerintah Rakyat, oleh. rena Pemerintah T'yekoslovakia yalah Ne g Demokrasi Rakyat' yang menentukan ja apa yang harus ditempuh, politik mana 2 harus dipakai semua binih-binih yng mengha kemajuan ra'yat, seperti feodalisme, F. “& taltne. dapat dibasmi sama sekali, sedang: « kan adat-istiadat kuno dapat dibebaskan dari bahan-bahan yang menentang kemajuan masyarakat. Persamaan hak tidak beras jika syarat-syarat seperti tertulis diatas tidak pat dipenuhi. Dengan perkataan lain hanya data negara Demokrasi Rakyatlah kaum wanita mendapat hak dan karna yang betul? sama dengan kaum laki-laki. Buat rakyat Cekoslovakia sendiri, ini adalah pertama-tama kalinya rakyat memegang kekuasaan dengan rieel disana dan semua perhatian dicurahkan pada kemajuan negara dan akyat dan persaudaraan dunia. Sekian dengan pendek tentang kehirdupan kaum wanita di Cekoslovakia tentang kedudukan mereka dalam mesyarakat, tentang aktiviteit mereka. Fx Semuga kaum wanita Indonesia menda- “ai pat pelajaran-pelajaran yang baik daripada penga- “XI laman-laman mereka dan dari pengalaman-pengalaman nega- 5 ra-ra demokrasi rakyat pada umumnya. Praha 24 Desember 1950. Rusli Amran angen [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 15] === Seperti 'kebiacaan Ya pamania dibubuhi nama nya Suparto belakangaa kenal Paij ah Darmo- Bagan, din lain - lain. Mas Kasim ini adalah zontanya Kasim siapa, ja- "Sebab tidak pakai ah Gerua pindah nama. Ketias gan itu masih muda di pesantren. inya bukan Kasim, tetapi,.Chosim”. ng namanya sudah biasa lagi yaitu im” 'zonder mger. Tadi kita sebut- Kasim keiika masih muda, ini tidak hwa dia sekarang sudah tua. nya sih masih belum banyak. Terbuat pemuda joko. Tetapi terlalu uat orang yang sudah berkeluarga it orang yang sudah punya anak 3 sat. 'Umurnya baru 30 tahun. Te- Kasim Belati juga mau kawin. 2 apa saya tidak mengerti. Itu ururn dari Mas Kasim. Entah karena ah “kita tanyakan kepada dia: ' Sebab apa Mas Kasim kok belum ka- "Dia menjawab dengan ayem yang - in '-bikin:,Yaaaaaaa......... inilah aki- “piara Soal kawin saja mempexuhi masyarakat. Disatu fihak ada orang | kawin y4 sampai 5 karena kayanya uang, did Ia Tihak ada yang sampai 35 tahun belum Magis. Dilain kejadian aa ada perm anak - anak karena orang - tua yang ingin lekaslekas meringankan tanggungan- 2 inya anaknya!" Aa Mas Kasim memang orang istimawa 2 (Bajunya ketika saya Yihat didalam segala msnat dril terus. Ach dril.......Y........ “Kalau saya tanyakan kepada Mas Kasim “1. »Wah bajunya bank dril terus mene- BEMEREB W intan asam Dia hanya na Ach inilah memang baju saya, tuju - stel dan semua dril hijau, jadi kalau orang tidak mengerti dikira saya ini tidak permah ganti. Demikianlah Mas Kasim jawabnya mesti orisinil. Artinya................... mesti | “beda dengan orang lainnya. Oleh: sEupuuL. 3 Been Yeo ane eri . Dia sekarang menjadi pemimpin Rak yat, ia disalah:satu massa organisasi Organi- '.sasi apa, saya sendiri an terang. Kalau orang sepintas Jalu mau ngomong dengan ia, tentu orang itu akan heran dan menduga kalau Mas Kasim itu orang yang limpad dalam pengetahuan. Tiap -tiap ngomong perjoangan Rakyat kita yang gagal, Mas Kasim sering saya dengar mengemukakan stelling: ,,Marx berkata demikian................ (Tt Lenin ngomong begini................. 1” Stalin bicara begini..................!" Mao Tse Tung gemreneng..................! Semua disebut satu demi satu......................!, Saya sering dengan diluar Negeri begini, begitu. ketika saya tanya:,.Di Kali - angkrik. das: rah sdr itu bagaima?” Dia mena ya ngan ayem saja: .Wah itu yang saya kundang tahu, seba saya sudah lama tidak pulang!”. Kasbun adalah sahabat 2 dari Mas Kasim ini. Orangnya diam. Baik atau tidak baik atau kurang baik, tdak pernah Kasbun memberi omongan. Tetapi satu hal yang pasti Mas Kasim banyak menaruh kepercayaan kepada Mas Kasbun. Apa saja yang dialami didalam hidupnya tentu di - omongkan sama Kasbun sebab satu rumah pondokan. ' Pada satu hari Mas Kasim kita itu pulang dari kantor dan dengan bisik - bisik berbicara sama Mas Kasbun: ,Di Kasbun, wah kader wanita kita itu SYM La unneenaasan!” Barangkali kalau saya bersikap tegas beres deh.....i... tentu kena buat kawan,.perjoangan kita!” dia ngomong dengan muka” yang sungguhsungguh. Habis memang anaknya bersikap ramah, kau mesti ati- ati sebab..een meisye is een arote baby................!" sahut Kasbun dergan tenang. ,Aakh itw kan menurut'tulisan-nya Bung Karno di bukunya,,Sarinah” dia tidak ngomong lain kecuali itu" jawab Kasim. ..Habis kapan bung Karno memang tidak menulis buku lain-nya selain Sarinah........ Kasbun mulai heran, pada saat itu dia setiap saat ceritera atau jagongan sama teman-nya, Mas Kasim tentu ngomongkan,-kader wanita kita. 11 [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 16] === NN an TN KN Te Na "RAI “ [Unreadable] Pa aa Kenban Pola daan jatuh cinta. Sebab it usudah bukan yang GM tnya KAN an Tabanan as dia '. » Sa tantan Kis | emb 2 ht tri bahaon Inggela kiss..... 1 iknya 'hitam manis, pakaian-nya in juga Ka tetapi justru ini yang napas-nya m Mas Kasim a kalinya. Bahkan sudah “berkali - kali. Dulu, dia . “pernah jatuh cinta juga kepada seorang kampung Painem nama nya. Katanya .beres". Katanya,,Kena kita" dan lain? ) Tetapi ketika surat lamaran dimajukan, ternyata membikin Mas Kasim katasnla melarmingkus lagi. Dan itu sudah tidak pertama kali saja. Sudah berkali -kali kejadian. Kasbun i tidak mengerti mengapa,,kawan kita” itu itu mudah menganggap setiap wanita mudah jatuh ditangan-nya. akan khas Last Diwaktu sore sesudah matahari terbenam, Kasbun sekedar untuk iseng-iseng datang kerumahnya Kismi. Wanita itu sedang duduk diserambi muka. Seperti kebiasaan waniita - wanita lain - nya kalau mereka memakai blus putih, roknya biru dan sabuknya merah. Mereka melihat kedepan dan dari jauh kelihatan Kasbun memasuki halaman. ,O Bung Kasbun?' tanya Kismi. Biasa dari rumah saja”. Saut Kasbun. Setelah bercakap - cakap beberapa waktu lamanya ta' lupa mereka menyinggung Mas Kasim. Kasbun menanyakan keadaan yang sebenarnya. perasaan hati Mas Kasim. Dengan tercengang tetapi acuh ta' acuh Kismi menjawab:.,Ach, saya tidak mempunyai fikiran apa - apa, dia saya pandang sebagai bapak saya biasa saja didalam pergerakan ing 1”. Kedua - duanya diam sebentar, tiba - tiba Kismi bersuara:,,Jangan ngrasani Bung Kasim hlooo &€e kok jebul panjang umur, dirasani orangnya datang '" Mas Kasim diam saja hanya ketawa! Meskipun ketawanya dibikin - bikin. Ketiga orang ni bercakap -cakap, berhadapan muka secara segi tiga. Kembali Mas Kasim ceritera. dan ngomongkan theori tinggi. Dan kembali dia ta jemu - jemu memberi vonnis. Itu opportunis kanan. Itu opportunis kiri. Itu linksradikahis. Ia Social demokraat. Kalau Karso itu Trotki - is. Sebaliknya Marmo itu moderaat. Kismi yang hanya melihat dan mendengar saja bertanya: ,Hla kalau Misto itu gimana? 12 kai Se ba $ t Baba sih: . Seleb da Ml 4 Tg PA » $ - 1 cakap bei an Kn Da " Dear ar. ii: $, N ntu abora pan e Nag ga page ng ina main Mona, wah.-meja mana Va Yi ba mer c,. sampai dimana Kismi ai h perhi pada dirinya. Ketua diean! hkan. Hn aa pura,- f api Mas asim sedikit rada kol karena Kismi dan di a kah lagi kakinya disengg nik karikabe Toman biar ar makin £: dika kinya Kismi. - 8. Tetapi apa boleh buat, cmn dng lum nampak ada. Hatinya mulai jen Mas Kasim yang sengaja dari rumi pakai sepatu dan hara serandal: lepaskan srandalnya. | Tujuan-nya supaya ada Ln kaki sama kaki. Fikiran Mas Kasim hanya kulit sama ikulit yang s€nggolan” | Dan Mas Kasim mulai tidak enak t ketika merasa bahwa kulit - kaki yang, senggol itu kasar sekali. Kemudian | Kasim cari akal untuk mengontrol tis nya. Rokoknya pura -pura dijatubkan & meja. Dan ketika diambil. dibav sambil melihat kaki..............ii. 8 an 9 kagetnya Iketika dilihat bahwa yang. gol-gol tadi kakinya Kasbun. Dalam hatinya tentu berkata: —,, kanya kasar, emangnya kaki Kasbun diken". Perasaan makin tidak bisa &d itahe af dan Kasim minta diri, untuk pulang leo dahulu. Bung Kasbun, kena apa Pak Kasim itu: 1 mudah diatuh cinta kepada Gadis?" |Dan: mengapa mudah gagal dan kecewa?" Kasbun menjawab: “Rai -rupanya Kasim ini mempunyai logat yang tersendiri. Fikiran-nya mempunyai logika yang tersendiri untuk memuaskan hatinya. Buat dia ka-" “ Vas ey Pa P3: 4 na 4. R “ aa Pn Re A4 ut £ “ 4 u 2 LA 2 Pa ' F 8 2 a aa. Pa Kata 8 - sy P2 P. te” Pa ii NN ee ina NAN lau ada wanita yang berkapsel artinya: saya “ip bersedia. LN Kalau ada wanita berkelabang dua ke- 3 belakang artinya: saya cinta kepadamu. 3 Kalau ada wanita dikelabang dua kemuka: saya sangat cinta kepadamu. t. Jadi dengan demikian menurut Mas Tik Kasim setiap wanita yang punya rambut cin- 4 ta sama dia. Kismi tersenyum dan heran, dan saya juga heran. Dan setiap orang heran. Yang tidak heran hanya Mas Kasim senan SANA DPK pa TAP ran PA! P [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 17] === bt ET MEN ag en aa 2 fe NA n Ga | an EA Tr: F, - P. eg eri-eri [Unreadable] | jajahan lainya. Ne Ui TA “ Oleh: Pham Guang Boi. RARYAT VIET NAM: ) ' 'Viet Nam bukanlah memulai perjuangannya yang harus ' mempersiapkan ngkap terlebih dulu. Hanya mere ka mulai dengan semangat yang kuat dan cita-cita “untuk Kemerdekaan seluruh Rakyat — meneruskan perjuangan bersama-bersama ng anti Imperialis dengan tidak pandang golongan dan Partiy. Sampai tahun ' mlailah mereka kuat. Dari tahun 1947 itu sampai tahun 1949 mereka telah mempuyata lengkap (berat dan ringan) yang mereka perdapat dari musuh, yg kembali egunakan untuk menghantam musuh (menghancurkan) batalyon tentara Impe- (Perancis) serta begundal2nya. Sampai sekarang telah bisa melawan sepuluh atau s dari batalyon tentara Imperialis sampai musuh lari kucar kacir. ANA KEADAAN BAO-DAI? “tidak memihak kepada rakyat, ik kepada Imperialis (Perancis). alu menentang (menghancurkan) gan Rakyat. Untuk ini dia menerima senjata dari Imperialis (Perancis- ). pun diuga menerima bantuan ten p“Imperialis. Dia selalu melakukan keken-keken terhadap Rakyat yang Anti-Imperimuda, Wanita dan anak-anak dianiaya “kejam sekali. engan perjuangan Bao-Dai ini bisakah "Viet Nam Merdeka? Tentu saja titra NPERENSI 3 NEGARA DI MALAYA: Dengan adanya Konperensi 3 Negara di alaya (Inggeris-Perancis-Amerika) yang lah mengambil putusan bhw mereka Anti ada Kemerdekaan Rakyat di Asia ini, embawa perobahan besar kepada Rakyat 53 Viet-Nam yang Anti Imperialis. “perialis sudah menjadi soal yang kecil. Wa- Ian Negara Viet-Nam satu Negara yang “masih muda, dengan tenaga yang ada atau "8 sekarang telah kuat itu, bisa berjuang ber- | "Sama-sama dalam Front Anti Imperialis me- “ “nentang musuh. Dan kalau Imperialis Ame- “rika dengan resmi campur tangan terhadap “perjuangan Rakyat Viet-Nam mereka bisa angkat senjata menentang usaha-usaha " (serangan) dari tentara 'Imperialis Amerika itu. "1. Untuk menyambut hasil-hasil dari Konpe- (G rensi 3 Negara di Malaya itu, Rakyat Viet- "Nam tidak ragu-ragu lagi dan siap-sedia un- “tuk melawannya. Pertama kali (Rakyat ViettNam telah berhasil dalam pertempuran di Kota Ninn- Binn dan Phn-ly menghancurkan pertahanan (perlawanan) dan penyerangan dari tentara Bao-Dai serta Perancis yang mempunyai senjata iengkap dan tentara yang kuat, yang terdiri dari tentara darat, laut dan udara. Pertempuran hanya berlaku selama 4 hari (dari tgl 28 sampai tgl 31 Mei 1951) dengan hebatnya, sehingga mereka lari kucar kacir. Dalam pertempuran itu tentara Imperialis Perancis telah mati sebanyak 950 orang tertangkap 425 orang. belum lagi dihitung yang lari dalam pertempuran, yang sekarang sedang dicari-cari. Bantuan yang didatangkan oleh 'Perancis dapat juga dipukul mundur sampai mereka lari kucar kacir. Pun juga dalam pertempuran ini tentara Viet-Nam banyak mendapat senjatasenjata (berat dan ringan). Salah satunya juga dapat menghancurkan 1 buah kapal perang kecil nama L.C.I., 2 buah motor boot disungai Day, yang dibawa oleh tentara bantuan Perancis. Didalam sekian banyak yang tewas itu juga kedapatan seorang Letnan. Inama Bernard De Latre De Tassigny anak dari Jendral De Latre De Tassigny. Yang juga dia ikut hadir dalam Konperensi 3 Negara di Malaya itu. Dengan kemenangan itu Rakyat Viet-Nam tidak merasa bangga. Kemenangan pertempuran di Ninh-Binh itu, ialah: 1. Kemenangan dari sambutan Konperensi 3 Negara di Malaya itu. 2. Kemenangan yang terbesar dari pertempuran yang dilakukan didaerah, dataran rendah. Kalau dulu tentara Perancis bilang, bahwa tentara Rakyat Viet-Nam bisa bertem- 13 [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 18] === OI Y es PA # xU TT T NIM Aa GD PG yi MAKA # ae Verte “3 7 ea Maka aa ag [Unreadable] [Unreadable] 7: 3. 7 "ska | va & th ag »,: | Kasi 1 ye 3g V TA 1 daa 1 6 7" pu 4 " a ere at a 8 DIMANA? DAERAH VIET NAM TER. Dahan sa dota Noh terjadi [Unreadable] ADI PERTEMPURA Preteen, te juga dimana ada “tara Imperialis Toa terjadi perla- .wanan yang hebat dari Rakyat. ' \ Di Viet-Nam Selatan juga banyak sekali pertempuran. Beribu-ribu tentara Perancis a memasuki benteng Pong Thap Muoi (Mambo) seperti Suliki di Sum. Tengah (Indonesia). tetapi mereka terpaksa mundur dengan kocar-kacir. Di Viet-Nam Tengah juga mereka coba menggempur be- Sar2an, tetapi tak dapat hasil apa-apa. SULIDERNYA TENTARA RAKYAT VIET NAM: Bulan 5, tahun 1951, tentara rakyat Viet Nam sudah menembak jatuh 5 buah kapal udara Perancis, dan 1 buah hanya terkena saja, dan lari dengan kerusakan kepangikalannya. Dalam kapal Udara yang jatuh itu dapat ditangkap seorang juru terbang di Cho-Ben tgl. 20-5-51, namanya ialah Henri serrando. Juru terbang yang tertangkap itu tidak dibunuh, hanya dipelihara baik-baik, sebab rakyat Viet Nam hanya bermusuh dengan Imperialist, bukan dengan rakyat di seluruh Dunia. | Tanggal 22-5-51 dia dapat berkirim surat kepada familinya di Algor (Afrika Utara). Dalam surat itu dia sebutkan,,Saya luka hanya sedikit, Rakyat (tentara) Viet Nam adalah menjaga saya dengan baik, saya adalah senang-senang saja. Tidak sebagai siarannya tentara Perancis yang mengatakan saya telah mati. Dan saya sedikit hari lagi, dgn. seizin Jenderal Vo Nguyen Giap (jenderal dari tertara Rakyat Vict-Nam) saya dapat pulang kembali ke Kampung. EKONOMI 'VIET NAM WAKTU SE. KARANG: Didalam melancarkan hebatnya menentang usaha-usaha Imperialis (Perancis) serta begundal2nya. rakyat Viet- Nam terus membangun dengan hebatnya: a. Pertanian Rakyat: Didalam melancarkan Pertanian rakyat diberi pendidikan dgn. pertanian yang modern, diatur dgn cara-cara yang lebih maju. dan memberi hasil yang sangat memuaskan. b. Pendidikan rakyat: Kalau dulu Rakyat Viet Nam 95% buta huruf, sekarang 984 14 perjuangan dgn ' senapan mesin dil. Untuk 1 Riek 4 fe an, rakyat Vie t Seed n bantuan dani yuss. ag = ha dan usaha2nya mz fn lama + tekhniknya. Usaha-usaha rs pa di daerah-daerah pegur mereka pergunakan & lain yang aaa perdapat dar a rekapun rusaha engan giat ali: a er 4 bikinnya, maupun m mes wa ee) makin hari makin maju dengan’ Demikianlah Pemuda-pemuda, War | yat Umumnya, selayn maju k endl tempuran, mereka juga terus memi dalam segala lapangan c« ag’ ners harapkan upah Sandi), har im yang pénting hi mg. ee FSD | ae i age et ey, up untuk berjuani Pun juga dalam kesenian, mv ik dar 4 gu-gu, mereka tak berketinggalan. K Kal: ud dizaman penjajahan Peran 1 ere ka didik dan diajar hanya lagu yang eni kan (me-ninabobokkan) akyat 8 itu telah mereka hapuskan dan @ muzik atau lagu-lagu yang menimbulkan ngat perjuangan menentang castes Imperialis dalam bentuk apapun or WARTAWAN-wartawan DI VIET NAM: Wartawn-wartawn. di Viet Nam selalu b dengan giatnya. Berita-berita dari beak harian tidak ada memuat khabar-khabar k ig mengabuhi-mengabuhi mata rakyat. Hanya dia b 3 usaha selalu mengeluarkan berita-berita yg sek a) Ve dan menambah semangat rakyat dalam pet a a juangan. Dan juga dia muatkan berita-berita ~~ (cara-cara pembangunan yang memberi ae yang memuaskan. nome Pun juga wartawan-wartawan di Viet Nam ber- Re usaha menentang berita-berita bohong yg dikeluarkan didaerah pendudukan tentara Perantiis dan Bao-Dai. Usaha-usaha ini berhasil dgn. tidak lakunya lagi surat khabar Harian yang =~ dikeluarkan didaerah Pendudukan itu, was laupun Pemerintahan Bao-Dai-Perancis ituk menyokong dengan sekuat2nya. Umpama- di ee Saigon, surat khabar harian harus laku 5000 lembar, tetapi akibat dari usaha-usaha Warta- ~~ wan-wan yang membuka kedok mereka sehingga Rakyat mengerti maka hanya laku 2000 lembar 1 hari. Hal ini sangat membawa kemunduran mereka dalam berita, sehingga men... datangkan percekcokan antara mereka, ‘dan ae ae re Ki oka 3 ana Pu Pr ah > === [PDF page 19] === . jugalah a a di lok yan anyalah k mpung-mpung da.k ota uany. P d tgl. 28-12-'48 ter air Be anda ro. Cuk anyak u Kompie dia mendapa p r "' na yang b / tenta cf a muda Suka ela yang - jataka bambu run ying dan p · a a juga enjata bera.da ringan. semuanya tentara Belanda itu dapat dihancur,- kan dan senjatanya dapat diambi semuanya. Sebentar e udah itu datanglah bantuan em-Pro da i p ·ha mereka, clan mereka ketemukan · D n ·a ka an2nya udah te a dan tidak bersen- · n2 da ya lagi. Semua tentara dan pemu a ukaman ela udah m ndur eratu. Karena Tentara Belanda y-ang membantu d. t· ak mendapa perlawanan · lagi, dia ~<.a:h mulai mengganas dan membakar ruma. 2 rakya dan mengamhi:l harta benda -rak.- n ayatnya yang banyak tadi dibawa.. [Unreadable] n a a Harimau Kuranji dan 'P emu- _. a e a er ambah meluap-meluap untuk berg na mempertahank a tanah airnya.IUl.-~·a~ b ·ar d·· a raganya melayang tida a ya a al done ia tetap merdea a ad ·. De la sejarah ringkas dari per--. T yupa Kabupa '"en Solok dan · a a... ·,, am sangat bergem-- a an at hargakan semanga em da-da l done ·a herjuang e en ngan anah Airn ·a In- === [PDF page 20] === ». Hari 17 da 1951 y.a.d. adalah Hari Nasional bagi seluruh ea sa Indonesia. “Hari istimewa itu tidak sala a akan kita ra-. yakam, oleh karena kita sudah lazim merayakannya dan tidak saja oleh karena kita hendak ea baukar tradisi belaka. Akan tetapi dim. memperingati Hari 17 Agustus '51 i Hari Perjuangan Nasional, kita tak akan lupa memperingatkan pada seluruh Indonesia, bahwa cita -cita yang tercantum dalam hati - sanubari mereka pada tahun 1945 belum lagi tercapai. Melainkan sebaliknya. Keadaan rakyat — baik mengenai keadaan sosial maupun yang mengenai perekonomian — makin hari makin bertambah jelek. Keadaan demikian disebabkan, oleh karena dengan adanya,,kemerdekaan” dan,,kedaulatan” yang katanya sudah diberikan pada rakyat Indonesia pada tahun 1949, tidak membawa kemakmuran ' bagi rakyat jelata. Melainkan memberi kesempatan luas bagi kaum imperialis luar negeri untuk merajalela di tanah - air dan menguras tenaga rakyat secara merdeka dan berdaulat. Tidak itu saja. Kaum pekerja, kaum tani atau golongan lainnya yang berani bergerak untuk perbaikan nasib atau untuk hakhak demokrasi mereka ditindas secara kejam. Berpuluh - puluh, beratus - ratus, bahkan beribu - ribu bangsa kita telah mendapat hukuman yang buas dan kejam. Lain dari itu berjuta -juta kaum buruh lainnya sedang menderita, oleh karena hak -hak mereka telah dikurangi atau dilucuti sama sekali. Beratus - ratus bahkan beribu - ribu kaum tani telah menderita, yang disebabkan oleh karena tanah mereka dirampas oleh kaum penjajah luar negeri. Beratus - ratus kaum pelajar terlantar, berbagai - bagai pengusaha Nasional dan golongan lain - lainnya, telah mengeluh - kesah, yang semuanya disebabkan ine sistim ekonomi kolonial yang masih tetap membelunggu seluruh kepulauan tamah - air. Hal - hal ini pulalah, yang menyebabkan bahwa kita sesungguhnya merayakan Hari 17 Agustus yang: akan datang tidak sebagai tradisi belaka, bahkan sebagai Hari Perjua- 16 “rah desi Hari TA 'atas dan beribing deng ngan bo aa ngan untuk can ngan tempo eren si k nuhi kewajiban dan memenuhi c seluruh Nusa dan ah, Oleh karena itu: maka 17 A ustus yang akan datang, adalah Hari " ra Sembitng segenap kekuatan ra) on yang masih cinta akam kemerdekaan mokrasi yang sejati. Lain da i itu Nasonal yang akan datang member patan luas pada kita nita tuk: | kedok para penghasut Peran ap gundal - begundalnya yang. nyeret negara kita kearah penekan ketiga, dan yang sekarang sudah te rangan memakai bahan - bahan me donesia untuk persiapan peperangar kehendakinya. Dengan cara demikian, maka & rakyat yang salah menderita, tapi yang | mengetahui jalan untuk me D taan Fan kesukaran mereka itu, akan disedarkan secara tersusun dan teratur. Berhubung dengan hal-hal terse an Hari Nas - yang akan datang Na kita berseru pada ' seluruh rakyat Tadonesik! untuk bersg ma? merayakan Hari 17 Agustus 1951, gai Hari Perjuangan. akni Perjuangan. m sa Rakyat, kearah Negara yang benar -bes Bebas, Damai dan Sejahtera! PERHIMPUNAN INDONESIA, 7 An an aa — Ba Sa aa Naa tan Asa: PEMBETULAN: Dalam W. S. no. 13 yang baru lalu terdapat la lahan cetak dan kekurangan zet, harap dibetulkan: I. Halaman 5 dalam komentar: redaksi, ada kekurangan dalam kalimat ke 2, yang berbunyi:: h bana men enan maka kami terima dari Panitya Penga- PE at: »maka dengan ini kami muat pe- tg doman tersebut yang kami terima dari Panitya sea Pengawas Pilm” oo. 2g ( Il. Halaman 15, kalimat ke 7 dari bawah yang ber- "3 [Unreadable] Mengandung salung Pak Tani............ii.ii.iica 1 betulfiya: »Mendengung salung Pak Tami......i...o.iocooo [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 21] === Ai Olrumca harga karet, pendapatan vie ea bea bagi kas negara akan nj: Ba aan ng. Sa dalam hal diviezen igan “ini ditaksir. akan sejumlah DOO- rupiah. Demikian diterang kan. 'Kartajumena Direktur Jenderal Negara, menjawab pertanyaan-pertanyaan Anh MI: nurut Mr. Kartajumena, yang terutamkul karena turunnya harga karet larang “ini sebagai penerimaan resolusi | rae 5 Amerika oleh UN. ialah karet rak taret onderneming tidak begitu mengapukulan, karena kaum pengusaha asing ai mengirimkan atas dasar kontrak-kontrak lab ning kira-kira pebesar 156.000 ton dan ghasilkan deviezen R. 298.000.000,— yi negara: export karet rakyat ditahun itu a2 485.000 ton dengan menghasikal dezen R. 847.000.000,— Jadi ditahun 1951 duksi karet rakyat sejumlah 641.000 ton 1 nilai deviezen R. 1.145.000.000,—. “Jumlah export karet rakyat dan onderneming buat tahun 1951 ditaksir akan turun jadi 550.000. ton. Kalau harga karet dulu rata-rata R. 1,75 per kg. dengan tiada cer- “tificaat dan harga karet sekarang rata-rata turun dengan 5096, maka nilai deviezen bagi Te ko menjadi R. 0,90. Dengan demikian pendapatan deviezen x "Ah “sebesar 550.000.000xR. 0,90 — R. 495.000. UT 000, —, atau R. 650.000.000,— berkurang “1 dari pada pendapatan deviezen tahun 1950 “1 Sebesar R. 1.145.000.000,— tersebut diatas. ' Salah satu usaha yang dapat dilakukan # untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan aa karena berkurangnya pendapatan deviezen negara, yang juga akan mempunyai pengaruh atas penghidupan rakyat, disebabkan berkurangnya juga import, maka kita harus memperbesar produksi barang-barang export yang menghasilkan diviezen, seperti kopra, lada, € aa teh, minyak palm. minyak tanah dan Nek timah. Demikian Mr. Kartajumena, Ga Kerugian deviezen Negara 650 Juta Rupiah. “dari export karet tahun ini ditaksir akan ' Selanjutnya dikatakan oleh Mr. Kartajumena, bahwa terpukulnya karet rakyat sekaran gini memberi pelajaran kepada kita, bahwa dimasa harga'tinggi luar biasa, hendaknya kita mengadakan perhitungan berdasarkan harga yang biasa.. Uang yang diperoleh berkelebihan, karena harga yang luar biasa itu akan dapat diguna kan untuk mendatangkan barang-barang modal guna pembangunan industri. Bilamana datang waktunya, waktu yang melindungi nasib umat manusia? [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 22] === Saudara-saudara yang terhormat! Apa Kap po kita masuk dalam salah suatu Organisasi tentu sudah di- insyafi oleh Saudara-saudara sekalian. Kami yakin bahwa Saudara-saudara tak begitu saj ya masuk organisasi kita, tetapi karena tau Betul apa azas dan tujuan Organisasi kita. Menurut kenyataan dan memang seharusnya, Organisasi kita termasuk organisasi magsa yang biasa.” Artinya tidak pilih - pilih Tana siapa yang dapat masuk, dan sapa? g tidak boleh masuk menjadi anggauta ka Pokok tiap - tiap wanita yang menyetu - jui akan azas dan tujuan Organisasi kita. diberi kesempatan seluas - luasnya untuk memasuki Organisasi-organisasi kita. Tetapi, kita harus ingat. Janganlah kita sampai lupa, bagaimana seharusnya sesuatu organisasi itu diatur. Dan apa kuwajiban dan haknya sebagai anggauta. Hingga sekarang, yang kita ketahui, dimana - mana, wanita- wanita yang aktief itu terus diserahi pekerjaan yang sebanyak-banyaknya. Dan kebiasaamnya juga hanya terdapat dikalangan pengurus dan sementara anggauta?nya. Apakah ini juga yang dinamakan sudah betul? Belum...............!! Pengurus itu selain harus memimpin organisasi dan jalannya, juga bertindak kelvar. Tetapi bukan maksudnya bertindak itu mengerjakan sendiri, tidak. Misalnya demikian. Pada tiap-tiap perayaan yang umum. tiap -tiap Organisasi diminta duduk dalam panitya. itu wakil dari sem uaOrganisasi, maka sering-sering juga ketuanya atau anggauta pengurus lainnya. Dan menjadi kebiasaan pula, siapa yang sanggup dan mau bekerja itulah selalu yang mengerjakan. Pada hal menurut teori, semestinya kita mengadakan kaders atau kernleden yang sebanyak - banyaknya. Maksudnya dalam organisasi kita itu, bukan hanya bekerja atas perintah pe mimpinnya, tetapi bekerjanya karena telah insyaf apa yang dikerjakannya. Hal ini tentunya tidak hanya serjari di satu dua tempat saja, tetapi dibeberapa tempat demikianlah keadaannya. Kalau hal ini telah di- insyafi oleh anggauta-anggauta sekalian pengurus terutama, maka alangkah baiknya ka lau mulai sekarang kita mulai dengan lang kah -langkah dan cara-cara bekerja yang baru Sebagai contoh demikian. Pala salah suatu tempat kita mendiri kan ranting dengan 25 anggauta dimana an Karena kebiasaannya yang duduk. arina 5 sebagai Pen auangN “Ki ban para pengurus ini harus difahami: b oleh para pengurus tadi. Apakah sebetulnya kewajibannya Saudara?? - Bukan kewadi ban suatu pengurus itu untuk memeri para anggauta, bukan#fhtuk meminta 5 dari para anggauta, tetapi para Tn berkewajiban untuk memberikan pimpinan yang nyata kepada para anggauta?nya, Pe-' ngurus harus tau betul cara mengemudikan: organisasi. Harus tau betul apa azas dan e tujuan organisasi.: apa yang dijalankan oleh pusatnya. Harus selalu mengikuti suara - suara SANG organisasinya, paling sedikit Mean: gaan kita sendiri. Selain itu semua, kita ha-' rus memberikan kesempatan untuk memberi-. $ kan kemajuan kepada para anggauta.. Mu ae 2 salnya, anggauta kita yang buta - huruf hagus “ kita didik sehingga dapat membaca dan menulis. Yang telah dapat membaca kita: bera RI kesempatan untuk membaca orgaan kita. Selain itu pula kursus - kursus harus kita'adakan, misalnya penjelasan-penjelasan tentang azas dan.: tujuan orgariisasi kita. 'Langkah - langkah dan usaha-usaha untuk mencapai cita - cita' dan maksud Organisasi.: Kita sering - sering mendengar, bahwa. anggauta GERWIS itu tidak perlu belajar menjait, tidak perlu belajar memasak. Hal - “: ini kita tak dapat menerima pendapat yang — demikian in. 'Coba kita renungkan. Kalau kita selidiki betul - betul, maka anggauta- - anggauta kita kebanyakan terdiri dari wamita - wanita yang tidak mampu. Dengan kenyataan yang demikian ini, yang telah menunjukkan bahwa anggauta GERWIS kebanyakan tidak hanya miskin dalam lahir, tetapi juga miskin dalam pengetahuan, maka terutama para pemimpinnya harus dengan tangkas memberikan tuntunan kearah pengertian yang cukup, untuk mengisi jiwa yang kurang tadi. Karena kita tak dapat hanya mempunyai kecakapan dalam batin. maka perlu pula kita memberikan jalan untuk wanita, terutama anggauta GER- WIS, sehingga mereka itu akan kaya dalam soal kecakapan. Antara lain soal kerumahtanggaan, terhitung memasak dan menjait. Wanita yang maju sekali, tak akan terluput dari pekerjaan dan kewajiban ke-Ibuan. Jadi kalau kepandaian soal menjait itu dianggap tidak perlu, pada waktu ini belum saatnya. Begitulah pula akan janggal kalau wanita - wanita anggauta GERWIS itu tak dapat memasak saja, [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 23] === Kalau kita nanti telah hidu;p dalam ma y - R/1 A R AN/ I: kat yang baru, maka mungkin kita dapa KONFERE I C BA ' YO ~ngh·i 1langk n c r ~ d n o 12 yan9 tlidak e.I u. M.i t ) n y k Y. u n n i e g l u tu d t n ·l 1 5-7 - l 5 l, t y b lam.m·a y r k t Indon i tel ·h di tur d - Y y ik r· d 1k rn k n [Unreadable] i d I ·m l menj it. m k cukupl h ki- R nt·i·n g- r n ti n. n y d mbil d ri t ko-ko y ng dike jak n leh y ·ti· ·dr-dr kita yang tida·k mempuny i kec k p n Kr t 1. in el in men j a it. Te t pi e k r n g, p -. ah ·golong n kita wanita y ng tidak m mpu g e., t i h · r.d y 1 kar n. tel h ·clap t menja] nkan 1ang d n •t ng n Sebaliknya, kalau kit memperh tik n ke - P ku la.m n. u rang an 2 d a r i an g g au ta 2 kit a, k an be r a r - D nurejan ti be ar bagi ma yarakat kita. Anggauta-anggauta ki- 0 Kota ed ·a dapat bekerd·y·a deng·an keca.kapannya. en- P rsi ·pan rantin a.d a 3 ya lah: d iri. Mereka akan belajar untuk berdiri _en- Wirobr aija n [Unreadable] __ eorang a tau. e uatu u. aha. Kalau kit a ha- Pang-ga ng. n.ya m·endid·ik pada pemudi untuk dapat me- Oyumlah ang·gauta ada 362. n geti~. maka pemudi taei tak a kan dapat hi- Kon.ferens i inii teruta1na u n tuk 1nendengar d uQ ·kalau tidak berdekatan dengan ka ntor. Yaporan-la:poran pekerjaan. dan mengam:biY rtinya kepandaiann ya tida k berarti. Tetapi keput·u• an an:tara lain nlelak. ainaka·n pr.:)- ~ a] au k e pa 1. d a i an:! y a ng s el a lu be r h u bu n-g an g-ram bekerja da lam 2 bulan da,n menggan- · en g an k e v. a n it a a n, ma k a ta k a k a n s i a ti penguru: bar.u yang terdiri dari: Tetapi sdr-sdr haru ingat. setela h kita.mem- \~lk. Ketu a Ny. Oyokosuyon o erhatikan soa12 yang demikian ini, kita tak Penu.lis I: Rusmiyati oleh ]upa, bahwa usaha ini han ya suatu., I I: Sri H aryati u saha yang tambal s ulam. Perjoangan yang Bendah a ri I: Ny. Brotosuv.·arno po kok ·haru s kita usahakan pula. Semua,. I I: N y. Sa li yo usaha tak dapat ki.ta kerjakan dengan se- Adapun pembantu - pemban.tunya yalah: ka ligus. tetapi dengan bertingkat-bertingkat. K alau Seer. Bag. Org: Rukin.ah ter.ang anggauta-anggauta kita belum ·faham be tul.. Pendi 1 d1i~kan / Pe n: Su.jinah r:: pa usaha clan azas tujuan Ge s v.:is. ini ha - Sos ial /Econom·ie: N y. Kri ssub anu r us kita tanam sedalam2nya. sehingga nanti., Ba9. U sa ha: Ny. H endroyU\\'On o. ten tu aka n tau mbuh sendi ri. ·D jadi merek a i tu in syaf be tu I mend jadi a ngg a uta Ger"'· is. RESOLUSL Kalau tidak. pada sesuatu saat. diman a Ger- Rapat K a um l b u Indonesi a di kotct [)en H aag p.. - ".,v is n1 em bu tu h ka n b a n tu a n d a r i a n g g a u ta. d<l tan~lg.al 28 D JUNI 1951. ma k a akan bang~akah kita karena anggau- Set elah rncndcng.ark an ur«lian N y. unir o tent cc~ -} ta 2 kita b ergerak karen a s ada r betul-betul. Bu - kl'k eja.man~ yang diY.aku:kan d~ ·~h tenta rd Am erirka di-. " an ber gerak kare na instru ksi Tetap i pada ha v...·<:h.panji Pe rscrik a tan l3ctngs <1:! terhadap pen c.i 1- 1 : uatu saat dimana merek a jauh dari pim- dnk- preman di K ~:)!Ttt. pi nannya, kar ena ke sa dara n itu. n1ereka da- Memutu skan: p ·a t · be rt i n d a k sen di r i. Ll nt uk bers.e·ru k~p ada pt.' lllt.'ri n tah R epu bli·k ln do- Jadi teranglah s dr-dr ~ Pengurus tak holeh ns i<.Y m<lnyokon.g usu! - usul perdamci ian \l.·akiY S o,·y e-rting g a I diam. d a n ta k hole h ha n y a ~ c 1a Iu lln i untuk menyek. <-tiik1an peperang<n1 dt K orc<L m cm per gun aka n ''·akt u u n t u k be kc rd y a. K i - U ntt: k!llC' nl' 1'}1&k an re so Lusi kr padd pc rs. ta haru s bekerja sambil be1ad yar. K ita ha- Den H a<t~. 2~ f)YLY NI 195 t. rus helajar clan bekerja. M em.ber i tuntu- :na n den g a 11 te ra t u r k e pad <1 a n g g au ta 2, s e - hi ngg a diken1udia n· ha ri tin g1ka t pengetahua n hatikan kebutuhan dan kekurangan yang ada an ggauta-ggauta kita tak jauh dengan par<1 pc- pada anggauta. O rganisasi yang tak mengemi n1pinnya. Ke adaan yang d ·e mikian ini akan tahui akan kebutu·ha n anggauta. ta k a kan.r ncmperm u·d ah jalan nya pekerd yaa n k ita. b.erarti dalam hidupny a. elain itu, karena. si:fa·tnya Ge r wis itu mas- De mikianyah pendapat · ka n1i. n1ttdah2a n!-~ 2 organisasi \Vanita. maka harus n1emper - da pat bergu na bag i sdr 2 sekal ia n. === [PDF page 24] === TO Ma Re A ts a Bap ct an 4 ce aed : a » Pa og RAP aa TA 31 “ eer. |, ey Sy aie Tae AN eee 4, tr r EA Pe ae | “ By, Fa t 2 7 a & a hee i. Sa NP as 9 5 1 APA ea rn) ie DN 9p TN An : 3 P3 3 ME NP ” r h ah tar 1 Yi y i Li Int Aa, ai bi Ce re Ke, aw. | . ee Bt a t Ti a £, a Cae is P PA 22 2 x Sad mt 4 ind ih es ae Ce) Be Dip § ST ee ee ee Eibokai 2 ae 1 ie Sa Ri : sy es perintah petetapi bekerjanya karena telah “ineyat apa yang dikerjakannya. Hel ini t tidak hanya serjari di- “satu dua tempat saja, tetapi dibeberapa tempat demikianlah keadaannya. Kalau hal ini telah di - insyafi oleh anggauta-anggauta sekalian pemyurus terutama, maka alangkah baiknya kalu mulai s kita mulai dengan langkah - langkah dan cara-cara bekerja yang baru. Sebagai contoh demikian, Dalam salah suatu tempat kita mendiri- | kan ranting dengam 25 anggauta, dimana an- 18 pera fasa sabuk wanita, terutama - - WIS, sehingga mereka iw akan 8 a = a PAN soal kecakapan. Antara kari & begal: tanggaam, terhitung memasak dan aa Wanita yang maju sekali, tak ca i dari pekerjaan dan kewajibgg ke- Jadi kalau kepandaian soal: yai Ha anggap tidak perlu, pada wakeu ini | saatnga. Begitulah pula akan jar ak: lau wanita: wanita anggauta GERW IS tak dapat memasak. === [PDF page 25] === e ya 'kata nanti seg la sesuatu am arakat kesia te eailatiar dean ber F maka MABA an wanita tak panat 1 soal menjait, maka cukuplah kia ambil dari toko-toko yang dikerjakan oleh kita yang tidak mempunyai kecakapan i se n menjaitm Tetapi sekarang, apa- “golongan kita wanita yang tidak mampu Arang, lah dapat menjalankan yang elum dapat. kian ini, | | dari Nisan kita, Pata Har. Yen:masyarakat kita. Anggauta-anggauta ki- 'ta dapat bekerja dengan kecakapannya sen- Fi. Mereka akan belajar untuk berdiri sen- #tidak hanya mengandarkan kepada salah seorang atau sesuatu usaha. Kalau kita. hanya x ndidik pada pemudi untuk dapat me- IK, maka pemudi tadi tak akan da hi- 2 lau tidak berdekatan dengan kantor. nya kepandaiannya tidak blsarti Tetapi au kepardaian-kepardaian yang selalu berhubungan kewanitaan, maka tak akan sia Abaya sdr-sdr harus ingat, setelah kita mem- "perhatikan soal-soal yang demikian ini, kita tak boleh lupa, bahwa usaha ini hanya suatu yang tambal sulam. Perjoangan yang Beko harus kita usahakan pula. Semua Pa asaha-tak. dapat kita Mesitakka dengan se- 4 kaligus, tetapi dengan bertingkat-bertingkat. Kalau rang anggauta-anggauta kita batam faham betul usaha-dan-azas tujuan Geswis, ini has kita tanam: sedalam2nya, sehingga nanti ntu akan taumbuh sendiri. Jadi mereka itu irisyaf, betul' menjadi anggauta Gerwis. lau tidak, pada sesuatu saat, dimana Ger- “wis membutuhkan bantuan dari anggauta, '— amaka akan banggakah kita karena anggau- “| ta-ta kita bergerak karena sadar betul-betul. Bu- | ikan bergerak karena instruksi Tetapi pada suatu saat dimana mereka jauh dari pim- Ppinannya, karena kesadaran itu, mereka dapat bertindak sendiri. Jadi teranglah sdr-sdr! Pengurus tak boleh tinggal diam, dan tak boleh hanya selalu mempergunakan waktu untuk bekerja. Kita harus bekerja sambil belajar. Kita hayus belajar dan bekerja. Memberi tuntunan dengan teratur kepada anggauta-anggauta, sehingga dikemudian hari tingkat pengetahuan anggauta-anggauta kita tak jauh dengan para pemmimpinnya. Keadaan yang demikian ini akan mempermudah jalannyan pekerjaan kita. Selain itu, karena sifatnya Gerwis itu mass-mass organisasi wanita, maka harus memperada " | Pada tangoni, Is za9si cabang Yogyakarta mengadakan konferensi aa wakil - wakil seluruh ranting - PANEN, Ranting-rantingnya ada 9, yalah: Jetis Kraton Sewon Y Ngestiharjo Gedongtengen Mantrijeron Pakualaman, Danurejan Kota Gede Persiapan ranting ada 3 yalak: Wirobrajan Pandak Panggan Jumlah angkut ada 362. Konferensi ini terutama untuk mende laporan-laporan pekerjaan, dan meng keputusan antara lain melaksanakan:program bekerja dalam 2 bulan dam-mengganti pengurus baru yang terdiri dari: Ketua: Siti Kadarsih Whk. Ketua: Ny., Jokosuyono Penulis I: Rusmiyati pr II: Sri Haryati Bendahari I: Ny. Brotosuwarno p IL: Ny. Saliyo Adapun pembantu - pembantunya yalah: Secr. Bag. Org: Rukinah Pendidikan / Pen: Sujinah Sosial/Economie: Ny. Krissubanu Bag. Usah4: Ny. Hendroyuwono. RESOLUSI. Rapat Kawn Ibu Indonesia di kota Den Haag pada tanggal 28 JUNI 1951. Setelah mendengarkan uraian Ny. Sunito tentang kekejaman-kekejaman? yang dilakukan dleh tentara Amerika dibawah panji Perserikatan Bangsa-bangsa terhadap penduduk: preman di Korea. Memutuskan: Untuk berseru kepada pemerintah Republik Indonsia manyokong usul - usul perdamaian wakil Sovyet- Uni untuk menyelesaikan peperangan di Korea. Untuk meneryiskan resolusi kepada pers. Den Haag, 28 JUNI 195t. hatikan kebutuhan dan kekurangan yang ada pada anggauta. Organisasi yang tak mengetahui akan kebutuhan anggauta, tak akan berarti dalam hidupnya. Demikianlah pendapat: kami, mudah2an dapat berguna bagi sdr-sdr sekalian. TE agar era 19 | Yg Tea [Unreadable] [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 26] === nag a Alamat sodphast dais MO. Pakpmingrataf 67. Telfi-. 747 Sekretariat Penerangan/Pendidikan P.B. Jangan keliru alamat, supayal GERWIS. lekas dapat diurus: Berlangganan sedikitnya 4 nomer P. B. Gerwis a, if ¥50. otal 3 "bu «Ga Pe Tarief advertenti: Sinan aes a — i; wee: 1 pagina f 250.— Kepada semua sdr* dan organisas® sf 1/2 vs f 130.— serta badan? Pemerintah, jika mengi - 4, 1/4. f — rim surat ke P. B. Gerwis, jangan di- 1/8 $$ f 140,— atamatkan ke Pakuningratan 67, sebab 1/16 f 20.— itu adalah alamat dari majallah Wa - Kontrak berdamai. nita Sedar, bukan alamat P. B. onggres GERWIS yad. = Fr Konggres Gerwis y.ad. jatuh kira-kira pada bilitedki Otetober’ 1951 di” Segala beaya konggres menjadi tanggungan sambal anggota-anggota. — AN yga ma itu, mulai sekarang, diharap cabang-cabang bersiap-siap. Vo kaga: "2 Bahan-bahan lain, yang perlu dipersiapkan, yalah pekerjaan-pekerjaan kong- ', |“ krit yang sudah dilakukan oleh masing-masing cabang, ranting-ranting. oN Segala usul-usul, baik mengenai pokok (anggaran dasar, -tetangga),:: maupun sikap serta lain-lainnya, hendaknya dfbicarakan masik-masak. lebih dahulu dengan anggota-anggota. Dengan begini, maka suara-suara | { perseorangan (diluar pengertian dan tanggung jawab anggota-anggo- = ta), bisa dihilangkan. “ aa ai MARET TE a U HARIWARTI BASA JA WA .“” SEMARANG. NE PA aan BASA. JAWA, ip — Metuné Seminggu Sepisan — & Alamat: MARGAMULYA 1: Yogyakarta. Kabeh kang kasebut nduwur iki, dipimpin sadulur BRAMONO, kasediyakake kagem waosane rakyat umum. SUMANGGA ENGGAL MUNDUT DADI LANGGANAN. - INGINKAH DAGANGAN USAHA SDR. DIKENAL DISELURUH INDONESIA? PASANGLAH ADPERTENSI di,SUARA BURUH PEGADAIAN" yang terbesar diseluruh indonesia. Oplaag 5000cx terbit tiap bulan tgl 19 25. Ongkos berdamai. Alamat: Gondomanan 33 Telp. no. 475 Jogyakarta. R. 1. Yogya. [re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces text-layer text for this page] === [PDF page 27] === [Cover/decorative page: dark, heavily stained cover with Perpustakaan Nasional watermark; no legible text] === CORRECTED KEY PASSAGES (proof-read by Claude, Oct 2026) === --- [page 2] --- [Unreadable] --- [page 4] --- HIKMAT PUASA DAN MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI Hikmah puasa dan perayaan Hari Raya Idul Fitri telah diketahui oleh khalayak ramai. Sejak zaman dahulu kala umat Tuhan selalu merayakan dan memuliakannya. Walaupun tidak semuanya turut merayakan dan menjalankan, tidak seorang pun yang tahu kesopanan akan tidak menghormati hari tersebut. Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan, sehingga sering terasa tidak berbeda dengan hari-hari raya lainnya. Lebih-lebih sesudah sebagian besar umat Islam hidup tidak begitu cukup dan banyak menderita kemiskinan dan kelaparan, sehingga terpaksa Hari Raya Idul Fitri ini tidak dapat dirayakan sebagaimana semestinya. Kalau dulu pada tiap Hari Raya Idul Fitri pemberian zakat fitrah menjadi perbuatan suci, maka pada waktu ini seolah-olah menjadi paksaan lahir dan batin bagi mereka yang menderita. Berbeda sekali dengan perayaan dahulu kala, ketika umat Islam sebagian besar masih hidup cukup, tidak serba kekurangan, dalam arti kesederhanaan. Kalau dulu orang merayakannya dengan sembah-sujud dan sebagainya, maka berhubung dengan kemajuan zaman, kemajuan teknik dan ekonomi, seolah-olah kebiasaan itu tidak berlaku lagi. Masing-masing telah hampir sama hidupnya. Tidak memandang umur dan pangkat, sebagai kebiasaan sekarang cukup dengan mengirimkan kartu "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI". Lebih hemat lagi dengan memasang advertensi saja dalam surat kabar dan harian-harian. Dengan adanya organisasi-organisasi, laki-laki maupun wanita, dipersingkatlah pula cara merayakannya, karena dengan berkumpul tadi mereka merayakan bersama-sama, sehingga selain menyingkat waktu juga menghemat biaya. Dengan sendirinya itu juga mengurangi rasa lebih kaya dan lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. Ucapan minta maaf dan memaafkan hampir tidak terdengar pada Hari Raya Idul Fitri. Mungkin karena mereka sadar bahwa ucapan minta maaf pada setiap waktu itu tidak berarti, kalau tidak diikuti dengan perbuatan, yaitu mencari jalan untuk membetulkan kesalahan tersebut. Padahal maaf-memaafkan segala kesalahan adalah suatu cara hidup bersaudara yang memungkinkan menuju masyarakat yang baru. Ini pun kalau kesalahannya disadari; kalau demikian, dengan sendirinya tidak akan diulangi lagi. Bilamana cara demikian ditingkatkan ke arah zelfcorrectie, yaitu membetulkan kesalahan-kesalahan yang telah lampau, kiranya Idul Fitri akan lebih besar manfaatnya. Dalam dalil-dalil pun hal ini telah disebutkan, tetapi karena tebalnya feodalisme, hal itu tidak dapat dijalankan. Dalam sistem feodal, raja tidak dipersalahkan. Karena itu yang selalu salah adalah rakyat. Pembesar-pembesar negeri dan mereka yang menganut paham ini tidak mau dipersalahkan, meskipun kesalahannya sebesar gajah. Mereka tidak mau dikritik; mereka merasa segala perbuatannya benar. Selama adat ini masih tebal, selama itu Demokrasi Rakyat tidak mungkin dijalankan. Perayaan Hari Raya Idul Fitri ini pun berlainan cara dan kebiasaannya di tiap daerah. Misalnya di Jawa Tengah berbeda dengan Kalimantan, Sumatra, Sunda Kecil dan lain sebagainya. Begitu pula berbeda antara kalangan feodal, borjuis kecil dan kalangan si miskin. Dalam kalangan feodal masih berlaku cara bersujud dan sembah dan sebagainya. Di kalangan borjuis ada macam-macam usaha, sehingga tampak bahwa mereka pun merayakan hari tersebut dan tahu akan peri kemanusiaan, misalnya dengan memberikan hadiah-hadiah, memberikan voorschot dan sebagainya. Tidak teringat oleh mereka bahwa pemberian demikian belum seimbang dengan keuntungan yang didapat dari kaum buruhnya. Seolah-olah mereka pun bertuhan. Di beberapa tempat Idul Fitri ini dipergunakan untuk mengambil kesempatan bersilaturahmi, maaf-memaafkan segala kesalahan lahir dan batin. Pada tiap Idul Fitri tidak dapat dilupakan ucapan: "Syukur ke hadirat Tuhan, dan minta maaf atas segala kesalahan yang telah dilakukan". Pada Hari Idul Fitri, ketika orang biasa minta maaf dan memaafkan, jarang orang sadar akan kesalahannya. Jarang orang mau mengakui di muka umum, dengan arti tidak akan mengulangi kesalahan tadi dan akan membetulkan langkahnya yang salah; itulah tabiat satria. Sebaliknya, tidak mengakui kesalahan apalagi membetulkan langkahnya berarti perbuatan yang mengkhianat. Dalam Idul Fitri ini diharapkan orang dapat menunjukkan kesalahan-kesalahan yang telah lampau dengan kesadaran, dan akan berakibat memperbaikinya. Kalau demikian, barulah ada manfaatnya. Bukan hanya untuk lamis-lamis (basa-basi) saja menjalankan dan menghormati Hari Raya Idul Fitri ini, tetapi hendaknya berupa langkah ke arah kebenaran sebagai pahlawan rakyat yang sejati. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI. [Fragment: kutipan sebuah puisi bersemangat perdamaian: "DAMAI! DAMAI! DAMAI!", Blitar, April 1951, ditandatangani SUAR.] Mengucapkan HARI RAYA IDUL FITRI 1 Syawal 1370. Redaksi dan Administrasi WANITA SEDAR: Pakuningratan 67, Yogyakarta. [Dari halaman berikutnya, naskah teks berantakan] Gerwis telah mengadakan kongres pada tahun 1950 [Unreadable], terjadi atas gabungan beberapa organisasi wanita. [Unreadable] satu tahun Gerwis berdiri. Meski demikian ada tanda-tanda bahwa Gerwis diterima oleh masyarakat, bukan saja masyarakat dalam negeri, tetapi juga masyarakat luar negeri. Cabang-cabang yang tersebar di mana-mana ada 57 buah. Hubungan dengan luar negeri, kecuali dengan W.I.D.F. [sic: WIDF], juga dengan organisasi-organisasi lain yang progresif. Meski Gerwis sudah merata dan cabangnya banyak, tidak berarti bahwa Gerwis sudah kuat. Ia ibarat bayi atau sebatang pohon kecil yang baru belajar berjalan, yang masih kerap kali [Unreadable] rencana. Hal ini dialami oleh segenap lapisan Gerwis, mulai dari ranting sampai ke pusat. Dan di antara kesukaran-kesukaran yang dialami adalah kesukaran materiil. Tetapi kita tidak perlu berkecil hati karena ini. Segala pengalaman, baik yang manis maupun yang pahit, menjadi bahan untuk memperbaiki langkah yang akan datang. Kini kami akan mengadakan kongres. Dalam kongres itu semua utusan dari cabang-cabang akan hadir. Maka dalam pertemuan yang kita adakan setahun sekali itu hendaknya kita berbicara yang riil, hal-hal yang nyata, dan terutama apa-apa yang bisa dilakukan untuk menambah kuat dan majunya Gerwis, serta untuk memberi sumbangan kepada perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya. Beberapa cabang telah mengadakan persiapan untuk kongres yang akan datang itu, antara lain mengadakan konferensi dengan ranting-ranting, membicarakan cara-cara bekerja yang praktis, dan meninjau kesukaran-kesukaran yang dihadapi serta cara mengatasinya. Pengurus cabang dengan dada terbuka menerima kritik dari ranting, akan tetapi ranting-ranting pun dapat ditegur serta diperingatkan mengenai kelalaian dalam melakukan tugas yang diberikan cabang. Dengan demikian terdapat sikap saling memelihara antara pimpinan bawah dan pimpinan atas. Segala pengalaman nyata ini nanti bisa dibawa ke kongres. Sementara itu P.B. sendiri dapat mengemukakan kesukarannya. Dalam garis besarnya hampir sama. Kesukaran materiil tentu lebih besar daripada di cabang-cabang, karena P.B. meliputi segenap cabang dan mewakili organisasi dengan dunia luar. Ini semua dalam praktiknya menghendaki biaya yang tidak sedikit. Padahal pemasukan uang dari cabang-cabang boleh dikata tidak memuaskan. Hal ini nanti dalam kongres kita bicarakan terus terang. Juga penempatan tenaga yang dibutuhkan, yang dapat bekerja secara aktif, masih sangat kurang, sehingga tidak jarang tugas dirangkap oleh satu-dua orang. Hal ini tentu tidak boleh terjadi lama-lama, sebab ini adalah salah satu sebab organisasi lambat jalannya. Maka dari itu, mulai sekarang para anggota, dalam rapat-rapat anggota di masing-masing ranting dan cabang, hendaknya turut memikirkan bagaimana melancarkan organisasi Gerwis serta mengisi tenaga-tenaga yang baik di P.B. Bukan saja itu; juga di masing-masing cabang perlu ditambah tenaga yang cakap, militan, tak kenal payah dan bisa mengatasi rintangan serta kesukaran. Janganlah ada kejadian utusan kongres membawa suara sendiri dalam kongres, sehingga segala putusan tidak bisa dipertanggungjawabkan di muka anggota. Untuk dapat melakukan ini, mulai sekarang diharap anggota-anggota memikirkan segala sesuatu yang akan dibawa ke kongres nanti, baik mengenai usul maupun lainnya. Perlu dipikirkan bahwa harus diingat kemungkinan menjalankan usul-usul itu, dan harus pula diingat konsekuensi setiap usul. Artinya, jika memang diusulkan, harus mau menjalankan. Sekianlah. Sampai bertemu dalam kongres! [Tanda tangan/alamat:] Klitren Kidul 96, Yogyakarta. --- [page 6] --- [Ulangan hasil OCR ulang atas artikel "Hikmat Puasa dan Merayakan Hari Raya Idul Fitri" yang sama; paragraf terakhirnya:] Perayaan Hari Raya Idul Fitri ini pun berlainan cara dan kebiasaannya di tiap daerah. Misalnya di Jawa Tengah berbeda dengan Kalimantan, Sumatra, Sunda Kecil dan lain sebagainya. [...] Pada tiap Idul Fitri tidak dapat dilupakan ucapan: "Syukur ke hadirat Tuhan, dan minta maaf atas segala kesalahan yang telah dilakukan". Pada Hari Idul Fitri, ketika orang biasa minta maaf dan memaafkan, jarang orang sadar akan kesalahannya [...] hendaknya berupa langkah ke arah kebenaran sebagai pahlawan rakyat yang sejati. [Ulangan artikel kongres Gerwis (hasil OCR ulang, teks sama dengan di atas), diakhiri dengan "Sekianlah. Sampai bertemu dalam kongres!" dan alamat Klitren Kidul 96, Yogyakarta.] [Artikel berikut, sebagian awalnya hilang] ... telah terdiri dari wakil berbagai macam organisasi. Festival Pemuda dan Mahasiswa Sedunia di Berlin, yang akan berlangsung pada 5 sampai 19 Agustus 1951 ini, maka (organisasi-organisasi di Indonesia) mengirimkan utusan-utusannya. Menurut panitia, Pemerintah tidak memberikan sokongan. Pemerintah hanya memberikan hak devisen untuk 5 orang seharga f 6000,-, padahal yang berangkat menurut rencana ada 50 orang. Jadi tiap utusan hanya mempunyai hak devisen 1/10 orang. Atau dengan perkataan lain, mereka dianggap 1/10 warga negara Indonesia. Memang, menurut sukarnya serta diperlambatnya permintaan visa, dan susah payahnya panitia menyediakan ini dan itu untuk para utusan yang berangkat, dapatlah kita menyimpulkan bahwa keberangkatan mereka (warga negara Indonesia) ke Berlin Timur itu dipersukar. Sedapat mungkin jangan terlalu banyak. Sebab -- entahlah! Barangkali ini praktik politik bebas dari Pemerintah! Utusan-utusan berangkat dari Tanjung Priok ke negeri Belanda, dan dari sana dijemput oleh panitia terus ke Berlin. Tiga rombongan sudah berangkat, yaitu rombongan pertama berangkat tanggal 23-6-51 sebanyak 30 orang, rombongan kedua berangkat tanggal 2-7-51 sebanyak 7 orang, dan rombongan ketiga berangkat tanggal 8-7-51 sebanyak 6 orang. Jumlah 43 orang. Mereka semuanya naik kapal. Pemimpin delegasi berangkat tanggal 12-7-51 dengan pesawat terbang, agar tiba di sana lebih dahulu untuk mempersiapkan penjemputan para utusan dan segala sesuatunya. Kini yang sudah berangkat dari Gerwis ada 3 orang, yaitu: Sdr. Darmini (anggota P.B.), berangkat 2-7-51. Ia juga mewakili Sobsi. Sdr. Nuraini (anggota Gerwis Aceh), berangkat 8-7-51. Sdr. Sabaryati (dari Jakarta, penyair terkenal dari majalah Revolusioner), berangkat 8-7-51. Usaha mendapatkan visa bagi mereka pun tidak mudah, sehingga sampai berangkatnya pada 8-7-51 visa belum dapat dibawa, melainkan akan diberikan di Colombo nanti. Masih ada seorang calon utusan, yaitu Sdr. Maemunah dari Sumatra Tengah, yang karena sukarnya mendapat visa -- pada 7-7-51 surat-surat yang perlu belum didapat, meski sudah dengan persetujuan wakil perdana menteri -- terpaksa membatalkan keberangkatannya. Kita tahu betapa giatnya setiap hari Sdr. ini bersama panitia dan anggota P.B. mengurus izin perjalanan. Akan tetapi sampai waktunya tidak berhasil, sehingga segala persiapan, payah serta uang yang tidak sedikit terbuang begitu saja. Sdr. Maemunah kembali ke Sumatra Tengah dengan ketenangan, dan menambah pengalaman serta kesadaran tentang praktik politik bebas itu. Biaya yang ditentukan panitia untuk setiap orang f 4000,-. Jadi Gerwis mestinya harus menyetorkan uang f 12000,-. Akan tetapi Gerwis baru dapat menyetorkan sebesar f 7500,-. Dalam pertemuan persiapan yang pertama dan kedua, wakil dari P.B. Gerwis tidak dapat hadir karena anggota-anggota P.B. Gerwis yang berada di Jakarta sedang berhalangan. Pada perpisahan yang ketiga, wakil P.B. Gerwis dapat mengunjungi malam perpisahan. Selain malam gembira, pada malam itu diadakan beberapa pesan atau nasihat oleh para wakil organisasi kepada para utusan yang akan berangkat. Wakil Sobsi mengatakan: "Kita berhasrat mengirimkan wakil sebanyak-banyaknya [...] bekerja giat. Selama ini saudara-saudara kita yang bekerja di Sobsi tidak mengingat kesehatan [...] waktu, tidak mengenal [Unreadable], di antaranya yang jatuh sakit. Ini menandakan bahwa kita kekurangan tenaga. Meski demikian kita mengirimkan juga. Tentu ada sebabnya mengapa kita berangkat. [...] masih sangat kekurangan dalam mengatur perjuangan. Tandanya, revolusi [Unreadable] gagal! Kita berjuang dalam keadaan sangat kekurangan, terutama dalam hal materiil. Oleh karena itu kita berangkat ke Berlin untuk bertemu muka dengan kawan-kawan dari seluruh dunia, baik dari negeri-negeri yang sudah merdeka maupun dari negeri-negeri yang belum merdeka; baik yang rakyatnya sudah dapat menguasai pemerintahannya maupun yang rakyatnya belum dapat menguasai pemerintahannya. Kita berangkat ke sana supaya kita dapat [Unreadable] tentang keadaan di sini yang sebenarnya, dan kalau kita kembali mendapat pengalaman-pengalaman baru dari kawan-kawan lain, dan di sini supaya paling sedikit dapat menggantikan kawan-kawan Sobsi yang kini bekerja mati-matian, agar mereka dapat mengembalikan kesehatannya. Pekerjaan kita sangat berat. Di waktu rintangan perjuangan kita begini hebat, kita toh masih dapat mengirimkan 43 utusan! Para utusan kita di sana hendaklah mencari bahan keterangan mengenai: 1. Bagaimana organisasi rakyat dilakukan dalam negeri-negeri yang rakyatnya sudah menang. 2. Bagaimana organisasi rakyat dilakukan dalam negeri-negeri yang rakyatnya masih kalah. 3. Bagaimana pendapat kawan-kawan luar negeri terhadap kita. Semua ini perlu kita kumpulkan untuk menambah bahan yang berguna bagi kita, dan di mana perlu untuk memperbaiki langkah kita yang lalu yang sekiranya salah atau kurang benar." Wakil P.B. Gerwis mengatakan: "Hendaknya di sana saudara-saudara dapat melihat, mendengar, dan merasakan secara objektif. Puji apa yang perlu dipuji, dan cela apa yang perlu dicela. Segala pengalaman, baik dari kawan-kawan yang sudah mencapai kemenangan maupun yang belum, perlu diperhatikan baik-baik. Ini semua untuk menambah bahan studi kita. Dan hendaknya pula kawan-kawan yang biasa bekerja di luar, biasa meninjau ke mana-mana, nanti dapat menggantikan kawan-kawan kita yang bekerja di dalam, artinya memegang organisasi di kantor-kantor organisasi. Dengan cara begini kita mengadakan mutasi tenaga. Artinya, yang biasa di luar lantas ke dalam, yang biasa di atas lantas ke bawah, yang biasa di bawah lantas ke atas. Mereka yang duduk di Pengurus Besar, suatu ketika harus ke bawah, menjadi pengurus ranting yang terkecil. Sebaliknya, mereka yang di ranting dapat pula maju, menggantikan duduk di P.B. Dengan begini cara bekerja selalu fris, sehat, segar, baru! Sebab mereka yang terlalu lama bekerja di bawah, yaitu yang langsung berhubungan dengan rakyat, bisa menjadi reformistis (terlalu mementingkan garis kecil, melupakan garis besar, artinya prinsip), sedang mereka yang terlalu lama bekerja di atas, memegang pusat pimpinan terus-menerus, lama-lama bisa melupakan keadaan kenyataan sehari-hari yang dihadapi rakyat, karena mereka hanya mementingkan soal prinsip saja, melupakan tindakan untuk perbaikan sehari-hari. Mereka bisa seakan-akan tidak berdiri di atas tanah. Mereka hanya dapat membuat rencana yang tinggi-tinggi, tetapi tidak dapat dipraktikkan. Se-" [kalimat terpotong pada akhir halaman] [Foto/keterangan gambar: Sabaryati; Nuraini Mahmud.] --- [page 10] --- Setelah ini wakil Lekra memberikan bingkisan kepada delegasi, berupa dua peniti dari perak dan kenari, untuk disampaikan kepada Sdr. Wanda Wasilewska dan Fucikova (janda Julius Fucik), dua seniman revolusioner yang kenamaan. Wakil dari CC PKI berkata: "Saudara-saudara, Dr. Schacht, seorang kapitalis, gembong fasis yang kenamaan, yang memegang peranan penting dalam perang dunia yang lalu, akan menjadi tamu resmi Pemerintah Republik Indonesia. Kedatangan kapitalis ini akan dimintai nasihat mengenai kesulitan ekonomi dan masyarakat. Bagi kita kedatangan Dr. Schacht ini adalah satu alamat yang tidak baik. (Dr. Schacht oleh Pengadilan di Nuremberg pernah dijatuhi hukuman seumur hidup, di samping Goering dan kawan-kawannya yang dijatuhi hukuman gantung. Belakangan, oleh tentara pendudukan Amerika, Dr. Schacht dibebaskan. Jadi yang membebaskan, artinya yang menganggap dia bukan fasis itu, bukan pengadilan internasional di Nuremberg! Red.) Kini ia diminta nasihatnya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Apa artinya ini? Saudara-saudara telah dapat menduga. Mudah-mudahan, sesampai Saudara nanti di Berlin, tanah air bangsa Jerman itu, Saudara dapat menyatakan pendapat Saudara dan dapat mendengar pendapat kawan-kawan di sana tentang dia. Salah satu syarat untuk gerakan perdamaian ialah kejujuran! Maka dari itu bertindaklah jujur!" Setelah selesai, pertemuan dihentikan. Dan pagi harinya rombongan serta pengantarnya pergi ke Tanjung Priok. [Puisi bersemangat perdamaian, banyak bagian tidak terbaca:] "... pelita masa kuasamu memerah ... menunggu kau mampus berkubur hancur ... 'Perang' ganti nyanyi menyambut ajal. Raungmu 'kan lenyap dihisap dendang ... nyanyi suci mengelu fajar merah. DAMAI! DAMAI! DAMAI!" Blitar, April 1951. SUAR. [Dari halaman PDF berikutnya, artikel tentang kedudukan wanita di Cekoslowakia, penulis Rusli Amran (Praha, 24 Desember 1950); awal artikel tidak terbaca] [...] negara-negara kapitalis pun mencantumkan dalam undang-undang mereka persamaan hak ini. Negara kapitalis tetap negara kapitalis: yang memegang kekuasaan bukan rakyat, tetapi segolongan kecil kaum kapitalis dan feodal. Merekalah yang menentukan cara hidup atau warna politik negara itu. Setiap tindakan yang diambil bukan diukur dengan kemajuan rakyat terbanyak, tetapi dipandang untung-ruginya bagi segolongan kaum kapitalis tadi. Oleh karena itu setiap tindakan progresif tidak mudah diambil, sebab kelak tentu akan bertentangan dengan kaum yang memerintah. Begitu juga halnya dengan mempraktikkan persamaan hak kaum wanita dan kaum laki-laki. Dengan perkataan lain, persamaan hak ini tidak lain daripada huruf-huruf mati yang menghiasi lembaran undang-undang dasar mereka. Persamaan hak mungkinkah dijalankan, jika kebanyakan kantor dan pabrik hanya membuka pintunya pada kaum laki-laki saja? Persamaan hak tidak ada artinya jika kaum wanita masih terikat oleh dapur dan rumah tangga, sedangkan sekolah tinggi dan menengah kebanyakan dipenuhi kaum laki-laki saja. Persamaan hak tidak ada artinya jika feodalisme dan adat-istiadat kuno yang konservatif masih mempengaruhi hidup sehari-hari kaum wanita. Untuk kesekian kalinya, persamaan hak ini tidak berarti apa-apa jika segala-galanya dalam sesuatu negara, baik politik, ekonomi dan lain-lain, masih dimonopoli kaum laki-laki. Dengan perkataan lain, persamaan hak hanya bisa tercapai jika ada persamaan kesempatan penuh. Sekarang kita kembali ke Cekoslowakia. Undang-undang dasar negara Cekoslowakia menyatakan bahwa kaum wanita mempunyai hak yang sama dengan laki-laki, begitu juga kesempatan yang sama dalam demokrasi rakyat. Ini berarti bahwa Cekoslowakia adalah suatu negara rakyat yang menentukan politik negara. Oleh karena itu segala tindakan yang progresif, yang menuntut kemajuan, gampang dijalankan dan menjadi dasar penaikan derajat kaum wanita. Setiap orang yang pernah berkunjung ke negara Cekoslowakia dan memperhatikan hidup sehari-hari rakyat di sana tidak mungkin dapat memungkiri hal ini. Di sana kedudukan wanita memang belum sama betul dalam masyarakat jika dibandingkan dengan kaum laki-laki. Tetapi nyata perbedaan ini makin lama makin berkurang. Dalam waktu lima tahun saja sejak berdirinya negara demokrasi rakyat Cekoslowakia, statistik menunjukkan bahwa kenaikan persentase kaum wanita dalam produksi negara sungguh mengagumkan. Ini tidak akan mungkin terjadi dalam negara kapitalis. Menurut perkataan Dr. Cepitska (wanita), yang menjabat menteri Kehakiman pada tahun 1949: "Dalam beberapa tahun saja kita dapat mencapai sesuatu yang tidak mungkin dicapai negara kapitalis dalam puluhan tahun". Ini disebabkan karena Pemerintah Rakyat dengan segala daya upaya memajukan kaum wanita dan menjalankan segala sesuatunya untuk melepaskan kaum wanita dari ikatan yang masih mengikat mereka, supaya mereka juga menerjunkan diri dalam produksi negara. Dalam rumah tangga. Pertama-tama, kaum wanita yang mempunyai anak mendapat kesempatan untuk belajar atau bekerja. Pemerintah menyediakan gedung-gedung istimewa tempat anak-anak itu dapat dititipkan selama sang ibu berada di kantor, di sekolah dan lain-lain. Anak-anak tidak saja mendapat perawatan dokter, tetapi juga pelajaran sesuai umurnya. Semuanya ditanggung Pemerintah. Gedung seperti ini belum mencukupi kebutuhan yang sebenarnya, tetapi jumlahnya selalu diperbanyak. Urusan dapur pun tidak usah menghambat langkah kaum wanita. Di mana-mana, baik di pabrik, kantor, tambang maupun sekolah tinggi, diadakan kantin (mensa). [...] Mereka umpamanya mendirikan tempat mencuci bersama dan tempat menjahit, dan mereka memakai alat-alat modern, pesawat elektris terakhir. Pergerakan wanita mendapat sokongan dari Pemerintah. Dalam lapangan produksi. Bahwa semuanya membawa akibat besar bagi dunia wanita Cekoslowakia tidak usah dipersoalkan lagi. Jumlah mereka yang ikut dalam usaha membangun dan berproduksi kian hari kian bertambah. Lebih sedikit dari separuh penduduk Cekoslowakia terdiri dari kaum wanita. 35 persen dari mereka bekerja pada berjenis-jenis jawatan Pemerintah, sedangkan jumlah kaum wanita yang mengunjungi sekolah tinggi lebih dari 4 kali jumlah sebelum perang. Seperti kita katakan di atas, kesempatan apa saja terbuka bagi kaum wanita. Bagian yang mereka ambil dalam bermacam-macam lapangan selalu bertambah besar: dalam lapangan kepolisian, angkatan darat dan udara, pengangkutan (bus, trem, kereta api dll.), pertanian dan pertambangan, dan seterusnya. Dalam segala-galanya dasar gaji ialah: gaji sama untuk pekerjaan yang sama! Lebih dari setengah juta dari seluruh keanggotaan Serikat Sekerja terbesar dan satu-satunya di Cekoslowakia terdiri dari kaum wanita. Mereka mempunyai siaran radio istimewa untuk dunia wanita, mempunyai pergerakan yang kuat baik di kota maupun di desa-desa, dan berpuluh-puluh majalah semata-mata guna kepentingan dan kemajuan yang disebut "lemah" itu. Dalam lapangan politik dan kebudayaan. Dalam lapangan politik dan kebudayaan mereka pun tidak ketinggalan. Nama seperti Anezka Hodinova-Spurna tidak asing lagi, tidak saja di Cekoslowakia, tetapi juga di dunia luar. Wanita ini tidak saja seorang pemimpin gerakan wanita [...] wakil wanita dalam Pemerintah Cekoslowakia sekarang. Dalam lapangan kebudayaan cukup disebut nama Marie Majerova, penulis progresif yang terkenal, yang karyanya diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Ahli pahat Pesyanova pun tidak asing lagi di Cekoslowakia; hasil pekerjaannya masih dapat dilihat pada pameran yang diadakan pada waktu [Unreadable]. Nama Ludmila Pajdusakova terkenal dalam dunia astronomi; ahli binatang muda ini menemukan komet-komet baru pada tahun 1946 dan 1948. Dalam keluarga. Selain itu, kaum wanita sebagai ibu dan pengemudi rumah tangga mendapat kehormatan. Artikel 10 dari U.U.D. menyatakan bahwa dasar terkuat untuk kekuatan bangsa ialah keluarga. Oleh karena itu keluarga-keluarga besar akan mendapat perhatian istimewa dan sokongan yang cukup. Setiap tahun pada "Hari Ibu" Pemerintah memberi penghormatan dan anugerah pada ibu yang mendapat anak lebih dari sepuluh. Satu minggu dalam setahun diadakan khusus untuk "Hari Gembira bagi Anak-anak". Perkawinan dipermudah; soal keuangan tidak menjadi rintangan lagi. Setiap pemuda yang ingin kawin mendapat pinjaman dari Pemerintah untuk membeli perabot rumah tangga atau pakaian. Utang ini dibayar kembali dalam sepuluh tahun, sedangkan setiap anak yang didapat dalam perkawinan itu berarti berkurangnya utang dengan seperenam. Keluarga sebagai bagian dan mata rantai penting dalam masyarakat demokrasi rakyat tidak lagi menjadi soal "privat" begitu saja, tetapi mempunyai panggilan dan tujuan sosial masyarakat. Hidup dalam kolej. Penulis karangan ini berdiam pada suatu kolej (asrama mahasiswa) dalam bahasa Cekoslowakia, dan sekarang ia ingin menggambarkan kepada pembaca tentang kehidupan dan peran wanita dalam kolej istimewa untuk pelajar yang sudah kawin itu. Pertama sekali kita harus ingat bahwa kolej semacam ini tidak dapat kita samakan dengan internat atau tempat penginapan yang kita ketahui di Indonesia. Yang memegang kekuasaan dan mengatur jalannya kolej tersebut, dengan hal ihwal rumah tangga, maka merekalah yang mendapat suara terbanyak. Mereka mengatur kamar-kamar besar untuk keluarga yang besar pula; keluarga yang mempunyai anak kecil mendapat kamar yang cukup mendapat cahaya matahari, dan sebagainya. Mereka pula yang menetapkan suatu panitia yang umpamanya bertugas menjaga kesehatan seluruh pelajar, atau mengadakan "minggu perlombaan pembersihan kamar", ataupun menjalankan surat edaran untuk berhemat dalam pemakaian listrik dan lain-lain. Selanjutnya mereka mengatur hiburan untuk para pelajar dengan malam kesenian, pertunjukan film, atau pidato-pidato yang mendidik dan lain-lain. Di antara aktivitas mereka ke luar ialah umpamanya pembentukan rombongan pekerja sukarela (brigada). Ini dijalankan jika pemerintah meminta pertolongan rakyat atau jika suatu pabrik atau tambang kekurangan tenaga untuk memenuhi plan pada waktu yang ditetapkan. Sedang di negara-negara kapitalis bahaya krisis dan pengangguran selalu mengancam, di Cekoslowakia orang kekurangan tenaga, dan kata krisis hanya tinggal sebagai kenang-kenangan zaman yang silam. Brigada-brigada ini juga dijalankan untuk menyatakan solidaritas internasional. Beberapa contoh: brigada guna korban perang agresi Amerika di Korea, brigada penyokong dana pelajar menentang kolonialisme, dsb. Dalam lapangan politik mereka juga aktif. Mereka tidak tinggal pasif terhadap kejadian-kejadian penting, baik di Cekoslowakia sendiri maupun di dunia. Satu peristiwa ingin kami kemukakan kepada pembaca sebagai contoh: Pada suatu hari pagi-pagi betul bel listrik setiap kamar berbunyi dengan hebat. Semua tergesa-gesa turun menuju kamar tempat rapat. Ada yang datang dengan baju tidurnya, ada yang siap untuk pergi ke kantor atau sekolah, ada pula yang datang menggendong anaknya yang sedang menangis. Dalam beberapa menit saja kamar rapat menjadi penuh: pelajar dari Bulgaria, Yugoslavia, Kanada dan Polandia; pelajar yang berkedudukan penting di kantor besar Serikat Pelajar Sedunia (International Union of Students) dari Inggris, Venezuela, Hongaria dan Cekoslowakia sendiri. Selanjutnya ikut berkumpul pelajar dari Yunani, Albania, Indonesia dll. Semua datang, semua gelisah menunggu. [...] [Unreadable: pidato Presiden Truman tentang bom atom terhadap rakyat Korea; pernyataan protes yang dibacakan dan akan dikirim; ditutup dengan lagu; "paling sedikit sepuluh bahasa dari berbagai sudut dunia mengisi udara".] Sekian serba sedikit tentang kaum wanita dan kehidupan dalam suatu kolej. Sekarang, sebagai soal penghabisan, kita ambil tentang jaminan sosial. Setiap orang dijamin kesehatannya. Perawatan dokter berikut obatnya, baik di rumah maupun di rumah sakit atau sanatorium dengan tidak ada batas waktu, didapat dengan cuma-cuma. Begitu juga Pemerintah menanggung ongkos rekreasi (bersenang-senang di gunung-gunung pada musim panas dan dingin) untuk kaum pekerja dan pelajar. Kaum wanita tidak saja sebagai pekerja atau pelajar mengecap semua kesempatan ini, tetapi juga sebagai seorang istri. Undang-undang menetapkan berapa lamanya seorang perempuan hamil mendapat cuti sebelum, selama dan sesudah melahirkan anak dengan gaji penuh. Kalau rumah tangga seorang wanita berantakan karena ia berada di rumah sakit, ia berhak meminta pertolongan dari pemerintah. Jadi ia tidak usah meninggalkan rumah sakit jika belum sembuh betul hanya karena memikirkan hal ihwal rumah tangga. Tetapi ini belum semua: seorang ibu yang baru melahirkan anak berhak pula meminta pertolongan Pemerintah untuk [Unreadable]. [Unreadable] ... mendapat tempat yang dihormati ... tidak ada seorang pun yang [Unreadable]. Semuanya ini dijalankan oleh pemerintah rakyat Cekoslowakia, dan perkataan-perkataan "persamaan hak" bukan kata-kata saja. Anak-anak kecil sebagai generasi yang akan datang mendapat perhatian [Unreadable]. Mereka dididik dalam semangat cinta-menyintai sesama manusia [...] hari depan di mana kemiskinan dan kesengsaraan tidak dikenal lagi, di mana seorang memandang yang lain sebagai saudara, [yaitu] sosialisme. Kita ulangi lagi bahwa semuanya dapat dilangsungkan karena Cekoslowakia mempunyai Pemerintah Rakyat, karena Pemerintah Cekoslowakia ialah Negara Demokrasi Rakyat yang menentukan jalan apa yang harus ditempuh, politik mana yang harus dipakai; semua benih yang menghambat kemajuan rakyat, seperti feodalisme, [...] dapat dibasmi sama sekali, sedangkan adat-istiadat kuno dapat dibebaskan dari bahan-bahan yang menentang kemajuan masyarakat. Persamaan hak tidak berarti jika syarat-syarat seperti tertulis di atas tidak dapat dipenuhi. Dengan perkataan lain, hanya dalam negara Demokrasi Rakyatlah kaum wanita mendapat hak dan kewajiban yang betul-betul sama dengan kaum laki-laki. Bagi rakyat Cekoslowakia sendiri, ini adalah pertama kalinya rakyat memegang kekuasaan dengan riil di sana, dan semua perhatian dicurahkan pada kemajuan negara dan rakyat dan persaudaraan dunia. Sekian dengan pendek tentang kehidupan kaum wanita di Cekoslowakia, tentang kedudukan mereka dalam masyarakat dan tentang aktivitas mereka. Semoga kaum wanita Indonesia mendapat pelajaran yang baik dari pengalaman mereka dan dari pengalaman negara-negara demokrasi rakyat pada umumnya. Praha, 24 Desember 1950. Rusli Amran. --- [page 15] --- [Cerita pendek, awal tidak terbaca; penulis tertulis "Seupuul" (kemungkinan nama samaran)] Seperti kebiasaan [...] tokoh bernama Mas Kasim (dulu "Kosim", nama masa mudanya di pesantren) [...] umurnya baru 30 tahun, belum menikah, padahal teman-temannya sudah berkeluarga dan punya anak. Kalau ditanya mengapa belum kawin, ia menjawab dengan tenang: "Yaaa, inilah akibat persoalan kawin yang memenuhi masyarakat. Di satu pihak ada orang kawin sampai empat atau lima kali karena kayanya uang, di lain pihak ada yang sampai 35 tahun belum kawin. Di lain kejadian ada pernikahan anak-anak karena orang tua ingin lekas-lekas meringankan tanggungan anaknya!" Mas Kasim memang orang istimewa. Bajunya, ketika saya lihat, dril hijau, setelan dan semuanya dril. Katanya: "Inilah memang baju saya, jadi kalau orang tidak mengerti, dikira saya tidak pernah ganti. Mesti orisinil, artinya mesti beda dengan orang lain." Sekarang ia menjadi pemimpin rakyat di salah satu organisasi massa; organisasi apa, saya sendiri tidak jelas. Kalau orang sepintas lalu mengobrol dengannya, tentu akan heran dan menduga Mas Kasim itu orang yang luas pengetahuannya. Setiap berbicara tentang perjuangan rakyat kita yang gagal, Mas Kasim sering saya dengar mengemukakan dalil: "Marx berkata demikian ...! Lenin bilang begini ...! Stalin bicara begini ...! Mao Tse-tung begini ...!" Semua disebut satu demi satu. Ketika saya tanya: "Di Kali Angkrik, daerah Sdr. itu, bagaimana?" ia menjawab dengan tenang saja: "Wah, itu yang saya kurang tahu, sebab saya sudah lama tidak pulang!" Kasbun adalah sahabat Mas Kasim ini. Orangnya pendiam. Baik atau tidak baik atau kurang baik, tidak pernah Kasbun memberi komentar. Tetapi satu hal yang pasti, Mas Kasim banyak menaruh kepercayaan kepada Mas Kasbun. Apa saja yang dialami dalam hidupnya tentu diceritakan kepada Kasbun, sebab satu rumah pondokan. Pada suatu hari Mas Kasim pulang dari kantor dan dengan berbisik-bisik berbicara kepada Mas Kasbun: "Eh Kasbun, wah, kader wanita kita itu [Unreadable]! Barangkali kalau saya bersikap tegas, beres deh ... tentu kena buat kawan perjuangan kita!" Ia berbicara dengan muka sungguh-sungguh. Kasbun menjawab dengan tenang, dengan sisipan bahasa Belanda: "Hati-hati, sebab een meisje is een grote baby ...!" "Ah, itu kan menurut tulisan Bung Karno di bukunya 'Sarinah', dia tidak bicara lain kecuali itu," jawab Kasim. "Habis, kapan Bung Karno menulis buku lain selain Sarinah ...". Kasbun mulai heran: setiap kali bercerita atau berbincang dengan temannya, Mas Kasim tentu membicarakan "kader wanita kita". [Halaman berikutnya, banyak bagian berantakan] Mas Kasim jatuh cinta [...] bahkan sudah berkali-kali. Dulu ia pernah jatuh cinta juga kepada seorang gadis kampung bernama Painem. Katanya "beres", katanya "kena kita". Tetapi ketika surat lamaran diajukan, ternyata Mas Kasim ditolak mentah-mentah lagi. Dan itu bukan pertama kalinya, sudah berkali-kali kejadian. Kasbun tidak mengerti mengapa "kawan kita" itu mudah menganggap setiap wanita mudah jatuh ke tangannya. Pada suatu sore sesudah matahari terbenam, Kasbun sekadar iseng datang ke rumah Kismi. Wanita itu sedang duduk di serambi muka. Seperti kebiasaan wanita-wanita lain, ia mengenakan blus putih, rok biru dan ikat pinggang merah. "O, Bung Kasbun?" tanya Kismi. "Biasa, dari rumah saja," jawab Kasbun. Setelah bercakap-cakap beberapa waktu, tak lupa mereka menyinggung Mas Kasim. Kasbun menanyakan perasaan hati Kismi tentang Mas Kasim. Dengan tercengang tetapi acuh tak acuh Kismi menjawab: "Ah, saya tidak mempunyai pikiran apa-apa, dia saya pandang sebagai bapak saya biasa saja di dalam pergerakan." Keduanya diam sebentar, tiba-tiba Kismi bersuara: "Jangan membicarakan Bung Kasim lho ... eh, kok jebul panjang umur, dibicarakan orangnya datang!" Mas Kasim hanya tertawa, meskipun tawanya dibuat-buat. Ketiganya bercakap-cakap berhadapan muka secara segi tiga. Kembali Mas Kasim bercerita dan membicarakan teori tinggi, dan kembali ia tak jemu-jemu memberi vonis: itu oportunis kanan, itu oportunis kiri, itu radikal kiri, ia sosial-demokrat, kalau Karso itu Trotskis, sebaliknya Marmo itu moderat. Kismi, yang hanya melihat dan mendengar saja, bertanya: "Lha kalau Misto itu bagaimana?" [...] [Unreadable: Mas Kasim sengaja melepas sandalnya supaya ada senggolan kaki dengan kaki, kulit dengan kulit; ia mulai tidak enak ketika merasa kulit kaki yang bersenggolan itu kasar sekali. Ia berpura-pura menjatuhkan rokoknya ke bawah meja, dan ketika mengambilnya sambil melihat ke bawah, ia kaget karena yang bersenggolan tadi ternyata kaki Kasbun. Ia minta diri pulang lebih dahulu.] Kismi bertanya: "Bung Kasbun, kenapa Pak Kasim itu mudah jatuh cinta kepada gadis? Dan mengapa mudah gagal dan kecewa?" Kasbun menjawab: "Rupa-rupanya Kasim ini mempunyai logat yang tersendiri. Pikirannya mempunyai logika yang tersendiri untuk memuaskan hatinya. Buat dia, kalau ada wanita yang berkonde, artinya: saya bersedia. Kalau ada wanita berkelabang dua ke belakang, artinya: saya cinta kepadamu. Kalau ada wanita berkelabang dua ke muka: saya sangat cinta kepadamu. Jadi dengan demikian menurut Mas Kasim setiap wanita yang punya rambut cinta kepadanya." Kismi tersenyum dan heran, dan saya juga heran, dan setiap orang heran. Yang tidak heran hanya Mas Kasim sendiri. [Dari halaman berikutnya; artikel oleh Pham Quang Boi (nama sulit terbaca) tentang Rakyat Viet Nam] RAKYAT VIET NAM [...] Rakyat Viet Nam tidak memulai perjuangannya dengan mempersiapkan senjata lengkap terlebih dahulu. Mereka mulai dengan semangat yang kuat dan cita-cita kemerdekaan seluruh rakyat, meneruskan perjuangan bersama-sama yang anti-imperialis dengan tidak memandang golongan dan partai. Sampai tahun [1947 (?)] mulailah mereka kuat. Dari tahun 1947 itu sampai tahun 1949 mereka telah mempunyai senjata lengkap (berat dan ringan) yang mereka peroleh dari musuh, yang kembali digunakan untuk menghantam musuh, menghancurkan batalyon tentara imperialis (Prancis) serta begundal-begundalnya. Sampai sekarang telah bisa melawan sepuluh atau [Unreadable] batalyon tentara imperialis sampai musuh lari kocar-kacir. Bagaimana keadaan Bao Dai? [Ia] tidak memihak kepada rakyat, [melainkan] kepada imperialis (Prancis). [Ia] selalu menentang (menghancurkan) [pejuang] rakyat. Untuk ini ia menerima senjata dari imperialis (Prancis) [...] juga menerima bantuan [...] imperialis. Ia selalu melakukan kekejaman terhadap rakyat yang anti-imperialis; pemuda, wanita dan anak-anak dianiaya dengan kejam sekali. Dengan perjuangan Bao Dai ini bisakah Viet Nam merdeka? Tentu saja tidak. Konferensi 3 Negara di Malaya: Dengan adanya Konferensi 3 Negara di Malaya (Inggris-Prancis-Amerika) yang telah mengambil putusan bahwa mereka anti-kemerdekaan rakyat di Asia ini, membawa perubahan besar kepada rakyat Viet Nam yang anti-imperialis. [Unreadable] imperialis sudah menjadi soal yang kecil. Negara Viet Nam adalah satu negara yang masih muda, dengan tenaga yang ada atau yang sekarang telah kuat itu, bisa berjuang bersama-sama dalam front anti-imperialis menentang musuh. Dan kalau imperialis Amerika dengan resmi campur tangan terhadap perjuangan rakyat Viet Nam, mereka bisa angkat senjata menentang usaha-usaha (serangan) dari tentara imperialis Amerika itu. Untuk menyambut hasil-hasil dari konferensi 3 negara di Malaya itu, rakyat Viet Nam tidak ragu-ragu lagi dan siap sedia untuk melawannya. Pertama kali rakyat Viet Nam telah berhasil dalam pertempuran di kota Ninh Binh dan Phu Ly menghancurkan pertahanan (perlawanan) dan penyerangan tentara Bao Dai serta Prancis yang mempunyai senjata lengkap dan tentara yang kuat, yang terdiri dari tentara darat, laut dan udara. Pertempuran hanya berlangsung selama 4 hari (dari tanggal 28 sampai 31 Mei 1951) dengan hebatnya, sehingga mereka lari kocar-kacir. Dalam pertempuran itu tentara imperialis Prancis mati sebanyak 950 orang dan tertangkap 425 orang, belum lagi dihitung yang lari dalam pertempuran, yang sekarang sedang dicari-cari. Bantuan yang didatangkan Prancis juga dapat dipukul mundur sampai mereka lari kocar-kacir. Dalam pertempuran ini tentara Viet Nam juga banyak mendapat senjata (berat dan ringan). Salah satunya juga dapat menghancurkan sebuah kapal perang kecil bernama L.C.I. dan 2 buah motorboot di Sungai Day, yang dibawa oleh tentara bantuan Prancis. --- [page 21] --- Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan yang ditimbulkan karena berkurangnya pendapatan devisen negara, yang juga akan mempunyai pengaruh atas penghidupan rakyat disebabkan berkurangnya impor, ialah kita harus memperbesar produksi barang-barang ekspor yang menghasilkan devisen, seperti kopra, lada, teh, minyak palem, minyak tanah dan timah. Demikian Mr. Kartajumena. Kerugian devisen negara 650 juta rupiah dari ekspor karet tahun ini ditaksir akan terjadi. Selanjutnya dikatakan oleh Mr. Kartajumena bahwa terpukulnya karet rakyat sekarang ini memberi pelajaran kepada kita bahwa di masa harga tinggi luar biasa hendaknya kita mengadakan perhitungan berdasarkan harga yang biasa. Uang yang diperoleh berkelebihan karena harga yang luar biasa itu akan dapat digunakan untuk mendatangkan barang-barang modal guna pembangunan industri. [Unreadable: kalimat sisa, antara lain "Bilamana datang waktunya ..." dan "nasib umat manusia?"] Saudara-saudara yang terhormat! Apa arti masuk dalam salah suatu organisasi tentu sudah disadari oleh Saudara-saudara sekalian. Kami yakin bahwa Saudara-saudara tidak begitu saja masuk organisasi kita, tetapi karena tahu betul apa asas dan tujuan organisasi kita. Menurut kenyataan, dan memang seharusnya, organisasi kita termasuk organisasi massa yang biasa. Artinya tidak pilih-pilih siapa yang dapat masuk dan siapa yang tidak boleh menjadi anggota. Pokoknya tiap wanita yang menyetujui asas dan tujuan organisasi kita diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memasuki organisasi kita. Tetapi kita harus ingat, janganlah sampai lupa bagaimana seharusnya organisasi itu diatur, dan apa kewajiban dan haknya sebagai anggota. Hingga sekarang, yang kita ketahui di mana-mana, wanita-wanita yang aktif itu terus diserahi pekerjaan sebanyak-banyaknya, dan biasanya hanya terdapat di kalangan pengurus dan sementara anggotanya. Apakah ini yang dinamakan sudah betul? Belum ...!! Pengurus itu selain harus memimpin organisasi dan jalannya, juga bertindak keluar. Tetapi maksudnya bertindak itu bukan mengerjakan sendiri. Misalnya demikian. Pada tiap perayaan yang umum, tiap organisasi diminta duduk dalam panitia. Yang diwakilkan itu wakil dari semua organisasi, maka sering juga ketuanya atau anggota pengurus lainnya. Dan menjadi kebiasaan pula, siapa yang sanggup dan mau bekerja itulah yang selalu mengerjakan. Padahal menurut teori, semestinya kita mengadakan kader atau kernleden sebanyak-banyaknya. Maksudnya, dalam organisasi kita itu bukan hanya bekerja atas perintah pemimpinnya, tetapi bekerja karena telah insaf apa yang dikerjakannya. Hal ini tentunya tidak hanya terjadi di satu-dua tempat saja, tetapi di beberapa tempat demikianlah keadaannya. Kalau hal ini telah disadari oleh anggota sekalian, pengurus terutama, maka alangkah baiknya kalau mulai sekarang kita mulai dengan langkah dan cara bekerja yang baru. Sebagai contoh: pada salah satu tempat kita mendirikan ranting dengan 25 anggota, di mana anggota-anggotanya [...] karena kebiasaannya yang duduk sebagai pengurus [Unreadable]. Kewajiban para pengurus ini harus difahami oleh para pengurus tadi. Apakah sebetulnya kewajiban Saudara? Bukan kewajiban suatu pengurus untuk memberi dan meminta dari para anggota, tetapi para pengurus berkewajiban memberikan pimpinan yang nyata kepada para anggotanya. Pengurus harus tahu betul cara mengemudikan organisasi, harus tahu betul apa asas dan tujuan organisasi, apa yang dijalankan oleh pusatnya, harus selalu mengikuti suara-suara organisasinya, paling sedikit keadaan kita sendiri. Selain itu semua, kita harus memberikan kesempatan kemajuan kepada para anggota. Misalnya, anggota kita yang buta huruf harus kita didik sehingga dapat membaca dan menulis. Yang telah dapat membaca kita beri kesempatan membaca organ (majalah) kita. Selain itu kursus-kursus harus kita adakan, misalnya penjelasan tentang asas dan tujuan organisasi kita, langkah dan usaha untuk mencapai cita-cita dan maksud organisasi. Kita sering mendengar bahwa anggota GERWIS itu tidak perlu belajar menjahit, tidak perlu belajar memasak. Hal ini kita tidak dapat menerima. Coba kita renungkan. Kalau kita selidiki betul-betul, anggota-anggota kita kebanyakan terdiri dari wanita yang tidak mampu. Dengan kenyataan demikian, yang telah menunjukkan bahwa anggota GERWIS kebanyakan tidak hanya miskin lahir, tetapi juga miskin pengetahuan, maka terutama para pemimpinnya harus dengan tangkas memberikan tuntunan ke arah pengertian yang cukup untuk mengisi jiwa yang kurang tadi. Karena kita tidak dapat hanya mempunyai kecakapan dalam batin, maka perlu pula kita memberikan jalan untuk wanita, terutama anggota GERWIS, sehingga mereka itu akan kaya dalam soal kecakapan, antara lain soal kerumahtanggaan, termasuk memasak dan menjahit. Wanita yang maju sekali tidak akan terluput dari pekerjaan dan kewajiban keibuan. Jadi kalau kepandaian soal menjahit itu dianggap tidak perlu, pada waktu ini belum saatnya. Begitu pula akan janggal kalau wanita anggota GERWIS itu tidak dapat memasak saja. --- [page 23] --- [Lanjutan artikel tentang kewajiban pengurus dan anggota Gerwis; halaman PDF 23 dan 24 hanya berisi OCR yang sangat rusak dari teks yang sama. Teks terbaca dari halaman PDF 25:] Kalau kita nanti telah hidup dalam masyarakat yang baru, mungkin kita dapat mengambil dari toko-toko barang yang dikerjakan oleh kita yang tidak mempunyai kecakapan menjahit. Tetapi sekarang, golongan kita wanita yang tidak mampu hanya dapat menjalankan yang belum dapat [dibeli]. Sebaliknya, kalau kita memperhatikan kepandaian dari anggota-anggota kita, akan berarti besar bagi masyarakat kita. Anggota-anggota kita dapat bekerja dengan kecakapannya sendiri. Mereka akan belajar untuk berdiri sendiri, tidak hanya mengandalkan kepada salah seorang atau sesuatu usaha. Kalau kita hanya mendidik pemudi untuk dapat menjahit, maka pemudi tadi tidak akan hidup kalau tidak berdekatan dengan kantor; artinya kepandaiannya tidak berarti. Tetapi kalau kepandaian yang selalu berhubungan dengan kewanitaan, maka tidak akan sia-sia. Tetapi Saudara-saudara harus ingat, setelah kita memperhatikan soal-soal yang demikian ini, kita tidak boleh lupa bahwa usaha ini hanya suatu usaha tambal sulam. Perjuangan yang pokok harus kita usahakan pula. Semua usaha tidak dapat kita kerjakan sekaligus, tetapi dengan bertingkat-tingkat. Kalau anggota-anggota kita belum faham betul usaha dan asas tujuan Gerwis, ini harus kita tanam sedalam-dalamnya, sehingga nanti tumbuh sendiri. Jadi mereka itu insaf betul menjadi anggota Gerwis. Kalau tidak, pada suatu saat di mana Gerwis membutuhkan bantuan dari anggota, maka akan bangga-kah kita karena anggota-anggota kita bergerak karena sadar betul-betul, bukan bergerak karena instruksi? Pada suatu saat di mana mereka jauh dari pimpinannya, karena kesadaran itu mereka dapat bertindak sendiri. Jadi teranglah, Saudara-saudara! Pengurus tidak boleh tinggal diam, dan tidak boleh hanya selalu mempergunakan waktu untuk bekerja. Kita harus bekerja sambil belajar, harus belajar dan bekerja. Memberi tuntunan dengan teratur kepada anggota-anggota, sehingga di kemudian hari tingkat pengetahuan anggota-anggota kita tidak jauh dengan para pemimpinnya. Keadaan demikian ini akan mempermudah jalannya pekerjaan kita. Selain itu, karena sifatnya Gerwis itu massa organisasi wanita, maka harus memperhatikan kebutuhan dan kekurangan yang ada pada anggota. Organisasi yang tidak mengetahui kebutuhan anggotanya tidak akan berarti dalam hidupnya. Demikianlah pendapat kami, mudah-mudahan dapat berguna bagi Saudara-saudara sekalian. KONFERENSI CABANG YOGYAKARTA. Pada tanggal [Unreadable], Cabang Yogyakarta mengadakan konferensi dengan wakil-wakil seluruh ranting. Ranting-rantingnya ada 9, yaitu: Jetis, Kraton, Sewon, Ngestiharjo, Gedongtengen, Mantrijeron, Pakualaman, Danurejan, Kota Gede. Persiapan ranting ada 3, yaitu: Wirobrajan, Pandak, Panggang. Jumlah anggota ada 362. Konferensi ini terutama untuk mendengar laporan pekerjaan dan mengambil keputusan, antara lain melaksanakan program bekerja dalam 2 bulan dan mengganti pengurus baru yang terdiri dari: Ketua: Siti Kadarsih Wakil Ketua: Ny. Jokosuyono Penulis I: Rusmiyati Penulis II: Sri Haryati Bendahari I: Ny. Brotosuwarno Bendahari II: Ny. Saliyo Adapun pembantu-pembantunya ialah: Sekretaris Bagian Organisasi: Rukinah Pendidikan/Penerangan: Sujinah Sosial/Ekonomi: Ny. Krissubanu Bagian Usaha: Ny. Hendroyuwono. RESOLUSI. Rapat Kaum Ibu Indonesia di kota Den Haag pada tanggal 28 Juni 1951, setelah mendengarkan uraian Ny. Sunito tentang kekejaman yang dilakukan oleh tentara Amerika di bawah panji Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap penduduk sipil di Korea, memutuskan: untuk berseru kepada pemerintah Republik Indonesia menyokong usul-usul perdamaian wakil Uni Soviet untuk menyelesaikan peperangan di Korea; untuk meneruskan resolusi kepada pers. Den Haag, 28 Juni 1951. [Unreadable] Alamat: [Unreadable] Pakuningratan 67. Telp. 747. Sekretariat Penerangan/Pendidikan P.B. GERWIS. Jangan keliru alamat, supaya lekas dapat diurus. Berlangganan sedikitnya 4 nomor P.B. Gerwis [harga Unreadable]. Tarif advertensi: 1 halaman f 250,-; 1/2 f 130,-; 1/4 [Unreadable]; 1/8 f 140,- [sic, kemungkinan salah OCR]; 1/16 f 20,-. Kontrak berdamai. Kepada semua Sdr. dan organisasi serta badan Pemerintah: jika mengirim surat ke P.B. Gerwis, jangan dialamatkan ke Pakuningratan 67, sebab itu adalah alamat majalah Wanita Sedar, bukan alamat P.B. KONGRES GERWIS YANG AKAN DATANG. Kongres Gerwis yang akan datang jatuh kira-kira pada bulan Oktober 1951 di [Unreadable]. Segala biaya kongres menjadi tanggungan sendiri anggota-anggota. Oleh sebab itu, mulai sekarang diharap cabang-cabang bersiap-siap. Bahan-bahan lain yang perlu dipersiapkan ialah pekerjaan-pekerjaan konkret yang sudah dilakukan oleh masing-masing cabang dan ranting. Segala usul, baik mengenai pokok (anggaran dasar, [Unreadable]) maupun sikap serta lain-lainnya, hendaknya dibicarakan masak-masak lebih dahulu dengan anggota-anggota. Dengan begini suara-suara perseorangan (di luar pengertian dan tanggung jawab anggota-anggota) bisa dihilangkan. Iklan: "Hariwarti Basa Jawa", Semarang, terbit seminggu sekali, alamat Margamulya 1, Yogyakarta; dipimpin Sdr. Bramono, disediakan untuk bacaan rakyat umum; "Sumangga enggal mundut dadi langganan." Iklan: "Inginkah dagangan usaha Sdr. dikenal di seluruh Indonesia? Pasanglah advertensi di 'Suara Buruh Pegadaian', yang terbesar di seluruh Indonesia. Oplah 5000 eksemplar, terbit tiap bulan tanggal 19-25." Alamat: Gondomanan 33, Telp. no. 475, Yogyakarta. [Halaman sampul/dekoratif yang berwarna gelap dan bernoda, dengan watermark Perpustakaan Nasional; tidak ada teks terbaca.]