Api Kartini No. 1 Th. 1, Juni 1959
Cleaned OCR text (Good (0.912); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
on Seren,
SATA ME
LN LA LA PASAL LN AT TK LT LM
Lema Sa | Maa An PAMA |
LAN LPMP PAN AN Ana -—
naa aan en peranan
=== [PDF page 2] ===
u eh * et A ees eee
‘API KARTINI
Penerbit:
Yayasan Melati
Matraman Raya 51, Jakarta Terbit sebulan sekak
Redaksi:
Maasye Siwi, S, Asiyah, Darmini, Paryani Pradono
Maasye Siwt
S.K. Trimurti, Rukiah Kertapati, Sugiarti Siswadi, Mr. Trees Sunito, Sulami, Rukmi B. Resobowo, Sartini, Sulistyowarni, Sutarni, Siti Suratih, Sujinah'
Tlustrator:
W. Nirahuwa.
Alamat Redaksi:
Matraman Raya 51, Jakarta Tilp.: Jtn 753 x
Alamat Administrasi Pe
Kramat V/7, Jakarta
Tilp.: Gb 4430
Uang langganan:
BEtAhUN «kiai edar sama Rp. 37.— enam bulan... 19— tigabulan Loco » 10— eceran per ex........... ” t—
Api Kartini menerima karangan dari luar, dari.siapa saja yang menaruh minat. Karangan harus ditik diatas kertas yang tidak timbalbalik,
karangan yang tidak dimuat dapat '
dikirim kembali apabila disertai de.
ngan perangko.
Tarip iklan:
PITA Lean Rp. 600,5
15 pagina.....: asa a 400%
MY Pagina oo. cece » 250.—
Ye pagina oo. edeee 3 18Q—' Kontrak:
6 x muat, rabat 10%
12 x muat, -rabat 106%!
Sara dan Reda ea engan eesti Sa Sajak Kartini....... AAN AD oren ne > Segi lain dari Kartini.....-...... NN NN 5 “Lagi tentang Kartini............ (ena a Sasana aan 5 Tokoh Hari Kartini...ooooooooaa 6 Presiden dan perjuangan Wanila.................. ag Beri perhatian yang sama pada anak-anak ences 9 Tanaman dalam rumah Iin Pena ea Nun 5 1 Persediaan obat-obatan dirumah..................... 12 Api gerak dibenua harapan............coc. 13 Silahkan mencoba memasak....................0.2006- i6 Baju karung........... adatuand idea th cans tS cassis 17 Perkawinan ditanah Pasundan...............i... » 18
Keterangan gambar kulit belakang
: PANTAI GALESONG SULAWESI SELATAN
=== [PDF page 3] ===
dekat dimata dekat dihati
ENTAH berapa kali sudah Bung
Karno mengatakan,,ambil apinya, jangan abunya” jika beliau membicarakan revolusi. Dalam Revolusi Agustus kita, cita-cita Kartini menemukan salahsatu perwujudannya. Dari Kartinipun kita akan mengambil apinya, bukan abunya. Inilah sebabnya: Api Kartini.
Apabila kita berpisah dcngan kawan yang akrab, maka pepatahnya,,Jauh dimata, dekat dihati”. Tetani, cengan suatu penerbitan yang bermaksud mengunjungi setiap ibu dan wanita dalam kehidupan rumahtangga seperti sekarang ini,
»Dekat dimata, dekat dihati”.
Tetapi ini merupakan suatu cita-cita, suatu hasrat. Karena kita masih harus berusaha dan selalu berusaha agar penerbitan ini dapat menctapi fungsinya. Hanya majalah yang terasa dekat dihati para pembacanya, dapat menduduki tempatnya yang tepat.
Banyak sudah penerbitan, — khususnya majalah —, yang hidup seumurjagung. Terbit sekali, dua kali, mati seterusnya. Sebabnya tidaklain, karena majalah itu, walaupun dekat di mata kita, — karena dapat kita baca —, tetapi tilak dekat dihati pembatiyanya.
Kami tidak berjanji banyak disini. Sebab segala usaha itulah yang akan kita rasakan hasilnya bersama. Apakah ia akan menempati rumah dan hati pembaca atau tidak. Dan ini akan berhasil dengan se-baik2nya, apabila senantiasa ada bantuan, kritik dari pembaca.
Kami pilih nama,,Api Kartini”
untuk majalah ini, yang pasti tak dapat kami pisahkan dari cita?
dan pikiran pelopor pergerakan wanita Indonesia. Yaitu, cita-cita mengangkat derajat kaum wanita. Itulah pula sebabnya, kami bermaksud menghidangkan majalah ini pada tiap-tiap bulan.
Pada jaman modern sekarang ini, jaman kebangkitan kaum wanita, penerbitan adalah penting sekali artinya. Lebih-lebih bagi suatu badan, seperti Yayasan Melati, yang bertujuan memajukan dan meluaskan pendidikan serta keskhatan kaum wanita dan anak.
Penerbitan baginya merupakan suatu keharusan, suatu kemestian, seperti halnya manusia mempunyai keharusan untuk mempunyai perasaan dan pikiran.
Karena itulah, sebagai pengantar kata penerbitan ini, janji kita bersama — pembaca dan pembina — untuk memelihara majalah ini, sangat menentukan apakah majalah ini memenuhi fungsi,,dekat dimata dan dekat dihati”.
Sekian dulu dan sampai bertemu lagi pada waktu-waktu yang tetap untuk masa yang panjang.
S, Rukyah Kertapati
=== [PDF page 4] ===
Sajak Kartini
Apakah yang.menyebabkan manusia-manusia yang semula asing, sesudah bersua sekali mengandung harap dalam. mata mereka tak hendak berpisah-pisah lagi?
Smee er erenrecaceseeeseeesessseeees
Tahukah kau, lautan biru
yang mengombak dari pantai kepantai dapatkah kaukatakan kepadaku betapa rahsia itu bisa diurai?
Pee eer rerercccescecavacessseseseres
Bukan satu rahsia, tetapi tiga!
Berkilatan pada cair mutiara
dengan huruf intan menuliskan cahya:
simpati, persahabatan, cinta.
KARTINI
Sajak ini ditulis oleh Ibu Kartini dalam bahasa Belanda dan diindonesiakan oleh Iramani
=== [PDF page 5] ===
Segi lain dari Kartini
HINGGA kini pengetahuan kita tentang Ibu Kartini hanya berdasarkan surat-surat kepada kenalan2nya bangsa Belanda yang terkumpul oleh mrs Abendanon dalam buku "Door duisternis tot likht”.
Meskipun surat-surat dalam buku itu meliputi lebih dari 400 halaman, namun bagian terbesar belum diumumkan dan hanya surat-surat atau bagian-bagian dari isinya yang tidak dapat menggoncangkan kedudukan pemerintah Hindia Belanda sajalah yang telah diterbitkan oleh mr. Abendanon itu.
Kira-kira lima tahun 'y.., dr. H.
Bouwman, mahaguru sosiologi di Universitas Groningen mengumumkan beberapa hal tentang Kartini yang belum diketahui hingga saat itu. Hal-hal baru yang disajikan kepada kita oleh prof.
Bouwman tidak begitu banyak tetapi cukup penting untuk menambah: pengetahuan kita tentang Kartini. Oleh dr. Bouwman telah diusahakan untuk menemukan surat-surat yang sampai saat itu masih tersembunyi didalam arsip?
- sangkutan.
dari famili-famili Belanda kenalan almarhum Kartini. Usaha dr.
Bouwman ini tidak berhasil terlalu besar. Banyak surat-surat yang sudah dimusnahkan dan banyak juga keluarga-keluarga dinegeri Belanda yang masih menyimpan surat-surat itu tidak mau menyerahkannya
untuk publikasi.
Bahwa yang mengadakan penyelidikan seorang sarjana Belanda, seorang asing, kenyataan ini mengakibatkan hasil yang tidak lengkap: Tidak oleh karena dr. Bouwman mempunyai pandangan kolonial dan kolot, tetapi justru karena dia segan menyinggung perasaan-perasaan pribadi dari kalangan-kalangan bangsa kita yang ber- Maka bahan-bahan yang ditemukan olehnya belum semua diumumkan. Alangkah baiknya kalau dari pihak kita sendiri dimulai untuk "menggali lebih mendalam arsip mengenai Ibu Kartini di Nederland maupun di Indonesia. Kami yakin bahwa dengan demikian kita akan mengenal dengan lebih seksama tabiat dan
Kamar kerja Ibu Kartini -
cita-cita salahseorang pelopor pergerakan nasional kita itu.
Sudah selayaknya bahwa Kartini dengan perhatian yang demikian luas menaruh minatnya tidak saja akan soal-soal dan peristiwa-peristiwa di Indonesia, akan tetapi juga didunia umumnya. Ibu Kartini hidup disekitar peralihan abad ke-19 dan abad ke-20, yaitu pada zaman meluasnya penjajahan imperialisme yang diiringi
dengan peperangan-peperangan yang kejam.
Didalam bukunya, dr. Bouwman mengutip karangan Kartini tentang pesta untuk menghormati Gubernur Jenderal:
? Aku melihat, melihat,......
dan pikiranku melayang dari jauh dari Semarang yang sedang ramai berpesta, meliwati laut yang biru kepantai Afrika Selatan, medan peperangan yang berdarah, melayang kelembah kesengsaraan yang paling hebat dengan penuh dukanestapa, penderitaan yang tak terhingga..... yang -mati, yang luka, janda, piatu, korban ketamaan Inggeris yang tak kenal batas”.
Bahwa perjuangan Rakyat yang tertindas di Eropa akan menarik perhatian dan simpati Kartini sudah semestinya. Salahseorang sahabat karib yang banyak surat-menyurat dengan Kartini adalah Estella Zeehandelaar, seorang wanita muda berideologi sosialis yang sangat berpengaruk atas Kartini. Didalam karangap yang dimuat dalam majalah *De Hollandskhe Lelie’, Kartini menulis: $
? Aku sangat bersimpati dengan cita-cita kaum sosialis dan aku yakin bahwa benar sekali. kalau dalam rapat untuk membentuk korps polisi dikatakan bahwa penjahat-penjahat yang terbesar tidak terdapat di-kampung-kampung tetapi di Heeren- dan Keizersgrakht (tempat
.kantor-kantor kapitalis Belanda di Amsterdam, pen.)..... "
=== [PDF page 6] ===
Kartini juga membaca buku-buku yang progresif pada zaman itu.
Kutipan-kutipan dari buku Bebel ”Wanita dan Sosialisme” dan ”De wapens necr” karangan Bertha van Suttner sangat besar sumbangannya dalam membentuk faham? Kartini. Roman-roman yang bertendens kemajuan dan sosialisme sangat menarik juga minat Kartini.
Salah scorang sahabat baik Kartini adalah ir.H.H. van Koi, seorang anggota Parlemen, yang giat berusaha supaya Kartini dapat meneruskan sekolahnya di Nederland. Tetapi usahanya tersia-tersia belaka.
Sudah diketahui umum bahwa sewaktu hidupnya Kartini mengalami banyak pertentangan. Banyak anggota keluarga yang tak dapat menanggalkan adat-adat kolot sangat tidak menyetujui faham?
dan gerakgerik Kartini yang progresif itu. Antara lain hanya ibutirinya yang dapat mengerti faham baru itu pada akhir hidup Kartini. Sahabat Kartini, tokoh-tokoh penting seperti mr. Abendanon dan dr. Adriani yaitu seorang zendeling yang terkenal, akhirnya dengan berbagai alasan tidak setuju dengan perginya Kartini kenegeri Belanda untuk meneruskan pelajarannya.
" Juga tentang wafatnya Ibu Kartini, dr. Bouwman menemukan bahan-bahan yang membuktikan bahwa sebelum dan sesudah melahirkan puteranya yang pertama dan yang satu?nya, kesehatan Kartini samasekali tidak terganggu. Rupanya, Kartini telah sembuh dari penyakit yang menimpanya beberapa bulan sebelumnya.
Pada tg. 12 September suaminya, Bupati Rembang, memanggil dr. van Ravesteyn yang berkediaman di Pati. Esokharinya la-
'hirlah- seorang putera yang: sehatwalafiat. Menurut Bupati Rembang, Ibu Kartini merasa senang dan sehat dan dengan tiada khawatir sedikitpun dr. van Ravesteyn pulang ke Pati. Pada tg. 17 September datang lagi dr.' van Ravesteyn dan keadaan Ibu dan anak biasa, sehat. Menurut keterangan puteri dr. van Ravesteyn kepada dr. Bouwman, pada hari itu orang mengangkat gelas untuk kesehatan Ibu Kartini. Suasana di Kabupaten rianggembira.
Tetapi tak lama setelah dr. van Ravesteyn berangkat, dia dipanggil lagi, karena Ibu Kartini merasa sakit perutnya (maag). Rasasakit menghebat dan setengah jam kemudian Ibu Kartini yang
tercinta itu meninggal dengan mendadak...... Mengapa?
SETIOWATI
Kabupaten Jepara, rumah Kartini waktu masih kecil
=== [PDF page 7] ===
oS i "
Sdr. Susalit dengan keluarga
Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan akan terbitnya majalah,,Api Kartini”, redaksi tclah menemui Saudara Susalit putera mendiang Kartini yang kini berdiam disebuah rumah yang sangat sederhana di Kebayoran.
»Saya sendiri tidak mengenal Ibu, karena baru
umur ampat hari sudah ditinggalkan”, demikian
ia memulai menceriterakan. Ia mengatakan bahwa ibunda Kartini yang bernama Ngasirah adalah keturunan Rakyat, anak Modirono buruh paberik gula Mayong. Dalam buku-buku, dalam tulisan-tulisan hanya dinyatakan, bahwa Kartini adalah puteri bangsawan bupati Jepara. Tetapi peranan Negasirah, ibunda Kartini yang memberikan pendidikan dan dorongan untuk mencintai Rakyat tidak pernah disinggung-singgung. Disamping bersekolah dimana Kartini banyak mengadakan hubungan surat-menyurat.dengan teman2nya di Negeri Belanda, abangnya, Dr. Sosrokartono juga banyak mendorong pada adiknya buku-buku apa yang perlu dibaca. Kar-
Lagi
tentang
Kartini
tini gemar membaca tulisan-tulisan Multatuli, demikian pula tulisan? Yustus v. Maurik yang banyak menulis tentang penghidupan Rakyat Amsterdam. Juga buku Injil dan Ouran dibacanya. Kartini yang ber-cita?kan kemerdekaan, ‘kerakyatan, dan persamaan, adalah juga seorang sastrawan, pelukis yang salahsatu lukisannya masih terdapat dikediaman Profesor Pringgodigdo di Surabaya, kemudian juga pencipta pola-pola modern untuk ukir2an kayu yang banyak dikerjakan Rakyat Jepara. Ukir2an inipun sampai sekarang masih terdapat dipendopo kabupaten Rembang.
Menurut keterangan Susalit ibunda Kartini me- - ninggal pada tahun 1947 di Salatiga yang mencapai umur 97 tahun.
Sayang sekali bahwa catatan-catatan mendiang Kartini yang ditulisnya sendiri terbakar pada perang kolonial ke-II diwaktu diadakan bumihangus di Magelang.
Alangkah berbahagianya seorang suami, bila isterinya bukan saja menjadi pengurus.
rumahtangga, Ibu -anak2nya saja
melainkan juga jadi sahabatnya,
yang menaruh minat
akan pekerjaannya, turut merasakan pekerjaannya itu. Hal yang sedemikian itu tentulah berharga benar bagi angkuh.
kaum laki-laki, yaitu bila ia bukan seorang yang picik pemandangannya dan
(Kartini)
=== [PDF page 8] ===
Cokoh Hari Kartini
Ny. U. Suryadarma di-tengah-tengah sebagian delegasi dari berbagai negeri di Lausanne
Kali ini kami memperkenalkan Ny. Utami Suryadarma, seorang tokoh wanita yang namanya sudah tak asing lagi bagi kaum wanita kita. Ny. Suryadarma adalah.
seorang Ibu dari tiga orang anak.
Sebelum perang (sebelum.kawin) menerbitkan sebuah majalah wanita ”Pahtsan” yang berarti. Cermin.
Waktu revolusi masuk organicasi Pemuda. Puteri Indonesia, juga duduk dalam Badan Kongres Pemuda, menjadi ketua Bagian Penerangan Luarnegeri Kowani.
Waktu pendudukan Belanda
(Yogya) mendirikan dapur umum untuk pejuang-pejuang gerilya dan nonkooperator-nonkooperator. Disamping itu mengurus tawanan-tawanan perang dan keluarga?nya. Demikian juga mendirikan sekolah dibawah tanah bersama Dr. Priyono dsbnya.
Aktivitet2nya sekarang antara lain yalah:
-. oan eta
untuk sementara.
menjabat sebagai wakil ketua I Yayasan Kesajahteraan Anak-anak dari Kongres Wanita
Indonesia.
Ketua I Badan Koordinasi
Sumbangsih masyarakat. Sebagaimana diketahui Badan tsb mengirimkan rombongan?
kesenian hiburan kegaris depan.
Ketua I Komite Penggerak
Seni Angkatan Perang (badan kesenian untuk ketiga Angkatan Perang).
Ketua Panitia Garis Depan dari Persatuan Isteri AURI yang. mengirimkan bingkisan?
ke Garis Depan.
Ketua Yayasan Perlindungan
Purbawisesa. Yayasan tsb. menyelenggarakan asrama-asrama pelajar puteri berdasarkan Sosial. Sampai sekarang terdapat 2 buah asrama, sebuah asrama dengan + 80 penghuni dan sebuah dengan -- 30 penghuni.
f. Ketua Bagian Pendidikan Gerakan Massa Wanita.
Sebagaimana diketahui Ny.
Suryadarma adalah anggota delegasi Wanita Indonesia yang mengunjungi. Kongres Ibu Sedunia untuk pembelaan anak-anak, menentang peperangan, untuk perlucutan persenjataan dan persaudaraan diantara Rakyat pada tahun 1955 di Lausanne (Swis).
Beliau juga anggota Komite Perdamaian Indonesia, anggota Gerakan Ibu anti-bom A & H dan anggota Pleno Dewan Setiakawan Asia-Afrika. Pada rapat pembukaan Pekan Menentang
Bom A & H pada tahun 1958 bertempat di Istana Negara Ny.
Suryadarma mengucapkan pidato sebagai wakil ibu a.l. demikian:
Kami termasuk golongan yang sampai sekarang oleh masyarakat dunia belum diterima sebagai golongan yang bcleh ikut menentu kan nasib umat manusia. Hanya golongan negarawan, golongan
“politisi, golongan militer, golongan yang berpengaruh yang berhak menjatuhkan hukuman kepada umat manusia: hidup atau matinya. Toh golongan kami merupakan golongan yang besar, yang meliputi lebih dari separo umat manusia, yang jumlahnya jauh lebih besar dari jumlah seluruh negarawan, politisi, militer, orang yang berpengaruh bersama.
Golongan kami adalah golongan kaum Ibu.
Apabila abad ke-20 dikatakan abad Wanita maka itulah benar.
Setapak demi setapak wanita mengambil tempatnya yang wajar dalam masyarakat sekitar, lalu dalam masyarakat bangsanya, kemudian dalam masyarakat dunia.
Bermula mula ia tampil kemuka sebagai individu yang menghadapi persoalannya sendiri-sendiri, kemudian ia muncul dalam suatu gerak
=== [PDF page 9] ===
dengan sejumlah kawan sependirian dan sependapat memperjuangkan nasib golongannya, dan pada dewasa ini pada pertengahan abad kedua dunia dikonfrontasikan dengan massa
untuk
wanita yang ingin didengar dalam soal-soal yang menentukan nasib dunia sendiri. Suara-suara yang pada permulaan — kedengaran dan terpisah-terpisah semakin hari semakin kuat didengar dan akan menjadi yang indah, suatu Simfoni yang megah: yaitu Simfoni Perikemanusiaan.
sayup?
suatu yanyian bersama
Kita berada diambang pintu masa itu. Dan apa yang menjadi penggerak Simfoni yang menjadi penggerak jutaan hati kaum ibu? Temanya adalah sederhana
itu, apa
akan tetapi ia menyangkut-pautkan inti kehidupannya: yaitu pembelaan anak terhadap ancaman maut disebabkan oleh peledakan Bom Zat Air dan senjata-senjata nukler. Ancaman ini menjadi titik pertemuan dari ibu-ibu diseluruh dunia dan didalam hal ini tidak dikenal perbedaan ideologi, aliran, agama, kulit, kebangsaan. Instinkt untuk membela anaknya pada seorang ibu, didunia binatangpun, setua sendiri. Apabila anaknya cam maut, seorang ibu tidak medunia dianmandang apakah sipengancam idcologinya,
alirannya, sesama
itu sesama sesama agamanya, ia akan membela anaknya mati-matian. Ia akan membelanya dengan titik darahnya yang penghabisan. Inilah bukan
jaiban, inilah soal yang biasa sasuatu keaja, yang sederhana.
Dan bagaimana kita kaum ibu tidak memandang peledakan bom zat air dan senjata nukler sebagai ancaman maut dan ancaman kehancuran terhadap anak-anak kita dan keturunan kita apabila para sarjana diseluruh dunia sendiri membuktikan bahaya2nya dengan bukti-bukti ilmiyah?
Kongres Ibu Seduniadi Lausanne (Swis)
=== [PDF page 10] ===
“Presi den
dan
perjuangan wanita
Dalam cecumahnya videpan lelih dari 8000 massa wanita- Jakarta Raya yang diselenggarakan oleh BES wanita-militer di Istana Negara tgi. 15 April 1959, Pres. Sukarno a.l. mengatakan:,,Hanya dalam masyarakat adil dan makmur hanya dalam masyarakat sosialis, wanita dapat mencapai kebahagiaan.”
8 Tingkatan perjuangan wanita Indonesia.
Tingkatan pertama, menurut Presiden, adalah fase dimana wanita berdyuang untuk mengangkat kaumnya dari serba keterbelakangan. La.
lam hubungan ini Presiden menunjukkan kepada buku,,Habis Gelap Terbitlah Terang” oleh R.A. Kartini yang memuat kumpulan surat-surat pejusng wanita ini. Gerakan dirasa itu adalah jenis gerakan Wanita yg.
paling rendah dipandang dar, segi sejarah, karena
hanya mengcjar
penyempurnaan kewanitaan saja, seperti mengejar berbagai pengetahuan kerumahtanggaan,
Tingkatan kedua digambarkan oleh Presiden, sebagai fase dimana kaum wanita mengejar hak sama dengan kaum pria. Dalam perjuangan ini kadang-kadang terjadi partanpuran antara wanita dan lelari, Gimina kaum lelaki merasa haus bercakrawala diatas kaum waaita,
Akan tetapi, Presiden menekankan, janganlah mereka mengira, bahwa dengan persamaan hak antara Wamita dan lelaki, nasib kaum wanita sudah bahagia dan sorga sudah tercapai. Dalam hubungan ini Presiden menunjukkan kepada nasio kaum wanita di Amerika dan Eropa, dimana persamaan hak sudah tercapai, tetapi kaum wanita belum mencapai kebahagiaannya.
Lebih lanjut Presiden menekankan, sekalipun wanita sudah men.
capai persamaan hak dengan kaum pria, dalam masyarakat seperti sckarang, wanita belum bahagia.
Wanita, menurut Henriette Roland Horst, demikian Presiden, adalah se-ekor keledai yang harus menarik dua grobak, sedangkan pria harya menarik satu grobak, yalah sebagai pekerja saja: dikantor, pabrik atau bengkel sebagai pekerja dan dirumah sebagai ibu dan isteri.
Kemudian Presiden mengambil konklusi, bahwa hanya dengan persamaan hak saja kebahagiaan tidak akan tercapai. Kemudian Bung Karno menegaskan bahwa ini tidak berarti wanita tidak boleh berjuang untuk persamaan hak dengan Yelaki.
Persaaman hak hanya satu elemen, satu bagian saja, syarat mutlak dari perjalanan menuju ke kebahagiaan wanita.
Hanya dalam masyarakat adil dan makmur, hanya dalam masyarakat sosialis a la Indonesia, wanita dapa!
mencapai kebahagiaan.
Dalam masyarakat sosialis wanita tidak usah menarik dua grobak demikian Presiden.
Achirnya Presiden menganjurkan agar jangan hanya puas dengan persamaan hak saja tetapi hendaklah kaum wanita sedar untuk melangkah ketingkat yang lebih lanjut yaitu ber-sama-sama dengan kaum pria memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil dan makmur.
Foto: Husein
=== [PDF page 11] ===
Beri
perhatian yang sama
pada anak-anak
Ya, ada apa Nono?”
Suara si kecil Nono mengganggu percakapanku yang sedang asyiknya dengan Nyonya-Rumah, Ny.
Sunardi.
»mBakyu, maaf, saya perlu sebentar mengambilkan minum si Nono,” kata Ny. Nardi. Sejenak kemudian kudengar:,,Masih saja belum tidur kau Nono?” Lekas minum ini, lalu tidur sungguh
Baru saja Ny. Nardi duduk kembali, terdengar lagi suara Nono:,,Bu, Ibu, kesini dong, bobok sama Nono, Nono nggak bisa tidur-tidur.”
Lagi Ny: Nardi menghampiri tempat tidur anaknya dan berkata:,,Nono, ada-ada saja, tidur, ada tamu, dan Ibu harus menemani tamu itu.”
sih, lekas:
Sebentar Ny. Nardi meredakan kerewelan anaknya, setelah itu kembali ia duduk didekatku. Dengan agak gugup, ia menanyakan:,,Saya tidak mengerti, mBakyu, mengapa Nono anak saya sapihan yang berumur 4 tahun ini akhir-akhir ini makin rewel, aleman, menjadi lain dari biasanya.”
»Bagaimana sebenarnya yang Jeng maksudkan lain dari biasanya itu?” Demikianlah kita lalu sampai pada pembicaraan soal Nono.
»Begini, mBakyu, dulu dia itu samasekali tidak rewel, berjam-jam lamanya dia bisa tinggal tenang asyik ber-main-main dengan permainannya. Baru beberapa bulan ini saja dia jadi rewel. Se-olah-olah dia sekarang tidak lagi tertarik pada permainannya. Jika saya sedang meneteki adiknya, mendadak ia tinggalkan permainannya, dan dengan pandangannya yang ankh diam-diam ia memperhatikan scgala sesuatu yang sedang saya kerjakan terhadap adiknya. Kadang? Jalu ia menghampiri saya, sedang saya meneteki adiknya dia minta dipangku, menarik-menarik baju saya sambil me-rengek-rengek, minta ini minta itu. Dulu tidak pernah dia berbuat demikian. Dan lagi dia sekarang tidak suka makan seperti dulu.
Sedangkan dulu dengan gampangnya dia belajar makan sendiri, sekarang selalu ia minta disuapi, dan dengan susah payah saya membujuknya supayabisa makan banyak.
»Sejak kapan Nono berubah - demikian itu, Jeng,” tanyaku.
»Yah, kira-kira sejak setengah tahun ini sda
»Adiknya, si bayek, tentunya sekarang berumur setengah tahun juga,” selaku.
»Apa hubungannya dengan adiknya si bayek, mBakyu?”
»Ya, mungkin tampaknya aneh, tetapi saya kira perubahan tingkah laku Nono itu memang ada hubungannya dengan si bayek. Cobalah Jeng pikir, sebelum si bayek “lahir seluruh perhatian ibu dan bapaknya tertumpah padanya. Lalu datanglah adiknya. Anggota keluarga baru ini tentu saja menarik perhatian keluarga dan semuanya yang datang berkunjung kemari, per-tama-tama si bayeklah yang sekarang menjadi pusat perhatian. Tentu saja ini menyebabkan Nono jadi iri hati.”
»mBakyu, tapi kami semuanya juga tidak melupakan Nono, tak ada sesuatu yang. kekurangan buat Nono, apa yang diperlukan Nono tetap kita penuhi seperti sebelum ada adiknya..... 2
=== [PDF page 12] ===
»Ya, Jeng, itu saya tahu. Saya percaya, Nono cukup mendapat segala barang kebutuhannya, permainan juga cukup bagi dia. Tetapi ada satu hal yang per-tama ia sekarang merasa kekurangan, yaitu perhatian, tentu saja terutama perhatian dari ibu, yang sekarang ia rasakan kurang daripada dulu. Karena itu jugalah ia sekarang ingin lagi disuapi, dengan ini ia bermaksud akan merebut kembali peranan utama yang sekarang dipegang adiknya, ia ingin ditolong lagi oleh ibunya seperti adik bayek. Ketika ia masih kecil ia ditolong dan dimanjakan oleh ibu seperti adiknya sekarang. Inilah kira-kira yang menjadi tujuan Nono — tentu saja diluar kesadarannya — dengan segala perubahan tingkah-lakunya akhir-akhir ini: menjadi bayek lagi, dan dengan demikian supaya ia bisa merebut kembali perhatian ibu.”
Ny. Nardi keheranan mendengar segala kataku ini, se-olah-olah tak bisa mengerti.,,Jangan-jangan ngompolnya “(kencing waktu tidur) Nono akhir-akhir ini juga ada hubungannya dengan apa yang mBakyu terangkan tadi? Achir-achir ini Nono sering ngompol, padahal sebelum adiknya lahir sudah lama dia tidak pernah ngompol.”
»Ya, tentu ini ada hubungannya juga. Ngom- — politu juga menandakan keinginannya kembali menjadi bayi seperti adiknya. Jika ia ngompol tengah malam ditempat tidur, tentu ibu datang untuk menggantikan pakaiannya. Dengan demikian ia bisa menarik perhatian ibu dan diperlakukan persis seperti adiknya.” - »Yah, mBakyu, begitu sulit jadinya.”
»Ah, samasekali tidak sulit Jeng, mengatasi masalah Nono ini. Semuanya ini soal gampang, se-.
jak sekarang berilah Nono lebih banyak perhatian daripada biasanya. Jika Jeng Nardi sedang menolong adiknya, panggillah dia, suruh dia memegangi adiknya, dan perlihatkanlah bahwa Jeng masih tetap menyayangi dan memperhatikan dia, meskipun sekarang ada adiknya. Dengan sikap Jeng yang demikian ini pasti Nono akan kembali menjadi manis lagi seperti dulu.”
Beberapa bulan kemudian aku ketemu lagi dengan Ny. Nardi, katanya:,,Betul mBakyu, semua nasehat mBakyu dulu itu. Sekarang Nono tidak lagi rewel, tidak ngompol, dan sudah suka makan
“sendiri. Terimakasih atas segala naskhat mBakyu.”
Agaknya Nono sekarang sudah mendapat perhatian sama dengan adiknya!
— Bu Dono —
Percikan Api Kantini
Wahai, alangkah banyaknya pikiran indah kami dengar diucapkan oleh mulut Rakyat jelata. Pikiran yang mulia-mulia dam indah-indah dengan terang, dengan kata?
yang se-hari-hari saja, akan tetapi sangat merdu bunyinya! Pikiran yang mulia-mulia itu, tiada sulitnya orang
10
mengerti dengan kata-kata sederhana, tetapi, sianepah indahnya suara dan
Semakin dalam aku ai patie kedalam Yautan jiwbangsa kami, semakin tinggi derajat jiwanya itu pada pemandanganku.
Cobalah pergi ber-jalan-jalan berkeliling dengan daku, didalam kampung dan desa, marilah kita masuk teratak orang yang miskin?, dengarkanlah kata-kata mereka, pikiram mereka qo... ha
=== [PDF page 13] ===
KANAN
Tanaman dalam rumah
Betapapun rumah itu diatur dengan rapinya namun bila tidak diisi dengan tanam?an akan terasa ada yang kurang, kurang sedap dipandangan mata. Apalagi dalam musim panas tanam?an tersebut menyejukkan hawa, asri dipandang dan
menimbulkan keindahan dalam rumah.
Siapa yang tidak senang dalam rumahnya ada tanam2an yang diatur rapi sekalipun rumah dan meubilernya-sangat sederhana. Jadi letak seni rumahtangga bukannya rumah dan meubiler yang mewah, tetapi dalam cara mengaturnya. Siapapun yang berkunjung dalam rumah yang teratur dengan rapi dengan disana-sini ada tanam?an yang menghijau akan merasa gembira.
Pot-pot dari tanah yang sering kita pergunakan untuk tanam?an supaya kelihatan menarik diberi warna dengan cat. Tetapi. ini akibatnya kurang baik bagi tanaman, misalnya tanaman tersebut Yekas layu. Jadi sebaiknya pot-pot tsb. tidak usah dicat.
Setiap sore bila matahari sudah mulai terbenam letakkanlah pot-pot tsb. diluar dan diberi air seperlunya dan sesudah sementara kembalikanlah pada tempatnya.
Untuk menambah sedapnya pandangan kecuali pot-pot biasa bisa juga mempergunakan pot dengan tanaman yang merambat. Tempat untuk tanaman yang merambat tsb. bisa dibuat dari kayu atau rotan yang diserut halus atau divernis, misalnya ditempatkan dibagian pinggir dekat kamar duduk atau kamar untuk menerima tamu.
Tentu saja disamping tanam?an dalam pot, sebuah tempat bunga dengan bunga-bunga akan menyemarakkan suasana. Hiasan dindingpun tidak boleh ramai. Pasanglah sebuah lukisan dibelakang tempat duduk, sebuah gambar diatas rak buku. Bila ada, boleh ijuga dipasang penutup lantai, tetapi ini tidak begitu mutlak.
Dengan demikian rumah saudara kelihatan sedap dan menarik.
=== [PDF page 14] ===
RUANG KESEHATAN
Persediaan
Dalam tiap-tiap rumahtangga perlu ada persediaan obat-obatan yang disimpan dalam sebuah almari kecil atau dalam kotak yang digantungkan didinding. Obatobntan tsb. adalah sangat berguna untuk keperluan-keperluan yang mendadak, misalnya anak jatuh dimana kakinya lecet perlu ada mercurokhroom, kapas, boorwater untuk mengompres mata, APC untuk mereka yang sedang sakit kepala, minyak kayuputih bila ada yang sakit perut dsbnya.
Sudah barang tentu obat-obatan tsb bersifat untuk mencegah penyakit yang ringan-ringan yang tidak memerlukan resep dari dokter.
Sakit yang memerlukan pengobatan dokter harus segera dibawa ke rumahsakit atau dokter yang berdekatan.
Kecuali praktis diperlukan sehari-sehari untuk keluarga dalam rumahtangga, juga untuk memberikan bantuan se-waktu-waktu bagi orang-orang yang memerlukan bantuan pertolongan pertama. Persediaan obat-obatan tsb. kerapkali perlu diperiksa apakah masih mencukupi dan perlu ditambah.
Pada tiap-tiap obat-obatan harus ditempel namanya obat tsb., supaya dalam menggunakan obat tsb jangan sampai keliru, sebab akibatnya akan sangat membahayakan.
Sekiranya akan baik sekali bila anggota-anggota keluarga. rumahtangga yang sudah dewasa, sedikit banyak mempunyai pengetahuan tentang kesehatan, memberikan pertolongan pertama yang elementer.
Dalam cara-cara memberikan pertolongan pertama ini bisa menanyakan pada Palang Merah Indone-
12
ahat-ahatan dirumah
sia disetiap tempat, yang memang menyelenggarakan pelajaran?nya baik secara teoretis — maupun praktis.
Jadi persediaan obat-obatan itu tidak saja diperlukan dirumah tetapi juga diwaktu piknik,
‘diwaktu_mengadakan peristirahatan beberapa hari diluarkota, dsb.nya, Pendeknya perseZiaan obat2an itu tak bisa dipisahkan dengan keperluan se-hari-hari.
Janganlah. sekali-sekali memandang remeh dan menganggap tak ada perlunya menyimpan persaliaan obat-obatan tsb. Ini seharusnya disedari oleh setiap orang.
Sekalipun sedikit dan tak begitu lengkap namun sangat berguna.
Bersedia payung sebelum hujan
(begitu kata pepatah.
Tempat obat-obatan tsb supaya diberi kunci atau kalau kotak dipasang didinding memasangnya supaya agak tinggi, hingga anak?
tidak bisa mengambil begitu saja atau untuk main?, sebab ini berbahaya. Sering pula kejadian dengan tak disengaja doos tablet diletakkan diatas meja, kemudian anak kecil mengambilnya dikiranya kembanggula. Maka untuk menjaga kemungkinan?
yang tidak kita inginkan supaya ber-hati-hati dalam menyimpan obatobatan.
Tempat obat-obatan itupun bisa kita buat sendiri dari kotak bekas tempat sabun atau Tainnya, dan dibelakangnya diberi cantolan supaya bisa dipasang didinding.
Bagi mereka yang belum memiliki, bisa mencoba.
=== [PDF page 15] ===
| 3 Oleh: Syaraswati
Kuajak pembaca memandang sejenak peta dimeja... Afrika....
sebuah benua yang luas, lebih daripada Eropa benua tetangga pernah dikenal sebagai
»terra in cognita”, daerah tak dike-
MAL sass Memang banyak yang tak
terutama penjajah yang tak mau tahu tentang debaran hati Afrika, manusia2nya, Wanita2nya.
Mereka datang dan mem-bagi-bagi
Afrika, bagaikan mereka mengiris kuwih lezat, tak dirasa betapa hati
Rakyat Afrika teriris berdarah bercucuran, sebagaimana halnya kita baca ada Kongo
Inggris dan Belgia, Kamerun dan Senegal di Perancis jantung Afrika. Ya...... petak-petak kecil itu menggambarkan daerah-daerah yg. luas beserta manusia-manusia yg.
ingin merdeka yg. kini meletakkan harapan dalam
mengenal Afrika,
perjuangan mereka. Dibagian Utara Maroko, Tunisia dan Mesir telah membayar mahal- untuk kemerdekaan tanahair-sedang Aljazair masih dalam pergolakan berdarah. Di Selatan Afrika Selatan, Nyassa dan Kongo mengadakan perlawanan terhadap diskriminasi ras yg. menghina, pun di Kamerun, Senegal dil. api mulai mengobar hasrat untuk melepas genggam penjajah. Sudan dan Ghana telah berhasil dan Nigeria mulai meronta. Ya...... berpuluh negeri dibenua Afrika kini minta perhatian dunia bahwa Gurun Sahara bukan lagi lambang ketenangan dan penyerahan, melainkan lautan pasir yang mengenal taufan meradang ingin meratakan bukit-bukit pasir menghalang menghapus garis-garis pemisah buatan manusia. Kita baca betapa di Selatan di Utara di Tengah Afrika kini sedang mengobar apa, perlawanan-perlawanan perwira di Aljazair, Jamila?
yang tersebar diseluruh Afrika menimbulkan hormatsimpati kepada kita, mereka yang tak menghiraukan maut dan penjara. Kaum wanitanya mendampingi kaum pria dalam saat-saat perlawanan itu, mereka pun sebagai kita, para ibu-ibu dan istri-istri atau gadis-gadis remaja yang sedia hidup untuk cita-cita kemerdekaan bangsanya, agar hari yang akan datang tak segelap malam dirimba Afrika. Cita-cita itu menyebabkan mereka tabah menghadapi setiap rintang. -
Di Kamerun...... wanita-wanita...... gadis-gadis telah menjadi korban penangkapan-penangkapan. Pada tahun 1956 mereka ikut dalam gerakan memboikot pemilihan yang dipaksakan Perancis. Mereka mengirim surat jcritan kepada Perserikatan Bangsa-bangsa untuk menjelaskan pembunuhan-pembunuhan kejam yang dilakukan di Kamerun. Wanita Kamerun tetap meneruskan perjuangan mereka sampai tercapai idaman mereka
13
=== [PDF page 16] ===
nanti. Di Senegal wanita bersatu dalam Gabungan Wanita Senegal pada tahun 1956, banyak persoalan yang mereka hadapi, kehidupan yang tercekik kemiskinan sebagai negeri jajahan ditengah alam yang kaya, tetapi mereka tak berputus asa. Di Nigeria kaum wanita ikut serta bergerak sejak lama, pada tahun 1959 tak kurang dari 66 wanita dipenjarakan, dan pada tahun 1952 sejumlah 42 orang, tetapi mereka terus henti. Di Afrika Selatan perbedaan ras yang menghina telah menimbulkan geram hati kaum wanita, dalam demonstrasi-demonstrasi beribu kaum wanita ditangkap. Di Nyassa wanita membuktikan bahwa tanahair bisa digenggam penjajah, tetapi hati wanita Afrika tak mudah menyerah.
Kejadian?2 penangkapan-penangkapan di Kongo baru-baru ini telah pula menimbulkan amarah dunia tetapi hormatsimpati kepada Rakyat dan wanita-wanita Kongo yang tabah dalam menginginkan kemerdekaan tanahair mereka. |
Yagex: saudara...... memandang peta Afrika melayangkan kenangan kepada ketabahan hati para ibu-ibu dan saudara-saudara dibenua tetangga yang kini masih diliputi mendung menggumpal tetapi langit cerah pun telah mulai menampak diufuk Timur.
Afrika bukan lagi benua gelap gulita suatu,,terra in cognita”, tetapi benua yang kini dengan sepenuh daya ingin melepas dir: dari tikaman penjajah ber-abad-abad. Jeritan dipadang pasir bukan lagi jerit keputus asaan, melainkan ajakan untuk bangkit dan bergerak dengan penuh kepercayaan diri.
Mereka...... para ibu-ibu dan wanita dibenua harapan, benua yang sangat kaya melimpah, tetapi di-
14
mana kehidupan masih kering sekering padang:
pasir, mereka kaum wanita Afrika tak berputus asa. Patah tumbuh hilang berganti, atau sebagai Aji Condobirowo dalam cerita-cerita wayang, satu jatuh seribu tumbuh...... Cita-cita masa yang lebih bahagia telah meresap dihati yang menimbulkan beribu Jamila-jamila diseluruh Afrika, ya bahkan Jamila-jamila dikenal ditiap negara yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya, sebagaimana juga di Indonesia pada tahun-tahun perjuangan pertama. Wanita Afrika bergerak dengan penuh kesegaran dan kepercayaan akan kebenaran cita-cita mereka dan percaya bahwa pada akhirnya mereka akan duduk.sejajar dengan wanita-wanita dilain bagian dunia. Untuk itu mereka sedia memberikan hidup dan tenaga mereka. |
Sekilas kenangan diwaktu makan dalam pertemuan-pertemuan wanita berbagai negara!
RUANG MAKAN.........!!
Kali ini ruang makan yang kuceritakan sekilas memang biasa, empat persegi panjang. Disudut tampak bupetnya dengan wanita berpakaian putih tersenyum melayani dengan cepat dan rapi. Tak ubahnya sebagai ditiap negara...... tetapi lihat mereka yang masuk ruang ini. Bahasa apa yang Tue, reka gunakan. “Guten Tag...... 1? #Bonyour......
”How do you do?” Ruang ini mulai terisi. Gemerincing garpu dan sendok tercampur gelak ketawa dan rentetan kata-kata terhambur deras dalam lagak aneka ragam. Itu Carmen dari Spanyol sibuk membentangkan sesuatu kepada Celia dari Argentina sedang wanita muda dari Venezuela menganggukanggukkan kepala. Dibangku sebelahnya wanita Perancis berdebat hangat dengan teman Italia, sedang Eugenia dari Bulgaria tampak setuju.
Rupanya Slava-dari Polandia tengah menceritakan tentang keadaan negerinya kepada Beatrice dari Amerika. Disini batas-batas ilmu bumi remang?
bercampur, Irak dan Costa Rica berjajar, Inggris, makan bersama Rumania, India sedang asyik dengan Skandinavia dan Jerman Barat dan Timur berpadu dalam satu meja. Uni Sovyet dan Perancis beramahan dan banyak lagi. Dengan tersenyum kulayangkan pandang diseluruh ruangan.
Ruang yang biasa kali ini istimewa dalam pandangku suatu lambang kekeluargaan sedunia, dimana tembok kaum wanita sedunia hancur, terserak barikadi penghalang, perbedaan kulit dan jarak berjuta mil. Mereka bertanya dengan penuh perhatian tentang gerak wanita Indonesia. Ya...... kini seluruh dunia sudah tahu nama dan arti sederetan pulau-pulau di Asia Tenggara yang bernama Indonesia.
=== [PDF page 17] ===
inil.
| dengan kendang-kendang oris
ian nasiona
Tari
Ruang makan semacam ini akan dijumpai dalam setiap sidang atau pertemuan dan sidang-sidang sedunia atau berbagai negara sebagai buruh, pemuda, mahasiswa dan banyak lagi pun dalam tingkat pemerintahan di PBB. Dalam ruang makan berbagai bangsa dan negara itu akan kau jumpai pula Indonesia diantara mereka, tak kalah dengan Belanda atau negeri-negeri lainnya.
Ini pernah kucitakan lebih dari sepuluh tahun yang lampau dalam bertahan di-gunung-gunung...... betapa nanti Indonesia akan bisa menjadi warga dunia yang penuh dan sejajar. Ya...... kala itu ruang makan kami adalah dibawah pohon-pohon dalam alam bebas, mendengarkan identuman meriam harapan mendebar didada.
Bermacam ruang makan pernah kulihat, tetapi
ruang makan lambang kekeluargaan wanita sedunia ini mengesan dalam meresap dihati, menimbulkan arus kepercayaan, bahwa berjuta wanita disetiap negeri adalah teman-teman kita, bahwa mereka sama dengan kita dalam rasa keibuan dan keinginan-keinginan mereka untuk kebahagiaan keluarga dan anak?
mereka. Bahwa setiap wanita dimanapun tak kan rela melepas puteranya untuk membunuh putera?
sesama ibu dilain bagian dunia.
Hasrat damai adalah kehendak murni setiap hati.
Ruang makan empat persegi kali ini berkesan dalam......
Wanita Afrika berdemonstrasi di Yohannesburg memprotes diskriminasi rasial
15
=== [PDF page 18] ===
42 NM
Pf LerTT,
Silahkan
Mencoba
Memasak
WAS
1 RAWON (Jawa Timur)
e STU
Bahan:
Daging % kg.
Daging rawonan atau tétélan 2 kg.
Bumbu:. te
Bawang merah, bawang putih, ketumbar, laos (lengkuas), jae,. garam, asam, kunyit, sepucuk cabe merah, 3-4 biji. kluwak, jeruk purut, seré; daun brambang, daun salam.
Cara memasak:
Daging dan daging rawonan (tétélan):-direbus bersama dengan air yang cukup banyak. Bumbu ditumbuk (diuleg) yang halus, terakhir kluwak diuleg sekali, digangsa -bersama dengan jeruk purut dan sere/salam dengan sedikit minyak kelapa, sesudahnya bumbu tersebut dimasukkan didalam rebusan daging tadi, ditambah dengan daun brambang yang di-potong-potong 2 cm panjangnya. Daging yang bulat dapat di-potong-potong untuk empal (digoreng), untuk dimakan bersama nasi rawon dengan dilengkapi krupuk udang, sambel trasi dengan taog& pendek mentah. Rawon ini-adalah masakan Jawa Timur asli, maka mirip dengan masakan ini kita jumpai di Jawa Tengah dengan nama:
2 BRONGKOS
Bumbunya sama dengan rawon dan setelah digangsa, ditambah santan kani (kira-kira 1 atau?
kelapa). Gantinya daging sapi dapat dipakai
16
daging ayam. Juga (dapat ditambahkan rebusan kacang tolo atau bruine bonen (kacang | coklat) tahu goreng (gembus) cab€ rawit atau | cabe ijo besar.
3. KLIO daun singkong (masakan Padang)
Bahan:
Daun singkong yang muda.
Cab€, kunyit, laos (lengkuas) bawang merah, bawang putih, salam, garam, sere, asam, gula, kelapa.
Cara memasak:
Kelapa diambil santennya. Bumbu ditumbuk halus kemudian dimasukkan dalam santen. Jikalau sudah mendidih masukkanlah daun singkong yang telah di-potong-potong dan dimasak sampat kental. Bertambdh enak kiranya rasanya, jika kita- masukkan daging atau udang.
4. LUMPIA Singapura
Bahan:
‘1 piring kecil daging sapi rebus.
1 udang rebus.
1% » ayam rebus.
2 5 » rebung rebus.
Semuanya di-potong-potong yang halus dan rebungnya dipotong yang halus panjang-panjang.
1 sendok makan seldri.
1 biji juhi.
Bawang merah, bawang putih, daun bawangmuda, kecap, garam, mrica, gula, vetsin.
Membikin kulitnya (dadar).
Telur ayam 3-4 biji dikopyok dengan sedikit air (atau dapat ditambah dengan tepung trigu)
garam sedikit, dibikin dadar tipis.
=== [PDF page 19] ===
/ BAJU KARUNG
D IDUNIA ini ada hal-hal yang cukup aneh: orang-orang yang kulitnya ke-hitam2an kepingin kulitnya putih, orang-orang yang kulitnya putih kepingin kulitnya ke-hitam2an. Begitu juga yang biasanya berbaju karung atau belacu kepingin berbaju sutera.
“sedang yang biasanya mampu berbaju sutera atau bahan-bahan lain ' yang mahal-mahal kepingin berbaju karung......
DEMIKIAN, diantara mode-mode yang paling populer sekarang ini, -di-mana-mana didunia dan tak terkecuali ditanahair kita, adalah apa ‘yang disebut baju karung, se- | perti yang gambarnya sdr-sdr lihat disini. Apakah cocok ia untuk wanita-wanita Indonesia? Apakah serasi ia bagi gadis-gadis kita? Apakah.misalnya Rakyat di Madura atau Pasundan yang biasanya menganggap pinggang itu salahsatu faktor kecantikan akan senang mengenakan baju karung? Tentu, masing-masing dengan jawabnya masing-masing.
»Baju karung” adalah penamaan bagi model yang umum, yaitu asal baju yang tidak berpinggang, sehingga seperti karung. Ber-puluh-puluh dan bahkan beratus variasi bisa dibikin dari »prinsip” ini dan memang begitulah kenyataannya.
Tetapi satu hal jangan menipu kita!,,baju karung” bukanlah baju yang terbuat dari karung......... Biasanya bahannya justru dibikin dari bahan yang mahal-mahal!
Akan berapa lama umur mode »karung” ini, tidak seorangpun rasanya yang mengetahui. Dinegeri-dinegeri seperti Perancis dan Amerika, soal umur ini sangat tergantung dari perusahaan-perusahaan besar yang menarik keuntungan?
besar dari diotak-atiknya, dipopulerkannya model ini atau mode
(Sutarni)
=== [PDF page 20] ===
ADAT ISTIADAT |
Perkawinan ditanah Pasundan
Oleh: Ni S. Atmojo
LAIN lubuk lain ikannya, lain padang lain belalangnya, kata pepatah. Dalam bahasa Sunda dikatakan: ciri sabumi cara sadesa. Apalagi jika dibandingkan dengan perkawinan orang dinegara lain, di Indonesia sendiri karena terdiri dari ribuan kepulauan, dan kurang lebih 250 suku bangsa, istilah itupun berlaku juga.
Sekali ini saudara-saudara akan kita bawa ketanah Pasundan atau lazim juga disebut daerah Preangan yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah.
Seperti halnya diberbagai daerah, karena pengaruh ilmu dan pergaulan kota, adat-istiadat dari nenek moyang sudah banyak yang ditingga'kan.
Hanya dikampung-kampung saja, tata-cara itu masih banyak dipakai. Itupun disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan keluarga yang mempunyai hajat.
Beda dengan zaman sekarang, dimana perkawinan itu sebelumnya disetujui oleh pemuda dan pemudi lebih dulu, dizaman dulu pikiran untuk menjadikan 2 teruna menjadi mempelai datang dari orang tua. Orang tua pemuda datang pada orang tua gadis untuk menanyakan apakah gadisnya masih belum ada yang punya. Perembukan ini dinamai: neundeung omong, yang artinya menaruh perkataan. Jadi tidaknya perkawinan nantinya, tergantung dari hasil penyelidikan selanjutnya.
Pokoknya sesudah ini mulailah gadis Sunda mengalami berbagai ujian yang dilakukan atas dirinya oleh calon mertua. Bukan ujian seperti yang didapati dibangku sekolah, tetapi ujian-ujian ini berupa penyelidikan untuk mengenal sifat dan tabiat, dari perbuatan, yang — untuk kita sekarang — sudah tidak lagi masuk akal.
Mencari kutu, menurut kepercayaan orang dusun, bisa membuka tabir kelakuan sang gadis.
Kalau menindas sakit, itu menjadi satu tanda bahwa gadis itu bengis terhadap suaminya. Dan kalau menindasnya suka meleset, itu tandanya bahwa ia suka mencintai laki-laki lain, dsb.
Cara ia memasak, cara ia membereskan perabot-perabot rumahtangga menjadi ukuran, apakah ia
18
kelak pandai memberikan kesenangan kepada suaminya. Juga karena sambel menjadi makanan yang dipentingkan disamping nasi, timbullah peribahasa, bahwa wanita yang kasar tingkah lakunya, tak enak sambalnya.
Jika penyelidikan oleh mertua hasilnya memuaskan, maka akan dilanjutkan dengan pinangan atau dalam bahasa Sunda dikatakan nyeureuhan.
Foto: Kempen
=== [PDF page 21] ===
Arti perkataan ini sebetulnya yalah memberi sirih, dan bahasa halusnya: ngalamar, yang berasal dari kata ngalemar, yang artinya makan sirih atau mencampurkan atau menyatukan. Itulah sebabnya maka ditanah Pasundan pinangan itu dilakukan, kecuali dengan membawa wang, juga dengan membawa sirih dan kawannya (jambe, gambir, kapur, dsb.).
Sejak saat itu, dikatakan orang bahwa kedua anak itu sudah bertukar tameuh atau dalam istilah sekarang bertunangan.
Beberapa hari sebelum hari pernikahan tiba (dua atau tiga sebelumnya) berlaku apa yang disebut seserahan, yaitu waktu pengantin laki-laki diserahkan kepada pengantin wanita. Biasanya ini dilakukan dengan iring?2an yang panjang sekali.
Calon mempelai laki-laki berjalan dimuka, disusul dibelakangnya oleh banyak keluarga dan kenalannya. Diantaranya ada yang membawa baki, berisi barang-barang pembawaan dari pengantin laki-laki. Pembawaan 'ini-umumnya berupa: wang sepuluh xali jumlah yang dibawa waktu melamar, pakaian untuk pengantin wanita dari kain sampai selendangnya, dan kadang-kadang juga perhiasan selengkapya, ditambah dengan sirih dan kawannya.
Bagi orang-orang yang. masih kokoh memegang adatistiadat diadakan juga upacara ngeuyeuk seureuh, yaitu suatu upacara yang mengandung lambang nasehat bagi mereka yang akan kawin sehari sebelum hari nikah tiba. Kebiasaan ini lambat laun hanyut karena gelora zaman.
Kini sampailah saatnya menikah. Bagi golongan yang mampu, biasanya penghulu diminta datang kerumah, atau kedua mempelai pergi bersama-sama ke mesjid. Hadir juga pada waktu ini yalah wali dari pengantin wanita, penghulu dan dua orang saksi. Dengan disaksikan oleh wali dan saksi-saksi tsb., penghulu membacakan ijab-kabulnya sebagaimana mestinya. Dan sama halnya dengan adat-istiadat diberbagai daerah lainnya, disinipun mereka memakai maskawin (mahar) sebagai pem- “beli kesukaan sang gadis.
Setelah mempelai pulang dari mesjid, didepan pintu mereka disawer, yakni disiram dengan beras bercampur wang receh dengan kunir yang sudah di-iris-iris sambil bernyanyi. Waktu disawer, kedua mempelai itu dipayungi biarpun hari tidak panas.
Nyawer dimaksudkan juga untuk memberi nasehat 'yang isi syairnya bagus sekali untuk diambil “teladan, supaya kedua mempelai hidupnya penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Payung disini mempunyai lambang maksud, agar supaya mereka selalu berhati-hati menjaga.diri. Setelah upacara nyawer selesai, dimuka pin-
Foto: Kempen
tu atau tangga, mempelai wanita diberi tujuh batang segar (harupat) untuk dipegang, dan mempelai laki-laki memegang pelita yang mempunyai tujuh sumbu atau bagi orang bangsawan ini diganti lilin 7 buah. Keduanya berhadap-hadapan, sementara harupat itu dibakar habis menjadi abu.
Sesudah itu mempelai wanita diberi sebuah gendi berisi air mentah, dan mempelai laki-laki disuruh menginjak telur dan elékan (alat tenun)
yang telah disediakan diatas batu pipisan diambang pintu atau tangga rumah. Setelah telur dan elékan pecah, berjongkoklah mempelai wanita untuk mencuci kaki sang suami dengan air gendi tadi.
Suatu kebiasaan tradisionil yang masih dilakukan juga oleh penganten ditanah Pasundan, adalah melangkahi pakara, yaitu perkakas menenun
' selengkapnya, sesudah upacara mencuci kaki ini
selesai.
Setelah masuk keserambi muka, mempelai wanita terus masuk kedalam, dan mempelai Yaki-yaki tinggal disitu menghadapi pintu yang ditutup. Disini seharusnya ia mengetuk pintu, tetapi oleh karena biasanya penganten itu suka malu-malu, maka
“ada orang lain yang mewakilinya yang sudah biasa
melakukan itu. Demikianpun fihak mempelai wanita ada yang mewakili.
Maka terjadilah soal-jawab bernyanyi aritara seorang yang didalam mewakili mempelai wanita dan seorang yang diluar mewakili mempelai laki?, Kemudian pintu diketuk lagi dan mempelai laki?
membaca sebuah kalimat syahadat, dan mempelai wanita membaca sekalimat lainnya. Habis itu pintunya dibuka, dan masuklah mempelai laki-laki.
Upacara ini dinamakan upacara, buka-pintu.
19
=== [PDF page 22] ===
Prima balerina Galina Ulanova menaetok hati Rakyat Amerika
Serikat iana tiinta damai
(Sambungan dari hal. 16)
Membikin isinya:
Bawang merah dan putih digangsa dengan mentega atau minyak. Jikalau sudah setengah mateng rebungnya dimasukkan sampai menjadi lemas, serta daging-daging, bumbu, daun: bawang dan selderi, juhi. Dadarnya diisi satu per satu dengan masakan ini, dilipat yang rapi.
Makannya pakai sla, tomat, bawang muda dengan bumbunya sbb.:
Bawang putih digangsa dan diberi air kaldu (bouillon) dimasuki garam, sedikit gula, lom- 'bok merah halus, dikentalkan dengan sedikit tepung kanji.
(Oleh: Ny. Sulistyowarni).
LA A
A. Bagaimana caranya membesarkan pola 20
(Sambungan dari hal. 19)
Setelah masuk kedalam, kedua mempelai didudukkan dimuka pajangan, yaitu tempat tidur pengantin yang sudah dihias dengan menghadapi berbagai hidangan kuweh. Juga didepan mereka disediakan panggang ayam sebuah, yang harus mereka tarik berebut, untuk memperoleh bagian yang lebih besar. Kata orang-orang tua siapa yang lebih. | besar bagiannya dari belahan panggang ayam itu, dialah yang besar menarik rejeki nantinya.
Upacara yang terakhir dalam rangkaian kebiasaan yang dilakukan dalam perkawinan ini adalah suap-menyuapi atau huap-lingkung kata orang Sunda.
Cara huap-lingkung itu dilakukan demikian.
Kedua mempelai duduk berderet, wanita berada disebelah kiri. Ia mengambil nasi sejumput dan disuapkan kepada suaminya tetapi tangannya harus melampaui kuduk mempelai laki-laki, jadi datangnya suapan itu dari sebelah kanan. Sesudah itu, lalu pengantin laki-laki menjumput nasi dengan tangan kiri, juga dengan melalui kuduk mempelai wanita nasi itu disuapkan dari sebelah kiri. Begitu seterusnya sampai suap-menyuapi ini terjadi hingga- masing-masing mendapat 2-3 suap.
Kalau ini sudah selesai, dimulai hajat walimah, yaitu kenduri selamatannya. Dengan disertai doa dan pedato, maka upacara perkawinan sele- | sailah sudah.
Bagi mempelai...... penghidupan baru menanti
Membesarkan atau mengecilkan pola
Ada yang merasa sukar jika mau membuat | pakaian sedang pola yang tersedia hanya pola yang kebesaran atau kekecilan. Membesarkan atau mengecilkan pola itu samasekali bukan pekerjaan.yang sukar. Perhatikan gambar-gambar contoh dibawah ini dan sdr. akan dapat melakukannya sendiri.
B. Bagaimana caranya mengecilkan pola | (Sutarni
=== [PDF page 23] ===
SATU2NYA kenangan pusaka yang masih tinggal diingatnya, ialah suatu ingatan bahwa pernah ia ber-cita-cita: ingin menjadi permaisuri kaisar Tiongkok!
Betapa keagungan yang dilamuninya, kadang-kadang ber-jam-jam menyita waktunya untuk me-reka-reka:
sebuah istana yang besar perkasa, pakaian indah aneka macam, berlian besar-besar yang menyilaukan mata, lalu duduk seharian terbenam dikasur beledu halus dan peian dikipasi kipas bulu! Tak ada yang dikerjakan setiap hari, kecuali mematut diri, mengecat muka, alis dan bibir dikaca seperti topeng. Amboi, adakah kenikmatan yang lebih mahal bagi wanita, selain menjadi seorang permaisuri?
Pelan-pelan didekatkannya mukanya kedepan cermin, di-urut-urut?nya pipi yang mulai cekung menulang:
-— Begini jeleknya rupaku sekarang...... — ia berbisik sedih.
Sebuah gambar tentang dirinya kini berdiri didepannya: seorang wanita yang susut tak berdaging, berambut tipis, bermata cekung diputari lingkaran hitam, se-akan-akan membayangkan seorang pejalan jauh siang-malam yg. sudah penat kelelahan. Lama ia menatap dirinya. Ia kepingin terus-terang berkata dan bertanya, tapi ia selalu terbentur pada sebuah percakapan yang bengis meng-uber-uber dirinya:-
— Begini beratnya hidup mengikuti jejak dia! Aku sudah penat ter-seret-seret......
— Engkau terlalu lemah! —
— Lalu? Apa yang harus kubuat? —
— Engkau kurang berani masuk kepergolakan hidup yang mcluap?. Engkau selalu bimbang dan mengutuk keadaan, tapi engkau tak dapat menemukan letak persoalanmu. Tempalah dirimu sekeras baja! —
Kalung
Oleh: 8. Ruk Kertapati
Jika sebuah percakapan ini sudah datang menjalari, seluruh dirinya, lalu terasa bahwa ra hidup tidak untuk dirinya seorang saja. Tidak untuk sebuah lamunan tentang permaisuri kaisar Tiongkok, t'dak juga untuk diayun dikipasi kipas bulu, tapi untuk seluruh kehidupan yang begini sibuk me-luap?, untuk sebuah perjalanan jauh yg. tak henti2nya siang dan malam......
Ditatapnya dirinya dikaca sekali.lagi. Malu dan sedih timbul karena melihat kejelekan rupanya sekarang dicermin. Tapi bagaimana ia hendak mempercantik dirinya, jika seharian penuh di-uber-uber kerja dan kebutuhan untuk menyambung hidup keluarga dan rumah-tangganya? Bangun sepagi ia sudah menghadapi tiga ember besar yg. penuh cucian. Kulit telapak tangannya yang pernah terkenal sehalus sutera, kian hari kian menjadi keras dan tebal. Pindah dari cucian, ia gesit merawat anaknya yang masih alit kecil-kecil. Kemudian lari mengatur makanan mereka dan sehari penuh ia mondar-mandir didapur.
Panas api, gagang sapu dan kain pel sudah menjadi langganan tangannya yang mulai keras, kasar dan kukuh seperti tangan seorang algojo! Tak dapatkah.ia mencari pembantu? Pembantu harus dibayar dengan uang yang mahal, sedang ia tak ada sepicispun uang lebih untuk dibayarkan pembantu. Ia tak mampu hidup membayar pembantu.
Jika malam datang dan anak?nya sudah rampung ditidurkan, ia merayap pelan ‘kemeja tulis, lalu bekerjalah hingga larut dengan mata berat kantuk!
Ditengah kelelahan yang melecut men-dera-dera itu, sering ia terhenti dan bertanya pada dirinya: me-
21
=== [PDF page 24] ===
ngapa hidup ini begini sibuk?
Tak bolehkah aku mengaso barang sekejap?
Tapi ada waktunya ia tak paduli pada segala pertanyaan ini.
Ia berlari terus dengan hari-hari sibuknya. Sebab jika berhenti sebentar saja, ini berarti lapar dan sakit bagi anak2nya. Jika anak?nya sakit, berarti ia tak bisa bekerja malam, dan jika ia tak bisa bekerja malam, berarti uang kebutuhan semakin susut.
Ia harus bisa mencari uang tambahan dengan jalan menulis setiap malam, demi kepentingan cinta kepada anak?nya.
HARI ini si Nus sakit demam.
Panas badannya sungguh tinggi. Anak yang paling manis, anak kesayangannya! Dua honorarium dari dua buah tulisannya sudah diminta, tapi jumlah itu belum cukup untuk menebus obat-obat dokter Siem yang begitu tinggi harganya. Apa yang harus ia perbuat? Kaku tangannya membuka laci barang-barang simpanannya. Giwang bermata delima hadiah dari ibunya, sudah dijual setahun yang lalu, ketika si Lies diduga kena bronkhitis. Dan enam bulan kemudian, hadiah dari abangsudah hilang pula dijualnya.
Dan semua, semua barang-barang hadiah kepuryaannya, satu-satu pergi terjual, jika anak?nya atau dia sendiri diserang penyakit. Tinggallah satu2nya barang hadiah yang masih ada.tersimpan dilaci itu: kalung bermata hitam!
Kalung ini tak pernah ia pakai. Ini adalah hadiah dari Heru, seorang laki-laki yang pernah mencintainya dan pernah menjanjikannya bahwa ia benar-benar hendak menjadikannya ia: seorang permaisuri!
Pada tahun-tahun empatpuluhan. ia masih juga beranggapan, bahwa memang satu2nya kebahagiaan yang paling sempurna bagi wani-
22
ta, hanyalah menjadi seorang permaisuri yang dipertuan. Alangkah nikmatnya!
Waktu itu Heru menjadi seorang C.A., kandidat amtenar!
Suatu kedudukan yang sangat diidam-idamkan para gadis ditahun itu. Tidakkah dari seorang C.A., ia akan meningkat menjadi asisten, lalu wedana, kemungkinan patih, dan jika ada nasib baik berjasa besar pada Belanda, toh lama-lama ia pasti diberi pangkat bupati? Dan bupati adalah raja dari seantero pangkat.
Biarlah ia tak mungkin menjadi.
permaisuri seorang kaisar Tiongkok, tapi toh ada kemungkinan menjadi permaisuri seorang bupati!
Demikianlah ditahun itu ia asik bergaul dengan Heru, dipcnuhi harapan dan gambaran: kz:
bupaten, berlian besar-besar, tamu?
priyayi,. pesta tayuban dan bujang sahaya serta abdi-abdi yang jongkok me-nyembah?!
Dan memang begitulah Heru melatih dia. Dimanjakannya ia seperti memanjakan sebuah boneka rapuh. Dilarangnya ia bekerja keras agar tangan dan pipinya tetap bagus sehalus sutera.
Dijaganya dan dikawalnya kemana ia pergi, diaturnya segala ucapan dan gerak-gerik, agar selalu terikat pada tali-tali peradaban seorang priyayi tulen. Amboi, betapa tidak merdekanya hidup menjadi calon isteri amtenar!
Mulailah ia menimbang me-mikir-mikir. Segala tata-susila dan upacara kehormatan yang di-bikin?
itu membuat ia jemu dan sebal.
Datanglah kritik dan perlawanan. — Aku bukan barang mati seperti boneka, tapi aku suatu yg. hidup yg. harus menjalankan praktek hidup yang wajar, sejalan dengan gerakan dan kebiasaan manusia umum —
Tapi sementara itu berjalanlah tahun-tahun dengan kencangnya, hingga datanglah revolusi yang
berani menggilas seluruh tata-cara amtenar dan.calon amtenar dengan segala peradaban bikinannya yang amat menyebalkan itu. Juga terhadap dirinya. Ia terbentur pada keadaan yang amat asing dan aneh. Ia tergilas revolusi, maka ambruklah semua harapan tentang kesenangan dan kepentingan untuk dirinya seorang, diganti oleh segala perubahan yang seluruhnya meminta kebahagiaan untuk mereka yang ada diluar dirinya. Ia berdiri ditengah-ditengah keasingan. Lalu datanglah Maruto, seorang perajurit revolusi yang menyeret ia keluar berlari dari segala kungkungan dan tali-tali yang merantai antara dia dengan Heru, antara kepentingan untuk dirinya seorang dengan kepentingan mereka diluar dirinya.
Sebuah percakapan dengan
Maruto telah menyeberangkan dia kedunia lain:
— Aku perhatikan nasibmu,
Tika! Bila engkau tidak dipaksakan belajar menelan semua ketegasan dan kegetiran-kegetiran dialam nyata ini, engkau akan kesasar disekitar jalanmu yang kelamkabut itu. Engkau telah membenci kegetiran masyarakat, engkau telah mendendam — keburukan?
bangsamu. Tapi setelah engkau berpaling jauh dari mereka, kau bimbang pula untuk melepaskannya. Hendak kemana engkau? Engkau mesti diberi paksaan dan kekejaman untuk peleburan seluruh engkau dan pusat akumu yang selalu ingin 'berkuasa itu. Engkau mesti mengalami kehancuran dan peleburan! —
— Tapi toh aku tidak berbahaya buat engkau. Aku punya tempat yang tersendiri. Aku tak ada maksud untuk mengganggu engkau, tapi engkaupun tak usah mengganggu keamanan pikiranku. —
=== [PDF page 25] ===
— Tapi pikiran?mu itu adalah cetakan pikiran lama. Semua kelamaan ini mesti dihancurkan untuk memiliki kebaruan! —
— Mesti? Kemestian-kemestian itu hanya dibuat oleh mereka yang berjiwa mesin seperti pabrik. Dan aku bukan pabrik. —
— Perhatianmu cuma diuntukkan untuk engkau sendiri, Tika!
Engkau mesti memberikan 'dirimu untuk yang lain. —
— Apakah artinya itu, Maruto? —
— Artinya, sekali waktu nanti kubawa engkau ke-tempat-tempat pcrempuan lacur, ke-gubug-gubug kotor yang berderet yang dipunyai oleh orang-orang jelek sepanjang batu kerikil, atau’ ke-tempat-tempat mereka yang bekerja siang-malam untuk kebaikan hari esok. Kesemu-.
anya minta engkau berpikir. 'T'yarilah isi dari semua itu! —
— Tapi berpikir tentang hal?
seperti itu, sama artinya dengan memperkosa keindahan yang sudah lama aku miliki. Dan jika aku begitu, engkau mau menjajah aku! —..
— Menjajah untuk menghilangkan penjajahan dalam dirimu yang sudah merana hilang pegangan. Dan engkau harus tahu, bahwa semua ini untuk:kebaruan hari esok. —,
— Engkau terlalu percaya dan terlalu puas akan dirimu sendiri.
Padahal belum tentu itu, bahwa hidup punyamu itu yang benar. — De apa
— Aku tidak puas akan diriku sendiri, tapi aku punya keyakinan. Dan engkau, tak. tahukah engkau, apa sebabnya engkau runtuh dan mesti diruntuhkan?
Karena engkau tidak punya keya- ‘kinan. —
— Yakin? Untuk apa itu, Maruto? —;
— Untuk hidup. —
— Dan jika keyakinanmu itu tidak benar, lalu kita tak bisa hidup, akan tetapkah kauseret aku
kedalam penghidupanmu? —
— Sudah aku katakan, bahwa aku punya dua penghidupan. Satunya yang benar, itu punyaku.
Dan yang lain itu, engkaulah! —
Maka berjalanlah ia dari hari kehari disamping Maruto. Dikenalnya orang-orang jelek dan miskin yang dulu didendaminya. Warung kopi yang rendah, gubuk yang rapuh dan sarang-sarang pelacuran, ditambah pula dengan sengitnya perlawanan gerilya, mempertajam latihan praktek hidupnya.
— Kau lelah, Tika? —
- — Tidak. Aku kepingin tahu, sampai dimana ujung jalan yang kita hadapi ini. —
— Masih jauh! Kau ’nyesal?
Mau -kembali? —
— Tidak. Aku sudah melebur diriku, dan akan kutempa hatiku sekeras baja. —
TANGANNYA yang kaku itu gemetar memegang kalung yang bermata hitam tadi. Lalu melintas dipikirannya, sebuah.pertiakapan runcing yang menghabisi pertemuannya dengan Heru, si pemberi kalung itu.
— Kau tahu, siapa Maruto? —
— Turunannya? Asal-usulnya? —. a
— Aku tak butuh asal-usulnya. —
— Dia orang desa, tidak berdarah priyayi, bukan raden tulen dan tidak terpelajar. Hanya kebetulan saja perang, dia bisa membonceng kedudukan, yang buat kami, kedudukan itu sesungguhnya menjijikkan. Jadi serdadu! —
— Serdadu revolusi lebih tinggi kedudukannya dari seorang calon amtenar yang pengecut. —
— Kau sedang mabuk, tak sedar akan keadaanmu sendiri. —
— Aku tidak mabuk. Aku sedar, bahwa seorang calon amteyang turut memperpanjang umur penindasan, sedang seorang serdadu revolusi dari desa adalah manusia baru yang turut membongkar dunia lama untuk dijadikannya dunia-baru. —
— Omongkosong! Hidupmu akan rusak ter-lunta-lunta. Tak puniya gaji yang tetap, tak punya titel dan tak punya segala-gala. Kau tak akan dijadikannya seorang permaisuri, tapi seorang hambasahaya yang penuh dengan segala kewajiban. —
— Hamba-sahaya yang merdeka dan penuh dengan segala kewajiban, lebih tinggi daripada seorang permaisuri yang hanya dimonopoli oleh scorang majikan laki-laki. —
— Kau tak 'kan kuat mengikuti dia! — &
— Aku akan belajar, sekalipun aku jauh tertinggal olkhnya. Selamat berpisah, Heru! —
Ketika ia hendak mengembalikan kalung hadiahnya, - Heru 'sudah tak ada lagi ditempatnya. Ia sudah pergi berdagang mendiadi tukang catut. Untuk ' men-cari?
dimana dia berada, ia tak -zeripat lagi karena kesibukan yang me-ngejar-ngejar setiap harinya. Lalu terbawalah kalung itu hingga -sekarang, sekalipun tak pernah ia mengenakannya.
Kalung itu dilihatnya ‘dengan teliti. Di-timang?nya. Apa yang hendak dibuatnya dengan kalung ini? Timbul tanya-jawab: yang ber-tarik2an antara kehormatan seorang wanita yang tinggi hati dengan kebutuhan seorang ibu yang putus-asa.
— Aku jual saja kalung ini.
Toh tak ada gunanya lagi. Buat
— Tapi sekali waktu, kalung itu harus kaukembalikan. Carilah yang lain! —
— Aku tak punya apa-apa lagi.
Apa yang harus kucari? Baju-baju lama? Sepatu butut? Kertas-kertas? Oi,
nar yang pengecut, hanyalah alat « tak mungkin cukup buat nebus
23
=== [PDF page 26] ===
obat dan memang aku sudah tak punya apa-apa lagi. Kami terlalu miskin untuk merawat anak-anak kami dengan sempurna. Aku tak peduli, apakah ini melanggar kehormatan harga diri ataukah menipu?
Aku harus belajar berpikir dengan praktis. Malam ini si Nus harus dapat obat dari dokter. Panasnya terlalu tinggi. Aku butuh uang! — 1
Ia berkemas. Dengan kaki tersaruk-tersaruk keletihar, ia menuju sebuah toko langganannya yang biasa terima barang-barang perhiasannya.
— Kujual saja? — pikirnya.
— Bagaimana jika bertemu Heru? Amboi, betapa puasnya ia nanti, jika tahu bahwa aku menjual kalung hadiah kepunyaannya. Alangkah hinanya Maruto dimata dia. Dianggapnya ia tak mampu memberi nafkah pada kami anak-isterinya. Padapadahal jika mau, Maruto juga bisa mencari uang seperti dia. Mungkin lebih. Tapi relakah aku, jika Maruto menjadi seorang tukang catut?
Mondar-mandir kiri-kanan menjadi budaknya cina-cina yang bakal miemberi untung? Alangkah rendahnya! Tidak. Ia tak boleh menjadi budaknya. uang. Modal satu?nya milik Maruto hanyalah nama baik dan cita-cita. Akan diruntuhkannya modal dan keyakinan yang demikian tingginya itu didunia? —
Lama ia berdiri tertegun didepan toko. Ia bimbang. Tapi satu keajaiban telah datang dengan tiba-tiba. Ketika ia hendak melang:
kah masuk kedalam, dua orang suami-isteri datang” dengan muka gembira tapi kosong, se-akan-akan? tak pernah ada suatu hal yang ' pelik yang pernah mereka pikirkan. Suaminya gagah tapi hambar dan tinssi-hati, sedang isterinya genit tapi kurang menarik.
24
rekening dokter. Dan
Terkejut ia menoleh kepada mercka. — Itulah si Heru...... — ia berbisik pelan. — Apakah yang hendak kubuat? Aku urungkan saja penjualan ini dan kukembalikan sekarang juga? Tapi bagaimana si Nus? Obat apa yang harus ia minum malam ini? Ah, anakku malang! —
Pelahan ia berpindah kelain toko agak menjauh dari mereka.
Tapi suara nyonya Heru yang cempréng itu jelas terdengar:
— Sudah siap pesanan kami?
Mana gelangnya? Kalungnya? Tidak ketukar berliannya? Awas, punyaku giwangnya bermata empat belas...... —
Amboi, diyijiknya ia mendengar suara cempréng begita.
— Mas, sekalian aku’ belikan brosnya yang besar, ya? Aku perlu sekali buat pergi ke-pesta-pesta! —
— Belilah! — Heru menjawab ringan dan sombong.
Sebal ia mendengar suara Heru. — Suami yang tak bisa mendidik isteri! — bisiknya kecewa.
— Sudah, mas? Ayo, bayarlah!
Nanti kita terlambat pergi keatas...... — terdengar lagi suara cempreng berbunyi. Dan seperempat jam kemudian, lenyaplah mereka dari pandangan, meninggalkan derum dan debu mobil yang amat kotornya.
— Barang ini harus kujual — putusannya. — Toh mereka tak mungkin membutuhkannya dan aku jijik menyimpannya. Sesungguhnya, Heru betul-betul menjadi orang gagal dan tak mungkin menjadi orang! —
Sebungkusan obat-obat telah dibawanya pulang dengan lega. Selintas ia bandingkan antara Heru dan Maruto. Yang satu, begitu tampan, bersih, terurus dan serba mahal, tapi gelap tak ada apinya.
Sedang satunya, begitu sederhana, rendah dan serba murah, tapi ia punya api yang panas menyala. Dari api itu tampak memancar seluruh keyakinannya yang dibentuk dari bangun-bangun yang didirikan.atas perhitungan matematis. Dan sesungguhnya, api ini se-akan-akan merupakan sebuah tantangan perang bagi keamanan hidupnya dahulu sewaktu ia bercita-bercita menjadi permaisuri yang dipertuan. Dan bangun-bangun ini seper:
ti penuh dengan ketegasan dan kegetiran hidup, dimana kegetiran ini menjadikan dia jumpa dengan kesadarannya yang tertinggi, yang teguh seperti baja.
Semalam, ketika ia selesai mengompres dahi anaknya, lelaplah kedalam kantuk. Dan dalam lelapnya, terlihat ada cahaya faYyar menyingkap. Kabut yang menggelapi lautan pelan-pelan menghilang.
Tampaklah awan putih kelabu menyelubungi langit biru. Dan sebentar tampaklah hilang tenggelam, sebuah kapal yang besar berlayar!
Pelahan ia membalik kepada suaminya dan berkata: —
— Aku pernah ber-cita-cita menjadi permaisuri kaisar Tiongkok. —
Dan tertawalah suaminya:
— Di Tiongkok sekarang tak ada kaisar! — |
=== [PDF page 27] ===
Uh (ba ea ey 09 ee oD RS
Dari: Cartoons the Frenkh Way
Ea IEE ST
Izin Peperda Jakarta Raya 8 April 1959 No. SI/2771/PPD SIDR/X/1959
=== [PDF page 28] ===
[Cover/decorative page: back cover: black-and-white photograph of palm trees on a beakh]