Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00014

Api Kartini No. 3 Th. 1, Agustus 1959

Cleaned OCR text (Good (0.884); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === PERAN SAK Peta LOMBA Hah pig megan pama Bad haan, ALL, hyd. Yugs (perkara da, Wie id fans Bruin bs, === [PDF page 2] === Penerbit: Yayasan Melati Matraman Raya 51, Jakarta Terbit sebulan sekah ' API KARTINI: Redaksi: Maasye Siwi, S. Asiyah, Darmini, Paryani Pradono Penanggungjawab: Maasye Siwi yi Pembantu?: S3.K. Trimurti, Rukiah Kertapati, | Sugiarti Siswadi, Mr, Trees Sunito, | Sulami,. Rukmi B. Resobowo, Sar- | tini, Sulistyowarni, Sutarni, Siti | ‘Suratih, Sujinah Ilustrator: W. Nirahuwa Alamat Redaksi: Matraman Raya 51, Jalrarta Tilp.: Jtn 753 Alamat Administrasi: Kramat V/T, Jakarta Tilp.: Gb 4430 Uang langganan 2 Betaihun: Bean heennaten ana ‘Rp. 274 ~ enam “biilan an 9. tigabulan..... an 10 ecoran per ex. Ky “C8 Apt. “Kartini” ‘nénérina kifingan! dari luar, dari ayapa saija yang 'mo-: naruh minat. Karangan harus ditik: diatas kertas yang tidak, timbalvalik, ° karangan yang tidak dimuat dapat | diicein Kemmball’ apebla “alsertad de.! ngan perangko. Rp. 600.— » 400— » 250— » 160— Kontrak: 6 x muat, rabat 10% 12 x muat, rabat 15% ISI: hal. Menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan/ Jawaban Redaksi........ leseeeeeaeeeeens perna } Wanita sms nan 2 Menengok sejenak kebelakang.................. 3 Detik-detik bersejarah Meong 4 Catatan kenang-kenangan «oo. 6 Wanita luarnegeri dibelakang perjuangan Rakyat Indonesia... 8 Memperkenalkan anggota-anggota wanita DPAS- Depernas —...oooooooooooWoooooo 9 Mendidik adalah memberi contoh yang baik 10 Menggembirakan anak-anak...........oooo.ooo 12 Masak-masakan “e..ooocooco.oooo 13 Membangkitkan rasacinta pada pakaian nasional..e..ooooocooooWooooooo 14 Meninjau Komune Rakyat,,Sze Ci Tsing”... 15 Sepintas lalu tentang Sumatra Barat............ 18 Dengan lukisannya berjuang untuk kebahagiaan manusia........oooooo.. 20 Orang-orang sebatangkara..........ooooooo 22 Keterangan gambar kulit muka: Pada perayaan Hari Kemerdekaan yang ke-14 pawai Angkatan 45 dengan barisannya yang tegap didepan Istana Merdeka Jakarta diiringi oleh "Proklamasi" yang pada tiap-tiap 17 Agustus diucapkan | ‘Kembali, teristimewa pada perayaan tahun ini dalam semangat kembali ke UUD 45 membawa gelora Revolusi Agustus 45. Keterangan gambar kulit belakang: Kebun Raya Bogor. === [PDF page 3] === Tahun ini kita memasuki th. ke-14, sejak Proklamasi Kemerdekaan kita pada tgl. 17 Agustus '45. Berlainan dengan lahun ig sudah-sudah, kali ini kita memperingati hari 17 Agustus dalam suasana kembali pada UUD '45. Yaitu kembali pada semangat revoiusi Agustus 1945. Menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan ini; kaum ibu dan wanita meniyatat beberapa peristiwa penting, yaitu Program Kabinet Kerja dan pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara dan Dewan Perancang Nasional. Kaum ibu yang se-ama ini merasakan langsung akivat-akivat yang menyedihkan dari membubungaya harga kebutuhan sehari-hari, menyambut Program Kabinet Kerja dengan harapan yang sebesar-besarnya bahwa akan ada perbaikan penghidupannya. Untuk ini, ada'ah menjadi keinginan kaum wanita iang sedalam-dalamnya, agar mereka dapat memberikan bantuan terlaksananya Program Kabinet sh. Kiranya, ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknia, apabi:a ada kebebasan untuk menyatakan pendapat: serta kebebasan-kebebasan lainnya, — ya:tu kebebasan-kebebasan yang mo ijadi hak azasi tiap-tiap warganegara sebagaimana dijamin dan d:lindungi o‘eh UUD kita, Selandiutn'a, duduknya beberapa pemimpin dan tokoh-tokoh wanita dim DPAS. dan DEPERNAS patut kita sambut, karena dengan demikian kaum wanita kita danst mengambil bagian yang ak tif dalam pembangunan tanahair, Da'am men'ambut Peringatan Hari Kemerdekaan ini, kepada pa ra pembaca dan pencinta Api Kartini dalam nomor ini kami sa @ikan, beberapa kenangan se‘ama detik-detik revolusi., Juga dalam nomor/ini para pembaca akan -dapat menemui gambar para. pemimpin wanita yang menjadi anggota DPAS dun DEPERNAS. JAWABAN REDAKSI SDR. MANTODARUSMAN SOLO Red. menyatakan banyak terimakasih atas sambutan yong hangat dari sir. beserta kcluarga sdr. dan juga kawan? sdr, yang segera mengikuti jejak sir. dan membeli ma. jalah Avi Kartini. Baiklah atas permintaan sdr sendiri, kami muat sambutan sdr itu yalah bahwa Api Kartink: a, segala isinya obyektif b, mt maladie—innya sd. ngat bermanfaat c. mudah dipelajari d, mengzndung arti semangat perjuangan. Red. sendiri berpendapat bahwa masih amat banyak yang perlu diperbaiky pada tusuya.al App Karuni, oteh karenanya sambutan hangat dari sdr, beserta keluarya itu, sungguh merupakan dorongan. vaxan sdr mengenay gam. har na'*rwan-rwan wanita akan komi perhatikan. Sebenarnya dalam tiap nomor sdr akau menjumpay tulisan memurkenalkan seorang tokoh wanltn dari dalam maupun Inar hegeri, Yang merupakan pahlawan dlanangannya masing-masing. Achiraya kami harap bahwa majalah Api Kartini.akan senantiasa sampai dengan baik kealamat sdr, SDR. NY. S, SISWADI. JAKARTA Terimakasih atas surat sdr, yang berisi banyak kritik dan saran-saran yang berharga bagi per bumun muuyalan sp, Kartini. Red, menyadari bahwa ie Mang mas.h banyak yang harus d!perbaiki mengenai isi, susunan maupun tipografinya, Karenanya saran-saran sdr akan meudapat perhatian sepenuuaya uu. ry Red. Kami senantiasa menunggu kabar-kabar yang gembira dari sir,. === [PDF page 4] === Wanita Kami bukan lagi, bunga pajangan, yang layu dalam jambangan. Cantik dalam menurut, indah dalam menyerah, molek tidak menentang, keneraka mesti mengikut, kesorga hanya menumpang. Kami. bukan juga, bunga tercampak, dalam hidup terinjak-injak. . Penjual keringat murah, i“ buruh separoh harga. Tiada berlindungan, — tiada persamaan, ‘ sarat dimuati beban. Kami telah berseru, | dari balik dinding pingitan, | dari dendam pemaduan, dari perdagangan dilorong malar, ust dari kesumat kawin paksaan: Damairia === [PDF page 5] === MENENGOK SEJENAK KEBELAKANG Menjelang peringatan Hari Besar Nasional yang bersejarah ini marilah kita menengok kebelakang sebentar kejadian-kejadian 14 tahun yang lampau. Hari 17 Agustus tahun ini tidak han'a mengenangkan kepada kita akan peristiwa-peristiwa besar yang terlukis dalam sejarah, akan tetapi lebih dari itu, terutama dengan semangat kembali ke UUD 45 ini mengenangkan kembali kepada kita akan kekayaan revolusi Indonesia dengan peristi- ‘wa-wa kepah:awanan Rakyat yang tak dapat kita lupakan. Barangkali pembaca sudah sering mendengar ulasan-ulasan kembali tentang detik-detik bersejarah keti- ‘ka menghadapi pelaksanaan proklamasi, satu dua hari sebelum menjelang 17 Agustus, 17 Agustus pada pagi harinya, dengan segenap kesibukan2nia. Diantara rentetan peristiwa-peristiwa dan peranan? kepahlawanan itulah tidak pu‘a kita lupakan ke- 'beranian pahlawan-pahlawan wanita dan peranan massa 'kaum wanita yang mengambil bagian dalam peristiwa-peristiwa perjuangan yang menentukan. Ya, sebenarnya. peranan wanita yang ikutserta berjuanz untuk kemerdekaan nasional tidak hanya semenjak Revolusi Agustus sudah meletus. Sebelumnya itu bukankah kita sudah mendengar tentang wanita-wanita pada pemberontakan tahun 1926 yang dengan senyum dibibir menaiki tianggantungan dan mereka yang dibuang 15 tahun penjara atau di Digulkan. Dan sesaat menjelang meletusnya tevolusi ini, waktu memuncaknya krisis kekuasaan fasis Jeang yang menghadapi keruntuhannya, kita dapat bayangkan betapa kejam tentara Jepang menyiksa dan membunuh Rakiet. Memang tidak banyak terdengar ceritera-ceritera memgenai wanita yang berjuang mematahkan die: tuji besinya kenpetai untuk kemenangan 17 Agustus. Padahal andaikan herjasalah seseorang yang berhasil menggali sejarah kepahta- -wanan dimasa ini, sebenarnia kita di Indonesia tidak kalah mempunyai pahlawan-pahlawan anti fasis. Kita ‘juga mempunyai Julius Fucik dan kita punya Hanni-Schaft Indonesia..Hanya saja alat-alat ner- -juangan dibawahtanah tentunya tak se-modern seperti di Eropa. Meskipun demikian dengan tekad dan hanya sumpah berani mati mereka melawan kekuasaan fasis Jepang, sampai datangnya matahari kemerdekaan yang terbit pertamakalinya pada tgl. 17 Agustus 1945. Lalu masuk!ah kenangan kita pada fajarnya 17 Agustus sampai seterusnia. Siapa sad'a yang ingat akan barisan-barisan lasykar-lasykar tentunya ingat pula bahwa didalam barisan lasykar-lasykar itu selalu ada barisar:2 wanita. Entah ia bekerd'a dalam palang merah, entah wanita-wanita ¢ ilu itu digaris depan bekerdia di dapur umum. Pokoknia dimana saja genderang revolusi berbunyi disitu selalu terdapat jejak wanita tak ketinggalan. Pernahkah pembaca mendengar tentang Barisan Wanita Brigade S? Inilah Barisan Geril'a wanita yang paling ditakuti tentara kolonial Belanda. Ada pula seorang gadis dari pasukan PMI dari front Semarang ia bernama Suparmi. Ia adalah anak seorang petani sedang. Setelah keluar dari Sekolah Rakyat selama itu pekerjaannya hanya membantu orangtuanya dirumah. Tetapi begitu keramat seruan tentang panggilan tanahair sehingga ia meninggalkan segala-galan'a menggabungkan diri kedalam pasukan garis depan, sedang orangtuanya, sanaksaudarznya mengungsi entah kemana. Begitu bangga ia berpakaian celana gerilya, baju hidiau dengan pitii hitam. Hilanglah seketika sifat-sifatnya pemalu, rasa rendahdiri, gayanya semu'a sebagai gadis desa. Dan gadis ini akhirn'a meninggal karena jatuhnia bom yang memutuskan paha sebelah kirinya. Ia meninggal disalah satu front dengan sedikitptn tidak menyesal. Entah apakah ia diuga tertulis dalam buku pahlawan. Pembaca, ada lagi ceritera Rakyat di Surabaya. Tapi ada seorang ibu dari 2 orang anak, rumahnya petak dgn 2 kamar kecil-kecil. Begitu men: dadak serangan pasukan Gurka yang menghu- -jani Rak'at dengan peluru dan mortir. Tapi ada seorang ibu bertekad tidak mengungsi dan tingoa! tetap dalam rumahnya membantn anak2nya yang menjadi anggota pasukan perlawanan Rakyat. Semboyannya dari beras dan jagung untuk peluru dan mortir dan tungku mend'adi peniimpannia. Tangannia amat radiin memasukkan peluru-peluru kedalam lobang brengun. Dan sedikitpun tidak merasa takut tapi ia terpaksa juga meninggalkan . a dai nbnn kara, === [PDF page 6] === Kongres Perempuan Indonesia yang here-#'arah pada berdirinya th- 1923, 2 AKI TEMAN AN Su PA a Wanita tak rau ketinggalan dalam pempelean tenahair, mengusir kolonialis aan g: Belanda dari bumi Indoncsla. a Gerilya Wanita untuk KEMERDEKAAN PENUH Burah wanita sebagay penghasil produk Bi dengau tegapnya berbaris dalam merayakan Uary Buruh Sedunia 1 Met. === [PDF page 7] === . BERSEJARAH PERJUANGAN WANITA Untuk pertamakali dalam sejarah wanita Indonesia menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum untuk wai oleh rasa tanggungjawab untuk melindungi keturunannya nita Indonesia mengambil bagian yang aktif dalam gerakan pees DEMOKRASI Dalam rapat-rapat penjelasan perlunya ada Undang? Perkawinan yang demokratis yang menjamin kebahagiaan keluarga," kaum wanita Indonesia menunjukkan perhatiannya yang besar === [PDF page 8] === Catatan Kenangskenangan Kesadaran sebagai Bangsa Merdeka } Madiun, 18-8-42. Hari ini tidak luar biasa. Keadaan serba kekurangan dan menekan, suasana penjajahan dari pemerintaham militer Jepang. Aku bekerja sebagai guru di Madiun. Hari masih pagi. Ber-jajar-jajar guru dan murid-murid: lelaki didepan wanita dibelakang. Ya, demikian kebudayaan Jepang dipaksakan kepada kita. Wanita itu kaum yang lemah, lelaki itu kuat. Tempat wanita harus dibelakang lelaki dan sifat lemah lembut yang ada pada wanita adalah kodrat alam yang membuat wanita mesti meng: abdi pada lelaki. Pada zaman Belanda, si Inem dipandang rendah. Dia mesti duduk dibawah, tidak boleh sejajar dengan kita. Dan Inem mesti bekerja sepanjang hari. Ah, si Inem hanya seorang budak. Penjajah selalu memandang kita kerdil, masing-masing dengan caranya sendiri. Sebuah berita, sangat hati-hati menjalar diantara guru-guru: »Republik Indonesia diproklamasikan. Pemerintahan diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Mesti waspada.” Demikian bunyi berita dari Jakarta. Arti semua itu sangat lambat meresap pada diri kami dan lain-lain kawan. Didepan kami tak ada yang berubah...... Tapi kesadaran telah tumbuh, mengisi diri kami, kesadaran akan harga diri, sebagai bangsa merdeka. Kekuatan Rakyat meruntuhkan fasis Jepang Madiun, 19-8-45. Peristiwa-peristiwa terjadi sangat cepat. Malam hari aku dibangunkan, semua orang , harus siap dan waspada, untuk menghadapi segala kemungkinan. Perjuangan tidak sempat memberi tempat istimewa pada wanita. Malam itu pemuda dan Rakyat akan menurunkan bendera dirumah Kepala Daerah. | Peristiwa itu baru dapat diselenggarakan keesokan harinya. Sepanjang hari suasana tegang. Pemerintahan daerah diambil alih dengan damai. Tetapi itu benteng didepannya?...... kami tahu benteng itu sangat kuat, senjata Jepang tertuju kesemua jurusan mengancam tiap orang asing yang masuk tanpa diundang. Bambu-bambu runcing, dimana-mana terdapat bambu runcing. Sekolah kami ditutup, dan sebagian menjadi markas. Kemarin murid-murid itu masih anak-anak, sekarang mereka adalah pemuda dan pemudi yang dengan penuh pertanggungan jawab terjun dalam macam-macam lapangan pertahanan. Muka-muka mereka menjadi tua dan bersungguhsungguh. Sangat cepat tanggungjawab dan keadaan memasak mereka. Kekuatan Rakyat, pemuda, bambu-runcing dan keberanian telah meruntuhkan benteng Jepang yang menakutkan itu. === [PDF page 9] === Tempat kita adalah di-tengah’ masyarakat Madiun, 17-8-'46. Aku mulai tertarik kepada pergerakan wanita. Perjuangan dan kemerdekaan membuka banyak lapangan bagi wanita. Lapangan sosial, pengajaran, bahkan dalam pertahanan digaris depan. Pos-pos pertahanan yang paling depan membutuhkan tenaga wanita, dalam dapur umum dan palang-merah. Ada pendapat yang mencemoohkan kita. Ada berita-berita yang merendahkan derajat wanita. Tapi kita datang tidak untuk membuat petualangan. Untuk perbuatan yang terkutuk tak usah mencari garis depan. Dalam kehidupan sehari-sehari masih banyak borok yang harus disembuhkan. Kita hanya menunaikan tugas, sebagai wanita, dalam pertahanan total dari Rakyat. Ternyata, bahwa semua tenaga itu tak terbuang sia-sia. Kita kini bukan lagi wanita-manja, kita tidak meminta tempat. Kita telah menunjukkan, bahwa tempat kita adalah ditengahtengah masyarakat dengan segala pergolakannya. Membangun dunia tanpa penindasan Jakarta, 17-8-'59. Dan tingkat perjuangan untuk kemerdekaan, tidak lagi hanya terbatas dalam negara Indonesia merdeka, tapi dengan segala isi dari negara itu menempatkan diri sebagai negara yang terhormat diantara negara lain didunia. Tugas kewajiban kita juga makin meningkat dan meluas. Kita harus menunjukkan harga diri disamping bangsa-bangsa yang merdeka. Bersama dengan wanita-wanita lain diseluruh dunia kita memperjuangkan hak-hak wanita, hak ibu dan anak. Bahkan berseru, menuntut pembebasan wanita dan bangsa-bangsa lain yang masih dalam penindasan. Tugas kita sekarang yalah membangun dunia, dimana tak ada lagi penindasan, dunia dimana: semua warga-negaranya bebas merdeka dan’ bahagia. 5: “untuk maju terus. (Sambungaa dari hal. 8) Menengok Sejenak kebelakang tempat tinggal yang dicintainya. Karena rumahnya sudah menjadi abu. _ Begitulah dengan bersenjatakan semangat '45 ini, kaum wanita kita yang telah makin sadar akan tanggungjawabnya dalam ikutserta membela keselamatan negaranya, ikut mencapai-kemerdekaan nasional serta. ikut memelihara demokrasi ber-sama-sama dengan seluruh Rakyat, mengorganisasi dirinya dalam barisan-barisan yang lebih teratur. Detik-detik bersejarah mulai dari saat kaum wanita mengorganisasi dirinya dalam Kongres Perempuan Indonesia yang pertama pada tahun 1928 sampai kepada kegiatan-kegiatan serta aksi-aksi mereka dalam perjuangan untuk memelihara perdamaian, pada saat mereka untuk pertama kali menggunakan hak pilih dan dipilih pada tahun 1955, dikala mereka menunjukkan rasa setiakawannya kepada kaum wanita di-negeri-negeri lain yang ber-cita-cita sama dan ketika mereka mengadakan kegiatan-kegiatan untuk menuntut Undang-undang Perkawinan yang demokratis, kesemuanya ini akan tetap bergelora dalam ingatan kita dan menjadi kenang-kenangan yang senantiasa memberi dorongan dan semangat bagi setiap wanita kita Begitulah revolusi memang banyak membawa korban dari Rakyat. Tetapi. satu- hal bahwa kemenangan adalah pasti dan seperti halnya menjadi kewajiban yang memanggil wanita-wanita kita diseluruh barisan untuk mengambil bagian dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda. Maka sekarang ini dalam rangka kembali ke UUD '45 adalah kewajiban kita kaum wanita untuk berjuang terus menegakkan demokrasi dan kemerdekaan Republik Indonesia. Kukilowarsi KARTINI: Aku hendak, aku menuntut kebebasanku. Aku hendak, Stella, aku hendak, & terdengarkah olehmu? Bagaimana aku akan menang, bila tiada aku berjuang? Bagaimana aku akan mendapat, bila tiada aku cari? Tiada berjuang tiada menang, aku akan berjuang, Stella, aku hendak merebut kemerdekaanku. Aku tiada gentar karena keberatan dan kesuka- PEN engan === [PDF page 10] === Ber-juta?' Wanita di Luar Negeri dibelakang perjuangan Kemerdekaan Rakyat Indonesia Ketika meriam-meriam Belanda dengan kejamnya dihadapkan kepada Rakyat Indonesia, ketika mereka dengan membabi-buta memuntahkan peluru2nya dan menewaskan ratusan ribu pemuda-pemuda, anak dan suami-suami kita, yang dengan tekad bulat membela kemerdekaan dan kedaulatan tanahairnya sampai tetes darahnya yang penghabisan, maka ketika itu berita tentang pengorbanan. serta.semangat perjuangan dari kaum ibu dan wahita Ifidoriesia telah berkumandang:jauh diluar batas-batas tanahair kita, 'menggetarkan hati jutaan wanita diluarnegeri pula. Berita ini mencapai kaum ibu dan wanita di Eropa, di-negeri-negeri Perancis, Belgia, Cekoslowakia, Uni Soyyet, Polandia, dll. yang ketika itu baru 2 tahun dibebaskan dari Ykekejaman perang, yang- dipaksakan atas Rak yat-yat mereka oleh. kaum fasis Jerman Hitler.. “ Siksaan-siksaan diluar batas perikemanusiaan, yang dialami mereka sendiri di kamp-kamp konsentrasi Jerman Hitler, kehilangannya akan suami-suami tiang penyandar kehidupan kekeluargaan mereka, tewasnya anak-anak mereka yang tidak berdosa oleh berpuluh ribu senjata-senjata perang modern, masih segar dalam ingatan mereka. Kesemuapya inilah yang telah menjadi pendorong untuk dihimpunkannya segenap tenaga anti-fasis dan anti-perang kedalam suatu organisasi wanita internasional yalah Gabungan Wanita Demokratis Sedunia.,,Segala peperangan tak ada gunanya, karenanya lenyaplah mereka’, »kenyaplah segala: ketidakadilan!”,,,Perdamaian harus diertahankan dan dipelihara unfs k se-lama2nya demi kehidupan bahagia bagi anak-anak dan keturunan kita”, demikianlah semboyan-semboyan GWDS yang serta-merta disokong oleh jutaan wanita dibenua Eropa maupun di-lain-lain benua, termasuk benua Asia yang juga baru mengalami siksaan dan penindasan kaum fasis Jepang. GWDS MENYOKONG Karenanya tidak mengherankan bahwa ketika pemerintah Belanda melancarkan agresi dan perang kolonialnya yang kejam terhadap Rakyat dan pemerintah R.l., GWDS merupakan organisasi internasional yang pertama yang menyatakan dukungannia kepada perjuangan Rakyat Indonesia, dengan jalan mengirim suatu pesan kepada Perserikatan Bangsa-bangsa. Pesan GWDS yang kita kutip dari Bulletin Informasi GWDS No. 26/Th. II bulan September 1947 yang mencermiakan ketetapan hati jutaan wanita itu untuk tidak lagi membiarkan peperangan berlangsung dimanapun juga, a.l. berbunyi sebagai berikiit: “ Dengan kekhawatiran yang se-dalam2nya Gabungan Wanita Demokratis Sedunia mengikuti agresi yang kejam dari pemerintah Belanda terhadap Indonesia. Agresi demikian itu bukan saja bertentangan dengan semangat keadilan, tetapi merupakam bahaya terhadap perdamaian didunia dan keamanan, karena apabila disatu negeri perdamaian diserang, dimana saja ia terancam.” meeekita inginkan agar diciptakan perdamaian yang sesungguhnya didunia dan bukan suatu gambaran perdamaian dimana masih tetap ada sisa-sisa peperangan.” »Perdamaian demikian itu haynya bisa diciptakan di Indonesia dengan pengakuan. terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda.” .Dua tahun kemudian dalam th. 1949, sekali lagi GWDS menunjukkan setia-kawannya de: ngan jalan mengirim sebuah tilgram kepada pemerintah Belanda dan,,menyntut segera dihentikannya peperangan terhadap Republik Indonesia dan se. rangan terhadap hak-hak bangsa-bangsa." Ketika itu GWDS baru menghimpun 80 juta kaum wanita dari 56 negeri. Sekarang organisasi wanita anggota GWDS sudah tersebar disemua benua dan meliputi 70 negeri dengan jumlah 200 juta wanita yang mendukung cita2nya, termastik Indonesia dimana Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI) menjadi salahsatu anggotanya. Alangkah besar kekuatan dari kautn wanita sedunia yang bera: da dibelakang perjuangan yang adil bangsa Indonesia. GWDS sampai kini merupakan satu2nya organisasi wanita ‘internasional yang dengan seksama mengikuti perjuangan kita untuk mencapai kemerdekaan yang penuh serta ia tetap menyokongpya. JUGA WANITA BE- LANDA Berbeda dari pemerintah kolonial Belanda yang hingga kini masih saja berkeras kepala dan mempertahankan penjajahannya atas Irian Barat, maka dinegeri Belanda sendiri terdapat kaum ibu dan wanita Belanda, kebanyakan para pekerja wanita dan isteri-isteri buruh, yang menyokong perjuangan kemerdekaan kita. Terutama pada saat-saat adanya pengiriman kesatuan-kesatuan Tentata untuk datang menyerang tanahair kita, kau ibu dan wanita Belanda yang tergabung dalam Nederlandse Vrouwenbeweging — Persatuan Wanita Belanda, telah mengadakan aksi-aksi yang luas untuk memprotes pengiriman-pengiriman itu. Atas dorongan dan bantuan NVB ini para orang tua dari pemuda-pemuda Schoonhoven yang akan dikirim ke Indonesia, membentuk suatu Komite Aksi. (Bersambung ke hal. 17) === [PDF page 11] === Ny. Rasuna Said Ny. Umi Sarjono Ny. Mr, ‘Rusiah Sarjono MEMPERKENALKAN anggota-anggota wanita D.P.A.S. dan DEPERNAS Dalam rangka kembali ke U.U. D. 1945, pada tanggal 31 Juli 1959 oleh Presiden Sukarno telah diumumkan susunan lengkap ang oota-oota Dewan Pertimbanean — Agung Sementara dan Dewan Perantiang Nasional. Diantara 47 anggota DPAS terdapat dua yaitu Nyonya Rasuna Said dan Nionfa Emma Puradiredia. orang wanita Sedang dalam Depernas diantara 77 anggota duduk pula lima towoh wanita yang sudah tak asian lagi yaitu: ‘Ny. Utami Suryadarma, Ni. Umi Sardiono, Ni. S. K. Trimurti. Ni. Dr. H. Subandrio dan Ny. Mr. Rusiah Sardiono. Kepada mereka menanti tugas yang berat mengabdi pada kepentingan wanita khususnia dan kepentingan Rakyat dan Negara pa- - da umumnia. Kepada. mereka kami mengucapkan selamat bekerja. Utami Suryadarma Ny: Emma Puradireja "Ny. Dr. H. Subandrio === [PDF page 12] === Perhatikanlah anak ini meniru orangtuanya sedang menilpun »Dikatain apa saja, anak tidak mau dengar”, demikianlah keluh kesah orangtua dan guru pada zaman sekarang. Orangtua dan para guru tidak usah takut, hal itu sejak dahulukala tetap begitu dan tidak akan berubah. Kalau anak-anak kita bersikap de-.mikian itu dan menjengkelkan 'kita, maka anak itu kita marahi, si-anak dihujani dengan kata? amarah yang menakutkan atau yang tidak direweskannya, tergantung dari watak anak. Apakah si-anak mendengarkan dan menturuti kata-kata kita? Nyatanya tidak, dia hanya mengharap agar hujan kata-kata yang dahsyat itu akan berhenti tanpa tempeleng. Sebenarnya kita juga tahu bahwa kemarahan itu, samasekali tidak mempan atau berkesan pada anak dan kita memilih jalan lain dengan memberi wejangan yang tegas tetapi yang beramah, seperti selalu dinasehatkan kepada kita didalam buku-buku dan karangan-karangan ahli pendidik. Si-anak mendengarkan dengan sopansantun, akan tetapi betulkah kata-kata wejangan kita itu didengarkan oleh si-anak? Sedang kita masih memberi wejangan-wejangan yang baik, pikiran si-anak melayang ke lain-lain hal dan kita melihat bahwa kita menjemukan si-anak. Kita mencari kata-kata yang tepat yang akan masuk ke dalam hati sanubari sianak, tetapi tersia-sia. Wejangan diakhiri dengan rasa bahwa kita 10 tidak mencapai apa-apa. Seberiarnya, tanpa wejangari-wejangari anak telah mengerti apa yang kita ‘harapkan dari dia. Bagaimanakah kita berusaha agar anak-anak memenuhi harapan kita. Kalau kata-kata tidak dituruti, bagaimanakah kita harus memimpin anak?.: Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus melihat dan menga wasi anak-anak kita dengan betul-betul. Coba lihat anak perempuan yang umur tiga tahun itu, dia memakai sapu yang gagangnya. lebih tinggi dari dia. Dengan muka yang sungguh-sungguh dan.tangan kirinya dibelakang dia menyapu ubin. Sianak perempuan ini bergerak-gerik persis seperti ibunya. Airmukanyapun persis seperti airmuka ibunya kalau ibu sedang menyapu ubin. Anak lelaki umur duabelas datang dari sekolah. Dia buang tasnya keatas krosi, mengambil koran dan dibacanya koran. Anak sama sekali tidak menghiraukan Ibu. Dengan marah Ibu katakan: »Tasmu taro ditempatnya, biarkan koran itu, itu buat aiah”. Ke mudian datanglah aiah dari kantor. Dia buang tasnya keatas korsi, mengambil koran dan dibacanya koran. Begitulah, anak belajar dengan meniru yang dewasa. Orang: tua, guru sekolah, akan tetapi juga tokoh-tokoh buku dan film menjadi teladan bagi anak. Tindakan dan sikap kita jauh lebih banyak mempengaruhi anak daripa- . Mendidik adalah memberi contoh yg baik da kata-kata kita. Nah sekarang kita sudah tahu jawaban atas pertanyaan diatas. Mendidik adalah memberi contoh yang baik. Jawaban ini memang biasa dan. gampang saja, akan tetapi tidak gampang dijalankan dalam prak tek Anak itu kritis sekali dan mem punyai rasa keadilan yang sangat besar. Anak minta perlakuan yang jujur. Kalau si-anak harus teratur, bersih, sadarwajib, jujur, maka si ayah, guru dan siapa saja yang menjadi contoh anak harus juga teratur, bersih, sadarwajib, jujur. Sebab, dengan rasa keadilannya yang besar, si-anak akan bertanya, mengapa saya berwajib, tetapi yang dewasa tidak? Demikianlah, kite para ayah dan ibu selalu diuji dengan keras oleh anak-anak kita. Kita senantiasa harus membuktikan bahwa segala sesuatu yang kita harapkan dari anak akan dapat dan harus dijalankan juga. Hanya begitulah wejangan akan berhasil kalau anak mengalami sendiri bahwa kata? kita adalah sesuai dengan sikap dan tindakan kita. Bagaimanapun juga bagi anak, teladan adalah selalu lebih penting daripada segala macam wejangan. Bagi anak kecil, contoh-contoh itu pertamakali ada dilingkungan keluarga. Akan tetapi nanti kalau dia sudah menjadi besar contoh-contoh itu dicarinya juga diluar rumah diantara kawan-kawan sekolah, === [PDF page 13] === di buku-buku dan film. Barulah datang kesulitan-kesulitan besar untuk orangtua dan pendidik. Memang kita masih hidup dalam masyarakat yang belum menyediakan sya: rat-rat yang cukup untuk memenuhi segala kebutuhan anak-anak kita. Anak-anak kita menjumpai orangorang dan hal-hal yang samasekali tidak baik menjadi contoh akan tetapi yang gampang menjadi contoh. Film-film yang kita biasa lihat di Indonesia ialah mencerminkan hidup yang gampang dan enak. Si pahlawan-cowboy mesti kena tem bakannya, dan tidak pernah dia jatuh dari kudanya. Pat Boone dan Elvis Presly? Dengan gampang menggerakkan kaki dan hati anak-anak muda dengan gitarnya. Didalam cerita-cerita komik Amerika, kita melihat dan belajar bahwa segala kesulitan sudah dapat diatasi asal orang mempunyai satu stel otot yang hebat. Dan-bagaimana kenyataan yang dilihat -oleh anak-anak di Indonesia? Mobil-mobil mentereng berkeliaran di Jakarta dinaiki oleh orang-orang muda pria dan wanita sedang berkelakar dam bernyanyi. Senang sekali untuk ikut begitu juga, seperti di film. Lihatlah betapa mewahnya villa-villa yang besar dan inilah di Kebayorant Seperti di film Hollywood! Alangkah kaya pemiliknya dan rupa?nya sipemilik ini dgn gampang saja bisa menimbun uangnya, sebab si anak tahu: atau mendengar dari percakapan bahwa beberapa tahun saja yang la- Yu sipemilik rumah mewah itu masih tinggal dirumah kecil. Herankah kalau cita-cita lekas kaya menjadi cita-cita jejaka kita juga. Dia berpikir: Mengapa mereka bisa lekas menjadi kaya dan saya tidak. Diapun mencari jalan juga untuk dengan lekas dan gampang menjadi kaya. Kalau tidak tercapai secara damai, mengapa tidak dengan kekerasan. Paling sedikit saban hari Minggu dia dapat belajar dan mengagumi sex dan kekerasan yang dihidangkan dengan panjang lebar dan bergambar di macam-macam koran minggu. Hal-hal ini memang merupakan bahaya besar sekali bagi anak-anak “kita. Apakah yang dapat kita usahakan untuk mengelakkan contoh-contoh yang jelek itu? Terutama kita harus berusaha supaya Rakyat dapat menonton film-film yang baik, supaya anak-anak dapat membaca buku-buku dan majalah-majalah yang bermutu, agar anak-anak dapat berolah raga dengan pimpinan yang layak. Lain dari itu, kita harus menggunakan rasa kritis dan rasa keadilan yang pada dasarnya ada di hati sanubari anak-anak. Dalam hal ini kita harus tahu bahwa istilah »€rossboy” itu merupakan istilah yang tepat sekali,,,cross” berarti »marah”.,,Crossboy” ialah berarti,,anak marah”. Marah akan orang-orang dewasa yang memperlihatkan begitu banyak kemewahan dan kekerasan kepada anak-anak ini dengan film dan macam-macam lektur. Tetapi kalau anak-anak ini meniru apa yang diperlihatkan kepadanya, maka hal ini dianggap sebagai dosa dan anak-anak ini dinamakan »Crossboy”. Sebetulnya, crossboy-crossboy ini tahu apa yang baik dan apa yang jelek. Didalam hatinya, mereka juga membenci orang-orang yang memperkaya diri dengan merugikan Rakyat. Hanya sifat-sifat yg baik ini tidak dapat berkembang dan karena contoh yang diberikan kepada mereka, maka sifat-sifat yang jelek dapat timbul dan tumbuh. Mereka harus didorong kearah yang baik dengan contoh yang baik dari masyarakat sekitarnya. Alangkah baiknya bagi pendidikan anak-anak dan pemuda-pemuda kita kalau Rakyat sudah dapat barusaha untuk membangun masyarakat yang makmur. Didalam suasana yang penuh dengan kegiatan mem bangun, bagi pemuda kita tidaklah sulit untuk memilih antara kewajiban dan impian palsu dari film Amerika. Setiowati. mma» 2 2» Den 5 NAMA dan SEJARAH Ada pepatah bilang, bahwa kitab bacaan seseorang menunjukkan si. fat orang itu, Di Indonesia sekarang, ada timbul peribahasa, ialah: "Perhatikanlah nama-nama anak yang lahir,dan kau tahu situasi tanah air,” Pada tahun 24-an, ada tercatat sebuah nama Putro Merdiko, Tetapi memang tak banyak lagi nama-nama baru pada waktu itu Setelah merdeka, orang merdeka sekaly memilih nama. Misal: Bambang Proklamasi, Endang Agresi, Siti Marxisti, Joko Kanonta (ini diambil dari kata kanon — meriam) malahan seorang kenalanku memberi nama kepada anaknya sedang ia senang2nya mem. pelajary istilah-istilah politik Endang Suggesti dan Bambang Axioma. Jaman beralih, dan situasi berbeda. Nama berganti nada: Jaka Raziananto (itu waktu ada razia Agustus, ayahnya masuk -buy dan sang anak lahir). Endang Rum Royani (tanpa komentar), kenalanku yang jengkel kepada situasi memberi nama anaknya: Siti Korupsiana. Wah, kasihan benar si anak jadi korban, ', I 4 Belakangan ini pasaran nama ber. ganti suasana, Nama-nama baru muncul. Joko Gotongroyong, Bambang Kar. yawan, Siti Konsepsi, Iriananto, Damai Ria, Sri Damaianti, Iwan Afro Asia, Pancasilawati, Konstitusiana dan la{n-lain, Karena sekarang situasi berubah lagi, harapan munculnya nama-nama ba. ru tentu besar. Nama-nama itu semua mengandung harapan terbaik dari ibu bapanya, atau pencatatan peristi wa penting. Siapa tahu, akan ada Sandangpanganingsih. Ya, itu hanyalah nama, 11 === [PDF page 14] === Menggembirakan anak-anak Untuk memeriahkan peringatan Hari-hari Besar atau hari-hari perayaan lainnya dimana diadakan pertemuan-pertemuan, baik dirumah, digedung-gedung pertemuan maupun di-sekolah-sekolah ditaman kanak-kanak yang disertai denaan pertunjukan-pertunjukan gembira dimana anak-anak mengambil bagian, sekiranya ada gunanya untuk sekedar membantu para ibu dan para pengasuh taman kanak-kanak, kami sajikan contoh-contoh untuk membuat hiasan-hiasan yang bisa dipakai dalam karnaval anak-anak. Bah-nnya bisa dibuat dari karton tipis dan kertas berwarna. Mungkin saja dengan secara gotongroyong bisa dipikul pengeluarannya sehingga dapat kiranya tercapai maksud yang dikandung. Silahkan mencoba dan anak-anak akan kelihatan lucu dan menambah kegembiraannya. 12 === [PDF page 15] === Hidangan eskrim yang lezat dengan ber-macam-macam namanya sangat menarik perhatian kita semuanya, demikian juga pudding dingin merupakan hidangan yang cocok bagi kita yang berada di Indonesia karena iklim nya yang panas. Eskrim dan pudding disajikan pada hari-hari besar, perayaan-perayaan dll, karena untuk bahan2nya menclan beaya yang ti dak sedikit. Pudding adalah obat menolong pencernakan dan menambah nafsu makan guna menyehatkan tubuh, terutama bagi anak-anak. Pada hari-hari besar kita, hari kemerdekaan 17 Agustus kami persilahkan sdr-sdr pembaca mencobanya. eskrim moka Bahan-bahan yang diperlukan: 450 gr. gula pasir 2 liter susu sapi 30 gr. tepung maezena,panili 6 kuning telur: 200.cc kopi ekstrak Gula dan susu dimasak sambil di-aduk-aduk sampai mendidih. Tepung maezena diaduk dgn sedikit air dingin sampai rata dan masukkan dalam susu yang sedang mendidih sedikit demi sedikit dengan diaduk terus sehingga matang. Angkat adonan ini dari api sambil mencampurkan kuning telurnya yang sudah dikopyok bersama panili dan aduk-aduk terus sam: pai rata. Kalau sudah dingin, masukkan kopi-ekstranya' Sclesai sudah kita membuat adonan Untuk seterusnya kita masukkan kedalam bus-es. eskrim susu kelapa Bahan-bahan yang diperlukan: 12 liter air 180 gr. gula pasir, panili 4 sendok tepung hunkwe % liter santen kelapa 1 ons kolumbine (roti sisir kering atau kuwe adas dapat beli di toko).: Air, gula dan panili direbus sampai mendidih dan masukkan didalamnya tepung hunkwe-nya yang sudah dihancurkan dengan sedikit air dan aduk terus hingga matang. Angkat adonan dari api dan saring. Dinginkan, baru masukkan santennya, kemudian masukan dalam bus-es. Kalau sudah beku yalah merupakan eskrim kasar, aduk “eskrim dengan kayu adukan, dan masukkan kolumbinenya yg di-potong-potong kecil. Teruskan pembikinan eskrim ini hingga menjadi keras dan halus. Oleh: ny. Sulistyowarni puding buah-buahan Bahannya: ager-ager 14 batang gula secukupnya putih telor 6 butir buah2an (nanas) 4 biji air citrun dan panili. Ager-ager dimasak dengan air dan gula, buah-buah yang telah disaring tadi dicampur dengan putih telor yang sudah dikocok. Pudding ini dimasukkan kedalam cetakan dan dimakan dengan vla panili Selain buah nanas dapat diambil lain2nya seperti papaya, durian terong belanda, markisa, atau buah2an dari kaleng. === [PDF page 16] === MEMBANGKITKAN RASACINTA PADA PAKAIAN NASIONAL Dalam rangka memperingati Hari Nasional 17 Agustus dibawah ini kami sajikan beberapa ciptaan dari Ny. L.Haryoto. Adapun maksud yg dikandung oleh penciptanya yalah untuk membangkitkan rasacihta kepada pakaian nasional kita terutama bagi gadis-gadis remaja kita. wanita kita yang agaknya kelihatan lebih condong kepada pakaian Barat dikala mereka mendatangi upacara®, pesta-pesta disekolah maupun di handai taulannya. Dengan berpangkal kepada kekayaan kebudayaan nasional kita, kepada pakaian berbagai daerah kepulauan Indonesia, yang masing-masing mempunyai corak dan ragamnya sendiri, Ny. Haryoto telah mencoba untuk memadukan berbagai corak dan ragam ini menjadi beberapa ciptaan pakaian remaja puteri, Menurut Ny. Haryoto di-negeri-negeri tetangga kita seperti India, Birma, RRT, Jepang kaum wanita dan Rakyat pada umumnya menjunjung tinggi pakaian nasionalnya, sedangkan gadis-gadis serta wanita kita di Indonesia rupanya sudah lebih tertarik kepada sackdress dan can can. Memang, bagi mereka yang sudah pernah mengunjungi negara-negara yang multi nasional, yang bersuku bangsa banyak seperti Uni Sovyet, RRT, Rumania, Hongaria, Vietnam, maka tentu akan berkesan sekali pakaian-pakaian sukubangsa di-negeri-negeri ini, yang tidak hanya terus dipelihara, tetapi makin dikembangkan bersamaan dengan kebudayaan masing-masing sukubangsa itu. Varlasi modern wanita Timor PALA Bas ip SEMIN MNP rt estan fcc Na Memakal kain secars Jokya, kebaya pakal plise Kebaya berwarna rose dengan kombinasi kain Tim dipakai secara wanita Bugis === [PDF page 17] === Meninjau Komune Rakyat Lae Ti Iring” (Oleh: Ny. Suharti Suwar‘s) Hijau selama empat musim »Sze Ci Tsing” artinya dalam bahasa Indonesia,,Hijau selama empat musim”. Demikianlah nama sebuah Komune Rakyat yang terletak tidak jauh dari kota Peking. Pada suatu hari, sewaktu berada di RRT saya mendapat kesempatan meninjau Komune Rakyat itu. Menga pa Komune Rakyat itu diberi na ma "Hijau selama empai tusim”, yalah karena selama empat musim kaum tani disitu selalu menanam sayur-mayur, baik pada waktu musim panas maupun pada waktu musim dingin. Diwaktu musim dingin, maka tanaman sayur-mayur itu diadakan dibawah rumah-rumah kaca yang dipanasi, sehingga tanaman bisa tumbuh subur seperti diwaktu musim panas saja. Dengan demikian, maka selama empat musim daerah itu selalu hijau karena tanaman-tanaman tersebut. Tentu para pembaca ingin tahu, bagaimanakah keadaan di Komune Rakyat itu? Benarkah omongan setengah orang, yang menyatakan bahwa di Komune-komune Rakyat yang ada di RRT itu ber laku keadaan-keadaan yang tidak baik, misalnya para ibu dipisahkan da ri anaknya, Rakyat laki-laki dan wanita menjalankan kerjapaksa, dsb. dsb.? Pertanyaan-pertanyaan demikian itu dapat saya mengerti, karena ada bacaan-bacaan tertentu seperti ma jalah "Aneka Amerika” yang diterbitkan oleh USIS di Jakar ta yang dalam salah satu tulisan nya memuat berita-berita mengenal keadaan Komune-komune Rakyat, bahan mana didapatnya notabene dari seorang pelarian, yang berarti penulisnya sendiri belum melihat keadaan-keadaan yang sebenarnya dan dengan demikian disang sikan kebenarannya. .ri 89.172 jiwa: -tanian, berupa: Berhubung dengan hal tersebut, maka ada baiknya saya menulis disini tentang hal-hal yang saya lihat sendiri di Komune Rakyat tersebut. Komune Rakyat Sze Ci Tsing” didirikan pada tgl. 20-8-1958 atas dasar penggabungan dari 8 koperasi-koperasi pertanian yang meliputi 7% desa luasnya. Keluarga tani yang tergabung didalam nya ada 8.722 keluarga terdiri da Luas tanahnya ada 55.415 mou (1 ha = 15 mou), diantaranya berupa: 50. 227 mou tanah garapan, 31.368 mou tanah untuk tanaman sayur mayur, dan selebihnya itu tanah untuk tanaman buah2an dan un tuk peternakan. Sejak tahun 1957-1958 diada kan gerakan perbaikan pengairan, sehingga kini berhasil dengan diairinya 35.827 mou sawah. Disamping itu diusahakan memajukan alat-alat per traktor-traktor, pompa-pompa air, pengangkutan-pengangkutan dsb. Tidak hanya memajukan pertanian tetapi juga dikembangkan usaha-usaha industri Rakyat seperti: bengkel-bengkel reparasi alat-alat pertanian, pabrik-pabrik untuk membikin alat-alat pertanian, pabrik-pabrik kerajinan tangan dsb., yang semua nya berdiumlah 49 pabrik dengan buruhnya sebanyak 534 orang. Berhubung adanya_ kemajuan-kemajuan dibidang pertanian dan industri, maka penghasilan Komu ne Rakyat tersebut makin meningkat, yaitu pada tahun 1958 penghasilan bersih ada 5.05 ju ta yen, dalam tahun 1959 direncanakan meningkat menjadi penghasilan bersih 8.65 juta yen. Hasil tersebut diperuntukkan: upah bagi para anggota yg bekerja, untuk dana umum dan dana kesejahteraan. Pada tahun 1958 penghasilan 1 keluarga rata-rata ada 554 yen setahun, pada th. 1959 direncana kan meningkat menjadi 690 yei setahun. Selain upah tersebut di adakan juga supply yang gratis San tunjangan keahlian teinik. 3 kali makan gratis Sewaktu berkeliling meliha:2 usaha-usaha Komune Rakyat tersebut, saia dapat melihat rumah-rumah makan umum (semuanya ber- Anggota-anggota Komune Rakyat diluar ko ta Peking dengan gembira makan di rumahmakan Komune. 7 === [PDF page 18] === jumlah 1.6) penitipan kanak-kanak rumah untuk para orang tua penjahit (semua ada 134). Sekolah-sekolah Rakyat (semua ada 30 dengan murid 15.295 orang), usaha-usaha kesehatan seperti: rumah sakit desa (semua ada 5 buah), pos pengobatan (jumlahnya ada 2) dan balai-balai bidan sebanyak 10. Yang menarik perhatian saya ialah tentang rumah2makan umum. Disalah satu rumah makan umum yang saya lihat itu, terdapat ruangan besar untuk makan, serta dapur untuk memasak. Didinding saya dapat me lihat daftar menu makanan yang setiap harinya diganti, dan juga tulisan-tulisan yang berisi puji an-an ataupun kritik-kritik terhadap ru mahmakan tersebut. Setiap harinya semua orang di Komune Rakyat tersebut mendapat makan 8 kali dengan gratis (tidak usah membayar) dan mereka ‘itu bisa makan.sekenyang -kenyangnya. Lauk-pauknya ada dua macam. Mereka yang berhalangan datang untuk makan disitu dapat mengambil makanan tersebut dan membawa pulang kerumah. Setiap.minggu sekali rumahmakan itu libur Pada waktu libur itu para keluarga anggota Komune Rakyat tersebut mendapat bahan mentah untuk dimasak sendiri dirumah. Usaha rumahmakan umum dimana-mana itu sangat meringankan beban wanita-wanita tani, ka rena sebagian besar waktunya untuk tinggal dirumah dan.me masak dapat ditiadakan. Mcreka kini bisa leluasa berada diladang untuk bekerja, dengan tidak usah khawatir bahwa keluarganya terlantar makannya. Dengau rumah-rumah makan umum itu maka wanita tani dibebaskan dari beban 'nya yang ber-abad-abad lamanya. Mcreka tidak usah memasak sendiri dirumah sehingga menghemat waktu dan tenaga yang banyak: Jika pergi keladang atau pergi bekerja, anak-anak itu dititipkan dipenitipan kanak-kanak, dan jika selesai bekerja anak-anak itu diambil pulang kembali. Sewaktu mengunjungi salah 14. satu,,rumah untuk menghormati orang tua”, maka disitu saya melihat nenek-nenek laki dan wanita yg dipelihara baik-baik sekali. Kecuali mendapat jaminan tempat tinggal dan makan yang gratis, mereka itu juga mendapat uang saku sekedarnya. Dengan demikian di Komune Rakyat itu semua terjamin, mulai kanak-kanak sampai nenek-nenek. Kecuali itu Komune Rakyat ter sebut memikul beaya sekolah bagi anak-anak kaum tani yang belajar sampai sekolah tinggi. Tentulah hal ini sangat menggembirakan, karena pada waktu-waktu yang sudah-sudah kaum tani itu sama sekali tidak bisa menyekolahkan anaknya. Upah sama Adapun tentang kemajuan dilapangan hak-hak warita saya melihat, bahwa dengan adanya apa am aan aa aa Komune Rakyat itu, maka kini kaum wanita tani yang bekerja mendapat upah sama dengan kaum laki-laki. Dulu hal ini tidak demikian. Sekalipun wanita tani itu bekerja, tetapi dulu upahnya diterima oleh sang suami. Kini keadaan itu tidak berlaku lagi. Ini berarti bahwa persamaan hak diantara wanita dan laki-laki tani sudah direalisasi se-baik-baik nya. Sambutan mengenai soal pemberian upah langsung kepada wanita-wanita tani itu hangat sekali, dan dibeberapa tempat kaum wanita tani itu berunding ber-sama-sama dan upah yang mereka terima itu dikumpulkan dan dibelikan traktor ber-sama-sama. Traktor itu mereka beri nama "8 Maret”. Seperti para pembaca maklum, maka di RRT diadakan usaha-usaha besar pembangunan sosialisme. Disana berlaku semboyan: siapa yang tidak bekerja tidak Betapa riang dan gembira wanita yang bekerja mendapat upah sama der? kaum laki-laki bisa terlihat pada wajahnya === [PDF page 19] === makan. Semboyan ini tentu tidak disukai sekali oleh kaum tuantanah, yang biasanya tidak bekerja tetapi mendapat makan sebanyakbanyaknya dari penghisapan atas tenaganya kaum tani. Maka elemen-elemen demikian itulah yang dinegeri-negeri kapitalis menyebarkan omongan-omongan bahwa di RRT berlaku kerjapaksa. Hal mana sangat bertentangan dengan kenyataannya. Di RRT semua Rakyat laki-laki dan wanita giat sekali bekerja atas kesedaran mereka, bahwa hasil kerie adalah untuk Rakyat seniri. Komune Rakyat Sze Ci Tsing yang saya lihat itu, adalah salah satu diantara sekian banyak komune-komune Rakyat di RRT, yg mengorganisasi 500 juta petani-petani menuju masyarakat adil dan makmur yalah masyarakat sosialis. Oleh karena itu tidaklah meng herankan sewaktu saya melihat tulisan-tulisan di-tembok-tembok, yang terjemahannya berbunyi sbb.: "Dulu di-mana-mana ada asap, wanita ada disekelilingaya. Kini di-mana-mana ada rumahmakan umum, wanita kerja diladang”. Kaum wanita tani antusias sekali dengan dibangunkannya rumah-rumah makan umum itu, karena selain mereka bebas tidak usah memasak sendiri, juga makanannya lebih enak dan lebih baik. Perbaikan makanan Rakyat ter sebut mempunyai arti yang penting sekali bagi perbaikan kesehatan Rakyat. Dulu kaum tani itu melarat sekali, sampai makan sekali sehari saja tidak tentu, kini mereka bisa makan tiga kali dengan tidak usah bayar. Alangkah bahagianya mereka itu. Dikembangkannya penitipan kanak-kanak Hal lain yang menarik yalah tentang dikembangkannya penitipan kanak-kanak. Dengan adanya penitipan kanak-kanak itu, maka disiarkan kampanye yang luas di-negeri-negeri kapitalis dan dimana saja, yang menyatakam bahwa di RRT kaum ibu itu dipisahkan dari hidup kekeluargaan dan dari anak2nya. Alangkah bertentang an dengan kenyataan omongan-omongan itu. Saya melihat, bahwa justru dengan penitipan kanak-kanak, maka kaum ibu tani itu diringankan sekali penghidupannya. Bukankah kaum ibu yang bekerja (buruh, tani dsb.) yang selalu mengalami kerepotan-kerepotan memeli hara anak2nya? Kerepotan-kerepotan ini tentu tidak dirasakan bagi mere ka yang biasa dapat memelihara dan membeayai pembantu-pembantu se-banyak?nya dirumah. Tetapi bagi mereka yang tidak bisa me melihara dan membeayai pem bantu-bantu, tentu mengalami kerepotan-kerepotan dengan anak-anak tersebut. Jika ditinggal anak itu tidak, ada yang memeliharanya. Maka dengan adanya kaum wanita diatasi. (Sambungan dari hal 8) Ber-juta-juta wanita...... Mereka berhatsil mengumpulkan berpuluh ribu tandatangan dalam tiga hari, dan mengirimkannya kepada Menteri Pertahanan sebagai protes atas pengangkutan anak-anak Schoonhoveri ke Indcnesia untuk berperang. Sokongan wanita Belanda yang cita2nya sejalan dengan kita bukan saja pada waktu perang kolonial dilancarkan oleh pemerintahnya. Pada banyak kesempatan NVB dengan setia dan konsekwen membela pendiriannya. Dalam bulan Juni ybl. NVB mengirim lagi suatu protes pada pemerintahnya yang. ingin merobah undang-undang -wajib-militer untuk mendapatkan dasar yang le- 'bih kokoh bagi pengiriman kesatuan-kesatuan tentaranya ke Irian Barat. Didalam protesnya itu NVB juga mendesak pemerintahnya untuk menyelesaikan masalah-masalah pertentangan dengan Indonesia liwat perundingan dan jalan damai. MENYOKONG IRIAN- BARAT KEMBALI KE Berbicara tentang perjuangan Rakyat Indonesia untuk mengembalikan Irian Barat kedalam wilayah Republik Indonesia, maka tentang adil dan benarnya perjuangan ini sudah pula tersebar luas dikalangan wanita berbagai negeri. Ketika perjuangan Irian Barat mencapai tingkatan dimana tindakan ambil-alih dilakukan dengan gagah-beraninya oleh kaum buruh Indonesia, yang kemudian disusul dengan ketentuari pemerintah R.I. untuk menasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda, maka peristiwa ini tidak luput pula dari perhatian organisasi-organisasi wanita di sejumlah negeri-negeri. Kaum wanita Sudan, RRT, Uni Sovyet, Cekoslowakia, Vietnam dengan perantaraan organisasi-organisasi wanitanya telah mengirimkan pernyataan-pernyataan mendukuny perjuangan itu. Demikian pula pada kesempatan-kesempatan lain, umpamanya hari ulangtahun Republik Indonesia, atau lain-lain peristiwa penting dalam gerakan wanita Indonesia, pernyataan-pernyataan setiakawan senantiasa diterima dari organisasi-organisasi wanita luarnegeri ini. Pada ulangtahun ke-30 berdirinya gerakan wanita Indonesia, organisasi wanita Bulgaria mengirimkan ucapan selamat pula dan,,mengharapkan sukses besar dalam perjuangan kemerdekaan nasional yang heroik, untuk persamaan hak dan perdamaian serta kebahagiaan anak-anak." Pernyataan-pernyataan setiakawan dari kaum wanita berbagai pada saat-saat yang menentukan dalam revolusi kita, memang mempuriyai peranan yang tidak kecil dalam ikut mempengaruhi opini dunia dan mengajak Rakyat-rakyat negeri-negeri lain untuk memihak kepada hasrat serta cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu patutlah kita mengenangkannya juga dalam memperingati ulangtahun Republik kita yang ke-14 ini. 817 bekerja anak- ' negeri. === [PDF page 20] === Mengenal Tonahair | Sumatra Barat adalah satu bahagian dari Sumatra Tengah yang pada semula menjadi satu provinsi, tetapi sekarang terbagi menjadi 3 provinsi: Sumatra Barat, Riau dan Jambi. I, Alamnya: Orang sering menyebutkan Alam Minangkabau yang dimaksudkan yalah masyarakat Minangkabau yang mengenai adatistiadatnya. Disini akan kami terangkan lebih dahulu mengenai alam yang terbentang nyata: ilmu bumi seluruh Sumatera Barat. -- Sumatra Barat adalah tanah pegunungan yang merupakan tanah tinggi datar (plateau). Kalau kita misalkan tanah datar Sumatra Barat sebagai beberapa tempurung setengah kelapa terlentang yang dijejerkan. Tiap? Kabupaten terletak di tanah yang datar dikelilingi oleh gunung-gunung dan bukit-bukit. Sebuah kota kelainnya dihubungkan oleh jalan raya yang melalui punggung bukit, dimana banyak terdapat telaga-telaga dan bekas telaga-telaga, Udaranya pada umumnya sejuk. Tanahnya subur, semua tanaman menjadi. Buminya mengandung pelikan-pelikan batubara, mas, tembaga dil-nya. Oleh karena hutannya lebat, maka kayu2an pun banyak hasilnya, Lautannya terdapat banyak ikan, tetapi oleh karena pengusahaannya masih sederhana, belumlah menghasilkan yang 1y1kup sebagai sumber penghidupan, apalagi cara menghasilkan sekarang ini ada dalam kekuasaan tengkulak-tengkulak dan juragan? nelayan sehingga nasib nelayan sangat sengsara. 18 Sepintas lalu tentang Il, Adat-istiadatnya = Adat-istiadat Sumatra Barat ‘pada umumnya dipelajari dan yang menjadi perhatian adat istiadat Minangkabau. Daerah Minangkabau terdiri dari Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Solok. Apa sebabnya adat istiadat Minangkabau banyak dipelajari oleh ahli-ahli masyarakat dalam dan luar negeri, karena sifatnya yang khusus yalah masyarakat matriarkhat atau disebut "garis ibu". yalah Orang bisa menandai ini atau bisa melihat ciri2nya dengan memperhatikan bahwa segala hak milik (harta pusaka) terutama tanah, kolam air, rumah, dipunyai oleh kaum wanita. Hak milik tsb bisa dijual apabila mendapat persetujuan fihak kaum wanita. Dengan ciri-ciri ini maka tidak mengherankan kalau semua hakmilik (harta pusaka) disebut kepunyaan wanita. Jadi cara kefamiliannya, jika menempati rumah besar, terdiri dari beberapa pasang keluarga yang bisa berujud menjadi satu suku kecil. Cara perkawinannya, bukan sang suami yang membawa isteri kerumahnya, tetapi sang isterilah yang membawa suaminya kerumah besar tadi. Berbeda dengan garis patriarkhat lelaki yang membawa isteri berdiam kerumah yang telah disediakan oleh sang suami. Lelaki yang akan diambil menjadi suaminya harus berasal dari suku lain (kalau masih dari dalam suku itu juga tidak boleh kawin). Biasanya fihak wanita memerintah didalam rumah itu, lelaki 9 umatra Barat (suami) tidak semua dapat mencampuri persoalan, Sekalipun dalam rumah itu terdapat beberapa keluarga, tetapi gudang dapurnya hanya satu, yang disebut "rakiang padi" yang dikemudikan oleh salah seorang wanita yang tertua. Seorang suami yang disebut “misan" dengan misan lain stdah tentu mempunyai penghasilan yang berbeda. Misan yang punya hasil besar, lebih mampu memberi nafkah kepada isterinya dari misan yang penghasilannya kurang. Perbedaan kemampuan dalam memberi nafkah ini menimbulkan diskriminasi dalam pandangan anggapan kefamilian, sehingga lama-lama misan yang miskin ini terpaksa meninggalkan isterinya dan mencari isteri lain. ‘Dalam masyarakat yang berdasarkan masyarakat matriarkhat ini, suami tidak seratus persen merasa bertanggungjawab terhadap isteri dan anaknya, dan ini membuka pintu bagi mereka untuk kawin lebih dari satu. Seorang lelaki feodal biasa mengatakan nafkah itu adalah menurut adat, artinya nafkah musiman: sekali sebulan atau sekali setahun. Jadi bukan nafkah menurut kebutuhan se-hari-hari, Seorang lelaki yang disebut keturunan lareh-lareh, datuk-datuk bisa dapat isteri banyak tanpa mengeluarkan biaya, bahkan sebaliknya isterilah yang. menjemput dengan mas, maupun dengan uang. Pada waktu sekarang ini adatistiadat lama itu makin lama makin berkurang. -— === [PDF page 21] === Kaum wanita Sumatra Barat ikut me ngambil 'bagian aktif untuk menegak- Tetapi satu hal adalah jelas bahwa sistim masyarakat matriarkhat ini, pada lahirnya wanita memegang kekuasaan rumahtangga, tetapi kenyataannya kaum wanita menderita tekanan-tekanan yang berat dalam kehidupan se-hari-hari. Pertama karena kurangnya pertanggunganjawab seorang suami terhadap isteri. Kedua tidak karena tekanan ekonomi saja, tetapi juga- banyak terdapat permaduan yang sampai sekarang masih menjadi kebiasaan. Hi Jelaslah bahwa sekalipun masyarakatnya. berdasarkan matriarkhat, kaum wanita tidak mendapat kemenangan moril dan materiil. INI. Sedikit tentang pahlawan2nya Pahlawan-pahlawan pejuang wanita Sumatra Barat tidak kurang banyak seperti di-daerah-daerah lain di kepulauan Indonesia. Tetapi karena banyak riwayatnya tidak dicatat, sehingga jarang diketahui oleh umum. Diantaranya seorang wanita yang berasal dari Desa Bunga Tanjung Kabupaten Tanah Datar terkenal dengan Upiah Itam Pejuang tahun 1926. Dia ditangkap karena keberaniannya melawan sistim penjajahan Belanda dan memkan keutuhan Republik Indonesia punyai pendirian yang tegas dalam perjuangan menegakkan kemerdekaan tanahair. Dia menyatakan bahwa dia tidak takut menempuh beberapa pengorbanan sekalipun sampai dengan tetes darah penghabisan. Upiah Itam ditangkap pada th. 1926 dan dimasukkan penjara selama 15 tahun. Dan sesudah revolusi baru dia kembali kedesanya dan meneruskan perjuangannya dalam gerakan Rakyat yang revolusioner sampai akhir hidupnya. Juga Ibu Rasuna Said ada lah seorang pejuang kemerdekaan di Sumatera Barat. Sesungguhnya banyak lagi pejuang-pejuang kemerdekaan yang tidak pernah disebut, sehingga umum tidak mengetahui seperti Ibu Salamah di Padang dan Ibu Raya Painan yang pernah dibuang ke Digul karena perjuangannya. Pada waktu bergolaknya Dewan Banteng dan pemberontakan PRRI di Sumatra Barat, beberapa puluh wanita yang telah tampil kemuka memimpin demonstrasi-demonstrasi, menuntut dikeluarkannya pemimpin-pemimpin yang ditahan oleh Ahmad Husen/PRRI, begitu pula menyatakan dengan lantang "anti tindakan-tindakan Dewan Banteng - kaum - pemecah-belah negara Republik Indonesia." Antaranya yang paling berani itu adalah sdr. Manismar, sdr. Nilawati dan sdr. Nadiar. Ketiga sdr tsb mengalami berbulan-bulan dalam tahanan Dewan Banteng dan mengalami pula beberapa tindasan dan kekejaman PRRI antaranya: diberi makan sedikit, disuruh tidur dimuka kakus yang sangat kotor, bahkan pernah mengalami akan diperkosa. Tetapi dengan tegas mereka tetap mempertahankan pendiriannya dan membela keselamatan dirinya dari bahaya Dewan Banteng sampai mereka dibebaskan oleh APRI dan sampai sekarang ini mereka tetap aktif dalam Panitia Pembela Korban P.R.R.., dan terus memelihara keutuhan Republik Indonesia. Ch. Ahmad 19 === [PDF page 22] === Dengan lukisannya berjuang untuk kebahagiaan manusia Pada bulan Juni 1959 di Jakarta telah diada. kan pameran hasil-hasil karya Kathe Kollwitz, seorang artis Jerman yang terkemuka bertempat di Balai Budaya, Kathe Kollwitz dilahirkan pada 8 Juli 1867. Karyanya yang unik serta menggambarkan kemiskinan dan peperangan selama kekuasaan fasisme di Jerman sangat menggugah hati. Republik Demokrasi Jerman yang mendasarkan kebudayaannya pada jiwa kemanusiaan dan perdamaian sejak semula memajukan keseniannya, dimana Kathe Kollwitz merupakan teladan Sebuah potret diri Kithe Kollwitz yang baik. Kathe Kollw.tz sendiri adalah seorang ibu. Mungkin karena ini, maka motif Ibu dan Anak selalu kita jumpai dalam banyak karyanya. Perasaan seorang ibu, tanggungjawab ibu terhadap anaknya merupakan unsur pokok yang selalu menjadi pendorong, mengapa dia merindukan dunia baru, dimana manusia hidup damai dan bahagia. Dengan lukisan-lukisannya sebagai senjata Kathe Kollwitz bekerja untuk cita-citanya. Seni bukan bentuk-bentuk yang sedap dipandang dan untuk menghias rumah-rumah orang kaya. Seni adalah teriakan seorang ibu, teriakan manusia yang menolak peperangan, manusia yang menghendaki pembe: basan atas penindasan yang sewenang-wenang, teriakan manusia yang menghendaki keadilan. Buku hariannya mencatat:,,Aku setuju, bahwa pekerjaanku, seni, mempunyai suatu tujuan. Aku ingin mempunyai pengaruh atas zaman ini.” Beberapa karya Kathe Kollwitz yang mencerminkan kemauan Ibu untuk melindungi keturun: annya adalah: »Nie wieder krieg!”” sebuah poster yang 20 menggambarkan, seorang ibu yang berseru menolak peperangan, perang pembawa maut dan sengsara. | »Darmakan yg berlebih padamu, pada sesama manusia.” Poster itu menggambarkan seorang ibu yang montok sedang menyusui. Seorang orok disodorkan kepadanya, orok itu bayi kelaparan. Kelebihan air tetek si ibu akan sangat berguna bagi bayi itu. Mari kita menarik pelajaran dan menengok sekeliling. Betapa banyak barang berlebihan yang diboroskan, sedangkan orang lain sangat membutuhkannya...... Kathe Kollwitz juga sangat tertarik kepada penderitaan dan kemelaratan. Kehidupan kaum buruh yang sangat miskin mengambil tempat utama pula dalam pemilihan motif-motifnya. Untuk kaum buruh telah dilukiskan dua epos besar: Pemberantakan buruh tenun dan perang tani. Buruh tenun ditindas, diperas tenaganya, nafkehnia sangat rendah, mereka bukanlah manusia yang dapat hidup layak, kelaparan dan kemiskinan mengancam mereka terus-menerus. Pada sebuah lukisannya terlihat buruh tenun, dia kurus === [PDF page 23] === kering, sebuah kerangka dengan pakaian compang-camping, seluruh tenaganya telah dipakai untuk menarik roda, tetapi keadaan mereka ‘makin tergilas. Lihatlah mereka itu adalah manusia-manusia, dalam dadanya hidup semangat, dan semangat itulah yang meietuskan pemberonlakan, untuk menuntut kead:lan. Da!am perang tan! kami me:ihat lukisan dimana seorang wanita menjadi pelopor barisan. Dengan seluruh tenaga ia mengajak maju barisan tani yang maran. Perang dan Pemberontakan ini digambarkan oleh Kathe untuk menuntut keadilan. Lukisan? itu adalah gambaran dari perjuangan kemerdekaan kaum pekerd,a. Sudah tentu gambaran kenyataan iang tawar itu ‘tidak disenangi oleh kerajaan Jerman. pemerin.ah resi pada waktu itu. Kathe Kollwicz tidak mendapat tempat dan pengakuan istimewa sebagai seniwati di D.erman. Usul Menzel dan Lieberman untuk memberinya bintang telah ditolak oleh pemerintah. Baru sesudah Jerman menjadi Repub!ik pada tahun 1918, Kathe Kollwitz diangkat menjadi guru Akademi Kesenian. Dan namanya mu: lai terkenal d,auh diluar perbatasan Jerman. Pada waktu pemerintahan Fasis Hitler sekali lagi Kathe yang teiah lanjut usianya kembali diasingkan, lukisann'a tidak boleh dipertunjukkan dalam museum-museum, ‘dan dia dibebaskan dari diabatan-jabatannya yang penting. Sebuah portret diri pada masa itu menunjukkan betapa zaman itu menekan dirinya. ‘i Pandangan Kathe Ko'lwitz yang maju itu didapatnya dari ayahn'a dan kakeknya yang sekail pun dar: golongan ningrat termasuk tenaga? yang amat progresif. Motif Ibu dan Anak mendapat penyajian yang monumental dalam lukisannya,,Ibu melindungi Anak”. Pemandangan si Ibu yang tajam, menatap arah bahaya, dan kedua tangann'a yang kokoh merangkul kedua anaknya. Inilah pening- - galan, warisan yang diberikan kepada kami yang hidup kemud'an:..Tugas Ibu, itulah keberanian Untuk me:indungi keturunan.” Kathe meninggal pada 22 April th. 1945 sesudah perang dunia II dalam usia yang sangat lanjut, ' Hidupn'a tidak sia-s'a, din dfiwania Yang besar terus hidup, memancar- melalui buah ciptaannya, kia 5 ‘(oleh: Rukmi B, Resobowo) pig 2 2 Ds Dengan seluruh tenaga ia mengajak maju barisan tani yang mural, Tag, ' Motif Ibu dan Anak mendapat peniajian yang monumentay dalam lukisannya,,Ibu mclindungi anak”, 21 === [PDF page 24] === Oleh: Siswadi Makin tinggi hari, barisan pengungsi bukannya semakin berkurang. Ber-bondong-bondong orang: yang berpunya dan tidak berpunya menyusur ayaianz kecil, menggendong apa yang dapat digendong, menyunggi, memikul dan membimbing kexayaannya yang paling berharga...... anak-anaknya, Jalan-jalan kecil itu yang penuh dengan inanusia mempunyai suasana yang aneh, sepi sedin aari muram dalam segala keterburu-buruan. Ayahayah, kakak lelaki dan semua anak lelaki berd'alan didepan iring2an keluarga, merabawa barang-barang yang paling berat, beberapa malahan menuntun ternaknya, ibi!2, wanita-wanita dan nenek verjalan tersuruk-suruk dibelakangnya, menuju kesesuatu tempat yang belum diyakini benar dimana, namun yang telah terhunjam dihatinya: ditempat baru itu masih dapatlah mereka berseru Merdeka dan diperbolehkan mengibarkan bendera Merah Putih serta menyanyi Sorak-sorak bergembira. Mereka meninggalkan segala-galanya dikota yang gila terbakar itu, tidak hanya karena takut hudian peluru, tetapi juga karena mencari kedamaian hati, ketenangan dan keyakinan, dapat menghirup udara merdeka. Memang datangnya yakin itu, bukannya seperti taufan yang dahsyat, tidak, ia seperti angin lembut sepoi-sepoi membawakan lagu merdu abadi yang berbisik pada manusia, disaat seperti apapun juga, dan terutama pada kesepian dan keputusasaan Musik itu memberi kekuatan kembali, dan memberi irama pada langkah-langkah pengungsi yang kepayahan itu. Matahari gila berkuasa dilangit yang biru tanpa awan, dan rombongan itu sekarang menyusur jalanan panjang t: pa perlindungan. Pohon-pohon dipinggir sudah lama tua, dan jatuh ditebang dipinggir terbentang sawah yang kering, kargia penghuninya telah lama melarikan diri, dan sayup-sayup hanya nampak getaran panas menggelombang-gelombang dicakrawala. Setengah sadar pengungsi-pengungsi itu mempercepat laagkahnga. === [PDF page 25] === Kanak-kanak dan bayi-bayi mulai merengekrengek, tetapi mereka tidak perduli. Dalam tempat seperti ini, ya seperti ini yang tidak berper- Indungan, apapun bisa terjadi. Mudah2an tidaklah. Tetapi, ketika matahari sedikit saja memiringkan tubuhnya, terdengarlah deru mesin terhang jauh dari sebelah-Barat. Pengungsi-pengungsi mcnengadakkan mukanya, dan hantu maut yang sangat ditakuti itu makin mendekat. Beberapa pesawat terbang merendah, kemudian terdengarlah bun'i yang dahsyat beruntun-runtun, menghujani manusia dibawsh langit terik itu. Dalam sekejap mata semuanya kacau balau. Kepala keluarga yang berdiri didepan barisan mengeluarkan perintah berlindung, bercanipur baur dengan kacaunya, dan anak-anak buahnya terpencar-pencar mencari hidup sendiri-sendiri. Rupanya kedahsyatan itu tidak berhenti disitu saja, sebentar kemudian menderulah tank-tank musuh meratakan jalan panjang yang tandus itu. Scnapan mesinnya terbatuk-batuk sambil berlari, dan debu berterbangan. Entah berapa lamanya kedahsyatan itu, masing-masing mempunyai jamnya, ialah sesuatu yang berdetik-detik dirongga dadanya. Ukurannya tidak sama untuk tiap-tiap orang, ada yang cepat, dan lalu berhenti, ada yang cepat memburu-buru, dan terlepaslah anak dalam bimbingan, ada yang' lambat perlahan-lahan dalam rintihan luka-luka diparit-parit. Ketika setan-setan iti akhirnya pergi, dan. jalau itu menjadi lebih lengang dan menyeramkan, orang-orang yang mencari kemerdekaan itu bangkit mengerang-erang. Kemerdekaan yang diburunya harga. telah memberinya ujian, member:,ia betapa mahalnya. Keluarga-keluarga mencari-cari anggotanya yang bertieceran, menangis anaknya yg tak ge, berdosa mengucurkan darah dile- AG AA P ngan dan kaki, dan meraungraung pada hidup yang sampai dijanjinya. Mereka terpaksa berhenti ditengah jalan, membebat, membalut, mengubur, menangis dan mencari, Ketika malam turun rombongan yang tidak saling kenal tadinya itu, dan sekarang dipersatukan oleh nasib, sampai kesebuah dusun yang tidak berpenghuni. Mereka masuki rumah-rumah kosong yang masih lengkap perabotan- -- nya, dan membaringkan badannya dengan lesu, tetapi dengan tekad yang lebih kuat lagi. Seorang perempuan muda, tersesat memasuki sebuah rumah bersama-sa- Hari dengan rombongay keluarga ain dari tadi,.mukanya suram, dan ia sangat kebingungan,Tetapi tiada seorangpun yang memperdulikann'a, karena setiap.orang sibuk dengan urusann'a sendiri. Ia duduk merenung dipojok rumah, ketika beberapa orang muiai menggelar tikar bantalnya dan membaringkan badann'a. Ia melihat kiri kanan, dan menghela nafas panjang-panjang. Kemudian digelarnya tikarnya dipojuk yang terasing, dan ia membaringkan badannya. Malam dingin turun, dan rumah itu gelap tiada berpelita. Orang-orang takut memasang lampu. Makhluk-makhluk pentiari kemerderaan iu, merapatkan slimutnya, atau merapatkan badann'a pada anak dan isterinya, dan hi'anglah separuh dari penderitaan dalam kehangatan antara manusia i:u Rintihan-rintihan kesakitan telah t'ada lagi terdengar. Perempuan muda itu melengkungkan. badannya yang menggigil dilantai yang kering dingin itu, sambil merapatkan kain panjanznya, tita? lututnya terantuk sebuah kepala kecil. Anak ke- © tiil it terbangun kena sentuhan lutut. dan duduk, kemudian dengan gerakan yg mangharukan mierebahkan badannya didepan perempuan muda itu, serta memeluk lehernya dengan kuat-kuat. Perempuan itu mengusap-usap kepala kecil itu setengah tidak sadar dalam gumamnya, memanggil sebuah nama yang sangat disayangi:,,Giman”, dan memeluknya lagi dengan mesra, kemudian tertidurlah lagi. Pagi telah datang mengintai, dan perjalanan yang jauh memanggil lagi. Orang-orang sudah bangun, mencuci muka dengan air dingin seperti es, buru-buru memasak air, minum seteguk, lalu berjalan lagi.. 4 23 === [PDF page 26] === Anak kecil.......Giman"...... duduk disudut, dengan mata keping'n melihat orang-orang itu minum kopi, dan tersipu-sipu metihat Ibunya. yang dipeluknya semalam-malam. Perempuan muda itu kini melihat,,Giman”nya dengan acuh tak acuh, ked'ndian sema'am hanyalah impian sadia. Is berdiri membuka pintu, - bersama-sama dengan ! rombongan lain meneruskan perjalanan, kemana, entah. Ketika rombongan itu sampai kebatas kota merdeka, mereka berhenti me'epaskan lelah, dibawah pohon-pohon yang rimbun, sambil menunggu kawan-kawan didepannya sedang d:periksa oleh anggota-anggota lentera. Lagi-lagi suatu ujian kemerdekaannia. Dikota merdeka ‘ilu. mereka dit'urigai, dan tidak diterima seperti apa yang diharapkannya. Mereka hanyalah anak-anak yang setia, bukannya anak-anak yang perwira, pandu dari Ibunya, pengunysi-pengunysi itu. _ Lasykar-lasykar itu masih kecil-kecil, muda-muda, dan pakaiannya lusuh. Sambil memeriksa, mereka menanya: kan situasi medan perang yang terakhir, menggeleng-ge-engkan"kepala, dan menge'uarkan kata-kata makian kepada Belanda. Anak-anak sekecil itu, yang mengenal bedil, baru pada waktu menyervu tangsi-tangsi Jepang, bernadapan dengan seruadu-seruadu yang terlatih dalam Perang Dunia II, tetapi orang belum pernah mendengar, bahwa anak? kelyil itu pernah menjadi pengecut. Pengungsi-pengungsi itu melewati pintu penjagaan, dan mereka yang tebal perbeka‘annya meninggalkan kelezatan bagi perjurit-perjurit kec:l itu Sebungkus rokok, sekaleng susu, sebungkus dendeng. sebotol minyak rambut, biskuit-biskuit; mak!umlah’ kota yang baru ditinggalkannya sudah mulai kebanjiran barang-barang mewah dari para Pena ane dari kota-kota paiiiai. Beberapa orang yang dianggap,.mencur.gakan” disimpan, dibelakang -gardu penjagaan, dan orang-orang mulai sangsi-sangsi lagi akan Me Perempuan muda itu bangkit berdir:, dan mengikuti rombongan orang-orang itu dengan at'uh-tak acuh. Pikirannya | buntu, dan kemiskinann'a memang menyo'ok. Sebungkus kecil beban dipanggul dibahunia yang lemah. “dan | matania kuyu. T ba-tiba. dirasania langkahn'a lertegun, la berhenti dan menoleh. Giman sema'am iang.mcmeluknya crat-crat. memegang ujung bajunya, Air matania menetes sebesar mutiara, dan badannya menggigil. :”Aku takut, takut, ayo lari, ada orang bawa bedil,” serunya terh'sak-hisak, "Ah, mengapa takut. Mana Ibumu?" Mali, ditembak oleh orang bawa bedil, Bapak d'uga,” dan ta terduduk menangis. ~ "Aku takut, ayo lari, nanti ditembak pula aku." :"D'angan takut nak, itu tentara kita, bukan Be'anda:" bujuk perempuan itu.: ' Matania sudah tidak lagi pudar, d'bimbingnya anek yang menggigil itu dengan langkahnia yang lebih pasti, menuju gardu penjagaan. Giman- 24 nya, menggeletar dan erat-erat berpegang pada ta. ngan perempuan muda itu.. :”Siapa nama mBakyu?" tania lasykar pendek kecil itu. Perempuan muda-itu mengucapkan suatu nama dengan lembut. :'Dengan siapa mengungsi?” :"Anak saya." :"Ditawan Belanda dipenjara Ambarawa." “Ini,” sambil didukungnya Giman. :”Nama?” :"Giman.” »'Bukan," seru anak itu: bukan Giman.” :"Ya, Slamet, panggilannya Giman,” diawab perempuan mi'da itu. Lasykar itu tertawa. :"Memang dik, S'amet lebih gagah dari Giman." katania. Lasikar itu tertawa. :”Memang dik, Slamet lebih gagah data Giman,” katania. lagi. »"Ya, ya.” sahut perempuan muda itu: "Makanya kau Slamet dan Raharjo tidak mendapat bentiana. Tetapi kita paka! saja nama Giman ya untuk sehari-hari? Slamet Rahard'o kita pakai setiap Lebaran saja.” Lasikar itu tertawa.. :"Ini, mbakyu, secarik keterangan, pergilah kedapur umum, minta ransum. Ini untuk dis Slamet Giman. bantu baik-baik Ibu ya.” Tiba-tiba Giman yang sudah diturunkan dari dukungan ilu lalu memeluk,,Ibu"nya erat-erat, dan memanggil: "Ibuku, ibuku.” ~ Beberapa orang yang berbaris dibelakang perempuan muda itu terheran-heran, melihat peristiwa itu, karena kemaren siang, ketika rombongan pengungsi itu diserang Belanda. ia ms lihat perempuan muda ‘itu berkali-ka'i jatuh pingsan disamping maiat anaknya, seorang budak laki-laki sebesar,,Giman" itu. Ketika dua tahun kemudian perempuan muda "namaku Slamet, seru budak itu itu kembsli ketota asalnya, karena Belanda sudah pergi, ia tahu, bahwa semenjak ia menemukan kembali anaknia Giman Slamet. setetali menguburkan anaknya sendiri, mereka berdua adalah orang-orang” sebatang. kara. ouaminya telah mati tersiksa dalam pengyara Ambarawa. 1 Berdua, dengan Gimannia, mereka menerus: kan menemouh jalan nardiang, iang tidak ka: lah mus'ki'sia dari dislannia dua tahun fang Jalu, menudirt apa yang belum dicapainya selama ini: Kemerdekaan sejati. Haa === [PDF page 27] === Yayasan Melati bertujuan memajukan dan meluaskan pendidikan serta kesehatan kaum wanita dan anak-anak Izin Peperda Jakarta Raya 8 April 1959 No, SI/277/ PPDSIDR/X/1959 === [PDF page 28] === [Cover/decorative page: back cover: photograph of giant water lilies on a pond under trees; small caption not legible]