Api Kartini No. 11–12 Th. 2, November–Desember 1960
Cleaned OCR text (Good (0.904); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 2] ===
Penerbit:
Yayasan Melati
Matramay Raya 51 Jakarta
Terbit sebulan sekali
Ani Kartini
Redaksi:
Maasye Siwi, S. Asiyah, Darmini, Paryani Pradono
Penanggungjawab:
Maasye Siwi
Pembantug:
S.K. Trimurti, Rukiah Kertapati,
Sugiarti Siswadi, Mr. Trees Sunito,
Sulamf, Rukmi B. Resobowo, Siti
Suratih, Sulistyowarni, Sutarni, Sujinah, Sartini
Nustrator:
W. Nirahuwa
Alamat Redaksi:
Matraman Raya 51, Jakarta Tup.: Jtn. 753
Alamat Administrasi:
Kramat V/7 Jakarta
Tip.: No. 4430
Uang Langganan:
setahun seo...
enam bulan....
tiga bulan eceran per EX... ia
Api Kartinf menerima karangan dari luar, dari siapa saja yang menaruh minat. Karangan harus ditik diatas kertas yang tidak timbalbalik, karanga, yang tidak dimuat dapat da'kirim kemball apab'la disertai dengan perangko.
Tarip iklan:
Kontrak:
6 X muat, rabat 10x,
ISI
Surat dari redaksi.......ooooooomcmm. 1
Jangan biarkan awan membunuh kemanusiaan 2
MPRS dengan karya2nya........ooooocooo 3 Percikan Api Kartini.............Yoooococ 5 Taman Pendidikan Anak?..............oooo 6 GWDS 15 tahun...” 7
Dakwaan ooo... ciecceecccseececeeeeceeeeeseseeeeeeeeeeeees 8 Dewi. Sartika. coco. waves ceva gees Seesteacgeediod cans 9 Hari Ibu 5 ceca ces ceed tena oo3 Satanendsaanen rete teeeees 11
Kita perkenalkan seorang ibu,
pejuang dan seniwati.............cccccsceeeeeeeee eens 12 Yozef Pakholezyk memperkenalkan
karya-karya Chopin oo oo aan 14 Hormat bagi Ibunda..........i.ooooo. 15 Kepada Pahlawan... 16
Tak suka makan........i.oo.oWoomoWW ak 17 Sarinah dari abad ke abad..................YY...... 18 Persahabatan yang semakin kokoh.................. 20 Masak-masakan oo. 22
Sekilas adat-istiadat dan nasib kaum wanita Bali..............o. 23
Presiden memberikan komando pada Hari Ibu... 25
1960 Tahun Kebangkitan Afrika..................... 26 Sidang Majelis Umum PBB yang ke-15
Berita’ Sana; Sil 9 secre ocseeh sda lets Sua todvac wines 27 Penyakit c acing 04 nina nii 3 us. sccleein ad Haxcess in 28 Arena Remaja......ooooooooocooo.oo.oooocoo.mm. 29 Rok “dalam en ea Bs Sman as 30 DEWI TI. see deters aa ARE sama 32 Pahlawan dilereng gunung Ungaran............... 33 Jawaban redaksi........ooocoooo—o. 36
Keterangan gambar kulit muka:
Pemandangan disekitar da nau Tondano diwaktu sore di
Minahasa. 4 3 $
© Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 3] ===
Pembaca yang budiman
Kali ini Api-Kartini terbit ranykap, yilah bulan November dan Desember. Daa nomer rangkap ini adalah nomer yang penghabisan untuk tahun 1960, kemudian kita bersama akan memasuki tahun baru, yalah tahun 1961,
Sebagaimana taham-taham yang lalu, Api Kartini memasuki tahune yang pcnuh de.
ngan peristiwa, tahun 1960 'nipun tak kalah banyak dan pentingnya peristiwas yang dialami, Peristiwa penting tahun yang lalu adalah lahirnya Manifesto Politik, amanat PYII Presiden. Kemudian tahun 1960 ini kita mengalami peristiwa yang maha penting lagi, yalah amanat PYM Pres'den Sukarno pada peringatan ke-15 Revolusi 45, yang dengan populer telahdiscbut »JAREK”. Atas landasan peristiwa-peristiwa penting itu sampailah kita kepada hasil-hasil siding Mujelis Permusyawaratan Rakyat Sementara di Bandung. Suatu klimaks tc'ah terjadi. Kota sejuk yang pernah men- Gyadi pusat perhatian Rak.at-at Sedunia. yatkaia Konferensi Negara? Asia-Afrika melahirkan sepuluh prinsip mengenai hubungan persahabatan perdamaian, pengembcngan ekonomi, den keb:dayaan, suara Bandung menggema diseluruh dunia. Kemudian Kini, suera Bandung kembali merggoma dari tempat yang sama. Bandung lelah melkhirkun keputusan-keputusan penting sebagai hasil dari sidang MPRS selama 21 hari.
Keputusan penting MPRS mengena Mamfesto Politik dan Jarck sebagai da- Sar haluan negara, dan garis-garis besar pola pembangunan semesta berencana yang meliputi seluruh sektor kehidupan adalah merupakan pegangan dasar yang harus Giliksanakan tanpa syarat apapun.
Sebagaimana tertera dalam kata-kata s“mbutan dari berbagai golonnan, nas'onie, agama, komunis, angkatan bersenjata, pemuda, tani, “wanita, kebudayaan, wartarorn dil. adalah merapikan kesatuan yang bulat dari semua unsur kekuatan masyarakat yang ada ditanah-air kita ini. Oleh karena itu, adaloh wajar jika Iakyat mengandalkm kepada wakil2nya untuk tetap setia menjalankan tugas2nya, melaksanakan amanat penderitaan Rakyat, dan sungguh-sungguh bekerja baik untuk melaksanakan semua keputusan MPRS yang sesuai dengan program Kabinet Kerja, sand«ng-pangan, keamaxan, perdamatan dan melanjutkan perdyuangan anti imperialis.
Kite kaum wanita yang mendukung Kenipol, dan Jarek mempunlai kewajiban yang besar untuk melaksanakan keputusan MPRS sebagaimana telah tertera dalum ketetnpan I dan II, yang secara pokok telah menerima dasar pola pembangukan semesta berencana, yang telah diolah cie DEPERNAS. Salah satu contoh darat dikomukakan bahwa, tidak akan ada seorang ibupun yang akan menolak rencana pola pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesediahteraan Rak.
Yat yang merat3 keseliruhannya, Bahkan telah diperintii oleh DEPFRNAS bahwa disetiap Desa/Dukuh harus ada Sekolah-Rakyat, Poliklinik, Balai-Dsca dan pembangunan lain-lain yang diperlukan oleh Rakyat perdesan. Melaksanakan landreform se.
bagai basis pembangunan semesta dan merupakan bagian mutlak dari revolusi. Melaksar kan pembangunan tata-perdesan yang demokratis, meninggikan produksi bahan keperluan h'dup se-hari-hari, mengatur disIribusi agar cepat sampai ditangan Rakyet. tivkup, merata, murah dan baik. Semus ini adalah idaman setiap kaum Ibu, dan seluruh Rakyat. Kita kaum wanita mempertiayai bahwa tiitag yeng baik yang telah diletakkan dalam dasar-dasar pola pembangunca ini dapat berhasil dan berjalan lancar, jikc benar-benar kita Bangsa dan Neatra Indonesia ini dapat “enininsay sepenuhnya sumber-sumber kekayaan alam sebagai tersebut dalam pasul 38 UUD 45.
Jika semua ini kita hubungkan dengan sejarah gerakan kaum wanita, Yang ham tangal 22 Desember diperingati olkh seluruh kaum wanita Indonosia, maka lugas kaum wanita semakin jelas garisya, karena dalam perjuangannya, sekarang ini kaum wanita telah mempunyal progrom cougkrit yang harus diper.
diuangkan terus, Oloh karena itu mendiadi kewajiban bagi setiap kaum wanita didalum memperingati Hari Ibu yang mempunyak tradisi persitran dan perjuangan nasional ini dapat lebih meneliti lagi soal-soal baru Yang penting yang harus diper.
juanaken labih lanjut. Sebagaimana prcblim2nya telah diputuskan oleh MPR.
Kita akan maju terus hingga cita-cita tercapai.
dai dengan CamScanner
ipin
=== [PDF page 4] ===
Nazim Hikmet
jangan biarkan awan membunuh
kemanusiaan
Itulah ibu yang melahirkan kita sebagai jantan Cahaya mentari yang bersinar, dikaruniai melingkar keatas
Bukan inikah ibumu yang memberikan kau hidup?
Tuan, sayanglah setiap ibu Jangan biarkan awan membunuh kemanusiaan.
Seorang pemuda cilik berlari dan meluncur ke “ pembiraan
Layang-layangnya menari diatas pohon meningsi Tidakkah tuan juga, menari dan berlari demikian?
Tuan, sayanglah pada setiap anak-anak kecil -
Janganlah biarkan awan menghukum kematian atasnya,
Pengantin baru menyisir rambut didepan kaca, Dia lagi menunggu seseorang tiba, Sekali kelak tak seorangkah yang menunggumu, tuan?
Tuan, kasihilah setiap pengantin yang menunggu - Jangan biarkan awan membunuh kemanusiaan. 5
Dihari tua manusia tak akan berpikir Tentang sesuatu, tetapi kenangan hidup yang penuh ria,
! karenanya, kasihanilah kini pada siapapun yang tua, Tuan, sayangilah, dirimu yang juga kan tua ~~ Jangan biarkan awan menghukum kematian atasnya
Dari Penyair dan Perdamaian (Terjemahan: Ris.)
C3 Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 5] ===
MPRS
dengan Karya-karyanya
B ANDUNG sekali lagi menjadi tempat bersejarah.
Dengan gedungnya gedung Merdeka atau yang dahulu terkenal Gedung Asia Afrika ditempat inilah MPRS maupun Depernas menyelesaikan karyanya dalam kecepatan waktu yang sangat mengagumkan
Anggota MPRS seluruhnya berjumlah 610, dari jumlah sekian ratus itu terdapatlah 40 anggota wanita.
Apabila kita duduk diatas balkon gedung MPRS, tempat dimana publik dan para undangan dipersilahkan mengambil tempatnya masing-masing, maka tampaklah dari atas betapa megahnya sidang MPRS ini, dimana lebih dari 500 wakil-wakil Rakyat yang mewakili berbagai daerah, aliran serta golongan karyanya mereka sedang bermusyawarah.
Ruang sidang terbelah dua, diantara ruang pemisah itu terdapat dua podium saling berhadapan, yang satu podium Pimpinan yaitu tempat duduk Pimpinan 5 serangkai Pejabat dan Wakil-wakil Ketua MPRS, diseberang lain podium tempat Presiden duduk dan menyampaikan pidato2nya. Agak berbeda dengan pemandangan digedung DPRGR. anggota-anggota wanita tidak duduk bertebaran di-tempat-tempat iang dipilihnya, karena di MP- RS para anggota wanita duduk.
nya diatur dalam satu deretan meja dan semuanya berada didepan, sehingga siapa yang membolos menjadi mudah kelihatan. Karena memang semua anggota harus mentaati ketentu an duduk menurut nama-nama yang
Oleh: Yantini Kapti |
.c.ooococoooo.cooo.eec
sudah ditentukan. Duduknya pun diatur ber-selangseling, yang satu Muslimat NU, disebelahnya Wanita Demokrat, sebelah lain Gerwani atau tokoh-tokoh buruh/tari wanita. Rupanya Panitia ini mendapat ilham dari pengalaman Depernas. karena di Depernas suatu kali pernah mendapat tegoran dari Presiden mengapa wanita-wanita ditempatkan dibelakang
Pada hari pertama sidang dibuka seorang anggota priya membisikkan......... bukankah emansipasi wanita Indonesia sudah cukup dewasa? Anggota wanita lain menjawab......
namun ini namanya kepribadian. Perpaduan antara dayajuang dengan mengatur rasa keindahan...... 2
Demikianlah kiranya MPRS sudah mewakili 2 unsur dalam menggambarkan kemajuan wanita Indonesia.
Dari jumlah 40 anggota yang tampak hadir kira-kira 38, pada umumnya sesuai dengan ketentuan tatatertib anggota-anggota wani.
tapun semuanya mengambil bagian dalam komisi-komisi.
Yang terbesar mendapat perhatian dari kalangan wanita yalah komisi Kesejahteraan yang dipimpin oleh Bung Nyono. Karena dalam komisi ini duduk 13 orang anggota wanita.
Komisi A Mental Rokhani dan Pendidikan juga banyak wanita ambil bagian. Begitu pula di Komisi Produksi, Distribusi dan
Komisi Pemerintahan/Keamanan/Pertahanan, Yang samasekali tidak ada
wanitanya hanyalah Komisi Manipol, Mungkin karena dipandang sangat abstraknya masalah ini, atau pula karena Manipol dianggap sudah banyak diikuti sejak lama sebelum MPRS bersidang. Namun tidak ada seorang anggotapun yang berdiri diluar Komisi.
Sidang MPRS seperti kita ketahui membahas 17 jilid buku Pola Pembangunan Hasil Karya Depernas, disamping tugasnya yang khusus sebagai badan tertinggi yang harus menentukan garis-garis besar haluan Negara.
Buku-buku ini semua dimiliki oleli para anggota, tetapi sesuai dengan permintaan Presiden, MP- RS hanya diminta mengesahkan garis-garis besarnya saja. Apabila kita ikuti dari dekat, banyaklah kesimpulan dan sistim bekerja yang sangat baik untuk dicontoh.
Bahwa sifat demokratis itu ti dak selalu ditentukan oleh cara mengambil keputusan yang hakekatnya memperkosa suara minoritet dan bahwa perdebatan ber-tele-tele bisa diganti dengan sistim musyawarah dan saling me.
ngerti. Sistim persidangan ini umumnya kita jumpai dalam
sidang-sidang internasional seperti Kongres Wanita Sedunia, dsb.- nya...... dsb.nya.
Segera setelah disahkan tatatertib dan acara disusun oleh Pimpinan, maka Komisi-komisi terus memulai kerjanya. Didalam rapat Komisi ini berdebat para wakil-wakil Rakyat tsb. Ada jupa Komisi yang mengambil beleid meletakkan tema perdebatan itu didalam sidang-sidang sub Komisi, Hal ini tentunya mengingat besarnya jumlah anggota Komisi. Di
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 6] ===
Komisi A misalnya terdengar suara wanita yang mengusulkan agar dalam jangka waktu $ tahun ini di-desa-desa dibangun sedikitnya sekian sekolahan dan butahuruf hendaknya sudah lenyap dalam waktu yang ditentukan, sebab dengan demikian wanita akan mendapat keringanan dalam bebannya. Ada lagi di Komisi Kesejahteraan seorang wanita tak ketinggalan mengusulkan dalam membangunkan perumahan Rakyat dianganlah perhatian hanya ditujukan untuk memperlengkapi perumahan itu dengan gas dan listrik saja.
Sebab jika betul-betul perumahan Rakyat terbanyak ini akan mendapat perhatian hendaknya mi.
nyak tanah, sebagai bahan baku untuk lampu teplok janganlah dilupakan! Demikian suara wanita!
Tapi kiranya suara wanita ini juga besar artinya sebagai sumbangan untuk penyempurnaan rencana pembangunan. Se.
bab jika tidak wanita sendiri Yang memperjuangkan sedang mungkin kurang danggap pen.
ting. Begitu pula di distribusi.
Yang menjadi sasaran adalah penyaluran bahan sandangpa.
ngan, antri bahan sandanenangan, yang sampai mengakibatkan anak-anak kecil turut ter-de.
sak-sak. banyak diucankan oleh pembicara-pembicara, Dan bagaimana sunaya harga barang sandang.
pangan menjadi serendah mungkin sesuai dengan kemampuan membeli Rakyat, diangan seperti sekarang makin ditertibkan makin giat kaum spekulan bermain.
sub Komisi diadakan pada siang dan malam hari.
Yang lebih banyak menghadapi pekerjaan berat pada perumusan-perumusan? adalah Pimpinan MPRS sendiri. Disini ternyata bahwa pimpinan betul-betul mempunyai tanggungjawab yang berat.
Memang se-gala2nya dipersiapkan dengan baik dan berbeda dengan suasana-suasana liberal dalam Konstituante yang lalu.
Dalam pandangan umum berbicara kira-kira 50 anggota. Dari jumlah tersebut berbicara pula 6 wanita Setiap pembicara diberi waktu sepuluh menit, jika sampai melampaui waktu Ketua cepat-cepat menekan knopnya dan lampu merah menyala didepan pembicara. Disinilah macam-macam gaya kita tangkap dari suara-suara pembicara. Seniman?
menyajikan uraiannya dalam, gaya prosanya, wanita-wanita ada yang berlanggam dengan pantun-pantun daerahnya, priyapun membawakan syair-syair antara lain syair Maluku. Tokoh-tokoh priya yang berbicara dengan agitasi2pun mendapat sambutan namun pada umumnya para pembicara membawakan garis amanat penderitaan Rakyat. Jika dinilai tidak seorangpun yang dengan sengaja menyebarkan perpetiahan. Sebab bukankah MPRS sudah menerima Amanat Presiden, bahwa MPRS adalah alat revolusi.
Keputusan MPRS No. I memuat pengesahan Manipol RI dan perperinciannya sebagai paris-paris besar daripada haluan negara. Keputusan-keputusan MPRS No.
II memuat pengesahan garis-garis besar pola Pembangunan tahapan pertama hasil karya Depernas. Dalam keputusan ini terdiri atas prinsip umum yarg tercantum dalam mantel formulering, lampiran A yang berisi amandemen-amandemen dan lampiran B berisi saran-saran yang harus diperhatikan oleh para pelaksana pembantu?
Presiden dan lampiran C harapan-harapan untuk diperhatikan dalam pelaksanaan nanti. MPRS memberi kuasa penuh kepada mandataris yaitu Presiden dalam melaksanakan keputusan? MP- RS No. I dan II.
Isi garis-garis besar pola yang termuat dalam buku ke I jilid 3 yang penting untuk diketahui oleh wanita yaitu bahwa pola tahapan pertama ini memuat rencana-rencana dibidang sandang-pangan. Setiap orang akan dicukupi kebutuhannya untuk membeli beras sebanyak 115 kg setahun. Tekstil untuk tiap orang setahun. Dengan dicukupinya kebutuhan minimum akan beras dan kain dalam negeri, ini berarti devisen bisa dihemat dan tidak: perlu diantrikan lagi. Di-
Dipindai dengan CamScanner
desa akan dibangun 1 Bank desa dan satu sekolah sedikitnya dan 2—5 poliklinik tiap Kecamatan.
Sedangkan pola ini dalam jang.
ka waktu tahapan pertama akan membuka lapangan kerja yang berarti memberikan kesempatan bekerja bagi tenaga-tenaga baru secara massal yaitu 1 juta dikalangan pertanian dan 5 juta ‘orang disektor industri. Berapa
tak kalah ' prosenkah kiranya tenaga wani-
'ta akan diikut sertakan baik se- “bagai tenaga skill maupun tenaga massal tergantung kesanggupan wanita sendiri.
| Januari 1961
Ayunan cangkul pertama di Gedung Proklamasi
Sebagaimana keterangan
Presiden pada Hari Ibu 22 De.
sember 1960, besuk pada tgl, 1 January 1961 ayunan cangkul pertama akan dilakukan dige.- dung Proklamasi Pegangsaan Timur 56 dimulai jam 10 pagi ya'ah sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pembagunan na.
siona) semesta, Disamping Pre.
siden akan diikuti oleh 17 orang yalah wakil-wakil dari golong.
an karya dan Nasakom, Dalam upacara tsb, akan diundang rula para pejabat Pemerintah (Menteri-menteri), korps diplomatik anggota-anggota MPRS dan DPRGR,
DPA, Depernas. Bapekan, Pe.
ngurus Besar Front Nasional, golongan-golongan politik. golongan karya, DPRD GR Jakarta Ra.
ya, pimpinan organisasi-organisasi dll, yang berjumiah kira-kira 1,500 orang, Disamping itu diundang massa sejum'ah 5.000 orang yang akan hadlir disckitar tem.
pat pencangkulan, pintu ger.
bang gedung Prokamasi akan dipagary oleh barisan Bhineka Tunggay Ika,
Se'anjutnya tgl, 1 Januari telah ditetapkan sebagai hari
besar yaitu hari pembangunan yang setiap tahun akav diperingati,
=== [PDF page 7] ===
Percikan Api Kartini:
Pendapat Kartini tentang, IBU”
Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, tanggal 22 Desember 1960, maka redaksi memandang perlu mengutip tulisan Ibu Kartini tentang,IBU”, yang dimuat dalam suratnya kepada Tuan dan Nyonya Anton, tertanggal £ Oktober 1902 sbb.:
, langkah berbahagianya laki-laki, bila perempuannya bukan saja menjadi pengurus rumah tangganya, ibu anak?nya saja, melainkan juga jadi sahabatnya, yang menaruh minat akan pekerjaannya, turut merasakan pekerjaannya itu. Hal yang sedemikian itu lenlunya berharga benar bagi kaum laki-laki, yaitu bila dia bukan orang yang picik pemandangannya dan angkuh »
»Kami disini meminta, ya memohonkan, meminta dengan sangatnya supaya diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukanlah se-kali-kali karena kami hendak menjadikan anak-anak perempuan itu saingan orang laki-laki dalam perjuangan hidup ini, melainkan karena kami, — oleh sebab sangat yakin akan besar pengaruh yang mungkin datang dari kaum perempuan — hendak menjadikan perempuan itu lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan oleh Alam sendiri kedalam tangannya;
menjadi ibu — pendidik manusia yang pertama?,
Bukankah dari perempuanlah manusia itu mula-mula sekali mendapat didikannya yang biasanya bukan tidak penting artinya bagi manusia selama hidupnya.
Perempuanlah yang menaburkan bivit rasa kebaktian dan kejahatan yang per-tama-tama sekali dalam hati sanubari manusia: rasa kebaktian dan kejahatan itu kebanyakannya tetaplah ada pada manusia itu selama hidupnya.
"Bukan tidak ada «asannya orang mengucapkan:,,diminumnya ber-sam~? air susu ibunya”.
Ibulah yang jadi pusat kehidupan rumahtangga, dan kepada ibu itulah dipertanggungkan kewajiban pendidikan anak-anak yang berat itu: yaitu bagian pendidikan yang membentuk budinya. Berilah anak-anak gadis itu pendidikan yang sempurna, jagalah supaya ia cakap kelak memikul kewajibannya yang berat itu.
O, tahulah kiranya sekalian ibu, apa yang sebenarnya diterimanya, bila ia dikurniai bahagia perempuan yang se-besar?nya: kemewahan ibu! Ber-sama-sama dengan menerima anak itu diterimanyalah kewajiban untuk membenluk masa yang akan datang. Aduhai, jelas dan teranglah kiranya tergambar dihadapan matanya, kewajiban yang dipertanggungkan oleh keibuannya kepada dirinya. Dia mendapat anak itu, bukanlah untuk dirinya sendiri:
anak itu wajib dididiknya untuk keperluan keluarga besar, yang anak itu menjadi anggotanya kelak, keluarga yang sangat besarnya itu, yang dinamai Masyarakat itu!
Karena itu kami minta pendidikan dan pengajaran bagi anak-anak gadis. Kami yakin, dengan se-yakin?nya, bahwa peradaban bangsa tiada akan dapat deras majunya, selama kaum perempuan dijauhkan daripada usaha memajukan bangsa itu....... Adakanlah ibu yang cakap serta berpikiran...... peradaban dan kepintarannya pasti akan diturunkannya kepada anak@nya; anak?nya perempuan yang akan menjadi ibu pula, anak?nya laki-laki yang akhir kelaknya mesti menjadi perjaga kepentingan bangsanya.”
Demikianlah isi hati Kartini tentang,,IBU”.
Alangkah agungnya isi hatinya itu, yang sampai sekarang masih senantiasa menjiwai setiap Ibu Indonesia. Jelaslah, bahwa fungsi ibu bukan hanya se-mata-mata mengurus rumah tangga saja, tetapi juga disamping itu menjadi sahabat suaminya dirumah, menjadi pendidik anak?nya, dan mengingat sangat mulianya tugas dan fungsi ibu tersebut, maka syaratnya ialah agar ia mendapat pendidikan dan pengajaran yang secukupnya. Dengan mendapat pendidikan dan pengajaran yang cukup, maka ia akan mempunyai kecakapan dan tahu mendidik anak?nya yang berguna bagi masyarakat dan bangsa serta tanah-airnya. Redaksi berpendapat, bahwa kaum ibu perlu meningkatkan pengetahuannya, terutama pengetahuannya tentang revolusi Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Manifesto Politik R.I. sehingga dapat membimbing putera-puterinya untuk menjadi patriot sejati, patriot komplit, yang sedia bekerja dan berkorban dalam menyelesaikan revolusi Indonesia dan membebaskan tanah-airnya dari segala bentuk penjajahan dan penindasan menuju kemasyarakat yang adil dan makmur, masyarakat sosialis Indonesia, )
Dipindai dengan CamScanner
em na sa Kn
=== [PDF page 8] ===
TAMAN PENDIDIKAN ANAK?
PERTANYAAN:
Dengan hormat,
Kami minta nasehat berhubung anak perempuan kami yang nomer 2 namanya Sri Teguh Rahayu.
Umurnya 3 tahun 2 bulan Sampai sekarang ini anak tersebut mempunyai sifat-sifat sebagai anak laki-laki, baik gerakannya maupun alam fikirannya, dan kalau dipanggil Sri atau Rahayu tidak mau, ia minta dipanggil Tecuh. Maka bagaimana advis dan pendapat Redaksi agar kami dapat mendidik anak tersebut sehingga sifat laki-laki berganti sebagai anak | perempuan biasa. Dan bagaimana pendapat redaksi | agar anak kami tersebut tidak terlalu nakal..
Minta jawaban, dan kami tunggu dalam Api Kartini No. 8 ke-II yad.
Hormat kami,
Pembaca Api Kartini yang setia:
S. DIYEM SUMBAWA
Gang Randu Gapit 10
Kutoarjo.
JAWABAN:
Sayang sekali, jawaban atas pertanyaan Sdr. ini terpaksa tidak dapat kami sampaikan melalui Api Kartini No. 8, karena waktu Redaksi menerima surat Sdr., A.K. No. 8 sudah siap naik percetakan.
Mengenai anak kita Sri Teguh Rahayu, harap Sdr. jangan kecil hati, karena berdasarkan keterangan Sdr. seperti diatas, tak ada hal-hal yang perlu dikawatirkan. Sifat atau lebih tepat tingkah laku Sri Teguh Rahayu seperti anak laki-laki, mungkin hal ini akibat dari keadaan lingkungannya se-hari-hari, misalnya pergaulannya atau temannya bermain kebanyakan anak-anak laki-laki sehingga Sri tentu saja suka meniru dan bertingkah laku seperti saudara2nya dan teman2nya laki-laki. Hal semacam itu mudah dan banyak terjadi, terutama pada anak-anak yang masih kecil seperti Sri. Pada dasarnya tak ada perbedaan sifat dan tingkah laku antara anak-anak kecil wanita dan laki-laki, semua anak kecil pada dasarnya senang bergerak, bermain dan meniru perbuatan orang lain disekitarnya. Perbedaan tingkah laku antara
anak laki-laki dan perempuan mulai jelas nampak, baru setelah anak menginjak ambangpintu kedewasaannya, masa pancaroba (puberteit) yang biasanya dialami anak umur 13 sampai 20 tahun. Jadi Sri kita yang masih berumur 3 tahun bertingkah laku seperti anak laki-laki itu samasekali bukan hal yang abnormal, tetapi sering terjadi pada anak?
yang masih kecil. Apalagi jika bapak-ibunya atau orang-orang dewasa sekelilingnya dalam tindakan atau ucapan sering menggambarkan rendahnya derajat kaum wanita, tentu saja anak-anak kita perempuan lebih senang bertingkah laku seperti laki-laki, suatu perbuatan diluar kesadaran anak sendiri. Karena itulah perlu menjadi peringatan bagi para orang- - tua, hendaknya dalam mendidik anak2nya supaya mereka (anak-anak itu) bersifat wajar baik laki-laki maupun wanita, orangtua jangan menunjukkan sikap tidak adil atau mem-beda?kan derajat laki-laki dan wanita, yang pasti akan mempengaruhi sifat dan tingkah laku anak-didiknya.
Kepada para pembaca | 1
Plena Hari Natal
dan
Tahun Baru 1961
Segenap Anggota Redaksi Api Kartird
dan Pembantu-pembantunya
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 9] ===
GWDS 15 tahun....; e008 © Berjuang untuk kebahagiaan
UARA indah megah karya-karya Chopin, komponis termashur dan putera Rakyat Polandia berkumandang disalahsatu ruangan Gedung Kesenian kota Warsawa. Musik Chopin yang sudah terkenal dan dicintai oleh ber-juta-juta umat manusia sekali lagi memikat hati, kali ini hati 136 wanita yang mewakili 61 negeri dari segenap benua didunia.
Pianis muda seorang wanita pula, kini telah sampai pada akhir konsernya untuk sejurus kemudian disambut dengan tepuktangan yang riuh. Tepuktangan dari tangan-tangan yang ber-macam-macam warna kulit, hitam, putih, kuning, sawomatang. Dan dengan ini dibukalah sidang Dewan Gabungan Wanita Demokratis Sedunia di Warsawa pada tgl. 29 November 1960. Sidang yang mempunyai arti khusus, karena bertepatan dengan ulangtahun GWDS yang ke-15.
Betapa indah pemandangan diruangan sidang yang dipenuhi dengan kaum wanita dari bermacam-bermacam kebangsaan, diantaranya banyak yang mengenakan pakaian nasionalnya. Tetapi bukan itu saja, lebih indah lagi adalah kenyataan bagaimana eratnya persahabatan mereka. Bagaimana bersatunya mereka dalam mengejar satu cita-cita. Yaitu suatu dunia tanpa peperangan, tanpa kekhawatiran untuk hari esok, tanpa pemindasan dan penghisapan dari manusia atas manusia. Suatu dunia dimana segenap kaum wanita memperoleh kedudukannya yang wajar, yang memang menjadi haknya, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Kedudukannya yang adil sebagai ibu, pekerja dan warganegara. Dalam hasrat mencapai cita-cita ini
Pameran majalah?' wanita dari berbagai ne geri dan majalah/ brosur/siaran-siaran dari Gabungan Wanita Demokratis Sedunia di Berlin,
keluarga dan
Perdamaian Dunia.
hilanglah segala rasa perbedaan warnakulit, keyakinan dan kepercayaan.
Sejenak sidang diliputi rasa haru, ketika Madame Eugenie Cotton, salahsatu pendiri GW- DS yang telah menjabat Ketuanya selama 15 tahun, seorang ibu dan nenek yang hampir berusia 80 tahun, naik kemimbar untuk mengucapkan laporannya mengenai kegiatan GWDS selama masa berdirinya.
Selama masa itu GWDS dapat mencatat sejumlah kegiatan2nya yang merupakan detik-detik bersejarah dalam kehidupan organisasinya, dan gerakan wanita sedunia masa-kini.
Dalam tahun 1948 di Budapes GWDS mengeluarkan suatu Manifesto yang menyatakan tekad dan kemauan wanita akan enyahnya peperangan
Dalam tahun 1952 secara aktif dan berhasil GWDS ikut serta dalam suatu Konferensi Internasional Pembelaan Anak-anak di: Wina.
Dalam tahun 1953 memproklamasikan suatu Piagam Hak-hak Wanita dalam Kongres Wanita Sedunia di Kopenhagen (Denmark).
Dalam tahun 1955 suatu Kongres Ibu Sedunia diadakan di Lausanne (Swis).
Dalam tahun 1958 dalam Kongresnya ke-4 di Wina GWDS mengambil keputusan untuk bekerjasama lebih erat dengan kaum wanita dan organisasi-organisasi wanita diseluruh dunia.
Dalam tahun ini, tahun 1960, ikut mengambil inisiatif mengadakan suatu pertemuan wanita seluruh dunia yang megah untuk memperingati ulangtahun ke-50 Hari Wanita Internasional 8 Maret dan Setengah Abad gerakan wanita sedunia.
Demikian beberapa kesimpulan yang dikemukakan oleh Mme Cotton, yang selanjutnya juga mencatat adanya kebangkitan dan kemajuan wanita di Afrika dan Asia, Asia dan Afrika, kini dua benua dimana Rakyat-rakyat dan wanitanya telah dan sedang berjuang dengan gagah berani untuk melemparkan jauh-jauh belenggu kolonialisme menuju kemerdekaan nasional yang penuh. GWDS telah dan akan selalu menyokong perjuangan untuk kemerdekaan nasional. Kolonialisme dan imperialisme harus lenyap dari muka bumi, demikian ber-kali-kali terdengar dalam sidang.
Menengok kembali kepada masa 15 tahun itu, para peserta sidang sekali lagi menegaskan bahwa untuk cita-cita semua inilah 15 tahun yang lalu GWDS didirikan dikota Paris, ketika itu ditengah-ditengah reruntuhan dan luka-luka parah pada tubuh
(Bersambung ke hal. 17)
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 10] ===
tekhy tt.
LL LLLEL Lt ttt Lt ttt tt tn tt.
Pttt taser areago ree S. Ruk
Ibu!
tahun bertahun engkau menunggu, tiada habisnya hati meminta, —
tapi engkau tambah tersiksa, keringat, darah dan airmata gerombolan, pindring dan tuantanah jadi satu ngisap si lemah,
benarkah Ibu,
segala mahluk bagimu cinta gairah?
Ibu!
tak berani kata berjanji entah kini, besok apakah nanti, tapi ada percaya dan keyakinan, bila engkau turut barisan.
hatimu pasti sekeras baja, kakimu kuat seperti besi, tubuhmu tahan segunung batu percayakah engkau, Ibu, bahwa,,hari depan”
kuserahkan hanya padamu?
Ibu!
inilah impian kita,
pikiran kita,
perjuangan kita,
nyanyian kita,
hidup kita:
hari depan” adalah punyamu!
angin pagi lembut mendingin.
menyentuh bunga gemetaran halus meniup hijau dedaunan, tapi aku tahu, Ibu!
angin pagi, bunga dan dedaunan
liada membawa engkau ke-keindahan...
Dakwaan
musik merdu menyapu hati,
mengiring desir nyanyian petang, kembanglah cinta, berahi dan bahagia, tapi aku tahu, Ibu!
musik merdu, hiburan petang,
tiada mengantar engkau bahagia........
menyala lampu gemerlapan,
tawa-ria, tari dan pesta,
datanglah malam, gelak gairah
tapi aku tahu, Ibu!
gelak dan lampu dipesta malam
tiada menarik engkau jadi gairah......
engkau menggigil menempuh angin, tak peduli bunga dedaunan,
kaki telanjang lumpur merendam, lapar, lelah dan sewa tanah
menyerat, melecut, mendera-dera, betulkah Ibu, alam ini bagimu indah?
engkau berangkat melawan hujan,
bekerja diperas jadi upahan
tak mengerti musik hiburan
sakit, pajak, utang cicilan,
menjerat, mengoyak kehidupan
sungguhlah Ibu, hidup ini bagimu bahagia?
22 desember 1960
C3 Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 11] ===
D WA orang pahlawan wanita Indonesia, sekaligus dalam tempo yang bersamaan telah labir! Dengan segala pengorbanannya, mereka telah merelakan dirinya, membawa segenap kaum wanita dari gelap menjadi terang
Delapanpuluh satu tahun yt yalah pada tg, 21 April 1879 telah lahir seorang Kartini, yang setelah ia pandai berpikir, ia moliha segala penindasan dan ketidak adilan yang ditimpakan kepada wanita oleh masyarakat nya dizaman itu. Kartini sebagai salah seorang pembuka pintu ke majuan wanita Indonesia. Setiap tahun kita kenangkan dengan berbagai perayaan besar atau sederhana. Tetapi jangan pula kita lupakan, bahwa selain seorang Kartini, ada pula seorang perintis kemajuan wanita, yalah Dewy Sartika. Walaupun ia tak terdapat meninggal.
kan tulisan-tulisan atau buku-buku yang bisa kita renungi dan kita kagumi sebagaimana tulisan? Ibu Kartini, tapi toh iapun berhak pula mendapat perhatian kita kaum wanita.
Dewi Sartika lahir pada tgl. i- Desember 1884, jadi lima tahun sesudah kelahiran Kartini.
Ayahnya seorang bangsawan totok, keluarga feodal besar yang menjabat pangkat Patih dewasa itu.
Tetapi untung buat Dewi Sartika, sekalipun ayahnya seorang bangsawan, tapi bangsawan progresif, sehingga walaupun waktu itu masih berlaku - undang?, bahwa anak perempuan tak boleh disekolahkan namun Dewi Sartika dimasukkan juga sekolah seperti anak laki-laki.
Setelah ayahnya meninggal dunia, ia tinggal bersama pamannya yang juga menjadi Patih di Cicalengka. Disini, selain ia bersekolah biasa, malah dianjurkan oleh pamannya untuk belajar macam-macam pengetahuan
DEWI SARTIKA
11 September 1947)
deri isteri seorang Asisten Residen. Maka tampaklah bakat dan kepandaiannya, terutama bakat dan perhatiannya terha dap soal-soal pendidikan. Adalah
suatu hal yang mentakjubkan, ketika ia baru berumur 10 tahun, telah berhasil mengajar membaca dan menulis kepada anak-anak pelayan yang bekerja dirumah keluarganya. Suatu rasa simpati terhadap Rakyat rendah yang dianggap bawahannya dan suatu keinginan membimbing mereka kearah kemajuan yang tinggi, ini sudah menjadi cita?
nya sejak ia masih kecil. Cita-cita ini dapat berkembang leluasa, karena kebetulan keluarga Dewi Sartika, sudah merupakan keluarga yang progresif.
Cobalah bayangkan, ketika ia berumur 10 tahun, yalah pada tahun 1894, waktu itu tak ada seorangpun wanita dari kalangan Rakyat biasa yang pandai membaca dan menulis. Jangankan Rakyat biasa, isteri-isteri Bupatipun, kebanyakan mereka butahuruf. Dan ini, adalah suatu hal yang mentakjubkan: pa ra pelayan Dewi Sartika yang derajatnya masa itu tak lebih dari budak-sahaya yang boleh ditindas dan dihina, mereka sudah pandai membaca dan menulis surat. Nyatalah, bahwa pada
waktu itupun Dewi Sartika “sudah berani memutar-balikkan dunia, ialah isteri-isteri para Bupati masih butahuruf, sedang anak-anak para pelayan keluarganya, sudah bisa membaca dan menulis surat. Suatu tindakan yang amat revolusioner jika dipandang dari sudut politik. Jelas sekali, bahwa dalam dadanya telah menyala api jiwa kerakyatan, jiwa yg justru jarang dimiliki oleh putri-putri dikalangan bangsawan dewasa itu.
Menjelang masa gadisnya,
Dewi Sartika kembali kerumah ibunya di Bandung, Menurut
adat, gadis-gadis dimasa itu hanyalah boleh tinggal dirumah saja.
Dan calon suami itu biasanya dipilih menurut kedudukan atau derajat mereka masing-masing, Seperti gadis semacam Dewi Sartika, hanyalah cocok bilamana ia kawin dengan laki-laki bangsawan dan lagi mendapat gelar raden ayu. Gelar ini sungguh menjadi satu idaman para putri bangsawan dewasa itu.
Akan tetapi lain halnya dengan Dewi Sartika. Ia telah berani melawan adat. Berkat dan perhatiannya terhadap soal-soal pendidikan bangsanya, semakin hari semakin meresap, hingga jadilah suatu cita-cita atau keyakinan yang mencekam seluruh hidupnya.
Ber-kali-kali ya menghadap pamannya yang menjadi Bupati Bandung, meminta agar diizinkan membuka sekolah untuk wanita. Sebenarnya, Bupati Bandung Martanagara, ia termasuk bangsawan yang progresif juga, dan dalam hatinya amat setuju terhadap cita-cita dan tindakan Dewi Sartika. Tetapi berhubung masyarakat dimasa itu masih terlalu reaksioner, maka ia belum dapat meluluskannya. Memang berat sekali
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 12] ===
intuk mesakinkan masyarakat i entingnia intuk kema dan tanahairnia
' 4 sanita bersek
lah” Asasi bakti lan mengabdi pada «mami, sudah Yukuplat Inmadu atau dikaah selir dua Uigapa jad lah, toh ia tak mungkin m dan mampu
memt
nelawan kin pr «!
Tetapi Dewi Sartika tidak usah kita kenangkan sekarang.
bilamana ya menyerah pada undang-undang itu. Justru ia Ingin secepat mungkin melawan segala adat dan undang-undang yang dibuat ok h ma yarakatnya sendiri Ia terus-menerus, ber-kali-kali datang menghadap Bupati Martanagara, mengulang dan meng.
ulangi lagi permohonannya Sehingga akhirnya karena dasar-dasar.
Nia Bupati atu setuju akan cita-cita Dewi Sartika, maka dikabul.
kannya. Kegembiraan dan keharuan yang tiada taranya telah meliputi hati Dewi Sartika Maka pada tg. 16 Januari 1904, mulailah ya membuka sekolah untuk wanita yang pertama!
Langkah permulaan telah diinjakkan menuju bumi emansipasi wanita dengan tekad bulat disertai kerja yang nyata.
Burung terkungkung telah siap mengepakkan sayapnya. Dewi Sartika mulai menghadapi murid?nya yang terdiri dari 20 orang anak-anak wanita yang orangtuanya progresif pula. Dan sekolah itu mula-mula ditempatkan dipendopo Kabupaten Bandung.
Cacian yang kontra dan pujian yang pro, terdengar silih berganti. Tapi Dewi Sartika berjalan terus tanpa mempedulikan cacian dan pujian.
Dan selahun kemudian, nyatalah, bahwa Dewi Sartika dibutuhkan, muridnya bertambah banyak. hingga terpaksa pindah di Ciguriang, sekarang terkenal dengan nama jalan Ibu Dewi.
Dewi Sartika telah berumur 21 tahun, ketika usahanya itu mengalami kemajuan. Satu tradisi lama yang pantang me.
nyekolahkan anak wanitanya, telah ia lewati dengan bangga.
Tapi satu lagi tradisi yang madin aa
10
hadapi, yalah memihh susih harus ia membiarkan gadi
ir 18 tahun Dengan tabah ia
enghadap: pula tiatiian dan cemooh perawan tue”, yang menimpanya setiap bari. Baginya, bersuami itupun suatu yang terpenting dalam hidup wanita.
Ini membutuhkan perhitungan flan tinjauan haridepan: se tiita-tiita' Memang hartabenda, ke dudukan tinggi dan gelar raden ayu bisa dicari, tetapi cita-cita dan keyakinan adalah pokok dalam kehidupan yang tak bisa dijual.
belikan.
Dan dalam tahun 1906, barulah ia bertemu dengan orang yang se-cita-cita yalah Agah Suriawinata, seorang guru, bukan seorang Bupati atau pembesar pamongpraja. Sejak itu mereka berdua giat memajukan pendidikan bangsa Indonesia, menurut cita-cita dan keyakinannya.
Dalam tahun 1910, murid?
makin membanjir. Karena ruangan lama sudah sempit dan tua, terpaksa Dewi Sartika mengorbankan segala hartabenda, tenaga. pikiran dan seluruh waktunya untuk meluaskan ruangan sekolahnya Tahun 1911, berdirilah sekolah wanita dengan ruangan 5 kelas Dan sejak itu pada hampir disetiap Kabupaten, orang mendirikan sekolah wanita. Dan tahun 1912, Dewi Sartika telah mampu menggerakkan 9 buah sekolah untuk anak-anak wanita, sampai-sampai ke Bukittinggi yang didirikan oleh Encik Rama Saleh yang merupakan sekolah Keutamaan Isteri yang pertama disana.
Dalam tahun 1929, bertepatan dengan ulangtahunnya yang ke- 25, sekolah Keutamaan Isteri yang dipimpin oleh Dewi Sartika beroleh hadiah sebuah gedung sekolah lengkap dengan segala alat?nya, juga peralatan dapur. Dan sekolah ini sejak itu bernama:.Sekolah Raden Dewi” — Titel Raden memang suatu lambang feodal. Tapi karena publik dimasa itu sudah enak memanggil dia Raden, jadi dianggapnya Raden itu sudah bersatu dengan namanya, jadi bukan tanda bahwa dia
Dipindai dengan CamScanner
pila hormat atau gila titel. Ala- «an ini terbukti bahwa dalam hidupnya se-hari-hari ia lebih se.
nang dipanggil.Uwi" oleh siapa saja.
Pada tahun 1939, setelah ulangtahun sekolahnya yang ke- 35, Dewi Sartika mengalami duka-cita, karena dalam tahun itu duga, suaminya meninggal du nia Tapi mengingat, bahwa ke.
matian seseorang itu bukanlah satu hal yang luarbiasa, maka terusiah Dewi Sartika berjuang menyempurnakan cita?nya.
Penjajahan Jepang ia lewati dengan tabah dan berani, kemudian guruhnya revolusi ke.
gembira, disamping terus mengmerdekaan ia sambut dengan hadapi murid?nya, walaupun usianya sudah amat lanjut.
Bulan Maret 1946, Bandung
mengalami pertempuran Yang amat dahsyat. Ketika semua
cempat dibakar menjadi lautan api, semua penduduk mengungsi, kecuali para pemudanya yang terus bertahan.
Dewi Sartika mengungsi ke
Bandung Selatan, terus ke Garut dan bulan Mei dilanjutkan ke Ciamis, Umurnya yang sudah lanjut ditambah dengan kegentingan suasana dan terutama kesepian terpisah dengan murid2nya, kesehatannya banyak terganggu..
Dan pada tg. 11 September
1947 jam 9 pagi-pagi dirumah sakit Cineam (Ciamis), seorang wanita yang selama hidupnya penuh menyerahkan dirinya untuk kepentingan pendidikan kaum dan bangsanya telah berpulang dalam suasana yang mengharukan.
Seorang wanita yang tabah dan berani menghadapi perkembangan kemajuan wanita dari berbagai masyarakat dan zaman, akhirnya ia meninggal ditengah-ditengah kegentingan revolusi dimana kota tempat kelahiran dan tempat ia mencurahkan segala cita dan cintanya, sedang dahsyat hangus menjadi lautan api.
Tapi bagaimanapun juga,
Dewi Sartika adalah seorang
pahlawan Ibu!
22 Desember 1960.
(S. Ruk).
=== [PDF page 13] ===
Renungan,,Mak Ompreng”
Hari Ibu
TAP tahun, eediak tahun 1928, saban tanggal 22
Desember, kaum wanita merayakan hari ibu”
Maksudnya untuk men hormat dia 2 kaum ibu Tahon int juga akan diadakan peringatan penghormatan atu Malah akan dicampurkan dengan hari sosial Wah. mak Ompreng setuju banget Sebab, wanita dan sostah atu sama. Kalau ditulis cara alyabar becini W S artinya wanita sama dengan sosial. Setuju kan pak Mulyadi? Saking sostalnya, Wanita atu sedia mengorbankan nyawanya untuk kemanusiaan. Coba saja pikir, berapa wanita yang mati karena melahirkan anak? Berapa Wanita yang mati karena memperlindungi saudara, suami dan anak? Tiap hari wanita melakukan pekerjaan sosial. Lihat saja, waktu mereka kerja didapur, Se-hani?2an begitu saja, tidak ada preinya.
Waktu hari minggu, anak-anak sekolah pada libur, bersenang-bersenang suami juga libur, tapi pekerjaan seorang ibu dihari itu malah tambah, Dia harus menyediakan makanan jane istimewa untuk hari itu, Kalau anak-anak mau piknik, pagi-pagi benar, makanan dan bekal-bekal tainnya harus sudah disiapkan
Mak bisa mengerti, bahwa diantara sekian juta manusia di Indonesia itu lantas mau meneghormat wanita, dengan memberikan 1 (satu) hari saja, untuk mengenang jasa-jasa wanita itu, dan untuk sekadar memberi hiburan kepada ibu-ibu. Macam-macam caranya. Kaum wanita hari itu mengadakan rapat?, dengan berbagai acara. Dibeberapa rumah, anak?
pada memberikan kado untuk ibunya. Suami-suami memberikan oleh-oleh kepada isterinya, dsb.
"Pes «cc xy jangan keburu senang! Yang menjalankan penghormatan atas jasa-jasa itu tidak banyak, lho. Barangkali, kalau dihitung tidak ada 1% dari seluruh penduduk. Kebanyakan, membiarkan hari yang keramat itu berlalu begitu saja. Kaum laki-laki ada yang bilang:,,ah, ada-ada saja. Kenapa ada hari ibu tapi tidak ada hari bapak??? Kalau sama-sama, mau. Kalau tidak, guna apa? Wanita mengadakan diskriminasi!".........
Sabar, bung. Jangan kliru trima. Wanita cuma dikasih 1 (satu) hari saja untuk menikmati hari itu. Sedang laki-laki, selebihnya hari-hari dalam satu tahun, untuk mereka semua. Jadi 365 — 1 — 364 hari.
Coba, apa tidak banyak. Semua itu hari bapak.
Sclama itu, siang malam, bapak-bapak, kalau mau bisa saja bersenang?......... dan tiap hari sang istri, sang ibu, sang anak, menghormat bapak?nya. Coba, kalau bapak mau makan, kan diladeni dulu olkh ibu? Dirumah bapak selalu jadi raja. Itulah penghormatan segenap isi rumah kepada bapaknya.
Maka itu, jangan iri hati, ya pak!
Lain yang mak usulkan, untuk menggiatkan dan menyemarakkan hari ibu mulai tahun ini. Alangkah baiknya, kalau diadakan tradisi-tradisi baru yang agak revolusioner. Misalnya, tindakan-tindakan untuk mencapai hak-hak demokrasi yang penuh bagi wanita. Misalnya, haknya wanita desa untuk ikut serta dalam rapat?
bale desa. Hak waris yang seimbang. Hak-hak perlindungan dalam perkawinan, hak untuk memelihara anak, dsb. Dan supaya Pemerintah membikin sanksi yang keras terhadap suami-suami yang menyiksa isterinya, baik badaniyah, maupun rokhaniyah. Jadinya, menghormat kaum ibu, boleh satu hari itu, akan tetapi aksi-aksi untuk mencapai hak-hak kemanusiaan bagi wanita, terus berjalan sepanjang tahun.
Siapa tidak setuju, supaya menunjukkan jarinya!
PENGUMUMAN
Berhubung dengan penutupan tahun 1960 diharap para pembaca yang belum melunasi langganannya segera membereskan dengan Administrasi,,API KARTINI” Kramat V/7 Jakarta.
Be na
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 14] ===
NI, Reni Putiray Kaya
ALAU dibagian lain dalam majalah ini,
pembaca dikenangkan kembali pada suatu peristiwa besar, yang dinamakan »Hari Ibu”,
dibawah ini saudara-saudara dapati seorang yang disamping tugasnya sebagai ibu, adalah seorang pejuang dan seniwati.
Seorang gadis,,sweet seventeen” memimpin sebuah koor wanita di NIROM, yaitu siaran radio dizaman Belanda di Surabaya. Koor ini ternyata sukses, dan sejak itu ada keyakinan pada dirinya, bahwa ia bisa mencapai yang lebih besar. Gadis ini tiada lain adalah Nyonya RENI PUTIRAY KAYA, seorang puteri dari pulau Cengkeh (Maluku) yang pada waktu ini menjabat ketua Yayasan Impresariat Indonesia..
Apakah tujuan Yayasan Impresariat? Ia meliputi 5 soal, yaitu:
— menjadi penghubung kesenian dan masyarakat
— menyelenggarakan kesenian dan kebudayaan
— terutama dari Indonesia
— juga dari Jain-yain asal 1
— dengan syarat bermutu tinggi.
Yang terutama menjadi pendorong pendirian
12
KITA PERKENALKAN:
Pearang Nu, Pejuang dan
Peniwati
Yayasan ini ialah keinginan diadakannya suatu badan penyelenggara kesenian secara khusus dan tidak hanya sebagai acara tambahan dalam malam-malam amal, ramahtamah atau sebagai seling.
an untuk hiburan. Adalah juga ee keinginan pengurus Yayasan agar penyelenggaraay Tecentan Qieenipurnskan dan ditepatkan.
Selama ini yang telah diselenggarakan oleh Yayasan adalah pertunjukan-pertunjukan kesenian dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri ialah: penyanyi Rukmini Sukmawati, penari Setiati Kailola dan rombongannya, kesenian Batak dibawah pimpinan Nyonya Mulia Panggabean, kesenian Jawa dibawah pimpinan Nyonya Sutaryo dsb.
Dari kesenian luar negeri, Yayasan pernah menjadi nyonya rumah dari penari Amerika Martha Graham dan rombongannya penyanyi Metropolitan theatre New York Eleanor Steber, penari Inggeris Anthony Burke, penari? Jerman Alexander von Swaine, dsb. dan belum lama ini ptanis Polandia, Yozef Pakholezyk.
Sungguhpun penyelenggaraan ini telah dilaksanakan, belumlah berarti bahwa para pengurus Yayasan merasa puas dengan hasil yang dicapai. Kesukaran gedung dengan alat2nya yang lengkap menjadi kesukaran utama, disamping yayasan terpaksa menjual karcis dengan harga yang tinggi untuk menutupi ongkos-ongkos dan pajak yang tinggi pula.
Peniyipta lagu kanak-kanak.
Kegiatan Ny. Reni dilapangan kebudayaan (terutama diseni musik), dimulai sejak kanak-kanak, tetapi pendidikan kejurusan itu hanya merupakan pelajaran tambahan. Ia sendiri berijazah guru dengan hoofdakte Amsterdam.
»Kita memiliki mutiara, tetapi kita tidak mempunyai tempat untuk memamerkan mutiara itu dengan sewajarnya, sehingga menjadi kuranglah nilai mutiara itu”, demikian kata Ny.
Reni.,,Mutiara” yang dimaksudkannya adalah kebudayaan kita, dan tempat (etalase) untuk memamerkan mutiara itu adalah gedung yang lengkap dengan dekor, alat-alat listrik dan bunyi?
an, Nyonya Reni ternyata tidak saja giat dilapangan kebudayaan, tetapi adalah pencipta lagu, terutama lagu kanak-kanak. Kumpulan lagu2nya itu telah dibukukannya dengan nama,,Kurcaci”. Buku-buku lain yang ditulisnya dan juga berisi lagu-lagu kanak-kanak adalah,,Kita bergembira” jilid I
Dipindai dengan CamScanner
he cea a Bia ad au
=== [PDF page 15] ===
dan IT yang telah mendapat pengakuan dari Departemen PP. & K. dan telah dipakai di S.R.
dan S.G.A.
seberapa lagunya yang populer dan sekarang bahkan sudah dibuat piringan hitam dinegeri Belanda dan Sovyet Uni diantaranya ialah:
,Ada botol kosong”,,,Aku kucing yang mencari tikus",,,Lihatlah tanganku”,,,Aku pohon Mangga”,,,Maju perahuku maju',,,Pohon bungur dimusim bunga”.
Jika saudara sekali-sekali melalui jalan Rasamala (disekitar daerah Menteng) lalu menengok kekiri jalan dengan nomer-nomer yang ganjil, didekat sudut jalan yang ada lapangan, akan nampak terpancang papan kecil yang menyebutkan Sekolah Musik,,Amabasti”. Ny. Reni juga memimpin sekolah ini, sebagai salah satu bagian daripada Yayasan Impresariat Indonesia.
Bagian kesenian lainnya termasuk pula dalam rencana, hanya belum terlaksana.
Dalam hubungan kegiatannya dilapangan kebudayaan, ia telah ber.kali-kali melawat ke luarnegeri. Per-tama-tama ke Inggeris, Belanda, Jerman, Italia, Perancis dan yang paling akhir ke Sovyet Uni, sebagai salah seorang anggota missi kebudayaan.
Kunjungannya ke Sovyet Uni dipergunakan juga untuk menerbitkan buku nyanyian,,Amabasti” dan,,Nyanyian kanak-kanak dari Indonesia”.
Bertanya tentang bagaimana kesan2nya dalam kunjungannya ke Sovyet Uni, dikatakan, bahwa ia merasa puas karena dapat melihat suatu
negara dalam perjuangan pembangunan yang hebat.
Seperty sudah diceritakan tadi, ijazah guru diperolehnya dinegeri Belanda. Semasa sekolah itu pula (tahun 1938) ia ikut dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dikalangan pelajar-pelajar di Leiden, yang tergabung dalam RUPI (Rukun Pelajar Indonesia). Ia pulang ke tanahair pada tahun 1940, tetapi kemudian dipecat oleh Belanda dari ijazah guru karena dianggap anti Belanda. Ini terjadi di Surabaya dalam tahun 1942, waktu pemerintahan Hartevelt.
Di Surabaya ia banyak bekerja sama dengan Bu Jar, puteri Ibu Sudirman yang namanya tidak asing lagi dalam pergerakan nasional.
Sewaktu pecah revolusi ia menjadi anggota Laskar Pemuda Indonesia Maluku (PIM) dimana ia selalu diserahi bagian kebudayaan.
Kegiatan dalam seni musik rupanya menjadi panggilan hidupnya, dan ini terbukti dari tahun ketahun, baik semasa gadis, hingga sekarang menjadi ibu dari 3 orang putera.
Keyakinan yang dirasakannya dalam masa remajanya, bolehlah dikatakan telah menjadi kenyataan. Tetapi ini belum cukup, sebab nyonya Reni men-cita2kan adanya tempat untuk penyelenggaraan-penyelenggaraan kesenian yang lebih sempurna, lebih besar, apalagi dalam menghadapi diselenggarakannya Asian Games pada tahun 1962. Dengan demikian akan dikenallah mutiara-mutiara Indonesia oleh berbagai bangsa Asia yang baks: mendiadi tamu kita.
Muaah2an cita-cita inipun akan menjadi kenyataan, sebab pembaca semua tentu setuju dengan pendapat, bahwa ketinggian bangsa dinilai pula dari mutu kebudayaannya.
S. Tini.
Ny. Reny Putiray Kaya di Leningrad be:
sama dengan delegasi Badan Hubungan Kebudayaan Indonesia-Uni Sovyet
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 16] ===
Yozef Pakholczyk
Pianis Polandia
memperkenalkan
Karya? Chapin
Dalam malam perpisahannya Lembaga Musik
» AMABASTI” dengan Yozef Pakholezyk di Gedung Kesenian Jakarta baru-baru ini Pianis Polandia tsb.
memperdengarkan
Bakh — Busoni Orgelkhoralvorspiel g-moll
Beethoven L.V.
Chopin Fr.
Sonate d-moll op. 31 no. 2
Polonaise cis-moll op. 26 no. 1 Interval
Chopin rr. Nocturne
H. dur op. 62 no. 1
Scherzo B-moll op. 31
Nocturne Des-dur op. 27 no. 2 Mazurkas cis moll op. 50. no. 3
C-dur op. 24. no. 2
E-moll op. 41 no. 2
Debussy Cl. Lacathedrale engloutic
Yozef Pakholezyk adalah lulusan dari Conserva:
torium di Warsawa. Ia juga mendapat pelajaran dinegerinya bahasa-bahasa Ketimuran yalah bahasa Arab dan Indonesia. Ia datang di Indonesia untuk memperdalam bahasa Indonesia, pula memberi pelajaran piano pada Yayasan Impresariat Lembaga Musik,,AMABASTI”.
Sebagaimana diketahui Polandia adalah negerinya Frederic Francois Chopin komponis Polandiz yang terbesar. Chopin hidup pada tahun 1810 — 1849. Untuk menyambut seruan Unesco, Dewan Perdamaian Dunia telah menjadikan tahun 1960 tahun untuk memperingati hari kelahiran Chopin
14 5
£ Yozef Pakholczyk
yang ke-150, yalah seorang zenial musik yang terkenal didunia. Kecuali konser-konser, dimana-mana diselenggarakan pula kongres-kongres dilnya termasuk pertunjukan-pertunjukan teater, program-program televisi. Di Polandia sendiri dalam tahun ini yaitu pada bulan Februari telah diadakan Kompetisi Musikografi Internasional yang pertama untuk memperingati karya-karya Chopin. Kompetisi-tsb diikuti oleh 140 perserta — dari 24 negeri. Untuk memperingati ulangtahun Chopin itu, para pianis Polandia yang terkemuka disebar keberbagai | penjuru dunia untuk memperdengarkan lagu2nya yang heroik.
Tahun Chopin adal konsolidasi perd persahabatan.
alah juga tahun untuk mengamalan dunia, untuk mempererat
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 17] ===
GS Poramat
Lagi
ETANG hari tanggal duap 1luhsatu Desember, Bapak dan anak-anak sibuk berunding dan menyiapkan hari istimewa esoknya, ialah Hari Ibu untuk menghormat Ibunda.
Siapa yang belanja kepasar, yang memasak, yang momong adik dan yang mencuci? Masing-masing akhirnya mendapat bagian menurut pilihan-dan kemampuannya. Juga Bapak tidak boleh ketinggalan, patutlah mendapat bagian yang paling berat dalam mengganti pekerjaan ibu untuk sehari itu saja. Atas putusan bersama dengan anak-anak, Bapak mendapat bagian mencuci dan menyeterika. Ninik gadisnya yang paling besar mendapat bagian belanja kepasar dan memasak, Tatik momong adik-adik, Nono yang biasanya paling bengal memang setiap pagi dan sore tugasnya menyapu halaman dan lantai rumah.
Tentang hadiah untuk Ibu, macam-macam yang diusulkan oleh anak-anak, Masing-masing per-tama-tama menghadiahkan hasil karyania sendiri. Kini sudah cua bulan yang lalu mulai menjahit dan menyulam sehelai selendang cantik untuk Ibu. Tatik ber-hari-hari rajin menganyam, tepat pada malam menjelang Hari Ibu sebuah tas belanja yang praktis untuk Ibu telah jadi, tinggal membungkusnya saja. Nono yang paling malas, baru hari itu mendadak men-cari-cari kayu, ingin membuat sebuah dingklik buat duduk Ibu jika sedang mencuci, supaya tidak terlalu capai jongkok.,,Apa hadiah Bapak untuk Ibu?”, anak-anak ingin tahu sekarang juga, tapi Bapak tetap merahasiakan. Besok pagi saja biar Ibu sendiri yang haris menebak lebih dulu apa hadiah istimewa itu. Dan ma-
Ibunda
sing-sing mengajukan usul bagaimana caranya membuat acara gembira Hari Ibu, untuk mempersona dan benar-benar bisa menyenangkan hati ibunda.
Sesuai dengan kemajuan jaman, dan kemajuan masyarakat kita di Indonesia sendiri, dan terutama kemajuan perjuangan wanitanya, sekarang mulai agak banyak diantara keluarga-keluarga Indonesia yang merayakan Hari Ibu dirumah masing-masing.
Merayakan Hari Ibu sebagai suatu pernyataan hormat pada jasa dan pengorbanan kaum ibu yang mengalami penderitaan dan berbagai diskriminasi feodal sepanjang zaman. Juga
na Tiahohu, dan masih panyak lagi pahlawan-pahlawan dan pendekar-pendekar wanita. Demikian pula pada masa pecah Revolusi 17 Agustus '45, pun pada bulan November '45 waktu Rakyat Indonesia melawan pendaratan dan serangan pasukan Inggris yang diboncengi kaum kolonialis Belanda, jasa para pahlawan wanita tidak boleh kita lupakan dalam mencatat sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.
Tanggal 22 Desember tahun
1928, hari terbentuknya Perserikatan antara berbagai Perhimpunan Wanita Indonesia pada waktu itu, untuk pertama kalinya berhasil menggabungkan organisasi-organisasi wanita Indonesia dalam satu badan gabungan yang dinamakan PPII (Perserikatan Perhimpunan Isteri Indonesia). Dan sejak itu 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, yang hingga sekarang menjadi suatu tradisi nasional bagi bangsa Indonesia terutama
Hadiah untuk Ibu: saputangan — tas — tutup teko
berarti memperingati dan menghargai perjuangan kaum wanita di Indonesia yang telah dirintis oleh Ibu Kartini, Dewi Sartika, Cut Nya' Din, Christikaum wanitanya. Jadi selain untuk menghormat jasa kaum Ibu, Hari Ibu kita rayakan untuk memperingati prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh perjuangan
15
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 18] ===
Catatan bulan November:
Kepada Pahlawan.............
. Setiap bulan November kembali kukenang hari?
itu dan kepadamu Pahlawan yang kini telah tiada.
Hari penuh kejantanan juang, tekad terpateri untuk memerdekakan tanahair, mengenyah penjajahan, walaupun mortir berdentam peluru mendesing dan maut tersebar dalam kegelapan malam.
Ingatkah kau, betapa arus kebahagiaan berjuang untuk cita-cita menggetar-debarkan hati muda, cita-cita untuk mendirikan Republik yang jaya harum disegenap benua. Tekad itulah yang menempa kita dalam kegeraman perlawanan terhadap penjajah, ketika agresi Belanda menghancur leburkan kota dan desa dalam api yang menjilat November 1945........ 46 sni 47 2.0.0. 48 00.0... tahun?
api dan daerah yang dimulai dengan perlawanan gigih arek-arek Suroboyo hingga mengobar menyala disegenap pulau.
Modal kita adalah tenaga dan cita-cita. Berondongan mesiu dan kehangatan pertempuran tak kuasa merampas milik kami, cita-cita kemerdekaan yang kami ujudkan dengan darah dan hati.
Taman............ ya bernagai November telah berlalu, asap dan api telah reda, gemerincing telah beralih dalam kehangatan debat, berkata. Kini reruntuhan harus kita bangun kembali dan kita ujutkan impian manusia sejahtera dalam kenyataan.
Sayang, kau telah tiada dan tetesan airmata hangat disenja sepi ini bagaikan tetesan darah dari luka hatiku..
Tetapi aku menyadari teman, bahwa airmata dan. isakan tangis dibatu nisanmu tiada cukup untuk menunjukkan cintakasih dan penghargaanku padamu............ o pahlawan.
Aku akan meneruskan cita-cita. Banyak yang telah
kaum wanita Indonesia, untuk Indonesia
ber-sama-sama
terujud, tetapi masih banyak lapang yang belum digali, tanah yang belum digarap pohon-pohon melintang jalan yang perlu ditebang.
Ya... pembangunan negara memerlukan segenap tenaga, lelaki dan wanita.
“Kini adalah masa pembangunan dan pahlawan tak hanya dimedan pertempuran, November tak hanya melihat pahlawan-pahlawan dalam api dan darah tetapi November 1960 mencatat garis-garis pembangunan Negara digoreskan dikota kembang dalam MPRS yang mewakili segenap Rakyat.;
Teman,......... tenangkah kau dibawah pohon kemboja......... aku akan meneruskan jalan yang telah kaurintis dengan jiwa mudamu. Aku bukan "kaum lemah rapuh” yang patah........ sees melainkan sebagaian dari jutaan teman secita ditanahair yang menghendaki kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua.
Untuk si Ami kecil dan untuk Ami-ami lainnya kita harus membuat hidup lebih indah dari yang kita alami, kehidupan tanpa kedahsyatan perang dan ketakutan bom, agar si Ami kecil akan tumbuh menjadi pahlawan pembangunan yang perkasa, bukan umpan peluru.
Dalam hari-hari bulan November, bila angin malam membelai bunga cempaka putih kuingat padamu, pahlawan kekasih yang telah tiada, segenap jasa pengorbanan akan tetap menghidupkan api membara untuk kemerdekaan bangsa, untuk pengembalian Irian Barat dengan segenap daya.
Dan hasratku kuat memusat untuk meneruskan cita......... untuk itulah kuserahkan segenap daya kemampuan dan hidup mudaku dalam kerja membangun yang kini menjadi tugas kami semua.
Itulah tanda cinta kasihku padamu......... pahlawanku. 6
dengan arga-arga yang telah mendapat kemendorong tercapainya presta si-si dan kemajuan-kemajuan barv dalam mencapai cita2nya.
Bahagialah kita sekarang telah mendapat petunjuk jalan yang terang benderang dengan adanya Manifesto Politik yang telah disyahkan oleh Sidang MP- RS sebagai haluan negara R.I.
Dengan berpedoman pada Manipol dan ikut serta dalam pelak:
sanaannya gerakan wanita di
16
perjuangan seluruh Rakyat Indonesia akan pesat maju mencapai cita2nya, ialah masyarakat Indonesia yang sosialis, adil dan makmur. Idaman setiap wanita hidup dalam suatu masyarakat yang sosialis, yang akan mengakhiri berbagai penderitaar nya dan yang menjamin kebahagiaan keluarga dan haridepan anak-cucunya.
Berbahagialah Ibu-ibu dan kelu.
sempatan untuk merayakan dan menikmati penghormatan Hari Ibu. Hari Ibu adalah hak kaum ibu yang wajih kita hormati sebagai balasan jasa dan pengorbanan mereka, dan.........
HORMAT bagi IBUNDA ME-
RUPAKAN tugas kemanusiaan, dan menjadi tradisi kemanusiaan sepanjang sejarah kehidupan.
Par.
ii a
(3 Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 19] ===
ekht
Ibu dan Pendidikan:
Tak Suka Makan
PARA Ibu tentunya sering mengalami soal yang membingungkan: Anak tak mau makan. Makanan yang biasanya disukainya dibiarkan saja. Segera ibu menyangka bahwa si-anak sakit. Memang ia sedang.,sakit” dan sudah tentu nasehat pertama ialah: Bawalah ia ke-dokter.
Baiklah soal tak suka makan ini kita tinjau dari sudut pendidikan, sebab banyak jugalah anak yang skhat-skhat betul, tetapi tak ada nafsu untuk makan.
Kita orangtuapun ada waktunya,,malas” makan, meskipun makanan yang ada dihadapan kita tak kurang suatu apapun. Dikatakan badan kita sakit, juga tidak, sebab kita tak merasanya. Tetapi toh tak ada nafsu makan. Badan kita memang tak sakit, tetapi rasa kita memang terganggu.
Anak yang sedang,,mogok makan” bisa membikin ibunya kalang-kabut. Dibujuknya oleh ibunya dengan memakai macam-macam akal dan muslihat, supaya anaknya mau makan juga......... tetapi sianak tetap tak mau makan. Ia menangis, merajuk, men-depak-depak. Si-ibu tanya, apa yang diminta oleh anaknya: telur, daging, sayur? Semuanya biasanya disukai oleh si-anak, tetapi tak satupun yang dimakannya. Kesalahan si-anakkah itu? Bukan, kesalahan ibunya sendiri. Si-ibu tak perlu tanya-tanya. Tak mau makan — tak usah makan, habis perkara.
Setelah datang waktunya anak merasa lapar, dengan sendirinya ia nanti akan minta makan. Sudah menjadi watak anak, jika terlalu di-paksa-paksa — apalagi si-ibu dalam keadaan bingung — anak makin merajuk dan membangkang.
Sambungan dari hal. 7
masyarakat berbagai bagian didunia, sebagai akibat perang dunia ke-2. GWDS adalah hasil kemauan kaum wanita dari segenap benua, diantaranya sebagian besar telah dengan aktif ikutserta dalam perjuangan untuk kemerdeka an negerinya.
Dan kini dengan lebih erat bersatu lagi mereka menghadapi tugas?nya yang baru yalah maju terus untuk bebasnya semua bangsa?, un
Sam aga
Pergantian hawa, hawa laut, hawa guaung, bisa menambah rafsu makan, baik bagi anak-anak mauovun
orang tua.
Salahsatu hal yang menyebabkan anak tak suka makan, ialah terlambat tidurnya. Anak harus cukup tidur, anak berumur sepuluh tahun rnisalnya, perlu tidur sebelas jam lamanya.
Jika anak sedang melakukan,,mogok maxan”, harap ibu tinggal tenang. Jika ternyata akhirnya bahwa anak memang sakit, sebaiknya dibawa kedokter.
ses
tuk demokrasi, perdamaian dunia dan perlucutan senjata yang umum dan sempurna.
Catatan dari Warsawa
- 29 Nov. — 5 Des.’60
Noot: Catatan ini adalah dari Sdr. Maasye Siwi, penanggung jawab A.K. yang belum lama berselang mendapat kesempatan mengikuti sidang Dewan GWDS di Warsawa. (Polandia).
17
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 20] ===
"Sarinah” karya Presiden mengenai perjuangan wanita adalah retun.
juk yang berharga bagi setiap wa.
nita Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan nasional yang penuh,
Dayam setiap pertemuan dengan ka.
um wanita Presiden se'alu mengan.
jurkan supaya wanita mengambil bagian aktif dalam pembangunan, untuk masyarakat adil dan makmur,
untuk masyarakat sosialis,
Sejak dulu kala terutama di Jawa wanita banyak yang membatik kain,
Ma Sima ee a NAD
Supaya jasmani sehat, wanita In.
donesia perlu ikut dalam olahraga
Pemudi pelempar lembing ini sedang menunjukkan kecakapannya,
Sarin
Ampat windu | menyala. Hangus b nyala yang menuntu muda. Itulah api « tubuh manusia. Me luruh nusantara. Itu satuan hari kramat persamaan, pendidik dan Pahlawan. Bapa litiknya bersama seh malaikat menyerbu ¢ puskan kemiskinan. I buat seluruh Rakyatt yang agung. Hidup p
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 21] ===
Wanita Indonesia tak mau keting.
galan dayam tiap-tiap pawai yang diada_
kan, Pawai ini adalah diwaktu mem.
peringati ulangtahun Revolusi Agus.
tus yang ke-14,
bk dari Alad ke Abad Beek Sr Pe ain
dalam serikat buruh perkebunan,
idah kita lampaui. Api membakar. Seluruh tubuh “debu menghidupi perjuangan dimasa kini. Api:
kemerdekaan. Pembrontakan petani, Sumpah peakan nasional tahun 1928 yang membakar seluruh yala, hangus menjadi debu dan bertebaran diseiyamannya kaum wanita hanyut di-tengah-tengah-nya. Peranggal 22 Desember 1928. Menuntut kemajuan, n, hak politik diparlemen, kemerdekaan. Revolusi: Revolusi. Presiden Sukarno dengan Manifesto Poruh Rakyatnya menuntut dan berjuang laksana ari langit untuk sekedar hidup layak dan menghasrarti terciptanya masyarakat yang adil dan makmur ya. Itulah ideal kita sekaliannya. Pewaris-pewaris Kartini satuan kaum wanita Indonesia.
Slm.
Untuk mencarai hak?nya yang penuh, kaum wanita harus aktif dalam 3 eens aktivitet, Maka itu perlu a sering adan dalam:
Kini kehausan untuk belajar dan aa aa
membaca buku-buku semakin meningkat,.
Ini dapat dibuktikan penuhnya per.
hatian pada taman-taman bacaan, toko?
buku dan pameran-pameran buku,
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 22] ===
—PDersaha batan
yang semakin kokoh
D ARI hari kesehari dan tahun demi tahun persahabatan antara Republik Indonesia
dan URSS — antara Rakyat Indonesia dan Rakyat Uni Sovyet menjadi semakin kokoh wee a negarawan secara timbal = yang iperkokoh dengan saling kun- Gyungan Presiden Sukarno dan Perdana Mentenm Chrusycov, delegasi-delegasi dari berbagai lapangan baik dari Pemerintahan Maupun dari organisasi?, dari kalangan seniman dan seniwati, clah.
ragawan-ragawan, tokoh-tokoh tak kunjung padam menyemarakkan persahabatan dan udara perdamaian.
"ni semua telah dikongkritkan dengan adanya persetujuan-persetujuan kebudayaan, ekonomi yang telah ditandatangani antara kedua negeri tsb. Ber- #1luh2 pelajar Indonesia yang memasuki Uri- “ersitas Persahabatan di Moskow adalah merupakan bibit-bibit baru yang mengandung persahabatan tak kunjung patah dan perdamaian iang kelak akan berbuah untuk menyebarkan ilmu.
aya guna pembangunan Republik Indonesia, untuk masyarakat yang adil dan makmur
Proyek-proyek yang kini sedang dibangun diantarunya stadion Asian Games oleh ahli-ahli Uni Soviet yang nanti akan menjadi monumen persaha.
Satan antara kedua negeri, kini sedang hebatuya dikerjakan. Demikian juga adanya Pekan Industri URSS di Jakarta baru-baru ini yang setiap harinya berjubel dikunjungi oleh Rakyat Indonesia menunjukkan betapa semakin kuatyya negeri Sovyet itu. Apa saja yang tidak dipertunjukkan. Mulai dari Sputnik, mesin-mesin un.
tuk pembangunan, pesawat-pesawat televisi. alat-alat transport, perkakas rumahtangga sampai kepada mainan kanak-kanak bisa dilihat. Sebab kini Uni Sovyet adalah satu negeri yang ekonominya paling kuat didunia. Kecepatan yang tingei dan stabil dari perkembangan produksi sosial yang terencana itu merupakan landasan yang menjamin terus bertambah baiknya taraf hidup Rakyat. Rencana Tujuh tahun mencantumkan untuk lebih cenat memperbesar penanaman modal dalam industri-industri ringan dan bahan makanan daripada dalam ekonomi nasional sebagai keseluruhan.
Di Uni Sovyet pajak dihapuskan, jam kerja diperpendek dan penghasilan dinaikkan.
Kebudayaan pun juga makin meningkat.
PRakyat Indonesia baru-baru ini juga mendapat kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan kesenian Sovyet yang termasyhur itu. Sambutan yang riuh ditujukan pada para seniman-seniwati Sovyet, sebab disamping pertunjukanniu
20
itu sendiri, juga menghidangkan lagu? Indonesia yang populer antaranya Ayam den lapeh.
Pada tg. 7 November tepat pada ulangtahun yang ke-43 berdirinya URSS Badan Hubungan Kebudayaan Indonesia — Uni Sovyet menyeleng.
garakan malam peringatan pada tg. 29 November dalam suasana persahabatan yang meriah sekali.
Ini adalah tanda persahabatan yang semakin kokoh.
DELEGASI WANITA INDONESIA
MENGUNJUNGI UNI SOVYET
Sesudah mengunjungi Musyawarah Wanita Internasional untuk memperingati Setengah Abad Hari Wanita Internasional di Kopenhagen pada bulan April 1960 delegasi wanita Indonesia yang terdiri dari berbagai organisasi wanita, tokoh-tokoh, seniwati mendapat undangan dari Komite Wanita Sovyet untuk mengunjungi negeri tsb. Disamping mengunjungi berhagai tempat, mengadakan pertemuan ramahtamah, mempelajari dan menyaksikan kehidupan dan pekerjaan wanita Sovyet menambah eratnya persahabatan yang sudah terjalin di.
antara wanita Indonesia dan wanita Sovyet.
Demikian pula seniwati Indonesia- Effi-Coa...
menghidangkan beberapa kali nyanyian-nyanyian Indonesia, dll.
C3 Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 23] ===
Seteyah selesai pertunjuk.
an para seniman dan seni.
wati Sovyet mendapat sam.
butan yang hangat sekali
dan sebagay tanda persaha.
batan masing-masing mendapat bunga”.
Natalia Rizyenko dari
Theater Bo'syoi Moskow sedang mempertunjuk_ kan tarian balet di Prin.
sen Park Jakarta.
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 24] ===
PL PSPSPS OCR OSS,
eee wer room
inbaru sebaiknya kifa momikir hidangkan
Membeli dari toko biasanya sudah sukar karena persediaan be lanja tidak mengidinkan.
Dibawah ini kita sajikan beberapa resep song-
Menjelang tah:
kan resep yang sekiranya dapat kita
dalam memperingati tahunbaru.
songan tahunbaru, sebagai berikut:
KUE MEI HOA
BAHAN-BAHANNYA:
| butir telor
100 gram gula
200 gram tepung trigu
125 gram mentega
25 pram tepung susu setengah sendok soda kue sekedar vanille dar coklat.
Cara membikinnya:
Gula dan mentega dikocok, dan sesudah men jadi putih dan naik tuangkan telor dengan soda kue, kemudian dikocok terus. Setelah naik baru dicampur dengan tepung susu, vanille, coklat dan terigu. Adonan supaya dicetak matang dan cingin kuenya dirangkapkan dengan creme atau selei.
Resep Creme:
| telor
75 gram gula halus
40 gram susu
950 gram mentega
sekedar vanille dan essence aardbeien.
Kuning telor berikut putihnya dan 50 gram dari yang 75 gram itu dikocok sampai naik. Kemudian dipanaskan dengan api kecil lebihkurang 4 menit. Kalau sudah dingin betul dicampur dengan vanille, essence, tepung susu yang telah Ciayak dan sisa gula yang 25 gram.
22
SULTANA
Bahan-bahannya:
| telor
100 gram gula
120 gram mentega
225 gram trigu
150 gram kismis di-iris-iris
3 sendok susu manis untuk campuran kismis
setengah putih telor.
Cara membikinnya:,
Seperti biasa dan lihatlah ketentuan diatas
Adonan ini dibagi empat untuk dua lengser berukuran 21 X 21 X 2. Harap adonan dibikin tipis dan dibagian atasnya diberi kismis secara me.
rata, kemudian ditutup dengan adonan lagi.
Atasnya ditusuk dengan garpu supaya berlobang:
lobang, lalu dismir dengan kuning telor. Kue iri Cipotong sewaktu masih panas.
ROTI KESET
Bahan-bahannya:
100 gram tepung
| sendok gist (semacam ragi)
500 gram trigu
6 kuning telor
3 putih telor
150 gram air kelapa
150 gram gula
120 gram mentega "1 sekedar vanille.
Cara membikinnya:
Tepung, gist (semacam ragi), 3 putih telor, air kelapa diaduk sampai rata dar kemud'an dibanting. Kuning telor lalu dimasukkan satu demi satu, kemudian gula, mentega dan vanille, dan dibiarkan sampai naik. Ambillah cetakan yang sudah dismir dengar mentega. Roti digulung panjang dan ditaroh didalam cetakan, setiap lapis diberi mentega dan disusun sampai penuh, lalu ditaroh lagi sampai naik.
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 25] ===
ers
| Mengenal Tanahair?
Sekilas adat-istiadat
Nasib Kaum Wanita di Bali
B ALI dalam sebutan orang?
luar negeri yang datang sehagai pelancong dan tamu-tamu necara yang sering mengunjungi pulau Bali, menyebut Bali adalah pulau Dewata. Dan memang Baliadalah pulau Dewata, tanah2nya yang datar dan subur, gunung2nya yang berbaris dari ujung barat menjulur keujung timur yang megah dan tegap, bak Prajurit pembela Tanah Air yang selalu siap meremukkan setiap usaha jahat kaum imperialis untuk mencemarkan keindahan Ibu Pertiwi, sungai-sungai yang ber-liku-liku pemberi air untuk kesuburan sawah-sawah yang membentang luas yang menghijau dan menguning silih berganti sepanjang masa. Kaum Tani Penyakap yang rajin membanting tulang atas amparan sawah, yang tidak kenal terik matahari dan amuknya hujan angin sepanjang masa, dengan teguh membasahi tanah garapannya yang ia cintai dengan keringat yang bercucuran.
Lautnya yang landai dengan para Nelayan dan jukung kecilnya menghiasi sepanjang masa.
Obyek-obyek turisme yang indah mempersona setiap pengunjung p'- lau Bali, candi-candi yang bertebaran, seni tari, ukir/patung, tabulitabuhan gong yang indah dan massal, itulah Bali satu perbendaharaan Persada Tanah Air Indonesia. Sungguh secara sepintas kilas mempersona. dan mengagumkan keindahannya.
Akan tetapi disamping keindahan pulau Dewata yang kami gambarkan diatas, tersembunyilah kehidupan adat-isti-adat yang tidak sesuai dengan kemajuan peradaban yang dituntut oleh kedan
majuan sejarah yang dilahirkan oleh revolusi Agustus 1945 dalam praktek. Sistim feodalisme dalam kehidupan” adat-isti-adat masih secara mendalam dirasu!
kan pengaruhnya, teristimewa dalam hubungan kedudukan sosial antara laki-laki dan wanita dan dalam masaalah hubungan perkawinan.
Upacara
menurut tradisi
Oleh: Ny. K. K.
Hak sama antara laki-laki dan wanita sudah juga didengung2kan di Bali, akan tetapi dalam praktek kita melihat yang berbeda. Wanita masih belum sepenuhnya bebas dalam menentukan pilihannya sendiri terhadap pria yang menjadi kecintaannya sebagai calon suami. Pemelegandangan (kawin paksa), pemerkoagama Hindu Bali
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 26] ===
Pei impai putuhan dikala
raja masih terdapat sebagai hal biasa, bahkan bagi y! katan baru dan terkemuka masih terjadi perma CUan yang mencapai setengah losin Perkawinan secara lari
(melaibang anak tuh) itulah yar.g umum berlaku, karena disangsikan per etujuan ori ng tua si wanita terhadi: p perkawinan yang akan dilakukan. Perkawinan dengan secara melamar (mepadik)
(jarang terjadi. Demikianlah setelah terjadi permufakatan antara seorang gadis dan pemuda un tuk membangunkan rumah tangga yang bahagia, pada suatu saat diwaktu sang raja siang mulai menyembunyikan diri dalam kesempatan yang sudah direncanakan, larilah si gadis dan si pemuda dan bersembunyi pada suatu keluarga yang sudah siap menerima mereka dengan serba kerahasiaan untuk tidak dapat diketahui oleh keluarga dan orang tua si gadis. Selanjutnya dari pihak keluarga si pemuda segera mengirimkan semacam delegasi (pemesedek/pemelepah) kepada keluarga/orang tua si gadis yang bersangkutan — menyatakan dan mengharap — kesabaran bahwa anak gadisnya telah melakukan perkawinan (ngerorod) dengan si pemuda yang bersangkutan.
Delegasi berlangsung berturutturut tiga kali berselang tiap?
tiga hari.
Dalam keadaan si orang tua dan keluarga si gadis sudah menyetujuinya, selanjutnya terjadilah upacara perkawinan secara adat dengan upacara keagamaan disertai sesajennya serta restu dan doa pendeta (kepala agama), dengan dihadiri oleh undangan-undangan tertentu, demikianlah sah sudah perkawinan
tsb. Akan tetapi dalam keadaan
si orang tua dan keluarga si gadis tidak terima akan perkawinan anaknya, bisa terjadi penggeropyokan pada persembunyian si gadis dan pemuda yang sedang kawin dan tidak jarang juga terjadi perkelahian antar keluarga si pemuda dan si ga-
24
dis. Dilapangan sosial ekonomi, wanita tidak mempunyai hak waris dari orang tuanya bila sa sudah kawin, upah lebih rendah
dari pada kaum laki-laki walaupun
dalam pekerjaan yang sama.
Dilapangan — pendidikan pada umumnya — wanita ketinggalan
dari pada kaum laki-laki, akibat dari pengaruh sisa-sisa berpikir masyarakat feodal yang memandang Isbih rendah derajat kaum wanita dari pada kaum lelaki. Kenyataan ini dicerminkan oleh sikap dari sementara golongan masyarakat di Bali, misalnya: memandang wanita dalam hubungan suarni-isteri, isteri sebagai p elayan (pengayah) yang terwu- Cyut dalam kalimat:,,beli nyen jani ngayahin” artinya Kai:
siapa sekarang melayani, yang ci maksud,,kini siapa isterinya".
Bentuk permaduan tidak bisa berarti lain, kecuali wanita hanya sebagai pemuas hawa nafsu belaka.
Itulah gambaran nasib kaum
wanita di pulau Dewata yang merupakan kebanggaan Tanah Air kita. Keadaan yang demikian adalah merupakan bangunar, atas dari pada kealsan sosial yang masih setengah jajahan dan setengah feodal. Sangat te pat apa yang dirumuskan dalam haluan Negara R.I. yaitu Manipo!
yang sudah disahkan oleh MPRS dalam sidangnya baru-baru ini sebagai haluan Negara R.I. yang menegaskan bahwa musuh-musuh revolusi Indonesia, yalah: imperialisme dan keterbelakangan feodal. Untuk pulau Dewata keterbelakangan feodal tsb. sangat menyolok seperti apa yang telah diuraikar:
diatas yang membawa akibat yang berat bagi nasib kaum wanita di Bali dan Rakyat pada umumnya.
Kini terletaklah kewajiban berat atas pundak kita terutama kaum wanita angkatan baru di Bali, apakah nasib demikian akan direlakan secara terus menerus berlangsung secara kejam dihadapan mereka, ataukah dengan tegap berbaris secara teratur bersama-sama dengan kaum pria dan Rakyat revolusioner
Dipindai dengan CamScanner
lainnya berjuang untuk merobah nasib yang jelek itu dengan secara revolusioner yang lancasannya telah ditunjukkan olen haluan Negara RL, yaitu: Manipol R.I. dan jalannya Revolusi kita (Jarek) yang diucapkan oleh P.Y.M. Presiden Sukarno 17 Agustus 1960.
Sudah tentu perjuangan yang besar itu memerlukan keberanian dan keikhlasan kaum wanita di Bali, ketekunan mengorganisasi diri dalam organisasi wanita revolusioner, melakukan pendidikan politik dan melakukan aksi?
revolusioner untuk secara tegar menghancurkan sisa-sisa feodalisme yang masih bercokol ditanah air kita. Untuk menghancurkan sisa-sisa feodalisme di Bali, undang-undang bagi hasil memegang peranan penting sebelum undang-undang perobahan tanah (landreform).
Berjalannya undang-undang bagi hasil tsb. ber-angsur-angsur akan menghapuskan pengaruh feodalisme di Bali. Gerakan wanita bersamasama dengan gerakan kaum Tani dan seluruh kekuatan revolusioner di Bali dan seluruh Tanah Air berjuang untuk terlaksananya undang-undang bagi hasil tsb. merupakan satu segi perjuangan untuk menghabisi sisa-sisa feodalisme, salah satu musuh-musuh revolusi Indonesia, untuk kebebasan kaum wanita dan kebebasan seluruh Rakyat Pekerja Indonesia.
=== [PDF page 27] ===
PRESIDEN MEMBERIKAN KOMANDO PADA,,HARI 1BU”
22 DESEMBER 1960
Kaum Wanita Harus Ikutserta Dalam Pembangunan Semesta Berencana di Segala Bidang
Beribu-ribu wanita telah memenuhi ruangan dan halaman Istana Negara pada peringatan Hari Ibu" 22 Desember untuk mendengcrkani amanat Presiden, terutama sesuda nya MPRS. Pa
Presiden menekankan bahwa masyarakat adil dan makmur tak hanya bisa dibangun oleh laki-laki saja. Supaya wanita Indonesia mulai 1 Januari 1961 memelopori dalam pembangun.
an disegala bidang, karena pada tanggal tsb. akan diayunkan cangkul yang pertama untu', pembangunan Semesta Berrencana, yang telah diputuskan oleh MPRS. Cangkul pertama itu tidak hanya dilakukan oleh Presiden, tetapi akan diikuti oleh 17 orang dari wakil-wakil golongan karya dan Nasakom.
Selanjutnya Presiden menjelaskan bahwa bangsa Indone. ©
sia sejak dulu sudah ber-cita-cita sosialisme. Karena kaum wanita yang paling menderita dalam masyarakat kapitalis, maka justru wanitalah yang paling berkepentingan untuk merealisasi masyarakat sosialis. Dalam masyarakat sosialis beban wanita diringankan oleh alat-alat tehnis, sandargypangan cukup tersedia, sehingga wanita mempunyai cukup waktu untuk memenuhi kewajibannya sebagai isteri dan sebagan anggcta masyarakat.
Sebelum Presiden berturutturut berbicara Ruslan Abdulgani wakil ketua DPA antara lain menjelaskan bahwa masyarakat sosialis akan memberikan kebahagiaan kepada keluarga. Ia membantah sementara orang. yang mengatakan bahwa masyarakat sosialis akan menghancurkan kehidupan keluarga.
SAMBUTAN NY H. A. HIDAYAT
PADA PERAYAAN HARI IBU
1, Hari Ibu hari muiya,
Hari pujaan semua
Priya maupun wanita
Hari kejayaan kita
2. Betzpa kita tak mesra
Menyongsong hari bahagia
Menyambut ber.sama-sama
Dengan rasa hormat cinta
3. Mari berhenti sejenak
Untuk mengenangkan jasa
Dari Ibu-ibu kita
Diatas watak yang sama
4, Ibu pelindung utama
Ibu pendidik pertama
Ibu kawan yang setia
Ibu pencinta anaknya
5, Ibu tak mengenal payah
Ibu berdaya upaya
Usaha untuk jaminan
Kesejahteraan anaknya
6, Dan untuk melindungi
Dari segala bahaya dan yang mengancam anaknya dari maut atau cacad
Menteri Sosial Mulyadi Joymartono menerangkan betapa pentingnya peranan kaum wanita didunia ini mengingat kewajiban2z kaum wanita sebagai ibu, isteri dan angota masyarakat.
Nyonya Sumarno membentangkan sejarah Hari Ibu, yalah bahwa sejak Kongres Perempuan yang pertama di Yogya pada tg. 22 Desember 1928 ditetapkannya,,Hari Ibu” yang didukung pula oleh pemudi-pemudi yang ikut dalam Kongres Pemuda pada tg. 28 Oktober 1928 yang mengikrarkan sumpah:
1 bangsa — Indonesia
1 tanahair — Indonesia
1 bahasa — Indonesia
Nyonya Sumari memberikan pengantar kata dalam pertemuan tsb.
SS nnnnnnnnnnnn
7, Hari Ibu sudah tepat untuk menggalangkan tekad bersatu ber.sama?
menghadapi pembangunan
8. Semesta dan berrencana Kita membuktikan hasrat
Cinta negara dan bangsa
Bukti untuk peninggalan
9. Achirnya marjatkan doa Ke Tuhan Yang Maha Esa
Melindungi negri kita
Dan memberkati bangsanya,
C3 Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 28] ===
Tahun
Betapa cepatnya perubahan wajah benua Afrika dalam 10 tahun ini ditandai oleh munculnya negara-negara merdeka dalam 5 tahun akhir-akhir ini terutama sesudahnya Konferensi Asia-Afrika yang bersejarah di Bandung pada tahun 1955 semakin hebat perjuangan Rakyat Afrika untuk kemerdekaan nasionalnya.
Sepuluh tahun yang lalu benua Afrika kecuali Liberia, Etiopia dan Uni Afrika Selatan, masih dijajah oleh kaum kolonialis. Sebagaimana diketahui benua Afrika adalah seluas 30 juta km persegi yaitu sama dengan 3 kali Eropa atau 2 kali Tiongkok. Hampir separoh dari benua Afrika yaitu 41% terdiri dari padangpasir.
Penduduk Afrika seluruhnya adalah sebanyak 240 juta yang berarti 896 dari penduduk seluruh dunia.
Negeri-negeri yang merdeka:
1. Liberia
2. Etiopia
3. Uni Afrika Selatan
Negeri-negeri jajahan yang mendapatkan kemerdekaannya sejak perang dunia ke-II
4. Libia
5. Maroko
6. Sudan
1. Ghana
8. Guinea
9. Tunisia
11. Malagasi
12. Konggo
13. Somali
14. Volta Hulu
15. Pantai Gading
x 1960 x——
Kebangkitan Afrika
. Dahomei
Niger
Nigeria
. Cad
. Republik Afrika Tengah
. Mali
. Senegal
. Konggo
. Gabon
. Togo
26. Kamerun
Negeri-negeri jajahan yang akan
menyatakan kemerdekaannya
27. Mauritania
28. Sierra Leone
Dipindai dengan CamScanner
Negeri-negeri jajahan yang sedang berjuang untuk mencapai kemerdekaannya
29. Aljazair (Pemerintah sementara berkedudukan di
Kairo)
30. - Becuana
31. Basuto
32, Zanzibar
33. Sahara Spanyol
34. Mozambik
35. Guinea Portugal
36. Rio Muni
37. Ruanda-Urundi
38. Swazi
39. Uganda
40. Tanganyika
41. Kenya
42. Tfni
43. Somali Perancis
44. Afrika Baratdaya
45. Federasi Rodesia dan Nyasa
46. Angola dan Provinsi Kabinda
47. Gambia
Peruan Bantuan untuk
Aljagair!!
Kirimlah obat-obatan pil kina, dil-nya seperti teh, kopi untuk Rakyat Aljazair yang sedang berjuang untuk
mencapai kemerdekaannya.
=== [PDF page 29] ===
17 NEGERI BARU DI AFRI-
KA DITERIMA SEBAGAI
ANGGOTA PBB
Negeri-negeri baru di Afrika yalah:
Kamerun, Togo, Republik Mali, Republik Malagasi, Somali, be.
kas Konggo Belgia, Cad, Rcpublik Afrika Tengah, bekas Konggo Perancis, Dahomei,
Gabon, Pantai Gading, Nigeria, Volta Hulu, Ciprus, Senegal dan Niger adalah anggota-anggota baru PBB. Hingga sekarang jumlah anggota PBB adalah 99 negeri.
SIDANG MAJELIS U.
ae Pas
MUM PBB YANG KE-15
Keistimewaan sidang Majelis Umum PBB yang ke-15 yang diadakan di New York yalah dihadiri oleh demikian banyak kepala-kepala negara dan negarawan-negarawan beda sistim politik dan sosialnya.
lainnya dari negara-negara yang ber- Demikian pula Presiden Sukarno dengan delegasi yang mencerminkan persatuan nasional
Rakyat Indonesia hacir.
Pidato Presiden di PBB yang berjudul: Membangun Kembali Dunia adalah pidato yang bersejarah yang merupakan pelengkap bagi,,Manifesto Politik” dan,,Jalannya Revolusi Kita” yang wajib dipelajari sedalam-dalamnya oleh tiap Rakyat Indonesia.
HARI IBU DIRAYAKAN
SECARA MERIAH
Peringatan Ampat windu
Hari Ibu diperingati dengan meriah di-mana-mana. Tg. 21 Desember DPD Gerwani Jakarta Raya menyelenggarakan peringatan yang didatangi kuranglebih 400 anggotanya. Digedung Wanita diadakan pameran lukisan-lukisan yang merupakan karya-karya dari wanita sendiri.
Sebagai puncaknya pada 22 Desember di Istana Negara wanita Jakarta datang ber-duyun-duyun untuk mendengar amanat Presiden Sukarno.
SEMINAR IBU DAN ANAK
DI BUKARES
Pada bulan November yl, di Bukares telah diadakan Seminar
Perlindungan Ibu dan Anak.
Sdr. Maasye Siwi menghadiri Seminar tsb. Selanjutnya ia juga menghadiri Sidang Dewan GWDS di Warsawa.
KURSUS GURU PBH
Mengingat pentingnya untuk menggiatkan gerakan pemberantasan butahuruf, maka baru-baru ini DPD Gerwany Jakarta Raya telah menyelenggarakan kursus Guru PBH ang mendapat bantuan dari Pendidikan Masyarakat dengan hasil yang memuaskan.
PERSIAPAN KONFERENSI
WANITA A-A DI KAIRO
Untuk menghadapi Konferensi wanita Asia-Afrika yang akan diadakan di Kairo pada permulaan tahun 1961, kini Indonesia sedang mempersiapkan bahan-bahan maupun delegasinya.
RAKYAT BURNSVILLE
PROTES
Rakyat Burnsville, Carolina Utara (Amerika Serikat) menulis pada surat?kabar mem.
protes berhubung anak? Negro di County Yancy diperlakukan se-wenang-wenang dan disiksa.
C3 Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 30] ===
PENYAKIT CACING
Oleh: Dr. Sumiyarsi Caropeboka.
Berhubung begitu banyaknya anak yang berpenyakit cacing (cacingan) maka ada baiknya jika kali ini kita membicarakan tentang penyakit ca- (ying. Meskipun kelihatan remeh, tetapi tak sedikit telah memberikan kesulitan-kesulitan, dan korban diantara anak-anak kita, lebih-lebih di-plosok-plosok, dimana kebersihan masih jauh dari sempurna.
Ada beberapa macam cacing yang menyebabkan penyakit tersebut diantaranya ialah:
1. Cayting kalung (Ascaris Lumbricoides)
2. Cacing kremi (Oxyuris Vermicularis)
3. Cacing tambang (Aneylostoma Duadenale )
4. Cacing pita (Tenia Saginata )
Dari 4 macam tersebut diatas Cacing kalung
dan kremilah banyak terdapat pada anak-anak berumur
antara | tahun sampai 12 tahun. Meskipun tidak banyak, terdapat juga pada anak yang berumur dibawah setahun, yaitu pada anak-anak yang dibiarkan merangkak ditanah yang kotor. Pun tidak asing bahwa orang dewasa juga ada penyakit cacing.
Dari dua macam tersebut diatas Cacing kalunglah yang terbanyak kita jumpai dan menyebabkan ber-macam-macam tanda penyakit dan-keluhan. Oleh karena itu sekarang kita membicarakan tentang cacing kalung.
Betapa banyak ibu-ibu yang datang kepada dokter
dengan keluhan bahwa anaknya:
— sudah lama batuk-batuk tidak mau sembuh:
— mencret atau buang air malam:
— tidak mau makan dan cengeng:
— mau makan tetapi tetap kurus dan perutnya
gendut,;
— selalu me-ngedip?kan mata atau putih mata bersisik atau malam kurang awas.
Ternyata jika diperiksa kotorannya penuh dengan telur cacing dan setelah anak diberi obat cacing, banyak cacing keluar dan lenyaplah gcjala-gcjala dan keluhan tersebut diatas dan anak berangsur-berangsur sehat kembali,
Untuk memberi sekadar pengertian kepada ibu?,
28
akan kita terangkan disini bagaimana anak-anak begitu mudah mendapat penyakit cacing. Dengan demikian kita dapat mencegah atau mengurangi terdapatnya penyakit tersebut.
I. Didalam tanah bumi Indonesia rupa?nya betisi penuh dengan telur cacing kalung yang tentunya berasal dari kotoran anak-anak yang buang air besar di-mana-mana. Telur ini dapat bertahan lama ditanah tanpa rusak, lebih-lebih ditanah yang lembab.
II. Jika anak-anak setelah main dengan tanah atau dengan benda-benda yang terletak ditanah dan memasukkan tangannya yang kotor itu kedalam mulutnya telur tadi ikut masuk kedalam mulut.
III. Dari sini terus keperut besar dan usus-usus.
Disini telur-telur tadi menjadi larva dan dari sini larva tadi membuat perjalanan melalui pembuluh darah masuk kehati. Dari sini keluar lagi melalui pembuluh darah dan melalui pembuluh darah lain masuk kedalam paru-paru terus kejalan nafas meloncat kejalan makanan lalu keperut besar dan keusus. Disini larva-larva tadi menjadi cacing3 betina dan jantan dan hidup subur dan menghisap zat-zat penting dari dinding usus. 5
IV. Setelah dewasa cacing ini bertelur beratusratus. Telur ini dikeluarkan ber-sama-sama buang air besar dan jatuh ditanah. Begitu seterusnya.
Inilah gambaran secara singkat dan sederhana.
Sekarang tak heranlah kita bahwa anak-anak itu sering batuk-batuk yang sukar sembuh atau kadang-kadang sampai sesak nafas. Dan tak mengherankan pula bahwa anak tetap kurus meskipun makan banyak atau mencret-mencret dan sakit perut.
Tentang keluhan mata ber-kedip-kedip atau putih mata bersisik dan sore hari mata tak awas, yang disebabkan karena Vit. A itu, diduga bahwa cacing diusus itu kecuali menghisap beberapa zat?
yang penting untuk badan, juga mengambil provitamin A, sehingga pembuatan Vit, A berkurang.
Dan ini menyebabkan keringnya selaput landir dari mata. 'Tetapi tentang ini belum ada keterangan
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 31] ===
Ka au hatis putus jangan ter-buru? Hart sambungan
Anakku,
Salah seorang anak bunda, mengeluh karena ditinggalkan oleh kekasihnya. Hidupnya terasa sangat sunyi. Mau belajar tak dapat, bekerjapun tak cdlapat. Hari-hari kerjanya hanya ngalamun saja.
— Ibu dapat mengerti apa. yang diderita oleh anak ini. Akan tetapi, ibu naskhatkan, agar anak berusaha sekuat mungkin untuk mengatasi kesukaran ini. Ingatlah akan hari kemudianmu. Cobalah pikirkan masak-masak. Andaikata, ngotot. mau juga setia kepadanya, padahal dia sudah tidak setia, itu akan merusak badan saja. Lebih-lebih kalau dia sudah jadi isterimu. Kemungkinan bisa dia menipu kenadamu dari belakang. Misalnya, didepanmu, dia bilang cinta, akan tetapi dibelakangnin dia punya kekasih yang lain. Apakah rumah tangga yang dcmikian ini bahagia????
Belakangan, satu hulan setelah kejadian itu, anak itu kirim surat kepada ibu, bahwa dia telah menemukan gadis lain yang hampir sama dengan kekasihnya yang meninggalkan itu. Dia minta nasehat, apakah lebih baik segera mengikat janji dengan gadisnya yang baru ini.
Nasehat ibu begini:
Selama hatimu belum tenang, dan luka hatimu belum sembuh, janganlah mengikat janji dengan gadis lainnya dulu. Sebab, didalam dadamu
ar aa
yang pasti. Sebab banyak pula anak-anak? keluhan lengkap penyakit tiacing dan setelah diberi obat catiing. cacing keluar ber-puluh-puluh, tetapi mata tetap jernih dan mengkilat.
PENCEGAHAN
Meskipun sangat sukar dicegah, sebab sukar untuk melarang anak-anak main dengan tanah, para Ibu harus juga berusaha mengurangi kemungkinan anaknya kena penyakit cacing dengan selalu memperhatikan tangannya, memotong pendek kuku, mencuci tangan sebelum makan dan tidur. dan melarang kebiasaan anak memasukkan jari-jari kedalam mulut.
PENGOBATAN
Sebaiknya anak itu dibawa kedokter supaya diberi pengobatan yang sesuai. Tetapi untuk mereka yang jauh dari dokter baik juga untuk membcli
masih membara api kemarahan atau kemenyesalan.
Tindakanmu, belum tentu didorong oleh pikir yang tenang, akan tetapi sangat mungkin oleh kemarahanmu. Ananda mungkin akan menunjukkan didcpan sang kekasih yang lama, bahwa anandapun bisa dengan ccpat dan dengan gampang mencari pasangan baru.,
Atau, karena ananda terlalu sepi, maka mencari pasangan, dengan segera, sekadar untuk mengatasi kesepian itu.,
Sikap ter-gesa-gesa demikian tak baik. Lebih baik sabar menanti, sampai hatimu reda, dan hidup normal sebagai semula. Jika telah tenang kembali, akan dapat menimbang-nimbang segala se-
-tu dengan pikiran sehat. Dan ini hasilnya akan lebih baik.
Sebaliknia kepada pemudi-pemudi atau pemuda-pemuda yang masih sendirian, jangan segera menerima lamaran orang-orang yang baru saja putus percintaannya dengan orang lain. Sebab, putusan yang dikeluarkan selagi marah itu biasanya tidak serieus.. Biasanya, nanti kalau hari sudah tenang, akan lain lagi pendapatnya. Dari itu, nantikan dulu, sampai orang itu tenang kembali dan sehat kembali.
Tidak usah ter-buru-buru mencari kekasih. Dia akan datang sendiri secara wajar!
Bunda.
dari rumahobat atau apotik obat tiatiing yang disertai cara pemakaiannya yang sesuai dengan umur.
Kita harus pula ber-hati-hati dengan memberi obat itu, sebab banyak anak yang mabuk, karena obat catiing belian dari warung kecil atau rumah obat.
Yang lazim dipakai dan murah dan baik manfaatnia ialah Santonine-colomel. Sekarang banyak obat-obat yang patent yang baik tetapi agak mahal seperti Helminin, Antepar dll.
Baik diika anak yang catiingan diberi obat tiap 2 bulan. Lebih sempurna jika kotorannya diperiksakan dahulu dan jika ternyata ada telurnya-baru diberi obat cacing.
Sekianlah gambaran secara singkat dan sederhana tentang penyakit cacing.
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 32] ===
ROK
Tayan re ae La
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 33] ===
DALAM Dari
FOLKLOR TAJIK
ADA umumnya wanita-wanita sekarang terutama yadis?nya Yebih suka memakai rok dalam hanya sampai dipinggang saja, yang dinamakan pattycoat, dengan alasan terlalu panas atau memang praktis. Tetapi tidak sedikit juga yang masih suka memakai model seperti yang kami muat ini, apalagi kalau kita harus memakai blocs atau bebe yang tipis, akan lebih baik. Tetapi kita tidak menyoalkan suka atau tidaknya memakai model begini yang akan kami tulis disini ialah bagaimana kita membuat-
Gambar contoh ini kami bikin begitu rupa skhingga memudahkan saudara-saudara yang ingin membuatnya. Setclah menggambar patron itu diatas kertas koran atau sampul, sebaiknya dengan potlot merah atau biru supaya terang, lalu guntinglah contoh?
itu, jika sekiranya terlalu kecil atau besar buat Sdr.2, ini bisa dikurangi atau ditambah pada garis?
pinggangnya, begitu juga dengan panjang atau lebarnya rok itu.
Mula-mula kita menjahit tengah depan (A) dengan sisi depan (B), kanan dan kiri. Jika naad itu mau dibuka, guntinglah sedikit dalam beberapa guntingan pada bagian yang melengkung-melengkung itu supaya tidak mendapatkan kerutan-kerutan jika dibuka,
atau bisa juga dengan,,afwerking” (menyelesaikan) dengan,,overhands” atau,,festonneren”, scterusnya kita pasang mungkumnya yang sebelumnya telah dirimpel dulu, lalu ditindas dengan mesin.
Bagian rok belakang terdapat jahitan tengah dan dua kupnad, tetapi kupnad ini boleh dihilangkan pada jahitan tengah itu. Sekarang rok bagian muka dan belakang kita sambung dan akhirilah bagian bawahnya dengan memasang strooknya (potongan yang panjang sekali lalu dirimpel), atau renda yang lebar, untuk mengganti dari renda yang lebar kerenda kecil kita janganlah lupa menambah panjangnya rok, pada atasnya harus sama macam rendanya. Seorang gadis yang sedang jalan-jalan diikuti oleh p 5: seorang pemuda,
Jika rok ini dibikin amat kencang, untuk me- Mengapa kau mengikuti saja?" demikian mudahkan memakainya berilah bukaan pada ja- 2 bn pada pemuda,,Apa yang kau itan sisi itsluiting”, kancing jepret atau a “i Ne 181, denga Tits 8, Ying Gyep!s Pemuda menjawab:.,Aku cinta Oia,haak en oog. Tak ada yang kuharapkan kecuali kau. Aku 6 ingin kawin dengan kau."
Sutarni. »Aku tak pantas bagimu, jawab gadis Ka
kakku yang jalan dibelakangku adalah lebih cantik. Ia akan cocok bagimu.”
Pemuda berhenti, menengok kebelakang. Tari tak melihat siapapun, Kemudian pemuda jalan lagi mengiku!i gadis tsb. dan mengulangi perkataannya. Gadis menjawab:
Bila kau sungguh-sungguh cinta padaku, kau tak akan berhenti untuk menunggu kakakku, Pergilah, Kau adalah kepalakosong.”
Pemuda tsb. merasa sangat malu dan terus pergi.
31
KO mann mean mann mn
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 34] ===
Sebuah dongeng meluas didesa. Yalah dongeng tentang "Dewi Sri”, Dongeng itu mula2nya adalah sebuah cerita hindu dari wayangkulit, yalah ceritanya Raja Mendangkanulyan. Didalam cerita wayang-kulit itu memang
di perankan ' Dewi Sri” putra Raja Mendang:.:
kamulyan yang memberi berkah kepada seluruh Rakyatnya. Yalah digambarkan bahwa sesudah "Dewi Sri” kembali dari perginya dan menetap dikerajaan Mendangkamulyan, negerinya menjadi subur makmur, Hasil bumi men.
jadi melimpah ruah, tidak ada penyakit wabah, dan Rakyatnya bergembira ria. Dan cerita ini mendapat sambutan baik dikalangan kaum tani terutama.
Kaum tani setuju sekali terhadap cerita wayangkulit itu. Dan mempunyai kepercayaan penuh bahwa cerita-cerita itu benar. Lama kelamaan persetujuan yang telah menjadi kepercayaan itu berurat dan berakar dikalangan kaum tany yang luas. Dan timbullah angan-angan dan perbuatan-perbuatan untuk menghormati,,Dewi Sri” itu.
Kepercayaan kaum tani terhadap "Dewi Sri”
itu masih dapat disaksikan didesa-didesa, Dikalangan kaum tani yang luas. Umpamanya saja dapat dipelajari dari adat-istiadat dalam bercocok tanam. Sejak menanamkan benih tanaman padi hingga memasukkan padi kelumbung. Seorang kaum tani akan merasa kecewa dan takut sekali jika syarat-syarat adat istiadat itu dilalaikan. Karena merasa bahwa,,Dewi Sri” tentu tak akan memberi berkah baik kepadanya.
Karena itu kaum tani berusaha dengan susah payah agar bisa memenuhi syarat-syarat adat itu.
mBok Kromo adalah seorang tani-utun.
Mempunyai tanah dua bau. Tanah dua bau ini tiap panen rendeng bisa menghasilkan kira-kira 40 kwintal. Dengan hasil itu cukuplah untuk memenuhi kebutuhan sederhana selama masa tanam hinga panen. Hanya celakanya jika pa:
nennya gagal, keluarga mBok Kromo harus menanggung hutang. Sekali hutang adalah belum tentu dalam masa tiga tahun bisa lunas.
Lebih-lebih jika ada banjir, hama dll. mBok Kromo susahnya bukan main, Merasa bahwa keluarganya ada kesalahan-kesalahan pada leluhurnya yang kramat. Yang disebut leluhur bisa juga,,Leluwur” — arwah nenek-moyang, atau Pepunden yang berwujut benda-benda kramat, entah pohonberingin, entah sendang, entah batu besar, dll.
Jika biasanya mBok Kromo membuat sesaji hanya tiap panen sekali, tetapi oleh karena mBok Kromo sedang susah, berusahalah dia bisa sesaji tiap hari Jumat-Kliwon. Biasanya orang tani menganggap hari Jumat-Kliwon itil hari yang kramat juga. Sesajinya macam-macam, kadang-kadang stamatan nasi panggang-bucu, nasigolong, nasi gurih,dan dilengkapi dengan pisah-suruh-ayu, bunga telon, membakar keme.
nyan dll. Susahlah keluarga mBok Kromo karena harus slamatan tiap bulan sekali. '
Kemudian, pada musim tanam berikutnya mBok Kromo berniat untuk menebus dosanya dengan membuat sesaji yang sungguh-sungguh. Pertama sesaji tanam, nasi-panggang-ayam, jajanpasar, buah2an, krowotan, jadah-jenang-wa.
jik dll. Pada tanaman berumur. 35 hari (selapan) dibuatlah slamatan rujak. Biasa disebut rujakan karena,,mBok Sri” sedang,,ngidam”.
Begitulah mBok Kromo itu menyebarkan ru.
jaknya diseluruh tanamannya. Tiap kedokan diberinya sejumput rujak. Agak lama kemudian, yaitu sesudah padi menguning, dan kira-kira kurang seminggu lagi diketam, mBok Kromo mulai membuat persiapan sesaji. Sejak siang hari, pulang dari pasar mBok Kromo sudah sibuk dengan anak gadis-kecilnya didapur, Gadis yang baru berumur 12 tahun. Sekalipun demikian sudah direncanakan habis panen akan dikawinkan. Tentu saja perkawinan itu akan dilangsungkan dengan upacara adat. Dan hari itu dimasaklah beberapa kuweh, jadah, jenang, wajik, opak, criping, buah2an sudah diatur, janganan-sayuran sudah dibersihkan, dan sudah siap masakan-masakan slametan nasi janganan, nasi liwet, jenang merah-putih, dan istimewa sambel cabuk (yang dibuat dari kulit wijen)
dan katul tidak boleh lupa, karena itulah kesukaan,,Dewi Sri”, Pagi-pagi benar harus sudah siap.
Jam enam pagi-pagi sudah sampai disawah. Gadis kecil itu memakai pakaian yang serba baru. Itu memang sudah menjadi adat bahwa gadis-kecil yang akan membawa padi simbol,,Dewi Sri”
yang nanti selanjutnya akan disimpan dilumbung-padi. Demikian ini pada umumnya dilakukan oleh petani-petani didesa. Jika petani-petani kota biasanya sudah tidak memegang secara kaku. Jadi sebetulnya adat-adat yang kolot itu ber-angsur-angsur
dapat dikikis karena kemajuan-kemajuan masyarakat.
Kiriman dari Saridewi.
SREGEGESEgESEGEGES Be ESESOGOGNS nansER BASED: FRESE
32
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 35] ===
dikenal oleh negeri-negeri lain sebagai,, Pulau kelapa yang senantiasa hijau”. Demikianlah indahnya Tanahair kita ini dimata dunia. Turis-turis yang senga-
Indonesia adalah
ja datang ke Indonesia hanya melihat keindahan itu, banyak terpesona pandangannya jika melihat lereng-lereng gunung yang hijau dengan segala macam tumbuh2an. Tak usah jauh-jauh para turis internasional yang dibuat contoh, kita sendiri saja, jika berkesempatan di-tempat-tempat dingin seperti Tawangmangu, Kopeng, Selekta, Puncak, Lembang, sekitar Danau Toba dll. merasakan semua itu adalah suatu kenikmatan.
Gunung Ungaran umpamanya, dia tak kalah indahnya dengan gunung-gunung yang lain. Tak hanya kcindahannya yang meresapkan, tetapi bantuan Rakyat disekitar gunung Ungaran itu pun tetap dalam hati kita. Terutama sekali, bantuannya pada pasukan-pasukan Gerilya yang sedang melawan musuh pada clash kedua.
Suatu peristiwa terjadi waktu ampak-ampak masih menutup semua puncak dan lereng gunung. Matahari masih bersemayam dibalik gunung. Semua hanya terlihat hitam, putih kemudian dingin menggigil.
Hari siang sebelum menjelang malam gelap itu, biasanya petani?
dengan niat yang dipaksakan mcngerjakan sawahnya. Anak-anak menghela hewannya.- Pak Tani membajak, anak-anak mencari rumput.: Tampaknya semua ter-gesa-gesa.
Pandangan matanya liar, seperti ada yang ditakutkan. Betul. Mercka takut. Dalam hati mereka hanya ada keraguan dan pertanyaan terhadap diri "sendiri,,Jangan-jangan Belanda jahanam itu “patroli kemari”. — Demikianlah biasa, patroli-patroli bajak itu merampas dan
membunuh petani-petani yang tidak berdosa. Seringkali bom-bom jahanam menghancurkan semua yang ada.
Jiwa manusia yang tidak berdosa sekalipun, semua hancur dalam ledakan diahat. Itu tidak perduli lelaki, wanita, tua, muda dan bayi kecil yang kurus. Namun hidup sedahsyat itu, sungai discbclah desa tetap mengalir dan gemericik suaranya. Nyaring sekali jika malam sunyi itu tidak terganggu oleh ledakan-ledakan peluru dari kota. Suara nyaring gemerciknya air itu menandakan jika ia tak takut pada siapapun. Bom dan kanon sekalipun, ya tak takut. Tetapi airnya yang jernih itu mengalir dengan tenang. Ikan dan kodok-kodok kecil yang berenang-berenang ditepi sungai, malahan yang tampak menjadi penakut. Jika terdengar suara sedikit saja, segeralah mereka lari bersembunyi. Kemudian, sebentar kembali berenang dengan pelahan-pelahan dan tenang.
Siang itu terdengar orang berlari-berlari dan berteriak menuju sungai itu, katanya:,,Mat! Kau jangan berlagak! Kurangajar! Tunggu Jangan crewet! Paling-paling kau hanya akan berkumur dengan air sungai itu bukan? Mana, tak perlu pakai odol itu. Kembalikan saja!” —,,Biar, mengapa?” —,Sayang! Kalau ketemu air-sumur saja kita pakai” —,,Diangan berlagak Dokter kau disini Kek.!”
—,,Sudahlah jangan crewet, ayo lekas mandi. Rupa?nya ada persiapan.” —,,Lihat itu, Litnan datang.” — Belum sampai lima menit didalam sungai, Litnan Bayu menegurnya:,,Badut-badut ini sudah merendam disini. Pantas markasnya sunyi.. Cepat-cepat,. kita segera siap.” —,,Siap Pak.” —
EQESESLSESESEBESES BSBSE8
Pahlawan dilereng
Gunung Ungaran
Anjing-anjing menggonggong. Diam sebentar kemudian kembali menggonggong. Kopral Amat adalah Wakil Komandan Regu, demikian juga Kopral Dengkek yang dalam long-march telah mendapat tugas baru untuk menjadi penghubung. Dan rupanya gonggong anjing itu mengganggu Kopral- Dengkek. Tetapi itu biasa, sekalipun kadang-kadang berbahaya jika terjadi dalam kota sasaran gerilya. Untung malam itu terjadi disebuah desa yang masih kira-kira jarak puluhan kilometer. Sekalipun demikian sudah ratusan tiacian yang keluar dari mulut Kopral Dengkek. Katanya dengan anakbuah:,,Anjing tidak makan aturan lebih baik disempurnakan! Setuju tidak Man?” —,,Jangan Pak, kasihan.” —,,Apa? Kasihan? Orang saja kalau khianat kita bunuh, apa yang disayangkan dengan anjing itu?” —,,Dia bisa menjaga desa, ini kan salah kita, mengapa kita datang kedesanya dia. Anjing-anjing itu kan ditugaskan oleh Pak Lurah untuk menjaga.”
—,Ach! Rupamu! Awas melompat ada jeglongan.” — Kata si Man pada yang dibelakangnya:
..Awas Tiak, ada dieglongan.” — Man melompat baik-baik. Senter bersinar merah dinyalakan oleh teman dibelakangnya. Teriaknya pelahan:
»Ngawut saja, mana lobangnya?” — Man segera membalik dan biasa juga cuci-makinya keluar,,Slinger! Menipu, awas saya balas Pak!” — Kopral Dengkck terus berjalan dengan tertawa scnang. Katanya:,,Tiepat! Kita harus sampai sana jam 21.00.”
— Tanya Man dengan tak menyesal sedikitpun akan peristiwa yang baru saja terjadi:,,Jam berapa Pak, Pasukan harus sudah di-
33
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 36] ===
.Sesudahnya itu kita kemana?”
—,Jika serangan balasan menghebat, kita mundurnya kedekat rawa-pening. Jauh tetapi harus kita kerjakan dengan baik dan ccpat.” —. Apakah kami yang harus kesana dahulu?” —,,Yang lain sudah kesana tadi.” — Kcpral Dengkek kakinya terganggu lobang yang penuh air, karena itu cclananya menjadi basah ujungnya. Tetapi diam, seperti tak ada apa-apa. Man yang dibclakangnya kurang waspada, jalan biasa dan agak tergesa untuk mengejar jaraknya yang jauh dari Kopral Dengkek. Terdengar,.gedebruk”, Man jatuh. Teriaknya,, Aduh Cak lobang!” — Temannya mai tertawa, tetapi ditahannya. Katanya Man kembali:,.Kopral kita itu memang istimewa. Begini diam saja. Sudahlah Pak, saya yang didepan.” —,,Bolehlah, masabodo.” — Kopral Dengkek tertawa, dan katanya:,,Coba lihat ini, celana saya sudah basah.” —- Hampir jam duabelas malam, sebentar lagi Pasukan akan segera datang. Kopral Dengkek sudah mempunyai beberapa rencana. Sckalipun tugas mengatur tenaga?2 didesa itu sudah selesai, dia tak mau tidur atau istirahat. Dia ngobrol dengan Pak Lurah, Pak Carik dan Pak Baian. Sedang Pagardesa pada sibuk menjaga desanya. Kode sudah siap. Pemuda-pemuda itu sudah jaga-jaga nanti jika dia ditegur oleh tentara segera menjawak,,Anjing” kemudian akan segera terdengar jawaban lagi “Gila”. — Jika sudah demikian itu akan berarti teman sendiri dan segera ditunjukkan tempat-tempat yang sudah disediakan. Kopral Dengkek meniimpan sebungkus asemmateng disakunya. dan beberapa puluh rokok lintingan tembakaugewol. Adanya hanya itu mau apa lagi. Masakan belum siap semua.
Harus menunggu kira-kira sampai jam satu nanti. Kebetulan didesa itu juga kehabisan gula merah, gula putih apa lagi, tak pernah ada. Karena itu minum teh cukup asal panas. Sekalipun keadaan sulit begitu, mBok Lurah ridla me-' nyediakan semua yang ada untuk ' segera memberikan makan pada rombongan Kopral Dengkek itu.
34
Gadis kecil mBok Lurah ikut ribut membantu. Karena seluruhnya harus menjamin kira-kira 500 orang.
Banyak api menyala, sehingga desa itu tampak terang. Dipendopo Kopral Dengkek seteman siap untuk makan. Katanya:,.Pak Lurah ini putranya?”.Ya Pak. Itu yang paling kecil.” — Kopral Dengkek hanya memandangnya, sedang Saminem tampak malu-malu, dan terus pergi kebelakang. Dia sudah tak mau suruh mengeluarkan apa?
lagi. Kopral Dengkek ingin bitiara-bitiara, barangkali gadis kecil itu akan tertawa senang jika mendengar dongeng2nya. Tetapi malang sekali, Saminem tak mau lagi keluar. 'Katanya Kopral Dengkek:
»Pak! Nanti dalam pasukan kita ada wanitanya satu. Saminem suruh keluar biar kenal.” —, Pak, itu anak gunung, pemalu. bodoh dan tidak sekolah.” —.,Biar saja, nanti kalau dilatih hidup dikota, itu kalau sudah aman Pak, kemudian sekolah-sekolah apa, PBH, kursus menjahit dll. nanti kan jadi pandai.” —.,Kalau begitu Bapak senang sekali, tetapi kapan amannya?” —,,Kapan-kapan saja.” — Semua tertawa. Sahutnya Man:
»Rencana boleh saja. Dianji juga boleh saja, asal tidak lupa ya Pak Lurah?” — Pak Lurah tersenyum. Kopral Dengkek minum teh-pahitnya dengan berkata:
Seorang pagar-desa ber-gegas?
datang katanya:,,Pak, pasukan sudah datang, segera akan masuk.” — Tak lama pendopo, ha- Jaman, dan jalan-jalan kalurahan sudah penuh. Seksi? Komandan mengadakan apel kepada Kompi komandannya masing-masing. Dan kemudian Kompi apel kepada Komandan Barisan — sebagai voorsplitnya. Dan begitulah selandiutnya Komandan Barisan ini apel kepala Komandan Batalionnya. Barisan selamat sampai ditempat dan semua dalam keadaan siap untuk menjalankan tugasnya masing-masing.
Dengan ter-gesa-gesa, Kovral Dengkek lapor kepada Komandan Penghubung dan Pengintai. Dipesrintahkan kepada seluruh pasukan, ibahwa berhenti hanya untuk makan, kemudian akan terus bersiap yketempat masing-masing sesuai dengan
pos-pos yang telah ditentukan dalam '
peta. Kopral Dengkek seperti mencari-mencari. Tanyanya:..Pak, dimana mBak Narti?” —,,Tidak tau. Tugas saya bukan menjaga mBak Nar.’ —,,Jangan begitu, nanti kalau saya boikot kapok.” — Keduanya tertawa. —,.Disana! Belakang. masuk saja.” —..Betul Pak?' —,.Betul. Bilang dia suruh Dengkek bersenyum mengejek sambil berjalan menuju rumahbelakang. Dengan tidak ragu-ragu dia masuk, dan cepat-cepat mBok Lurah
menghampirinya:..Pak, mencari siapa?' —,.mBak Narti Bu, ada dia?” —.Ada, itu sedang ngomong-ngomong dengan anak saya.” —..Boleh saya kesana Bu?" —..Boleh, mengapa tidak.” — Cepa'?
Kopral Dengkek mendekati Narti sambil matanya lari ke Saminem.
Katanya:,.mBak! Dicari Majr
[Unreadable]
Siapa?” —,,Siapa lagi, Litnan Pengintai.” —,.Bilangkan, sebentar saya kesana.” —..mBak Nar,
Adik ini masih takut-takut, malu-malu, itu kan tidak baik.” —,.Biar sadia nanti kalau sudah banyak teman dari kota kan bisa pintar.” — Saminem hanya menundukkan kepalanya dan diam. Katanya Kopral Dengkek:,,Mau Dik pindah kota, tetapi kalau sudah aman?” — Saminem hanya diam, terus pergi ke mBoknya. Narti dengan Kopral Dengkek ketawa...Biarlah saya bilang saja sama Pak Lurah, supaya menunggu kedatangan saya kemari kalau sudah aman.” Demikian Kopral Dengkek bicara sendiri. Sedang Narti sudah siap dengan peta-nya dan bersama dengan teman2nia di Bagian Pengintai. Katanya Litnan yang mendiabai sebagai Komandannya:,.mBak Nar, kau mendapat tugas dibagian sclatan gunung, sedang Komandan Pasukannya Mas Bayu. Terus Litnan Harjo ditimur gunung, komandan Pasukannya Litnan Parto.
Begitulah lainnya sudah saia atur, dan saya bersama dengan Komandan Batalyon di pos tengah. Rencana tetap, jika tak mungkin dipertahankan kita mundur kerawapening.
Menjelang jam dua pagi, mulailah terdengar tembakan-tembakan ringan. Kota Jatingaleh dihujani peluru” dari beberapa jurusan.
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 37] ===
Pasukan dan Rakyat gunung
Ungaran menunjukkan kekuatannya. Belanda terbuka matanya, jika tak jauh dari kota-kota Jatingaleh, Ungaran, dan Salatiga, telah menjadi sarangnya gerilya. Scrangan menjadi seru hingga mernjelang pagi jam tiga. Pasukan gerilya kembali dengan perasaan tidak puas karena tidak tau berapa korban musuh telah jatuh atas serangannya itu. Dalam gelap gulita, Kopral Dengkek berkesempatan mendekati Amat yang sedang memimpin anak buahnya. Katanya:
,Mat, ini gula merah.” — Dengan senang Kopral Amat menerimanya dan cepat-cepat dimasukkan dalam mulutnya. Dia gebres-gebres, katanya:
»Bangsat! Asem kecut katanya gula. Kopral gila! Awas kau!”
— Kopral Dengkek terus saja berjalan cepat untuk menjumpai komandan Pasukan berhubung ada berita penting. Seperti tak ada kejadian apa?, dia terus berjalan maju. Pasukan merubah haluan. Tak jadi menyeberang kerawa-pening, tetapi mundur kcdaerah Salatiga. Menurut perintah pasukan harus sampai dilembah Ungaran pada jam enam pagi.
Demikianlah semua berjalan cepat untuk mengejar waktu. Tembakan-tembakan Belanda masih terdengar seru. Menjelang pagi keadaan:
kembali sunyi. Hanya bunyi walang-belalang dan kodok kongkang yang meramaikan.
Satu tahun kemudian. Keadaan berubah maju. Tentara sudah tidak lagi di-desa-desa, gunung dan hutan-hutan. Tugas gerilya selesai, dan ke- Tugas
mudian kembali kekota.
mercka tidak lagi perang, tetapi per-tama-tama untuk mengatur pasukannya, mendidik prajurit-prajurit agar menjadi prajurit yang terlatih, berpengetahuan, kuat, disiplin dan dapat menjadi kekuatan Negara.
Keluarga-keluarga mereka sudah tampak banyak yang mengikuti kembali di Markas-markas. Dan boleh dikata, bahwa tahun 1950 itu adalah tahun pembangunan keseluruhannya. Prajurit, Bintara dan Perwira2nya, yang dahulu belum berkeluarga, waktu itu sudah banyak yang memulai hidup berumahtangga. Demikianpun rencana si Kopral Dengkek.
Telah menetapkan bahwa jatuh pada hari cutinya dia akan terus kelereng gunung Ungaran untuk datang ke Pak Lurah dan mBox Lurah yang dahulu pernah memutuskan untuk mengambil menantu.
Tentunya Saminem sudah kelihatan lebih besar lagi. Kopral Dengkek juga ingat Kopral Amat yang masih tetap di Pasukan. Dia telah jadi kawin dengan anaknya Pak Carik Mluwih. Gadis desa itu menjadi pandai juga sesudah dibawa kekota. Disuruh ikut pelajaran PBH, kursus jait-menjait, bordier dll. Enam bulan dia sudah dapat membuat bajunya sendiri, hemnya suami, dan baju-baju kecil untuk calon putranya. Kopral Dengkek mengenangkan itu semua. Dia sudah mendatangi seorang Ibu yang baik hati padanya selama dikota. Dan telah didianjikan, supaya isterinya nanti jika datang ditempatkan dipavilyunnya.
Sudah tentu Kopral Dengkek senang sekali.
Apel pagi Kopral Dengkek sudah tak tampak. Semua temannya sudah mengerti jika dia cuti untuk menyelesaikan perkawinannyz.
Sekalipun sebetulnya agak ada tanda pertanyaan,,mengapa Pak Lurah tak pernah menjawab surat yang dikirimkannya”. Tetapi keyakinan masih ada jika Pak Lurah akan setia memegang janjinya.
Demikianlah Kopral Dengkek yang turun dari oplet tergesa-gesa dengan ransel dipunggungnya terus saja berjalan melalui sawah dan ladang yang hijau, jalan-jalan kecil yang dipinggiri sungai-sungai berair jernih, naik dan turun bukit, terus saja berjalan menuju desa yang terletak di-lereng-lereng gunung. Dia tak mau banyak bicara dengan Kakaknya yang mengantarkan. Masuk desa Mluwih. Kopral Dengkck masih jelas teringat sungai yang banyak berjasa pada pasukannya.
Terus saja Kopral Dengkek masuk kedesa. Terbaca olehnya tuli:- an dipapan,,Kantor Kalurahan”.
Ada pertanyaan terhadap dirinya dengan berkata pelahan-pelahan,,Lho, kantornya pindah kemari?”. Kakaknya menegurnya,,Apa Har?”.
Kakaknya suka memanggil nama aslinya Haryoto. Jawabnya Dengkek ragu?,, Mari Mas kita bertanya dahulu. Apakah Pak Lurah pindah kemari.” —
Pak Lurah dengan hormat sekali menemui tamu?nya. Dimeja tamu yang terbaik tamu-tamu itu dijamu. Teh dan kuwih-kuwih telah keluar. mBok Lurah sudah menyediakan makanan yang terenak.
Nasi putih, ikan ayam, sayur lombok dil. Tetapi Saminem sama sekali tidak tampak. Kopral Deng-
C3 Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 38] ===
kek kerapkali menundukkan mukanya. Dan banyak diam. Kata Pak Lurah: Saya ini masih ada hubungan keluarga juga. Saya dipilih Rakyat disini sesudah dua bulan meninegalnia Pak Lurah sekeluarga itu. Habis bagaimana Nak, tioba lihat bekas?nya. Bom persis jatuh dirumahnya. Habis sudahlah. Biasanya jika ada begitu kita semua Jari kesawah, kesungai atau kebukit sana. Tetapi waktu itu tidak bisa karena dibukit sana sudah ada Belanda patroli. Diadi kita merendam dirumah.
Tau-tau sekian banyak kali bom jatuh. Sudahlah lima rumah jadi korban. Termasuk Pak Lurah sekeluarga, terus Carik yang muda?
ditembak didepan situ. Sudahlah meniedihkan sekali.” — Kopral Dengkek tak ingin segera kembali.
Dia ingin mengumpilkan semua berita untuk dilaporkan kepada Batalyonnya. Nama-nama Pah'awan dilereng gunung Ungaran itu dicatatnya brik-brik. Terkenang diingatan Kopral Dengkck sikap baik yang dicurahkan kepada pasukannya drhulu. Mereka dihabiskan jiwania karena mereka membantu Tentara Gerilia.
Demikianlah Pak Lurah, mBok Lurah dan Saminem yang telah mendiadi Pahlawan dilereng gunung Ungaran.
Sulami
Damai untuk
Aljagair
Rakyat Aljazair sudah lebih dari enam tahun berjuang untuk kebebasan dan kemerdekaan nya. Dalam perjuangan ini yang merupakan sebagian dari perjuansan banysa-banysa untuk mencapai tujuannya, kaum wanita tak ketinggalan.
Nyonya Mamia Chantouf anggota Front Pembebasan Nasional Aljazair menyatakan dalam Musyawarah Wanita Internasio nal di Kopenhagen:
Kaum wanita yang mengambil bagian aktif dalam revolusi yakin sepenuhnya bahwa dalam melawan kekuasaan kolonial berarti juga berjuang untuk hak-hak
36
ait
nya jadi merupakan bagian perjuangan jutaan wanita diseluruh dunia,
Wanita Aljazair seperti juga Pyamila Beuhired dan Jamila-jamila lainnya tak mengenal lelah dan tak pantang mundur dalam menghadapi lawan?nya. Ini dapat dibuktikan siksaan-siksaan yang bagaimanapun kejamnya yang dilakukan tentara kolonial Perancis terhadap Wanita Aljazair tak membikin turun semangat, bahkan lebih tabah dan lebih berani dalam perjiuangannya baik dalam front pertempuran maupun digaris belakang.
Banyak sudah korban-korban dianta ranya:
— sejuta orang telah mati kebanyakan penduduk sivil
— 500.000 orang ditawan di penjara-penjara dan kamp-kamp konsenstra s' di Aljazair sendiri maupun di Perancis
— dua juta orang sivil kebaniakan wanita dan anak-anak adalah dibelakang jeruji kawat di kamp-kamp dalam keadaan "mati pelahan”
— 300.000 pengungsi — banyak terdiri dari wanita dan anak-anak yang lari-lari karena bombardemen dan siksaan2h — mereka hidup dalam keadaan yang meniedihkan didaerah perbatasan Tunisia dan Maroko.
Inilah harga yang harus di
bayar Rakyat Aljazair untuk pembebasan nasional. Dalam perjuangan yang berat tetapi adil.ini Rakyat Aldiazair tak berdiri sendiri. Rasa setiakawan yang semakin meningkat dari batan dan bantuan negeri-negeri yang cinta damai dan kemer dekaan menunjukkan diakuinya perjuangannya untuk keadilan.
ee ea ee ea.
Jawaban
Redaksi
Sdr. B.T. Susilo
Semarang.
Syair saudara sudah kami terima. Apabila kali ini kami belum dapat memuatnya kami pertaia bahwa saudara tidak akan berputus asa, Tekun berlatih, banyak membaca; pilih obyek tulisan yang kongkrit dan sederhana dalam penuangan -— itulah anjuran kami.
Selamat bekerja dan terimakasih
Sdr. Ni. Sungkono-Jatinegara Sdr. A. Niek
Sdr. S. Haar
Sdr. Ida Royadhi
Sdr. Indarsih Pc
Rupanya makin banyak para wanita yang berbakat penyair.
Saiang kami terpaksa masih harus mengecewakan sandsr32 Tetapi dengan tekun berlatih sandara-sandara akan meningkat. Perhatikan anjuran kami untuk sdr. B.T. Susilo. |
Sdr. Hersat Sudiyono
Semarang.
Syair saudara,,kekasihku waginem” — dapat kami muat dengan beberapa perubahan. Sau.
dara tidak berkeberatan bukan?
Kiriman saudara selanjutnya kami nantikan, tetapi harap mengetiknya sdr. beri spasi.
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 39] ===
NN AAA END AU AAA AAL BU MANTAN LAYAN
WISMA E. YUNARA
# membikin pakaian wanita dengan
ally =
mode stiyl yang paling baru.
* menyediakan alat-alat kosmetika
Pr & parfum.
= Alamat: 1
Jl. Cianjur 18 — JAKARTA
SPUL NAMANYA KYUUBI
UNTUK MENYAMBUT DASAWARSA LEKRA
1950 — 17 — Agustus — 1960:
£ LAPORAN KEBUDAYAAN RAKYAT (I) wu. eeeeeeecee sees Dari Kongres Nasional I LEKRA A &. SITI. DIA MBA He besar ipant cs sees criecs ona venne oleh: Yubaar Ayub.
AKAN ON vital UP oven oleh: Rukiah S. Kertarati.
I BPR TA RU KAN aini ea bed cereals oleh: P. Cekov | terjemahan-terjemahan
| = Pramudya Ananta Tur &
} Kusalah Subagyo Tur.
S5 O'R:G'A - DAB MET ccc sei sss ivaeee Peredaran oleh: Sugiarti Siswadi 3 SAI DT AHEG AD IN DA nh saga gak oleh: Multatuli Saduran Bakri Siregar diterbitkan oleh: «
Bagian Penerbitan Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA):
sudah dapat dipesan pada distributor:
Yayasan Kebudayaan ’’S A DA R”
Jl. Batutulis XV/12
JAKARTA
Dipindai dengan CamScanner
=== [PDF page 40] ===
SLC TT 2 1
PaCS
JAKARTA
TLL ERY OT Ce
Ab ebetttbrtebebadbubdddabdbadddddepabeddbebdabpbebpdubbebbtbtababe, APD tp ad dada ALA Izin Penguasa Perang Daerah Jakarta Raya No. 298 - 1 Nopember 1960 Ps. 1103
Dipindai dengan CamScanner