Api Kartini No. 10 Th. 6, Oktober 1964
Cleaned OCR text (Good (0.937); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
[Cover: Api Kartini magazine cover, title "Api Kartini"; photograph of a smiling young woman in a white blouse]
=== [PDF page 2] ===
NO. 10 TAHUN KE-VI OKTOBER 1964
Penerbit: » Yayasan Melati Matraman Raya 51 Jakarta
Terbit sebulan sekali
—ISI —
Hlm. API KARTINI
1. The era of Confrontation...., 1 2. Pendidikan kader revolusi.... Redaksi: Maasye Siwi, Paryani Pradono 3. Tugas mendesak wanita tani. Sujinah, Sartini Nur 4. Dimana mawar berhambur dimusim semi. 6 Penanggung Jawab: Maasye Siwi 5, Balet nasional Cuba., g Pembantu Luar negeri: Darmini Pembantu?: Dra S.K. Trimi S. Asiyah 6. Pameran perub ' a.
ee te 4 Sugiarti Siswac Rukiyah 7. Penjebolan sisa-sisa feodalisme,.,, 11 Kertapati, Trees Sunito SH, 8. Sedikit tentang gerakan wanita Indonesia. 12 Sulami, Rukmi B. Resoboiita-resoboiita ini: o, S utapea, Sulistyo- 9. Cita? Kartini dan perjuangan nasional. 14 * cal. a i; D a; S warn, outarn, okler.
10. Percikan Api Kartini. M5 Caropeboka 11. Cerpen: Elang Radiawali 12 Tg Na te 18 Ilustrator: W. Nirahua: 5 pisan 5 AN NN NN 19 Alamat Redaksi: Matraman Raya SI 13. Pentingnya Mengapa bahasa Indo- Jakarta MEMIA pel toa ka ens, 4,8 a 21 Tilp. Jt. 753 14. Wanita dan sastra revolusioner.... 22 Alamat Administrasi: Kramat V/7
LS On opa NA An an ra M
SIT No. 240/SK/UUPPG/1963
SIPK No. 3635/F/A-3/1
Oplah: 5.000 eks
Keterangan gambar kulit:
Langganan:
Rp. 750,—
Sumpah Pemuda menggelora sepanjang masa. Setahun...:, Enam bulan Rp. 400,— tiga bulan. Rp. 200,—
Eceran...... Rp. 75,—
Api Kartini menerima karangan dari
luar, dari siapa saja yang menaruh miat. Karangan harus ditik diatas kertas yang tidak timbal balik. Karangan yang tidak dimuat dapat dikirim kembali apabila disertai perangko secukupnya.
Taripiklan: 1 pagina... Rp. 600,— 1, pagina... Rp. 400,—
% pagina... Rp. 250,—
Y% pagina... Rp. 150,—
Kontrak: 12 X muat rabat 1576.
REPR DITTOP AD 775/Bco-5000 bk/64
=== [PDF page 3] ===
»Ihe Era of Confro
alam KTT Non-Blok ke Il di
Cairo yang dilangsungkan dari tg. 5 sampai 10 Oktober 1964 Indo nesia dengan dijurubicarai oleh Presiden Sukarno telah memberi arah bagi jalannya sidang dan bagi keputusan-keputusan yang diambil kemudian.
Dengan pidatonya yang berjudul
"The era of confrontation” sebagai - pembicara pertama pada hari pertama Presiden Sukar no yang
memimpin dek i Indor
berkomposisi Nasakom itu “telah melempangkan dan menjernihkan pengertian-pengertian yang masih kabur dikalangan sementara peserta? Konferensi tsb dan mendapatkan sambutan yang luarbiasa, terutama dari para delegasi yang mendapatkan kemerdekaannya dengan perjuangan yang pahit di Afrika dan Asia.
Dengan tandas Presiden Sukarno menyatakan bahwa politik non-alingment tsb dengan aktif menentang kekuatan-kekuatan tata-dunia yang lama, yang terutama menentang kebebasan untuk merdeka, karena kebebasan inilah yang dapat membawa kematian untuk selama-lamanya
elegasi Kongres Wanita Indonesia menyatakan terima kasih dan merasa berbahagia mendapat kesempatan mengunjungi Republik Demokrasi Rakyat Korea atas undangan Persatuan Wanita Demokratis Korea, Kunjungan kami merupakan balasan terhadap kunjungan delegasi Wanita Korea ke Indonesia pada waktu Kongres ke- 10 KOWANI, dan kami gembira bahwa dengan saling mengunjungi kedua negeri Korea dan Indonesia, maka kita memberi sumbangan yang berharga bagi hubungan persahabatan kedua negeri kita.
Selama kami berada di Korea, kami telah menyaksikan perayaan 9 September di Sinicu, mengunjungi berbagai obyek Pembangunan di Pyongyang, Hamheung, Chouuy dan mengunjungi tempat kelahiran Pemimpin Besar Rakyat Korea yang tercinta P.M. Kim Il Sung di Makyungdai. Kami telah mengunjungi pabrik*, koperasi pertanian, istana anak-anak dan pelajar, penitipntaton”
dari kekuatan-kekuatan tata dunia Yama.
Sudah pasti aliran yang dipelopori oleh Indonesia dan yang berpendirian, bahwa kolonialisme masih belum mati dan masih berbahaya mendapat tentangan yang sengit dari aliran bangsa?.yang merasa dirinya sudah "arrive” (sudah sampai tujuan) yang berpendapat bahwa yang penting sekarang ini adalah menjamin keamanan dunia dengan ”kuksitensi dunia secara
pahit seperti
Iyalelanya kaum imperialis di Indo-China, Vietnam Selatan terutama, dimana beribu-ribu manusia, wanita-wanita dan anak?, yang ingin bebas untuk merdeka, dibunuhi, diracuni dan diperangi dengan tak kenal ampun oleh pasukan-pasukan imperialis dan sewaannya itu, tidaklah membenarkan, bahwa dengan imperialis yang menentang ide kebebasan untuk merdeka bagi bangsa" itu dapat diajak ”berkukisistensi secara damai”.
_Didekat tanah air kita sendiri, Kalimantan Utara, di Malaya
taan yang
kaum
Kesan- kesan
an dan taman kanak?, sanatorium, pameran industri dan pertanian, museum sejarah, dsb. Sekalipun kunjungan kami singkat, tetapi kami telah dapat mengetahui semangat yang tinggi dari Rakyat Korea Ualam melaksanakan sosialisme dinegerinya.
Yang mengesankan bagi antara Jain yalah hal-hal sbb.:
1. Perlawanan yang heroik dari
Rakyat Korea selama perang anti fasisme Jepang dan anti imperialisme Amerika Serikat.
Sekalipun musuh telah mempergunakan segala macam senjata, mengerahkan segenap kekuatannya dan menjatuhi bom?
yang beribu-ribu banyaknya serta menghancurkan kota-kota dan desa?, tetapi mereka tidak bisa menundukan Rakyat Korea dan terpaksa ber-tekuk-lutut dihakami
kaum kolonialis dengan bengisnya membunuhi, menangkapi kaum patriot yang berjuang untuk kemerdekaan sejati dari tanah airnya.
Kenyataan sosial di Indonesia, dimana-feodalisme yang masih bercokol menghambat dan mensabot pelaksanaan Undang? Pokok Agraria Undang? Perjanjian Bagi Hasil, menunjukkan bahwa "The era of confrontation” (Zaman Konfrontasi) sepenuhnya berlaku disini.
Ya, konfrontasi terhadap tuantanah jahat, dll. atau yang dikenal dengan ”7 setan desa” masih harus kita Yakukan. Dalam konfrontasi ini sudah tentu berjuta-juta wanita tani harus ikut ambil bagian karena dengan berhasilnya perjuangan konfrontasi ini akan berarti menaikkan taraf hidup dan martabat wanita tani yang selama berabad-abad ini mengalami tindasan yang semena-mena.
Juga terhadap ”7 setan desa”
ini tidaklah kita bisa “berkuksistensi secara damai”. Terhadap mereka kita harus ”berkonfrontasi”.
Disinilah tepatnya pidato Bung Karno yang laksana pisau bermata dua, bisa kita trapkan di situasi internasional dan pada situasi revolusi kita sendiri.
dari R.D.R.K.
dapan Rakyat Korea yang perwira. Kami menyatakan penghargaan yang se-tinggi?nya atas perjuangan yang heroik dan patriotik dari Rakyat Korea yang akhirnya mencapai kemenangan setelah melalui banyak pertempuran-pertempuran yang dahsyat. Semua ini memberi keyakinan kepada kami, bahwa Imprialis itu mundur jika dilawan, sebagaimana juga pengalaman Rakyat Indonesia sendiri dalam perjuangan pembebasan Irian Barat dan sekarang dalam mengganyang “Malaysia”.
2. Peranan yang besar dari P.M.
| Kim N Sung dan Partai Buruh Korea dalam memimpin Rakyat Korea terutama dalam membangun ekonomi nasional atas dasar berdiri diatas kaki sendiri
=== [PDF page 4] ===
Kami melihat Rakyat Korea dimana-dimana mengambil bagian dengan kesedaran yang tinggi untuk melaksanakan plan 7 tahun dalam waktu yang lebih pendek lagi. Mereka ber-lomba-lomba dengan semangat: Chullima disegala lapangan. Semangat 'ini lebih dipertinggi lagi dengan adanya kunjungan-kunjungan pimpinan atasan kebawah, kepabrik?. — kedesa?, sebagaimana teladan yang telah diberikan- oleh 'P.M. Kim “Il Sung. Kunjungan-kunjungan pimpinan atasan “kebawahan “ tersebut mempunyai arti yang penting untuk 'dapat' langsung memecahkan kesulitan dan mendiskusikan segala persoalan dengan Rakyat Pekerja, sehingga dapat diambil langkah-langkah untuk lebih: mempertinggi produksi. Semangat - membangun ekonomi dengan berdiri. diatas kaki sendiri kami 'anggap sangat penting, karena “dengan “demikian kini 'Korea telah tumbuh menjadi negeri industri/pertanian yang tidak tergantung dari import negeri lain, Revolusi tekhnik, ideologi dan ekonomi sedang berjalan sangat pesatnya.
sehingga dalam waktu yang pendek "ekonomi yang hancur selama perang dapat dibangun kembali dan kesulitan-kesulitan dapat diatasi. Kami juga menyatakan simpati yang besar atas kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dibidang. pertanian, dengan telah diselesaikannya. Landreform dan koperasi-koperasi pertanian. Dengan tidak adanya lagi tuan?-tanah, maka kaum tani untuk selamalamanya telah dibebaskan dari exploitasi feodalisme dan dengan gembira telah membangun koperasi-koperasi pertanian yang telah dimajukan dengan adanya mekhanisasi, irigasi, pupuk dan bibit yang unggul. Dengan demikian Rakyat Korea telah meninggalkan zaman yang lampau yang penuh dengan derita dan kini telah memasuki zaman baru yang penuh kebahagiaan. Dengan kesedaran pembangunan yang begitu tinggi, maka kami yakin, bahwa plan 7 tahun akan berhasil dengan sukses dan ini berarti sumbangan dan. teladan yang besar bagi kemajuan ekonomi negeri? Asia Afrika dan Amerika Latin dalam perjuangan melawan i ali kolonialisme dan neo kolonialisme,
Semangat perjuangan revolusioner yang tinggi telah ditun jukan oleh kaum wanita Korea selama perlawanan - anti
fasis Jepangdan selama perang “
anti imperialis A.S, Kami menyatakan penghargaan. atas jasa jasa para pahlawan wanita dalam perjuangan tsb. dan atas kegiatan mereka dalam segala bidang pembangunan sosialisme,
Semua ini dimungkinkan karena Pemerintah menyelenggarakan usaha-usaha untuk meringankan beban wanita yang bekerja dengan banyaknya penitipan dan taman-taman kanak-kanak serta adanya hak sama bagi kaum wanita dan laki-laki dalam memberikan jasa?
kepada negara dan Rakyat.
Jaminan sosial yang diberikan dengan cuma?, seperti waktu melahirkan dengan adanya libur 77 hari dengan gaji penuh, beaya kelahiran yang gratis, sekolah “anak? “tanpa dipungut beaya sanatorium serta pelayanan kesehatan dengan cums?, semuanya ini sangat menarik perhatian kami. Dengan adanya persamaan hak dan dicukupinya jaminan-jaminan sosial tersebut, maka kaum wanita untuk eelama?nya telah dibebaskan dari exploitasi feodalisme dan imperialisme dan sepenuhnya dapat mengabdikan dirinya bagi Nusa dan Bangsa, tanpa merasa takut akan hari depan anak?nya dirinya sendiri.
. Besarnya perhatian kepada pendidikan anak?, dengan tepatnya slogan: "Pengetahuan, moral, kesehatan”,
Hati kami selalu terharu dan tertambat oleh anak-anak dimanapun kami berada. Sebagai ibu?, kami selalu menginginkan agar anak-anak tumbuh dengan gembira, menjadi patriot? Bangsa yang berguna bagi tanah airnya. Semuanya yang kami idam*kan tersebut telah kami saksikan di Korea. Kami sangat mengagumi istana anak-anak dan pelajar di Pyongyang yang indah dan berguna sekali bagi perkembangan jiwa anak?, karena istana tsb.
memainkan peranan yang penting untuk mengembangkan bakat anak-anak serta menanamkan semangat cinta kerja dan cinta tanah air, kepada mereka, sehingga jika anak-anak menjadi dewasa dapat menjadi patriot dan manusia-manusia yang berguna bagi tanah air dan bangsanya.
Kebudayaan mengabdi Rakyat dam Revolusi,
Kami senantiasa terpesona dengan melihat berbagai pertunjukan selama berada di Korea.
Tarian dan nyanyian untuk menggugat semangat yang tinggi dari Rakyat, sesuai dengan irama -perjuangan. Masalah “ini sangat -penting, karena memelihara militansi Bangsa yang tinggi sesuai dengan kepribabadian nasional.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka kami yakin, bahwa Rakyat Korea akan maju cepat dalam menyelesaikan pembangunan s0osialisme. Kami menyatakan s0kongan kami yang sepenuhnya atas penjuangan Rakyat Korea untuk. persatuan kembali: Korea dan "untuk membebaskan Korea Selatan dari imprialisme Amerika Serikat. Kami menyatakan terima kasih atas sakongan Rakyat Korea terhadap perjuangan Rekyat Indonesia mengganyang Malaysia.
Sekali lagi kami mengucapkan
terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengunjungi Republik Demokrasi Rakyat Korea dan atas penerimaan yang hangat dan ramah tamah dari kaum Wanita dan Rakyat Korea dimana-dimana dan dengan ini pula kami sampaikan salam yang se-hangat'- nya atas nama kaum “wanita dan Rakyat Indonesia.
Hidup "persahabatan kaum ‘wanita dan Rakyat Korea dan Indonesia!
Delegasi Kongres Wanita Indonesia,
Ny Sukahar, Ketua Kongres Wanita Indonesia.
Ketua Pimpinan Pusat Bhayangkari
Ny. Suharti Suwarto, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerwani.
Anggota D.P.R.G.R./M.P.R.S.
Ny. Mariam Kantasupena, Anggota Pimpinan Pusat N.U.
Muslimat.
Ny. Chamsinah Ali Dahlan Nasution, Wakil Pimpinan Pusat Perwamu.
=== [PDF page 5] ===
Hari-hari penggemblengan pendidikan kader revolusi berlangsung di Jakarta. Calon-calon kader revolusi yang berasal dari seluruh penjuru tanahair inilah yang nantinya diharapkan memperkuat barisan progresif revolusioner untuk mengganyang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, dan feodalisme.
Presiden Sukarno didalam amanatnya menekankan supaya kita memahami Tavip sampai ke-tulang?
sungsum, Kita tahu bahwa masih ada segolongan manusia yang komat kamit setuju. Tavip tetapi dalam kenyataannya menyerimpung dan mengebiri Tavip. Golongan inilah yang didalam Tavip. disebut kaum munafik, golongan ini meskipun jumlahnya semakin kecil tetapi sama bahayanya dengan kaum imperialis, karena itulah kita berkewajiban menyingkirkan mereka.
Mengapa mereka tidak berani terang?an tidak menyetujui Tavip, ini disebabkan mereka tahu bahwa barisan progresif revolusioner ditanahair kita ini besar dan kuat.
Tetapi kita harus selalu siap dan waspada, karena mereka akan selalu dengan berbagai jalan mencari kelemahan kita agar kita ikut hanyut kedalam penyerimpungannya.
Tanahair kita dewasa ini sedang diancam oleh proyek neo kolonialis “Malaysia” yang didalangi oleh imperialis Inggris dan dibantu oleh imperialis Amerika Serikat. Sekarang ini mereka sedang mengintimidasi kita 103 juta Rakyat Indonesia dengan Armada ke-VII A.S.
yang dengan demonstratif hilir-mudik di Samodra Indonesia, bahkan mereka dengan tidak tahu malu telah berani memasuki perairan kita.
Tetapi kita, bangsa Indonesia ini bukan bangsa tempe, kita bukan bangsa yang bisa ditakut-takuti oleh 100 Armada nuklir sekalipun.
Kita sudah digembleng pahit getirnya kolonialisme.
Menjawab intimidasi itu, Pemerintah segera mengeluarkan seruan agar. kita lebih waspada, lebih giat memperkuat front persatuan nasional progresif. revolusioner, konsekwen anti imperialisme.
Dalam hal ini buruh wanita pasti tidak mau ketinggalan, mereka bersama-sama “kaum. progresif. revolusioner: terus. maju. memperkuat front persatuan untuk mengganyang setiap musuh? Rakyat.
IDIDIKAN
Oleh:
Sri Ambar
Perjuangan kita ini mendapatkan solideritet yang besar dari seluruh Rakyat Nefo, karena mereka menyedari bahwa kaum imperialis sekarang ini dengan berbagai jalan mencampuri urusan dalam negeri negeri? Asia, Afrika dan Latin Amerika.
Intimidasi Armada ke-VII A.S.
KADER
REVOLUSI
dan siasat kaum munafik ini, juga merupakan tantangan yang serius bagi kader-kader revolusi dan bagi kaum progresif revolusioner umumnya.
Didalam pembukaan Pendidikan Kader Revolusi itu PYM Presiden Sukarno sekali lagi menjelaskan tentang Tavip, agar para kader revolusi setelah menunaikan pendidikannya nanti benar-benar mengamalkan hasil pendidikannya kepada Rakyat. Dijelaskan oleh PYM Presiden bahwa dalam revolusi kita harus mengenal siapa kawan dan siapa lawan. Bahwa kawan dalam revolusi kita adalah kaum progresif revolusioner dan seluruh Rakyat?
Nefo dan Yawan revolusi kita adalah imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme dan feodalisme.
Dijelaskan pula bahwa revolusi kita bukan revolusi Istana tetapi revolusinya seluruh Rakyat Indonesia, dan bahwa revolusi kita sekarang ini bersifat nasional demokratis yang berarti kita harus konsekwen anti-imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, dan kedalam harus mengkikis habis sisa?
feodalisme, yaitu bahwa kaum penggarap tanah harus memiliki tanah garapannya, UUPA dan UUPBH harus segera dilaksanakan. Dijelaskan pula bahwa tahap pertama inilah yang meretas ketahap selanjutnya yaitu masyarakat adil dan makmur, tanpa penghisapan oleh manusia atas manusia.
Juga PYM Presiden mengharapkan dalam amanatnya bahwa kader?
revolusi inilah yang akan menjadi tulang punggung didalam penyelesayian revolusi.
Jadi jelaslah bahwa tugas para kader revolusi: adalah menjadi tulangpunggung dalam menyelesaikan tuntutan-tuntutan revolusi Agustus ’45 sampai ke-akar?nya. Untuk. ini. buruh wanita menyambut serta mengharapkan kepada siswa-siswa kader revolusi kelak menjadi kader revolusi yang bertanggungjawab, yang tugas pokoknya adalah menyelesaikan tugas negara yalah menghancurkan imperialisme, kolonialisme dan neokolonialisme yang berarti menyelesaikan tuntutan-tuntutan revolusi kita.
=== [PDF page 6] ===
Eau
i Ea 3
wanita tani bekerja.
Untuk stapa?
oleh Saridewi
Dengan tak kenal lelah dari pagi sampai malam
- Tugas-tugas mendesak wanita tani.
terdekat wanita tani ber-
| “sama-sama dengan kaum tani laki?
| falah: mengganyang ”Malaysia”
dan mengatasi kesulitan pangan.
Ini merupakan bagian-bagian terpenting
dari Program Pemerintah disam- | ping meneruskan pembangunan.
Dalam hal perjuangan melawan-7 Setan Desa untuk mengakhiri sisa-sisa feodalisme adalah satu dan tak dapat dipisahkan dari perjuangan untuk mengakhiri sisa-sisa imisme dan melawan terus neokolonialisme. ”Malaysia” adalah proyek neo-kolonialis Inggris yang disokong penuh oleh imperialis AS yang membahayakan keselamatan RI, terutama sekali Rakyat Kalimantan Utara yang sedang berjuang dengan gigih untuk kemerdekaan nasional yang penuh. Kaum tani wanita dan laki-laki dengan tekad yang bulat ber-sama-sama dengan Pemerintah dan seluruh Rakyat Indonesia yang patriotik dan revolusioner sedang maju terus menghancurkan proyek “Malaysia” ini dan menyokong penuh perjuangan Rakyat Kaltara dibawah pimpinan PM Azahari dan menuntut kepada Pemerintah Indonesia agar mengakui pemerintah Azahari dengan segera,
Sesudah Dwikora dikomandokan oleh PYM Presiden Sukarno, pimpinan besar revolusi, DPP BTI telah meinstruksikan semua angzota BTI wanita dan laki-laki untuk mendaftarkan diri menjadi sukarelawan?, Wanita tani ber-sama?
dengan kaum tani laki-laki sefyara sedar telah mendaftarkan diri menjadi sukarelawan-sukarelawan dan sukarelawati-sukarelawati untuk mempertinggi ketahanan revolusi. Dengan semboyan "satu tangan pegang bedil dan satu tangan lagi "pegang pacul” siap sedia memasuki latihan terutama memperkuat garis belakang, bekerja keras meningkatkan produksi bahan makan dengan lebih mengobarkan Gerakan 6 Baik dan Gerakan 1001.
Ini menunjukan bahwa wanita tani walaupun hidupnya masih menderita dan serba kekurangan akibat sisa-sisa feodalisme dan belum terlaksananya UUPA/UUPBH secara sungguh?, mereka tidak pernah absen dikalangan tugas-tugas revolusi, Dalam usaha mempertinggi duksi yang menjadi syarat k suksesnya pengganyangan alaysia” dan mengatasi kesulitan ekonomi, maka Landreform/ UUPBH/UUPA harus segera dilaksanakan dan sikap-sikap yang memupro
suhi kaum tani harus dicegah, pencabutan-pencabutan atas tanah garapan kaum tani dan pengusiran-pengusiran harus dihentikan. gala persengketaan
mengenai tanah kehutanan, perkeunan-perkeunan negara atau bekas perkeunan milik asing yang sudah sejak
lama ap kaum tani harus diselesaikan secara musyawarah (perundingan) melalui organisasi kaum tani dan penyelesaiannya
harus saling menguntungkan ses dengan UUPA dan Manipol
Akibat buruk dari peraturan ”26 Mei" tidak saja menghantam Rakyat pekerja di-kota-kota tetapl lebih? Yagi menimpa kaum tani didesa?, Atas desakan Rakyat terbanyak, terutama kaum tani laki-laki dan wanita maka Pemerintah telah mencabut kembali peraturan "26 Mei” itu dan telah pula mengeluarkan Peraturan 17 April 1964 sebagai penggantinya. Wanita tani ber-sama-sama dengan kaum tani umumnya menuntut agar Peraturan 17 April pengganti Peraturan "26 Mei” itu haruslah sepenuhnya sesuai dengan Dekon dan Manipol yaitu suatu peraturan yang meringankan beban kehidupan Rakyat terutama kaum tani, peraturan yang bisa menaikkan produksi dan menimbulkan kegairahan bekerja terutama dikalangan kaum tani sesuai dengan usul? DPRGR.
=== [PDF page 7] ===
sesuai dengan keadaan sekarang ini dimana SOB telah dicabut, dan tertib sivil telah dipulihkan, maka wanita tani menyokong isi surat DPP BTI kepada PYM Presiden Sukarno yang mengusulkan agar PYM Presiden berkenan membubarkan Koramil dan Pembina.
Dalam menghadapi penghidupan yang berat seperti sekarang ini dan untuk lebih suksesnya dalam aksi?
Gerakan 6 Baik dan Gerakan 1001, perlu rasanya lebih mengintensifkan pembentukan RSB (Regu Saling Bantu), kelompok-kelompok buruhtani wanita yang khusus mengerjakan sesuatu pekerjaan misalnya kelompok buruhtani wanita menumbuk padi, menanam padi, menyiangi tanaman padi, mengangkut padi, memotong padi dll guna membantu mempermudah tuntutan kenaikan upah dan mencegah diskriminasi upah.
Untuk bisa meringankan sedikit kesulitan se-hari-hari dikalangan wanita tani perlu diadakan arisan-arisan dan dikembangkan kumpulan-kumpulan kematian, mengorganisasi pengangsuran pembelian alat-alat rumahtangga seperti piring cangkir, tikar dll untuk se-waktu-waktu dipinjamkan kepada anggota-anggota yang membutuhkannya seperti mengawinkan anak, kematian dll. Mengorganisasi koperasi?
sederhana seperti membeli kebutuhan bersama, menjual hasil bersama, umpamanya saja tian”
mengeluarkan hasil sebagian kecil diambil untuk modal guna dipinjamkan kepada anggota waktu paceklik.
Gerakan 1001 paling cocok dengan wanita tani karena dia
langsung mengurus rumahtangga.
Pekarangan, kaleng-kaleng kosong atau yang bocor-bocor dan apa saja bisa digunakan untuk menanam sayur, cabe seldri dll. Pendeknya banyak hal-hal yang harus kita kerjakan untuk meringankan beban penghidupan rumahtangga disamping terus maju melawan setan-setan desa, mengganyang Malaysia”.
Karena wanita tani mempunyai kepentingan untuk tercapainya hak emansipasi wanita, — haridepan anak-anak yang gemilang dan terciptanya satu undang-undang perkawinan yang demokratis, maka wanita tani juga harus masuk menjadi anggota Gerwani. Selama sisa-sisa feodalisme belum hapus, 7 Setan Desa belum hancur maka keanggotaan rangkap bagi seorang wanita tani adalah perlu. Untuk lebih kuatnya penggalangan front persatuan tani antifeodal dan untuk mengakhiri ketidakadilan politik, untuk terwujudnya pembentukan Kabinet Gotong-Royong berporoskan Nasakom sekarang juga, wanita tani harus melaksanakan sungguh? Plan 4 Tahun BTI, terutama pada bagian?
pendidikan, organisasi dan sosek dengan tidak mengabaikan bagian?
lainnya. Pendeknya seluruh kegiatan apa saja harus disesuaikan de ngan Plan 4 Tahun BTI. Suksesnya Plan 4 Tahun BTI adalah kunci untuk mengatasi kesulitan?
ekonomi. Karena itu mari ber-sama-sama dengan kepala tegak dan dengan semangat banteng maju terus pantang mundur mendobrak 7 Setan Desa, mengganyang ”Malaysia”,
Laksanakan
UUPA dan UUPBH
dengan Konskwen!
Padi cantel pengganti beras
Dewasa ini banyak orang mempersoalkan bahan-bahan makanan apa yang bisa menggantikan beras sebelum produksi kita cukup. Memang yang penting adalah mengusahakan penambahan produksi secepat mungkin. Selain jagung juga padi tiantel dijadikan bahan pokok.
Cara memasaknya sama dengan menanak nasi dengan perbandingan air 114 dan padi cantel 1. Bisa ditanak dengan periuk, dapat juga dikukus.
Lauk pauk yang paling cocok ialah dengan urap, ikan asin dan goreng tempe.
Cendol dari tepung jagung.
Juga cendol bisa kita buat dari tepung jagung.
Cara memasak adalah sebagai berikut:
Air direbus lebih dahulu dengan ukuran: sir 3 gelas.
Tepung jagung 1 gelas direndam dahulu dengan air setengah gelas untuk sementara waktu, kemudian setelah air mendidih dimasukkan.
Setelah masak dituangkan kedalam saringan cendol yang dibawahnya sudah kita sediakan panci yang be- TIS] alr.
Cendol sudah masak.
Untuk rangkaiannya, santan kelapa dengan gula jawa yang direbus dahulu. Dapat ditambah dengan nangka diiris-iris.
Cara menghidangkannya ialah air santan, juruh (gula cair) serta cendol dapat ditambah dengan sedikit es batu agar dapat segar Taat
Oleh: Ny. Partinah,
seen
=== [PDF page 8] ===
Betapa indah pemandangan di Sofia!
ofia, Ibukota Bulgaria, yg. letaknya dipegunungan Balkan pernah kulihat dari dekat. Ditengah menghangatnya musim semi diawal Juni.
Diwaktu bunga mawar sedang mekar disepanjang jalan, sepenuh taman, berhambur sejauh mata memandang. Se-akan-akan tiada kesempatan yang boleh meluangkan tanah tanpa bunga atau pohon-pohon yang menyejukkan mata. Lalu timbul tanya dalam hati apakah tidak ada tangan nakal yang memetik bunga yang indah itu? Memang, ada denda yang dikenakan pada orang?
yang berani memetik bunga, tetapi hati Rakyat Bulgaria menyadari serta mengutamakan keindahan pemandangan yang hanya dapat mereka nikmati tiga bulan lamanya sepanjang tahun.
Mawar adalah keistimewaan bunga-bunga yang bertebar di Bulgaria disamping anggur mereka. Bukan saja di Sofia melainkan juga di-kota-kota lain yang sempat saya kunjungi seperti di Plovdiv, Bourgas, Varna dll. Dibeberapa tempat, diantaranya Kazanlik yang terkenal, terdapat lembah-lembah mawar sebagai bahan industri yang menghasilkan minyak mawar.
Dengan mawar para tamu disambut di-mana?, Dan dibalik mawar yang beraneka warna yang dikerjakan oleh tangan-tangan yang rajin, tersimpul sejarah kepatriotan Rakyatnya. Dibalik mawar itu pula tercium keharuman darah pengorbanan putra putri Bulgari dalam perang melawan penindasan Rezim Ottoman yang menjajahnya selama kurang lebih 5 abad dan setelah melalui masa berkuasanya modal monopoli asing yang menyebabkan keterbelakangan mereka, kemudian berhasil mencapai masyarakat sekarang, masyarakat sosialis sejak tgl. 9 September 1944.
Kemenangan ini telah memberikan kepada Rakyat Bulgaria jaminan sosial yang lebih baik dan mengubah negeri agraris yang terbelakang menjadi agraris mekanis dalam waktu kurang dari 20 tahun.
Dimana
berhambur dimusim semi
Mawar
Oleh: Sartini Nur.
Bangunan-bangunan baru kulihat didirikan di-mana?, tidak hanya di Sofia tetapi juga di-kota-kota lain yang tersebut diatas. Bahkan sampai di-desa?
yang kami lalui, hampir tidak nampak gubug-gubug petani yang jelek. Pertanian koperatif telah memungkinkan tiap desa mempunyai sekolah, tempat penitipan kanak?, tempat pertemuan untuk rekreasi dan taman bacaan yang menyediakan buku untuk orang dewasa sampai keanak-keanak sekolah dasar.
Pekerjaan gotong-royong itu memungkinkan kaum tani pria maupun wanita mengerjakan tanah mereka. Tugas para ibu sudah diringankan sedemikian rupa, sehingga cukup waktu untuk ikut aktif mengerjakan tanah. Masak, pekerjaan yang paling banyak memakan waktu, tidak perlu memusingkan mereka setiap hari.
Kaum tani wanita memasak hanya sewaktu-waktu mereka ingin saja. Sebab sudah ada dapur umum dimana mereka dapat membeli maserta tempat-tempat y y kan obyek pariwisata. $ diantaranya ialah Varna yang mendapat juga julukan "Mutiara”
dari Laut Hitam. Varna dapat dicapai dengan kapal, dengan pesawat udara, bus atau kereta api dari berbagai jurusan.
Dahulu kota ini merupakan kota dagang serta kota pertahanan yang penuh dengan benteng* yang sisanya masih dapat dilihat disana-sini Salah satu tempat pemandian di Varna bernama "Dhrusba” (artinya persahabatan). Presiden Sukarno pernah mengunjungi Varna pada tahun 1960. Karena itu ketika kami ditempatkan dihotel "Lebet” (artianya angsa), pekerja-pekerja hotel mengenal kami sebagai tamu-tamu dari negeri ”Sukarno”.
=== [PDF page 9] ===
Selain memiliki hotel dan restoran yang modern, Varna mempunyai paling banyak tempat-tempat peristirahatan dari serikatburuh?, kantor?
bahkan terdapat balai peristirahatan internasional untuk para wartawan sendiri. Dekat dari daerah pantai Varna, disebelah utaranya, terdapat salah satu tempat obyek kaum turis lainnya yang terkenal dengan nama Slatni Pyassazi atau pantai emas.
(Golden Sand), Kecuali hotel*, restoran?, terdapat juga cabins yang hanya memuat dipan cukup untuk dua orang, tentu saja dengan pembayaran yang lebih murah daripada dihotel.
Bulgaria dengan luas kira?
110.000 km? (pulau Jawa 132.
000 km?) mempunyai daerah pertanian yang luas dengan industri yang telah berkembang. Dasar/ basis perekonomian Bulgaria ialah pertanian dan industri. Sebelum pembebasan Bulgaria termasuk negeri yang paling terbelakang ekonominya di Eropa, terutama disektor industri. Kini Republik Rakyat Bulparia menggunakan dan telah menyelesaikan Rencana Lima Tahun ke I, kell dan ke II (1948-1962)
dengan hasil gilang-gemilang. Hasil produksi nasional sektor sosialis (milik negara dan koperasi) dibidang industri kini lebih dari 98 Sc dibidang pertanian lebih dari 9096, dibidang perdagangan eceran lebih dari 9090, sedangkan bagian pendapatan nasional yang berasal dari sektor sosialis ada 9396.
Sesudah kaum buruh dan kaum tani di Bulgaria berkuasa, seluruh daerah pertanian dikoperasikan sehingga merupakan satuan-satuan produksi pertanian yang besar. Koperasi pertanyan ini adalah koperasi pertanian koperatif. Tanah tetap milik koperasi pertanian koperatif dan belum pertanian kolektif, sedangkan alat produksi lainnya (traktor dan mesin) milik negara. Pengusahaan pertanian koperatif ini bersifat sosialis, karena didasarkan kepada kerjasama kolektif para anggota koperasi.
Bentuk satuan produksi pertanian yang besar melalui pengkoperasian telah terbukti dapat memodernisasi pertanian dengan hasil produksi yg. terus meningkat. Pada tahun 1960 hasil produksi pertanian naik dengan 172,896 dibanding dengan tahun 1958. Tiap-tiap tahun hasil produksi rata-rata naik 1596, sedangkan kenaikan penduduk tiap tahun ada 14%. Tanah yang dapat diairi pada tahun 1963 meningkat
menjadi 30 kali tahun 1957. Ini berkat banyak didirikannya bendungan-bendungan besar kecil diseluruh negeri, sehingga kini Bulgaria mempunyai tidak kurang dari 1500 danau buatan yang serba guna (untuk pengairan, pembangkit tenaga listrik, penanaman ikan dan untuk tempat pariwisata). Perkembangan industri hanya mungkin bila pertanian berkembang. Industri memerlukan bahan-bahan mentah dan pemasaran didaerah pertanian sedangkan perkembangan industri hanya mungkin bila pertanian berkembang. Kecuali itu mekanisasi pertanian memerlukan alat-alat dan mesin pertanian yang dihasilkan oleh industri tadi. Sesudah pembebasan pengembangan industri langsung dipimpin oleh negara. Dengan pesatnya @iindustrialisasi, selama Plan Lima Tahun ke-I (1948-1952)
bandingan jumlah hasil produksi antara sektor pertanian dan industri.
cepat berubah dari 60,5: 39,5 (1948) menjadi 41.00: 59.00 (1952), sedangkan pada tahun 1957 berubah menjadi 32.6: 67.4. Dalam th. 1957 ini seluruh pendapatan nasional yang 4770 berasal dari sektor industri, yang 23960 dari 3076 dari sektor-sektor produktif Yainnya (transport, pariwisata dan lain?nya).
Kemakmuran yang lengkap ialah bila terjamin baik dan adil merata,
Pendidikan, kebudayaan, kesejahteraan dan kesehatan Rakyat sangat dipentingkan dan umumnya ditanggung oleh Negara. Kaum buruh, tani, wanita-wanita serta anak-anak mendapat rawatan yang sangat baik.
Dipantai emas misalnya ada terdapat gedung bertingkat tujuh yang tidak kalah indah daripada gedung-gedung peristirahatan lain*nya. Gedung ini mempunyai 230 kamar lengkap dengan tempat tidur. Ada ruang rekreasi, ruang tamu, ruang makan yang dilengkapi dengan pesawat-pesawat radio. Sedangkan untuk anak-anak disediakan ruang makan tersendiri.
Adakah gedung megah indah ini untuk pahlawan?? Tak lain adalah untuk pahlawan-pahlawan tani, yang tergabung dalam Koperasi pertanian.
Mereka boleh menempatinya secara bergiliran dengan membayar sewa 17 leva (rupiah Bulgaria) untuk seorang. Anak diharuskan membayar 10 leva. (hasil rata-rata petani 80 leva sebulan).
Itulah sekedar catatan tentang Bulgaria yang pernah kulihat diwaktu bunga mawar sedang merekah harum dimusim semi, negeri mawar yang tersiram keringat Rakyat pekerja yang sudah menang.
Penulis artikel ini bergambar bersama dengan wanita Bulgaria.
=== [PDF page 10] ===
Balet Nasional CG U B a
Oleh: Darmini.
balet merupakan salah satu cabang kesenian yg. kini dipupuk dan dikembangkan di Cuba, Pemerintah telah mendirikan Sekolah Balet Nasional dibawah asuhan Dewan Nasional Kebudayaan Cuba untuk mendidik tunas-tunas baru, untuk mengembangkan senitari balet.
Yang diterima menjadi siswa mulai anak-anak berumur 8 yang duduk diklas II sekolah dasar sampai umur 11 tahun. Lamanya pendidikan 8 tahun. Adapun mata pelajarannya disamping teori dan praktek kesenian balet, termasuk pula musik, teori dan praktek (piano), olahraga, bahasa Perancis, Rusia, Inggris serta pendidikan dasar ketentaraan. Setiap angkatan hanya menerima siswa 50 terdiri dari wanita dan Yaki?.
Tokoh balet terkemuka yalah Alicia Alonso dan balerina? Yainnya yang terkenal yaitu Mirta Pla, Yosefina Mendez, Aurora Bosh, Silvia Marikhal, Laura Rayneri, Dan balerina yang selalu menyertai Alicia Alonso dalam tariannya yalah Rondolfo Rodrguez. Balet Nasional Cuba ini tidak saja mengadakan pertunjukan-pertunjukan didalam negeri, tapi dfuga kadang-kadang diundang keluar negeri.
Kreasi-kreasi baru yang diciptakan antara lain "El caballo de coral”
atau "Kuda Laut” berdasarkan suatu ceritera dari Onelia Yorga Cardoso yang pada pokoknya menggambarkan kehidupan-kehidupan individuil dan kolektif dan keunggulan kolektif atas individu. Ciptaan tersebut merupakan balet modern. Disamping kreasinya sendiri, balet Nasional Cuba juga menerima kreasi baru dari Luarnegeri seperti "La Nueva Odisea” dibawah pimpinan Emmy Kohler Rikhter guru balet, direktur teater opera dan balet di Leipzig, RDD yang diundang ke Cuba. ”La Nueva Odisea” adalah berdasarkan balet
klasik dengan ekspresi-ekspresi jaman sekarang, suatu refleksi kapasitet tehnik dan artistik. Tarian-tarian yang dipentaskan yaitu kombinasi tarian klasik dan folklore tarian-tarian historik dan modern.
Balet Nasional Cuba ini mulai mengadakan pentasan-pentasan kepada massa, yaitu belum lama berselang ini tokoh balet Alicia Alonso beserta rombongan mengunjungi beberapa tempat dimana kesatuan?
tentara Cuba sedang bertugas. Yang dipertunjukkan yalah balet "Avanzada” atau ”Maju” berdasarkan perjuangan gerilya.
Segenap peserta rombongan mengenakan pakaian milisi. Rombongan tersebut mendapat sambutan hangat dari anggota-anggota kesatuan, karena baru sekali itu rombongar balet mengunjunginya. Adapun tempat-tempat untuk pementasan balet tersebut bukannya teater yang bagus, melainkan ditempat-ditempat dimana kesatuan-kesatuan sedang bertugas, yaitu dilapangan disela-sela pohon kela
menghibur kepada tentara,!
memperkenalkan balet "Avanzada"
yang dinamis itu, y menjadi satu dengan ke kian besarnya perhat butan anggota-anggota pasukan sehingga Alicia Alonso d lukan wanita sejau d tanda terima kasih, zada” mendapat hadiah miniat tank.
Jadi Balet Nasional Cub hanya memberikan pertu di-kota-kota besar saja da besar, tetapi ternyata ik
bisa
adang”, tani bekerja, dipab dan gunung dimana per dang melakukan kewad kadang-kadang diundang
keluar
perialis.
Dengan mempersatukan diri bersama massa, maka seni tari balet akan mendapatkan inspirasi?
baru sehingga menimbulkan kreasi?
baru sesuai dengan tuntutan zaman.
Balet nasional Cuba memberikan contoh kepada artis-artis lainnya, betapa pentingnya untuk terjun kemassa yang tidak lain juga merupakan sumber bagi perkembangan kesenian Rakyat itu sendiri. Apalagi dimana kini Cuba sedang menggali kesenian?nya sendiri yang mempunyai akar dikalangan Rakyat.
Balet Nasional mendapat pujian tinggi, karena tindakan?nya yang patriotik. Disamping menjadi anggota-anggota senitari balet Nasional Cuba, merekapun merupakan prajurit?
yang setiap saat siap sedia untuk menghalaukan agresor imperialis AS beserta antek?nya, bilamana mereka menyerang Cuba, negeri sosialis pertama dibenua Amerika.
=== [PDF page 11] ===
QSGQaUU KUN
Dalam rangka peringatan hari Tani Nasional th. 1964, di Kebayoran Baru telah berlangsung Pameran Pertanian dan pameran pengganti bahan makanan pokok pengganti beras. Ikut sesi dalam pameran tersebut selain organis massa Tana seperti BTI, Petani, Pertamu dll, juga dari Kementerian Pertanian, Kesehatan, BKTN, Perhewani dsb, juga Kowani mendapat ajakan untuk ikut serta mengisi pameran tsb. Ini dilaksanakan sesuai dengan keputusan Kongres ke X Kowani tentang swadaya/swasembada pangan dan revolusi dalam bidang makanan, dan ini juga merunakan sambutan daripada Pidato Y.M. Presiden Pemimpin Besar Revlousi dalam "TAVIP” tentang perobahan dalam menyusun makanan rakyat.
Perintah Bapak Presiden yang tegas untuk menghentikan impor beras harus kita sambut dengan tindakan yang nyata, yalah memperhebat produksi bahan makanan atau menu kita sehari-sehari sehingga tidak tergantung kepada beras seperti sediakala. Penting juga kiranya bahwa masakan-masakan yang disajikan sesuai dengan selera masyarakat daerah masing-masing sehingga menjadi populer dan menambah pemakaian bahan makanan pokok dengan bermacam-bermacam variasi.
Kita kenal semboyan empat sehat, lima sempurna, akan tetapi
Kesibukan dalam pameran makanar..
Pameran perubahan MENU
semboyan ini lebih mudah difahami daripada dilaksanakan, karena makanan-makanan itu ta” terbeli oleh Rakyat pertama, dan kedua karena pikiran kita terikat kepada bahan?
makanan yang konvensionil seperti beras sebagai sumber rrotein.
Buah?an dan sayur-sayur sebagai sumber vitamin, mentega dan minyak sebagai sumber minyak. Jagung terutama seperti di Indonesia kita kenal beberapa jenis jagung, jagung cantel, jewawut mengandung 70% zat hidrat arang dan 8% protein ini dapat digunakan sebagai makanan pokok yang sama dengan beras.
Demikianlah, selain di pamerkan dan dianjurkan tentang perubahan Menu dan revolusi makanan rakyat di Stand "Kowani” juga diadakan demonstrasi cara mengolah/memasak makanan-makanan tersebut, selain itu juga diadakan penjualan makanan.
Pameran tersebut dipimpin oleh Ibu Satrio (sebagai ketua pameran)
dengan dibantu oleh wakil?nya dari Persit, Gerwani, Wanita Marhainis,
Oleh: Ny Sulistyowarni
hein,
Pemuda Putri Indonesia dan Bhayangkari. Murid-murid dari S.M.K.A.
dan Pegawai Departemen Kesehatan, tiap hari memberikan bantuannya yang sangat berharga. Tiap hari secara bergiliran acara di stand Kowani di-isi oleh:3 organisisi wanita. Biar keadaan hujan, perhatian terhadap stand Kowani sangat besar. Pertanyaan berkisar pada sayuran?' kebun yang beluna dikenal oleh masyarakat ramai
Sayuran-sayuran tsb. didemonstrasikan oleh Gerwani (seperti terlihat dalam foto) diatur rapi dalam tampan dan lalapan-lalapan yang bermacam-bermacam yang mendapat sambutan hangat dari para pengujung stand Kowani. Selain sayur?an ini juga banyak yang menanyakan cara pengolahan bahan-bahan diluar beras, seperti masakan cantel, masakan sagu, jagung, singkong, ubi, dll.
Daging kelinci dan daging bebek
" yang juga didemonstrasikan menarik perhatian para pengunjung.
Pada akhirnya kepada organisasi?
yang menyiapkan pameran makansn perobahan menu di stand Kowani oleh Bapak Menteri Kesehatan Bapak Satrio diberikan tanda surat penghargaan yalah kepada organisasi: Persit, Gerwani, Wanita Mar- Pemuda Puteri Indonesia, dan Bhayangkari.
=== [PDF page 12] ===
ntuk melaksanakan DWIKORA
yang dikomandokan oleh Presiden Sukarno, DPP Gerwani telah mengadakan Training Centre dua kali. Yang pertama diadakan untuk kader-kader produksi, yang diikuti oleh kader-kader muda yang tugasnya diutamakan untuk kegiatan?
mempertinggi produksi.
Mereka telah mendapat pelajaran soal-soal yang berhubungan dengan cocok-tanam, gerakan 1001 yalah menanam dalam pot-pot yang tujuannya untuk meringankan beban dapur yang dirasakan oleh para wanita semakin berat. Mereka belajar bagaimana cara menanam bayam, tomat, cabe dll. agar dapat berbuah banyak dan subur. Disamping itu juga cara menanam diladang dan disawah. Membantu kaum tani tidak hanya soal-soal pendidikan anak?, PBH, dll. tetapi juga soal cocok-tanam, diharapkan kader? Gerwani dapat mengerjakannya. Terutama untuk didaerah-didaerah konfrontasi.
Disamping itu juga soal-soal perikanan, pembuatan makanan tahanlama, perternakan, dan juga indoktrinasi Manipol, pelaksanaan
UUPA/UUPBH, dan pembangunan organisasi. Sedangkan pengajar?- nya mendapat bantuan dari Jawatan-jawatan yang bersangkutan.
Untuk Sukseskan Dwikora:
Training Centre
F Sukarelawati
Gerwani
Angkatan Tavip.
Mengenai amanat PYM Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1964, dengan pidato TAVIP, telah diadakan T.C. DWIKORA yang kedua. Sesuai dengan situasinya, yalah perjuangan melawan "Malaysia” yang semakin memuncak, maka T.C. itu telah diajarkan juga dasar-dasar kemiliteran, seperti baris-berbaris atau PBB, pengetahuan tentang senjata, menembak, evakuasi, sanitasi, PPPK, Perawat-
. Sedangkan asrama dan
an Keluarga, dan soal-soal kepalangmerahan, Disamping itu diajarkan TAVIP, Marxisme dan soal-soal produksi. Juga diberi ceramah dari
Partai? NASAKOM, CC PKI diwakili oleh YM Menteri Wakil Ketua DPR GR Lukman, Wakil DPP
PNI Ir. Surachman, Wakil DPP NU Sdr. Notosutarjo, dan ceramah-ceramah dari YM Menteri Dalam Negeri Dr. Sumarno soal organisasi sukarelawan, soal gerakan wanita oleh Ketua Koordinator KOWANI Ny. Dr. Subandrio, soal-soal latihan pendidikan kemiliteran bagi sukarelawati oleh Ny. Sumarno, dan Marxisme oleh YM Menteri diperbantukan Presidium Kabinet Kerja Bung Nyoto. Soal kemiliteran diberikan oleh pelatih-pelatih dari Pusdikkes dan SUAD V dan ceramah oleh Mayoor Jenderal Sukawati.
tempat?
kuliah mendapat bantuan untuk menempati mess MPPR.
Ujian-ujian telah diadakan, 63 telah lulus dari ujian PPPK, dan mereka sedia membantu perjuangan digaris depan, daerah perbatasan.
4. Disamping itu juga terdaftar siswa?
4. TC yang sedia bertugas didapur- — umum,
| rangan.
administrasi dan pene-
TC yang kesatu dan yang kedua
" telah dapat menghimpun kader?
yang sedia menerima tugas se-
| waktu?, sebanyak 200 orang.
Demikian latihan?! dan usaha?
yang lebih kongkrit untuk suksesnya
DWIKORA.
=== [PDF page 13] ===
Catatan dari Istana.
Penjebolan Sisa-sisa Feodalisme
VM cagenang kembali puncak Kors gres ke-V PPDI, pada resepsi di Istana Negara untuk menerima amanat langsung dari Bapak Prearno. Dengan seluruh kekebanggaan yang luar anggota Panitia dan Peberusaha aik*nya agar sjarah itu sukse
khidmat dan berisi nz nting dari Bapak Ke-, Pemimpin Besar Relikan desa seamat enyeing in m
Kecin taan
a dan Raky
itnya. 1 yaan pada ke-
7 uatan Tanahakyatnya. Pamong n kaum taniuntuk
tangan riuh senantiasa me amanat tanda tanggapan peserta Kongres ke-V PPDI penuhnya dan tanpa reserve dap amanat Pemimpin Besar
Revolusi.
Bagi kaum wanita pada malam resepsi itu mendapat tambahan kekuatan yang wajib kita pakukan dalam kegiatan se-hari?. Dengan tandas Bapak Presiden menekankan, bahwa dengan terpilihnya wanita-wanita sehagai lurah merupakan pen- Gyebolan peraturan-peraturan kolonial yang harus diakhiri, sebagaimana telah disebutkan dalam pidato Ketua DPP PPDI, Sdr. Usman Muftiwijaja dan Sdr. Rolifah, bahwa IGO dan IGOB harus diganti dengan peraturan yang sesuai dengan alam Indonesia yang telah merdeka.
Hal ini juga ditekankan oleh YM Menteri Ipik Gandamana, bahwa Pemerintah telah berusaha untuk mengganti Peraturan Pemerintahan Perdesaan yang umurnya sumemper- | malam |
" dengan me- |
tan, untuk me- Yg
mengga- y
‘ah gag eget aa
Lurah "wanita Brebes dalam i PPDI di Istana Negara.
dah setengah abad lewat itu.
harapkan pada tahun 1964 ini selesai. — Jika kaum wanita merenungkan lebih dalam, apa artinya pe enjebolan sisa-sisa kolonialisme didesa yang berwujud larangan wanita me nj: idi lurah, akan besar sekali manfaatnya bagi perkembangan kemajuan kaum wanita didesa.
Se-tidak?nya kaum wanita yang aktif dalam perjuangan didesa akan memperoleh hak?nya yang selama ini hilang dirampas oleh IGO.
Kini menemukan kembali dengan dihapuskan fasal-fasal dan dituntut dihapuskan seluruhnya IGO yang mengekang perkembangan kemajuan kaum tani didesa. Apabila hak itu telah kembali kepangkuan kita kaum wanita, sesudah kita perjuangkan terus-menerus, maka sekarang, menjadi kewajiban kita kaum wanita untuk terus mentrapkan hak itu se-baik?nya dengan tanggungjawab dan kecakapan bekerja yang luar biasa. Sebagaimana dinyatakan oleh Lurah? Wanita dalam Kongres PPDI, sanggup berkompetisi dengan lurah-lurah priya.
Kompetisi Manipolis sejati yang ingin mengubah wajah desa menjadi lebih maju, subur-makmur,
» Tentang tanaman padi,
dan betul-betul bisa menjadi sumber kekuatan.
Dengan rasa puas disertai hangatnya getaran jiwa, cita-cita kaum wanita melambung tinggi. Kini kita hadapi tugas-tugas yang kita cita*kan.
Dengan semboyan INTEGRASI
TOTAL DENGAN KAUM TANI lurah-lurah siap-siaga melaksanakannya.
Dalam kesempatan sejenak menjemput Bapak Presiden Sukarno, Lurah? Wanita telah beramahtamah dengan Bapak Pemimpin Besar Revolusi yang belum pernah ber-
» temu muka dari dekat. Ketiga Lurah Wanita, Rolifah, Marsih Karyono dan Ny. Suprapto, atas pertanyaan Bapak Presiden menyatakan ”Baru pertama kalinya tahu dan bertemu dengan Bapak. Jika gambar dan di-film sudah sering.” — tan, jagung, penyakit tanaman dan hama, tentang sistim penelitian tanah juga menjadi bahan pembicaraan, Meskipun menjawab pertanyaan Bapak Presiden tidak mudah karena gugup, tetapi lurah-lurah wanita dengan kesungguhan berusaha menjawab dengan tepat. Keramahtamahan dan suasana gembira sangat mengesankan. Terutama pertanyaan? Bapak Presiden yang diluar dugaan para Lurah Wanita itu. Meskipun hanya ditanya "Didesamu ada kucing tidak?” — Sesudah Bapak Presiden mengulang dua kali baru dijawab ”Ada Pak, banyak.” — "Jadi lurah itu enak ya? Sore-sore sudah pada
TidOT 12an ” — "Tidak Pak, kami tidak bisa tidur, keliling desa.” — "Suka wayangan?” — Ya, waktu
bersih desa.” — "Produksi harus dinaikkan, harus tahu poker kaum tani, harus turun.........
Semua menyatakan pasediononaell Waktu melalui halaman, tiba? Bapak Presiden bertanya "Ini bunga teratai, sudah tahu belum?”
”Baru sekarang ini tahu.” — Semua tertawa,
Tidak berbeda dengan perasaannya para peserta priya, Lurah? Wanita menyatakan “Suatu peristiwa yang tidak akan dilupakan dalam sejarahnya.” Sukses-sukses yang dicapai akan mendorong lebih maju lagi, hingga jumlah lurah wanita menjadi lebih banyak.
=== [PDF page 14] ===
Sedikit tentang Gerakan Wanita Indonesia.
Hari Sumpah Pemuda tahun ini dirayakan dalam saat-saat situasi tanahair kita menghadapi pekerjaan yang hebat yaitu pelaksanaan Dwikora untuk menghancurkan,,Malaysia” dan mengganyang kesulitan ekonomi. Mudan-an hikmah dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ini dapat mempertinggi semangat dan dayajuang kaum wanita untuk melawan imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme dan feodalisme.
Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 1964 ini perlu kiranya kita ungkap kembali sejarah perjuangan gerakan kaum wanita. Dan khususnya sejarah dan perjuangan Gerwani. Sejarah lahir dan perkembangan Gerwani pentig untuk dikena: kecucu oleh para kader, aktivis anggota#nya juga oleh massa wanita umumnya, Karena disamping mengenal gerakan nasional penting pula mengenal sejarah gerakan wanita yang tidak terpisahkan dengan gerakan Nasional kita.
Sejarah ini meliputi tiga tingkatan, yang dapat diuraikan sbb:
I. Sebelum Perang Dunia kedua.
II. Jaman Jepang.
III. Sesudah Perang Dunia kedua.
Mengenal ini berarti memahami sebab'nya Gerakan Wanita dan khususnya Gerwani lahir, tumbuh dan terus berkembang, yalah nada tangga 4 Juni 1950 Gerwis lahir.
Tahun tersebut dinyatakan dalam Manipol sebagai permulaan periode survival revoiusion yang artinya menurut PYM Presiden Sukarno yalah: "merebut dan mempertahankan kekuasaan dan tetap hidup, tidak mati, tahun untuk menyembuhkan luka?, kita sulami mana yang bolong, kita tutup mana-mana yang jebol. (Manipol Penerbitan Dep.
Pen Hal. 28).
Gerwani lahir sebagai penerus jejak gerakan wanita revolusioner yang bangkit pada permulaan abad ke-20, sejak zaman Ibu Kartini
12
Tingkat 1: Sebelum Perang #Dunia ke-fI lahirlah R.A. Kartim ada tgl 21 April 1879, perintis emansipasi wanita yang tidak hanya dikenal oleh wanita Indonesia, tetapi juga wanita dari berbagai negeri.
Kartini dengan cita?nya yang tinggi telah memberi inspirasi kaum wanita zaman sekarang, dengan citacitanya, fikiran*nya yang jernih terhadap soal?:
1. Perbaikan kedudukan wanita dalam perkawinan.
2. Persamaan hak-hak wanita dalam pengajaran/pendidikan disekolah dll,
Cita? Kartini yang merintis perjuangan nasional selanjutnya, telah menjiwai lahirnya berbagai golongan perkumpulan wanita dikalangan intelektuil, dikalangan keagamaan dan perkumpulan-perkumpulan das, rah yang lokal yang menjadi bagian dari Partai? Politik yang berjuang untuk kemerdekaan.
Timbulnya gerakan emansipasi revolusioner. Ibu Munasiyah yang menjadi Ketua Sarekat Rakyat di Seinarang meletakkan dasar bahwa perjuangan wanita tak dapat dipisahkan*kan dengan gerakan Rakyat umumnya untuk menuntut kemerdekaan Tanah Air. Disamping itu juga memperjuangkan hak:
wanita dan merebut hak-hak wanita
. sebagai manusia. Selanjuinya pada
tahun 1932 ada organisasi wanita politik yang merupakan penerus benih-benih revolusioner, yalah Isteri Indonesia yang mempunyai dasar perjuangan revolusioner untuk mencapai hak-hak demokrasi dan menuju Indonesia Raya yang merdeka. Dan dengan berani melawan pemerintah kolonial Belanda.
Sesudah lahirnya Hari Sumpah Pemuda tahun 1928 yang merupakan manifestasi persatuan nasional untuk menjawab tantangan Kolonialis Belanda, maka pada tanggal 22 s/d 25 Desember 1928 Kongres Perempuan menyelenggarakan kongresnya yang ke-I di Yogyakarta.
Kongres ini belum mencampuri soal-soal politik.
Berdasarkan keadaan itu, maka diluar PPII, didirikan organisasi?
wanita yang mempunyai tujuan kekesedaran wanita Indonesia dan untuk mempertinggi derajat hidup Rakyat Indonesia untuk melaksanakan dan menyempurnakan Indonesia Merdeka, Organisasi ini vernama "Isteri Sedar” didirikan pada tanggal 22 Maret 1930, Pada tanun
1933 berdiri Mardi Wanita yang kemudian pada kongresnya tahun 1935 menjadi Persatuan Marheinis Indonesia, yang dipimpin oleh Ibu Reksokusumo, Ibu Sri Panggian, Ibu S.K. Trimurti dll. Perkumpulan inilah yang mendasarkan perjuangannya tidak hanya mengemai kewanitaan, tetapi menjadi penerus benih-benih perjuangan cmansipasi wanita revolusioner dengan melaksanakan tuntutan-tuntutan program politik untuk kemerdekaan Tanah Air.
Tingkat kel: Di zaman Jepang perkumpulan-perkumpulan wanita tidak aktif. Jepang mendirikan satu organisasi dinamakan "Fujingkai"
Pada umumnya pimpinan Gerwani sekarang ini tak ada yang masuk kedalamnya. Pada zaman ini kaum wanita mengalami kehidupan yang gelap-gulita. Mereka menjadi korban keganasan fasis Jepang, di- Gyadikan sumber tenaga murah, dan umpan hawa nafsu. Garis Front Anti Fasis dengan dukungan Indonesia terus berjuang melawan Jepang untuk kemerdekaan.
MI: Sesudah Perang
Dunia ke-II dimana kemerdekaan Tanah Air sudah diproklamasikan dengan perjuangan Rakyat Indonesia yang serentak. Kaum wanita mengambil bagian aktif dalam perjuangan ini, baik digaris belakang maupun digaris pertempuran, menjadi laskar-laskar bersenjata melawan musuh. Disamping itu lahir berbagai organisasi wanita: Perwari, PPI, BBW, dil. yang kemudian pada tanggal 24 Februari 1964 di Solo diadakan Konferensi yang berhasil membentuk badan Kongres Wanita yang disingkat KOWANI.
Kowani menyatakan diri berdiri 10076 dibelakang R.I. dan menuntut Kemerdekaan 100Yo dan menyatakan masuk menjadi anggota
=== [PDF page 15] ===
G.W.D.S. yang ketika itu ternyata revolusioner dan menyokong perjuangan kaum wanita Indonesia.
Perjuangan Kowani yang begitu heroik selama itu, merubah haluannya setelah ada aksi polisionil Belanda pada tahun 1948 ditambah dengan diterimanya perjanjian K.M.B. Banyak pimpinan-pimpinan organisasi yang bimbang dan pada Kongresnya di Jakarta pada tanggal 24 s/d 26 November 1959 memutuskan KOWANI dari badan Gabung an menjadi badan kontak dan menyatakan keluar dari G.W.D.S. Keanggotaan GWDS diserahkan pada organisasi masing?, Bersamaan dengan itu pada tgl. 4 Juni 1950, lahir Gerwis dan masuk menjadi anggota Kowani. Dan setelah Kowani menyatakan keluar dari GW-
Lahirnya Gerwis atas inisiatif 7 organisasi Wanita yang mempunyai azas dan tujuan yang sama terjadi dalam Kongres tusi dengan Kongres imi telah mengupas soal?
organisasi dan keadaan politik, sangat mendorong fikiran kaum wanita yang tergabung dalam Gerwis, bahwa pada tahun 1950 telah dirasakan adanya kekurang cocokan dengan pimpinan organisasi lainnya yang menempuh jalan konsckwen terhadap idee persatuan
dan) “kesetiaan pada perjuangan mefmenangkan revolusi, dan menuntut K.M.B. dibubarkan. Karena K.M.B. telah mengembalikan kekugsaan modal. asing di Indonesia yanf berarti mengembalikan bercofbinya kolonialisme. Ketujuh orgMnisasi tersebut mempunyai tekad untuk mempertahankan kemerdekaan dan konsekwen melawan imperialisme. Sebagaimana telah mereka perjuangkan dalam clash I—II dengan mengadakan perang gerilya. Dengan tegas Gerwis menentang politik Pemerintah Sukiman yang reaksioner dengan menangkapi pimpinan-pimpinan organisasi dan Partai-partai revolusioner, yang mempertahankan Panji? Revolusi Agustus 45. Gerwis berjuang melaksanakan tuntutan wanita untuk demokrasi, hak-hak wanita, dan taraf hidup yang lebih baik. Dan mewujudkan apa yang dicantumkan dalam UUD 45 pasal 27, yalah persamaan hak-hak antara wanita dan laki-laki sebagai warga-negara dan memegang teguh serta mengibarkan Panji? Revolusi Agustus 45.
Dalam Kongres tersebut ditegaskan, bahwa tujuan Gerwis untuk terbentuknya masyarakat samarata, hapusnya penindasan oleh manusia atas manusia, oleh bangsa atas bangsa.
Dimana-mana Gerwani selalu sibuk menyelenggarakar Rapar.
Dengan sejarah singkat ini dapat difahami bersama, bahwa kelahiran Gerwis adalah suatu kelahiran yang wajar, lahir karena keadaan itu sendiri, dan sampai sekarang tetap tumbuh menghijau dan maju dengan pesatnya.
Untuk dapat menggalang persatuan wanita Gerwis masuk menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia. Selanjutnya berdasarkan keyakinan, bahwa perjuangan wanita Indonesia adalah tidak dapat dipisahkan dengan perjuangan wanita seluruh dunia, terutama dalam perjuangan untuk kemerdekaan nasional yang penuh dan perdamaian sejati, maka Gerwis sebagai anggota G.W.D.S. tidak ketinggalan dalam perjuangan wanita sedunia.
Dalam taraf pertumbuhan Gerwis ini tidak sedikit rintangan?
yang dihadapi sebagai organisasi yang masih muda, banyak kekurangan cara kerja yang dialami.
Pengalaman 5 tahun ini, sejak dilahirkan dapat memberikan pelajaran dan pengalaman yang banyak. Pengalaman-pengalaman yang baik dan kekurangan-kekurangan yang menonjol telah dibicarakan Kongres ke I—II.
Telah diyakini bahwa diantaranya nama "Gerakan Wanita Sedar” itu juga sangat mempengaruhi perkembangan organisasi, karena banyak dikalangan kaum wanita, beranggapan bahwa yang dapat masuk Gerwis hanya mereka yang sudah sedar saja. Hal ini dapai difahami bersama, dan bertepatan dengan itu ada dua organisasi wanita yang meleburkan yalah Isteri Buruh Kereta Api dan Perwin dari Menado, sehingga dengan persetujuan Kongres mengganti nama Gerwis menjadi Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia).
Kongres ke-III tahun 1957 Gerwani bekerja dengan plan ternyata menambah pesatnya kemajuan?
organisasi, khususnya dilapangan keanggotaan, misalnya pada permulaan Gerwani didirikan anggotanya hanya 600 orang, Kongres ke-II bertambah 15 kali, Kongres ke-III meningkat menjadi 700% dan pada Kongres hingga sekarang menjadi 1,750,000. Gerwani telah mempunyai 1473 Taman Kanak?
Melati dan ratusan ribu Taman Minggu Melati serta banyak lagi usaha-usaha lainnya.
=== [PDF page 16] ===
Cita-cita KARTINI dan Perjuangan
Nasional.
alam usaha untuk memperkaya
perbendaharaan sejarah tentang Kartini, kami perlukan menghubungi Drs. Muh. Ali, Kepala Arsip Nasional dan seorang ahli sejarah yang kita kenal dengan karya*nya tentang Sejarah Indonesia dan tentang Feodalisme, yang sangat membantu untuk mendalami Sejarah Perjuangan Rakyat dan Bangsa Indonesia dalam melawan penghisapan feodal dan kolonial.
Selama tiga jam kami dibawa mengikuti kealam lampau yang penuh dengan perjuangan heroik Rakyat Indonesia dalam melawan penghisapan dan penindasan kaum kolonialisme Belanda. Perjuangan perwira yang merata diseluruh kepulauan, dari Jawa, Bali, Lombok, Timor, Makasar, Kalimantan sampai Aceh. Mengikuti Perjanjian?
antara Raja-raja dengan Pemerintah Kolonial Belanda untuk mendapatkan tenaga Rakyat yang murah diperbudak. Semuanya dilukiskan dalam surat-surat perjanjian yang umurnya sudah ratusan tahun yang masih tersimpan baik dalam almari?
berkaca, dan gudang-gudang buku-buku kuno digedung besar Arsip Negara. — Dalam menambah keyakinan kami terhadap kebenaran Kartini, Pak Ali menyatakan “Tulislah Kartini sebagai suatu cita-cita yang menyeluruh, bersifat nasional, yang kita yakini kebenarannya. Jangan memperdulikan kata-kata orang Belanda kolonial yang menfitnah — tanpa Abendanon Kartini tak mungkin ada dsb. dsb. — Bagaimanapun juga Kartini mempunyai cita-cita yang besar dan penting bagi kaum wanita dan bangsa Indonesia”. —
Rombongan kami menyambut sekali, dan buat kaum wanita yang berpijak pada sejarahnya sendiri, tidak akan ragu-ragu menerima fikiran?
yang menyatakan bahwa Kartini adalah Perintis Perjuangan Kemerdekaan Nasional. Hal ini memang tidak perlu diragukan, dari bahan?
tentang Kartini yang sudah dikumpulkan cukup memberi kekuatan.
Salahsatu dari yang banyak telah disiratkan dalam surat? Kartini yang
14
mengatakan "Bukan hanya suara dari luar saja, suara yang datang dari Eropa yang beradab, yang hidup kembali, yang datang masuk kedalam hati saya, yang jadi sebab saya ingin supaya keadaan yang sekarang ini berubah. Pada masa saya masih kanak?, ketika emansipasi”
belum ada bunyinya, belum ada artinya bagi telinga saya, serta karangan dan kitab tentang fasal itu masih jauh dari jangkauan saya, telah hidup dalam hati saya suatu keinginan, yang makin lama, makin besar, KEINGINAN AKAN BE-
BAS, MERDEKA BERDIRI SEN-
DIRI, Keadaan sekeliling saya, yang memilukan hati, mengalirkan airmata karena sedih yang tak terkatakan, KEADAAN ITULAH YANG
MEMBANGUNKAN KEINGIN-
AN HATI SAYA ITU. Dan karena suara yang datang dari luar, yang tiada putus?nya sampai kepada saya, keras makin keras jua, maka bibit yang ada dalam hati saya, yaitu perasaan yang merasakan dukanestapa orang lain yang amat saya kasihi, tumbuhlah, sampai berurat, berakar, hidup subur serta dengan rindangnya
”Yang dibulatkan harus keyakinan kita sendiri. Sebagaimana pengalaman yang lain mengenai sejarah, jika saya berpendapat bahwa Bangsa Indonesia dijajah Belanda itu tidak 350 tahun, sama sekali tidak karena tahun 1850 masih banyak dinyatakan daerah?/pulau-pulau tidak tergantung atau merdeka dan juga dalam perjanjian?' dengan Raja-raja diakui kemerdekaan Raja?
itu. Atas dasar fakta-fakta sejarah ini saya menyatakan dengan yakin bahwa penjajahan Belanda terhadap Bangsa Indonesia keseluruhan tidak 350 tahun. Secara resmi sesudah jatuhnya Aceh, dan sesudah Aceh menyerah, semua kekuatan diintensifkan untuk memperkuat penjajahan seluruhnya.” — Lebih lanjut Pak Ali mengatakan soal perlawanan Rakyat, bahwa "Mengapa kita tidak mengatakan PERANG terhadap Belanda, tetapi pemberontakan, padahal Belanda sendiri menyebut perang. Yalah perangnya Rakyat di-daerah# Merdeka melawan Belanda.” — Banyak yang kami dengar dari Pak Ali. Achirnya kami kembali kearsip-kearsip yang tersimpan digedung arsip yang besar, rapi, teratur dan terpimpin baik. Dalam menjawab pertanyaan* kami mengenai sekitar perhatian terhadap Perbendaharaan sejarah yang tak ternilai pentingnya itu, Pak Ali menyatakan "Sayang sekali bahwa perhatian dari para sarjana kita kurang. Banyak yang hadlir kemari justru orang asing, sarjana-sarjana asing, seperti baru-baru ini seorang Professor Filipina datang minta bahan tang hubungan Filipina di:
nesia pada an-an dal hal-hal itu ditemukan. J. ri pang dil, Oleh karena itu kami senang dan menyambut sekali apabil:
Sdr.? dari "Api Kartini”
tang, dan kami akan sec
ten-
Kami kaum wanita menyambut diaan Pak Ali, ahli sejarah
amat menarik 1
Bahkan tak han tetapi sampai padi:
pegawai? Arsip N banyak 36 orang itu. Semi wai dididik r yintai ya, mencintz 2 seti benda-benda mati rguna, mencintai semua kewajibannya. Semua peg 5 bat-Yaun « t memenuhi k
itu, dan pir tiap tiga h
kali diberi perhatian mengen bersihan. Karena itu pokok, k tidak orang akan cepat ma ngan hawa buku dan debu yang demikian itu.
Dengan berulangkali Pak Ali membetulkan kacamatanya dan mengulang katanya, bahwa Arsip"
Kuno ini merupakan sesuatu kekayaan sejarah yang tidak terhingga.
Oleh karena itu perlu ada perhatian dari sarjana-sarjana kita, terutama dari Lembaga Sejarah Nasional dan dari para mahasiswa sastera dan sejarah. Agar sarjana-sarjana kita dapat menciptakan karya-karya sejarah yang berdasarkan kenyataan-kenyataan dan benda?
sejarah kita sendiri, dan tidak berdasarkan fikiran dan karya-karya orang?
asing. Lebih-lebih karya-karya orang asing yang berfikiran kolonial, tidak mungkin dianut. Contohnya, soal
=== [PDF page 17] ===
Percikan api Kartini:
Seperti unggas yang sayapnya terkulai.
Benar, Stela, aku dan orang?
lain, sependapat dengan engkau, bahwa sangatlah baiknya bila seorang daripada bangsa sendiri berseru, bila seorang perempuan Jawa” sendiri menunjukkan
segala yang jelita dan segala derita, yang, aduhai, sangat banyaknya didalam dunianya sendiri.
Tetapi sebelum aku meneriakkan segala barang yang lalim didalam masyarakat kami itu, haruslah aku pertimbangkan baik-baik lebih dahulu, haruslah aku tahu apa yang hendak kuperbuat: karena kalau kuteriakkan segala yang lalim itu, maka semua orang yang memperoleh
NIKMAT DARI SEGALA YANG
LALIM ITU, mereka yang kuserang itu, akan sangatlah menaruh dendam kepadaku.
Aku sendiri tiada peduli akan permusuhan itu, tetapi hal itu dapat merugikan perkara kami. Bila aku nanti jadi guru, boleh jadi banyak orang tua yang segan mempercayakan anaknya kepadaku, oleh sebab aku hendak mengubah adat yang sudah turun-temurun.
Bapak tiada akan mengizinkan aku menulis demikian, untuk sementara waktu ini. Sudah acapkali ditawarkan orang kesempatan untuk ber-.
buat demikian, aku tiada boleh.
Menulis menurut petunjuk yang kau katakan itu adalah juga jalan yang ditunjukkan oleh seorang kawan kami kepadaku, Hendaklah aku menuis tentang perkara yang akan DIPERBINCANGKAN
Orang, bahkan didalam sidang
Tweede Kamer, hingga diadakan penyelidikan dengan perintah Pemerintah.
Sejak dari dahulu, adalah menjadi maksudku menerbitkan karangan yang demikian, tetapi aku sendiri merasa, belumlah lagi waktunya sekarang untuk menjalankan maksudku itu, aku merasa diriku belum lagi sanggup berbuat demikian, masih banyak lagi hal-hal yang perlu, yang belum kuketahui. Masih banyak lagi yang harus kulihat, kudengar, yang harus kurasakan, kupikirkan, kumenungkan dengan sungguh?, — BELUM MASAK
BUAH ITU, Stella, BILA SUDAH
MASAK, AKU NANTI AKAN
GAMPANG LAGI MENGU-
MUMKANNYA.
Seperti unggas yang sayapnya
terkulai, aku akan mendapatkan dia, diapun akan membelai-belai kepalaku yang lelah ini, hingga aku berhenti daripada mengeluh mengengah-engah, dan rasa damai yang menjalar diseluruh dirinya, mengalirlah dari dalam tangannya kedalam diriku! — — —— —
Demikian jauh Kartini mempertimbangkan syarat-syarat yang ada dalam masyarakat pada zamannya waktu mendapat anjuran dari sahabatnya untuk menulis kenyataan-kenyataan yang ada dan diderita oleh kaum
wanita dan Rakyat pada waktu itu.
Barangkali orang akan mudah menuduh Kartini kurang ”berani” dan lain?, tetapi jika memang ada fikiran demikian, maka perlu dimengerti bahwa ketegasan atau kebimbangan Kartini tidak berdiri sendiri, tetapi justru menjadi satu dengan kekuatan dan syarat?
sosial yang ada pada itu. Pada zaman yang masih tidur dan tenang menderita. Belum ada kebangkitan Nasional yang terorganisasi untuk melawan kekuatan kolonial yang bercokol. Justru baru dengan cita? Kartini yang ditulis dalam surat?nya itu merupakan rintisan jalan dan cahaya pelita dalam gelapnya sejarah Bangsa dan tanahair kita, Indonesia yang jaya yang kini kita curahi segenap pengorbanan.
Dengan mengungkap lebih jauh dan ebih banyak tentang Kartini, akan semakin jelaslah cita? Kartini yang sungguh-sungguh agung dan besar.
Tidak hanya untuk kemajuan wanita, tetapi untuk kebebasan dan kebahagiaan semua Rakyat.
Mari kita teruskan pendalaman kita tentang Kartini!
Kartini, wanita kita harus berani menciptakan dia sebagai tokoh dan perintis perjuangan nasional.
Dalam mengungkap lebih jauh pengalaman dan peninggalan Kartini, maka kerjasama yang baik antara kaum wanita dengan para ahli sejarah adalah baik sekali.
Sehingga akan terbitlah buku-buku yang berharga mengenai Kartini sebagai apa yang dikatakan oleh Drs. Muh.
Ali "Kita harus yakin bahwa cita?
Kartini adalah sebagai cita-cita nasional”.
Oleh: Sulami.
Kehangatan tidak hanya dikalangan peserta Kongres PPDI, tetapi juga meliputi seluruh hadlirin.
Tanggapan Pak Leimena waktu Bapak Presiden menekankan kemajuan wanita disegala bidang, mengangguk?, "setuju?”, sambil melihatkan Ibu Salawati yang duduk dideretan pers. Ibu Subandrio bersenyum-bersenyum terus sampai pidato selesai. Dan akhirnya Bung Aidit menunjukkan jempolnya berarti kehebatan bagi Lurah? Wanita, dan Bung Lukman bilang pada anggota?
wanita dari Panitia "Ini mau nggak jadi lurah?” — Pokoknya bintang
malam itu jatuh pada Lurah? Wanita sebagai dorongan perjuangan wanita menjebol sisa-sisa kolonialisme dan feodalisme didesa.
Semua peristiwa malam itu memberikan kesan dan kepuasan yang dalam bagi para peserta Kongres PPDI yang pagiharinya sudah siap?
akan kembali kedesanya masing?
untuk melaksanakan kewajiban dan melaksanakan Komando Presiden Sukarno, mengobarkan Dwikora di-desa-desa untuk mengganyang "Malaysia", dengan menghimpun kekuatan revolusioner didesa berbasiskan buruhtani dan tanimiskin.
15
=== [PDF page 18] ===
Cerpen
ukar untuk mengelakan pandangan matanya yang penuh harap, sulit untuk menolak kata?nya yang
Aku lihat dalam umur dongengku, sumur dimusim kemarau, kering hampir nampak dasarnya. Perbendaharaan dongengku sudah habis, atau sebenarnya dalam kelelahan jasmani yang sangat, susah aku menimba dari sumber dongeng” dibuku-dibuku dan di fantasiku. Memang ada kalanya mereka puas dengan mendengar dongeng yang itu itu saja, sepuluh kali lagi, dan mereka bergantung pada bibirku. Tetapi adakalanya juga pada seperampat dongeng mereka sudah menyela dan mencela.
”Baik tidur yang rapi didekat ibu, aku akan mendongeng tentang......
ya tentang kancil mencuri ketimun”.
— "Ah basi, sudah tahu. Yang lain,” serempak serunya kecewa.
— "Atau ande-ande lumut?”
— "Sudah tahu. Kan tentang Klenting kuning dan Radenputro?”
— "Si Amin yang sayang pada ibunya?”
— ”Basi, basi. Kan itu cerita si Amin mencarikan obat untuk ibunya yang sakit?”
Sepuluh lagi dongeng-dongeng yang aku kemukakan, namun malam ini anak?ku sudah bosan mendengarnya lagi, untuk kesekian kali. Nah tentang apalagi aku harus mendongeng? Se-akan-akan kilat saja datangnya ilham dan aku bangkit dari '
tempat tidur.
— "Sekarang ibu akan mendongeng untuk kalian, dongeng yang sangat indah, mungkin dongeng yang ter-indah yang pernah ibu ceritakan, Tetapi kalian mesti mendengarkannya sambil duduk, sebab ibu mesti melihat peta” kataku.
”Ibu akan mendongeng tentang Burung Elang Rajawali, tentang Rajawali yang hidup digunung karang yang tandus, yang sayapnya begitu perkasa, yang tangkas, yang gagah, yang lemah lembut, yang
Elang Rajawali
baik hati, tetapi juga yang berani dan kuat melawan taufan, yang menjadi gunung karang, yang hidup abadi”.
Anak?ku meloncat dari tempat tidur, dan duduk mengelilingiku.
Aku membuka atlas sekolah anakku yang sulung.
— "Ini adalah peta negeri Sovyet, kau lihat betapa luasnya, separonya dari luasnya dunia. Rajawali yang aku ceritakan dilahirkan dinegeri ini, pada tanggal 22 Juni 1870”.
— "Apakah menjadi kebiasaan rajawali untuk mencatat hari Yahirnya” tanya anakku yang berusia lima tahun.
— "Rajawali kita ini Rajawali yang luar biasa. Hari lahirnya dicatat oleh orang-orang diseluruh dunia, dan sampai sekarang dirayakan berjuta-berjuta manusia, beratus juta, beribu juta”.
Anak?ku meng-angguk?an kepalanya ke-heran?'an. Memang selamanya dongeng mempunyai daya pikat abadi dikalbu anak?.
»Ketika rajawali itu dilahirkan kedunia, negeri Rusia belum Merdeka. Masih diperintah oleh seorang raja yang jahat, yang ganas, yang kejam dan rakus. Rakyat Rusia, yakni kaum buruh dan kaum tani sangat miskin. Pakaiannya compang-camping, pada musim dingin yang dahsyat mereka tidak mempunyai baju panas dan tungku berdiang, hingga banyak rakyat yang mati kedinginan. Rakyat dipaksa bekerja keras melebihi kerja hewan. Ada satu contoh yang khas tentang kemelaratan rakyat Rusia pada waktu itu. Kau tahu, ini adalah sungai, namanya sungai Wolga.
Pada waktu itu, kalau orang-orang bangsawan ingin berpesiar menyusur sungai Wolga, mereka tidak menyuruh orang mendayung perahunya atau kapalnya, tetapi perahu itu ditarik
Oleh: Sugiarti Siswadi.
oleh hamba sahayanya dari tebing
dengan tali, Kau tentu dapat membayangkan, betapa susahnya dan betapa beratnya menarik perahu memudiki sungai. Penarik-penarik perahu Wolga itu menjadi tua sebelu
waktunya, jenggotnya panjan sayu, tangannya pe dan dadanya menjadi sesak menciut. Mengapa para bangs tidak menyuruh saja atau menyuruh orang I ngan kuda? Ya, karena harganya manusia budak lebih rendah daripada seekor kuda.
Tetapi disamping itu rakyat yang melarat dan gemeletuk kedin dimusim dingin yang dahsyat, hidup sekelompok manusia yang kaya, kaum bangsawan, kaum kulak yang memiliki beratus-ratus hektar tanah yang dikerjakan oleh tani hamba.
punggu
— “Jadi mereka itu kaum tuantanah ya Bu?”
— "Memang, dan tuantanah
yang kejam sekali. Pada masa itu tentu saja kerap terjadi pemberontakan kaum tani. Kaum bangsawan dan Tsar menindas setiap pemberontakan dengan kekejaman yang luar biasa. Kesalahan yang sedikit sudah dapat membawa mereka ketiang penyiksaan. Hukum cambuk dijalankan, walaupun sudah menginjak awal abad ke-20. Apalagi memberontak. Hukumannya ialah pancung kepala atau digantung di-tengah-tengah alun?, sampai bangkainya habis dimakan burung gagak, dikubur hidup-hidup ditanah, hanya kepalanya yang tersembul keluar, dan paling mujur mereka dibuang ke Siberia. Lihatlah peta ini. Siberia pada masa itu adalah padang es abadi. Dibuang ke Siberia artinya ialah mengantarkan diri kepada kematian yang mengerikan. Kecuali kaum tani, juga kaum buruh
=== [PDF page 19] ===
mengadakan pemogokan-pemogokan dan demonstrasi, dan kaki tangan Tsar, polisinya, tentaranya, cecunguknya, menangkapi mereka dan menghukumnya diluar peri kemanusiaan.
Tsar mempunyai kekuasaan mutlak, sedang rakyat tidak mempunyai hak apapun, tidak diperkenankan berbicara, apalagi mengkritik”.
_— “Jadi rakyat tidak mempunyai hak-hak demokrasi ya Bu?” tanya
anakku yang sudah duduk dibangku
S.M.P.
— "Ya. Tsar melaksanakan pemerintahan tunggal, atau pemerintahan otokrasi yang merupakan musuh utama bagi rakyat. Tsar juga disokong atau ditopang oleh sistim militerisme. Betapa miskinnya rakyat Rusia dapat ibu ceritakan bahwa pada tahun 1903 di Rusia terdapat 10 juta keluarga petani, dan 3% juta tidak mempunyai seekor kudapun untuk menggarap sawahnya. Diantaranya ada 144 juta petani kaya yang menguasai lebih dari separoh tanah garapan. Kehidupan kaum buruh sangat menyedihkan.
Mereka berpenghasilan 7 sampai 8 rubel sebulan, sedang gaji ter- Ungginya hanyalah 30 rubel. Mereka tidak mengenal jam kerja seperti sekarang. Mereka bekerja 12 jam, 14 jam sampai lima belas jam sehari. Jadi kalau mereka berangkat jam delapan pagi, baru pulang pada jam sebelas malam tanpa istirahat,
Nah anak?, dalam keadaan tanah airnya yang sedemikian menyedihkan itu lahirlah rajawali kita.
Dia amat cerdas, mengagumkan orang akan ketangkasannya. Dia mempelajari dengan tekun dan mengubah ajaran? Karl Marx, ia bekerja tidak kenal lelah, berjuang tidak kenal henti, memimpin grup” revolusioner dinegerinya untuk memimpin perlawanan kaum buruh dan kaum tani. Pada usia 17 ia sudah duduk dibangku perguruan tinggi. Jangan kaget, sudah ibu terangkan, bahwa rajawali kita adalah rajawali yang luar biasa. Tetapi karena kegiatannya, rajawali kita segera dikeluarkan dari perguruan tinggi. Ia kemudian mengabdikan seluruh hidupnya bagi pekerjaan revolusi.
Kemudian dengan menarik aku ceritakan kepada anak?ku jalan hidup si rajawali. Dibuang ke Siberia tahun 1897, keluar dari pembuangan, menyingkir keluar negeri, menerbitkan suratkabar Iskra pada tahun 1900 secara sembunyi.
— “Iskra diterbitkan di Swis, dimasukkan secara sembunyi ke Rusia, diulang di Baku, Kisyinev dan Siberia, Lihatlah betapa besar jarak terbang Iskra, ia se-akan?
bersayap seperti penciptanya si rajawali. Iskra yang artinya Bara, mengarungi angkasa biru dan menyebar bara, bara nantinya akan menjadi lautan api yang membakar padang belukar despotisme Tsar”.
Anak?ku mendengarkan dengan teliti dan kagum.
— “"Duabelas tahun kemudian, keadaan politik di Rusia semakin jelek. Tsar, mengumumkan kekangan-kekangan politik, larangan-larangan bicara, dan penangkapan-penangkapan dahsyat. Namun apabila rakyat tidak boleh bertemu dan bicara, rakyat masih bisa bicara meliwati tulisan, dan berkumpul meliwati tulisan, serta beraksi meliwati tulisan. Pada tahun 1912 rajawali menerbitkan Pravda artinya Kebenaran. Mungkin sulit bagimu membayangkan bagaimana sulitnya menerbitkan sebuah majallah atau harian dalam masa demokrasi dikekang. Tetapi sebagai
contoh, pernah kau ingat, bahwa dijaman S.O.B. kita pernah berhari-berhari tidak membaca Harian Rakyat?”
— "Karena diberangus,” celetuk anakku yang diklas lima.
— ”Ya, dan Pravda telah diberangus selama delapan kali dalam waktu dua setengah tahun. Setiap kali diberangus, Pravda terbit lagi dengan berbagai nama. Coba dengarkan.
Pertama-pertama dia bernama Pravda, terbit 355 nomor, disita 50 nomor dan didenda 20 nomor. Lalu terbit lagi, sekarang namanya Pravda Kaum Buruh, terbit 17 nomor disita 12 nomor, didenda 2 nomor.
Belum kapok, terbit lagi namanya Pravda Utara, baru berumur 13 nomor sudah diberangus, lalu terbit lagi namanya sekarang Pravda Kerja, berumur 20 nomor, dibra ngus
”Terbit lagi, nama baru,” seakan-seakan paduan suara anak-anak melanjutkan.
—”ya, memang demikian. Namanya sekarang menjadi Untuk Pravda. Dan tentu kau bisa melanjutkan, bahwa Tsar akan membrangus Pravda yang ini juga. Betul, kemudian Pravda "berganti rupa”
menjadi Pravda Proletar. Pendeknya anak?, sepuluh kali polisi membridel, sepuluh kali Pravda terbit”.
— ”Aku kira, polisinya yang kecapean, bukan Pravdanya”.
— "Dan dia musti harus membaca ini Pravda, membaca uraian orang revolusioner”. sambung si sulung.
— “Terang”, sahut adiknya.
"Lucu juga, mereka tetap bisa kita kelabui. Aku ingat, andaikata, ya andaikata Kutilang kita dilarang terbit, kita bisa ganti nama Siul Kutilang, lalu Kutilang Bersiul, terus....oooo
— "Dibridel lagi, ganti nama Kutilang Bernyanyi, lalu Nyanyi Kutilang. Bisa juga Dendang Kutilang, Kutilang Berdendang”.
Aku biarkan mereka tertawa berderai?. Lucu, sungguh lucu dan memikat hati. Inilah "seninya” perjuangan.
17
=== [PDF page 20] ===
— "Nah, aku lanjutkan. Pravda diterbitkan tahun 1912. Dengan maksud, agar massa masih bisa bicara dengan pimpinan rajawalinya.
Kalau membaca terang*an tidak bisa, kita akan bisa membaca sembunyi?. Polisi Tsar, tentara Tsar betapa banyakpun tidak akan bisa menguntit orang untuk membaca dikolong tempat tidurnya, atau dikamar mandi. Apalagi kalau yang membaca secara sembunyi itu sangat banyaknya. Dan memang, Pravda dinikmati massa, dirindukan, dianggap organisatornya, sebagai gurunya, sebagai pemimpinnya. Mereka tidak dapat berpisah lagi dengan Pravda, karena mereka tidak bisa berpisah dengan burung rajawalinya, yang masih terpaksa berada diluar negeri.
— "Seperti ibu juga ya, kalau sehari tidak membaca Harian Rakyat rasanya seperti kehausan,......”
— 'Nampaknya, anak-anak rakyat yang tergencet, sebetulnya Tsar yang tergencet. Ia ketakutan, dan menjadi kalap. Andaikata kita umpamakan dengan malam yang gelap, semakin malam semakin dingin, tetapi semakin dekat kepada fajar.
Pada bulan Pebruari meletuslah pemberontakan menggulingkan Tsar yang telah didahului dengan pemogokan besar?an. Namun sayang sekali anak?, revolusi yang telah meminta darah dan keringat serta airmata rakyat itu buahnya dipetik oleh orang yang tidak betul-betul berjiwa revolusioner. Orang-orang yang memetik buah revolusi ini adalah golongan Mensyevik, sedangkan golongan rajawali kita adalah golongan Bolsyevik”.
— "Ha, kaum Bolsyevik, aku tahu,” seru sisulung.
— "Kaum Mensyevik makin lama makin kelihatan belangnya, dan makin tercium baunya”.
— "Yang asem”. celetuk nomor tiga.
— "Mula-mula mereka menyerukan semboyan-semboyan yang revolusioner, namun perbuatannya makin menjurus menjadi reaksioner, dan memukul kaum buruh”,
— ”Dasar munafik”, celetuk sisulung.
18
— "Pemimpin kaum Mensyevik itu namanya Kerensky, dan kalian mesti harus kenal dengan jendralnya, tokoh hebat namanya Jendral Kornilov. Karena tindakan Kerensky semakin menyeleweng, kaum buruh mulai mengadakan demonstrasi-demonstrasi dengan maksud untuk menyedarkan Kerensky. Pada tanggal 3 dan 4 Mei 1917, 100.000 kaum buruh mengadakan demonstrasi. Kornilov memerintahkun kepada tentaranya supaya menembak mati para demonstran, namun prajuritnya tidak mau menjalankan perintahnya.
Pada tanggal 1 Juni diadakan demonstrasi didepan makam kaum revolusioner yang telah gugur, dan tanggal 16 Juli terjadilah demonstrasi berdarah, karena Kornilov memerintahkan sekali lagi supaya kaum demonstran ditembak mati, Tidak berhenti sekian, Kornilov juga menggeledah kantor Pravda dan membrangusnya”.
— "Wah memang jendral Durna si Kornilov itu. Ganyang saja.
Ganyang Jendral Dorna,” teriak sinomor dua bersemangat.
— "Pada tanggal 26 Juli sampai tanggal 3 Agustus 1917, kaum Bolsyevik mengadakan kongresnya ditanah airnya. Waktu itu Rajawali kita telah masuk kembali ketanah air. Tetapi karena jendral Kornilov telah kalap dan memburu-memburu kaum Bolsyevik dengan semangatnya yang sudah haus darah, maka rajawali kita tidak bisa menghadiri Kongres, namun ia tetap memberi pimpinan dari sebuah gubuk didekat setasiun kereta api Razliv. Memang waktu itu Kerensky dan Kornilov telah bersatu hati untuk menyapu bersih kaum Bolshevik, kaum yang telah menumpahkan darah, kaum yang telah memberikan korsi empuk kepada Kerensky. Tidak berhenti disitu, pada tanggal 3 Agustus jendral Kornilov x
— ”Si Doma, celetuk anak?
berbareng.
— "Ya, si Dorna menuntut kepada pemerintah supaya menjatuhkan hukuman mati terhadap setiap Bolshevik yang tertangkap.
Kerensky sendiri baiknya kita sebut si Sangkuni, juga mengancam akan menindas kaum Bolshevik dengan pertumpahan darah.
Si Dorna tidak sabar lagi, pada tanggal 25 Agustus 1917 ia mengerahkan Korps Kaveleri III ke Petrograd (sekarang Leningrad) untuk menghancurkan kaum »Ishevik Pasukan Dorna ini disambut oleh kaum buruh dan kaum tani revolusioner, dan akhirnya Dorna kalah”.
"Memang kapan Dorna pernah menang”,
Kornilov, dan kawan?n akhirnya membebaskan kembali"
— " Dasar Sangkuni”
— "Tentu saja Dorna kala sebab harus kalian ketahui, bahwe banyak tentara yang patriotil mihak kaum Bolshevik, karer nyedari kebenaran cita-cita revolusi,
Nah, kisah ibu sudah hampir se lesai. Pada tanggal 24 Oktober, atau 6 Nopember, Kernsky mendahului menyerang kaum Bolshevik, Tetapi dari si penyerang, Kerensky menjadi si terpukul mundur.
Kaum Bolshevik mengepung Istana Musim Dingin Petrograd, tempat kedudukan Pemerintah Kerensky, sedang dari arah laut kapal penjelajah Aurora mengarahkan mulut meriamnya ke Istana Musim Dingin. Dan ketika gelegar meriamnya terdengar memuntahkan peluru ke Istana Musim Dingin, mulailah lahirnya zaman baru. Salvonya telah membangkitkan jutaan rakyat tertindas diseluruh dunia, dan mereka menegakan kepala, mengarahkan matanya kepada fajar baru, fajar Sosialisme. Tidak hanya peta negeri Rusia yang berubah, dari ne-:
geri compang-camping menjadi negeri perkasa, juga wajah seluruh dunia berubah.
Anak-anak itulah sejarah Revolusi Oktober Besar. Dan kalau kalian mengenangnya, jangan lupa untuk mengenang Maha Arsiteknya, ialah Elang Rajawali Gunung yang gagah perkasa. Tahukah kalian siapa dia?
soraknya.
jarakan
=== [PDF page 21] ===
Multatuli Menggugat,
Oleh: S. Diin.
Sebuah karyasastra telah menggemparkan kaum penjajah Belanda pada bulan Mei 1860. Bagaikan sebuah ledakan bom yang dahsyat demikianlah buku Mutatuli "Max Havelaar of de Koffieveilingen der Nederlandse Handelsmaatskhappiy” telah mengguncangkan sendi-sendi pejabat-pejabat kolonial di Keizersgrakht. Sebuah karya yang mencatat kekejaman-kekejaman serta penghisapan tiada taranya dalam sejarah dunia yang dilakukan oleh kaum penjajah Belanda dibumi Indonesia, Eduard Douwes Dekker atau Multatuli adalah seorang pengarang dan manusia yang besar, seorang
internasionalis yang muak melihat ketidak adilan dan kekejaman penjajahan-penjajahan yang dilakukan oleh bangs: nya sendiri terhadap bangsa lain. Sebagai seorang amtenar ke-
Uil, tak ada jalan lain yang bisa dilakukan kecuali menggugat. Gugatan-gugatan yang digubah dalam surat?
serta cetusan-cetusan fikiran yang kemudian dikumpulkan dalam buku?nya.
|”Max Havelaar” yang kini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa menjadi kekayaan sastra dunia, Dalam buku inilah Multatuli berbicara dengan gaya sastra yang unik, jelas tak terbantahkan tetapi indah dalam mengabdi kebenaran dan keadilan.
Gugatan Multatuli tercermin dalam penutup bukunya "Didengar- SR itulah yang kukehendaki.
Akan kuminta tempat dalam Dewan Perwakilan Rakyat. Dan apabila aku ditolak? Akan kuterjemahkan bukuku untuk menanyakan kepada seluruh Eropa, apa yang tidak kujumpa dinegeri Belanda.
Dan disemua ibukota akan dinyanyikan lagu: sebuah negeri perampok terletak ditepi laut, diantara Kketana Timur dan sungai Schel- Pp iincoand!
Dan apabila itupun tidak berhasil?
Akan kuterjemahkan buku ini kedalam bahasa Melayu, Jawa, Sunda, Alfur, Bugis, Batak. Dan akan kulemparkan nyanyian perjuangan hukum-klewang dalam dada korban* yang tersiksa, yang telah kujanjikan pertolongan — aku, Multatuli — melalui jalan hukum bilamana mungkin, melalui hukum kekerasan bila diperlukan.
Dan hal itu akan sangat merugikan Pelelangan Kopi Maskape Dagang Belanda, tetapi hal itu akan tidak perlu. Sebab kepada Tuan Willem ke-III, (Raja -..... s2 Kaisar dari Insulinde, negeri indah, sebuah rangkaian zamrud yang melingkar sepanjang khatulistiwa, kepada Tuan aku bertanya, adakah kehendak Tuan...... bahwa disana......
lebih dari 30 juta manusia hamba hamba Tuan sedang disiksa dan dihirup atas nama Tuan......... 2!
Gugatan Multatuli nyata dan jelas, ketika dilukiskan keadaan penderitaan di Jawa sbb.:
*Benarlah orang Jawa memang di-kejar-kejar oleh kekuasaan yang rangkap, benarlah dia memang direnggut dari sawah ladangnya benarlah bahwa kelaparan seringkali merupakan 'akibatnya, tetapi di Betawi, Semarang, Surabaia dll Bendera-bendera dengan riangnya berkibar di-kapal-kapal penuh muatan hasilbumi yang membuat negeri Belanda kayaraya”.
"Kelaparan? Diatas bumi pulau Jawa yang kayaraya, subur makmur dan penuh rahmat, kelaparan?
Ya, pembaca! Selamabeberapa ta- Mun saja berbagai daerah telah habis musna penduduknya akibat kelaparan. Ibu-ibu menawarkan anak?- nya untuk ditukar dengan makanan.
Ibu-ibu telah makan anak?nya a
Dalam kisah ”Saijah dan Adinda” dari kecamatan Parang-kujang Lebak, sebuah roman derita dan gugatan terhadap penjajahan Belanda, Multatuli menampakkan dirinya sebagai seorang seniman yang halus tetapi tajam.
”Saijah pergi ke Betawi untuk
bekerja dan menabung untuk dapat membeli dua kerbau sedangkan tunangannya Adinda akan menunggunya.
”Hitunglah bulan-bulan berlalu katanya. Aku akan pergi selama tiga kali dua belas bulan. Goreslah coretan pada penumbuk padi pada tiap bulan muda”. Setelah tiga tahun Saijah kembali tetapi tak suatupun dijumpainya. Didengar olehnya, bahwa kerbau ayah Adinda telah diambil dan bahwa mereka telah mengungsi dari Lebak karena tidak dapat membayar pajak tanah. Ia telah pergi bersama Adinda dan saudara-saudara laki?nya kedaerah Lampung dan Saijah memutuskan untuk mencarinya”.
”Demikian sampailah Saijah didaerah Lampung, tempat kaum pemberontak berjuang melawan kekuasaan belanda. Pada suatu hari ketika kaum pemberontak dikalahkan lagi, ia berjalan menyusur sebuah desa, yang baru saja dirampas oleh pasukan Belanda dan sedang dalam keadaan terbakar”.
Didapatinya mayat-mayat ayah serta saudara-saudara lelaki Adinda dan 2 dan tak jauh dari tempat itu, juga mayat Adinda, telanjang serta rusak tersiksa 2
"Kemudian berlarilah Saijah menuju arah serdadu-serdadu yang dengan bayonet terhunus melemparkan sisa?
pemberontak kedalam api rumah?
yang sedang terbakar. Dipegangnya bayonet erat-erat dan dengan segenap kekuatan yang ada majulah ia kedepan, mendesak serdadu-serdadu itu mundur dengan daya kekuatan terakhir ketika ujung bayonet itu menancap pada dadanya”.
"Tak lama kemudian di Betawi diadakan pesta pora besar?an. Dan gupernur jendral menulis ketanah air, bahwa ketegangan di Lampung telah dipulihkan kembali”.
Dalam konsep surat Multatuli kepada Gupernur Jendral tertanda 9 April 1956 yang tak jadi dikirim, tetapi kini terdapat dalam museum Multatuli di Amsterdam dinyatakan:
19
=== [PDF page 22] ===
Sambungan hal. 18.
(Elang Rajawali)
— “Aku tahu, Bu aku tahu,”
seru mereka serempak.
— “Dia adalah Lenin, Lenin yang Agung”.
— "Benar, anakku. Lenin sudah wafat, tetapi ia hidup abadi. Dia akan hidup terus, dan mungkin Lenin akan menjadi salah seorang dari sedikit manusia yang hidup abadi, yang panjang usianya tidak bisa kita ukur 2
Syair:
Kenangan Hankhou:
POHON LIU DITEPI DANAU.
Daun beruntai
Indah gemulai
Gemerisik membisik
Kisah sedih zaman yang lampau Gadis menangis ditepi danau
Daun terurai
Menghijau permai
Angin bertiup
Membawa kisah zaman beru-
5 bah
Gadis tertawa dialam cerah
Kini,
Pohon liu, bukit dan danau Tak lagi milik raja-raja Taman ba' sorga, murai berkicau Menyambut gembira kaum pekerja Daun berurai indah gemulai gemerisik membisik kisah riang zaman gemilang Habis gelap terbitlah terang!
Musim semi 1964.
Sambungan hal. 19.
”Aku telah banyak menderita.
Kukira aku mempunyai tugas untuk membebaskan ber-juta-juta manusia yang meringkuk dibawah beban penghisapan, kekejaman, perampokan serta pembunuhan”,
”Di-mana-mana terjadi kekejaman.
Dan ini terjadi pada polisi dengan segenap kebinasaan serta penjara, dan ini terjadi pada politik dengan kapal-kapal perang, mesin, pembakaran?
serta kepahlawanan-kepahlawanan yang tidak perlu yang membantu perubahan Jeritan itu sampai dilangit ”Barang siapa yang sangsi, ia harus membaca Valentiy (seorang pendeta Kristen yang pada permulaan abad ke 18 menulis tentang daerah Timur) yang telah menceriterakan tentang kekejaman?, ya harus membaca kisah sekilas tentang seorang komandan pasukan yang menancapkan ujung tombak kedalam mulut musuhnya yang gagah berani tetapi kalah dengan ejekan, bagaimana ia menyuruh memotong lengan dan kakinya satu persatu agar membunuhnya dengan perlahan-perlahan dan terutama harap membatia, bagaimana Hamba Evangelie Valentiyn yang alim ini menambahkan pada kisah tersebut: Inilah akhir riwayat seseorang yang telah memberi kesukaran banyak kepada Kompeni yang mulia”.
”Barangsiapa yang ragu?, silahkan bertanya orang? Banda telah pergi?
Pambantu kami ketika kami lemah, budak-budak kami pada saat kami kuat.
Pizarro, Cortez serta penerus-penerus mereka masi meninggalkan orang? Indian di Amerika Selatan, tetapi apakah yang telah diperbuat oleh Belanda dengan orang Banda? Tak terdapat seorang Banda lagi!”
Adakah Yang Mulia pernah melihat mayat-mayat hanyut kehilir sungai, biru membengkak, luka-luka mengerikan? Itulah berita yang dikirim dari daerah pedalaman ke-pantai?, itulah surat-menyurat antara ikan hiu dihutan-rimba, dengan ikan-ikan hiu disamudera. Itulah penuntut?, mayat-mayat para penuntut, Yang Mulia!”
”Bukti?? Saksi? Memang, aku tidak percaya, bahwa Yang Mulia akan senang untuk mendengar serta melihat mereka, beribu-ribu di Taman Istana Yang Mulia”.
”Aku tidak minta kepada Yang Mulia sedikitpun untuk. diriku sendiri. Aku minta keadilan bagi manusia yang tertindas. Akan kusampaikan kepada Raja, bila kutunjukkan kepada mutumanikam pada mahkota raja, kepada negeri Belanda, bila kutunjukkan kepada modal?nya, mutumanikam itu barangcurian, modal-modal itu harta rampasan, Istana Yang Mulia adalah sebuah pohon yang mempunyai akar?nya dalam rawat ketidakadilan”, "Dan apabila hal itu tidak berhasil?!”
“Akan kupelajari semua bahasa untuk menyalinnya dalam sajak, agar ibu-ibu menunjukkan kepada anak?nya: nun disanalah terletak sebuah negara perampok sepanjang pantai laut antara Friesland Timur dan sungai Schelde”.
Sangat menggemparkan adalah pidato Multatuli dalam Kongres Kolonial di Amsterdam tahun 1864, ketika sekali lagi diajukan gugatan Max Havelaar dalam bahasa Perancis.
Tetapi tidak berhasil waktunya belum masak, meskipun Multatuli sampai pula kepada konsekwensi terakhir yang diucapkannya dalam surat pada tahun 1876 "Programku adalah: Enyahlah Belanda! Kukira saatnya kini tiba. Revolusi tokh akan datang. Ya akan datang dengan atau tanpa diriku. Persoalannya yalah adakah aku bisa mencegah agar piramid yang telah goyah itu tidak terbalik kearah yang keliru, yalah dalam pangkuan perampok? Amerika dan sebagainya?
Tetapi pada saat itu kekuatan perlawanan belum cukup terorganisir. Multatuli telah meninggal dalam kepahitan dan penderitaan, tetapi cita?nya, gugatannya demi kebebasan manusia yang terhisap, demi keadilan menggema melalui karya?nya. Gubahan?nya yang merupakan jeritan langsung dari hati sanubari pengarang yang mengabdi Rakyat tertindas adalah gugatan?
terhadap kekejaman kolonialisme.
Ujung pena Multatuli tajam mengena ulu-hati penjajah, menelanjangi keburukan sistim penjajahan dengan tiada ampun.
=== [PDF page 23] ===
Pentingnya mempelajari bahasa Indonesia.
IDikota-kota besar maupun kecil
banyak ibu-ibu serta wanita-wanita yang mulai mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Kemauan belajar memang baik dan harus dikembangkan, tetapi satu hal perlu kita perhatikan yalah betapa pentingnya menguasai bahasa Indonesia, sebelum kita lebih jauh mempelajari bahasa-bahasa asing. Suatu keganjilan yang seringkali kita temukan pada beberapa petugas
yang sudah terlampau "luar negeri minded” yalah kefasihan menggunakan bahasa asing baik belanda maupun bahasa asing lainnya, tctapi akan menghadapi kesulitan untuk melaporkan ataupun menyusun pidato dalam bahasa Indonesia.
Walaupun ada sementara anggagapan 1 artinya menggunakan
bahasa ini atau itu” hanya untuk
menutupi ketidak fasihannya untuk memakai bahasa sendiri dan tetap menggunakan bahasa bekas
penjajah, tetapi yang jelas bagi kaum tua maupun muda mempelajari bahasa Indonesia merupakan keharusan yang tak boleh diabaikan.
Dengan rendahhati harus diakui kekurangan kita akan penguasaan bahasa Indonesia yang bagi sebagian besar penduduk kita bukan bahasa induk semang melainkan merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan untuk mengikat berbagai sukubangsa dan pulau dalam kesatuan bahasa yang perlu dipelajari selukbeluknya dengan saksama.
Bahasa persatuan harus kita pelajari dengan tekun dan rajin, tidak hanya sambil lalu. Sebagaimana bahasa asing maka tata bahasa Indonesia, gaya serta kekhususan-kekhususan bahasa Indonesia harus kita pelajari dari tingkat permulaan.
kalau kita benar-benar ingin menguasai bahasa serta sastra Indonesia.
Kalau satu dua kata dalam bahasa daerah tercampur dalam pidato ataupun karangan-karangan kita, itu hanyalah pemanis ataupun menambah daya expresi, tetapi apabila terlalu banyak peminjaman kata?
daerah ataupun kata bahasa asing - dalam artikel kita, hal ini akan merupakan gado-gado yang kurang enak didengar. Apalagi kalau susunan
| Oleh: Syaraswati. |
kalimat berketiak ular sehingga tak ada waktu untuk bernafas dalam membacanya, maka selain sukar dimengerti tulisan-tulisan demikian akan tak mempunyai daya tarik untuk dibaca kembali. Kita mungkin sering kali menghadapi rumusan?
yang sulit dimengerti karena susunan bahasa yang tak padat jelas.
Marilah kita kaum wanita Indonesia menjunjung tinggi sumpah pemuda bulan Oktober tg. 28 th.
1928 dimana diikrarkan Satu Tanahair, Satu Bahasa dan Satu Bangsa. Kesatuan bahasa yang mengeratkan tali persaudaraan
penduduk beribu pulau ini harus mendapat perhatian serta pembinaan yang semestinya,
Belum kita meningkatkan perhatian kita untuk lebih lanjut mempelajari kesusasteraan Indonesia.
Pernah kita kemukakan betapa pentingnya memupuk kegemaran membaca dikalangan wanita agar waktu sedikit terluang tidak hilang musna ditelan ”obrolan” tak berguna, Mengenai kesusasteraan Indonesia, buku-buku karangan sastrawan?
kita sendiri harus pula. kita nikmati. Sedangkan untuk menikmati bahasa atau sastra, dasar pokok pengertian bahasa diperlukan.
Tak akan cinta, bila tak mengenal berlaku pula bagi sastra bangsa sendiri.
Marilah kita tingkatkan kebudayaan kita dengan rajin belajar bahasa Indonesia dimulai dengan tata bahasa. dengan praktek langsung menggunakan bahasa Indonesia dalam penulisan maupun percakapan sehari-hari untuk kemudian meningkat menyelami dunia sastra Indonesia. Karena siapakah yang terlebih dahulu harus menikmati hasilkarya sastrawan? Indonesia, terutama sastrawan-sastrawan revolusioner kita, kalau bukan kita kaum buruh, tani, pemuda, pelajar maupun ibu-ibu serta wanita Indonesia penerus Ibu Kartini pada umumnya?
Marilah kita bentuk kelingkaran belajar bahasa Indonesia. Tak ada yang terlambat dalam belajar.
Bagi yang sudah mahir belajar berarti meningkatkan sedang bagi yang benar-benar belum pernah belajar bahasa Indonesia dengan teratur, kami harap tak malu-malu serta disertai dengan ketekunan dan semangat pantang mundur. Kunci penguasaan bahasa memang ketekunan serta keberanian menggunakan bahasa baik tertulis maupun lisan serta latihan-latihan yang tak hentifnya.
Marilah kita berlomba belajar serta menguasai bahasa Indonesia dengan se-baik*nyal
Ralat: Inah, penjual kopi halaman 13 ditambah: oleh: Sabaryati
Gigi reog Ponorogo, halaman: 12 ditambah: oleh: Listiwati
21
=== [PDF page 24] ===
Wanita dan Sastra Revolusioner.
alam kata sambutannya pada
Konfernas Sastra dan Seni Revoyusioner, Ny. Mudikdio Wakil Ketua DPP Gerwani mengucapkan pidato yang menekankan pada persoalan-persoalan penting dilapangan kebudayaan yang dihadapi Rakyat dewasa ini.
Dinyatakan bahwa, KSSR ini sangat penting karena kita telah menghadapi soal-soal mendesak yang harus dipecahkan. Melihat suatu kenyataan yang amat mengharukan karena begitu banyak senimanseniwati, dari segala cabang kesenian, sastrawan dan sastrawati hadir dalam konfernas itu. Ini membuktikan tepatnya garis Partai Komunis Indonesia dilapangan kebudayaan, dan karena tepatnya pimpinan dan garis LEKRA yang mempunyai daya tarik yang amat Inas dan kuat dikalangan Rakyat, karena sepenuhnya LEKRA telah mengembangkan kebudayaan untuk mengabdi pada Rakyat. Hal ini berlainan dengan manikebuis yang mengabdikan seni untuk seni.
Dinyatakan lebih lanjut bahwa semakin menanjaknya perjuangan Rakyat untuk kebebasan nasional melawan imperialisme, kolonialisme, dan neo-kolonialisme, dan perjuangan yang hangat untuk mengganyang "Malaysia” proyek kolonialis Inggris yang didampingi sepenuhnya oleh imperialis AS, dan semakin men-jilat?nya api gerilya Rakyat Vietnam untuk mematahkan usaha sakaratulmaut imperialis AS, dengan bom napalm dan kimia di Vietsel dan agresi jahatnya di Vietnam Utara, dan Rakyat Laos dan Kamboja yang sedang bangkit kemarahannya karena pelanggaran-pelanggaran dan intervensi imperialis AS. Afrika dan Amerika Latin Rakyatnya bangkit dengan gagahberani adapi musuh yang sama, imperialis AS dll-nya, Inggris Gan Belgi. Kenekadan imperialis harus kita lawan dengan sekuat tenaga.
Dinyatakan bahwa kita telah berhasil melawan manikebu yang telah dinyatakan dalam pidato resmi Presiden Sukarno, pidato TA- VIP, sebagai golongan reaksioner,
22
dan berhasil melancarkan aksi?
boikot film yang merupakan candu kebudayaan imperialis yang barus diganyang. Tetapi, ini semua baru permulaan yang harus kita kembangkan terus untuk membersihkan subversi imperialis dilapangan kebudayaan. Aksi-aksi ini tidak boleh kita hentikan karena merasa kita telah menang. Oleh karena itu kita menerima referat Kawan Ketua CC PKI, pidato itu telah jelas dan lengkap, memberi pedoman dan garis perjuangan dalam melawan kebudayaan lama yang bersumber kekuatan lapuk, imperialisme dan feodalisme.
Kaum wanita menyambut hangat gerakan kebudayaan baru yang dilancarkan oleh PKI. Sesuai dengan tekad bulat seluruh anggota Gerwani untuk mengintegrasikan diri secara total dengan wanita tani, terutama tanimiskin dan buruhtani, maka dengan melancarkan gerakan kebudayaan baru, yang akan merubah wajah masyarakat desa dari masyarakat terbelakang yang penuh dengan kemaksiyatan menjadi masyarakat baru yang sehat dan bahagia, cita-cita ini akan tercapai, yalah kemenangan Revolusi Agustus 45.
Dinyatakan oleh Ny. Mudikdio, bahwa melancarkan gerakan kebudayaan baru ini tidak merupakan gerakan tersendiri, tetapi ia terjalin menjadi satu dengan gerakan?
untuk membebaskan kaum tani dari ikatan-ikatan feodalisme. Perjuangan kaum tani, lelaki dan wanita dari penindasan setan-setan desa, sejalan dengan pelaksanaan perubahan tanah yang radikal dan konsekwen, pelaksanaan UUPA/UUPBH, dan aksi-aksi kaum tani untuk melawan kemacetan, dan kejahatan tuantanah dan setan-setan desa lainnya, sehipgga tanah dapat dimiliki oleh tani penggarap dengan sah. Dalam perjuangan ini, alangkah indahnya jika para seniman dan seniwati kita dapat menciptakan karya?
baru untuk petani-petani kita itu. Karya?
yang mudah dimengerti oleh kaum tani tentang kejahatan tuantanah
dan setan-setan desa lainnya, dan tentang adilnya tuntutan kaum tani untuk melaksanakan Undang? Negara,
Mengenai pembinaan keluarga revolusioner, kami menyambutnya dengan hangat. Tugas ini merupakan tugas mendesak untuk menyelamatkan anak-anak kita, generasi kita yg.
akan menjadi pewaris dan pelaksana Revolusi kita. Sikap acuhtak-acuh terhadap pendidikan revolusioner dikalangan keluarga, baik orang tua terhadap anak?, suami terhadap isteri atau sebaliknya, akan membawa akibat buruk yang menghambat kegiatan revolusioner. Kehidupan keluarga terancam keretakan dan bisa menjadi berantakan, Oleh karena itu pembinaan keluarga revolusioner tak dapat ditangguhkan lagi, dan menuntut pada kita untuk dilaksanakan. Kami sependapat, bahwa untuk usaha kearah keluarga revolusioner, perlu segera diusahakan penulisan buku, ceritera* roman revolusioner, cerita!' bergambar untuk anak?, yang temanya diambil dari kehidupan Rakyat, yang digali dari kekayaan kita akan folklore dari berbagai sukubangsa, tentang keberanian pahlawan dan Rakyat kita dalam melawan pendiajah dll. Ini sangat membantu kaum ibu untuk membentuk keluarga revolusioner dan generasi muda kita.
Selanjutnya ditekankan, tentang pentingnya melawan revisionisme.
Kita telah melihat bagaimana revisionisme dibeberapa negeri sosialis di Eropa. Mereka telah membuka pintu dan memperkuat akar-akar sosial bagi infiltrasi kebudayaan imperialis, yang terutama menghinggapi anak-anak remaja dan orang” muda yang tidak pernah mengenal pahitgetirnya revolusi dengan perjuangan bersenjata. Disinilah letak peranan penting dari karya-karya sastra yang berwatak revolusioner yang konsekwen anti-imperialis, manpan kesenian-kesenian yang harus mampu membangkitkan, memelihara dan memperkokoh kehangatan semangat perjuangan yang tinggi dalam suasana relatif damai seperti apa yang kita alami sekarang. Dalam hal ini cerita tentang heroisme dan kepahlawanan kita melawan fasisme Jepang dan kegigihan kita dalam Revolusi Agustus 45, dan aksi?
(Bersambung hal. kulit 3).
=== [PDF page 25] ===
SENAM WANITA
Menjaga kesegaran badan tidak cukup dengan menjaga makanan, tetapi penting pula arti olahraga
yang kontinyu. Yang termudah dan bisa dikerjakan setiap wanita, terutama pada pagi hari didalam kamar, adalah olah raga senam.
Marilah kita mencoba beberapa latihan dan kita usahakan agar bisa dikerjakan setiap pagi bangun tidur dengan menhilangkan rasa malas serta berbagai alasan "pagi ini tidak usah saja”. Dalam sport memang diperlukan disiplin diri
Gan kalau segenap otot-otot sudah ren
tang dan lemas, maka gerak badan
atau olahraga ini akan merupakan kebutuhan sehari-sehari tidak ubahnya seperti makan atau minum,
Demikianlah kita silahkan saudara-saudara mencoba latihan-latihan dibawah ini:
1. Tutup kaki, kedua lengan kemuka/telapak tangan menghadap kebawah.
Ayunkan kedua lengan kebawah, kebelakang serta kembali.
Ulangi gerakan ini 20 kali.
(Gerakan harus supel, kadang?
lengan boleh dibengkokkan sedikit).
Sen Me an en
Rumahtangga:
Membersihkan kaca jendela dan cermin.
Ada dua macam cara membersihkannya kaca.
A. 1. Pembersihan kering,
Untuk ini kita perlukan kertas penghisap atau koran spiritus
lap halus.
Gosoklah kaca dengan koran kertas penghisap dan jika perlu dengan kapur yang sudah dihaluskan atau serbuk nila.
Gosoklah dengan spiritus.
Dipakai sebagai penggosoknya kain kering, kertas penghisap atau koran,
B. Pembersihan basah.
Oleh: Ny. S. Partinah
dibersihkan secara basah dengan air.
b. Pakailah air bersih, air merang atau air ammonia (1 sendok untuk 1 liter air).
c. Gosoklah dari kiri kekanan sampai kebawah, lalu dari atas kebawah dan akhirnya sekelilingnya dengan bunga karang yang dicelupkan didalam air tadi.
d. Noda kapur dapat dihilangkan dengan cuka, juga noda sabun, noda cat hidang dengan terkeperluan: pentin atau minyak ta- 1. air atau air soda dan am- nah, kemudian diseka monia. dengan lap atau kertas 2. bunga karang (spons). sampai bersih.
3. kain kulit.
a. kaca yang sering terkena sinar matahari jangan
2. Tutup kaki, sikap bongkok Ulangi 15 kali.
(buruk).
Betulkan dengan perlahan-lahan kesikap yang baik.
Monogram Mardadi
Gerakan ini sebagai gerakan bernafas.
3. Tutup kaki, rentang tangan kesamping.
Ayunkan kaki kemuka belakang.
ulangi 15 kali.
4. Tutup kaki, rentang tangan kiri kemuka, ayunkan kaki kanan sepakkan ketangan kiri.
Ulangi 15 kali lalu ganti tangan/kaki.
(Tangan tetap ditempat, kaki yang harus sampai dan kaki tetap lurus).
Demikian latihan-latihan yang sederhana
ini harap dicoba dengan tekun,
dan bila terasa agak capai jangan
(yepat putus asa dan 'berlatihlah
terus-menerus. Saudara akan merasa segar dan gembira!
Kiriman: Titik Sd.
Semarang.
23
=== [PDF page 26] ===
alau kita memakai kain panjang, tentu bagian-bagian betis akan banyak yang tak tampak, tetapi Jain halnya kalau kita memakai rok.
Terlepas dari soal-soal kecantikan, soal menjaga kesehatan kaki sama pentingnya kita seminggu sekali memelihara rambut atau tiap malam membersihkan muka.
Sedikitnya sebelum tidur imencuci kaki dengan sabun bersih?
haruslah menjadi kebiasaan sehari?, agar kaki tidak retak-retak karena kotoran-kotoran yang menutupi pori.
Bagi mereka yang pekerjaan sehari*nya banyak berdiri umpama menjadi penjual obat?an di apotik atau ditoko-toko dan pabrik, seringkali kaki menjadi bengkak atau sakit ke-merah*an, Kaki bengkak bisa juga pembawaan waktu hamil, peredaran darah yang tidak lancar maupun sebab-sebab lain. Dalam hal ini sebaiknya kaki direndam dalam kompres air dingin dicampur asam. Segera sesudah sampai dirumah, sepatu harap dibuka dan
_ ditukar dengan sandal. Perlu diker- _ jakan setiap pagi senam Ka, latihan-latihan me-lingkar?kan kaki kiri dan kanan.
Disebabkan karena kekurangan
tak terasa sakit, harap sea diobati. Olahraga yang baik kaki seperti gerak jalan,
Kita berikan perhatian
Kepada kaki.
menari berenang maupun hanya berjalan saja akan menambah daya tahan kaki.
hawa dingin serta hawa lembab pada malam hari. Juga perlu diikuti diet makanan yang cocok seperti daging maupun lemak serta penambahan? Vitamin yang diperlukan tubuh,
Kejang pada otot-otot harus dijaga benar-benar dan bila terdapat luka-luka pada
kaki baik yang kecil maupun yang mula-mula tak terasa sakit, hendaknya segera diobati. Olahraga yang baik untuk kaki seperti gerak jalan menari, berenang atau berjalan saja akan menambah daya tahan kaki.
Pada umumnya menyiram air dingin pada kaki bber-kali-kali sangat baik bagi peredaran darah pada kaki. Bisa digunakan ber-ganti?
air hangat kemudian air dingin untuk melancarkan peredaran darah.
Disamping itu bisa pakai minyak Hydro untuk menggosok kaki. Kemudian dicuci bersih-bersih dengan terlebih dulu disikat. Pemeliharaan kecantikan dan kesehatan sesungguhnya sangat erat bergandengan.
Kalau perhatian kita tujukan pada muka maupun pemeliharaan rambut, juga kaki yang kita gunakan se-hari* meminta perhatian kita.
=== [PDF page 27] ===
kita melawan imperialis Amerika, Belanda, Inggris dll. amat penting dimana golongan revolusoiner, anak-anak kaum buruh dan tani ikut Serta ambil bagian penting.
Gerwani telah dinyat
menyambut oleh kawan Gesang. Seorang yang tidak asing lagi bagi kita, penyanyi dan sekaligus pencipt: kroncong, dengan ciptaan-ciptaan rkenal dimana?,
wan Solo,
lagu? S
dll. Dinyatakan bahwa waktu zaman ia masih muda, tidak mudah Orang menjadi seniwati, seniman, Sripangpung, atau sanger bagi dirinya. Orangtua melarang anak?nya
untuk menjadi sanger, tledek
(waranggono), dil orang-tua akan
menggerakkan bumi dan langit 'alkan niat
“unutk r
ruh-ruh itu, Ini kz
papan-papan t dil, itu sinon
Dan apat
umum dinyatakan wanita yang kurang baik moralnya. Sekarang pengertian orang sudah agak maju, sesuai dengan perkembangan masyarakatnya, Tidak jarang mahasiswa dan mahasiswi menjadi
bintang-film, biduan/penyanyi, bintang-bintang sandiwara, pelawak dil. juak-juak kaum buruh tidak keting-! Kita harus bangga melihat Kemajuan ini, tetapi dilain fihak kita juga harus prihatin melihat perkembangan dimana penetrasi kebudayaan imperialis telah meracuni dunia seni kita. Tanpa disadari penetrasi facifigue berjalan terus. Monogami tidak berlaku, orang mudah kawin dan cerai, demikian menjadi biasa. Disamping itu mempunyai boy frend atau husband frend menjadi biasa. Melalui mode yang dianggap terbaru didunia cepat masuk, seperti sasak, beatle, dan juga twist dan rock and roll dalam bentuknya yang baru terus berkembang membutuhkan anak-anak kita. Sehingga Presiden Sukarno dengan keras memperingatkan kita terhadap hal ini. Inilah semua yang harus kita perhatikan.
Lebih lanjut dinyatakan bahwa referat Kawan Ketua CC PKI, ditambah dengan laporan-laporan dan pandangan-pandangan dari utusan-utusan daerah dari para seniman dari segala bidang dan para sastrawan, kaum Komunis dan Manipolis sejati mempunyai keyakinan akan kemenangan perjuangan kita, menjebol kebu-
BEBERAPA MACAM PODING:
(oleh Ny. Partinah srd)
Untuk pesta-pesta dan menghidarigkan untuk tamu-tamu dalam keadaan?
yang berlainan dengan hidangan harian, biasanya sehabis menghidangkan beberapa macam makanan yang terakhir kita menyediakan untuk penutupnya dengan poding.
Maka untuk ini kami sediakan resep beberapa poding sbb:
1. SURETNA PODING. (untuk
30 orang).
Bahan: 3 buah roti tawar,
154 gelas susu, V4 kg kenari, 2 cangkir gula pasir, 12 butir telur ayam, 1 buah kopyor, 2 buah nenas yang manis, 3 sendok makan margarine, sedikit garam halus.
Tiara membuatnya:
Nenas dicingcang halus, direbus diberi garam sedikit dan gula pasir secukupnya, hingga kering (habis airnya).
Roti dikupas, direndam sebentar dengan susu.
Kenari dicincang halus, digoreng sebentar dengan margarine dengan api yang sedang.
Kopyor dicincang juga, mencincangnya cukup dengan sendok didalam — tempurungnya buah kopyor itu.
Telur, gula dan garam sedikit dikocok sampai kental, kemudian roti, kenari, kopyor dimasukkan sambil diaduk hingga rata.
Sesudah selesai mengaduk, tuanglah dalam cetakan dan kukuslah,
Setelah setengah masak, lapislah dengan manisan nenas yang telah direbus kering tadi, lalu dikukus lagi hingga masak.
Selain dikukus dapat cara memasaknya dipan, tetapi selain nenas diletakkan ditengah?.
dayaan lama dan membentuk yang baru, bukanlah perjuangan yang ringan, itu perjuangan yang berat, bukan jalan yang bertabur bunga, tetapi perjalannan yang berduri.
Kita bertekad dengan tangan kiri mencabut duri-duri dan melemparkannya, dengan tangan kanan menabur bibit bunga-bunga yang indah harum mewangi. Kita menangkan per-
2. KABINET PODING., (untuk 30 orang).
Bahan: 2 batang agar, 4 butir telur ayam, 114 ons gula past, 6 gelas air santan, 16 iris bolu kering (bolu panggang), sedikit garam.
Cara membuatnya:
Santan, gula dan sedikit garam direbus, setelah gula hancur disaring, kemudian agar-agar yang sudah direndam dimasukkan diaduk terus dan telur yang SUudah dikocok dimasukkan didalamnya dan diaduk terus, kemudian dituangkan kedalam loyang. Setelah dingin diiris"
dan siap unutk dihidangkannya.
3. PODING KAPAS. (untuk 20 orang).
Bahan: 1 (satu) batang agar”, 2 gelas air dingin, 2 putih telur, 8 sendok makan gula pasir, soklat bubuk, essense, sedikit garam, nenas atau buah lain.
Cara membuatnia:
Agar-agar dicuci terus direndam.
2 gelas air, gula direbus, agar dimasukkan hingga hancur diberi garam sedikit, mawar atau panili dimasukkan. Putih telur dikacau hingga berbuih, apa bila agar-agar sudah agak dingin, tuanglah putih telur sambil d' aduk sedikit demi sedikit hingga rata, kemudian dituang dalam cetakan. Nenas dibuat setup. Menghidangkannya agar”
dipotong?, diberi setup nenas atau buah lain mis. papaya dapat ditambah stroop yang ber warna merah atau hijau dar diberi es yang sudah dipukul halus.
juangan kita untuk mengganyang imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme. feodalisme dan revisionisme untuk membentuk masyarakat yang berkebudayaan baru, keluarga revolusioner yang bahagia.
Demikian pokok-pokok sambutan
DPP Gerwani yang diucapkan oleh Ni, Mudikdio.
25
=== [PDF page 28] ===
BRANKAS AKN PD HDHD DPD ED PID PBDI le LS CE CCL
> DPD SDDS» >I) SD SD LoD) oD oD LD > DD PDD DD ID oD PDD ID De
& 0-99-4242... HOD SDS yp Boy >2DS>ID DLV ID HID HID HID LDH) HID 4D ID LID HID HID HIM DH)
TELAT AAA
US CC CC CCC CC CMG GUE
SIROP BINYAVIT
BANYAK MENGANDUNG VITAMIN
1 (23
JAKARTA™
Manado
| fio;
FACE HCE ES CE COME CC CCS
CALE I CAE CMM CE CEES CE CELA CAME