Api Kartini No. 11–12 Th. 6, November–Desember 1964
Cleaned OCR text (Good (0.929); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
[Cover: Api Kartini magazine cover, title "Api Kartini"; photograph of a woman feeding a baby]
=== [PDF page 2] ===
penerbit:
yayasan melati matreman raya 51, jakarta
Ani Kartini
redaksi:
maasye siwi, paryani pradono, sujinah, sartini nur
penanggung jawab:
maasye siwi
pembantu luar negeri: darmini
pembantu":
dra. sk. trimurti, s. csiyah, rukiah kerlapati, sugiarli siswedi, trees sunito S.H.
sulami, rukmi b. resobowo, s. hutapea,
sulistyowarno, sutarni, dokter s, caropeboka.
illustrator: w. nirahuwa alamat redaksi.
matraman raya Sl, jakarta tilp. jtn, 753
alamat administrasi:
kramat v/7, jakarla tilp: Gmb. 44430 — kotakpos 2522
SIT No. 240/SK/UUPPG/1963
SIPK No. 9535/F/K-3/1
oplah 5000 ex.
KANAN KANAN ATA NN PNa Eee Kav o 3 Kenya aD Rp. 500,— PPReTHI MONTANE. evs cy. + cis soty eb tuv-0o a 275,— KANAN AA PN KAN Naa 'ys.ardyspncooases “ 142,50 GIATENN PAT X3 po 02220 on nargnne « 80,—
api kartini menerima karangan dari luar, dari siapa saja yang menaruh minat.
karangan harus ditik diatas kertas yang tidak timbal-balik, karangan yang tidak dimuat dapat dikirim kembali apabila disertai dengan perangko.
tarip iklan:
“omer November - Desember
17.
18.
19:
20.
Th ke-VI
hal:
Mari kita Yanjutkan jejak pahlawan...... 1 Wanita rumahtangga berseminar pertama kali.. 2 Pemberantasan Buta Gizi dalam rumahtanga.. | Sambutan-sambutan dalam Seminar Rumah-tans 6 Wanita Indonesia berkepentingan dalam aksi boikot film...... 8
Sambutan Rukiah Kertapati 10 Peranan wanita dalam membendung musi dekaden’,....... 13
Percikan Api Kartini 14
Senam wanita 14
Bukan bunga sembaran ur 15 Oleh-oleh dari Korea dan RRT 16 PENA PPN ANKAN 225 Pam naa = 60.0 17 Nn. Uwas Komara, pesinden harapan 18 Buruh wanita berjuang 23
Kader revolusi Pee an 4
Bil Keluarga baru” Lai nan sidat uon vegan 25 Kebangkitan wanita tani......... ic... 26 Kaum wanita menyambut revolusi Oktober 2$ Kesimpulan seminar wanita rumah-tangga 29 Masakan: Beberapa macam sambal 31
=== [PDF page 3] ===
Mari Kita Lanjutkan
Jejak Pahlawan
ERINGATAN Hari Pahlawan 10 November
1964 diadakan dalam suasana makin meningkatnya perjuangan seluruh Rakyat Indonesia dalam mengganyang proyek neo-kolonialis,,Malaysia''.
Semangat Pahlawan, yaitu patriotisme yang tinggi dalam menegakkan kemerdekaan tanahair melawan musuh-musuh revolusi yaitu imperialisme dan sisa-sisa feodalisme, harus dikobarkan terus-menerus untuk maju terus pantang mundur memenangkan
tuntutan? Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar?- nya,
Dalam meneruskan perjuangan, hendaknya kita jangan menodai semangat pahlawan-pahlawan yang sudah gugur mendahului kita. Para pahlawan tidak menuntut jasa, tetapi mereka gugur dengan harapan agar pejuang-pejuang penerusnya sungguh-sungguh mengabdi amanat penderitaan Rakyat. Oleh karena itu dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November
harapan tersebut hendaknya diperhatikan dan dilaksanakan.
Dalam hal ini sangatlah penting amanat PYM Presiden Sukarno distadion utama Senayan, yang menegaskan, bahwa terhadap lawan, yaitu boneka Tengku Abdulrahman dengan penyokong?nya yaitu imperialis Inggris/AS, kita harus terus berkonfrontasi, dan terhadap kawan yaitu semua yang menjadi kekuatan RI kita harus berkonsultasi.
Penegasan PYM Presiden Sukarno yaitu dengan lawan terus berkonfrontasi dan dengan kawan berkonsultasi hendaknya menjadi garis perjuangan kita selanjutnya.
Mengenai hal ini sinyalemen Pd. Presiden Dr.
Subandrio selaku pimpinan Kotrar perlu mendapat perhatian yang se-besar?nya yaitu bahwa kegiatan kaum kontra-revolusi dan kaum subversi akhir-akhir ini makin meningkat dan bahwa karena itu perlu dipertinggi kewaspadaan dan diatas se-gala?#nya perlu diperkuat persatuan nasional revolusioner berporoskan Nasakom. Kaum wanita dalam hal ini perlu mengambil bagian yang aktif.
Adalah menggembirakan, bahwa organisasi?
wanita telah menyelenggarakan TC?, yaitu Gerwani, Wanita Marhaenis, NU Muslimat, Pertiwi dan organisasi-organisasi isteri? 4 Angkatan Bersenjata.
Dalam rangka melaksanakan Dwikora mengganyang.,Malaysia”, dikalangan wanita perlu dipertinggi kewaspadaan itu, karena kaum kontrarevolusi dan subversi juga melakukan “kegiatan?
melalui kaum wanita.
Marilah dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November, ditingkatkan usaha-usaha kita untuk pembajaan-diri dan pendidikan-diri, agar kita teguh mengikuti jejak pahlawan-pahlawan yang telah gugur mendahului kita.
Kartini Yakin Akan
Hari Depan Yang
Maju
Kepada Nyonya van Kol, Kartini menulis dalam surat tgl. 19-8-1901 sbb.:
"Tiada barang yang mustahil didunia ini! dan barang apa yang hari ini kita terlak-teriakan sungguh-sungguh mustahil, besok sudah kejadian,
Masyarakat Bumiputera sudah gelisah, semangat hendak "maju” sudah sampai kepadanya, sudah menjadi buah tutur dan pikiran, Akan tetapi terbendung oleh kasih sayang sudah berurat berakar pada sanubary orang Jawa, yaitu kasih sayang akan adat yang sudah amat kuno itu. Amat banyak pula lagi perjuangan lain yang harus diselesaikan, barulah berbagai-bagal pendirian dan dasar hidup yang sudah kolot itu, yang tiada sepadan lagi dengan zaman, terkubur dalam-dalam didalam tanah, sehingga tiada akan bangun-bangun lagi”.
Selanjutnya dalam suratnya kepada Nyonya van Kol Kartini menulis: "Sekali Yagi: amatlah banyaknya azab dan sengsara yang diderita dalam dunia perempuan Bumiputera, Dan kesedihan yang harus ditanggung itu pada masa saya masih anak-anak sudah saya ketahui, itulah yang pertama-tama menimbulkan dalam hati saya keinginan akan melawan kebiasaan turut-turutan, yang membuat seolah-olah segala keadaan yang lama itu benar dan adil adanya.
Tujuan usaha kamy ada dua maksudnya, ialah turut berusaha memajukan baryzsa kami dan merintis jalan bagi saudara” kami perempuan, menuju kearah keadaan yang berdasarkan kemanusiaan.”
Lihatlah, betapa tepatnya Kartini mengemukakan keyakinannya tersebut!
Bukankah sejarah perjuangan Rakyat Indonesia sendiri membuktikan kepada kita sekalian akan kebenaran kata?
Kartini itu? Sungguh tepatlah keyakinan Kartini, bahwa: tiada barang yang mustahil didunia ini! Dulu imperialisme Belanda berteriak bahwa kekuasaannya di Indonesia itu mutlak dan tidak bisa terjadi kemudian? Rakyat Indonesia dengan gigih berjuang untuk kemerdekaan nasional yang penuh, dan akhirnia kekuasaan Belanda bisa ditumbangkan oleh revolusi Agustus 45 dan dengan semangat Trikora Irian Barat baru-baru ini
(Bersambung ke hal. 9)
=== [PDF page 4] ===
D.P.P.
SEMINAR Nasional Wanita Rumahtangga yang diadakan
oleh DPP Gerwani pada tanggal 4 s/d & November 1964 di Jakarta telah berhasil menyimpulkan soal' penting yang dihadapi oleh kaum wanita pada umumnya.
Seminar itu telah dihadiri oleh utusan-utusan dari 20 Daerah Daswati Tingkat I, hanya tiga Daerah saja yeng tidak menghadiri, termasuk Irian Barat. Kehadiran mereka itu menunjukkan perhatian yang besar terhadap persoalan wanita rumahtangga. Masing-masing utusan membawa persoalan?
yang beragam isinya sesuai dengan keadaan Daerahnya. Dari soal-soal tradesi, ekonomi, hingga soal-soal politik mendapat kupasan” yang mendalam, karena justru mengapa belum semua wanita rumahtangga dapat aktif dalam pekerjaan kemasyarakatan, disebabkan karena kondisi masyarakatnya, Wanita menjadi terbelakang karena tekanan” sisa-sisa feodalisme dan kolonialisme yang masih bercokol dalam masyarakat kita.
Prasaran DPP Gerwani yang dibawakan oleh Ny. Suharti Suwarto telah memberikan gambaran yang jelas, mengenai persoalan wanita rumahtangga. Ditandaskan bahwa untuk mengerti tentang wanita rumahtangga harus mengerti jelas definisi, klasifikasi, dan persoalan-persoalan yang dihadapinya.
Dalam prasaran telah disebutkan bahwa definisi wanita rumahtangga telah dirumuskan oleh Sidang Persiapan Seminar sbb:,.Wanita rumahtangga adalah wanita yang tidak mengambil bagian dalam proses produksi atau pekerjaan kemasyarakatan dan mempunyai fungsi pokok sebagai pengurus rumahtangga disamping itu juga wanita yang mempunyai pekerjaan yang hanya bersifat sambilan termasuk wanita muda yang belum berumahtangga tetapi bekerja sepenuhnya untuk membantu orangtua atau saudara”. — Dengan definisi ini sudah menjadi jelas bahwa yang dimaksud dengan wanita rumahtangga bukanlah wanita buruh, wanita tani dan wanita yang telah aktif dalam pergerakan. Oleh karena itu Seminar ini mempunyai tujuan untuk menarik wanita rumahtangga yang jumlahnya berjuta-berjuta yang belum aktif dalam gerakan revolusioner untuk melaksanakan Dwikora, dan untuk menyelesaikan tuntutan”
Revolusi Agustus 45.
k mereka DPP Gerw
1anat Presiden Sukarno pada pemt
REVOLUSI
Gerwani pada pembukaan Seminar,
Dalam usaha me ulasannya dengan an
kaan Kongres ke-X Kowani yang menyatakan
INDONESIA JUGA REVOLUSINYA WANITA, REVO
LUSI MENUNTUT PERUBAHAN, MERUBAH SISTIM
FEODALISME, MERUBAH EKONOMI KOLONIAL
MENJADI EKONOMI NASIONAL, MERUBAH KUL-
TUR ASING YANG GILA'AN MENDIADI KULTUR
YANG BERKEPRIBADIAN NASIONAL REVOLUSI
INDONESIA MENUNTUT PERUBAHAN DISEMUA
LAPANGAN,
JUGA PERUBAHAN KAUM
NYA". Dengan landasar ni: 1 li
blang bahwa yang d
WANITA
suk wanita rumaht umumnya mereka t
tergantung pada kedudukan sosial sua yang menanggu
Dalam men dalam masyarakat telah dijelask tangga dalam masyarakat kota dapat
golongan, yaitu:
Pertama: Isteri kalangan elite, golongan atasan misalnya isteri" hurtawan, pejabat' tinggi, pedagang"
besar, industrialis dll
Kedua Isteri” golongan menengah terdiri dari isteri?
perawai menengah, pedagang” menengah, usahawan dan pekerja* buruh rendahan, kecil-eceran, dan kaum baik yang mempunyai pekerjaan sam- Mereka merupakan
merdeka lainnya.
pekerja' har
miskin
n, pekota
Isteri"
dagang' lainnya, bilan maupun yang tidak.
golongan luas dan militan.
dari golongan
Disamping itu terdapat sebagian kecil isteri?
jahat dan linkomprador, kapitalis” birokrat, tuantanah' tah-darat, yang menjadi musuh-musuh revolusi.
Ditekankan bahwa berdasarkan analisa tersebut diatas, maka Gerwani berkewadiiban mengutamakan bekerja dikalangan maioritet massa wanita rumahtangga, iaitu isteri?
dari golongan buruh rendahan, pekerja-pekerja harian, pedagang”
=== [PDF page 5] ===
keryil/cceran dan kaum miskin kota lainnya, yang merupakan golongan luas dan militan,” Disamping itu menarik wanita-wanita rumahtangga dari golongan tengah dan golongan lainnya untuk melawan musuh-musuh revolusi,
Untuk menghimpun fakta-fakta yang lebih kongkrit mengenai wanita rumahtangga DPP Gerwani ber-sama* dengan Daerah-daerah telah mengadakan research. Hasil-hasil research telah diseminarkan di-daerah?. — Hasil-hasil seminar Daerah ini telah disimpulkan oleh DPP Gerwani, dan berhasil menghimpun fakta” lebih banyak. Penggolongan wanita rumahtangga itu dinyatakan sbb:
1. Golongan wanita rumahtangga yang belum mengerti seluk-beluk masyarakat dan perjuangan untuk penyelesalan tuntutan revolusi nasional. Mereka buta politik dan hanya bekerja untuk keperluan rumahtangga dari
5 pagi” buta hingga jauh malam tak henti'nya. Kebudayaan mereka terbelakang dan tidak berorganisasi. Ibarat Katak dalam tempurung”, mereka menghabiskan waktunya dengan pekerjaan rumahtangga, yang tidak ku- > dari 10 macam pekerjaan, seperti:
1. Belanja.
2, Masak.
3, Mencuci.
4, Setrika
S. Membersihkan dan mengatur runrah.
6. Melayani dan mengasuh anak.
Melayani dan membantu suami.
8. Menjahit pakaian anak-anak dan suami.
9. Ussha untuk menutup kebutuhan rumahtangga.
10. Bekerja sambilan, menjajakan kuweh, buruh menjahit dll.
Mereka tak dapat lagi ber-rekreasi, belajar dan tidak bisa maju. Mereka menjadi terbelakang fikirannya, keadaan inilah yang dalam,,Sarinah” telah dikecam oleh Bung Karno,,Sosialisme tidak bisa diselenggarakan dengan Rakyat yang bodo plonga-plongo tak mengerti baca-tulis dan menjadi kereman dalam rumah.
Sosialisme akan membebaskan — Sarinah-sarinah yang masih demikian”, — Diantara mereka yang pasif terhadap perjuangan, juga terdapat wanita-wanita rumahtangga, yang sesunguhnya tidak begitu mengalami kerepotan, tetapi karena terbelakang kesedarannya dan karena tradisi
itu
xolot serta pengaruh sisa* feodalisme maka mereka bersikap acuh-tak acuh.
Golongan wanita rumahtangga yang sudah mengerti, mempunyai simpati terhadap perjuangan, mengerti secara garis besar tentang Manipol, dan mau mengambil bagian dalam beberapa kegiatan masyarakat, tetapi belum mau berorganisasi, karena kerepotan rumahtangga.
Golongan ini keadaannya sangat menyedihkan. Penderitaannya sama dengan golongan pertama, yalah wanita"
yang terkena..tahanan rumahtangga”. Hanya bedanya golongan kedua ini sudah lebih sedar. Mereka dapat mengikuti kehangatan perjuangan. Cita-cita dan keinginan mereka setinggi,,Puncak Sukarno”, tetapi apa daya bumi rumahtangga tak lagi sanggup mengangkat mereka kepuncak cita-cita itu. Mereka tetap bagaikan,,Cebol yang merindukan bulan”, Seringkali mereka mencucurkan airmata, karena hati ingin berjuang, ikut menjadi sukarelawati, masuk latihan-latihan dalam Training Centre, tetapi dapur dan buyung memberatkannya.
Mereka terikat rumahtangga dan perjuangan berjalan terus. Mereka yakin bahwa pada masanya kebebasan pasti ada, karena perjuangan berlangsung terus. Kemenangan difihak Rakyat untuk sosialisme yang gemilang.
Golongan wanita rumahtangga yang sudah berhasil membebaskan dirinya dari ikatan tetek-bengek rumahtangga. Mereka mengatur pekerjaan se-baik*nya dengan suami dan keluarga. Mengatur waktu untuk bisa menunaikan tugas kemasyarakatan dan tugas rumahtangga. Sehingga mereka dapat aktif dalam organisasi dan gerakan revolusioner. Mereka berorganisasi dan aktif berjuang. Mereka sangat berbeda dengan golongan pertama dan kedua.
Achirnya dinyatakan bahwa berdasarkan penggolongan maka Gerwani berkewajiban untuk mengorganisasi dan
memobilisasi wanita-wanita rumahtangga yang sudah berhasil ikutserta dalam gerakan revolusioner sebagai modal utama untuk menarik wanita-wanita rumahtangga yang masih pasif dan yang masih setengah pasif.
(Bersambung ke hal. 4)
=== [PDF page 6] ===
Pemberantasan Buta Gizi Dalam
Rumah tangga
oleh: TRANS LISTIWATI, ahli gizi.
KY NITA Rumahtangga yang telah dapat berfikir dan mengikuti gerak-langkahnya Revolusi, mereka telah YYapat memikul dua beban dalam keseimbangan, yalah beban rumahtangga dan beban masyarakat.
Dua beban tersebut bilamana diuraikan satu-persatu, dan dituliskan merupakan suatu buku, mungkin satu wanita rumahtangga dengan yang Jain mempunyai kisah senada baik yang pahit maupun yang indah. Untuk mencakup dua beban tersebut mereka telah lalui duri dan onak yang runcing, menerjang rintangan yang lebih tajam, curam, terjal, semuanya telah membawakan naik dan turunnya nafas. Tetapi betapa lega didada, setelah wanita rumahtangga dapat menyusul dan ikutserta dalam derapnya barisan serta mengikuti gerak dan nada genderang Revolusi.
Satu dari sekian berkas uraian persoalan wanita rumahtangga, persoalan PEMBERANTASAN BUTA GIZI memegang peranan penting, baik dalam lingkungan rumahtangga sendiri, maupun dalam lingkungan kehidupan kita se-hari?.
Kita telah sadari, bahwa beban pekerjaan wanita yang tidak hentifnya mulai ayam jantan berkokok dipagi buta sampai malam hanyut dalam sepi, wanita rumahtangga ma sih belum dapat melepaskan lelahnya. Karena kelelahan ini pada umumnya mereka telah kehilangan nafsu makan sehingga porsi makanan tidak seimbang lagi dengan jumlah Calories yang telah dikeluarkan. Akibat! dari soal ini belum disadari oleh banyak wanita. Oleh karenanya baiklah kami uraikan tentang penyebab' kekurangan keseimbangan antara porsi makanan dan Calories bagi wanita:
I. Karena banyaknya urusan dalam rumah, kelelahan menyebabkan kurangnya nafsu makan.
2. Susila wanita yang condong dalam pemikiran bahwa wanita baik makan sedikit, pelan, tidak mengambil lauk banyak.
Research juga menyimpulkan mengapa mereka yang termasuk golongan ketiga dapat mengatasi keruwetan pekerjaan rumahtangga sedangkan yang lain tidak, ini disebabkan karena:
1. Kesedaran isteri dan suami akan perjuangan. Ini menjadi syarat utama, karena tanpa kesedaran ini mereka tidak akan dapat aktif.
Saling bantu dan gotong-royong antara anggota keluarga dipupuk baik. Pekerjaan rumahtangga menjadi tanggungjawab bersama. Jika ada kekurangan kebutuhan saling mencari, jika ada kerepotan saling mengatasi Pembagian waktu untuk pekerjaan rumahtangga dan masyarakat diatur dengan baik.
Kejujuran suami, isteri dan seluruh keluarga dipegang "teguh. Semua persoalan rumahtangga dan keluarga dirunding dengan secara terbuka, artinya tidak saling menyembunyikan. Masing! berjuang untuk menanggulangi pengaruh” masyarakat yang jelek. Suami tidak merajai dan berlagak seperti..Peperda”, isteri tidak mencari menang, dan keluarga tidak merongrong.
3. Karena kasih terhadap suami, jumlah porsi yang terbesar untuk suami. Bahkan anak-anak selalu dikalahkan, demi bapak.
4. Wanita cukuplah makan dengan ikan seadanya, sisa’- pun jadi.
Kalau suatn
Tujuan masak enak mi tidak ada, bal.
adalah untuk suami
wanita cukuplah makan dengan sam
6. Membagi makanan diatas meja makan, suamilah yang mendapat kwalitet lauk-pauk yang baik, bil:
bandingkan dengan anak", apalagi kalau dengan isteri cukuplah bumbunya saj:
rana di
Karena kekawatiran menjadi gemuk Adanya tirakat yang an c ngkan makan untuk berpuasa, agar dicint i
DEVI, 3 05 dan lain”, yang dapat diungkap oleh Wanita
tara | dak rumah
tangga yang ah.
Akibat' dari kekurangan kescimbang porsi m
kanan dan Calories telah ch wanit
wa itu kekurang
membawa akibat melambankan kecak wanita, Kita harus mer samping bekerja berat non stop, ad
an dan melamt i, bahwa
MENYUSUKAN
HAMIL
MELAHIRKAN, y
BAYI
yengorbankan sejum
MENSIS.
KURANG digantikan
TIDUR, karena si bayi minta tila
Sesudah sendiri, yang dipadukan denga hasil research, maka Seminar N merumuskan kesimpulan sesuai dengan slogan carkan:
Seminar mengupas
telah berhasil
» dilanmal itu
WANITA RUMAHTANGGA IKUTSERTA:
1. Memperkuat homefront untuk kora.
Menyelamatnya anak"
dayaan imperialis.
3. Membentuk keluarga Muanipolis sejati.
Untuk tercapainya ketiga slogan itu wanita rumahtangga harus ikutserta berjuang untuk menghancurkan sisa" feodalisme dan kolonialisme yang masih bercokol dalam masuksesnya Dwikita dari pengaruh kebusyarat.
Kesimpulan telah diperinci sesuai dengan persoalan"
yang dihadapi oleh wanita rumahtangga, sehingga dalam kegiatan selanjutnya dapat dijadikan pedoman.
Oleh: Sulami.
=== [PDF page 7] ===
Dari pandangan kami, disamping dua beban tadi, adanya beban khusus inipun harus difahami dan disedari oleh wanita itu sendiri, juga wanita itu harus membuat sedar suami/pria, bahwa sebenarnya WANITA-lah yang harus mendapatkan porsi makanan se-hari-hari itu lebih banyak nilai gizinya daripada pria. '
Tentunya wanita akan mendapat pertanyaan dari fihak pria: MENGAPA? Kita wanita hendaknya dapat memberikan jawaban, bahwa baik-buruknya kondisi badan, mental anak” kita adalah tergantung dari kondisi badan dan menlal wanita sebagai tempat pembenihan, sempalan daging dan tulang bagi anak, penyiram air susu untuk tunas baru, Kesemua ini membutuhkan gizi yang baik.
Oleh karenanya, marilah mulai sekarang kita merubah Iyara' menghidang yang salah itu, menuju cara-cara menghidang dan membagi yang adil dalam soal makanan dimeja kita Juga hendaknya disedari oleh para bapak, bahwa kita yang dalam masa tumbuh itu membutuhkan gizi yang sejumlah kebutuhan si ayah.
masing”, anak
Jadi: — kalau ayah mempunysi beban mencari nafkah untuk seluruh keluarga.
— Ibu memutarkan pekerjaan rumahtangga dan keaktifan dalam masyarakat, ditambah lagi beban khusus tadi,
— anak menurut alamnya harus tumbuh, baik badan maupun mental.
Maka ketiga golongan ini masing-masing adalah anggota masyarakat, dan tunas masyarakat yang harus ikutserta aktif
eer ry a
Sdr. Suliarti Suwarto Wk. Ketua If DPP Gerwani menyampaikan pengantar Seminar.
demi Tanah Air, maka mereka harus mendapat porsi yang adil dan SAMA RATA SAMA RASA.
Kalau kita pelajari keluh-kesah yang lain yang diderita oleh wanita rumahtangga, antara lain berkisar dalam persoalan harga bahan pangan, maka sebenarnya mengatasi persoalan tersebut adalah tergantung pula dari kesadaran wanita rumahtangga masing”. Persoalannya antara Jain berkisar pada:
— Adanya sifat-sifat konkurensi antara tetangga, sehingga terjadi penghimatan supply makanan keluarga itu dikurangkan oleh nyonya rumah, sehingga sedianya uang untuk membeli lauk-pauk untuk putra”nya berbelok haluan ke-kain batik dan sebagiinya.
Kebiasaan-kebiasaan ini harus kita berantas.
Adanya rendah diri, bahwa wanita tak patut bercocok-tanam dihalaman. Itu adalah pekerjaan pelayan dsb........ Sifat-sifat pemikiran yang demikian harus kita kikis habis.
Adanya perasaan mempertahankan gengsi, biar hutang sekalipun asal dapat menyuguh tamu dengan makanan mewah. Alhasil dua tiga hari supply makan putra?nya terpaksa dihemat yang salah. Anak terpaksa diberi makan dengan kecap dan cabe rawit. Kini marilah dirubah, untuk tamu baiklah disuguh dengan nada-utama percakapan-percakapan berirama derapnya Revolusi dengan air dingin seteguk pembasah kerongkongan, daripada dihidangkan makanan manis diiring lagu merdu dirayukan kata berpamer kekayaan berisikan nada-nada kosong dalam kelengahan,
Perlu adanya perubahan menu, dengan dasar pemikiran memilih bahan-bahan makanan murah dan sederhana, bahan makan yang dapat diperoleh dari lingkungan rumah, tetapi mempunyai kadar gizi ying dapat mempertahankan kesehatan.
Perlu mengetahui susunan menu seimbang, dan kegunaan zat' makanan. Secara singkat kami tuliskan sbb:
Kita tidak perlu tergantung daripada beras untuk bahan pengenyang. Hendaknya diketahui, bahwa bahan pengenyang di Tanah Air kita cukup berlimpah?. Bahan-bahan ini adalah: jagung, ketela, singkong, mbote, tales, kimpul, pisang, cantel, jewa wut, sagu Ambon, sagu Riau, tawaro, gaplek. gatot.
gogik, tiwul, gembili, uwi, gadung, dil. Pergunakar bahan-bahan tersebut, dengan tidak ada perasaan:,.periuk telah mengguling karena tidak menanak nasi”, Buah'an apa saja, sayuran apa saja baik yang didapat dari pagar’, tepi sungai, disawah, dikebun, dipematang, semuanya adalah sumber Vitamin, Zat Besi, Zat Kapur, Zat Pospor.
Dari ikan teri, bader, mujair, emas, tawes, lele, belut, penyu, anak yuyu, kepiting, udang, daging, telur, darah (didih), kakap, bandeng, kedele, kacang tanah, kacang ijo, kacang tolo, gude, tahu, tempe, oncom, semua ini adalah bahan makanan yang harus dipilih sesuai dengan kemampuan, demi memilih bahan yang mengandung zat pembangun yaitu PRO-
TEIN.
Uang tidak cukup, memilih teri dan tempe adalah lebih sehat, daripada memilih kakap, hati, zonder memilih tahu-tempe.?
“Bersambung ke hal. 6)
=== [PDF page 8] ===
Berbagai Sambutan Dalam Seminar:
Dari Pd. Presiden Subandrio
Saya menyambut gembira prakarsa D- PP Gerwani untuk mengadakan suatu Seminar yang diikuti oleh wanita-wanita rumahtangga dengan tujuan merumuskan yeranan yang seharusnya dilakukan oleh wanita-wanita rumahtangga dalam rang:
ka penyelesaian revolusi kita, Revolusi Indonesia adalah revolusi kir' kerakyatan, didukung oleh seluruh kekuatan Rakyat yang progresif revolusioner. Oleh karena itu kewajiban kita semuanya ialah selalu mengobar-ngobarkan, mengge 1ebainya romantiknya, dinamiknya dan dialektiknya revolusi kita diduda Rakyat, Hal ini adalah suatu kebutuhan yang mutlak, mengingat sejalan dengan meningkatnya revolusi kita, musuh-musuh kitapun meningkatkan kegiatannya merongrong dan menjegal revolusi kita. Kesadaran politik tentang revolusi dan ketahanan revolusi harus kita tanamkan seluas-luasnya, karena jarum" halus subversi mu suh tidak jarang juga melalui wanita”
rumahtangga. ’
Prakarsa Gerwani yang hendak mendorong wanita" rumahtangga dalam gerakan-gerakan revolusioner adalah tepat sekali:
urtuk itu perlu sekali ditananikan pengertian' revolusi Indonesia sesuay dengan apa yang diajarkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.
Bung Karno mengajarkan kepada kita bahwa revolusy Indonesia lebih besar dan lebih modern dari revolusi-revolusi yang pernah terjadi oleh karena revolusi bukan revolusi jiplakan tetapi didasarkan
| atas kepribadian sendiri dan disesuaikan dengan tuntutan revolusi umat manus'a | dalam abad ke-XX.
|... Saya mengharap agar seminar yang | diselenggarakan oleh Gerwani dapat mencapat sukses yang sebesar-besarnya
orakan dengan sehebat
Pan dan mendorong mereka dalam 2 dan usaha-usaha revolusioner serta ertinggi ketahanan mental mereka yongrongan dan usaha-usaha limusuh-limusuh revolusi kita.
Selamat berseminar. |
Y $ f k 1
! Eta 3 an iit: i
Bit a
| a i io abi
Ibu Dr. H. Suhandrio Ketua Koordinator Kow: ‘ i Tangga fa dise eng gar ch Gerwani.
Dari Pembantu Meni
eri Research Nasional
Dr. S. Harjolukita
Sdr.? hadirin yang terhormat
Saya ingin mengucapkan selamat 2 diselenggarakannia Seminar Nas Wanita Nasional Wanita Rum:
oleh Gerwani, suatu usahd yang penting dalam rangka pelaksanaan tugas! Revolusi Indonesia. Dalam suasana berge!oranya api revolusi dan meningkainya semanga dalam melaksanskan TAVIP, maka usaha mengikutsert setiap potensi pembangunan dalam rakan revolusi yatut dihargai.
Walaupun DPP Gerwani telah menentukan definisi bahwa wanita rumahtarcga adalah wanita 'ang tidak atau hanya secara sambilan mengambil bagian Yalem proses produksi, namun peranan wanita rumahtangga sebagai salah satu
pegi, Peranannya sebagai dan yang terpeni pendidik utama sia” tidak
bahwa
maka
4 anak” musuk sekosekolah tugas pendilah
maka diluar
dikan n besar masih tetap dipegang c wanita rumahtang
Pada masa perkembangan inilah maka per'd'tan dapat menentukan “kharacter bu'ding” dan orientasi generasi baru terhiiup keadaan serta gerakan masyarakat sekelilingnya.
AA AA AA AA Aa AAA AA AA AA Aa AA WA kh
tidak cukup, memilih belut dan oncom, adasehat daripada memilih bandeng tetapi Bana Tania hutang. |
tap! tergantung dari kesadaran wanita rumahtangga, keseéaran bapak rumahtangga, demi kesehatan keluarganya baik phys.k dan mental, maupun sosialnya.
Sekian, sampai bertemu dilain kesempatan.
=== [PDF page 9] ===
Ny. R. Pramono:
pala Biro I (Biro:
temen Kepolisian dal da Seminar Wan
tentang kenal
sebab" maupun cara' mer
Sc i Komisaris Polisi Tingkat 1!
yang memi 1 Biro
Ny. Pramono banyak pe dan ceramah® yang telah rikan diberbagai tempat, teutama kankan
kepada tanggung jaw
b orang tua ternak
hadap pendidikan ansk', terutama ar
remaj
Diuraikan tentang akibat-akibat penjajah un serta (yar imperinlis untuk menghanti in moral pemud didaerah « yohar Pemuda-pemuda yang mer ru 1 apa yang dilihat terut dalam film perialis yang di Iny yora?
hidup yang bermewah-mewahan s
barat'an dsb. Perpecahan keluarga, per-
Ueruian banyek menyebabkan terlantor- I pendidikan anak*, Dinyatakan oleh Ni. Pramono bahwa.. akiba
pecahan ini anak-anak mengalami:
PA EA AA AAA TA
AA AA AA Ne eT. es WA WA WA WA WA WA AA
1. Terputusnya hubungan bathin dengan salah satu atau kedua orangtuanya yang mengakibatkan tidak
kenalnya kasih g orangtua.
Anak-anak tidak diasuh oleh
orangtua yang bertanggung jawab
atas kelahiran “mereka.
Dinyatakan oleh Ny. Pramono tentang an perpecahan kibatperlindungan serta nasehat-nasehat orang 1 percekcokan-percekcokan dalam keluarga menyebabkan anak kebingungan tanan siapa mesti dianut.
Ni. Pramono menjelaskan — tentang
bahaya-bahaya kota besar serti kekurangan pe- 1 orangtua dalam manghadapi bahaya” yang bersifat internasional yang tentunya juga sa membayakan generasi muda. Bahaya' tersebut ada yang dapat dilihat dan ada yang tidak dapat dilihat yang berasal dari manusia yang berkeliaran
bertanggung jawab, yang kian kemari henya urtuk melampiaskan hawa nefsu dencan menggunakan segala deya unay:, baik berupa harta benda, beik dalam bertuk rayuan mulut manis,
SOR WR GA A WA AA KA AA A
Oo CA WA WEA
Ibu Pramono tengah menyampaikan ceramahnya,
baik berupa ancaman maupun alat-alat perangsang lainnya, hingga didalam hal ini, mereka menjerumuskan anak-anak dari orang tua yang tidak mengetahui akan bahaya-bahaya yang mengintai mereka dikotakota besar.
Sekarang kita akan meningkat pada pengaruh lingkungan yang negatif, Pada umumnya kita membagi lingkungan dalam:
1. Lingkungan rumah, dimana anak bertempat linggal.
2. Lingkungan sekolah, dimana anak belajar.
3. Lingkungan antara rumah dan sekoleh dimana anak ber-main?. Lingkung an minta perhatian daripada orang tua atau wali sianak, karena pada umumnya di-mana-mana berada manusia yang tak bertanggung jawab yang mengintai korban?
untuk diperalat, untuk diperas atau untuk dijadikan korban dalam suatu tindak pidana. Hal ini tidak saja dengan bujukan-bujukan tetapi ada juga dibawah anyaman. Anak-anak yang umumnya menjadi korban dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu adalah anak-anak berasa!
dari:
I. Keluarga yang kurang memberikan
perhatian terhadap keluh kesah anak.
Keluerga yang tidak memberikan
perlindungan pada anak.
3, Keluarga yang kurang memberikan nasehat pada sianak untuk ber-hari?
dll.
Dalam melindungi anak-anak dari pengaruh" negatif kebudayaan Yektuur luar negeri maka kita haruslah memperhitungkan psykhologicalnced dari pada anak tersebut, karena begitu anak-anak tersebut meningkat umur belasan tahun, maka anak-anak itu tidak mau lagi disebut kecil sungguhpun mereka belum dapat diterima sebagai orang dewasa. Didalam penghidupan pancaroba ini kita mengetahui pula bahwa:
1. Anak: ingin disebut besar.
2. Anak-anak ingin memperlihatkan keberanian,
3. Anak-anak ingin memperlihatkan tanggung jawab yang pada umumnya hati kecil mereka masih anak", masih penakut dan masih sangat tidak bertanggung jawab.
Didalam masa pancaroba ini umumnya mereka sangat ingin meniru orang besar, meniru-niru jagoan?', dan meniru' tanggung jawab hingga pengaruh yang melekat adalah pengaruh yang dilihat. dibaca disaksikan dilayar putih,
(Bersambung ke hal. 32)
=== [PDF page 10] ===
ALAM sambutan DPP Gerwani kepada Mubes PAPFIAS dinyatakan antara lain, bahwa dalam gelombang pasang aksi boikot film imperialis AS diseluruh pelosok tanahair, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Revolusi Agustus 45, dalam mengikis habis akar"
penetrasi skebudayaan imperialis, kaum wanita tidak ketinggalan.
Wanita sebagai ibu pendidik menghendaki agar anak" mendapat pendidikan yang sehat melalui media film dan bukan sebaliknya malahan film digunakan oleh kaum imperialis untuk meracuni pemuda-pemudi kita yang seharusnya menjadi penerus-penerus revolusi, Betapa sedih seorang ibu, bila melihat putraputrinya menjadi “crossboy” atau "crossgiri” yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan derap re olusi, bahkan menjadi penghalangnya. Kalau terjadi anak" tanggung berkelompok menjadi anak-anak nakal yang melakukan kejahatan' seperti pencurian', penodongan?, pelanggaran kesusilaan dsb., sesungguhnya siapakah yang bersalah? Pertanggungan jawab anak-anak ini tidak boleh hanya dibebankan kepada anak-anak itu sendiri.
Pendidikan diluar sekolah, baik dirumah maupun film' yang dilihat, buku"
yang dibaca sangat mempengaruhi. Kalau tiap hari dihadapkan pada film gangster, penodongan”, film cabul dil, kita tak boleh terkejut apabila anak meniru-nirukannya dalam kehidupan se hari”.
Demikian kecemasan kaum wanita ditujukan terhadap pendidikan putraputrinya yang sangat dibahayakan oleh film-film imperialis terutama dari Hollywood yang dengan selubung tatawarna indah menyuguhkn keisengan, menyebarnyebarkan apathisme dan pesimisme.
Betapa ganjilnya dunia film kita, apabila kita ingat bahwa 6096 dari film yang dulu beredar ditanahair adalah film? AS, 39% dari negeri* lain yang kebanyakan dari negeri” Barat juga, scdang hanya 19c saja disediakan untuk film-film nasional.
Bukankah suatu keganjilan yang menyinggung perasaan, bila kita lihat bahwa setelah ber-tahun-tahun menghirup udara kemerdekaan film' Indonesia ditanahair sendiri masih terpojokkan dalam bioskop” kecil pinggiran kita, sedang bioskop” klas satu harus melayani kontrak"
dengan MGM, faramount atau Warner Brothers. =
Itulah sebabnya maka masalah peifilman bukan hanya masalah mereka yang bersangkutan dengan pembuatan
film, seperti para artis, sutradara, produser dil, melainkan merupakan mas-
Wanita Indonesia Berkepentingan Dalam Aksi Boikot Film Imnerialis AS
alah nasional yang menyangkut seluruh kepentingan Rakyat, terutama para ibu?
serta kaum wanita pada umumnya.
Kaum wanitalah yang per-tama' menjadi korban kebudaysaan imperialis.
Kalau dimasa feodal wanita dihina, direndahkan dan dijadikan bunga kosorg tak berfikir, maka imperialisme menjadikan wanita barangdagangan. Juga dalam dunia film artis” wanita dipaksa oleh kekuasaan uang untuk melakukan peranan” cabul hanya untuk membuat “bestseller” (film-film yang Yaku sekali)
ataupun peranan-peranan yang merendahkan derajat wanita.
Gerwani sebagai organisasi pendidikan dan perjuangar mendukung dengan sepenuh hati dan daya atas aksi boikot film* AS yang membendung arus neokolonialisme dibidang kebudayaan. Aksi yang mendapat dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat tidak hanya di ibukota tetapi sampai pula puluhan organisasi” didaerah sungguh merupakan taufan badai yang menggetarkan sendi kaum imperialis AS. Kalau kita ingat, bahwa diseluruh dunia ini hanya enam negeri yang memboikot total masuknya film-film imperialis AS, diaftaranya Cuba dan Indonesia, maka bisa kita bayangkan bahwa benar-benar kaum imperialis, bagaikan terkena halilintar menyambar, menghadapi aksi patriotik yang diluar perhitungan imperialis benar-benar menjumpai tanah subur dibumi Rakyat Indonesia.
Rakyat kami yang sudah lama mendendam pembalasan terhadap kekurangajaran "Pakanbaru”, dimana PRRI/ Permesta, Armada ke-VII, Pope serta akhir* ini penerbangan' pesawat" mata?
AS dalam rangka
»Malaysia”.
Kalau Cuba dimulut singa imperialis AS kini bertahan dalam memboikot film-film imperialis AS, kita Rakyat Indonesiapun bertekad dengan segala konsekwensinya untuk meneruskan aksi boikot ini sampai se-habis'nya.
Kekosongan sekarang adalah untuk mengisi kekosongan dengan film' nasional, maupun film' dari negeri? NEFO Yainnya, terutama film* dari negeri* Asia Afrika yang seirama seperjuangan dalam revolusi. Disamping itu sebagaimana dilakukan di Jawa Timur pengisian
konfrontasi dengan
itu dilakukan dengan kerjasama antara lembaga-lembaga drama, ludruk, ketoprak dis,
maupun pertunjukan tari-nyanyi yang revolusioner.
Kita mengetahui betapa banyak kesulitan?' yang dihadapi oleh produser nasional yang dalam pembuatan film"
nasional sukar bisa mengharapkan kembalir modal pert: h alnya bahan" baku, | tudio dil,
Bert usaha bis tc h, « a
1s p DFI de
xeritul personalianya agar benar
bisa melipuli Nez
dan bu simis.
ini merupakan ta ters Kalau yang dikuatirk alah kur ya penonton, maka bisa ditempuh jalan,
bahwa film" tersebut diputar di-sekolah?
dan TK*, diadakan digedung maupun dilapangan-lapangan terbuka dengan beaya Kalau sampai sekarang
praktis hanya di-kota?
yang ringan.
penonton film maka jutaan kaum tani di-desa* bisa dicapai pertunjuka film keliling, agar film m kan senjata ampuh dalam mendidik Rakyat banyak.
Kalau ada golongan orang ber-teriak* mengacau, sementara-koran' kuning seamacam Berita Indonesia, Karyawan dan sebangsanya memfitnah-fitnah PAPFIAS, itu hanyalah menunjukkan betapa aksi
melalui
rupa
=== [PDF page 11] ===
Kartini Yakin....
dapat dibebaskan dari kolonialisme Belanda, Demikian pula mengenai kekun fasisme Jepang yang ganas itu, hirnya dengan persatuan dan kekuattersebut
an seluruh Rakyat kekuasaan bisa dienyahkan dari Indonesia. Kecuali tidak ada yang mustahil didunia ini, Kartini juga yakin, bahwa dengan perjuangan maka berbagai pendirian dan dasar hidup yang kolot itu, yang tiada dengan zaman, bisa dikubur, » Kata"
sepadan lagi
untuk sela ini juga
tepat sekali! Semua harus dicapai dengan perjuangan, sekali lagi perjuangan!!!
Demikian pula untuk mewujudkan cita® sosialisme di Indonesia! Kami mewarisi api Kartin, dan = mempunyal
sme
keyakinan yang teguh bahwa sosial
itu kita harus
1 tetapi Un
menyelesaikan 2 tahap revoluang nasional dan I ni dan tahap revolusi sosialis ser itn Kita yakin, bahwa tidak ada ang mustahil didunia ini! D
sialisme yang menjadi haridepan revolusi kita akan tercapai! Dan untuk itu memperkuat it Indonesia
harus
Raky
stus 45 samwanita
kita kaum
1 seluruh
an revolusi 4 pai akar*nya.
Kecuali tepatnis keyakinan Kartini
akan haridepan yang maju tersebut juga beliau dengan tepat mengartikan dua tujuan perjuangan wanita, yaitu rerd an Rakyat dalam mencapai kemajuan
wanita
pertama untuk memperkuat
Gan kedua untuk hak: sendiri
menuju masyarakat baru yang berdakan kemanusiaan! Dengan demikian
Kartini sangat jelas melihat perjuangst
an untuk emansipasi wanita itu tak terpisahkan dari perjuangan seluruh Rakyat, Cita? Kartini tepat inilah ang sampai sekarang menjiwai gerakan wanita, sehingga perjuangan yang bersifat feministis Gakni: berjuang meyang
lulu untuk hak-hak wanita saja), di Indonesia tidak tumbuh subur dan tidak
mempunyai pasaran. Marilah kita warisi api Kartini yang akan terus
perjuangan nasional Rakyat Indonesia
menyinari
menuju masyarakat baru, masyarakat sosialis, yang bebas dari penindasan oleh manusia atas manusia, dimana hak-hak wanita terjamin sepenuhnya.
[Unreadable]
Sarinah* berdiri dibalik tir kini...
mana hakku?
mata bertemu......
melawan gelombang menahan badai
bina sosi:
Selamat jalan....
NNNNNNSNNNNNNNNNNANNNNSSSANNSSSNANASSNSNSSANANR ERAS: 1
Wanita Indonesia herkepentingan
Pada Perpisahan Seminar Wanita Rumahtangga
TEKADKU”
Laksana bunga-bunga mekar bertabur indah ditempa hasrat gunung, laut dan badai lunglai ditelan gelombang tekad!
yang biasa menekun tungku
ai tabu
bangkit dan bicara
Aku juga manusia?
Berilah aku waktu....
aku mau bicara tentang derita
aku mau sukseskan Dwikora
betapa indah dan manisnya hari ini.
hati berpadu
sayang perpisahan datang merenggut
tetapi janji revolusioner telah terpaut
Keprihatinan membajai setiap dada
lawan setan-setan dunia dan desa isme nan jaya
selamat berpisah esok dan lusa kita berjumpa kembali dalam nyala api juang
deru dan ombaknya revolusi
ANNN Nay ya
Oleh: Ny. St. Kartinah
Pasarminggu.
berilah aku waktu
[Unreadable]
boikot film imperialis AS ini sungguh”
mengenai ulu hati imperialis yang beringas lewat pembela-pembela setianya.
Bagi mereka yang tak secara sadar akibat pembiusan racun film” AS kini merasa,.ketagihan” candu film' tersebut, maka obatnya tetap boikot terus tanpa ampun. Bagaikan pecandu?' yang kelabakan minta opium, maka bila dibiarkan mereka akhirnya akan berterimakasih dapat terlepas dari perbudakan Iyandu imperialis yang membiuskan.
Film” Nefo yang bermutu tinggi harus kita iyinkan jalannya masuk, terutama
film-film yang menunjukkan pengalaman!
perjuangan menentang imperialis yang aan dengan derap Revolusi Agustus 45.
Sebagaimana dalam dunia olahraga kita bersemboyan: Terus maju, panlang mundur” maka juga dalam pemboikotan film-film imperialis AS yang mendapat perhatian besar tidak hanya di Indonesia tetapi juga diluarnegeri, semboyan itu harus menjadi pegangan kita.
Kita yakin bahwa segenap kesulitan gkan teratasi, karena bukankah tak ada benteng yang tak dapat ditembus!
=== [PDF page 12] ===
19
. dibicarakan
Cuplikan dari sambutan:
Rukiah
nasional
ALAM © seminar
rumahtangga ini terdapat 3 thema pokok, tetapi yang paling urgen adalah:
masalah pengaruh kebudayaan imprialis terhadap anak” kita. Sesungguhnya masalah pengaruh kebudayaan imprialis terhadap pendidikan anak-anak bukannya soal baru, Pada kira-kira tahun lima puluhan, oleh kaum seniman telah ramai tentang adanya pengaruh kebudayaan imprialis terhadap anak-anak kita terutama generasi muda........ Istilah kebudayaan imprialis telah ramai dibicarakan sejak lama. Bilamana kita bicara tentang kebudayaan imprialis tidak mungkin kita hanya membicarakan dari satu dua segi soal saja. Masalah ini adalah masalah yang mencakup seluruh kehidupan suatu bangsa soal yang membutuhkan pengertian sejarah politik yang matang.
Sekarang pemerintah Indonesia dengan terang-terangan dan tegas telah mengutuk dan melarang kebudayaan im prialis beroperasi di Indonesia. Sejak turun-tangannya Presiden kita Bung
Wanita
(ek Ne U WO, AA YA
sdr. Rukiah Kertapati, seorang penulis wanita yang terkenal, sedang memberikan sambutannya, dimuka Seminar Wanita Rumah tangga.
ae Se Ges
Kertapat i
Karno terhadap pelarangan lagu-lagu dan musik yang tidak berkepribadian nasional, dansa-dansa gila yang menjijikkan, ode* dan susunan rambut tidak sopan dan belakangan ini melancarkan aksi boikot film imprialis AS — ini sudat menunjukkan bahwa konkrit pemerintah dan rakyat Indonesia telah mengadakan kerjasama dan saling mengerti dalam kewaspadaan terhadap meresuknya kebudayaan imprialis.
Tapi — begitulah — setiap usaha kaum imprialis dapat digagalkan, maka setiap itu pulalah ia menyelinap dengan bentuk dan gaya yang lebih halus, licin bagai belut dan kalau perlu biarlah dengan kedok dan istilah-istilah yang bagus, seperti peri-kemanusiaan. cahaya yilahi, manifes kebudayaan atau manikebu, ma- 'eh belakangan ini tak malu-malu mereka dengan brutalnya memakai istilah: musyawarah besar Nasakom, yang sebenarnya anti Nasakom. Ya, selamanya mereka menggunakan baju' baru yang sudah tersedia diregeri yang akan diperasnya — atau, mereka mempergunakan orang
secara
yang bimbang, yang sangat diragukan nilai patriotismenya. Dengan mengajak kerja sama golongan manikebuis secara langsung atau tidak, pahlawan” kebudayaan imprialis untuk menghalangi patriotisme atau melenyapkannya samasekali. T
berfungsi
#nya ialah lewat
realisme sadis atau realisme seksualis — atau yang sangat berbahaya, ia berusaha membuat korbannya bersikap netral dalam melawan perjuangan dan melawan imprialisme dan kapitalisme.
Jadi jelaslah, membangunkan pen berdasar
didikan dan kebudayaan yang
kan kepribadian nasion:
tak mungkin tanpa melawan kebudayaan imprialis.
Tadi sudah ya katakar hy s
a ebudayaan 1
pemuda dan pemudi
ble der das pat kar justr kaum 1
per-tam s
patriotis h pokok p: isme ac
W ak h t
Bila
an di
melihat perker
Indonesia sekar
bexitu menyedit
1 konsepsi prog
kerd
tukan
pendidikar
. Untuk b
diskusi
peserta?
sem nanti, sekedar turut mer atu
dalam perjuar membendung kebu- 1 imprialisme, Pokok-pokok usaha itu ra lain:
1. Anak* harus dig 2 dalam = kehidupan kolektif secara terpimpin dibawah asuhan para guru dan para Orangtua. Karena, dengan belajat hidup kolektif, anak-anak akan diantu mengeral hidup dapat mengembangkan bakat' dan kecakap an anak-anak untuk perkembangan Yebih lanjut.
2. Pelajaran sejarah dan haluan nepancasila,
sosial yang
gara atau manipol dan hendaknya ditekankan agar isi dari dasar" patriotisme bisa terpenuhi Belajarlah anak-anak menghargai kebu-
=== [PDF page 13] ===
Ny. Hurustiatt Subandrio
Ketua Koordinator KOWANI menyatakan dalam Seminar Rumahtangga antara lain penghargaan setinggi-tingginya terhadap inisiatif Gerwani untuk menyeler rakan Seminar Wanita — Rumahtang
Ik. 2000 aktivis adalah penting sekali
a. Seminar yang didahului riset terutama untuk membahas masalah wanita rumahtangga yang kebanyakan terdapat di-kota?, Ini adalah penting dalam rangka mensukseskan Dwikora, untuk membicarakan bagaimana cara sebask?nya mengajak wanita rumahtang-
‘lam penyelesaian revo-
Sebagaimana pernah dinyatakan oleh
Pemimpin Besar kita wanita yang telah
EL LL LL LL LL DL»
dayaannya sendiri agar istilah kebudayaan Rakyat tidak menjadi asing.
Ajarlah mereka mengerti buruh, tani, dan prajurit. Cinta dan diberi kerja/ kesibukan.
3. Di-sekolah', dirukun' tetangga, atau dimana saja ada kelompok anak’, hendaknya dipergiat praktek-praktek kelompok kebudayaan dan olah raga, dimana secara periodik dipertunjukkan kepada para orangtua dan guru",
4. Para guru hendaknya dibantu untuk mendapatkan kesempatan berkonsultasi dengan orangtua, rukun-rukun kampung dsb. Mereka harus sering mengadakan pertemuan-pertemuan secara umum alau secara kelompok.
: Adakan pertemuan periodik antara para orangtua, para guru dan para pekerja kebudayaan (ahli musik, ahli mengarang, ahli drama, film dsb.) untuk mencari daya usaha bersama dibidang kebudayaan bagi pendidikan anak”.
6. Adakan tempat! pertunjukan. Aula, gedung” latihan yang cukup, dengan usaha gotong royong antara orangtua, para guru dan pemerintah bersama" sehingga mereka menganggap bahwa pendidikan dan kebudayaan
kawin mendapat beban rangkap seoluholah ternak yang menarik 2 kereta. Oleh karena itu wanita sangat berkepentingan untuk mengubah nasibn'a, untuk hidup dalam masyarakat adil makmur, masyarakat sosialis, dimana tidak ada lagi penghisapan manus lainnya. Baru dalam masyarkat yang demikianlah maka kaum wanita bisa benar?
merasakan kebebasan dan bahagia hidupnya.
itas mnusia
Sebelum itu beban wanita rumahtangga masih tetap berat, Oleh karena itu penting sekali untuk berd'uang mensukseskan Dwikora mengganyarg Malaysia yang menjadi penghalang tercapainya masyarakat yang bersih dari imperialisme, neo-kolonialisme ditanah
air.
adalah penting bagi kehidupan bangsa.
7. Untuk pendidikan moral, kepribadian nasional, hendaknya diadakan ceramah-ceramah dan diskusi-diskusi dikalangan orangtua, guru’, atau dikalangan para pelajar sendiri dengan thema"
mengenai masalah kebudayaan, moral dan sebagainya yang tak Yepas dari pengertian politik yang progrzsif.
$. Adakan regu-regu sekolah secara kolektif yang berpraktek turun kedesa atau kepabrik-kepabrik untuk membawa anak-anak mengenal kerja dan kehidupan Rakyat dari dekat.
9. Olah Raga adalah kegemaran anak:
yang bisa menyalurkan keisengannya.
‘Cabang* olahraga ini hendaknya dipergiat dan diperluas dikalangan anak" dibawah pimpinan para orang:
tua atau guru’. -
10. Mendorong kepada pemerintah dan masyarakat untuk membantu tsaha perkembangan kebudayaan rakyat Indonesia, seperti: lektur. film, senitari, senidrama, ilmu dan pendidikan Yainnya.
11. Sistim pendidikan hendaknya juga lebih menitik beratkan untuk menciptokan guru-guru tipe baru, yakni guru“ pekerja sosial, yang senantiasa mempunyai hubungan erat dengan rakyat, dan yang mengambil basian aktif dalam kehidupannya dimas - rakat, dengan tidak melalaikan akan jiminan kehidupan dan hari tua-
-nya.
. Hendaknya pada waktu habis jam
pelajaran, para guru dengan jalan bantuan muridfnya, menyelenggarakan aktivitas yang sesuai dengan usia dan hasrat masing”. Misalnya tukarmenukar keterangan, tanyajawab perpustakaan, perdebatan dan pendiskusian, Tema-tema khusus pada malam hari atau kunjungan bersama kepertunjukan bioskop atau senidrama yang baik, kemusium dan pameran”.
Setelah selesai diadakan pendiskusian tentang pengalaman-pengalaman tersebut, dan
. Adalah penting sekali bagi kaum ibu
untuk menganjurkan kepada anak*- nya agar memilih organisasi mana yang baik yang harus dimasuki. Sebab, organisasi pemudapun dapat menentukan sikap hidup dan sikap pilihan kebudayaan bagi semua anak".
11
=== [PDF page 14] ===
Sambutan Perwari:
Ketua umum PERWARI dalam sambutannya menyatakan antara lain, bahwa baik sekali Gerwani menyelenggarakan Seminar Wanita Rumahtangga untuk bisa menarik wanita rumahtangga ikut serta dalam penyelesaian revolusi. Dalam hal ini penting sekali adanya Penitipan Kanak-kanak yang meringankan beban kaum ibu/wanita agar mereka bisa lebih aktif dalam menjalankan tugas' organisasi.
Dalam peninjauan saya ke Tiongkok dapat saya saksikan bahwa wanita Tiongkok betul! dengan konsekwen melaksanakan hak sama dengan laki*, Kita harus belajar dari mereka bagaimana kaum wanita membantu menaikkan produksi disamping menjalankan — tugas"
sebagai wanita rumahtanga, Dalam Tavip dinyatakan kita harus menjebol dan membangun dan untuk ini diperlukan persatuan segenap kekuatan, Oleh karene itu penting sekali persatuan dika langan organisasi-organisasi wanita bisa lebih diperkokoh.
Dalam abad modern ini merupakan suatu kenyatan bahwa wanita tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi menentukan tercapainya suatu perkembangan ekonomi nasional dan turut pula menentukan kedudukan serta peranan negara dalam dunia internasional, Dalam hal ini research sebagai dasar penemuan i!- miah dan teknologi memainkan peranan penting dalam pembangunan nasional.
Research bertujuan untuk mencari dan
Paduan Suara Gerwani Jakarta Raya, ikut meriahkan Resepsi penutupan Seminar.
menetapkan jawaban terhadap masalah-masalah dengan mempergunakan cara" ilmiah, Research yang meneliti kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat, dalam industri, dalam pembangunan ekonomi nasioral dan dalam alam sosialisme Indonesia, memberikan landasan bagi usaha memperkembangkan daya guna dan daya kerja setiap potensi pembangunan, Kesemuanya ini bersumber pada daya kreatif dan imaginasi manusia, yang kemu- Gian menterjemahkannya dalam invensi dan innovasi,
Oleh karena itu dalam usaha-usaha kita memperkembangkan ilmu pengetahuan, research dan aplikasi teknologinya bagi pembangunan nasional kita tidak dapat mengabaikan faktor manusia, yang dapat menggali, mengolah dan mempergunakannya. Pendidikan adalah salah cara untuk dapat menghasilkan " manusia Indonesia yang berorientasy dan berfikiran ilmiah”. Dalam hal ini maka wanita rumahtangga sebagai pendidik utama dalam rumah memegang peranan yang penting dalam menentukan “orientasi ilmiah” anak?nya.
satu
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan telah mengakibatkan perubahan-perubahan dalam kurikulum dan merubah metode?
dalam cara mengajar disekolah sehingga generasi yang kini masih duduk dibangku sekolah mengalami kemaduan yang lebih cepat daripada orang tuanya, Oleh karena itu pada tempatnyalah bahwa para wanita rumahtangga turutserta mengikuti perkembangan-perkembangan baru dalam
tradisionii
rupa-rupa bidang ilmu pengetahuan. Hal ini memungkinkan pula dipergunakannya cara-cara ilmiah untuk dapat dicapainya efisiensi kerja yang optimal dalam rumahtangga. Peranan organisasi wanita dalam hal ini ialah untuk memberikan bantuan dan menyelenggarakan usaha?
meningkatkan efisiensi kerja dalam rumahtangga, dan dengan demikian dapat disediakan cukup waktu untuk hal" yang berhubungan dengan soal dirinya
"up-grading”
Kami bergembira bahwa Gerwani telah menyelenggarakan research yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk menentukan dengan cara t
nita rumahta
gdimana wa
ega dapat diikutsertakan
dalam revolusi dan pembangunan negara, Tiap potensi pembangunan harus
berorientasi ilmiah, dan ini berarti di-
Yiptakannya masyarakat luas pada umumnya dan ma
suasana ilmiah dalam
Sarakat yang lebih kecil khususnya, yaitu lingkungan rumahtan
PUCUK PIMPINAN CGMI:
Pimpinan Pusat CGMI ala
genap a
geotanya meng
atas berlangsungnya seminar wanita ¢ mahtan t ini. Menghz
tuk dapat menir
pada saat yang
sangat
ainya seman juangan men "Malaysia"
Kepada para peserta ka rapkan kesehatan yang se-baik' kuti Maju t
tang mundur!
nyang
ma meng seminar.
=== [PDF page 15] ===
ALAU gejala-gejala neo-kolonialisme dilapangan politik segera bisa kita lawan, dibidang ekonomi kita lawan dengan program sandang pangan, maka sudah sewajarnya kalau arus detas nco-kolonialisme dibidang kebudayaat media musik harus kita bendung dengan sekuat tenaga, sebagaimana dalam film kita lawan dengan aksi boikot total terhadap film-film imperi- Sinyalemen Presiden Sukarno dalam Mz in masih adanya musik
sama sekali diluar irama derap revolusi Agustus '45, telah
'ik-ngok yang
lama menjadi pembicaraan dan perpendidik, rsag para telah dikirim kepada RRI yang
hatan dikalangan instansi”
ibu".
n, hususnya
Prote
menyiarkan lagu-lagu piringan-piringan hitam yang yengeng, harapan ditumpahkan kepada para komponis dan penyanyi'. Tetapi kenyat nenunjukkan bahwa tumbuhnya band” ngak-ngik-ngok terutama dikalangan muda-mudi masih subur.
Pertama kali diibukota diseleng kan Konfernas Musik se jawaban atas tantangan perembesan neo-kolonialisme dibidang musik. Perjuangan terhadap kebudayaan imperialisme dilakukan
araperembesan harus senantiasa
deng:
ini
sama 'ihnya
bersenjata menghalau ssi impri:
seni-
Mengenai perjuangan dibidang musik kaum wanita, para ibu' sangat berkepentingan agar anak! mendapat
pendidikan yi:
menjadi pejuz
revolusi.
patriotik, dan tumbuh g' tanah air, penerus
Sesungguhnya para ibu-ibu dan wanita pada.umumnya sangat erat hubungannya dengan kegiatan senimusik. Dalam benluknya yang sederhana, misalnya menidurkan anak, sang ibu biasanya menyanyikan lagu-lagu merayu nyanyian?,,kundangan” (di Jawa) merupakan nyanyian harapan ibu terhadap anak, agar sibuyung atau upik menjadi pahlawan?
bangsa. Demikian semenjak masa kanak", pendidikan senisuara disamping senitari dalam bentuk yang sederhana diberikan oleh si ibu kepada anak. sebe-
Peranan Wanita Membendung
Dekaden
Oleh: Siaraswati.
SS OS ee eee eee te ee ese
lum dilanjutkan dalam Taman Kanak-kanak serta sekolah-sekolah lanjutan yang lebih tinggi. Pengaruh senimusik dalam pembentukan watak anak-anak sangat teranyanyian-teranyanyian penuh rangsang juang yang membangkitkan semangat membela tanah air serta berbagai nyanyian?' Rakyat yang sungguh berpengaruh terhadap pendidikan anak dan pemuda.
Dewasa ini terutama dikota-kota besar dan kecil yang bisa dicapai dengan radio, transistor-transistor milik tuantanah pada umumnya dll. maka besar sekali pengaruh siaran-siaran musik RRI terhadap pendidikan pemuda. Imprialisme bukan imprialisme, kalau ia tak menggunakan berbagai saluran untuk merembeskan,,kesannya” dengan sengaja menancapkan kedalam hati pemuda', agar mereka menjadi makanan empuk bagi penetrasi neo-kolonialisme selanjutnya.
Benarlah apa yang dinyatakan dalam Laporan Konfernas I Lembaga Musik bahwa,.Perlawanan terhadap kebudayaan imprialis itu tidak boleh tidak harus disertai dengan keberanian dan kegiatan kreatif, atas dasar pengintegrasian total dengan massa Rakyat, dengan menciptakan Yagu' baru yang sehat, patriotik dan revolusioner”,
Kita tidak boleh mengabaikan himbauan senimusik yang dijadikan senjata ditangan kaum imprialis untuk melemahkan semangat berjuang pemuda’ kita.
Mereka tahu benar, bahwa meskipun kuat jasmani, tetapi bila semangat dilemahkan oleh musik dansa-dansi yang dekaden pemuda seperti itu tidak akan tumbuh menjadi bunga bangsa, tetapi akan apathis terhadap revolusi, bahkan menjadi penghalang penyelesaiannya.
Sebagai wanita dan ibu-ibu sebaiknya mereka terjun kedalam berbagai cabang seni, khususnya senimusik disamping dengan berbagai jalan kita kikis pandangan feodal yang merendahkan seniwati', biduanita”.
Kepada anak-anak kita ajarkan, agar mereka mencintai musik-musik tanahairnya sendiri sebelum mereka mengenal dan mmencintai musik-musik lain-lain negeri. Gubahsa,
Musik
an-an lagu anak-anak yang Manipolis dan patriotik inilah yang senantiasa diharapkan oleh para ibu*, guru? Taman Kanak-kanak dan para pendidik pada umumnya.
Nyanyian' yang sesuai dengan derap revolusi Indonesia, mencerminkan keindahan dan kekayaan warna irama tanah air, lagu-lagu yang sanggup menandingi dan membendung arus lagu-lagu yang sengaja dirembesi oleh kaum neokolonialis.
Berbicara soal membendung lagu?
imprialis, tak bisa kita pisahkan dari aksi boikot film? AS karena film-film itu terutama yang membawa serta lagu-lagu yang dengan perlahanlahan meracuni jiwa pemuda pemudi kita. Oleh Karena itulah kita mendukung sepenuhnya aksi boikot film AS secara total dan menyeluruh tanpa kecuali.
Dalam semangat TAVIP yang bervivere pericoloso kita harus berani menjebol dan membangun, meninggalkan yang bobrok untuk digantikan dengan yang baik. Sebagaimana dalam perjuangan melawan masuknya film-film imprialis AS juga dalam membendung arus musik ngak-ngik-ngok kita jumpai perlawanan, reaksi' yang setia kepada imprialis.
Kepada mereka yang hanya ikut-ikutan terbawa arus musik dekaden yang dijejalkan oleh kaum imprialis lewat saluran*nya, kami serukan agar menengok bumi tempat berpijak.
13
=== [PDF page 16] ===
Percikan Kartini: Aa Aa aa Aa AA Aa AA AA AA AA AAA
Rakyat Adalah Pujangga
— dan Achli Seni
Dalam suratnya tertanggal 15 Agustus 1902, Kartini menulis kepada sahabatnya Nona Zeehandelaar yang menyatakan, bahwa Kartini mengagumi dan menghargai Rakyat jelata sebagai sumber pujangga dan ahli?
seni,
Surat Kartini itu berkata sbb:
. Wahai, Stella, alangkah banyaknya fikiran yang indah-indah kami dengar diucapkan oleh mulut Rakyat rendah: fikiran yang mulia-mulia dan indah?, terang dan itu kata-kata yang diucapkan se-hari?
saja, akan tetapi sangat merdu bunyinya. — Semakin dalam aku menyelam kedalam lautan jiwa bangsa kami, semakin tinggi derajat- jiwanya pada pemandanganku. Bangsa Eropa orang budiman dan pujangga biasanya kedapatan pada beberapa lapisan saja. Orang kebanyakan ialah
Rakyat -jelata......, maafkanlah aku menyatakannya......, kasar, Ada juga pada lapisan Rakiat jelatan itu orang yang halus
budi dan fikirannya, tetapi kebanyakannya, Stella?... Engkau lebih tanu tentang hal itu daripada aku ini. — Tetapi cobalah pergi berjalan dengan daku, didalam kampung dan desa, marilah kita masuk teratak orang yang miskin?, dengarkanlah kata-kata mereka
fikiran mereka...... — Mereka itu semuanya tiada bersekolah, tetapi dengarkanlah, alangkah
indahnya lagu katanya, bagaikan lagu suara angin mendesau-desau pada daun, alangkah indahnya, mengandung indah rasa jiwa, Semoga santun, sederhana dan rendah-hati. — Pujangga dan ahli seni, sangatlah banyaknya diantara mereka itu, dan bila sesuatu Bangsa ada perasaannya akan puisi. ialah barang sesuatu yang seindah-indahnya dan sejelita-jelitanya i
Keyakinan kita, penerus Kartini pada zaman kini, bahwa Kartini mempunyai pandangan yang tajam dan besar jiwa kerakiatannya, Kartini telah mengungkap kebesaran dan keluhuran bangsanya. Bangsa Indonesia yang sering beliau sebut,,Orang? Jawa”. Kartini mengatakan bahwa pujangga dan ahli seni demikian banyak dikalangan Rakyat jela ta. Ditekankar bahasa hariann sopan si
bahwa den
yang
dibawak
an AA MA AA AA AAA Aa ee ee ee ee ee es Aa Aa ce
Penam wanita
Latihan senam pagi harus teratur dan tak henti?nya. Untuk mencapai hasil baik kita harus tak jemu?, meskipun kadang”
terasa otot-otot tegang dan kaku.
Marilah kita mendisiplin diri untuk setiap pagi melakukan senam. Kalau sudah merupakan kebiasaan, maka tak akan terasa berat dan malahan merupakan latihan yang kita perlukan seperti makan-minum se-hari”.
Latihan kali ini tak berat, hanya memerlukan ketekunan, yang santang sww untuk mencapai kesehatan badan.
1. Tutup kaki, rentang tangan kesamping
Telapak hadapkan kebawah, ayunkan keatas '
Lengan agak dibengkokkan, bertemu dimuka dada
Ulangi 15 kali.
2. Tutup kaki, tangan dipinggang, “ Angkat tumit per-lahan?. Melentur kebawah — jongkok dengan tetap rapat, terus berdiri lagi.
Ulangi 10 kali.
3. Tutup kaki, angkat paha dan
berdiri tegak
Jangan bergerak (dihitung sampai 10 kali)
Ulangi 4 kali kiri/kanan.
4. Tutup kaki, rentang tangan kiri kemuka, ayunkan kaki kanan dan sepakkan ketangan kiri,
Ulangi 15 kali, lalu ganti tangan/kaki. (tangan tetap ditempat, kaki yang harus sampai ditangan dan kaki tetap lurus).
Sekian dulu, latihan-latihan selanjutnya kami berikan dalam nomor berikut. Silahkan mencoba!
Asuhan:
Titik Sudarminto
Semarang.
=== [PDF page 17] ===
'KALA ketentuan asrama TC
DWIKORA ANGKATAN..TAVIP”
di.,Pontianak Gaharu” Mess MPPR Cipete kami dengar, secepatnya aku bayangkan daun-daun yang hijau, pohon"
rambutan yang rindang dan dusun-dusun yang agak terpeacil. Belum ada aliran listrik.
air leiding, dan sunyi dari keramaian kota. Kesibukan kerja yang seperti diburu hantu. Panas dan haus yang mengejar diwaktu siang apabila berjalan diarah Tanjung Priok. Yah! Semua aku boyangkan terlebih dahulu, tetapi akhirnya hari pembukaan TC Angkatan,,Tavip” sampai juga
Belum semua yang aku bayangkan.
Tanpa aku bicara dengan Perwira" yang
mengurusinya. Semua sibuk Tak seorang yang malas. Baik Petug dari DPP Gerw liswati” Jaya €
dan suk calon siswa sangat
sibuk. Semua harus
waktu yang leskipun f hm tahari y bersut dan be h ku
} r' tidur mulai satu perdiisi Semua tas' pakaian diatur ray t ngar tataterib as
I barar menuhi tem
caian, kaca, sabun, k, sampai dengan tur rapi. Tidak bo
1 ketempat tidur.
jam lima pagi, makan pagi h-tujuh, appel pagi jam
mn pelajaran dimulai jam
mpai jam setengah-dua sican jam dua siang, keistir sampai jam
mpat
hari dan malam
pelajaran sor
hari dimulai jam empat sampai jam
enam sore dan jam tejuh hing
jam: sembiran ma
1 appel malam jam sepuluh malam, kemudian tidur. Demikianlah tiap hari kehidupan
na itu diatur,
Semua menginsyafi, karena pada umumnya meyakini bahwa asrama yz tertib akan memberikan pengaruh: b
dalam kehidupan selenjutnya. Lebih?
karena asrama TC itu diatur seperti kehidupan militer yang ditertibkan de ngan disiplin” latihan dan pekerjaan.
maka sifat” liberal dan seenaknya akan menjadi hilang. Semua harus tepat memenuhi peraturan.
Suatu' tanda rejeki kata Bapak Sumarno Menteri Dalam Negeri, karena pembukaan itu berlangsung dalam hujan lebat. Barisan sukarelawati dengan terap berseri menantang hujan. Dan
Ibu Subandrio yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dengan sikap sempurna pun menantang hujan yang semakin lebat. Sehingga beria sah upacara pembukaan itu dalam pekatnya hujan dan dingin. Kehangatan memenuhi rongga dada sehingga tetesan air hujan yang dingin lenyap dalam perasaan. Bapak Sumarno Menteri Dalam Negeri, Pak Jambek PB Front Nasional, dan tamu-tamu lain, Ibu Sumarno Kamandan Tiswati Jaya, Ibu Mariyamah dari Muslimat NU, Anwar Kadir dari CC PKI, Pelatih-pelatih dari Suswati J dan Ass. V/Pangad, wakil-wakil organisasi, lan wartawan-wartawan mengikuti upacara dalam hujan, meskipun sebentar kemudian hujan berhenti langit kembali cerah. Para siswa TC kembali ke srama.
dengan semangat dan tekad yang lebih yakin lagi, kerena dihangati dan dijii aleh amanat® dari Ibu Subandrio, Bapak Sumarno dan Bapzk J ‘mbek, yang menekankan bahwa — sumbangan GERWANI dalam mensukseskan DWIlatihan' kader s vati dalam TC Angkatan.,T kan merupak n sumbar
Sumba
rela-
"ini an yang besar.
nsan berharga yang pantas dihormati. Ses
ti dengan kebesaran Gerwani, maka diharapkan kader” sukarelawati yang datang dari Daerah-daerah dan Pulau* dapat lebih giat dan aktif melaksanakan tugas" DWIKORA didaerahnya
Visi
Semi jalan dengan macam ragamnya asrama. Suka dan duka menjadi satu. Numun tekad berasrama untuk suksesnya DWIKORA senantiasa menj:di api dalam jiwa setiap siswa. Tidak mudah bagi seorang Ibu meninggalkan anck dan suami selama tujuhbelas hari, bahkan yang Tuar Jawa bisa satu dua bulan karena angkutan antar pulau yang belum lancar. Akan tetapi rasa duka yang melingkupi hari” pertama itu menjadi hilang tersapu oleh nyalanya api Tavip yang telah dikomandokan oleh Bapak Pemimpin Besar Revolusi Presiden Sukarno. Langit menjadi cerah kembali. - Matahari bersinar hangat menghidupi bunga” ditaman Cipete itu.
Bunga" mekar kembali pada hari ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Yah,
gu telah berlalu. Waktu ber-
Bukan bunga sembarang bunga
memang bukan bunga sembarang bunga.
Semua bunga, merah, kuning, ungu, putih dan semuanya mekar sesuai dengan dayatahannya masing”. Giat gembira me-- ngikuti tatatertib dan pelajaran dengan baik. Rasa kolektif, — cinta-mencintai, gotong-royong, saling bantu, dipraktekkan dalam asrama.,TAVIP”. Tiap siswa yang mendapat giliran menjadi Kepala Jaga, Kepala Regu, Kepala Klas, Kepala Barak, Komandan Pleton dan Komandan Kompi, saling mengisi dan s Ing membantu untuk melancarkan pekerjaan dan tanggungjawabnya.
Dalam satu minggu telah menyelesaikan acara-acara yang besar dan penting sebagsi salah satu dari pelajaran pokok.
TAVIP, dengan mendengarkan ceramah-ceramah dari Partai? NASAKOM, Pak Notosutarjo dari PB NU, Bung Nyoto dari CC PKI, dan masih ditunggu ceramah dari DPP PNI, kemudian dari Sdr. Kartinah Kurdi perincian?' dan pelaksanaan TAVIP Indoktrinasi- soal Organisasi Gerakan Sukarelewan dari Bapak Sumarno Menteri Dalam Negen, soal produksi dari Jawatan Pertanian, pembuatan makanan tahan lama oleh Lembaza Penelitian Teknologi Bahan Makan, Pelajaran s Berbaris, Pengetahuan dan pengan senjata. PPPK. PK, Organisi dan Gerakan. Kebudaysan Baru.
Dengan semangat tinggi sukarelawati Gerwani dari semua penjuru tanahair ini mengikuti: pelajaran.
Minggu kedua mulailah pelijaran?
yang baru, meskipus lama telah dikssal.
Marxisme-Leninisme, Dengan ceramah Bung Lukman secara populer dan e’e-_ menter Marxisme sebagai ilmu pengetahuan telah mulai dipelajari. Mempelejari ilmu adalah penting, terutama Marxisme perlu dimiliki oleh setiap pe- Gyuang revolusioner, sebagaimana dikatakan oleh Lenin yang berulangkali dikutip oleh Presiden Sukarno, bahwa.tidak akan ada perjuangan revolvsioner tanpa teori revolusioner”. Dengan tiga bagian Murxisme-Leninisme, Frsifat Materialisme Dialektik dan Histori, Sosialisme dan Ekonomi Politik, seorang kader revolusiozer akan mempdan demonstrasi
(Bersambung ke bal. 18)
=== [PDF page 18] ===
Oleh* dari:
ELEGASI KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) belum lama berselang telah kembali dari kunjungannya ke Korea dan RRT. Delegasi tersebut dipimpin sendiri oleh Ketua Koordinator Kongres Wanita Indonesia, yaitu Ny. Dr H. Subandrio dan berkomposisi Nasakom karena anggota'nya terdiri dari:
Ny. Dedeh Sukahar salah seorang Ketua Kowani, Ketua Bhayangkari, Ny.
Suharti Suwarto (Wakil Ketua Gerwani). Ny. Haji Mariam Kantasumpena (Salah seorang anggota Pimpinan Pusat N.U. Muslimat) dan Ny. Kamsinah Ali Dakhlan (Ketua IT Pengurus Besar Perwamu).
Kunjungan delegasi tersebut merupakan balasan terhadap kunjungan wanita RRT dan Korea yang pernah menghadiri Kongres ke-X Kowani ybl. Saling berkunjung tersebut merupakan langkah penting untuk mempererat persahabatan antara kaum wanita dan Rakyat Indonesia dengan kaum wanita dan kakyat RRDK dan RRT dan adalah sangat menggembirakan bahwa dalam menanam bunga” persahabatan tersebut delegasi Kowani telah memberi sumbangan yang berharga.
Saya merasa berbahagia untuk menerima ikutserta dalam delegasi tersebut, karena ini adalah untuk pertamakalinya saya berkunjung ke Korea dan untuk ketiga kalinya saya meninjau RRT, Selama berada di Korea, delegasi telah ikutserta hadlir dalam — perayaan Ulang Tahun ke-16 berdirinya RRDK, di Sinicu, meninjau pembangunan di Pyongyang, Hamhung, Cheool, dan juga dapat pergi kedaerah perbatasan dengan mengunjungi kota Kaisang dan Panmunyom. Kami semua sangat enthusias dan mempunyai kesan yang mendalam melihat pembangunan Korea yang begitu cepat dan sukses, berkat semangat kuda sembrani (Chullima) yang menjiwai semangat membangun dengan berdiri diatas kaki sendiri, dan berkat pimpinan yang tepat dari P.M. Kim Il Sung dan Partai Buruh Korea, maka kini Korea telah menjelma menjadi
| negeri pertanian dan industri yang unggul. Di-mana-mana kami melihat Rakyat Korea, wanita dan laki", pemuda dan pe- 'mudi, mengambil bagian dengan kese-
| daran yang tinggi untuk melaksanakan
plan 7 tahun dalam waktu yang lebih pendek lagi. Dengan tidak adanya lagi tuantanah*, maka kaum tani untuk se-
| Yamafnya telah dibebaskan dari exploitasi “feodalisme dan dengan gembira telah
KOREA dan RRT
Oleh: Suharti Suwarto
membangun koperasi pertanian yang telah dimajukan dengan dipecahkannya masalah meehanisasi, irigasi, electrifrkasi, pupuk dan bibit yang unggul.
Persoalan sandang pangan telah dapat diatasi dengan demikian Rakyat Korea telah meninggalkan zaman yang lampau yung penuh dengan derita dan kini memasuki 1 baru yang penuh dengan kebahagia:
Kaum wanita Korea selalu tidak ketinggalan dalam perjuangan Rakyat dan pembangunan negeri. Semua ini dimungkinkan, karena Pemerintah menyelenggarakan ussiha-ussiha untuk meringankan beban kaum wanita yang bekerja dengan banyaknya penitipan anak-anak maupun TK*, serta adanya hak sama bagi kaum wanita dan laki” dalam memberi jasa”- nya kepada negara dan' Rakyat. Dengan adanya jaminan' sosial yang diberikan dengan cuma', seperti waktu melahirkan dengan adanya libur 77 hari dengan cuma’, beaya kelahiran yang gratis, sekolah anak-anak tanpa dipungut beaya, sanatorium serta pelayanan kesehatan de ngan cuma?, semuanya ini membuktikan bahwa kaum wanita untuk se-lama?nya telah dibebaskan dari exploitasi feodalisme dan imperialisme dan sepenuhnya dapat mengabdikan dirinya bagi Nusa Bangsa, tanpa merasa takut akan hari depan bagi anak?nya serta bagi dirinya.
Selama kunjungan ke RRT, k:
telah menghadliri peringatan Ulang hun ke-15 berdirinya RRT, yang langsung dengan pawai raks:sa di Peking yang sangat mengesankan pesta kembang api yang sangat meriah.
Kami berada di Peking ber-sama' dengan lebih dari 3000 tamu" Yuarnegeri lainnya yang datang dari segenap pelosok dunia. Perayaan Ulang Tahun ke-15 RRT merupakan demonstrasi besar yang menggambarkan tentang-suksesnya pembangunan sosialisme di RRT, berkat tepatnya pimpinan Ketua Mao Tse Tu dan Partai- Komunis Tiongkok. Dalam mengunjungi berbagai obyek pembangunan di Peking maupun kota? Yainnya, maka kami dapat mengetahui betapa pesatnya Rakyat Tiongkok membangun negerinya atas dasar politik berdiri diatas kaki sendiri. Sebagaimana halnya di Korea, maka di RRT kaum wanita juga mengambil bagian aktif dalam segala bidang pembangunan. Ini semuanya dimungkinkan karena Pemerintah
dan
wanita sepenuhnya.
sumbangan
menjamin hak:
Agar dalam, memberikan untuk pembangunan baik*nya maka pimpinan Gabungan Wababisa dengan senita baik dipusat maupun didaerah nyak melakukan gerkan turun kebawah, yaitu ditingkat pusat 40965 anggot
pim pinan pusat ditugaskan turun ke-daerah Dalam mereka tin
melaksanakan tersebut
tugas
untuk
paling sedikit 6
bulan lamanya,
Kaum revisionis telah £ mengisolasi Tiongkok in « sabot nbang n
dijalan sosialism
Rakyat dan kaum wanita Kore
Baik
dari Asia, Afrika, Ar melawan musuh kita y perialisme yang dikepalai oleh imperialisme AS.
Suksesnya KTT non-blok di is perj
Kairo angan
yang memenangkan gi anti imperialisme, kolonialisme dan neokolonialisme, yang disusul dengan suksesnya peledakan percobaan nuklir RRT yang pertama, merupakan peristiwa” penling yang gemilang, membanggakan Rakyat' cinta damai dan cinta kemerdekaan didunia. Marilah kita terus memupuk bunga-bunga persahabatan antara Rakyat-rakyat dan kaum wanita sedunia ‘atas dasar semboyan:..Kita cinta — damai tetapi lebih cinta kemerdekaan”.
=== [PDF page 19] ===
ACAPKALI aku banggakan dia. Tak ~~ hanya dalam hati dan lamunan, tetapi sungguh-sungguh aku katakan. Betul' dia tampan. Lebih! apabila sedang dalam barisan, memberikan aba' kepada prajurit, berlatih, berbaris dengan tegapnya. Samorai senantiasa dipinggangnya.
Meski itu t lan musuh durhaka tentara fasis Jepang, tetapi disamping saa, memang samorai
morai sebagai senj:
dipinggang bisa menambah gagah, Betul dia.
aku banggakan
Tugasku tak tentu, jika pagi ini pt ket didapur umum untuk tentara, besok
piket di-stasiun, besok lagi di KNI, beoknya lagi kesehatan, dan baaru kembali l kedapur Rombonganku periang, i remaja yang berani dan sangmenjalankan tugas apapun. Oleh karena itu, meskipun mendapat gas tu hari satu malam tanpa istirahat tak pe h weluh
Pada suatu ketika aku dikejutkan le dari garis depan,,Ada yang
Seorang Pahlawan menyusul
1g telah mendahuluinya
S in? Tak henti*nya aku mekirk Tetapi perasaan lega dan pur ru setelah mendengar yang
n dia" Tak pernah aku
manya, karena malu. Tetapi,
kasil ku melihat kawanku satu grup menangis terisak-isak, karena yang gu-
Tiga hari ke
2as. Berit pujaannya.
wanku tak tampak t kawanku
bersedih, memenuhi
itu naun pekerj sehari-hari
ih waktunya.
Baru satu minggu aku bertemu dedia" aku sudah
Gla
, tetapi tiap hari
uratnya, macam' y la bubur untuk yang sakit, ada lauk-pauk yang kurang, poselama i perwira
dia” menj
piket ada baik dan di
saja urusan dengan tugasku, di-stasiun, di-kesehatan
KNI, Aku tanyakan namanya, kawanku menjawab,,Darso”. Aku kenal itu, tetapi bukankah Darso teman sekolahku itu sudah mati? Kabarnya dia mati waktu mengikuti ayahnya pulang ke Purworejo. Alangkah dungunya aku ini, sudah tak mengenal £ Tetapi entah karena apa, sejak aku mendapat jawaban,Darso”, semalam suntuk aku tak dapat tidur. Pikiranku terus-terus ingat masadidapur,
nama
teman |
kecilku yang sudah jauh berlalu, Darso yang berperawakan, tinggi, ku
ning. bodoh, longa-longo itu sangat menjengkelkan aku. Meskipun Darso usianya jauh lebih tua, tetapi dia tak berdaya menghadapi aku. Biar kufarik bajunya sampai robek, dia tak mau membalas. Jika pagi?, Darso tentu ambil api dirumahku, Aku merasa sangat iyongkak dan berani untuk mengganggu dia. Api yang sudah diambilnya aku rebut dan aku kembalikan ketungku yang besar dimana dandang besar penuh berisi nasi berdiri tegak, dia tak membalas sedikitpun padaku. Berkali-kali aku berbuat begitu, tetapi dia diam saja. Ahirnya Nenekku datang, aku diomeli, dan aku lari keluar, kearah jalan dimana Darso akan melaluinya. Aku goda lagi, sampai Darso kembali kedapur ambil api lagi. Achirnya Nenekku teriak,,Ciumen saja”. — Aku cepat lari dan Darso pulang dengan aman.
Ber-kali® Nenekku berkata,,Kau tidak boleh menggoda anak lain, biar dia miskin, tetapi dia juga anak seperti kau. Justru sebaliknya kau harus baik
gan dia”. Jawabku ~,Nggak mau, dia bau, bajunya tidak ganti, dia suka ngompol.” —,,Kau beri baju”.
— Suatu peristiwa yang menjengkelkan. Upacara kenaikan kelas. Darso
tidak naik kelas, terpaksa dia harus menjadi satu kelas dengan aku. Aku menjadi lebih membenci. Suka aku
berlagak, sombong, dan nakal, karena aku mengagungkan orangtuaku Kepala Desa Oisitu, Aku tak mengerti mengapa aku benci, baik dirumah maupun disekolahan. Tetapi tokh aku harus berkawan satu tahun. Aku naik kelas, dia tidak naik kelas. Kasihan!
Entah sudah berapa tahun kejadian itu berlalu. Tetapi semuanya masih teringat. Bahkan waktu orangtua Darso pindah ke Purworejo, orangtuaku dan aku pun mendatangi rumahnya, memberi sekgdar uang saku dil. Perpisahan itu mesra dan aku disuruhnya salaman dga.
Darso. Akupun merasa, senang waktu itu, meskipun aku setiap hari bertengkar. mencaci, mencubit menyiram air dll.
Malam itu aku memikir, seandainya betul itu Darso kawan kecilku dahulu, apa yang harus aku perbuat?
Pagi' jam enam aku sudah siap.
Cepat' aku berjalan menuju dapurumum, Mungkin agak kesiangan, karena aku terlalu letih semalamnya tak bisa tidur nyenyak. Kakiku terasa ringan menginjak halaman dupur. Dan betul aku Sudah ditunggu oleh prajurit membawa surat. Katanya,.Bu, ini dari pak Darso, minta bubur dia sakit.” — Cepat' aku siapkan dan aku berikan. Katanya lagi.,Bu, bapak sudah kenal ibu, katanya: 5... ” Belum lanjut suruhan yang lain datang, supaya cepat, karena ada tugas yang harus diselesaikan. Aku
ndongkol, belum fanjut bicara dan tanya jawab. sudah pergi. Dimana
.dia” kenal aku. Aku tambah bertanyatanya lagi.
Jam lima sore serombongan teman*- ku pulang. Aku berada ditengah-tengah mereka. Cerita?nya sudah tak menentu Iagi. Masing-masing membanggakan bintangnya. Tiba-tiba dik Tun temanku karib berkata,,Lihat belakang ada hijau'!” — Semua terdiam. Betul, serombongan perwira berjalan membuntuti. Biasa terjadi demikian.
Kebanggaanku '$
AA KA wa war OLEH, SULAMI a
Mereka adalah bekas* Peta, yang mendapat tugas didaerah untuk melatih Batalyon. Satu diantara mereka sudah kenal dan segan-segan dia menegur,,Pulang mBak 2?” — Kami berhenti dan akhirnya berjalan bersama-sama. Kesempatan itu aku gunakan untuk melemparkan pandangan padanya. Aku berpikir, jika melihat warna kulitnya ' kuning-langsap memang mirip teman kecilku dahulu.
Tetapi apakah mungkin, anak setolol itu bisa menjadi perwira yang sudah satu minggu ini menjadi kebanggaanku? — Aku tidak yakin, karena aku tidak dapat melihat kenyataan bahwa selama tujuh tahun itu dapat membawa pertibahan besar bagi tiap-tiap manusia dan kehidupan.
Zaman Jepang yang membuat kehidupan dan jiwa seluruh bangsa Indoncsia semakin tegas dan bulat untuk membebaskan nusa dan bangsa dari penindasan imprialisme dan fasisme. Rakyat semakin bulat utuk merebut kemerdekaan nasionalnya. Revolusi Agustus 45 meletus bagaikan halilintar dimusim kemarau. Dan berkat revolusi inilah se.
mua Rakyat, terutama pemuda?nya angkat senjata melawan musuh. —- Pandanganku dangkal sekali terhadap keadaan ini. Otakku risau dengan fikiran lama yang kolot. Bahwa Darso dahulu bukanlah anak yang pantas dihormati karena dia hanya anak seorang miskin.
— Betapa jelek fikiran ita, berangsurangsur mulai aku sedari, bahwa fikiran itu salah.
17
=== [PDF page 20] ===
Bukan Bunga.....
nyai pandangan yang tepat untuk perjuangan memenangkan revolusi, menghapuskan penindasan dan penghisapan, membela Rakyat yang tertindas. Maka setiap kader harus memiliki teori Marxisme-Leninisme. Lebih?
yang mempunyai daya juang luar biasa, akan menjadi tiang kemenangan dan lebih produktif lagi dalam perjuangan apabila kader itu memiliki teori-teori reyolusioner. Kader! revolusioner yang pantang menyerah dalam perjuangan memenangkan revolusi.
Dalam minggu kedua disamping akan menyelesaikan pelajaran fi'safat Marxisme-Leninisme ini akan menerima 'yeramah-yeramah dari PB Front Nasional, «Ibu Subandrio, Ibu Hidayat, Lekra, Dra. C.
Budiarjo, latihan menembak, cocok tanam dll.:
Semangat yang tinggi, pengorganisasian yang rapi dan gotong-royong satu hati, fikiran dan tindakan dari semua petugas menjadi syarat mutlak dari suksesnya pekerj-an. Demikianlah TC Dwikora Angkatan.,TAVIP” dimulai, Berkat bantuan yang besar dari instansi Militer dan Sipil, dan terutama RESTU Bapak Pemimpin Besar Revolusi Presiden Sukarno, maka TC berjalan dengan sukses. Para siswa dengan senyum dan tawa menjilankan semua tugasnya, Tidak mengindahkan apa itu belajar teori dan politik, apakah itu kerja badan, ngepel lantai, mengangkati air, menanam bunga, menyiram pot dll. Seragam biru sedap dipandang tiap pagi, jam tujuh, menyemarakkan halaman yang berumput 'hijau: Benar-benar indah laksana taman bunga. — Rumah-rumah baru, tanaman ladang singkong dan pepaya, hijaunya Detasemen Sukarelaw ii, pekerja'nya yang giat benar-benar akan membuat kenangan indah. Sukarelawati Gerwani untuk suksesnya DWIKORA memarg bukan bunga sembarang bunga.
Ia melati yang dicintai oleh siapapun.
Hanya mereka yang menderita sakit demam phobi yang membenci, sebagaimana pesan Pak Idham Chalid yang disampaikan oleh Pak Notosutarjo,,tetaplah Gerwani menjadi pelopor, dan kerjakan apa yang bisa dikerjakan jangan menunggu besok, dan yang Jain biar menyusul”. P
Harumlah melati disepanjang z man.
Lambang Gerwani untuk kemenangan revolusi!
Cipete, 21 September 1964.
Sulami.
kaum wanita -
KA KEKE AE rabab IEEE,
KEK KAKAK KKM
FREER EEEER EE EEE
Sunda
SENISUARA nyanyian adalah sebagai
permulaannya
sejak alat yang memegang peranan penting, baik dalam gerak-geriknya maupun perspektif dan berdaya-upaya melukiskan kepribadikesedihan, kemesraan/keindahan, kegembiraan, kesedaran, keinginan, yang dipadukan dengan kata (sajak*nya), yang beranekawarna ragamnya, beik y bersifat subyektif maupun yanu bersifat obyektif. Oleh karena itu,..
ni kawih” harus selalu mengembargkan kepribdian Nasional yang memba kan semangat juang dan perlawanan terhadap ketidak-adilan dalam m-sy kat dan terhadap kaum kontra-re dibawakan oleh
yang para (Kawih Sunda) yang progresif revolusio
pesi
ner.
Nn. Uwas Komara Warsita — xs terkenal, adalah salah satu pesir HARAPAN" asuhan Ibu Rd. Kom yang belum pernah absen demi merg abdikan diri dibidang senikawih, cts permintaan baik untuk masysrakat Sumedang dan lain-lain daerah sekitar Jawa Barat, maupun luar Jawa Barat sekalipun dalam pengembangan bakatnya beru IS bulan saja.
Daerah-daerah yang pernah didatangi ngan rombongan-rombongan baik kliningan mau wayang golek, selain didaerah Kabusaten Sumedang, jufa daerah:
Cianjur, Sukabumi, Subang, Kereside nan Cirebon, Keresidenan Banten di, juga pernah ke Surabaya Jatini.
Nn. Uwas Komara Warsita sering terdengar me-dapat sambutan dari masya rakat pengunjung, tip” membawakan suaranya. Kegemarannya adilah.Rujak Uleg Kombinasi”, disamping lagu?'/kata-kata yang menunjukkan keberanian membangkitkan semagat perjangan Rakyat sesuai dengan kepribadian Nasional dengan berpedoman kepada garis” Manipol.
Sekedar untuk diketahui
Nn. Uwas Komara Warsita: Dilahirkan pada tanggal 26 Oktober 1947 di Situaksan Bandung, umur 7 tahun mulai masuk SR Negeri 6 tahun.
Sejak duduk dibangku seko'ah klas lil, sudah kelihatan ad: bakat dibidang
seperti:
lagu
riwayatnya
senikawih, ia sering disuruh nyanyi oleh guru dan
senang s
Pada suk S.M.P dari S.M.P. kar
keluar
masya
mulai bek
Yayah
ten
tahun
bulan
HHH KERN EH
disekolahnya, dat
dan
“Desinden,harapan”
Nn Uwas Komara
Oleh: RATNASIH.
untu I uk peri kare cburi di Bab
n suara
abila disuruh nyany
1960 Uwas Warsita ma
Sumedang
Agustus
1964
ee RENE OREN He
yor)
=== [PDF page 21] ===
Beberapa tanaman sayur- mayur untuk kebun sendiri
Dibawah ini kami
cara-cara menanam dan memelihara
sayur-sayuran
yang kita tanam
dalam rangka gerakan menanami halaman-halaman kita dengan bahan makanan untuk
mempertinggi produksi pangan.
sajikan
potong kira-kira berumur 40 hari
dalam pemotongan pertama, untuk selanjutnya tiap” 20 hari dipotong.
Cara memberi pupuk:
Bisa memakai kotoran sapi ditimbun sampai 20 hari baru bisa dipakai untuk pupuk.
2. Tomat:
Cara menanamnya sama dengan diatas (no. 1) hanya bedanya waktu pertama disebar s/d dipindahkan 20 hari, setelah — dipindahkan s/d mengambil buahnya 30 hari.
Menyiram 3 hari 1 kali.
Terong:
Juga terong cara menanamnya sama dengan tomat dengan menyebar biji terlebih dahulu.
Selain itu juga Cabe memerlukan penanaman serta pemeliharaan sama dengan tomat maupun terong.
Silahkan mencoba!
1. Kangkung darat:
Cara memelihara:
Jari biji yanc sebar baik: 5:
5 i bid) nue disi 1 l baik Pertama disebar tiap_hari sedaar petak inhak an, 26
Na i? lai 2 2 sa ya belum tumbuh harus disiram [Unreadable] aL il a pi Ng 3 kali sehari, kalau sudah
sone 1, « ngi 1 ( -..:
Pe ee - SCENES TNTAGAS tumbuh cukup 2 kali sehari ni ir Uk.:
Kar PENA dengan air tawar antara jam mee eit 5 10.00 dan jam 17.30.
am ahanmn ee su eon oa Setelah dipindahkan disiram kung darat hanyi fe 1 233
Na Sa Na 4 kali sehari pada waktu hari biji. Sampai bibit berumur 4 Ma tau 19 | '; pemindahan, selanjutnya 2 20 hari, kemudian dipindah. 5 e 5 a 4
; ' aes kali sehari. Setiap kali habis Jadi dari biji sampai di- 3 Lian dipotong diberi pupuk.
Pengetahuan alat rumah tangga
ALAT-ALAT BEKERJA
ih mempunyai suasana. Suasana; rgantung pada rumah dan susunpi terutama dari penduduknya. Kewaiban nyonya rumahlah untuk mengatur dan memelihara rumahtangga sedemikian rupa, sehingga timbul suasana yang aman dan tenteram, keluarganya, Ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi mulia.
Seorang wanita yang pandai mengatur rumahtangganya dan memelihara rumahnya akan dapat mengadakan suasana yang aman dan bahagia untuk keluarganya. Ini tidak berarti bahwa seorang nionya rumah harus menjadi budak keluarganya.
Kita harus pandai mencari jalan tengah. Ini sukar ditetapkannya karena keadaan rumahtangga itu tidak sama.
Untuk memelihara rumah dibutuhkan alat bekerja. Marilah kita mulai dengan mempelajari alat-alat apa yang dibutuhkan untuk bekerja.
Syarat-syarat yang utama ialah: kuat dan praktis. Sekarang banyak sekali alat-alat dijual pedagang, sehingga nyonya rumah harus pandai memilih. Jadi:
Fikirlah sebelum membeli.
SIKAT-SIKAT
Jika tak ada sikat dan sapu dalam rumahtangga, bagaimanakah kita tak bisa mendapat rumah
Kiriman: Harti A.
yang bersih?
Selain dari itu sikat-sikat dan sapu termasuk alat?
penting dalam memelihara rumahtangga. Marilah kita tinjau sikat-sikat manakah yang terbaik untuk memelihara rumahtangga itu?
Bahan untuk sikat ada dua macam:
1. Bulu dan rambut hewan
Serat-serat dan tangkai tumbuh?an
Sifat-sifat bahan dari hewan:
Sangat bingkas.
Licin dan mengkilap
Permukaannya rata
Bila dibakar memberi bau tanduk hangus dan membubul ujungnya.
5. Tak tahan soda dan air mendidih.
Pa re
Sifat' bahan dari tumbuh?an.
Keras dan tegar
Bentuk bersudut, warna kusam, rupa kasar.
Lekas kisut dan putus?
Jika dibakar, habis menjadi abu dan tak membubul
5. Tahan air soda dan air panas.
(Petikan dari Buku Alat? Rumahtangga oleh: F. Gouw Cu Nio, R.S. Wirayat).
Ses
19
=== [PDF page 22] ===
Satu lagi undang-undang kolonial ditumbangkan:
UNDANG-undang TENTANG PEMUTUSAN HUBUNGAN
KERJA No. 12/1964
Sebelum Undang-undang tentang Pemutusan Hubungan Kerja nomer 12 tahun 1964 dikeluarkan oleh Pemerintah banyak sekali terjadi pemecatan/massaontslag di Perusahaan! Swasta dan Perusahaan?
Negara. Macam' alasan yang dilemparkan kepada kaum buruh untuk melakukan pemecatan/massaontslag yaitu pemecatan / massaontslag — berdasarkan alasan mendesak, paksaan dengan pemberian uang pesangon yang jumlahnya tidak sedikit, politis karena tidak setujunya kaum buruh masuk Sarekatburuh dsb. Hubungan dengan ini tidak sedikit pula buruh! wanita yang dipecat dan diontslag. Malahan terjadi seorang bidan yang bekerja di B.P.M. dipecat karena dia menjalankan perkawinan sebelum 2 tahun lamanya bekerja.
Kejadian' ini disebabkan karena masih adanya Undang? Ontslagrekht 396/ 1941, dimana Undang-undang ini masih berjiwa kolonial dan pokoknya masih banyak melindungi majikan dalam berbagai macam hal atas kekuasaan mereka terhadap kaum buruhnya misalnya, kekuasaan memecat, menentukan masa percobaan kaum buruh dlsb.
Untuk mempertahankan keuntungan yang sebesar'nya majikan selalu mempergunakan hak sepenuhnya yang sangat merugikan kaum buruh berdasarkan atas pasal' yang tercantum didalam Undang' itu. Walaupun di Perusahaan-perusahaan itu telah ada perjanjian kerja bersama, dimana Sarekatburuh diakui sebagai badan yang mewakili kaum buruh dalam segala persoalan yang menyangkut kepentingan kaum buruh dan dalam hubungan kerja dengan majikan harus dirundingkan dengan Sarekatburuh, tetapi dalam kenyataannya_perjanjian itu sering dilanggar oleh majikan, sehingga kaum buruh selalu banyak dirugikan.
Dalam Undang? Dasar 1945 pasal 27 dinyatakan bahwa setiap warganegara Indonesia dijamin haknya untuk mendapatkan pekerjaan. Tetapi dalam pelaksanaannya sangat bertentangan dengan Undang? Dasar 1945 dan ketentuan MPRS, sedangkan pada waktu kaum buruh Indonesia memasuki periode pembangunan seperti sekarang ini, perlu semua tenaga dihimpun dan segala funds and forces dikerahkan bagi pembangunan semesta. 2
Untuk menjamin hak'nya sebagai kaum buruh dibutuhkan suatu peraturan atau perundang'an yang sama sekali bisa merombak jiwa ontslagrekht 396/ 1941.
Dalam usaha mengatasi segala kesulitan-kesulitan antara kaum buruh dengan majikan sudah ada Undang* no. 22/1957 tentang penyelesaian perselisihan perburuhan.
: Namun demikian segala persoalan
kesulitan kaum buruh yang berbentuk perselisihan belum sepenuhnya bisa diatasi oleh Undang! No. 22/1957 itu sebagaimana diharapkan oleh kaum buruh, terutama mengenai pemecatan' dan massaontslag, berhubung masih berlakunya ontslagrekht 396/1941.
Setelah kita kembali ke Undang' Dasar 1945 dan setelah MPRS menetapkan Manipol sebagai garis-garis haluan negara, maka sudah tibalah waktunya untuk mengganti peraturan-peraturan yang bersifat kolonial dilapangan perburuhan yang melindungi kepentingan modal asing dan merugikan kaum buruh dengan Undang” nasional yang bertujuan membela dan melindungi kaum buruh sebagaimana telah diputuskan oleh MP- RS yang menyatakan perlunya dibentuk suatu Undang-undang tentang Hubungan Kerja.
Maka tepatlah apa yang tercantum dalam ketetapan” MPRS No, II tahun 1960 yang menyatakan antara lain,,Hendaknya ada Undang? Pokok Kepegawaian/Perburuhan yang memuat antara Jain penghapusan Undang-undang kolonial yang masih berlaku antara Jain ontslagrekht 396/1941 dan diganti dengan Undang Pemutusan Hubungan Kerja yang lebih maju”. Sedang seperti tekih dikemukakan diatas dalam Undang” Dasar 1945 pasal 27 telah dinyatakan pula bahwa setiap warganegara Indonesia dijamin haknya untuk mendapatkan pekerjaan.
Maka dengan adanya hak" tersebut sunzguh tepat ketetapan MPRS yang menyatakan perlunya menjamin setiap warganegara akan pekerjaan dan penghasilan yang layak guna memenuhi keperluan hidup sehari-hari bagi dirinya sendiri beserta keluarganya, diantaranya keperluan sandang-pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan serta jaminan untuk hari tua. Jadi sudah selayaknya kalau Ontslagrekht 396/1941 itu diganti dengan Undang! Pemutusan Hubungan Kerja sesuai ketetapan MPRS.
Berkat aksi' dan tuntutan-tuntutan kaum buruh yang terus-menerus, akhirnya baru pada.tanggal 23 September 1964 Undang-undang tentang Pemutusan Hubungan Kerja telah diundangkan atas pengesahan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong. Jelaslah, bahwa Undang”
tersebut justru hasil tuntutan kaum buruh yang sudah bertahun” lamanya.
Pada dasarnya kita dapat menerima Undang” Pemutusan Hubungan Kerja itu, karena isinya lebih demokratis, yaitu antara lain mengandung ketentuan?
sebagai berikut:
— setiap akan ada pemefyatan/massaontslag Serikatburuh yang bersangkutan harus diajzk berunding lebih dulu.
apabila tidak tercapai persetujuan supaya diselesaikan menurut cara yang ditentukan oleh Undang” nomer 22/1957 tentang penyelesaian perselisihan perburuhan,
dan selama masih dalam penyelesai an, pengusaha tidak boleh m kan pemecatan dan wa berikan upah dan jamin menjadi hak kaun sang pabali
1 sudah mendap: r yyin dari P4D atau dasarkan ketentuan” seperti
yantum dalam pasal
pemecat
1964 terts sesuai di tersebut, 1 erarti sudah bisa
i adanya p
Uang pesangon:
masa kerja sampai 1 tahun 1x dapatkan 1 bulan upah,
masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kursng dari 2 tahun mendapatkan 2 bulan upah
masa kerja 2 tahun atau Yebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah, masa kerja 3 tahun atau lebih
mendapatkan 4 bulan upah.
Uang diyasa:
masa kerja lebih dari 5 tahun kurang dari 10 tahun 1 bulan upah, m kerja lebih dari 10 tahun tetapi kurang dari 15 tahun 2 bulan upah,
a kerja lebih dari 15 tahun tetapi kurang dari 20 tahun 3 bulan upah,
masa kerja lebih dari 20 tahun tetapi kurang dari 25 tahun 4 bulan upah.
maga kerjaa lebih dari 25 tahun 5S bulan upah.
(Bersambung ke hal. 21)
=== [PDF page 23] ===
Undang 2 Se
3. Ganti kerugian meliputi
— ganti kerugian untuk istirahat tahunan yang belum diambil menurut perhitungan seperti tersebut — pada pasal 2 ayat 2 dan pasal 7 Peraturan Pemerintah nomer 2 Itahun 1954 tentang istirahat tahunan bagi buruh
— panti kerugian untuk istirahat panjang, buruh belum mengambil istirahat, menurut perbandingan antara masa kerja buruh dengan masa kerja yang ditentukan untuk dapat mengambil istirahat panjang.
ongkos pulang untuk buruh dan ketempat dimana — buruh itu diterima bekerja
— ha?" lain menurut pertimbangan Pa nitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah atau Pusat.
Perlu diketahui, bahwa yang diartikan dengan upah untuk keperluan pemberian uang pesangon, uang jasa dan panti kerugian lainnya yaitu:
upah pokok,
segala macam tunjangan yang diberikan kepada buruh secara berkala dan secara teratur
harga pembelian dari catu yang diberikan kepada buruh dengan cuma-yuma bilamana catu hgrus dibi buruh
penggantian perumahan yang diberikan secara yuma-cuma, yang besarnya ditetapkan 1096 dari upah beruar oleh
pa u
penggantian untuk pengobatan dan perawi yang diberiki secara cur besarnya ditetapkan sebe dari upah berupa uang.
Seperti 1 yang telah saya jelaskan diatas Undang" ini hanya berlaku khusus di perusahaan? Swasta saja.
Hal ini berarti bahwa Undang-undang tentang Pemulusan Hubungan Kerja untuk Perusahaan Negara belum ada, dan baru akan diatur kemudian sebagaimana telah dinyatakan dalam penjelasan Undang-unda tersebut
Karena itu, kaum buruh mengharaokan kebijaksanaan P rintah agar selama Peraturan Pemutusan Hubungan Kerja sus untuk
Peru Negara:lum ada, ketentu termuat dalam Undangundang Pemutusan Hubungan Kerja di Perusahaan? Swasta itu supaya” sementara diberlakukan juga untuk Perusahaan Negara.
Atas dasar itu diserukan kepada segenap kaum buruh diperusahaan-diperusahaan swasta untuk melakukan tuntutan dan melawan terus setiap pemecatan dan massaonislag dalam bentuk apapun dengan berpegangan pada Und ng-undang yang telah ada yaitu Undang-undang tentang Pemutusan Hubungan Kerja nomer 12 tahun 1964 yang sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dan diundangkan tgl. 23 September 1964 yang baru lalu.
Aa AA AA AA Aa AA AA AA AA AA AA AA AA Aa
Warn thu
ARI IBU mengenangkan kita kepada kebangkitan dan persatuan wanita Indonesia, yang tercermin dalam Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang diadakan di Jokyakarta pada tgl. 22 — 25 Desember 1928. Pada waktu itu telah berkumpul 30 organisasi wanita dan mereka telah bersepakat untuk mengadakan kerjasama dalam suatu badan gabungan yang bernama P.P.L. (Perikatan Perempuan Indonesia).
Sekalipun wanita-wanita yang menyelenggarakan kongres tersebut tidak membicarakan masalah-masalah politik dan hanya terbatas mempersoalkan masalah — hak-hak wanita dalam perkawinan dan masalah-masalah penting dalam sejarah perkembangan gerakan wanita Indonesia.
Pelajaran apa yang bisa kita tarik dari peristiwa tersebut?
Ada tiga (3) soal yang bisa diambil gai pelajaran, yaitu:
I) Adanya persatuan dikalangan organisasi' wanita — merupakan jawaban yang tepat terhadap politik pecahbelah imperialis Belanda yang terkenal dengan politik "divide et impera”. Kongres tersebut telah merupakan kelanjutan dari usaha gerakan pemuda yang telah melahirkan semboyan tepat yalah:,,Satu Nusa,
satu Bangsa dan satu Bahasa — Indonesia”
2) Organisa wanita yang semula bersifat kedaerahan dan berdiri sendiri',
dalam kongres tersebut telah bersepakat untuk bersatu dan merumuskan tuntutan” yang sifatnya nasional.
Ini menunjukkan makin meningkatnya kesedaran dikalangan wanita
untuk memperkuat gerakan nasional
Rakyat Indonasia.
3) Untuk pertama kali wanita Indonesia memperdengarkan — tuntutan? — dan program bersama sebagaimana telah diputuskan dalam kongres tersebut.
Ini berarti makin majunya kesedaran kaum wanita Indonesia untuk beker jasama atas dasar program bersama.
Jelasiah, bahwa sejak pada permaulaannya, perkembangan gerakan wanita Indonesia tidak bisa dipisah*kan dari perkembangan gerakan seluruh Rakyat Indonesia. Oleh karena itu adalah tepat sekali, bahwa tg. 22 Desember diputuskan untuk diperingati sebagai Hari Ibu.
Hari Ibu tahun! 1964 ini diperingati dalam saat makin meningkatnya perjuangan seluruh Rakyat Indonesia meng:
ganyang 4 jahat, yaitu Malaysia, 7 setan desa, setan dunia yaitu imperialis AS dan revisionisme modern. Oleh karena itu kaum wanita Indonesia perlu membulatkan tekad untuk mengambil bagian dalam memenangkan perjuangan tersebut.
Syarat untuk memenangkn perjuangan itu yalah, adanya persatuan nasional revolusioner yang berporoskan Nasakom. Masalah ini selalu ditekankan oleh "
P.Y.M. Presiden Sukarno untuk dilaksanakan disegala bidang. Juga dikalangan wanita, maka tradisi persatuan yang ditanamkan sejak adanya Kongres Perempuan Indonesia yang pertama itu perlu diteruskan, bahkan diperhebat lagi, sebagai jawaban terhadap racun politik pecah-belah yang akhir-akhir ini disebar'kan oleh uknum-uknum bekas partai terlarang yang bersatu dengan gerakan subverzsi dan kontra-revolusi ditanah air kita.
Hari“ibu selain mengharuskan kita mengabdi lebih banyak, lebih baik lebih berguna dalam perjuangan mengganyang 4 jahat tersebut juga lebih mengharuskan kita sebagai ibu untuk
berbuat Tebih baik, dan lebih banyak dan lebih berguna bagi kemajuan ses luruh keluarga, terutama berusaha dalam membina keluarga Revolusioner.
Sebab kaum ibu mempunyai peranan penting dalam unit” keluarga terutama dalam hal mengasuh anak'. Keluarga seharusnya senantiasa berada dalam kehangatan perjuangan, serantiasa tidak terpisah dari perjungan. Untuk dapat melaksanakan tugas itu, kaum wanita sebagai ibu-ibu dalam rumah tangga harus memiliki pengertian yang tepat tentang soal' pokok revolusi Indonesia.
Maka syaratnya ialah membajakan diri dan melakukan pendidikan diri secara terus-menerus agar mengerti tentang situasi dan tidak tertinggal dengan perkembangan perjuangan.
Marilah dalam memperingati Hari Ibu kita senantiasa berbuat sesuai dengan irama revolusi, untuk dapat maju terus — pantang mundur — dalam mersibarkan tinggi-tinggi panji' emansipasi wanita revolusioner.
a we Se YA AA ST YA AA YA YA AA (Ses
21
=== [PDF page 24] ===
Pekerjaan Rumahtangga
MEMELIHARA ALMARI
ALI ini saya akan menyajikan sebuah cara” tentang memelihara lemari. Sekalipun pekerjaan ini kelihatan
sepele, tetapi sangat penting artinya, sebab barang-barang yang bernilai banyak kami simpan didalam almari itu sendiri
kurang bersih,
maka akibatnya banyak barang yang rusak
dan kita sendirilah yang akan mendapat kerugian”.
1. Almari Gantungan tempat pakaian,
Alat yng kita perlukan: 1 bulu ayam, 2. sapu pendek, kain seka, 4. lap kerja, 5. sikat debu, 6. air sabun, kertas alas lemari, 8. paku payung (pines), 9. obat penolak binatang kecil.
Cara mengerjakannya,
Keluarkanlah pakaian pagi?, se-kurang?nya sebulan sekali, pada waktu musim hujan 14 hari (2 minggu).
Gantunglah pakaian-pakaian beberapa jam diluar, tetapi harus ditempat yang teduh.
Bersihkanlah almari itu, diatas, dibawah, nya dengan bulu ayam dan lap penyeka.
Jika perlu bersihkanlah dengan lap yang sudah dibasahi dengan air atau lap dan air sabun, menurut tingkatan kotornya almari itu.
Balikkan atau gantilah kertas alasnya.
Berilah talk pada laci-laci yang serat dan minyaki Yubang"
kunci.
Berilah obat penolak binatang kecil’, misalnya kamfer, naftalina, boraks, merica.
Periksalah noda-noda pada pakaian, juga kerusakan yang lain.
Kembalikanlah pakaian itu dengan teratur kedalam almari dan untuk mendapatkan bau yang enak, taruhlah akar wangi.
dan diluar-
II. Almari papan biasa (legkast).
Alat-alat sbb.: 1. air sabun, 2. lap kerja, 3. Yap debu,
4. bulu ayam, 5. sikat debu, 6. obat gosok kayu, 7. obat binatang, kertas alas almari.
Cara mengerjakan:
wna
Keluarkanlah papan almari.
Bersihkanlah buku, buka dan jemurlah.
Bersihkanlah papan almarinya, menurut cira membersihkan kayu. Jika perlu gosoklah dengan Ocedar (obat penggosok kayu) atau lilin penggosok.
Balikkanlah atau gantilah kertas alasnya.
Bersihkanlah isi almari satu persatu menurut keadaan bendanya dan kotornya.
Periksalah baik?, barang dari kulit atau wol. Bungkuslah dengan koran atau plastik yang diberi obat barang penolak binatang kecil, misalnya: kamfer, naftatline dll.
Kembalikanlah barang ketempatnya dan menyusunnya barang-barang agar rapi.
10.
Tis
wae
NI. Almari Sepen.
Alat” yang diperlukan seperti no. II (dua).
Cara mengerjakan:
Keluarkanlah isi almari.
Periksa dan jemurlah ditampah makanan” dan bahan makanan,
Bersihkanlah stopfles dan kaleng bahan/makanan itu,
Cucilah dan jemurlah buku" dan tampah"
seperti cengkeh, ketumbar, lada, pala dil.
tempat penyumpanan
yang perlu
Tepung beras, ketan dan tepung jagung tidak dapat lama disimpan. Berilah cabe Gombok) satu atau dua biji agar tidak asam
Telur yang ditaruh dirak dibalik'kan. Ada pula menyimpan telur dalam air kapur.
Keluarkanlah papan almari.
lagi dan dilap hing;
Bersihkanlah isi almari satu persatu, Gantikanlah kartu tanda"
rusak.
Bersihkanlah dengan air
a kering
bahan”) yang
(tanda ya
Jika papan almari rusak. Maka papan {tu dikembali
kan dan diberi alas kertas, Taruhlah barang” yang telah dibersihkan pada tempatnya kembali Berilah alas dibawah tempat" seperti minyak, kecap, mentega agar tak ada noda" (Vlek) dari bahan terse but.
Jika banyak semut, baiklah diberi bak dan air dibawahnya.
IV. Almari obat,
Alat' yang diperlukan seperti No. III,
ira membersihkan seperti diatas.
Sebelumnya dibersihkan, kan, dan setiap mengerjakan, diri.
Periksalah dan laplah defgan air sabun satu persatu botol-botol yang ada dan sekalah yang bersih.
Periksalah dan gantilah obat'an yang sudah fidak diperlukan (lama).
Dan sebaiknya jangan menyimpan obat-obat lebih dari 3 bulan dan tutuplah rapat. Berilah tanda-tanda nama obat”.
Berilah tanda" atau obat”.
isi Obat‘an yang ada dikduarharap dikerjakan sen-
Yang harus dibersihkan:
Kapas. 3. Plester, 4. Boorzalf, a. eae 8. Kina tablet,
. Amonia, 12. Kayu
Bermacam' perban, 2.
Merkhirecreem, 6. Dermatol, Perubalsem, 10. Aspirin-Acetosal,
putih, dll. yang penting diperlukan ae se-waktu" diperlukan, bila ada anggauta keluarga yang memerlukan.
Sekian.
Oleh: Ni. Partinah Suraji.
wr EEE Eel
=== [PDF page 25] ===
BURUH WANITA
BERJUANG TERUS UNTUK HAPUSNYA
DISKRIMINASI dan HAK-HAK YANG PENUH
BERABAD ABAD lamanya kaum wanita termasuk buruh wanita mengatekanan perkawilami ber-macam-macam penindasan,
dan diskriminasi. Dalam soal
nan, hak terhadap anak, pembagian waris, pendidikan dsb wanita tidak mempunyai hak yang sama dengan priya.
Biasanya tidak dianggap perlu untuk didengar suaranya, tetapi,,harus” menjalankan semua. keputusan, biarpun
tu bertentangan. Maka wajarlah apabila dalam banyak hal ketir kaum priya,
dari sisa" kebiasaan
ini semua sebagai yang lampau yang sudah sangat berakar, yung sehingga sekarang masih berpengaruhnya, biarpun kita sudah 10 tahun kita hidup dalam alam kemerdekaan, Pendapat dan pansudah dan yang menyatakan bahwa,,wanita itu tidak cakap” sudah seharusnya dilempar jauh', karena kenyataan menun- Gyukkan kepada kita, betapa tidak benarnya dalih itu, Kalau kepada wanita diberi kesempatan, pasti akan dapat dilaksanakan dengan baik. Makin Yuasnya kesempatan yang diperoleh, kemajuan wanita akan makin pesat, terutama sesudah Revolusi Agustus 45 sangat nyata kelihatannya. Dari hari kehari makin banyak wanita yang menerjunkan diri untuk ikut serta ambil bahagian yang aktif dalam mengisi dan menyempurnadangan kolot yang usang
basi
kan kemerdekaan tanah airnya sebagai hasil perjuangan bersama seluruh rakyat, termasuk kaum buruh wanita. Sejak itu dan sampai sekarang dan seterusnya, andil kaum wanita makin nyata dan akan makin besar. Hampir semua lapangan pekerjaan dimasukinya, dan ternyata mereka menunjukkan kecakapannya dan kemampuannya. Sampai sekarang ini masih ada jabatan-jabatan yang tertentu yang tertutup bagi kaum wanita tetapi ini bukan dikarenakan wanita stidak cakap” melainkan masih adanya undang" Peraturan-peraturan kolonial yang masih dipertahankannya, yang tidak memungkinkan sesuatu jabatan dipegang oleh wanita, dan dipertahankan oleh orang?
tertentu yang tidak menyukai kemajuan wanita, sehingga mereka berusaha
Oleh: Ting Suwarni
untuk membendungnya dengan jalan mempertahankan berlakunya undang”/ Peraturan-peraturan itu selama mungkin. Kalau kaum wanita sekarang banyak bekerja diluar lingkungan rumah tangganya, ini tidak berarti bahwa kaum wanita banyak mencari tambahan nafkah se-mata' untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, tetapi yang terutama adalah adanya kesedaran yang makin tinggi, kesedaran akan kewajiban sebagai warga dari negara yang merdeka, yang mereka cita'kan untuk terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan makmur, suatu masyarakat sosialis dimana tidak terdapat lagi penindasan oleh manusia terhadap manusia yang lain, suatu masyarakat dimana orang tidak perlu takut akan kelaparan, ialah baru seperti apa yang dikatakan oleh P.Y.M. Presiden Sukarno. Pada dewasa ini kaum wanita tidak hanya,,mengharap” dan,,bermimpi", tetapi untuk - mewujudkan cita' yang menjadi cita seluruh Rakyat. Kita sama tahu bahwa ada golongan kecil manusia dinegeri kita ini yang hidup mewah sekarang ini. Segolongan kecil manusia ini ber-foya-foya dan mengadukan bentuk pakaian dari hasil pemerasan keringat buruh yang hidup dipondok yang reyot dan setiap hari bergulat dengan jerih payahnya untuk bisa mendapatkan seliter beras guna mempertahankan nyawa anak'nya.
Dibandingkan dengan kaum priya, kaum wanita memikul beban yang berat apalagi didalam keadaan seperti sekarang ini dimana situasi ekonomi sangat beratnya, setiap hari memerlukan pencurahan fikiran yang sangat melelahkan dan memusingkan, bahkan kalau tidak tahan dan tabah bisa mudah putus asa, apalagi bagi buruh wanita yang keluarganya banyak atau besar, sedang jumlah penghasilan yang diterimanya jauh daripada mencukupi. Selain daripada istri yang cukup berat tugasnya, sebagai ibu yang pada suatu waktu harus menunaikan tugasnya, yang utama untuk mengandung melahirkan kemudian menyusuinya serta mendidik anak'nya bukanlah soal yang enteng. Untung mendapatkan tempat bersalin di-rumah' sakit harapan agar bisa mendapatkan perawatan dan pemeliharaan yang sangat baik, bukan soal mudah. Bagi buruh wanita lebih sulit lagi bila datang waktunya untuk kembali masuk kerja.
Mana susu mahal, siapa yang menjaga sibayi ditambah sulitnya kendaraan, se-
-bagai buruh wanita terpaksa berangkat
lebih pagi dan pulang lambat. Oleh karena kesulitan-kesulitan diatas tidak jarang buruh wanita terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya sesudah mereka melahirkan. Selain itu sebagai buruh mempunyai kewajiban pula ambil bagian dalam kehidupan serikat buruhnya, dam ambil bagian dalam bidang sosial lainnya.
Dalam undang-undang kepegawaian yang disyahkan oleh DPR GR telah tercantum pasal-pasal dimana dinyatakan bahwa hak kaum buruh baik priya maupun wanita adalah sama dalam menerima pensiun untuk para ayahda mereka. Alangkah bijaksananya andaikata pembesar-pembesar yang bertanggung jawab memberikan hak?
“ag sama bagi buruh wanita, artinya dari kebenaran dan kerelaan untuk mzrobah peraturan yang sekarang ini masih berlaku, tetapi yang sebetulnya sudah usang. Buruh wanita mempunyai andil yang tidak kecil. Dalam segala bidang peranan wanita penting. Selain itu perlu ditegaskan bahwa jumlah buruh wanita sekarang tidak kurang dari 3096 dari jumlah buruh, dan ini tidak mungkin ditinggalkan dalam pembangunan negara. Oleh karena itu sangat janggal bila masih saja terhadap wanita umumnya dan buruh wanita khususnya berlaku hal' yang tidak tepat dan dianak tirikan.
Buruh wanita wajib mengusahakan terus dengan segala cara ialah cara-cara yang tidak asing lagi dengan 1000 macam aksi berjuang agar peraturan*, Undang' yang tidak cocok itu bisa dihapuskan, sehingga buruh wanita bisa mendapatkan hak'nya sepenuhnya. Ini semua membutuhkn kerja Keras, ke- Yuan dan tindakan yang bulat dari se-
(Bersambung ke hal 25)
23
=== [PDF page 26] ===
KADER REVOLUSI
Kader revolusi, sekali lagi kader revolusi! Apakah yang dimaksud oleh Bung Karno?
Kader itu adalah tulangpunggung, bukan tulang mati, tetapi tulang-tulang hidup. Lalu lebih tegas lagi dikatakan kader menentukan se-gala?nya. Apa yang dinamakan kader adalah bidang revolusi.
Sejak dua bulan yanglalu ide pembentukan kader revolusi sudah dicetuskan oleh Bung Karno baik itu diucapkan dalam pidato beliau pada tanggal 17 Agustus, maupun didalam pembicaraan?
dilingkungan Front Nasional.
Dalam Tavip ini lebih ditegaskan lagi oleh Bung Karno, bahwa kader termasuk salah satu syarat penting untuk berlangsungnya revolusi kita, merupakan salah satu hukumnya. Maka sejak
-tanggal 1 September hingga 10
November tahun ini Front Nasional telah berhasil mendidik kader-kader revolusi. Program terpenting bagi garis Tavip selesai dipentaskan,
Orang luar, the men on the street, penonton-penonton revolusi biasanya selalu ingin dengar hal-hal yang sensasionil, tetapi bukan hal:
yang perkasa. Itu kaum avonturier! Tapi apa yang lebih penting dari se-gala?nya, yang lebih penting untuk diketahui adalah penilaian obyektif tentang sukses penyelenggaraan kader ini. Dan tentang kegagalan kaum reaksioner!
Orang-orang yang keluar dan lulus dari kader revolusi adalah tergolong insan politik baru. Ya.........
tentu saja julukan ini sepenuhnya benar sebab siapa yang lulus itu sedikitnya sudah mengerti tentang hukum-hukum revolusi, mengerti tentang mutlaknya persatuan Nasakom. Tugas kader revolusi adalah mendalami ajaran?
Bung Karno tentang revolusi Indonesia. Setiap hari kader-kader digembleng dalam kuliah-kuliah mengenai 6 matapelajaran pokok, Pancasila, Manipol/Usdek, SPN, MDK, ekonomi terpimpin dan organisasi F.N, Matapelajaran pokok hanya 6, tetapi ceramahnya tidak kurang dari 15 tambahan.
Bayangkan saja betapa sibuk dan kerasnya disiplin ini. Setiap peserta yang mangkir 2 kali matapelajaran pokok dan 6 matapelajaran tambahan bisa dipecat, dinyatakan gagal dalam mengikuti kader-kursus Bung Karno. Dan memang ada beberapa orang yang gagal. Jam kuliah mulai jam 8.30 sampai 13.00 sorenya mulai 20.00 dan 23.00. Buku-buku lektur tambahan jangan tanya berapa tumpukannya. Pendeknya kader revolusi mendapat didikan disiplin yang baik, kesempatan menyeleweng
sebetulnya tidak ada. Tetapi meskipun demikian apakah tidak ada yang menyeleweng? Saya tidak akan menjawab pertanyaan ini.
Silahkan bertanya kepada Badan PPKR. Kalaupun ada yang menyeleweng tentunya mereka termasuk golongan lulus tetapi terus dalam pengawasan apakah pantas diberikan nama sebagai ka der revolusi.
Kulyah kira-k berjalan ada diskusi raf terakhir
bulan, sehabis ki kelompok
ujian,
terus
jangan
hanya unip tentang
tu, tet
1 yang ditaan obyekular jawabkin seperti hujan perya. Disini kita ingat apai iyadi penguji rtanyanya?
ylusi sudah gkatan pertamanya. Angkatan kedua segera dibuka. Mudah?an lebih sempurna penyelenggaraannya.
Oleh: Umi
24
=== [PDF page 27] ===
BN AA NA ea
Melihat film:
BODOG VA
ku M RRT yang kami lihat bersamasama dengan para peserta Seminar Wanita Rumahtangga yang berjudul
«Keluarga baru” sangat tepat bagi para
ibu" Film tersebut menunjukkan suatu keluarga yang hidup sesudah terbebasnya Rakyat Tiongkok dari rezim Ciang Kai-shek. Keluarga tersebut terdiri dari yah 1 dan dua orang anak laki-laki dan tinggal disebuah gedung bertingkat yang merupakin perumahan kaum buruh Ayah itu adalah seorang buruh kepala disalah satu pabrik mesin yang besar.
dimana aniknya yang tua juga beker ja sc i buruh biasa dan kedua-duanya lamanya gembira dalam melaksanakan t mereka
ka terlihat sangat
bahag karena ak memikirkan tentang ke harga sandang pangan atau ke dalam mensekolahkan nak
1 yalah pemikiran bagi setiap seluruh Rakyat
melipatgandakan hasil progala bidang untuk kepentingli serta
gaimana memperti i mutu pendidikan dan pengetahuan Rakyat serta membetulkan fikiran-fikiran yang tidak sesuai c ris massa yalah membentuk negara sosialisme, terutama pendidikan terakhir ini terhadap anak* muda yang mulai dewasa.
Hal ini dapat dilihat dari film tersebut diatas
Berbeda dengan anak pertama, anak yang kedua mendapat kesempatan pendidikan sampai sekolah tehnik tinggi dengan biaya Pemerintah keseluruhannya, karena pemuda tersebut dibesarkan dan mendapat didikan setelah pembebasan mencapai insinyur.
selesai
sehingga
Dengan dicapainya Keahlian tersebut segenap anggota keluarganya bergirang hati, terutama ibunya. Berkat sisa-sisa fikiran borjuis yang masih melekat pada ibunya pemuda tersebut dimasa kecilnya dimanjakan oleh ibunya. Fikiran mementingkan diri serta meremehkan kerja Jain orang terutama merendahkan pekerjaan buruh biasa, akhirnya menyelinap dalam kepala pemuda tersebut.
feodal serta
' Keluarga Baru”
SATA CASA
Dalam melihat gelagat sifat pemuda tersebut guru besar menulis surat kepada ayahnya untuk — membantu pemuda kita melempangkan fikiran-fikiran yang keliru pada anaknya.
Pemuda tersebut kemudian ditempatkan oleh Pemerintahnya bekerja sebagai ahli tehnik disebuah pabrik tempat ayah serta kakaknya bekerja.
Karena dilihat ayahnya bahwa pada anaknya terdapat fikiran-fikiran sombong dan menempatkan diri lebih tinggi dari kaum buruh pabrik pada umumnya, maka sengaja dimintakan kepada pemimpin pabrik agar anaknya diberi latihan kerja sebagai buruh biasa dahulu untuk sementara waktu. Ayahnya mengetahui benar bahwa anaknya kejangkitan penyakit sisa pemikiran borjuasi yang tidak menghargai peranan kerja kaum buruh. Dianggapnya dirinya sebagai tenaga ahli yang terpandai, dan lebih tinggi kedudukannya diatas buruh biasa.
Sikap sombong dan merendahkan buruh sampai' ia tak mau memakai pakaian yang sama maupun topi baja yang sama seperti yang dipakai oleh kaum buruh.
Ayahnya melihat gelagat sikap anaknya yang dijangkiti fikiran yang keliru segera memintakan kepada direktur agar anaknya diberikan tugas menjalankan praktek seperti buruh biasa dahulu sebelum sebagai insinyur — dalam pabrik itu.
Dengan melampaui suka duka, kontradiksi* yang akhirnya bisa juga diselesaikan, akhirnya pemuda tadi sadar ckan kekeliruan pandangannya. Ya sampai kepada kesimpulan bahwa ilmu itu harus dipadukan dengan praktek serta disimpukan secara kolektif. Lambat laun dengan belajar dari pengalaman”
pemuda kita menjadi seorang ahli yang mengabdikan ilmunya untuk kepentingan masysrakat. Jadi kesan saya, bahwa film tersebut bukan saja bisa menjadi pedoman untuk bagaimana kita mendidik anak-anak dan melempangkan fikiran yang menuju revisionisme, tetapi juga merupakan pendidikan bagi orang tua, bagaimana mengikis sisa pandangan feodalisme terhadap anak”.
PH TERKAIT AI EK abah hh hh kh kkt kkt
Buruh....,
Turuh buruh wanita. Para pemimpin kita sudah seringkali pula mengatakan bahwa:.,kita tidak mencapai kemerdekaan yang sempurna tanpa mengikutsertakan kaum buruh (termasuk buruh wanita) didalamnya’. Jadi sudah jelas bagi siapa saja, bahwa tidak mungkin kaum wanita termasuk buruh wanitanya dianggap sepi dan ditempatkan di- Yuar segala persoalan yang menyangkut kepentingan seluruh bangsa dan negara.
Paduka Yang Mulia Presiden Sukarno dalam amanatnya pada Konggres-konggres wanita atau dalam pertemuan-pertemuan dengan kaum wanita sering menandaskan sebagai berikut:,,Yang sangat berkepentingan akan terwujutnya masyarakat Sosialis di Indonesia, adalah kaum wanita”.
Memang berat tugas kita sekarang ini selain harus berjuang hapusnya semua perbedaan-perbedaan hak'nya, mengatasi kesulitan sandang pangan dia harus juga melaksanakan tugas komando P.Y.M. Presiden mengenai Dwikora. Tapi sudah dikatakan bahwa buruh wanita tidak mau absen disegala bidang. Dimana-mana kita melihat buruh wanita berpakaian hijau berlatih kemiliteran, siap siaga untuk dikirim kegaris depanpun, selain harus menunaikan tugasnya digaris belakang. Mereka tahu bahayanya Kolonialisme, karena mereka sudah tahu dan merasakan sendiri betapa jahatanya, kejinya sistim kolonialisme imperialisme, neo kofonialisme. Buruh wanita yakin se-yakin'nya. Untuk pembebasan wanita sepenuhnya dan untuk mengusir imperialisme, kolonialisme dan neo kolonialisme hanya bisa dan mungkin, hanya dan apabila bersama bebasnya seluruh bangsa. Maka buruh wanita sekarang sedang berjuang terus untuk menggalang persataun dengan semua golongan guna hapusnya diskriminasi, mendapatkan hak-hak yang penuh dan mempercepat dunia serta masyarakat baru yang kita cita'kan.
=== [PDF page 28] ===
Kebangkitan Wanita Tani melawan
ANITA tani adalah satu dengan
kaum tani pria didalam produksi.
Mereka merupakan tenaga-tenaga produktig didesa dan pencipta kebutuhan pokok manusia. Didalam proses produksi mereka sama' bekerja baik didalam mengerjakan pekerjaan pokok produksi maupun didalam pekerjaan samben lainnya: umpamanya, mencangkul, menyebar dan mencabut bibit, menanam, mengairi. menyiangi, menjaga hama dan memanen bahkan kadang'nya membajakpun ada yang dikerjakan wanita tani. Setelah hasil panen sampai dirumah, penumbukan, pemasakan, penjualannya kaum wanita tanilah yang mengerjakan.
Penghisapan sisa" feodalisme, imperialisme, kejahatan 7 setan desa tidak saja memukul kehidupan wanita tani, tapi menjadikan kaum tani umumnya hidup melarat, sengsara dan terbelakang. Dari itu membicarakan soal-soal wanita tani adalah satu dan tak dapat dipisah'kan daripada membicarakan masalah kaum tani pada umumnya, karena wanita tani dan kaum tani umumnya sama-sama mempunyai kepentingan untuk membebaskan diri dari penghisapan sisa fcodalisme yang diperkuat imperialisme tersebut, yang pada tingkat sekarang dari penghisapan 7 setan desa. Mereka sama-sama mempunyai kepentingan untuk terlaksananya UUPA dan UUPBH secara konsekwen sesuai dengan pidato Tavip.
Berdasadkan hal-hal tersebut wanita tani satu pula dengan kaum tani umumnya didalam aksi” terutama didalam aksi”
pendobrakan kemacetan UUPA dan UUPBH disamping aksi-aksi gerakan 6 Baik dan Gerakan 1001 karena sudah 4 tahun UU tersebut diundangkan sampai sekarang belum ada kelihatan tanda-tanda untuk melaksanakannya secara P.Y.M. Presiden menegaskan dalam pidato-pidato beliau mutlak perlunya pelaksanaan UU itu lebih-lebih lagi didalam mensukseskan Dwikora sekarang dan peningkatan produksi pangan menjadi syarat pokok. Dari itu kaum tani berpendapat: tanpa adanya aksi-aksi pendobrakan terhadap kemacetan pelaksanaan UU tersebut dari kaum tani itu sendiri tidaklah mungkin ke-dua? UU yang pada batas' tertentu menguntungkan kaum tany itu akan berjalan lancar sebagai-
7 Setan Desa
mana yang dihadapkan oleh kaum tani.
Maka itu kaum tani (wanita, pria)
harus melaksanakan sendiri UUPA, UUPBH menurut ketentuan sesudah Yebih dahulu mengadakan perundingan dengan tuantanah, mengirimkan de si kepejabat/pemerintah, F. Nasio membangkang, menolak dan tak menuntut — dilaksanakan UUPA/UUPBH.
Pengalaman kaum tani dalam setiap perundingan dangan tuantanah ini selalu gal karena
tuantanah jahat tetap membangkang, menolak dan tak menerima tuntutan adil kaum tani. itu,
malah dia mengancam dan mencabut tanah garapan kaum tani. Akal licik dan busuk tuantanah jshat tidak hanya berhenti hingga begitu saja tapi berusaha mengadu domba kaum tani se ma kaum tani dengan mencabut tu garapan kaum tani penggarap setianya diberikan pada kaum tani yang Sudah tentu kaum tani melawan de £ mempertahankan tanah garapan mereka, karena bagi kaum tani tanah garapan adalah jiwa, tanpa menggarap
enam
Oleh: Dahliar
tak bisa hidup tegasnya lepas dari tanah garapan berarti mati,
Dari itu dengan persatuan mercks yang kuat dan solidaritet yang dalam wanita pria sama-sama mempertahankan tanah garapan kawannya yang dicabut secara se-wenang' oleh tuantanah jahat dengan gotongroyong mengerjakan bersama” yang laki-laki mencangkul dan wanitanya menanam. Tetapi anehnya didalam hal ini kaum tani yang selalu disalahkan, mereka ditangkap, diproses verbal, dihadapkan kepengadilan dan dipenjarakan dengan tuduhan menyerobot tanah, menggarap tanah tanpa izin.
melanggar KUHP malah sampai diteror dsb. sedangkan tuantanah jahat yang dibantu setan-setan desa lainnya tidak dibikin apa*, kesalahannya dtiegur sajapun tidak.
Sekalipun menghadapi pengalaman pahit seperti tersebut kaum tani tetap lenang, semakin yakin mereka bahwa tanpa perjuangan dari kaum tani sendiri tidaklah mungkin perbaikan hidup 7 setan desa tak tak
semakin lebih memperkokoh
datang sendirinya.
dilawan, dari
in hapus jika
itu merel
persatu dan ih mempertinggi kewaspad nya
Berdasarkan sam but yaita keper rapan, kepentingan | tani y per isi dir nisasi tani revolusionc ang sclalu me mihak kepada key kaum tani yatu BTI
Aksi" mendobrak kemacetan UUPA
nyata dary
UUPBH adalah bukti yang
ug konsekwe
pengabdian
terhadap pe
Dekon d
Jarek
ak dalam usa
pangan is kaki sendiri garis pemerintah
Tavip, sek mensukseskan Dwin oleh
tersebut tuntutan rang yalah pem-
Landreform yang ah DPR sampai ke Dst II sesuai in undang-undang itu banyaknya persengkea ini merata diseluruh merupakan ordisahkan oleh
sendiri taan” tanah dewi daerah. Bagi BTI yar ganisasi tani revolusioner yang semenjak lahirnya mendasarkan diri kepada kekuatan buruh tani dan tani miskni,
bersatu dengan tani sedang, menetralisasi tani kaya dan melawan tuantanah setapak demi setapak dan secara membeda'kan, tidak ada jalan lain kecuali memihak kaum tani didalam aksi-aksi mendobrak kemacetan UUPA/UUPBH dengan melawan 7 setan desa serta menolak setiap perlakuan-perlakuan yang tidak adil terhadap kaum tani. Sikap BTI ini adalah sesuai dengan Manipol, Dekon yang telah menempatkan kaum tani disamping kaum buruh menjadi sokoguru revolusi.
=== [PDF page 29] ===
Cerita saduran:
Burung layang beterbangan dimusim semi
k ERETA 1 h belum berangkat.
Sebelah sisiku duduk seorang rm i y kannya ke luar | us air tind) 1 kan tap isik lam ir an oral x i { nu ini t r pedaku hi 1h | betul. Coba kau i I oleh-
Ia t pati nji sama-sama dari
Hanoi. I tak kuturuti kemauan | hal is it
Kembali
Tampak Oo mencari seseorang. Ia ke n tempat kami. Kulihat ia sedang naik Wagon ini. Gadis ini pura-pura saja tak tahu ia yang sedang dicari
Hallo terdiam. Ia. memperkenalkan aku pada Giao kekasihnya dan dengan senang hati kuberikan tempat dudukku pada ‘Gino.
Aku sendiri duduk tak jauh dari mereka, dari sini percakapan mereka jelas tertangkap olehku. — Giso hampir’ aku menangis oleh engkau. Tadi aku menunggu
Houang! Gadis imi hanya
Hampir ketinggalan kereta kau di Hanoi.
— Ya, Houang, aku juga agak payah mencari kau,
— Hampir"
kereta.
— Salahmu sendiri, mengapa kau tak naik kereta yang dari Gia Lam.
— Tak apalah Houang kita pan suaku juga ketinggalan
dah bertemu.
Aku hanya ingin memberi kau suatu supriso. Giao berkata sambil teryum gembira. Sama-sama mereka berdua tampak tersenyum.
Gerimis hujan bumik Tria t.
tampak membasahi
panjang segera berbunyi, keberangkat lagi.
Kereta meluncur ran lajunya. Satu demi satu setasi Kami masing” ter
ta Yampaui yai angan-angan masing”. Ah betapa indahrlibur dimusim semi ini dan beindahnya burung layang” menghi Kulihat mereka berdua tak ba,
cakap Houang
murung, aku tak tahu sebabnya.
lagi. Kelihatan
Houang tentu kau menyembunyikan Yadu
Kenapa? Aku tak mengerti maksudmu Giao.
REE EHER EER EERE EE
Yogyakarta ahir okt. 63.
Cerpen berasal dari majalah Vietnam Youth - April 1962.
titel aseli: Spring swailows Troung Tu Tan.
karangan
RTE ER EREERE ERE RRR RRR
— Tapi kenapa kau kelihatan agak murung” Houang.
~~ Aku harap kau tak mengecewakan aku.
-— Tak ada apa? Giao nanti saja aku beri tahu kau.
Giao kini mengalihkan pembicaraan.
Betapa rencananya berlibur merayakan Festival tahun baru nanti.
— Kau tentu akan bersenang hati dan kita akan menyusur pantai. (Sungai Chai).
— Dan terus ke Lou. Giao, serta tentu kita nanti akan menikmati buah'- an manis yang segar. Keduanya kembali nampak gembira.
— Ah alangkah indah bagi mereka yang bercinta.
Stasiun demi stasiun akhirnya dengan tak terasa stasiun Phu Tho tampak didepan mata.
Oleh: Karis embang.
— Houang kemaskan barangmu, kita turun disini.
— Kita sudah sampai tak turun disini.
Ada apa Houang
— Giao aku
Houang tampak terdiam dan tak menjawab apa?
kecuali memberikan tiketnya kepada 3140, -
— Kau lihat sendiri Giao. — Jadi kau turun di Trai Hut.
Giao tampak agak terperanjat bercampur kecewa. Tetapi ia tak jadi turun disini tapi minta tiket untuk stasiun selanjutnya.
Giao aku memberif yang lebih hebat rupanya.
- Aku dapat tugas dari serikat bu ruh muda kesana.
an kau suprise
— Tidak Houang aku kau menang rupanya.
tak kecewa,
— Hampir semalam aku memikirkan hal ini Giao.
— Tak usahlah bersedih, nanti pan masih ada waktu lagi.
Ke-duafnya nampak sama-sama merenung, Kasihan rencana mereka terpaksa batal.
Stasiun Chi Chu! Disinilah terpaksa Giao berpisah dengan Houang kekasihnya. Houang me-lambai'kan kedua tangannya, ia terus melambai sampai kekasihnya tak terlihat lagi. Kedua tangannya yang dilambaikannya ini mengikatkan impressiku pada burung layang” yang sedang beterbangan kala ini. Akupun jadi teringat kesedihanku yang tak seberapa. Aku tak bisa menikmati liburan tahunanku seperti semula yang kuren- Iyanakan. Tentu Giao sampai malum ini di Don Hung. Ah betapa ramai ia merayakan tahun baru didesanya, kembali ingatanku pada Giao kekasih gadis ini.
Stasiun At An Thung disinilah aku berpisah dengan Houang.
— Yah, semoga aku berjumpa lagi dengan sepasang muda-mudi ini.
Dan udara desaku yang cerah bersama rayuan burung layang-layang yang sedang beterbangan membuat hatiku gembira bersemangat.
Langkahku kuayunkan kerumah.....
kerumah tercinta.
=== [PDF page 30] ===
KAUM WANITA MENYAMBUT
REVOLUSI
Oleh:
K AUM wanita Indonesia menyambut hangat
Hari Ulang Tahun ke 47 Revolusi Oktober Besar, yang berlangsung dalam suasana semakin hangatnya perjuangan Rakyat-rakyat sedunia melawan imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme dan revisionisme.
Kaum wanita menyadari sepenuhnya akan kegemilangan Revolusi Oktober Besar dimana klas buruh per-tama-tama berhasil menghancurkan imperialisme, menghapuskan penindasan atas manusia oleh manusia, mendirikan Negara dan Pemerintahnya sendiri dibawah pimpinan klas buruh dengan Lenin guru besar proletariat yang agung.
Klas buruh berhasil mendirikan negara sosialis yang per-tama-tama dalam dunia, sehingga sistim kapitalis tidak lagi merupakan sistim tunggal dalam dunia. Ini memberikan keyakinan kepada Rakyat?
sedunia bahwa kekuasaan imperialis dapat dihan curkan.
Revolusi Oktober Besar memberikan inspirasi dan dorongan yang tiada taranya pada gerakan?
pembebasan nasional yang sedang berlangsung terutama di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Demikian pula di Indonesia. Kaum wanita Indonesia yang ikut serta dalam perjuangan nasional untuk merebut kemerdekaan yakin akan daya dorong yang tanpa umpama dari pengaruh Revolusi Oktober ini. Pada tahun-tahun itu kaum wanita Indonesia sedang merintis jalan untuk mendapatkan tempat gerakannya yang betul-betul revolusioner. Gerakan Wanita tidak berdiri sendiri, tidak terlepas dari gerakan nasional yang semakin dahsyat. Kaum wanita menjadi kekuatan yang tidak dapat ditinggalkan dalam gerakan revolusioner untuk menghancurkan imperialisme dan kolonialisme.
Oleh karena itu kaum wanita ber-sama-sama dengan kaum lelaki berjuang untuk mencapai cita”nya.
Kaum wanita meyakini bahwa perjuangan untuk hak@nya yang penuh tidak mungkin tercapai.
apabila tidak ada kemerdekaan nasional. Belajar dari pengalaman perjuangannya sendiri, bahwa perjuangan wanita harus mencampuri tuntutan”
nolitik oleh karena itu kaum wanita yang tergabuna dalam PPII menyokong tuntutan GAPI yang bersifat politis, seperti Indonesia Berparlemen, milisia untuk bersama dengan Pemerintah Belanda menghadapi bahaya fasis Jepang dll. Meskipun tuntutan ini tidak disetujui oleh Belanda, dan memang tidak mungkin kolonialisme akan me nyetujui tuntutan Rakyat jajahannya yang merugikan kedudukannya. Dan bahkan lebih dari so-
Sulami.
OKTOBER
kongan itu, kaum wanita yang tergabun Wanita Indonesia, kemudian karena ant tekanan dari Pemerintah Belanda menjilma menjadi organisasi wanita yang lain, Wa Marhainis, dimana mereka mempunyai tuntutan yang revolusioner, yalah untuk kebebasan d dekaan seluruh bangsanya dan penjajahan, dan dir dekaan nasional ini sebagai jaminan garanya hak-hak wanita yang penuh.
dalam yan dan
hilangnya pen
akan bahwa k
terseleng-
Keberanian Rakyat-rakyat dine menanjak, karena peng lis. Rakyat yakin bahwa kuatnya pasti dap:
adiaran Lenin « volusi akan mele me lemah”
lah bertekuk jadi matang u ngan mencetusni:
an dan kebulatan t wai oleh Revol tidak ketingga nt harkan Revol s 45 tuntutan-tuntutan revolusi. Kaum aai penerus? Kartini | untuk kemenangan r gerakan?nya, dengan ang untuk kemerdekaa
semakin
sos
Sesuai dengan h. bahwa,,reiantiut-talin
untuk memenangkan wanita Indonesia sebalawan imperialis rus bersatu dengan aerakan wanita Indonesia y Y Kongres Wanita Indonesia (Kowani), mengadakan hubungan dengan Gerakan Wanita Demokatis Sedunia yang dibentuk di Paris pada tahun 1945, yalah saat-saat sesudah jatuhnya fasisme Jerman, Italia dan Jepang. Kontak ini membuat gerakan wanita Indonesia semakin dikenal oleh kaum wanita diberbagai negeri.
Dengan semangat Revolusi Oktober Besar kaum.wanita sedunia berjuang untuk menegakkan kemerdekaan nasional, untuk melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme yang masih nekad mengagresi dan mengintervensi Rakyat”
sedunia, yang tidak mau dijajah kembali. Kaum wanita Indonesia tidak ketinggalan.
Maju terus dengan vivere pericoloso untuk kemerdekaan sejati dan untuk menghancurkan imperialisme.
Hidup Revolusi Oktober.
=== [PDF page 31] ===
Kesimpulan-kesimpulan
Seminar Wanita Rumahtangga
KESIMPULAN KOMISI 1.
KELUAR: Solidaritet internasional:
Pernyataan kepada Front Nasional Pembebasan Rakyat Vicinam tentang penyampaian penghargaan terhadap Rakyat dan Wanita Viet Nam — atas kemenangannya yang gilang-gemilang dengan jatuhnya benteng imperialis AS di Bien Hoa.
Perayataan kepada Pemerintah RRT.
- menympaikan selamat atas berhasilnya percobaan nukite
- meadukung sepenuliny, pernyataan Pemerintah RRT dan usul PM RRT Cou En Lai untuk diselenggarakan suatu konferensi tingkat tinggi semua negeri didunia untuk membicarakan masalah pelarangan sepenuhnya dan penghancuran samasekali senjata nuklir. Usul tersebut akan menjamin perdamaian dunia
Mendukung keputusan” KTT non-blok di Kairo — terutama tentang berhasilnya Front anti
in anti nekolim, yang berarti
kemenangan non-blok progresif atas non-blok munafik.
Mendukung diselenggarakannya Konferensi AA ke-IL
penggalangan imperialis dan perjus
Pelaksanaan Dwikora:
Memperkuat pernyataan DPP Gerwani tentang mendukung dan ikut aktif melaksanakan Dwikora dalam angan proyek proyek neo-kolonialisme "Malaydan untuk ketahanan revolusi, dengan jalan:
- melaksanakan TC-TC sampai di-daerah', baik oleh Gerwani secura sendiri, maupun bersama-sima dengan organisasi” wanita lainnya,
- mengikutsertakan Wani
termasuk Wanita Rumahan Dwikora sampai Yi
Kampung-kampung dalam bentuk kerjasama dengan RK/RT - dengan Yatihan':
tangga dalam kesiap-si
— menjaga kewaspadan kampung kemiliteran
P.P.P.K. — Dapur umum — pemadam kebakaran dil.
Kewaspadaan Nasional.
- menyambut dan membenarkan sinyalemen Kotrar tenlang meningkatnya kegiatan kontra-revolusi dan subversi disegala bidang.
- berhubung dengan itu menuntut segera direalisasi pembersihan alat revolusi dari unsur-unsur kontra-revolusi dalam lembaga' resmi, alat” pemerintahan, organisasi* dsb.
- mengambil tindakan tegas terhadap Suratkabar” termasuk penyebar selebaran', corat-coret dan orang”
yang sengaja menyiarkan berita-berita bohong yang bersifat memecah-belah persatuan nasional revolusioner berporoskan Nasakom.
- mendukung dan mendesak pelaksanaan sccara konsekwen Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 9/64 tentang membersihkan pejabat pemerintah yang dibawah Dep. Dalam Negeri dari elemen? Partai terlarang dan kontra-revelusi.
- mengharap agar operasi tumpas menyelesaikan tugasnya sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan, dengan prinsip pelaksanaan Dwitunggal AB dan Rakyat, termasuk kaum wanita.
3. Ekonomi:
- mendukung Tavip dalam merealisasi prinsip ekonomi nasional yang berdiri diatas kaki sendiri, dengan ja- Yan:
— melaksanakan secara konsekwen UUPA/UUPBH.
— mendemokretiskan susunan Panitia Landreform dengan poros Nasakom dan membentuk di-daerah' yang belum ada. 2
— segera direalisasinya UU Peradilan Landreform dan pembentukannya di-daerah"
kwen,
secara konse-
- mendukung Tavip tentang penghentian import beras dan mengharapkan divisen sebanyak 150 juta digunakan untuk pembangunan agraria, sesuai dengan Dekon, yang dengan tegas menggariskan, bahwa Pertanian itu dasar dan lindustri tulangpunggung.
- Menyambut dan mendukung kesediaan P.Y.M. Presiden sebagai pelindung gerakan pemberantasan hama tikus, Ketua CC PKI Bung Aidit sebagai Komandan, Ketua Umum BTI Sdr. Asmu sebagai kepala Staf dan agar gerakan tersebut dilaksanakan didaerah-didaerah dengan kompesisi seperti dipusat.
- Segera direalisasinya keputusan DPA tentang tindakan tegas terhadap pencoleng-pencoleng ekonomi, koruptor"
diatas jumlah 50 juta rupiah ditembak mati dan segera diumumkannya hasil,,operasi budhi”.
- Menuntut segera diturunkannya penetapan harga beras dan harga* kebutuhan pokok se-hari*.
- pentingnya dilancarkannya distribusi bahan makanan dan dipertahankannya negeri.
- menganjurkan agar Wanita Rumah Tangga menggukan bahan makanan yang ada ditempat masing', atas dasar hemat, harga murah dan mudah didapat.
- mengikutsertakan Wanita Rumah Tangga sebagai social control/social support terhadap aparat distribusi ditempatnya masing”.
distribusi beras pegawai
SERUAN KEDALAM.
Untuk sekedar mengurangi kesulitan pangan, seminar menyerukan kepada Wanita Rumah Tangga
supaya menggiatkan:
=== [PDF page 32] ===
1. gerakan 1001, kerajinan tangan, industri rumah, seni-suara, seni-sastra, seni-musik, serta kesenian”
penternakan dil. dikalangan wanita rumahtangga, antara lain kegiatan 2. mengusahakan terbentuknya koperasi produksi, sim- lainnya, baik untuk ibu? Maupun untuk anak”.
pan pinjam, dsb. 5. Mengintensifkan ikutsertanya wanita rumantahgga 3. mengadakan regu saling bantu, dalam hal belanja dalam pemberantasan S5 macam kemaksiatan (5 M), bersama, penitipan anak?/bayi dsb. meningkatkan pengetahuan kesehatan, menyelenggarakan follow- 4,: baca karya* sastra IV. PERSOALAN UMUM. &« an ollow up PBH, grup' membaca karya-karya sastr revolusioner.
1. Segera dibentuknya Kabinet Gotong Royong poras Nasakom sekarang juga. HASIL KOMISI HI:
2. Segera dikeluarkan U.U. Perkawinan yang demo- Tentang membentuk keluarga Manipolis sejati.
kratis. Mengingat:
3. Teruskan tuntutan hukuman mati terhadap jagal 1
Pentingnya keluarga yaitu: suami isteri, anak® dan anggota keluarga lainnya mengikuti dan mengambil bagian dalam kehangatan perjuangan, sebagai konsekwensi daripada penyelesaian tuntutan” - revolusi Agustus
manusia Husein cs.
4. Adakan segera perbaikan jalan-jalan dan komunikasi untuk memperlancar hubungan ekonomi antar daerah. sampai se-akar'nya dan mensukseskan Dwikora HASIL KOMISI II: y ganyang “Malaysia”.
Soal pendidikan dan kebudayaan. 2, Hasil" riset menunjukkan bahwa masih banyak Res arga yang belum ikutserta dalam perjuang T-Fendidilcan; 5 sikap masa bodoh, acuh-tak-acuh p:
1. Mengadakan penerangan”, ceramah', kursus-kursus tentang isme/kolonialisme, dan visa-visa feodalis pendidikan melalui anjangsana, arisan?, pertemuan-pertemuan gerakan Rakyat yang berjuang untuk melawan imperial lainnya, agar kaum ibu menjadi ibu pendidik yang isme/kolonialisme, dan sisa-sisa feodalisme.
Manipolis sejati. 3. Bahwa prinsipnya ke tersebut perlu ditarik set 2. Menarik wanita rumahtangga dan mendorong mere- ber-angsur® kedal ka lebih maju perlu diberikan kegiatan-kegiatan seperti: ngan kemampuar a. Memasuki POMG dan mengambil bagian aktif 4 Bahwa perhatian dalam mengembangkan organisasi?” anak', dan generasi muda kita | uh menjadi px mendorong adanya grup! belajar dikalangan laksana dan pener volusi.
anak', 5. Perlunya keluarga menjadi benteng
b. Menarik mereka menjadi pengurus TK', antara menghadapi pengaruh kebud lain TK,,Melati”, YPTKM, TMM, dan mening- rusak moril anak" kita d katkan mereka menjadi pengasuh-pengasuhnya untuk melaksanakan penyaturagaan 3 sentral pen.
didikan. pentingnya pembentuk
3. Memperluas grup-grup membaca dikalangan wanita ru- per-tama* menjad mahtangga, terutama memperluas peredaran majalah? Yuarga teladan dal:
yang progresif, khususnya Api Kartini, Untuk ini perlu 4. Menarik mereka- dalam kegiatan-kegiatan organisasi massa 1. Mengikutsertakan s 8 untuk selanjutnya meningkatkan mereka menjadi nisasi' massa pemuda RT/RK, buruh, tani anggota. yang konsekwen melaksan n Manipol.
2, Membentuk grup' belajar, grup membaca, taman” per- II. Kebudayaan: pustakaan, kelanjutan kursus" PBH, dan mengikutserta- 1. Mendukung keputusan! Mubes Papfias (Panitia Pem. kan keluarga dalam ceramah-ceramah untuk meningkatkan keboikotan Film Imperialis Amerika Serikat) yang men. sedaran politik dan kebudayaannya, dobrak monopoli imperialis AS dibidang perfilman 3 Merealisasi Gerakan Kebudayaan Baru, yaitu melawan dan mengembangkan perfilman nasional yang meng. 5 M (kemaksiatan), mempertinggi kebudayaan dam meabdi Rakyat dan Revolusi, termasuk usaha pembuat. melihara kesehatan.
an film’ kanak-kanak yang bermutu. 4. Mengadakan rekreasi” keluarga ditujukan untuk meng- Menentang Mubes Film kaum reaksi yang menyalah. integrasikan diri dengan Rakyat pekerja, terutama kaum gunakan nama,,Nasakom” ikutsertanya unsur” Nasa- fan kom yang sejati. 5. Mengembangkan kesenian Rakyat (tari'an, nyanyian-nyanyian dll.)
2. Memperkuat hasil# Konfernas Lembaga Musik Indo- dan olahraga.
nesia yang mengganyang musik ngak-ngik-ngok dan 6 Menghidupkan saling bantu antar keluarga dan memumengembangkan musik yang berkepribadian nasional. puk kerukunan tetangga untuk menghadapi jarum-jarum sub-: - 3. Medukung sepenuhnya keputusan Kongres CGM] versi dan kontra-revolusi yang sengaja memecahbelah dan sikap organisasi” mahasiswa lainnya yang menen- Rakyat serta menanamkan keyakinan pentingnya persatutang prktek-prktek perploncoan yang berbau kolonial an revolusioner berporoskan Nasakom.
dan menggantikannya dengan sistim Masa Prabakti 7. Chusus kepadz generasi muda tanamkan semangat cinta yang sesuai dengan tuntutan revolusi. tanahair, cinta kerja dan cinta Rakyat pekerja dengan 4. Kerjasama dengan organisasi kebudayaan revolusio- membiasakan kepada mereka melaksanakan pekerjaan' ner (Lekra bersama dengan Lembaga'nya) untuk me- yang bertanggungjawab sejak anak-anak sampai dewasa, Yuaskan pengertian dan kegiatan kebudayaan Rakyat sesuai dengan perkembangan fisik dan mentalnya.
=== [PDF page 33] ===
Masakan
Beberapa macam Sambal
DARI BUKU MASAKAN INDONESIA MODERN SURYATI.
SAMBAL KETIMUN:
Bahannya
Kelapa yang sedang tuanya 1 buah "Lombok merah 2 buah
Terasi bakar sedikit
Gula dan garam edikit
Bawang putih 3 siung
Bawang merah 1 2 buah
Kencur 1 potong
Daun jeruk
purut 3 helai
Membustnta: Kelapa dikupas bersih', lalu diparut dan dinyanyah dengan bawang merah dan bawang putih serta kencur, lombok dan daun jeruk
kelapanya sudah kuning lalu diangkat. Bumbu-bumbu yng dinyanyah dan lain'nya ditumbuk pula sampai halus, lalu
di-aduk-aduk sampai rata bercampurnya.
purut supaya matang. Bila
SAMBAL IKAN TERI:
Ikan teri kering
| piring
6 biji (direbus dan dibuang bijinya)
Lombok merah
Terasi, garam
Asam dz
Bawan
putih
Kemiri
Kencur, lengkuas
Daun jeruk purut
Santan kental
Kunyit
Membuatnya: Ikan
teri digoreng dengan
secukupnya sesedangnya
S siung
2 putih
masing” sepotong
3 lembar
2 cangkir sepotong
minyak kelapa
yang baik. Bumbu-bumbu ditumbuk, sampai halus, kecuali daun jeruk. Lalu ditumis dengan sedikit minyak kelapa, kemudian dituangkan santannya. Ikan teri dan jeruk purut dimare
sukkan, lalu digodok sampai habis santannya dan keluar minyaknya. Sambal ikan teri ini dapat disimpan agak lama.
SAMBAL CUKA:
Kacang tanah yang sudah disangai segenggam
Lombok merah: 2 biji
Bawang putih 1 secukupnya Gula, garam dan cuka 1 3 siung Air matang dan vetsin sedikit
Membuatnya: Semua ditumbuk halus?, kemudian dicairkan dengan cuka dan air matang, lalu ditambah dengan sedikit vetsin.
SAMBAL GORENG UDANG PETAI:
Udang 1 piring kecil
Su-un 1 sedikit
Petai: 1 piring kecil
Lombok merah: 5 biji
Gula: secukupnya
Terasi, asam, garam 1 sedikit Bawang merah 1 3 buah
Lengkuas 1 potong
Santan minyak kelapa 2 cangkir.
Membuatnya: Udang dikupas bersih-bersih lalu dibelah jadi dua.
Petaipun dibelah dua. Lombok, bawang merah dan bawang putih diiris halus-halus lalu ditumis dengan minyak kelapa sedikit sampai setengah masak. Kemudian dimasukkan udang, diaduk-aduk sampai udangnya setengah matang pula, barulah dituangkan santannya.
Terasi dimasukkan, begitupun asam, garam, gula dan petainya, baru dimasukkan su-unnya yang sudah direndam terlebih dahulu, dididihkan sejenak kemudian diangkat. Jika habis kuahnya boleh ditambah dengan air sedikit atau kaldu ayam atau kaldu sapi.
Perhebat gerakan 1001 dg menanam sayur-mayur!
31
=== [PDF page 34] ===
NS As Aa aw Ne ee ES Oa oor wooaws
SS SE ee ess we ae Aa ee ee ee ee ee eee
(Sambungan dari hlm. 7).
majalah luar negeri, hingga timbul keinginan untuk mencontoh. memperlihatkan keberanian sesuai dengan apa yang sebaya dengannya. Segala-galanya ditiru atas dasar ingin menarik perhatian atau ingin menonjolkan diri atas dasar pikiran sendiri, apakah itu sesuai atau tidak dengan penerimaan lingkungan itu atau tidak itu tidak perduli. Anak"
tersebut dapat kita golongkan dalam golongan anak-anak serba,,sok”. Sok besar, sok berani, sok bertangung jawab, sok pandai. sok hebat dll. tetapi didalam menghadapi mereka itu, kita harus mengetahui dan mengerti keinginan mereka itu, setelah itu barulah berusaha mengalihkan perhatian mereka itu kearah
32
Harga Rp. 350,—
TERBIT
D.N. Aidit
REVOLUSI INDONESIA
Latar Belakang Sejarah Dan
Hari Depannya
Dalam buku ini dimuat dengan lengkap kuliah D.N. Aidit, Ketua CC PKI/ Menko dan Wakil Ketua MPRS dihadapan PENDIDIKAN KADER
REVOLUSI ANGKATAN DWIKORA.
Dengan buku ini dapat dipelajari secara tepat teori revolusi Indonesia.
aa Persediaan terbatas.
PESANLAH SEGERA PADA:
Yayasan, PEMBARUAN,,
Kotakpos 2522 Jakarta
en een een A
yang berguna, kearah positif sesuai dengan keinginan negara. Untuk menghilangkan fikiran atau keinginan mereka hal-hal yagn berasal dari luar negeri dalam arti negatif, maka yang terpenting adalah mendesak fikiran tersebut dengan jalan memperlihatkan keindahan budaya kita sendiri, budaya dalam arti seni, seni penghidupan, seni pergaulan, seni tarian dll. yang sesuai dengan kepribadian Indonesia, tanpa paksaan, hingga timbullah perasaan malu sendiri karena merasa diri tidak lebih dari makhluk yang hanya dapat meniru menjiplak saja dari orang lain, keindahan alam Indonesia, keindahan budaya dan keindahan adat istiadat harus dapat dita-
Persatuan 621-5000 Ex-387/K j/T/63
Ongkoskirim Rp. 75,—
namkan hingga timbul kebanggaan untuk menamakan dirinya betuf' anak Indonesia asli. Kita mengetahui bahwa anak muda pada umumnya tidak mempergunakan ratio dalam tindakan dan tidak pula memakai common sense dalam melakukan sesuatu keinginan, justru didalam hal ini kita harus dapat menyesuaikan diri dengan keinginan mereka, tetapi disamping itu harus pula dapat merintis jalan untuk ditempuh tanpa mengurangi keinginan anak itu. Dengan pengertian menyalurkan keinginan tersebut kerah yang kita kehendaki.
=== [PDF page 35] ===
Ba an Aa aa AA Aa er ney ee eee
Ibu', pembaca dan pencinta Api Kartini:
Berlanggananlah juga majalah setengah bulanan anak?
”KUTILANG”
sebagai bacaan segar dan bermutu pendidikan yang tinggi bagi putraputri Saudara.
Dapat dibeli di-toko-toko buku dengan harga eceran senomor Rp. 10.—
aa aa aa AA BA AA WA AA AA YA YA YA WA WA YA AI
Pesanlah segera!
"BERITA GERWANTI”
1. No Nopember — Desember 1964
Yang isinya antara Jain memuat:
«Laporan DPP Gerwani pada Seminar W. Rumah Tangga beserta kesimpulan yang telah diambil oleh Seminar untuk mensukseskan pekerjaan Gerwani dalam menarik W. Rumah Tangga
Dan berikutnya akan menyusul No. Januari — Februari — Maret 1965 yang memuat keputusan? Sidang Pleno IV DPP Gerwani yang berlangsung pada tgl. 15 s/d 19 Januari 1965 untuk suksesnya plan Pendidikan dan Ulang Tahun ke-XV
Gerwani,
Dapat berhubungan dengan alamat:
DPP Gerwani Jl. Matraman Raya No. 51 Jakarta.
PA AA te ee ee ee en en AA AA AAA AA AA AAA AA AA SA AA Aa
WS, SR WA ewe AA LA AAA CA AA AA AA AAA AA ALL A
NN NR NR NB Nr Ne Se DD ee es YA WAY
=== [PDF page 36] ===
SHE HEM HH HA MM HH AM AM HM ACHA HR
SIB BINYAYIUT
BANYAK MENGANDUNG VITAMIN «
MEA AA AAA AAA ACA ALA ACA LA EMG
KET TC
AN UU UN.
Tea (0 Tn Teu
ME CECE CES COC CE CCE CC CE CCS
PEAS AE DEAE DEDEDE DDO D DOD ID OD ODED ODED ODI EDIE MAE CMEC CEE MM MCM CL
HEM AAA ACA AAA AAA AA AAA LC HA AMA AAA HAHA