Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00071

Setengah Abad Hari Wanita Internasional Diperingati Secara Meriah, Meluas dan dengan Beraneka Ragam Acara

Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.

Cleaned OCR text (Good (0.891); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === ”Kita harus berjuang flan sedia berkorban, hanya sosialiunelah yang bisa memberi kehidupan layak bagi kium wanite.............. Nasib wanka tidak tergafitung kepada "kaum lelaki, melainkan terletak ditangan wanita sen. Ath. Aone) ae Pidato Presiden dalam ‘resepsiperingatan %- tngeh abad Hari Wanita Internasional mendapat sambutan hangat o'ch hadlirin yang me- ' menuhy Gedung Pertemuan Umum hingga melimpaeh-ruah. SETENGAH ABAD HARI YAN diperingati secara KETIKA pada tahun 1910 di Stuttgart diputuskan oleh wanita dari berbagat negeri untuk menjadikan Hari 8 Maret sebagai Hari Wanita Sedunia mecreka tak akan mimpi bahwa sctengah abad sesudahnya wanita Indonesia tclah dapat merayakannya dalam suasana kemerdekaan dan kemajuan wanita, sebagaimana wanita-wanita di negeri-negeri Asia Afrika serta Amerika Latin yang setengah. abad yang lalu masih dalam kegelapan penderitaan penjajahan. Di Jakarta Panitia Peringatan didukung oleh berbagai organisasi wanita, serikatburuh, pemuda, pelajar” mahasiswa dan perseorangan. Dengan bantuan para Seniman Rakyat telah diciptaka: dekorasi yang menarik dan meriah, poster-poster yang menggambarkan perjuangan wanita sedunia bcrjuang, lukisan-lukisan lainnya yang menunjukkan betapa gigihnya wanita Indonesia berjuang "ntuk Dibawah naungas Benga an wanita berbagai Wa exposisi di Gedung Wen nitya bergambar ma habatan yang mn Tampak selain Wp? | nita-nita Korea, RRT @pani Uni Rumasia Yurgi hs Wanita grul pas raniikat bari yanggrah pan dan Bhag, Pameran gambar-gambar kemajuan wanita diberbagai negeri serta kerajinan tangan mendapat sambutan yang hangat selama tgi. 6 mam. pai tgl. $ Maret 1960. Betapa perhatian pengun jung-jung tampak dalam gambar diatas dimuka stand Wanita RRT. === [PDF page 2] === RI YANITA INTERNASIONAL , meluas dan dengan Kai naa ungasengah abad 'perjuangrbagal pada pembuktian dun muan anggauta? Pa bar masima dalam persalain Indonesia juga wa- RRTifpany Polandia, Sovyet 1 |, Bulgaria dll. Sovyet, Cekoslowakia, Hongaria, Yugoslavii mengambil 3 bagian dalam pareran Setengah Te Abad Hari Wanita Internasional Bo f bertempat digedung Pertemuan Umum mulai tgl. 6 — 8 Maret 1960. Ribuan yang menyaksikan Wanitaftruh dunia mele- (Bersambung hal. 16) a alan menuju 7 ari h penuh bara. an das giaan! hak?nya untuk kemerdekaan nasional. Juga tak ketinggalan dari berbagai keditaan seperti kedutaan India, Jepang, RRT, konsulat R.D. Vietnam, perwakilan R.D. Korea, Kedutaar: Besar Uni Kami bukan bunga pajangan... one layu dalam jambangan.. kami adalah manusia...... Perintis-perintis perjuangan Wunita lebih dari setengah abad yang lampau Ibu" Kartini dan ame Nya Din menghias permulaan pameran. Dari gelap terbitlah terang!! Clara Zetkin adalah promotor Hari Wanita Sedu- (nia, tampak dalam gambar tokoh-tokoh perjuangan' wa. nite sebagai Ny. €otton dari Perancis, Presiden a Nina Popova dari Sovyet Uni, Ny, Sekou mereka yang telah meninggalkan kita diantaranya me 2 3 dari Indonesia, Madime Ourie, Saroyihi Natdu, === [PDF page 3] === aa ea ea ang Gene nana eng ee Setengah Abad fori Wanita Internasional pameran tsb, walaupun hanya diadakan dalam waktu yang singkat. Pada pembukaan pameran tsb dihadliri oleh 500 orang dimana hadlir tokoh-tokoh wanita di Ibukota, 'organisasi-organisasi wanita, mahasiswa, pclajar, buruh dll, organisasi-organisasi lain yang diundang, kedutaan dan pers. Hadlir pula Menteri Penerangan Maladi, Adapun yang dipamerkan yalah foto-foto, lukisan?, hasil-hasil karya wanita, pakaian wanita dari berbagai sukubangsa dikepulauan Indonesia foto-foto dan lukisan-lukisan yang menggambarkan perjuangan wanita untuk hak@nya untuk perdamaian dan kemerdekaan nasionalnya. Juga persatuan dan solidaritet wanita sedunia dapat dilihat dalam pameran tsb. Banyak pendapat dari hadlirin dan kesan-kesan maupun kritik tertulis dalam buku tamu yang ini semua mendorong wanita Indonesia untuk bekerja lebih baik lagi. Kecuali Pameran diadakan pula Seminar selama dua hari yalah pada tgl. 6 dan 7 Maret yang dikunjungi oleh kuranglebih 500 wanita dari berbagai kalartgan wanita rumahtangga, buruhwanita, mahasiswa, pelajar,tokoh3 wanita dan perseorangan. bertempat di gedung Pemuda. Adapun temanya yalah Peranan Wanita dalam Pembangynan semesta dibagi dalam 3 Yidang yalah: bidang mental terutama pendidikan dan kebudayaan dengan prasaran Prof. Dr. Priyono — bidang Perdamaian dan Persahabatan oleh Ny. A. Hidayat dan sbidang Sandang Pangan oleh Nf. Setiati Surasto. Dalam rgsolusi-rgsolusi diantara lain diajukan: agar lektur, film dsb disesuaikan dengan jiwa Manifesto Politik RI yang menentang kolonialisme dan imperialisme, yang memupuk persahabatan antara bangsa-bangsa dan kebudayaan nasional yang sedang digali dan diperkembang hendaknya juga dipilih yang cocok dengan perkembangan masyarakat kita. Mervirimkan surat protes kepada Pemerintah Perancis yang telah meledakkan bom A-H. di Sahara, 16 Menyatakan — dukacita kepada Rakyat Marokko yang tertimpa gempa bumi. Sebagai puncaknya yalah adanya resepsi yang meriah yang diadakan pada 8 Maret malam digedung Pertemuan Umum yang dikunjungi - oleh lebih dari 1.500 pengunjung diantaranya tampak kecuali tokoh-tokoh dan anggota-anggota organisasi-organisasi wanita, pelajar, mahasiswa, undangan-undangan lainnya, juga anggota2DPA, Depernas, beberapa menteri, dan Presiden/Perdana Menteri Sukarno yang pada malam itu memberikan amanatnya. Pembukaan resepsi tsb dilakukan oleh Ny. A.Hidayat dan pembicara Ny. Umi Sarjono yang menguraikan sejarah perjuangan..AYanita Internasional, sedangkan Nyonya Maruto Nitimiharjo membacakan laporan aktivitet Pggitia Peringatan Setengah Abad. Juga Menteri Luarnggeri Dr: Subandrio memberikan sambutannya. Ni. Umi Sarjono mendiclaskan Kongres Wanita Internasional di Kopenhagen yang bersejarah itu pada tahun 1910 yang memproklamasikan 8 Maret sebagai hari Persatuan—Perjuangan -dan Kemenangan Wanita Sedunia Lou ase tahunnya diraiakan?: mana-mana yang diuga setiap ka’ makin meluas. Dijelaskannya hetapa buruknia kedudukan warta sebelumnia 8 Maret 1910. sebelumnia ada perjuangan yang meluas itu. dimana wanita tak riempuniai hak samasekali. Maka memperingati 8 Maret tidaklah dapat dilupakan nama Clara Zetkin. Tradisi emansipasi baru yang dibangunkan secara internasional sediak tahun 1910 itu kemudian menemukan penerusnya yang gemilang dan gerakan wanita Scdunia- sekarang sudah merunakan kevuatan besar dalam abad ini dan mereka adalah sebagian yang tsk terpisahkan darinada gerakan preeresif edania. Tentang peringatan di Indonesia Ni. Umi Sardiono menerangkan bahwa perkenibangan gerakan wa nita di Ipdonesia sesuai dengar tiiri2nya yang selalu dijiwai ssdialan dengan perkembangan eerakan kemerdekaan nasional. maka gerakan emansipasi di Indonesia mengalami kemajuan-kemajuan yang ccburuh-ccburuh wanita, - pat. Dibentangkan tentang tokoh-tokoh seperti Ibu Kartini dll serta wanita dalam perjiancannya selama ini. Dalam amanatnya Presiden Sukarno menyinggung soal Pembaharuan Parlemen Saya pada niat saya yang teguh untuk membentuk satu Parlemen Gotong Royong” yang disambut hangat oleh para hadlirin Presiden menyatakan kegembiraannya bahwa nama Clara Zetkin disebut-sebut yang olh Presiden sendiri dinyatakan sebagai pclopor gerakan kemajuan wanita didunia. Tentu saja ada yang,.klenger” (pingsan) karena mendengar saya meniyebut Clara Zetkin, disebabkan Clara Zetkin pada “khirnia jadi wanita komunis. Tetapi komunis atau bukan komunis. Clara Zekin aalah promotor dan motor gerakan kemadian wanita Pembebasan Wanita pada ha kekatnia adalah pembebasan priya kata Presiden. Pertemuan kaum wanita Internasional di Kopen ban S0 tahun tere dati bukan raja berarti tumbuhnya gerakan mansiba wanita dalam Tapansan perikemanusiaan, — pohtik dan pemilihan umum, tetapi emansipasi dalam Tapangan sosia! ekonomis. Dikatakann'4— bahwa tetap orang nama das mereka itu pada hakekatnya adalah gerakan sovalis. Dikatakannya bahwa Manifesto Politik «e telah diterima setiara bulat oleh Pemerintah, Depernas, Kongres Pemuda dan juga oleh kalangan wanita, maka persoalannya sekarang yalah bagaimana melaksanakannya. Resepsi ditutup rapa nianyian Yan tarian, dan deklamasi. " dengan bebe