Sidang Biro Gabungan Wanita Demokratis Sedunia (Jakarta, 1960)
Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.
Cleaned OCR text (Fair (0.861); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
Sidang Biro Gabungan Wanita Demokratis Sedunia
Untuk pertama kalinya Indonesia telah menjadi tempat bersidangnya suatu organisasi wanita internasional, yaitu Gabungan Wanita Demokratis Sedunia, atau disingkat GWDS. Sidang Biro GWDS ini telah berlangsung dengan mengambil tempat di paviliun Hotel Duta Indonesia Jakarta, dari tgl. 31 Januari sampai 3 Februari 1960.
Peristiwa ini patutlah dicatat sebagai suatu kejadian penting dalam kehidupan wanita Indonesia. Rasa persahabatan yang dalam, persamaan cita-cita dan hasrat kuat akan perdamaian, yang dinyatakan dalam berbagai bahasa oleh kaum wanita dengan warna kulit yang berbeda-beda, rasa cinta dan kasih antara sesamanya dan terhadap anak-anak, rasa hormat dan penghargaan, serta sokongan dan perjuangan rakyat pada umumnya terhadap perjuangan wanita Indonesia, demikianlah singkatnya suasana dan semangat yang meliputi sidang Biro GWDS, sebagaimana telah dapat diikuti oleh pembantu A.K. ketika itu. Dan suasana serta semangat ini telah menjiwai setiap pidato dan pernyataan selama dan di luar sidang, sampai kepada putusan-putusan yang telah diambil.
"Di mana ada persahabatan di situ ada pengertian dan toleransi. Dan dengan ini bahaya perang akan hilang," demikianlah kata-kata yang diucapkan oleh Ny. Marie Pritt, Wakil Presiden GWDS dan Ketua Majelis Wanita Inggris, pada pembukaan sidang Biro ini, sedangkan Ny. Thiele, anggota Biro GWDS dan Ketua Persatuan Wanita Jerman (RDD), menyerukan agar anak-anak kita hendaknya dididik dalam pikiran perdamaian dan persahabatan antara bangsa-bangsa dan supaya mereka janganlah diracuni kebencian rasial.
Dalam kunjungan kehormatan perutusan-perutusan sidang GWDS ke Ir. Juanda, Menteri Pertama R.I., Ny. Anasuya Gyankhand, Wakil Presiden GWDS, menyampaikan kesanggupan GWDS untuk membantu perjuangan Republik dan bangsa Indonesia dalam membangun negerinya.
Menteri Pertama Juanda menyatakan kepada peserta sidang GWDS: atas nama Pemerintah Republik Indonesia beliau mengharapkan kunjungan para wanita dari berbagai negeri di Indonesia akan lebih mempererat persahabatan bangsa-bangsa yang mereka wakili dengan Republik Indonesia. Dikatakan oleh beliau harapan ini sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah R.I. yang ingin bersahabat dengan semua bangsa di dunia.
Ny. Anasuya Gyankhand, Wakil Presiden GWDS dari negeri tetangga dan sahabat kita India, adalah pula Ketua Federasi Nasional Wanita India. Ny. Maria Maddalena Rossi, Wakil Presiden GWDS dari Italia, dalam suatu pertemuan dengan wakil-wakil Kongres Wanita Indonesia dan para aktivis Gerwani, menyampaikan salam yang hangat dari 200 juta wanita yang tergabung dalam GWDS. "Wanita Indonesia pasti akan mencapai tujuannya dalam perjuangan mereka," ia berkata.
Arti yang sangat penting dari Sidang Biro GWDS yang diadakan di Indonesia ini dalam pernyataan bahwa salah satu seruannya yaitu mengenai hal perjuangan serta cita-cita wanita Asia Afrika. [Unreadable] Tauladan [Unreadable]
=== [PDF page 2] ===
[Unreadable] baik sekali dari bawah [Unreadable] wanita Asia Afrika yang secara politis telah membebaskan dirinya dan yang kini berjuang untuk perbaikan dalam tingkat materiil serta kultural mereka, mempunyai pengaruh yang besar di Amerika Latin, kata Ny. Marguerita de Ponce, Wakil Presiden GWDS dari Argentina.
Suasana serta semangat damai dan persahabatan selanjutnya dinyatakan dengan jelas dalam putusan-putusan yang diambil, yaitu pertama sebuah surat yang ditujukan kepada kepala-kepala pemerintah Empat Besar yang berisi harapan akan suksesnya Konferensi Tingkat Tinggi dan seruan agar "menghentikan percobaan senjata nuklir dan mengambil langkah-langkah yang perlu guna mencapai perlucutan senjata yang umum dan total ..... Wanita ingin membesarkan anak-anaknya dalam dunia yang damai dan karenanya kami mendesak tuan-tuan untuk mengakhiri segala keadaan yang membahayakan perdamaian."
Yang kedua suatu pernyataan memprotes percobaan bom nuklir di Sahara oleh pemerintah Perancis. Dan yang ketiga adalah suatu resolusi yang menyangkut perjuangan kaum wanita di benua Asia Afrika. Resolusi ini antara lain mencatat bahwa "kaum wanita A-A telah mencapai banyak hasil dalam perjuangan mereka untuk memperoleh hak-haknya dan dalam memberikan sumbangan kepada perjuangan kemerdekaan nasional negerinya masing-masing ..... Kebangkitan yang besar dari wanita-wanita Asia dan Afrika telah menggerakkan seluruh dunia. Tetapi rintangan-rintangan yang tidak sedikit jumlahnya masih menghalangi mereka yaitu sebagai warisan dari zaman feodal dan penghisapan yang bertahun-tahun lamanya serta penindasan kekuasaan kolonial atau kemerdekaan nasional yang tidak penuh ...
... Sidang Biro GWDS selanjutnya yakin bahwa perkembangan dan diperkuatnya aktivitas wanita akan membantu mengatasi rintangan-rintangan ini, maka dari itu Biro mendorong wanita-wanita Asia Afrika untuk memperkembangkan hubungan dan kerja sama yang erat dalam lingkungan nasional dan internasional guna saling membantu mengatasi kesulitan-kesulitan mereka ..... Biro mendorong wanita Asia Afrika untuk mengambil bagian yang makin besar dalam membangun negeri mereka, dengan demikian menjamin kesejahteraan dan kebahagiaan keluarganya."
Keterangan gambar-gambar:
— Sidang Biro GWDS di Jakarta dihadiri oleh tokoh-tokoh wanita dari hampir semua benua, yaitu Asia Afrika, Eropa dan Amerika, yang semuanya mewakili 15 negeri termasuk Indonesia.
— Ny. Tambunan sebagai wakil Kongres Wanita Indonesia atas nama 8 organisasi wanita mengharapkan agar sidang GWDS mencapai sukses.
— Pertemuan ramah-tamah di rumah Ny. Mr. Iwanah Priyono. [Unreadable]