Tokoh Hari Kartini: Ny. Utami Suryadarma
Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.
Cleaned OCR text (Good (0.904); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
Hu U. Suryadarma di-teng
dari berbagai negeri
Kali ini kami memperkenalkan "2
Ny. Utami Suryadarma, - seorang. tokoh. wanita “yang namanya sudah tak asing lagi bagi kaum wanita kita. Ny. Suryadarma adalah seorang Ibu dari tiga orang anak.
Sebelum perang (sebelum kawin) menerbitkan sebuah maja-
“lah wanita "Pah&san” yang berarti Cerrpin.
1 revolusi masuk organiemuda Puteri donesia,
juga duduk dalam Bddan Kongres Pemuda, untuk. sementara
menjadi ketua Bagian Penerangan Luarnegeri Kowani.
pendudukan Belanda
Waktu (Yogya) mendirikan dapur umum untuk pejuang-pejuang gerilya dan nonkooperator-nonkooperator. Disamping itu mengurus tewanan-tewanan perang dan keluarga2nya. Demikian juga mendirikan sekolah dibawah tanah bersama Dr. Priyono dsbnya.
Aktivitet2nya sekarang antara
lain yalah:
“195 di Lausanne (Swis).
| raan diantara | Rakyat: pada tahun
Beliau juga anggota Komite Perdamaian Indonesia, anggota Gerakan “Ibu anti-som A & H
“/dan anggota Pleno. Dewan Setia- _ 'kawan Asia-Afrika. Pada rapat
t sebdgitn delegasi
ausanne
menjabat scbagai wakil ke-
‘tua I Yayasan Kesaiyahteraan
Anak-anak dari Kongres Wanita
Indonesia.
Ketua I Badan Koordinasi
Sumbangsih masyarakat. Sta bagaimana diketahui Badan tsb mengirimkan” rombongan?
kesenian hiburan kegaris depan.
Ketua I Komite Penggerak
Seni Angkatan Perang (badan kesenian untuk ketiga
Angkatan, Perang).
Ketua Panitia Garis Depan dari Persatuan Isteri AURI yang mengirimkan bingkisan?
ke Garis Depan.
Ketua Yayasan Perlindungan Purbawisesa. Yaiasan tsb. menyelenggarakan asrama-asrama pelajar puteri berdasarkan Sosial. Sampai sekarang terdapat 2 buah sebuah asrama dengan +: 80 penghuni dan sebuah dengan =:
30 penghuni.
asrama,
pembukaan Pekan Menentang
Bom A & H pada tahun 1958 bertempat di Istana Negara ‘Ny.
Suryadarma mengucapkan pidato sebagai wakil iby. a.l. demikian:
"Kami termasuk golongan yang tampai sekarang oleh masyarakat dunia belum diterima sebagai go- -longan yang bcleh ikut menentw
an nasib umat manusia. Hanya golongan negarawan, golongan poktisi, golongan militer, golongan yang berpengaruh yang" berhak Inenjatuhkan hukuman — kepada umat manusia: hidup atau matinya. Toh golongan kami pakan golongan yang besar, yang meliputi lebih dari separo umat manusia, yang jumlabnya jauh lebih besa: dari jumlah seluruh negarawan, politisi, militer, orang yang berpengaruh bersama.
Golongan kami adalah golongan
merukaum Ibu.
Apabila abad ke-20 dikatakan abad Wanita maka itulah benar.
Setapak demi setapak wanita mengambil tempatnya yang wajar dalam masyarakat sekitar, lalu da-- lam masyarakat bangsanya. kemudian dalam masyarakat dunia.
Bermula mula ia tampil kemuka sebagai individu yang menghadapi persoalannya sendiri-sendiri, kemudiania muncul dalam suatu gerak
a@e > ¢ aw su
=== [PDF page 2] ===
Ta Mah ikawan sepen pred Mekal ie i laine aga ie. ©
“dian dar" sependapat” untuk anya, din padu dewnsa Ini, pida "pertengahan abad kedua dunia dikonfgontasikan dengan massa wanita yang ingin didengar da-. lam soal-soal yang menentukan nasib dunia sendiri. Suara-suara yang pada permulaan kedengaran sayup-sayup
“dan terpisah-terpisah sergakin.hari sema-,
kin kuat didengar dan-akan menjadi nyanyian “bersama yang indah, suatu
“megah:
, nusiaan.
suatu’
Simfoni yang yaitu Simfoni Perikema-
Kita berada diambang pintu
masa itu. Dan apa yang menjayang menjadi penggerak jutaan:hati kaum ibu? Temanya adalah
sedeshana akan tetapi. ia me-.
'nyangkut-pautkan ‘inti kehidupannya: yaitu pembelaan anak terhadap ancaman maut disebabkan oleh peledakan Bom Zat Air dan senjata-senjata nukler. Ancaman ini menjadi titik pertemuan dari ibu-ibu diseluruh dunia dan didalam hal ini tidak dikena) perbedaan ideologi, aliran, agama, kulity kebangsaan. Instinkt untuk membela anakaya pada seorang ibu, didunia binatangpun, setua “ dunia sendiri. Apabila anaknya cam maut, seorang ibu tidak medianitu sesama ideologinya, sesama alirannya, sesama agamanya, ia akan membela anaknya mati-matian. - Ia -akan membclanya dengan titik darahnya.yang.penghabisan Inilah bukan suatu keajaiban, inilah soal yang biasa saja, yang sederhana,
Dan bagaimana kita kaum ibu tidak memandang peledakan born zat air dan senjata nukler sebagai ancaman maut dan ancaman kehancuran terhadap anak-anak kita dan keturunan kita apabila para sarjana diseluruh dunia sendiri membuktikan bahaya?nya dengan bukti-bukti ilmiyah?
Kongres Ibu Seduniafi “Lausanne (Swis)