Wanita A-A Bertemu di Kota Seribu Menara (Konferensi Wanita Asia-Afrika, Kairo 1961)
Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.
Cleaned OCR text (Good (0.892); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
bertemu
| dikota
Seri bu Menara |
Pada tgt. 14 s/d 23: Januari 1961 Kairo, kota.
Seribu Menara telah menjadi pusat perhatian “vanita seluruh Asia-Afrika. Wanita dari negeri?
Asia Afrika -teiah— mengirimkan —utusannya--ke Konferensi Wanita Asia-Afrika, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Ny. Mr. Iwanah Priyono, Ny.Francisca Fangiday, Ny- Sugiarto, Ny- Lies — Haryoto dan Ny. Arifin Sudaryo.,
Berbagai masalah yang menyangkut kaum wanita dan. perjuangannya telah dibicarak:
masalah kebudayaan, sosial dan hak-hak politik untuk wanita, tentang peranan wanita dalam perjuangan untuk kemerdekaan nasional dan mempertahankan perdamaian.
—lihara kehidupan: Oleh-karena
Dalam pidatonya Ny. Priyono antaca lain mengemukakan bahwa adalah terletak.dalam kodrai >. wanita bahwa wanita itu melahirkan dan memicitu-adalah. menjadi kewajiban —tiap wanita untuk menentang peperangan. apalag-apalag peperangan modern dengan senjata-senjata? atom dam nuklir yang menghancurkaii segala kehidupan.
Demikian juga dinyatakan bahwa untuk men...
yami i: Ohialisme dan im perialisme harus dihapuskan. Maka itu kaum wa nita harus ber-sama2_berjuang untuk meng akhiri segala macam kolonialisme dari impc
(Bersambung ke hal. 29)
=== [PDF page 2] ===
Pertanyaan ke-2 yang ingin saya ajukan tentang paralelisme dalam pendidikan. Saya pernah mendengar kata-kata inti, tetapi belum mengerti apa artinya?
Saya mengharapkan penerangan dan nasehat
Jawaban:
Sdr. tidak usah berkecil hati menghadapi pendidikan putra-putra sdr. yang banyak itu, karena soal
Wanita AA.......:
rialisme. Dan kalau kemérdekaan sfidah terlyapai, maka kewajiban kita kaum wanita aGalah turutserta memelihara dan mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang membuat kehidupan lebih bahagia dan lebih indah untuk tiap-tiap manusia, kehidupan. tanpa ketakutan terhadap percobaan-percobaan bom A dan H, tanpa rasdiskriminasi dan tanpa lain-lain hal yang memalukan bagi manusia
Konferensi telah berhasil dengan sukses dan telah mengeluarkan:
— Seruan oleh Konferensi Wanita 'Asia-Afrika yang Pertama yalah menyerukan untuk bersatu dalam - perjuangan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diletakkan oleh Konferensi ini. €
— Rekomendasi. perjuangan untuk kemerdekaan Nasional dan Perdamaian.
“| — Resolusi tentang Aljazair:
- 99.
eeu VIVA GP
disekolah dan merugikan dalam pembentukan watak para anak didik dan pelajar-pelajar kita untuk menjadikan mertka manusia-manusia baru, manusia-manusia
patriot sejati, manusia-manusia yang berilmu dan ber kebudayaan dan yang mencintai tanahair dan Rakyat Indonesia. Tujuan dari pada paralelisme pendidikan ialah: Mengisi waktu diluar sekolah dengan usaha-usaha yang bercorak pendidikan dan bersifat rekreatif
— Resolusi yang memprotes terhadap percobaan bom atom Perancis.
— Resolusi mengerai PBB yang menuntut pada negeri-negeri Asia Afrika anggota PBB untuk mengikutsertakan wanita dalam delegasi?
yang dikirimkan untuk mengikuti sidang-sidang tahuran PBB dan mengizinkan pada wanita-wanita yang cakap untuk menjabat pos di plomatik.
Delegasi wanita-Indonesia telah mengadakan saling tukar pengalaman dengan delegasi lain-lain nya.:
Terhadap. perjuangan Rakyat ci Aljazair,
Laos delegasi wanita Indonesia menyatakan sokongannya yang penuh. Kecuali itu delegasi wanita Indonesia bisa menemui sekretaris P.M
Patrice Lumumba menyatakan setiakawannya ter “ hadap perjuangan Rakyat Konggo yang adil. De
mikian pula tak lupa meryampaikan mainan kanak-kanak kepada anak-anak P.M. Patrice Lumumba yang bersekolah di Kairo yaitu Francois, Patrice dan
Yuliana.
Kini ada "HARI ANGGREK”
Piantara pembaca, barangkali pernah ada yang ingin membeli anggrek, tetapi terpaksa menekan keinginannya itu sesudah “didengar harga yang disebut oleh sang pen- Gyual. Terutama pada hrri-hrri berar, bunga anggrek harganya menjadi berlipat ganda. Harga dari sekuntum - bunga sampai lebih dari Rp. 5.—. Itu belumlah lagi seberapa pembaca, sebab pohon harganya bisa puluhan, ratusan, bahkan rihuan, dan puluhan ribu. Ah, barang kali pembaca tidak percaya, a!
mengatakan siapa yang mau men beli anggrek dengan harga ribuai Tentunya yang senang dan yang kar tongnia tebal. Karena harganya yan tinggi itu pula maka akhir-akhir ini ans grek dijadikan lapangan usah untuk menambah devisen negar Perhatian masyarakaf sud ah begit rupa, sampai-sampai sudah sat hari te sendiri yang disebut “HARI ANC
GREK”,