Mobilisasi Umum (Api Kartini, 1962)
Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.
Cleaned OCR text (Good (0.897); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
Mahasiswa? Puteri Indonesia tidak ketinggalan memenuhi, Pertiwi Ikut berlatih memanggul senjata buat membebaskan Irian Barat
TINDAKAN kaum imperialis
Belanda belakangan ini yang dengan tergesa-gesa memperkuat kedudukannya di Irian Barat dengan mendatangkan pasukan?
baru dari Nederland telah dijawab oleh Rakyat Indonesia rigan makin banyak mengalirnya barisan-barisan sukarela yang mendaftarkan diri untuk dilatih kemiliteran guna membebaskar Irian Barat, Tua-muda, wanita dan pria berduyuri-duyun ketempat pendaftaran yang merupakan bukii kebulatan tekad Rakyat Indonesia untuk dengan jalan apapun membebaskan sebagian tamahairnya yang masih dikangkangi penjajah Belanda itu.
Belanda yang makin kalap itu makin hari makin kepepet. kedudukannya sehingga Suatu rapat biasa pun yang baru-baru ini diadakan oleh PARNA (Partai Nasional) di Kotabaru, Abukota Irian Barat yang masif diduduki Beanda, telah diobrak-abrik oleh agen-agen kolonial Belanda.
Bahwa penduduk Irian Barat sampai kini hari menjadi bulan2an keganasan penjajah Belanda yang biadab itu sudah menjadi pengetahuan umum
Apa yang dicanangkan oleh Tbu Subandrio pada - pidato-radionya menyambut TRIKOMANDO RAK
YAT bahwa demi kelangsungan hidup keturunan kita perlu segera Irian Barat dibebaskan. dari ceng keraman. Belanda adalah rani
i aiketa
Thu
Belanda menjalankan perabunuhan secara besar2an atau ge- — atas penduduk Irian Barat.
Hal itu telah diakui oleh majalah Amerika Serikat;,Anthrological Quarterly” yang menyatakan bahwa t kolonial Belaftla antara lain mengusir suku bangsa “Muyu, sebanyak 13.000 jiwa yang semula tinggal didaerah Barat-Daya pasisir Irian
"tanaman?
nang Ibu Subandrio diatas tsb.
Perlulah kita makin memperlancar Ynobilisasi mmmum potensi Rakyat Indonesia,” ya kaus pria nya, ya kaiim wanitanya, buat menyegerakan kembalinya Irian Barat kedalam kekuasaan Republik Indonesia, Juga perlu kita mem perkuat home-iront atau garis belakang kita dengan mengatas' kesulitan-kesulitan sandang-pangan yang satu sara lainnya ada pengaruhnya atas dayatempur dan dayatahan Rakyat kita. Usaha-usaha mevingkatkan produksi hasil pa ngan untuk mengatasi k.sulitan-sulitan beras dewasa ini adala - kan tugas utama dari kita semua agar dengan gencar kita dapat memusatkan tenaga untuk membebaskan Irian Barat. Peranan kaum wanita dalam hal ing sangat besar. Para.ibu-ibu rumahtangga, para ibu-ibu tani, misalnya, bisa menyumbangkan. darmanya dengan mehanami pekarangan?
rumahnya yang kosong @ngan
yang menghdSilkar pangan yang sedikit-banyak meringankan kesulitan beras wasa ini.
Ambillah contoh, Rakyat Kuba yang disamping membangun neperitda juga bersiap-bersiap untuk berempur melawan agresi impede-
MOBILISASI UMUM
Barat. Cara mengusirnya adalah
dan tidak kenal perikemanusiaan. Yaitu polisi pada waktu-waktu tertentu gubuk?
sebagai budak-budak orang yang tidak mau menurut dijebloskan kedalam penjara.
Tindakan yang demikian itu telah berakibat bahwa suku bangsa fsb.
akhirnya mati kelaparan.
Inilah cara penjajah 'Belancia hendak,,memajukan” pendu- | duk Irian Barat itu. Bagaimanu' pedihnya hati Rakyat Indonesia melihat praktek-praktek biadab demikirialis Amerika Serikat yang tidak senang melihat Kuba menempuh jalannya sendiri itu.
Maka kita juga disamping kita memegang bedil disatu tangan untuk mengusir penjajah Belanda dari Irian Barat ditangan yang lainnya kita merneg: pacul untuk mengatasi kesulitan pangan yang seperti diketahui ditimbulkan karena pengacauar kaum imperialis dan kakitangannya kaum reaksi didalam negeri.
Juga mobilisasi setiakawan internasional perlu ' dikembang-
Ka pan ngangkuti tenteranya, melal
an itu dapat dibayangkan. Teru- -pangan
yak kaum, wanita.
tama jika diingat dalam: Kekuatan?
praktek “Yang “demikian Itu Day da p