Dari Tavip: Berdiri di atas Kaki Sendiri
Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.
Cleaned OCR text (Good (0.93); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
DARI TAVIP:
BERDIRI DIATAS KAKI
SENDIRI.
Menteri pertaniay sudah menjanjikan waktu 3 tahun buat Jawa — Madura — Baly, dan lima tahun buat daerah-daerah diluarnya. Sekarang kita sudah ditahun ke-4.
Pendeknya, setiap usaha untuk mendobrak kemacetan saya.setujui, termasuk prakarsa Menteri Kehakiman untuk membentuk
Pengadilan? Landreform.
UUPA, juga UUPBH, adalah undang? Progresif bikinan kita sendiri. Saya tidak mau mendengar ejekan-ejekan se-akan? »Undang? Nasional itu diadakan tidak untuk dilaksanakan”. Maka itu saya perintahkan pada sekalian pejabat yang ada hubungannya dengan pelaksanaan UUPA untuk segera mengadakan perundingan-perundingan dengan kaum tani. Jangan-jangan nanti kaum tani juga menyelentik pejabat® yang nguler kambang.
Apalagi sekarang, kita sudah menegakkan azas berdiri diatas kaki sendiri dibidang pangan, malahan saya ingin yang kita ini secepat?nya tidak lagi mengimpor beras. Ini bukannya tak ada konsekwensinya. Konsekwensinya ialah peningkatan produksi pangan, dan pemimpin? Organisasi tani sudah mengatakan kepada saya, bahwa kalau UUPA dan UUPBH dilaksanakan maka Lean syarat?
yang diperlukan untuk peningkatan produksi pangan itu. Didalam APP” sudah aku katakah:,,Sebagai manusia, petani juga mempunyai 'harapan, dan mempunyai pula rasa gembira dan rasa kecewa. Kaum tani harus yakin bah wa dia bekerja untuk masa depannya”. 2
Saya setuju dengan gagasan - mencabut dan membatalkan IGO dan IGOB, dan Insya’ ALLAH saya akan melaksanakan Keputusan MPRS tentang Otonomi tingkat IU.