Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00109

Kongres ke-X Wanita Indonesia: Wejangan Presiden Sukarno

Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.

Cleaned OCR text (Good (0.948); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === Kongres: ke X Kongtes Wanita Indonesia WEJANGAN PRESIDEN SUKARNO Dalam resepsi pembukaan Kongres ke-X Kongres Wanita Indonesia - di Jakarta, wejangan Presiden Sukarno kiranya mempunyai isi yang dalam dan sangat penting untuk dijadikan pegangan bagi segenap kaum wanita yang: ingin dengan sungguh-sungguh dan jujur berdiri diatas jalan erevolusioner, yang konsek: wen menjalankan garis Manipol tanpa kemunafikan dan phobi?an, Sebab itu dibawah ini kita sajikan lagi beberapa isi penting. dari amanat PYM Presiden tsb. Ketika berbicara tentang Revolusi Indonesia, berkata beliau:,,Revolusi politik, ekonomi, sosial, kulturil menuntut masyarakat bary, manusia-manusia baru, termasuk kaum wanitanya. Oleh karena itu Revolusi kita adalah juga revolusinya kaum wanita 4... Revolusi Indonesia terus berjatan maju, dan kaum wanita ikutserta dalam revolusi itu. .Wanita -Indonfsia menggambarkan jiwa Rakyat Indonesia yang besar. Wanita Indonesia telah -ikut serta dalam barisan revolusioner, dan menjadi bagian « mutlak dari Revolusi Indonesia......... Dalam amanatnya itu selanjutnya Presiden menekankan agar kita terus meningkatkan kewaspadaan karena abad kita sekarang ini adalah juga abad intervensi dan subversi. Subversi ini bisa terjadi “dilapangan kulturil, tetapi yang terpenting yaitu subvetsi dibidang politik. 1 Dalam hubungan inilah Presiden menyerukan agar Kongres Wanita Indonesia dalam memilih pimpinan baru, jangan memasukkan orang? wanita-wanita yang ada" hubungan dengan subversi, partai-partai terlarang, baik hubungan yang terang?an, maupun yang geremet?an. Dewan -Pimpinan harus terdiri dari orang? Manipolis. . Wanita? Manipolis yang mengabdi kepada Revolusi. Dalam tiap Revolusi itu ada yang menjadi musuh . sional un dan ada yang menjadi kawan. Kita harus menarik garis tegas antara kawan dan lawan Revolusi Presiden lebih jauh menandaskan bahwa kita harus mengabdi kepada Amanat Penderitaan Rakyat, menjadi pengemban Ampera itu dengan memberikan dan melanjutkan pengorbanan-pengorbanan pahlawan? kita. Semua pengorbanan ini adalah demi untuk adanya masyarakat yang adil makmur, dimana tidak ada penindasan atas manusia oleh Cuplikan Pidato Ny. Hurustiati Subandrio pada pembukaan Kong: res ke-X Kongres Wanita Indonesia di Istora. ———Penyelenggaraan Kongres ke-X - KWI pada waktu sekarang ini adalah suatu peristiwa penting dan bersejarah karena sedang berlangsung dalam situaSi menggeloranya pelaksanaan Dwikora untuk mengganyang proyek neo-kolonialis Malaysia dan mempertinggi Produksi “terutama memperbaiki keadaan pangan Rakyat............ Sesuai dengan kemajuan dan u ae perjuangan: Namenyelesaikan Revolusi Agustus “45, maka Gerakan ae Indonesia telah mengalami kemajuan-kemajuan yang amat penting. Ini telah dibuktikan Padam te dang: politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan. Peranan wanita dalam perjuangan ' nasipnal semakin besar dan tidak dapat diabaikan. Hal ini telah dibuktikan..dengan adanya perwira dan Bintara Wanita diseluruh angkatan bersenjata, sep. KOWAD, KOWAL, KOWAU, KOWAP. Tidak ketinggalan pula wanita-wanita penerjun sampai ke-lurah-lurah wanita. Kemajuan warita dewasa ini adalah hasil perjuangan wanita Indonesia yang heroik dan merupasosial,. kan bagian yang tak terpisahkan dari gerakan nasional sejak Budi Utomo, yang jauh — sebelumnya telah’ diriatis oleh pahiawan Na sional Kartini. Dengan meletusnya Revolusi Agustus 45 Indonesia te lah memasuki taraf haru. Sebu: peserta aktif dalam perjuangan mengkonsolidasi hasil?” Revolusi dengan segala up and downnya maka gerakan wanita sesudah Dekrit Presiden ditahun 1959 telah mengalami penggem blengan dan penyaringan berkat pimpinan pedoman yang tepat se bagaimana digariskan oleh pemim pin Besar Bung Karno dalam MANIPOL.... Sesuai dengan arus kemajuan gerakan Revolusioner Rakyat In donesia dalam menegakkan ke merdekaan nasional melawan im perialisme, kolonialisme dan feo Indonesia dalisme, maka gerakan Wanita Indonesia membutihkan suatu Badan Kerjasama yang maju dan mampu menghimpun serta mempersatukan organisasi-organisasi wanita Dalam hal ini Kongres Wanita Indonesia memiliki tradisi yang kokoh kuat yang bersumber kepada perjuangan perwira Rakyat Dalam,,Sarinah” karya Bung Karno dinyatakan bahwa perjuangan wanita pada umumnya ber- Kembang melalui tiga- tingkatan rjuangan ialah: 1. Gerakan ema 2. Gerakan untuk persamaan hak dan 3. Gerakan ber-sama-sama dengan kaum lelak: untuk mencapai sosialisme Dalam taraf perjuangan sekarang, kaum wanita harus capa memenuhi peranannya sebagai kekuatan Revolusi, oleh karena itu Gerakan wanita Indonesia harus mencakup ketiga” tingkatan itu dan berwatak Revolusioner Kongres Wanita Indonesia dalam Kongresnya yang lalu, Kongres ke-IX telah dengan tegas menyatakan sikapnya untuk mengabdi Revolusi dan Manipol sebagai garis besar haluan negara Dan dengan demikian telah merobah pula anggaran Dasarnya dan merobah komposisi pimpinan. Sesuai dengan perkembangan baru, (Bersambung ke hal. 15).