Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00110

Wanita di Negeri Tembok Besar

Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.

Cleaned OCR text (Good (0.95); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === WANITA DINEGERI TEMBOK BESAR Oleh: Kartinah Meninjau nD wanita sebagai wanita rumah tangga adalah tidak kurang pentingnya. Ijika dibandingkan dengan jabatan? lamnya, dan kedudukan ini adalah wajar, bagi - masing-masing wanita yang sudah mempunyai rumah tangga. Tetapi kaum wanita, selain mempunyai tanggung jawab dalam rumah tanggenya, ia juga sebagai warga negara yang mempunyai hak sama Gan ikut be jawab terhadap tanah. airnya. Maka dari btu supaya dapat membesik Telah" m — an dalam -meny tugas-tugas revolusi pembangunan. Jika diteliti, memang banyak sekali lapangan tugas yang dapat dilaksanakan oleh kaum wanita, tidak mesti atau harus menjabat sebagai pimpinan 'atau duduk dalam lemlembaga negara atau Pemerintah pusat. tapi persoalan kerja untuk kemasyarakatan atau untuk masyarakat -sekitarnya, seperti di- 4 ya, dikampungnya, atau straatnya masing?. pung, straat, inilah juga merupakan faktor penting yang merupakan basis, untuk dapat menentukan gerak, dari wanita rumah tangga dalam memberikan sumbangannya untuk tanah airnya. Demikian antara lain kesan saya sotelah meninjau disalah satu obyek di Republik Rakyat Tiongkok, disalah satu kampung di kota Sianghai. Mengikut sertakan wanita rumah tangga dalam proses produksi. Dengan ini memang lebih memberikan kemw an jika —_— 2 diberi esempatan rtanggungan jawab, i akan a Knpgai Muksestnya, Dan “ira ma Se pa dan berbelanja disalah satu soto di Peking. dari semboyan seorang Zenial, jika tidak dengan wanita revolusi tidak selesai. Maka dari itu ini juga sebagai bukti pertanggungan jawab wanita, karena kekuatan wanita tidak dapat di-pisah?kan dengan kekuatan Nasional ot somali wanita adalah merupakan bagian dari osu-osu aa rakyat seluruhnya dalam tugas-tugas revolusi. yaknya ahli wanita diperbagai bangsa di aer pat kami ete untuk meningkatkan pengetahuan mereka, jika bagi tenaga muda adalah melalui pendidikan sekolah biasa, dari tingkat rendah sampai Universitas. Tetapi bagi wanita pekerja maupun wanita rumah Tangga yang pada waktu yang lampau, disebabkan karena pekerjaan revolusi tak dapat mencapai keahliannya, mereka diberi kesempatan se-banyak?nya dengan melalui sekolah-sekolah aplikasi, di-pabrik-pabrik dan dilaan. lain. "Sang marilah kita tinjau dari sudut — wanita — tangga dalam meimpin desa atau ngnya. "" Munipian soal Pengenaan desa di RRT yang juga pada th. 1959 telah ditingkatkan menjadi Komune-komune rakyat, ini juga sudah banyak tulisan yang sudah kita org tgk dalam persoalan Bikaar ini akan saya berikan satu contoh saya, yang saya titik beratkan bukan yang dicapai dalam memimpin omune itu. Disalah satu desa yang kami tinjau, dapat Saya lihat peranan wanita yang sangat rnenonjol, baik dalam perlombaan penaikan produksi makanan, maupun prestasi an memimpinnya. === [PDF page 2] === Kepala Komune, sdr. Chu Wen Cin namanya, yang lingkungannya mempunyai 2445 sekeluarga, terdiri dari 9952 jiwa, diantaranya 3397 menjadi tenaga kerja, dan diantara sekian tenaga kerja terdapat 1550 tenaga wanita. Mempunyai tanggung jawab tanah sebanyak 22.00) m dan mempunyai alat kerja: 13 alae 70 truk besar dan kecil, 185 ped ti (grobak) kuda, 504 ekor kuda dan 1013 ekor sapi. Tenaga kerja mempunyai inti 7 barisan produksi khusus mesin, dan juga terdiri dari 1 Brigade produksi dan tiap Brigade terdiri Barisan-barisan produksi. Tugas Komune ini, kecuali tugas pokok menaikkan produksi, tapi nga berkewajiban mengenai pembangunan desanya, termasuk jaringan listrik yang pengairannya dapat dikombinasikan dengan pengairan sawah dan ladangnya, sehingga sampai sekarang ini sudah 95% rumah anggota sudah mempunyai aliran listrik. Mengenai pengairan ini keadgan didesa tsb., ada keistimewaan, ialah mengalami perkembangan yang tepat, karena dhlu jika musim kering sangat kekurangan air, tapi jika musim hujan datang banjir, tapi berkat pekerjaan Komume, bahwa waktu datang banjir bulan Agustus 1983 selama 15 jam tidak mengalami banjir, karena sudah diaturnya jaringan-jaringan air yang dapat menyalurkan 3000 m3. ee Selanjutnya 60% rumah-rumah s: beratap genteng, 40% masih sisa lama 'tapi sudah diatur kebersihannya, dan dalam planing akan diperbarui semua. Kurang lebih 40x sudah mempimyai pesawat radio, mesin jahit dan jam tangan. Kecuali ini dalam Komune sudah ada pos? percobaan bibit, experimen-experimen laboratorium, tempat recearkh, pabrik alat pertanian dan bengkel:. Kenaikan produksi dapat dibandingkan dengan th. 1957-1983, jika dinilai dengan uang perbandingan dari 1, 21 juta yuan menjadi 4,47 juta Yuen. Komune ini telah mempunyai penitipan ka nak-nak musiman, Taman Kanak?, 3 buah klinik, 2 buah rumah sakit, Y sekolah Rakyat, yang tenaga ahlinya termasuk dokternya sendiri dari putra putri Komune itu sendiri. Dengan kenyataan ini adalah membuktikan bahwa kemampuan wanita dalam memimpin desanya dan mempunyai peranan yang tidak kecil, maka sangatlah obyektif jika ordonansi yang melarang adanya lurah wanita ditanah air kita ini segera dicabut, dan direalisasinya peraturan Menteri pada bulan Desember 1962, dan instruksi Menteri tsb. segera ditingkatkan menjadi Undang-undang tentang kepala desa Wanita Pengalaman tentang Koperasi Keradfinan Tangan.: Kerajinan tangan meliputi sulaman, taplak meja, seprei, serbet dil. yang sekarang ini telah menjadi bahan exsport dan dapat mendatangkan devisen Negara Koperasi-koperasi mulai hanya “untuk memberikan Ibu Sumarno dan para delegasi Indonesia lainnya 8 mengagumi sulaman Re- £ publik Rakyat Tiongkok.