Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00154

40 Tahun PKI

Cleaned OCR text (Good (0.915); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === $B 543 134 === [PDF page 2] === THE LIBRARY THE UNIVERSITY OF CALIFORNIA GIFT OF Marvin Rogers === [PDF page 3] === Tata gle d by G Digitize === [PDF page 4] === [Blank page] Digitized by Google === [PDF page 5] === === [PDF page 6] === [Blank page] === [PDF page 7] === tare Henin tow Y wan Uta 40 TAHUN | PKI Jakarta 1960 === [PDF page 8] === 1313. Yogi Te ' o. disusun oleh Lembaga - Sejarah PKI - LOAN STACK GIFT. === [PDF page 9] === INTRODUKSI AS Phas . 40 tahun sudah usia PKI.” “ 23 Mei 1920 — 23 Mei 1960. Pada ulangtahun bersejarah ini layaklah jika hasrat mempelajari sejarah PKI membesar. »40 tahun PKI” ini dapat dipakai untuk mempelajari sejarah PKI, khususnya untuk memahami lebih dalam karya Ketua PKI Kw. D.N. Aidit,,Lahirnya PKI dan perkembangannya”. »40 tahun PKI" ini disusun oleh »Lembaga Sejarah . PKI’, sebuah lembaga yang berada dibawah CC PKI. 40 tahun PKI” ini penting dipelajari, sekalipun dengan ini tidak berarti bahwa sejarah PKI sudah ditulis secara memadai. 40 tahun sudah proses pendewasaan PKI. Di-hari? datang kematangan PKI tentu akan tambah terasa, dalam kehidupan politik maupun dalam kehidupan sosial umumnya dinegeri kita. Peranannyapun mau tak mau akan kian membesar, kian bersifat menentukan. Takkan mungkin orang memahami PKI hariesok, jika tidak difahaminya PKI harilampau dan harikini. Dengan ini diantarkanlah,,40 tahun PKI” selaku penyambut ulangtahun ke-40 PKI. Depagitprop CC PKI Jakarta, 23 Mei 1960. 660 === [PDF page 10] === === [PDF page 11] === Pendahuluan Dengan tulisan ini bukanlah maksud Lembaga Sejarah PKI untuk menuliskan sejarah PKI, tetapi tidak lebih daripada menyampaikan catatan-catatan yang sudah terkumpul dan segera perlu diketahui oleh umum, khususnya oleh mereka yang sedang berusaha untuk mengerti secara ilmiah gerakan klas buruh dan gerakan Rakyat Indonesia, khususnya gerakan PKI. Sejarah PKI bukanlah sejarah yang tenang dan damai, tetapi sejarah yang banyak mengalami pergolakan, sejarah penuh marabahaya, kesalahan dan pengorbanan. Tetapi juga sejarah yang heroik, yang gembira, yang banyak pelajaran dan yang mencatat sukses-sukses, Separoh dari hidupnya, yang sekarang sudah 40 tahun, PKI bergerak dibawah tanah. Sejarah PKI pada hakekatnya adalah sejarah dari perjuangan klas buruh yang memimpin Rakyat Indonesia untuk kemerdekaan nasional dan demokrasi, menuju ke Sosialisme dan Komunisme. Karenanya dalam sejarah Indonesia modern, sejarah PKI menempati kedudukan dan merupakan faktor yang sangat penting. Dalam keadaan seperti sekarang, menuliskan sejarah PKI bukanlah satu pekerjaan yang mudah. Bahan-bahan yang diperlukan masih harus dikumpulkan, penyelidikan-penyelidikan ilmiah harus dilakukan secara tekun. Untuk ini CC PKI telah membentuk badan khusus, yaitu Lembaga Sejarah PKI, pada tgl. 25 Oktober 1959. Satu kenyataan juga bahwa kader-kader yang langsung mengalami kehidupan Partai disekitar tahun-tahun 1920 — 1926 — 1935 === [PDF page 12] === banyak yang telah meninggal. Sedangkan yang masih berada didalam barisan Partai sampai sekarang umumnya tidak memiliki dokumen-dokumen atau bahan-bahan lama dari PKI- Untuk bisa mempelajari sejarah PKI secara obyektif, diperlukan sikap yang tepat, penganalisaan dan penyimpulan-penyimpulan terhadap sesuatu persoalanrya harus secara teliti. Kecenderungan memberi penilaian yang berlebihlebihan terhadap periode yang satu dan meremehkan periode yang lain harus dicegah dan harus dihindarkan memberi penilaian-penilaian yang hanya bersifat menyalahkan saja terhadap pengalaman-pengalaman lama dari Partai.. Disarmiping itu dalam menghargai jasa-jasa kader Partai harus senantiasa diingat peranan massa yang membikin sejarah itu sendiri. Bagi kaum Komunis, mempelajari sejarah PKI harus ditujukan untuk lebih memperbaiki pekerjaan-pekerjaan Partai yang makin berat dan bersegi banyak, pada masakini dan masadatang. Mempelajari sejarah Partai berarti mempersenjatai diri dengan pengalaman? PKI yang kaya. Karena pengalaman-pengalaman itu timbul dari usaha-usaha memadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit Revolusi Indonesia, maka kader-kader Partai dengan mempelajari sejarah PKI akan memiliki kemampuan yang lebih besar lagi dalam mempraktekkan dan mengembangkan teori, dan kemampuan yang lebih besar lagi dalam meningkatkan pekerjaan menggembleng ideologi Partai. Tulisan 40 Tahun PKI ini disusun dengan berpedoman pada tulisan Kawan D.N. Aidit, Ketua CC PKI, Lahirnya PKI dan Perkembangannya, dan sekaligus juga merupakan pengisian fakta-fakta sejarah yang sudah mungkin diisi diantara pilarmerah-pilarmerah yang telah ditancapkan didalamnya. === [PDF page 13] === “- Masa Persiapan Pembentukan PKI Lahirnya Klas Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia - Sejak akhir abad ke-19 imperialisme Belanda telah menancapkan kakinya di Indonesia dan melakukan penghisapan ekonomi dan penindasan politik terhadap Rakyat Indonesia. Dalam mengexploitasi ‘Indonesia, imperialisme Belanda terpaksa membikin jalan-jalan keretaapi, fabrik-fabrik, pelabuhan-pelabuhan, dsb. Dengan timbulnya perusahaan-perusahaan imperialis itu, ‘tumbuhlah klas baru di Indonesia, yaitu klas buruh. Selanjutnya tidak mungkin bisa dicegah, bahwa dengan adanya perusahaan-perusahaan imperialis itu pengaruh kapitalisme merasuk kedalam masyarakat Indonesia. Dalam pada itu klas burjuasi nasional juga tumbuh. Dengan demikian masyarakat Indonesia menjadi masyarakat jajahan dan setengah-feodal. Timbulnya klas buruh, munculnya inteligensia bumi- ' putra, lahirnya nasion dan kesedaran nasional serta timbulnya gerakan untuk kemerdekaan, adalah akibat yang - tidak bisa dihindari dari politik imperialis. , Sudah sejak lahirnya klas buruh Indonesia melawan penghisapan kapital, tetapi pada permulaannya perlawanan itu dijalankan tanpa berorganisasi. Baru pada tahun 1905 berdiri serikatburuh yang pertama SS-Bond (Staats-Spoor, perusahaan keretaapi negara). Tahun 1908 di Semarang terbentuk VSTP (Vereniging van Spoor en Tramwegpersoneel) dan banyak anggota? SS- Bond yang kemudian pindah menjadi anggota VSTP. Sebagai serikatburuh keretaapi, VSTP, sudah memiliki “ sifat-sifat yang mencerminkan perasaan dan fikiran massa kaum buruh, dan sikapnya yang tegas menghadapi ma- === [PDF page 14] === jikan., Kenyataan ini menunjukkan, bahwa klas buruhlah yang lebih dahulu daripada klas-klas lain mengorganisasi diri secara modern. Pada tahun 1908 itu juga sejumlah kaum intelektuil Indonesia mengorganisasi diri dalam Budi Utomo. Kemudian tahun 1911 burjuasi dagang mengorganisasi diri dalam SDI (Serikat Dagang Islam) yang pada tahun 1912 berubah menjadi Serikat Islam ASI). Dijiwai oleh kegiatan VSTP yang semakin militan, dan sejalan dengan peluasan kantor-kantor dagang, bengkel-bengkel, pelabuhan-pelabuhan dan aparat? -birokrasi pemerintahan kolonial Belanda maka tumbuhlah gerakan-gerakan kaum buruh dan gerakan? Rakyat. Lahirnya organisasi-organisasi perjuangan dari berbagai golongan Rakyat yang dipelopori organisasi-organisasi klas buruh ini, merupakan dasar baru bagi gerakan kemerdekaan nasional Rakyat Indonesia. Terbentuknya PSDH dan Perkembangannya Atas inisiatif pemimpin-pemimpin buruh, a.l. H. Sneevliet pada tgl. 9 bulan Mei tahun 1914 di Gedung Marine Surabaya didirikan ISDV (Indiskhe Sociaal Democratiskhe Vereniging) atau Perhimpunan Sosial Demokrasi di Hindia (PSDH), juga diberi arti Samarata, dengan tujuan pokoknya menyebarkan ajaran-ajaran Marxisme dikalangan kaum buruh dan Rakyat Indonesia. Semaun termasuk orang Indonesia pertama yang menjadi anggota PSDH. PSDH menerbitkan suratkabarnya sendiri yang berbahasa Belanda, yaitu Het Vriye Woord (Suara: Merdeka), pada bulan Oktober 1915, dan kemudian dalam bulan Maret 1918 diterbitkan yang berbahasa Indonesia Suara Rakyat. Sebagai organisasi politik, PSDH telah menyusun programnya sesuai dengan tuntutan-tuntutan kaum buruh dan Rakyat, a.l. sebagai berikut: === [PDF page 15] === »Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia: Mempersatukan kaum buruh dan kaum tani untuk ber-sama-sama melawan: Mempersatukan Rakyat, buruh dan tani, segala bang- ' sa dan agama.atas dasar perjuangan klas: Mendidik Rakyat dengan pengetahuan Sosialisme:. Membangunkan koperasi untuk kaum tani: — Menerbitkan suratkabar?; . Menyiarkan buku? Sosialisme: Turut memilih dalam pembentukan badan-badan perwakilan dan berjuang dalam badan perwakilan”. Untuk terutama dapat berhubungan dengan kaum tani, PSDH mengintensifkan pekerjaannya dikalangan massa SI yang sangat besar jumlahnya, disamping pengaruhnya yang telah kuat dikalangan massa kaum buruh. Selanjutnya PSDH bekerjasama dengan Indiskhe Partiy (IP) dalam perjuangan kemerdekaan. PSDH adalah organisasi yang pertama yang menye? barkan Marxisme atau Sosialisme ilmu kepada:klas buruh dan Rakyat pekerja Indonesia lainnya. Sesudah PSDH didirikan, pertumbuhan serikatburuh? dan organisasi-organisasi Rakyat lainnya makin bertambah cepat sebagai tumbuhnya jamur dimusim hujan. Dalam tahun 1916 pegawai-pegawai Indonesia dari Jawatan Pegadaiannegeri mendirikan Perserikatan Pegawai Pegadaian Bumiputra (PPPB). Kaum buruh BOW (Burgerliyke Openbare Werken — pekerjaan umum) mendirikan VIPBOW (Vereniging Inheemse Personeel BOW), para guru mendirikan PGHB (Perserikatan Guru Hindia Belanda), PGB (Perhimpunan Guru Bantu) dan PGAS (Perserikatan Guru Ambakhtsskhool). Kaum buruh Jawatan Candu mendirikan Opiumregiebond. van Nederlands Indie (1915) dan de Opiumregiebond Luar Jawa-Madura (1917): buruh douane dengan Perhimpunan Bumi Putera Pabean. Sangat menarik perhatian bahwa kebangkitan serikat- === [PDF page 16] === - buruh di Indonesia dipelopori oleh kaum buruh atau pegawai pada jawatan-jawatan negeri, yang dapat dimengerti karena disini lebih dulu timbulnya kesedaran dan terdapat pemusatan-pemusatan tenagakerja, sedangkan diperusahaan-perusahaan partikelir lebih terpencar-pencar. Ke- 'adaan ini merupakan peletakan batu'pertama bagi tradisi revolusioner kaum buruh dan pegawai negeri di Indonesia. Kebangkitan serikatburuh di Indonesia tidak semata-mata terdorong oleh kepentingan perjuangan melawan penindasan kapitalisme tetapi juga sebagai akibat penindasan nasional, yaitu penindasan imperialis- 'me Belanda terhadap pembentukan nasion Indonesia. Adanya kebangkitan berserikat secara modern dari kalangan kaum pegawai dan buruh negeri, telah mendorong kaum buruh partikelir untuk membangun serikat- ' buruhnya masing-masing, antara Jain PFB (Personeel Fabrieks Bond) tahun 1919. Ijuga kaum jurnalis Indonesia ikutserta dalam gerakan anti-kolonialisme Belanda dengan mendirikan Yournalisten Bond th. 1914. Dalam kegiatan pers ini dan juga dalam lapangan lain golongan Tionghoa mengambil bagian yang besar. | Mengenai perkembangan gerakan revolusioner - di Indonesia pada waktu itu, Lenin dalam tulisannya yang berjudul Kebangkitan Asia dalam bulan Mei 1913, antara lain mengatakan: »Kapitalisme dunia dan revolusi di Rusia th. 1905 pada akhirnya telah membangunkan Asia". Selanjutnya dikatakan oleh Lenin:,,Suatu perkembangan yang penting yalah penyebaran gerakan demokratis-revolusioner ke Hindia Belanda”. Menurut Lenin, gerakan revo-' lusioner demokratis di Indonesia dilakukan: pertama - oleh massa Rakyat, dimana diantaranya telah bangun gerakan nasionalis Islam, kedua: oleh kaum intelektuil yang dilahirkan oleh perkembangan kapitalisme dan ketiga: oleh orang-orang Tionghoa yang lumayan jumlahnya yang membawa gerakan revolusioner dari Tiongkok. Revolusi Februari 1917 dan kemenangan yang gilang- 10 === [PDF page 17] === gemilang dari Revolusi Sosialis Oktober 1917 di Rusia, mempunyai pengaruh yang sangat besar pada gerakan revolusioner Rakyat Indonesia. Meminjam perkataan Kawan Mau Ce-tung,,Salvo revolusi Oktober menyedarkan kita akan Marxisme-Leninisme......... " Kawan Aidit menyatakan, bahwa,,orang-orang progresif Indonesia tidak ketinggalan dalam menyambut salvo Revolusi Oktober yang besar itu”. (Lahirnya PKI dan Perkembangannya). Diberbagai lapangan didalam masyarakat telah timbul aksi-aksi kaum buruh, kaum tani dan golongan-golongan Rakyat lainnya, sebagai akibat penghisapan kolonialisme Belanda yang semakin intensif selama perang dunia pertama, Pemberontakan? Rakyat telah terjadi di Jambi (Perang Kelambit) th. 1917, Palembang (Pemberontakan Serikat Abang) pada th. 1918, T'yimareme th. 1919, di Semarang (demonstrasi,sCaping kropak”) tahun 1918. Bahkan di Surabaya timbul pemberontakan dikalangan tentara kolonial Belanda tahun 1919. Meningkatnya perjuangan Rakyat Indonesia, dicerminkan dalam tulisan-tulisan pemimpin-pemimpin PSDH, diantaranya tulisan Sneevliet dalam suratkabar-suratkabar De Indier dan Het Vriye Woord, yang antaranya menyatakan:,,............ ‘bunyi lonceng kemenangan Rusia akan sampai terdengar dikota-dikota dan desa-desa negeri ini. Disini Rakyatnya hidup menderita, sepanjang abad Rakyatnya sengsara,............ Revolusi Rusia memberi pelajaran kepada kita. Di Rusia mereka menang sekarang, karena perjuangannya yang terus-menerus. »Perjuangan kita sekarang berat, tetapi tidak boleh lemah, setengah?, bimbang atau tidak yakin. Dia menuritut perjuangan yang penuh dan keberanian yang besar. Tidakkah kalian mendengar lonceng kemenangan itu? Terus berjuang dan hasilnya lain tidak, bahwa Rakyat Jawa dan Indie akan menemukan pula kemenangan sebagai Rakyat Rusia: zegepraal” (Kemenangan). Karena tulisannya itu Sneevliet diseret kepengadilan. 11 === [PDF page 18] === Tetapi sebagai pejuang revolusioner ia memiliki keberanian. Dalam pembelaannya di Pengadilan Semarang November 1917 yang diucapkan selama 3 hari dia menelanjangi kejahatan kolonialisme Belanda. Achirnya Sneevliet diusir oleh Pemerintah kolonial Belanda dari Indonesia tgl. 5 Desember 1918. Dalam hubungan ini, Semaun karena menterjemahkan tulisan Sneevliet tsb. dijatuhi hukuman selama 6 bulan. Pasang-naik gerakan revolusioner pada waktu ini, telah mendorong kaum buruh untuk menyatukan diri dalam satu vaksentral bernama PPKB (Persatuan Pergerakan Kaum Buruh) dalam kongresnya Desember 1919, di Jokyakarta. Juga dikalangan kaum buruh kapal, matros dan marine dalam tahun 1917 di Surabaya telah didirikan Dewan Matros dan Marine. Untuk pertama kalinya kaum matros dan marine ini bersama kaum buruh lainnya di Surabaya, telah memelopori peringatan Hari Buruh 1 Mei dalam tahun 1918. Disamping itu organisasi-organisasi politik telah bersatu dalam Radicale Concenfratie yang didirikan pada tahun 1918. Karena pengaruh PSDH yang makin besar dikalangan massa anggota SI, maka lahirlah pada pokoknya dua aliran didalam tubuh SI, yaitu aliran revolusioner yang bersikap tegas melawan kolonialisme Belanda dan aliran oportunis yang bersikap lunak dan kompromis, yang pertama dikenal sebagai SI-Merah dan yang kedua sebagai SI-Putih. Pembentukan PKI Kemenangan Revolusi Oktober Rusia 1917 yang disambut hangat oleh PSDH dan Rakyat Indonesia, telah ' menempatkan perjuangan untuk kemerdekaan Indone-. sia menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perjuangan proletariat sedunia untuk menghancurkan kapitalisme dan membangun Sosialisme. Arus perjuangan ini telah membikin aliran kanan dalam PSDH 12 === [PDF page 19] === yang diwakili oleh Stokvis semakin terpencil dan akhirnya keluar dari PSDH dengan mendirikan partainya sendiri ISDP (Indiskhe Sociaal Democratiskhe Party) dalam tahun 1917, sebagai cabang dari SDAP Nederland dan pengikut Internasionale ke-Il yang reformis. Aliran revolusioner yang merupakan mayoritet dalam - PSDH menyatukan diri dalam gerakan buruh internasional, Ketika Internasionale keII terbentuk pada bulan Maret 1919 dan atas seruan Lenin agar setiap Partai klas buruh memakai nama Partai Komunis, maka PSDH cepat menyambut seruan tsb. PSDH cabang Semarang yang mewakili jumlah keanggotaan yang terbesar, mengusulkan agar kongres ke-VII PSDH yang akan berlangsung bulan Mei 1920, merupakan kongres perubahan nama dari PSDH menjadi Partai Komunis (el (PKH) atau Partai der Communisten in Indié Ketika Kongres ke-VII PSDH tsb. dilangsungkan tgl. 23 Mei 1920 digedung SI Semarang, terdapat 2 aliran: pertama fihak yang menyetujui perubahan nama yang dipelopori oleh Semaun, Bergsma, disatu fihak dan kedua fihak yang menentangnya yang dikepalai oleh Har- ~ togh. Pokok-pokok fikiran Hartogh bersumber pada peng- Chianat-chianat,,sosialis-merdeka” Jerman yang telah mengzhianati revolusi Jerman tahun 1918 yang terwujud dalam pernyataannya a.l.:,,PSDH harus menjadi tempat dari segala orang yang menamakan dirinya sosialis dan bekerja tanpa mempersoalkan diktatur proletariat dan sistim Sovyet......... proletariat Hindia masih tidur, bangunkan mereka dulu, baru bicara tentang Komunisme”. Sebaliknya fihak yang menyetujui perubahan nama menyatakan bahwa PSDH pada hakekatnya telah lama menjadi Komunis dan tidak mau disebut,,Sosialis” yang hakekatnya sosialis-palsu dari Internasionale ke-II. Terhadap pendiri-pendiri Komintern yang berjuang melawan Internasionale ke-II diberikan salut yang setinggitingginya. " 13 === [PDF page 20] === Achirnya, sesudah melalui perdebatan yang sengit dan lama, Kongres memutuskan ISDV (PSDH) dirobah namanya menjadi PKI dari singkatan Perserikatan Komunis di India atau Party der Bomunisten in Indie. Ke-dua2nya disingkat PKI. Putusan ini disahkan oleh hasil referendum dari cabang-cabang dengan perimbangan suara 33 setuju, 2 menentang dan 1 blanko. Semuanya ini menunjukkan peranan yang penting dari kaum Marxis Indonesia yang tergabung dalam PSDH yang selama 6 tahun telah menyebarkan ajaran-ajaran Marxisme atau Sosialisme mu dikalangan klas buruh dan Rakyat Indonesia. PSIDH 'telah meratakan jalan dilapangan politik, organisasi dan ideologi bagi lahirnya Partai klas buruh Indonesia, yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI). - Perkembangan PKI selama ini dapat dibagi dalam periode-periode sbb.: (II. Pembentukan Partai dan perjuangan melawan teror putih pertama (1920 — 1926). II. Perjuangan dibawah tanah dan front anti-fasis III. Revolusi Agustus dan perjuangan melawan teror putih kedua (1945 — 1951). IV. Penggalangan Front Persatuan Nasional dan Pembangunan Partai (1951 sampai............. ). 14 === [PDF page 21] === Periode Pertama: Pembentukan Partai Dan Perjuangan Melawan Teror Putih Pertama »PKI adalah sintese dari gerakan buruh Indonesia dengan Marxisme-Leninisme. PKI didirikan pada tgl. 23 Mei 1920 bukanlah sebagai sesuatu yang kebetulan, tetapi sesuatu yang obyektif. PKI lahir dalam zaman imperialisme, sesudah di Indonesia ada klas buruh, sesudah di Indonesia dibentuk serikatburuh-serikatburuh dan dibentuk ISDV (Indiskhe Social Democratiskhe Vereniging), sesudah Revolusi Sosialis Oktober Besar Rusia tahun 1917. PKI adalah anak zaman yang lahir pada waktunya." (D.N. Aidit: Lahirnya PKI dan Perkembangannya). | | Kelahiran PKI terjadi dalam situasi revolusioner, dalam situasi gelombang pasang dari aksi-aksi Rakyat ters utama kaum buruh melawan penindasan kolonial yang makin kejam. Sesudah perang kaum imperialis Belanda semakin intensif menghisap Rakyat Indonesia, berhubung semakin banyaknya barang-barang export Indonesia keluar negeri, keuntungan semakin meningkat dengan cepat. Sebagai contoh,,,perseroan dagang Belanda, Handelsvereniging Amsterdam (HVA) telah dapat mengeluarkan 5096 dividen-untuk tahun 1919, dan 60% untuk tahun 1920. Harga gula meningkat luarbiasa, dari f 5,25 per pikul dalam bulan Juli 1918 menjadi f 66,— dalam bulan Mei 1920; kopi Robusta dari f 16,12 per pikul dalam bulan Juli 1918 meningkat menjadi f 76,25 dalam bulan November 1919. Tetapi, “15 === [PDF page 22] === sebaliknya bagi Rakyat, tahun-tahun pertama sesudah perang berarti musim kelaparan." (D.N. Aidit: Sejarah Gerakan Buruh Indonesia, hal. 42). Kemiskinan makin merajalela, kesukaran makin memuncak, ketidak senangan Rakyat terhadap kaum penjajah Belanda makin meluap. Upah riil kaum buruh sangat turun karena naiknya harga-harga barang import, termasuk barang-barang keperluan” se-hari-hari, sedangkan upah tidak ikut naik atau naiknya tidak sepadan dengan naiknya harga-harga barang. Dalam tahun-tahun sesudah perang, telah terjadi berbagai pemogokan kaum buruh, pemberontakan-pemberontakan kaum tani dan perlawanan golongan Rakyat lainnya, terhadap kekejaman kolonialisme Belanda. Situasi revolusioner dalamnegeri berkembang tinggi sebagai akibat dari krisis yang dialami negeri-negeri kapitalis termasuk negeri Belanda yang disebabkan oleh peperangan dunia pertama yang baru selesai. Karenanya- semua klas yang dirugikan oleh imperialisme ber-siap-siap melancarkan perlawanan yang lebih teratur dan terbuka. Meletusnya Revolusi Oktober Besar tahun 1917 yang mencapai kemenangan gemilang di Rusia, memberi in- _ spirasi, kesedaran dan pandangan baru pada Rakyat Indonesia, terutama pada kaum buruh dan kaum intelektuil yang paling maju. Revolusi Oktober tidak hanya memberi suluh dan harapan bagi Rakyat Indonesia, tetapi ia juga memberi pelajaran yang sangat penting pada Rakyat dan.kaum buruh Indonesia tentang lahirnya suatu Partai tipe baru, yaitu bentuk tertinggi dari organisasi klas proletar yang bersenjatakan ajaran-ajaran Marx dan Lenin, yang mempunyai anggota-anggota dari klas pekerja yang paling sedar, yang organisasinya didasarkan kepada prinsip sentralisme demokratis, mempunyai disiplin yang kuat, memakai metode selfkritik dan berhubungan erat dengan massa. Inilah Partai tipe Lenin, Partai Komunis.. Semua ini membuktikan bahwa syarat-syarat kelahiran PKI telah menjadi lengkap dan bahwa PKI adalah anak 16 === [PDF page 23] === zaman yang akan melahirkan zaman (sajak D.N. Aidit »Sekarang Ia Sudah Dewasa”,,,Bintang Merah”, th.: “1956, halaman 188). PKI adalah sebagai anak zaman yang pada waktunya akan melahirkan zaman baru, yaitu zaman dimana tidak ada penindasan atas manusia oleh manusia yang lain, zaman Sosialisme dan Komunisme. Arti sejarah dari lahirnya PKI Berdirinya PKI mempunyai arti sejarah yang sangat besar, karena sejak itulah klas 'buruh Indonesia mempunyai Partainya sendiri. Bagi gerakan kemerdekaan nasional berdirinya PKI mempunyai arti sejarah yang sangat besar, karena sejak itulah gerakan kemerdekaan nasional mendapatkan intinya yang sedar. Hal ini di- “buktikan dalam perjuangan PKI selanjutnya bahwa PKI tidak hanya memimpin dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan klas buruh, tetapi juga memimpin dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan klas tertindas lainnya serta kepentingan seluruh nasion, sehingga PKI merupakan Partai yang berdiri didepan dalam perjuangan nasional untuk menghapuskan imperialisme dan feodalisme di Indonesia. Dengan demikian kelahiran PKI berarti vonis - hukuman mati bagi imperialisme dan feodalisme. Dalam arti lain telah dihunjamkan tonggak sejarah tanda kemenangan, tanda kemerdekaan nasional dan pembebasan sosial Rakyat pekerja Indonesia. Kebenaran ini dibuktikan oleh perkembangan sejarah dari perjuangan Rakyat selanjutnya. Bahwa sejak lahirnya PKI, Rakyat Indonesia telah memiliki organisasi perjuangan yang modern dibawah pimpinan klas buruh yang semakin meluas dan kuat. Demikian pula sejak itu garis politik dari perjuangan Rakyat Indonesia pada pokoknya sudah tepat yaitu, perjuangan anti-imperialisme Belanda, Garis politik yang tepat ini telah menyatukan perjuangan Rakyat Indonesia dengan perjuangan 17 === [PDF page 24] === Rakyat-rakyat dan klas buruh sedunia melawan imperialisme. Berdirinya PKI juga mempunyai arti penting dalam front ideologi, yang terletak pada suatu kenyataan sejarah, bahwa Indonesia yang agraris dan ekonomi terbelakang mulailah terbuka pendobrakan oleh Marxisme (Sosialisme ilmu) terhadap segala macam pandangan kolot dan idealis yang meracuni massa Rakyat. Ini adalah suatu peristiwa sejarah yang penting dalam perkembangan kebudayaan Rakyat Indonesia. Permulaan tradisi PKI yang baik dalam gerakan buruh Berdirinya PKI mendapat sambutan yang hangat dari massa luas. Tidak hanya disambut oleh kaum buruh dan kaum tani tetapi juga dari kalangan serdadu-serdadu dan matros-matros Hindia Belanda. Segera sesudah PKI terbentuk organisasi dan keanggotaannya berkembang cepat dan meluas ke-daerah-daerah. Dalam waktu yang tidak lama kaum Komunis sudah mempunyai pengaruh yang besar dalam PPKB (Persatuan Pergerakan Kaum Buruh). Pada tahun 1920 PPKB telah menghimpun lebih dari 22 serikatburuh dengan keanggotaan seluruhnya 72.000. Pengaruh kaum Komunis terutama dengan melalui VSTP yang terkenal sebagai serikatburuh yang militan. Dalam Kongres pertama PPKB bulan Agustus 1920 di Semarang mulai kelihatan pertentangan antara aliran revolusioner yang diwakili oleh kaum Komunis dan aliran reformis yang diwakili oleh beberapa pemimpin SI. Aliran reformis mengecilkan peranan dari vaksentral dan tidak menghubungkan aksi kaum buruh dengan perlawanan anti-kolonialisme. Pertentangan ini tidak dapat diselesaikan dalam kongres, tetapi terjadi semacam,,kompromi" untuk mempertahankan keutuhan PPKB. Ujud dari,,kompromi" ini terlihat didalam susunan pengurus dimana kaum revolusioner dari kaum 18 === [PDF page 25] === reformis masih memimpin PPKB bersama-sama. Sejak mulai berdirinya, dibawah: pengaruh yang besar dari kaum Komunis PPKB sudah dihadapkan pada pekerjaan yang banyak karena dimana-mana timbul pemogokan-pemogokan, seperti a.l. dalam bulan Agustus 1920 pemogokan kaum buruh diseluruh jalan keretaapi-keretaapi Semarang — Cirebon, yang menuntut kenaikan upah serta 8 jam kerja sehari: di Sumatera Timur pada permulaan September 1920 pemogokan dikalangan kaum buruh keretaapi DSM (Deli.Spoor Maatskhappiy): pemogokan buruh BPM (Bataafse Petroleum Maatskhappiy) di Pangkalan Brandan. Dalam bulan November 1920 terjadi pula sejumlah konflik perburuhan di Surabaya yang menyebabkan pecahnya pemogokan diberbagai perusahaan. Dalam tahun. 1921 pecah pemogokan buruh-buruh percetakan Belanda di Semarang. Kemudian dalam tahun yang sama pemogokan umum dari kaum buruh gula. Tahun 1923 menyusul pula pemogokan buruh-buruh pegadaian yang diikuti oleh 5000 orang. Pemogokan-pemogokan itu diantaranya ada yang mengakibatkan penutupan perusahaan-perusahaan, sampai tuntutan-tuntutan kaum buruh dipenuhi oleh fihak majikan. Diantara pemogokan? ada yang berlangsung sampai selama 2 bulan. Untuk menindas gerakan buruh, Pemerintah kolonial Belanda bulan Mei 1923 mengeluarkan artikel 161, bis (larangan mogok). Demikianlah pada tahun-tahun selanjutnya pemogokan dan aksi-aksi Rakyat-rakyat Yainnya makin meningkat jumlahnya. Pemogokan-pemogokan kaum buruh pada tahun 1920-1923 umumnya berakhir dengan kemenangan-kemenangan yang memuaskan. Kemenangan-kemenangan ini memberikan semangat dan kegembiraan berjuang kepada kaum buruh, mendidik kaum buruh akan pentingnya organisasi dan disiplin. Dalam aksi-aksi ini, telah terbuka pula kebobrokan peraturan-peraturan perburuhan kolonial. Hampir seluruh serikatburuh ini memiliki organnya sendiri, seperti Suara Bekelai (PPKB), Si Tetap dan 19 === [PDF page 26] === Volharding (VSTP), Suara Postel, Suara Buruh Gula, Suara Buruh Tambang, Batery dari buruh mobil, Jangkar dari buruh pelabuhan, dil. Kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh gerakan buruh membikin kuatir pemerintah kolonial Belanda. Yang lebih mengkhawatirkan yalah, bahwa pengaruh kaum Komu-. nis dalam serikatburuh-serikatburuh makin bertambah besar. Melihat pengaruh kaum Komunis yang semakin besar ini, pemerintah kolonial Belanda dengan menggunakan kaum reformis berusaha keras untuk memisahkan geiakan buruh dari pengaruh PKI, dengan jalan memecahbelah PPKB, menimbulkan,,stakingbrekers”, mengadu-domba orang-orang SI dan PKI dalam gerakan buruh, dsb. | Karena bantuan-bantuan dan hasutan?2 dari pemerintah kolonial Belanda kepada kaum reformis, maka pertentang - an-pertentangan didalam PPKB makin bertambah me-.runcing, Tahun 1921 perpecahan tidak bisa dihindari dan akhirnya terjadilah 2 macam vaksentral PPKB yang reformis di Jokyakarta dan Revolutionaire Vakcentrale yang revolusioner di. Semarang. Semua ini membuktikan bahwa sudah sejak lahirnya, PKI memiliki tradisi yang baik dalam gerakan buruh. PKI tidak hanya memberikan pimpinan yang baik kepada aksi-aksi kaum buruh, tetapi PKI juga sudah melakukan perlawanan-perlawanan yang sengit terhadap elemen reaksioner yang merusak gerakan buruh. PKI pada masa kanak?nya Segera sesudah berdirinya, PKI menggabungkan diri kedalam Komintern, yang diputuskan oleh konferensinya Desember 1920 di Semarang. Dengan demikian PKI telah menyatukan dirinya kedalam gerakan Komunis internasional. Takut akan semakin majunya pengaruh PKI dalam === [PDF page 27] === SI, yang berarti semakin meluasnya sayapkiri dikalangan SI, pimpinan sayap kanan SI mengeluarkan peraturan yang melarang anggota?nya masuk dalam organisasi (lain, terkenal dengan apa yang dinamakan partai-disiplin. Untuk mengatasi ini, dalam konferensinya bulan Desember 1921 PKI menyetujui terbentuknya SI Merah, sebagai,,onderbouw” PKI. SI Merah ini kemudian dalam konferensi PKI Maret 1923 di Bandung/Sukabumi, diubah menjadi Sarekat Rakyat (SR). SI Merah dan SR ini mempunyai keanggotaan yang luas dalam kalangan kaum tani. ' Dalam Kongres bulan Juni 1924 di Jakarta di gedung,,Alhambra”" nama Partai yang pada waktu dibentuknya Perserikatan Komunis India diubah menjadi Partai Komunis Indonesia: (PKI). Selain itu telah disahkan pula anggaran dasar Partai atau,,Partai Reglement” yang baru beserta program perjuangannya. Hoofdbestuur disingkat HB (CC) dipindahkan dari Semarang ke Jakarta. Telah disahkan pula" terjemahan Manifes Partai Komunis dalam bahasa Indonesia oleh Partondo. Kongres juga telah memilih Alibasah Winanta sebagai Ketua menggantikan Semaun, Budisucitro sebagai Sekretaris dan antaranya Aliarkham, Alimin, Musso sebagai anggota pimpinan lainnya. Dalam Kongres PKI di Kota Gede, Yogyakarta, bulan Desember 1924, dicatat bahwa PKI mempunyai 38 Seksi yang meliputi 1.140 anggota, sedangkan Sarekat Rakyat, .onderbouw PKI", mempunyai 46 Seksi dan meliputi 31.000 anggota. Dalam Kongres terpilih Sarjono sebagai Ketua mengganckan Alibasah Winanta. Dilapangan pers, Partai juga mencatat prestasi yang tinggi, sebagai alat agitasi dan propaganda, terutama dalam membangkitkan semangat perlawanan Rakyat pekerja. Disamping Suara Rakyat dan Communigue yang merupakan organ central Partai, di-daerah? juga terbit organ? Partai seperti Api di Semarang. 21 === [PDF page 28] === Nyala di Jakarta, Mowo di Solo, Proletar di Surabaya, Panas di Sumatera Barat, Titir di Bandung, Jam di Palembang, Berani di Pontianak, Suara Kita di Sumatera Timur, Jago-Jago di Sumatera’ Barat, De Klok di Jakarta dll. Penerbitan suratkabar-suratkabar Partai ini dilakukan dengan keuletan dan ketekunan yang luarbiasa oleh petugas-petugas Partai. Dengan “kemampuan yang masih sangat terbatas Partai membuka kursus-kursus untuk memberikan' didikan politik dan ideologi kepada kader-kader dan para anggota. Kekurangan yang sangat terasa didalam mengadakan kursus-kursus itu yalah, mengenai bahan pelajaran karena buku-buku teori sebagai akibat dari peraturan-peraturan yang dibikin oleh pemerintah kolonial Belanda, dilarang keras masuk ke Indonesia. Adapun faktor-faktor yang memungkinkan PKI dalam waktu yang singkat berkembang dengan cepat dan mempunyai pengaruh yang besar dikalangan massa yalah, karena Rakyat sudah sangat menderita sebagai akibat penindasan, penghisapan dan. penghinaan kolonialisme. Dalam situasi yang demikian itu PKI tampil kedepan dengan sikap politik yang pada pokoknya sudah tepat yalah, politik anti-imperialisme. Politik Partai ini diperlihatkan oleh kader-kader Partai dengan segala perbuatannya dalam memimpin Rakyat. Tetapi, sebagaimana yang dinyatakan Kw. Aidit dalam Lahirnya PKI dan Perkembangannya: Simpati yang luas dari massa dan anggota Partai yang banyak tidak dapat dikonsolidasi oleh Partai. Partai memang telah berbuat yang penting dengan membangunkan semangat anti-imperialisme Belanda dikalangan Rakyat, tetapi Partai tidak mampu mengkonsotidasi apa yang sudah dicapainya”. Selanjutnya dikemukakan pula kesalahan-kesalahan pokok pemimpin? PKI ketika itu, yalah: »Mereka telah menjadi mangsa dari semboyan? ke-kirilan, tidak berusaha keras untuk menjelaskan keadaan, mau memecahkan semua soal dengan satu kali 22 === [PDF page 29] === pukul seperti: melikwidasi feodalisme, melepaskan diri dari Belanda, menghancurkan semua kaum imperialis, menggulingkan pemerintah yang reaksioner, melikwidasi.kaum tanikaya, melikwidasi kaum burjuis nasional. Dengan sendirinya, akibat dari semua ini yalah timbul persatuan diantara musuh yang sejati dengan yang bisa menjadi musuh untuk bangkit melawan Partai. Ini berakibat Partai mengisolasi diri sendiri dan ini sangat melemahkan Partai”. Mengenai kelemahan-kelemahan PKI ketika itu, laporan umum Kongres Nasional ke-V PKI bulan Maret 1954,,,Jalan ke demokrasi Rakyat bagi Indonesia", menyimpulkan sbb.: »Partai masih gelap samasekali tentang perlunya bersatu dengan burjuasi nasional, dimana slogan Partai yalah 'sosialisme sekarang juga', 'sovyet Indonesia' dan ‘diktatur proletariat’, Penyelewengan kekiri daripada ini dikritik secara tepat dan kena oleh Stalin dalam pidatonya dimuka pelajar? Universitas Rakyat Timur pada tgl, 18 Mei 1925, dimana dikatakannya bahwa penyelewengan kekiri ini mengandung bahaya mengisolasi Partai dari massa dan mengubah Partai menjadi sekte”. Anggaran Dasar dan Anggaran Tetangga PKI ketika itu, dengan jelas menunjukkan kelemahan2nya dilapangan organisasi dan program, misalnya: dalam hal,maksud” dinyatakan,,mempersatukan proletariat dengan kaum tani untuk melakukan perlawanan klas terhadap modal asing dan bumiputera” disamping ini menggunakan semboyan-semboyan — sosialisme sekarang juga, diktatur proletariat dan Sovyet Indonesia”. Mengenai keanggotaan dinyatakan, selainnya menerima keanggotaan perseorangan juga organisasi-organisasi sebagai anggota luarbiasa. Karena kesalahan2nya dilapangan organisasi, Partai makin kurang kemampuannya memimpin aksi-aksi Rakyat yang makin banyak jumlahnya dan makin rumit per- 23 === [PDF page 30] === soalan-persoalannya. Semua ini menunjukkan bahwa masalah pembangunan Partai ketika itu belum mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari pimpinan Partai. Pendidikan teori Marxisme-Leninisme belum diadakan oleh Partai, elemen-elemen oportunis kanan maupun,,kiri" merajalela didalam Partai, prinsip-prinsip organisasi Leninis belum dikenal oleh Partai. Demikian pula Partai ketika itu masih gelap samasekali tentang perlunya bersatu dengan klas-klas lain yang anti-imperialisme termasuk klas burjuis nasional. Dengan demikian Partai dihinggapi penyakit,,kanak-kanak” yang membikin Partai terisolasi dari massa yang luas. Keadaan ini sangat menguntungkan pemerintah kolonial Belanda yang selalu berusaha memencilkan PKI dari gerakan kemerdekaan nasional. Jelaslah bahwa Partai ketika itu sangat lemah dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Tetap: dengan segala kekurangan2nya, kader-kader dan anggota? PKI dengan tekad yang bulat, tidak mementingkan diri sendiri dan dengan semangat Partai yang tinggi telah berusaha mengabdikan dirinya pada kepentingan proletariat dan Rakyat Indonesia. Karena itu Partai telah berbuat sesuatu yang sangat penting, yaitu membangunkan semangat anti-imperialisme Belanda dikalangan massa Rakyat Indonesia. PKI adalah Partai yang timbul dibarisan paling depan sebagai kampiun anti-imperialisme. Perjuangan melawan teror putih Untuk menghancurkan PKI yang semakin meluas pengaruhnya dan semakin meningkatnya aksi-aksi Rakyat sekitar tahun 1925/1926 pemerintah kolonial Belanda mengambil tindakan-tindakan yang sangat provokatif, seperti menutup Sekolah? Rakyat yang didirikan oleh PKI, menangkapi pemimpin-pemimpin kaum buruh dan kaum tani, me- 24 === [PDF page 31] === nutup secara paksa dan mengadakan penggeledahan dikantor? PKI, SR dan -serikatburuh-serikatburuh. Disamping itu pemerintah kolonial Belanda membentuk organisasi teroris Sarekat Hejo, yang telah menimbulkan kekacauan dan pembunuhan-pembunuhan dikalangan kaum tani, terutama didaerah Priangan, Selanjutnya dikeluarkan pula art. 153 bis dan ter pada bulan Mei 1926 yang melarang kebebasan bergerak, bersidang, berbicara dan menulis, yang mengakibatkan 30 majalah dan suratkabar-suratkabar revolusioner dilarang terbit, dan redaktur2nya ditangkap. . Pemimpin? PKI seperti Aliarkham, Marjohan, Haji Misbakh, Haji Datuk Batuah, Natar Zainudin, dll. dinyatakan sebagai orang-orang yang membahayakan ketertiban umum “dan diasingkan. Hanya beberapa orang pemimpin PKI yang di-kejar-kejar pemerintah kolonial berhasil meloloskan diri keluarnegeri, a.l. Alimin dan Musso. Provokasi-provokasi pemerintah kolonial Belanda ini disambut oleh Rakyat dengan semangat perlawanan yang tinggi. Semangat yang tinggi tetapi tidak diikuti oleh pengorganisasian yang rapi dan kewaspadaan revolusioner yang: tinggi pula mengakibatkan timbulnya aksi-aksi spontan yang tak terkendalikan. Dalam keadaan yang demikian itu, dimana kader PKI banyak meringkuk dalam penjara, diasingkan, atau diluarnegeri, dengan timbulnya aksi-aksi spontan kaum tani itu menjadi lebih-lebih lagi tidak memperoleh pimpinan un-' tuk bisa disalurkan menjadi aksi-aksi yang terorganisasi sebagaimana mestinya. Situasi ini justru menguntungkan pemerintah kolonial Belanda yang sudah bersiap- - siap menghancurkan PKI dan gerakan revolusioner lainnya: Untuk menentukan sikap Partai menghadapi provokasi pemerintah kolonial Belanda yang telah memancing bangkitnya perlawanan? Rakyat, PKI mengadakan konferensi di Prambanan (Surakarta) pada akhir tahun 1925. Didalam pertemuan itu telah ditentukan sikap Partai, untuk melawan provokasi-provokasi tersebut. 25 === [PDF page 32] === Karena pengejaran-pengejaran yang makin diperhebat untuk menangkap pemimpin-pemimpin PKI," beberapa anggota CC menghindarkan diri ke Singapura untuk berhubungan dengan pemimpin-pemimpin PKI lainnya yang sedang berada diluarnegeri. Pemerintah kolonial Inggris di Singapura mencium jejak-jejak mereka dan berusaha keras untuk menangkapnya, tetapi berkat keuletannya usaha-usaha itu tidak berhasil. Sementara itu dibeberapa tempat di Indonesia aksi-aksi Rakyat semakin sengit, bahkan sampai meningkat kepada pemberontakan kecil2an di-desa-desa. Dalam keadaan yang demikian, meletusnya suatu pemberontakan Rakyat, tidak bisa dihindarkan! Setelah melihat kenyataan bahwa meletusnya pembe- — rontakan Rakyat tidak mungkin dicegah, PKI tampil kedepan untuk memberikan pimpinannya, dengan membentuk comite-comite pemberontak. Ini adalah sikap yang sangat tepat dari Partai. Hanya dengan sikap PKI ini pemberontakan yang tidak bisa dihindarkan itu bisa bermanfaat bagi gerakan Rakyat, karena dengan demikian ia menjadi aksi politik yang penting. Dalam persiapan pemberontakan ini tidak sedikit kader-kader wanita a.l, Munasiah, Sukaesih, dll. yang ikut mengambil bagian aktif, bahkan tidak jarang mereka mendapat tugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang gawat dan bertanggungjawab. Pada malam tanggal 12/13 November 1926 telah meletus pemberontakan kaum tani didesa Menes (Banten). Pada malam itu juga terjadi penyerbuan terhadap penjara Glodok dan Kantor Tilpon Kota di Pemberontakan-pemberontakan ini menjalar keberbagai daerah, seperti Priangan, Surakarta, Kediri dll. daerah di Jawa. Kemudian pada malam tanggal 1 Januari 1927. terjadilah pemberontakan di Silungkang (Sumatera Barat). Pertempuran antara Rakyat dengan alat-alat pemerintah 26 === [PDF page 33] === kolonial di Banten berlangsung sampai satu bulan. Dex. ngan persenjataan yang sederhana Rakyat menyerang: pos-pos polisi, memutuskan hubungan-hubungan tilpon, merusak jalan keretaapi, membikin rintangan-rintangan jalan, dsb. Karena pemerintah kolonial Belanda mempunyai persenjataan jauh lebih lengkap daripada kaum pemberontak maka kekuatan? Rakyat bisa dipatahkan satu. demi satu. Dalam pertempuran-pertempuran ini kader-kader PKI menunjukkan sikap yang gagahberani dan keteguhan re-- volusionernya menjulang tinggi. Tidak sedikit kader-kader PKI harus lebih dahulu mengorbankan jiwanya untuk: menyerang tangsi-tangsi marsosé dan polisi. Tidak sedikit. penduduk Tionghoa yang turutserta dalam pemberontakan Rakyat ini. Mereka menjadikan rumahnya tempat: pembikinan amunisi dan rela mengorbankan jiwanya. Menghadapi pemberontakan ini, pemerintah kolonial: Belanda menjadi kalangkabut, SOB diumumkan, PKI " dan SR dinyatakan sebagai organisasi terlarang, warga-- negara Belanda dan Eropa lainnya dipanggil untuk memanggul senjata. Kemudian dilancarkan tindakan-tindakan: tanganbesi yang akhirnya mengakibatkan kalahnya pem-: berontakan Rakyat. Dalam keadaan dimana pemerintah kolonial menggunakan tanganbesinya terhadap PKI, watak kaum re-- formis Haji Agus Salim dkk sudah tidak bisa disembunyikan lagi. Mereka secara terang2an memihak pemerintah kolonial, terang2an menjadi reaksioner, dan. dalam hati mereka sangat bergembira bahwa kekuatan. Rakyat dirusak-binasakan. Sebagai akibat dari kekalahan ini, tidak kurang dari 13.000 orang ditangkap, diantaranya 4.500 dijatuhi hukuman penjara dan lebih dari 1.300 orang dibuang ketanah-pembuangan Digul. Diantara yang dijatuhi hukuman tidak sedikit pemimpin-pemimpin penting PKI yang ha-- rus menjalani hukuman gantung seperti: Egom, Dirja: dan Hasan (Jawa Barat), Manggulung, Sipatai dan Siganjil (Sumatera Barat) dan banyak lagi di-daerah-daerah 27 === [PDF page 34] === lain seperti di Jakarta, Banten dil. Dengan korban-korban yang begitu besar, PKI kehilangan sejumlah kader2nya, terutama kader-kader pimpinan. Dalam menghadapi teror putih ini, kader-kader Partai menunjukkan keteguhan dan heroisme-revolusioner yang tinggi. Dengan keikhlasan yang luarbiasa mereka memikul segala risiko perjuangannya. Dengan senyum dibibir mereka menaiki tiang-gantungan dan dengan mengucapkan semboyan-semboyan revolusioner, mereka menuju ketanah-pembuangan Digul. Dalam penjara dan pembuangan, kader-kader PKI di-tengah-tengah pen- -deritaan yang berat, senantiasa berusaha menjunjung tinggi semangat Komunisnya. Aliarkham, seorang pemimpin PKI yang terkemuka, selama dipembuangan Digul tidak pernah menghentikan kegiatannya mendidik anggota-anggota Partai dengan semboyannya yang terkenal: Berjuang dan belajar, tanpa belajar tak mungkin bisa berjuang. Dalam keadaan pemberontakan mengalami kekalahan, 'Tan Malaka yang ketika itu salah seorang pemimpin PKI, bukan hanya menyalahkan pemberontakan saja, tetapi juga menyalahkan PKI dan secara terang2an melakukan kegiatan trotskis dengan mendirikan partai baru, yaitu PARI (Partai Republik Indonesia). Selama dan sesudah kekalahan pemberontakan, kelemahan? Partai diberbagai lapangan makin menonjol, terutama tidak adanya kebulatan didalam pimpinan Partai mengenai pemberontakan itu sendiri. Kaum trotskis -sangat giat menimbulkan pertentangan didalam Partai, khususnya tentang pro dan kontra pemberontakan. Karena kelemahan2nya, Partai tidak mampu mengkoordinasi antara aksi-aksi disatu tempat dengan di-tempat? lainnya, demikian pula dalam menghubungkan aksi? kaum tani didesa dengan aksi-aksi kaum buruh di-kota-kota. Pemberontakan Rakyat 1926 yang dipimpin oleh proletariat, adalah pemberontakan nasional yang pertama, suatu pemberontakan setelah ada nasion dan yang didukung oleh banyak sukubangsa dari dua pulau besar 28 === [PDF page 35] === yang terpenting, yaitu Jawa dan Sumatera. Ia tidak saja menggoncangkan sendi-sendi kekuasaan kolonialisme Belanda di Indonesia, tetapi juga telah memberikan sumbangan yang penting bagi perjuangan Rakyat pekerja sedunia melawan imperialisme. Mengenai Pemberontakan 1926 Ir, Sukarno dalam bukunya,,Sarinah” menyebutkan sbb.: »Partai Komunis dan Sarekat Rakyat mengamalkan cinta tanahair untuk menentang penghisapan golongan buruh dan tani oleh imperialisme”. Dalam menilai periode pertama ini, Kawan D.N. Aidit dalam Lahirnya PKI dan Perkembangannya me- — nyimpulkan sbb.. »Kesimpulan - dari semuanya yalah, bahwa pimpinan PKI belum mampu memperpadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia, karena pimpinan PKI belum memiliki teori Marxisme-Leninisme dan belum mempunyai pengertian tentang keadaan sejarah dan masyarakat Indonesia, tentang tanda-tanda istimewa revolusi Indonesia dan tentang hukum-hukum revolusi Indonesia. Akibatnya yalah, bahwa Partai tidak mengetahui tuntutan pokok yang obyektif dari Rakyat Indonesia, tuntutan yang menghendaki lenyapnya imperialisme dan feodalisme serta terwujudnya kemerdekaan nasional, demokrasi dan kebebasan. Selanjutnya pimpinan Partai tidak menginsyafi bahwa untuk mencapai tuntutan pokok ini harus digalang front persatuan yang luas antara klas buruh, kaum tani, burjuasi kecil kota dan burjuasi nasional, yang bersendikan pecsekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Dari tidak adanya pengertian tentang semuanya ini timbullah dikalangan pimpinan Partai ketika itu fikiran? keliru yang mengira bahwa,,kaum tani tidak bisa dipercaya dalam semua aksi", bahwa,,kaum pertengahan dan kaum terpelajar sudah menjadi alat kaum modal", bahwa PKI harus,,anti semua kapitalisme”, bahwa semboyan PKI adalah,,sosialisme sekarang juga”,,,sovyet 29 === [PDF page 36] === Indonesia”,,,diktatur proletariat” dsb.” » Walaupun dalam tingkat ini organisasi Partai ber-.kembang, tetapi Partai tidak diperkokoh. Anggota-anggota dan.kader? Partai tidak diperteguh dalam ideologi dan poditik, dan mereka tidak mendapat pendidikan Marxisme- Leninisme yang diperlukan. Elemen-elemen yang aktif didalam Partai tidak dapat dijadikan tulangpunggung Partai. Dalam keadaan genting menghadapi provokasi dan teror putih pertama elemen-elemen yang berkuasa didalam pimpinan Partai tidak dapat memimpin seluruh Partai untuk.menyelamatkan Partai.” »Pokoknya, PKI dalam tingkat pertama ini tidak berpengalaman dalam dua soal pokok, yaitu (1) dalam soal front persatuan dan (2) dalam soal pembangunan Partai. === [PDF page 37] === Periode kedua: Perjuangan Dibawah Tanah dan Front: Anti Fasis Sesudah pemberontakan mengalami kekalahan, PKI secara resmi dinyatakan terlarang oleh pemerintah kolonial Belanda dan teror putih merajalela, PKI terpaksa bekerja dibawah tanah. »Berhubung dengan PKI tidak bisa lagi bekerja legal dan karena tertarik oleh slogan-slogan kiri, massa revolusioner yang tadinya dipimpin oleh"PKI menyambut partai nasionalis kiri, PNI (Partai Nasional Indonesia), yang didirikan dalam tahun 1927. Kader-kader dan anggota? PKI banyak yang memasuki partai kiri ini disamping memasuki organisasi-organisasi massa. Tetapi kegiatan-kegiatan kader? dan anggota? PKI ketika itu tidak terpimpin baik, karena PKI belum mempunyai pimpinan Central yang baru”. (D.N. Aidit Lahirnya PKI dan Perkembangannya). Dengan berdirinya PNI tgl. 4 Juli 1927, Ir. Sukarno menyatakan:,,Imperialisme Belanda pada waktu itu 'baru saja mengamuk tabula rasa dikalangan kaum Komunis. Partai Komunis Indonesia dan Sarekat Rakyat dipukulnya dengan hebatnya, ribuan pemimpinnya dilemparkannya dalam penjara dan dalam pembuangan Boven Digul. Untuk meneruskan perjuangan revolusioner, maka saya mendirikan Partai Nasional Indonesia” Gerakan kemerdekaan Indonesia untuk sementara mengalami masa menurun. Tidak hanya PKI dan SR yang dilarang, tetapi juga serikatburuh-serikatburuh mengalami kerusakan-kerusakan yang sangat berat dan menjadi lumpuh. Hanya beberapa serikatburuh yang kemudian dibangun 31 === [PDF page 38] === lagi dapat bekerja meneruskan perjuangannya seperti SKBI (Serikat Kaum Buruh Indonesia) dibawah pimpinan kader-kader PKI yang tidak tertangkap. Tetapi sesudah diketahui bahwa organisasi-organisasi itu dibangunkan oleh anggota-anggota PKI yang bergerak secara ilegal, pemerintah kolonial segera membubarkannya dan menangkapi pemimpinnya., Anggota-anggota PKI yang tinggal didorong oleh rasatanggungjawab yang besar terhadap perjuangan Rakyat, mengorganisasi diri dalam grup-grup ilegal yang terpencar-pencar dan tidak hubungan satu sama lain. Tetapi karena kegiatan2nya akhirnya grup-grup ilegal itu dapat berhubungan satu dengan lainnya, sehingga berwujud jaringan-jaringan organisasi-organisasi Partai tanpa pimpinan Central. Tetapi usaha-usaha untuk membangun PKI kembali ketika itu masih mengalami kesulitan-kesulitan. Dengan semangat Komunisnya dan berpegangan pada garis politik Partai yang sudah mereka miliki, yaitu politik anti-kolonialisme Belanda, anggota-anggota Partai menitik-beratkan kegiatannya dilapangan agitasi dan propaganda. Demikian juga anggota-anggota PKI yang berada diluarnegeri, terutama yang ' berada di Nederland terus melakukan kegiatan-kegiatan untuk membantu Partai yang sedang dalam keadaan sulit. Mereka membentuk Biro Luarnegeri PKI yang mengadakan hubungan dengan grup-grup atau kader? Partai di Indonesia. Masuknya orang-orang Komunis sebagai anggota PNI ternyata telah memberi sumbangan yang penting dilapangan politik dan organisasi dalam mendorong perluasan serta perkokohan partai nasionalis kiri ini. PNI yang berhaluan progresif mendapat sambutan yang cukup hangat dari Rakyat, sehingga organisasi dan pengaruhnya berkembang cepat. Tetapi pengaruhnya yang luas dikalangan Rakyat itu tidak dapat dikonsolidasi menjadi kekuatan untuk mengadakan aksi-aksi menghadapi tindakan-tindakan reaksioner dari pemerintah kolonial Belanda. Dijiwai oleh perjuangan Rakyat Indonesia yang 32 === [PDF page 39] === revolusioner, juga oleh pemberontakan 1926, pada tanggal 28/10-1928, lahirlah Sumpah Pemuda, yaitu kebulatan tekad pemuda Indonesia dari berbagai sukubangsa dan berbagai aliran politik, yang menyatakan: Berbangsa, berbahasa dan ber-tanahair satu, yaitu Indonesia. ' Melihat makin meluasnya PNI dikalangan Rakyat, pemerintah kolonial segera mengadakan pukulan-pukulan terhadap partai ini, tokoh2nya yang penting ditangkap, dipenjarakan dan dibuang a.l. Ir. Sukarno. Karena pukulan-pukulan itu PNI dibubarkan oleh pimpinannya secara sukarela. Dalam keadaan sedemikian itu dimana PKI dan partai nasionalis kiri dipukul oleh pemerintah kolonial, kaum nasionalis kanan yang bersatu dalam PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) mempererat kerjasamanya dengan pemerintah Belanda. Mereka ini disebut oleh Belanda kaum,,nasionalis yang sehat”, karena kegiatannya tidak bertentangan dengan kepentingan pemerintah kolonial Belanda. Pemimpin? SI al. Agus Salim melihat terpukulnya PKI mencari kesempatan untuk meluaskan pengaruhnya. Tetapi usaha ini tidak berhasil. Kemudian sesudah tahun 1930-an PNI (Pendidikan Nasional Indonesia) Hatta dengan menggunakan sem- - boyan-boyan,,kiri,” a.l. non-koperasi, sosialisme, kolektivisme dsb., berusaha untuk memisahkan massa Rakyat dari perjuangan revolusioner. Dalam keadaan yang makin sulit, dimana dunia kapitalis terkena krisis, kehidupan Rakyat Indonesia semakin bertambah sengsara sebagai akibat tindakan pemerintah kolonial Belanda yang mengadakan,,penghematan", menaikkan berbagai pajak dan sebagainya. Zaman ini sangat dikenal oleh Rakyat, sebagai zaman malaise. | Pada zaman yang sulit ini PKI mendasarkan kegiatannya pada program 18 fasal yang keluar pada bulan Juli 1932, sbb.: 33 === [PDF page 40] === 1. Kemerdekaan penuh Indonesia. Indonesia segera lepas dari Nederland. Untuk pemerintah Buruh dan Tani. 2. Pembebasan segera semua tahanan politik dan pengasingan serta penghapusan segera dan penuh dari tempat pembuangan Boven Digul. Segera diakhirinya pengasingan, pembuangan dan penangkapan. 3. Kemerdekaan berorganisasi, mogok dan demonstrasi bagi organisasi revolusioner, serikatburuh dan serikat-tani di Indonesia. Hilangkan sistim pas dikota dan desa. Kemerdekaan bergerak yang penuh bagi kaum buruh dan kaum tani. 4. Tak sepeserpun dan tak seorang serdadupun untuk menindas Indonesia. 5. Pembatalan semua hutang-hutang negara Indonesia kepada kaum kapitalis. 6. Hari kerja 8 jam sehari maksimum bagi kaum buruh. Berlakunya peraturan sosial penuh atas beaya negara. Penghapusan sistim denda hukuman kerja. 7. Upah yang sama bagi kerja yang sama untuk kaum buruh, pejabat-pejabat dan pegawai? Indonesia dan Belanda, laki-laki dan wanita. 8. Lawan setiap penurunan upah, mengorganisasi perjuangan untuk kenaikan upah yang bobrok disegala lapangan. 9. Pembayaran upah hari-istirahat 1 X.1 minggu. Pembayaran upah teratur 1 X 1 minggu, dibawah pengawasan serikatburuh. 10. Segera diadakan sokongan penganggur bagi kaum buruh dan kuli atas biaya negara dan pengusaha?. 11. Pendidikan umum dan cuma-cuma dan pendidikan khusus dalam bahasa Indonesia atas biaya negara dan kaum pengusaha. Perjuangan penghapusan butahuruf. 12. Penghapusan segera semua kontrak paksa bagi kaum buruh dan kuli. - 13. Penghapusan semua kerja rodi dan dinas-dinas desa 34 === [PDF page 41] === yang tak dibayar., 14. Tanah untuk kaum tani dan pensitaan tanah kaum Imperialis, tuantanah feodal dan lintahdarat. 15. Penghapusan segera segala pajak-sisa dari kaum buruh, tani dan kaum miskin kota. 16. Penghapusan segala kontrak?-paksa untuk kepentingan perkebunan. 17. Penghapusan segera hutang sewa dan mindering dari kaum tani. 18. Menentang persiapan perang-imperialis baru oleh kaum imperialis Belanda beserta sokongannya terhadap persiapan intervensi ' yang ditujukan kepada URSS dan Tiongkok Sovyet. (Ir. SY. Rutgers Indonesi€, hal. 177-178). ' Dengan ketekunan kerja anggata-anggata PKI yang hidup dalam keadaan sukar dibawah tanah, dari sedikit demi sedikit luka-luka tubuh gerakan Rakyat mulai sembuh dan bangkitlah kembali gerakan revolusioner Rakyat Indone. sia. Masa menurun dalam gerakan kemerdekaan Rakyat Indonesia tidak memakan waktu yang panjang.. Aksi-aksi perlawanan bangkit kembali, dimulai oleh kaum buruh pelabuhan Surabaya. Dengan keberanian yang luarbiasa, pada tgl. 25 Februari 1933, laksana halilintar dipanas terik, meletuslah pemberontakan heroik dari proletariat Indonesia dan Belanda dari penjelajah Zeven Provincien dipelabuhan Sabang (Aceh). Setelah meninggalkan komandan kapal perangnya didarat, Zeven Provincien dilarikan menuju Surabaya, menyusur pamtai barat Sumatera. Takut akan terjadinya penembakan dari laut oleh penjelajah yang berontak ini, pemerintah kolonial Belanda, buru-buru membemi Zeven Provincifn dari udara untuk dipaksa menyerah. Pemboman mengakibatkan tewasnya puluhan pemberontak. Kejadian ini merupakan pernyataan solidaritet internasional antara klas buruh Indonesia dengan klas buruh Belanda dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. 2 35 === [PDF page 42] === Kejadian ini merupakan peristiwa yang penting dalam membangunkan kembali semangat perlawanan Rakyat Indonesia terhadap kekuasaan kolonial Belanda. Pemberontakan Zeven Provincien ini kemudian diikuti oleh pemogokan kaum buruh keretaapi, dan aksi? Rakyat di-tempat-tempat lain. Pasangnaiknya gerakan revolusioner di Indonesia “juga membawa pengaruh pada gerakan revolusioner dari orang? Indonesia diluarnegeri, terutama kaum buruh dan pelajar Indonesia di Nederland yang tergabung dalam PI (Perhimpunan Indonesia). PI yang dalam perjuangannya ini mendapat sokongan penuh dari proletariat Belanda, adalah organisasi yang mempunyai karakter politik yang tegas anti-imperialisme yaitu: kemerdekaan Indonesia. Pemberontakan Zeven Provincien telah disambut hangat oleh PI dengan jalan mengadakan kampanye diseluruh Nederland dengan sokongan kaum buruh Belanda. Hal ini dimungkinkan, lebih-lebih karena PI sudah membersihkan dirinya dari elemen kanan-Hatta. Dengan demikian PI telah meneruskan tra- . disi-revolusionernya. PI yang pada mula berdirinya tahun 1908 bernama Indiskhe Vereniging dari pelajar-pelajar Indonesia di Nederland, pada tahun 1922 berganti nama Indonesiskhe Vereniging, yang kemudian berubah lagi pada tahun 1925 menjadi Perhimpunan Indonesia, selaras dengan meningkatnya gerakan revolusioner di Indonesia, Pembentukan Comite Central dan front Anti-fasis Dalam bulan Maret 1933, kaum fasis Jerman dibawah pimpinan Hitler naik panggung pemerintahan. ” Terhadap munculnya fasisme Jerman ini, Kawan Aidit mengatakan dalam Lahirnya PKI dan Perkembangannya sbb.: Dengan fasisme kaum imperialis berusaha melemparkan beban krisis seluruhnya pada pun- 36 === [PDF page 43] === dak Rakyat pekerja. Mereka berusaha memecahkan masalah pasar dengan jalan memperbudak nasion-nasion yang lemah, dengan lebih mengintensifkan penindasan kolonial dan mem-bagi-bagi kembali dunia dengan mengadakan perang baru. Mereka mau merintangi pertumbuhan kekuatan-kekuatan revolusi dengan menghancurkan gerakan revolusioner kaum buruh dan tani serta dengan.- mengadakan serangan militer pada Uni Sovyet — benteng proletariat dunia”. Tentang kebiadaban fasisme, Kawan Dimitrov pen- “dekar proletariat: sebagai penggugat fasisme yang ulung dalam Kongres ke-VII Komintern bulan Agustus 1935, pernah menyatakan demikian:,,Fasisme Hitler bukan hanya nasionalisme burjuis, tetapi.adalah sovinisme kebinatangan. Ia adalah sistim pemerintahan dari gangsterisme politik, suatu sistim provokasi dan penyiksaan yang dilakukan pada kaum buruh dan elemen-elemen revolusioner dari kaum tani, burjuasi kecil dan intelegensia. Ia adalah cara barbar dan kebinatangan Zaman Tengah, ia adalah agresi yang tak terkendalikan dalam hubungan dengan nasion-nasion lain”. Naik panggungnya fasisme Hitler di Jerman, ‘telah ' membawa perubahan situasi internasional. Menghadapi sitwasi baru ini, Uni Sovyet mengarahkan perjuangannya untuk pembentukan front perdamaian terhadap negara-negara agresor yang hendak mencetuskan peperangan. Kongres ke-VII Komintern tsb. diatas telah memutuskan sebuah program untuk pembentukan front antifasis. Dalam pertggalangan front ini diperlukan kerjasama yang lebih luas antara kaum Komunis dengan elemen-elemen burjuis yang demokratis. Untuk melaksanakan garis politik anti-fasis ini di Indonesia dalam tahun 1935 Musso, pemimpin Komunis yang 10 tahun sebelumnya meninggalkan Indonesia, kembali dari luarnegeri. Musso bekerja keras dengan bantuan grup? Partai untuk menyampaikan garis politik yang baru ini dan untuk membentuk pimpinan Central 37 === [PDF page 44] === yang baru. Pekerjaan ini dimudahkan berhubung sudah adanya grup-grup Partai yang tidak sedikit jumlahnya. Sejak itu Partai telah mempunyai pimpinan Central, yaitu a-l. Musso, Pamuji, Azis, Sukayat, Joko Sujono, Achmad Sumadi. Mulai saat ini sebutan HB dihapuskan dan diganti dengan CC. Musso tidak bisa lama di Indonesia. Ia harus segera meninggalkan tanahair, karena jejaknya dapat dicium “oleh pemerintah kolonial Belanda. Dengan demikian Musso tidak sempat berbuat banyak untuk pembangunan Partai, sehingga pimpinan? PKI harus bekerja dengan tidak mempunyai pegangan yang kuat untuk membangun Partai tipe Lenin. Karena kekurangan pengalaman bekerja dibawah tanah, dalam tahun 1936 sementara anggota CC yang baru dibentuk dan kader-kader bawahan telah ditangkap oleh pemerintah kolonial dan diasingkan ke Boven Digul. Dengan demikian terjadi pen-Digulan ke-II. Meskipun Partai mengalami kesukaran-kesukaran, namun kehidupan Partai berkembang, seperti perluasan grup-grup, kursus-kursus politik, menerbitkan siaran-siaran CC, seperti: pengumuman CC baru, sistim kerja, pendidikan, dsb. Anggota-anggota CC yang masih tinggal meneruskan perjuangan Partai dengan mengutamakan kegiatannya dilapangan agitasi-propaganda, penerbitan Menara Merah tahun 1938, mengatur penempatan-penempatan kader diberbagai lapangan serta berusaha membebaskan kader-kader yang berada dalam penjara. Kelemahan-kelemahan yang terpokok dialami oleh Partai antara lain terletak pada tidak eratnya hubungan antara Comite atasan dengan Comite bawahan, dan hubungan. antara Comite Partai dengan grup? Partai. Sebagai akibat dari kelemahan-kelemahan itu, ditambah pula dengan kegiatan-kegiatan mengacau dari PARI, tidak jarang Partai mengalami kesulitan-kesulitan yang tak-teratasi dan tidak jarang timbul korban-korban yang semestinya bisa dihindari. Dalam situasi yang sulit ini, kewaspadaan revolusioner makin bertambah tinggi, solidaritet semakin teguh 38 === [PDF page 45] === dan carakerja bertambah rapi. Partai memikul tugas berat, dalam keadaan hidup dibawah tanah harus pula memimpin Rakyat Indonesia melawan fasisme yang mulai merajalela. Dalam melaksanakan garis: anti-fasis, PKI melalui “ kader2nya bekerjasama dengan kaum nasionalis kiri. Dalam tahun 1937 terbentuklah GERINDO (Gerakan Rakyat Indonesia) yang berhaluan revolusioner yang dipimpin a.l. oleh Amir Syarifuddin salah seorang anggota: PKI dan intelektuil yang berpengaruh. Berdirinya GE- RINDO memberikan kekuatan baru kepada gerakan kemerdekaan nasional dan gerakan anti-fasis Rakyat Indonesia. Terbentuknya GERINDO ini berarti bahwa Partai yang bekerja dibawah tanah telah: berhasil mengorganisasi Rakyat dengan menggunakan kemungkinan legal yang ada. Atas inisiatif GERINDO dan beberapa partai-partai demokratis lainnya, dengan tujuan menggalang front persatuan anti-fasis yang luas, dalam tahun 1939 telah dibentuk GAPI (Gabungan Politik Indonesia) dimana tergabung didalamnya partai-partai seperti Partai Indonesia Raya (Parindra), Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), GERINDO, Pasundan, Persatuan Minahasa, Partai Islam Indonesia (PII) dan Persatuan Politik Katolik Indonesia (PPKI). GAPI adalah front persatuan anti-fasis yang memperjuangkan terbentuknya paz- _lemen bagi Indonesia dan adanya kerjasama dengan pemerintah Hindia Belanda untuk mempertahankan Indonesia dari ancaman serangan, fasisme Jepang. Pada tanggal 23-25 Desember 1939 GAPI mengadakan KONGRES RAKYAT INDONESIA yang membicatakan tuntutan Indonesia Berparlemen di Jakarta, yang dihadiri oleh partai-partai politik dan wakil-wakil organisasi massa buruh, pemuda, wanita dll, Adanya parlemen dianggap penting oleh Kongres sebagai syarat untuk membangunkan kekuatan Rakyat dalam menghadapi bahaya fasisme. Kongres Rakyat Indonesia ini dijadikan Ma- 39 === [PDF page 46] === jelis Rakyat Indonesia sebagai persiapan untuk parlemen Indonesia. 0 Mengenai perjuangan GAPI dan Majelis Rakyat Indonesia itu Kw. Nyoto dalam tulisannya Revolusi Oktober Rusia dan Revolusi Agustus Indonesia menyatakan sbb. «,,Kesediaan Rakyat Indonesia ketika itu untuk bersama-sama Belanda melawan kaum militeris Jepang, disia-siakan bleh pemerintah kolonial Belanda yang kolot itu dan yang sebagian pemimpinnya sudah mulai bermainmata dengan Hitler di Eropa, dan dalam keadaan tidak bisa mempertahankan diri, oleh kaum kolonialis Belanda, Indonesia diserahkan mentah-mentah kepada militerisme Jepang hanya dalam waktu 8 hari”. “ Perlawanan Rakyat anti-Jepang Kegagalan tuntutan GAPI yang adil itu disebabkan karena kerjasama dikalangan pemimpin? GAPI hanya © terdapat diatas, tidak sampai membangkitkan dan menggerakkan massa Rakyat yang luas, sehingga tidak mampu memaksa pemerintah kolonial Belanda turut serta dalam perjuangan anti-fasis bersama-sama Rakyat Indonesia, Resolusi? GAPI dan Majelis Rakyat Indonesia tidak pernah diikuti oleh aksi-aksi massa. Ini juga disebabkan karena PKI belum merupakan Partai yang berakar ditengah-tengah massa, yang dapat menghimpun dan menggerakkan Rakyat, terutama kaum buruh dan kaum tani, sebagai dukungan dari kerjasama diatas. Karena front anti-fasis di Indonesia belum sampai membangkitkan dan memobilisasi massa Rakyat yang luas, maka balatentara Jepang dapat menduduki Indonesia dengan tiada perlawanan yang berarti. Secara ideologi, politik dan organisasi Rakyat Indonesia kurang cukup dipersiapkan dalam menghadapi fasis Jepang. Tetapi pen- “dudukan Jepang di Indonesia, segera disambut oleh PKI dengan statement yang memberikan komando ke- 40 === [PDF page 47] === pada Rakyat untuk bangkit melawan. Dengan pengeluaran segera statement ini, dalam situasi Rakyat belum cukup persiapan materiil dan moril, Jepang yang su- | dah berpengalaman dalam melawan kaum Komunis di - Tiongkok dan Korea, dapat mencium jejak PKI dan selanjutnya melakukan teror. PKI yang pada permulaan perlawanan anti-Jepang ini dalam kedudukan terisolasi mengalami banyak penangkapan atas beberapa anggota CC dan kader2nya yang penting a.l. Pamudii, Sukayat, Azis, Amir Syarifuddin segera sesudah Jepang mendarat. Tindakan pertama dari diktatur militer: Jepang adalah membubarkan partai dan organisasi-organisasi Rakyat, tetapi sebaliknya membikin berbagai macam organisasi semi fasis secara paksa. Pasukan,,saudaratua” merampok kekayaan Indonesia, melicin-tandaskan harta milik penduduk, merampas padi Rakyat, memperkosa wanita dan gadis, membikin barisan-barisan romusya, memaksa Rakyat Indonesia membungkukkan kepala dan mencocokkan jamnya ke Tokio. Beberapa bulan sesudah pendudukan, Rakyat mulai sedar akan kekejaman Jepang. Sejak itu Rakyat Indonesia mulai bangkit melawan. Organisasi-organisasi anti-fasis timbul dimana-mana dan banyak. diantaranya yang langsung dibawah pimpinan kader? PKI. Berkat sikap tegas PKI, Rakyat semakin berani melawan. Jaring?2 organisasi PKI semakin meluas, terutama dilapangan buruh transport, pemuda, mahasiswa dan didalam angkatan bersenjata musuh. Kewaspadaan Partai semakin tinggi dan uftuk menyelamatkan Partai dari pukulan: Jepang, maka grup-grup Partai semakin -diperkecil. Untuk menerobos kekangan-kekangan Jepang yang semakin keras, sementara anggota PKI telah mendirikan organisasi-organisasi yang bisa bergerak legal seperti Joyoboyo yang melakukan kegiatan-kegiatan yang antifasis, seperti melakukan sabotase, menggulingkan kereta-api, dsb. Untuk menghancurkan PKI dan gerakan Rakyat yang semakin meningkat ini, Jepang menggunakan kaum 41 === [PDF page 48] === trotskis sebagai cecunguk2nya, dengan jalan menyelundupkannya kedalam tubuh Partai. Usaha-usaha ini mengakibatkan banyaknya kader? Partai yang tertangkap, kemudian disiksa dan dijatuhi hukuman mati dengan potongleher seperti di-penjara-penjara Sukamiskin, Kalisosok, Ambarawa, Cipinang, dsb. Bentuk-bentuk siksaan ditempuh oleh anggota-anggota PKI dan Rakyat Indonesia de-.ngan tabah, seperti, pencabutan kuku, meminumkan air sabun, menyiksa dengan puntung rokok, menggantung dengan kepala dibawah, memecut dengan cemeti, dsb. Sebagai akibat siksaan berat ini, tidak sedikit yang meninggal, sakit ingatan dan merana sepanjang hidup. Patut dicatat keuletan anggota? Partai dan kaum progresif lainnya yang dalam penjara tetap mempunyai semangat perlawanan yang tinggi, seperti mendirikan organisasi Utusan Indonesia di Sukamiskin. Karena penindasan, perampokan dan penghinaan kaum militeris Jepang yang tidak terderita lagi, aksiZ Rakyat makin meluas, dan telah timbul pemberontakan lokal terhadap balatentara Jepang, seperti yang terjadi di Singaparna, Indramayu, Semarang, Aron (Sumatera Timur), Bayu (Aceh), dll. Juga dikalangan mahasiswa dan pemuda telah bangkit perlawanan, sedangkan dikalangan tentara Peta (Pembela Tanahair) telah timbul pemberontakan yang sangat terkenal yalah di Blitar dan Kediri. Perlawanan anti-fasis ini semakin. meningkat, lebih-lebih oleh dorongan kepahlawanan dari Tentara Merah Uni Sovyet yang terus-menerus mencapar kemenangan dalam mengalahkan kekuatan fasis. Menara Merah organ ilegal PKI telah menjalankan peranan penting dalam membangkitkan semangat per-- lawanan Rakyat anti-Jepang. Mengenai perjuangan anti-fasis ini, Kongres Nasional ke-V PKI telah menyimpulkan:,,Front anti-fasis tidak hanya berhasil menarik burdiuasi nasional, tetapi “ juga sebagian dari burjuasi komprador merupakarr tambahan kekuatan dalam front anti-Jepang. Tetapr 42 === [PDF page 49] === setelah balatentara Jepang menduduki Indonesia, sebagian besar burjuasi nasional dan boleh dikata semua 'burjuasi komprador menjalankan politik bekerjasama:: dengan Jepang. Burjuasi nasional menjalankan politik kerjasama dengan Jepang, setelah mereka melihat bahwa kekuatan Rakyat melawan Jepang tidak begitu kuat dan mereka mempunyai ilusi bahwa Jepang akan memberikan,,kemerdekaan”' kepada Indonesia”. Berkat pimpinan yang tak terputus sepanjang perjuangan yang luarbiasa sulitnya ini, sebagaimana yang: telah dilakukan oleh pimpinan Central Partai ketika itu, yang terdiri dari a.l. Pamuji, Azis, Sukayat, Widarta,. Kadiman, Kamijaya. Kesimpulan dari periode perjuangan dibawah tanah. dan front anti-fasis, telah dinyatakan oleh Kawan Aidit, sbb.:,,Walaupun semangat anti-Jepang dan anti- Belanda dari Rakyat meluap, walaupun prestise politik Partai sangat tinggi karena politik anti-fasisnya: yang konsekwen, walaupun situasi didalam dan diluar- ' negeri sangat baik untuk suatu Revolusi, tetapi tugas untuk menghadapi Revolusi yang meletus dalam bulan Agustus 1945 adalah sangat berat bagi Partai, karena Partai tidak menyimpulkan pengalaman?nya dalam tingkat pertama dan tingkat kedua mengenai front persatuan, dan karena masih tetap tidak berpengalaman dalam soal pembangunan Partai. Disamping itu Partai juga tidak berpengalaman dalam perjuangan bersenjata, sesuatu yang sangat diperlukan bagi Partai yang berada didalam Revolusi”. (Lahirnya PKI dan Perkembangannya)., 43. === [PDF page 50] === Periode ketiga: Revolusi Agustus 1945 Dan Perjuangan Melawan Teror Putih Kedua Selama pendudukan militer Jepang dan terutama pada saat-saat akhirnya, organisasi-organisasi dibawah tanah yang dipimpin oleh PKI, memperoleh prestise yang tinggi karena kegiatannya yang konsekwen anti-fasis. Organisasi-organisasi anti-fasis ini antaralain Geraf (Gerakan Anti Fasis) yang dipimpin oleh Widarta, pemimpin PKI ketika itu, Gerindom (Gerakan Indonesia Merdeka), dibawah pimpinan Kawan? Aidit dan Lukman, dan Gerakan Indonesia Baru, dibawah pimpinan Kawan Wikana. Kegiatan organisasi-organisasi ini meliputi berbagai lapangan penting, yaitu selainnya kaum buruh dan kaum tani, juga dikalangan angkatandarat, angkatanlaut, pemuda, pelajar dan mahasiswa. -Ditengah-tengah ranjau sensor, kekalahan fasisme Hitler di Eropa tidak bisa ditutupi. Melalui radio-radio gelap, kaum revolusioner Indonesia dengan pemimpinnya yang masih muda-muda dapat menangkap dan mempropagandakan kekalahan fasis dan kemenangan serta keunggulan Tentara Merah Uni Sovyet. Mereka jugalah yang lebih dulu dapat mendengar kapitulasi Jepang tgl. 14/8-1945, setelah induk kekuasaan Jepang di Tiongkok Timurlaut dapat dihancurkan oleh Tentara Merah Uni Sovyet dan Tentara Rakyat Tiongkok. Kuatir akan kemajuan-kemajuan Tentara Merah maka Amerika Serikat buru-buru menjatuhkan bom atom di Jepang dengan maksud supaya tidak keduluan Tentara Merah datang ke Jepang.: Dengan kekalahan Jepang ini terbukalah kesempatan untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. 44 === [PDF page 51] === Bagaimana kesempatan yang baik ini telah digunakan oleh Rakyat Indonesia, Kawan Aidit menyatakan sbb.: ,Kaum buruh, kaum tani, golongan pemuda dan pelajar progresif Indonesia, dengan mengambil contoh dari banyak negeri di Eropa yang membebaskan diri dari imperialisme sesudah tentara fasis dikalahkan, serta mendapat inspirasi dari perjuangan kemerdekaan yang besar dari Rakyat Tiongkok, mengerti akan kemungkinan-kemungkinan suatu revolusi yang telah ditentukan oleh sejarah. Pada saat proklamasi dinyatakan, kecuali tentara Jepang yang sudah kalah, tidak ada pasukan tentara lainnya di Indonesia (kecuali di Irian Barat). Situasi yang baik ini digunakan secara tepat oleh Rakyat Indonesia”. (Lahirnya PKI dan Perkembangannya). Atas desakan massa dengan pemuda-pemuda revolusioner sebagai jurubicaranya, dimana kaum Komunis ikut am- Bil bagian aktif, al. Kawan-kawan Aidit dan Wikana, pada tgl. 17-8-1945- diproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia. Proklamasi kemerdekaan adalah manifestasi dari hasrat merdeka Rakyat Indonesia, dan saat bersejarah ini dimungkinkan oleh adanya permufakatan Rengasdengklok sebelumnya, dirumah seorang Tionghoa, antara wakil-wakil pemuda revolusioner dengan Ir. Su- “karno tokoh kemerdekaan nasional, yang menjadi Presiden pertama dari Republik Indonesia. Untuk menegakkan dan kemudian mempertahankan Republik Indonesia, bersama-sama dengan pemimpin? golongan demokratis dan patriotik lainnya kaum Komunis bekerja keras memobilisasi dan mengorganisasi. massa, terutama massa yang bersenjata untuk melucuti tentara Jepang, melawan serbuan tentara Inggris dan Belanda, yang melancarkan perang kolonial, mensita perusahaan-perusahaan imperialis, mensikat kakitangan2nya dan menjalankan roda pemerintahan. Karena sikap politiknya yang tepat selama pendudukan Jepang dan karena keberanian serta ketangkasannya memimpin, kaum Komunis mempunyai pengaruh yang besar dika- 45 === [PDF page 52] === Jangan massa yang bersenjata yang terhimpun dalam banyak badan-badan kelaskaran yang lahir dari kandungan revolusi itu sendiri. Tetapi kegiatan anggota? Partai yang dapat dibanggakan ini belum terorganisasi dan terpimpin secara memusat oleh Partai sebagai kesatuan organisasi. Karenanya hasil pekerjaan dan pengaruh yang besar dari kader-kader PKI dikalangan massa Yuas dalam melakukan perjuangan bersenjata tidak dapat dikonsolidasi sebagaimana mestinya. Karena itu kader-kader Partai bekerja tanpa pedoman-pedoman yang jelas, mereka bekerja secara sendiri-sendiri dalam grup-grup kecil, sehingga tidak mengherankan kalau timbul berbagai kesimpang-siuran dan kesalah-fahaman yang tidak dikehendaki. Api Revolusi Agustus 1945 berkobar diseluruh tanahair. Dengan semangat kepahlawanan yang tinggi, pemuda-pemuda dan Rakyat di Jakarta, arek-arek Surabaya, pemuda? dan Rakyat Jawa Tengah, Priangan,. Medan, Padang, Palembang, Makassar, Menado, dll. telah menuliskan sejarah kemerdekaan Indonesia dengan darahnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, muncullah satu pemerintahan Indonesia dimana Komunis ikutserta, yang pada permulaan hanya diwakili oleh Amir Syarifuddin. Dalam Markas Besar Angkatan Perang, juga terdapat kaum Komunis, a.l. Jen. Mayor Jokosuyono, Jen. Mayor Ir. Sakirman, dll. Tradisi revolusioner PKI dalam gerakan buruh mengalami perkembangan yang pesat, dengan lahirnya BBI (Barisan Buruh Indonesia), BBW (Barisan Buruh Wanita) macam-macam serikatburuh yang kemudian melahirkan Vaksentral revolusioner SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia) tgl. 29 November 1946 di Malang. Demikian pula pengaruh kaum Komunis dikalangan kaum tani, dengan lahirnya organisasi tani BTI (Barisan Tani Indonesia) tgl. 25 November 1945. Dalam barisan pemuda, pelajar, mahasiswa, tidak sedikit kaum Komunis ikut aktif dalam menggalang po- 46 === [PDF page 53] === tensi pemuda untuk membela kemerdekaan seperti dalam Badan Kongres. Pemuda Republik Indonesia, Pesindo, Ikatan Pelajar Indonesia, Pemuda Puteri Indonesia, Serikat Mahasiswa Indonesia. Dalam perjuangan bersenjata, PKI mendirikan Lasykar Merah, disanipingnya mempunyai pengaruh pada Lasykar Buruh, Lasykar Pesindo, Lasykar Rakyat dan Tentara Pelajar. Juga dilapangan agitasi dan propaganda kaum Komunis menunjukkan kegiatan yang luarbiasa, dengan - misalnya memenuhi dinding-dinding gedung dengan semboyan-semboyan revolusioner, mengkreasi poster-poster dan lukisan-lukisan perjuangan. Disamping itu, menerbitkan pula majalah B.M. (Bintang Merah) sejak 17 November 1945, brosur-brosur teori. revolusioner, koran? Buruh, Suara Ibukota, Revolusioner, majalah-majalah Bendera Buruh, Perintis dsb. Berbagai' macam serangan militer Belanda yang dibantu oleh Inggris untuk menghancurkan Republik Indonesia tidak berhasil. Republik tetap berdiri, bahkan mendapat sokongan dari kekuatan-kekuatan anti-imperialis diluarnegeri. Rakyat Indonesia tidak akan dapat melupakan peranan Uni Sovyet dalam membela Republik di Dewan Keamanan PBB, begitu pula terhadap pengakuan yang diberikan oleh Republik Cekoslowakia atas kemerdekaan Indonesia. Demikian juga terhadap aksi? solidaritet internasional yang dilancarkan oleh kaum buruh Nederland, Australia, India, Amerika Serikat, Mesir, dll. dan oleh organisasi revolusioner internasional, seperti GSS, GPDS, IUS, GWDS, dsb. Dalam situasi revolusioner dimana Rakyat Indonesia. berjuang menegakkan Republik Indonesia Merdeka dan membutuhkan pimpinan yang tepercaya dan teruji, dan dimana sistim kehidupan kepartaian telah muncul kembali, sesudah diktatur militer Jepang dihancurkan, PKI ketika itu tetap bersikap meneruskan perjuangan dibawah tanah: Hal ini, antaralain dibuktikan oleh sikap Partai yang menyalahkan Mr. Yusuf mendirikan PKI yang bergerak secara legal. 47 === [PDF page 54] === PKI yang terus bekerja secara ilegal ini, akhirnya tidak bisa lagi mengatasi perkembangan situasi revolusioner yang semakin meningkat dan bersegi-banyak, untuk 'secara terbuka mengagitasi, mengerganisasi dan memobilisasi massa dalam perjuangan. Sebagai akibatnya perjuangan Partai di-daerah-daerah tidak bisa dikoordinasi dan berjalan sendiri-sendiri, seperti aksi peristiwa 3 daerah (Pekalongan) aksi pembangunan Serikat Rakyat kembali,,,PKI Mr. Yusuf". . Pada tahun 1946 anggota-anggota PKI yang oleh pemerintah kolonial Belanda dibuang ke Digul dan karena peperangan dipindahkan ke Australia, pulang kembali di Indonesia. Hampir bersamaan dengan itu, datang pula anggota-anggota Partai dari Nederland, yang selama perang dunia ke-2, aktif dalam perlawanan anti-fasis bersamasama dengan kaum buruh Belanda. Diantara kawan? " ini banyak yang penting peranannya dalam membangun Partai. Tetapi mereka bukannya melegalkan PKI, tetapi sebaliknya melanjutkan Partai ilegal dan disamping itu dibangun pula 3 Partai,,Marxis-Leninis" yaitu PKIlegal atas desakan massa, Partai Sosialis 'Indonesia dan Partai Buruh Indonesia. Bahkan kemudian Partai Sosialis Indonesia berfusi dengan Partai Rakyat Sosialis-Syahrir dan memakai nama Partai Sosialis. Dengan berdirinya 3 partai itu maka menjadi kaburlah bagi klas buruh dan Rakyat pekerja Indonesia mengenai pengertian Partai Komunis sebagai Partai pelopor. Kader-kader PKI yang sedikit jumlahnya terpaksa di-bagi-bagi untuk menempati fungsi pimpinan dalam ketiga Partai Marxis itu, disampingnya diperlukan pula untuk duduk dalam, Kabinet, jawatan-jawatan, badan? Perwakilan Rakyat, angkatan perang, organisasi-organisasi massa, dsb. Penempatan tenaga yang terpencar-pencar ini berpengaruh buruk pada kehidupan intern Partai. Disamping itu yang sangat membahayakan kehidupan Partai yalah dengan tidak tampilnya PKI, terbukalah ke- 48 === [PDF page 55] === sempatan bagi elemen trotskis dan soska untuk mempengaruhi massa dengan menggunakan kedok Marxisme.. Untuk mengkoordinasi 3 Partai tsb. yang dipimpin oleh PKI ilegal, dan untuk mengatasi keruwetan intern Partai, didirikan suatu front, yang mula-mula bernama'Front Sosialis, kemudian berubah menjadi Sayap-Kiri, dan akhirnya disebut FDR (Front Demokrasi Rakyat). Dalam FDR turut juga Pesindo sebagai anggota. Ke- - adaan menunjukkan betapa ruwetnya organisasi Partai yang harus memikul tugas berat memimpin revolusi pada waktu itu. Pada tahun-tahun revolusi ini buku-buku teori Marxisme- Leninisme telah mulai masuk ke Indonesia yang dibawa oleh kaum Komunis Indonesia yang kembali dari Australia dan Nederland. Tetapi buku-buku teori ini dalam bahasa asing terutama Inggris dan Belanda. Kader-kader yang dapat mempelajarinya sangat terbatas jumlahnya, sehingga pengetahuan-pengetahuan teori belum merata menjadi milik kader-kader Partai, tetapi hal ini telah memungkinkan lahirnya tulangpunggung Partai yang mempelajari teori Marxisme-Leninisme. Pada waktu ini tidak banyak buku-buku teori yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Diantara buku-buku yang ‘bisa diterjemahkan adalah: Dasar? Leninisme, Materialisme-Dialektik dan Histori, Manifes Partai Komunis oleh a.l. Kawan? D.N. Aidit, M.H. Lukman, P. Pardede dan Nyoto. Buku-buku ini sangat membantu kader-kader Partai untuk belajar teori. Dengan demikian buku-buku ini telah memungkinkan timbulnya Sayap Leninis dalam tubuh Partai, yang dengan ulet berusaha memadukan teori Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia. Pemaduan ini dapat dibuktikan dalam tulisan: Kw. Aidit dalam Bintang Merah tahun 1947-1948, seperti Kewajiban menguasai teori: Revolusi Nasional pada dasarnya adalah revolusi kaum tani dil. 49 === [PDF page 56] === Meskipun demikian, perkembangan teori tidak dapat mengejar kemajuan praktek revolusi, sehingga pada pokoknya tidak dapat terwujud perpaduan yang cukup antara Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia. Hal ini nampak jelas dilapangan pendidikan, seperti Marx-house, kursus-kursus dan artikel? dibeberapa organ-organ revolusioner. Kongres Nasional ke-IV PKI Untuk mengkonsolidasi semua hasil-hasil kegiatan Partai, maka pada bulan Januari 1947 dilangsungkan Kongres Nasional ke-IV PKI di Solo yang merupakan kedudukan Markas Besar PKI ketika itu. Dalam Kongres ini telah diputuskan antaralain, mengenai program:,,terwujudnya masyarakat Sosialis di Indonesia" pada waktu itu juga, disamping itu menyetujui politik,,persetujuan Linggarjati" yang bersifat kapitulasi terhadap kaum imperialis Belanda: mengenai organisasi, Kongres pada pokoknya masih memakai ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tahun 1924. - Kongres ke-IV memilih CC baru, yang terdiri dari Kawan-kawan: Sarjono, Winanta, Ngadiman Harjosubroto, Maruto Darusman, Sutrisno, Suripno dll. Dalam Kongres itu juga atas usul CS Surakarta terpilih Kawan. Aidit sebagai anggota CC. Sesudah Kongres ke-IV ini, CC PKI pindah dari Solo ke Yogyakarta. Karena ketiadaan garis politik, organisasi dan ideologi yang tepat, sebagaimana yang digambarkan oleh putusan Kongres Nasional ke-IV Partai, maka pengaruh PKI dikalangan massa yang luas dan khusus dikalangan kaum tani dan angkatan bersenjata dan begitu juga dikalangan aparat-aparat pemerintahan mengalami kemunduran. Dan ini memudahkan kaum reaksi untuk melumpuhkan kekuatan? Partai. Jelaslah karena usaha-usaha jahat kaum reaksioner daa karena kaum Komunis belum menyadari benar-benar akan 50 === [PDF page 57] === kesalahan-kesalahan tsb. maka perjuangan bersenjata melawan imperialisme Belanda mengalami kekalahan-kekalahan, yang mengakibatkan kendornya semangat perlawanan Rakyat. Walaupun pada waktu itu PKI juga berusaha menggalang kekuatan persatuan nasional, seperti Konsentrasi Nasional, yang diketuai oleh Sarjono, tetapi karena PKI tidak cukup perhatiannya pada pekerjaan front persatuan dan terutama lalai dalam menggalang persekutuan buruh dan tani, sebagai basis dari front persatuan, dan Partai kehilangan kebebasannya sebagai Partai, maka usaha ini mengalami kegagalan. -Adanya kemunduran-kemunduran dalam pekerjaan: angkatan bersenjata dan front persatuan nasional disebabkan karena garis pembangunan Partai sendiri sangat ruwet. Kelemahan-kelemahan ini mencapai puncaknya dengan tindakan Pemerintah Amir Syarifuddin yang menyerahkan kekuasaannya secara sukarela dengan jalan membubarkan kabinet yang dipimpinnya. Padahal masalah kekuasaan-ini adalah masalah segala-galanya dari revolusi, demikian ajaran Lenin. Tentang soal kekuasaan telah dilalaikan oleh kaum Komunis Indonesia ketika itu. | Resolusi Jalan Baru Untuk Republik Indonesia Setelah tidak lagi memimpin Kabinet, maka pada bulan Juni 1948 CC Partai mengadakan koreksi terhadap kekurangan2nya. Tetapi garis sayap Leninis belum dapat dimenangkan seluruhnya dalam sidang CC ini. Sesudah diadakan koreksi kegiatan orang-orang Komunis ditumpahkan untuk memberikan pimpinan kepada gerakan massa kaum buruh dan tani secara langsung. Tetapi soal front persatuan tetap belum terpecahkan, politik oportunis belum ditinggalkan dan FDR masih tetap mengambilalih rol pimpinan Partai. Dalam keadaan dimana tanda-tanda kegagalan Revolusi Agustus sudah makin jelas, datanglah kembali Musso 51 === [PDF page 58] === di Indonesia dari luarnegeri, dalam bulan Agustus 1948. Melihat keadaan Revolusi yang sangat mengkhawatirkan dan keadaan PKI yang sangat lemah itu, Musso segera memanggil kader-kader penting Partai baik yang bekerja secara dibawah tanah maupun yang terang2an, untuk mendiskusikan fikiran2nya guna menyelamatkan Revolusi dan mengoreksi keadaan intern PKI. Atas desakan keras dari Musso dan kesediaan sebagian besar kader? Partai, maka pada bulan Agustus 1948 itu juga diadakan Konferensi Partai, yang melahirkan satu resolusi Jalan Baru untyk Republik In- ' donesia. Pekerjaan Musso mengoreksi kesalahan? pimpinan Partai dipermudah berhubung dengan sudah adanya sayap Leninis didalam CC Partai. Revolusi Jalan Baru ini adalah hasil diskusi yang serius dan diambil oleh konferensi tsb. secara bulat. Konferensi Nasional Partai yang luarbiasa ini telah mengumumkan CC yang baru, yang terdiri dari a.l.: Kawan-kawan Musso, Tan Ling Jie, Maruto Darusman, Ngadiman Harjosubroto, Amir Syarifuddin, Alimin, Sarjono, Achmad Sumadi, Joko Sujono, Wikana, Suripno, Aidit, Lukman, Nyoto, Sudisman, Sutrisno, Ruskak dll. Resolusi Jalan Baru menunjukkan kesalahan pokok Partai dilapangan organisasi, politik dan ideologi serta menunjukkan jalan yang tepat untuk mengatasinya. Resolusi menerangkan bahwa kesalahan pokok dilapangan organisasi yalah tetap meneruskan PKI ilegal, tidak dimengertinya perubahan-perubahan keadaan politik didalam negeri sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebenarnya pada saat itulah, PKI harus melepaskan bentuknya yang ilegal dan muncul dalam masyarakat Indonesia Merdeka dengan terang2an. Dengan demikian kaum Komunis telah mengecilkan rol PKI sebaga: satu2nya kekuatan yang seharusnya memegang pimpinan revolusi. Berdasarkan kesalahan2nya resolusi Jalan Baru mengatakan bahwa PKI memutuskan memajukan usul: 52 === [PDF page 59] === »supaya diantara 3 Partai yang mengakui dasar? Marxisme-Leninisme-PKI, Partai Sosialis dan Partai Buruh Indonesia — yang sekarang telah tergabung dalam FDR serta telah menjalankan aksi bersama, berdasarkan program bersama, selekas-lekasnya diadakan fusi (peleburan), sehingga menjadi satu Partai Klas Buruh — dengan memakai nama yang bersejarah, yaitu Partai Komunis Indonesia....!. Berhubung dengan sokongan PKI pada politik reaksioner dari kaum sosialis kanan yang dipelopori oleh Sutan Syahrir, resolusi Jalan Baru menyatakan bahwa dengan menyokong politik kaum sosialis kanan itu, PK! sudah membikin dua macam kesalahan: Kesalahan pertama: bahwa PKI tidak memahami ajaran revolusioner,,,bahwa revolusi nasional antiimperialis dizaman sekarang ini sudah menjadi bagian dari revolusi proletar dunia”, bahwa,,revolusi nasional di Indonesia harus berhubungan erat dengan tenaga-tenaga anti-imperialis lainnya didunia, yaitu perjuangan revolusioner diseluruh dunia, baik di-negeri-negeri jajahan atau negeri.setengah-jajahan, maupun di-negeri? kapitalis....”. ,Kesalahan kedua, bahwa oleh PKI,tidak cukup dimengerti perimbangan kekuatan antara Uni Sovyet dan imperialisme Inggris-UISA, setelah Uni Sovyet berhasil dengan sangat cepatnya menduduki seluruh Mancuria. Pada waktu itu sudah ternyata kedudukan Uni Sovye: yang sangat kuat dibenua Asia, yang mengikat banyak tenaga militer dari imperialisme USA, Inggris dan Australia dan dengan demikian memberikan kesempatan baik bagi Rakyat Indonesia untuk memulai revolusinya. Pada saat itu kaum Komunis Indonesia sudah membesar-besarkan kekuatan Belanda dan imperialisme lainnya dan mengecilkan kekuatan revolusi Indonesia serta golongan anti-imperialis lainnya”. (Jalan Baru). Resolusi menyatakan bahwa PKI mengubah politiknya, yaitu dengan tegas membatalkan persetujuan Ling- 53 === [PDF page 60] === garjati dan Renville, yang dalam prakteknya telah menjadi sumber dari ber-macam-macam keruwetan diantara pe-- mimpin?2 dan Rakyat jelata. Penolakan persetujuan Linggarjati dan Renville berarti juga selfkritik yang keras dikalangan PKI. .. Disimpulkan dalam Resolusi Jalan Baru bahwa kesalahan-kesalahan prinsipiil dari PKI selama Revolusi Agustus yalah karena lemahnya ideologi Partai. Berhubung de. ngan itu diputuskan bahwa anggota? Partai harus mempelajari teori Marxisme-Leninisme. Tiap Komunis diwajibkan membaca dan mempelajari teori revolusioner dan diwajibkan mengadakan kursus-kursus dikalangan kaum buruh dan tani agar supaya dengan demikian. mereka selalu dapat menghubungkan teori dan praktek dengan erat: Teori yang tidak dihubungkan dengan massa tidak dapat merupakan kekuatan yang maha. hebat. Mengenai front persatuan dikatakan bahwa selama Revolusi,,kaum Komunis telah lalai mengadakan front nasional sebagai senjata revolusi "nasional terhadap imperialisme. Walaupun kemudian mereka mulai sedar akin kepentingan front nasional itu, akan tetapi kaum Komunis belum faham sungguh-sungguh tentang teknik untuk membentuknya. Beberapa macam bentuk front nasional selama 3 tahun ini telah didirikan, akan tetapi selalu tinggal diatas kertas belaka, hanya berupa konsesi diantara organisasi-organisasi atau diantara pemimpin-pemimpin saja, sehingga jikalau sedikit ada perselisihan diantara pemimpin-pemimpin front nasional itu lalu menyebabkan bubarnya. PKI berkeyakinan, bahwa pada saat ini Partai klas buruh tidak dapat menyelesaikan sendiri revolusi burjuis demokratis ini dan oleh karena itu PKI harus bekerja bersama dengan partai-partai lain. Kaum Komunis sudah semestinya harus berusaha mengadakan persatuan dengan anggota? Partai dan organisasi-organisasi lain. Satu?nya persatuan semacam itu yalah front nasional”. Mengenai inisiatif yang harus diambil oleh kaum Ko- 54 === [PDF page 61] === munis dalam membentuk front nasional dikatakan, bahwa inisiatif ini,,sekali-kali tidak berarti, bahwa kaum Komunis memaksa partai lain atau orang lain supaya mengikutinya, melainkan PKI harus meyakinkan dengan secara sabar kepada orang-orang tulus hati, bahwa satu?nya jalan untuk mendapatkan kemenangan yalah membentuk front nasional yang disokong oleh semua Rakyat yang progresif dan anti-imperialis. Tiap Komunis harus yakin benar?, bahwa dengan tidak adanya front nasional kemenangan tidak akan datang” (Jalan Baru). Demikianlah, dengan resolusi Jalan Baru diletakkan dasar-dasar untuk pekerjaan yang lebih baik dari PKI dilapangan front persatuan, perjuangan bersenjata dan pembangunan Partai. Resolusi Jalan Baru adalah merupakan hukuman yang tidak mengenal ampun terhadap oportunisme didalam dan diluar Partai. Ia adalah langkah penting untuk menyelamatkan revolusi Indonesia yang sedang dalam bahaya dan langkah penting yang pertama untuk membangun Partai tipz Lenin”. Politik baru PKI yang dinyatakan dalam resolusi Jalan Baru telah membangkitkan kembali dengan segarnya perjuangan massa dan karenanya memungkinkan timbulnya pasang baru dalam revolusi Indonesia. Rapat? Umum yang diadakan Partai, dimana program baru PKI dijelaskan, mendapat kunjungan puluhan sampai ratusan ribu orang. Massa menyambut ajakan PKI dengan antusias untuk meneruskan peperangan kemerdekaan melawan imperialisme Belanda. Kedok pemerintah reaksioner yang berkuasa ketika itu dan kedok "Partai Masyumi dan kaum sosialis kanan yang anti Komunis dan anti-Rakyat mulai terbuka dihadapan massa. Massa mulai memahami bahwa Jalan Baru “yang ditunjukkan oleh PKI adalah satu?nya jalan untuk.memenangkan revolusi” (D.N. Aidit, Lahirnya PKI dan Perkembangannya). Resolusi Jalan Baru, merupakan tonggak sejarah. 55 === [PDF page 62] === penting dalam perkembangan PKI. Mulai saat inilah PKI melintasi masa kanak?nya dan mulai menginjak ambang kedewasaannya. Perlawanan terhadap teror putih Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam resolusi Jalan Baru, Partai merencanakan mengadakan Kongres fusi pada bulan Oktober 1948. Dalam rencananya Kongres akan melaksanakan peleburan Partai Sosialis dan PBI kedalam PKI, dan akan mensahkan Konstitusi Partai yang baru. Takut akan pasang baru dalam revolusi Indonesia, imperialisme Belanda dan Amerika dengan kakitangan- 'nya orang-orang Indonesia mempergiat usahanya dan menetapkan tindakan2nya untuk menghancurkan PKI dan gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh PKI. Kegiatan kaum imperialis ini dibuktikan dengan adanya konferensi Sarangan yang terkenal melahirkan Red drive proposals (usul pembasmian kaum merah). Rencana Partai tersebut terhalang oleh provokasiprovokasi yang timbul di Solo pada akhir bulan Agustus 1948 yang kemudian meluas ke Madiun dan beberapa tempat lain. Perwira? Apri yang berhaluan revolusioner dibunuh secara pengecut. Kantor-kantor serikatburuh dan Pesindo diduduki oleh pasukan-pasukan bersenjata yang tidak dikenal. Kaum soska, trotskis dan Masyumi sangat giat membantu imperialis merealisasi politik anti-Komunis ini, »Pada permulaan bulan Juli 1948, jadi sebelum terjadi penculikan-penculikan di Solo pada permulaan bulan September 1948, komandan TNI Divisi IV, Kolonel Sutarto, telah dibunuh secara pengecut dengan tembakan dari belakang”. (Aidit, Menggugat Peristiwa Madiun). | »Pada tanggal 7 September 1948 dilakukan pencu- 56 === [PDF page 63] === likan terhadap diri 5 orang opsir TNI, yaitu Mayor Esmara Sugeng, Kapten Sutarto, Kapten Sapardi, Kapten Suradi dan Letnan Mulyono”. (Idem) Dalam pertengahan September 1948 terjadi insiden di Madiun dikalangan tentara, antara golongan yang menyetujui politik reaksioner dan provokatif dari pemerintah ketika itu dengan golongan yang tetap setia pada revolusi. Kejadian ini disebul oleh pemerintah Hatta dengan mengatakan, bahwa di Madiun terjadi »perebutan keukasaan” oleh kaum Komunis dan bahwa kaum Komunis,,mendirikan negara Sovyet”. Dengan alasan dusta ini pemerintah menyerukan kepada semua aparatnya untuk mengejar, menangkap dan membunuh anggota-anggota serta pengikut? PKI. Dengan ini mengamuklah teror putih yang kedua, duplikat dari teror putih pemerintah kolonial Belanda tahun 1926-1927. Tetapi yang kedua ini lebih kejam dan lebih ganas dari yang pertama. Juga anggota-anggota Masyumi dimobilisasi untuk mengejar, menangkap dan membunuh Komunis. Dalam keadaan demikian tidak ada jalan lagi bagi kaum Komunis kecuali mengangkat senjata dan membela diri dengan sekuat tenaga terhadap teror putih yang sedang mengamuk. Teror putih Hatta yang terkenal dengan nama Provokasi Madiun adalah persiapan untuk meratakan jalan bagi datangnya agresi Belanda yang baru pada akhir Desember 1948. Kedua tragedi nasional ini merupakan lembaranhitam sejarah kemerdekaan Indonesia, yang merupakan persiapan, untuk melumpuhkan kekuatan revolusioner dan memudahkan Indonesia berkapitulasi terhadap imperialisme Belanda. Pada saat PKI dan kekuatan-kekuatan revolusioner lainnya masih dalam suasana pengejaran, penangkapan dan pembunuhan oleh pemerintah Hatta dan sebagian lagi masih disekap dalam konsentrasi kamp dan dalam penjara, maka berkobarlah perang kolonial yang kedua. 57 === [PDF page 64] === _Menjelang serbuan tentara kolonial Belanda ini, pemerintah reaksioner Hatta melakukan pembunuhan? kejam tanpa proses beratus-ratus Komunis dan kader? Rakyat lainnya di Ngalihan, Ponorogo, Malang, Magelang, Pati, Cepu, Solo, Kediri dan tempat-tempat lainnya lagi. Dalam peristiwa yang berdarah ini, kaum Komunis telah menunjukkan kepahlawanan dan keteguhannya dalam membela kehormatan Komunis dan menegakkan panji-panji Komunis. Dengan gagah berani Musso telah rela mengorbankan nyawanya daripada menyerah kepada musuh, Beliau gugur dalam pertempuran di Ponorogo. 11 pemimpin-pemimpin dan kader-kader penting di Ngalihan, Amir Syarifuddin, Suripno, Maruto Darusman, Ui Gee Hwat, Sarjono, Haryono, Sukarno, Jokosuyono, Katamhadi, Ronomarsono, D. Mangku, menutup akhir hidupnya dengan nyanyian Internasionale, sesaat sebelum penembakan dijalankan. Begitu juga dengan kepahlawanan kaum Komunis di-tempat-tempat lainnya. Kader-kader dan anggota? Partai dengan segala cara, sesudah mengetahui datangnya serbuan tentara Belanda, dengan tekad yang kuat keluar dari kamp-kamp tawanan, segera tampil kedepan membela Republik Indonesia difront-difront terdepan. Kenyataan yang demikian ini membuka mata Rakyat akan kepalsuan fitnahan-fitnahan kaum reaksioner yang dilemparkan kepada PKI selama Peristiwa Madiun. Perlawanan PKI yang gigih terhadap tentara Belanda menaikkan prestise politik PKI dimata Rakyat. Ujian-ujian yang berat telah dilalui oleh Partai dengan banyak korban jiwa dari kalangan anggota dan kader? baik selama provokasi Madiun maupun didalam perang kolonial, Karena pukulan yang berat itu keadaan organisasi Partai sangat rusak, dikalangan anggota dan kader-kader Partai timbul suasana lesu dan kebingungan yang tidak bisa segera diatasi, walaupun CC tetap ulet berusaha menghimpun kembali kader2nya dan membikin hubungan dengan Comite-comite partai daerah. 58 === [PDF page 65] === Dalam hal ini sangat penting peranan penerbitan-penerbitan Partai seperti majalah Mimbar Revolusi. Dalam menghadapi kenyataan adanya persetujuan KMB yang ditandatangani Hatta dengan didalangi oleh miperialis Amerika pada tgl. 2 November 1949, didalam Partai timbul dua macam pendirian. Yang pertama menghendaki terus melakukan perjuangan bersenjata melawan pemerintah RI-KMB tanpa memperhatikan keadaan organisasi Partai yang sudah lumpuh karena teror putih dan karena adanya elemen-elemen dalam Partai yang menentang Jalan Baru, dengan manifestasi mensabot dilaksanakannya peleburan Partai Sosialis dan Partai Buruh kedalam PKI. Sedang yang kedua yang mendasarkan fikirannya pada teori revolusioner berpendirian bahwa Partai harus mengumpulkan kembali barisannya yang sedang berantakan, membulatkan fikiran dan menyimpulkan pengalaman2nya. Disamping itu Partai harus merebut legalitetnya yang dimungkinkan oleh adanya prestise Partai yang tinggi selama perjuangan "melawan serbuan agresi kolonial Belanda ke-II. Achirnya pendirian kedua memperoleh dukungan mayoritet didalam Partai. Kebenaran taktik Partai ini akan dibuktikan oleh perkembangan politik selanjutnya. Revolusi Agustus 1945 telah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran-pelajaran penting dan berharga bagi PKI. Mengenai revolusi ini, Kawan D.N. Aidit telah menyimpulkan pengalaman-pengalaman tsb. menjadi sumbangan teori bagi revolusi Indonesia sbb.: ,Selama revolusi Partai mempunyai kekuatan-kekuatan bersenjata, tetapi Partai tidak mampu menguasainya. Secara tidak teratur kader-kader Partai mempelajari ilmu kemiliteran dan ilmu peperangan revolusioner”. ,Salahsatu kesalahan pokok dari Partai dalam belajar dari Revolusi Tiongkok ketika itu yalah, bahwa Partai hanya berusaha untuk mengetahui persamaan antara revolusi Tiongkok dan revolusi Indonesia, tetapi tidak berusaha untuk mengetahui perbedaan-perbedaan, tidak 59 === [PDF page 66] === melihat keadaan yang khusus di Indonesia”. (Lahirnya PKI dan Perkembangannya). Sedangkan untuk berhasilnya peperangan gerilya di Indonesia sampai mendapatkan kemenangan, pengalaman Revolusi Agustus menunjukkan sbb.: »Indonesia adalah negeri yang terdiri dari pulau-pulau. Tentara pembebasan Rakyat tidak bisa menyandarkan diri pada negara tetangga yang bersahabat sebagai daerah belakangnya"'. »Apakah dengan mengemukakan kenyataan-kenyataan diatas berarti bahwa peperangan gerilya tidak bisa digunakan di Indonesia? Samasekali tidak demikian. Tetapi yang seharusnya kita lakukan, untuk membikin cara peperangan gerilya lebih efektif dalam keadaan-keadaan yang berlangsung di Indonesia, yalah mengkombinasi cara peperangan gerilya dengan aksi-aksi revolusioner kaum buruh di-kota-kota yang diduduki oleh musuh, dengan aksi-aksi pemogokan ekonomi dan politik yang bersifat umum. Dalam keadaan-keadaan seperti di Indonesia, adalah mempunyai arti yang istimewa pemogokan-pemogokan kaum buruh disemua lapangan perhubungan, yaitu keretaapi, mobil, lautan, udara, sebab pemogokan-pemogokan umum oleh proletariat dilapangan-dilapangan ini bisa sangat melemahkan musuh revolusi dan dengan demikian berarti memberikan bantuan yang kyat kepada perjuangan gerilya. Pekerjaan didaerah pendudukan Belanda yang ditujukan untuk mengorganisasi kaum buruh dan memimpin aksi-aksi kaum buruh sangat tidak mendapat perhatian kaum Komunis selama Revolusi Agustus”. ,Selain daripada itu, selama revolusi Agustus PKI tidak melakukan pekerjaan yang intensif dikalangan tenaga-tenaga bersenjata Belanda yang tidak sedikit terdiri dari anak-anak kaum tani dan kaum buruh yang bisa ditarik kefihak revolusi. Padahal pekerjaan revolusioner yang intensif di-tengah-tengah kekuatan bersenjata musuh dapat sangat melemahkan kekuatan musuh dan ini berarti bantuan yang penting kepada perjuangan gerilya, 60 === [PDF page 67] === Jadi, peperangan gerilya selama Revolusi Agustus bisa meluas dan dikonsolidasi jika PKI ketika itu meletakkan pemecahannya dalam pekerjaan mengkombinasi tiga bentuk perjuangan, yaitu perjuangan gerilya didesa (terutama terdiri dari kaum tani), aksi-aksi revolusioner oleh kaum buruh di-kota-kota yang diduduki oleh Belanda dan pekerjaan yang intensif dikalangan tenaga bersenjata Belanda. (D.N. Aidit, Lahirnya PKI dan Perkembangannya). Meskipun revolusi mengalami kegagalan namun PKI dalam soal front persatuan, perjuangan bersenjata dan pembangunan Partai telah mendapatkan pelajaran sebagai berikut: seseeeees walaupun revolusi ini kalah, ia telah membikin PKI berpengalaman dalam front persatuan. Revolusi ini telah memberikan pengalaman yang penting pada PKI tentang sifat bimbang dari burjuasi nasional, bahwa dalam keadaan yang tertentu klas ini bisa ikut dan bersikap teguh berfihak pada revolusi, tetapi dalam keadaan lain ia bisa goncang dan 'mengkhianat. »Dalam berserikat dengan burjuasi nasional Partai tidak boleh meninggalkan kebebasannya dan tidak boleh melengahkan sekutu yang paling bisa dipercaya, yang paling banyak jumlahnya, yaitu kaum tani. »Revolusi ini juga telah membikin PKI menjadi berpengalaman mengenai soal pembangunan Partai, telah membikin kader-kader PKI lebih mengerti tentang keadaan masyarakat Indonesia, tentang tanda-tanda istimewa dan hukum-hukum revolusi Indonesia, telah memungkinkan kader-kader PKI mempelajari teori Marxisme-Leninisme dan belajar memperpadukan teori Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia. ,,Juga satu pengalaman, bahwa dalam revolusi, perjuangan bersenjata adalah bentuk perjuangan yang terpenting. Perkembangan Partai, disamping sangat tergantung pada front persatuan, juga sangat tergantung pada perjuangan bersenjata. Maju mundurnya 61 === [PDF page 68] === perjuangan bersenjata sangat berpengaruh pada maju mundurnya front persatuan dan Partai. .Walaupun tidak secara lengkap, pengalaman selama revolusi telah disimpulkan dalam resolusi Jalan Baru. Resolusi Jalan Baru merupakan langkah pertama yang penting dalam menciptakan satu Partai Komunis yang dibolsyewikkan, yang meluas keseluruh negeri, yang berhubungan erat dengan massa dan yang diperkokoh dalam ideologi, politik dan organisasi. »Peristiwa Madiun telah membikin kader-kader dan anggota-anggota PKI menjadi lebih waspada dan lebih militan”. (Lahirnya PKI dan Perkembangannya). === [PDF page 69] === Periode keempat: Penggalangan Front Persatuan Nasional Dan Pembangunan Partai Pembentukan Politbiro baru dan lahirnya Konstitusi Partai Sesudah provokasi Madiun dan agresi kolonial kedua, CC PKI segera kembali ketempat kedudukannya semula di Yogyakarta dibawah pimpinan Kawan Tan Ling Jie. Bersamaan dengan meredanya suasana tidak menentu didalam Partai, maka PBI dan Partai Sosialis, walaupun pada permulaannya masih menampakkan diri dalam Parlemen, massa anggotanya pada pokoknya sudah meleburkan diri kedalam PKI, sedangkan anggota-anggota Parlemen kedua Partai itu juga sudah bersedia melebur diri kedalam PKI. Sungguhpun rencana Kongres fusi bulan Oktober 1948 mengalami kegagalan, tetapi pelaksanaan fusi di-organisasi-organisasi bawahan pada pokoknya sudah berjalan. Tetapi berlainan dengan kenyataan-kenyataan ini, didalam pimpinan Central PKI, makin kelihatan tidak adanya kebulatan pendapat tentang pelaksanaan Jalan Baru, bahkan mulai kelihatan adanya pertentangan-pertentangan. Sebagai akibat belum adanya kebulatan pimpinan Central ini, maka keruwetan, kerusakan dan kelesuan dikalangan kader-kader dan anggota? Partai.belum segera bisa diatasi seluruhnya. Ketiadaan kebulatan dalam CC disebabkan adanya dua aliran yang saling bertentangan dan pertentangan2nya makin menjadi tajam. Dua aliran itu yalah, pertama aliran Leninis yang setia pada resolusi Jalan Baru, dan kedua aliran oportunis yang mengingkari 63 === [PDF page 70] === kebenaran resolusi Jalan Baru. Kaum oportunis yang semenjak konferensi Partai bulan Agustus 1948 sudah bersikap ragu-ragu terhadap kebenaran fikiran? Kawan Musso, aktif berusaha membangunkan kembali Partai Sosialis sebagai,,Partai Klas Buruh" disamping PKI. Tindakan-tindakan ini tidak lain daripada usaha untuk menyukarkan kedudukan PKI sebagai Partai pelopor dan membikin bingungnya klas buruh dan massa pekerja umumnya dalam memilih Partai pelopornya yang sejati. Sikap dan perbuatan kaum oportunis dalam Partai ini telah menimbulkan perjuangan intern-Partai yang makin hari makin sengit. Usaha untuk memperkuat kedudukan PKI terusmenerus dilakukan, diantaranya atas inisiatif Comite Seksi Surakarta pada bulan September 1950 telah dilakukan pemakaman kembali jenazah 11 pemimpin dan kader Partai yang ditembak-mati oleh pemerintah Hatta di Ngalihan pada tgl. 19 Desember 1948. Meskipun usaha melakukan pemakaman kembali itu mengalami rintangan-rintangan yang luarbiasa dari pemerintah, namun akhirnya ia mencapai sukses. Puluhan ribu anggota, pencinta PKI dan massa-Rakyat dari daerah Surakarta dan daerah lainnya, hadir dalam upacara pemakaman itu, di--: mana panji-panji PKI dikibarkan dengan megahnya. CC PKI mengirimkan wakilnya untuk menghadiri upacara penting ini. Peristiwa yang mengharukan ini telah menghapuskan suasana panik dikalangan massa anggota Partai dan lebih lanjut membuka tabir kejahatan pemerintah Hatta dan ini merupakan pendorong kebangkitan kembali sesudah luka parah akibat teror putih Madiun. Perjuangan intern-Partai kemudian meningkat pada puncaknya, berhubung dengan tersebarnya siaran mengenai perjuangan penyelesaian Irian Barat, yang dikeluarkan pada tgl. 2 Desember 1950 atasnama CCPKI, sedangkan Sekretariat CCPKI yang berada di Jakarta tidak tahumenahu. Sikap politik yang dinyatakan dalam 64 === [PDF page 71] === siaran tsb. menunjukkan kekusutan ideologi dan pada hakekatnya menunjukkan oportunisme dalam memecahkan masalah gerakan kemerdekaan nasional. Demikian. juga makin banyaknya bukti-bukti tentang usaha? sembunyi untuk mendirikan partai lain disamping PKI. Kegiatan-kegiatan non-Komunis ini, bersumber pada beberapa orang anggota Pimpinan Harian CCPKI.: Atas desakan-desakan yang santer dari anggota CC yang merupakan Sayap Leninis dalam pimpinan Central Partai ketika itu, diadakanlah Sidang Pleno CC bulan Desember 1950 dan permulaan Januari 1951 untuk membicarakan persoalan yang sangat serius tsb. Dalam sidang yang bersejarah ini telah terjadi perdebatan sengit, antara Sayap Leninis yang setia pada resolusi Jalan Baru dengan sayap oportunis,didalam Partai. Kaum oportunis berpendirian bahwa persoalan-persoalan yang sangat serius itu hanya merupakan kesalahan-kesalahan kecil dan administratif saja, sedangkan Sayap Leninis menganggap sebagai suatu kesalahan prinsipiil dalam ideologi, politik dan organisasi. Achirnya secara demokratis sidang mengambil keputusan, menyalahkan politik yang digariskan dalam siaran mengenai Irian Barat dan tidak membenarkan pula adanya usaha-usaha membangun kembali Partai Sosialis. Untuk melawan oportunisme kanan dan,,kiri” serta membasmi liberalisme didalam Partai lebih lanjut, telah dibentuk Politbiro CCPKI yang baru, yang terdiri dari Kawan? Alimin, Aidit, Lukman, Nyoto dan Sudisman, dan sementara bertempat di Jl. Kernolong Jakarta. Agar sikap politik PKI dapat segera diketahui oleh umum, dikeluarkanlah statement Sekretariat CCPKI tentang penarikan Ketua fraksi PKI dalam Parlemen, karena telah melakukan kesalahan? mengenai siaran tentang Irian Barat tsb. Bersamaan dengan itu diumumkan pula pernyataan pembubaran Partai Sosialis dan pernyataan tentang Peristiwa Madiun. Putusan-putusan Partai ini, adalah putusan-putusan penting dan 65 === [PDF page 72] === bersejarah, yang menunjukkan kemenangan Sayap Leninis yang setia pada resolusi Jalan Baru atas jalan lama yang menyesatkan proletariat dan Rakyat Indonesia. Segera sesudah Politbiro baru terbentuk, ia bekerja “keras untuk memberikan pimpinan berdasarkan garis? Jalan Baru. Usaha-usaha ini dimudahkan dengan diterbitkannya kembali organ resmi Partai Bintang Merah tgl. 15-8- 1950, dengan Dewan Redaksi yang terdiri dari Kawan?: P. Pardede, M.H. Lukman, D.N. Aidit dan Nyoto yang disusul oleh penerbitan Suara Rakyat dibulan Januari 1951, yang kemudian berobah menjadi Harian Rakyat dengan Dewan Redaksi: Kawan? Nyoto, Naibaho dan Supeno. | Dengan usaha-usaha yang tekun dalam mempelajari pengalaman PKI dan Partai-partai sekawan, maka pada bulan April 1951, telah dapat disusun dan disahkan Konstitusi Partai yang Marxis-Leninis. Disamping itu dinyatakan pula, bahwa AD dan AT putusan Kongres Nasional ke-IV PKI di Solo tidak berlaku lagi. Keputusan ini sesuai sepenuhnya dengan Konferensi Partai bulan Agustus 1948. Disamping itu Politbiro baru juga segera menyusun program Partai yaitu, Program PKI Untuk Pemerintah Koalisi Nasional, yang dikenal sebagai Program 12 fasal. Dengan tidak menunggu pensahan Kongres, seluruh Partai serempak menggunakan Konstitusi dan Program Untuk Pemerintah Koalisi Nasional sebagai pegangan dalam aktivitet sehari-hari yang ketika itu dititikberatkan pada pekerjaan pembangunan Partai. Seluruh Partai secara bulat berpendapat bahwa langkah Politbiro itu sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan dan menyambut dengan gembira,,Penjelasan Tentang Kedudukan Konstitusi" yang a.l. berbunyi sbb.,,......... Konstitusi ini adalah satu-satunya Konstitusi PKI yang 66 === [PDF page 73] === sah. Anggota-anggota dan organisasi Partai bawahan sudah tentu mempunyai kesempatan seluas-Yuasnya untuk menyatakan pendapatnya pada Politbiro Partai dengan melalui SC masing?, tentang Konstitusi ini seluruhnya maupun tentang tiap-tiap fasal dari Konstitusi. Tidak hanya itu, organisasi? Partai bawahan diwajibkan memberi laporannya berhubung dengan pengalaman-pengalaman yang didapatnya sesudah dijalankannya Konstitusi ini, Pendapat-pendapat dan pengalaman-pengalaman ini dengan sendirinya akan menjadi bahan yang penting dalam Konferensi Nasional atau Kongres Nasional Partai yang akan datang, dimana Konstitusi Partai ini dapat diubah menurut putusan Konferensi Nasional atau Kongres Nasional Partai”, (Bintang Merah no. 8-9 tahun 1951 — nomor 1 Mei). . Sesudah ada Konstitusi Partai yang baru, timbullah suasana segar dalam kehidupan intern-Partai. Diskusi-diskusi dan kegiatan-kegiatan melaksanakan Konstitusi telah sangat mendorong perkembangan Partai, meningkatkan pengetahuan teori anggota-anggota Partai, menghidupkan demokrasi intern Partai, menghidupkan kritik dan selfkritik didalam Partai, memperkuat disiplin, ideologi dan kesatuan Partai. Sejak itulah secara sedar Partai mulai melaksanakan tugasnya yang pokok, yaitu: tugas menggalang Front Persatuan dan tugas Pembangunan Partai. Pembangunan Partai dan perjoangan melawan razzia Agustus Usaha-usaha pembangunan Partai dalam tingkat pertama yang masih sangat sulit ketika itu dilakukan secara langsung oleh CC dengan bantuan aktif dan militan dari aparatnya yang berada di-daerah-daerah yaitu Komisariat CC (KCC). Ketentuan dalam Konstitusi tentang adanya KCC di-daerah-daerah provinsi, adalah ketentuan yang tepat sekali karena keadaan Partai di-daerah-daerah masih 67 === [PDF page 74] === ruwet dan dikacaukan oleh elemen-elemen oportunis anti Jalan Baru. Ketentuan itu merupakan pelaksanaan prinsip sentralisme demokratis dan kewaspadaan revolusioner sesuai dengan perkembangan keadaan ketika itu., Dengan memegang teguh garis kebijaksanaan organisasi dari CC dan menjunjung tinggi Konstitusi Partai, KCC-kcc? bekerja keras membangun Partai didaerah-didaerah. Pekerjaan-pekerjaan seperti, mendaftar kembali ang- - gota-gota PKI, penyaringan bekas anggota? PBI dan Partai Sosialis yang akan masuk kedalam Partai, penelitian _ terhadap kader dan persiapan-persiapan pembentukan Comite-comite Partai, mengambil kebijaksanaan terhadap elemen? anti Jalan Baru dll. dilakukan dengan tekun, sabar, waspada, ulet tetapi juga dengan keberanian yang besar. Dengan kegiatan-kegiatan KCC yang demikian itu dan dimana keadaan obyektif didalam Partai sudah baik, dalam beberapa bulan saja organisasi Partai diberbagai daerah (SC, OSC dan RC) telah tersusun sesuai dengan Konstitusi Partai, bahkan bersamaan dengan itu telah dapat juga dilakukan peluasan keanggotaan dan organisasi Partai, bukan saja di Jawa dan Sumatera tetapi juga di Kalimantan, Sulawesi, Nusatenggara dan Maluku. oa. Pengalaman-pengalaman praktis dari KCC dalam membangun Partai di-daerah-daerah, sangat banyak dan berharga. Oleh Politbiro pengalaman-pengalaman ini dituangkan dalam petunjuk?2 kerja yang disasarkan kepada tugas penting membolsyewikkan PKI. Salahsatu pengalaman penting yang kemudian mempersenjatai Partai dalam pembangunannya adalah pengalaman-pengalaman dalam menjalankan kebijaksanaan politik kader. Dalam waktu yang tidak terlalu lama pimpinan Central Partai segera memiliki kecakapan memilih kader, mempersatukan kader Partai dari berbagai angkatan, dan mengembangkan solidaritet Komunis dikalangan kader Partai yang jumlahnya semakin meningkat banyak. 68 === [PDF page 75] === Perkembangan Partai yang sangat membanggakan sesudah dipimpin oleh Politbiro baru ini berlangsung justru dalam keadaan pemerintah reaksisner Sukiman (Masyumi) berkuasa. Hal ini menunjukkan betapa tingginya dayajuang PKI sesudah mendapatkan pegangan yang kuat pada Konstitusi Partai. Karena sedar akan bahaya yang mengancam dari gerakan Rakyat yang revolusioner dan dari PKI yang sedang tumbuh, karena melihat bahwa Provokasi Madiun ternyata tidak mematikan gerakan revolusioner dan PKI, kaum imperialis asing dan kaum reaksioner dalamnegeri menjadi matagelap dan membikin komplotan lagi untuk menghancurkan PKI. Sekarang tidak dengan Provokasi di Solo ataw di Madiun, tetapi dengan satu,,serangan"” terhadap pos polisi di Tanjung Periuk, yang oleh pemerintah Sukiman diproklamasikan sebagai,,serangan Komunis"! Pada tgl. 16 Agustus 1951, pagi-pagi buta, mulailah razzia besar?2an di. Jakarta, yang diteruskan di-daerah-daerah lain. Kira-kira 2000 orang Komunis dan. orang-orang progresif lainnya ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara. Tetapi atas desakan Rakyat, sesudah ber-bulan: meringkuk didalam 'penjara, semua dikeluarkan dengan tak seorangpun. bisa dihadapkan kemuka pengadilan. Gagalnya Sukiman (Masyumi) dengan Razzia Agustusnya menunjukkan bahwa gerakan revolusioner di Indonesia sudah bangun kembali dan mempunyai kekuatan. Dengan terjadinya razzia Agustus ini, maka kader-kader. dan anggota? Partai yang sedang secara tekun dan baru beberapa bulan saja bekerja membangun Partai dalam keadaan yang boleh dikatakan agaktenang, terpaksa harus menghadapi ujianbaru lagi untuk melakukan perjuangan melawan tindakan reaksioner pemerintah Sukiman. Seperti, halnya pemerintah Hatta, dengan alasan yang dicari-cari dan dengan,,sandiwara Tanjungpriok” pemerintah reaksioner Sukiman memerintahkan aparat-aparat- 69 === [PDF page 76] === nya untuk melakukan pengejaran dan penangkapan? terhadap pemimpin-pemimpin dan anggota-anggota PKI yang dianggap sberbahaya" karena mau mengadakan,,kudeta”. Surat perintah penangkapan dari Jaksa Agung didasarkan pada suatu alasan yang direka-reka, sekedar asal saja ada alasan yang tampak berdasarkan hukum. Segera sesudah pemerintah reaksioner Sukiman melancarkan razzia Agustusnya, pimpinan Central Partai menentukan sikapnya yang tepat, yaitu: menggalang “Front Persatuan Nasional menentang kabinet Sukiman: legalitet Partai harus dipertahankan, kader-kader terutama kader-kader pimpinan Partai diselamatkan dan berusaha mengecilkan korban dari kalangan kader dan anggota? Partai. Dengan carakerja yang selalu berdasarkan pada garis massa dan kewaspadaan setajam-tajamnya, berpedoman pada tulisan Kawan D.N. Aidit Mengatasi kelemahan kita, garis taktik Partai itu dijalankan olen semua kader Partai dengan keyakinan yang teguh dan keberanian menempuh segala risiko. Kantor? Partai tetap dibuka setiap hari, anggota? Partai di Parlemen tetap menghadiri sidang-sidang, Harian Rakyat dan majalah Partai,,Bintang Merah” dan Buletin PKI tetap terbit dan disamping itu pimpinan Partai harus bekerja keras dengan kewaspadaan tinggi untuk menghindarkan diri dari penangkapan. Fraksi-fraksi Partai diberbagai lapangan harus melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan garis front persatuan anti-Sukiman. | Pada tingkat permulaan dalam perjuangan melawan Razzia Agustus, Partai mengalami kesulitan disebabkan oleh adanya sementara anggota dan kader-kader Partai yang panik dan tidak segera melaksanakan taktik dan carakerja yang digariskan oleh CC. Mereka teringat kcmbali akan keganasan kaum reaksioner ketika Peristiwa Madiun. Karena itulah sementara anggota, kader dan Comite-comite Partai telah dihinggapi kecenderungan-kecenderungan kanan dan,,kiri” yang merugikan. Hal yang demikian ini terjadi karena ketika itu didalam Partai masih banyak 70: === [PDF page 77] === elemen-elemen sektarisme, kapitulasionisme dan avonturisme, Berhubung adanya kelemahan-kelemahan yang demikian itu maka banyak kader tertangkap yang sebenarnya bisa dielakkan. Tetapi juga ada anggota-anggota CC dan kader-kader Partai lainnya yang ditangkap ketika sedang melakukan tugas Partai. misalnya kawan-kawan anggota Parlemen. Tetapi" dengan penangkapan-penangkapan atas anggota-anggota Parlemen dari PKI dan juga Partai-partai lain, telah lebih menelanjangi kejahatan pemerintah Sukiman. Melihat situasi yang semakin membahayakan itu Politbiro Partai segera mengeluarkan petunjuk tentang cara-cara mengatasinya. Isi petunjuk itu yalah, mengintensifkan penjelasan-penjelasan kepada semua anggota dan kader Partai tentang garis taktik Partai dalam perjuangan: melawan pemerintah Sukiman dan menyelamatkan demokrasi: menghidupkan demokrasi intern Partai dan kritik selfkritik: memperkuat ideologi dengan mengadakan diskusi-teori di Grup, Resort, Fraksi dan Comite-comite s Partai. Sesudah petunjuk-petunjuk CC itu dijalankan dengan segala kesungguhan, sesudah melalui proses kritik selfkritik, dan pendiskusian lebih mendalam tentang garis-garis - taktik Partai, maka keberanian dan kegembiraan bekerja dikalangan anggota dan kader-kader timbul kembali. Dengan demikian maka dalam. batas-batas tertentu kelemahan-kelemahan Partai dapat diatasi. Kecepatan mengatasi kelemahan “demikian yang berarti juga kecepatan mencapai kebulatan mengenai garis-garis Partai, ini merupakan suatu kemajuan yang sangat penting. Hal yang demikian tidak mungkin terjadi diwaktu-waktu yang lampau karena tidak adanya kebulatan dalam pimpinan Partai dan karena sifat liberal dari pimpinan Central Partai. Berhubung dengan banyaknya persoalan yang men-. desak yang harus mendapatkan pemecahan sebaikbaiknya dari Partai, dalam keadaan dimana Razzia Agustus masih berlangsung, pada permulaan tahun 1952 CC mengadakan Konferensi Nasional Partai, yang dilakukan dengan kewaspadaan yang tinggi. Dalam 71 === [PDF page 78] === Konferensi Nasiohal ini dibicarakan secara mendalam politik Partai terhadap. pemerintah Sukiman-Subarjo- Wibisono, soal politik anti DI-TII, soal penggalangan front persatuan dengan burjuasi nasional, soal memperkuat ideologi Partai, peluasan anggota dan soal-soal organisasi lainnya. Semua persoalan yang dibicarakan dalam Konferensi ini'sampai pada kesimpulan penting yaitu perlunya melenyapkan sektarisme, kapitulasionisme dan avonturisme yang masih ada didalam Partai. Konferensi Nasional Partai ini telah memberi jawaban pada persoalan-persoalan penting yang dihadapi Rakyat Indonesia etika itu. Semua putusan Konferensi mempersenjatai anggota-anggota dan kader-kader Partai didalam meneruskan perjuangannya untuk membatalkan KMB, menyelamatkan demokrasi dan yang lebih mendesak lagi yalah untuk menjatuhkan pemerintah Sukiman dari panggung kekuasaannya.. Mengenai peluasan keanggotaan Partai, Politbiro telah merencanakan untuk meningkatkan jumlah ke- ~ anggotaan yang ketika itu berjumlah kl. 10.000 menjadi 100.000 dalam waktu enam bulan. Rencana peluasan keanggotaan ini mendapat sambutan yang luarbiasa hangatnya dikalangan massa pencinta Partai yang sudah sejak lama berkeinginan untuk memasuki barisan PKI, dan telah menimbulkan aktivitet yang besar didalam Partai. Rencana peluasan keanggotaan yang diputuskan oleh Politbiro ini merupakan peristiwa yang bersejarah, karena dalam sejarahnya baru pada saat itulah langkah pertama diayunkan untuk memperbesar jumlah keanggotaan Partai secara berencana. Hal ini didasarkan pada pertanggunganjawab sejarah bahwa PKI harus mampu memberi pimpinan pada berjutajuta Rakyat pekerja Indonesia dalam perjuangan untuk pembebasannya. Hal ini tidak mungkin tanpa anggota Partai yang banyak, apalagi mengingat Indonesia adalah negeri dengan ribuan pulau yang didiami manusia. 72 === [PDF page 79] === Dengan garis politik Partai yang tepat dan dengan mengkombinasikan pekerjaan penggalangan front persatuan nasional dengan tugas-tugas pembangunan Partai, maka kekuatan demokratis semakin berkembang dan kekuatan reaksioner kian hari kian terdesak kedudukannya. Dan kekuasaan pemerintah reaksioner Sukiman dapat digoyangkan. untuk selanjutnya dijatuhkan samasekali. Dengan jatuhnya kabinet Sukiman yang anti-demokratis itu oleh Rakyat membuktikan bahwa PKI sesudah menyimpulkan pengalaman2nya secara pokok dengan dijiwai oleh Jalan Baru, telah memiliki kemampuan yang besar untuk memimpin perjuangan massa yang luas, secara tangkas menghindari provokasi dan karena sudah makin dipersenjatai dengan teori. Marxisme- Leninisme menjadi cakap menguasai situasi, mengetahui imbangan kekuatan dan cepat mengambil inisiatif politik dalam setiap keadaan. Dengan desakan-desakan yang kuat dari Rakyat, pada permulaan April 1952, terbentuklah kabinet Wilopo yang komposisi dan programnya dalam batas-batas tertentu dapat dikatakan maju. Untuk pertama kalinya PNI memegang pimpinan kabinet. Partai menetapkan sikapnya untuk memberikan sokongan dan kesempatan bekerja kepada kabinet Wilopo, selama kabinet ini menjalankan programnya yang demokratis. - Karena kekalahan-kekalahan politik yang dialaminya, pemimpin? Masyumi-PSI dan pemimpin-pemimpin reaksioner lainnya menjadi makin matagelap. Hubungan politik antara mereka dengan kaum imperialis Belanda dan Amerika, dengan gerombolan DI-TII dan dengan kaum militeris yang haus kekuasaan makin menjadi erat. Demikianlah, dengan maksud untuk menebus kekalahan2nya, sewaktu pemerintah Wilopo masih berkuasa, kaum reaksioner memberikan sokongan sepenuhnya terhadap usaha? kaum militeris yang mengadakan percobaan kup pada tgl. 17 Oktober 1952. Tetapi berkat kewaspadaan Par- 73 === [PDF page 80] === tai, yang dengan cepat mengetahui gerakgerik jahat dari kaum militeris yang dijagoi oleh kaum soska dan trotskis, kekuatan front persatuan yang sudah makin menjadi kuat segera diarahkan untuk menggagalkan © usaha-usaha kup reaksioner itu. . Dalam perjuangan melawan usaha-usaha kup dari kaum militeris ini Partai dan Rakyat Indonesia mencatat pengalaman penting tentang betapa bahayanya kup kaum militeris. Tetapi disamping itu pengalaman menunjukkan bahwa Rakyat Indonesia bukan makanan yang empuk bagi kaum militeris-fasis. Perjuangan?2 melawan razzia Agustus dan percobaan kup kaum militeris ini telah lebih menempa kader-kader dan anggota? Partai didalam politik, carakerja dan didalam ideologinya. Setelah pemerintah Wilopo menjalankan tindakan? yang anti-demokratis, terutama sesudah menteri dalamnegeri Mr. M. Rum (Masyumi) memerintahkan menembaki kaum tani di Tanjung Morawa, Sumatera Utara, yang terkenal dengan tindakan traktormaut, Partai segera bersikap menentangnya, sehingga akhirnya karena tuntutan-tuntutan Rakyat, pemerintah Wilopo jatuh. Dan sebagai hasil dari pertentangan diantara yang berkuasa. dalamnegeri dan atas desakan yang lebih kuat dari Rakyat, terbentuklah pemerintah Ali Sastroamijoyo pada akhir Juli 1953 tanpa Masyumi-PSI, yang programnya. lebih demokratis dan lebih maju daripada kabinet Wilopo. Sokongan PKI kepada pemerintah nasionalis ini ber-: dasarkan pada analisa Marxis-Leninis tentang imbangan kekuatan yang kongkrit. Adalah avonturisme jika PKI, karena mengharapkan terbentuknya pemerintah yang lebih baik, lalu tidak memberikan sokongannya kepada pemerintah nasionalis yang agak maju. Sikap avontur demikian bisa mengakibatkan jatuhnya pemerintah nasionalis yang agak maju itu ketangan partai-partai reaksioner Masyumi-PSI. Dan dengan sokongan PKI kepada pemerintah nasionalis itu, bukan berarti sudah: 74 === [PDF page 81] === Pemerintah Front Persatuan Nasional, karena dalam pemerintah front persatuan nasional, harus duduk wakil Rakyat pekerja yang paling tepat, yaitu PKI. Kongres Nasional ke-V PKI Dalam keadaan dimana gelombang gerakan revolu- Sioner menaik, dalam bulan Oktober 1953 diadakan Sidang Pleno CCPKI, sebagai persiapan untuk Kongres Nasional ke-V PKI. Dalam Sidang Pleno ini telah dibicarakan secara mendalam mengenai penyempurnaan Konstitusi Partai, rencana Program PKI, Laporan Umum kepada Kongres dan mengenai Kawan Tan Ling Jie, yaitu pembawa aliran. oportunis didalam Partai yang mau mengembalikan garis politik dan garis organisasi Partai kepada keadaan sebelum ada resolusi Jalan Baru. Sidang Pleno CCPKI, sesudah mendengarkan laporan-laporan dari Politbiro dengan secara bulat telah mensahkan dan memutuskan semua persoalan pokok yang telah disiapkan oleh Politbiro Partai. Tentang keanggotaan CC dan Politbiro, Sidang Pleno mengambil keputusan sbb.: Kawan-kawan D.N. Aidit, M.H. Lukman dan Nyoto masing-masing dipilih sebagai Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal I dan II CCPKI: Kawan Alimin. diberhentikan dari keanggotaan Politbiro atas permintaannya sendiri, karena kesehatannya yang makin menurun: dan Kawan Tan Ling Jie diberhentikan dari keanggotaan CC. Putusan-putusan penting tersebut diambil secara bulat yang didasarkan pada laporan-laporan Politbiro, kritik dari anggota-anggota CC dan selfkritik dari Kawan? yang bersangkutan. Susunan CC disempurnakan dan. Politbiro Partai terdiri dari Kawan-kawan D.N. Aidit, M.H. Lukman, Nyoto, Sudisman dan Sakirman. Persoalan yang termasuk berat dalam Sidang Pleno CC Partai ketika itu yalah tentang Tan Ling Jieisme. Sidang Pleno menyimpulkan bahwa fikiran Kawan Tan Ling Jie sudah menguasai Partai selama 75 === [PDF page 82] === revolusi tahun 1945-1948 dan sampai pada permulaan tahun 1951, sehingga telah sangat menghambat perkembangan Partai disegala lapangan, dan dengan demikian juga telah mempengaruhi jalannya revolusi. Pengaruh Tan Ling Jie-isme dilapangan organisasi, politik dan ideologi yalah sbb.: dilapangan organisasi yalah suatu aliran didalam Partai yang menghendaki adanya,,Partai Klas Buruh” disamping PKI, yaitu menghendaki adanya,,Partai Klas Buruh” yang anggota2nya terdiri dari orang-orang klas tengah, yaitu apa yang dinamakan orang-orang yang pro Komunis tetapi,,tidak berani masuk PKI”. Singkatnya ini adalah aliran didalam Partai yang mengecilkan rol PKI sebagai pelopor revolusi, yang melenyapkan sifat bebas dari Partai, dan yang pada hakekatnya melikwidasi Partai: dilapangan politik adalah suatu aliran didalam Partai yang mengecilkan kekuatan massa dan terlalu membesarkan kekuatan reaksi, yang mengurangi program Partai, yang membikin perjuangan klas buruh menjadi perjuangan undang-undang dan perjuangan parlementer semata-mata, yang membikin klas buruh jauh dari soal-soal politik, dan semuanya ini berarti membikin PKI tidak mempertahankan kebebasan politiknya sendiri: dilapangan ideologi adalah subyektivisme, adalah “aliran dogmatisme dan empirisisme didalam Partai, yang telah menyebabkan Partai membikin kesalahan-kesalahan kanan dan,,kiri" yang sangat merusak pertumbuhan Partai dan pertumbuhan — gerakan revolusioner. Sesudah 'putusan-putusan Sidang Pleno CC diumumkan, segera menimbulkan kegiatan yang luarbiasa diseluruh Partai baik dalam mendiskusikan bahan-bahan maupun cara-cara penyelenggaraan Kongres Nasional ke-V PKI yang sudah direncanakan akan diadakan pada permulaan tahun 1954. Pendiskusian bahan-bahan kongres oleh massa anggota PKI dan Rakyat ini, merupakan tradisi baru dalam kehidupan Partai yang menunjukkan satunya PKI dengan Rakyat. 76 === [PDF page 83] === Dalam bulan Maret 1954, dilangsungkan Kongres Nasional ke-V PKI yang bersejarah di Jakarta dengan tujuan untuk menjawab semua masalah penting . dan pokok dari revolusi Indonesia, untuk pekerjaan yang lebih baik dari Partai dalam menggalang front persatuan, untuk menjawab semua masalah pokok pembangunan Partai dan untuk mengeratkan hubungan PKI dengan massa. Dalam kongres ini disahkan semua dokumen yang dirancangkan oleh Sidang Pleno Comite Central bulan Oktober 1953. Disamping itu disahkan pula Manifes Pemilihan Umum PKI dan diputuskan ‘untuk memperluas keanggotaan dan organisasi Partai. Kongres telah memilih Comite Central yang baru, yaitu: Achmad Sumadi, D.N. Aidit, Bakhtaruddin,- Joko Sujono, Yusuf Ajitorop, M.H. Lukman, Nyoto, Nursuhud, Peris Pardede, Sakirman, Sudisman, K. Supit dan Zaelani. Mengenai sifat masyarakat Indonesia, Kongres Nasional ke-V PKI telah menyimpulkan, bahwa Indonesia adalah negeri setengah-jajahan dan setengah-feodal. Tentang ini dinyatakan sbb.: Selama keadaan di Indonesia masih tetap tidak berubah, artinya, selama kekuasaan imperialisme belum digulingkan dan sisa-sisa feodalisme belum dihapuskan, Rakyat Indonesia takkan mungkin membebaskan diri - dari keadaan melarat, terbelakang, pincang dan tak berdaya dalam menghadapi imperialisme. Kekuasaan imperialisme dan sisa-sisa feodalisme tidak akan hapus di Indonesia selama kekuasaan negara dinegeri kita dipegang oleh tuantanah dan komprador yang berhubungan erat dengan kapital asing, karena mereka mau mempertahankan penindasan imperialis dan sisa-sisa feodal dinegeri kita, karena mereka paling takut kepada Rakyat Indonesia. Jika Indonesia mau maju dari suatu negeri setengah jajahan dan setengah feodal menjadi negeri merdeka, demokratis, makmur dan maju, maka adalah soal yang pokok, diatas segala-galanya, untuk mengganti 77 === [PDF page 84] === pemerintah tuan-tuan feodal dan komprador dan menciptakan pemerintah Rakyat, pemerintah Demokrasi Rakyat”. Mengenai jalan keluar dari keadaan setengah-jajahan dan setengah-feodal, Kongres menyimpulkan sbb.: »Jalan keluar terletak dalam mengubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakyat difihak yang lain. Jalan keluar terletak dalam membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa, terutama kaum buruh dan kaum tani”. Mengenai rol kaum buruh dalam mengubah imbang-' an kekuatan, disimpulkan oleh Kongres Nasional ke-V PKI, sbb.: »Klas buruh harus memelopori perjuangan seluruh Rakyat. Untuk tujuan ini klas Buruh sendiri harus meningkatkan aktivitetnya, mendidik dirinya sendiri dan menjadi kekuatan yang besar dan sedar. Klas Buruh tidak hanya harus melakukan perjuangan untuk memperbaiki tingkat hidupnya, ia juga harus meningkatkan tugas?nya ketingkat yang lebih luas dan lebih tinggi. Ia harus membantu perjuangan klas-klas lainnya. Klas Buruh harus membantu perjuangan kaum tani untuk tanah, perjuangan kaum inteligensia untuk hak?nya yang pokok, perjuangan burjuasi nasional melawan persaingan asing, perjuangan seluruh Rakyat Indonesia untuk: kemerdekaan Nasional dan kebebasan-kebebasan demokratis. Rakyat bisa mencapai kemenangan hanya apabila klas Buruh Indonesia sudah merupakan kekuatan yang bebas, sedar, matang dalam politik, terorganisasi dan mampu memimbin perjuangan seluruh Rakyat, hanya bila Rakyat sudah melihat klas Buruh sebagai pemimpinnya”. |: Tentang menarik kaum tani kedalam front persatuan, Kongres Nasional ke-V PKI menjelaskan lebih lanjut: pp ananan agar kaum tani dapat ditarik, kewajiban yang === [PDF page 85] === terdekat dari kaum Komunis Indonesia yalah melenyapkan sisa-sisa feodalisme...... Langkah pertama dalam pekerjaan dikalangan kaum tani yalah membantu perjuangan mereka untuk kebutuhan sehari-hari, untuk mendapatkan tuntutan-bagian kaum tani. Dengan demikian berarti mengorganisasi dan mendidik kaum tani kearah tingkat perjuangan yang lebih tinggi. Inilah dasar untuk membentuk persekutuan kaum Buruh dan kaum Tani, sebagai basis daripada Front Persatuan Nasional yang kuasa". Revolusi agraria adalah hakekat dari revolusi Demokrasi Rakyat di Indonesia. Revolusi agraria adalah syarat untuk pembangunan, industrialisasi dan kesejahteraan ekonomi bagi Indonesia. Dengan kaum tani yang melarat, yang tak bertanah atau tak cukup mempunyai tanah, tidak mungkin mengadakan pembangunan, industrialisasi dan kesejahteraan ekonomi negeri. Jadi, syarat pertama dan syarat yang tidak boleh tidak untuk pembangunan Indonesia, untuk industrialisasi dan kesejahteraan ekonomi negeri, yalah pelaksanaan semboyan,,tanah untuk kaum tani”. Mengenai front persatuan dan pekerjaan PKI untuk front persatuan sejak tahun 1951 oleh Kongres disimpulkan sbb.: pe eeeeee persatuan dengan burjuasi nasional makin bertambah erat, tetapi persekutuan kaum buruh dengan kaum tani masih belum kuat. Dengan perkataan lain, Partai masih tetap belum mempunyai fondamen yang kuat. Dalam tingkat ini Partai dengan keras harus melawan penyelewengan kekanan yang memberi arti yang berlebih-lebihan kepada persatuan dengan burjuasi nasional dengan mengecilkan arti pimpinan klas buruh dan arti persekutuan kaum buruh dan kaum tani. Bahaya ini yalah bahaya melepaskan sifat bebas dari Partai, bahaya meleburkan diri dengan burjuasi. Disamping itu. sudah tentu Partai juga harus dengan keras mencegah penyelewengan kekiri, mencegah sektarisme, yaitu 79 === [PDF page 86] === sikap yang tidak mementingkan politik front persatuan.dengan burjuasi nasional dan memelihara front persatuan itu dengan sekuat tenaga. Karena klik burjuasi komprador bersandar pada imperialisme yang berlainan, dan karena politik Partai sekarang ini pertama-tama ditujukan' kepada imperialisme Belanda dan bukan kepada semua imperialisme asing, maka telah timbul pertentangan yang lebih tajam dikalangan kaum imperialis sendiri dan pertentangan-pertentangan ini dengan sendirinya juga timbul dikalangan komprador?nya. Terbentuknya front persatuan dengan burjuasi nasional ini membukakan kemungkinan-kemungkinan baru bagi perkembangan dan pembangunan Partai dan bagi pekerjaan Partai yang terdekat, yaitu menggalang persekutuan kaum buruh dan kaum tani anti-feodalisme. Pembangunan Partai dan penggalangan persekutuan kaum buruh dan kaum tani adalah jaminan bagi pimpinan proletariat atas front persatuan nasional”. Kongres Nasional ke-V PKI, telah melikwidasi periode sebelum tahun 1951 dalam Partai dan secara definitif menutup zaman lama yang gelap. Kongres telah menjawab semua masalah pokok dan penting dari re- 'volusi Indonesia. Berkat dukungan bulat dari semua anggota dan kader-kader Partai, berkat kebijaksanaan memimpin dari CCPKI dan sambutan hangat dari Partai sekawan diluarnegeri, Kongres Nasional ke-V PKI berhasil dengan sukses yang besar. Putusan-putusan dari Kongres ini adalah bukti yang se-jelas2nya dari kedewasaan PKI. 80 === [PDF page 87] === , Pergeseran Situasi Kekiri Sesudah Kongres Nasional ke-V PKI, bulan Maret 1954, dengan setia dan dengan sungguh-sungguh PKI melaksanakan dua tugas urgen yang ditetapkan oleh Kongres tersebut, yaitu pertama, menggalang front persatuan nasional anti-imperialis yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh, dan kedua meneruskan pembangunan Partai yang tersebar diseluruh negeri dan mempunyai karakter massa yang luas, yang sepenuhnya terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Melaksanakan dua tugas tersebut dengan baik berarti PKI dapat melakukan tugas-tugas politik dalamnegeri dan luarnegeri dengan berhasil, hidup dan kreatif. Situasi sesudah Kongres Nasional ke-V PKI ditandai oleh adanya pergeseran kekiri dan kemudian disamping itu adanya usaha yang latent untuk menimbulkan diktatur militer di Indonesia. Suatu peristiwa penting yang tak terlupakan dalam. sejarah PKI ketika itu yalah proses terhadap diri Kawan D.N. Aidit, yang hakekatnya merupakan proses terhadap Partai Komunis dan Rakyat Indonesia, karena "ia adalah proses tentang Peristiwa Madiun, yang oleh kaum reaksi dalam dan luarnegeri dijadikan kambinghitam untuk menyerang namabaik PKI. Dengan berlangsungnya proses ini, maka prestise PKI menjadi naik. Dari terdakwa Kawan Aidit berubah menjadi pendakwa dan menunjukkan bahwa tangan Hatta-lah yang berlumuran darah dalam provokasi Madiun. Peristiwa penyeretan Kawan Aidit ke pengadilan ini, 'adalah juga satu usaha dari kaum reaksioner dalamnegeri untuk menjatuhkan PKI dimata Rakyat sebe- 81 === [PDF page 88] === lum pemilihan umum September 1955, tetapi sejarah berjalan tidaklah sebagaimana yang diinginkan kaum reaksioner. Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada bulan April 1955 yang telah berhasil menjadikan Bandyng sebagai ibukota Asia-Afrika yang anti-imperialis, telah dapat menggelorakan semangat anti-imperialisme Rakyat Indonesia yang dipadu dengan solidaritet internasional. PKI berusaha membangkitkan massa dan meninggikan pengertiannya untuk menjadikan konferensi A-A inisebagai permulaan yang penting bagi negeri-negeri Asia- Afrika dalam membikin sejarahnya sendiri secara kolektif, sebagai sumbangan kepada perdamaian dan peradaban dunia. Dengan semangat Asia-Afrika yang maju ini, Rakyat Indonesia memasuki gelanggang pemilihan umum, yang menghasilkan menang mutlaknya kekuatan demokratis atas kekuatan kepalabatu. Menjelang pemilihan umum untuk parlemen yang pertama, tgl. 29 September 1955, Politbiro CC PKI telah mendiskusikan secara mendalam Manifes Pemilihan Umum PKI dalam Juni 1955, dan akhirnya mengeluarkan resolusi yang berjudul:,,Lewat Pemilihan Umum yang akan datang Membentuk Pemerintah Koalisi Nasional”. Dalam resolusi ini dengan tegas dikatakan, bahwa,,Pemerintah Koalisi Nasional bukan peme-, rintah diktatur Rakyat” dan bahwa,,program pemerintah Koalisi Nasional yang diinginkan oleh PKI bukanlah program demokrasi Rakyat, tetapi program yang pokok?nya sama dengan tuntutan PKI kepada pemerintah Ali Sastroamijoyo”. (Untuk kemenangan front nasional dalam pemilihan umum — Pilihan Tulisan D.N. Aidit, jilid I, hal. 448-449). Politik mengenai pemilihan umum ini adalah koreksi terhadap Manifes Pemilihan Umum putusan Kongres Nasional ke-V. Koreksi ini oleh Kongres Nasional ke-VI disahkan. Memenangkan PKI dan partai-partai demokratis lainnya dan mengalahkan kombinasi Masyumi-PSI yang anti- 82 === [PDF page 89] === persatuan, anti-demokratis dan anti-Komunis adalah tujuan yang diperjuangkan oleh PKI dalam pemilihan umum tersebut. Berkat kegiatan yang luarbiasa dari para - anggota dan kader-kader Partai, berkat kebenaran garis politik Partai dan berkat perjuangan PKI yang ulet untuk kepentingan se-hari-hari dari Rakyat, untuk persatuan Rakyat pekerja, persatuan nasional, berkat paduan kegiatan politik dengan kegiatan kebudayaan, maka akhirnya PKI keluar dari medan pemilihan umum untuk DPR sebagai salahsatu partai besar, dengan pemilihnya yang lebih dari 6 juta. Dan pemilihan umum untuk DPR - adalah manifestasi dari kemenangan demokrasi. Kemenangan-kemenangan ini oleh PKI telah dikonsolidasi untuk menghadapi pemilihan Konstituante. Dengan semboyan Pertahankan Republik Proklamasi 1945 PKI telah mengerahkan segenap kekuatan untuk memenangkan Partai dan Front Persatuan dalam pemilihan Konstituante, yang juga mencapai kemenangan. Kekuatan demokratis terus-menerus bertambah kuat. Pembentukan DPR baru dan Konstituante, makin dikutuk dan jatuhnya Kabinet BH (Burhanpddin Harahap) yang reaksioner dan terbentuknya Kabinet Ali Sastroamijoyo yang kedua, dibatalkannya persetujuan KMB yang khianat secara unilateral, makin banyaknya hasil-hasil yang dicapai dalam memberantas gerombolan DI-TII, merupakan bukti-bukti dari semakin tumbuhnya kekuatan demokratis Rakyat Indonesia ketika itu. Sidang Pleno ke-IV CC PKI pada akhir Juni 1956 menunjukkan adanya tiga kekuatan dan tiga konsep dalam menyelesaikan tuntutan-tuntutan Revolusi Agustus 1945. Sesudah pemilihan umum dapat: diketahui dengan jelas adanya 3 macam kekuatan politik di Indonesia yang hampir berimbang besarnya. Kekuatan-kekuatan itu yalah: »Pertama, kekuatan kepalabatu, yaitu kekuatan kaum feodal dan kaum komprador yang bersekongkol dengan imperialisme asing. Kekuatan ini masih agak besar.” »Kedua, kekuatan progresif, yaitu kekuatan kaum bu- 83 === [PDF page 90] === ruh, kaum tani, burjuasi kecil kota dan intelektuil revolusioner. Kekuatan ini sudah agak besar.” »Ketiga, kekuatan tengah, yaitu kekuatan burjuasi nasional -dan segala kekuatan patrigtik dan anti kolonialisme lainnya, termasuk tuantanah golongan kiri (agak maju). Kekuatan ini agak besar dan berada diantara kekuatan kepalabatu dan kekuatan progresif.” (Bersatu untuk menyelesaikan Revolusi Agustus "45 hal. 15). Adapun tiga konsep dari tiga kekuatan ini yalah: Pertama, konsep kepalabatu, yaitu kaum komprador dan feodal, yalah supaya Indonesia dikuasai oleh kaum komprador dan feodal, supaya Indonesia menjadi satu negara yang hanya bentuknya saja merdeka, tetapi ha-_ kekatnya tunduk kepada imperialisme, membela kepentingan kapitalis-kapitalis besar asing dan tuantanah-tuantanah, Kedua, konsep kaum progresif, yaitu kaum buruh, tani, burjuasi kecil kota dan intelektuil revolusioner, yang menuntut supaya hak-hak kaum imperialis dilapangan politik ekonomi dan kebudayaan dihapuskan: supaya milik feodal atas tanah dihapuskan dan diadakan perubahan tanah untuk melaksanakan semboyan,,tanah untuk petani’; semuanya itu sesuai dengan tuntutan? Revolusi Agustus 1945. Ketiga,.konsep kekuatan tengah, yaitu konsep burjuasi nasional yang mempunyai pertentangan dengan - imperialis, kaum komprador dan tuantanah, supaya di Indonesia diadakan perubahan-perubahan untuk membela kepentingan sendiri membela kapitalisme nasional. Garis politik PKI dalam menghadapi tiga kekuatan dan tiga konsep penyelesaian tuntutan? Revolusi Agustus yalah:,,dengan sekuat tenaga dan dengan tidak jemu?nya mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan memencilkan kekuatan kepalabatu”. (idem, hal. 20) Tentang Konsepsi Presiden Sukarno yang diumumkaa pada tgl. 21 Februari 1957, yang telah membangkitkan 84 === [PDF page 91] === semangat Rakyat secara besar2an, Sidang Politbiro pada tgl. 20 Februari 1957 menyatakan,,persetujuan pada Konsepsi Bung Karno dan menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia supaya dengan sepenuhhati menyokong konsepsi ini dan bekerja keras untuk pelaksanaannya. Konsepsi Bung Karno adalah adil, demokratis, menjamin persatuan dan melawan perpecahan”. Sebagaimana diketahui Konsepsi Presiden Sukarno mengandung dua isi pokok, yaitu pembentukan Kabinet Gotongroyong (kabinet dengan Komunis atas dasar perwakilan berimbang menurut kekuatan dalam parlemen) dan Dewan Nasional. Sebagai reaksi atas semakin bergesernya situasi kekiri ini, percobaan-percobaan kup dan perbuatan teror dari kaum kepalabatu makin menjadi-jadi. Percobaan kup Zulkifli Lubis yang dilancarkan di Jakarta pada pertengahan Agustus 1956, dan kemudian pada pertengahan November 1956, menderita kegagalan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan kup-kup dan teror ini ke- ' kuatan reaksioner dalamnegeri yang dipelopori Z. Lubis bermaksud untuk membikin Jakarta dan Jawa Barat menjadi basis reaksi. Setelah gagal dengan kudeta di pusat, kaum kepalabatu memulai dengan petualangan militer daerah dengan dalang?nya Achmad Husen, M. Simbolon, F. - Nainggolan, V. Sumual, Dakhlan Jambek, dsb. Menghadapi pemberontakan daerah ini, PKI mengambil sikap yang tegas, yang diucapkan Kawan D.N. Aidit dalam Parlemen tentang,,Konfrontasi peristiwa Madiun dan . peristiwa Sumatera”. Dengan berpedoman kepada garis pidato Parlemen yang bersejarah ini, kader-kader dan anggota-anggota PKI menegakkan panji-panji demokrasi, kemerdekaan dan kesatuan Republik Indonesia. Dalam keadaan petualangan militer di-daerah-daerah makin meningkat berupa pemberontakan-pemberontakan daerah dengan Dewan? Partikelirnya, di Jakarta sendiri teror kepalabatu juga makin merajalela. Penggranatan terhadap kantor 85 === [PDF page 92] === CC PKI dan SOBSI pada tgl. 4 Juli 1957, mereka lancarkan dengan maksud untuk samasekali membunuh kawan-kawan pimpinan PKI dan kader-kader SB, tetapi akhirnya menelanjangi diri sendiri dimuka massa Rakyat dan membikin tinggi kewaspadaan Partai dan semua kekuatan revolusioner. Segera setelah gagal dikantor CC PKI dan SOBSIxmereka lakukan teror Cikini pada tgl. 30 November 1957, dan kali ini untuk membunuh Presiden Sukarno. Tepat sekali canang dari PKI yang menunjukkan, bahwa penggranatan kantor CC PKI hanyalah permulaan untuk menyerang segenap kekuatan Rakyat yang demokratis yang tidak sudi akan kup-kup dan - petualangan-petualangan militer. Presiden Sukarno selamat dan. situasi makin menguntungkan kekuatan demokratis. Ujian yang dihadapi oleh PKI di-daerah-daerah ketika itu yalah pemberontakan kontra-revolusioner,,PRRI" di Sumatera dan Permesta di Sulawesi Utara. PKI, dan kekuatan-kekuatan demokratis lainnya bersama dengan angkatan bersenjata APRI mengangkat senjata untuk melakukan perlawanan terhadap dan akhirnya menumpas pemberontakan,,PRRI'-Permesta. Kaum Komunis tidak hanya memberikan andil yang besar, bahkan, dibeberapa tempat kaum Komunis berdiri didepan dalam melawan reaksi. Dengan tabah mereka menghadapi teror reaksi dan siksaan-siksaan diluar perikemanusiaan yang langsung ditujukan kepada kaum Komunis, demi untuk demokrasi, . kesatuan dan kemerdekaan Republik Indonesia. PKI akhirnya telah muncul dari ujian berat itu dengan memperoleh prestise yang semakin tinggi, berkat pengorbanan dari semua pahlawan Komunis dan Rakyat. serta berkat pimpinan CC PKI yang tepat. Perjuangan melawan fasisme,,PRRI"-Permesta ini, telah ditebus dengan darah kaum Komunis dan patriot-patriot tanah-air lainnya, berupa pembunuhan massal dan biadab terhadap anggota-anggota dan pencinta-pencinta PKI di Situjuh, Atar, Simun, dlinya. Sebagaimana pahlawan? Egom — Dirja — Hasan dalam tahun 1927, Pamuji — Azis — Sukayat di- 86 === [PDF page 93] === zaman Jepang dan Musso — Amir Syarifuddin dalam provokasi Madiun, Jamhur — Janizar — Amirkadir — Alex Tolewu — Rorang Pande telah menegakkan panji-panji Komunisme dibawah berondongan mitraliur kontra-revolusi. Dalam situasi penelanjangan diri kontra-revolusi dengan pemberontakan-pemberontakan daerahnya, berlangsung pula pemilihan umum-daerah pada tahun 1957, diseluruh Jawa, Sumatera Selatan dan Kalimantan, yang merealisasi pergeseran imbangan kekuatan yang semakin kekiri, dimana kekuatan progresif semakin berkembang dan kekuatan kepalabatu semakin merosot. Kekuatan tengah pada pokoknya tetap, tetapi di-daerah-daerah dimana pemimpin2nya bersikap ragu-ragu terhadap pemberontakan, mengalami kemunduran-kemunduran. Berhasilnya kekuatan-kekuatan bersenjata APRI bersama dengan gerilya Rakyat menumpas basis-basis kekuatan bersenjata pemberontak,,PRRI'-Permesta dalam tahun 1958-1959, telah membikin Partai-partai penyokong pemberontak Masyumi-PSI menjadi kalangkabut. Dalam segala kesempatan di-badan-badan resmi seperti Kementerian-kementerian, Parlemen, Konstituante, dsb. Masyumi-PSI menyabot politik yang maju dari kekuatan demokratis a.l. membikin komplotan untuk menggagalkan terciptanya UUD negara yang baru yang demokratis. Dalam keadaan dimana konstituante gagal membikin UUD yang demokratis, walaupun disokong oleh mayoritet, tetapi tidak mencapai 2/3 dari suara, maka PKI menjalankan politik kembali ke UUD '45, yang berarti menyetujui pembubaran Konstituante. UUD '45, yaitu UUD Revolusi, memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk tetap dapat dipertahankannya Negara Republik Kesatuan, yang demokratis dan anti-imperialis. Melihat kedudukan kontra-revolusi yang semakin terpojok dan dalam berantakan, imperialisme asing melalui komprador2nya berusaha mengalihkan sasaran revolusi dengan jalan menimbulkan dan membesar- 87 === [PDF page 94] === besarkan semangat anti Komunis dikalangan Rakyat. Tetapi usaha ini juga tidak berhasil, karena Rakyat tahu siapa musuh pokoknya. Rakyat bukannya menjadi,anti Komunis", tapi menjadi semakin anti-imperialisme Belanda,-dengan bertambah kuatnya persatuan untuk membebaskan Irian Barat dalam wujud tindakan? mengambil-alih dan. kemudian menasionalisasi perusahaan-perusahaan imperialis Belanda seperti KPM, perkebunan?, Konferensi Asia-Afrika menjelang pemilihan umum Parlemen dan Konstituante tahun 1955, kedatangan Presiden Worosyilov dari Uni Sovyet menjelang pemilihan-daerah tahun 1957, kedatangan Presiden Ho Chi Minh dari Republik Demokrasi Vietnam dan akhirnya kedatangan Ketua Dewan Menteri URSS, N.S. Chrusycov tahun 1960, telah sangat membantu mempertinggi semangat persahabatan Rakyat Indonesia dengan negeri-negeri kubu Sosialis. Plan 3 Tahun Pertama Tugas penggalangan front persatuan nasional, tidak dapat dipisahkan dari tugas pembangunan Partai. Perkembangan Partai sesudah Kongres Nasional ke-V PKI ditandai dengan adanya kegiatan untuk bekerja dengan plan, yaitu Plan Tiga Tahun pertama, mengenai organisasi dan pendidikan, dari bulan Agustus 1956 sampai bulan Agustus 1959, Mengenai putusan Sidang Pleno ke-IV CC PKI untuk memimpin perkembangan Partai dengan mengadakan Plan 3 tahun. Laporan Umum kepada Kongres Nasional ke-VI PKI telah menyimpulkan sbb.: »Putusan Sidang Pleno ke-IV CC untuk memimpin perkembangan Partai dengan mengadakan Plan 3 Tahun Pertama tentang Organisasi dan Pendidikan adalah putusan yang bersejarah. Inilah untuk pertama kalinya 88 === [PDF page 95] === perkembangan yang meluas dan mendalam dari Partai dipimpin oleh suatu Plan yang jangka waktunya agak panjang, mengenai semua organisasi Partai dan semua anggota Partai. Plan ini telah menimbulkan suasana baru, telah membawa kesegaran dan kegembiraan bekerja dalam barisan Partai. Plan ini telah mempertinggi daya memobilisasi dari Partai. Didalam Partai mulai dibiasakan carakerja yang rasionil dan efektif. Para fungsionaris dan aktivis Partai menjadi makin terlatih untuk bekerja,,banyak segi", pandangan mereka tidak lagi hanya terbatas pada lapangannya ma-. sing?, tetapi sudah melihat hubungan lapangannia sendiri dengan pekerjaan Partai keseluruhannya. Dengan adanya Plan ini para fungsionaris dan aktivis Partai menjadi lebih didorong untuk memperdalam pengertian mereka mengenai pekerjaan-pekerjaan masing?, untuk mempelajari lebih baik keadaan daerahnya masing-masing dan keadaan sukubangsa-sukubangsa yang ada didaerahnya. Tanpa melakukan semuanya ini, para fungsionaris dan aktivis Partai tidak dapat ikut ambil bagian yang aktif didalam pelaksanaan Plan 3 Tahun Partai.” (D.N. Aidit Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong, hal. 143). Dilapangan organisasi ditetapkan jatah-jatah tentang peluasan keanggotaan dan organisasi, penggrupan tiap anggota, peningkatan calonanggota menjadi anggota setelah melalui masacalon yang terpimpin, pengaktifan bagian-bagian dari Comite, penyelenggaraan Konferensi, serta rapat-rapat periodik, dsb. Pelaksanaan jatah dilapangan organisasi telah meningkatkan jumlah anggota dari 1.000.000 menjadi lebih dari 1.500.000 yang meliputi semua sukubangsa dan meratakan badan organisasi Partai keseluruh negeri. Dilapangan pendidikan meliputi pengorganisasian Sekolah-sekolah Partai dan Kursus-kursus Partai, juga. tentang konferensi-konferensi teori, tentang pemberantasan butahuruf, dan tentang mendirikan badan-badan pendidikan 89 === [PDF page 96] === bagi orang-orang progresif diluar Partai dengan mendirikan Universitas Rakyat’’, tentang peluasan penerbitan dan peredaran literatur Partai, khususnya mengenai kenaikan oplah Harian Rakyat. Dilapangan pendidikan ini Plan Partai telah berhasil mendapatkan 270.000 kader dan aktivis Partai yang telah terdidik dalam Sekolah? Partai atau Kursus? Partai. Dalam rangka plan 3 tahun pertama ini, telah diterbitkan oleh CC PKI bermacam-macam majalah Central disamping Bintang Merah, seperti Kehidupan Partai, Mimbar Komunis, PKI dan Perwakilan, Ilmu Marxis, Review of Indonesia, dan Ekonomi dan Masyarakat. Dan didaerah-daerah telah diterbitkan pula buletin-buletin dan organ-organ Partai, seperti Suara Ibukota di Jakarta, Warta Sunda di Bandung, Suara Persatuan di Semarang, Buletin PKI Jawa Timur di Surabaya, Lombok Bangun di Mataram (Lombok) dan seterusnya didaerah-didaerah lainnya. Dengan berhasilnya Plan Tiga Tahun Pertama Partai persatuan dalam Partai makin terkonsolidasi dan prestise Partai makin meningkat, sehingga daya mobilisasi Partai bertambah besar dan langgamkerja Partai menjadi makin baik. Plan Tiga Tahun pertama dalam Organisasi dan Pendidikan dapat berhasil, a.l. disebabkan karena: * situasi dalamnegeri yang bergeser kekiri, * politik Partai yang sesuai dengan kepentingan Rakyat, yang membikin Partai mampu untuk memimpin perkembangan situasi yang terus bergeser kekiri, * langgamkerja Partai yang tepat, Pelaksanaan plan tiga tahun pertama memberikan pengalaman-pengalaman yang berharga a.l. sbb.: * pentingnya awalan, sehingga persiapan untuk memulai harus dijalankan dengan teliti, « mengkombinasikan pekerjaan plan dengan pekerjaan lain dari Partai, 90 === [PDF page 97] === * melaksanakan garis massa dalam metode memimpin, « membuat laporan periodik dari hasil pelaksanaan, * membentuk badan yang mengontrol dan bertanggungjawab atas pelaksanaan plan. Perkembangan Partai makin mengambil bentuk-bentuk kongkrit, terutama sesudah adanya Pemilihan Umum untuk Daerah dibeberapa tempat, yang telah menempatkan PKI tidak hanya sebagai Partai besar, tetapi definitif telah membikin PKI menjadi Partai pertama diseluruh negeri dengan pemilih lebih dari 8.000.000. Jika Sidang Pleno ke-IV CC PKI tahun 1956 telah merumuskan semboyan strategi yang populer dikalangan Rakyat, yaitu Menyelesaikan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar?nya, maka Sidang Pleno ke-V CC PKI, tahun 1957, telah menetaskan semboyan taktik yang populer pula, yaitu Ubah imbangan kekuatan untuk melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100%. Selanjutnya Sidang Pleno ke-V CC Partai juga telah mengesahkan tulisan Kawan D.N, Aidit Masyarakat Indonesia dan Revolusi Indonesia, yang inembahas semua masalah penting dan pokok dari Revolusi Indonesia, sebagai diktat tentang Soal? Pokok Revolusi Indonesia di Sekolah-sekolah Partai. Patut dicatat bahwa dengan keluarnya tulisan ini maka telah tersusunlah teori PKI tentang revoiusi Indonesia. Perkembangan Partai selama ini ditandai pula oleh kegiatan Partai dalam melangsungkan konferensi-konferensi serta seminar-seminar yang bersifat khusus, seperti Konferensi Tani, Konferensi Wanita Komunis, Seminar Ekonomi, Seminar Mahasiswa dan Seminar tentang Otonomi daerah. Dengan dilangsungkannya konferensi-konferensi dan seminar ini Partai telah mendalami persoalan-persoalan khusus dan dengan berpedoman pada putusan2nya mempererat hubungannya dengan massa Rakyat. Dalam menghadapi situasi yang terus bergeser kekiri, dan lebih-lebih setelah pemberontakan,,PRRI'”-Permesta 91 === [PDF page 98] === pada pokoknya dibasmi, terdapatlah kegiatan dari sayap kanan kekuatan tengah dalam masyarakat untuk semakin”. condong kekanan dan berusaha membatasi kekuatan Rakyat, khususnya perkembangan kekuatan progresif yang dipelopori oleh PKI. Mereka berusaha untuk menarik seluruh kekuatan tengah supaya meninggalkan politik bekerjasama dengan kekuatan progresif. Terhadap kekuatan tengah yang bimbang karena tarik-. an kekanan ini PKI telah mengambil sikap untuk me-: narik kembali mereka sebanyak mungkin kedalam front persatuan nasional, karena tugas Partai bukanlah menghancurkan burjuasi nasional, tetapi menghancurkan kaum kontra-revolusioner. Mengenai hal ini Kawan Aidit dalam Laporannya kepada Kongres Nasional ke-VI PKI menunjukkan sbb.: pr anakan terus mengembangkan kekuatan progresif dengan mengutamakan kekuatan massa buruh dan tani: dan memenangkan sayap kiri didalam kekuatan tengah. an. mendorong yang sudah maju, menarik yang bimbang dan membangkitkan yang terbelakang”. (hal. 52).. Kongres Nasional ke-VI Partai. — Sidang Pleno ke-VII CC PKI dalam sidangnya pada akhir 1958 telah memutuskan untuk melangsungkan Kongres Nasional ke-VI Partai pada pertengahan tahun 1959 dan telah menetapkan Bahan-bahan untuk Kongres tersebut, yaitu: Surat CC PKI kepada kaum Komunis dan Rakyat Indonesia, Rencana Tesis dari Laporan Umum CC PKI yang akan disampaikan kepada Kongres Nasional ke-VI Partai, Rencana Perubahan Program PKI, dan Rencana Perubahan Konstitusi PKI. Selama lebih setengah tahun sebelum Kongres Nasional ke-VI dilangsungkan, bahan-bahan Kongres sudah disebarkan untuk dibahas oleh kader-kader dan anggota? Partai. Untuk kedua kalinya dalam sejarah PKI (yang per- 92 === [PDF page 99] === tama kali ketika menjelang Kongres Nasional ke-V) bahan-bahan ini dibahas oleh ribuan rapat besar dan kecil, ceramah-ceramah dan diskusi-diskusi umum, Sedangkan mengenai bahan-bahan tersebut telah banyak disampaikan saran-saran, yang kemudian telah dipelajari dimasukkan dalam Dokumen-dokumen Kongres pendapat-pendapat yang tepat dan penting. Menjelang Kongres Nasional ke-VI PKI, kegiatan anggota-anggota Partai dan massa progresif tidak hanya terbatas pada membahas bahan? Kongres, tetapi juga ada kegiatan-kegiatan lain, seperti memperbesar amal kepada Rakyat, mendorong maju kesenian Rakyat, menggiatkan pendidikan dalam Partai, meluaskan anggota dan organisasi Partai. Mengenai kegiatan untuk memperbesar amal kepada Rakyat, telah dibentuk misalnya ribuan regu-regu kerjabakti, yang telah berhasil memperbaiki. dan membikin jalan sepanjang 3.249 km, selokan sepanjang 985. km, rumah sebanyak 2.280 buah, rumahsekolah 80 buan, jembatan 1.477 buah, kakus umum 5.119 buah, pemandian umum 3.133 buah, membikin bendungan 139 buah, memberantas hama tikus sebanyak 186.698 ekor, mendirikan tempat PBH 351 buah, dll. - Dalam rangka menyambut Kongres telah diadakan Pameran Senilukis sebagai hasil,,turun kebawah" para pelukis progresif, yang mencatat adanya kemajuan penting dalam usaha mencapai mutu ideologi dan mutu artistik yang tinggi. Juga dalam rangka menyambut Kongres telah diadakan Pameran Sejarah Partai sebagai langkah pertama untuk mengumpulkan dan menyusun bahan-bahan sejarah PKI dan untuk mendirikan Museum Partai dalam rangka melawan subyektivisme dalam mempelajari sejarah Partai. »Kongres Nasional ke-VI PKI bukanlah hanya Kongres kaum Komunis, tetapi ber-juta? Rakyat Indonesia ikut merasakan bahwa Kongres ini adalah kongresnya sendiri,” demikianlah Kawan D.N. Aidit menandaskan dalam Laporan Umumnya kepada Kongres. 93 === [PDF page 100] === “Kongres Nasional ke-VI PKI berlangsung di Jakarta dari tgl. 7 sampai dengan tgl. 14 September 1959 dan telah mencapai sukses yang besar, tidak hanya bagi kaum Komunis tetapi juga bagi seluruh gerakan demokratis dan patriotik di Indonesia. Dalam Kongres telah diwakili semua Komunis Indonesia yang jumlahnya lebih dari 1,5 juta orang disamping itu dalam Kongres juga telah mengambilbagian semua angkatan Komunis Indonesia:,,angkatan 1926,” yaitu angkatan pendiri Partai dalam tahun 1920 dan angkatan pemberontakan nasional yang pertama dibawah pimpinan PKI tahun 1926:,,angkatan 1935”, yaitu angkatan pembangun kembali Partai sesudah kegagalan pemberontakan 1926:,,angkatan anti-Jepang:.,angkatan Revolusi Agustus 1945: dan,,angkatan 1951”, yaitu angkatan pembangun kembali Partai sesudah mengamuknya terorputih,,peristiwa Madiun” tahun 1948 dan,,Razzia Agustus” 1951. Tepat sekali seperti yang dinyatakan oleh Kawan D.N. Aidit, bahwa:,,Kaum Komunis Indonesia menamakan Kongres ini,,Kongres Persatuan Jaya”, karena Kongres ini memang telah mendemonstrasikan persatuan yang besar dari kaum Komunis dan Rakyat pekerja Indonesia”. Acara Kongres yalah: 1. Laporan Umum CC: 2. Perubahan Konstitusi Partai: 3. Perubahan Program Partai: 4. Pemilihan CC dan Komisi Verifikasi. Delegasi persahabatan dari 7 Partai sekawan menyampaikan pesan2nya, yaitu dari Partai Komunis Australia, Partai Persatuan Buruh Polandia, Partai Komunis Bulgaria, Partai Rakyat Sosialis Kuba, Partai Buruh Sosialis Hongaria, Partai Persatuan Sosialis Jerman dan Partai Komunis Italia. Pesan-pesan tertulis dari Partai-partai sekawan lainnya yang jumlahnya 36 buah, terutama pesan-pesan dari Partai Komunis Uni Sovyet dan Partai Komunis Tiongkok, telah mendapat sambutan. yang sangat hangat dari Kongres. " === [PDF page 101] === Patut dicatat bahwa pada permulaan Kongres banyak mendapat rintangan dari penguasa perang, seperti tidak boleh ada publikasi tentang apa yang dibicarakan dalam Kongres, tamu-tamu asing tidak boleh hadir, dsb. Tetapi berkat perjuangan yang ulet dari Panitia Kongres dan semua peserta Kongres, akhirnya publikasi dibolehkan, tamu-tamu luarnegeri boleh memberikan pesan?nya pada ' Kongres. Dan pada tgl. 16 September diadakan malam resepsi dengan pidato-pidato politik dari Ketua CC PKI, Kawan D.N. Aidit, dari wakil Partai Komunis Bulgaria, Kawan Dimo Ditkhev, atasnama semua tamu luarnegeri dan dari Presiden Sukarno, yang menyetujui dan menghargai politik: PKI untuk front nasional dan yang tetap ber-cita-cita membentuk,,kabinet Gotongroyong”. Seperti yang ditulis oleh Kawan D.N. Aidit,,kaum | imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri bukan hanya tidak berhasil mengisolasi PKI dan Kongresnya dari kekuatan demokratis dan patriotik diluar PKI dan dari gerakan Komunis sedunia, tetapi sebaliknya, hubungan PKI dengan kekuatan demokratis dan patriotik diluar PKI dan dengan gerakan Komunis sedunia menjadi lebih erat”. (Kongres Nasional ke-VI PKI) | Kongres Nasional ke-VI Partai telah berlangsung dengan semboyan utama,,Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong”. Semboyan utama ini sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan urgen perjuangan Rakyat Indonesia. Membahas bahwa imperialisme Belanda masih tetap musuh pertama Rakyat Indonesia, Kongres menunjukkan bahwa:,,perjuangan Rakyat Indonesia untuk mengakhiri kekuasaan kaum imperialis Belanda masih belum selesai, bahwa tugas pembebasan nasional samasekali belum rampung bahwa Indonesia masih belum merdeka penuh atau pada hakekatnia masih berkedudukan setengah jajahan. Imperialisme Belanda masih tetap merupakan musuh pertama Rakyat Indonesia”. (D.N. Aidit: Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong). ' 95 === [PDF page 102] === Selanjutnya dinyatakan bahwa walaupun perjuangan Rakyat Indonesia melawan imperialisme Belanda belum selesai,,,imperialisme AS adalah musuh Rakyat In- © donesia yang paling berbahaya berhubung imperialisme ini adalah yang paling agresif, paling mampu melaksanakan maksud-maksud jahat, berhubung dengan penanaman | modalnya yang makin besar di Indonesia, berhubung masih agak banyak orang? Indonesia yang berkedudukan penting tetapi naif mengira imperialisme AS tidak begitu jahat”. (idem) Kongres merumuskan bahwa imperialisme Belanda adalah musuh Rakyat Indonesia yang nomor satu dan imperialisme Amerika Serikat adalah musuh Rakyat Indonesia yang paling berbahaya. Dengan perumusan ini berarti bahwa kedua imperialis ini harus diserang dengan keras oleh Rakyat Indonesia. Membahas imbangan kekuatan didalamnegeri, terutama menghadapi tiga kekuatan sesudah perjuangan anti-imperialisme Belanda meningkat dengan pengambil-alihan dan nasionalisasi perusahaan? Belanda dan sesudah kaum pemberontak kontra-revolusioner pada pokoknya dikalahkan, Kongres menyimpulkan, bahwa »kekuatan kepalabatu sudah jauh merosot, dan bersamaan dengan itu kekuatan progresif sudah semakin besar, sedangkan kekuatan tengah pada pokoknya.tetap”. (idem). Sedangkan dalam menghadapi tiga kekuatan, yaitu kekuatan progresif, tengah dan kepalabatu, Kongres menunjukkan, bahwa kewajiban PKI masih tetap, yaitu,,mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan memencilkan kekuatan kepalabatu”. (idem) Selanjutnya mengenai masih bercokolnya sisa-sisa feodalisme di-desa-desa, Kongres menunjukkan bahwa adanya monopoli tanah oleh tuantanah, sewatanah yang berwujud barang dan berwujud kerja, dan hutang? yang menempatkan kaum tani dalam kedudukan budak 96 === [PDF page 103] === terhadap tuantanah-tuantanah, merupakan bukti-bukti, bahwa kita tidak mungkin berbicara tentang sudah terlaksananya tugas-tugas perubahan demokratis. Indonesia masih tetap negeri setengah-feodal. Membahas situasi internasional Kongres sepenuhrya menyetujui perumusan Deklarasi 12 Partai Komunis dan Parta? Buruh, pada bulan November 1957 di Moskow, yang antara lain menyatakan bahwa,,inti pokok dari zaman kita yalah peralihan dari kapitalisme ke Sosialisme yang dimulai dengan Revolusi Sosialis Oktober Besar Rusia, dan bahwa kedudukan imperialisme telah sangat menjadi lemah sebagai akibat menghancurnya sistim kolonial”. Kongres menekankan bahwa politik luarnegeri Indonesia harus dengan konsekwen diabdikan kepada dua hal, yaitu kepada tugas memenangkan revolusi Indonesia yang bersifat nasional dan demokratis, dan kepada usaha menyelamatkan dan memperkuat perdamaian dunia. Membahas pekerjaan Partai dilapangan pembangunan Partai, misalnya dilapangan organisasi dan ideologi, tentang memperhebat pendidikan Marxisme-Leninisme, tentang memerangi subyektivisme, tentang Plan Tiga Tahun Kedua, tentang memperbaiki pimpinan Partai pada gerakan massa, tentang menjadikan koperasi senjata ditangan Rakyat pekerja, Kongres telah membikin kesimpulan?nya. Adalah kewajiban Plan 3 Tahun kedua untuk mendidik semua fungsionaris dan aktivis Partai, dan mendidik mayoritet dari massa anggota. Dalam memperhebat pendidikan Marxisme-Leninisme matapelajaran filsafat dan gerakan buruh internasional harus diajarkan disemua Sekolah Partai dari semua tingkat. Semboyan belajar dan bekerja kaum Komunis Indonesia dalam rangka memerangi subyektivisme yalah »Tahu Marxisme-Leninisme dan kenal keadaan”. Mengenai langgamkerja yang. harus dimiliki oleh kaum Komunis Indonesia, Kongres merumuskan dengan 97 === [PDF page 104] === singkat:,,Memadukan teori dengan praktek, berhubungan erat dengan massa Rakyat dan melaksanakan selfkritik”. Kongres Nasional ke-VI PKI dengan suara bulat telah memilih Comite Central yang baru, Komisi Verifikasi dan Komisi Kontrol. Comite Central PKI terdiri dari: Anggota?: \l. Achmad Sumadi:; 2, Ajitorop, Yusuf: 3. Aidit, D.N.: 4. Amar Hanafiah: 5. Anwarkadir: 6. Anwar Sanusi, Amir: 7. Dahlan Rivai: 8. Joko Sujono: 9. Imron, A.: 10, Ismail Bakri: 11. Lukman, M.H. 1x12. Muhammad Samikidin: 13. Nasution, Jalaludin Yusuf: 14. Nyono: 15. Nyoto: 16. Nungcik A.R.: 17. Nursuhud: 18. Pardede, Peris: 19. Rewang: 20. Ruslan Kamaludin: 21. Ir. Sakirman: 22. Sidartoyo: 23. Siswoyo: (24. Sofyan, Sayid Achmad; 25. Sudisman; 26. Sudoyo; 27. Suharti, Ny.: 28. Sunjono: 29. Supit,. Karel; 30. Suwardiningsih: 31. Coo Tik Cun: 32. Cugito: 33. Utaryo, S.: 34. Wikana: 35. Zaelani, M. Calonanggota?: 1. Adenan Rachman: 2. Alihamy, Abdullah: 3. Baragbah, Sayid Fakhrul: 4. Harahap, Banda: 5. Muslimin, Jassin; 6. Kandel, Ktut; 7. Lesteluhu, Umar; 8. Mukhlis, Aminuddin; 9. Rissi Thobias Paulinus; 10. Sukatno: 11. Tanggap Peleng, Messer. Ketua CC PKI: D.N. Aidit Wakil Ketua I CC PKI: M.H, Lukman Wakil Ketua II CC PKI: Nyoto Kongres Nasional ke-VI PKI telah diakhiri dengan resepsi megah, yang merupakan peleburan dari semangat patriotisme yang tinggi, semangat membela kebebasan 98 === [PDF page 105] === demokratis, semangat membela Republik Proklamasi, semangat anti-imperialisme yang kuat dan semangat internasionalisme proletar. Kawan D.N. Aidit menutup Kongres dengan kata-kata: »Partai kita sekarang bukan hanya anak zaman yang gagah perkasa, tetapi ia sedang dalam proses melahirkan zaman baru bagi Rakyat Indonesia”. Situasi sesudah Kongres Nasional ke-VI PKI merupakan manifestasi kegiatan revolusioner yang dijiwai oleh kedua garis umum PKI yang telah mulai dirintis oleh Kongres Nasional ke-V Partai, yaitu meneruskan penggalangan front persatuan nasional yang luas dan pembangunan Partai untuk melaksanakan tuntutan revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nya. Pergeseran kekiri yang telah menandai situasi yang semakin revolusioner telah mengambil bentuknya yang kongkrit pada pembentukan Dewan Pertimbangan Agung (DPA), Dewan Perancang Nasional (Depernas) dan DPR Gotongroyong, dimana kekuatan kepalabatu Masyumi- PSI terpental dari badan-badan tsb., disampingnya kekuatan progresif yang semakin maju. 99 === [PDF page 106] === [Blank page] === [PDF page 107] === aa aah === [PDF page 108] === Rp. 10,— INDONESIA RAYA 247-60 === [PDF page 109] === [Blank page] Digitized by Google === [PDF page 110] === [Blank page] === [PDF page 111] === [Cover/decorative page: black textured binder cover with metal clip] === [PDF page 112] === [Cover/decorative page: plain brown cover]