Abadi, 4 Agustus 1951, hlm. 1: Gerwis tolak Schacht
Cleaned OCR text (Fair (0.842); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
[Abadi, Sabtu, 4 Agustus 1951, halaman 2 (2 Zulkaidah 1370). "Untuk Negara, untuk Bangsa, untuk Agama." Kolom-kolom bercampur; berikut teks yang dapat dipulihkan.]
[Awal artikel yang terputus:] ... diterima Parlemen. [Unreadable]
Mr. Yusuf Wibisono: Batas upah dipertimbangkan sesudah harga-harga barang dikekang
"Tidak semua putusan P-4 dapat saya setujui." [Menteri Keuangan Mr. Yusuf Wibisono menerangkan bahwa untuk mengatasi keadaan perlu: 1) ... ; 2) memperkuat organisasi-organisasi buruh "kanan"; 3) mengadakan disiplin [...] kuat, agar dapat diambil tindakan-tindakan keras.] Demikian Mr. Yusuf Wibisono. (Aneta)
"Kritik yang telah diberikan oleh Dr. Sumitro Djojohadikusumo mengenai beleid P-4 dan mengenai keadaan keuangan-ekonomi dalam mengajukan permintaan berhenti memang dapat dibenarkan seluruhnya. Pada hari Jumat pagi saya telah bertemu lama dengan Dr. Sumitro untuk membicarakan masalah ini," demikian Menteri Keuangan Mr. Yusuf Wibisono menerangkan di dalam percakapan dengan Aneta pada hari Jumat pagi.
Mr. Yusuf Wibisono menyatakan: "Tidak seluruhnya saya setuju dengan keputusan-keputusan yang diambil oleh P-4, walaupun saya sendiri menjadi anggota. Misalnya saya tidak setuju dengan kenaikan upah bagi buruh di Sumatera Timur. Pada pendapat saya, upah buruh tersebut telah mencapai batas-batas kapasitas keuangan para ondernemer, sehingga dituruti tuntutan buruh membawa akibat ditutupnya perusahaan. Suatu 'loonstop' haruslah disertai dengan 'prijsstop'. Di dalam keadaan dewasa ini, alat-alat negara masih jauh dari cukup sempurna untuk mengekang harga-harga barang sebagai akibat naiknya harga beras. Pemerintah berpendapat bahwa harga berasl-ah yang menyebabkan turun naiknya harga barang-barang lainnya. Berhubung dengan itu perlu diambil tindakan-tindakan keras terhadap penggilingan-penggilingan atau pedagang-pedagang beras yang melanggar peraturan bagi beras tersebut. Apabila tindakan-tindakan ini berhasil, maka pemerintah akan mempertimbangkan diadakannya 'batas-upah'," demikian menteri keuangan.
Gerakan buruh. Mengenai masalah perburuhan, menteri menyatakan bahwa tidaklah mungkin untuk mengadakan larangan pemogokan umum, oleh karena yang demikian ini bertentangan dengan asas-asas negara demokrasi. Sebaliknya gerakan-gerakan buruh belum juga dapat mempergunakan hak demokrasi secara yang sesuai dengan kepentingan negara yang sedang di dalam pembangunan. "Di dalam keadaan dewasa ini pada pendapat saya tidak ada jalan lain daripada menyempurnakan organisasi-organisasi buruh 'kanan', untuk mencegah meluasnya pengaruh organisasi-organisasi kiri. Pemerintah dan P-4 pasti akan menyokong sentral organisasi buruh 'kanan'."
Perbedaan dengan pendapat Dr. Sumitro: Menteri Yusuf Wibisono melanjutkan: "Untuk meletakkan pertanggungan jawab atas ini kepada Menteri Perburuhan tidaklah adil, oleh karena masalah tersebut merupakan suatu kompleks dari masalah-masalah. Saya tidak sependapat dengan kesimpulan Dr. Sumitro Djojohadikusumo bahwa hanya kabinet nasional dalam mana duduk orang-orang yang kuat dapat mengatasi keadaan dewasa ini. Saya tidak melihat kebaikannya pemerintahan yang sedemikian itu, dan urusan ini tidak akan dapat diselesaikan dengan penggantian kabinet. Walaupun suatu nasional-kabinet yang 1000 kali lebih kuat daripada kabinet sekarang ini akan terbentuk, namun kesusahan yang ditimbulkan oleh anasir-anasir 'kiri' tidak akan dapat disingkirkan, apabila pemerintah yang sedemikian itu tidak mendapat sokongan [dari buruh]." [Unreadable]
Liaquat undang Nehru lagi
Karachi, 3/4. Perdana Menteri Pakistan Liaquat Ali Khan hari Kamis menyampaikan undangan lagi kepada PM Nehru supaya mengunjungi Karachi untuk merundingkan perdamaian antara Pakistan dan India. Nehru pada itu menolak undangan [itu], tetapi dalam jawabannya kepada Liaquat itu ia tak menghilangkan syarat yang telah dikemukakannya semula, yaitu bahwa pasukan-pasukan India harus ditarik kembali dahulu sebelum perundingan dapat dimulai. [Sementara itu Duta Besar AS di New Delhi, Henderson, minggu yang lalu telah mengunjungi Perdana Menteri Jawaharlal Nehru untuk menyampaikan pendapat pemerintah Amerika Serikat mengenai ketegangan antara Pakistan dan India kepadanya. (UP)]
Indonesia - India - mungkin Birma
Kita harus tentukan [sikap]: Perdamaian dengan Jepang. [Ketua seksi luar negeri parlemen, Mr. Sartono (?)] ... USA akan menyusun suatu teks terakhir (final text) perjanjian perdamaian itu; tergantung pada teks terakhir itulah, maka Indonesia tidak perlu diajak menyatakan setuju 100% segala tindakan dan pendirian [...], tidak setuju untuk pergi ke San Francisco [...]. Soal perjanjian [...] "zelfstandig," kata Tambunan. Selain tuntutan politik, materiil juga sangat penting sekali. [Unreadable]
Jakarta, 4 Agustus. Menteri Luar Negeri Mr. Subardjo dari pukul 17.00 sampai 19.00 semalam telah mengadakan rapat kerja dengan seksi luar negeri parlemen untuk membicarakan masalah perjanjian perdamaian dengan Jepang. [...] Rapat kerja tersebut sebagai pengganti [...]. Sesudah pemerintah Indonesia menerima teks terakhir itu, akan diadakan lagi rapat kerja antara Menteri [Luar Negeri dengan seksi luar negeri parlemen]. [Unreadable] Algadrie [...]
Pemilihan umum di daerah Yogya mulai hangat
Yogya, 4/4. Kini telah terbentuk Panitia Aksi Buruh dan Tani, terdiri dari lima organisasi pemuda, buruh, tani, pedagang kecil dan dua partai politik, yaitu PSII dan PKI. Panitia tsb. telah mempunyai cabang-cabangnya di seluruh daerah Yogyakarta dan bertujuan menggerakkan massa untuk memilih wakil-wakil dalam DPR daerah, yang di dalamnya duduk wakil-wakil [mereka]. Pada itu kabarnya telah berdiri pula sebuah panitia yang diusahakan oleh Masyumi, yang tujuannya juga untuk memperjuangkan didudukinya wakil-wakil mereka dalam DPR Daerah. Dengan berdirinya panitia tsb. berarti bahwa pemilihan umum di daerah Yogyakarta yang semula agak dingin akan menjadi agak hangat. (Aneta)
Resepsi T.E. Dewey
Jakarta, 3 Agus. Menteri Luar Negeri Mr. Achmad Subardjo pada Jumat malam menyelenggarakan suatu resepsi di tempat kediamannya berhubung dengan kunjungan Gubernur New York Thomas Edward Dewey ke Indonesia. Di dalam pertemuan itu diadakan juga pertunjukan kesenian Indonesia atas usaha Kementerian Luar Negeri. Hari Sabtu ini di Tugu (di antara Puncak dengan Bogor) oleh Kementerian Luar Negeri akan diselenggarakan jamuan makan siang bagi Dewey, di mana akan turut serta para menteri dari kabinet Sukiman-Suwirjo [...]. Kedatangan Gubernur New York, dari organisasi "Liberal Youth League" [?] [...] Dulles, yang ikut serta membuat perjanjian [...] [Unreadable]
Tindakan bersama Burma-Indonesia
Menyambung berita kita kemarin tentang tindakan bersama Burma-Indonesia dalam soal Kashmir: PM Sukiman [...] "Antara" menerangkan bahwa memang ia telah menerima surat dari PM Birma Thakin Nu, yang mengusulkan agar Indonesia bersama Birma berusaha mencari penyelesaian dalam persengketaan Kashmir di antara India dan Pakistan itu. Diterangkan selanjutnya oleh PM Sukiman bahwa tindakan dari Birma dan Indonesia dalam soal Kashmir ini tidaklah akan bersifat sebagai suatu jasa-baik (good offices), seperti yang telah dikemukakan oleh Australia dan yang sedang dilakukan oleh Prof. Graham sekarang ini. "Dengan mengingat bahwa penyelesaian soal Kashmir itu secara damai adalah mengenai kepentingan kita bersama sebagai bangsa Asia, maka yang akan kita usahakan itu ialah mencari persesuaian paham dalam memecahkan soal Kashmir itu dengan menghindarkan pecahnya sesuatu persengketaan senjata," demikian PM Sukiman. Apakah tindakan bersama antara Birma dan Indonesia ini akan dilakukan dengan melalui saluran-saluran diplomatik biasa (via kedutaan-kedutaan masing-masing) atau dengan mengadakan suatu konferensi khusus, sampai begitu jauh masih belum ada ketetapannya. (Ant.)
Kalangan resmi India belum tahu. Menurut AFP New Delhi, Sabtu, kalangan resmi India belum mempunyai keterangan-keterangan mengenai kabar Radio Republik Indonesia yang menyatakan bahwa tidak lama lagi India, Indonesia dan Birma akan mengadakan konferensi di Rangoon untuk membicarakan soal perjanjian perdamaian dengan Jepang. Juga kabar dalam pers India yang menyatakan bahwa perdana menteri Birma Thakin Nu akan mengambil inisiatif dengan bantuan Indonesia guna membuka deadlock dalam perhubungan India dan Pakistan mengenai soal Kashmir dianggap oleh kalangan itu sebagai "spekulasi". [Unreadable]
Dr. Schacht datang untuk meninjau lebih dahulu. Rencana-rencana lain tergantung kepada pemerintah.
Jakarta, 3 Agustus. Hari Jumat jam 13.00 telah tiba di Jakarta Dr. Schacht bersama nyonyanya dari Bangkok. Di lapangan Kemayoran Dr. Schacht disambut oleh Mr. Zairin Zain, Kepala Seksi Ekonomi pada Kementerian Luar Negeri. Kepada pers Dr. Schacht hanya menerangkan bahwa rencana dari pihaknya di dalam kunjungannya ke sini ialah untuk melihat-lihat negeri ini, umpamanya untuk mengadakan perkunjungan ke Sumatera dan Bali. Tentang adanya rencana-rencana yang lain itu tergantung kepada Indonesia, demikian Schacht. Dapat dikabarkan lebih jauh bahwa menurut pihak yang mengetahui, selain Indonesia adalah negara-negara yang juga telah mengajukan undangan kepada Dr. Schacht untuk meminta pandangan-pandangannya dalam soal keuangan negaranya, antara lainnya Mesir, Iran dan Thailand. [...] Atas pertanyaan UP dari siapa datangnya undangan untuk mengunjungi Indonesia, Dr. Schacht mengatakan: "Dari pemerintah Indonesia. Saya telah menjumpai banyak pembesar Indonesia di Jakarta, [...] tetapi undangan yang sesungguhnya datang dari Jakarta," demikian ahli keuangan itu selanjutnya. Lebih lanjut ia menerangkan maksudnya yang tetap untuk mengadakan kunjungan ramah-tamah kepada Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Drs. M. Hatta, "jika mereka suka menerima saya". Dalam pada itu Presiden Sukarno telah menerangkan kepada koresponden United Press bahwa beliau suka menerima Dr. Schacht. Atas pertanyaan, Dr. Schacht menyatakan bahwa ia belum dapat menentukan dengan siapa ia akan mengadakan pertemuannya yang pertama di Indonesia. [...] Patut ditambahkan di sini bahwa tidak ada terjadi sesuatu insiden atau demonstrasi di waktu tibanya Dr. Schacht di Kemayoran itu. (Ant)
Gerwis tolak Schacht
Jakarta, 3/8. Pimpinan Gerwis (Gerakan Wanita Indonesia Sedar) menolak kedatangan Dr. Schacht di Indonesia. Alasannya ialah bahwa kedatangan Dr. Hjalmar Schacht di Indonesia adalah berarti menjerumuskan perekonomian Indonesia ke dalam "ekonomi perang". Sebab sebagai seorang pendekar fasis, rakyat Indonesia umumnya, wanita Indonesia khususnya, tidak akan bisa mengharapkan lain daripada kemiskinan, kekejaman dan penghinaan, seperti yang telah dirasakan pada zaman Jepang [?] [...]. [Unreadable] (Antara)
Tindakan terhadap para menteri yang melanggar kesopanan [...]. Pemerintah telah memutuskan untuk menindas segala agitasi dan demonstrasi terhadap kedatangan Dr. Schacht. Dr. Hjalmar Schacht datang ke Indonesia atas undangan pemerintah dan karena ia adalah tamu dari negara, Pemerintah menjamin keselamatan diri Dr. Schacht, sebagaimana harusnya dalam suatu negara berdaulat, demikian kata menteri keuangan Mr. Yusuf Wibisono pada hari Jumat pagi kepada Aneta, berkenaan dengan demonstrasi anti-Schacht yang diadakan di lapangan terbang Kemayoran. [Unreadable] Perdana menteri Sukiman telah memberi perintah kepada Mobiele Brigade untuk menjaga setiap kemungkinan ulah yang tidak diinginkan berhubung dengan kedatangan Dr. Schacht. [Unreadable]
Rapat fraksi-fraksi pemerintah. Jakarta, 4 Agustus. Hari Jumat ini, pukul 4.00 para wakil fraksi-fraksi pemerintah mengadakan rapat dengan para menteri, bertempat di rumah kediaman Menteri P.P.K. Mr. Wongsonegoro. Dalam rapat itu dibicarakan soal hubungan antara pemerintah dan fraksinya di parlemen, [...] interpelasi Z. Baharuddin tentang pemberian [...] [Unreadable] Debasam [?] 930 tahanan [...]
Amerika tolak permintaan India tentang rencana Jepang
Washington, 2/8. Menurut keterangan kalangan diplomasi yang mengetahui pada hari Kamis ini, mungkin sekali Amerika Serikat tak lama lagi akan menolak permintaan India untuk meninjau kembali rencana perjanjian perdamaian dengan Jepang secara mendalam. Akan ditolak mentah-mentah: Pembesar Amerika mengemukakan bahwa Jepang sama sekali tak berdaya dan [...] pasukan Amerika di Jepang. [Unreadable] Amerika Serikat akan menolak sama sekali argumen-argumen yang telah diajukan oleh India [...]. India berpendirian bahwa pasal [...] harus dimasukkan dalam perjanjian perdamaian: supaya perjanjian perdamaian tadi mensahkan (legaliseren) kedudukan Sovyet Uni di kepulauan Kurilen dan Pulau Sakhalin; supaya dimuat pasal yang mengatakan dengan tegas bahwa Taiwan diserahkan kepada Tiongkok (India menyebut pemerintah Tiongkok, yaitu pemerintah RRT). Sebaliknya Amerika berpendapat [...]. Dan pula Amerika menolak [permintaan India] agar [...] memikirkan pemerintah Jepang untuk menentukan tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan oleh Jepang untuk mempertahankan diri terhadap sesuatu agresi. [Unreadable]
[Pakistan:] Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Dr. Darmasetiawan, sewaktu ditanyakan apakah Pakistan tidak akan ikut serta dalam perundingan di antara India, Birma dan Indonesia mengenai perjanjian perdamaian dengan Jepang yang akan diadakan di Rangoon, menerangkan kemarin malam bahwa seperti yang sudah-sudah, rangkaian kerja sama di antara para negara Asia Tenggara, terutama Pakistan, Birma dan Indonesia akan tetap dipelihara di dalam [...] mengadakan perjanjian perdamaian dengan Jepang itu. [Unreadable]
Kapal-kapal ALRI perkenalkan diri di Sumatera: Beberapa korvet adakan vlagvertoon
Oleh Koresponden Abadi sendiri. Pada tanggal 31 Juli telah tiba di pelabuhan Belawan korvet-korvet "Rajawali" dan "Banteng" dari Angkatan Laut Republik Indonesia, yang mengadakan vlagvertoon di Sumatera dan untuk memperkenalkan diri kepada rakyat Sumatera. Dengan kedua korvet ini turut serta pula Kepala Staf Angkatan Darat Kolonel Nasution, Panglima Tentara Territorium Jawa Tengah Kolonel Gatot Subroto serta ketua dan wakil ketua seksi pertahanan parlemen, Zainul Arifin dan Subadio Sastrosatomo. Dalam rombongan ini turut juga seorang wartawan Abadi dari Jakarta. Di pelabuhan Belawan rombongan ini antara lainnya disambut oleh militer Belanda di tempat, walikota Medan Djaidin Purba serta beberapa orang terkemuka lainnya. Dalam suatu percakapan singkat dengan koresponden kita, ketua seksi pertahanan parlemen, Zainul Arifin, menyatakan bahwa pada umumnya angkatan laut kita giat membangun agar dapat menyesuaikan dirinya dengan keperluan negara dan dengan angkatan-angkatan laut negara-negara lain, walaupun kita ketahui bahwa kesukaran-kesukaran, baik militer (berupa alat-alat maupun berupa tenaga), bukan sedikit. Dalam hubungan ini dinyatakannya harapannya agar pemuda-pemuda kita lebih mencurahkan perhatiannya kepada angkatan laut, mengingat letak negara kita yang terdiri dari pulau-pulau. Lebih lanjut Zainul Arifin menyatakan bahwa di beberapa tempat kekurangan alat-alat yang dihadapi oleh angkatan laut kadang-kadang menjadi penghalang yang besar dalam menjalankan tugasnya berupa penjagaan lautan dan memberantas penyelundupan, terutama sekali di daerah [...]. [Unreadable]
Mangkunegoro: Solo, 4 Agustus. Di kalangan Mangkunegaran memperoleh kabar bahwa Mangkunegoro akan mempersembahkan satu stel gamelan kepada Presiden Indonesia, terdiri dari satu gamelan pelog bernama Kyai [...] dan satu perangkat gamelan [slendro] bernama Kyai Laras[...]. Gamelan itu akan dipakai pertama kali pada peringatan 17 Agustus di [Jakarta]. Sabtu ini Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mayor [...] ditunggu kedatangannya di Solo untuk menerima persembahan tsb. Seperti diketahui, beberapa waktu yl. Mangkunegoro telah mempersembahkan pula satu stel wayang kulit kepada Presiden Republik Indonesia.
Maurice Petsche gagal lagi: [...] hanya memberi 101 suara pro Petsche sedangkan 281 anti. Hal ini disebabkan karena pada saat terakhir partai sosialis [memutuskan] untuk tidak menyokong Petsche. (Aneta)
Mogok makan di Jepang berakhir
Tokyo, 3/8. 93 orang Tionghoa [?] di Jepang, yang selama 613 hari ini mogok makan, sama sekali tidak makan, [...] hari Jumat pagi ini telah mengakhiri [mogok makan itu], setelah menerima [...] dari kedatangan Dr. Schacht [?]. (International, AFP)
Mogok pers di Mesir: Pada hari Kamis itu semua surat kabar Mesir memutuskan akan mogok bila rencana-rencana undang-undang tersebut disetujui oleh parlemen. [Unreadable]
Memohonkan kekuatan: Juara tinju Jersey Joe Walcott dengan gemilang dapat menyingkirkan juara Ezzard Charles [...], ia telah membawa [Injil] ke tempat kediaman [...] sembari mengulangi kepercayaannya di atas sebuah kitab Injil: ia memohonkan kekuatan dan pimpinan di dalam [pertandingan]. [Unreadable]