Abadi, 8 September 1951, hlm. 1: S.K. Trimurti diundang ke HUT RRT
Cleaned OCR text (Fair (0.852); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
ABADI — [Unreadable] 8 September 1951 — 7 Zulhijah [Unreadable]; No. 204 Tahun ke-[Unreadable]
UNTUK NEGARA — UNTUK BANGSA — UNTUK AGAMA
Siapa-siapa yang akan menandatangani perjanjian di San Francisco? Ada keterangan delegasi Rusia: akan tinggalkan sidang?
San Francisco, 7 September. — Pada hari Kamis yang lalu wakil El Salvador pada konferensi perjanjian perdamaian dengan Jepang di San Francisco, Hector David Castro, [menerangkan] bahwa El Salvador akan menandatangani perjanjian perdamaian itu, meskipun pemerintahnya sebenar[nya] [Unreadable]
Indonesia turut menandatangani perjanjian perdamaian
Utusan sidang kabinet "Antara" hanya menerangkan bahwa dengan penundaan penandatanganan perjanjian perdamaian dengan Jepang itu berarti bahwa [Unreadable] sesudah penandatanganan [Unreadable] kemarin sore dengan Jepang oleh karena prinsip mengadakan perjanjian [Unreadable] penentuan sikap Parlemen diundurkan sampai saat ratifikasi nanti. [Unreadable]
Atas pertanyaan, Menteri Mononutu [menerangkan] bahwa [Unreadable] fasal-fasal tentang ekonomi [Unreadable] tidak akan memberikan hak yang cukup kepada negara-negara kreditur dagangan dengan Jepang. [Unreadable]
Jakarta, 8 September. Pemerintah Indonesia telah mengambil keputusan bahwa Indonesia akan menandatangani perjanjian perdamaian dengan Jepang di San Francisco. Hal ini diumumkan kemarin dalam pengumuman Dewan Menteri, yang dikeluarkan sesudah sidang kabinet yang berjalan dari pk. 17.00 sampai kira-kira pk. 19.30. Keputusan ini diambil setelah kabinet membicarakan laporan-laporan terakhir yang diterimanya dari delegasi Indonesia di San Francisco. Keputusan kabinet itu segera akan disampaikan kepada delegasi Indonesia di Frisco. [Unreadable] "[...] menentukan perlu atau tidaknya Indonesia mengadakan sesuatu perjanjian bilateral ataupun sesuatu perjanjian lain dengan Jepang yang didasarkan [pada perjanjian] perdamaian" [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Wakil Norwegia, Wilhelm Munthe de Morgenstierne, menerangkan bahwa ia akan menunda penandatanganan perjanjian perdamaian tersebut, karena [Unreadable]. Wakil Afrika Selatan C. P. te Water datang ke San Francisco untuk [Unreadable] menyatakan kepuasannya terhadap [Unreadable] langkah yang tegas ke arah perdamaian dunia [Unreadable].
Mesir: Wakil Mesir, Mohammad Kamil Bey Abdul Rahim, mengecam fasal-fasal yang mengenai penyerahan daerah-daerah oleh Jepang dan dipertahankannya tentara pendudukan di Jepang. Selanjutnya ia menerangkan bahwa [Unreadable] "Mesir sangat berharap bahwa penandatanganan perjanjian perdamaian ini akan memb[awa] [Unreadable]".
Costa Rica: Wakil Costa Rica, Rafael Orcamuno, [Unreadable].
Camboja: Wakil Camboja [Unreadable] mencanang[kan] [Unreadable].
Pakistan [Unreadable]
Laos: Pangeran Savang dari Laos, negara bagian Indo-China, berkata bahwa ia akan menandatangani perjanjian perdamaian. Ia berharap bahwa perjanjian tersebut akan menghasilkan "sesuatu yang baik. Benar perjanjian itu tidak sempurna" [Unreadable].
Ceylon: Dalam pidato yang disambut dengan tepuk tangan yang riuh, wakil Ceylon, J. R. Jayawardene, menyatakan bahwa Ceylon, India dan Pakistan bertujuan [menghendaki] suatu Jepang yang merdeka. "Dan", demikian wakil Ceylon itu, "perjanjian ini memungkinkan tercapainya tujuan tersebut." Ia berkata bahwa Sovyet Uni telah meminta kemerdekaan [berbicara] dan kemerdekaan menganut agama bagi Jepang. [Unreadable] pernyataan-pernyataan ini akan disambut gembira oleh rakyat Rusia sendiri, jika dijalankan di Rusia. Selanjutnya ia menerangkan bahwa ia tidak akan menerima [usul] yang diajukan oleh Rusia, karena [Unreadable] berisikan kemungkinan-kemungkinan untuk suatu Jepang yang merdeka dan berdaulat.
Belgia: Selanjutnya Paul van Zeeland, wakil Belgia, menyatakan bahwa ia akan [Unreadable]
[Unreadable] Czechoslovakia itu tidak menghalangi [Unreadable] perdamaian dengan Jepang [Unreadable].
Turki: [Unreadable] politik perdamaian dari Turki [Unreadable].
Pembicaraan di parlemen
Sidang parlemen, yang tadinya diadakan semalam untuk mengadakan pemandangan umum [Unreadable] anggota-anggota fraksi-fraksi PNI, PIR dan Parindra [Unreadable] hendak memberikan keterangan [Unreadable] ruangan sidang, oleh karena berpendapat bahwa putusan kabinet itu tidak dapat diubah lagi pada waktu itu juga dan sikap parlemen bisa ditetapkan pada waktu ratifikasi nanti. [Unreadable] pada hari Jumat pagi telah menguraikan lagi masalah perjanjian perdamaian dengan Jepang. Kemudian para anggota parlemen memberikan pemandangannya atas [Unreadable].
Soal beleid [Unreadable] Perdana Menteri Sukiman kemarin menerima [Unreadable] keamanan di Timur Jauh [Unreadable]. Subadio dari PSI mengajukan [rencana mosi] agar rencana mosi itu didepositkan [Unreadable].
Parlemen telah mengirimkan suatu delegasi kepada P.M. Sukiman untuk meminta supaya pemerintah memberi keterangan kepada parlemen tentang keputusan kabinet itu. Juga dikatakan bahwa parlemen sampai juga akan menentukan sikapnya terhadap keputusan pemerintah itu. P.M. Sukiman menyatakan bahwa pemerintah tidak memandang perlu untuk memberikan keterangan tentang hal itu dan dinyatakannya bahwa parlemen dapat menentukan sikapnya nanti pada waktu diminta ratifikasi terhadap perjanjian perdamaian dengan Jepang itu.
Sementara itu di parlemen telah diajukan suatu rencana mosi, yang diprakarsai oleh anggota Hamid Algadri dari PSI dan juga ditandatangani oleh Partai Buruh dan PKI [Unreadable]. Ketika rencana mosi itu dibicarakan, [Unreadable] terhadap mana diajukan keberatan oleh beberapa anggota [Unreadable] isinya. Kemudian diadakan pemungutan suara atas rencana mosi tsb., yang berakhir dengan [Unreadable] suara setuju dan 5 suara menolak. Yang tidak setuju [Unreadable] Partai Katolik Indonesia. Karena kuorum tidak terpenuhi [?] — banyak yang hadir tadinya [meninggalkan ruangan] — maka rencana mosi itu akhirnya didepositkan dulu. (Abadi)
Suara dalam kabinet. Dalam pada itu Aneta memperoleh kabar bahwa keputusan oleh kabinet untuk turut menandatangani itu diambil dengan 10 suara pro dan 6 tidak setuju. Yang setuju adalah menteri-menteri dari Masyumi (4), menteri-menteri PIR (2), menteri Katolik, Parindra, Fraksi Demokrat dan menteri Juanda (tidak berpartai). Yang tidak setuju ialah menteri-menteri PNI (5) dan menteri Partai Buruh. Menteri Parkindo tidak hadir dalam sidang itu.
PNI tak setuju. Pada saat sebelum sidang kabinet, PNI telah mengambil keputusan untuk tidak menyetujui penandatanganan, keputusan mana diketahui dalam parlemen pada Jumat malam. Sebagai akibat daripada keputusan ini ketegangan di kalangan parlemen dapat disebut besar, karena kemungkinan ratifikasi perjanjian tersebut menjadi sangat [kecil]. Menteri Penerangan Mononutu, selaku juru bicara pemerintah, sewaktu diminta penjelasan mengenai sikap yang telah diambil oleh kabinet itu, menyatakan [Unreadable] (Aneta)
Komplot bunuh Gromyko..?
San Francisco, 7 September. — Diumumkan pada hari Jumat pagi bahwa ada komplotan yang hendak membunuh Gromyko dan anggota-anggota delegasinya dengan jalan menimbulkan kecelakaan di jalan raya. Para pembesar San Francisco mendengar adanya komplotan itu dari sersan Otto Scharm dari Redwood City, California, yang katanya telah menerima kabar itu dari seorang agen FBI yang menamakan diri J. Baker. Baker mengatakan kepadanya bahwa FBI telah menerima suatu [laporan] dari seorang yang mengetahui, bahwa [Unreadable] di San Francisco bermaksud hendak membunuh Gromyko dan anggota-anggota delegasinya. Orang yang mengetahui tersebut mengatakan bahwa orang-orang Rusia [Unreadable] mengetahui jalan yang [akan dilalui] oleh delegasi Sovyet. Mereka [akan menggunakan] sebuah truk untuk ditubrukkan ke kendaraan yang dipakai oleh delegasi [Unreadable].
Indonesia dan Jepang adakan perjanjian bilateral sesudahnya perjanjian di San Francisco
San Francisco, 7 September. — Berkat kegiatan yang besar dari delegasi Indonesia dari mulai hari pertama di konferensi San Francisco itu, maka banyak tercapai kemajuan dalam hal pelaksanaan dari beberapa tuntutan Indonesia, demikian koresponden Aneta memperoleh kabar di San Francisco. Delegasi Indonesia itu telah berhubungan rapat baik dengan delegasi Jepang maupun delegasi Amerika. Soal-soal seperti pembatasan terhadap penangkapan ikan oleh Jepang telah dibicarakan dengan panjang lebar. Dalam perundingan-perundingan pendahuluan antara Menteri Subarjo dan pemimpin delegasi Jepang, Perdana Menteri Yoshida, masalah pembayaran kerugian perang telah dipelajari dalam-dalam oleh beberapa orang dari delegasi Indonesia di bawah pimpinan misi Indonesia di Jepang, Raden Sujono. Mereka itu terdiri atas tuan-tuan prof. Supomo, Moh. Yamin, Zain dan Dermawan. Kemudian rombongan ini mengadakan pembicaraan-pembicaraan lama dengan serombongan dari delegasi Jepang yang dipimpin oleh Nishimura. Maksud pembicaraan mereka ialah untuk memperoleh suatu persetujuan pokok mengenai keinginan-keinginan Indonesia itu. Hasilnya ialah bahwa tercapailah suatu persetujuan sementara dan selain dari itu telah diperoleh pula sedikit sokongan Amerika untuk memenuhi keinginan-keinginan Indonesia itu, yakni dengan jalan mengadakan perjanjian bilateral antara Indonesia dan Jepang. Detail mengenai perjanjian ini akan dibicarakan dalam suatu konferensi antara Indonesia dan Jepang; konferensi sedemikian itu telah disetujui oleh Jepang. Mengenai tanggal dan tempatnya masih akan ditetapkan di belakang hari. Jenis penggantian kerugian yang akan diminta dalam garis-garis besarnya akan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian perdamaian yang dibuat oleh Amerika, jadi terutama berupa pengolahan barang-barang bahan dari Indonesia. Besarnya jumlah yang akan diminta oleh Indonesia belum dipastikan, akan tetapi Prof. Yamin menyatakan pendapatnya kepada koresponden Aneta bahwa menurut perhitungannya angka itu kira-kira ada di sekitar 15 milyar. Laporan-laporan dari panitia [Unreadable] dan panitia Interparlemen partai republik untuk kerugian perang akan merupakan pokok bagi tuntutan-tuntutan itu. Pembatasan-pembatasan yang dikenakan terhadap penangkapan ikan oleh Jepang masih dipelajari. (Aneta)
Indonesia dan India. "Garis-garis politik luar negeri Indonesia akan tetap berjalan paralel dengan garis-garis dari India, sekalipun Indonesia akan turut menandatangani perjanjian perdamaian ini", demikian pemimpin delegasi Indonesia Mr. Subarjo dalam sebuah interview dengan "San Francisco Chronicle". "Kami menghendaki hubungan baik dengan negara-negara tetangga kami di Asia, sekalipun tujuan-tujuan politik mereka tidak selalu sama dengan kami." Menteri Subarjo selanjutnya menyatakan [bahwa Indonesia] "tetap mengakui Republik Rakyat Tiongkok, oleh karena pemerintah komunis itu di sana memang suatu kenyataan". Berkenaan dengan hubungan antara Indonesia dengan Amerika dikatakan oleh Menteri bahwa hubungan ini semata-mata berdasar kepada [Unreadable], dipandang dari sudut posisi Indonesia di Asia. (Aneta)
PNI akan tarik kembali menteri-menterinya dari kabinet jika kalah suara dalam DPR tentang ratifikasi perjanjian
Jakarta, 8 September. — Tentang putusan Dewan Partai, Ketua Umum PNI Sidik [Djojosukarto] menerangkan kepada "Antara" bahwa kabinet sekarang ini adalah kabinet parlementer, dengan lain kata nasib kabinet akan ditentukan oleh parlemen. Berhubung dengan itu, menurut Sidik, soal penandatanganan perjanjian perdamaian Jepang yang oleh PNI dipandang soal yang sangat penting bagi negara kita, nanti akan ditentukan dalam forum parlemen jika menghadapi ratifikasi. Dan pada saat itu fraksi PNI akan memperjuangkan secara prinsipiil dan konsekuen dengan putusan Dewan Pimpinan hari ini, yaitu menolak. Selanjutnya ia menerangkan bahwa putusan Dewan Pimpinan itu telah sesuai dengan suara-suara dalam Dewan Partai dalam konferensi yang baru lalu, tapi meskipun begitu Dewan Pimpinan secara organisatoris masih akan meminta pengesahan Dewan Partai. Ditanya tentang pendapatnya apakah kabinet akan jatuh jika menghadapi ratifikasi, Sidik tidak bersedia memberikan pendapatnya, hanya ia mengatakan bahwa jika kabinet Sukiman-Suwirjo jatuh menghadapi ratifikasi perjanjian itu, sebaiknya menurut pendapatnya pun dibentuk kabinet koalisi baru yang akan bekerja dengan mengingat pada pengalaman-pengalaman yang tidak pada tempatnya dalam [Unreadable] kita. Dalam pada itu dari pihak Dewan Partai PNI didapat kabar bahwa [jika kalah] suara, PNI akan menarik menteri-menterinya berdasar alasan bahwa beleid pemerintah tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh partai. (Antara)
Sidang D.P. Masyumi berakhir
Jakarta, 7 September. — Dewan Partai Masyumi [Unreadable] persoalan penandatanganan perjanjian perdamaian dengan Jepang [Unreadable] keputusan itu dipelajari lebih jauh [Unreadable]. Ditegaskan bahwa [Unreadable] penandatanganan perjanjian perdamaian [Unreadable].
Sengketa Inggris–Iran: Inggris anggap rundingan dengan Iran telah putus. Tapi kalau ada usul yang dapat diterima bersedia lagi
London, 6 September. — Kementerian luar negeri malam Jumat ini mengumumkan bahwa Inggris tidak akan berunding lagi dengan pemerintah Iran mengenai masalah minyak. Komunike kementerian tadi mengatakan bahwa [pembicaraan] dengan Iran itu dianggap sebagai putus sama sekali; hingga kini pemerintah Inggris menganggapnya sebagai ditangguhkan. Seterusnya komunike tadi mengatakan bahwa [Unreadable] "Pendirian kita tidak berubah. Kita tidak akan meninjau kembali undang-undang nasionalisasi. Dan kita telah membentangkan pendirian dengan perdana menteri melalui [Unreadable]", bahwa pidato yang diucapkan oleh PM Iran Muhammad Mossadeq di muka senat ketika hari Rabu itu dengan jelas menunjukkan bahwa dilanjutkannya perundingan dengan pemerintah Iran yang sekarang ini tidak akan berhasil sedikit pun. Seperti diketahui, Mossadeq telah menyatakan akan memberi ultimatum kepada Inggris, yang menyatakan bahwa dalam 2 minggu perundingan harus dimulai kembali. Kalau tidak, maka ahli-ahli teknik Inggris semua akan dicabut oleh Iran. [Unreadable]
Sudiro kembali ke Makassar
Jakarta, 7 September. — Gubernur Sulawesi, Sudiro, pada hari Sabtu akan kembali ke Makassar. Menurut kabar, Sudiro akan mengadakan perundingan dahulu dengan jaksa agung sebelum kembali ke tempat kedudukannya, mengenai pelaksanaan teknis untuk menjaga keamanan di Sulawesi Selatan. Sebagaimana diketahui, jaksa agung adalah juga ketua staf K[omando]. Sementara itu Aneta dapat mengabarkan bahwa bekas penjabat gubernur Sulawesi, Lapian, menerangkan bahwa ia akan pensiun mulai bulan Oktober. Menteri dalam negeri telah menandatangani keputusan ini. (Aneta)
Sanksi ekonomi PBB akan rugikan Inggris dan Indonesia
New York, 6 September. — Panitia sanksi dari PBB telah menerima rencana sanksi ekonomi terhadap negara yang melakukan agresi. Rencana sanksi yang baru ini meratakan beban negara-negara yang mengambil bagian dan akan melindungi negara-negara seperti Inggris dan Indonesia yang kini sangat dirugikan oleh larangan PBB terhadap pengangkutan bahan-bahan ke RRT dan Korea Utara. (Ant-UP)
Sukamto sampai di Rembang
[...] ini Kepala Pusat Kepolisian, Sukamto, dengan stafnya dalam perjalanan inspeksinya di wilayah Jawa Tengah [Unreadable] Mantingan, Rembang. [Unreadable] ia akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah kepala-kepala polisi di seluruh karesidenan Pati. Kabarnya ia akan berziarah di makam Kartini dan [Unreadable] mengadakan [Unreadable] obyek-obyek kepolisian.
Perdagangan antara Indonesia dan Jepang
Menurut majalah Warta Ekonomi, besarnya perhatian pers Jepang terhadap kunjungan Tuan Sarjo Undandar, Kepala Jawatan Perdagangan Kementerian Perekonomian, pada waktu yang lampau terlihat [Unreadable] karangan-karangan [Unreadable] di Jepang, antara lain soal berkenaan dengan perdagangan Jepang dan Indonesia. Tuan Sarjo dalam interview di Hotel Teito [Unreadable]. Yang penting ialah antara lain [Unreadable] beras dari Indonesia ke Jepang sebanyak tidak kurang dari 40.000 ton. [Unreadable] Jepang telah me[nyatakan bersedia] [Unreadable]. (4) Meskipun ada desas-desus bahwa Indonesia telah membatalkan permintaan barang tenunan (fibre) [Unreadable], tetapi yang melakukan pembatalan itu bukan orang-orang Indonesia [Unreadable]. (5) Indonesia tidak [akan] membeli barang-barang Jepang lagi, kalau barang-barang Jepang itu menjadi lebih tinggi dari harga di pasaran internasional, dan terhadap barang-barang yang telah jadi kontrak-kontraknya tidak dibatalkan atau ditolak [Unreadable]. (6) Indonesia hanya sekadar memperingatkan akan harga-harga Jepang yang makin tinggi, tetapi tidak melakukan pembalasan-pembalasan pada harga-harga sebagai[mana] [Unreadable].
[fragment from adjacent column:] [Unreadable] ... berlayar ke Pulau Bintang untuk mengam[bil] [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Diundang untuk hadiri [Unreadable] (S.K. Trimurti diundang ke HUT RRT; isi berita tidak terbaca) [Unreadable]