Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00188

Abadi, 8 Juni 1973, hlm. 2: RRI Mataram kemasukan tokoh eks Gerwani/PKI

Cleaned OCR text (Poor (0.732); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

[Abadi, Jumat, 8 Juni 1973, halaman 2. Kolom-kolom bercampur; berikut teks yang dapat dipulihkan.] Harga tekstil di pasaran goncang? Tekstil adalah satu dari 9 bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Akhir-akhir ini mulai nampak naik harganya di pasaran bebas di Jakarta. Untuk menolong masyarakat agar bisa membeli tekstil dengan harga pantas, PN Industri Sandang telah mengadakan penjualan sandang murah dengan harga yang dapat dibeli oleh masyarakat di beberapa tempat, antara lain di Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Lampung, dan khusus di D.K.I. telah dikerahkan beberapa mobil unit penjualan sandang murah, dengan bekerja sama Pemda DKI mengadakan penjualan sandang murah di pinggiran dan sudut-sudut Jakarta. Bahan-bahan yang dijual kepada masyarakat terdiri dari kain Trevira, Trevira printing, kembang, batik, kaos-kaos, handuk, kain sarung dan bermacam-macam bahan polos, terkadang dengan gambar [istimewa]. (IPPNOS) [Unreadable] Faktor militer A.S. di Muangthai Di bulan-bulan terakhir ini di kalangan pimpinan tertinggi pemerintahan dan masyarakat Muangthai meningkat timbulnya kebimbangan apakah kehadiran pasukan-pasukan Amerika Serikat di negara itu menguntungkan ataukah sebaliknya merupakan penghalang kemajuan. Kebimbangan itu semakin mempengaruhi opini umum karena kenyataan [...]. Menlu Thanat Khoman sejak semula menyerukan agar [dipercepat] kepergian pasukan-pasukan itu dari Muangthai. Alasan utamanya karena hal itu menarik dan menyalakan sikap permusuhan [dari] Cina Komunis dan Vietnam Utara [...]. Selanjutnya Thanat Khoman berpendirian bahwa selama AS masih bercokol dalam wilayah Muangthai, hubungan dengan negara-negara lain di kawasan itu tidak dapat dikembangkan; kebijakan Thanat Khoman kini yaitu sebagai anggota Majelis Nasional Muangthai bisa dikatakan bertolak belakang dengan pendirian pemerintah. Perdana Menteri Thanom Kittikachorn berpendirian bahwa kehadiran AS di Muangthai adalah penting demi mencegah melanjutnya agresi komunis dari [Utara]. [...] Dikatakan tidak lama setelah persetujuan gencatan senjata berlaku di Vietnam, maka Angkatan Udara AS ke-7 dipindahkan dari Vietnam ke bagian [...] Muangthai. PM Thanom Kittikachorn menyatakan bahwa angkatan udara itu akan tetap berada di sana untuk menyaksikan apakah gencatan senjata itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dalam hubungan yang lain kita lihat PM Muangthai itu dalam ucapan dan argumentasinya acap berhati-hati dalam hal-hal yang berkaitan dengan pangkalan militer AS di Muangthai, mengingat pertumbuhan kesadaran nasional yang berkembang secara luas dan seliat. Misalnya pemerintah Muangthai dalam kesempatan yang sama telah berulang kali dengan seraya hati-hati memberikan contoh bahwa pasukan-pasukan A.S. di Muangthai tidak ambil bagian dalam operasi-operasi memerangi kerusuhan di dalam negeri. Di mana-mana hanya angkatan Muangthai yang bertindak terhadap gerilya di lingkungan batas wilayahnya sendiri. Pandangan pemerintah Amerika Serikat boleh dikatakan sejalan dengan pendirian Muangthai, yaitu kelanjutan kehadiran pasukan-pasukan A.S. di Muangthai merupakan jaminan terbaik guna mencapai perdamaian yang kekal dan stabilitas kawasan secara keseluruhan. [...] PM Thanom dalam wawancara persnya di Bangkok yang disiarkan pada tanggal 7 Juni 1973 menyatakan bahwa Muangthai bermaksud untuk berdiri sendiri. Muangthai dalam periode 1960-62 telah menerima bantuan militer dari AS sebanyak 55 juta dolar; untuk waktu yang sama angka itu untuk Indonesia adalah 747 juta dolar. [Unreadable] Majelis Ta'lim Jembatan Batu Jakarta, 8 Juni (Abadi). Pengajian Majelis Ta'lim Jembatan Batu [...] ceramah [...] akhir bulan Mei sampai awal Juni 1973 [...] diselenggarakan [...] Gedung Universitas Muhammadiyah [...]. Pengurus Pengajian Majelis Ta'lim Jembatan Batu [...] Ibu Sholeha Thabrani [...] [Unreadable] Program Keluarga Berencana sukarela dan cafeteria Menegaskan peta program nasional Keluarga Berencana, Deputi Ketua BKKBN menegaskan bahwa kita berpegang pada prinsip sukarela dan cafeteria, artinya setiap akseptor bebas memilih cara-cara yang tepat. Para petugas klinik wajib memberikan petunjuk-petunjuk pemakaian alat kontraseptif yang efektif dan efisien. Prof. Judono mengakhiri keterangannya itu dengan mengharapkan bantuan untuk mengizinkan program nasional K.B. (Y-10). [...] Kelebihan I.U.D. hanya terletak pada pemasangannya yang hanya sekali saja dilakukan dan dapat dipakai untuk beberapa tahun, sedangkan pil anti-hamil atau alat-alat lainnya harus diminum setiap hari atau harus disediakan setiap akan menyalakan hubungan seks. Prof. Judono menerangkan, apabila diinginkan mempunyai anak, maka I.U.D. dapat dilepas dan dikeluarkan dan si pemakai dapat segera [hamil] kembali. [Unreadable] Pengerasan suara waktu subuh [Surat pembaca/tulisan seorang warga tentang suara azan, pengajian dan lonceng gereja di waktu subuh, dikaitkan dengan penertiban penggunaan alat pengeras suara oleh Gubernur Ali Sadikin dan Pemda DKI. Penulis, yang pernah tinggal di kota yang penduduknya mayoritas beragama Katolik, menceritakan bahwa lonceng gereja berbunyi pukul 4 pagi dengan suara keras, sedangkan bagi beberapa orang Islam di kota itu waktu salat subuh baru pukul 7 pagi; ia menerima semua itu "dengan pengertian dan penghormatan terhadap masyarakat yang beragama lain". Ia menyatakan bahwa tindakan Pemda DKI akan diterima masyarakat Islam bila diambil secara menyeluruh, bukan hanya terhadap beberapa masjid.] [Unreadable] (Jakarta, 7/6/73) Gubernur Ali Sadikin dan DKI: Pembangunan sekolah Menurut Gubernur Ali Sadikin dalam penjelasannya [...], meskipun Pemda DKI dewasa ini telah membangun 657 gedung sekolah, namun masih jauh dari mencukupi. Bahkan akan dibangun pula 400 gedung sekolah, namun diperkirakan tidak juga bisa mencukupi kebutuhan. [Unreadable] RAPIM AKABRI 1973 ditutup Jakarta, 8 Juni (Abadi). Bertempat di MAKO AKABRI di Jakarta hari Kamis kemarin, Komandan Jenderal AKABRI Irjen Pol. Drs. Sukahar telah menutup Rapat Pimpinan AKABRI yang telah berlangsung selama 2 hari. RAPIM ini dihadiri oleh para Gubernur AKABRI, yaitu Gub. AKABRI Umum dan Darat Mayjen TNI Sarwo Edhie Wibowo, Gub. AKABRI Laut Laksda TNI Hotma Harahap, Gub. AKABRI Udara Marsekal Pertama TNI Siemadi, dan Gub. AKABRI Kepolisian Brigjen Pol. Hartono Suryowinoto. Selain dari MAKO AKABRI hadir Wadanjen Mayjen TNI [Mung Hutubadimulyo], serta pejabat-pejabat tinggi AKABRI lainnya. Dalam RAPIM AKABRI 1973 ini antara lain dibicarakan masalah pendidikan AKABRI pada umumnya. [...] Kegiatan Universitas Muhammadiyah: Seminar Keluarga Berencana dan Kependudukan Prof. Dr. Ismail Sunny S.H., M.C.L. sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah dalam pembukaan seminar itu mengemukakan bahwa peranan pekerjaan sosial dalam rangka mensukseskan Keluarga Berencana dan mengatasi masalah kependudukan akan menjadi salah satu faktor determinan, yakni faktor yang menentukan untuk berhasilnya kedua masalah tersebut. Prasaran yang diajukan antara lain dari Badan Pembina Keluarga dan Masyarakat Muhammadiyah Pusat, Badan Kerja sama Lembaga Pendidikan Kesejahteraan Sosial, Keluarga Berencana DKI Jakarta dan dari Dinas Sosial DKI Jakarta. [...] Kegiatan laboratorium: Dalam kegiatan pengetesan laboratorium Centre yang meliputi Laboratorium Fisika Dasar dan Laboratorium Kimia Umum Universitas Muhammadiyah, bulan Nopember nanti sudah akan dapat melakukan food control dan production control pada laboratorium [...]. [Unreadable] Penyelundupan 48 mobil: Seorang terdakwa berhasil melarikan diri Jakarta, 8 Juni (Abadi). Pemeriksaan terhadap perkara penyelundupan 48 buah mobil mewah yang merugikan negara sebesar Rp 90 juta, yang dilakukan oleh L.E.W. c.s. dengan pemasukan dokumen-dokumen Bea Cukai, hari Kamis kemarin terpaksa ditunda, karena pengacara Adnan Buyung Nasution S.H. minta waktu untuk mempelajari berkas perkara. Seperti diberitakan, dalam perkara penyelundupan mobil-mobil tsb. telah diajukan 11 orang tertuduh, tetapi satu di antaranya, yakni Wolter Tample dari PT Lemki "Duta Samudra", kini berhasil melarikan diri. Sedangkan yang ada terdapat [...] kedua terdakwa [Y.S.H. dan Y.S.L. dari PT "G.S.M."] inilah yang dibela oleh Adnan Buyung Nasution S.H. [...] Atas pertanyaan "Abadi", hakim ketua dalam perkara ini, Bismar Siregar S.H., menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap 11 orang terdakwa itu akan berjalan secara maraton sehingga pemeriksaan itu cepat selesai. [Unreadable] Surat Kodim 1007 sesat ke kantor "Indonesia Berjuang" Jakarta, 8 Juni (Abadi). Heboh dualisme PWI Banjarmasin yang pecah dan makin ramai lagi dibicarakan masyarakat dan mungkin akan menjadi urusan yang berwajib, karena ternyata [ketua] PWI Syari Mustafa S.H. menyalahgunakan surat Kodim 1007 Banjarmasin yang [tidak] alamatnya. Kodim 1007 dalam sebuah surat terbukanya yang termuat dalam harian "Dinamika Berjuang" tanggal 5 Juni yl. telah membantah pernah mendukung PWI Syari Mustafa S.H. Berita dukungan Kodim 1007 terhadap P.W.I. Syari Mustafa S.H. disiarkan oleh mingguan "Banjarmasin Post" Senin 4 Juni yl. Dalam hubungan ini An. Adenansi, wakil Ketua PWI Rusli Desa, dalam keterangannya kepada "Abadi" menyatakan bahwa dukungan Kodim 1007 tertanggal 16 Mei bulan yang lalu adalah terhadap P.W.I. Rusli Desa c.s., setelah terbentuknya susunan pengurus tanggal 13 Mei. Tanggal 14 Mei P.W.I. Rusli Desa mengirim surat pernyataan tentang terbentuknya P.W.I. Rusli Desa/An. Adenansi/Kasyful Yamin c.s. Dan pada hari itu juga telah menghadap Gubernur Subarjo dan Pangdam X Lambung Mangkurat, Brigjen Iksan Sugiarto. Surat balasan Kodim 1007 tadi sesat ke kantor harian "Indonesia Berjuang", diterima oleh P.W.I. Syari Mustafa S.H. Surat yang sesat ini ternyata disalahgunakan oleh P.W.I. Syari Mustafa S.H. [...] Dukungan Muspida Tingkat I Kal-Sel [...] [Unreadable] PLN Jambi disambar petir Jakarta, 8 Juni (Abadi). Dua buah generator PLN Jambi baru-baru ini telah meledak disambar petir, hingga menyebabkan gelapnya kota Jambi selama beberapa malam. Meskipun demikian, dengan generator yang masih ada, penerangan bagi beberapa instansi vital di kota Jambi dapat dilayani secara kontinu, sedangkan untuk perumahan rakyat terpaksa sampai sekarang ini menerima giliran pemadaman. Apalagi untuk menerima langganan baru, diperkirakan dalam waktu dua bulan belum dapat dilayani. (Ant) Pemungut puntung rokok di Kudus Di kota Kudus, Jawa Tengah, sekarang ini para pencari puntung rokok bertambah, terdiri atas anak-anak dan orang-orang tua. Operasi mereka terutama di pasar-pasar, stasiun, stanplat, dan di pinggir-pinggir jalan besar. Baik orang tua maupun anak-anak paling sedikit bisa berpenghasilan Rp 75,- sampai Rp 150,-. "Siapa yang membeli dan membutuhkan, saya berikan!" Demikian seorang anak pemungut puntung rokok yang dijumpai Pembantu "Abadi" di Kudus. Sehubungan dengan itu pihak yang berwajib di Kudus giat melancarkan operasinya. Disinyalir rokok-rokok kelap dan pabrik-pabrik rokok gelap banyak bertebaran di Kobayan/Pecangaan Jepara. Dalam melancarkan operasinya oleh yang berwajib di Kudus telah ditangkap pengedar banderol [rokok] gelap. [Unreadable] RRI Mataram kemasukan tokoh ex Gerwani/PKI Jakarta, 8 Juni (Abadi). Dari hasil pemeriksaan [dan] screening Tim Screening Nusa Tenggara Barat ternyata bahwa "M", karyawan RRI Mataram, adalah ex ketua Gerwani Pasar [Bali] [...]. Hasil-hasil tim tsb. telah dikirimkan kepada Kotib dan RRI Pusat. Akan tetapi sebegitu jauh tindakan tegas kepada "M" belum diambil. "M" masih tetap bertugas di RRI Mataram sebagaimana biasa, demikian "Abadi" mendapat laporan dari Mataram. [...] Lebih lanjut dilaporkan bahwa Kepala Bagian Teknik merangkap sebagai Ketua Dewan Pimpinan RRI Mataram, Daud, baru-baru ini telah menyerahterimakan tugasnya kepada penggantinya yang baru, Alex Tumambo. Serah terima itu dilakukan setelah tersiarnya berita tentang saling curiga-mencurigai dalam tubuh RRI Mataram sebagaimana "Abadi" tanggal 21 Maret yang lalu memberitakan. Uang siaran pedesaan kabur? Sementara itu, dari sumber yang layak dipercaya diperoleh keterangan bahwa penggunaan uang siaran pedesaan di RRI Mataram masih tetap kabur. Sumber tsb. menjelaskan bahwa Pemda NTB telah memberikan bantuan khusus untuk siaran pedesaan itu sebesar Rp 346 ribu sejak tahun 1970; angka-angka itu adalah dengan bantuan dari Dinas Penerangan setempat, sehingga setiap tahun sebesar Rp 2 ribu hingga Rp 39 ribu. Namun secara keseluruhan, hingga sekarang penggunaan uang-uang itu masih tetap kabur, demikian sumber tsb. [...] [Unreadable] Pergelaran wayang golek dan tari topeng: [...] Dalang [...] bersama [...] cerita [...] "Abimanyu Gugur"? [...] tari topeng Cirebon [...] bertempat di [...] Taman Ismail Marzuki [...] [Unreadable] [Susunan redaksi dan tarif iklan harian Abadi: Penerbit P.T. Kramat Empat; Pemimpin Umum Burhanuddin; Wakil Drs. A.M. [...]; Pemimpin Redaksi S. Sumarsono; Dewan Redaksi M. Natsir [?], Burhanuddin H., S.M. Syaaf, Drs. A.M. [Hutasoit], Yusuf Abdullah Puar. Alamat Redaksi dan Tata Usaha: Jl. Kramat [...] Telp. 49240 Jakarta. Tarif iklan: iklan biasa Rp 70,- per mm/kolom, dan seterusnya. Rekening Bank P.T. Kramat Empat: BNI 1946 Cabang Tanah Abang; BDN Cabang Thamrin.] [Unreadable]