Abadi, 22 Agustus 1973, hlm. 1: Saksi di Mahmillub Sutarto, latihan Lubang Buaya
Cleaned OCR text (Fair (0.815); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
[fragment from adjacent column:] Harian Abadi. UNTUK AGAMA, BANGSA DAN NEGARA. Rabu, 22 Agustus 1973 / 23 Rajab 1393 H. No. 777 Tahun ke-XXII. "Brigjen Adam Syamsul Bachri: UU Harus Cerminkan Aspirasi Masyarakat". "RUU Perkawinan: Komplotan Untuk Membunuh Presiden Nixon Terbongkar?" "Pimpinan Kudeta Laos Tertembak Mati" "Pakistan Butuh Bantuan: Pakaian, selimut, pangan [Unreadable]" "Ketua DPR Daniel Maukar [Unreadable]" "TV Al-Quran Bertinta [Unreadable]" "Dari Sidang Mahmillub". [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Jakarta, 22 Agustus (Abadi). Brigjen Adam Syamsul Bachri, anggota Komisi IX (Agama, [Unreadable]) DPR, mengatakan bahwa suatu undang-undang harus mencerminkan perasaan hukum masyarakat; peraturan agama dan sosiologi masyarakat harus diperhatikan dalam pembahasan RUU Perkawinan, kata Adam Syamsul Bachri menjawab pertanyaan sehubungan dengan sidang-sidang DPR. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Washington/New Orleans: [Unreadable] adanya komplotan yang membuat rencana untuk membunuh Presiden Richard Nixon di kota New Orleans [Unreadable] dalam kunjungannya ke California [Unreadable]. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Vientiane: Pimpinan kudeta di Laos, Brigadir Jenderal Thao Ma, bekas panglima Angkatan Udara Laos, tertembak jatuh [Unreadable] ketika menerbangkan sebuah pesawat pembom tukik [Unreadable] Muang Thai [Unreadable]. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Bupati Indramayu Terang-terangan "Menentang" Gubernur. Jakarta, 22 Agustus (Abadi). Bupati Kabupaten Indramayu, M. Dirlam Sastrowijoyo, dengan terang-terangan telah melanggar peraturan Gubernur Jabar dalam masalah judi, yaitu dengan mengizinkan beredarnya TOTO KONI terbatas Cirebon ke daerah Kabupaten Indramayu. Dalam masalah judi, Gubernur Jabar Solihin GP telah mengeluarkan larangan adanya judi baru dan peredaran Toto Koni yang tidak boleh memasuki [Unreadable]. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Jakarta, 22 Agustus (Abadi). [Unreadable] Menteri Keuangan [Unreadable] Mashuri [Unreadable] PT Askrindo yang bertugas memberikan jaminan kredit bagi pengusaha-pengusaha, merealisasikannya di daerah-daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Jaminan tsb. diberikan kepada pengusaha-pengusaha di sektor perindustrian, perdagangan dan jasa-jasa, kata Menteri. Mengenai perkembangan dikatakan Menteri bahwa dalam bulan September - Desember 1972 jumlah nasabah yang mendapat jaminan PT Askrindo ada 680 pengusaha dengan plafon kredit sebesar Rp. 2.294 juta. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Direktur Utama PN Pertamina Dr. H. Ibnu Sutowo, Senin malam bertempat di Stadion Arena Petrolia Pangkalan (Sumatera Utara) telah membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pertamina se-Indonesia yang akan berlangsung sampai tgl. 25 Agustus. Sedang sebelumnya pada Senin sore itu Dirut Ibnu Sutowo telah pula meresmikan pembukaan Pameran Kitab Suci Al-Quran. [Unreadable] Dikatakan Pertamina dalam [Unreadable] bahwa MTQ Pertamina ini merupakan sarana bagi peningkatan dan pembinaan mental [Unreadable].
A. HAMID (31 tahun), bekas anggota BPI yang dimasukkan ke dalam PKI dan berhasil pula mengikuti latihan kemiliteran bersama Pemuda Rakyat dan Gerwani di Lubang Buaya pada tahun 1965 yl., hari Selasa kemarin telah dihadapkan sebagai saksi dalam sidang Mahmilub yang memeriksa dan mengadili tertuduh ex Brigjen (Pol) R.S. Sutarto yang dituduh terlibat dalam G-30-S/PKI.
Menjawab pertanyaan hakim, saksi mengatakan bahwa pada tgl. 8 September 1965 saksi dipanggil oleh Ketua Cabang PKI untuk mengikuti pendidikan di Lubang Buaya sebagai sukarelawan menghadapi Malaysia. Latihan tsb. diikuti 1200 orang Pemuda Rakyat dan Gerwani yang datang dari seluruh pelosok tanah air. Dalam latihan itu ditekankan untuk tetap menjaga gerakan "Mata Kancing", yang artinya mata [Unreadable] lihat orang-orang yang pro dan kontra PKI, dan kemudian kancing (tutup) rapat mulut untuk tidak memberitahukan apa-apa yang dilakukan dalam latihan. Siapa yang berani melanggar ketentuan tsb. akan dibunuh seluruh anggota keluarganya.
Pada tgl. 28 September semua anggota Pemuda Rakyat dikonsinyir untuk maksud demonstrasi [Unreadable]. Pada tgl. 30 September malam suasana sangat ramai, di mana truk-truk keluar masuk [Unreadable] kepada anggota-anggota [Unreadable] tanda pengenal berupa [Unreadable].
Menjawab pertanyaan ketua, saksi A. Hamid mengakui bahwa ia turut menyaksikan terjadinya pembunuhan-pembunuhan terhadap Jenderal-jenderal Angkatan Darat di Lubang Buaya yang dilakukan oleh Pemuda Rakyat dan Gerwani sambil berteriak-teriak "Ganyang Kabir ... Ganyang setan desa" dan menyanyikan lagu Genjer-genjer. Menurut saksi, ia tidak ikut melakukan pembunuhan tsb. Ia diberi tugas untuk penjagaan. Dikatakannya, waktu itu ia berniat hendak meloloskan diri dari Lubang Buaya tsb. untuk melaporkan kepada atasannya di kantor BPI. [Unreadable]
[Unreadable] Polisi Komisariat Jakarta Raya ia mendengar bahwa di Kedubes tsb. ada demonstrasi massa. Ketika ia melakukan checking di tempat itu ia melihat sebuah mobil sudah terbakar di luar halaman dari Kedubes itu. Sedangkan para demonstran tidak terlihat ada di halaman gedung tsb. karena sudah dipagari oleh kesatuan Brimob Kwitang.
Menjawab pertanyaan hakim selanjutnya, saksi mengatakan bahwa pada malam harinya setelah kejadian tsb. ia mendapatkan perintah dari [Unreadable] untuk mengantarkan orang yang bernama Kartono Kadri ke Markas Resimen [Unreadable]. [Unreadable] penjagaan yang sangat rapat.
Tikus yang sudah terpojok
Sementara itu, saksi Kol. (Pol) Dra. Suyono yang dimintai keterangannya seputar demonstrasi di Kedubes Inggris di Jalan Imam Bonjol mengatakan bahwa ia pada waktu itu menjabat sebagai Kepala DPKN pada kantor [Unreadable]. [Unreadable] Di tempat ini saksi menemukan dokumen-dokumen dengan tulisan bahasa Inggris yang menggambarkan Presiden Sukarno "semacam tikus yang sudah terpojok dan tak terkendalikan". Dokumen ini oleh [Unreadable] (Bersambung ke hal. II)
[fragment from adjacent column:] [Unreadable] Toto Koni terbatas di Cirebon [Unreadable] menyerahkan [Unreadable] bulan September dan Oktober 1972 sebanyak Rp. 41.100.000,- [Unreadable].