Bali Post, 30 September 1992: 'Banyuwangi penyulut api pertama pembakar musnah G30S/PKI'
Cleaned OCR text (Good (0.931); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
Halaman 6
Harian Untuk Umum
te Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Tajuk Rencana
Permintaan Maaf Pemerintah Malaysia
MALAYSIA dan Indonesia merupakan dua rum:
Pun bangsa yang bersaudara dekat. Konon menurut Sejarahnya, banyak orang Malaysia berasal dari Mi:
Nangkabau, Bugis, Riau atau bagian-bagian lain da m Indonesia, terutama yang berdekatan dengan negara ini. Sebaliknya banyak pula orang Malaka dahulu berpindah ke Indonesia
Walaupun dilihat dari segi hubungan perkerabat an, kedua bangsa rumpun Melayu ini bisa disebut Saudara-saudara dekat, namun di dalam sistem po:
litiknya -- atau lebih tepatnya sistem demokrasinya » keduanya memilih jalan sendiri-sendiri. Di satu Pihak, kekuasaan raya-raya masih diakui -- secara bergantian salah seorang dari mereka dipilih menja:
di Yang Dipertuan Agong atau Kepala Negara Ma:
laysia namun di lain pihak demokrasinya terbuka dan memperkenankan adanya oposisi, karena mengikuti kaidah-kaidah politik yang mengakui pembagian tiga kekuasaan dalam negara.
Sebaliknya, Indonesia telah secara resmi meng:
hapuskan feodalisme - kendati dalam kenyataannya timbul neofeodalisme yang lebih nampak di da lam mentalitas -- serta memilih demokrasi Pancasi la, yang dalam banyak hal, sudah tentu menunjuk:
kan banyak perbedaan dari saudaranya, Malaysia.
Bisa dimengerti karenanya, apabila dalam menangani masalah-masalah politik - baik luar maupun dalam negeri -- kedua bangsa bersaudara ini memiliki cara dan kiatnya masing-masing
Sebagai satu contoh adalah masalah Timtim.
Buat Malaysia, peristiwa tragis seperti yang terjadi 12 November tahun lalu barangkali dianggap suatu masalah biasa, di mana dua kelompok kekuatan dalam masyarakat mencoba untuk memperoleh peran dan hak-haknya. Soal siapa salah dan siapa benar bisa diusut kemudian berdasarkan bukti-bukti yang terkumpul. Jadi, dengan kata lain, apabila di negen ini terjadi peristiwa serupa di Dili pada tanggal 12 November 1991, siapa saya boleh meliput atau
menayangkannya lewat berbagai media massa yang dikehendakinya. Bahkan, sangat mungkin Ma:
laysia berpendapat bahwa penayangan media ke seluruh dunia merupakan bukti bahwa Malaysia telah mempertunjukkan kesungguhannya dalam menjalankan garis politiknya
Akan tetapi, agaknya terhadap Indonesia, Ma laysia mengakui gaya demokrasi khas untuk me-
Waspadai Pemujaan
MENUTURKAN kembali sejarah berlangsungnya Gerakan 30 September 1965, tidak terlalu mu:
dah. Sebab peristiwa itu tidak berdiri sendiri melain kan mempunyai kaitan yang panjang ke belakang serta dampak yang jauh ke depan. Kita hanya dapat memahami peristiwa bersejarah itu dari kaitan sebab-akibat yang jauh ke masa sebelumnya serta dampak yang ditimbulkan sesudahnya.
Meskipun demikian, secara garis besa-besa dapat dirumuskan bahwa G30S, yang oleh fakta dikaitkan dengan usaha PKI merebut kekuasaan yang sah di Indonesia, memang didalangi oleh PKI. Gerakan itu meletus pada hari Kamis malam, 30 September 1965 tetapi secara fisik/militer baru berlangsung tanggal 1 Oktober dinihari, dipimpin Letkol Untung Sutopo, Komandan Batalyon I Resimen Cakrabira:
wa, pasukan pengawal Presiden
Gerakan secara fisik itu ditandai dengan penculi kan dan kemudian pembunuhan terhadap enam perwira tinggi dan seorang perwira pertama Angkat:
an Darat di Jakarta. Di Yogyakarta anggota gerakan ini menculik dan membunuh dua perwira menengah
Berdasarkan penilaian pada tanggal 1 Oktober 1965, Panglima Kostrad berkesimpulan antara lain bahwa penculikan dan pembunuhan para jenderal AD merupakan bagian dari usaha perebutan ke:
kuasaan pemerintah. Usaha ini didalangi oleh PKI Selain didukung oleh salah satu kesatuan ABRI gerakan ini juga ditunjang oleh pasukan AD yang secara khusus didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dengan menggunakan unsur-unsur Kostrad yang ada di Jakarta pada waktu itu yaitu Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan Batalyon 328/Para Kujang/Siliwangi, tindakan penumpasan mulai dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB tanggal 1 Oktober 1965. Studio RRI Pusat dan Kantor Pusat Telekomunikasi direbut, dan inilah titik balik dari seluruh rangkaian peristiwa yang membingungkan seluruh rakyat Indonesia. Satu demi satu kekuatan yang mendukung pemberontak ditumpas dan de ngan itu pemulihan keamanan mulai dijalankan de ngan mantap
Peristiwa G30S/PKI tetap kita kenang karena memberikan beberapa pelajaran yang penting. Per tama, gerakan itu terlalu yakin untuk memenangkan perjuangannya, merebut pemerintahan RI yang sah. Keyakinan yang berlebihan itu (over-estima menjadi pukulan yang balik menghantam mereka sendiri. Mereka sama sekali tidak memperhitungkan kekuatan lain, khususnya TNI AD yang secara diam diam memperhatikan dengan cermat setiap langkah PKI. Hal itu dapat dibuktikan dengan begitu cepat nya G30S/PKI dipadamkan tanpa perlawanan yang berarti
Kedua, kekuatan yang solid dalam tubuh AD sen:
diri. Meskipun sebagian kecil pasukan AD ikut terli bat tetapi hampir seluruh jajaran ABRI, pimpinan teras, beserta satuan-satuan Kostrad yang menjadi inti kekuatan, mempunyai musuh yang jelas. Begitu ketahuan bahwa enam perwira tinggi mereka diculik dan dibunuh, mereka tidak lagi ragu-ragu bergerak
nangani masalah pelik yang dihadapi. Hal ini sa:
ngat nyata dalam permintaan maaf pemerintah Malaysia atas telah ditayangkannya Peristiwa 12 November 1991 dalam salah satu acara RTM (Radio Televisi Malaysia). Malah PM Mahathir sendiri, lewat Menteri Luar Negerinya Akhmad Badawi, merasa perlu untuk menyatakan pe:
nyesalannya kepada Presiden Suharto atas pe:
nayangan tersebut, Untuk menghilangkan kesan bahwa Malaysia telah menampar wajah kita, ma.
ka para pejabat Malaysia yang bersangkutan termasuk PM Mahathir sendiri - lantas menyata.
kan bahwa penayangan insiden Dili tersebut bu.
kanlah kebijakan resmi pemerintah Malaysia Sebenarnya, pernyataan menyesal pemerintah Malaysia ini malah bisa ditafsirkan sebagai seka.
dar basa-basi politik belaka. Kalau bukan kebija kan jawatan yang bersangkutan, lantas siapakah lagi yang telah memberikan lampu hijau terhadap penayangan itu serta siapa pula yang harus mempertanggungjawabkannya?
Mungkin akan lebih dihargai dan juga lebih diper cayai, apabila pemerintah Malaysia justru mengakui bahwa dirinya memiliki kebijakan dan cara untuk memilih pokok berita untuk ditayangkan lewat media RTM sesuai dengan sistem demokrasi yang dianut:
nya. Kalau penayangan insiden Dili 1991 me:
nyinggung perasaan rakyat Indonesia, maka pihak nya bersedia meminta maaf secara tulus hati
Sebagai bangsa dan pemerintah yang terhormat.
jelaslah Kita tidak menghendaki permintaan maaf yang diucapkan sekadar untuk menyenangkan kita.
Kita tahu bahwa Malaysia memilih jalannya sendiri yang dianggap benar. Hal ini kita terima sebagai suatu hal yang baik dan menjadi haknya. Hak ini meliputi kebijakan siaran RTM-nya. Lain lagi kalau yang disiarkan dalam RTM itu peristiwa yang direkayasa sendiri dengan komentar negatif tanpa didu:
kung fakta. Kalau ini terjadi, kitalah yang akan menuding hidung RTM serta menyatakan kemarahan Kita tanpa menanti permintaan maaf mereka
Baik Malaysia maupun Indonesia mempunyai kei:
nginan untuk menjadi bangsa-bangsa yang berdau:
lat dan terhormat. Persamaan ini saya sudah cukup untuk membuat keduanya menempuh jalan pemecahan masalah yang sama-sama terhormat.
terhadap Kemakmuran
Di balik itu semua, yang paling mendasar adalah kerja sama antara ABRI dan rakyat yang bahu mem:
bahu menumpas G30 S/PKI beserta pendukung:
nya. Tanpa bantuan rakyat, ABRI tidak berhasil da lam misinya. Sebaliknya, tanpa ABRI yang s0!
mustahil rakyat dapat menumpas sendiri G30S,
PKI
Pengalaman menunjukkan bahwa PKI ingin mengganti pemerintah RI yang sah dengan peme:
rintah ciptaannya. Perubahan itu membawa Konse kuensi bahwa Pancasila dan UUD 1945 cepat atau lambat akan diubah. Kita masih ingat, bagaimana Pancasila ditafsirkan PKI sebagai alat pemersatu Oleh sebagian kita yang taat pada Pancasila, penaf siran itu menimbulkan kesan bahwa kalau persatu:
an sudah diperoleh, alatnya sendiri akan dicamp.
kan. Kalau demikian, Pancasila tidak dapat ditaf' kan lain daripada sebagai dasar negara kesatuan
RI, tanpa embel-embel lainnya Bahu-membahu antara ABRI dan rakyat tatkala menumpas G30S/PKI tanggal 1 Oktober 1965 dengan Pancasila sebagai dasar falsafahnya, dijadi kan peringatan akan kesaktian Pancasila yang tetap kita kenang setiap tahun hingga sekarang. Itulah inti masalah yang selalu kembali mengapung manakala kita memasuki tanggal 30 September dan 1 Okto:
ber
Tentu saya penekanan terhadap kedua erbeda-t
peristiwa da, bergantung pada segi dari mana kita memandangnya. Akan tetapi dari sudut pan dangp aman yang bersifat menyeluruh peristiwa itu tidak dapat dipisahkan. Kc casila tidak akan muncul sebagai suatu mitos jika tidak diuji dengan peristiwa 30 September 1965 Sebaliknya, peristiwa 30 September 1965 juga tidak berarti apa-apa jika tidak mempunyai dampak seba:
gai ujian terhadap kesaktian Pancasila itu Setelah langkah waktu mengayun 27 tahun lamanya, muncul pertanyaan yang selalu relevan dengan setiap peringatan akan hari-hari bersejarah, yakni apakah semangat yang tertanam pada waktu itu masih juga bergema dalam hati kita dewasa ini Dalam sikap refleksif yang jujur, harus kita akui b wa peristiwa 30 September 1965 masih harus dise garkan kembali dengan motivasi baru. Musuh ber sama kita, yaitu PKI, telah terkubur sebagai paham internasional juga sudah jadi almar hum
Akan tetapi bahaya yang sejalan
komunis tetap menyeringai di balik kel yakni menajamnya kesei
kedua
aktian Pan:
Komunisme
ngan paham ngahan kita jangan sosial-ekonomi da:
pat pertentangan strata ma:
syarakat, sewaktu-waktu bisa meletus menjadi per juangan fisik yang bersifat frontal
Kemakmuran dan kesejahteraan yang dipuja puja dan dipandang sebagai satu-satunya alternatif terhadap pemecahan masalah sosial-ekonomi, da pat berubah menjadi agama baru yang dimuliakan dan dijunjung, sementara kedudukan agama s sungguhnya sebagai cara manusia berhubungan dengan Tuhan, direndahkan menjadi komoditi yang hanya digunakan bila manusia sudah tidak mempu:
nyai kesibukan lain.
membangkitkar
Surat Pembaca
Persyaratan: Sertakan fotokopi I
dentitas
Soal Pelanggan
Menanggapi calon pelanggan 2-9-1992 PLN mengeluh (Bali Post, Rabu 2/9) kami dapat jelaskan. Latar belakang pengamprahan listrik di Bakung Sari Desa Ungasan Kecamatan Kuta adalah kei
mudian turun t
dalaman namu
nginan masyarakat yang sangat” Setelah mel serius untuk segera dapat tiang, maka s mengenyam pelayanan listrik langgan listri
dan diberikan perlunya oleh mintai pertoloi pertemuan it
yang tegangan tingginya telah lewat di sekitar Bakung Sari De sa Ungasan Kecamatan Kuta
Sehubungan dengan keinginan yang menggebu-gebu itu maka Sekitar tahun 80-an telah per nah mengajukan permohonan ke PLN secara langsung namun permohonan I tidak ada survei kemudian pertengahan tahun 80-an mengamprah lagi ke PLN Amprah ini mendapat survei te tapi hanya 25 calon pelanggan Lama berselang tidak ada reali.
sasi tiang atau yang lain, Ke mudian akhir tahun 1980 meng:
amprah lagi dengan bantuan sc seorang yang disebutkan pada Rali Post Halaman 2, hari Rabu,
an listrik setuj
PLN. Pada per dijelaskan jum kan turun adal.
Mengenai u terkumpul ole.
pelanggan listr
Ungasan sepeni dan merupaka wab pengumpu
Bila perlu bol
Kenyataannya prah ini mendapat survei, ke
vei sampai anggota yang di pc
rat mendapat listrik
nyinggung masalah pembayar an. Maka semua calon pelangg
siap mengumpulkan uang un tuk persediaan pembayaran kc
PLN Mengeluh
am: sung mohon penjelasan kepada pembantu pengumpul uang itu Untuk tidak meragukan anggo ta calon pelanggan listrik, para anggota yang membayar telah dicatat dengan baik. Jadi ada semacam pembukuan yang mempunyai kekuatan hukum
Sepertiada kuitansi bermete rai, dll
Dengan penjelasan ini berarti uang itu sebagai persiapan membayar ke PLN. Bila di cek ke PLN jelas di sana tidak ada catatannya, Dengan ini pula di beritahukan bahwa calon pe langgan listrik Bakung Sari te lah siap dengan uang untuk pembayaran. Bagi yang dimin tai tolong agar tidak ragu-ragu lagi melanjutkan penurunan kabel dan lain-lain
Mengenai kelebihan pem bayaran itu untuk menjaga ke naikan tarif anggaran listrik dan sekadar jasa orang yang di mintai tolong. Tidak ada dije laskan untuk pembelian tiang
Yang disur
iar
n memenuhi sya
lihat turunnya emua calon pe k dikumpulkan penjelasan se orang yang di ngan itu. Dalam u sampai me
u untuk bersiap:
temuan itu juga lah gardu yang a lah dua buah
ang yang telah h anggota calon ik di Bakung Sari uhnya masih ada an tanggung ya il uang tersebut eh secara lang
Bali Post
RABU, 39 $
anyuwangi Penyulut Api Pertama
Pembakar Musnah G30S/PKI
PARTAI Komunis Indo rang di seluruh wilayah k
nesia (PKI) diny
atakan sebagai partai politik terlakuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal
itu disebabkan di samping paham komunis tidak sesuai, bahkan bertentangan dengan falsafah Negara Pancasila dan pandangan hidup seluruh bangsa Indonesia, sejarah petualangan PKI juga selalu mengkhianati perjuangan nasional, sehingga PKI harus terhapus dari seluruh wilayah tanah air. Paham komunis yang mengingkari adanya Tuhan Yang Maha Esa jelas tidak mungkin dapat bersarang lekat dan mengesan di hati rakyat Indonesia yang sejak dahulu telah hidup secara religius dan selalu bertagwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kendati demikian aksi petualangan PKI dengan cita-citanya untuk mendirikan Negara Komunis di Indonesia tidak pernah padam. Demikian pula PKI tidak pernah jera dengan kegagalan aksi petualangan mereka di tanah air
Tanggal 30 September 1965 merupakan sejarah hitam bagi seluruh bangsa Indonesia. Lagi lagi PKI memberontak terha dap Negara Kesatuan Republik Panen Pemberontakan PKI itu selanjutnya terkenal dengan sebutan "G30S/PKI.” Dalam hal ini PKI bermaksud mengganti dasar negara Pancasila dengan dasar komunisme. Tragedi na:
sional itu ternyata telah mem:
bawa korban yang cukup besar jumlahnya, terutama korban ji wa sejumlah putra Indonesia terbaik, khususnya beberapa perwira tinggi TNI-AD, sehing ga hal itu selalu mengingatkan bangsa Indonesia agar tetap dan terus meningkatkan kewas:
padaan nasional terhadap “ba haya laten komunisme yang an:
ti Pancasila. Hal itu juga me nyebabkan bangsa Indonesia yang telah berpengalaman da Jam menghadapi aksi petua
Jangan PKI menjadi sadar bah wa Negara RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 telah terancam oleh bahaya komunis:
me. Itulah sebabnya rakyat In donesia yang pancasilais bersa ma ABRI di bawah pimpinan
Mayor Jenderal TNI Suharto segera bangkit untuk menum pas G30S/PKI terkutuk itu
Dengan waktu relatif singkat G30S/PKI telah dapat dihancur kan. Kendati demikian sisa-sisa pengikutnya masih tidak sedi kit jumlahnya, terutama yang berada di berbagai daerah di se
luruh tanah air. Sedangkan se.
luruh rakyat Indonesia yang pancasilais tidak ingin me.
nyaksikan PKI dapat menyusun kembali sisa-sisa kekuatan me reka, bahkan PKI jangan sam pai bercokol kembali di seluruh wilayah tanah air. Sebagaimana telah disinggung bahwa bangsa Indonesia telah berpengalaman dalam menghadapi aksi petua langan PKI. Masyarakat Ba nyuwangi malahan lebih dahulu sudah memiliki cukup banyak pengalaman dalam menghadapi aksi teror PKI yang telah melan da daerah ini. Sebagai bukti, se
menggunakan Batalyon Musta fa dan Batalyon Maladi Yusuf bersama masyarakat komunis (pada umumnya terdiri dari Pe sindo dan anggota BTI, Gerwani dan PR) mengadakan ”coup d'e tat” dan berhasil merebut kota Madiun pada tanggal 19 Sep tember 1948 yang kemudian di jadikan ibu kota pusat ”Peme rintahan Komunis” mereka.
kaula Blambangan yang beker ya sama dengan para prajurit Yon Macan Putih dan para pe.
juang yang lain juga telah ber hasil dalam menghadapi aksi petualangan PKI di daerah Ka bupaten Banyuwangi
Sekitar bulan September
1947, pada saat-saat menghe batnya pasukan Yon Macan Pu tih bersama para prajurit dari Kesatuan Bersenjata lainnya yang didukung sepenuhnya o leh masyarakat Banyuwangi berjuang melawan penjajahan demi ikut mempertahankan ke merdekaan tanah air, PKI di daerah Banyuwangi Selatan me lakukan aksi teror dan meno hok kawan seiring yang sebang:
sa dan seperjuangan. Di daerah Banyuwangi Selatan, tepatnya di Kayangan/Kalipait, Keca matan Tegaldlimo, PKI di ba wah pimpinan Besar Prayitno dan Suntoyo yang dibantu Ich wan, Kusno, Karto Kabul, Su nyoto dan lain-lain telah me lakukan aksi terkutuk dengan maksud untuk merongrong ke kuatan dan kewibawaan peme rintah RI yang sah. Pada waktu itu PKI di daerah ini memben tuk apa yang mereka namakan Komando Markas Keamanan
Daerah” yang terkenal dengan singkatannya KMD.
Pembentukan KMD itu sebe narnya dengan maksud untuk mengelabui para prajurit TNI dan anggota BBK (Barisan Ban teng Ketaton Lasykar Ra kyat) yang telah menolak aya kan kerja sama dengan PKI, a palagi yang berani menentang cita-cita partainya. Tidak sedi kit jumlah par TNI
dan pejuang yang |
rajurit ain yang te
da saat-saat yang demikian, ter utama dalam menghadapi mu suh (penjajahan) sangat diper lukan kekompakan dan per satuan, khususnya antara TNI dan semua unsur Badan Per juangan, beberapa perwira TNI dengan bijaksana memprakar sai dan ' mengadakan mu syawarah bersama untuk me nyelesaikan masalah yang di pertentangkan
Untuk menyelesaikan secara tuntas masalah yang diperten tangkan bersama, sejumlah to, koh PKI mengusulkan agar mu syawarah lanjutan diadakan (bertempat) di Markas KMD di Kayangan. Dalam musyawarah lanjutan inilah sejumlah kader PKI secara licik dan keji menye bak dan menangkap beberapa Perwira TNI, antara lain Lts.
Art. Sarpan, Lts. Art. Samud Asmu'i, Ltn. Art. Basuki, Ltn Art. Sutejo. Setelah terkena perangkap PKI itu, akhirnya pa ra perwira TNI tersebut diban tai secara kejam dan biadab. Pa dahal para perwira TNI yang gu gur akibat aksi petualangan PKI di daerah Banyuwangi Se latan itu merupakan prajurit TNI yang cukup tangguh dan gi gih dalam perjuangan, teruta ma dalam melawan penjajahan
Maha Besarlah Tuhan Pencip:
ta sekalian alam! Hanya de ngan bimbingan dan petunjuk Nya, para prajurit TNI yang se lalu bekerja sama dengan ra kyat setempat ternyata telah mampu dan berhasil mengatasi
segala hambatan yang mengha langi jalannya revolusi 1945 Bangsa Indonesia, khususnya
masyarakat Banyuwangi telah terhindar dari bahaya perpc cahan nasional, Aksi teror PKI di daerah Banyuwangi Selatan telah dapat ditumpas dengan tuntas oleh pasukan COG IV/( yang mendapat dukungan sepe nuhnya dari masyarakat di dae rah ini. Pada waktu itu pasukan COG IV/C (Comando Ofensief Gerilya) di bawah pimpinan Dan Yon Macan Putih Kpt. R Sudarmin. Beberapa tokoh
no, Ichwan, Kusno dan masih ada lagi yang lain dapat lolos dan melarikan diri. Setelah aksi petualangan PKI di daerah Ba nyuwangi Selatan dapat dilum puhkan, para prajurit TNI dan para pejuang yang lain bersama masyarakat Banyuwangi segera menyatukan diri dalam satu ba risan untuk meneruskan per juangan nasional, terutama un:
tuk melawan penjajahan
Oleh Sri Adi Utomo
Dalam mengikuti dinamika nya perjuangan nasional, khu susnya dalam perjuangan untuk menumpas paham komunis yang ternyata bertentangan de.
ngan falsafah Negara Pancasila masyarakat Banyuwangi dirasa cukup berpengalaman dalam menghadapi aksi petualangan PKI, khususnya di daerah ini Setelah menghadapi dan berha sil dalam perjuangan ikut me.
numpas aksi teror PKI di daerah Banyuwangi Selatan pada ta hun 1947, para prajurit Yon Macan Putih yang kebanyakan terdiri dari para putra Blam bangan ketika melaksanakan tugas ”Hijrah” demi kelang:
sungan perjuangan nasional di Kediri dan daerah sekitarnya dalam perjuangan untuk ikut menumpas aksi petualangan
PKI/Muso di Madiun pada ta
hun 1948, juga dinilai cukup berhasil Pengalaman pengalaman itulah yang men Jadikan — masyarakat Ba
nyuwangi bersama ABRI tidak ragu-ragu lagi dalam mengha dapi aksi petualangan PKI, ter utama dalam perjuangan 'ikut menumpas G30S/PKI di daerah ini
Peristiwa G30S/PKI mengaki batkan stabilitas politik, ekono:
mi, keamanan dan ketertiban u mum sangat terganggu. Hal itu disebabkan Pemerintah Pusat Jakarta) kurang tegas dalam menindak G30S/PKI. Sedang masyarakat Pancasilais terus meningkatkan aksi demonstrasi untuk menuntut agar masalah G30S/PKI segera diselesaikan adil dan tuntas. Pada waktu itu situasi di daerah Ka:
bupaten Banyuwangi sudah ter pengaruh oleh situasi Pusat dan perbagai kota besar di seluruh tanah air. Peristiwa tragis telah terjadi pada tanggal 18 Oktober 1965 di Desa Cemetuk dan Ka:
rangasem (Yosomulyo), Keca.
matan Gambiran, Banyuwangi dalam rangka penumpasan
G30S/PKI di daerah ini. Peristi wa itu menimpa atau dialami o leh masyarakat Banyuwangi yang anti PKI, khususnya se jumlah anggota Partai NU dan PNI. Pada hari itu mereka de ngan semangat menyala-nyala menggunakan beberapa ken daraan truck bergerak
secara
dan
menggunakan senjata seada adanya (senjata tajam) saya Setiba di perbatasan Desa Ka rangasem, kendaraan kendaraan mereka terhalang o:
leh berbagai rintangan yang se ngaja dibuat oleh PKI, sehingga truk-truk itu tidak dapat memasuki desa yang dituju. Se.
dangkan sejumlah anggota PKI yang sudah siap siaga untuk menghadapi evan SN ridak menyia-nyiakan ' kesempatan yang dianggap cukup mengun:
tungkan bagi posisi mereka, se:
hingga mereka dengan serentak keluar dari perkubuan dan langsung menyerang lawan. Da:
lam hal ini massa NU dan PNI menjadi makanan empuk, kare:
na mereka masih belum siap menghadapi massa PKI, teruta ma mereka yang masih berada di kendaraan tidak banyak ber buat sesuatu kecuali berham buran untuk menyelamatkan diri. Massa NU dan PNI ternya ta menemui kegagalan dalam mengadakan serangan seren
tak, bahkan mereka terus terde:
sak lawan dan dalam keadaan cerai-berai mundur ke arah Ya yag. Dalam keadaan kacau balau, massa NU dan PNI ter.
nyata banyak yang merasa lapar dan sangat haus serta berteriak-teriak mencari rekan mereka masing-masing.
Situasi semacam itu juga ti dak disia-siakan oleh massa PKI yang lain, mereka menyamar dan turun tangan seolah-olah bermaksud menolong massa NU dan PNI yang sedang kelaparan dan kehausan. Kendati demiki an sebenarnya massa PKI (yang menyamar) itu menyediakan makanan dan minuman yang te lah dicampur dengan racun un tuk membunuh lawan. Sedang kan massa NU dan PNI yang me rasa lapar dan sangat haus, tan pa curiga sedikit pun langsung menerima serta melahap makanan dan minuman yang ber:
campur racun itu, sehingga mengakibatkan jatuh korban ji wa yang cukup besar jumlah:
nya. Menurut informasi yang laik dipercaya, korban jiwa se:
luruhnya dalam peristiwa tragis itu sebesar 207 jiwa, dengan rincian sebagai berikut: di Desa Cemetuk terdapat 121 mayat yang dikebumikan menjadi dua lubang (90 dan 31 mayat). Di De:
sa Karangasem ditemukan23 mayat. Sedangkan di antara De sa Cemetuk dan Karangasem terdapat 62 mayat. Di samping itu di Desa Sraten, Kecamatan Srono, juga ditemukan sesosok (satu) mayat
Betapa kebrutalan PKI de ngan aksi petualangannya, te lah terbukti dengan terjadinya korban jiwa lawan politiknya di Desa Cemetuk. Korban jiwa se:
banyak itu ternyata akibat ma kanan dan minuman yang di
nusiawi, namun PKI beranggap.
an bahwa rakyat yang seban, dan setanah air itu sebagai is wan politiknya. Mereka oleh PKI telah dianggap tidak me.
nyetujui Kakadap program par.
tainya, bahkan telah berani me.
nentang cita-cita PKI yang ha.
rus dibinasakan dengan segala macam cara, walaupun dengan cara keji di luar batas prike.
manusiaan. Itulah sebabnya sa.
ngat diharapkan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Banyuwangi hen.
daknya menyadari sepenuhnya bahkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya latent komunisme (baca: PKI),
Peristiwa tragis yang terjadi di daerah Kabupaten Ba:
nyuwangi itu dengan cepat te.
lah sampai di Korem 083 Ma.
Yang Ttulah sebabnya Dan Rem Kolonel Sumadi (sekarang
Mayjen TNI Purn. Drs. H. Su.
madi, di Jakarta) bermaksud se.
gera turun tangan untuk me.
nyelesaikan masalah tersebut."
Dan Rem 083 Malang dengan di.
dampingi Staf I dan II yang di:
perkuat dengan beberapa panser dari Yon Kavaleri Malang dan satu Kie pasukan gabungan SeseraN bergerakmesimaka nyuwangi. Setiba di Desa Karangasem, Kolonel Sumadi hanya tinggal menyaksikan bekasbekas terjadinya peristiwa, terutama berbagai rintangan yang menutup jalan ke arah Jajag.
Sedang perkampungan PKI ternyata tampak sepi, sehingga'ti.
dak memungkinkan untuk memperoleh informasi yang positif dan benar. Hal itu menyebabkan Dan Rem 083 Malang meneruskan perjalanan ke ara Jajag dan ketemu dengan Dan Ramil setempat yang ternyata memihak PKI, sehingga dia ditangkap dan ditahan untuk pengusutan masalah yang terkait dengan peristiwa tragis itu
Operasi. diteruskan ke Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharyo sampai ke Usthuk (Semenanyung Blambangan dekat Alas Purwo). Dalam operasi itu berhasil menangkap sejumlah anggota PKI setempat. Dalam hal ini Kolonel Sumadi segera mengambil langkah positif dan menetapkan untuk sementara waktu Pos Komando (Posko)
Resimen 083 Malang ditempatkan (berkedudukan) di Banyuwangi (di Pabrik Beras Srono). Setelah memperoleh informasi yang cukup, Dan Rem berkeyakinan bahwa PKI telah melakukan pemberontakan terhadap negara. Hal itu menyebabkan Dan Rem 083 Malang bertindak tegas dan mengumumkan pembubaran PKI di wilayah kekuasaan Korem 083 Malang (pada waktu itu meliputi Wi:
layah Kerja Pembantu Gubernur di Malang dan Besuki/ Yembelum PKI di bawah pimpinan Yah terjebak dan terperangkap, PKI, antara lain Suntoyo, Su- beramai-ramai untuk mengada Ba PN eae Pe ema Adnan Muso yang dibantu Mr, Amir di samping dilucuti senjata ne: nyoto, Karto Kabul, Samud kan serangan serentak terha puhbonosa cendiel yang cedana Pa ma Media dan bagai Syarifudin dengan dukungan reka juga tidak luput darisiksa- dan Slamet dapat ditangkap dap PKI yang beradadi dua de- menderita lapar Yan sangat maklumat (berita selebaran).
de 29 (B 29) di bawah ko- an yang biadab, bahkan diban- dan diadili dengan hukuman sa tersebut dengan lewat Jajag. haus. Mereka seharusma di, Tindakan dan pengumuman Komando Letkol Dahlan yang taisecarakejam. Mengingatpa- mati. Sedangkan Besar Prayit- Mereka pada umumnya hanya bantu dan ditolong secara ma (Bersambung ke Hal.9, kol 1)
Trauma Trans-Generasi dan Sikap Transfaran Kita
DALAM pidato penerimaan hadiah sastra Chairil Anwar di Jakarta, 15 Agustus lalu Saya rasa pada tempatnya juga saya mengingatkan agar masyarakat Indonesia melepaskan diri dari beban apa yang dikatakan trauma trans generasi yang telah terlalu lama kita pikul sebagai suatu beban masyarakat.” Lubis tidak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksudkan dengan istilah trauma trans:
generasi (TTG). Akan tetapi, dengan membongkar contoh fragmentasi yang dinukilnya dari seorang penulis Belanda, dapatlah diketahui bahwa trauma trans-generasi boleh ditafsirkan semacam patologi sosial yang dibuahkan imperium masa lalu
Mochtar Lubis mengatakan
Menurut penulis Belanda yang tidak disebutkan namanya oleh Lubis, TTG dengan mudah nya muncul pada waktu pertan dingan sepak bola antara kese belasan Belanda ' melawan
Jerman. Masing-masing pendu kung kesebelasan dengan mu dahnya jatuh ke dalam perang:
kap TTG perang dunia kedua ketika Jerman dengan bengis menduduki negeri Belanda. Un tuk memahami fragmentasi
TTG ini diperlukan referensi imperium masa lalu melalui in dikatcr berupa teriakan teriakan yang mengarah pada e mosi balas dendam, padahal se bagian besar mereka dilahirkan setelah PD II
Sikap Transfaran Kita
Peristiwa yang mengandung psikologi massa di lapangan se pak bola tersebut, tidak hanya menarik sebagai gejala psiko massal! yang mampu melebur kan berbagai-bagai pribadi na mun juga mampu mentransfa rankan sikap kita dan ini mena
rik jika dilihat sebagai indika tor TTG. Memang, pertanding an sepak bola selalu menarik « mosi infividu ke dalam suatu ke kuatan massal, menjadi deras dan agresif, kadang-kadang da lam ikatan fanatisme untuk ber pihak pada kelompok tertentu Emosi dan yang demikian kuat itu mem bentuk konfigurasi massal keti ka bola mulai digulirkan di Ia pangan se lanjutnya diperebut an dalam suatu aturan main yang disepakati bersama. Saat itu pun emosi dapat bergelak menjadi sangat peka dan mu dah menyerang
Kalau kita mau sedikit jujur mengakui bahwa TTG tidak ha nya terlihat melalui pertanding:
an sepak bola, tetapi juga dalam aktivitas agama, adat bahkan kesenian, maka TTG juga meng edepan ketika kita menyaksi kan pergelaran musik rock dangdut, atau ketika berjalan a tau menyeberang jalan berke lompok ketika pergi atau pu
egoisme manusia
Rp95.090.307 untuk Pura Mandharagiri
Semeru Agung di Jatim
Bali Post menerima titipan
sumbangan dana
punia untuk
Pura Mandharagiri Semeru Agung di Jatim dari
Keluarga Swastika Taruna, Br. I JI, Buru III No. 4 Denpasar 8011 Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
'ekambingan
3 Rp 10.000
Rp 95.080.307
Rp 95.090.307
Jadi keterangan di Be ast itu sedikit keliru. Orang yang di mintai tolong itu saat pertemu an tidak menjelaskan untuk pembelian tiang. Hanya mem beritahu bahwa pembayaran
Rp 220.000 kemudian calon pe an setuju dengan bayar ci cilan, sekali cicil Rp 5.000 sam pai lunas
Tentang nama Made yang dicantumkan pada Ba
Post. Hal 2, 2/9-1992 itu, setelah dicek pada daftar pembayaran
Kodi
tidak ada membayar, Jika ke.
terangan Bali Post ini sedikit ke liru juga. Dan Made Kodi bukan
calon pelanggan listrik karena tidak membayar walaupun satu cicilan saya
Kesimpulan yang dapat di berikan dalam penjelasan ini a
Bali Post.
Anggota Redaksi: Denpasar: Made Sugendra, Sri Hartini, Ida Bagus Geriawan, Nengah Srianti, Wayan Suja Adnyana, Wayan Wirya, Wayan Suana, Dwi Yani, Komang Suarsana, Jarot Suprajitno, Sukarelawanto, Daniel Fajry, Nyoman Sutiawan, Legawa Partha, Gianyar: IB Alit Sumertha, Bangli = J Nikson, Semarapura: Made Sueca, Singaraja: Made Tirt hayasa, Putu Mangku, Amlapura: Wayan Sudarsana, Tabanan: GstAlitPurnatha, Negara: Eddy Asri, Jakarta: Muslimin Hamzah, Suhendra Usmaya, Bambang Hermawan, Sahrudi, Agus Widodo Budidarma, Surabaya: Endy Purwanto, NTB: Agus Talino, Iszul Kairi, Ryanto, Ruslan Efendi, NTT: Saparudin Maksum, Hilarius La
ba, Wartawan Foto:| GN Arya Putra, Joko Mulyono.
Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke Redaksi hendaknya ditik dengan dua spasi (spasi rangkap)
dalah
1, Uang anggota masih ada untuk persediaan pembayaran listrik kemana mestinya. Tentu nya melalui orang yang telah ki ta percayai
2, Kelebihan uang pembayar an itu untuk menjaga kenaikan tarif dan sekadar orang yang menolong karena telah di percayai bersama
3, Mengenai calon pelangg listrik yang telah memenuhi ke wajiban membayar mohon ber sabar menunggu realisasinya. I ngat bila ada orang yang tidak dapat ikut mengurus bisa juga iri sehingga bisa menjatuhkan mental untuk menunggu, Bila ternyata orang yang dimintai to:
long tidak mampu untuk meng urus lagi, uang tidak hilang
Demikian penjelasan ini ka mi buat agar calon pelanggan listrik Bakung Sari menjadi te nang dan sabar. Terima kasih atas kesediaan Ba untuk membuat penjelasan ini
Dts. I Wayan Karyana
Bakung Sari
Ungasan
Kuta
lang dari tempat ibadah
Tidak hanya sekali saya me nyaksikan suatu iringan ma syarakat adat di jalan-jalan
raya di Bali. Selalu akan tampak satu dua orang yang emosinya peka sekali untuk tampil ke depan, kemudian memerintah kan iring-iringan supaya meng habiskan pas jalan ber ukuran delapan meter, tanpa memberi kesempatan kendara an yang lewat, meski hanya menggunakan, setengah dari pas jalan. Pengemudi kendara an itu umumnya masih menun jukkan sikap tolerensi yang tinggi. Namun menjadi perta.
nyaan pula apakah fragmentasi TTG yang demikian cukup efi untuk menerima konse kuensi dari industrialisasi pari wisata Bali? Saya tidak dapat membayangkan bagaimana per asaan penumpang kendaraan yang terhalang itu jika harus se gera tiba di bandar udara
TTG juga tampak mempeng aruhi berbagai keputusan dan
Rp 181.000 untuk Pu
Bali Pos
Pura di Boyolali Jateng dari I Nyoman Wenten, Br
Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
sien
Rp 2.725.150 untuk Komang Mardika
Bali Post menerima titipan sumbangan untuk Komang Mardi:
ka dari
I Nyoman Wenten, Br. Lobong, Kendran Singaraja Rp
Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp 1.874.500 untuk Pura Waikabubak di $
Pos
Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp 26.018.850 untuk Pura Pengubengan Besakih
Bali F
Pura Pengubengan Besakih dari Keluarga Swastika Taruna, Br Jl. Buru III No. 4 Denpasar 8011 Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp 172.500 untuk Ni Putu Ariyanti
Bali F
Singaraja
Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
menerima titipan sumbangan dana punia untuk
Lobong, Kendran Singaraja
menerima titipan sumbangan dana punia untuk Pura Waikabubak di Sumba Barat dari
I Nyoman Wenten, Br. Lobong, Kendran Singaraja Rp
menerima titipan sumbangan dana punia untuk
Pekambingan
( menerima sumbangan untuk Putu I Nyoman Wenten, Br. Lobong, Ds. Kendran
ketentuan yang berhubungan dengan regenerasi baik secara birokratik maupun politik. Apa yang dikatakan Amir Santoso bahwa bangsa kita tidak memi
liki tradisi untuk melakukan pergantian kekuasaan secara berkala dapat menyebabkan
secara tidak sadar) pikiran kita terpola untuk takut menghada pi perubahan, sebab perubahan (termasuk pergantian pimpin an) selalu dikhawatirkan akan terjadi secara revolusioner dan inkonstitusional
Oleh Jiwa Atmaja
Padahal, kita mengetahui adanya cara pergantian pimpin.
an yang damai dan konstitusio:
nal. Asal, sebelumnya terjadi rekriutmen yang logis dan ber kala. Logis, artinya pergantian kekuasaan adalah proses alami, karena itu suatu promosi harus dilihat dari proses regenerasi
secara berkala dan kompetitif bukan komparatif
Pada tingkat makro, ketakut
terhadap perubahan tam paknya juga berhubungan de ngan kekhawatiran akan ter jadinya pergantian komposisi elite politik, atau yang disebut oleh Mosca, Pareto dan Michles sebagai sirkulasi elite, Sebab, dalam pergantian itu akan ter jadi pula pergeseran pelbagai kepentingan: Jika mau diakui
ra di Boyolali Jateng
Rp 5.000
Rp 176.000
Rp 181.000
2.500
Rp 27
umba Barat
5.000
Rp 1.869.500
Rp 1.874.500
3 Rp 10.000
Rp 26.008.850
Rp 26.018.850
Ariyanti dari
Rp 2.500
Rp 170.000
Rp 172.500
secara jujur bahwa pada level infividu seorang pemegang ke:
kuasaan sebenarnya sangat le mah di dalam jaringan politik itu, maka ketakutan individu a kan perubahan adalah ketakutan bersama elite politik ber.
sangku' Inilah sebabnya mengapa penguasa cenderung mempertahankan statusguo
Takut Digeser
Salah satu hal yang paling di cemaskan banyak penguasa kontemporer ialah suksesi, atau pergantian kekuasaan yang di:
sertai dengan perubahan ke.
pentingan (kekayaan) dari semula kepentingan mengalir me:
lalui mekanisme kekuasaan menjadi berarus balik dan mengalir ke genggaman peng:
uasa baru yang mungkin Tebih muda. Egoisme yang cenderung mempertahankan — statusguo tersebut bisa saya melemah apa bila terjadi revolusi dalam suksesi, atau regenerasi secara ber kala dan terprogram. Akan teta:
pi, jaringan kekuasaan dan du kungan budaya politik yang ter.
bentuk secara transfaran itu pun cenderung ikut memperta hankan statusguo dan TTG. Ke kosongan suksesi yang berkala dan terprogram memang dapat mendorong penguasa untuk bersikap oligarkis dan transfar.
an di mata rakyat yang dikuasainya
Mochtar Lubis memang tidak menjelaskan adanya pola jaringan kekuasaan yang demiki.
an itu, namun dalam tukilannya mengenai fragmentasi TTG sehubungan dengan pelarangan pentas teater dan ta puisi (WS Rendra), terkesan sekali ia
pun sangat memahami situasi rusial itu. Dengan perkataan lain, Lubis hanya ingin mengingatkan kita akan adanya TTG kemudian menebar semangat sastra pembebasan. Dapatkah sastra pembebasan itu membebaskan bangsa kita dari beban TTG yang selama bertahuntahun belum pernah kita akui secara terbuka, secara langsung dan eksplisit. Apabila, peristiwa pelarangan pentas kesenian menggejala lagi, itulah pertanda mengemukanya TTG. TTG juga menstimulasi sikap transfaran kita baik secara sosial maupun kilas depan, di samping menjelaskan ketakutan kita akan hal-hal yang berhubungan dengan kekuasaan, kekayaan, suksesi dan revolusi. Jika demikian apa yang disebut dengan krisis kepemimpinan tidak lain dari buah yang kini harus dipetik dari pohon TTG dalam imperium sejarah masa lalu, yang di satu sisi telah melahirkan banyak patriot dan di sisi yang lain melahirkan pengkhianat hiprokit
TTG kerap pula muncul dalamybahacs\bersifat antagonistis, apabila kita mendapatkan saingan dalam bursa calon pemimpin. Kompetisi pun menjadi kurang sehat. Pesaing kera diisukan sebagai tidak bersi lingkungan, atau dituduh dari keturunan pengkhianat bangsa, misalnya G 30 S/PKI, dst. Ah, ternyata permainan ini terlalu serius dan traumatik untuk dapat diikuti sembarang orang.
Penulis, staf pengajar Faksas Unud, Denpasar
Catatan
Menurut Menko Polkam Sudomo, soal jabatan strategis di pemerintahan, tidak ada persaingan antara Golkar dan
ABRI.
— Tampaknya sesuai dengan yang diramalkan.
tok
Kalangan DPRD Banyuwangi menyesalkan cara Bali
dalam pengiriman pulang wanita tuna susila
Banyuwangi yang terjaring
— Agaknya perlu
(WTS) asal
persamaan persepsi yang manusiawae
Jika keliru menyusun kebijakan,
tidak saya berdosa,
tetapi berkaitan dengan nasib seseorang, kata Kakanwil
Depdikbud Bali.
— Apalagi dosa yang tidak ada ampun, kecuali dapat mengampuni diri sendiri.
, RABU, 30 SEPTEMB
PASAR GELAP -Kesibi menjadi pusatnya. perdagi engayuh sepeda dan pen
belikan
Indones
Bea Ma
Jest ia minta kep
ang agar menghapusk ngutan bea masuk atas kayu lapis dari Indonesi
ara tersebut, supaya b
-farus dibayar itu bisa
* kan untuk kegiatan pele
! hutan tropis.
"Kalau Jepang merz peran penting dalam p an hutan tropis, saya mi reka tidak melakuka:
- bedaan pengenaan pi bea masuk antara kas dan kayu log dari Ind kata Menteri Kehuta
Hasyrul Harahap di Jak lasa.
Seusai mengikuti glac pelantikan anggota DI
T periode 1992-1997 di
DPR/MPR Senayan,
Dosen L
'Gadaik:
Jakarta -
Nasabah Perum Pe ternyata tidak hanya da ri kalangan masyarak:
bawah, tetapi juga tidal
Dosen Universitas In
“bergelar professor dan
ejabat yang juga mer feaba yang juga mes dapatkan pinjaman uai dengan prosedur yang dan cepat
Kepala Perum Pegad bang Salemba, Pasar Se
Tanah Abang, masing
Edi Junaedi, Kars
H.Nizam, BA, di Jakar sa, mengatakan, minat percayaan, masyarakai memanfaatkan jasa pe tetap tinggi, meskipui bersaing dengan lemb:
keuangan lainnya
"Keberadaan kantor an tetap dicari orang m sekarang ini lembaga ki dan perbankan seper
erkreditan rakyat at:
PR tumbuh dimana-m jar Karsita
Hal ini, katanya, kare pai sekarang belum ad:
ga keuangan yang ber
erti pegadaian, yakni
an pelayanan yang cep
prosedur yang berbelit mana prosedur perban!
nya.
”Siapapun yang me kan uang tunai dalar singkat bisa mendapa di pegadaian. Tidak sa menit,” kata Edi Jun
dikit berpromosi
Salah satu bukti bahv
0) DENPASAR
0) CV. PURAK
ROCKY Drancang Knut #8
Digunakan untk Kendaraan K4