Bali Post, 16 April 1999: 'Diteliti, kekejaman Soeharto tahun 1965–1966'
Cleaned OCR text (Fair (0.863); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
JUMAT UMANIS, 16 APRIL 1999
NOMOR 234 TAHUN KE-51
HARIAN PAGI
TERBIT 16 HALAMAN
ECERAN Rp 1.200
Megawati Kecam Pernyataan Suharto
Bangli (Bali Post) — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri mengecam pernyataan mantan Presiden Suharto bahwa sulit melaksanakan pemilu yang jurdil di Indonesia. "Sebagai bapak dan seorang negarawan, seharusnya dia (Suharto-red) ikut mendorong pelaksanaan pemilu," tegasnya di depan ratusan ribu pendukungnya dalam acara sosialisasi lambang PDI Perjuangan di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Kamis (15/4) kemarin.
"Kita berada dalam alam reformasi," katanya [Unreadable]. Putri Bung Karno ini [Unreadable] harus menyadari [Unreadable] massa, karena perangkat penda[Unreadable] tujuan tahapan reformasi. Salah satunya [Unreadable] pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. Artinya, pelaksanaan pemilu yang akan datang harus mencerminkan [Unreadable]. Megawati pun langsung [Unreadable]. Bupati Bangli Drs. IBGA [Unreadable]. [Unreadable] massa PDI kini Mega[wati] [Unreadable] lihat pelaksanaan [Unreadable] strategis [Unreadable].
[fragment from adjacent column:] KISAH BANTENG. Megawati berkisah tentang [Unreadable] Mendambakan Keadilan. Mega [Unreadable] mengajak massanya bernyanyi. Mbak Mega Juga Bikin Lagu. (BULAT-BULAT, bulat-bulat, bulat [Unreadable]) bundar PDI Mas[sa] Meg[awati] [Unreadable] Itulah [Unreadable] Jakarta (Bali Post) [Unreadable] Umum DPP PDIP [Unreadable] PDI Perjuangan [Unreadable] spontan [Unreadable] manusia [Unreadable] Mudita, Bangli [Unreadable]. Untuk menentukan tanda gambar [Unreadable] Safari untuk mengetahui bentuk banteng sebenarnya. Mega juga bersama lagu yang diciptakannya. Berita lainnya baca juga di halaman 3.
[fragment from adjacent column:] tanda gambar PDI Perjuangan yang baru. [Unreadable] Gus Dur akan Kampanye untuk PDI Perjuangan [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Bali Post HARI INI. Sundria Menyoal Uang Pungut. [Unreadable] BAGI-BAGI [Unreadable] upah pungut [Unreadable] kepada [Unreadable] kabag dan [Unreadable] ternyata menyalahi ketentuan. "Itu jelas di luar ketentuan," kata Ketua DPRD Bali [Unreadable]. Warga PKI Bulan-bulanan Orba [Unreadable] Hal. 15 [Unreadable] PDI
Pernyataan Suharto, Refleksi Kekecewaan [Unreadable]
Rudini: [Unreadable]
Jakarta (Bali Post) — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rudini mengatakan, lembaga yang dipimpinnya tidak merasa tersinggung atas pernyataan mantan Presiden [Suharto] yang menilai Pemilu 7 Juni mendatang sulit terlaksana. "Buat apa tersinggung? Pak Harto boleh-boleh saja menilai. KPU tetap pada komitmen untuk melaksanakan pemilu tepat 7 Juni," katanya menjawab wartawan di Jakarta, Kamis (15/4) kemarin.
Menurutnya, Suharto itu boleh-boleh saja memberikan penilaian. Sebagai seorang yang [Unreadable] aman, katanya, mungkin Pak Harto [Unreadable] bangsa ini. Menurutnya, apa yang [Unreadable] satu di Indonesia itu akan [Unreadable] untuk bekerja lebih baik. [Unreadable] tidak terpengaruh. "Saya yakin pemilu [dapat dilaksanakan tepat] 7 Juni," tegasnya.
Menurutnya, meskipun Suharto merupakan [Unreadable] yang senior, belum tentu apa yang dikatakannya akan [Unreadable]. Ia memberi contoh dirinya [Unreadable] purnawirawan sering memberi masukan kepada Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto. "Meskipun dirinya lebih senior dari Wiranto, belum tentu masukannya dilaksanakan Wiranto," katanya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Partai Daulat Rakyat (PP PDR) Latief Burhan mengatakan, sebagai warga negara Suharto boleh-boleh saja berpendapat. Menurutnya, pendapat Suharto tersebut tidak akan berpe[ngaruh] terhadap pelaksanaan pemilu, karena sudah menjadi komitmen nasional. "Saya kira itu tidak akan berpengaruh, karena Suharto tidak punya real massa politik. Dia hanya punya elite politik," katanya.
PDR sendiri, katanya, bertekad melaksanakan pemi[lu tepat waktu]. Sebab, bangsa ini berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan berbagai krisis. Dikatakannya, tidak ada alasan untuk menunda pen[yelenggaraan pemilu]. Sebab, kalau pemilu di[tunda] ini akan makin kompleks [Unreadable] diri untuk memasuki [Unreadable].
Mantan Meneg LH Sarwono K[usumaatmadja] [Unreadable] pernyataan Suharto itu tidak [Unreadable] pendorong [Unreadable] sama sekali [Unreadable]. "Sudahlah, [Unreadable]," [Unreadable] menjawab wartawan [Unreadable] bangsa."
IB Sujana Digugat Rp 3 Trilyun
Jakarta (Bali Post) — [Unreadable] mengajukan gugatan balik (rekonvensi) mantan [Unreadable] Rp 3.000.540.000.000, sekaligus [Unreadable] IB Sujana Rp 2 [Unreadable]. Berdasarkan keterangan Mentamben IB Sujana, [Unreadable] diminta [Unreadable] mohon kepada [Unreadable] besar Rp [Unreadable] dalam konvensi [Unreadable] tidak dapat diterima. [Unreadable] bayar perkara itu. Dalam sidang [Unreadable] Pengadilan Negeri [Unreadable] Migas Center, yang dipimpin [Unreadable] Simatupang, [Unreadable] menuduh [Unreadable] terbitan edisi 31 Desember 1998 / 1999 tabloid tersebut telah menyebarkan berita bohong, fitnah [Unreadable] nama baik [Unreadable] kuasa Penta [Unreadable] Syarif H. Ali, S.H. [Unreadable] konspirasi [Unreadable]. Sebab, apa[Unreadable] hasil wawancara [Unreadable] meminta agar tergugat [Unreadable] untuk [Unreadable] material Rp [Unreadable] bunga [Unreadable] 540.000.000 [Unreadable].
Penerbit IB Sujana Mengalihkan Harta [Unreadable]
TPDI Resmi Laporkan Ruhut ke Polda. Dituduh Sogok Wartawan Rp 2 Juta
Jakarta (Bali Post) — Dituduh menyuap wartawan agar mau me[nulis] [Unreadable] Golkar bere[aksi] [Unreadable] Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) secara resmi melapor[kan] Ruhut Sitompul, dari Lembaga Pelayanan Penyuluhan Hukum (LPPH) DPP [Golkar] ke Polda Metro Jaya, Selasa (13/4) malam. Laporan TPDI diterima Kapten (Pol) Eko [Unreadable] Yanmas Polda Metro. Pertimbangan [Unreadable] pasal 310, 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. [Unreadable] Senin (12/4) [Unreadable] wartawan. Didi Supriyanto [Unreadable] Gunawan melapor ke Polda Metro Jaya. Hari berikutnya, Rabu (14/4), giliran TPDI yang melayangkan somasi ke kantor DPP Golkar. [Unreadable] Seketika Satgas [Unreadable] merangsek maju dan menenc[Unreadable]nya. Dia menuduh Gunawan menerima Rp 2 juta dari TPDI untuk meliput penyampaian somasi [Unreadable]. Merasa tidak bersalah, Gunawan menolak dan segera bergegas meninggalkan kantor DPP. [Unreadable] Gunawan meminta maaf [Unreadable] Hal. 15
[fragment from adjacent column:] Kembalikan Bali Jadi Tempat Spiritual. Ramalan paranormal tentang politik dan masa depan bangsa Indonesia [Unreadable] sudah lumrah. Prediksi pariwisata Indonesia oleh para pakar juga sudah biasa. Tetapi ramalan tokoh paranormal tentang pariwisata Indonesia di masa depan mungkin baru kali ini terjadi. Baru-baru ini Lembaga Studi Pariwisata Indonesia (LSPI) dan [Unreadable] Tour [Unreadable] menyelenggarakan Semiloka "Menghalau [Unreadable] pariwisata Indonesia". Di sinilah dua paranormal kondang [Unreadable] "Permadi, S.H. dan Laurentia [Unreadable] tentang masa depan pariwisata. [Unreadable] Berikut ikhtisar ramalan kedua tokoh paranormal tersebut. [Unreadable] Hinduisme [Unreadable] INDONESIA [Unreadable] disebut sebagai pusat spiritual [Unreadable]. Di sini ada Bali dengan frekuensi mistik sangat kuat [Unreadable] Permadi [Unreadable] spiritual tinggi [Unreadable] Orang-orang Barat [Unreadable] menyadari bahwa materi hanya [Unreadable] datang ke Indonesia. Bali harus dikembalikan menjadi [Unreadable] bumi, Toraja dan Nias dengan frekuensi mistik tinggi, Danau Toba dan [Unreadable] daerah-daerah [Unreadable] Mereka [Unreadable] mencari [Unreadable] negara-negara Asia seperti [Unreadable] Tempat untuk Meditasi [Unreadable] Hal. 15
[fragment from adjacent column:] Diteliti, Kekejaman Suharto Tahun 1965-1966
Jakarta (Bali Post) — Mantan Presiden Suharto [Unreadable] berpijak pada tindakan Suharto yang [Unreadable] G-30-S/PKI. Hingga [Unreadable] belum ada data konkret mengenai [Unreadable] korban. Yang muncul ke permukaannya data kira-kira [Unreadable]. Data Ensiklopedia Britannica tahun 1991, kata Sulami, menyebut jumlah korban meninggal 80 ribu hingga tiga juta [Unreadable]. [Unreadable] Sukarno, Ratna Sari Dewi [Unreadable] wawancara dengan BBC 1 Juli 1992 [Unreadable] korban meninggal mencapai [Unreadable] tiga juta orang. [Unreadable] keterangan Sarwo Edi[e] [Unreadable] benar. Jika data sudah rukun [Unreadable].
Sulami, seorang bekas napol PKI, menolak anggapan [Unreadable] penelitian ini sebagai balas dendam [Unreadable] sebagai oportunis politik. Kini, ke[Unreadable] PKI kembali [Unreadable] korban [Unreadable] 1965/1966 berniat [Unreadable]. Yayasan [Unreadable] di bawah pimpinan Suharto pada [Unreadable]. Selama Orde Baru berjalan, kata Sulami [Unreadable] dibiarkan sebagai [Unreadable] kantong Suharto [Unreadable]. Tahun 2001 nanti, penelitian serupa akan dilakukan di 50 kabupaten [Unreadable] melebar ke daerah di luar Jawa.
Sebelum mendirikan yayasan, Sulami dan empat rekannya tahun 1994 [Unreadable] penelitian di [Unreadable], di antaranya Blora, Boyolali, Kendal, Jawa Tengah. Dari penelitian di Blora, Sulami mendapat data di kawasan hutan jati Kabupaten Blora, Jawa Tengah [Unreadable] terdapat 8.000 korban meninggal. Ia [Unreadable] juga diteruskan ke Klaten, Magelang, Purwodadi, Purwokerto, Salatiga, Semarang, Sid[Unreadable], dan Yogyakarta.
Ditanya berapa waktu [Unreadable], Sulami [Unreadable] tidak bisa [Unreadable] penyelesaian [Unreadable]. Yayasan [Unreadable] ini bisa selesai se[Unreadable] April 1999, dan ditandatangani Notaris [Unreadable]. "Kami berharap, Suharto tidak tutup usia sebelum kami selesaikan pekerjaan ini," tuturnya.