Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01585

Bali Post, 28 April 2000: 'Komnas HAM didesak selidiki pembantaian korban PKI'

Cleaned OCR text (Fair (0.866); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Bali Post Jumat Wage, 28 April 2000 Gus Dur ke DPR Disambut Demo Komnas HAM Didesak Selidiki Pembantaian Korban PKI Jakarta (Bali Post). [Unreadable] tanpa proses hukum yang diperkirakan [Unreadable] sedikitnya satu juta jiwa melayang dalam tragedi itu [Unreadable] kemarin [Unreadable] Kamis (27/4) [Unreadable]. "[Unreadable] Karena itu, kami minta agar Komnas membentuk KPP HAM pasca-G-30-S/PKI", kata Ester, Ketua Umum Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 65-66 [Unreadable]. Usul itu dilakukan, lantaran [Unreadable] kasus G-30-S/PKI akan sulit diselesaikan lewat [Unreadable]. Sementara itu, Sulami, [Unreadable] yang sekaligus anggota [Unreadable] Gerwani, mengatakan [Unreadable] pemerintah segera menegakkan [Unreadable] kemanusiaan yang dilakukan secara sistematis di era Soeharto [Unreadable] pembantaian terhadap korban G-30-S/PKI [Unreadable] Padahal, katanya, tragedi pembantaian pascaperistiwa G-30-S/PKI merupakan tragedi pembantaian [Unreadable] [Unreadable] mencemarkan nama [Unreadable] [Unreadable] "Yusuf, bila Komnas HAM hanya menyelidiki [Unreadable] kasus itu [Unreadable]" [Unreadable] DEMO - Demo mahasiswa mewarnai kedatangan Presiden Gus Dur ke gedung DPR-RI. Namun, demo Kamis (27/4) kemarin dijaga ketat aparat keamanan. [Article text, Gus Dur at the DPR] Aksi ini mendapat sambutan spesial dari aparat keamanan. Blokade manusia dua lapis membatasi gerak masing-masing demonstran, yakni menuntut Kepala Negara turun tangan mengatasi persoalan di masyarakat [Unreadable] Sementara di pintu kaca Gedung Nusantara V DPR - tempat presiden berkonsultasi - prajurit Paspampres dan Polisi Militer tidak beranjak sedikit pun. Ekspresi waspada terus-menerus terlihat di wajah mereka. Kendati jumlah pengunjuk rasa tidak terlalu besar - di bawah 200 orang - cukup membuat aparat siaga penuh. Maklum, beberapa meter dari tempat mereka berdemonstrasi sedang dilaksanakan agenda penting antara pemerintah dan wakil rakyat. Para demonstran berkelompok secara terpisah di halaman gedung secara berbeda. PB HMI mengambil tempat di bawah tangga menuju Gedung Paripurna, buruh Kong Tai di dekat air mancur, sementara Forpak memilih di sisi kanan dekat jajaran tiang bendera. PB HMI terlihat cukup atraktif dan melemparkan aspirasi aktual. Mereka juga mendapat pengamanan ketat dari aparat. Sejak Gus Dur masuk ke tempat konsultasi yang diikuti dengan langkah sterilisasi tempat oleh Paspampres, aktivis HMI terus menunjuk[kan] [Unreadable] tangga Gedung Paripurna serta mengibar-ngibarkan spanduk secara berulang-ulang. Selain itu, mereka juga berlari-lari untuk mengecoh brigade polisi. Saking ketatnya, aparat sampai mengambil jarak setengah lengan dari mereka. Tindakan itu dilakukan mengingat jarak para demonstran itu hanya 20 meter dari pintu kaca tempat presiden berkonsultasi. Tempat konsultasi sendiri hanya berjarak sekitar 12 meter dari pintu kaca. Jadi para demonstran dapat melihat secara langsung kerumunan wartawan dan Paspampres di depan ruangan itu. Aktivis PB HMI menyorot langkah reshuffle di kabinet Gus Dur. Dari tiga reshuffle, menunjukkan bahwa pemerintahan Gus Dur tidak memiliki visi dan misi yang terang dalam mengelola pemerintahan transisi. Di sisi lain, HMI juga mengimbau seluruh kekuatan partai politik untuk menarik diri dari kabinet [Unreadable] disarankan beroposisi total terhadap pemerintahan yang sah. Tak Bertahan Lama Meski bertindak atraktif dan mengeluarkan aspirasi aktual, unjuk rasa HMI tidak bertahan lama. Sekitar pukul 12.30 WIB mereka sudah meninggalkan gedung DPR, padahal konsultasi presiden berakhir pukul 15.00 WIB. Sikap tersebut tidak mem[Unreadable] [Unreadable] hari, dan cukup bersabar menunggu konsultasi Gus Dur selesai. Keringat dan ekspresi lelah terus menyatu dengan [Unreadable] orasi. Ujung-ujungnya, tanpa mereka sadari, beberapa rekan mereka tumbang. Sinar matahari di atas halaman DPR kemarin benar-benar tidak bersahabat. Rasa panasnya mampu membuat sejumlah pengunjuk rasa pingsan. Ironisnya, kejadian itu harus ditanggulangi pengunjuk rasa sendiri. Mereka menggotong dan memapah rekan yang pingsan ke tempat lebih teduh tanpa bantuan aparat. Pihak keamanan [Unreadable] Konsultasi Gus Dur dengan pimpinan DPR pun akhirnya selesai. Pengunjuk rasa yang masih mempunyai tenaga segera berbaris di sisi kanan blokade aparat. Rencananya mereka akan berteriak agar presiden menoleh dan mau mengajak bicara. Namun, tidak demikian kenyataannya. Blokade aparat terlalu kuat. Suara yang akan mereka lontarkan hanyut oleh kesigapan bahu-bahu kekar aparat. Sementara mobil kepresidenan bergerak terlalu cepat, hingga mendahului suara demonstran. (panv/032) Langkah Kontroversial (Dari Hal. 1) Untuk itu, pimpinan DPR mengimbau Gus Dur agar tidak terlalu banyak mengambil langkah kontroversial yang bisa menimbulkan ketidakstabilan, baik di pemerintahan maupun kehidupan politik yang akan [berpengaruh] ke sektor ekonomi. Selain soal pergantian dua anggota kabinet itu, pertemuan konsultasi yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.00 itu juga membahas berbagai hal, di antaranya hasil kunjungan presiden [Unreadable] konsultasi antara pimpinan DPR dan Presiden Gus Dur. Apa yang dijelaskan presiden memang sesuai dengan keinginan Dewan untuk mempertanyakan berbagai hal. Kalau pun ada yang tidak puas, itu adalah normal, karena memang demikianlah politik. Menurut Taufiqurrahman Saleh, semestinya semua pihak tidak terlalu mempermasalahkan yang bukan menjadi masalah. Masalahkanlah suatu hal yang memang benar-benar menjadi masalah. Ia menyebut soal usulan pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang larangan bagi komunisme, leninisme dan marxisme. Bila memang ada anggota Dewan yang tidak setuju dengan usulan itu, [Unreadable] silakan [Unreadable]. Dalam keterbukaan seperti saat ini tidak ada sistem paksaan untuk menerima suatu usulan, termasuk juga usulan Gus Dur soal Tap MPRS tersebut. Menlu Alwi Shihab yang mendampingi Gus Dur mengatakan, keinginan Gus Dur mencabut Tap MPRS XXV/1966 itu mestinya ditanggapi secara jernih. Sepengetahuannya, Gus Dur sebenarnya bukan bermaksud menumbuhkan kembali PKI di Indonesia, tetapi sebagai sebuah paham, silakan saja dibiarkan berkembang. Hanya, bila paham itu sudah berkembang menjadi sebuah lembaga atau institusi, barulah diberantas, karena PKI di Indonesia telah terbukti melakukan pengkhianatan terhadap bangsa. "Jadi bukan dicabut, tetapi dimodifikasi. Kalau sekadar paham boleh tetapi PKI dilarang," katanya. (032/pam) Halaman 19 Diringkus, Pencuri TV di SLTP Tembuku Bangli (Bali Post). Residivis kambuhan I Ketut Jer (34) [Unreadable] Penarukan, Desa Penenjoan, Tembuku [Unreadable] diringkus Mapolsek Tembuku Senin (24/4) di Denpasar [Unreadable] terbukti mencuri sebuah TV berwarna 20 inci [Unreadable] Tembuku. Kapolsek Tembuku Letda Pol. I Komang Suparta seizin Kapolres Bangli Letkol Pol. Drs. William Lar[Unreadable], Kamis (27/4) kemarin menjelaskan, SLTP Tembuku kehilangan TV pada 14 April lalu. Setelah diadakan penyelidikan [Unreadable] aparat Polsek Tembuku di tempat kejadian perkara menemukan [Unreadable] yang [Unreadable] diketahui. Setelah dilakukan [Unreadable] dan minta informasi di sekitar kejadian [Unreadable] Mapolsek Tembuku menem[ukan] [Unreadable] Menurut Suparta, penyelidikan tersebut membuahkan hasil, ketika petugas mendata [Unreadable] Penarukan [Unreadable] rumah tersangka di Denpasar [Unreadable] barang bukti. Tetapi tersangka pada saat itu tidak ada di rumah melainkan tinggal di Denpasar. [Unreadable] TV di SLTP Tembuku, kata Suparta, sempat [Unreadable] sekitarnya karena masyarakat [Unreadable] melakoni sebagai pen[Unreadable] Menyinggung kasus pembunuhan [Unreadable] dan Guru [Unreadable] Suparta mengatakan, kasus tersebut kini sudah dit[angani] pihak Mapolres. "Penyelesaian kasus pembunuhan [Unreadable] dan Guru [Unreadable] sudah pada tahap [Unreadable]" Peru menahan imbang Chili [Unreadable] Peru yang bertanding di kandang Chili mampu memaksa tuan rumah bermain imbang 1-1. Pertandingan ini dihiasi dengan kekhawatiran pemerintah Chili akan kebrutalan penonton seperti yang terjadi saat tim Davis Cup Chili bertanding lawan Argentina, 7 April lalu. Saat itu penonton Chili melempari pemain Argentina dengan kursi karena tidak puas dengan sikap pemain tersebut yang sering memprotes wasit. Tetapi di pertandingan sepak bola kemarin, kejadian demikian tidak terjadi. Peru lebih dulu unggul melalui Jayo menit ke-38, sedangkan tuan rumah membalasnya melalui Margas [Unreadable] [Unreadable] tiga menit sebelum turun minum. Zone Amerika Latin ini diikuti sepuluh kesebelasan dengan memakai sistem kandang dan tandang. Seluruh kesebelasan akan melakukan pertandingan 18 kali. Empat tim terbaik berhak lolos Piala Dunia 2002 yang akan digelar di Jepang dan Korea Selatan. Sementara peringkat kelima akan diadu lagi dengan tim terbaik Oceania untuk bisa lolos ke Piala Dunia. Hasil lengkap pertandingan Amerika Latin, Kamis kemarin: Bolivia-Kolombia 1-1, Paraguay-Uruguay 1-0, Venezuela-Argentina 0-4, Brasil-Ekuador 3-2, Chili-Peru 1-1. (ska/afp) Cegah Curanmor, Polres Tabanan Gelar Razia Polres Tabanan tetap menggelar razia di jalur lalu lintas Denpasar-Gilimanuk serta melakukan pemantauan di daerah-daerah rawan yang diduga sebagai objek curanmor yang cukup meresahkan itu. Hal tersebut diungkapkan Kasat Serse Polres Tabanan Lettu Pol Husein menjawab pertanyaan Bali Post Kamis (27/4) kemarin terkait upaya-upaya yang dilakukan jajarannya dalam mencegah meluasnya curanmor akhir-akhir ini. Lebih lanjut Husein mengatakan, aksi curanmor jika tidak diantisipasi secara optimal bisa menyebar ke mana-mana. "Menumpas pelaku aksi curanmor ibarat menekan balon, tekan di sana menggelembung di sini," ungkapnya. Lebih jauh Husein mengatakan, meski jumlah aksi curanmor di Tabanan tidak serawan Denpasar, pihaknya tetap komit dalam melakukan pemantauan bersama tim terkait. Kendati upaya pengungkapan kasus curanmor ini cukup berat, dalam bulan Maret dan April ini pihaknya telah berhasil membekuk tiga orang pelaku curanmor yang kini kasusnya sedang ditangani dan dikembangkan. Sasaran operasi selain di jalur lalu lintas, menurut Husein, adalah melakukan pengecekan ke bengkel-bengkel serta pangkalan-pangkalan ojek di pinggiran Kota Tabanan. "Sebab kiat-kiat pelaku curanmor dinilainya bermacam-macam, ada yang mempreteli hasil curiannya dengan istilah kanibal dan ada pula yang menjual langsung dengan harga di bawah standar kepada penadah." Adapun daerah-daerah rawan curanmor di Tabanan, kata Husein, meliputi beberapa tempat, di antaranya areal parkir Pasar Kediri dan areal parkir di seputar kota. "Saya berharap kepada petugas parkir agar lebih waspada dan lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya," jelas Husein. Husein juga berharap di Tabanan nantinya sistem parkir yang diterapkan seperti yang ada di beberapa tempat di Denpasar, dengan memakai sistem periksa STNK ketika si pengendara akan keluar areal. (wit) [Advertisements (pest control, clothing, handphones, furniture, water heaters, cinema listings, etc.); mostly legible only as fragments] [Unreadable]