Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01589

Batam Pos, 2 Februari 2015: 'Kamus Dunia: Gerwani'

Cleaned OCR text (Fair (0.858); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Tajuk KRIMINAL Batam Pos, Senin 2 Februari 2015 Batam Butuh “Pahlawan” SEKITAR tahun 2000, penjahat di Kota Medan, Sumut, dibuat kocar-kacir dengan tim khusus bentukan Polda Sumut. Timsus tersebut diberi nama Tim Pemburu Preman. Tak tanggung-tanggung, polisi pemburu preman itu dibekali persenjataan lengkap dan truk besar bertuliskan Pemburu Preman pada kedua sisi truk berwarna hitam tersebut. Cara ini cukup efektif. Dalam waktu singkat, tawuran antar OKP, kriminalitas jalanan saat itu, langsung reda dan kondusif. Beberapa pekan lalu, aparat kepolisian Depok juga membentuk tim khusus yang diberi nama Timsus Jaguar. Tugas timsus ini merazia sudut-sudut kota yang rentan terjadi tindak kriminalitas. Termasuk merazia geng motor dan warung remang-remang di jalanan. Lalu Batam punya apa? Meski tak punya nama khusus, aparat kepolisian di Batam sukses merazia sejumlah [Unreadable] beberapa waktu lalu. Namun, aksi ini masih belum bisa dikatakan sukses. Pasalnya, yang berhasil dirazia hanya segelintir pemuda bertampang seram seperti preman tanpa definisi khusus. Banyak kasus tindak kriminalitas jalanan yang terjadi di Batam saat ini. Aksi pecah kaca mobil, jambret, perampokan dan yang terbaru, aksi geng motor yang terbilang nekad dan sadis. Dulu, di Batam tak mengenal istilah geng motor. Yang ada hanya persatuan tukang ojek, dan tak pernah berselisih paham. Meski terkadang bergesekan namun tak pernah merugikan warga. Bahkan jalanan aman dan tenteram. Jangan sampai pelaku kriminal tertangkap tangan, puluhan tukang ojek bakal turun tangan. Jika dulu kepolisian Batam punya Unit Reaksi Cepat (URC), lalu beralih nama menjadi Buru Sergap (Buser), mungkin berikutnya harus punya nama baru, semisal Super Cop, Sniper atau Timsus Tembak Ditempat. Apapun itu, nama baru membawa harapan baru. Siapapun di dalamnya, yang pasti Batam butuh pahlawan. Jangan sampai kesabaran masyarakat habis, dan hukum massa jadi pilihan. Ketika itu terjadi, hukum dan keadilan hanya tulisan di atas kitab usang. OPINI ANDA MICE Indonesia Menjelang Mati Suri (Efek Domino Larangan PNS Rapat di Hotel) JUDUL tulisan ini bukan dibuat untuk sekadar menakut-nakuti industri pariwisata, dan bukan pula sekadar analisa yang tidak berdasar. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Yuddy Chrisnandi yang dipercaya oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB) tentang larangan bagi lembaga pemerintahan dan BUMN untuk mengadakan kegiatan rapat-rapat di hotel memang dapat menghemat anggaran negara, namun kebijakan tersebut janganlah hanya dilihat dari satu sisi saja, padahal kebijakan tersebut berdampak negatif kepada pembangunan perekonomian Indonesia di berbagai sektor, seperti pariwisata, industri kreatif, perdagangan dan tentunya berdampak kepada lapangan pekerjaan. Dengan dalih untuk “penghematan” anggaran yang diargumentasikan, apakah bisa senilai dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sektor lain tersebut yang terancam untuk mati suri? Hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia, termasuk hotel-hotel dan toko-toko oleh-oleh di Batam sangat berdampak penurunan hingga 30-50 persen. Karena dampak di atas, maka beberapa hari lalu, Komisi X DPR-RI mengundang seluruh Asosiasi Himpunan Pariwisata dan seluruh stakeholders pariwisata (INCCA, ASPERAPI, ASITA, PHRI) dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan tiga hal pembahasan yaitu terkait: Surat edaran Menteri PAN-RB tentang larangan lembaga pemerintah, BUMN mengadakan kegiatan rapat-rapat di hotel, Pembahasan program dan capaian kinerja Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) dan Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara untuk tahun 2015-2020. Dalam kesempatan ini saya yang juga ikut serta dalam RDPU dengan Komisi X DPR-RI mencoba melakukan analisa singkat terhadap informasi dan rekomendasi dari asosiasi, himpunan dan stakeholder pariwisata kepada Komisi X DPR-RI tentang apa kira-kira efek domino yang bakal terjadi terhadap dikeluarkannya surat edaran larangan meeting di hotel tersebut. Tahukah Anda berapa jumlah hotel berbintang di seluruh Indonesia? Menurut data BPS 2014, jumlah hotel berbintang di 33 provinsi di Indonesia ada sebanyak 1996 hotel, dengan jumlah tamu per hari yang menginap di seluruh hotel tersebut mencapai 133.989 tamu. Artinya, jika kita mengasumsikan rata-rata harga jual kamar hotel berbintang tersebut adalah sebesar Rp400.000/malam, dan rata-rata menginap tamu adalah 2 (dua) malam, maka akan ditemukan pendapatan total hotel berbintang di seluruh Indonesia ini dari angka sewa kamar saja mencapai: 133.989 (tamu/hari) x Rp400.000 (sewa kamar) x 2 malam (rata-rata hari menginap) x 30 hari (jumlah hari dalam 1 bulan) x 12 bulan (jumlah bulan dalam 1 tahun) = 38.588.832.000.000 = lebih kurang 38,6 T/tahun. Jika mengutip apa yang pernah dikemukakan oleh wakil ketua DPP PHRI, Hariyadi Sukamdani dalam RDPU bersama Komisi X DPR RI, larangan rapat di hotel akan memukul pendapatan perhotelan hingga 50 persen bahkan lebih, artinya ini akan berdampak sangat signifikan terhadap keberlangsungan banyak hotel bintang di seluruh Indonesia. Jadi apabila penurunan pendapatan yang 50 persen ini kita kalikan Rp38,6 T, maka akan diprediksi pendapatan hotel berbintang dari sewa kamar saja akan menurun menjadi 19,3 T, dan penurunan ini tentunya akan berdampak pula terhadap penerimaan negara dari sektor pajak hotel per tahunnya. Penurunan pendapatan ini tentunya tidak berhenti di situ saja, tapi berlanjut pada efek domino yang tidak kalah mengkhawatirkan, banyak hotel yang sudah akan mulai merumahkan pegawainya, akan banyak industri kreatif di daerah-daerah obyek wisata pun menurun drastis pendapatannya, seperti yang kita tahu bersama industri pariwisata adalah industri yang berhubungan dengan banyak sektor bisnis lainnya dari hulu dan hilir yang melekat erat dengan kesejahteraan masyarakat. Tahukah Anda berapa banyak tenaga kerja di Indonesia ini yang mampu diserap di sektor pariwisata, ataupun sektor-sektor lainnya yang berkaitan langsung dengan sektor pariwisata? Menurut data dari BPS pada tahun 2014, disebutkan tenaga kerja mencapai 24.829.734 jiwa, artinya terancamnya kelangsungan operasional banyak hotel berbintang di Indonesia akan mengancam pula kelangsungan hidup dari 24,8 juta penduduk Indonesia yang mengharapkan periuk nasi mereka dari sektor industri pariwisata. Tidak bisa dipungkiri memang benar, hotel-hotel berbintang di Indonesia bergantung sebagian besar pendapatannya kepada MICE event yang berlangsung di hotelnya, dan meeting yang dilakukan oleh instansi pemerintahan mengambil porsi hampir 40-50 persen dari total pendapatan tersebut. Kita semua bersepakat bahwa negara harus melakukan penghematan dalam menjalankan operasionalnya, tapi dengan beredarnya surat edaran dari Kementerian PAN-RB ini “penghematan” yang didengungkan justru kontra produktif dengan pembangunan ekonomi di sektor lain yang juga secara langsung berdampak terhadap kesejahteraan rakyat. Mari bersama kita belajar dari Dubai, bagaimana negara bagian Uni Emirat Arab ini mampu melepaskan diri dari ketergantungannya kepada minyak bumi, dan kemudian beralih ke sektor pariwisata, di mana hampir 80 persen pendapatan negaranya berasal dari sektor ini, karena mereka sadar di saat industri pariwisata maju akan berdampak pada sektor lainnya dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, dan Dubai telah membuktikan itu. Di sisi lain masih banyak persoalan di industri pariwisata yang belum terselesaikan, bagaimana meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia, terkait fasilitas dan infrastruktur, perizinan dan kebijakan, promosi dan pemasaran, obyek wisata, hingga Menteri Pariwisata yang saat ini akan mendigitalkan pariwisata Indonesia. Memang sangat dimaklumi dengan latar belakang IT, maka pariwisata Indonesia akan menjadi digital, yang artinya dapat diakses dari seluruh penjuru dunia. Pertanyaannya setelah bisa diakses lantas apakah turis akan datang ke Indonesia? Apakah turis juga akan dikirimkan melalui digital-digital? Pada 3 Februari 2015 genap sudah 100 hari Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata sejak pelantikan 27 Oktober 2014, namun sampai saat ini belum menunjukkan sesuatu yang memberikan semangat dan peluang untuk menarik turis yang ditargetkan 20 juta di 2019 seperti yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo. Esensi tulisan ini ingin mencoba memberikan pertimbangan-pertimbangan bagi para pemegang kebijakan di negeri ini untuk bisa memahami bahwa industri pariwisata itu sebagai penopang ekonomi Indonesia dan keterkaitan erat dengan sendi-sendi ekonomi kerakyatan. Surat edaran Menteri PAN-RB tentang larangan lembaga pemerintah dan BUMN untuk melakukan kegiatan rapat-rapat di hotel sangatlah tidak tepat, di saat Indonesia tengah membangun kekuatan sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan, jika saja nantinya surat edaran tersebut berhenti diberlakukan tentunya bisa menghindari efek domino yang bakal terjadi. Penghematan akan terasa manfaatnya di saat dia menghidupkan, bukankah begitu, Pak Menteri?*** JADI RAJAGUKGUK Ketua Umum DPD INCCA Batam — Kepulauan Riau Ketua Umum ASPERAPI Kepulauan Riau Wakil Ketua Umum DPP INCCA Bidang Pengembangan Destinasi MICE Direktur PT Batam Promo Indonesia Direktur PT Indonesia Star Convex [fragment from adjacent column:] DIVISI PRODUKSI Redaktur Senior: Ade Adran Syahlan, Lisya Anggreini. Redaktur Pelaksana Kompartemen: Yunus Suchari, Helmi [Unreadable] TOKOH HARI INI Yusril Jalinus Yusril Jalinus (lahir di Tanah Tinggi, Jakarta, 12 Agustus 1944 — meninggal di Jakarta, 2 Februari 2009 pada umur 64 tahun) adalah tokoh pers Indonesia, dan merupakan salah seorang pendiri Majalah Tempo. Yusril Jalinus yang akrab disapa YD, merupakan seorang Minangkabau asal Koto Tinggi, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Pada tahun 1971, bersama [Unreadable] Christianto Wibis[Unreadable] dan [Unreadable] mendirikan Majalah Tempo. Dari awal hingga wafat, YD adalah tokoh kunci dalam majalah tersebut. [Unreadable] merupakan arsitek organisasi di majalah berita terbesar itu. [Unreadable] mengatur sistem ruang berita dan informasi Tempo. Kemudian YD juga mendirikan Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) serta meluncurkan situs Tempo Interaktif, pionir berita internet di Indonesia. Yusril meninggal di Rumah Sakit Mitra [Unreadable] Jatinegara, akibat stroke sejak 2 [Unreadable] 2009. Dia meninggalkan istrinya, Enung Nurjana [Unreadable] Yusrini [Unreadable] KAMUS DUNIA: GERWANI Gerakan Wanita Indonesia merupakan organisasi perempuan yang berafiliasi dengan PKI. Riwayat organisasi ini berawal dari pertemuan di Semarang pada tanggal 4 Juni 1950. Dalam pertemuan itu hadir beberapa organisasi perempuan seperti Rukun Putri Indonesia (Rupindo) dari Semarang, Persatuan Wanita Sedar dari Surabaya, Istri Sedar dari Bandung, Gerakan Wanita Indonesia (Gerwindo) dari Kediri, Wanita Madura dari Madura dan Perjuangan Putri Republik Indonesia dari Pasuruan. Hasil dari pertemuan itu adalah berdirinya Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis) dengan kantor pusat di Semarang. Ketua Gerwis dijabat oleh Tris Metty. Pada bulan Maret 1954 dalam Kongres Gerwis II di Jakarta disepakati perubahan nama organisasi tersebut menjadi Gerwani. Tampil sebagai Ketua Umum Gerwani adalah Umi Sardjono. Pada tahun 1955, Gerwani mulai berafiliasi dengan PKI. Hal itu dilakukan karena sebagian besar pengurus Gerwani adalah istri/saudara anggota PKI. SUMBER: KAMUS SEJARAH LENGKAP [Unreadable]NTO PAMUNGKAS [fragment from adjacent column:] Anak Pejabat dan Aparat anggota Geng Motor. Kalau ke kantor naik motor, jangan langsung tar[Unreadable]. Anak pejabat gabung[Unreadable]. Aparat [Unreadable] [Impressum / masthead of Batam Pos:] 8 LAYANAN PELANGGAN DAN IKLAN TARIF IKLAN www.batamp Batam Pos Diterbitkan Oleh: PT Sijori Inte Terbit sejak tanggal 10 Agustus 1998 Perintis Eric Samola, SH Chairman Rida K Liams Presiden Komisaris Makmur Komisaris Asnida Syukur Komisaris Asparaini Rasyad Direktur Utama Marganas Nainggolan Wakil Direktur Utama Socrates Direktur Hasan Aspahani, Usep RS General Manager / Penanggung Jawab, Pimpinan Perusahaan Pemimpin Redaksi Pemimpin Redaksi Online Put Pemimpin Redaksi Majalah Batampos.co Wakil Pemimpin Redaksi Produksi Wakil Pemimpin Redaksi Usaha Wakil Pemimpin Redaksi Minggu Wakil Pemimpin Redaksi Editing Dewan Redaksi Tim Ombudsman [Unreadable] Candra Ibrahim Herman Mangundap M Riza Fahlevi Aryotejo Muhammad Iqbal Ismed Syafriadi Priya Ribut Santosa Tunggul Manurung Muhammad Nur Marganas Nainggolan (Ketua), Socrates, Hasan Aspahani, Candra Ibrahim, M Riza Fahlevi, Ismed Syafriadi, Muhammad Jabal, Putut Aryotejo, Priya Ribut Santosa, M. Nur, Tunggul Manurung Sutan J Siregar SH Yunus (Redpel Perwajahan), Anwar Saleh, Muhammad Tahang, George Winokan, Hasanul Safri (Redpel Online), R. Yusuf Hidayat (Majalah), Poniman Sigahutar (Design Majalah), Antoni (Jakarta). Asisten Redaktur Pelaksana: Immanuel Sebayang, Andriani Susilawati, Suprizal Tanjung, Yahya Burlian, Agnes Dhamayanti. Koordinator Liputan: Budianto Hutahaean. Ass. Koordinator Liputan/ Foto: Ahmadi. Redaktur: Gustia Benni, Sandy Pramosinto, Suparman, Yuliana Dewi, Chahaya Simanjuntak, Iman Wachyudi, Herry Sembiring (Majalah), William Seipatiratu (Online). Liputan Batam: Galih Adisaputro, Yashinta, Alfian Lumban Gaol, Ratna Irtatik, Dede Hadi Mulyadi, Wenny C Prihandina, Dalil Harahap, Cecep Mulyana, Rengga Yuliandra, Rifki Setiawan, Eusebius Sara, Yofi Yuhendri, Yermia Riezky (Majalah), Fenny Ambaratih (Majalah). Liputan Daerah: Yusnadi, Jailani, Faradila Svebdoline, Lara Anita Puji Lestari, Fatih Muftih (Tanjungpinang), Harry Suryadi Putra (Bintan), Wijaya Satria (Kabiro Lingga), Cipi Ckandina, Aulia Rahman (Natuna), Syahid (Anambas), Polister Saragih (Moro), Imam Sukarno (Kundur), Tri Haryono (Tanjungbalai Karimun), Al Amin (Meranti). Departemen IT / EDP: Halasan Sinaga (Asst.Manager), Zul Bukhari (Staff T/EDP e-paper). Departemen Perwajahan, Artistik dan Pracetak:Sutriyanto (Kadep), Tilbertus (Penjab Perwajahan), Hairunas (Penjab Layout), Golmin Afrizal (Penjab Montaging/PS), Kamaruzaman (Kabag Pracetak Minggu). Pracetak & Layout: Mahfud Ashari (Penjab), Pranantaka, Amron Abadi, T.Marhisia Maghdalena, Welli Hendra, Abdul Rozzag, Ali Sadikin (Desain Online). Sekretariat Redaksi: Umy Kalsum (Kepala). Departemen HRD & Umum: Elmi Gusti (Manager), Linglon BPL Tungkup (Ass. Manager Umum. Coorporate Social Responsibility: Jarnil Qasim (Manager). # DIVISI USAHA Departemen Keuangan: Roslina Yanti (Manager), Masyuni Simbolon (Ass.Manager), Indi Elisa (Ass.Manager/Kasir) Departemen Pemasaran: Mulyadi Nasution (Manager), Yusmirdawati (Ass.Manager Adm/Pituang), Gudson Nainggolan (Ass.Manager Pengembangan Langganan). Departemen Promosi & Pengembangan EO: Agus Triono (Manager), Herianton, Leevina Desianty (Asst.Manager). Departemen Iklan: Dewi Febsuri (Manager), Ari Istanti (Asst. Manager Adm & Piutang Iklan), Bayu Robersa (Asst. Manager Desain/Artistik), Parna Simarmata, Luciana Ria (Asst Manager Pengembangan Iklan). General Manager Percetakan: Suhairi. Perwakilan-Perwakilan: Jumi (Manager Perwakilan Tanjungpinang), Zekma Albert (Kepala Perwakilan Tanjungpinang), Ichwanul Fazmi (Kepala Perwakilan Tanjungbalai Karimun), Agus Nugroho (Kepala Perwakilan Iklan Jakarta), Sultan Yohana (Singapura). Iklan Umum / Display /BW Rp.55.000.-/mm kolom Iklan Umum /Display /FC Rp.75.000.-/mm kolom Iklan Ucapan Selamat Rp.10.000.-/mm kolom Iklan Dukacita Rp.7.500.-/mm kolom Iklan Hiburan / Film Rp.10.000.-/mm kolom Iklan Halaman Muka (BW) Rp.75.000.-/mm kolom Iklan Halaman Muka (FC) Rp.120.000.-/mm kolom Permintaan halaman dikenakan tambahan biaya 25% dari harga nett. - ALAMAT: Alamat Redaksi, Pemasaran, Iklan dan EO: Gedung Graha Pena Lantai 2, Telepon: (0778) 4[Unreadable] (hunting), Fax (0778) 462162 dan (0778) 465111 Batam Center, Batam. Perwakilan [Unreadable] Bangkinang KM 10,5 Telepon (0761) 64634 Fax (0761) 64638. Perwakilan Jakarta: Gedung Indopos Lantai 6 Jalan [Unreadable] Kebayoran 12 Jakarta Selatan, Telepon (021) 53699560 - 5333046. Perwakilan Tanjungpinang: Jalan Pramuka 3, Telepon (0771) 27714, 27715. Perwakilan Tanjungbalai Karimun: Jalan A. Yani, Sungai Lakam, Telepon (0777) 323686, Fax: (0777) 323685, Rekening PT. Sijori Interbintana Pers, NISP: 090.010.011377, Bank Riau Kepri Cabang Batam: 106-08-04456. Dicetak pada: PT Ripos Bintana Press. Isi di luar tanggung jawab percetakan Redaksi menerima tulisan karya asli, terjemahan atau saduran (dengan sumber asli bagi karya terjemahan dan saduran). Panjang tulisan antara tiga sampai tujuh halaman, diketik spasi rangkap, sertakan identitas diri. Naskah yang dimuat diberi imbalan, Redaksi berhak menyunting selagi tidak mengubah maksud tulisan. Wartawan Batam Pos dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita, Wartawan Batam Pos dibekali dengan kartu pers ketika menjalankan tugas. Jika ada kejanggalan, baik tentang identitas wartawan maupun tentang tindakan wartawan [Unreadable], menghubungi Sekretariat Redaksi Batam Pos.. [Unreadable]