Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01590

Berita Yudha, 13 Maret 1982: 'Bahaya laten ekstrim kiri dan kanan di Indonesia' (4)

Cleaned OCR text (Fair (0.77); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Berita Yudha, Jakarta, Sabtu, 13 Maret 1982, Terbit 12 halaman, 17 Jumadil Awal 1402 H, No. 171 Th. ke XVII "Bahaya Laten Ekstrim Kiri dan Kanan di [Indonesia]" OLEH: SUNARDI DM. (4 - Habis) [Unreadable] satu-satunya penghalang adalah TNI-AD. Ini diucapkan oleh D.N. Aidit di depan Sidang Pleno [Unreadable], mengatakan bahwa ada dua kekuatan yang berhadap-hadapan kepala lawan kepala, yaitu PKI di satu pihak dan TNI-AD di pihak yang lain. [Unreadable] karena di tengah-tengahnya ada perisai atau tameng. Perisai itu adalah Presiden Sukarno. Kalau perisai ini pada suatu ketika tidak ada, maka kedua kekuatan itu akan bertabrakan. Situasi revolusioner akan lahir. Dan akan muncul [Unreadable] Menengah yang akan mengadakan revolusi, dan PKI akan membantu revolusi itu. Pada waktu yang sama PKI mulai menyebarkan isu adanya "Dewan Jenderal". Penyebar isu ini antara lain [Unreadable] (anggota CC dari PKI), [Unreadable] (CGMI), Syarifudin Tanjung [Unreadable] (PKI dalam PNI). Dewan Jenderal itu sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah WANJAKTI, singkatan dari Dewan Jabatan dan Kepangkatan Perwira Tinggi, yang tugasnya melakukan penilaian terhadap Kolonel yang akan naik pangkat menjadi Brigjen, Brigjen yang akan naik menjadi Mayjen, dan seterusnya. Isu itu mengatakan bahwa Dewan Jenderal bertugas menilai kebijaksanaan politik Presiden Sukarno. Tujuannya memisahkan TNI-AD dari Bung Karno. Pada tanggal 19 Mei 1965 isu Dewan Jenderal itu ditingkatkan dengan isu lain yang terkenal dengan adanya dokumen Gilchrist. Gilchrist adalah nama Duta Inggris di Jakarta waktu itu. Dokumen yang kemudian ternyata palsu itu mengatakan seolah-olah ada kerja sama TNI-AD dengan imperialis. Dokumen palsu tersebut diperbanyak 100 lembar oleh Dr. Subandrio dalam kedudukannya selaku Kepala BPI (Badan Pusat Intelijen). Kedua hal tersebut [Unreadable] oleh almarhum Jenderal Yani. Sementara itu PKI mulai melakukan infiltrasi ke tubuh Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian, yang dilakukan oleh Biro Khusus. Ketua Biro Khusus ini Syam alias Kamaruzaman, anggota-anggotanya Pono dan Waluyo, sekretaris [Unreadable], urusan informasi Pane dan [Unreadable], urusan pendidikan Hamim dan Suyono Pradigdo, penghubung Sugih, keuangan dan [Unreadable] Waluyo. Yang digarap atau dibina oleh Biro Khusus itu di dalam tubuh AD antara lain Letnan Kolonel Untung, Kolonel Latief; dalam tubuh AL antara lain Kolonel Laut Sunardi; dalam tubuh AU antara lain Letnan Kolonel Udara Heru Atmojo; dalam tubuh AK antara lain Ajun Komisaris Besar Polisi Anwar dan lain-lain. Sementara itu pemuda dan Gerwani yang mereka latih dan militerkan di Lubang Buaya sudah berjumlah 3.000 orang. Persiapan untuk coup benar-benar telah selesai. Pada tanggal 19 sampai 30 Juli 1965 Bung Karno [Unreadable] dalam pemeriksaan Team Dokter-dokter RRC. Pada tanggal 4 Agustus 1965 Bung Karno pingsan. Setelah sadar beliau meminta dipanggilkan Nyoto untuk menyusun pidato 17 Agustus 1965. Tetapi Nyoto sedang berada di luar negeri bersama D.N. Aidit. Dr. [Unreadable] segera memanggil Nyoto; Dr. Subandrio atas inisiatif sendiri memanggil juga D.N. Aidit. Pada tanggal 6 Agustus 1965 Aidit tiba di Jakarta dan langsung pergi ke Bogor [Unreadable] Bung Karno. Dari team dokter RRC Aidit mendapat keterangan bahwa Bung Karno kalau tidak mati ya lumpuh. Mendengar itu Aidit segera memanggil Syam untuk menyusun rencana gerakan. Pada tanggal 8 Agustus 1965 Aidit mengadakan Sidang Politbiro terbatas. Ia melaporkan kepada sidang mengenai hasil perjalanannya ke luar negeri, kemudian mengemukakan situasi pokok yang dihadapi oleh PKI, yaitu: 1. Mengenai sakitnya Presiden, yang menurut dokter-dokter RRC kalau sekali lagi kolaps akan lumpuh atau mati; 2. Mengenai Dewan Jenderal yang akan mengadakan Coup d'état; 3. Adanya perwira-perwira berpikiran maju yang akan mendahului Coup Dewan Jenderal. Jelas di sini bahwa isu Dewan Jenderal ditingkatkan lagi, yaitu Dewan Jenderal akan mengadakan Coup. Pada tanggal 12 Agustus 1965 Syam melaporkan bahwa persiapan telah selesai, termasuk konsep perubahan ketatanegaraan di mana kekuasaan tertinggi R.I. berada di tangan Dewan Militer. Aidit menyetujui konsep itu tetapi meminta [Unreadable] Dewan Militer diganti dengan Dewan Revolusi, karena istilah Dewan Militer akan menimbulkan sektarisme dan dapat [Unreadable] (Ke halaman V) [fragment from adjacent column:] Pekerja Indonesia di AS dapat izin kerja. Los Angeles, Maret (Antara/UPI). Para pejabat Imigrasi AS sudah memberikan izin kerja kepada lebih dari selusin buruh Indonesia yang ditangkap oleh Biro Penyelidikan Federal (FBI) karena tuduhan terlibat usaha perbudakan dengan bertindak sebagai pelayan para jutawan Kalifornia Selatan. [Unreadable] (Ke halaman XII) [fragment from adjacent column:] Tidak perlu cari-cari konsep pembangunan lain. Jakarta, Maret (BY). [Unreadable] Garis-garis Besar Haluan Negara yang kita miliki sekarang. Demikian ditegaskan Presiden Suharto di Istana Negara kemarin, ketika menerima anggota DPP KNPI, Dewan Pertimbangan Pemuda dan tokoh-tokoh pemuda lainnya. Garis-garis Besar Haluan Negara itu menegaskan, bahwa dalam tahap pembangunan sekarang ini masalah ekonomi kita letakkan dalam tata urutan yang utama, tanpa mengabaikan bidang-bidang yang lain. Kita mendahulukan pembangunan ekonomi, karena pembangunan ekonomi ini merupakan langkah pokok yang harus kita ambil untuk mencapai kemajuan, kesejahteraan dan keadilan sosial yang menjadi cita-cita nasional kita. [Unreadable] (Ke halaman II) [fragment from adjacent column:] Jangan berpikir di luar Pancasila dan UUD 45. Manado, Maret (BY). Menteri Dalam Negeri Amirmachmud meminta kepada para alim ulama jangan munafik [Unreadable] pembangunan pertanian, perhubungan dan [Unreadable] tidak ada hubungannya dengan agama. [Unreadable] Kepada para alim ulama, Amirmachmud meminta agar tidak ragu-ragu menerima Pancasila dan UUD 1945, sebab hal itu tidak menyimpang dari Al Quran dan Hadits. "Janganlah coba berpikir di luar Pancasila dan UUD 1945" [Unreadable] DITENTUKAN 4 MEI [Unreadable] pada saat berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) [Unreadable] (Ke halaman XII) [fragment from adjacent column:] Kuala Lumpur, Maret (Antara-Bernama). Yang Di-Pertuan Agong Malaysia [Unreadable] campur tangan yang lebih besar dari superpower di kawasan tersebut seandainya konflik di Kamboja terus berlanjut. [Unreadable] Prihatin atas pertempuran di Kamboja. Bangkok, Maret (Antara-TNA). Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah menyatakan keprihatinan atas pertempuran sengit baru-baru ini di Kamboja di dekat perbatasan Thai antara pasukan Heng Samrin dengan gerilyawan Khmer Merah, demikian dikatakan Panglima Angkatan Darat Thailand Jenderal Prayuth Charumanee [Unreadable] Thailand telah bersiaga [Unreadable] melawan pengacau asing apapun [Unreadable] (Ke halaman XII) [fragment from adjacent column:] Menhankam/Pangab Jenderal TNI M. Yusuf [Unreadable] solidaritas dan rasa senasib sepenanggungan [Unreadable] Kehidupan kemiliteran di Indonesia tidak hanya diikat oleh adanya tingkatan pangkat dan jabatan. Yang lebih penting bahwa kehidupan kemiliteran di Indonesia diikat oleh semangat kekeluargaan. [Unreadable] [fragment from adjacent column:] PROGRAM DHARMA PERTIWI. Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. E. Yusuf melaporkan, rapat kerja [Unreadable] ini berhasil menentukan beberapa program yang akan mendapat prioritas penggalakannya. [Unreadable] (Ke halaman XII) [fragment from adjacent column:] Jakarta, Maret (BY). Kerja sama antara kontraktor Indonesia dan Turki, khususnya dalam pelaksanaan proyek di Timur Tengah [Unreadable] Menteri PU Turki Tahsin Onalp dan Menteri PU Purnomosidi Hadisarosa. [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Los Angeles, Maret (AP). Tidak ada kekuatan solar yang melanda [Unreadable] yang dinamakan "Akibat-akibat Jupiter" [Unreadable]. (Ke halaman XII) [fragment from adjacent column:] Wakil Presiden dan Nyonya Adam Malik tiba di Padang [Unreadable] pembangunan Sumbar [Unreadable] pabrik tekstil [Unreadable] (Ke halaman XII)