Berita Yudha, 1 Oktober 1993: 'Fakta-Fakta' (pidato Soeharto 15 Oktober 1965)
Cleaned OCR text (Good (0.92); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
Jakarta, Oktober (BY)
Untuk menghindari penggunaan tidak wajar dan men- Jurus pada penyalahgunaan maka pemerintah perlu memberikan pembatasan impor maupun industri minuman keras, baik industri tradisional maupun modern, Demikian Kapolri Lecen
Pol, Drs.Banurusman dalam makalah tertulis yang disampaikan Direktur Binmas Polri, Brigjen Pol. Drs.Toni Sugiarto di depan peserta Muzakarah Nasional tentang '’Alkohol Dalam Produk Minuman’’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Pangkajian Pangan Obat-
Obatan dan Kosmetika MUI (Majelis Ulama Indonesia)
dan di Jakarta. Kamis.
Penyalahgunaan minu-
JUM’AT, 1 CKTOBER 1993
man keras dikala remaja, demikian Kapolri, merupakan masalah yang akibatnya sejajar dengan masalah penyalahgunaan narkotika, ikotropika dan zat adiktif ainnya di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan
Undang-Undang tentang minuman keras agar upayaupaya pengendalian dan pengawasan minuman keras memiliki landasan hukum dengan sanksi kuat dan mampu mengatur kerjasama lintas sektor yang terkait.
Muzakarah Nasional Alkohol Dalam Produk Minuman yang dibuka Menko Kesra Azwar Anas, berlangsung dua hari ee rangka menyongsong acara International “Halal” Food Exhibition III bulan September1994 di Jakarta.
Peserta muzakarah (musyawarah) lebih Kurang 200 orang terdiridari paraulama MUI, wakil instanasi pemerintah dan ormas Islam serta pengusaha industri makanan olahan,
Menurut Prof. Dr.Hj.Aisyah Girindra, Ketua Panitia, bertujuan antara lain untuk memperoleh rumusan tentang status hukum alkohol, menghasilkan kompilasi manfaat dan mudharat alkohol dan rumusan tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi mudharat minuman yang mengandung alkohol bagi kehidupan manusia.
Sejumlah pakar hukum, agama, dokter dan ahli pangan memberikan penyajian dalam muzakarah tersebut yang menurut rencana akan
BERITA YUDHA — HALAMAN II
menghasilkan rekomendasi pan penutupan acara di
esyid Istiglal, Jakarta malam ini.
Menurut Prof, Aisyah Girindra, masalah alkohol bukan masalah umat islam saya, tetapi masalah umat manusia seluruh dunia. Mengutip laporan WHO (1979) alkohol telah merupakan masalah kesehatan publik utama yang sangat berpengaruh pada perkembangan sosiukonomi. Dalam Japoran konsumsi alkohol meningkat tinggi pada kebanyakan negara di dunia. Dalam tahun 1982, produksi bir meningkat sampai 124% bahkan beberapa negara Asia mencuat sampai 500% dan di Afrika kira-kira 400%.
Dikatakan terdapat korelasi antara konsumsi alkohol
Wakil Presiden Try Sutrisno di Istana JI.Merdeka Selatan Jakarta Kamis (30/9) menerima Panitia Lomba
Cerdas Ti prapto, Pa
P-4 dan Festival Menyanyi Lagu P-4 Tingkat Nasional dipimpin Kepala BP-7 Pusat Sukesempatan tersebut dilaporkan tentang rencana lomba dan festival menyanyi lagu lagu P-4
yang akan berlangsung tgl.18 Oktober mendatang dan menurut rencana pembukaannya dilakukan Presiden
60 Persen Kejahatan Tidak Dilaporkan
Jakarta, Okt. (BY)
Hasil Survai Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 1991 menunjukkan dari 1.738.197 peristiwa kejahatan, 60,2 persen (1.084.992) tidak dilaporkan. Alasan tidak melapor antara lain tidak tahu harus dilaporkan, dianggap dapat diselesaikan sendiri, membuang waktu, tidak patut/pantas dilaporkan, takaut/khawatir merepotkan, tidak ada guna dilaporkan, dan lainnya.
Diantara berbagai alasan di atas terbanyak (367.142) mengatakan, tidak ada guna dilaporkan. Kemudian menyusul (219.461) mengatakan tidak patut/pantas dilaporkan. Susenas 1991 yang dilakukan oleh BPS ini mencatat data kurun waktu Januari 1990 hingga Februari 1991.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan rumahtangga dan pendekatan korban.
BPS dalam survainya ini telah mengumpulkan data tentang peristiwa kejahatan, pelaporan kepada yang berwajib dan tindak lanjutnya, jenistindakan/gangguan yang dialami, tempat dan waktu terjadinya
| tindakan/gangguan kejahatan, ser- |ta korban dan akibat tindakan/gangguan kejahatan.
Dibanding dengan hasil survai
Perlu Pembatasan Impor Dan Produksi Minuman Keras
dan kriminalitas, kecelakaan di jalan, pembunuhan dan sebagainya, Menurut data statistikk WHO, 50Yo kecelakaan di jalan disebabkan oleh peminum, 80Yo pembunuhan disebabkan alkohol, kejahatan lain sekitar 50Yo akibat peminum alkohol.
Sementara itu Menko Kesra Azwar Anas menyatakan dalam masalah perkembangan produk-produk makanan olahan, minuman dan kosmetika diperlukan peran para ulama untuk memberi petunjuk kepada masyarakat sesuai dengan ajaran agama, Petunjuk ulama itu diharapkan dapat mencairkan keraguan, khususnya menghadapi masalah-masalah yang kabur batasnya untuk dimengerti orang awam.
(R-05)
yang sama pada tahun 1982, pada umumnya kejahatan ditujukan terhadap harta benda, meskipun jumlah peristiwa kejahatan menunjukkan gejala menurun, tetapi tingkat kejahatan masih cukup tinggi,
Rumahtangga yang menjadi korban tindak kejahatan lebih banyak di desa (64,180) dibanding dengan di kota, Propinsi yang paling banyak menderita kejahatan adalah propinsi Jawa Barat, Anggota rumahtangga yang menjadi korban tindak kejahatan kebanyakan laki-laki,
Data mengenai tindak kejahatan tersebut, kini tersedia di BPS dalam bentuk Buku Statistik Kriminal.
(Humas)
......0.00000049
Penyalur/Agen "BY"
YENSOS AGENCY
Jl.Kramat Pela 1/8 Blok A
Kebayoran Baru
774929
7395536
Jakarta Selatan
Pcecccvcccccce®
AMBLAS DAN LONGSOR: Belum selesai diperbaiki amblasn ya badan
| Jakarta-Cikampek seperti nampak dalam gam bar sebelah kiri, men rif
|. Kamojing Cikampek, gambar kanan, Meski dipasang rambu-rambu tanda bahaya di lokasi longsor tersebut, namun demi keselamatan pengguna jasa jalan Tol tersebut, dituntut kewaspadaan yang tinggi, terutama di waktu malam hari. (BY:076),
lai
x Oknum ganisasi itu kepada Wapres.
Saya tidak slapjika dicalonkan
Menteri/Ketua Bappenas Ginanjar Kartasasmita menyatakan secara tegas tidaksiap dan tidak sanggup kalau ada yang
x Utoyo
Sea Dari hal |
siap untuk menduduki jabatan tersebut. Namun senada dengan Utoyo Usman, itu semua diserahkan keputusan akhir penyelenggaraan Munas Golkar yang tinggal 20 hari itu.
”'Soal pencalonan saya tetap saya serahkan keputusannya yang diambil dalam Munasnanti. Sayatidak mau mendahului.
Serahkansaja keputusanitu didalam Munas. Sebaiknya saudara-saudara jangan mendorong saya untuk mempengaruhi keputusan Munas nanti,”
ucapnya menandaskan.
Menjawab pertanyaan tentang pernyataan Mendagri (BY 29/9), pengungkan terhadap siapa-siapa bakal calon Ketua Umum Golkar dinilai tidak etis, dan hanya mau pingin ''beken”, Harmoko dengan diplomatis mengataan, tanya saya pada Pak Mendagri, sembari buru-buru memasuki kendaraannya yang sejak lama menunggunya. (R-25).
mencalonkan dirinya sebagai Ketua Umum Golkar untuk periode mendatang ini.
“Setahu saya tidak ada yang mencalonkan saya menjadi Ketua Umum Golkar (Golongan Karya). Saya bukan salah satu calon Ketua Umum," kata Ginanjar Kartasasmita ketika ditanya wartawan sekitar kemungkinan pencalonan dirinya menjadi Ketua Umum Golkar mendatang seusai bertemu dengan Wapres Try Sutrisno di Istana Merdeka Selatan Kamis (30/9).
Ditanya lagi kalau ada yang mencalonkan bagaimana, Menteri Ginanjar menjawab "'ka- Jau ada akan dijawab, bahwa saya tidak siap dan tidak sanggup menjadi Ketua Umum Golkar," tegasnya.
Ditanya pendapatnya dengan santernya suara-suara yang mencalonkan Harmoko sebagai Ketua Umum Golkar, Menteri Ginanjar mengatakan sulit memberikan penilaian. ““Karenasaya masih anggota ABRI aktif, aspirasi politik saya disalurkan pada ABRI dan oleh pimpinan ABRI disalurkan pada fraksi ABRI di DPR,” katanya,
Padahal yang dimaksud adalah masalah Golkar. Jadi jangan lupa ABRI dan Golkar ini organisasinya berbeda, Bahwa di dalam Golkar ada keluarga be-
V Darl hal I
sar ABRI itu adanya di sana sebagai pensiunan ABRI, bukan sebagai ABRI aktif,
"Oleh karena itu saya tidak bisa membuat tanggapan mengenai calon-calon Ketua Umum Golkar mendatang ini,”
tegasnya.
Ditanya lagi katanya mantan Wapres Sudharmono menjagokan Ginanjar, dijawab secara tegas, pasti tidak. “Saya bisa yakinkan pasti karena dasarnya pak Dar belum pernah bicara dengan saya dan menjagokan diri saya sebagai apa. Beliau adalah orang yang matang dalam politik,” ujarnya lagi.
Menjawab pertanyaan lagi mengenai ramainya mengenai pencalonan tentang Ketua
Umum Golkar ini Ginanjar yang mengaku dirinya sebagai pembaca koran mengatakan yang penting adalah musyawarah untuk mencapai mufakat disamping demokrasi harus jalan.
Yang penting lagi yang harus dimenangkan adalah kepentingan nasional, tegasnya lagi.
Kepala Wakil Presiden dilaporkan secara rutin tugastugasnya selama ini khususnya menyangkut persiapan penyusunan Repelita VI dan persiapan penyelenggaraan Inpres Desa Tertinggal (IDT) yang akan diberlakukan mulai 1 April 1994.
(Ant/KNI).
in inter change di mulut Pintu Gerbang 1gsor badan jalan Tol Japek di Jalur B..
Karawang Barat Jalan Tol
M.70, persisnya dekat Situ
Pembetulan
Pada penerbitan "Berita Yudha'', Kamis 30 September 1993 di.
halaman II dengan judul: Meneg Kependudukan/Ka. BKKBN
Sambut Baik Keinginan PARFI pada alinia 7 terdapat kekeliruan cetak yang sangat mengganggu:
Pada tahun ini menurut no, sebaiknya PA!
promosi film-film Inno Si melaku!
donesia termasuk film-film lama ang saat ini masih beredar, Da- Rangka kemiskinan tersebut. (seharusnya: Dalam rangka
kemitraan tersebut dst), im m&emikian pembetulan tsb, ma- “| ka kekeliruan cetak telah karni perbaiki.(Redaksi)***
x Buing Dar hall
ma di Melbourne.
Kapten Lohmeier segera memutuskan untuk mendarat secepat mungkin dan sebelumnya memberitahu lewat radio ke bandar udara Port Hedland yang penuh semak-semak didaerah pedalaman yang tropis di bagian baratlaut Australid untuk membersihkan landasan pacu bagi pendaratan pesawat Jumbo itu yang baru pertama dilakukan di bandara kecil tersebut,
Sebanyak 420 penumpang terus diberi penjelasan mengenai setiap langkah darurat dan ke mudian diberitahu bahwa penumpang yang sakit itu selamat:
(Ant/AFP).
x Fakta-Fakta kebetulan saya pada tanggal 30 September telah melakukan inspeksi terhadap Brigade tersebut, termasuk juga batalyonbatalyonnya untuk persiapan pelaksanaan upacara HUT yang ke XX. Sebenarnya pada tanggal 1 Oktober ada acara latihan, dimana kesatuankesatuan tersebut pada jam 6.30 pestharos sudah siap sedia berada di Lapangan Senayan.
Berhubung dengan pertanggungan-jawab yang saya minta, Komandan Brigade melaporkan bahwa Brigade Infanteri III adalah lengkap kecuali 2 batalyon yang tidak datang (ke Senayan) ialah Yon 454 dan Yon 530 yang ternyata sekarang berada di muka Istana atau di sekitar Istana Negara.
Ondertussen pagi-pagi pada saat kita mencari keterangan yang sejelas-jelasnya, sudah ada pengumuman yang pertama yang dikeluarkan oleh be kas Let.Kol, Untung, Komandan Yon I Cakrabirawa, bahwa mereka melakukan gerakan Re eee Gerakan 30 tem sel untuk Kesalahan 4 dap ''Dewan Jenderal” yang akan mengadakan coup dan gerakan ini dimaksud pula untuk "menyelamatkan negara”
dan “'menyelamatkan
Revolusi”,
Berita itulah pertama kali kami dengar sel 8 dengan berita yang pertama itu kami dapat mengambil kesimpulan bahwa gerakan tersebut adalah gerakan untuk melumpuhkan ' Dewan Jenderal”...
sendirinya saya sebagai anggota AD tentu le) mengetahui tentang keadaan AD, Adanya" Dewan Jenderal" yang bertujuan untuk n an coup saya adalah tidak masuk akal. Pa aa
saya menaruh kesimpulan bahwa berita dan alasan tersebut adalah alasan yang dicari-cari ie "De-
Dari hal I
rakan itu meragukan.
Pengumuman keduaialah terbentuknya Dewan Revolusi yang diketuai oleh Letkol Untungsendiri, disusul pula dengan daftar susunan Dewan Revolusi itu. Pengumuman tersebut jelas tidak menyinggung sasekarang saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sekarang sebenarnya merekalah mengadakan coup... Dan Bari terbukalah kedoknya. Dengan keterangan yang kami uraikan mengenai pengumuman-pengumuman dari mereka, maka sekarang kita sudah bisa mengetahui tujuan daripada gerakan itu, yakni coup. KEDUA kita dapat memisahkan siapa lawan siapa kawan.
Lawanadalah pertama-tama batalyon 530 dan 454 serta batalyon I Cakra yang terlibat pada waktu itu.
Itu yang sudah kita ketahui dari kesatuan-kesatuan AD.
. SETELAH kami mengetahui tujuan mereka dan siapa lawan siapa kawan, harus diusahakan supaya bagaimana juga tidak terjadi tembak-menembak dan pertumpahan darah setelah mengetahui bahwa di antara pasukan yang mereka gunakan adalah batalyon dari KO- STRAD sendiri, maka saya memerintahkan pada Komandan Brigade pada pagi-pagi hari ini untuk menghubungi Komandan Batalyon. Komandan Brigade mengirimkan kurir pada Komandan Batalyon, tetapi komandan-komandan batalyon 530 dan 454 sudah berada dalam Istana, sehingga mereka tidak mau memenuhi perintah saya.
Saya mengetahui bahwa mereka diserahkan wakilnya, maka
saya perin supaya dihubuna batalyon. Akhirnya wakil komandan batalyon langsung menghadap saya. Saya tanyakan apa tugas kesatuan ini menempati sekitar Istana. Mereka menjawab bahwa mendapat perintah khusus ialah mengamankan Pemimpin Besar Revolusi, Karena apa? Kare- Pen aren Yenkan pada neraka dan menjadi jawaban yang diberikan oleh Wakilhayakan negara maupun Revolusi kita.
Akhirnya-akhirnya Dan Yon tersebut menyanggupi dan kembali pada pasukannya. Dengan bantuan dari perwira-perwira tinggi maupun perwira-perwira menengah yang pada waktu itu datang pada saya, yang sudah mengenal satu-satunya anggota Yonitu karena bekas Dan Yon tersebut, yang saya perintahkan buka pakaian, letakkan pangkat Jenderal, kenakan pakaian preman dan hubungi anak-anak tersebut, yelaskan!. Danalhasil, dalam waktu kirakira dua jam Yon 530 pada waktu berkumpul dan naik truk melapor pada saya. Ini berarti bahwa satu batalyon sudah dapat kita selamatkan dari peristiwa tersebut. Penyelamatan batalyon 530 inipun atas bantuan Pangdam VIII yang pada waktu itu berada di Kostrad.
Kemudian mengenai Yon 454.
Ketika Wakil Dan Yon akan mem- ' berikan briefing pada Dan Kompi, Dan Yon yang tadinya dalam Istana keluar dan mengambil oper pimpinan atas Yon 454. Dengan demikian Wakil Dan Yon tidak bisa mengadakan briefing, penjelasan, pada Dan Kompi yang langsung di bawah Yon 454. Oleh sebab itu mereka lantas tidak bisa memenuhi perintah saya seperti yang dilakukan oleh Yon 530. Walaupun demikian saya masih berusaha.
Karena saya mengetahui kira-kira tengah hari, saya mendapat info, dan juga memang ada kurir ajudan dari pada Bapak Presiden menemui saya untuk menanyakan keadaan (situasi). Saya mengetahui bahwa Bapak Presiden tidak ada dalam Istana lagi, tetapi di sesuatu tempat Keadaan itu saya pergunakan lagi untuk supaya Yon 454 sadar akan kekeliruan tugas yang diterimanya itu, Saya telah bisa berhubungan dengan Istana, ialah dengan salah satu anggota Staf Men Cakrabirawa. Padanya saya perintahkan untuk menghubungi Dan Kompi dan Wakil Dan Yon 454, supaya dibawa masuk ke dalam Istana karena mereka mempunyai tugas untuk menpy Pemimpin Besar Revoyusi, untuk diyakinkan kalau Pemimpin Besar Revolusi tidak ada di dalam Istana. Jadi supaya sadar bahwa mereka percumasaja bertu-
Na adan yang udkan wakil Dan Yon $30 dan 454 atas gasdi dalam dan di sekitar Istana unmereka akan men- pertanyaan-pertanyaan saya. tuk mengamankan.
tan coup tidak ada. Kemudian saya tanyakan, apakah Benar, mereka dibawa masuk Yang benar, di AD itu ada Dewan mereka telah mend; uu- Istana, setelah meyakini bahwa- 2 Seog ee man-pen man dari "Dewan sanya PBR tidak di dalam Istana meyang disingkat Wanjakti, Dewan Ya- Revolusi”’initerutama yang dipim- reka menarik diri dan berkumpul ah |dan Kepangkatan Perwira pin oleh Letkol Untung? Mereka menjadi satu dalam Gedung Pemu- Tees, i mendengar. Sekarang kami tanya- da( setidah tur Land Res fe _ ‘iimempunyaltugasuntuktiap- kan:'’Pernahkah kamu mengeta- tapi rupanya mereka telah - Siap tahun menjelang Hari Prokla- hui bahwa Dewan Jenderal akan bat dari batas waktu yang saya tenmasi meninjau kenaikan Bayat mengadakancoup?" Tidak! Seka- tukan, dan karena itu mereka beraza Koyoui menjadi Jenderal. DewanRevolusiyangmembu- gerak...maju ke Halim anjakti ini diketual oleh Jenderal Kabinet Dwikora, kemudian keseluruhannya.
Sudirman dan wakilnya adalah saya se an dalam susu- Malas pedgan sedemikian, mar sendiri. f nan menyebut nama sekitar Istana penting Jadi saya tahu jelas, kalau yang daripada Pemimpin Besar Revolu- (adalah RRI dan Posti yan dapat dikatakan "Dewan Jenderal” itu si.Sayatanyapadamereka:"Apa- kita selamatkan tembakadalah Dewan tersebut makasama kahinitindakancoupataubukan?'" menembak sama. Karena mesekali tidak mempunyai angan- Merekamenyatakan:”Ya!, mere- mang sudah saya beri ultimatum, biangan apalagi rencana untuk men- kamengadakancoup".Kalaudemj- — lamana sampai jam 03.00 tidak diperebutanataumengada- kian, bahwasanya kamusekaliandi- kosongkan oleh mereka, kita terpanty near, untuk mengamankan Pemim- paksa akan mengambil kekerasan itu adalah Jenderal - fenderal dalam Pa ae TONKSN) PAN DEPAN dengan pasukan yang telah kita siaprangka Staf Umum AD pe- kamu diperalat melindun- kan, Syukur alhamdulillah itu senasehat yang adviseur dari Menteri Dena MERK EN TEA mua terjadi dengan tanpa memper- ADdalammemimpinAD ini. Saya an mereka; gunakan kekerasan, maupun menempatkan ADsebagai "Kau benar-benar diperalat! Oleh Saudara-saudara sekalian, kena- @lat revolusi, maka sepanj - ee Feces i aaa getahuan saya tidak ada an- setia kepada Revolusi, Sum- Fan RRI ipergukan oleh mereka pikiran kearah m coup Pe Prajurit, Saptamarga, segera dari pagi sampai sore hari?
rebutan kekuasaan itu. pulkan anak-anakmu dan kem- Saya menyadari bahwa dengan Oleh sebabituterusterangpada balilah melaporkan kepada saya! RI di sebagai media waktu itu saya mengambil kesimpu- Kalau Pa ON saya harus mereka untuk mengumumkan pe babes bess Sal mctipaken mengambil ti keras,karena kegiatan-kegiatan apa yang telah ditindakan-tindakan yang sifatnya memangkausudahmembantupa- lakukantentudalam bidang politik provokatif, Dus bagi saya alasan ge- da satu gerakan yingakan memba. akan kita rasakan kerugiankerugian kita yang besar terutama keluar seolah-olah telah ada kekuasaan yang lain dari pada kekuasaan Pemerintah... Kerugian-kerugian itu saya sadari tetapi saya yakin bahwa dengan tujuan menarik lebih dulukekuatan-kekuatan yang mereka pergunakan makaakan lebih teryamintercapainya penyelesaian... Dus menjauhkan pertumpahan darahlah yang saya titik-beratkan, dan syukur alhamdulillah.
Kalau pada waktu pagi-pagi hari setelah pengumuman pertama saya pun dapat merebut RRI dengan kekerasan, akibatnya tembakmenembak akan terjadi dan saya pun belum mengetahui apa sebenarnya yang di belakang gerakan ini.
Tetapi setelah ada pengumuman ” Dewan Revolusi” maka terbukalah kedok kegiatan mereka. Ini meyakinkan kami, untuk tidak raguragu mengambil tindakan terhadap "Gerakan 30 September" dan bisa mengetahui pula siapa lawan dan siapa kawan.
Sore harinya seluruh pasukan, kecuali Cakra yang berada dalam Istana yang sudah dapat kami hubungi semuanya ditarik ke Halim. Ini menambah satu indikasi bahwa bagi kami bahwa AU (Halim) adalah merupakan basis dari pada gerakan tersebut. Ini adalah penilaian saya pada waktuitu, dengan beberapa fakta mulai pagi sampai dengan jam 18,00.
Kira-kira jam 18.00 lebih, dus mendekati jam 19.00 pasukan Yon $30 mempunyai kewajiban mengamankana.I. daerah gedung F.N. ini, dus daerah sebelah selatan gedung F.N. Rupanya organisasi pemuda yang berada di situ belum mengetahui kalausudahkita ambil, maka datang gerombolan pasukan bersenjata untuk bezeten gedung F.N.
ini, Karena gerombolan ini terdiri dari pemuda-pemuda yang belum kita ketahui, maka mereka kita lucuti dan senjatanya kita ambil. Ternyata mereka adalah dari PR yang membawa senjatadari AU. Kemudian kita adakan interogasi (pemeriksaan). Mereka mengadakan bahwa AU telah membagi 3.000 senjata dan beberapa ratus lagi di beberapa tempat di Jakarta ini... berdasarkan fakta-fakta tersebut kami membuat satu perkiraan bahwa tentunya pagi-pagi tanggal 2 Oktober akan meletus kejadian-kejadian yang lebih hebat. Apakah itu merupakan suatu "serangan atau perebutan kembali" sekitar Istana? Sebagai seorang militer saya harus mengambil keputusan, dari pada didahului lebih baik kita mendahului.
Dus demi mencegah lebih ruwetnya keadaan atau kacaunya keadaan pada tanggal 2, maka saya memutuskan: malam itu juga harus dilakukan penguasaan atas (lapangan)
Halim.
“Saya tadi telah mengatakan bahwa Bapak Presiden berada di Halim
mulai pagi hari, kami telah mendengarnya dari ajudannya. Sebenarnya pada waktu itu Presiden telah memanggil beberapa perwira AD, ialah Jenderal Pranoto (Reksosamodro) dan Jenderal Umar.
Semuanya telah melapor kepada saya. Waktu itu saya memberi jawaban pada ajudan (Presiden) agar su- Retr Pabak
1 Plage AD betta kasi
i semi 9
2, Keadaan dapat saya kuasai Sa Aa Patin,
, Mengenai Jenderal- yang
Dates trag ae berdasar ape naterus a penilaian saya bahwasanya Halim
jenderal daripada yang sudah, karena kecurigaan saya (pada Halim)
mereka tidak saya ijinkan (pergi).
Dus kesimpulan saya pada waktu itu bahwa Bapak aman. Iniaman atau diamankan adalah suatu hal yang harus saya perhitungkan dengan fakta-fakta pada waktu itu.
Sore harinya datang lagi kurir ajudan dari Presiden kira-kira jam 20.00, juga minta penjelasan mengenai situasi. Juga sayajelaskan keseluruhannya. Pada waktuitu Ajudan Presiden minta tugas pada saya: Saya berikan tugas pada Ajudan itu: "Tugas yang kaulakukan adalah: Pindahkan Bapak dari Halim. Saya ulangi: Tugasmu yang harus kau lakukan sebagai Ajudanialah Pindahkan Bapak dari Halim. Saya akan bersyukur kepada Tuhan kalau kau memindahkan Bapak dari Halim".
(Pak Harto tidak menyanyikan apaapa, kecuali bersyukur kepada Tuhan, Red).
Rupanya ajudan ini mengerti maksud saya dan kemudian berusaha sekeras-kerasnya dan kira-kira jam 22.00 malam saya mendapat hubungan interlokal (telepon) dari Bogor yang menerangkan bahwa Bapak sudah berada di Bogor. Saya masih merasa perlu untuk mengekhek dengan mempergunakan orang Bogorialah Kolonel Alex untuk masuk ke Istana Bogor, dan memang benar Bapak sudah disana. Saya mengucap syukur kepada Tuhan bahwa di dalam tugas menguasai Halim tidak perlu saya harus mengambil dulu Bapak dari Halim dengan kekerasan. Tetapi beliau sudah keluar dari Halim, tinggal sekarang tugas penguasaan atas Halim.
Walaupun saya bermaksud untuk menguasai Halim, Saudara-saudara sekalian, saya mengetahui bahwa AU Halim pasti tidak keseluruhannya terlibat, dan seandainya saya menghancurkan Halim, siapa yang rugi, kita pun merasa rugi. Oleh sebab itu tugas yang saya berikan pada task-force yang saya bentuk untuk menguasai Halim, saya sertai pesan: usahakanlah jangan sampai mengeluarkan tembakan kalau dapat, dan jangan sampai merusak pesawat ataupun bangunan-bangunan karena itu adalah milik kita.
Oleh karena itu gerakan itu harus dilakukan pada malam hari. Kalau kitaakan melakukan mi.
kan secara konvensional ulnya mudah saya, karena task-forces tersebut sebagaimana tadi saya katakan, dalam rangka HUT AB sudah dipusatkan satu kompi tank oleh 22 tank, dengan satu kompi panser.
Dengan 22 tank untuk menembak seluruhnya ke Halim saya kira sudah dapat menghancurkan,
Tetapi memang saya sebagai se- Orang warga negara maupun sebagai anggota AD, partner dari pada Angkatan-angkatan lain tidak mengingini khususnya AU menjadi lumpuh dihancurkan, karena AU
milik kita. Oleh karena itu saya pilihkan pasukan-pasukan yangm dapat melakukantugas tersebut Im penyusupan untuk melakukan serangan malam.
Ae u jam 0611) Halim bisa kita sepenuhnya tanpa mengeluarkan tembakan, bahkan hanya terjadi insiden karena pagi-pagi benar ada kerbau tercencang (tertambat) baret RPKAD. Yang terpaksa ditembak... Jadi demikian lah Saudara-saudara, keadaan jam 06.10 sudah dilaporkan kepadia saya are Halim bisa ikea) Tepe
pa pengacauan pa tempat antara lain disekitar itu pnla senjata-senjata bisa kita grebeg.
M sudah disiapkan pasukan
began, dan beberapa senjata dapat kita rampas dari mereka.
Jadi sesudah Presiden PBR meninggalkan Halim, ada kegiatankegiatan pesawat yang naik yang juga sudah kita check, sebab kita mempunyai radar daripada semua satuan penangkis udara, hingga kita mengetahui berapa pesawat yang naik
berapa yang turun.
Padawaktu itu ada pesawat yang turun, Jet Star, yang sebetulnya menjemput Pak Bandrio tetapi belum terlaksana, dinaiki oleh Laksamana Herlambang, dan karena mungkin tidak tahu terpaksa juga ditembak oleh penangkis udara kita,
Jadi kalau terdengar tembakan kira-kira jam 12 padawaktu itu adalah tembakan ke pesawat yang mendekati Halim yang dari luar, tetapi tidak kena dan akhirnya pesawat itu dapat mendarat dengan selamat. Pada malam hari ada pesawat yang naik. Kita perhitungkan waktu itu apakah ini pesawat untuk mengami bil, untuk penguatan pasukan, ataukah evakuasi. Ternyata adalah pesawat yang melakukan evakuasi.
Dari Halim menuju ke Yogya dan menuju ke Madiun, Maospati.
Pada pagi harinya, kami dipanggil oleh Presiden bersama-sama dengan semua Panglima-Panglima dari semua Angkatan. Dan bersamasama dari ADadalah - Jenderal Pranoto dan juga Jenderal Mursid.
Mulai pagi il tetapi karena saya sibuk dengan jenderal Umar mengatur dan mengatasi situasi di kota, baru jam I lebih saya berangkat ke Bogor dan jam 4sampai di Bogor. Dan terus diadakan rapat di Bogor. Hadir para Panglima, dus Angkatan Kepolisian, Panglima AL dengan beberapa perwira, Bapak Presiden dan Pak Leimena, lantas dari AUadalah Laksamana Herlambang, Menteri Sarjio dan Menteri Yusuf dari Perdagangan serta satu lagi adalah Jenderal Sabur, sebagai Sekretaris KOTI. Sudah lama menunggu dan sesudah saya sampai lantas diadakan rapat. Beberapa saat setelah dibuka oleh Presiden, Laksamana Omar Dhani dan Komodor Leo datang pula terlambat, aa memang baru datang dari jauh.
Dalam rapat itu dijelaskan oleh Presiden, bahwa telah disadari atau diketahui oleh Presiden adanya peristiwa tersebut se istiwa An atap an ce el ae rupakan peristiwa politik yang ha- CE atoms politik. Maka oleh karena itu dibutuhkan oleh Presiden ketenangan dan ketenteraman kembali.
Diperintahkan oleh Presiden agar supaya keputusan beliau pertama yakni mengambil oper Pimpinan AD dan menunjuk perwira AD Jenderal Pranoto sebagai care-takerharian AD itu dilaksanakan." Apakah bisa dilakukan?"
Saya jawab: "Perintah dari Bapak bisa dilaksanakan segerabilamanadiumumkan. Saya akan mencabut segala pengumuman ah sel pimpinan sementara
, yang kemudian baik Presiden mau any tugasnya!"
Tetapi ru Presiden tidak tetapi menghendaki:
supaya sayatetap melaksanakan bilan keamanan dan ket. Karena dasar dari perintah beliau tidak ada,
ae diadakan ele
Bapak Presiden yang
kan adanya keputusan tersebut dan
Layatetga Pangima Kostrad un
tuk menyelesaikan Keamanan dan
menjadi golakan ni; saya emang tidak ingin kehilangan lebi cak khususuntukmelakukanpenggere- Ketertiban. Iniadalah faktasampai
pada tanggal 2 Oktober 1965.
Tugas yang diberikan kepada saya oleh Presiden adalah pertama saya harus mengusahakan supaya tidak terjadi pertumpahan darah khususnya antara AD dan AU. Saya berkata waktu itu: "Bisa saya diyamin dan bisa saya dilaksanakan”.
Kedua, saya harus bisa segera menarik semua senjata yang di tangan orang-orang di luar anggota AB. Tadi dalam laporan saya dijelaskan bahwa ada 3000 senjata dari AURI dan ada 200 senjata dari AD yang dibawa oleh pengikut-pengikut Gerakan 30 September tersebut.
Jadi dua tugas yang diberikan kepada saya. Pertama, gempur-gempuran katanya gebug-gebukan di antara Angkatan yang satu dengan yang lain, khususnya antara AD dan AU harus dicegah. Saya mengatakan: "Bisa kita lakukan!"
Yang kedua, mengambil senjata-senjata yang ada ditangan orang-orang luar AB. Saya menyanggupi pula, hanya ini makan waktu lama karena kita tidak tahu persis dimana senjata itu berada.
Saudara-saudara sekalian, setelah kami laporan pada 1 Oktober tersebut dengan sendirinya kami berusaha untuk mengetahui nasib dari yenderalyenderal kita yang diculik. Maka pada tanggal 1 malam dus malam tanggal 2, pasukan yang melakukan gerakan di
Halim dan berhasil dengan baik tanpa tembak-menembak kami tarik, Justru untuk menghilangi kemungkinan tembaktembakan antara AURI dengan kita, Lalu saya perintahkan mencari, menyelusur, dimana bekas-bekas dari nasib para Jenderal kita. Dengan berkat Tuhan pada malam itu kita memperoleh indikasi bahwasannya ada titik-titik yang di ketahui atas dasar laporan orang yang mengetahui kejadian itu. Pada malam itu juga gerakan dilakukan untuk mencari dan akhirnya terdapat tempat untuk melakukan "penyagalan"" terhadap Jenderal-Jenderal kita itu ialah dalam satu daerah pinggiran, daerah Lubang Buaya dan daerah tersebut adalah daerah dari Pangkalan Udara Halim. Dekat daerah tersebut adalah tempat latihan dimana tendatenda itu didirikan oleh AURI untuk melatih anggota-anggota PR maupun Gerwani yang dilakukan sebanyak kira-kira 3 Pang" na rak Nan perintahkan bahwa ngkaran jenazah tersebut | hanya atas perintah saya. Pada tanggal 4 pagi baru kita adakan pembongkaran. Ternyata memang benar. Semua jenazah 6 Jenderal dan satu perwira (adalah ajukan dari pada Menteri/KASAB) dimasukkan dalam satu sumur yang sudah mati dan memang sudah menurut anggapan dan pikiran mereka
sudah tidak akan kelihatan karena Sumur itu ditutup dan di atasnya juga sudah dibikin padat, sehingga seolah-olah tidak kelihatan.
Dengan petunjuk yang ada akhirnya kita bisa menemukan sumur tersebut di tempat seperti yang kemudian sudah dimuat dalam surat kabar- surat kabar.
Tugas yang diberikan kepada kami antara lain memang untuk mencegah sejauh mungkin gempur-gempuran antara AU dan AD, ini harus kami lakukan. Sebaliknya anak-anak mengetahui peristiwa tersebut (terdapatnya sumur jenazah di daerah Halim Red), ini pasti sulit dan sukar untuk mengendalikan amarahnya, sebaliknya Presiden sudah memberi Pidato-Radio yang kedua di mana beliau menjelaskan bahwa Presiden dalam keadaan selamat dan memimpin tampuk pimpinan, serta bahwa AURI tidak terlibat dalam soal ini dan harus dijauhkan tembakmenembak antara AURI dengan AD.
Maka untuk mengekang tindakan-tindakan yang tidak bisa dikendalikan begitu saya, terpaksa saya mengeluarkan statement di tempat itu yang isinya: Membenarkan Presiden, bahwa AU tidak-terlibat, tetapi menurut fakta-fakta adalah tidak-mungkin pasti ada oknum-oknum dari AURI yang terlibat.
Oleh karena itu saya menganyurkan kepada AURI supaya melakukan tindakan segera terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam peristiwa itu. Maksud kami ialah pengekangan terhadap tindakan-liar dari anak-anak kami dan juga mengajak AUBRI agar supaya menunjukkan sikap yang tegas, bisa memisahkan mana yang benar. Dan benar, kebijaksanaan tersebut bisa menikan, syukur alhamdulillah, tindakan-tindakan anak kami yang liar untuk membalas dendam dan lain-lain adalah tidak ada.
Saudara-saudara dapat menggambarkan betapa marah nya seorang prajurit yang mengetahui peristiwa tersebut, bagi perwiranya mungkin bisa dikendalikan tapi bagi seorang prajurit sukar untuk dikendalikan. Tapi dengan penjelasan itu, penerangan, sesuai dengan kehendak PBR, agar supaya kita berjiwa besar, kampun membawa prajurit-prajurit
TNI juga berjiwa besar tidak mempunyai sifat dan kehendak untuk gerangan 7 siapapun juga, terlebihkita telah mengetahui AURI sebagai organ tidak terlibat, hanya oknum-oknumnya itu harus dicari dan kita serahkan sendiri kepada AURI, tidak perlu kita turut campur untuk menyelesaikan persoalan AU- RI sendiri.
mengenai faba falta Bad te
sil dari pada usaha pelaksanaan tugas yang telah dibebankan oleh Presiden antara lain untuk mendekatkan AURI dengan
AD, adalah dengan cara meil Fe until hi langkan angspychose dari pada perwira-perwira AU terhadap AD. Karena saya banyak mengenal mereka, mereka saya panggil satu-persatu atau secara rombongan sehingga suasana pulih kembali, sehingga curiga-mencurigai dapat dihilangkan dari antara AU dengan AD.
Untuk melumpuhkan kekuatan yang bersenjata, ada be:
berapa pasukan yang tadinya melarikan diri sampai Bekasi.
Pada tanggal 1 Oktober sampai di Bekasi dan senyatasenyatanya mereka mengumpulkan dan menyerahkan kembali. Pada dasarnya semua pasukan yang tadinya terlibat, khususnya Yon 530 dan 454 sudah semuanya kembali. Jadi dengan ikian ternyata bahwa orang-orang anggota kesatuan-kesatuan ini benarbenar hanya dibawa-bawa oleh orang yang tidak bertanggungyawab. Dan pelaku-pelaku utama dari peristiwa tersebut sudah pula dapat ditangkap semuanya, kecuali satu yaitu « Jenderal Suparjo (seperti kita ketahui kemudian Sena tertangkap dan di Mahmilu!
kan serta sudah mendapat vonis)...
Demikianlat iel perlu saya berikan. Saya mukakan fakta-fakta, terserah kepada saudara dalam penilai-.
an terhadap fakta-fakta tersebut.
(Pidato Mayjen TNI Suharto « Didepan PB. Front Nasional - 15 Oktober 1965)
Referensi:!
“Salinan Dokumen Terpilih Sekitat
Pemberontakan G30S PKI" 1993| oleh Alex Dinuth.
x Penertiban
Dari bal
nebang kayu di hutan, karena ada yang membiayai,” tambah:
nya.
Ia berharap agar iban tel liar secara
Bt ha sempatan terpisah, huananKaleng ef 1 Ob, mengatakan, sejumlah industri penggergajian kayu baikan ag megang Hak Pengusahaan Hu:
tan (HPH) di daerah ini menam:
pon tebangan liar karena esulitan memperoleh bahan baku kayu bulat. i
Hasil TKPH Kalteng bebera:
pa waktu lalu menemukan ri:
buan meter kubik kayu gergaf jian hasil tebangan liar - rapa sawmill dan kayu tradisional di daerah itu (Ant).
yang |