Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01595

Berita Yudha, 25 Oktober 1994: Buku Putih G30S (bagian 13)

Cleaned OCR text (Good (0.916); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

TAJUK RENCANA aM R Tit Kunjungan Presiden Clinton Dan Perdamaian Di Timur Tengah Andaikata tidak ada peledakan bom di Tel Aviv yang menewaskan 22 orang Rabu (19/10) lalu, maka kemajuan-kemajuan usaha perdamaian di Timur Tengah tentulah tidak akan menghadapi ancaman berat seperti sekarang ini. Sebagaimana diketahui kelompok Hamas yang menentang perdamaian Palestina- Israel mengakui bertanggungjawab atas peledakan bom itu. Israel, PLO dan dunia mengutuk tindakan pemboman yang menimbulkan korban di kalangan penduduk sipil itu. Memang sudah diketahui umum, bahwa baik di pihak Palestina maupun di pihak Israel ada penentang-penentang atas perjanjian damai yang sudah ditandatangani oleh Yasser Arafat dan PM Yitzhak Rabin. Perjanjian perdamaian itu sedang dalam proses pelaksanaan dan kedua pihak berusaha untuk dapat dilaksanakan sejauh mungkin isi perjanjian tersebut. Sementara itu suatu pembicaraan intensif dilakukan oleh pihak Yordania dan Israel. Pertemuan Raya Hussein dan PM Yitzhak Rabin sudah berlangsung. | Perjanjian perdamaian antara keduanya segera akan ditandatangani di perbatasan kedua negara pekan ini. Tentu saya ada pihak-pihak yang menentang perjanjain perdamaian itu, termasuk Suriah dan beberapa negara Arab lainnya. Usaha untuk mencarikan perdamaian yang menyeluruh terus dilakukan, terutama dengan pihak Suriah. Berbagai pendekatan dan pembicaraan melalui penengah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Warren Christoffel dilakukan secara intensif. Meskipun Suriah selalu menentang perjanjian perdamaian antara Mesir, Palestina dan Yordania dengan Israel, tetapi tampaknya Damaskus tidak menolak upaya pendekatan dari pihak AS. Berbagai kalangan pengamat politik di Timur Tengah memang tidak gegabah dalam memberikan analisanya mengenai usaha perdamaian Suriah dengan Isarel itu. Presiden Hafez Assad selama ini beruaha keras agar negaranya dicoret dari daftar hitam negara-negara pendukung teroris. Dengan masuk daftar hitam itu Suriah mendapat kesulitan dalam memperoleh bantuan dari lembaga-lembaga internasional. Kesediaan Suriah untuk berunding dengan Menlu AS tentulah dalam kaitan dengan upaya untuk membuktikan bahwa negara itu tidak mendukung terorisme. Berita mengenai perkembangan buruk setelah ledakan bom di Tel Aviv terhapus dengan adanya pengumuman dari Duta Besar AS untuk PBB, bahwa Presiden Bill Clinton sudah pasti akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah pekan ini. Pengumuman itu memang menjadi amat penting, karena sebelumnya kuat dugaan Presiden AS itu tidak mungkin akan ke Timur Tengah dalamsituasi seperti sekarang ini. Terlalu besar risikonya, baik politis maupun keselamatan fisiknya. Menurut pengumuman itu, Presiden Clinton menganggap momentum yang begitu baikuntuk menuju kearah perdamaian di Timur Tengah harus dipelihara. Ia akan datang ke kawasan itu, meski memang ada risiko yang harus diambil. Perjalanan Presiden AS meliputi kunjungan ke Suriah, Israel, Yordania dan Mesir, kemudian ke Saudi Arabia dan Kuwait. Secara khusus rencana kunjungan Presiden Clinton ke Suriah mendapat sorotan semua pengamat politik di Timur Tengah. Masih menjadi pertanyaan seberapa jauh hasil yang sudah dicapai oleh misi bulak-balik Menlu Christoffel selama ini. Menurut kalangan di Washington, perundingan Menlu AS dengan Suriah berjalan alot dan sulit mencapai kesepakatan. Kalau demikian, pertemuan Presiden AS dengan Presiden Suriah diharapkan akan dapat mendorong kearah titik-titik temu. Kunjungan Clinton ke Damaskus itu dilakukan sebelum ia menghadiri penandatangan perjanjian perdamaian Yordania-lsrael. Apakah dengan berkunjungnya Clinton ke Damaskus didukung oleh keyakinan akan kesediaan Suriah untuk ikut dalam perjanjian perdamaian dengan Israel? Barangkali itu yang menjadi alasan mengapa ada risiko politik dari kunjungan Presiden AS ke Suriah. Dalam duapuluh tahun terakhir ini tidak ada Presiden AS yang berkunjung ke Damaskus. Terakhir tahun 1974 Presiden Richard Nixon berkunjung ke Damaskus dan bertemu Presiden Hafez Assad. Baru Presiden Clinton sesudah pertistiwaitu melakukannya. Ini artinya ada usaha keras AS untuk membawa Suriah dalam perjanjian perdamaian dengan Isracl. Dan di pihak lain, Suriah juga ingin menunjukkan bahwa pihaknya tidaklah bersikap terlalu keras menghadapi usaha-usaha perdamaian. Presiden Assad memang menyatakan sejumlah ketidaksetujuannya terhadap perjanjian perdamaian Palestina dan Yordania dengan Israel. Ia sebenarnya menghendaki perjanjian perdamaian itu dilakukan secara terpadu, sikap sama yang juga dikemukakannya terhadap perjanjian perdamaian Mesir-Isarel dulu. kei Presiden Assad mengakui hak bangsa Yordania untuk berdamai dengan srae). Dengan melihat perkembangan itu, maka kunjungan Presiden Clinton yang semula diangap sebagai kunjungan “biasa” saya, menjadi berubah nilainya. Kunjungan itu akan amat besar pengaruhnya terhadap proses perdamaian menyeluruh di Timur Tengah, karena Suriah tampaknya sudah dipandang akan ikutr serta. Bila memang demikian halnya, maka nama Clinton akan menjadi lebih menonjol, terutama di Amerika Serikat sendiri. Suatu keuntungan politis bagi Partai Demokrat. Namun yang paling penting bagi kita sekarang iniadalah agar benar-benar tercipta perdamaian di Timur Tengah.*** HUTAN Diberitakan, 150 hektar hutan di Bedugul Bali terbakar, - Kebakaran memang lagi marak. APARTEMEN Menurut karena banyak persyaratannya sering tidak lengkap. - Kalau rakyat sih pilih Rumah Susun saya deh. au BUAH-BUAHAN Menteri Pertanian minta agar para petani memproduksi buah-buahan yang sesuai selera pasar, -Beda dengan produsen BH, ukuran yang paling banyak di pasaryg harus diperbanyak produksinya. Kepala BPN Soni Harsono, masyarakat agar hati-hati membeli apartemen, peal selalu menimbulkan penderitaan bagi warga sipil terutama anak-anak dan wanita disamping hancurnya sarana dan prasarana fisik karya manusia yang dibangun dalam waktu cukup lama tetapi dihancurkan dalam waktu sekejap. Keadaan seperti itu juga dijumpai di negeri bekas Yugoslavia yang saat ini terlibat erang antar etnis antara Corbis Muslim dan etnis Kroasia, yang menyebabkan puluhan ribu manusia menjadi pengangai di negeri mereka sendiri, Anak-anak yang seharusnya sekolah dan bermain, Kini hidup tidak menentu, Banyak di antara mereka harus berpisah dengan orang tua, dengan sekolah dan teman-teman mereka, Banyak cerita sedih tentang ini, bahkan seorang bocah Bosnia, Zlata mengungkapkannya melalui buku harian yang kini diterjemahkan ke erbagai bahasa. "'Anak saya sampai kini tidak tahu di mana, juga tidak tahu apakah ia sudah mati atau masih hidup," kata Ilija (60) yang mengungsi dari Bukovar, sekitar 80 m dari Zagreb sejak tiga tahun lalu. Ia kehilangan anaknya Ivan, Ni uni kini tidak diketahui keberadaannya, Ibu dan ayah yang kehilangan anak, istri yang kehilangan suami atau nenek kehilangan cucu, adalah berita biasa dalam kancah konflik di bekas Yugoslavia. Orangsoranip yang kehilangan sanak keluarganya itu menghimpun diri dalam suatu organisasi “Korban Perang” dan melakukan aktivitas di depan markas UNPROFOR di Zagreb. “Kami meminta warga dunia untuk menyelesaikan masalah ini. Kami kehilangan keluarga dan kesematan untuk hidup “normal. €napa perang terus berlangsung,” kata Glavni Odonovic, seorang pengunuk rasa di depan markas NPROFOR. Unjuk rasa para pengungsi tersebut, hampir setiap hari terjadi di depan markas PBB tersebut. Mereka menyusun ratusan batu bata di depan markas berupa batu bata merah (untuk korban perang (as hilang) dan batu bata itam, untuk korban mati. UNPROFOR menjadi sorotan, karena konon sejak kedatangan pasukan baret biru PBB tersebut tiga tahun lalu di bekas Yugoslavia, mereka dijanjikan persoalan di bekas Yugoslavia akan dapat di selesaikan dalam waktu tiga tahun.. "Kini, waktu sudah lewat tiga tahun, tetapi hasilnya belum ada,” kata Ilija yan mengungsi dari daerah asalnya ke Zagreb dan ditang- Yung pemerintah Kroasia engan tinggal di hotel berbintang, Sebelum pecah parang tahun 1991, ketiga ctnis di bekas Yugoslavia Serbia, Kroasia dan Muslim hidup berdampingan secara damai di enam republik Federal Sosialis Yugoslavia.(Serbia, Montenegro, Kroasia, Slovenia, Bosnis Herzegovina, Macedonia). Bukan hanya hidup berdampingan secara damai, para penduduk dari tiga ctnis tersebut juga melakukan perkawinan campuran dan tinggal di berbagai daerah secara tenang sampai akhirnya malapetaka datang menimba bangsa tersebut, Perang tiba-tiba menghempaskan anak-anak bangsa, sehingga banyak keluarga campuran yang terpecah belah, berpisah dengan anakistri serta mengungsi dari tanah kelahiran. “'Saya harus meningalkan Sarajevo, tidak mungin saya bisa hidup di sana. Nyawa saya selalu terancam,” kata Alma Konyhodzic, seorang mahasiswa muslim yang harus mengungsi dari Bosnia Herzegovina akibat perang. Mahasiswa kedokteran gigi ini berpisah dengan ayah-ibunya tang tetap bertahan di Saran) sementara Alma memilih pergi ke Zagreb, ibukota Republik Kroasia untuk menyelamatkan kehidupannya dari serbuan bekas rekan satu bangsa, Bosnia-Serbia yang sampai saat ini terus mengepung Sarajevo. Perang memang selalu meminta korban. Warga Muslim di Sarajevo ataupun di Mostar harus lebur mcnyusul gempuran bertubi-tubi dari Serbia yang ingin merebut wilayah tersebut. Orang-orang Kroasia juga mengalami hal yang sama, harus rela meninggalkan tempat tinggal mereka akibat empuran milisi Serbia anton perang antar etnis tersebut. Sedang perlakuan yang sama, juga dialami warga Serbiaa yang berdiam di wilayah Kroasia, mereka harus mengungsi meninggalkan kampung tempat mereka lahir karena milisi Kroasia tidak bisa membiarkan mereka tinggal di wilayah itu. Akibatnya, ketiga suku tersebut, satu-sama lainnya mes ai pengungsi ke wilayah yang sesuai dengan etnis mereka.Padahal sesungguhnya, sebelum peran terjadi, tanah mana pun di wilayah Yugoslavia, adalah BERITA YUDHA - SELASA, 25 OKTOBER 1994 HALAMAN | / ANALISA/KOMENTAR Akibat Perang Mereka Jadi Pengungsi Di Negeri Sendiri Oleh: Rajab Ritonga tanah air mereka, Tetapi pajak Perang meletus, mereka bukan lagi orang-orang Yugoslavia, melainkan orang-orang berdasarkan ctnis mereka, yang memiliki wilayah dan negeri sendiri dan tidak bisa bebas pergi ke wilayah dan negeri sendiri dan tidak bisa bebas pergi ke wilayah lain yang ukan kekuasaan ctnisnya, Sampai saat ini, tidak diketahui secara pasti jumlah mereka yang mengungsi, tetapi hampir setiap orang yang dijumpai di negeri ckas Yugoslavia itu. menyatakan dirinya sebagai pengungsi, _ Di "kamp pengungsi Turanj, sekitar 60 km dai Zagreb ibukota Republik Kroasia, dijumpai sedikitnya 20.000 AE yang berasal dari eth aral, Mereka umumnya adalah warga Muslim yang terpaksa Mengungsi menyusul teryadinya perang di sana. .. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan, perang telah mencabik-cabik kehidupan kami,” ujar seorang warga Bosnia yang mengaku sudah berada di kamp penam- PAKEM terebut sejak dua ulan lalu dan sampai sekarang ia tidak tahu akan ae berapa lama di sana. chidupan para pengung- Si tersebut sangat menyedihkan, mereka tinggal di tenda-tenda darurat, barakbarak ataupun reruntuhan rumah yang hancur akibat pemboman atau kena mortir. Mereka hidup dari makanan dan minuman yan dijatah Badan PBB untu. urusan Pengungsi (UNH- Makanan yang dijatah UNHCR terdiri dari terigu, susu kacang, gula dan makanan kaleng, sedang air bersih dipasok melalui selangselang Keadaan yang sama juga dijumpai di Mostar, Bosnia Herzegovina, sekitar 130 km dari Sarajevo. Di sana keadaan lebih menyedihkan karena makanan dan minuman amat terbatas sementara warga muslim yang tinggal di sana tidak bisa melakukan aktivitas mereka mencari nafkah. Sepertinya tidak ada lagi kehidupan di Mostar Timur karena Sedang Peran atau pun rumah rumah penduduk semuanya hancur-lebur dihancurkan milisi Kroasia atau Serbia. Begitu juga dengan jembatan berusia 500 tali peninggalan Otzoman Turki yang semasa perang dunia I dan II tidak dihancurkan kini sudah ambruk tidak berbentuk. "'Praktis semua warga Kostar menganggur, anakanak tidak ade yang sekolah Pasar tidak buka," Kapten Ar) Aan AB, pengamat militer Kongan XIV yan berdinas di Mostar, ”, Kota Mostar yang terdiri dari Mostar timur (dikuasai Muslim Bosnia) dan Mosytar Barat di kuasai Bosnia- Kroasia, hancur total, dan hanya sekitar 35.000 penduduk dari semula lebih dari 100.000 yang tersisa di kota tersebut “Selebihnya mati, atau mengungsi, sedang Serbia- Bosnia terus menembaki kota dari bukit-bukit," ujar Jalyn Yusyuf scorang petugas penghubung Angkatan Bersenjata Bosnia Herzegovina di markas Pasukan Perlindungan PBB (UNPROkas “Yang kita cemaskan adalah bila musim dingin tiba, tidak cukup persediaan baik persediaan bahan bakar," kata scorang perwira Yordania yang menangani masalah pengungsi di Novska, sekitar 50 km dari Zagreb. Musim dingin memang merupakan momok, karena diperlukan kalori yang banyak bagi tubuh untuk menyambung hidup sementara listrik di tempat-tempat penampungan hampir pasti menjadi barang Pa na, “Para pengungsi, biasanya mencoba mencari kayu bakar untuk dijadikan peng: hangat kata Letkol Inf. Eddi Budianto komandan Pengamat Militer Kontingen Garuda XIV. Dari semua dala pengungsi, barangkali yang paling “'enak"' adalah pengungsi Kroasia yang ditanggung pemerintah Republik Kroasia. Mereka tinggal di hotel katagori B (Setingkat hotel bintang dua) dengan biaya pemerintah. "Kelihatannya enak, tetapi sesungguhnya kami lebih enak kalau bisa tinggal di daerah kami semula," kata Ilija yang kini daerahnya di Bukoyar diduduki Serbia- Kroasia dan kemungkinan besar sulit kembali ke sana. Ada sekitar 150 warga Kroasia yana aan di hotel bertingkat 20 itu dan umumnya adalah orang tua dengan anak-anak mereka. Mereka PN saat menunggu untuk bisa kembali ke Kara halaman, kembali berkumpul dengan keluarga. Tidak ada kehidupan yang lebih enak, selain hidup tenang di tengah keluarga. dan di tanah yang damai, itulah sebuah harapan yang kini terasa jauh bagi sebagian warga eks Yugoslavia yang tidak tahu mengapa mereka tiba-tiba harus menderita seperti itu. (Ant) Kemajuan Para Pakar Mencari Sumber Energi Alternatif Oleh: Sapto HP Keberhasilan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) mengembangkan energi angin untuk keperluan listrik masyarakat desa Bulak Baru dan Kalianyar di Jepara, Jateng, agaknya membuktikan bahwa diversifikasi sumberdaya energi listrik menjadi alternatif yang pengembangan bisa dilakukan segera. Diversifikasi (penganekaragaman) tersebut pernah diusulkan oleh dua peneliti dari disiplin berbeda, Pakar Listrik Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jakarta Tunggul Sirait, dan Ketua Himpunan Fisika Indonesia (HFI) Prangtopo, saat menanggapi rencana pendirian PLTN di Semenanjung Muria, Jateng, dalam suatu seminar mengenai alternatif energi masa depan. enelitian yang dilakukan Lapan - bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang - mengenai pedengan bahan bakar gas bumi. "Pengembangan energi konvensional ini merupakan alternatif bagi rencana pengembangan PLTN yang mengandung risiko kerugian jauh lebih besar dari harga PLTN itu sendiri," katanya Senada dengan Tunggul, Prangtopo mengatakan, pembangunan PLTN dewasa ini memang telah mencapai banyak kemajuan dari segi keamanan dan risiko kecelakaan, namun Pemana sampah bahan kar nuklir sampai saat ini masih tetap menjadi masalah yang fundamental. "Oleh karena itulah pengembangan energi gas alam, batu bara dan geotermal sebagai energi alternatif masih merupakan pilihan yang aman," 3 tanya, Menurut dia, pengembangan nakan sejak beberapa abad yang lalu, terutama untuk proses pengeringan, memasak, dan memanaskan Sebagai contoh, Pemerinah Chili pada 1872 membangun instalasi penjernihan air seluas 5.000 meter persegi untuk mendapatkan air minum dari penyulingan air laut. Instalasi itu mampu secara efektif menghasilkan 28 meter kubik perhari selama 40 tahun. Pada 1878, di Parus puntelah dibuat konsentrator sinar matahari yang dapat menggerakan mesin uap untuk menjalankan mesin Cetak. Sementara itu di Mesir dan AS (pasadena Selatan, California, Philadelpia, dan New Mexico) telah juga dibuat mesin uap serupa pada awal abad ke-20, Parangtopo mengatakan, instalasi sederhana sejenis dengan kong, India, Korea Selatan, Filipina, dan Thailand. Menurut Parangtopo, teknologi "Solar Water Heater’ sebenamya terbilang sederhana, yaitu dibuat dari suatu pelat hitam yang menghadap sinarmatahari untuk menyerap energi surya yang jatuh padanya. Pelat hitam ini ditutup dengan bahan yang trans; untuk fedladibar titelak eenira ei dan penutup terjadi efek rumah kaca, sehingga memperbanyak penyerapan energi surya. Kemudian, di bawah pelat ini ditempatkan pipa-pipa tembaga Ba ai alan dipanaskan secara berulangulang. Parangtopo mengemukakan, melihat penggunaan energi surya yang telah dikembangkan sejak abad 19, sebenarnya pengembangan energi surya ini segera dilakukan di Indonesia, karena potensi yang dimili Indonesia berlimpah Gerakan 30 Septembe | IPemberontakan Part: Komunis Indonesia Latar Belakang, Aksi Dan Penumpasannya (13) 2) Aksi Massa BTI di Jawa Barat Rentetan aksi-aksi massa BTI berikutnya terjadi di arca kehutanan milik negara di hutan Karticala dan Tugu, Kabupaten Indramayu, di daerah Jawa Barat, Pada tanggal 15 dan 16 Oktober 1964 terjadi pengeroyokan dan penganiayaan,terhadap 7 anggota polisi kehutanan, yang menjaga perkebunan milik negara, oleh lebih kurang 2.000 massa anggota BTI dan PR di daerah tersebut Demikian pula, Jaga tanggal yang sama terjadi kasus serupa di hutan Telagadua dan Peyengkolan. Di tempat itu lebih dari 1.500 massa BTI dan PR menangkap dan menganiaya 3 orang petugas kehutanan yang sedang menjaga tanaman mill negara. 3) Aksi Massa BTI di Jawa Timur Sementara itu, di desa Gayam, Kediri, Jawa Timur pada tanggal 15 Januari 1965 terjadi erakan aksi massa yang dilakuae oleh BTI. Sekitar 1.000 orang anggota BTI menyerbu dan menganiaya seorang petani bernama Sudarno yang sedang mengerjakan lahan sawahnya denganalasan bahwa sawah yang digarap Sudarmo merupakan sawah sengketa. Kepala desa setempat yang bermaksud melerai peristiwa tersebut dikeroyok dan dianiaya hingga mengalami luka-luka. 4) Aksi Sepihak BTI di Sumatra Utara Aksi yang sama terjadi pula di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, yang terkenal dengan peristiwa Bandar Betsy. Massa BTI secara liar telah menyerobot tanah perkebunan milik Perusahaan Perkebunan Ncgara (PPN) di daerah Bandar Betsy dan menanaminya, antara lain dengan pohon pisang. Untuk menertibkan penyerobotan tersebut, pihak perkebunan pada tanggal 14 Mei 1965 berusaha membersihkan tanaman yang ada dengan traktor. Namun, secara kebetulan traktor tersebut terbenam dan mogok. Sujono, Pelda TNI-AD, petugas di PPN yang berusaha menarik keluar traktor yang terbenam tibatiba didatangi dan dikeroyok sekitar 200 orang BTI dan PR. Pelda Sujono melawan, tetapi dia dihantam dengan linggis dan dicangkul kepalanya hingga gugur dalam menjalankan tugasnya. Sambil menyerang, para pengeroyok mengejek dan memaki Pelda Sujono sebagai "Tentara Nekolim". Aksi sepihak yang dilakukan terhadap Pelda Sujono tersebut meruap uji coba terhadap pihak I-AD C. Aksi-Aksi Teror I) Peristiwa Kanigoro Kediri Pada tanggal 13 Januari 1965 sekitar pukul 04.30 subuh, lebih kurang 3.000 anggota massa PKI yang pacar cal Pengurus Cabang Pemuda Rakyat (PR) Daerah Kediri, Suryadi, mengadakan teror dengan melakukan penyerbuan terhadap para aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) yang sedang mengadakan mental training (pelatihan mental) di Desa Kanugoro, Kediri, Jawa Timur. Pada kesempatan itu massa PR/PKI melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap para kiai dan imam mesyid serta merusak rumah ibadah, bahkan menginjak-injak Kitab Suci Al Quran. Sambil melakukan penyerbuan, mereka meneriakkan katakata antara lain: "Ganyang Santn", "Ganyang Masyumi", "Ganyang Sorban", "Ganyang Kanyatakan persona non gra hadap Direktur AMPAI, Bill sirnya dari Indonesia. bat agitasi anti Amerika Serikat yang dilakukan PKI, gal 16 Maret 1965, sekitar 1.000 massa pendu tidak terkendali menuju ke kantor AMPAI sambil meneriakkan slogan-slogan: "Tutup kantor AMPAI", "Usir Bill Palmer Agen CIA" "Go home Yankee", “Go home Ambassador Jones," dan lain-lain. demonstrasi anti Amerika olehs massa komunis, Radio Peking (RRC) dalam siarannya menyatakan, "Para demonstran mengeluarkan pernyataan rosin, nya dero balan massa dengan sikap beringas mencari Gubernur, yang oleh para pembantun. ya telah diamankan dari amukan massa PKI Dari hasil pemeriksaan dilakukan kemudian dapat diketahui bahwa tujuan demonstrasi massa PKI tersebut adalah um tuk menangkap Gubernur -- yang dijabat oleh seorang Perwira Tinggi AD, Brigjen TNI Wiyos no -- kemudian akan mengik raknya diiringi berbagai hinaan untuk selanjutnya dibunuh. Aksi teror ini merupakan uji coba kekuatan Pki terhadap kewibawaan Pemda Tingkat | Jawa Timur 3) Aksi Massa dan Demonstrasi Anti Amerika Dalam upaya meningkatkan “ situasi revolusioner, PKI memanfaatkan situasi anti Neo- Kolonialisme-Imperialisme (Nekolim) dengan menempatkan Amerika Serikat, dan Inggris sebagai sasarannya Pada awal Desember 1964 sejumlah massa pendukung PKI mengadakan demonstrasi untuk memprotes kehadiran dan kegiatan kantor penerangan Amerika Serikat, United States Information Service (USIS) diseluruh Indonesia. Dalam aksi mas- Sanya, mereka menghancurkan perpustakaan USIS yang berada di Jakarta dan Sarilayal Pada tanggal 10 Desember 1964 unsur-unsur buruh Postel/ SOBSI di Jakarta dan kota-kota lain menyita berbagai penerbitar USIS. Tekanan-tekanan politik PKI tersebut di beberapa daerah berhasil memaksa Pemerintah RI menutup cabang-cabang kantor USIS, termasuk perpustakaan Ford Fundation di Yogyakarta. Dalam hubungan ini, surat kabar PKI Harian Rakyat edisi 11 Desember 1964 menulis bahwa kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia tersebut benar-benar patriotik. Sementara itu, pada tanggal yang sama, 11 Desember 1964, Kantor Berita Antara menyiarkan adanya tuntutan agar semua kegiatan USIS diseluruh Indonesia dilarang dan seluruh anggota Peace Co (Korps Perdamaian) Ame: Serikat diusir dari Indonesia. Pada tanggal yang sama, Wakil KetuaUmum Panitia Aksi Pemboikotan film-film Amerika, Ny.Utami Suryadarma menuntut agar American Motion Pictures Association of Imrters (AMPAI) dibubarkan. ntuk memperkuat tuntutan Ny.Utami Suryadarma tersebut, pada tanggal 28 Februari 1965 sejumlah massa PKI berdemonstrasi di depan kediaman Dubes Amerika Serikat, Howard P.Jones. Seminggu kemudian Gerwani mengirim telegram kepada Presiden Sukarno dan Menlu Dr.Subandrio agar meta ter- Palmer, dan sekaligus mengu- Dalam pada itu, sebagai aki- PKI dengan Selama berlangsungnya manfaatan angin sebagai energi-energi konvensional ini yang pada ke-19 ini sebenarnya "Jangan karena faktor eko- itahs", "Ganyang kontra revo- — bahwa AMPAI adalah alat su re peabaieel listrik berlangsun, scharusnya mendapat kesem- masihsangatrelevanbiladibuat — nominya, kita terlambat mela- usi", "Dulu waktu peristiwa versi dan agresi imperialisme di # sejak tahun 1990, Pada awal patan yang sama seperti yang di Indonesia, karena energi sur- kukan analisis terhadappotensi | Madiunbesarkepala,kimi rasa- bidang kebudayaan yang bertu- Oktober 1994, mercka mem- dilakukan terhadap pengem- —_jadi negara ini bisadidapat se- energi surya, Kita harus segera | a pembalasan". juan melemahkan revolusi Inperbaiki manajemen pencli- bangan PLTN, sehingga tidak cara tetap dan hampirsama be- — memulainya, jangan menunggu 2) Perusakan Kantor Gu- donesia." iz tiannya melalui kerjasama de- terkesanbahwakebijakanpeng- — sar pada setiap harinya. sampai instalasi energi surya | bernur Jawa Timur Dua minggu setelahperistiwa He ena Pembinaan Ko- — gunaan teknologi energi cuma Instalasi semacam pc me- lebih dulu Papar di negara- Menjelang dilaksanakannya Has gai kantor AMBAI 5 perasi Perkotaan. menunggu riset yang dilakukan — mang tidak dapat dikat MuU- negara maju, katanya. Gerakan akarta, pada tanggal, Saat ini, di kedua desa yang HOP Kesra Haa Aa ceil bandingkan de- Energi me a 7 Seon is S di 1965 sejumlah massa ik menjadi percontohan itu telah Tunggul mengemukakan, ngan instalasi yang meng- Parangtopo mengatakan, ka- | kantor Gubernur Kepala Dac- 28 PKI menyerang vila milik — Cem) unit turbin angin — konsekwensidiversikasisumber — gunakan bakar fosil (misalnya Iau memang pemerintah akhir- | rah Jawa Timur urabaya Direktur AMPAI di Tugu Pundengan kapasitas terpasang energi adalah usaha menggeser minyak bumi), katanya, tetapi ingin mengejar target pe- | Gabungan Organisasi Wanita Sak, Bogor meskipun E ill Pal- 37,750 kW, dan telah digunakan pusat pengembangan industri — untuk pengeringan dan pem- en sent di Pulau Jawa Sarna (GOWS) mendesak Mer sendiri pada saat itu tidak sebagai penerangan rumah dan dari Pulau re awasan kia Pa een sa teknologi nuklir, maka agar Peak Deak (Pem- Lara tempat, ie sarana umum, ng memiliki potensi sum 1 y Pp i i Li Ma Wayan ji coba ini/adajah aga PAE aR poten) BUCS ne Pe cami seyouyanye ee u ies Cae ae ) phe) = Ue sebagai percontohan peman- Alternatif itu, misalnya, pe- — diwujudkan dalam "Solar Wa: Ta "PLTN-fusi" yang ber- aa yang Be alan ana oleh PKI. faatanlangsungteknologienergi ngembangan kawasan Batam - ter Heater" (pemanas air berte- ami menunggu sekitar 50 | 1, Ban harga. Padatanggal 17 Agustus 1963, Panja ya Rereng- GalangdenganPLTU, — naga surya) yang populer di tahun Jagi. Setelah beberapa Kant para 22 sastrawan dan cendekiawan dari fasilitas PLN, dan sebagai — pengembangan Pulau Biak de- kota-kota besar di Indonesia, *PLTN.fusi diperkirakan | pejabat Pemda Jawa Timur non-komunis mencetuskan Maalternatif pengadaan energi ngan PLTA dan PLTU, peng- terutama di rumah-rumah me- | pada awal per- ya: $ nifes Kebudayaan yangoleh PKI lirik," kata Sahat Pakpahan, embangan Kalimantan dengan wats Aa naat Deli kira ira | meninggal GOS heru aa NA ON Mata Kepala Bidang Teknologi Dir- — PLTU gas dan batu bara, pe- Keberadaan "Solar Water tahun "katanya, Reaktor cow melanie massa ang- Kebudayaantersebutdimaksudgantara Terapan Lapan, apres Sulawesi Dengan Beale laa ini tam| Na fusi jauh lebih sia Katy, gota PKI terdiri atas or- kan sebagai wadah t yani TA bangan Su- um terlalu komersi IN» karena jadi jakaan | mas-o: Rakya memurnikan Diversifikasi energi pir lata TAdan PLTU donesia, karena masih menjadi 4 dak Kilo in zat- Cet ake tan ian buslaya dki pengin f Guam ee beta “AU nti etl ay | Iga (GEN i Ce Pe een rae 5 € 2 terjadi or jenis fist. an Wanita nesia (Gerwa- a!, Kelompok | tenayanasihadocntgton, Sein mantu cori engin didilndowenwodialeyang ‘azpult bihan buangen | a). Meriamencuiibaaman anita Kebotyamdipeinng: vensional yang bisa ig telah berhasilkan dikem- memanfaatkan "Solar Water bakar hidrogen, yaitu zat-zat | ke dalam kantor melaluipintu tajam yang membahayakan geditingkatkan pendayagu- Bargkan Lapan, tampaknya Heater" secara komersial dan tidakmembahayakanma- | dan jendela, kemudian dan langkah PKI dalam unaannya, misalnya energi"gco- — energi suryameru, pilihan — terbuktimembawakeun See aaa memecahkan kaca-kaca jend.- ya menunggangi kegiatantermal" (panas bum), PLTU lain yang memiliki masadepan — seperti di hotel, rumah 2 Ree PLTN la, pot-pot bun. aa budaya Nk kepang (uap) dengan bahan batu bara untuk segera dikembangkan, — rumahsakit pertokoan Kondisi Pee RPS TP Ke Pa FT yang dilengkapi filter asaj Menurut Parangtopo, energi — serupaberlangsungpuladi Aus- — ™ ea nat ceil Retaritite B b pembuangan, dan PLTF (gas) surya telah dikenal dan digu- tralia, Nepal, Malaysia, Hong- Ke Halaman XI £ y ersambung