Berita Yudha, 5 November 1994: Buku Putih G30S (bagian 23)
Cleaned OCR text (Good (0.938); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
| TAJUK RENCANA
Berita Yudha
SABTU, 5 NOPEMBER 1994
Perang Bosnia Tidak Makin Mereda
Perang antar etnis di Bosnia yang sampai membuat PBB mengirim Pasukan Pelindung-nya (UNPROFOR) diselingi dengan sejumlah usaha perdamaian dan gencatan senjata, pekan ini masih belum mereda. Bahkan menunjukan makin meningkat dengan pasukan pemerintah Bosnia-Herzegovina dapat memukul balik pasukan Serbia-Bosnia yang menentang pemerintah. Perang ini sudah berjalan selama 31 bulan dan berbagai usaha untuk mendamaikan pihakpihak yang bersengketa, selalu gagal.:
Dalam situasi demikian, kemarin (5/1 1) sidang umum PBB meminta Dewan | Keamanan PBB untuk mencabut embargo kiriman senjata pada pemerintah Bosnia. Resolusi mengenai pencabutan cmbargo senjata itu didukung 97 negara | anggota PBB, tidak satupun negara menolak, tetapi ada 61 negara memberikan
suara blangko. Maksud dari resolusi PBB itu adalah untuk memberi momentum
pada konsep DK PBB yang akan mencabut embargo tersebut dalam tempo enam bulan, kecuali bila Serbia Bosnia menerima baik rencana perdamaian “Internasional.
“ Tetapi di DK PBB 10 dari 15 anggotanya memberikan suara blangko dan “I hanya 5 negara menyatakan setuju. Bosnia adalah negara sempalan dari Yugoslavia dan sebagian besar penduduknya adalah Muslim. Banyak milisi Kroasia dengan senjata berat yang bergabung dengan pasukan Bosnia.
Sebelumnya kerjasama semacam itu tidak tampak. Pertikaian antara suku Bosnia dengan suku Serbia memang sudah ada sejak lama. Mereka bersatu dalam negara federasi Yugoslavia berkat kepemimpinan mendiang Presiden Jozip Bros Tito.
Sekarang, Yugoslavia terpecah-pecah dalam beberapa negara, antara lain Montenegro, Serbia, Bosnia-Herzegovina dan Kroasia. Di Bosnia terdapat.
sejumlah besar orang Serbia dan mereka ingin agar Bosnia tetap bergabung dengan negara-negara sempalan lain dalam federasi yang berpusat di Beograd.
Pemerintah Bosnia ingin negaranya tetap berdiri sendiri. Inilah pangkal peperangan yang terjadi. Dalam upaya mencegah eskalasi perang itu, maka diberlakukan PBB embargo senjata. -
Amerika Serikat sudah sejak lama mendesak agar embargo itu dicabut, terutama ketika pasukan Serbia-Bosnia berhasil memukul pasukan pemerintah Bosnia dan menguasai bagian besar wilayahnya. Tetapi usul Presiden Bill Clinton itu belum diputus oleh Kongres AS dan baru akan dibahas dalam waktu dekat ini. Negara-negara Eropa Barat dan Rusia menolak pencabutan embargo itu, karena khawatir terjadi eskalasi perang di Bosnia, Kroasia dan Serbia.
Negara-negara NATO hanya menyetujui serangan udara terhadap posisiposisi pasukan Serbia yang dapat menyerang Bosnia dengan senjata-senjata beratnya. Kekuatan pasukan Serbia ini memang telah membuat UNPROFOR mengalami kesulitan menjalankan tugasnya sebagai pelindung perdamaian.
Paling akhir UNPROFOR kesulitan bahan bakar akibat pencegatan terhadap pengiriman bahan bakar dan bahan makanan.
Kekuatan Bosnia terlihat makin besar ketika mereka berhasil bertahan dalam pertempuran di sekitar kota Kupres yang dikuasai pasukan Serbia, di Bosnia Tengah. Kota itu akhirnya jatuh ketangan pasukan Bosnia yang dibantu pasukan Kroasia-Bosnia. Sekarang ini menurut laporan, sekitar 2.000 orang Serbia di Kroasia sudah dimobilisir untuk membantu pasukan Serbia-Bosnia.
Perkembangan itu jelas merupakan hal yang serius, karena tampaknya meski ada embargo senjata, pertempuran tetap meningkat.
Dalam keadaan demikiansulit bagi pasukan penjaga perdamaian PBB untuk menjalankan tugasnya. Termasuk tugas-tugas kemanusiaan seperti membantu pangan dan kesehatan. Pasukan Serbia-Bosnia sendiri telah menerapkan pembatasan-pembatasan baru atas misi-misi PBB. Sebelum itupun, pasukan dan misi PBB sudah sulit menjalankan tugasnya. Pemimpin Serbia-Bosnia Radovan Karadzic telah mengumumkan keadaan perang sepenuhnya dalam 7070 dari wilayah Bosnia. Ia berjanji akan merebut wilayah yang sudah diduduki oleh pasukan Bosnia dan Kroasia-Bosnia.
Sekarang ini barangkali upaya untuk mencari penyelesaian secara damai akan lebih mendapatkan dorongan lagi. Dengan segala daya upaya kiranya PBB dapat mengambil langkah dalam bentuk apapun, untuk mengakhiri pertempuran.
Banyak pengamat politik di Eropa berpendapat, bahwa kesulitan untuk menghentikan peperangan di Bosnia itu adalah karena pertikaian antara kedua pihak memang sudah tumbuh lama. Antara etnis-etnis yang hidup di hekas Republik Yugoslavia sudah terdapat persaingan dan itu merupakan benih pertikaian. Etnis yang satu ingin dominan, sementara etnis lainnya tidak mau kalah. Menjadi pertanyaan memang, apakah perdamaian bisa dicapai melalui meja perundingan?
Pengalaman menunjukkan bahwa semua perundingan akhirnya berujung pada kegagalan menciptakan perdamaian. Tetapi itu tidak berarti PBB dan negara serta pihak yang selama ini berusaha mencari penyelesaian secara damai boleh berputus-asa. Rasanya usaha perdamaian yang mulai menunjukkan hasilnya sebagaimana terlihat dari perkembangan di Timur Tengah, dapat menjadi dorongan kuat bagi penyelesaian masalah Bosnia. Penderitaan rakyat sudah begitu besar dan bila perang masih terus berlangsung sampai bulan Desember 94/Januari 95, berarti penderitaan itu menjadi tambah besar. Musim
berlangsung.
narnya ia bukan pemenang. Dalam suatu peperangan tidak ada pemenang,
disemua pihak jatuh korban dan itu artinya kedua pihak menderita." ""
Menurut berita, gunung Krakatau "batuk-batuk"' sampai 7.411 kali selama bulan
Oktober lalu,
«Mudah-mudahan hanya sampai batuk-batuk saya, sebab kalau sampai "bersin" alias
meletus, bisa-bisa Jakarta berantakan.
kanak
Gubernur DKI memperingatkan agar waspada terhadap para Durno.
- Tukang adu-domba memang selalu dijaman kapan dan dimana saya.
Brimob diikutsertakan dalam perjalanan kereta-api.
- Memang para pencoleng diatas kereta api perlu digenjot!
dingin tahun lalu telah membuat rakyat Bosnia menderita akibat perang yang
Bila perang di Bosnia tidak dapat dihentikan dan kedua pihak tidak dapat didamaikan, maka andaikata ada pihak yang menjadi pemenangnya, sebesemua yang terlibat didalamnya adalah pihak yang kalah. Sebab bagaimanapun,
Menjadikan Standar Industri Sebagai Alat Perlindungan Gerakan 30 Septemk:
ISO 9000 sebagai salah satu standar industri internasional, dewasa ini semakin dirasakan sebagai bentuk lain dari upaya melindungi konsumen terhadap kecurangan-kecurangan yang banyak dilakukan oleh para produsen barang maupun jasa.
Beberapa kalangan juga menilai, dimasukannya ISO 9000 sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi para pengusaha dalam menjual produknya di pasar internasional merupakan langkah tepat dan sangat menguntungkan konsumen, pemerintah masing-masing negara, bahkan pengusaha itu sendiri.
Pendapat itu agaknya memang beralasan karena ISO 9000 seperti halnya standar lainnya memasukkan unsur kesehatan, keselamatan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pada intinya melindungi konsumen tanpa menghentikan semangat menciptakan produkproduk modern.
Pada penerapan standar mutu internasional itu akan terlihat bahwa banyak pihak yang dapa mengambil keuntungan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Namun, masalah muncul ketika pemerintah harus melihat kenyataan bahwa masih sedikit perusahaan nasional yang memiliki standar internasional tanpadiketahui secara pasti kendala apa yang dihadapi mereka dalam memperoleh pengakuan berupa sertifikat dari badan standarisasi internasional.
Sampai saat ini, dari sekian banyak perusahaan kecil, menengah dan besar yang ada di dalam negeri baru tercatat 41 perusahaan yang memiliki standar internasional, baik standar mutu maupun manajemen perusahaan.
Bila dikaitkan dengan perlindungan konsumen, angka itu menunjukkan bahwa upayaupaya yang dilakukan para pengusaha nasional untuk melindungi konsumen masih kecil,
BERITA YUDHA - SABTU, 5 NOPEMBER 1994 HALAMAN)
BNN NU
Oleh: Ramdani Sirait gan,
dan hal itu jelas merupakan koreksi bagi para pengusaha.
Selain merugikan konsumen, sedikitnya perusahaan nasional yang memiliki sertifikatstandar internasional akan merugikan kepentingan nasional dari segi ekonomi karena dapat berpeneems pada upaya meningatkan volume dan nilai ekspor nasional.
Produk-produk yang dihasilkan GIE suatu perusahaan yang tidak memiliki sertifikat standar internasional jelas tidak dapat diterima di negara-negara yang menjadikan standar internasional sebagai persyaratan dalam perdagangan.
Kalau semua negara memberlakukan ketentuan itu, tidak ada lagi negara mau menerima produk nasional yang proses produksinya tidak memenuhi ketentuan internasional seperti disyaratkan dalam standar tersebut.
Menteri Perindustrian, Tungku Ariwibowo sebagai pembina industri nasional, berulang kali mengimbau para pengusaha nasional untuk memiliki sertifikat standar internasional itu untuk mendorong laju pertumbuhan industri dan ekspor nasional.
Hambatan non tarif
Harus diakui bahwa pemberlakuan standar mutu dan mana- Jemen internasional dalam perdagangan dunia itu merupakan hambatan non tarif yang dilakukan oleh negara-negara maju untuk melindungi produk lokalnya.
Namun, persetujuan Indonesia untuk mengikuti peraturan yang berasal dari negara-negara maju itu bukanlah merupakan sikap pasrah atas "ketidakberdayaan" Indonesia, melainkan kesadaran akan pentingnya peningkatan daya saing produk yang akan dilempar ke pasar.
Seperti yang dikatakan
Asisten III Menteri Koordinator Bidang Industri dan Perdagan yang membidangi kerjasama regional dan internasional, Bachrum S. Harahap bahwa bukan tindakan menentang peraturan dari negara-neggra maju itu yang harus dilakukan, meletbaan denyndi senda nasional bahwa peningkatan daya saing produk lebih penting,
"Kita harus melihatnya dari segi positif bukan negatifnya karena bagaimapun standar internasional itu merupakan upaya meningkatkan daya saing produk agar tidak terjadi praktek penipuan kepada konsumen,”
katanya menegaskan.
Pendapat Bachrum itu semakin memperjelas bahwa pada dasarnya pemerintah sangat mengharapkan agar para pengusaha nasional menyadari bahwa standar internasional itu bukan hambatan yang merugikan tetapi justru menguntungkan.
Menguntungkan karena dari segi biaya produksi, perusahaan nasional atau perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, akan lebih mudah dalam mengatasi terjadinya ekonomi biaya tinggi karena rendahnya biaya produksi.
Dengan demikian kesempatan perusahaan nasional dalam menciptakan produk dengan harga yang lebih murah ketimbang pengusaha di negara lain lebih beer dan hal itu harus dimanfaatkan sebagai bagian dari peningkatan daya saing produk nasional.
Standar lingkungan
Kesiapan pengusaha untuk masuk dalam perdagangan inter-nasional yang penuh dengan hambatan non tarif semakin dipertanyakan karena selain ISO 9000, 9001, 9002, 9003 danISO 9004 yang pada intinya merupakan standar internasional mengenai mutu produk dan manajemen produksi, masih ada
standar lain yang akan segera diberlakukan.
Salah satunya adalah standar intemasional mengenai lingkungan yang telah disepakati oleh negara-negara yang tergabung dalam Kerjasama Ekonomi Negara-negara Asia Pasifik (AUC), dengan nama
ISO 14.000.
Menurut Ketua Pelaksana
Harian Dewan Standar nasional (DSN), Herudi Kartowisastro yang juga anggota tim standarisasi APEC, standar lingkungan itu merupakan standar mengenai pengelolaan lingkungan di sekitar lokasi produksi perusahaan bersangkutan.
Dengan ISO 14.000 ini, tanggung jawab suatu perusahaan dalam menjaga keamanan lingkungan dapat saya dipertanyakan karena tidak benarnya pengelolaan limbah industri.
Hal itu jelas menambah persyaratan yang harus dipenuhi para pengusaha apabila ingin menembus pasar internasional, dan juga berlaku dalam mempertahankan pasar yang sudah dikuasai selama ini karena permintaan yang ada bisa saya menurun akibat isu baru itu.
Di dalam negeri, para pengusaha nasional berhadapan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) - sebagai pengganti dari Standar Industri Indonesia (SIT) - yang berlaku mulai 1 Apnil 1994, dan mengandung persayartan yang semakin berat.
Departemen Perindustrian sebagai instansi yang berwenang dalam masalah itu akan melakukan pemeriksaan ulang €nam bulan sekali terhadap perusahaan yang memenuhi syarat, dan telah mendapatkan serfifikat penggunaan tanda
SNI
Apapun bentuk standar itu, kesadaran pengusaha, untuk mengikuti peraturan guna menciptakan produk barang danjasa yang menguntungkan konsumen, adalah keberhasilan dunia usaha nasional dalam mengantisipasi hambatan nontarif yang "direstui" oleh dunia internasional. (Ant).
Jatim Akan Miliki Kilang Minyak Terbesar Di Dunia Oleh: Chandra H.N. Ichwani
Satu dari dua rencana pembangunan pabrik pemurnian minyak PMA murni di Jatim, segera akan dilaksanakan dalam awal tahun 1995 dengan lokasi di Pantai Utara (Pantura) Jawa, tepatnya diwilayah Kabupaten Baba aoi Jawa Timur.
‘Mega proyek dengan investasi sekitar 3,5 miliar dollar AS (sekitar Rp. 7 triliun) itu diproyeksikan mampu memproduksi dab mengolah minyak mencapai 300.000 barrel perhari pada tahap pertama menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM)
aneka jenis, seperti avtur, premium, solar, dan minyak tanah.
Pabrik itu juga dalam perencanaannya terintegrasi dengan pengolahan residuatauampas minyak bumi dalam suatu industri petro kimia, menjadi olefin (bahan baku plastik)
maupun tekstil dan lainnya.
Proyek raksasa tersebut memerlukan lahan seluas 1.000 hektar yang berada di delapan desa di Kecamatan Gendingdan Kecamatan Panjarakan, Kabupaten Probolinggo.
Pemilihan lokasi proyek itu, menurut DR. Ir. Tabrani Ismail - staf kerja Probosutejo yang menjadi pengusaha pengelola proyek tersebut - karena wilayahnya cocok dan relatif bukan jalur gempa.
"Selain itu, pabrik serupa be- Jum ada di Jatim, yang ada baru di Jateng dan Jabar. Jadi tidak ada kaitannya, tetapi bisa juga dihubungkan dengan nama depan yang sama, yaitu Probosutejo dan Probolinggo, samasama Probo," kata Direktur Pengolahan Pertamina sambil melepas tawa.
Didirikannya pabrik tersebut berdasarkan kenyataan bahwa kebutuhan BBM di tanah air dari tahun ketahun terus meningkat, dengan volume cukup besar pada tahun 1987 kebutuhan dalam negeri baru 4,5 juta kilo liter, dan tahun 1993 meningkat mencapai delapan juta kilo liter, sedangkan kebutuhan tahun 2000 diperkirakan mencapai 10,5 juta kilo liter.
"Selama ini kebutuhan minyak dipenuhi dari luar negeri atau impor, kalau di dalam negeri bisa dibangun kilang dan pemurnian minyak, maka bisa ne menghemat devisa. Toh
rganya sama karena berdasarkan patokan internasional.
Mungkin malah lebih murah, sebab tanpa biaya angkutan,"
ucapnya.
Probosutejo scusai presentasi rencana proyek itu kepada Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman dan jajaran instansi terkait, medio Oktober lalu, menjelaskan bahwa untuk sementara proyek ini diberi nama "Ganda Buana Perkasa" (GBP),
Pembangunanterdiri atas tiga tahapan, pertama kapasitas produksi 300 ribu barrel/hari, tahap berikutnya terjadi peningkatan dua kalis dan ig tahap ketiga ditambah industri pertrokimia.
"Kilang di Cilacap milik pertamina produksinya 300 ribu barel per hari, sedangkan GBP bisa uga kalinya dan ditambah industri petrokimia menjadikan proyek ini pabrik pemumian
minyak terbesar di dunia,"
ucapnya.
Modal asing
Berdasarkanketentuan pemerintah, proyek semacam itu hanya bisa ditangani oleh modal asing agar tidak mengganggu keuangan dalam negeri, karena hingga kini utang Indonesia ke luar negeri cukup besar. Padahal perbandingan terbesar utang itu dilakukan swasta mencapai 60 persen dan pemerintah 40 persen.
Oleh karena itu, dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 39 ditetapkan tidak mcmperbolehkan lagi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
meminjam modal ke luarnegeri dengan jaminan Departemen
Keuangan atau bank milik pemerintah.
Menurut Probosutejo, saham GBP 1a kuasai 25 persen, scdangkan 75 persen investor dari AS, Inggris dan Hongkong yang dikoordinir oleh Witer Tekhnology berpusat di Hongkong, dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) murni
Menanggapi keterangan itu, beberapa kalangan Pemda dan
ngamat ekonomi di Jatim,
ertanya, "Kok PMA murni, tetapi yang mengururi pak Probo dan punya saham 25 persen?"
Probosutejo kemudian mengemukakan, karena proyek itu harus PMA murni, maka para investor asing yang tergabung dalam Wisert Tech menyediakan seluruh modalnya, sedangkan 25 persennya 'atas nama Probodutejo berupa pinjaman dari investor asing itu
"Oleh karena swast anasional tidak boleh pinjaman ke luar negeri dengan jaminan bank
merintah, saya mengajukan
Peis investor asing agar saya sebagai mitranya dipinjami dana sebesar saham 25 persen. Mitra asing saya setuju, schingga proyek ini tetap statusnya PMA murni," ujarnya.
Bahan baku minyak bumi imr, menurut dia, hingga kini
lum bisa ditenukan, namun
ang pasti dari negara-negara di
ke Timur Tengah karena
rsediaannya cukup besar dan
1 habis sekitar 100 tahun lagi.
Faktor jumlah, kesinambungan, dan besarnya Ke gai sebagai patokan menentukan asal impor minyak bumi tersebut, karena GBP terikat kon- Irak dengan mitra asingnya selama 30 tahun.
“Presiden Iran saat berkun- {ORE rah ictsbrcaps was
alu Dan gtarepkan agar Indonesia impor minyak dari negaranya. Bila pemerintah menghendaki GBPp k minyaknya dari Pan kabari laksanakan, pokoknya harus dari Timur Tengah, ujar Probo.
Mangrove,
Para petani, petambak, ulama dan ne masyarakat maura pecinta lingkungan mengharapkan agar keberadaan mega proyek itu tidak sampai merusak ekosistem, khususnya hutan bakau (mangrove) yang ada di kawasan pantai Probolinggo.
Mustakin, Ketua Sub Unit
Kelompok Tani Mina Bakau di Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending, probolinggo, menyatakan agar keberadaan proyek tidak merusak bahkan seharusnya malahmelestarikandan menambah luas hutan bakau yang ada.
Hutan bakau di Pantura Jawa di Probolinggo itu kelestariannya terjaga cukup baik, bahkan menjadi ajang penelitian lembaga ilmu pengetahuan dari dalam maupun luar negeri, antara lain Lembaha Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Agen Korporasi Internasional Jepang (JICA).
"Luas hutan bakau yang kami kelola saya mencapai 68 hektar, dan wilayah pantai sekitarnya masih perlu dilestarikan. Hutan bakau di tanah air luasnya kini cenderung menurun, jadi proyek ini jangan malah merusak justru harus melestarikandan menambah luas hutan bakau yang ada,"
ujar pencrima penghargaan Kalpataru dari Presiden pada tahun 1982 berkat kesetiannya memelihara hutan bakau di desanya
Saat berdialog dengan para ulama dan tokoh masyarakat setempat, Probosutejo mengemukakan, pada prinsipnya setujuh akan keberadaan proyek itu, selain harus tetap melestarikan hutan bakau juga mengutamakan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar.
K.H. Wahid Zaini, Pemimpin Pondok Pesantren "Nurul Yadid" di Kecamatan Naah, mengharapkan agar proyek itu an pakan hak-hak rakyat, antara tain dalam ganti rugi tanah, alih profesi dari pendudi yang lahannya terkena proyek, Serta penyediaan fasilitas umum seperti tempat ibadah dengan lebih memadai.
Sementara itu, Pemimpin
Pondok Pesantren "Badrid Duya" di Kecamatan Kraksaan, KH. Badri, mengharapkan pula agar proyek tersebut dapat menampung sebanyak-banyaknya tenaga lokal supaya tidak lagi mencari kerja keluarnegeri.
“Bila bisa menampung tena kerja lokai sebanyak-banyaknya, maka dapat mengurangi penduduk setempat menjadi
Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Ofeh karena, walaupun pendapatan berkeluarga. Nafkah lahir dan batin lebih bisa terpenuhi
Apa yang anda cari dari sebuah koran (
Berita Yudha
Bacalah dan pasanglah iklan di
bila bekerja di daerahnya sendiri," katanya.
Menanggapi hal itu, Probosutejo menegaskan bahwa mega proyek GBP tidak akan mrusak ekosistem, khususnya hutan bakau yang ada. Bahkan, GBP telah menyediakan ribuan bibit bakau untuk ditanam di sekitar lokasi pabrik dan daerah yang lebih luas lagi.
Berkaitan dengan ganti rugi, ia mengemukakan, ditetapkan
. berdasarkan patokan dan kesepakatan bersama yang nilai nominalnya hingga kini belum bisa ditetapkan, tetapi sistem pembayarannya melalui pemberiah Tabungan Bank Nasional (Tabanas)
"Kami dan Pemda, serta
Ulama sepakat membayarmelalu Tabanas, dengan harapan uang ganti rugi bisa ditabung dan digunakan sesuai keperluan oleh penduduk setempat. Bila dibayar kontan, maka dikhawatirkan langsung habis," ungkapnya.
Sementara itu, menurut dia, tenaga kerja yang akan terserap saat pembangunan konstruksi proyek pada awal tahun 1995 sekitar 18 ribuorang, sedangkan saat operasional kelak awal tahun 1998 memperkerjakan
3.500 orang yang diutamakan penduduk Probolinggo.
la menyatakan, saat operasional jumlah pekerja hanya 3.500 orang, tetapi lapangan pckeryaan terkait lainnya bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 28 ribu orang, antara lain sebagai pengemudi, pedagang makanan, kuli maupun pembantu
Produk atau hasil dari pe:
murnian minyak itu seluruhnya 100 persen untuk ekspor, sedangkan untuk kebutuhan dalam negeri harus menjualnya ke Pertamina sesuai peraturan yang ada
"Berdasarkan pasal 33 UUD
1945, bumi dan isinya menjadi milik negara, kami tidak boleh menjual langsung ke konsumen tetapi harus ke Pertamina," katanya. (Ant).
soo...
a Penyalur/ Agen "BY" &
TERUNA AGENCY
Karet Tengsin
581622
583205.
Jakarta Pusat.
Conoooooooooor
memberikannya buat anda
HARIAN UMUM BERITA YUDHA dan
NUDHA MINGGU SPORT & FILM
“3 tersebar di seluruh Indonesia
"alah Sagian Iklan Bagian Sirkulasi iman Tanah Abang UII No 21 Jak Pus 10160 Telp 45718
Talan
SANG, $851759 Teles 47174 Yudha ua
atau pada perwakilan perwakilan dan penyalur penyalur HE RITA
YUDHA di daerah
Pemberontakan Partai
Komunis
a. Pembagian Tugas Pasukan Penculik
1) Pasukan Pasopati
Tugas Pasukan Pasopati adalah menculik para jenderal pimpinan TNI-AD dan membawanya ke Lubang Buaya.
Kekuatan bersenjata yang tergabung dalam pasukan Pasopati terdiri atas satu batalyon infanteri (minus) dari brigade Kolonel Inf. A. Latief, satu kompi Cakrabirawa dari batalion pimpinan Letkol Inf. Untung, satu peleton dari batalion infanteri pimpinan Mayor Inf.
Sukirno/Kapten Inf. Kuncoro, dan peleton-peleton sukwan
PKI
Lettu Inf. Dul Arief yang bertindak sebagai pimpinan pasukan Pasopati segera mengumpulkan pasukan dalam formasi yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu sebagai berikut:
a) Pasukan yang ditugasi menculik Jenderal TNI A.H.
Nasution di bawah pimpinan Pelda Jahurub, anak buah
Letkol Inf. Untung, dengan kekuatan lebih kurang satu kompi pasukan bersenjata dan satu peleton sukwan PKI
b) Pasukan yang ditugasi menculik Lecen TNI A. Yakni di bawah pimpinan Peltu
Mukjjan, anak buah Kolonel
Inf. A. Latief, dengan kekuatan lebih kurang satu kompi pasukan bersenjata dan dua regu sukwan PKI
c) Pasukan yang ditugasi menculik Mayjen TNI Suprapto di bawah pimpinan Serda Sulaiman, anak buah Letkol Inf.
Utung, dengan kekuatan lebih kurang satu peleton pasukan bersenjata dan satu kelompok sukwan PKI
d) Pasukan yang ditugasi menculik Mayjen TNI S
Parman di bawah pimpinan
Serma Satar, anak buah Letkol Inf. Untung, dengan kekuatan lebih kurang Satu peleton pasukan bersenjata dan satu kelompok sukwan PKI
c) Pasukan yang ditugasi menculik Mayjen TNI Haryono M.T. dipimpin oleh Serma
Bungkus, anak buah Letkol Inf.
Untung, dengan kekuatan lebih kurang satu peleton pasukan bersenjata dan kelompok sukwan PKI
f Pasukan yang ditugasi menculik Brigjen TNI Sutoyo S di bawah pimpinan Serma
Surono, anak buah Letkol Inf.
Untung, dengan kekuatan lebih kurang satu peleton pasukan bersenjata dan satu kelompok sukwan PKI
g) Pasukan yang ditugasi menculik Brigjen TNI D.I.
Panjaitan di bawah pimpinan Serda Sukarjo, anak buah
Kapten Inf. Kuncoro, dengan kekuatan lebih kurang satu peleton pasukan bersenjata dan satu kelompok sukwan PKI
2) Pasukan Bima Sakti
Kekuatan bersenjata yang dialokasikan kepada pasukan Bima Sakti terdiri atas satu Batalion infanteri (minus)
dipimpin oleh Mayor Inf.
Bambang Supeno, dan satu
Batalion Infanteri (minus) yang dipimpin oleh Kapten Inf. Kuncoro, empat batalion sukwan PKI, dan satu kompi infanteri (plus) pimpinan Kapten Inf.
Suradi, berasal dari Brigif pimpinan Kolonel Inf. A. Latief.
Pasukan Bima Sakti ini dipimpin oleh Kapten Inf. Suradi, bertugas pokok menguasai kota Jakarta yang telah dibagi menjadi enam sektor, yaitu
a) Sektor Jakarta Pusat/Kompleks Istana Kepresidenan,
b) Sektor Jatinegara
c) Sektor Senen dan Kemayoran,
d) Sektor Tanjung Priok,
c) Sektor Kebayoran Lama, dan
D Sektor Grogol.
Sejak dini hari, Jumat tanggal | Oktober 1965 pasukan Bima Sakti telah menduduki dan menguasai objek-objek vital dan daerah-daerah penting di sekitar
lapangan Monumen Nasional.
Di antara objek-objek vital yang dianggap penting sebagai sarana yiaran kegiatan Gerakan 30 ptember adalah gedung Studio RRI Jakarta di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dan gedung Telekomunikasi d Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
3) Pasukan Gatotkaca
Kekuatan bersenjata yang tergabung dalam pasukan
Gatotkaca terdiri atas satu batalion pimpinan Mayor Udara Suyono dan pasukan-pasukan sukwan dan sukwati PKI.
Pasukan ini di bawah pimpinan Mayor Udara Gathut Sukrisno berkedududkan di basis gerakan Lubang Buaya. Satuan ini berfungsi sebagai pasukan cadangan yang menampung
Latar Belakang, Aksi Dan
Penumpasannya (23)
Indonesia
tawanan hasil penculikan gem melaksanakan pembunuhan (ge penguburan korban-korb penculikan. Tugas tam!
ialah mengerjakan tugas-ty yang diperintahkan oleh
Udara Suyono dalam ki kannya sebagai perwira log bagi kepentingan selurgi gerakan. 7
Sukwan dan Sukwati yang tergabung dalam p
Gatotkaca terdiri atas ang anggota PR dan Gerwani pernah mendapat latihangg
Lubang Buaya dengan kekuatay sekitar 2.000 orang. Pag tanggal 30 September 19698 setelah mengikuti pengaraha yang diberikan oleh Letkol Untung, Mayor udara Gat
Sukrisno selaku pimpi pasukan lalu mengump anggotanya dan berpid mengorbankan kebencian ter hadap apa yang mereka sebug penghalang dan penyelen revolusi, yaitu "'Dewan Jendes ral” yang akan merebut kuasaan negara dari Preside Sukarno.
b. Aksi Penculikan
1) Usaha penculikan terhad Jenderal TNI A.H. Nasution Pasukan yang ditugasi met culik Jenderal TNI A.H.
sution di bawah pimpinan Pelda Jahurub dengan berkend truk berangkat dari Lub:
Buaya pada tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 03.09 menuju ke kediaman Jenderah TNI A.H. Nasution di Jalar Teuku Umar Nomor 40 Jakarta Ketika pasukan penculik melewati kediaman Dr. Leimena —yang berdekatan letaknya dengan kediaman Jenderal TNI AH. Nasution- di Jalan Teuku Umar Nomor 36 Jakart:
mereka membunuh pengawah yang bertugas di tempat kes diaman Dr. Leimena, yaitu Ayu Inspektur Polisi Karel Satsuit Tubun.:
Ibu Nasution ketika menge tahui ada sejumlah orang ber senjata masuk secara paksa ke dalam rumah, segera mengunci pintu kamar dan membenitahu Jenderal TNI A.H. Nasution tentang datangnya orang-orang!
berseragam yang mungki bermaksud tidak baik. Bapal Nasution kurang yakin al keterangan Ibu Nasution dam segera membuka pintu kamai Ketika melihat pintu dibuka, anggota penculik segera mele paskan tembakan ke arah
Jenderal TNI A.H. Nasution Seketika itu beliau menjatuhkan diri ke lantai, dan Ibu Nasutom cepat-cepat menutup dan m6 ngunci pintu kamar kembali:
Tembakan pasukan pencul diarahkan langsung ke daum pintu kamar.:
Sementara itu Ade Irma
Suryani —putri bungsu Y
TNI A.H. Nasution yang masih berumur 5 tahun— oleh'pes ngasuhnya dilarikan ke luar kamar dengan maksud hendak diselamatkan, tetapi mal ng baginya, seorang penculi melepaskan tembakan otomatis dan mengenai punggung Ade
Irma Suryani. Jenderal TNI Nasution didorong oleh Ibu Nasution untuk keluar dari kamar melalui pintu samping menuju ke pagar tembok.
bil menggendong Ade Irma
Suryani yang" terluka, Ib
Nasution menghadapi pad penculik yang sudah ruang tengah. Sementara 1 dengan memanjat tembo samping rumah, Jenderal
A.H. Nasution berhasil menyes lamatkan diri.,
Salah seorang ajudan
TNI A.H. Nasution, yakni Lel Czi. Pierre Andreas Ten yang pada malam itu meng di paviliun, terbangun kegaduhan di luar kamar. 48 keluar untuk memeriksa P4 yang terjadi, tetapi ia ditangk' oleh gerombolan penculik d diseret ke salah stu kendaras Pasukan penculik kemudia meninggalkan tempat dan kemis bali ke Lubang Buaya.
2) Penculikan terhadap Lecen aM A. Yani i
'asukan yang bertugas mena culik Men/Pangad Lecen TNI.
Yani dipimpin oleh Peltu Mus kijan berangkat dari Lub
Buaya pada tanggal 1 Okt
1965 sektiar pukul 03.00. Setia di rumah Lecen TNI A. Yani Jalan Latuhary Nomor 6 Jakar beberapa anggota pencul segera masuk ke pekarangan rumah, Regu pengawal yang sama sekali tidak menari
Curiga atas k an m seketika itu juga dilucuti.
bagian pasukan ulik nuju ke kediaman ie I
Yani dan mengetuk pintu Y, dibukakan oleh seorang pé bantu rumah tangga.
(bersambi in