Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01597

Berita Yudha, 8 November 1994: Buku Putih G30S (bagian 25), 'Penyiksaan dan Pembunuhan'

Cleaned OCR text (Good (0.926); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

NCANA Berita Yudha Perang Makin Sengit Di Bosnia Perang antar etnis di Bosnia makin hari makin sengit saya. Kalau pekan lalu pasukan Bosnia-Herzegovina yang bergabung dengan pasukan Kroasia-Bosnia berhasil memukul pasukan Serbia-Bosnia, maka pekan ini balik pasukan Serbia-B osnia yang membalas. Pasukan Serbia-Bosnia yang memperoleh persenjataan dari gudang senjata di Ilidza dan Osijek yang dijaga pasukan PBB, melancarkan serangan balasan atas posisi pasukan Bosnia dan Kroasia. Rea senjata dari gudang yang dijaga pasukan PBB itu memang sulit dicegah. Apalagi ada kesepakatan bahwa senjata itu bisa digunakan dalam keadaan mempertahankan din. Pasukan Serbia-Bosnia menggunakan dalih mereka diserang pasukan Bosnia dan Kroasia, 2 By Perang yang sudah berjalan selama 31 bulan ini dengan demikianbukan makin mereda, sebaliknya malah makin sengit. Resolusi pencabutan embargo senjata atas Bosnia ternyata juga tidak memberi pengaruh untuk meredakan peperangan. Sebagaimana diketahui tanggal 5/11 lalu sidang umum PBB meminta Dewan Keamanan PBB untuk mencabut embargo kiriman senjata pada pemerintah Bosnia. Resolusi mengenai pencabutan embargo senjata itu didukung 97 negara anggota PBB, tidak satupun negara meablae tetapi ada 61 negara memberikan suara blangko. Tetapi di DK PBB, 10 dari 15 anggotanya memberikan suara blangko danhanya 5negaramenyatakan setuju. Pemberlakuan embargosenjataitu semula dimaksudkan untuk mencegah eskalasi perang itu. Amerika Serikat sudah sejak lama mendesak agar embargo itu dicabut, terutama ketika pasukan Serbia-Bosnia berhasil memukul pasukan pemerintah Bosniadanm ai bagian besar wilayahnya. Tetapi usul Presiden Bill Clinton itu belum diputus oleh Kongres AS dan baru akan dibahas dalam waktu dekat ini. Negaranegara Eropa Barat dan Rusia menolak pencabutan embargo itu, karena khawatir terjadi eskalasi perang di Bosnia, Kroasia dan Serbia. Negaranegara NATO hanya menyetujui serangan udara terhadap posisi-posisi asukan Serbia yang dapat menyerang Bosnia dengan senjata-senjata eratnya. Bentrokan-bentrokan senjatahebat berlangsung di berbagaifront di Bosnia. Pasukan PBB, UNPROFOR yang bertugasmenjaga perdamaian di bekas negara Yugoslavia itu tidak bisa berbuat banyak. Pasukan Serbia-Bosnia terutama berusaha untuk merebut kembali osisi-posisi yang berhasil direbut lawan-lawannya. Perang artileri berat feasuig lagi. NATO sementara itu melakukan manuver pesawat tempurnya diatas medan perang dengan tujuan membungkam meriammeriam yang dapat mengancam gencatan senjata yang sebelumnya sudah disepakati. Pasukan Serbia memang memiliki kekuatan jauh melebihi pasukan Bosnia dan Kroasia. Pihak Bosnia sendiri mengakui, bahwa mereka tidak mampu mengambil inisiatif dalam pertempuran. Deputi Panglna Angkatan Bersenjata Bosnia mengemukakan hal itu. Pasukan tank dan artileri mereka jauh dibawah yang dimiliki Serbia Bosnia. Serbia sendiri saat ini memiliki 350 buah tank dan 1800 pucuk meriam berat, dibanding milik pemerintah Bosnia yang hanya 45 buah tank dan 100 pucuk meriam. Pasukan Serbia-Bosnia dalam dua hari terakhir ini berhasil merebut kembali sebagian wilayah Bosnia Barat- Laut. Pertempuran sengit terjadi disekitar B osanka Krupa, dimana pasukan Tab berusaha mempertahankan daerah itu dari serangan Bosnia dan oasia, Baik pihak Bosnia-Herzegovina dan Kroasia-Bosnia maupun pihak Serbia-Bosnia sama-sama menyatakan tidak akan mengehentikan serangan-serangan mereka sampai memperoleh kemenangan mutlak. Tampaknya kedua pihak ingin mencapai posisi sebanyak mungkin, karena pada musim ingin, posisi itutidak mungkin lagi diperluas. Ofensi berikutnya baru bisa dilakukan pada awal musim semi tahun 1995. Melihat perkembangan itu kita memang pesimis peperangah akan dapat segera diakhiri di Bosnia-Herzegovina, PBB dengan UNPROFOR:nya tidak banyak bisa berbuat, apalagi masih terdapat perbedaan-perbedaan antara Amerika Serikat dengan NATO dan Rusia mengenai dicabut-tidaknya embargo senjata atas Yugoslavia. Ancaman NATO untuk melakukan serangan udara atas posisi Serbia-Bosnia yang masih melakukan serangan artileri Jugatidakmempan untuk menakut-nakuti. Ini berarti pada musim dingin 1994/95 ini rakyat Bosnia masih akan dirundung penderitaan akibat peperangan. Memang bila peperangan sudah digunakan untuk menyelesaikan keinginan suatu bangsa atau kelompok orang, maka memulainya amat mudah tetapi mengakhirinya amat sukar, Memukul genderang perang memang mudah, tetapi menghentikan peperangan yang ditimbulkannya jauh dari mudah. Apa yang dapat kita Tuna adalah ikut berdoa agar Pangan Bosnia bisa berakhir, agar rakyatnya tidak lagi menjadi orban hawa nafsu para pemimpin penggerak peperangan yang haus | kekuasan.**** PAJAK Menurut Menkeu Mar'ie Muhammad, tunggakan pajak kita mencapai Rp3,6 trilyun - Perlu diusut, apa tunggakan itu ada unsur kolusinya PEMERKOSA Menteri UPW minta agar wajah pemerkosa ditayangkan oleh televisi. - Asal tidak ditayangkan adegan pemerkosaannya saya. wan LIBUR Pemerintah lewat Keppres menerapkan dua hari libur tanggal 14-15 November 1994 untuk Jakarta, dan satu hari tanggal 15 November 1994 untuk kota Bogor. - Jangan salah, liburan itu dilakukan bukan demi APEG, tapi demi kenyamanan warga Itu sendiri. Sudah sejak lama Departemen Pariwisata. Pos dan Telekomunikasi mengisyaratkan untuk tidak terlalu berlebihan menggunakan bahasa asing di bidang kepariwisataan terutama di Bali, karena sesungguhnya turis juga ingin memahami Bahasa Indonesia. Isyarat seperti ini pernah digulirkan oleh Menparpostel Joo Ave dan Dirjen Pariwista Andi Mappi Sammen dalam suatu kesempatan berkunjung ke Pulau Dewata yang melihat berbagai barang cetakan di hotel dan restoran selalu menggunakan bahasa asing, tidak saya Bahasa Ingfae i juga bahasa Belanda, ahasa Italia, Bahasa Jepang serta bahasa asing lainya. Kasus menarik pernah diucapkan Joop Ave beberapa waktu berselang, "ada karyawan hotel di Bali yang menjawab pertanyaan turis asing dengan Bahasa Inggris padahal turis bertanya dengan Bahasa Indonesia." Pulau Bali sebagai daerah tujuan wisata terkenal di luar negeri bisa dikatakancukup berlebihan menggunakan bahasa asing untuk berbagai amcam produk yang ditawarkan kepada turis mancanegara ataupun nusantara dan penduduk setempat. Mulai dari nama hotel, restoran, biro perjalanan, kedai seni, jasapengiriman, obyek wisata, brosur hingga barang-batang cetakan selalu menggunakan. bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Kondisi semacam ini telah lama berlangsung, dan nyaris tidak ada pihak yang peduli bahwa bahasa asing mewarnai dunia kepanwisataan di Pulau Dewata yang bahkan bisa dikatakan mendominasi sektor tersebut. Dalam bukan Oktober 1994 ataulebih dikenal dengan Bulan Bahasa, ada pihak yang”"terjaga" terhadap serbuan bahasa asing di Bali ini, yakni ketika Fraksi ABRI di DPRD setempat melontarkannya dalam sidang dewan. "Meskipun sektor pariwisata berkembang pesat di Pulau Dewata, namun penggunaan bahasa asing janganlah sampai menggeser keberadaan bahasa Indunsia, demikian pendapat Fraksi ABRI DPRD Bali dalam sidang dewan yang berlangsung awal bulan lalu. Juru bicara F-ABRI, Sukarwihandoyo dalam pendapat akhir fraksinya mengatakan, di sektor perekonomian dan pariwisata di Bali mengguakan bahasa asing nyaris mendominasi penampilan Pena aka al hotel dan restoran terutama di kawasan wisata, seperti Sanur, Oleh: Eddy Karna Sinul Kuta, Nusa Dua dan bahkan mulai menjamah kota wisata Denpasar. "Lihatsaja nama-nama perusahaan, toko, etalase dan reklame dengan bangga dan gemelapan telah menggunakan bahasa dan tulisang asing, seolah-olah Bahasa Indonesia sudah tidak laku untuk ditampilkan," ujarnya. Bahasa asing diakui memang ampuh untuk menggact dan menggiring wisatawan mancanegara datang ke daerah tujuan wisata, namun yang diharapkan jangan sampai menggeser Babag Indonesia di negara sendiri Corak Indonesia Sementara itu, seorang pakar bahasa, Prof. Dr. Anton M. Mulyono atas pertanyaan AN- TARA mengenai penggunaan bahasa asing di Bali mengatakan, "tidak semua turis asing itumenegrti Bahasa Inggris, mislave leyantiVerbaa Pees merasa segan untuk memakai Bahasa Inggris. Dikatakannya, "yang diperlukan sekarang ini adalah suatu sikap yang lebih menghargai Bahasa Indonesia atau pun Bahasa Bali sendiri." "Kita bebas menggunakan bahasa asing asal tetap dijaga agar di wilayah Indonesia tetap bercorak Indonesia," kata Anton yang juga Konsultan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa." Artinya, "bagaimana kita beranggapan berada di Indonesia kalaunama maupunpetunjuk yang bertebaran di mana-mana ditulis dalam Bahasa Inggris." Ini tidak berarti harus memerangi Bahasa Inggris, tetapi karena mayoritas orang yang hidup ditanah air adalah orang Indonasia. "Jadi, saya berkeberatan sekali kalau hanya untuk kepentingan sejumlah turis asing datang ke Indonesia kita lalu harus mengalah dan memakai Bahasa Inggris," kata Anton yang ditemui seusaipembukaan "Penyegaran Bahasa Indonesia Tingkat Pejabat Eselon II se Bali'"-di Denpasar, pekan lalu. Pakar bahasa ini menunjuk beberapa contoh kata dalam bahasa asing yang sering digunakan di hotel-hotel, padahal ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Kenapatidak digunakan kata penerimaan untuk "reception" atau jasa boga untuk "catering" serta andrawina untuk "banquet”. "Persoalannya memang perlu Ma ai Bahasa Indonesia sendiri, na padanannya sudah tersedia," akta Anton. Diingatkannya, "mungkin kita terlalu banyak mengalah kepada sikap mental yang seolaholah lebih dihargai oleh wisatawan asing kalau menggunakan Bahasa Inggris," "Saya sebagaiwisatawan tentu bangga kalau sedang bepergian ke luarnegeri dapat memungut sepatah atau dua patah kata dari negara yang bersangkutan," ujarnya. Semakin mendominasnya penggunaan bahasa asing di Bali terutamadi obyek-obyek wisata PN oleh Balai Penelitian ahasa di Denpasar kurang menguntungkan. "Saya melihat penggunaan bahasa asing itu kurang mengan gai untuk pengembangan Bahasa Indonesia," kata Keala Balai Penelitian Bahasa enpasar, Drs. Nyoman Sulaga yang dihubungi terpisah. Dikatakannya, Balai Penelitian Bahasa Denpasar telah melakukan survai sekilas di Sanur, Kuta, Nusa Dua dan yang dapat direkam adalah, tidak hanya Bahasa Inggris saya, tetapi juga ada bahasa asing lain yang fare kan menggunakan huruf asing, seperti Bahasa Jepang dan huruf "Kaji", Sulaga memandang sudah waktunya di Bali dibuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai penggunaan Bahasa Indonesia ini agar tidak tergeser oleh bahasa asing lainnya yang dirasakan semakin mendominasi penggunaannya di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kalau memang bahasa asing diperlukan untuk promosi pariwisata, maka ada baiknya disertakan juga Bahasa Indonesia, seperti yang sudah dilakukan maskapai penerbanganGaruda Indonesia. "Saya melihat Garuda Indonesia menyertakan Bahasa Indonesia dalam beberapa petun- Juknya yang juga dilengkapi dengan bahasa asing," kata Sulaga yang lulusan Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar inl. Upaya penertiban penggunaan bahasa asing di Bali kini tengah dijajaki oleh Balai Penelitian Bahasa Denpasar dengan Pemda Bali yang mulai meneryunkan tim-nya untuk melakuan survai ke kawasan wisata di dacrah ini.. "Kerjasama yang cukup baik telah dituniukkan oleh Pemda BERITA YUPHA - SELASA, 8 NOPEMBER 1994 HALAMAN IV ~ DKI Jakara dengan pusat bahasa, bahkan DKI Jakarta bisa dikatakan maju dalam pembinaan Bahasa Indonesia,’ kata Sulaga. Segera ditertibkan Juru bicara F-ABRI DPRD Bali, Sukarwihandoyo mengingatkan, "kita menginginkan agar wisatawan mancanegara mengenal Indonesia dari bahasanya." Kendati di Satu sisi penggunaan bahasa dan tulisan asing itu memang diperlukan untuk roosi, tetapi tidak ada salahnya alau ikut ditamballdetoad perbendaharaan BahasaIndonesia. "Kita harus menghargai Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional yang dicintai," kata Sukarwihandoyo. Sementara itu, Gubernur Bali, Ida Bagus Oka menanggapi dominasi bahasa asing di sektor bahasa asing kepada kalangan dunia pariwisata kemudian mengimbau lebih banyak digunakan Bahasa Indonesia. "Pemerintah Daerah Bali melalui Tim Pemasyarakatan Ba: hasa Indonesia segera dan usaha wisata lainnya," kata Gubernur Oka ketika membuka Bulan Bahasa dan Sastra belum lama ini Dalam tahun 1995 nanti diharapkan semakin berkurang jumlah hotel dan restoran serta usaha wisata lainnya di Bali fone menggunakan nama asing ecuali hotel maupun restoran tersebut memiliki jaringan manajemen internasional. "Kalaucumamilik usaha perorangan, ia harus memakai nama yang menggunakan Bahasa Indonesia," tegas Gubernur Oka. Upaya penertiban bahasa ini, kata Ida Bagus Oka, bukan berarti menjauhkan diri dari pemakaian bahasa asing. Pemakaian bahasa asing memang cukup penting dalam pariwisata, namun bahasa asin g sudah ada padanannya Aa Bahasa Indunsia sebaiknya dihindari. "Kita jangan terlalu latah menggunakan istilah dalam bahasa asing," ujarnya. Gubernur Bali kemudian menyatakan, di tahun-tahun mendatang setiap perusahaan yang mengurus perizinannya harus menggunakan Bahasa Indonesia, kalaupunada bahasa asing perlu ada Indonesia-nya. "Kalau tidak digunakan Bahasa Indonesia atau kalau memakai bahasa asing harus ada Indonesia-nya, maka proses perizinannya tidak akan di terima, karena kita semua menghara kan Bahasa Indunsia lebih dihargai," tegas Gubernur Oka. (Ant). Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Perangko Oleh: Dicky Putra Mada Sudah bertahun-tahun kita menggunakan Ejaan yang Disempurnakan (EYD), tetapi masih saya terdapat kekeliruan penulisan kata yang diakibatkan oleh pengaruh ejaan yang dulu. Kalau dipikir-pikir, usia EYD ini sudah cukup dewasa dan oleh sebab itu, masyarakat pemakainya sudah sepatutnya mampu menggunakannya dengan betul. Namun, pada kenyataannya masih banyak anggota masyarakat yang tidak mampu menerapkan EYD dengan benar atau mungkin pula mereka memang tidak mau tahu-menahu dengan kehadiran EYD. Tidaklah mengherankan kalau dalam majalah, surat kabar, atau buku sering muncul kelaut, kesawah, ke pada, dan ke mari yang scbenarnya harus di tulis ke laut, ke sawah, kepada, dan kemari. Kesalahan-kesalahan kecil Menarik Pelajaran Dari Tenggelamnya Oleh: Nanang Sunarto Para perancang kapal jenis "RO-RO" sejak tenggelamnya ferry Inggeris "MS, HERALD OF FREE ENTERPRISE" di pantai Belgia, Maret 1987 sebenarnya jugatelah menyadari rawannya keseimbangan kapal jenis "RO-RO" jika terjadi perubahantitik beratnya, misalnya akibat kemasukan air laut. Sejumlah persyaratan mengenai pengoperasian telah disempurnakan sejak peristiwa tersebut, antara lain yang mewayibkan kapten kapal memastikan "ramp door" tertutup selama pelayaran, juga persyaratan mengenai perbaikan struktur kapal guna menghadapi kebocoran dan gangguan stabilitas. "ESTONIA" dilaporkan telah memenuhi berbagai persyaratan tersebut, Versi lain yang muncul mengenai penyebab tenggelamnya "ESTONIA", adalah kerusakan mesin yang menycbabkan kapal kehilangan keseimbangan. Jubir perusahaan Estline, mitra Republik Estonia yang ikut mengoperasikan kapal yang naas itu memperkirakan, setelah mesin mati, kapal oleng, dan pada saat bersamaan datang gelombang besar menghantam sudut kapal yang paling "tepat". "Saya kira, mesin rusak karena sesuatu sebab, kemudian gelombang dapat melakukan apa saya terhadap kapal itu," tuturpejabat pelabuhan di Tallinn kepada yang cukup besar ini mungkin masih bisa dimaafkan jika dibuat oleh kelas penutur bahasa yang kurang berpendidikan. Permasalahan akan berbeda kalau kekeliruan semacam itu muncul dalam tulisan atau terbitan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah, misalnya dalam prangko yang schari-hari kita gunakan untuk mengirimkan surat “Sebagai contoh pertama, mari kita amati prangko seri Sidang ASEAN yang diterbitkan pada tanggal 9 Juli 1984, Pada prangko tersebut tercetak SIDANG TAHUNAN MENTERI LUAR NEGERI ASEAN KE 17 DI JAKARTA. Menurut aturan EYD, penulisan lambang bilangan ting- Namun teori itu dibantah oleh mantan Ketua Institusi Arsitek Kelautan Inggris, Marshall Meek yang menyebutkan bahwa kapal penumpang yang mengalami kerusakan mesin, paling tidak akan mampu mengapung 30 menit. Bahkan Andres Berg dari perusahaan Nordstrom & Tullin berpendapat, "ESTONIA"akan tetap mampu mengapung dengan mesin mati, di tengah gelombang laut yang besar sekalipun. Ada pula yang menduga, sistem pengikat kargo (rigging) terlepas sehingga kendaraan yang diangkut tumpang tindih akibat serangan gelombang, merusak keseimbangan kapal. Atau mungkin pulaterjadi kombinasi ketiganya mesin rusak bersamaan dengan bocornya pintu haluan, ditambah lagi dengan datangnya serangan gelombang, sementara penempatan kargo juga tidak benar, Saat tenggelam, "ESTONIA" mengangkut 28 truk, dua bis dan sejumlah kendaraan penumpang lain. Seorang pejabat survei maritim Swedia, Ake Syoblom yang memeriksa kondisi kapal beberapa jam sebelum pelayarannya yang terakhir, menemukan sejumlah kejanggalan pada "ESTONIA", misalnya kerusakan sekat karet pada pintu kat yang menggunakan ke dan angka arab juga harus menggunakan - (tanda hubung) di antara ke dan angka arab tersebut. Jadi, KE 17 di atas mesti diubah menjadi KE-17. Hal yang hampir sama terlihat pula pada prangko yang diterbitkan pada tanggal 4 Oktober 1976 dan 28 Februari 1977, Pada lembaran prangko itu tercetak PEKAN PENG- HIJAUAN NASIONAL KE- XVI dan JAMBORE NA- SIONAL KE-II. Aturan EYD menyebutkan bahwa penulisan lambang bilangan tingkat yang menggunakan angka romawi tidak boleh didahului dengan ke-atau ke. Jadi, KE-XVI dan KE-II di atas mesti diubah menjadi XVI ) Habis nanya sistem pengikat kendaraan berat di dek. Namun ia tidak melakukan sesuatu karena saat kapal diberangkatkan dari Tallin, wewenang berada pada pejabat-pejabat pelayaran Republik Estonia. Peringatan Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, tenggelamnya "ES- TONIA" pantas pula dijadikan peringatan untuk mencegah kemungkinan terulangnya kembali musibah yang dialami "KM TAMPOMAS II" di Laut Jawa, 27 Januari 1981. $ Tenggelamnya "KM TAM- POMAS II" bersama lebih 500 penum, tercatat di antara salailak kecelakaae kapal laut internasional yang besar sejak musibah kapal pesiar Inggris "MS TITANIC" pada per-tengahan April 1912, dengan 1.513 korban jiwa. Nyaris mengalami musibah dialami pula oleh kapal perang TNI-AL "KRI TELUK LAM- PUNG" di Selat Biscaye, Spanyol, Juli lalu. Saat itu "ramp door" kapal jenis pengangkut dan II Jenis kesalahan lain yang tampil beberapa kali dalam prangko kita adalah penggunaan bentuk ulang, seperti dalam prangko yang diterbitkan pada tanggal 20 Desember 1983, 29 September 1988, dan 9 Oktober 1988. Di sana tampak HAK HAK, NEGARA NEGARA, dan SURAT MENYURAT. Kesalahan penulisan ejaan muncul dalam beberapa seri prangko, misalnya dalam seri yang diterbitkan pada tanggal 17 Agustus 1975, 22 Desember 1977, 16 Oktober 1978, 18 Mei 1980, dan 30 November 1983. Di situ terlihat kata NOPEM- BER, BAKANTAN, KONG- GRES, CACAD, dan CANDE- RAWASIH. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia hasil karya Tim Penyusun Kamus, Ke Halaman XI ” Estonia Kecelakaan laut besar lainnya: Kapal Yunani "HERAK- LION" (Des. 1966 dengan 217 korban), kapal Soviet "ADMI- RAL NAKHIMOV" 31 Agustus '86 dengan 425 korban, kapak Inggris "HERALD OF FREE ENTERPRISE" pada Maret '87 dengan 189 korban dan kapal Filipina "DONA PAZ" yang bertabrakan dengan sebuah tanker pada Des. '87 dengan 4.375 korban. Sejak 1990 tercatat kecelakaan laut atas kapal Denmark "SCANDINAVIAN STAR" pada April "90 dengan 158 korban, kapal pengangkut pengungsi Haiti pada Desember 1991 dengan 380 korban, kapal Italia "MOBY PRINCE" pada April '91 dengan 142 korban, dan kapal Mesir "SALEM EX- PRESS" pada Des. '91 dengan 470 korban. 3 PT PELNI sendiri sejuah ini mengoperasikan 15 kapal penumpang baru buatan galangan Yos L. Meyer Papenburg, berkapasitas anara 1.000 sampai 2.000 penumpang. "ESTOINIA" juga dibangun di galangan kapal ini. Sebelum musibah datang, tidak ada salahnya untuk dipertanyakan kembali apakah proaa an a, ANALISA/KOMENTAR Bahasa Indonesia Di Bali Tergeser Bahasa Asi Lettu Inf. Dul Arief selaku pimpinan pasukan Pasopati segera meninggalkan Lubang Buaya sekitar pukul 06.30 menuju ke Cenko I di gedung Penas untuk melaporkan hasil penculikan serta lolosnya Jenderal TNI A.H. Nasution dari usaha penculikan tersebut. Hadir pada saat pelaporan itu para pimpinan pelaksana Gerakan 30 September, yakni Syam, Pono, Kolonel Inf. A. Latief, Letkol Inf. Untung, Letkol Udara Heru Atmojo, dan Mayor Udara Suyono. Beberapa saat kemudian datang Brigjen TNI Suparjo, Mayor Inf. Sukirno, dan Mayor Inf. Bambang Socpeno. Ketiga perwira ini bersama Letkol Udara Heru Atmojo, kemudian atas perintah Syam berangkat ke istana Merdeka untuk melapor dan menjemput serta membawa Presiden Sukarno ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah. 2) Penyiksaan dan Pembunuhan Sesuai dengan fungsinya sebagai komandan pasukan cadangan, Mayor Udara Gathut Sukirno telah menyusun kedudukan pertahanan. Kepada satuan-satuan dibagikan peralatan dan perlengkapan berupa pakaian dan senjata. Oleh karena senjata yang tersedia dianggap belum mencukupi, Mayor Udara Gathut Sukrisno memerintahkan Serma Udara Maun membongkar dengan paksa gudang senjata milik Korud V yang terletakdi Mampang Prapatan. Pembongkaran dilakukan pada tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 02.30. Pada tanggal | Oktober 1965 sekitar pukul 05.30 pasukan Gatotkaca di bawah pimpinan Mayor Udara Gathut Sukrisno menerima penyerahan hasil-hasil penculikan dari pasukan Pasopati. Sementara itu sejak sekitar pukul 05.00 para sukwan PKI yang di antaranya terdapat para sukwati Gerwani, menunggu datangnya kendaraan yang membawa para korban penculikan, di sekat sebuah sumur tua di basis gerakan mereka di daerah Lubang Buaya. Korban penculikan terdiri atas empat orang yang matanya ditutup dengan kain merah dengan kedua belah tangannya diikat ke belakang, serta tiga orang lainnya lagi dalam keadaan meninggal. Keempat orang yang masih hidup itudisiksaschingga akhirnya meninggal. Selanjutnya para sukwan PKI melemparkan korban-korban itu ke dalam sumur. Sumur itu ditumbun dengan sampah dan tanah yang kemudian di atasnya ditanami pohon pisang untuk menghilangkan jejak 2. di Jawa Barat Dengan dihancurkannya Gerakan 30 September di Jakarta, maka pada tanggal 5 Oktober 1965, Ismail Bakri dan kawan-kawan menilai bahwa Gerakan 30 September di Jawa Barat telah gagal sehingga markas di Bandung harus ditinggalkan, setelah semua dokumen dibakar. Kepada anggota CDB PKI Jawa Barat diperintahkannya untuk memimpin konsolidasi di daerahdaerah. Di daerah ini PKI hanya sempat membentuk Dewan Revolusi untuk Jawa Barat yang berkedudukan di daerah Banten. Walaupun Banten termasuk darah administrasi Propinsi Jawa Barat, tetapi menyimpang dari kelaziman, PKI secara khusus telah membentuk CDB tersendiri yang diketuai oleh Suryaatmaja. CDB Banten ini meliputi kabupaten-kabupaten Serang. Pandeglang, Rangkasbitung, dan Tangerang. Oleh karena itu, pada tanggal | Oktober 1965, secara khusus Sudisman telah€mengutus Dahlan Rivai ke Banten untuk mengadakan pertemuan dengan Letkol Inf, Pratomo, Komandan Kodim Pandeglang. Dahlan Rivai meneruskan perintah CC PKI agar Letkol Inf. Pratomo membentuk Dewan Revolusi Kabupaten Pandeglang dengan anggota yang terdiri atas tokohtokoh Yang gun penilaian PKI dapat bekerja sama dengan mereka. Pada petang harinya Letkol Inf. Pratomo bersama-sama dengan tokoh-tokoh PKI setempat telah membentuk Dewan Revolusi Kabupaten Pandeg- SA yang diketuainya sendiri. Dalam usahanya untuk membentuk Dewan Revolusi di daerah-daerah, Letkol Inf. Pratomo memanfaatkan yabaukan dan tank tersebut sedur keselamatan, batas mak- | tannya sebagai Komandan eren el ve simum penumpangdan muatan, | Kodim Pan leglang untuk bang. berfungsinya alat-alat penyc- | memerintahkan ang nts: Masih mujur,"KRITELUK lamat, latihan pada ABK dan eee sare i LAMPUNG" yang sudah lum- penumpang, juga kesiapan SAR Semaine wow! pub, berhasil ditarik oleh kapal untuk menangani kemungkinan Pada tanggal 2 ober 1965 SAR AL Spanyol ke pelabuhan —_terburuk, sudah diperhatikan tah G 30 September Gerakan 30 Septem Pemberontakan Partai Komunis Indonesia Latar Belakang, Aksi Dan Penumpasannya (25) gagal, maka untuk menghilangkan jejaknya dalam pembentukan Dewan Revolusi, Letkol Inf. Pratomo pada pagi itu juga berusaha mendirikan apa yang disebut Koordinator Keamanan Kabupaten Pandeglang. Ternyata usaha tersebut gagal sehingga ia harus melarikan diri dan bergabung dengan "basis revolusi” PKI di Blitar Selatan. 3. di Jawa Tengah a. Semarang Pada tanggal 1 Oktober 1965, sekitar pukul 07.30 Pangdam VII/Diponegoro, Brigjen TNI Surjosumpeno, setelah mendengar pengumuman dari Gerakan 30 September melalui siaran RRI Jakarta, segera mengadakan rapat staf yang dihadiri oleh para pimpinan darah, yaitu Gubernur, Pangdak, Kepala Kejaksaan, Ketua Pengadilan, dan Ketua Front Nasional. Dari Staf Kodam sendiri yang tidak hadir ialah Kolonel Inf. Sahirman, As I/Intel, dan Kolonel Inf. Maryono, As III/ Pers, sedangkan Letkol Inf. Usman Sastrodibroto, As V/Ter menghadiri rapat ini dengan berpakaian dinas lapangan (PDL) dan bersenjata. Dalam pengarahannya, Pangdam VII/ Diponegoro meminta kepada mereka untuk memenangkan penduduk, dan mencegah tindakan sendiri-sendiri sampai keadaan menjadi jelas. Pangdam VII/Diponegoro kemudian memerintahkan kepada Letkol Inf. Suprapto, As IV'Ops, untuk pergi ke Sala (Surakarta) guna memberi pengarahan yang sama kepada Garnisun. Letkol Inf. Usman Sastrodibroto diperintahkan oleh Pangdam VII/ Diponegoro untuk mengumumkan kepada rakyat agar tetap tenang, sedangkan Panglima sendiri segera-berangkat ke Magelang dan Salatiga untuk memberikan pengarahan yang sama. Pada tanggal 1 Oktober 1965 saat Pangdam VII/Diponegoro sedang menuju Salatiga, sekitar pukul 13.00 Kolonel Inf: Sahirman menyiarkan pengumuman melalui RRI Semarang yang menyatakan dukungannya terhadap Gerakan 30 September dan dibentuknya Dewan Revolusi Daerah Jawa Tengah. Ia sendiri menjadi Ketua Dewan Revolusi Daerah tersebut. Dengan pengumuman itu, Kolonel Inf. Sahirman jelas merupakan pimpinan Gerakan 30 September di daerah Jawa Tengah. Pengumuman itu disusul oleh Keputusan Nomor I, yang menyatakan bahwa ia mengangkat Letkol Inf. Usman Sastrodibroto sebagai "pimpinan Kodam VIV Diponegoro baru mengetahui adanya pengumuman Dewan Revolusi Jawa Tengah itu ketika tiba di Salatiga. Di Salatiga pun telah terjadi gerakan yang menahan Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Inf. Sukardi. Oleh karena itu, Panglima segera kembali ke Semarang. Di Semarang, Pangdam VII Diponegoro mendapati markas komandonya telah diduduki pihak pemberontak. Sekitar pukul 15.00 Panglima segera kembali ke tempat kediaman resminya untuk menghindari penangka, an oleh pasukan pemberoni Di sana, Panglima baru memperoleh gambaran yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam komandonya, tetapi tetap belum dapat mengetahui siapa kawan dan siapa lawan di antara perwira-perwiranya. Pada tanggal 2 Oktober 1965, sekitar pukul 02.00, Pangdam VIIDiponcogro me-' merintahkan Kolonel Inf. Sahirman menolak perintah tersebut, tetapi berjanji akan datang pada pagi hari bersama kawan-kawannya. Memenuhi saran yang diberikan oleh Perwira Stafnya yan, loyal, termasuk Letkol Inf. Suprapto yang telah kembali dari Sala, pada VI/Dinegoro tanggal 2 Oktober 1903 ini hari berangkat ke Magelang. Sesampainya di Magelang sekitar pukul 05.30 Panglima memerintahkan keada Dan Yon Kavaleri 2 lagelang, Letkol Kav. Yasin Husein, bersama-sama menuju ke Semarang. Pada hari itu juga Semarang dapat, dikuasai kembali, sedangkan tokoh-tokoh PKI melarikan diri dan terbunuh. Namun, sebelumnya, pada tanggal 2 Oktober — 1965 itu juga sekitar pukul 06.00 gi, melalui RRI Sei is olonel Inf. Sahirman telah sempat menyiarkan pengumu- Ba Peng-2/Gerak 30 Sepv1965, yang isinya tidak lain adalah isu-isu yang telah j St See KI/Biro Khusus PKI. Isi uman Iu adalah sebaga bert: (Bersambung) mingguan "The European", haluan, dan kurang sempur- terdekat. benar. (Ant). mingguan “The uropean', “haluan, dan kurang'semput terdekat” bene)