Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01599

Berita Yudha, 14 November 1994: Buku Putih G30S (bagian 30)

Cleaned OCR text (Fair (0.876); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

BERITA YUDHA - SENIN, 14 NOPEMBER 1994 HALAMAN TAJUK RENCANA Berita Yudha [Article, Buku Putih series] Gerakan 30 September: Latar Belakang, Pelaku dan Penumpasannya (30) [Unreadable] Pada tanggal 1 Oktober 1965, sekitar pukul 17.00, pasukan RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Inf. Sarwo Edhie Wibowo diperintahkan merebut kembali objek vital tersebut [Unreadable] Pada pukul 17.20 studio RRI Jakarta telah dikuasai oleh RPKAD dengan disaksikan sendiri oleh Pangkostrad Mayjen TNI Suharto, dan kantor besar Telkom [Unreadable]. Setelah diperoleh laporan bahwa daerah di sekitar Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah digunakan sebagai basis Gerakan 30 September, operasi penumpasan diarahkan ke daerah tersebut. Perkembangan menjelang petang hari tanggal 1 Oktober 1965 berlangsung [Unreadable] Mayjen TNI Suharto menyampaikan pidato yang kemudian disiarkan oleh studio RRI Jakarta pada tanggal 4 Oktober, sekitar pukul 20.00 [Unreadable] Presiden Sukarno memerintahkan secara lisan kepada Brigjen TNI Soepardjo [Unreadable] agar menghentikan pertumpahan darah [Unreadable] Setelah studio RRI Jakarta berhasil dikuasai kembali oleh RPKAD [Unreadable] [Unreadable] Kesatuan Intai Para Amphibi (Kipam) dari KKO-AL (Marinir) bersama-sama anggota RPKAD [Unreadable] Atas perintah Pangkostrad penggalian mulai dilakukan [Unreadable] yang pelaksanaan teknisnya telah dilakukan oleh anggota [Unreadable] Pada sumur tua itu, yang berada di lingkungan kebun karet daerah Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta [Unreadable] ditemukan jenazah [Unreadable] sesuai dengan laporan polisi Sukitman [Unreadable] Semua korban penculikan yang berjumlah tujuh orang, yaitu Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI S. Parman, Mayjen TNI Haryono M.T., Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo S., serta Lettu CZI Pierre Andreas Tendean [Unreadable] Dengan telah ditemukannya seluruh korban penculikan Gerakan 30 September [Unreadable] Ketujuh jenazah tersebut dikubur dalam sebuah sumur [Unreadable] [Unreadable] Pemuda Rakyat dan Gerwani [Unreadable] Hal itu terbukti dari pengakuan seorang [Unreadable] yang ditangkap di tempat tersebut dan tertangkap di Cirebon [Unreadable] Setelah dirawat sebagaimana mestinya, para pimpinan teras TNI-AD yang menjadi korban [Unreadable] fitnah dan pembunuhan Gerakan 30 September [Unreadable] Untuk sementara pimpinan Angkatan Darat dipegang oleh Pangkostrad tersebut [Unreadable] Jenderal TNI A.H. Nasution [Unreadable] bertindak selaku Inspektur Upacara [Unreadable] jenazah para putra terbaik bangsa [Unreadable] dimakamkan di Taman Pahlawan [Unreadable] [Editorial] Pertemuan Para Menteri APEC Sukses Konferensi Tingkat Menteri APEC ke-6 yang berakhir Sabtu (12/11) lalu telah mencapai sejumlah kesepakatan penting mengenai masalah ekonomi yang prinsipiil. Kesepakatan itu meliputi pembentukan Komite Ekonomi yang merupakan transformasi Kelompok Ad-hoc Komite Kecenderungan dan Isu-isu Ekonomi (ETI-Economic Trend and Issues). Disepakati pula 12 prinsip investasi yang tidak mengikat (Non-binding Investment Principles). Ke-12 prinsip itu sangat penting bagi para kekuatan ekonomi untuk menjamin kebebasan arus investasi di Asia-Pasifik. Mengenai Kerjasama Pembangunan (Development Cooperation), KTM APEC ini juga menyepakati untuk mengadopsi deklarasi pengembangan sumber daya manusia (human resources) yang mencakup prinsip-prinsip dan elemen-elemen sumber daya manusia di APEC dan upaya untuk menciptakan suatu mekanisme guna merencanakan dan mengelola pelaksanaan prinsip SDM di masa datang. Kerjasama mengenai sumber daya manusia ini penting, karena SDM akan menjadi faktor menentukan dalam kerjasama ekonomi kawasan (regional cooperation). Prinsip-prinsip mengenai SDM ini merupakan usul dari Indonesia. Disepakati mengenai kerjasama pembangunan infrastruktur dengan basis yang luas untuk dilakukan kalangan dunia swasta melalui promosi investasi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah KTM APEC memberikan perhatian pada Usaha Kecil dan Menengah dengan menyetujui untuk meningkatkannya menjadi Ad-hoc policy level group, agar dapat terjadi saling tukar pikiran di antara anggota APEC. Bila kita mengamati hasil-hasil KTM APEC sebagai kelanjutan dari KTM ke-5 di Seattle, AS, tahun lalu, maka cukup banyak kesepakatan yang dicapai. Kita selama ini mengikuti pemberitaan-pemberitaan media massa yang menggambarkan kegagalan-kegagalan pertemuan, khususnya pada tingkat pejabat tinggi (Senior Officials Meeting) yang berlangsung selama bulan Nopember 94 ini. Pers luar negeri dan sementara pers nasional juga lebih menonjolkan kegagalan-kegagalan itu, baik yang menyangkut masalah Non-binding Investment Principles maupun mengenai masalah-masalah lainnya. Dengan gambaran semacam itu, terasa ada usaha untuk membuat kalangan di Asia-Pasifik maupun kalangan dunia memperoleh gambaran pesimis mengenai Pertemuan APEC di Jakarta ini. Padahal, semua pihak dalam APEC berusaha untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan bagi terciptanya kerjasama ekonomi kawasan yang diharapkan negara-negara yang termasuk dalam kawasan itu. Dalam sambutannya ketika membuka Pertemuan para Menteri Perdagangan APEC beberapa waktu lalu, Presiden Suharto mengajak negara-negara APEC untuk berusaha mencapai peningkatan kerjasama ekonomi [Unreadable] Menteri Perdagangan atau Menteri yang bertanggung jawab di bidang perdagangan APEC ini tentunya akan melakukan usaha mengenali lebih mendalam masalah-masalah yang akan dihadapi APEC. Sudah dapat dipastikan bahwa APEC akan menghadapi hambatan di bidang perdagangan atau penanaman modal. Bahkan, hambatan yang berkaitan dengan politik. Semua itu tentu perlu diatasi dengan sungguh-sungguh, meskipun tentunya harus secara bertahap. Dari Pertemuan Tingkat Tinggi APEC di Seattle tahun 1993 lalu, pertemuan para Menteri Perdagangan APEC ini mendapat amanat untuk membahas kemungkinan-kemungkinan melakukan langkah realisasi perdagangan bebas di antara negara-negara APEC. Mengenai masalah ini tampaknya memang KTM APEC kali ini menyerahkan keputusannya pada para [Unreadable] ekonomi APEC yang akan bertemu 15 Nopember ini di Bogor. Dengan lega hati kita melihat bahwa KTM APEC ke-6 di Jakarta telah mampu mengatasi segala perbedaan di antara pesertanya dan mencapai kesepakatan-kesepakatan. Padahal, sebelumnya kesemua itu digambarkan sebagai hal-hal yang sulit disepakati. Bahkan, gagal untuk disepakati oleh pertemuan tingkat pejabat tinggi. Maka, kita melihat harapan-harapan besar bagi Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC (AELM - APEC Economic Leaders Meeting) di Istana Bogor 15 Nopember 1994 ini.*** [fragment from adjacent column:] Perubahan Status Dan Periklanan Di TVRI Oleh: Adri Yuniar Perubahan status pengelola TVRI dari yayasan menjadi BUMN [Unreadable] saat ini tiga pihak yang terkait, yaitu Departemen Keuangan, Departemen Penerangan, dan Kementerian Aparatur Negara, tengah menggodok hal itu. [Unreadable] Menurut Alex, antara TV swasta dan TVRI tidak ada perbedaan, keduanya mempunyai [Unreadable] "Perubahan tersebut dimaksudkan agar TVRI dapat mengembangkan manajemen yang lebih profesional", tegasnya. [Unreadable] TVRI ternyata kini memiliki sekitar 6000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia [Unreadable] Menteri Penerangan Harmoko [Unreadable] TVRI dan RRI [Unreadable] digabungkan menjadi sebuah BUMN [Unreadable] Iklan [Unreadable] Pertimbangan [Unreadable] Satu-satunya lembaga siaran yang mempunyai hak untuk melakukan siaran di wilayah Indonesia, kata Menpen, hanya TVRI [Unreadable] Masalah status pengelola TVRI [Unreadable] Biaya operasional TVRI setiap tahunnya mencapai Rp 150 milyar yang didapat dari APBN [Unreadable] (Ant) [fragment from adjacent column:] Muktamar NU: Antara Khittah 1926 Dan Non Khittah Oleh: Askan Krisna [Unreadable] Nahdlatul Ulama kini [Unreadable] di simpang jalan, apakah akan mempertahankan sikap kembali ke Khittah 1926 atau [Unreadable] kata anggota FPPDPR H. Anshory Syams [Unreadable] Karena itu, Sekjen PBNU [Unreadable] ditinjau kembali dalam muktamar ke-29 di Tasikmalaya [Unreadable] khittah 1926 [Unreadable] [Unreadable] muktamar ke-29 NU bisa sukses apabila khittah NU tidak [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Pertahanan Laut Tiga Negara Di Asia Oleh: M. Nuh Hatumena [Unreadable] Dalam membangun pertahanannya, negeri matahari terbit [Unreadable] kekuatan pertahanan lautnya [Unreadable] Pakar pertahanan laut Amerika [Unreadable] Pakar Pertahanan Australia, Prof. Paul Dibb [Unreadable] India, Cina [Unreadable] [fragment from adjacent column:] LIBURAN Dinyatakan libur dua hari, 14 dan 15 Nopember 1994 dalam rangka APEC, sebagai [Unreadable]. Ini baru mudik "Liburan", belum mudik "Lebaran"! [fragment from adjacent column:] KARTU SEHAT Pemerintah membagikan lima juta "Kartu Sehat" untuk rakyat yang tergolong [Unreadable] kepedulian pemerintah kepada yang miskin, jangan sampai [Unreadable] [fragment from adjacent column:] [Unreadable] Pengurus DPD-PDI Jatim minta DPP-PDI lakukan pelantikan di Jakarta. +++ Kita tunggu "nyali" pengurus pusat.