Berita Yudha, 31 Desember 1997: biografi Jenderal Basuki Rachmat (2)
Cleaned OCR text (Good (0.918); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
RABU, 31 DESEMBER 1997 = @
Perwira AL Australia Dilatih Bahasa Indonesia
chaol J Fiynn mengaku an { terkesan dan kagum muny kan cara pengobatan yang di sanakan oleh Satgas Op
Bhakti TNI AL Surya Bhaskarg Jaya. Im beralasan operasi Bhakti
Silaturahmi 'Akhir Tahun Komando Garnisun | Jakarta
ee cu Jelang 1998, Jakarta Aman Dan Terkendali
Jakarta, BY
Australia dan Indonesia sangat intonsif melakukan kerjasama di sogala bidang. Tuk tortinggal di bidang Pertahanan Koamanan (Hankam), Selama ini
Manuvra Laut Di Natuna
JAKARTA—Tujuh unsur kapal perang pasukan latihan operasi laut gabungan TNI AL dan pesawat (Latopslagab) IX/97, di dermaga Kolinlamil,
w ht F-16, Selasa (30/12), hubungan — Australlandonesia TNI AL tidak hanya diperuntuk:
Bian tiem 200 oa eee tersebut kata Pangarma- mag, pale ae an kan bagi dar yang bis 0 be jatihan bersama, Baik di Angka: sa terjangkau, akan tetapu dilakhin cee Sao cpl ph et pp a 6 nes LN ena Lapan menggjakan eee a Dana tan Darat, Laut, dan Udara, anakan hingga di daerah:dags; eamanan di jajaran Koman ehormatan dan tidak terjol a Oleh karena Itulah, “ngan melaksanakan taktis dan toknis operasi laut gabungan sorta | lubang krimilnal,"Patuhi aturan, cepah bantah eh karena (tulah, tidak ho- rah terpencil yang tidak t
Gamisun I/Ibu Kota Jakarta sepanjang tahun 1997 tak bisa terlepas dari masalah politik dan ekonomi. Bahkan kedua pokok persoalan tersebut menjadi perhatian ABRI dalam mengemban tugas stabilitas demi menjamin berlangsungnya pembangunan nasional dengan aman.
ran jika kemudian perwira-parwira angkatan bersenjata Australia banyak yang belajar bahasa Indonesia, Misalnya saya di AL Australia (Royal Australian Navy), para perwiranya diminta untuk mempelajari bahasa Indonesia. “Sekarang ini, Perwira AL Australia banyak dilatih untuk bisa berbahasa Indonesia", ujar Laksma Michael J Flynn, Kadiskes AL Australia saat meninjau pelaksanaan Surya Bhaskara Jaya (SBY) XXXIX/ 1997 di KRI Teluk Semangka yang tengah melaksanakan operasi Kecamatan Passimasunggu,
kau oleh transportasi darat, lay dan udara
“Sya terkesan dengan cary pengobatan seperti Ini, karena bukan hanya bisa mengobati anak-anak sampai orang tu, melainkan juga dapat menyang.
kau daerah-daerah terpencil Dan yang sangat membanggakan adalah para dokter dan te medis lainnya dapat melaksana:
kan operasi di atas kapal perang ini”, katanya.
Lebih kagum lagi setelah yg melihat langsung beberapa pax sien yang menjalani operasi di kontainer medis yang dipasang
penerapan sistem K31 dalam rangka mendukung penyelenggaraan komando pangendalian operasi laut gabungan.
Latihan bersama TNI AL dan TNI AU dangan melibatkan 1.390 personil, TNI AL mengerahkan tujuh kapal perang diantaranya jenis Landing Ship Tank KRI Teluk Ende sebagai kapal markas dan jenis kapal perusak kawal rudal KRI Karel Satsuit Tubun. KRI Nala, dan jenis kapal sepat KRI Keris dan KRI Pandrong serta KRI Rakata serta diperkuat dengan unsur udara maritim janis Nomad, Cassa dan Helly Beli. Sedangkan TNI AU mengerahkan satu Flight F-16, satu Flight Hawk 100/200, 2 Helly SA 300 dan satu Foker 23/235 dari Pangkalan Udara Ranai dan Lanud Halim
berbagai prosedur teknis dan taktis operasi laut gabungan di perairan Natuna, Riau. Gelar latihan bersama dengan nama Latopslagab 1X/97 melaksanakan tahap manuvra laut yang akan dilaksanakan selama 7 hari sampai tanggal 5 Januari 1998 bertujuan untuk mencapai kerjasama perpaduan kekuatan menjadi inti kekuatan pertahanan gugus laut bertaraf besar yang dapat mengamankan wilayah nasional di laut sampai Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI)
secara optimal.
Demikian dikatakan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI
dan pelanggaran," katanya,
Ia juga secara tegas mengatakan agar satiap polanggaran yang terbukti segera ditindaklanjuti, ditindak dan tidak perlu ada yang ditutup-tutupi,
“Pelanggaran anggota ABRI tidak perlu ditutup-tutupi tapi ditindak dengan tegas dan segora diadakan tindakan preventif agar kasus yang sama tak terulang," tegas Pangdam,
Khusus di bidang kepolisian, Kapolda Mayjen Pol Drs Hamami Nata menyoroti berbagai kasus yang terjadi sepanjang tahun 1997 di wilayahnya.
"Sepanjang tahun 1997 bisa dianggap sebagai tahun yang penuh dengan kerja beresiko, Bila salah sedikit akibatnya besar," kata Hamami dalam awal pernyataannya,
Ia kemudian memberikan komentarnya atas beberapa kasus yang terjadi, mulai dari kasus
Kendati potensi gangguan keamanan di Jakarta ada, namun dapat disimpulkan stabilitas keamanan di wilayah Ibukota menjelang tahun 1998
Achmad Sucipto pada saat gelar
JAKARTA—Dalam rangka mengamankan pelaksanaan Sidang Umum MPR tahun 1998,
Penyiapan Jam Terbang dipandang perlu melakukan langkah konkrit. Salah satunya adalah mengetatkan penggunaan jam terbang dengan prioritas kepentingan operasi dan “Maintaining skill’, para awak pesawat.
Kasau Marsekal TNI Sutria Tubagus menegaskan hal itu ketika membuka rapat evaluasi pelaksanaan program kerja TNI AU Tahun 1997/1998 di Mabesau Cilangkap, Senin (29/12)
TNI AU, para panglima, komando serta perwira staf di jajaran TNI AU.
Dikatakan, muara dari keseluruhan program kerja adalah tercapainya kesiapan operasional TNI AU yang meliputi unsur manusia, alut sista (alat utama sistem senjata) udara serta se-
Graha Bha
Mapolda, ditandai dengan penandatanganan prasasti, pembukaan selubung papan nama dan pintu masuk. Gedung berukuran 12x12 meter itu dibangun dengan biaya Rp160 juta, berbentuk joglo dan diberi nama Graha Bhakti Pawarta.
Upacara peresmian itu dihadiri pejabat Polda Jateng, Kapolwil dan
berkumpul wartawan Polda melaksanakan tugas meliput kegiatan Polda dan permasalahan Kamtibmas.
Perdanakusumah. (“rs)
Penyiapan Jam Terbang Perlu Langkah Konkrit
genap komponen pendukungnya. Disadari bahwa faktor anggaran yang terbatas, mempunyai pengaruh cukup besar terhadap keberhasilan upaya peningkatan kesiapan alut sista.
“Ini mengharuskan kita agar dengan
dana yang tersedia, semaksimal mungkin mampu mendukung kegiatan yang telah diprogramkan, karena itu perlu kerja keras sehingga diharapkan tidak terlalu berpengaruh terhadap kesiapan alut sista", tegas Kasau.
Menurut Kasau, dampak langsung dari
tingkat kesiapan alut sista yang belum mencapai sasaran khususnya pesawat terbang adalah terbatasnya perolehan jam terbang minimal bagi setiap penerbang TNI AU, yang diikuti para pejabat teras Mabes sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Kondisi ini akan berpengaruh terhadap pembinaan profesionalisme para penerbang yang bersangkutan dan ditinjau dari segi Kambangja (Keamanan Terbang dan Kerja), kecenderungan tersebut akan menumbuhkan “potensial danger", dalam pengoperasian alut sista TNI AU,("/rs)
kti Pawarta
Diresmikan Kapolda Jateng
SEMARANG—Kapolda Jateng May- Kapoltabes Semarang, Ketua PWI Jateng,
na jen Pol Nugroho Ja- Kakanwil Deppen serta Muspida tingkat | yusman hari Senin. Jawa Tengah. Menurut Kapolda, Graha Bhakti (29/12) meresmikan Pawarta mengandung arti rumah, tempat penggunaan balai war- wartawan yang dengan setia mencari berita,
tawan di kompleks sedangkan gedung itu merupakan sarana
Gedung megah di belakang Markas
Polda Jateng itu bersebelahan dengan gedung pertemuan Borobudur dan dilengkapi ruang untuk jumpa Pers, ruang VIP,
uang istirahat, tiga peturasan serta telepon, faksimil dan komputer,(Ant)
dalam,
Jelang musim hujan, mari kita ps
bersihkan sungai, 5 dan selokan di | lingkungan kita.
Semoga musim penghujan ini "
membawa berkah, tidak menjadi malapetaka.
Amin. |
© yey
khususnya menghadapi Sidang Umum MPR yang akan datang diklasifikasikan dalam keadaan aman dan terkendali.
Demikian antara lain butir-butir yang diambil dari uraian Pangdam Jaya Mayjen TNI Syafrie Syamsuddin pada Silaturahmi Akhir Tahun dengan seluruh staf jajaran Komando Garnisun I Jakarta di Aula Sudirman, Makodam Jaya Cililitan Jakarta, Selasa (30/12).
Sejumlah pejabat penting yang bertanggungyawab terhadap pengamanan Ibukota tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol Drs Hamami Nata, Komandan Pusat Polisi Militer (Dan Pus Pom) Mayjen TNI Syamsu D, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Sutarto, Panglima Kawasan Armada Barat (Pangarmabar)
Laksda TNI Achmad Sucipto, Panglima Komando Operasi Pangkalan Udara (Pangkoopsau) I yang diwakili oleh Marsekal Pertama TNI Susetyasto dan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus yang diwakili oleh Brigjen TNI M Idris Gassing.
Para pejabat tinggi penanggungjawab keamanan Ibukota itu hadir atas undangan Syafrie Syamsuddin yang juga menjabat sebagai Komandan Garnisun I Ibukota. Secara bergantian masingmasing perwira tinggi ini berbicara mengevaluasi situasi keamanan dan stabilitasnya menjelang 1998 kepada 95 orang perwira dari Komandan Satuan setingkat Komandan Batalyon di jajaran Garnisun [/bukota.
Dalam pernyataannya, Syafrie menilai bidang politik dan ekonomi akan menjadi sarana potensial untuk dimanfaatkan sebagian pihak yang menghendaki kondisi instabilitas,
Di bidang politik, khususnya menghadapi Sidang Umum 1998, Syafrie mengamati akan ada gerakan-gerakan politik yang « berusaha:mengganggu kelancaran sidang.
Syafrie Syamsuddin
“Gerakan ini terutama muncul dari rivalitas politik yang mendukung nama seorang calon presiden atau wapres. Apabila tidak diantisipasi dengan baik akan muncul benturan politik pada pra kondisi untuk memicu kegagalan Sidang Umum," urai Syafrie.
Sementara di bidang ekonomi, Syafrie menilai gejolak moneter yang berkepanjangan juga dapat dimanfaatkan secara politik sehingga membuat keruh suasana di lingkungan masyarakat.
Untuk menghadapi hal-hal yang demikian itu, Syafrie mengingatkan kepada seluruh prajurit agar ABRI tetap berpedoman kepada rasa solid dan handal sesuai Sapta Marga.
“Untuk itu hendaknya setiap prajurit bersikap dan berperilaku profesional, proporsional, berorientasi kepada misi, mawas diri dan mewaspadai penyalagunaan wewenang," katanya.
Ia juga mengharapkan agar seluruh prajurit dapat bersikap kompak dan tidak mudah termakan oleh hembusan kebencian dan hasutan yang mungkin sengaja dilemparkan orang-orang yang menghendaki perpecahan dalam tabuh ABRI: «
Khusus dalam penjagaan citra ABRI, Pangdam
Mari Waspadai Gejolak Sosial Yang Cenderung Makin Memanas
Dili, BY
Kapolri Jenderal Pol Drs Dibyo Widodo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi setiap gejolak sosial yang cenderung semakin memanas, menjelang sidang Umum MPR-RI.
“Keguncangan situasi di bidang ekonomi/moneter dan politik sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan bermasyarakat,” kata Kapolri dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kapolda Timtim, Kol Pol Drs Atok Rismanto, SH di Dili, Selasa.
Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke XVII Satuan Pengaman (Satpam) yang dipusatkan di Polda Timtim, Kapolri menyatakan, kesadaran dan rasa: tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai gejolak.
“Kita semua mendapat tugas nasional untuk mengamankan Sidang Umum MPR RI 1998 yang sangat membutuhkan situasi aman, tentram, tertib dan terkendali," ujarnya.
Untuk itu masyarakat harus memiliki wawasan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan, memperkuat daya tangkal terhadap pengaruh negatif serta memiliki kemampuan dan keberanian menghadapi upaya dari pihak lain yang ingin merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.
“Masyarakat perlu meningkatkan deteksi dini dan mewaspadai berbagai isu dan gejolak yang terjadi dan harus mampu mengatasinya,” ujarnya.
Kapolri menambahkan, dengan keterbatasan aparat keamanan, peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam upaya menciptakan kamtibmas yang diharapkan.
Berdimensi baru
Dibyo Widodo menilai, keberhasilan pembangunan nasional dalam berbagai aspek kehidupan membawa dampak terhadap berkembangnya modus operandi kejahatan yang berdimensi baru.
Kondisi tersebut menuntut sistem pengamanan yang lebih konsepsional dan representatif dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan na- x
sional yang mantap.
Jika kondisi tersebut tidak mendapat penanganan sebagaimana mestinya, dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas nasional, yang pada gilirannya bisa menghambat pelaksanaan pembangunan nasional, tandasnya,(Ant)
pencurian dengan kekerasan, narkotika, hingga kasus besar seperti pembunuhan Nyo Beng Seng, perkara subversi, aborsi ilegal hingga ditangkapnya 3 mantan Direktur BI,
Semua kasus-kasus itu kata Hamami merupakan modal dan pengalaman berharga yang harus dijadikan kekuatan bagi semua prajurit untuk menghadapi tahun depan yang tantangannya lebih besar.
Sementara itu Mayjen TNI Syamsu D yang mendapat giliran menjadi pembicara ketiga menyoroti berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota ABRI sepanjang tahun 1997. Meski tidak menyebut data pasti, namun Syamsu menyebut telah terjadi sejumlah pelanggaran oleh oknum ABRI yang sangat merugikan citra dan wibawa ABRI sepanjang tahun 1997,
Kasus yang umum dijumpai, kata Syamsu, antara lain penegakan disiplin yang masih dilanggar oleh beberapa anggota ABRI, penggunaan obat-obatan terlarang, menjadi becking tempat-tempat prostitusi dan perjudian hingga perkelahian antar anggota ABRI.
Pus Pom sendiri hingga saat ini kata Syamsu terus berupaya meningkatkan citra prajurit dengan berbagai cara. Mulai dari razia ke tempattempat hiburan, test urine setiap tiap hari Senin hingga operasi penegakan hukum dan disiplin anggota ABRI.
Mendukung pernyataan Pangdam Jaya, Syamsu dengan tegas mengajak seluruh jajaran Gamisun I Jakarta agar tidak menutupi kesalahankesalahan anggota ABRI.
“Komandan yang menutup-nutupi kesalahan anggotanya itu dosa. Harusnya bukan ditutupi tapi perlu diambil tindakan yang tegas,” katanya.
Acara silaturahmi ini berlangsung dalam suasana hangat dan “penuh kehangatany-berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. (nan)
© yirer
Jenderal Pol Drs Dibyo Widodo
Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (30/12) kemarin.
Kadiskes Royal Australian
Navy itu kemudian berbicara dalam acara itu. Di dalam sambutannya Ia mengatakan, sangat bersyukur dapat melihat operasi semacam SBY ini, sambil mengutarakan harapannya agar kerjasama TNI AL dengan Royal Australian Navy bisa terus ditingkatkan.
Pada hadirin, Kepala Dinas
di KRI Teluk Semangka, setelah itu peninjauan diteruskan ke da sa Benteng Jampea, Selayar.
Kedatangan Laksma Michael
] Flynn di daerah seluas 60 km persegi itu disambut dengan pe ngalungan selendang dan tariar# pencak silat khas Sulsel yang di.
saksikan Camat setempat Andi Mappasessu bersama ratusars masyarakat lainnya. Dalam ke sempatan ini, Kadiskes AL Ads tralia bersama rombongan juga
Kesehatan (Kadiskes) Angkatan meninjau ruang pengobatan Laut Australia (Royal Australian yang ada di Puskesmas setem Navy) Laksamana Pertama Mi- pat. (“/rs)
2 Abursista
ROADRUNNER
“ROADRUNNER” adalah sebuah sistem pertahanan multi senjata. Prototipe sistem ini meliputi sederetan penampilan yang unik, yaitu rancangan kendaraan beroda rantai dipadu dengan serangkaian persenjataan. Sistem tersebut dibuat berdasarkan konsep kendaraan universal baru dan dikembangkan bersama-sama dengan sistem Tacom (Tank-Automatic Command) milik Angkatan Bersenjata AS. Atas konsep itulah, sebuah kendaraan angkut MII3A3 telah dimodifikasi dengan mengganti kompartemen persenjataan bagian belakang. Panjang badan kendaraan tersebut dijaga: Ka inci. Dengan pom ne
ng lebih panjang memberikan kemungkinan penamnbahion roda sebanyak enam buah pada setiap sisinya. Dengan chasis yag lebih panjang, kendaraan ini dapat dilengkapi pula dengan sistem roket berpeluncur banyak - MRLS (Multiple Launch Rocket System). Roadrunner digerakkan oleh mesin berkekuatan 300 tenaga yang dipadukan dengan sebuah |
Catatan Sejarah Pahlawan Basuki Rachmat (Bagian 2)
Menjadi Asisten IV Kepala Staf Angkatan Darat
sian, diikuti oleh para pengungsi.
Setelah Pengakuan Kedaulatan, pada tanggal BN NO na Sela sal ana a da Lia "nu
SUNGGUH berat tantangan yang harus dijawab oleh Basuki Rachmat sebagai pimpinan gerilya di daerah itu. Dalam menghadapi perang urat syaraf maupun operasi militer Belanda, seluruh potensi gerilya harus digerakkan. Di Bojonegoro Selatan di samping pasukan TNI ada pula pasukan pelajar pejuang yang terdiri dari Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) pimpinan Wahyudi, Tentara Geni Pelajar (TGP) pimpinan Rusnin dan Margono, Gerilya Liar (GL) pimpinan Hartono dan Adnan, dan pasukan Mobilisasi Pelajar (Mo-
Li pel) pimpinan Sugeng dan Muktijo, Tenaga-tenaga pelajar ini dikerahkan dan dikoordinir untuk
urat syaraf maupun operasi militer Semua potensi harus dikerahkan, baik kekuatan bersenjata maupun sipil, dan dikoordinir sebaik-baiknya sehingga jelas tugas dan tanggung jawab So u ee pimp! perjuangan idenan Bojonegoro, Letkol Sudirman, diadakan rapat koordinasi di desa Konon Kecamatan Bubulan di daerah pedalaman Gunung Kendeng.
Hadir dalam rapat koordinasi itu Letkol Sudir-
SH, Bupati Surowijono, Mayor Basuki Rachmat, pratt een Rapat memutuskan untuk memmasi bahwa semua pimpinan gerilya Karesidenan Bojonegoro sedang berada di Gondang mengadakan rapat, termasuk Basuki Rachmat yang selalu mereka cari. Belanda segera menyerang Gondang pada tanggal 27 Maret 1949. Sepanjang jalan antara Dender dan Gondang gerakan pasukan Belanda dihadang oleh pasukan Basuki Rachmat, sehingga pimpinan-pimpinan gerilya mempunyai kesempatan untuk mi desa Gondang. Waktu pasukan Belanda tiba di Gondang tanggal 29 Maret 1949, mereka tidak menemukan siapa-siapa, sehingga mereka kembali lagi ke Dander.:
Menjadi asisten IV Kasad
‘Tanggal 24 September 1949, Komandan Brigade Ronggolawe masuk kota Bojonegoro untuk berunding dengan KTN mengenai pelaksanaan gencatan senjata. Untuk pelaksanaannya akan ditangani dan diawasi oleh sebuah komisi yang dibentuk tanggal 20 Oktober 1949, terdiri dari pihak Republik Indonesia, Belanda, dan KTN.
Panitia ini disebut Local Joint Committee (LIC = Komisi Bersama Setem at).
Basuki Rachmat ditunjuk menjadi anggota LJC untuk wilayah Bojonegoro Selatan, termasuk kota Bojonegoro, Pada tanggal 19 Desember 1949 Belanda meninggalkan daerah Bojonegoro dan pada pukul 10.00 pagi Batalyon 16 Basuki Rachmat masuk kota, Sirine, beduk mesyid, lonceng gereja, di seluruh kota dibunyikan menyambut masuknya kembali TNI. Kemudian masuk pula aparat pemerintah sipil di bawah pimpinan Bupati Surowijono bersama Kepoli-"
2 Juni 1950 ia ditetapkan sebagai pejabat Komandan Brigade 11 Narotama Divisi I Jawa Timur. Pangkatnya tetap mayor. Pada tanggal 16 Mei 1953, ia diangkat menjadi Kepala Staf Tentara dan Territorium V/Brawijaya, dan pangkatnya dinaikkan satu tingkat menjadi Letnan Kolonel.
Sebagai Kepala Staf TT V/Brawijaya ia berusaha agar keamanan dan ketertiban tetap terpelihara, sehingga pelaksanaan Pemilihan Umum 1955 dapat berlangsung dengan baik, Pada tanggal 1 Juli 1956 Basuki Rachmat mendapat panggilan supaya menghadap Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) ke Jakarta. Ternyata KASAD menunjuk ia untuk menjadi Atase Militer di Australia. Tugas itu mulai dilaksanakan sejak bulan September 1956, dan berakhir pada bulan November 1959. Selanjutnya Basuki Rachmat diangkat menjadi Asisten IV KASAD dengan pangkat Kolonel, membawahi bagian logistik Angkatan Darat.
Ketika baru saya empat bulan ia memangku jabatan Asisten IV KASAD, pada bulan Maret 1960 ia diangkat menjadi Kepala Staf Penguasa Perang Tertinggi (Peperti). Jabatan Asisten IV KASAD tetap dipegangnya. Tugas dan tanggung jawab Basuki Rachmat menjadi bertambah berat, karena itu setelah satu tahun melaksanakan jabatan yang rangkap, ia dibebaskan dari
Asisten IV KASAD.
jasa ya sebagai 6
Mungkin karena kesibukannya, Basuki Rachmat jatuh sakit yang agak serius, Setelah sembuh ia dibebaskan dari tugasnya selaku Kepala Staf Peperti dan diangkat menjadi Panglima Kodam
VIII/Brawijaya. Menjelang meletusnya pemberontakan G 30S/PKI, di Surabaya sering terjadi demonstrasi ormas PKI yang terutama ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur Kolonel Wiyono.
Puncak demonstrasi terjadi tanggal 27 September 1965 yang dilakukan oleh Gerwani.
Basuki Rachmat sedang berada di Suradan, Madiun," meninjau latihan militer Ketika mendengar laporan bahwa kediaman Gubernur Jawa Timur dirusak oleh massa demonstran Gerwani, hal ini dinilai oleh Pangdam VIIV Brawijaya sebagai sangat serius.
Pada tanggal 30 September malam Pangdam VIIVBrawijaya menghadap Men/Pangad Jenderal A. Yani di kediamannya. Ia melaporkan mengenai peristiwa demonstrasi Gerwani tanggal 27 September 1965 di Surabaya, sambil mengajukan saksi utama yang melihat peristiwa itu ialah Mayor Sugianto. Setelah Men/Pangad Letnan Jenderal A. Yani mendengarkan laporan, secara spontan meng kawat pernyataan simpati kepada Gubernur Wiyono.
Selanjutnya Men/Pangad bertanya kepada Mayor Sugianto, apakah ia berani melaporkan peristiwa itu kepada Presiden Sukarno, Mayor Sugianto menyatakan bersedia, kemudian Men/ Pangad memerintahkan kepada pangdam VIII Brawijaya Brigjen Basuki Rachmat dan Mayor Sugianto, supaya besok tanggal 1 Oktober 1965 menghadap dengan pakaian PDUK (Pakaian Dinas Upacara Kecil), untuk selanjutnya bersamasama berangkat menghadap Presiden. Rencana itu tidak pernah terlaksana karena kudeta berdarah G 30S/PKI pada tanggal 1 Oktober 1965 telah mendahuluinya.
ie Be
Karena kejadian tersebut, Basuki Rachmat tidak segera kembali ke Jawa Timur, tetapi langsung menggabungkan diri ke Kostrad (Komando | Strategi Angkatan Darat) untuk bersama-sama
Militer) Brawijaya, bahwa sepasukan Raiders di bawah pimpinan Kapten Kasmidan sudah memengatur penumpasan terhadap G 30S/PKI.
Dari sini ia mengadakan kontak dengan Markas rencanakan dan bersiap-siap akan menculiknya, |.
seandainya waktu itu Basuki Rachmat berada di | Surabaya. Kiranya Tuhan ba meaning di Berhubung beberapa pejabat len 4 puty Pangad telah diculik dan dibunuh oleh G | 30S/PKI, maka Pangad Jenderal Suharto wel ngangkat Mayor Jenderal Basuki Rachmat men- | jadi Deputy Khusus Pangad, di samping itu | jabatannya selaku Panglima Divisi Brawijaya.
diserahterimakan kepada penggantinya. Ketidaktegasan pemerintah dalam penyelesaian $ politik masalah G 30S/PKI menyebabkan rakyat | M tidak puas. Dengan dipelopori oleh pemuda | pelajar dan mahasiswa mereka mengadakan | demonstrasi. Tti Tuntutan Rakyat (Titra) | dicetuskan, yang berisi tuntutan agar pemerin- | tah membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya, | membersihkan Kabinet dari oknum-oknum "| yang berindikasi G 30S/PKI, dan turunkan har- | ga-harga. Sikap pemerintah yang tidak tegas te- | lah menimbulkan ketegangan-ketegangan, se- | hingga aksi-aksi pemuda semakin bertambah | tajam. 3 (benambuns) |