Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01603

Berita Yudha, 8 Januari 1998: 'PKI menculik, membunuh dan membuang mayatnya ke Lubang Buaya' (M.T. Harjono)

Cleaned OCR text (Good (0.916); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Berita Yudha REA JAKARTA —Pangdam Jaya Mayjen TNI Syafrie Syamsuddin didampingi oleh para pejabat teras jajaran Kodam Jaya dalam mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan mengadakan kegiatan sholat tarawih keliling. Di wilayah Jakarta Selatan, baru-baru ini Pangdam Jaya, bersama-sama masyarakat di wilayah ini mengadakan MarsmaTNI IGB Wirya JAKARTA— Marsekal Pertama TNI IGB Wirya, Senin (5/1) di Mabesau, Cilangkap, dilantik sebagai Aspam Kasau, Marsekal Muda TNI | Gede Sudana menjadi Wakil Asisten Pengamanan (Waaspam) Kasau baru, menggantikan Marsekal Pertama TNI Suharso. Pejabat baru sebelumnya sebagai Kadispamsanau (Kepala Dinas Pengamanan dan Sandi TNI AU), sedang pejabat lama akan menjadi Kepala Proyek (Kayek) Sukhoi-30. Aspam Kasau dalam sambutannya JAKARTA—Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wa- De kapolri) Lecen (Pol) Drs. Luthfi Dahlan mengatakan puasa adalah Allah SWT yang wajib dilaksanakan. Mengapa? Karena menurutnya, kita harus meyakini di dalam hati bahwa setiap perintah Allah itu ada manfaatnya. Wakapolri menjelaskan hal itu ketika memberikan ceramah pada acara yintas 2 Angkatan Mana samaan sholat tarawih bersama di Masjid Raya AHlttihad Tebet Jakarta Selatan. Selesai mengadakan sholat tarawih, Pangdam Jaya berkenan bersilaturahmi dan berbincang-bincang dengan para tokoh masyarakat dan para ulama setempat, antara lain: mengemukakan tentang tugas-tugas yang diemban oleh Kodam Jaya yaitu pembinaan teritorial yang meliputi berbagai aspek yang ada di dalam wilayah tersebut, khususnya di bidang keamanan wilayah. (“/rs) JabatWaaspam Kasau mengatakan staf Kasau Bidang Pengamanan dalam kebijaksanaannya tidak akan mengambil resiko sekecil apapun dalam mendukung pengamanan pelaksanaan SU MPR 1998 serta hasilhasilnya dengan menyiapsiagakan potensi kekuatan dna kemampuan di segala bidang. Pada bagian lainnya, diungkapkan bahwa "tour of duty” maupun "tour of area" Aspam Kasau, pada dasarnya merupakan salah satu upaya untuk selalu mengedepankan kepentingan organisasiTNI Angkatan Udara, guna mengimbangi tuntutan perkembangan situasi dan kondisi yang selalu berubah. (“/rs) Wakapolri: Setiap Perintah Allah Ada Manfaatnya tarawih bersama pejabat teras Polri, sesepuh Polri dan para Jamaah Sholat tarawih lainnya, Senin (5/1) lalu. Selanjutnya, Wakapolri mengatakan bahwa di dalam Al Ouran disebutkan bahwa “Barang siapa yang berjuang maka perjuangannya. itu untuk dirinya sendiri." Jadi pada dasarnya puasa, sholat, zakat serta seluruh perintah Allah SWT yang ada dalam Al Ouran itu manfaatnya kembali kepada orang yang melaksanakannya. (*/rs) Pangdam Jaya Tarawih Keliling © yiray HIDUP di Jakarta memang perjuangan. Sejak kecil hingga besar Dari yang mereka yang hidupnya papa hingga yang hidupnya senang. Juga masih harus berjuang. Tak tertinggal, anak sekolahan pun berjuang. Tidak hanya dalam proses belajar Bahkan mau ke sekolah pun mereka harus berjuang. Berjuang ABRI Bisa Terima Alokasi Anggaran RAPBN Jakarta, BY Kapuspen ABRI Brigjen TNI A Wahab Mokodongan mengatakan, di tengah kondisi keprihatinan, anggaran sektor Hankam dalam RAPBN 1998/99 bisa diterima. “Kurang dari itu pun kita bisa terima, karena kondisinya seperti ini, keadaan di mana semuanya dalam suasana prihatin,” katanya di Jakarta, Selasa malam. Hal itu dikemukakannya kepada ANTARA seusai — mendengarkan pidato pengantar nota keuangan dan RAPBN Presiden Suharto di gedung MPR/DPR, Selasa malam, saat dimintai tanggapannya mengenai alokaad anggaran dalam RAPBN 1998/99 untuk sektor Hankam. Pada RAPBN 1998/99, anggaran yang disediakan untuk sektor Hankam berjumlah Rp1.862,8 miliar, sedangkan pada RAPBN 1997/98, jumlahnya Rp1.727,6 miliar, yang berarti mengalami peningkatan sekitar tujuh persen. Menurut dia, keprihatinan tersebut bukan dirasakan oleh ABRI, tetapi juga oleh semua dalam keadaan sekarang. Ketika ditanya tentang bagaimana dengan rencana pengadaan peralatan baru bagi ABRI dengan alokasi dana tersebut, Mokodongan mengatakan, pihaknya menyesuaikan diri dengan kemampuan pemerintah, yang untuk kepentingan ABRI, mampunya hanya sejumlah itu. "Jadi, kita jangan bermimpi menginginkan peralatan yang harganya tidak bisa kita jangkau," katanya. Menurut dia, kalau saat ini pemerintah mempunyai biaya, tentu semua peralatan canggih kemiliteran, yang diinginkan, bisa dibeli, tapi keadaan keuangan negara sekarang, #seperti dinyatakan Presiden Suharto menunjukkan keprihatinan bangsa. “Tetapi, kita harus punya keyakinan bahwa kalau kita punya niat, punya semangat dan ada kebersamaan untuk rela berkorban mengatasi masalah secara bersama, seperti dikatakan Presiden, maka 'badai pasti berlalu'," katanya. " Kalau “badai" sudah berlalu, katanya mengambil permisalan, biaya untuk kepentingan ABRI bisa meningkat. Mengenai hal yang sudah direncanakan, seperti pembelian pesawat tempur, ia menyatakan bahwa semua pembangunan yang membutuhkan biaya besar mengalami penjadwalan ulang dan diundur, bahkan ada yang dibatalkan. “Nah...ABRI pun prioritasnya seperti itu, mana yang kira-kira direncanakan dibeli, tapi tidak mampu untuk anggaran 1998/99, ya...tidak kita laksanakan," katanya. Saat ditanya apakah “alokasi anggaran yang cukup kecil bagi ABRI itu sekaligus bisa menepis anggapan bahwa Indonesia memang bukan ancaman dari sisi militer, ia menyatakan penilaian itu tidak perlu. “Kekuatan Hankam kita ‘kan’ rakyat semesta, kebanggaan kita rakyat semesta. Secanggih apa pun ABRI kita, kalau tidak bersama rakyat, sulit juga. Jadi, kita disegani karena rakyat kita atau bangsa kita ini menjadi satu atau semesta,” demikian Kapuspen ABRI. (Ant) Nilai Kejuangan ABRI Perlu Diimplementasikan Secara Konkrit Jakarta, BY Dalam menghadapi Pelita VII yang identik dengan gerbang abad ke 21, bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan beraneka ragam. Bahkan di antaranya terdapat tantangan substansial yang belum pernah kita alami. Demikian dikatakan Panglima ABRI Jenderal TNI Feisal Tanjung dalam ceramah tertulis yang dibacakan Kassospol ABRI Letnan Jenderal TNI M. Yunus Yosfiah di depan Seminar PKB Kejuangan yang diikuti Perwira Siswa Sesko Angkatan/Sespim Polri di Seskoad Bandung, Senin (5/1) Ditambahkan pula, dewasa ini, kecenderungan kearah itu semakin kuat dirasakan seperti, mengenal HAM, Demokratisasi, sistem ekonomi, dialog budaya, dan lain-lain. Dimana perkembangannya bergerak demikian cepat, namun kemampuan sistem yang ada, masih mengalami kendala. Akibatnya menurut Panglima ABRI, muncul berbagai visi, persepsi dan aktualisasi nilai yang tidak sepenuhnya sesuai dengan budaya kita, seperti erosi kejuangan dan kepemimpinan, juga disintegrasi dalam masyarakat tentang visi kebangsaan yang hendak diperjuangkan. Lebih lanjut Panglima ABRI Jenderal TNI Feisal Tanjung menegaskan betapapun majunya kehidupan suatu bangsa dan betapapun kuatnya pengaruh materi/aspek ekonomi, tetapi nilai-nilai kejuangan yang mendasar sangat penting peranannya dan tidak dapat diabaikan. Bagi ABRI dan bangsa Indonesia justru diatas nilai kejuangan itulah akan ditentukan tingkat kemajuan atau kemunduran dan bahkan eksistensi bangsa Indonesia. Karena itu tegas Panglima ABRI, nilai kejuangan ABRI perlu diimplementasikan secara kongkrit,. baik untuk memelihara eksistensi, integritas maupun kesinambungan pembangunan nasional. Seminar PKB Pasis Sesko Angkatan/Sespim Polri dihadiri Wadan Sesko ABRI Mayor Jenderal TNI (Mar) B. Balukh, Dan Seskoad Mayor Jenderal TNI Afandi, Dan Seskoal Laksda TNI Bambang Suryanto, Dan Sesko AU Marsda TNI Cucu Juanda, Kasespim Polri Mayor Jenderal Pol Rusdiharjo,menampilkan berbagai penceramah seperti Men hankam, Ketua Bapapenas dan Ketua BP7 Pusat. Acara pembekalan dengan Pangab yang diwakili Kassospol ABRI diakhiri dengan tanya jawab. Dari pertanyaan para Pasis Sesko Angkatan/Sespim Polri calon pemimpin ABRI di masa depan ternyata mereka menaruh perhatian besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara terutama mengenai persatuan kesatuan peningkatan demokratisasi dan HAM -serta kesejahteraan rakyat. (“/rs) Ujungpandang Aman Dan Terkendali Ujungpandang, BY Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agum Gumelar menegaskan kondisi wilayah Sulawesi dan khususnya Kota Ujungpandang dalam keadaan aman terkendali. Masyarakat tetap melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan secara khusu. Kondisi ini mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan tetap terina dan tidak tergoyahkan dengan berbagai upaya pemecah belah persatuan yang tetap kokoh. Demikian ditegaskan Pangdam VII/ Wirabuana Mayjen TNI Agum Gumelar kepada 'BY' Selasa sore kemarin diwaspadai dan kita semua bertanggung jawab menjaga kondisi yang aman ini” kata Agun Gumelar. Menurutnya Ujungpandang setelah dilanda kerusuhan 15 September 1997 lalu terus berbenah diri menata kembali kota dan secara bertahap mulai bersinar kembali. “Kita semua tidak menginginkan terjadinya kerusuhan karena kita juga yang rugi. Tidak ada yang diuntungkan dalam peristiwa itu bahkan para investor akan balik kanan" jelasnya. “Saya juga jadi kaget ketika menerima telepon dari Jakarta menanyakan situasi Ujungpandang. Saya jelaskan 1) kemarin tersebar isu bahwa terjadi kerusuhan bahkan sejumlah mahasiswa ramai memperincangkan bahkan sada isu terjadi pembakaran sejumlah mobil di Pantai Losati Senin (5/1) malam lalu. Sementara kondisi Pantai Losari biasa saya hanya selama Ramadhan dipadati pengunjung untuk menikmati buka puasa sambil menyaksikan terbenamnya matahari. Kapendam VII/Wirabuana Letkol CAJ Drs. Ma'sum Amin ketika dihubungi 'BY' juga membantah adanya isu kerusuhan di Ujungpandang. “Tak benar itu, kita harus meningkatkan ke- KAMIS, 8 JANUARI 199g PANGAB DAN KASAU TERIMA ATHAN KEDUBES AUSTRALIA—Panglima ABRI Jenderal TNI Feisal Tanjung di ruang kerjanya di Jakarta, Selasa (6/1) telah menerima kunjungan Athan Kedubes Australia Brigadir Jenderal E.P. Chamberlain. Tampak Pangab sedang menjabat tangan Brigjen E.P. Chamberlain disaksikan oleh Athan Kedubes Australia yang baru Brigadir Jenderal A.J. Molan. (atas). Setelah menghadap Pangab, pada Rabu (7/1) kedua Athan Autralia juga diterima Kasau Marsekal TNI Sutria Tubagus di ruang kerjanya. (bawah) CN-235 MIL Andalan Operasi Militer PESAWAT terbang serbaguna CN-235 MIL siap memenuhi tuntutan kebutuhan operasi militer Dengan pintu belakangnya yang landai, memungkinkan CN-235 MIL untuk memuat atou menurunkan pasukan-pasukan para, barang dan roll-rails maupun alat-alat MADEVAC (Medical Evacuation) dengan mudah Berkat ruang kabinnya yang luas, pesawat ini dapat mengangkut memperoleh bus yang mau mengangkut mereka. Dan tidak heran jika kemudian anak sekolah bergelantungan di pintu bus/metro mini. Padahal, di sekolahnya tidak ada pelajaran bagaimana mereka bergelantung yang baik. Mereka sudah pintar sendiri. (6/1) dikediamannya. Penegasan itu untuk menepis adanya isu bahwa Kota Ujungpandang sedang terjadi kerusuhan. “Kok kota yang begini tenang diisukan rusuh. Ini yang harus waspadaan. Menjelang Sidang Umum MPR oknum yang tidak bertanggung jawab akan memanfaatkan suasana apalagi dengan kondisi moneter kita saat ini” kata Kapendam.(bz) tidak ada apa-apa yang terjadi, masyarakat tetap menjalankan aktifitasnya termasuk ibadah dibulan Ramadhan" kata Agum Gumelar menambahkart Sebagaimana diketahui Selasa (6/ sebanyak 33 pasukan para berperalatan lengkap atau 48 pasukan siap tempur. Atau memuat dua standard pallets berukuran 88" X 125" atau enam berukuran 88X45" Bulan Januari ini, seorang pahlawan nasional dilahirkan di bumi Indonesia ini. Dia adalah Lecen Anumerta M.T, Haryono. Seorang yang anti PKI dan tidak menyetujui adanya Letnan Jenderal M.T. Haryono (habis), PKI Menculik, Membunuh Dan Membuang Mayatnya Ke Lubang Buaya kah dengan gadis pilihannya Martiatni, | dimulai sejak pertumbuhannya di ta- | tembok penghalang maksud-maksud | Indonesia yaitu pemberontakan yang yang lahir di Tegal tanggal 19 November | hun 1945, Seluruh hidupnya dicurah- | jahat PKI. Partai Komunis Indonesia | dilancarkan oleh PKI. Yang menjadi | pak," desak Sersan Bungkus. | 1925. Dari perkawinan yang bahagiaini | kan untuk perkembangan organisasi berusaha segiatnya menguasai peme- | korban terutama adalah para Perwira Ibu kemudian masuk ke dalam dan menyampaikan maksud kedatangan Naa keluarga M.T, Haryono dikaruniai 5 or- | Angkatan Darat. Dalam melaksanakan | rintahan. Angkatari Darat yang benar-benar dapat | Sersan Bungkus. Pak Haryono MT. me nasakomisasi ABRI yang ang anak, yang terdiri dari 3orangputra | tugas tidak pernah berhenti setengah- Mayor Jenderal M.T. Haryono adalah | digolongkan sebagai putra-putra terbaik | nolak keinginan tersebut” Ia menjan- - “ diinginkan oleh PKI. dan 2 orang putri. salah seorang yang anti PKI dan tidak | Ibu Pertiwi. jika pukul 08.00 esok paginya. Sebab Demikian pula ia tidak se- Tentang pribadi M.T. Haryono tam- menyetujui adanya nasakomisasi ABRI Pada tanggal 1 Oktober 1965. hari | masih lelah setelah menghadiri rapat pak ada dua sifat yang menonjol yaitu yang diinginkan oleh PKI. Demikian | Jum'at pukul 04.00 segerombolan pem- | para tehnisi di Istora Senayan. Sersan tuju rencana PKI untuk sifat keras serta tegas dengan sifat ke- pula ia tidak setuju rencana PKI untuk | berontak datang ke rumah M.T. Haryono | Bungkus tidak dapat lagi mengena membentuk Angkatan ke-5. lembutan yang penuh sifat kasih sa- membentuk Angkatan ke-5. Oleh ka- | di Jalan Prambanan No. 8 Jakarta. Ka- | dalikan emosinya. Kamar tidur Pak Oleh karena hal-hal itu- rena hal-hal itulah, maka Mayot Jende- | rena pintu diketok-ketok, maka Ibu | Haryono didobrak paksa dan langsung ral M.T. Haryono dianggap musuh PKI. | Haryono yang terbangun lebih dahulu. menembak gencar ke arah korban. Padi lah, maka M.T. Haryono Antek-antek PKI, seperti Pemuda | Setelah pintu dibuka, tampaklah di ha- | saat-saat yang kritis inilah sifat keras saat itu berpangkat Mayjen Rakyat, CGMI, Gerwani dan sebagainya | dapannya banyak orang yang mem- dan pantang menyerah memancar dari dianggap musuh PKT. Pada waktu itu sangat aktif bertindak sebagai | bawa senjata. Orang-orang itu adalah | Mayor Jenderal M.T. Haryono. 3 $ Teen Mereka ba- | gerombolan pemberontak G.308/ PKI Dengan bersusah payah ia berusaha tanggal 1 Oktober 1965, nyak yang masuk jadi sukarelawan. De- | yang akan menculik dan membunuh | dengan sekuat tenaga untuk merebut hari Jum'at pukul 04.00 agan kodok melatih para sukarlawan | Mayor Jenderal M.T. Haryono, Penntah | senjata dai papa ca ak ai UK segerombolan pemberontak Dwikora, mereka mengambil kesem- diberikan di Lubang Buaya | hanya sia-sia Karena di samping sem: gs patan untuk menyusun kekuatan, se- | oleh Letkol Untung melalui Letnan | kin banvaknya darah yang kr luar dai | Gatang ke rumah M.T. perti yang terjadi di Lubang Buaya. Satu Dulatif kepada Sersan Kepala | tubuhnya, lawannya berjunlah banyak: Haryono di Jalan Prambanan | KEBERHASILANNYA menjalankan se- Hal / No. 8 Jakarta. Dan Mayjen | tiap tugas yang dibebankan kepadanya adanya M.T Haryono pun gugur hermione, untuk tugas- ag ditangan para "jahanam" | tusan Presiden tertanggal 16 Agustus dang. PKI. Berikut beberapa | 1962 Kolonel MT. Haryono menjadi kesulitan penggal cerita mengenai | Brigien. Dan dengan pangkat itu pula ia ekonomi, ‘un diangkat sebagai Inspektur Jenderal oleh pahlawan M.T Haryono. Angkatan Darat. Tanggal 1 Juli 1964 dengan “mendapat kenaikan pangkat menjadi yang Mayor Jenderal dengan jabatan sebagai ekonomi Da Sen aan dapt sebagai se- Seni prajurit, kelihatan bahwa ia seyang cocok untuk jabatan perwira rece te mene Massa Sie dengan sikapnya | P yang tegas dan berani, ia tidak pernah membawa senjata pulang ke rumah ¥ Haryono memasuki dunia -rum tangga mula bulan Juli 1950. Ia ave aS Rw