Harian Neraca, 13 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (60)
Cleaned OCR text (Good (0.927); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
1990 Sebesar
‘Jakarta, NERACA
PSSI akan mengeluarkan biaya #ekitar Rp 3,6 milyar untuk memibiaya ram dan kegiatan Per satua ikbola Seluruh Indone- Isia (PSSI) selama periode 1989 90. Demikian dikatakan Sekum IPSSI N Besus dalam pe
inutupan Sidang Paripurna (SPP)
PSSI di Horel Orchid, Sabtu petang SPP PSSI yang berlangsung selama 3 hari tersebut dihadiri oleh seluruh wakil Komda PSSI dari beberapa daerah di seluruh tanah £ ng dengan sukses dan menghasilkan apa yang telah men jadikan harapan anggota
Disebutkan hasil dari SPP ter sebut antara lain peraturan tentang pemain perserikatan untuk pemitin yang belum main 104 jumlah kie ahli status dan 90 % untuk Klub Sedang basi pemain perserikatan yang sudah main ada perubahan Dalam peraturan lama 10 untuk pemain, 504 klub dan 405 Perse
Ny. Nyoman Muna Juara Master Open PBI
Jakarta, NERACA
MELA LUI persaingan ketatantara dua belas finalis yang tampil di arena Kejuaraan Boling Bulanan PBI yang berlangsung di Lintasan Jaya Ancol, Jum'at (10/3)
Akhirnya, Ny. Nyoman Muna peboling dari PB. Perbankan/Perbanas, dengan mencatat angka tertinggi 2299 muncul sebagai juara Master Open. Disamping mencrima kalungan medali emas oleh
JUARA £ Tampak pada gambar
Jimmy Liem, atas kemenangan pemain asal Perbanas ini, mampu mengangkat dirinya untuk maju ke pertandingan Grand Final yang akan berlangsung diakhir tahun ini
Sedang peboling nasional dari PB. Berkat Ny. Biemby Effendi, yang belakang ini permainannya sangat meningkat, dengan mencatat angka 2275 harus puas ditempat runner-up, Diikuti satu pemaidiatas, juara Master, Ny. Nyoman
Muna dengankalungan medali emas diabadikan bersama dengan diapit
dan kin,
vy. Biemby Effendi dan Ny, Fenny Cahyo.
[Unreadable]
Bina Tarun
a Bertekad
Juara Antarklub
Jakarta, NERACA
KESEBELASAN Bina Taruna bertekad untuk menjuarai Kejuaraan Nasional Sepakbola Antar Klub yang akan berlangsung di Cilacap dan Semarang yang dimulai 15 Maret mendatang.
Ketua Umum Yayasan Keluarga Besar Bina Taruna, Said Rusli SH.
mengatakan di Jakarta,Sabtu, di atas kertas Bina Taruna yang berhak mewakili DKI dalam Kejuaraan Antar Klub berhasil menjuarai pool A.
Dan target menjadi juara untuk mengulangi prestasi dalam periode 1985-1986 akanbisa dicapai kalau
emain menerapkan kedisiplinan.
an disiplin tersebut harus dilahirkan dari pemain itu sendiri, bukan dari pimpinan rombongan, manager tim dan pelatih
Dan seandainya berhasil men- Juarai pool A maka, Bina Taruna harus hati-hati dan terutama perlu sekali memperhitungkan kekuatan PU Putra (Sumut) yang berada di Pool B. PU. Putra adalah lawan yang berat di perempat final nanti:
Sebab pemain PU, Putra pemain dari PSDS Pemain Medan yang mempunyai ciri keras, Untuk itu tim perlu hati-hati.
Di tempat yang sama Pimpinan Rombongan Dr, Sonny Tobi merasa optimis bahwa anak-ana asuhannya akan berhasil menjuarai pool A. Karena klub yang berada di poolnya adalah klub baru ali ini ikut kecuali HW, Namun demikian kita perlu hati-hati karena hadirnya kuda hitam yakni, Iradath Puri (Palu) dan PSKB (Aceh),
Bina Taruna akanbertolak menuju Cilacap dengan 20 pemain dalam 2 tahap, tahap pertama 17 orang 13 Maret dan tahap kedua terdiri 7 pemain berangkat 15 Maret. Hal tersebut karena ke-7 pemain yang berangkat belakangan karena sedang ikut ujian akhir Direktorat Bea Cukai.
Sedang Bina Taruna sendiri baru mulai bertanding 18 Maret melawan Iradath Puri (Palu), 19 Maret melawan PSKB (Aceh), 22 Maret melawan Pertamina (Plaju) dan24 Maret bertemu dengan HW.
Rombonganakandipimpin oleh Dr. Sonny Tobing dan Arias Hutabarat (wakil), Manager tim; Maju Daryanto Hutapea dan pelatih:
Taufik Saleh, Bambang Setiawan dan Ari Rutin Sulu
Ke-20 pemain adalah: Jahlul Fadil, Richard Karual, Mansyur, Agung Rahino, Roy Gaster, Puji Harsoyo, Win Bawar Gayo, Fachri Husaini, M. Sodig, Yohanes Karubun, Suharto, Johny Eduard Nasution, Cecep Langko, Sobari, Budi Trapsilo, Eddy Sudarnoto, R. Pracoyo, Sri Sutiyoso, Sarmali dan Awan Rahargo.
Klub sepakbola Bina Taruna dilepas oleh Dirjen Bea Cukai Drs, Sujana Surawijaya sekaligus dalam rangka apel Olahraga
“Wing Day" Sabtu siang di Halaman Kantor Bea Cukai,. Dalam kesempatan itu pula Dir- Jen menyematkan Wing terhadap 10 penerjun Bea Cukai, menyematkan brevet terhadap peselam Bea Cukai, memberikan piala juara umum POR Hut Keuangan ke-42 Bea Cukai dan pengukuhan Karate Bea Cukai (Best)
nan nasional lagi yakni Ny Fenny Cahyo yang anggota PB. Tiga Roda, denganangka terunggi 2265 menempati juara ketiga.
Dua Bes finalis yang terjun ke final Kejuaraan PBI di hari Jum'at Jalu, dapat dikatakan semua level Walaupun beberapa diantaranya terdapat pendatang baru seperti Ny. Yani. D. (PB.ABRI), Ny. Edward (PB. Swadharma), Ny. Istien Harahap (BP.ABRI) dan Ny, Taty.
S (PB. Tiga Roda).
Begitulah ewaktu pertandingan dimulai, Ny. Nyoman Muna yang tampil tanpa dibebani target, mampu menempatkan dirinya di posisi pertama pada empat game pertama dengan 812. Sementara, ia dibayangi Ny. Biemby dengan 194. Dibarengi dua peserta lainnya. Ny. Ras Suganda dengan 768 dan Ny. Fenny Cahyo dengan 762.
Hanya sayang, pada empat game kedua Ny. Nyoman Muna harus mengakui kecekatan Ny Biemby, karena di empat game kedua tersebut ia mampu meliwati angka Ny. Nyoman Muna dengan 1587.
Sementara Peboling Perbanas ini tergeser keposisi kedua dengan 1543. Dan Ny. Ras Suganda masih bertahan di posisi ketiga dengan 1531 dan Ny. Istien Harahap sempat menggeser posisi Ny. Fenny Cahyo, dimana 1a mencatat angka 1507 diurutan keempat, Ny. Fenny diurutan kelima.
Sedang peserta lainnya masih saling Kejar-mengejar untuk dapat meliwati lawan-lawan yang berada diatasnya. Namun bagi keempat peserta yang masuk nominasi empat terbaik itu, tidak ada jalan lain selain untuk tetap dapat bertahan pada posisi masing-masing
“Tapi itulah Boling. Walaupun seseorang pemain cukup dibekali tehnik yang tinggi disertai "follow through” dan “release” yang akurat. Tanpa di dukung percaya- Giri yang tinggi. Belum tentu akan memperoleh hasil maksimal”
Kiranya, Ny. Nyoman Muna yang hanya berbekal tehnik sederhana tapi didukung mental yang tinggi, mampu menyudahi pertandingan untuk bermain 12 game scratch dengan angka tertinggi 2299, Dan sekaligus merebut juara pertama
Sementara Ny. Biemby Effendi dengan 2275 harus puas di tempat kedua dan Ny. Fenny Cahyo yang dipercayakan untuk mewakili peboling Indonesia ke Kejuaraan “Kent All Star” pertengahan bulan Maret ini di Malaysia. Masih dapat membela namanya berada diperingkat ketiga (Par)
Para Menteri
Jakarta, NERACA
PARA Menteri Kabinet Pembangunan V saling menunjukkan kemahiran dalam bermain Tenis lapangan di lapangan Tenis Astra Karang Asem Kuningan Jakarta Sabtu dan Minggu dalam rangka memeriahkan Hut Majalah TEM-
Turnamen Png Uu oleh Ketua Umum PB. Pelti Murdiono yang juga Menteri Sekretaris Ne- Ag diikuti oleh 47 peserta penyaat, serta pengusaha,
Beberapa penjabat pemerintah yang tampil dalam Tenis Hut Tempo tersebut adalah, Menteri Sekretaris Negara Murdiono, Menteri Keuangan Prof. Sumarlin, Menaker: Drs. Cosmas Batubara, Menpora Akbar Tanjung, Ketua Golkar Wahono, Kasad Eddy Sudrayat, Sahala Rajagukguk Ketua Real
Biaya Program PSSI 1989-
Miliar rikawun. Untuk perubahan yang baru menjadi untuk pemain 10 4, klub 75 % dan perserikatan 15‘
Dan pengurus Harian PSST telah melakukan keputusan-keputu san pula bahwa pinjaman terhadap pemain-pemain perserikatan un tuk Galatama tidak boleh — lagi
Mengenai kompetisi dan pertandingan perserikatan Kompetisi Antar Klub perserikatan tetap dilaksanakan setiap tahun, antar perserikatan Divisi dua dilakukan setiap dua tahun sekali. Untuk Divisi satu setiap dua tahun sekali Dan Divisi Utama setiap dua ta hun sekali. Kompetisi antar perserikatan pula Suratin dua tahun sekali dan kompetisi perserikatan piala Haornas setiap tahun sekali
Sedang Galatama dan Galakaya tetap dua tahun sekali. Untuk Galakarya tetap Jabar ditunjuk sebagai tuan rumah sedang waktu akan ditentukan oleh PSSI
Mengenai PON mendatang telah ditetapkan pembagian pool Pool AN terdiri dari: Jakbar, Sumut, Sulteng dan Sumbar. Pool B: DKI Jaya, Bengkulu, Irja, NTT Pool C: Jatim, Aceh, Sulut dan kaltim
Suasana dalam SPP PSSI sangat meriah, Dan beberapa usulan untuk memakai sistim baru kompetisi Divisi Utama perserikatan, Dalam Divisi Utama th. 1990 diusulkan agar tanpa adanya pembagian wilayah. Kompetisi yang diikuti 12 besar divisi utama agar memakai sistim kompetisi penuh "Homeand Way kemudian masuk grand final untuk menentukan juara sejati.
Seperti apa yang dikeluhkan dari beberapa wakil daerah peserta SPP dalam SPP II PSSI kemarin bahwa dana yang menjadikan hambatan pertama dalam mengikuti kompetisi di kandang lawan, |
Demikian jugadalam SPP juga dibahas masalah usulan sebagian besar pengurus perserikatan dan Galatama maupun Galanita yang mengusulkan agar kompetisinya yang berlangsung dua tahun sekali tersebut dirubah menjadi setahun sekali (BEST)
Invitasi
Bola Voli
Tampilkan
Tim Tangguh
Jakarta, NERACA
SELURUH peserta invitasi bola vol ar Pimda se-Jawa Wakan menampilkan tim tangguhnya dit lam pertandingan yang berlangsung di gelanggang Remaja Bulungan, Wakarta, mulaiesok hingga 18 Maret mendatang
Koordinator Penyelenggara Alwan M, Zablam mengatakan di Jakarta, Sabtu, tim favorit Jakarta diperkirakan mendapat perlawanan keras dari Jateng, Jabar dan Yogyakarta karena mereka tampil dengan tim tangguh
Tim putra dan putri Jakarta merupakan juara bertahan dalam invilasi ini, katanya
Regu putra Daerah Istimewa Yogyakarta, runner-up invilist tahun lalu, akan datang dengan sebagian besar materi pemain yang dipersiapkan menghadapi PON XII mendatang. Yogyakarta menurunkan pemain kawakan Harjuno dan Suklin Haeyantoro
“Kamu sangai serius menghadapi invitasi ini,” jelas manajer tim Yogyakarta Suharno HP seraya menambahkan bahwa Pimda Pimda merindukan kompetisi semacam ini
Tim putra/putri Yogyakarta merupakan peserta yang tiba pertama ke Jakarta, Ahad malam dan langsung menempati penampungan res:
mi yang disediakan panitia.
Dua tim lainnya, Jabar, dan Jateng akan tiba Selasa pagi. Panitia invitasi bolavoli antar Pimda se-Jawa Il ini menyediakan hadiah Rp4 juta, Seluruh peserta dalam invitasi iniakan menerima hadiah.
SIWO PWI Jaya yang akan menyelenggarakan invitasi ini scbagaikegiatanakhir dari serangkaian acara menyambut HU! PWI ke-43, juga menanggung penuh pembiayaan peserta yakni 24 pemain putra/putri dan dua ofisial dari setiap tim. |
Lebih lanjut Alwan menjelaskan invitasi ini diharapkan akan dibuka Ketua PWI Pusat M. Sugeng Wijaya, di Gelanggang rema- Ya Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa pelane:
a juga mengharapkan terlaksananya pertandingan eksibisi antara pemain Pelatnas SEA Games (putra) melawan Pelatnas kejuaraan dunia Junior Athena yang digelarkan menjelang pertandingan final 18 Maret. (Ant).
Petro Kimia Putra
Bayangi Pelita
Jakarta, NERACA
TIM yang berada di papanatas, Petro Kimia, masih tetap membayangi tim elite Pelita Jaya Jakarta di peringkat ketiga setelah Sabtu petang dalam lanjutan kompetisi Galatama putaran II periode IX di Stadion Bekasi memetik kemenangan 1-0 langsung dari tuan rumah Krama Yudha Tiga Berlian(K TB).
Gol tunggal Petro Kimia Putra tersebut dicetak Hendri Susilo melalui sundulan kepala pada menit ke-43, Gol lahir setelah Herri memanfaatkan umpan lambung Masiana,
Sekitar 5.000 penonton sedikit kecewa dengan penampilan tim
tuan rumah. Dalam pertandingan"
Adu Prestasi
Estate Ferry Soneville, Komisaris Presiden Astra Internasional INC William S uryajaya, Tanri Abeng dan lain-lain.
Pertandingan berlangsung dua hari tersebut hanya mempertandingkan ganda putra dengan menggunakan sistem 9 games, yang lebih dulu unggulangka 9.
Dalam babak penyisihan pool A pasangan Mensesneg Mondi- Ono menyerah 5-9 dari pasangan Tanri Abeng/Sugiarto. Sedang di
el F; Pangan Sarwono/Tomi alayo menang 9-6 dari pasangan Sahala Kap ukg uk /Moch Subasir
Dipo, pasangan Ferry Raturandang/Nico Lumenta menang 9-2 dari pasangan Hartadi/Suparman. Pertandingan diikuti 23 pasangan di bagikan dalam 7 pool, yakni Pool A sampai pool G.
(Best).
ini tak ada insiden buruk di lapangan dan wasit Idris Siregar (Medan) cukup tegas memimpin yalannya pertandingan ini.
Sedang di Stadion Diponegoro, tuan rumah BPD Jateng memetik kemenangan dari tim tak lemah papan bawah, Barito Putra, 3-0.
Dua pertandingankompetisi Galatama yang dilangsungkan Sabtu petang tak banyak mengubah klasemen sementara: Hanya BPD Jateng yang naik ke urutan ke-9, sedang Petro Kimia Putra, KTB dan Barito Putra tetap pada posisi semula.
Petro Kimia kini mengumpulkan nilai 37, terpaut satu angka dari Pelita Jaya yang menduduki peringkat kedua, Klasemen sementara masih tetap dipimpin Niac Mitra Surabaya dengan nilai 40, Siapakah yang bakal muncul sebagai juara dlam kompetisi Galatama periode IX ini?
Jawabnya, masih tergantung dari sisa pertandingan yang akan dilangsungkan hingga | April nanti, Namun nampaknya persaingan di papan atas antam Niac Mitra, Pelita Jaya, Petro Kimia, Arseto dan Pupuk Kaltim semakin sengit, Beberapa tim papan tngah, seperti Arema, Bandung Raya, Makassar Utama, Medan Jaya dan BPD
Jateng juga paling berlomba menyegal laju tim tim papanatas dalam meraih angka,
Seperti BPD Jateng, yang dalam pertandingannya Sabtu petang, tak membuang kesempatan sedikit pun kepada tim lemah Barito Putra untuk mencetak gol, Sekalipun peluang ada, tapi tim dari Kalimantan itu tak mampu menyelesaikan serangan akhir.
(Ant),
Perbioskopan Ibukota Mantap
Jakarta, NERACA
KETUA Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) DKI Jakarta, M, Johan Casmadi menilai iklim
rbioskopan di ibukota semain mantap, terbukti dengan banyaknya investor yang ter:
tarik untuk menanamkan mo dalnya di bidang itu,
Dalam sambutannya pada
peresmian bioskop kembar empat "Empire 12” di Jl. Wijaya Jakarta Selatan, Jumat malam, dia mengatakan, iklim yang baik ini tidak terlepas dari peranan Gubernur DKI Jakarta Wiyogo yang memberi kemudahan kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di bidang perbioskopan.
Sementara itu, Wiyogo mengatakan, dengan diresmikannya bioskop kembar empat itu berarti di Jakarta Kini bertambah lagi jumlah bioskop baru.
Dengan beraabala gedung bioskop itu, menurut Wiyogo, bertambah pulalah fasilitas untuk mencari kesegaran yang diperlukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ibukota
Triple M Menjaring Bakat
Jakarta, NERACA
SEKELOMPOK remaja belasan tahun bernyanyi, bergoyang, membuat gerak-perak dinamik di depan sebuah dinding cermin, Olah vokal dan olah tubuh itu sesuai dengan iringan musik dari piano yang dimainkan Ny. Catherina Wiriadinata
Kesegaran memancar dari wajah remaja putra dan putri itu, Gambar diri mereka di dalam cermin, adalah impian karir menjadi penyanyi profesional,
Itulah sebagian kegiatan di studio “Triple M Production”
di JI. Juanda III No, 36 Jakarta Pusat, Suatu lokasi kursus vokal yang dibangun oleh beberapa musisi profesional untuk menjaring bibit baru penyanyi Indonesia.
"KAMI memang merindukan lahirnya penyanyi-penyanyi profesional yang tidak saya mengerti bagaimana seharusnya menghadapi publik dari panggung, menghadapi dunia rekaman yang semakin beryubel dengan persaingan, tetapi lebih dari itu,” kata Odie Agam salah seorang instruktur studio itu
Dikatakannya, "Kami menginginkan lahirnya bibit baru yang mengerti tujuannya berprofesi sebagai penyanyi. Bagaimana bergaya, menata kostum, memahami betul isi kontrak yang disodorkan produser atau promotor sebelum ditandatangani.”
Dia melihat banyak sekali vokalis yang sebenarnya cukup potensial tetapi gagal menempatkan diri di papan atas Pee nyanyi populer gara-gara kurarig pengetahuan.
Pengetahuan umum didunia musik itulah yang ditawarkan oleh Triple M, dengan seperangkat pengajar yang telah menjadi ‘public figure’ dari dunia musik.
Chandra Darusman misalnya, mengajarkan teori Bisnis Musik sesuai gelar formalnya Sarjana Ekonomi. Mata pelayaran ini masih dilengkapi oleh Omen (dari kelompok Chaseiro). Amir Katamsi mendalamkan teori musik, Binu menga jar vokal, Nana Krit, Denny Malik, plus Guruh Sukarnoputra mengajarkan aksi pang-
4 TRIPLE:
gung, make up panggung, tata kostum serta cara berkomunikasi dengan publik.
Kurikulum itu masih ditambah dengan ceramah pengalaman dari artis-artis top misalnya Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Harvey Malaiholo dan fainnya
Menimba pengetahuan yang ditawarkan Triple M, bukanlah cuma-cuma. Seleksi tetap dilakukan kepada para calon siswa. Dikatakan oleh Irawan Indrakesuma, Direktur kursus ”Agar calon yang serius saya yang terjaring, lulus dari test teori vokal, menyanyi dan sedikit teori musik,”
Peserta menang tidak massal. Satu kelas sekitar 10 orang.
Calon yang lulus, baru membayar Rp 200.000 (anak-anak)
atau Rp 250.000 (untuk peserta dewasa). Sedangkan untuk penyanyi profesional berlaku ketentuan lain.
Ari Malibu vokalis dangitaris grup Pahama, bertugas menghimpun seluruh peserta kursus dalam vokal Group
TMP. Latihan rutin setiap hari Minggu, '19 Agustus 1989 vo- Kal grup ini bakal manggung di Jakarta (2)
Candra Darusman -
Irwan Indrakesuma - Ari
Malibu - Oddie Agam, empat penggeruk Triple M. Production.
[Unreadable]
Program Baru Yayasan Citra
Jakarta, NERACA
. YAYASAN Citra, yang bergiat utama untuk peningkatan daya manusia (human investment) di bidang perfilman, tanun 1989 ini menambah tujuh program baru disamping program-program reguler yang sudah dilaksanakan
Program reguler yang dilaksanakan, sekarang, juga sudah menyamai penyempurnaan sesuai eyaluasi yang dilakukan oleh para peserta terdahulu.
Program-program baru tersebut meliputi pendidikan dan latihan (diklat) tingkat dasar.
Diklat pelengkap KPU Sinematografi, berupa pengetahuan tambahan bagi kurikulum KPU (Kursus Pengetahuan Umum) Sinematografi, baik menyangkut volume maupun kwalitas.
Latihan penulisan kritik analisa dan film untuk umum, berisi, prinsip-prinsip menilai film dan menulis kritik film.
Juga penambahan Kursus penulisan skenario film untuk umum.
Pada kelompok studi keju-
HUT PARFI: Direktur Pembinaan Film dan Rekaman Video Deppen Ir. Dewabrata usai memolong tumpeng HUT ke-33 PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) menyerahkan kepada janda almarhum Suryono Sumanto, Bapak Artis FilmIndonesia, pendiri PARFI. Mendampingi Direktur, antara lain Ketua Umum PARFI H. Ratno Timur, Sutopo HS (Ketua Panitia: HUT) dan Ny. Entik Dewabrata, Puncak acara itu dilaksanakan Jumat malam lalu di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail.
"Artis film Indonesia dan PAR Fl-nya itu semisal bunga, dan dunia perfilman nasional itu semisal lamannya, Dua-duanya perlu dipelihara agar perfilman nasional bermanfaat untuk perjuangan dan pembangunan bangsa," kata'lr. Dewabrata mengutip kata-kata mendiang Suryo Sumanto."
(2/Foto: ZA/NERACA)
Halaman X
Apalagi yang membangun bioskop itu swasta, karena de- 4 ngan itu berarti Pemda DKI tidak perlu mengeluarkan dana dalam peningkatan fasilitas hiburan di ibukota,” ujar Wiyo- » £ Dikatakannya, bioskop di Jakarta hendaknya dapat memenuhi selera penontonnya, sehingga para pengusaha bioskop harus berupaya sungguh-sungguh memenuhi dan menarik selera penonton yang mendambakan hiburan
Di samping itu, lanjutnya, perlu ditingkatkan terus pelayanan, baik dalam peralatancanggih film seperti tata suara yang sesuai dengan aslinya, tempat duduk yang nyaman, tempat parkir yang memadai maupun dalam mutu film yang disayikan
Semakin bertambahnya jum-
Yah bioskop, menurut Wiyogo, kian meningkat pula persaingan di kalangan perbioskopan, maka bioskop harus dikelola secara profesional, sehingga mampu meningkatkan terus jumlah penonton.
Sementara itu, pengusaha bioskop Sudwikatmono mengatakan, dibangunnya gedunggedung bioskop mewah semacam Empire 21 tidak akan mematikan bioskop lainnya.
“Bioskop itu seperti halnya restoran, Bagi mereka yang berselera tinggi dan keuangann memadai tentu akan memilih bioskopataurestoran kelas tingi. Sementara bagi mereka yang Ria memiliki cukup (3 bisa memilih warteg atau bioskop kelas yang lebih rendah.”
Bioskop kembar empat Empire 21 setiap hall-nya memiliki 300 kursi dengan harga karcis Rp 3.000 untuk pertunjukan siang dan Rp5.000 untuk pertunjukan malam. (Ant)
ruan (spesialisasi), program baru adalah untuk asisten penata artistik yang berisi pengetahuan dasar analisa skenario untuk kepentinganartistik, kaitannya dengan akting, kerja kamera dan manejemen.
Lokakarya praktika terpadu dengan beberapa mak sekaligus, juga merupakan program baru. Sedangkan pada Program pengembangan wa wasan, ditambah dengan seminar penulisan kritik film dan klinik sepi peran. *(2)
Lomba
Jaipongan
Jabotabek
Depok, NERACA
YAYASAN pusdiklat tari
Ayodya Pala akan menyelenggarakan lomba pasanggiri be- _ sar jaipongan dan lomba bergaya dengan kacamata “nge- | ceng” dalam rangka memenahkan HUT ke-7 Kotatif Depok dan menyambut hari surat penntah 1] Maret (Supersemar)
ke-23 tahun 1989.
Ketua panitia lomba, B.C.
Sueko, mengatakan kepada
ANTARA di Depok, perlombaan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 20-26 Maret 1989 di Balai Rakyat Depok Jaya, sedangkan final di Depok Theater.
Perlombaan tersebut terbuka untuk umum golongan anakanak usia 6-13 tahun putri dan golongan remaja usia 14-22 tahun putri yang terbuka untuk peserta dan daerah Jakarta- Bogor-Tangerang-Bekasi (Jabotabek).
Lomba tersebut akan memperebutkanhadiah piala Bupati Bogor, walikota Depok, Polres Depok, Dan dim Depok dan kecab jari Depok.
Selain memperoleh piala-piafo tersebucuga akan diberikan hadiah harapan I dan I ena pemilihan 10 orang penafi berbakat, katanya.
EN PIN ET
Senin, 13 Maret 1989
Teater Imax Keong Emas:
Auditorium PPIA, Jl. Haryono MT: Pemutaran dan diskusi film “Gema Kampus 66”
ill
(nek!
ANIC
Pukul 04.00 dini hari tanggal 1 Oktober 1985 gerombolan Ge c September di bawah Komandan Peleton Sersan Maven Aa Pan Yon 454 Diponegoro) menuju ke Jalan Sultan Hasanuddin Blok MINo, 58 Kebayoran Baru. Dua’ regu masing-masing dari Brigade Infantri T Kodam V Jaya dan regu dari Yon 454 Diponegoro, Mereka membawa kendaraan bus, PPD warna hijau, bus Ikarus warna putih dan sebuah truk umum Pee ialah Assisten IV Men, Par gad Brigadir Jenderal D.I Neer astanval 50 orang itu karena berisik telah me,
ya Panjaitan, Kemudian ia membangunkan Jenderal Pai a
dugaan ada perampok Nyonya Panjaitan melihat dari kaca ae Sudah dikepung, Ketika Jenderal Panjaitan juga melihat lewat kaca, ia ditembaki dari luar, Gerombolan kemudian masuk dari samping kiri rumah ke dalam. Kemenakan Brigadir Jenderal Panjaitan bernama Albert Naiborhu, data Manan 4 mendengar ribut-ribut ke luar dengan membawa pistol,,, 4 egitu ke luar pintu ia diberondong oleh Sersan Asimuni dan tewas Ka lainnya bernama Victor Naiborhu terkena tembakan hingga Hs ‘a, Sambi! minta ditunjukkan kamar Bapak Panjaitan, gerombolan tu menembak membabi buta, Segala lukisan, lampu, loteng dihujani peluru Karena Jenderal Panjaitan dengan Senjata otomatis melakukan perlawanan gigih, gerombolan tidak berhasil mendekat Sersan Mayor Sukarjo meng- Aan jika Jenderal Panjaitan tidak-mau turun, ibu dan anak-anak aka GinabisI
Maka dengan berpakalan lengkap memakai bintang tanda jasa, Jenderal Panjaitan turun ke halaman demi keselamatan keluarganya, Sampai di
mbangunkan
halaman Brigjen Panjaitan diberondong dan gugur seketika
Penculikan terhadap Ass. I Pen Pangad Mayjen S. Parman (adik kandung anggota Politbiro CC PKI Ir, Sakirman) tidak begitu banyak mengalami kesulitan Pasukan di bawah pimpinan Sersan Mayor Satar dari Cakrabirawa dan Sersan Mayor Paat dari Yon Brawijaya mengetuk pintu dan diterima oleh Jenderal Parman. Melihat yang datang adalah orang-orang berseragam Cakrabirawa dan yang mengatakan bahwa keadaan gawat, "Panggilan Presiden sekarang juga," diterima tanpa curiga. Sebagai pemimpin intel, Mayjen S, Parman memang sering dipanggil mendadak seperti itu, Ketika beliau masuk kembali untuk berpakaian, anggota gerombolan Satar cs, meng ikuti masuk ke rumah sehingga Nyonya S. Parman merasa tersinggung Dengan pakaian lengkap Mayjen S. Parman ke luar diiringi oleh anggotaanggota gerombolan, Pak Parman masih sempat pesan kepada Ibu, agar segera menelepon Jenderal Yani, Tetapi pesawat telepon sudah diputus dan dibawa oleh salah seorang anggota gerombolan
Wah, telepon saya kok dibawa, Kalau begitu saya ini difitnah
Jenderal S, Parman
Ketika Ny. S. Parman ikut ke luar halaman dengan maksud hendak menutup kembali pintu depan, ia dibentak oleh seorang anggota gerombolan supaya masuk kembali ke kamar, Demikianlah dalam keadaan segar bugar Mayjen. S, Parman dibawa ke Lubang Buaya
Regu pengawal Men. Pangad Letnan Jenderal A, Yani j di rumah kediaman Men, Pangaddi Jalan Lembang tidak Hater pasukan di bawah pimpinan Pembantu Letnan Satu Mukijan dari Brigif I Kodam V Jaya melucuti senjata mereka. Tidak seorang pun di antara anggota pengawal yang menaruh curiga atas datangnya pasukan besar berpakaian seragam Cakrabirawa.
Ketika pintu digedor, yang bangun adalah putra-putrinya yang segera membangunkan ayahnya, Dengan berpakaian piyama Men. Pangad menemui pimpinan gerombolan, ''Men, Pangad diminta'segera menghadap Presiden sekarang juga."
''Tunggu sebentar, mau mandi dan pakaian dulu," jawab Pak Yani,
Dengan kasar Mukijan menjawab, "Tidak usah!"
Mendengar jawaban itu Jenderal Yani marah dan memukul. Kemudian menutup pintu kaca. Akhirnya Men. Pangad diberondong dengan senjata Thomson dari belakang. Tujuh peluru menembus tubuh beliau dan reboh seketika, Korban kemudian diseret kakinya sehingga kepalanya terantukantuk di batu halaman, Disambut oleh anggota-anggota PR yang melempar.
kan tubuh beliau ke dalam truk dan melaju ke Lubang Buaya. Inilah nasib Jenderal A: Yani, Panglima AD yang terlalu percaya kepada diri sendiri dan AD, Mungkin juga karena terlalu percaya kepada Presiden Sukarno. Ia di-
/" kata
tawari pasukan pengawal 1 Kie PON, tetapi ditolaknya. Dini hari tanggal 1 Oktober 1965, pukul 0.20 ia didatangi oleh seorang perwira AD yang diperbantukan kepada BPI-nya Subandrio, memberi tahukan bahwa PKI malam ini bergerak, tetapi Yani tetap tak percaya, Beberapa jam kemudian, nasibnya amat malang. Namun ia menjadi tumbal bangsa, yang memelekkan mata bangsanya akan bahaya komunis
Sasaran korban dengan anggota penculik terbesar jumlahnya menuju ke Jalan Teuku Umar tempat kediaman Menhankam/Kasab Jenderal A.H Nasution, Pelda Jahurub dari Men.Cakrabirawa membawa pasukan sebesar
4satu kompi lebih, Pukul 03.30 pasukan penculik sudah sampai di tempat sasaran. Mereka berkendaraan 4 buah truk, sebuah power wagon, satu Gaz
Dengan pendadakan itu regu jaga di bawah pimpinan Serda Ishak tidak bisa berbuat apa-apa. Komandan jaga tidak naruh syak-wasangka ketika 4 orang berpakaian seragam Cakrabirawa mendatangi dan mengucapkan salam selamat malam, Tetapi secepat kilat mereka menyergap 4 orang yang sedang tidur di rumah jaga, seorang tidur di halaman dan seorang lagi tidur di garasi mobil. Prajurit Kepala Umar yang bertugas jaga di gardu monyet sudah ter:
lebih dahulu dibuat tidak berkutik, dan dilucuti senjatanya, Gerombolan kemudian memperkosa pintu kamar kerja Jenderal Nasution, sampai Nyonya Nasution ke luar dan melihat orang-orang berseragam dalam keadaan siap menembak, Mengetahui suaminya dalam keadaan bahaya, Nyonya Nasution mendesak agar suaminya menghindar pergi melalui jalan belakang, Jenderal Nasution kemudian segera melarikan diri dan melompati tembok belakang rumah, Anggota gerombolan yang berada di gardu jaga melepaskan tembakan 3 kali. "Wah, ada orang lari lompat tembok saya tembak terlalu rendah,” gerutunya.
Suasana keluarga Nasution panik, Dengan maksud menyelamatkan anak asuhannya, pembantu rumah tangga menggendong Ade Irma Suryani Nasution, putri keluarga Nasution untuk diberikan kepada ibunya, Tetapi gerombolan yang sedang kalap melepaskan tembakan membabi buta mengenai Ade Irma (5 tahun) dan mengalami luka-luka berat di kepalanya.
Mendengar ribut-ribut itu ajudan Menhankam Kasab, Lettu Pierre Tendean ke luar dengan membawa senjata garrand tetapi disergap sebelum sempat mempergunakannya.
Seorang anggota gerombolan berteriak, "Nasution, Nasution kemudian suara pluit berbunyi. Gerombolan segera mengundurkan diri naik kendaraan dengan membawa Lettu Tendean yang dalam suasana gelap disangka Jenderal Nasution,
Setelah suasana reda, ajudan Menhankam/Kasab lainnya, Komissaris Polisi Hamdan sekitar pukul 04.09 nelepon Panglima Kodam V Jaya Brigjen Umar Wirahadikusumah, Setelah mengadakan penelitian setempat, Jenderal
Umar kemudian menghubungi Panglima Kostrad Mayjen Suharto.
Dalam keadaan luka pada kakinya karena melompat dari tembok dengan telanjang kaki, Jenderal Nasution pada pukul 19.00 pergi ke Kostrad.
Pimpinan Gerakan 30 September sangat kecewa dengan lolosnya Jenderal Nasution. Oleh karena itulah maka pada tanggal 1 Oktober sekitar pukul 10.00 Kolonel Latief masih memerlukan pergi ke RSPAD dengan mengenakan pakaian preman, Ia menanyakan apakah ada Jenderal Nasution mengantarkan anaknya yang dioperasi. 1
Putri Jenderal Nasution yany segera mendapat perawatan dan dioperasi di RSPAD tidak tertolong jiwanya dan meninggal pada tanggai 3 Oktober 1965, Irma gugur sebagai perisai ayahnya, sekaligus perisai bangsa. Karena pribadi Nasution dinilai sangat tinggi bagi PKI dan kawan-kawan, hingga waktu pagi harinya mendengar Nasution lolos, mereka kaget. Mereka menjadi grogi.
Lubang Buaya adalah sebuah nama kampung di Kecamatan Pondokgede.
Daerah itu termasuk dalam wilayah kekuasaan Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Pagi itu suasananya teramat sibuk, Semua anggota Sukarelawan Kita (Sukta) terdiri dari kira-kira 400 Pemuda Rakyat dan 100 orang anggota Gerwani yang dilatih oleh AURI dalam bidang kemiliteran, sudah dibangunkan sejak pukul 03.00 dini hari tanggal 1 Oktober 1965.
Setelah disuruh mandi dan berpakaian lapangan, demikian menurut kisah pengakuan Nyonya Jamilah, anggota Gerwani dari Gang Palmbeach- Tanjung Priok, pada pukul 05.00 semua diperintahkan berkumpul, Kepada 100 Sukta Gerwani termasuk Ny. Jamilah dibagi-bagikan pisau dan pisau cukur (silet). Pada saat itulah datang bergemuruh truk-truk dan kendaraankendaraan lain yang membawa para korban Gerakan 30 September, yaitu 6 orang jenderal dan seorang perwira pertama yang disangka Jenderal Nasution, Termasuk di antara orang-orang yang diculik adalah seorang anggota polisi yang terbawa ketika pagi itu dengan berkendaraan sepeda lewat di depan rumah Brigjen Panjaitan tempat gerombolan sedang beraksi.
Para tawanan itu dari pasukan penculik yang memakai nama "Pasopati""
diserahterimakan kepada Komandan Komando cadangan tempur di basis Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Komandan Komando Cadangan tempur di basis PAU Halim dipegang oleh seorang perwira AURI anggota Peoleksos DEPAU I Mayor Udara Gatut Sukrisno
BERSAMBUNG —