Merdeka, 19 Maret 1951, hlm. 2: 'Gerakan Wanita' (S.K. Trimurti)
Cleaned OCR text (Fair (0.823); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
Merdeka, 19 Maret 1951, hlm. 2: "Gerakan Wanita" (halaman dengan banyak berita; kolom bercampur)
[Unreadable] seksi Parlemen. Hasil pemilihan dalam sidangnya pada tanggal 16 Maret [Unreadable]
Jakarta, 17-3 (Antara): [Unreadable] Pemeriksaan atas pembunuhan ini masih [Unreadable] tidak dapat diberitakan lebih [lanjut]. Para korban pembunuhan yang kejam ini telah diikat [Unreadable] dibunuh dengan tusukan bayonet. Pada mereka tidak ditemukan kertas-kertas atau surat keterangan dan para [korban] tidak dikenal di tempat itu.
Warta berita dari Sungai Musi
Kecurian sebanyak 13.000 rupiah. Palembang, 16 Maret: Menurut kalangan yang mengetahui, pada hari Senin yang baru lalu telah terjadi pencurian di Bengkel [Unreadable] Baru dengan mengalami kerugian Rp. 43.000,—. Diterangkan selanjutnya bahwa Rp. [Unreadable].000,— daripadanya diterima dari PKM pada [Unreadable]
Kabupaten Ogan dan Komering Ilir kekurangan guru
Oleh: Koresponden Kita di Palembang. Soal kekurangan guru di Kabupaten Ogan dan Komering Ilir, sebagaimana juga di tempat lainnya, memang terasa benar. Menurut Penilik Sekolah Mukhtar Midi, satu-satunya jalan untuk [mengatasi kekurangan tenaga guru dengan cara berangsur-angsur] [Unreadable] mereka mengajar di sekolah, maka sangat dikhawatirkan keadaan itu akan mempengaruhi keadaan [Unreadable]. Mengenai Perguruan Islam di Kabupaten Ogan Komering Ilir, menurut keterangan Jawatan Agama, ada sejumlah [Unreadable] murid dengan 34 guru dan 17 buah sekolah. Selain daripada yang tersebut di atas, atas usaha partikelir telah dapat didirikan SMP di Kayuagung dan kini telah dimulai pula kursus SMP di Talang Balai (Ogan Ilir) atas usaha suatu Panitia dari kalangan Muhammadiyah. Mereka mengharapkan pada tahun yang akan datang akan didirikan sekolah SMP di tempat tersebut. Mengenai lapangan kursus, selain dari usaha-usaha lanjutan yang diusahakan oleh Aisyiyah, maka diadakan pula beberapa kursus di Kayuagung, di antaranya kursus bahasa Inggris yang dipimpin oleh sdr. Malik dan Ahmad Ismail, kursus masak yang dipimpin oleh Ibu Aminah Yusuf, dan kursus kerajinan tangan dari kalangan putri [Aisyiyah], yang dipimpin oleh Sofiah Latah Hanum. [Unreadable]
Usaha sosial. Dalam percakapan kita dengan Kepala Jawatan Sosial Kabupaten Ogan dan Komering Ilir, sdr. Beraksan, didapat kesan bahwa titik berat dari usaha pelaksanaan Jawatan ini di Kabupaten tersebut [adalah] [Unreadable]. Selain melaksanakan tugas-tugas yang diinstruksikan dari atasan, maka [Unreadable] sangat besar kegiatannya dalam mencegah atau membendung sesuatu keadaan yang memungkinkan terjadinya sesuatu yang mengharapkan bantuan sosial. Dengan ini, demikian menurut sdr. Beraksan, Jawatan Sosial Ogan Komering Ilir berbeda dengan di tempat lainnya, yang menitikberatkan usahanya. Kalau di tempat lain pada umumnya usaha Jawatan Sosial memperbaiki keadaan yang telah terjadi, maka di Kabupaten Ogan Komering Ilir mencegah apa yang belum terjadi. Inisiatif lainnya dari Jawatan Sosial Ogan Komering Ilir ialah mengusahakan lapangan perusahaan bagi penduduk dan pada itu diberikan pula pimpinan seperlunya. Terutama dianjurkan adanya koperasi rakyat. [Unreadable] Mengenai hasil dari Panitia Penolong Korban Maluku Selatan ada sejumlah kira-kira Rp. 16.000,— yang segera akan dikirimkan [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Sub Panitia Politik bertemu. [Unreadable] Sabtu di ruangan Kementerian Dalam Negeri, Sub Panitia Politik dari Panitia Chusus Negara telah mengadakan kembali rapatnya. Di dalam rapat itu Sub Panitia Politik tersebut juga mengadakan "hearing" dengan Dra. Sie[...] [Unreadable] hari Sabtu kemarin [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Partai Rakyat Indonesia akan adakan kongres. Jakarta, 17-3 (Ant). [Unreadable] Bung Tomo [Unreadable] dua hari yl. di Jakarta diputuskan bahwa kongres partai itu akan dilangsungkan pada tanggal [Unreadable] hingga tanggal 20 Mei di [Unreadable]. Selanjutnya diputuskan bahwa kepada [Unreadable] DPR daerah diperintahkan [Unreadable] bersikap "non-aktif" sebagai anggota DPR daerah. [Unreadable] Hadikusumo [Unreadable] dalam parlemen. [Unreadable]
KYAI AS'AT DAN EX-OVERSTE RIFAI DI BELAKANG KEKACAUAN DI BESUKI
Bogor, 16-3 (Aneta): Mengenai diketemukannya tiga mayat di dekat Cianten (kawasan Leuwiliang sebelah barat Bogor) dilanjutkan bahwa menurut keterangan pihak resmi hingga hari Jumat yl. seluruhnya telah diketemukan sebelas mayat dari orang-orang Indonesia, [Unreadable]. Pembesar masih belum mengetahui tentang sebab-sebab dari pembunuhan itu. Peristiwa ini sebenarnya terjadi dekat perkebunan Cisalen, akan tetapi [Unreadable] meter ke arah muara sungai dari jembatan di atas sungai Cianten yang terletak di jalan besar antara Bogor dan Leuwiliang kira-kira 20 km dari Bogor. Mayat-mayat yang pertama diketemukan pada hari Rabu yl. Pada hari Kamis diketemukan lebih banyak lagi dan pada Jumat pagi jumlah mayat telah meningkat sampai [sebelas]. Pemeriksaan dalam perkara pembunuhan ini masih diteruskan. [Unreadable] Dalam keterangan itu terdapat keterangan bahwa [Unreadable] yang menjadi pemimpin apa yang dinamakan "maling" dan "barisan [Unreadable]" [Unreadable] antara lain mempunyai maksud melakukan perebutan kekuasaan di beberapa desa dan daerah, dalam usaha membentuk "pemerintah Islam" [Unreadable]
Tiga organisasi mahasiswa berfusi
Jakarta, 19-3 (Aneta). Rapat anggota umum Perhimpunan Mahasiswa [Indonesia] di Jakarta di gedung Pegangsaan Timur 17, Minggu pagi mengambil putusan menyetujui fusi antara 3 Perhimpunan Mahasiswa di Jakarta, yaitu Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Jakarta (PMI), Perhimpunan Mahasiswa Jakarta (HMI) [dan Persatuan Mahasiswa Indonesia, PMI]. Resolusi tersebut diambil atas keinginan yang kuat untuk membentuk organisasi yang meliputi seluruh mahasiswa Indonesia. [Unreadable] akan mendapat perhatian dan sokongan dari seluruh masyarakat mahasiswa Indonesia di Jakarta.
KALANGAN PEMERINTAH SANGAT HERAN, Komisariat Tinggi Belanda
Jakarta, 19-3 (Antara). Hari Minggu kemarin belum dapat diperoleh reaksi dari pihak pemerintah Indonesia atas pengumuman Komisariat Tinggi Belanda di Indonesia mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh Komisaris Tinggi Belanda Lamping pada Menteri Luar Negeri Indonesia berhubung dengan terjadinya pembunuhan atas orang-orang Belanda. Seperti diketahui, pengumuman tersebut dikeluarkan oleh Komisariat Tinggi Belanda di Jakarta pada hari Sabtu [Unreadable]
[fragment:] Para pelancong Amerika yang mengelilingi dunia dan yang beberapa waktu yl. singgah di Jawa dan Bali, tanggal 13-3 yl. telah mengakhiri pelancongan nya di Indonesia dengan bertolaknya kapal turis Norwegia [Unreadable] menuju Colombo. [Unreadable]
"Dasar pikiran Pemerintah salah", kata Rasuna Said
Jakarta, 17-3 (Ant). Mengenai sikap pemerintah terhadap timbul soal pembahasan pajak peredaran, Rangkayo Rasuna Said, penguruk(?) [Unreadable] tersebut dalam percakapan dengan "Antara" menerangkan bahwa pemerintah dalam menghadapi soal tersebut berdiri pada dasar pikiran yang salah. Menurut Rasuna Said, pemerintah yang sampai kini masih bersikap "memaksakan" undang-undang darurat itu berpikir bahwa seolah-olah rencana anggaran belanja negara sudah disetujui oleh parlemen, sehingga segala akibat untuk mengisi kekurangan-kekurangan dalam anggaran belanja itu harus ditutup dengan pajak peredaran. Padahal menurut Rasuna Said, sebagai ganti pajak peredaran masih dapat dilakukan [cara] lain yang pemasukan uang negara yang lebih daripada kemungkinan hasil pajak peredaran. Atas pertanyaan, apakah penggantinya itu, ia menjawab: [Unreadable]
Oleh: Koresponden Kita Sendiri. [Unreadable] keterangan dari pihak [Kepolisian] [Unreadable] "Sekarang telah lebih ... Kini mereka [Unreadable] penjaga [Unreadable] mengambil [Unreadable] terhadap orang-orang [Unreadable] pencurian atau kekacauan-kekacauan itu di antaranya banyak sekali yang disebabkan oleh orang-orang [Unreadable]. Terutama di stasiun Gambir yang sangat ramai sekali di waktu kereta api datang. [Unreadable] Mengenai suatu[nya] orang-orang yang biasa menjalankan kejahatan itu, diterangkan bahwa selain dilakukan oleh gerombolan tertentu, artinya memang mereka telah biasa melakukan kejahatan [Unreadable] ditahan, tetapi juga kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang malah sedang[kan] hidupnya royal. Selain dari itu, pun juga tidak kurang banyaknya karena mereka terdorong oleh kesulitan ekonomi. Oleh karena itu, menurut kalangan Kepolisian tadi, soal keamanan harus juga dipandang dari beberapa sudut, dan terutama pembangunan moril yang sehat harus diperhebat. Tiap-tiap orang harus memperbaiki kebiasaan hidupnya dengan jalan menyesuaikan diri dengan keadaan. Gangguan keamanan katanya tidak hanya dilakukan oleh orang-orang tersebut di atas saja, tetapi juga dapat dikerjakan oleh pegawai yang tidak dapat menyesuaikan penghidupan dengan keadaan yang sebenarnya, misalnya mereka menjadi [korup] [Unreadable]
Pertemuan P.E.N. di Yen Pin
Jakarta, 18-3 (Antara). Malam Sabtu yl. bertempat di restoran Yen Pin, Merdeka Utara, P.E.N. Centre Jakarta dengan dipimpin oleh Achdiat K. Miharja, untuk pertama kalinya mengadakan pertemuan dengan para anggotanya dan undangan lainnya. Tampak hadir beberapa orang penulis yang sudah terkenal namanya di kalangan dunia kesusastraan Indonesia, antaranya Idrus, Pramudya Ananta Tur, Usmar Ismail, Armijn Pane, Beb Vuyk, Anas Makruf, Mochtar Lubis dan lain-lain. Tuan Morris, anggota Executive Committee P.E.N. International, London, yang menjadi tamu malam itu mengucapkan ceramahnya yang khusus mengenai maksud serta tujuan P.E.N. Seperti diketahui P.E.N. itu adalah suatu perhimpunan internasional (didirikan sejak tahun 1921) yang bertujuan memperhatikan kepentingan-kepentingan para penulis pada umumnya: penyair, penulis sandiwara, redaktur, penulis esai dan roman. Di samping itu P.E.N. berusaha memajukan dan menjaga persaudaraan serta kerja sama dan saling mengerti antara para penulis di seluruh dunia. Sampai sekarang banyaknya cabang P.E.N. ada [Unreadable], yang tersebar di seluruh dunia. P.E.N. Indonesia Centre adalah cabang yang ke-59. Ketua Umum P.E.N. Internasional ialah filsuf Benedetto Croce. Setiap tahun P.E.N. mengadakan kongresnya. Tahun yang lalu kongres tahunan semacam itu diadakan di kota Edinburg (Skotlandia) dan tahun ini direncanakan di negeri Swedia. Masalah yang akan dirundingkan di sana, di antaranya [Unreadable] soal drama.
[fragment:] "Seka Pelaria" yang menilai bahwa mereka menuju Colombo. [Unreadable]
Usaha-usaha penampungan dan transmigrasi diperiksa. Maksud kunjungan Menteri Sosial ke Pageralam dan Palembang. Oleh: Koresponden Kita Sendiri. Dari pihak Kementerian Sosial diperoleh keterangan bahwa [Menteri Sosial] kemarin telah menuju Palembang dengan beberapa orang pegawai tinggi dari Kementerian tersebut. Maksud kunjungannya itu ialah untuk memeriksa asrama rehabilitasi tenaga-tenaga pejuang di Pagaralam dan juga memeriksa asrama di Palembang yang disediakan sebagai "doorgangskamp" bagi tenaga-tenaga pejuang. [Unreadable] Menteri [Sosial, Mr.] Maryadi [Unreadable] pelaksanaan transmigrasi dan penampungan, juga akan mengadakan [pemeriksaan] tentang pelaksanaan transmigrasi yang sudah beberapa waktu berjalan dari daerah di Jawa ke Sumatera Selatan. Rombongan Menteri akan kembali ke [Jakarta] [Unreadable]. Lebih lanjut dari pihak yang mengetahui diperoleh penjelasan bahwa pengiriman transmigran dari daerah-daerah di Jawa itu baru diteruskan jika dari [Unreadable] tempat yang akan didatangi transmigran itu diperiksa terlebih dulu keadaannya serta persiapannya sebelum transmigran itu datang. Lagi pula, kata pihak itu, tak akan ada keraguan bagi pihak transmigran sendiri jika sebelum berangkat terlebih dulu berhubungan dengan pihak Jawatan Transmigrasi di tempatnya masing-masing. Transmigrasi yang dijalankan dewasa ini terutama transmigrasi "keluarga" ("familie-transmigratie"), artinya pengiriman transmigran dari Jawa itu diutamakan bagi penempatan keluarganya sendiri [Unreadable]
[fragment:] Jakarta, 19 Maret: [Unreadable] Dinas Penyuluh [Unreadable] Jakarta, 19 Maret. Jawatan Kepolisian [Unreadable] dibentuk dinas penyuluh [Unreadable] pengendalian keamanan. Tindakan ini diambil setelah tindakan-tindakan [Unreadable] hasil yang baik. Selama 3 [Unreadable] [Unreadable] penangkapan-penangkapan yang tidak sedikit [Unreadable] orang-orang Tionghoa dan orang-orang [Unreadable] ke dalam tahanan untuk di[periksa] [Unreadable] korupsi, dan korupsi itu juga adalah merupakan salah satu kejahatan. Akan lebih terjamin: dengan diambilnya tindakan-tindakan tersebut, pihak Kepolisian di kota ini mengharap bahwa keamanan akan lebih terjamin daripada waktu yang sudah-sudah. Sebagaimana diketahui, pihak Polisi dengan bekerja bersama-sama dengan instansi-instansi lainnya telah berhasil mengecilkan angka-angka kejahatan, berupa perampokan, pencurian, perampasan-perampasan mobil yang pada beberapa waktu berselang hampir terjadi setiap hari di kota Jakarta, demikian keterangan-keterangan yang kita peroleh dari kalangan Kepolisian di Jakarta.
Usaha memasukkan kembali 37 orang yang dipecat
Dari kalangan Pengurus [Buruh B.V.M.] kita memperoleh keterangan bahwa sejak beberapa bulan yang akhir ini pihak majikan telah memecat lk. 37 orang pegawainya. Sebagai alasan dari pemecatan itu dikemukakan bahwa karena pegawai-pegawai tadi telah melakukan kekurangan dalam menjalankan tugasnya sehingga B.V.M., katanya, menderita kerugian. Diterangkan selanjutnya oleh Pengurus Buruh B.V.M. itu bahwa untuk mencegah dan membatasi tindakan-tindakan majikan yang sewenang-wenang itu, sejak bulan Pebruari 1951 dibentuk sebuah Panitia yang bertujuan mengawasi perselisihan-perselisihan antara buruh dan majikan, terdiri dari wakil-wakil buruh dan majikan [Unreadable]
Jakarta, 18-3 (Antara): Perkembangan masyarakat pada waktu belakangan ini, serta kemajuan tentang pengertian kesehatan dan obat-obatan modern, menurut Mr. Moh. Yamin memberi akibat bertambahnya pembukaan beberapa rumah obat baru; tetapi bertambahnya jumlah apotek dalam kemajuan masyarakat mendapat halangan, sebagian karena kekurangan apoteker dan sebagian karena tidak segala tenaga terpakai memimpin atau mengawasi rumah obat, semata-mata sebab aturan-aturan yang berlaku dalam Republik Indonesia belum memperbolehkan ahli-ahli itu. Dengan memperhatikan aturan-aturan pharmaceut yang masih berlaku, maka sebagai pendorong bagi Pemerintah supaya menyesuaikan segala hal itu dengan kemauan zaman dan kebutuhan masyarakat baru, maka selaku anggota DPR Mr. Moh. Yamin mengajukan pertanyaan kepada Pemerintah seperti berikut:
1. Bersiapkah Pemerintah menyampaikan aturan-aturan pharmaceut yang menjadi dasar bagi apoteker dan dokter (arts) membuka apotek partikelir, yaitu aturan-aturan yang masih berlaku pada waktu ini?
2. Tidakkah Pemerintah sependapat dengan penanya bahwa kekurangan rumah obat pada waktu ini sebagian disebabkan oleh karena kekurangan apoteker yang menurut aturan yang berlaku boleh membuka rumah itu? Berapakah banyaknya apoteker dan apotek pada waktu ini, dan berapakah banyaknya apoteker menurut hitungan Pemerintah supaya dapat dinamai cukup dalam negara Republik Indonesia?
3. Tidakkah Pemerintah sependapat dengan penanya bahwa segala dokter (arts) itu berkecakapan penuh mengawasi dan bertanggung jawab atas pekerjaan apotek, atau memimpin segala [obat satu per satu], karena pengetahuannya tidakkah sampai cukup untuk menjalankan pekerjaan yang tersebut, sehingga dapat menjadi pemimpin atau pengawas rumah obat?
4. Tidakkah Pemerintah sependapat dengan penanya, supaya semua dokter sebaiknya diperbolehkan melakukan pekerjaan apoteker, sedangkan aturan-aturan yang berlaku bagi apoteker dan dokter pada ketika ini harus disesuaikan dengan kebutuhan keadaan baru dalam masyarakat kita, sehingga apoteker dan dokter dapat bersama-sama memenuhi kekurangan tenaga apoteker sebagai pemimpin atau bertanggung jawab sebagai pengawas rumah obat untuk kepentingan negara?
[fragment:] [Unreadable] rapat [Unreadable] 14 Maret [Unreadable] akan [Unreadable] pada peringatan [Unreadable]
Protes terhadap rok dan [Unreadable] "[Unreadable]" [Unreadable] pipa yang paling kecil yang [Unreadable] pun yang lebih [Unreadable] paling besar [Unreadable] Tetapi [Unreadable] pernah [Unreadable] pipa-pipa itu [Unreadable] hanya sedikit saja [Unreadable]. Oleh karena [Unreadable] menarik hati undangan [Unreadable]. Di Jumat yang [Unreadable] ruangan Hotel [Unreadable] mendapat [Unreadable] lihat pertunjukan film yang diperlihatkan oleh wakil pabrik pipa Perancis "Usines Gerdes de Pont-à-Mousson" bersama dengan wakil-wakil [Unreadable] di Jakarta. [Unreadable] Film itu [Unreadable] pabrik [Unreadable] Mousson itu [Unreadable] dari sejak [Unreadable] pabrik itu [Unreadable] kepada [Unreadable] menjadi [Unreadable] atas kekuatannya [Unreadable] pabrik dan [Unreadable]. Pabrik di [Pont-à-Mousson] itu adalah pabrik pipa terbesar [Unreadable] didirikan sejak [Unreadable] merupakan [Unreadable]. Menurut keterangan [Unreadable] ribu ton pipa [Unreadable]. Sedangkan dalamnya [Unreadable] pameran perdagangan Barang [Unreadable] Indonesia [Unreadable] telah dikirim [Unreadable] 10.000 ton pipa [Unreadable] air-leding [Unreadable] membawa [Unreadable] pertunjukan itu, kini mengundang [Unreadable] mengelilingi dunia [Unreadable] masyarakat [Unreadable] membuat propaganda [Unreadable]
Gerakan Wanita Gerwis akan aktif dalam dewan-dewan desa
"Karena ini suatu pekerjaan yang langsung dapat dirasakan rakyat", kata Trimurti
Yogya, 18-3. S.K. TRIMURTI, anggota pengurus besar Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis), [Unreadable] organisasinya tidak akan begitu aktif menuntut dewan-dewan perwakilan, karena buat [Gerwis] bukan suatu [pekerjaan] yang urgent perlu di[...] [Unreadable]. "Gerwis" akan aktif dalam dewan-dewan [desa], suatu pekerjaan yang langsung dapat [dirasakan rakyat]. Kebutuhan rakyat yang langsung dapat dirasakan, misalnya dokter dan bidan, sekolah, soal perkawinan, dll.-nya yang harus menjadi perhatian baik oleh pemerintah maupun organisasi-organisasi. Hingga sekarang ini desa-desa belum dikatakan "tidak pernah mendapat tenaga dokter dan bidan" [Unreadable] yang dibutuhkan oleh rakyat. Pada umumnya dokter dan bidan Indonesia lebih suka berpraktek dalam kota daripada bekerja di desa. Hal ini harus diperhatikan oleh pemerintah [dan diratakan], [kata] Trimurti. [Unreadable] diterangkan bahwa Gerwis adalah dari Partai [Unreadable] Wanita [Unreadable] Partai Wanita [Unreadable] menurut S.K. Trimurti [Unreadable] terlalu tergusad [Unreadable] [Front Anti-Imperialis?] [Unreadable] Akhirnya [Unreadable] bahwa Gerwis siap [Unreadable] juga [Unreadable] Tidak lama [Unreadable]