Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01643

Merdeka, 7 April 1951, hlm. 2 (Nj. Mudigdio)

Cleaned OCR text (Fair (0.847); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

[fragment from adjacent column:] [Unreadable] (Samb. dari hal. 1). [Unreadable] ketua PNI [Unreadable] menyatakan didalam keterangan [Unreadable] bahwa jabatan PM harus dipertahankan, apabila PNI [Unreadable] akan terjadi suatu deadlock [Unreadable] Dalam pada itu [Unreadable] Masyumi, kalangan itu menjawab [Unreadable] akan memegang pimpinan kabinet [Unreadable] lebih dari empat jam lamanya [Unreadable] didapatnya titik-titik pertemuan [Unreadable] Pemecatan Walikota Menado tidak sah Jakarta, 6 April (Aneta). DALAM suatu sidang kilat seksi dalam negeri dalam parlemen, dengan dipimpin oleh [Unreadable] telah diambil keputusan untuk meminta keterangan kepada pemerintah berkenaan dengan soal nyonya Waworuntu, yang baru-baru ini telah dikenakan „huisarrest" oleh CPM di Menado. Menurut seksi dalam negeri, maka nyonya Waworuntu telah ditahan dan dikenakan „huisarrest" oleh CPM di lapangan terbang Mapanget, ketika sedang hendak bertolak ke Jakarta untuk [Unreadable] dengan Kementerian Dalam Negeri. Sepucuk kawat dari walikota wanita tersebut kepada Menteri Dalam Negeri, dalam mana diberitahukan, [Unreadable] Agung di Jakarta, yang pagi ini akan mengucapkan pidato di depan parlemen, masalah nyonya Waworuntu itu akan diajukan. Pemandangan di India (Oleh: M. Syaaf [?], redaksi Majalah Merdeka) Dari Calcutta ke Delhi [Unreadable] pemandangan-pemandangan di sana buat penduduk adalah biasa tapi buat orang-orang baru satu kehebatan. Pemandangan alam India sudah segera terlihat apabila pesawat terbang udara sudah melewati Teluk Benggala dan bagian daerah negara India. Delta muara Sungai Gangga ini sudah kelihatan. Tampaklah muara delta-nya serta cabang-cabang sungai yang puluhan [Unreadable]. Dari Calcutta ke Delhi kota yang dituju adalah [Unreadable] datar yang membentang sepanjang itu [Unreadable]. Apabila kita melihat ke bumi di bawah, sangatlah menarik perhatian dan menusuk perasaan keadaan alam yang [Unreadable] kecil atau desa, yang mau tidak mau hanya menimbulkan kesan pada diri akan kemiskinan dan kepapaan hidup rakyat petani India. Dengan melihat yang seperti ini dengan sendirinya timbullah pula perasaan syukur bagi seseorang yang berasal dari Indonesia, bahwa buangan kita sungguhlah berbahagia dapat hidup di tanah yang sesubur dan sehijau tanah tumpah darah kita ini. Membanding keadaan bagian tanah India yang terlihat dari udara antara Calcutta dan Delhi ini dengan keadaan tanah air maka terasalah betul kebenaran gambaran pujangga Multatuli tentang Indonesia, yang memakai kata-kata perbandingan „laksana untaian zamrud yang melingkari khatulistiwa". Pemandangan segar dan indah karena hijau pohon-pohonan atau padi menguning di sawah yang senantiasa menimbulkan rasa cinta kita kepada bumi Indonesia, adalah sesuatu yang sama sekali tidak kelihatan di bagian tanah India ini. Dalam melihat keadaan bumi dan alam yang sekejam itu dapatlah kita membayangkan sendiri betapa berat dan pahitnya perjuangan untuk hidup bagi rakyat petani India ditambah lagi oleh tekanan penjajahan yang beratus-ratus tahun lamanya serta tindasan feodalisme yang sampai sekarang masih belum sama sekali dapat dilenyapkan oleh pemerintah Nehru. Segalanya ini tambah me[Unreadable] kesan kita sudah melihat dari dekat, turun di lapangan terbang Palam, melihat-lihat di kota New Delhi dan Old Delhi kemudian meninjau keadaan di desa-desa. Perbandingan-perbandingan yang menyolok mata Pemandangan sehari-hari di ibu kota Republik India, Delhi, terbagi dua atas New Delhi dan Old Delhi itu segera memberikan perbandingan-perbandingan yang menyolok sekali: [Unreadable] di tanah yang menyeramkan [Unreadable] tampak ke [Unreadable] rumah dengan beberapa jumlah pohon dan kota-kota [Unreadable] hatan selain tanah tandus, kering dan gersang, paling banter yang ada hanyalah semak-belukar dan rumput kering, diselang oleh [Unreadable] jalan-jalan yang indah dihiasi pula oleh kolam-kolam besar dengan fonteinnya sungguh menikmatkan mata memandang. Ditambah lagi dengan tugu dan monumen yang hebat, tinggi dan besar melengkung di jalan-jalan raya. Sebagai misal, „India Gate", tugu pahlawan-pahlawan India yang telah mengorbankan jiwanya pada peperangan dunia kedua di bawah pimpinan kerajaan Inggris belum dapat dibandingkan dengan tugu-tugu pahlawan kita, baik kehebatan besarnya maupun kehebatan keindahannya. Dan di dekat ini berdirilah pula „King George Statue" dengan megahnya. Pada jalan-jalan raya yang diaspal dengan [Unreadable] tampaklah gedung-gedung besar, kediaman-kediaman pembesar-pembesar negara, para hartawan, wakil-wakil negara asing, dan di sinilah pula tampak istana-istana maharaja India yang bukan sedikit jumlahnya itu. [Unreadable] istana presiden Sukarno di Jakarta sudah banyak menjadi buah pembicaraan kita di sini, akan tetapi [Unreadable] dibanding dengan [Unreadable] yang terlihat di Old Delhi [Unreadable] hanya dapat disamakan dengan gedung biara di New Delhi. Tidak sedikit juga dapat disamakan nilainya dengan Patiala House, Jaipur House atau [Unreadable] kediaman para maharaja, juga tidak sama sekali dengan kediaman presiden Prasad, juga belum dengan kediaman perdana menteri Nehru. Di New Delhi inilah pula terletak gedung-gedung negara, kantor-kantor pemerintahan, gedung parlemen dan lainnya. Di sini pula ditempatkan kedutaan-kedutaan negara asing. Memanglah New Delhi mengagumkan sekali keindahan kotanya, susunan jalan-jalannya, taman dan kolamnya serta gedung-gedung besar dan serba hebat itu. Kontras-kontras yang nampak [Unreadable] adalah perjalanan [Unreadable] untuk pembaca kota Calcutta. [Unreadable] akan tampak segala kontras dari apa yang dilihat di New Delhi. Jalan raya dan lalu lintas seakan-akan tidak mempunyai aturan sama sekali. Memang ada gedung-gedung yang besar tetapi sudah sangat kotor keadaannya, ada pula tempat besar tetapi sangat kelihatan tidak teratur. Kehebatan kontras dari apa yang dilihat di New Delhi akan lebih menyolok mata lagi apabila kita masuk ke lorong-lorong kecil tempat rakyat-rakyat jelata tinggal, atau [Unreadable] yang bertebaran tak berketentuan saja di pinggir jalan. Ada kalanya kita terpaksa menutup hidung bila mengunjungi tempat-tempat ini oleh karena kekotorannya. Dan kalau di muka toko-toko besar dan indah seperti di Connaught Place, New Delhi, sudah menyolok mata banyaknya peminta-peminta, maka di lorong-lorong Old Delhi ini setiap kali kita melangkah kita akan dikerumuni oleh orang-orang tua dan anak-anak kecil yang gigih meminta sedekah kepada kita. Di Old Delhi inilah terletak sebuah mesjid yang sangat indah dan besar, Mesjid Jami namanya. Sukarlah untuk melukiskan kebagusan bentuk mesjid yang berbiaskan batu pualam itu, akan tetapi kiranya lebih sukar lagi untuk melukiskan kekotoran yang terdapat di sekeliling mesjid itu. Pasar berlabaran sekelilingnya, di mana juga terdapat orang-orang menjual ikan, dan ratusan pula banyak fakir miskin [Unreadable] berteriak-teriak menadahkan tangannya minta sedekah pada setiap orang yang sedang naik tangga menuju ke mesjid itu. [Unreadable] Di sini kita melihat kesengsaraan manusia yang sukar diukur dan diperbandingkan. Rumah-rumah gubuk yang lebih buruk keadaannya dari yang pernah kita lihat di Indonesia, gua-gua yang didirikan dari tanah lempung bagi mereka digunakan untuk hidup berlindung terhadap hawa dan alam yang kejam seperti digambarkan di atas. Di jalan-jalan besar Old Delhi bersimpang siur auto, tonga, [Unreadable] dan becak, sedang [Unreadable] seperti semut kelihatannya. Kalau di Jakarta karena sopir becak seakan-akan hendak jadi raja di jalan raya, kita sudah marah dan mengomel, maka setiap pengendara mobil di Old Delhi ini harus bersabar dan mengurut dada bila ada kereta sapi atau sapi yang jalan sendirian seperti tak ada yang punya. Cobalah gambarkan sendiri misalnya kalau di Jalan Gajah Mada kota Jakarta, di waktu lalu lintas sedang seramai-ramainya, ada seekor sapi yang berdiri buang air di tengah jalan. Tidak ada seorang pun yang berani mengusir sapi itu, sehingga kira-kira seperempat jam lamanya seluruh lalu lintas harus berhenti. Demikianlah jika kita telah kagum melihat keindahan dan kemegahan orang-orang India di New Delhi, maka mata kita akan lebih tertusuk melihat kekotoran dan kemelaratan rakyat India itu pula di Karol Bagh. Semuanya ini barulah kesan pandangan pertama ketika melihat tanah India dari jarak Calcutta sampai Delhi serta kota Delhi yang mempunyai dua bagian itu. Akan tetapi dari kesan-kesan pertama ini sudah bisa didapat beberapa gambaran umumnya tentang masalah raksasa yang harus dihadapi oleh pemerintah India terutama mengenai [Unreadable] [fragment from adjacent column:] PERATURAN TERR. JAWA TENGAH — Mengenai pembatasan pemberitaan dan [Unreadable]. Semarang, 5-4 (Antara). Sejak 5 Maret yl. daerah territorium Jawa Tengah [Unreadable] Panglima Divisi [Unreadable] masyarakat umum tidak diperkenankan mengirimkan, menyiarkan, menyebarkan, menempelkan dll. berita, gambar-gambar klise-klise dan lain-lain gambar, mempergunakan code, rahasia, perkataan rahasia [Unreadable] yang menimbulkan akibat kekacauan, mempunyai, membawa, mempergunakan, [Unreadable] yang tidak didaftarkan. Peraturan ini dikeluarkan dengan pertimbangan bahwa seringkali timbul kegelisahan dari masyarakat karena akibat pemberitaan yang meluas [Unreadable] keadaan dalam negerinya. [Unreadable] Jakarta habiskan ikan 50 juta kg setahun Rata-rata tiap orang makan ikan 20 kg setahunnya Oleh: Koresponden Kita Sendiri. Jakarta, 7 April. PENDUDUK Jakarta Raya yang berjumlah [Unreadable] rata-rata menghabiskan [Unreadable] 50.000.000 kg ikan, jadi tiap-tiap orang setahunnya rata-rata menghabiskan lk. 20 kg ikan, demikian keterangan yang kita peroleh dari Jawatan Perikanan Jakarta Raya. Diterangkan selanjutnya, bahwa jumlah tsb. belum [Unreadable] termasuk dengan jumlah-jumlah ikan yang tidak masuk catatan. Sedangkan jumlah hasil tambak tiap-tiap tahun adalah kira-kira 600.000 kg ikan dan 100.000 kg udang. Dalam hal ini ternyata, produksi perikanan di Jakarta, baik perikanan laut, maupun perikanan darat, masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penduduk di Jakarta, jadi penduduk Jakarta memerlukan sekali bantuan ikan-ikan dari luar. Pemeliharaan ikan. Mengenai pemeliharaan ikan-ikan di Jakarta, selanjutnya diterangkan, bahwa di samping pemeliharaan ikan di tambak-tambak, juga terdapat pemeliharaan ikan di air tawar. Sebagai pelopornya telah di Pejaten Sukabumi oleh seorang [Unreadable] Pasar Minggu. Di tempat itu banyak sekali dipelihara ikan gurami. [Unreadable] empang-empang dan kolam-kolam di Kebayoran kebanyakan terdapat bibit ikan dari empang-empang di Pasar Minggu. Selain dari ikan gurami, terdapat juga ikan-ikan lainnya, seperti ikan mas dan ikan tawes. Pemeliharaan ikan di sawah-sawah seperti yang terdapat di daerah Priangan, di Jakarta jarang sekali terdapat, karena di Jakarta itu jarang sekali terdapat sawah. [Unreadable] Mengenai usaha-usaha Pemerintah selanjutnya untuk memperbanyak hasil perikanan dan tidak hanya mengenai di Jakarta saja, Dinas Perikanan Darat telah melakukan pengeringan rawa-rawa dan tambak-tambak dalam waktu tertentu, sehingga memberi kesempatan [Unreadable] tumbuh kepada lumut, yaitu tumbuhan-tumbuhan yang terdapat di dasar empang, yang menjadi makanan ikan yang sangat baik, dan berharga untuk tumbuh ikan. Selain dari itu, juga pengeringan-pengeringan yang dilakukan dalam waktu tertentu itu penting sekali artinya bagi penjagaan tumbuhnya penyakit malaria, karena nyamuk [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Lagi perampokan di Mangga Dua. Pada tanggal 9 April kira-kira jam 3 malam pabrik geretan (Java Match Factory) di Mangga Dua telah didatangi beberapa orang yang di antaranya bersenjata api. Kedua jaga malam pabrik tersebut diancam dan diikat, kemudian penjahat-penjahat masuk ke dalamnya. Di situ mereka menjumpai lk. 16 orang pegawai pabrik tersebut sedang tidur. Penjahat-penjahat itu membangunkan mereka [Unreadable] dipukuli. Setelah ke-16 orang tadi bangun, kemudian diikat tangannya, sedangkan penjahat-penjahat tadi berhasil menggondol rupa-rupa barang kepunyaan [Unreadable]. Kerugian ditaksir sebesar Rp 50.000,-. Selanjutnya pada tanggal itu juga antara jam 3-4 malam, telah terjadi perampasan sebuah jeep kepunyaan [Unreadable] Philips dari rumah No. 15 [Unreadable] yang berpakaian seragam dan bersenjata pistol. [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Serikat Buruh Kereta Api — Dibentuk suatu panitia mengumpulkan keterangan. Jakarta, 6-4 (Antara). PB SBKA pada tgl. 5 April diundang oleh Seksi Perburuhan Parlemen untuk [Unreadable] yang telah diajukan oleh serikat buruh tsb. Menurut keterangan-keterangan dalam pertemuan tsb. oleh SBKA ditekankan, bahwa titik berat tuntutan SBKA ialah uang lembur bagi buruh kereta api yang bekerja lebih dari 7 jam sehari. Oleh Jawatan Kereta Api ternyata tuntutan tersebut telah ditolak, dan berhubung dengan adanya Panitia Penyelesaian Pertikaian Perburuhan, maka kini SBKA menyerahkan tuntutannya itu kepada panitia itu. Tapi berhubung dengan kelemahan panitia itu sendiri, seperti ternyata dengan tidak bisanya menyelesaikan tuntutan KSBM (Kesatuan Serikat Buruh Minyak), maka PB SBKA sedikit sekali menaruh harapan, bahwa panitia itu akan dapat menyelesaikan tuntutan SBKA tadi. Oleh Seksi Perburuhan Parlemen telah dibentuk suatu panitia untuk mengumpulkan keterangan-keterangan dan bahan-bahan baru dari pihak serikat buruh, maupun dari Jawatan Kereta Api mengenai penolakan tuntutan serikat buruh tersebut. Serikat Buruh Kereta Api meliputi lebih dari 70.000 kaum buruh. [fragment from adjacent column:] Anak hilang. ANAK lelaki dari saudara DARMOSOEGONDO, alamat Jl. Solo 13 Jakarta, sejak hari Rabu tanggal 4 April yang baru lalu ini tidak pulang ke rumah sampai hari Jumat ini. Anak tadi bernama BUBAITO [?], umur 9 tahun, anaknya agak gemuk, kuning, berpakaian celana pendek drill kuning sudah tua dan kemeja hijau. Matanya bundar, potong pendek, rambut lemas. Kepada saudara-saudara yang mengetahui anak tersebut dan dapat mengembalikan pulang ke rumahnya, Jalan Solo 13, diminta banyak terima kasih. Ayah dan ibu terus mencari. Bantuan polisi sudah diminta. [fragment from adjacent column:] India telah menolak tawaran gandum kwaliteit rendah dari Canada dan menyatakan akan menunggu sampai Canada dapat memberikan gandum yang kwaliteitnya lebih baik. [fragment from adjacent column:] Kemajuan pelajar-pelajar penerbang Indonesia. Jakarta, 6-4 (Aneta). Menurut laporan resmi yang diterima oleh markas besar AURI baru-baru ini dari Amerika, murid-murid penerbang Indonesia yang sekarang ini sedang belajar di Amerika, seluruhnya [Unreadable] private pilot [Unreadable] pesawat Aeronca [Unreadable] pesawat Piper [Unreadable] Dalam ujian babak kedua dari latihan itu (60 jam [Unreadable]) [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Warga negara — Mr. M. Saleh. Surabaya, 5-4. Menurut harian [Unreadable] Surabaya, Mr. [Unreadable] Tiong, seorang pemimpin [Unreadable] merubah namanya menjadi Mohammad Saleh. Perobahan nama itu dilakukan di hadapan [Unreadable] penghulu [Unreadable] keturunan Tionghoa [Unreadable] mempertahankan agama [Unreadable] nya. [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Kongres PMI [Unreadable] Untuk sebagian besar [Unreadable] telah dibicarakan soal organisasi [Unreadable] pada PMI. Anggaran [Unreadable] rumah tangga yang ditetapkan, sedangkan [Unreadable] Dinas Transfusi Darah, [Unreadable] Pertama pada Kantor [Unreadable] dan Junior Red Cross di Indonesia, [Unreadable] Kongres PMI yang [Unreadable] tahun 1953 di Bandung [Unreadable] bantu mengusahakan terciptanya perdamaian dunia. [Unreadable] Ketua [Unreadable] wakil ketua [Unreadable] sekretaris [Unreadable] Zawuddin [?], bendahari [Unreadable] Abdurakhman [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Dewan Pemerintahan daerah Minahasa hanya punya tugas mengadakan persiapan-persiapan pemilihan umum [Unreadable] [fragment from adjacent column:] Resepsi Konperensi Kebudayaan [Unreadable] Yogyakarta [Unreadable] Konferensi Solo dan lain-lain [Unreadable] Hendrosugondo [Unreadable] Dalam pidato pembukaannya, Hendrosugondo dari [Unreadable] yang pada malam itu menjadi Ketua Panitia Penerimaan Konperensi, [Unreadable] Kebudayaan untuk kepentingan manusia. [Unreadable] kalau hasil kebudayaan tidak dipergunakan untuk kepentingan manusia, maka hilanglah sifat-sifat kemanusiaan [Unreadable] Inilah sebabnya [Unreadable] dalam kita menerima kebudayaan Barat lebih dulu kita harus [Unreadable] Darsono, Kepala [Unreadable] P.P.&K. [Unreadable] Kebudayaan seluruh Indonesia [Unreadable] bahwa kebudayaan kita berhadapan dengan kebudayaan asing yang tidak dapat ditolak, tetapi menerimapun harus berhati-hati supaya kebudayaan kita tidak menjadi bangkrut [Unreadable] Mangunsarkoro [Unreadable]