Merdeka, 8 Agustus 1951
Cleaned OCR text (Fair (0.756); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
[Whole newspaper page; OCR columns heavily interleaved. Articles below are regrouped by story; illegible stretches marked.]
[Unreadable] dulu, mulai pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus [Unreadable] Jakarta pada tanggal 4 Agustus yang lalu.
"Sistim mengadakan prioriteit sudah pada tempatnya"
Jakarta, 8 [Agustus]. [Unreadable] perindustrian dan kerajinan tangan di daerah Jakarta ini dapatlah dikemukakan [Unreadable] berhubung dengan [Unreadable]. Menurut keterangan Kepala Jawatan Perindustrian Daerah Jakarta kepada "Merdeka", [Unreadable] dibandingkan dengan [Unreadable] akhir-akhir ini menunjukkan kemajuannya, di samping [Unreadable] kenyataan bahwa di pihak pengusaha-pengusaha memang ada hasrat untuk memperkembangkan perusahaan serta kerajinan tangannya [Unreadable] peraturan-peraturan yang dapat melindungi perusahaan-perusahaan mereka [Unreadable] pemeliharaan mutu [Unreadable] kwaliteit [Unreadable]. Ia menganjurkan pula agar mereka [Unreadable] hasil-hasilnya untuk dapat mengimbangi barang-barang impor. Kwaliteit memang menjadi soal pula dalam memperhatikan langsungnya perusahaan-perusahaan itu, karena kenyataannya hingga sekarang [Unreadable] biasanya tidak mengindahkan kwaliteit hasil-hasilnya. [Unreadable] sementara mereka itu masih belum mendapatkan bantuan langsung dari Pemerintah Pusat.
[Unreadable: fragments about Ambonese detainees and the Middelburg camp, apparently:] Orang-orang Ambon [Unreadable] kamp Middelburg [Unreadable] perkelahian [Unreadable] polisi [Unreadable] delapan puluh orang Ambon dari kamp Middelburg yang tersangkut dalam kerusuhan [Unreadable] dipindahkan [Unreadable] di Marunda, di Grogol [Unreadable] dan 30 orang [Unreadable].
Tiba waktunya untuk ambil tindakan tegas
Jakarta, 7-8 (PIA).
"[Unreadable] kerusuhan yang telah terjadi di Priok, Jakarta dan Jawa Timur memang benar-benar kegiatan-kegiatan dari anasir-anasir merah, maka kini telah tiba waktunya pemerintah mengambil tindakan-tindakan tegas terhadap anasir-anasir yang bersifat tidak membangun (destruktif) itu," demikian diterangkan oleh menteri Yusuf Wibisono [Unreadable] Selasa pagi kepada Aneta.
Menteri Keuangan selanjutnya tidak suka memberikan keterangan tindakan-tindakan apa yang akan diambil oleh pemerintah [Unreadable] mempergunakan pemogokan-pemogokan [Unreadable] buruh telah di[ajukan] tuntutan-tuntutan [Unreadable] ekonomi [Unreadable]. [Unreadable] kedudukan devisen terancam.
"Menurut rencana pabrik-pabrik gula di Indonesia dalam tahun 1951 akan menghasilkan 500.000 ton, dari jumlah mana 100.000 ton akan diekspor, yang akan menghasilkan devisen sebanyak f 80.000.000,—. Menurut laporan-laporan sementara kemungkinan kecil sekali bahwa rencana ini dapat dilaksanakan," demikian ir. Yusuf Wibisono.
Selanjutnya menteri tersebut menerangkan bahwa kini menjadi semakin perlu bahwa semua golongan kanan bersatu padu untuk mengatasi keadaan. Korban-korban daripada kerusuhan ini selalu orang-orang yang termasuk golongan-golongan kanan. Menurut pendapat menteri Wibisono, dalam tiga tahun yang pertama hak mogok harus dibatasi.
Sidang kabinet
Menteri Keuangan selanjutnya menerangkan bahwa dalam sidang kabinet pada [Unreadable] jaksa agung Suprapto dan kepala polisi negara Selamto [sic] akan [Unreadable] mengenai keamanan di seluruh Indonesia.
Dr. Samuel Perkins Hayes, kepala yang baru dari Misi Khusus Teknik dan Ekonomi dari ECA, tiba kemarin di lapangan terbang Kemayoran bersama-sama dengan [Unreadable]. Setibanya di Kemayoran Dr. Hayes memberikan keterangan sebagai berikut:
"[Unreadable] rasa senang kembali ke Indonesia sebagai Kepala dari Misi Khusus Teknik dan Ekonomi dari ECA. Saya telah berada di Indonesia dalam bulan April 1950 sebagai anggota dari Misi Griffin. Sebagai hasil dari misi tersebut pemerintah Amerika Serikat bersama-sama dengan pemerintah Indonesia telah menyusun suatu rencana bantuan ekonomi dan teknik yang telah berjalan selama beberapa bulan. Saya telah mendapat kabar bahwa pengiriman bahan-bahan menurut rencana ini pada waktu ini telah tiba di Indonesia. Misalnya barang-barang yang diperlukan seperti tempat terpaut [Unreadable] perahu mayang untuk menangkap ikan, mesin-mesin diesel untuk [Unreadable], pupuk tanah dan alat-alat pertanian telah tiba dan [Unreadable] dipergunakan hingga mendatangkan keuntungan bagi rakyat Indonesia. Berkenaan dengan pengalaman saya dalam waktu yang belakangan ini sebagai direktur rencana untuk Rencana Pasal Empat Amerika Serikat, maka saya terutama menaruh banyak perhatian dalam menyelenggarakan tingkatan-tingkatan bantuan teknik dengan pemerintah Indonesia, dan juga dalam tingkatan-tingkatan bantuan hadiah dari rencana ECA. Misi ECA pun juga mempunyai tanggung jawab dalam lapangan membantu Indonesia guna mendapatkan prioriteit untuk barang-barang dan bahan-bahan yang sukar didapat, tak pandang apakah ini dibiayai dengan bantuan partikelir, pemerintah ataupun bantuan hadiah. Besar sekali keinginan saya untuk memperbaharui persahabatan saya dengan bagai-bagai pembesar pemerintahan Indonesia dan anggota-anggota dari dunia perdagangan, baik dari bangsa Indonesia maupun dari bangsa Amerika, yang telah saya jumpai pada kunjungan saya ke Indonesia yang dahulu."
Dr. Samuel Perkins Hayes, kepala yang baru dari Misi Khusus Teknik dan Ekonomi ECA di Indonesia, menjadi wakil dalam Misi Griffin, yang penyelidikannya memberikan dasar bagi bantuan ekonomi Amerika Serikat di Asia Tenggara. Dalam misi ini Dr. Hayes menjalankan peranan yang penting dalam menyusun rencana-rencana bantuan ekonomi untuk Indonesia. Dr. Hayes akan menggantikan wakil direktur ECA untuk Timur Jauh, yaitu Shannon McCune, yang untuk beberapa bulan yang lalu menjabat pegang kepala dari misi di Indonesia. Dr. Hayes sebagai seorang ahli pendidikan dan ahli ekonomi yang terkemuka, menurut Usia [sic] membawa pengalaman yang luas dalam menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang pokok ke tempat pekerjaannya yang baru ini. Dari bulan Januari 1948 sampai waktu dia bertolak ke Indonesia, Dr. Hayes menjadi Pembantu Khusus dari Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.
PNI Cb. Kebayoran
Jakarta, 8 Agustus.
Pada hari Minggu tanggal 5 Agustus yl. di balai pertemuan Pekerjaan Umum Kotabaru Kebayoran telah dilangsungkan rapat anggota pleno PNI yang dikunjungi pula oleh Ketua Dewan Partai PNI dan Ketua Dewan Daerah. Dalam rapat tersebut telah dipilih pula pengurus cabang baru yang diketuai oleh Myrin Kusumo [sic] dan dibantu oleh 10 orang anggota pengurus lainnya.
Persatuan Perusahaan Susu Mampang
Jakarta, 8 Agustus.
Para pemilik perusahaan-perusahaan susu Kampung Kuningan, kecamatan Mampang Prapatan, Jatinegara, pada tanggal 2 Agustus yl. sudah membentuk Persatuan Perusahaan [Unreadable].
Korban peristiwa lemparan granat di Pasar Malam Bogor
Bogor, 7 Agustus (Antara). Menyambung berita tentang korban-korban akibat ledakan granat di Pasar Malam Pendidikan Masyarakat di Bogor pada hari Minggu malam Senin yl., yang luka-luka berat dan enteng dan dirawat di rumah sakit PMI ada 26 laki-laki dan 14 perempuan. Seorang anak umur 6 tahun sudah meninggal dunia [Unreadable]. Banyak orang lainnya yang datang untuk diobati pada malam itu tapi tidak perlu dirawat karena luka-lukanya tidak berbahaya. Jumlah yang minta diobati pada malam itu karena luka-luka enteng ada kl. 85 orang. Pagi ini di rumah sakit PMI masih banyak orang yang datang meminta obat karena luka-lukanya, yang karena pada malam itu dalam keadaan panik, baru diketahui di rumah. [Unreadable] Mohamad Sirode, bekas residen Bogor, dan 4 orang [Unreadable] luka-luka juga. Polisi yang dirawat di rumah sakit ada 1 orang, dan tentara 3 orang. Menurut keterangan masih ada pula korban-korban yang dirawat di luar rumah sakit PMI ± 10 orang. Pihak tentara pada malam itu juga segera memblokir kota dengan lampu tanda bahaya dan membunyikan sirene. Karena keadaan kacau dan panik pada malam itu banyak para pedagang dalam pasar malam kehilangan barang-barang maupun uangnya. Pemblokiran sekeliling kota dibuka setelah kemarin dan lalu lintas berjalan sebagaimana biasa. Sejumlah orang tahanan diangkut dengan truk ke kantor PM untuk didengar keterangannya. Siapa yang mengadakan pasar malam itu belum diperoleh keterangan.
PGRI buat Kepala Pendidikan tidak diterima BPH Kotapraja
Oleh: Koresponden Kita Sendiri
Jakarta, 8 Agustus.
Dari Jawatan Pendidikan Jakarta Raya koresponden "Merdeka" mendapat kabar bahwa tuntutan PGRI Cabang Jakarta mengenai pencalonan Sakhri untuk jabatan Kepala Pendidikan Jakarta Raya oleh pihak Badan Pemerintahan Harian Kotapraja tidak dapat diterima, mengingat bahwa jabatan tersebut yang kini baru hanya sebagai acting telah diputuskan oleh B.P.H. untuk tetap diisi oleh Sitompul. Sebagaimana diketahui beberapa hari yang lalu P.G.R.I. Cabang Jakarta telah mengajukan tuntutan pada Pemerintah Kotapraja Jakarta agar jabatan Kepala Pendidikan diisi oleh orang yang cakap, bijaksana, ahli dalam pendidikan dan acceptable. Mengenai tuntutan PGRI tersebut, pihak Pemerintahan Kotapraja mengajukan beberapa keberatan, antara lain bahwa kini Pemerintahan Kotapraja tidak dapat mengubah keputusan yang telah diambilnya dalam rapat Dewan Harian mengenai pencalonan Kepala Pendidikan. Walaupun demikian tuntutan itu harus pula [Unreadable] mendapat pengesahan dari pihak Kementerian Pendidikan.
2 buah candi diketemukan
Magelang, 7-8 (Antara). [Unreadable] kecamatan Bawangan, Magelang, [Unreadable] telah dilaporkan [Unreadable] di desa Kragunan [Unreadable]. Sebagaimana diketahui di Kedu, tak berselang lama ketika menggali tanah di dalam [Unreadable] diketemukan barang kuno berupa candi 4 buah candi [Unreadable] Borobudur, Mendut [Unreadable] bagian Dinas Purbakala [Unreadable].
75 tahun Gereja Kristen
Tarutung, 6 Agustus (PIA). Dengan mendapat perhatian besar pada hari Pasar telah dilakukan peringatan 75 tahun berdirinya Gereja Kristen di kampung Simarangkir didekat Tarutung. Di antaranya hadir 22 orang utusan yang mewakili gereja-gereja dari daerah-daerah sekelilingnya. Gereja tersebut adalah karena jasa dr. Nommensen.
10 buah [Unreadable] ditutup
Solo, 6 [Agustus] (Antara). Didapat kabar bahwa pada tgl. 1-8 yl., atas perintah dari Pusat Jawatan Perindustrian, [Unreadable] pembakaran, oleh pihak yang berwajib di Surakarta telah ditutup 10 buah [Unreadable], karena pemiliknya tidak mempunyai licentie. Berhubung dengan itu, harga beras putih rata-rata naik dengan R 40,— tiap kwintalnya.
Lembaga orang buta 50 tahun
Bandung, 7-8 (PIA). Hari Senin telah dirayakan peristiwa bahwa 50 tahun yang lalu, terutama berkat usaha dr. Westhoff, seorang ahli penyakit mata, telah didirikan perkumpulan untuk memperhatikan nasib orang-orang buta. Pelbagai pembesar, di antaranya gubernur Sanusi, berbicara pada peringatan tersebut. Semua pembicara memuji pekerjaan yayasan itu, yang kini telah menjadi [Unreadable] orang buta.
Konperensi telekomunikasi di Geneva
Jakarta, 7 Agustus. [Unreadable] delegasi Indonesia [Unreadable] ke Geneva, diduga akan [Unreadable]. Dalam delegasi itu ialah [Unreadable] Ir. [Unreadable]. Dapat ditambahkan bahwa mula-mula konperensi ini akan dilangsungkan di Nederland pada tahun 1950, tapi oleh karena beberapa hal ditunda dan baru akan diadakan tanggal 16 Agustus di Geneva. [Unreadable: ± 50 negara; waktu 8 bulan; radio-telekomunikasi seluruh dunia].
[Unreadable: further fragments, including a passage mentioning Gerwis (probably Gerwis and other organisations) and a Sutarto/Wibisono-related item, are too garbled to reconstruct]