Merdeka, 4 September 1951
Cleaned OCR text (Fair (0.765); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
Merdeka, 4 September 1951
[Unreadable — newspaper page text with interleaved columns; the recoverable part concerning S.K. Trimurti's tour of Sumatra is given first]
[S.K. Trimurti mengunjungi Sumatera Timur dan Sumatera Tengah] [Unreadable] Dalam [Unreadable] Trimurti mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke Sumatera Timur dan Tengah, umumnya gerakan-gerakan wanita, seperti di Medan, sangat lemah [Unreadable]. Partai/organisasi wanita baru [Unreadable] tidak ada [Unreadable] berkunjung ke tempatnya [Unreadable] pimpinan [Unreadable].
Kegiatan dalam lapangan sosial-ekonomi sangat kurang sekali, dan boleh dikatakan sedikit sekali [Unreadable]. Tetapi, dari [Unreadable] menurut Trimurti [Unreadable] di luar kota [Unreadable] di dalam kota, mutu [Unreadable] wanita [Unreadable] tidak sedikit, walaupun masih kurang baik. Pertumbuhan dan perkembangan partai/organisasi pada umumnya adalah dalam taraf pembentukan [Unreadable], demikian Bu Tri.
Akibat maklumat M[enteri Dalam Negeri] [Unreadable]
Dalam keterangan selanjutnya, Trimurti mengatakan bahwa di Sumatera Timur [Unreadable] maklumat [Unreadable] No. [Unreadable] tanggal 28 Juni 1951 yang memperpanjang kontrak konsesi tembakau selama 99 tahun yang luasnya 125.000 ha. Maklumat itu tidak tegas dan konkret, sehingga mengakibatkan rakyat yang merasa dirugikan [Unreadable]. [Unreadable] jauh, kurang lebih 23% dari tanah konsesi tersebut dalam keadaan kosong, yang mana dikerjakan oleh rakyat sejak zaman Jepang sampai sekarang. Dengan adanya maklumat tersebut [Unreadable] usaha rakyat itu [Unreadable] begitu saja oleh pihak [Unreadable] [Unreadable] kerugian [Unreadable] lebih dari Rp 50.000,— [Unreadable] persoalan ini dibuat begitu saja, dengan tidak dipikirkan penampungan rakyat yang telah membuat usaha [Unreadable].
Selanjutnya Bu Trimurti menyatakan [Unreadable] Pulau Sumatera dan luas serta jumlah penduduknya, yang oleh Bu Trimurti dikatakan merupakan perbendaharaan yang besar, maka menurut pelaksanaan transmigrasi sangat tepat untuk memperbesar produksi. Penduduk tidak pemalas, tetapi mempunyai semangat bekerja yang benar, dan hendaknya mesti disadari bahwa mereka membutuhkan alat-alat modern, mereka membutuhkan [Unreadable] modal, pengangkutan dll. Pemerintah harus [Unreadable] dan hendaknya [Unreadable] kenyataan [Unreadable] hasil yang dikerjakan rakyat itu hendaknya [Unreadable] memberikan perlindungan yang cukup. [Unreadable] Pendidikan [Unreadable] kata Bu Trimurti, pendidikan dan pengajaran sangat [Unreadable].
[fragment from adjacent column:] Surat kabar "Suluh Bangka", yang terbit di Pangkal Pinang, mulai tanggal 25 Agustus yang lalu dilarang terbit oleh pihak yang berwajib sampai waktu yang tidak ditentukan. Alasan-alasan yang digunakan oleh pihak yang berwajib di sana dalam pemberedelan surat kabar tersebut belum diketahui, begitu juga dalam pengumuman pimpinan [Unreadable] Ting Hong [Unreadable] Rakyat" tidak diterangkan apa sebab-sebabnya pihak [Unreadable] tindakan tersebut. Diterangkan juga dalam [Unreadable] bahwa kejadian itu adalah buat pertama kalinya terjadi pers diberedel di Sumatera [Unreadable].
[fragment from adjacent column:] Jakarta: Walikota Jakarta Raya meninjau Pulau Seribu. Oleh: Koresponden kita sendiri. Jakarta, 4 September. — Walikota Jakarta Raya dengan rombongannya lk. 80 orang pada hari Sabtu yl. selama 2 hari telah mengadakan peninjauan ke pulau-pulau yang berpenduduk di Pulau Seribu. Peninjauan itu adalah untuk memenuhi permintaan beberapa orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kotapraja supaya dapat mengetahui dari dekat bagaimana keadaan yang sebenarnya dari penduduk di pulau-pulau itu, karena menurut keterangan sejak dari zaman Belanda dulu belum pernah diadakan peninjauan dari Jakarta oleh kalangan pemerintahan. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Jawa Timur: Gangguan ulat artona pada pohon-pohon kelapa. Oleh: Koresponden kita di Surabaya. Beberapa tempat di Jawa Timur dewasa ini sedang berjangkit hama yang sangat membahayakan tanaman pohon kelapa. Hama ini berwujud ulat-ulat kecil yang disebut brachartona atau artona. [Unreadable — the remainder of this article, and the rest of the page (crime and accident reports from Jakarta, a hail storm at Blitar, robbery reports, the Persatuan Pengemudi Kendaraan Motor (P.P.K.M.) dispute, Ministry of Interior notices), is too scrambled to correct reliably and does not mention Gerwani]