Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01650

Merdeka, 12 Februari 1957, hlm. 3: Panitia Hari Wanita Internasional

Cleaned OCR text (Fair (0.813); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Panitia Hari Wanita Internasional Jakarta, 8 (Antara). Pada tanggal [Unreadable] yang lalu organisasi-organisasi wanita telah membentuk Panitia Hari Wanita Internasional Jakarta, untuk mempersiapkan peringatan Hari Wanita Internasional yang menurut tradisi diperingati pada tanggal 8 Maret di seluruh [Unreadable]. Dalam panitia ini [Unreadable] sebagai ketua: Ny. [Unreadable] Yuhya [Unreadable] (Perwamu), wakil ketua Ny. Herman (Persatuan Islam [?]) [Unreadable] (Gerwani), penulis I [Unreadable], penulis II: Darpin Busono (Baperki), bendahari I: Ny. Mandagi (perorangan) dan bendahari II: Ny. Prawoto (Wanita Nasional). [fragment from adjacent column:] Lomba pakaian pada "Hari Pemudi". Surabaya, 12 Pebruari — [Unreadable] untuk mengadakan perlombaan pakaian "Hari Pemudi" yang diadakan bertalian dengan berlangsungnya Pekan Pemuda di kota ini pada tanggal 3 sampai [Unreadable] yang akan datang, dengan ketentuan perlombaan dalam 3 bagian, yakni pakaian olahraga, pakaian kantor dan pakaian sore/pesta. [Unreadable] harga kain Rp. 20,- untuk pakaian pagi [Unreadable] tidak lebih dari [Unreadable]. Para peminat lomba pakaian dapat mendaftarkan dirinya mulai hari ini kepada alamat Nyonya Kencono, Jl. [Unreadable] Surabaya, sedangkan pendaftaran akan ditutup pada tanggal 29 Pebruari yang akan datang. Dalam membuat pakaian harus diperhatikan norma-norma kesusilaan. Yang dinilai ialah model (cocok dengan pakaian), potongan, persesuaian warna, cara membawakannya (voor-, berjalannya dan seluruhnya (algemeen indruk). Yang dapat mengikuti perlombaan itu ialah pemudi-pemudi, murid-murid sekolah, anggota perkumpulan pemuda atau pemudi. Pendaftaran pada Nyonya K. Sukonyono, SKP Negeri, Jl. Kamboja 18. Juga diadakan perlombaan membuat karangan bunga, yang dibagi dalam 2 bagian, yakni bunga yang dibeli di toko [Unreadable] dan diatur dalam [Unreadable] keranjang serta bunga dari [Unreadable] [pe]nilaiannya bukan [Unreadable] tetapi persesuaian warna dan kesan seluruhnya. Yang boleh mengikuti ialah pemudi-pemudi [Unreadable]. Pendaftaran dapat dilakukan mulai hari ini sampai tanggal 20 Pebruari yang akan datang di alamat Nyonya R. Semiono [?]. Selain itu diadakan juga pameran kerajinan tangan, masakan dan pelajaran vak wanita. Untuk mengikuti perlombaan tersebut peminat dapat berhubungan dengan alamat Nyonya W. Diwang, SKP Negeri Jl. Kamboja 18. Dapat ditambahkan di sini, bahwa Hari Pemudi tersebut diadakan pada tanggal 6 Maret yang akan datang. [fragment from adjacent column:] Mahasiswa makan cacing. Entah kejadian ini suatu eksperimen atau bukan, tidak diketahui. Seorang mahasiswa fakultas kedokteran Surabaya, beberapa hari yang lalu telah diketahui oleh beberapa kawannya sedang bermain dengan seekor cacing kecil (bahasa Jawa: kremi), yang diletakkan di atas bukunya yang tebal mengenai pelajaran kedokteran. Setelah beberapa saat cacing kecil itu dipermainkan, kemudian pemuda yang mempermainkan cacing itu mencium tangannya. Kemungkinan ingin tahu bau cacing tadi. Oleh kawannya yang lain ditanyakan didapat dari mana cacing tadi. Dijawab oleh pemuda tadi bahwa cacing itu didapatnya dari lubang anusnya yang telah dirasakan beberapa hari sangat gatal, tahu-tahu ada cacing kecil itu yang kemudian diamat-amatinya. Ketika diketahui pemuda tadi membuat tanyanya [Unreadable], ditanyakan oleh kawannya apakah ia tidak jijik. Yang kemudian dijawab oleh pemuda tadi dengan perkataan tidak, bahkan oleh pemuda tadi dinyatakan bahwa ia juga berani makan cacing yang kecil itu. Kawannya yang lain keheran-heranan. Dan untuk itu maka ditegaskan oleh kawan pemuda tadi dengan perkataan "Cobalah kalau berani". Dengan tidak jijik sedikit pun pemuda tadi mengunyah cacing kecil itu (kremi) yang berasal dari kotoran manusia yang didapat dari lubang anus pemuda itu sendiri. Dengan adanya peristiwa itu maka kawannya tadi menanyakan bagaimanakah rasa cacing kecil itu, yang dijawab: [Unreadable] binasa saja. [fragment from adjacent column:] Sayembara karang-mengarang. Malang, 12 Pebruari (Mak). Untuk menyambut Pekan Pemuda se-Indonesia yang akan diadakan di Surabaya pada awal bulan Maret yad., maka Seksi Kebudayaan dari Panitia Pekan Pemuda Kota Besar Malang mengumumkan, bahwa Panitia mengadakan sayembara karang-mengarang yang terbuka bagi pemuda Indonesia umumnya. Karang-mengarang dibagi dalam 3 bagian, yaitu: 1. Cerita pendek (prosa) dan 2. Sanjak (puisi). Yang dimaksud dengan prosa ialah bentuk dan gaya bahasa bebas, dan bagi prosa panjangnya 4 folio tik renggang atau 10 kata-kata [?]. Isi karangan harus mengenai sekitar perjuangan pemuda dalam masa revolusi hingga sekarang. Bagi karangan terbaik disediakan hadiah (untuk prosa dan puisi) dan dikirimkan ke Jakarta untuk mengikuti sayembara karang-mengarang Pekan Pemuda se-Indonesia. Bagi sayembara sanjak, tiap pengikut harus mendeklamasikan 2 sanjak, yaitu 1. sanjak yang diwajibkan: Karawang-Bekasi (oleh Ch. Anwar) dan 2. sanjak pilihan sendiri. [Unreadable] harus disampaikan pada Panitia Pekan Pemuda Kota Besar Malang, Jl. Kayutangan 2-0, Malang, selambat-lambatnya tanggal 23 Pebruari, dengan disertai uang Rp. 3,50. Dan semua karangan yang masuk menjadi milik Panitia. Keterangan-keterangan lebih jauh dapat diminta pada alamat di atas. [fragment from adjacent column:] Pernyataan GAPPIS. Jakarta, 11-2 (Mak). Setelah mendiskusikan soal-soal organisasi dan keadaan masyarakat dewasa ini, dalam rapatnya tanggal 10 Pebruari yl., D.P.P. GAPPIS (Gabungan Pemuda Progresif Indonesia Sulawesi) telah mengeluarkan pernyataannya, dan membentuk suatu pengurus GAPPIS sementara berhubung tidak dapat mempercayai tindak-tanduk dan kebijaksanaan Ketua umumnya dalam mempelopori organisasi. Pernyataan itu adalah sebagai berikut: 1. Tidak bertanggung jawab atas tindakan dan pernyataan-pernyataan yang telah diadakan oleh [Unreadable] D.P.P. GAPPIS. 2. [Unreadable] terbuka bagi segala aliran [Unreadable] politik [Unreadable]. 3. Menjelaskan bahwa GAPPIS [Unreadable]. 4. Mereorganisasi GAPPIS secara luas [Unreadable]. Susunan D.P.P. GAPPIS adalah sebagai berikut: [Unreadable] (daftar nama dan jabatan tidak terbaca). [fragment from adjacent column:] Re-unie "Harimau Kumbang". Menjawab pertanyaan [Unreadable] Komandan [Unreadable], Tanjung Karang, Lampung — Malang — menerangkan, bahwa reuni "Harimau Kumbang" segera dilangsungkan dan dalam [Unreadable] ini akan dibentuk Dewan [Unreadable]. [Unreadable] orang bekas anggota pasukan tersebut telah [Unreadable]. Selanjutnya dikatakan bahwa reuni ini dimaksudkan untuk membalaskan [Unreadable] kembali [Unreadable] kolonialisme [Unreadable]. Akhirnya dikatakan, bahwa dalam [Unreadable] yang gemilang sekarang ini, pasukan "Harimau Kumbang" berdiri [Unreadable] dibelakang KSAD dan Panglima [Unreadable] serta [Unreadable] tindakannya untuk menghapuskan subversi yang digerakkan oleh kaum imperialis. [fragment from adjacent column:] 111.683 jiwa transmigrasi di Lampung. Palembang, 10-2 (Antara). Kepala Jawatan Transmigrasi Umum cabang Sumatra Selatan dalam suatu percakapan dengan pembantu Antara di Tanjung Karang menerangkan, bahwa dalam tahun 1954 penduduk dari Jawa yang ditransmigrasikan ke Lampung dalam umum berjumlah 2.610 keluarga dengan 10.980 jiwa. Di samping itu ada 100 kepala keluarga Selayan dengan jumlah jiwa 407 dan 69 kepala keluarga lainnya dengan jiwa 296 orang. Mengenai kemajuan-kemajuan yang dapat dicapai dalam tahun 1955-1956, antara lain dinyatakan, bahwa pada umumnya transmigran di daerah itu mendapat kemajuan, sehingga sudah banyak transmigran yang dilepaskan dari pada ikatan dan bantuan Pemerintah. [fragment from adjacent column:] Pasar batik di Purworejo. Dari keterangan pengusaha perusahaan batik di Purworejo didapat keterangan, bahwa dari 35 perusahaan batik di Purworejo kini yang bekerja tinggal 10; sebabnya berhubung naiknya harga mori dan alat-alat pembatikan. Dengan demikian pasar batik menjadi sepi. Selain itu tenun "gendong" yang menurut catatan terakhir ada 8000 buah, sebagian besar di daerah Purworejo dan Kebumen. Tenun itu kini yang dapat bekerja tidak lebih [Unreadable], karena belakangan ini mengalami kesukaran akibat saingan harga dengan barang-barang [Unreadable]. [fragment from adjacent column:] [Photo caption:] Chou En Lai (kedua dari kiri) [Unreadable] Colombo pada tanggal 31 Januari [Unreadable] sewaktu mengunjungi [Unreadable] baru lalu telah disambut kaum penganut Buddha. [fragment from adjacent column:] Perampokan reda di Mojowarno. [Unreadable] 12 Pebruari (Mak). Diperoleh keterangan bahwa berita tentang adanya perampokan yang terjadi di daerah sekitar Mojowarno [Unreadable]. Oleh penduduk Mojowarno telah diakui kebenarannya. Perampokan itu menurut keterangan umumnya dijalankan oleh beberapa orang dengan membawa senjata api [Unreadable]. Menurut keterangan di desa sekitar Mojowarno telah terjadi perampokan pada sebuah rumah [Unreadable] beberapa hari lamanya [Unreadable] perampok-perampok [Unreadable]. Selanjutnya diterangkan pula oleh penduduk di Mojowarno bahwa dewasa ini keadaannya adalah aman sekali. Diterangkan bahwa pada malam hari tidak pernah lagi didapat perampokan atau pencurian. [Unreadable] keterangan salah seorang penduduk kepada [Unreadable]. [fragment from adjacent column:] Pendidikan nelayan. Surabaya, 13 Pebruari. [Unreadable] Kepala Jawatan Perikanan Laut Resort Jawa Timur menerangkan atas pertanyaan "Merdeka", bahwa usaha jawatan [Unreadable] banyak ditujukan kepada pendidikan [Unreadable] penangkapan ikan [Unreadable] di antara nelayan kita hasil [Unreadable] lebih dipertinggi pula pendidikan di masyarakat, mengubah cara-cara penangkapan ikan secara [Unreadable] dengan cara-cara lebih modern, yaitu dengan perahu dan kapal bermotor. Pendidikan permulaan yang [Unreadable] bukan khusus pada menghasilkan tenaga-tenaga juru mudi dan motoris [Unreadable] yang berjalan satu setengah tahun telah menghasilkan [Unreadable] di mana tenaga-tenaga itu kini telah [Unreadable] pengetahuan, mendidik kawan-kawan nelayan lain juga untuk [Unreadable] pengetahuan juru mudi dan motoris. Lebih jauh dikatakan oleh [Unreadable], bahwa mendidik nelayan yang tergabung dalam koperasi nelayan itu [Unreadable] jurusan vak juru-mudi dan motoris itu adalah [Unreadable] pendidikan nelayan ke arah [Unreadable] bekerja di kapal bermotor dan pada akhirnya setelah [Unreadable] terpandang cukup [Unreadable] meminjam kapal dengan [Unreadable] harus menyetorkan [Unreadable]. [fragment from adjacent column:] Pemuda Demokrat sokong tindakan Kabinet Ali. Oleh Koresponden Kita Sendiri. Surabaya, 12 Pebruari. Konferensi Pemuda Demokrat Indonesia seluruh Jawa Timur membahas situasi politik dalam negeri dewasa ini berpendapat, bahwa jatuhnya Kabinet Ali ke-II pada dewasa ini tidak dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan persoalan Sumatra Tengah dan Utara perlu mendapat penyelesaian yang tepat dan tegas. Mengenai gerakan-gerakan provinsialisme dan kerukunan [Unreadable] dewasa ini konferensi menyatakan, bahwa pada hakikatnya gerakan itu adalah digerakkan oleh anasir-anasir subversif yang membahayakan persatuan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu konferensi mengajak kepada Pemerintah untuk mengambil tindakan yang tegas terhadap gerakan-gerakan pemecah-belah/subversif yang mengancam keselamatan dan persatuan rakyat serta keutuhan negara Republik Indonesia. Juga Pemerintah, di samping melaksanakan perjuangan diplomasi, hendaknya memperlengkap dan menyempurnakan provinsi Irian Barat, baik sipil maupun militer, sebagai modal dan benteng perjuangan guna merebut Irian Barat. Menyampaikan ajakan kepada seluruh lapisan rakyat untuk berjuang terus melawan penjajahan di Irian Barat oleh Belanda. Demikian antara lain beberapa keputusan Konferensi Pemuda Demokrat Indonesia seluruh Jawa Timur. [Unreadable] Sekalipun persoalan Irian Barat dibicarakan di forum PBB, sedangkan Belanda tetap bersiteguh untuk menjajah dan mengurasnya, maka disampaikan ajakan kepada seluruh partai-partai, organisasi-organisasi massa dan rakyat untuk menentukan sikap bersama dalam menghadapi persoalan Irian Barat dalam perdebatan di forum PBB. [fragment from adjacent column:] Beras tuton. Bondowoso, 8-1 (Antara). Dibandingkan dengan akhir tahun 1954, harga beras tuton di daerah Besuki pada akhir Januari 1957 tampak agak turun. [Unreadable] Perbandingan harga beras tuton daerah Besuki akhir tahun 1956 dan akhir [Januari] 1957 adalah sebagai berikut: [Unreadable] Panarukan, Desember [Unreadable] Rp. 2,- ke Rp. 2,[Unreadable]; Bondowoso, Desember Rp. 2,20 ke Rp. 2,40; [Unreadable]; Jember, Desember Rp. 2,95 ke Rp. 2,58; 1957 Rp. 2,27 ke Rp. 2,[Unreadable]; Banyuwangi, Desember Rp. 1,89 ke Rp. 2,0[Unreadable]; 1957 Rp. 1,80 ke Rp. [Unreadable]. [fragment from adjacent column:] [Market report:] Pasar [Unreadable] agak giat. Dalam minggu yang lalu sampai sekarang pada pasar [Unreadable] tampak sedikit kegiatan. Pada awal minggu ini permintaan-permintaan untuk levering segera dan satu minggu sudah mulai tampak agak banyak. Karenanya terjadilah kejadian-kejadian Rp. 200 naik menjadi Rp. 201 [Unreadable]. Pada permulaan Februari ini penawaran untuk menjual [Unreadable] sekali, sedang pembeli mudah didapat. Sebagai penutup pasar, untuk levering segera kejadian Rp. 202 untuk levering satu minggu pembeli Rp. 301 [Unreadable]. Untuk levering termin, perhatian tampak kurang dan orang hanya mengajukan penawaran Rp. [Unreadable]. Keadaan pasar perdagangan ini ditutup dalam keadaan lebih banyak pembeli. [fragment from adjacent column:] [Advertisements and film listings, mostly unreadable: sopir/montir course ads, Erasmic hair cream, "Men of the Fighting Lady" (M-G-M), Bronson lighters, Toko Kwee Yauw Tiong Surabaya, fire extinguisher factory, and others.] [Unreadable]