Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-01687

Pewarta Soerabaia, 4 Oktober 1957, hlm. 4: Gabungan Organisasi Wanita Lumajang

Cleaned OCR text (Fair (0.86); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Pewarta Soerabaia, 4 Oktober 1957, hlm. 4: Gabungan Organisasi Wanita Lumajang Gabungan Organisasi Wanita Lumajang Gabungan Organisasi Wanita Lumajang sejak beberapa lama tidak bergerak, sementara ini telah diaktifkan kembali, setelah organisasi-organisasi wanita dari Wanita Demokrat, Aisiyah, Gerwa PSII, Gerwani, Bhayangkari/GPI Putri dan Masyumi dalam pertemuannya pada 21 September yl., telah mengesahkan susunan pengurusnya yang baru antara lain: Ketua I: Ny. Kusnar, dari Wanita Demokrat, Ketua II: Ny. Sumpono, Aisiyah, Penulis I: Ny. S. Kuswoto, Penulis II: Ny. S. Sumedi, dari Gerwa PSII, Bendahara I: Ny. RAK. Basuki, Bendahara II: Ny. Sukiyadi dari Bhayangkari dan sebagai pembantu antara lain adalah Ny. Maerah dari GPI Putri dan Ny. Partomiharyo dari Masyumi. Hari Angkatan Perang. Pada Hari Angkatan Perang 5 Oktober y.a.d. di kota Lumajang akan diperingati selama 4 hari berturut-turut. Hari pertama tanggal 2 Oktober diadakan perlombaan sambitan layangan di alun-alun, hari kedua 3 Oktober pertandingan [Unreadable] antara Angkatan Bersenjata lawan PGRI dan SB. [Unreadable] kampanye pertama ditujukan [Unreadable] kepala-kepala Jawatan, Pandu-pandu, organisasi-organisasi, wanita dll. [Unreadable] pada sore akan berlangsung pertandingan sepak bola dan malam harinya bertempat di Balai Kesehatan Ibu dan Anak diadakan [Unreadable] oleh buruh kesehatan. Listrik rakyat menyala. Dengan rencana biaya sebesar Rp. 700.000,- telah menyala listrik rakyat setelah rencana pembangunannya diusahakan pada beberapa bulan yang lalu. Usaha tsb. diketuai oleh Panitia Sdr. Soekardi A.W. [Unreadable] Tempeh, namun usaha belum seluruh dapat dinyalakan untuk memenuhi seluruh langganannya, karena disebabkan mesin Diesel yang direncanakan kekuatannya lebih besar belum datang. Listrik rakyat Tempeh itu seharusnya sudah dapat menyala pada bulan Agustus yl. [Unreadable] karena sesuatu hal usaha tsb. terpaksa tak dapat tepat pada waktunya. Listrik rakyat tsb. dilakukan oleh NV Liem dari Surabaya dan untuk menyalakan seluruh langganan [Unreadable] dimulai pada bulan ini, sedang sebagian besar langganan yang sudah menyala itu baru dimulai pada Jumat yl. Bank Perwari. [Unreadable] [fragment from adjacent column:] [Unreadable] adalah dikembalikannya sistem pertanian pada sistem pertanian semula [Unreadable] yang akan berperan besar dalam [Unreadable] produksi [Unreadable] ditekankan di sini bahwa pertanian sebelum perang dunia kedua merupakan 62 persen dari pada pendapatan nasional seluruhnya. Maka dengan sendirinya dapat dimengerti bahwa soal tani ini merupakan pusat soal dalam bidang ekonomi dan tentunya juga dalam bidang politik. Pembangunan industri secara buru-buru dalam satu negara yang tipikal merupakan suatu negara pertanian seperti Hongaria, sesudah berakhirnya perang, berarti merongrong produksi pertanian pada pokoknya. Di bawah rencana lima tahun yang pertama, empat perlima dari pada anggaran penanaman modal diperuntukkan bagi produksi industri dan hanya seperlima untuk produksi pertanian. Dan lagi pula, sumbangan pemerintah dalam bentuk penanaman modal hanya diberikan pada sektor-sektor "sosialis" (yaitu pertanian kolektif dan pertanian yang dikuasai negara), sedang sektor ekonomi pertanian perseorangan dengan sengaja dilemahkan oleh kaum komunis. Sebagai akibat politik pertanian komunis demikian ini [Unreadable] tuntutan rakyat Hongaria yang sejak lama diajukan dan merupakan satu konsesi besar dari pihak rezim komunis. Akan tetapi pemberontakan [Unreadable] menentang Soviet dan [Unreadable] pemberontakan yang [Unreadable] komunis di Hongaria menunjukkan bahwa rakyat tidak puas dengan konsesi-konsesi ini. Berlainan dengan pemberontakan di Polandia, yang terutama berkisar pada soal partai, pemberontakan Hongaria ditujukan pada komunisme. Jika di Polandia hanya 8 persen dari tanah pertanian dimasukkan dalam pertanian kolektif, di Hongaria lebih dari 50 persen dari tanah pertanian dikolektivisir dan biasanya dengan paksa. Perlu juga diterangkan bahwa pengembalian pada sistem lama yaitu pertanian perseorangan akan membawa kesulitan-kesulitan pula bagi para petani Hongaria berhubung dengan berkurangnya tenaga lelaki dengan bertambahnya orang bekerja dalam industri dan juga oleh karena kaum komunis telah menyita mesin-mesin dan traktor-traktor para petani dan disediakan untuk pertanian negara dan pertanian kolektif, dan juga oleh karena kurangnya keperluan-keperluan pertanian yang esensial yang telah diabaikan dalam nafsu untuk mendirikan industri dengan buru-buru. Untuk menarik mereka yang tinggal tetap pada pertanian kolektif setelah Stalin mati, pemerintah membantu mereka dengan tenaga upahan, pupuk dan bibit yang baik dan pemerintah menawarkan harga yang [Unreadable] hasil-hasil pertanian [Unreadable] produktivitas pertanian Hongaria yang [Unreadable] kemunduran [Unreadable] dalam produksi pertanian terjadi. Laporan mengenai rencana lima tahun yang pertama yang berakhir dalam tahun 1954 menunjukkan bahwa hasil panen gandum turun dari 3,01 juta ton sebelum perang hingga 2,63 juta ton, hasil panen kentang dari 3,44 juta ton hingga 2,44 juta ton dan hasil ubi gula (suikerbiet) dari 2,02 juta ton hingga 1,05 juta ton. Walaupun kaum komunis merencanakan untuk meluaskan industri Hongaria hingga tingkat tertentu yang terutama diperuntukkan untuk melayani kebutuhan Uni Soviet, mereka melumpuhkan [Unreadable] membawa keuntungan bagi rakyat Hongaria. Dan sebagai akibatnya terlihatlah kekurangan-kekurangan dalam distribusi bahan makanan yang mengakibatkan bertambahnya ketidakpuasan rakyat dan akhirnya mengakibatkan jatuhnya rezim golongan Stalinis, Perdana Menteri Matyas Rakosi. Pada waktu sebelum pemberontakan kemerdekaan meletus, teranglah sudah bahwa para petani Hongaria tidak dapat menyesuaikan diri dan menerima sistem produksi pertanian komunis yang memaksakan kolektivasi tanah pertanian. Mereka tidak menerimanya walaupun golongan-golongan Stalinis mempergunakan teror untuk melaksanakan politik pertaniannya itu. Setelah sistem kolektif pertanian komunis agak reda setelah Stalin mati, dua pertiga dari pada pertanian kolektif itu menjadi lumpuh dan akhirnya diberikan kembali kepada para petani perseorangan. Menurut pengumuman Rakosi yang disiarkan melalui surat kabar partai komunis pada tanggal 17 Mei 1953, dalam Szabad Nep, pertanian kolektif telah meliputi lebih dari 50 persen dari pada tanah pertanian Hongaria yang melingkungi lebih dari 460.000 petani. Setelah Stalin mati, pengawasan terhadap sistem kolektif itu menjadi lemah dan dengan tidak menunggu perintah atau anjuran lebih jauh dari pada pemerintah, para petani Hongaria dengan segera lagi membentuk batas-batas tanah-tanah pertanian mereka sebagaimana halnya semula dan mereka mengerjakan tanahnya secara perseorangan dengan sistem sebagaimana mereka biasakan sebelum di bawah kekuasaan komunis. Dalam bulan Mei 1954 Menteri Pertanian, Andras Hegedus mengumumkan patokan-patokan mengenai politik pertanian baru pemerintah, di antaranya penghapusan tekanan-tekanan atau paksaan untuk membentuk koperasi-koperasi baru, menuntun inisiatif perseorangan anggota-anggota pertanian kolektif, pembebasan pembayaran pajak pertanian dari pada jumlah yang ditetapkan terlebih dahulu sedang jumlah hasil pertanian yang diharuskan untuk disetor kepada pemerintah akan diturunkan. [Unreadable] dan juga pemerintah membantu mereka dengan alat-alat pertanian lainnya. Akan tetapi sebagaimana perkembangan dalam 2 tahun yang lalu menunjukkan, para petani tidak dapat dibujuk dengan bantuan-bantuan pemerintah itu dan mereka meninggalkan pertanian-pertanian kolektif. Mereka yang tinggal pada pertanian kolektif adalah pengikut-pengikut komunis yang malas-malas dan oleh karena produktivitas mereka rendah sekali, maka ia menyebabkan kesulitan dalam sektor ekonomi pertanian perseorangan. Hal itu telah dikupas oleh delegasi pada Kongres anggota koperasi yang di antaranya menyatakan bahwa adalah sangat menyedihkan bahwa ketua koperasi sendiri tidak mengetahui berapa luasnya tanah pertanian di bawah pengawasannya dan tidak pula mengetahui berapa banyaknya para pegawai koperasi itu. Menurut keterangan delegasi tersebut ketua koperasi pertanian Hongaria lebih mementingkan tanah perseorangannya sendiri sekian rupa sehingga ia mempergunakan traktor-traktor dan mesin-mesin negara untuk mengerjakan tanah itu. Hanya jika mereka mempunyai waktu terluang barulah mereka itu melihat pertanian kolektif itu. Dua cara telah dipergunakan dalam produksi pertanian Hongaria yaitu dalam sektor kolektif dan sektor perseorangan yang membawa ekonomi negara kepada tingkat yang demikian rupa yang tidak dapat dipertahankan lebih lama. Baik negara maupun para petani perseorangan tidak dapat dengan terus menerus menyumbang pertanian kolektif, yang produktivitasnya tidak memuaskan dan tidak secara ekonomis. Ini rupanya diinsyafi dengan nyata oleh rezim komunis yang baru dan dalam pengumuman resminya rezim baru itu menjanjikan untuk menghentikan kolektivisasi yang dipaksakan dari tanah-tanah pertanian dan penyerahan jumlah yang ditentukan dari hasil-hasil pertanian. Walaupun pemberontakan rakyat Hongaria, dalam mana para petani mengambil peranan yang penting, ditindas dengan kejamnya oleh senjata Soviet, sudahlah terang bahwa para petani Hongaria tidak akan menyerah dan takluk pada rezim yang pro Soviet, ataupun pada imperialisme Soviet dan bonekanya. [Unreadable] Hongaria akan menjumpai musuh yang berbahaya pada para petani. [fragment from adjacent column:] KAUM BURUH OGEM SIAPKAN AKSI. Oleh karena tuntutan yang diajukan kepada NV OGEM berupa [Unreadable] tunjangan kemahalan [Unreadable] rayon dan pembagian bahan makanan sampai sekarang ini tidak ada penyelesaian, kaum buruh NV OGEM Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya terpaksa akan membela tuntutannya dengan aksi/pemogokan. Maksud tersebut oleh DPP Listrik-Gas sudah diberitahukan kepada Pengusaha dan P4 Daerah Jakarta Raya pada [Unreadable] Oktober 1957. [fragment from adjacent column:] RUU penempatan tenaga asing. Dalam jawabannya atas pemandangan umum babak pertama mengenai RUU penempatan tenaga asing, Menteri Perburuhan Samyoso menerangkan bahwa [Unreadable] RUU penempatan tenaga asing tidak [Unreadable] mengatur [Unreadable] Indonesianisasi [Unreadable] pasal 3 [Unreadable] dijamin dalam pasal 5. [Unreadable] [fragment from adjacent column:] [Sports results, probably the national sports week (PON): volleyball, basketball, fencing, archery, water polo, table tennis, tennis, athletics; teams Jatim, Jateng, Jabar, Jakarta Raya, Sumatera Tim., Sul. Sel.] [Unreadable] [fragment from adjacent column:] GRANAT [Unreadable] dua buah dilemparkan [Unreadable] pada Rebo [Unreadable] malam [Unreadable] [Unreadable] [fragment from adjacent column:] [Classified advertisements (sale of motorcycles, cars, radios, houses, pianos; auction notices for properties at Jalan Kayutangan Nos. 51 & 53 and Jalan Madura No. 1, Malang, Monday 7 October 1957; legible only in part)] [Unreadable]