Pewarta Soerabaia, 21 November 1957, hlm. 4: Gedung Concordia Malang
Cleaned OCR text (Fair (0.866); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
Pewarta Soerabaia, 21 November 1957, hlm. 4
[Unreadable: advertisements for patent medicines (Cun Tik Tong, Liong Yu Jempol) and insecticide Supertox Cap Burung, Surabaya]
MALANG.
Bekas gedung "Concordia" untuk bangunan Pemerintah, "organisasi-organisasi" yang menempati harus pindah.
Pihak yang berwajib di Malang mengandung maksud untuk membangun kembali bekas gedung "Societeit Concordia" di Jl. Kayutangan, Malang, yang pada tahun 1946 yl. pernah dipergunakan sidang pleno Parlemen R.I. (KNIP) memperbincangkan Perjanjian [Linggarjati] [Unreadable], guna bangunan Pemerintah setempat. Demikian tulis wartawan "Pewarta Surabaia" dari Malang.
Seperti diketahui, gedung "Concordia" yang dihancurkan ketika tentara Belanda mulai gerakan militernya pada pertengahan 1947 yl., hingga kini masih belum sempat dibangun kembali. Dan sebagian dari gedung tersebut yang masih bisa dipergunakan telah ditempati Sekda Kabupaten Malang, BTI Cabang Malang, SBHRT Cabang Malang, Sebbetal Cabang Malang, Gerwani Cabang Kabupaten Malang dan BPKKP Komisaris daerah Malang, sebagai kantor, serta perusahaan penatu, warung dan lain-lain, yang kesemuanya itu tidak mendapat izin yang sah dari pihak yang berwajib.
Dalam hubungan ini wartawan "Pewarta Surabaia" mengabarkan lebih jauh, bahwa beberapa waktu yl. kepada keenam organisasi tersebut di atas telah diperingatkan dan diperintahkan oleh DPDP Kotapraja Malang untuk segera pindah dari bekas gedung "Concordia" itu. Untuk itu kepada keenam organisasi itu diberi batas waktu 7 hari supaya sudah mengosongkan gedung tersebut.
Sementara itu keenam organisasi tersebut kepada wartawan kita memberikan pernyataan tertulis yang pada pokoknya menganggap tindakan DPDP yang memerintahkan pemindahan kantor keenam organisasi itu dari gedung tersebut tidak bijaksana, karena tanpa disertai tempat penampungannya. Hal itu oleh keenam organisasi tersebut dipandang merupakan suatu gejala/bentuk pengusiran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Keenam organisasi tersebut dengan penuh pengertian menyetujui dan bersedia dipindahkan, asalkan diberi tempat sebagai ganti untuk kantor organisasi oleh Pemerintah Kotapraja Malang beserta biaya pemindahannya [Unreadable] yang akan ditentukan nanti. Demikian [pernyataan] keenam organisasi tersebut.
Seperti diketahui, beberapa waktu yl. oleh Panitia Konperensi FAO yang diketuai Residen Malang kepada [keenam] organisasi yang selama ini menempati bagian dari bekas gedung "Concordia" itu telah dijanjikan tempat tertentu sebagai penampungannya dan akan diberi ongkos pindah, karena waktu itu FAO akan melangsungkan konperensinya di kota Malang. Tetapi karena konperensi FAO itu tidak jadi diadakan di Malang, maka apa yang dijanjikan oleh Panitia FAO di Malang yl. itu dengan sendirinya tidak dilaksanakan. Dalam pada itu pada tahun 1954 oleh keenam organisasi tersebut telah diajukan permintaan izin penempatan bagian dari gedung "Concordia" kepada KUPM, tetapi hingga saat ini tidak diterima jawabannya.
Tindakan apa yang akan diambil lebih lanjut oleh pihak yang berwajib di Malang terhadap keenam organisasi dan penghuni-penghuni lain yang menempati bagian bekas gedung "Concordia" itu belum diketahui dengan pasti.
Malang penuhi jatah padi Pemerintah
Catatan resmi yang diperoleh wartawan "Pewarta Surabaia" di Malang menyatakan, bahwa sampai 10 Nop. yl. Daerah Karesidenan Malang telah memenuhi jatah pembelian padi Pemerintah th. '57 yang meliputi 90.500 ton seharga Rp. 35.554.901,86. Jatah pembelian padi Pemerintah tahun 1957 untuk Karesidenan Malang itu dibagi dalam Kab. Malang 18.000 ton seharga Rp. 18.267.817,593 [sic], Kab. Pasuruan 24.000 ton seharga Rp. 25.354.505,72, Kab. Probolinggo 25.000 ton seharga Rp. [Unreadable], Kab. Lumajang 23.600 ton seharga Rp. [Unreadable]
SUMENEP.
Peringatan Hari Pendidikan [Unreadable] di kota Sumenep [Unreadable] 25 Nop. 1957, yang diketuai oleh [Unreadable] Perayaan Peringatan antara lain: mengadakan ceramah soal pendidikan, [Unreadable] malam kesenian, pameran hasil kerajinan tangan [Unreadable] Resolusi kepada [Unreadable] sekolah lanjutan di kota Sumenep. (SS)
TEPUNG TERIGU MENINGKAT HARGANYA
Harga tepung terigu selama dua minggu belakangan ini di pasaran bebas boleh dikatakan terus-menerus naik [Unreadable] sudah banyak pedagang-pedagang kue yang tidak mampu lagi membelinya. Harga tepung terigu Australia sekarang di pasaran bebas Rp. 179,- terjual gelap atau Rp. 180,- per kampil, sedang tadinya adalah Rp. 160,- atau Rp. 165,- per kampil. [Unreadable] tepung terigu Amerika yang dijual oleh Wedono antara Rp. 145,- per kampil, kini antara Rp. [Unreadable] 162,50 per kampil, dan dengan harga itu amat sukar mendapat barang tersebut di pasaran bebas.
BONDOWOSO. Pemilihan Kepala Desa [Unreadable] Dabasah. [Unreadable] jago-jago dari Sobsi, Pemuda Rakyat dan PNI [Unreadable] pemilihan Kepala Desa Dabasah (Bondowoso) yang baru ini diadakan dan sangat istimewa [Unreadable] hasil pemungutan suara: 1. Suradi (Carik) PNI [Unreadable] mendapat 311 suara; 2. Abd. Rahman, Pemuda Rakyat 317 suara [Unreadable] 238 suara [Unreadable] 207 suara; [Unreadable] Jum'an PNI 170 suara; 6. Abdullah-Hasan 168 suara; 7. Hamid 163 suara; 8. Joyo-Sumarto, Sobsi 157 suara; 9. Ta'din, Sobsi 136 suara; 10. Sien, Sobsi 131 suara; 11. Arto, Sobsi 122 suara; 12. Jalil, Sobsi 111 suara; 13. Artakun, Sobsi 86 suara; 14. Pa Rina, Kampung [Unreadable] Sobsi 51 suara; 15. Suraji, PNI 39 suara; 16. Pa. Timur, PNI 34 suara; 17. Raridin, PNI 26 suara. Jumlah 3044 suara. [Unreadable]
FIRMA PENDOWO MENDAPAT MESIN PEMERAS KOPRA
Firma "Pendowo" - Cilacap, sebuah firma nasional pimpinan R.H. Mohamad Haq, telah menerima pemberian kredit berupa mesin pemeras kopra untuk minyak kelapa dari Jawatan Perindustrian daerah keresidenan Banyumas. Mesin tersebut adalah jenis diesel, [Unreadable] dan berkekuatan 6 PK. Menurut keterangan yang diperoleh PIA, harga mesin itu adalah Rp. 50.000,- [Unreadable] tiap-tiap 8 jam dapat memeras sampai 6 kwintal kopra [Unreadable] Firma Pendowo mempunyai pelbagai macam usaha antara lain ialah urusan afnemer gula, urusan veem stewadoring, penyosohan beras, transport onderneming dan sebagainya. [Unreadable]
KAWAT I.P.P.A. PADA FRAKSI-FRAKSI ISLAM DALAM KONSTITUANTE
Ketua umum Pusat organisasi Ikatan Pemuda Pelajar Alkhairiyah (IPPA) sdr. Hussein S. Alaydrus telah mengetok kawat yang dituju kepada Fraksi-fraksi Islam dalam Konstituante. Kawat tersebut berbunyi sbb.: "Setelah mengikuti dengan penuh kesungguhan perdebatan dasar Negara dalam sidang-sidang Konstituante, Pemuda Rakyat mendesak agar Fraksi-fraksi Islam jangan mundur dan berkompromi selain ideologi Islam. [Unreadable] dengan mendekatnya pemungutan suara umum babak kedua yang segera akan disusul dengan pemungutan suara untuk menetapkan dasar Negara." [Unreadable]
TEMBAKAU EKSPOR TERTUNDA PANENNYA
Tanaman tembakau ekspor di daerah Surakarta atau yang di dalam dunia perdagangan terkenal dengan nama tembakau "Vorstenlanden" hingga saat ini belum dapat dipanen, yang dengan demikian berarti terlambat daripada waktu-waktu biasanya. Demikian keterangan pihak yang bersangkutan mengenai tanaman itu kepada PIA. Keterlambatan panenan itu, terutama sekali karena panenan, agar kwalitet tembakau itu baik, harus dilakukan sesudah turun hujan yang cukup. [Unreadable]
BALAP SEPEDA KEJUARAAN PSBS TAHUN 1957
[Unreadable] (PSBS) mengumumkan, bahwa pada tanggal 29 Desember 1957 pagi jam 07.00 akan diadakan perlombaan balap sepeda untuk merebut kejuaraan tahun 1957. Start dan finish di muka Kantor Kotapraja Taman Surya. [Unreadable]
[fragment from adjacent column, letters to the editor on Surabaya city cleaning (Pembersihan Kota):] [Unreadable] bau busuk [Unreadable] Jawatan Kebersihan Kota [Unreadable] seksi V [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Harga-harga di Semarang masih menonjol [Unreadable] harga beras [Unreadable] pedagang-pedagang [Unreadable]