Suara Merdeka, 21 Oktober 1965, hlm. 1
Cleaned OCR text (Fair (0.751); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
SUARA MERDEKA, Semarang, 21 Oktober 1965, hlm. 1. Harian Umum, Tahun ke XVI, No. 197.
Gelombang Aksi Massa Rakyat Semarang Melanda Gedung-gedung Pendukung G-30-S — Gedung PKI-SBPU-BAPERKI Dilalap Api
Kemarahan Rakyat Dilampiaskan Kepada Gedung-gedung Pendukung G-30-S
Seperti gelombang pasang, ribuan rakyat Semarang dengan teratur telah berdemonstrasi mendatangi gedung-gedung [Unreadable] yang telah melakukan pembunuhan kejam terhadap jenderal-jenderal TNI-AD dan [Unreadable] rakyat yang meluap-luap [Unreadable] membakar gedung-gedung [Unreadable] CDB-PKI [Unreadable].
2 Milyar Diketemukan di Rumah Tio Ek Kee
Di bawah teriknya matahari Rabu siang dan panasnya [Unreadable] di sekitar rumah mewah berpagar besi rapat dari Tio Ek Kee, pemilik perusahaan rokok "Praoe Layar", di Jl. Dr. Cipto, Semarang, oleh massa aksi revolusioner dari rumah tsb. telah berhasil dikeluarkan sejumlah besar uang, kira-kira sejumlah 1,2 milyar rupiah. Para pemuda yang berkobar-kobar semangatnya dalam mengganyang antek-antek "G-30-S" itu mengangkutnya keluar di tengah jalan dan memperlihatkan kepada rakyat yang beramai-ramai menyaksikan di sekitar tempat tsb., sambil berseru: "Hai, rakyat! Inilah uang penipu. Penipu, penipu rakyat! Pembuat rakyat melarat!" Dari luar berkumandang teriakan-teriakan: "Bakar! Bakar!" Tapi oleh para pemuda diambil kebijaksanaan untuk menyerahkan uang itu kepada Ketua Front Nasional. Dan dengan mobil H-1561? uang itu dibawa ke Balaikota. Dapat dikabarkan bahwa di luar rumah tsb., di Jl. Dr. Cipto Semarang dekat SMEA, telah dibakar [Unreadable] 4 [Unreadable] TV, 2 pick-up dalam bentuk [Unreadable] dan [Unreadable] tape recorder dan perabot rumah yang serba luks.
Massa aksi "ganyang G-30-S"
[Unreadable] gencatan senjata [Unreadable]. Pesuruh Diponegoro tegak berdiri, kelihatan biasa. Orang berjalan menuju tempat kerja seperti biasa, hanya mereka beberapa kali terhenti berpapasan dengan massa pemuda yang meluap-luap amarahnya. Toko-toko pada umumnya tidak banyak yang buka kecuali [Unreadable].
[Unreadable] "Hidup Bung Karno", "Hidup ABRI", "Hidup RPKAD", "Ganyang antek G-30-S", di samping seruan-seruan "Allahu Akbar" telah meneruskan demonstrasinya dengan teratur menuju CC-PKI di Jl. Pemuda dan mengeluarkan [Unreadable] kantor tsb. dan membakarnya di luar. Hidup Bung Karno [Unreadable].
Disini rakyat sudah habis kesabarannya, itu mengeluarkan [Unreadable] gedung yang masih [Unreadable] dan membakarnya di luar [Unreadable] "Universitas Res Publica" di Jl. Pemuda (sebelah SMP Negeri). Di SBKA Jl. Thamrin barang-barang kantor, mesin jahit, 4 buah TV [Unreadable] dikeluarkan dan dibakar di tengah jalan. Juga kantor SOBSI di Kebonsayur dibakar barang-barangnya. Sementara itu barisan-barisan demonstrasi yang semula terdiri dari pemuda-pemuda telah menjadi makin besar dengan ikut sertanya anak-anak dan buruh yang pagi itu semuanya pergi bekerja. Di sepanjang jalan yang dilewati gelombang massa revolusioner ini para demonstran telah mencabuti papan-papan nama PKI, SOBSI [Unreadable] dan di Jl. R. Patah papan-papan dikumpulkan dan dibakar. Gambar-gambar Presiden diselamatkan.
Dalam demonstrasi yang teratur itu kemarahan rakyat benar-benar tertuju pada sarang-sarang antek "G-30-S" dan membakar buku-buku dan "Peking News" dll. majalah luar negeri. Gambar-gambar Presiden serta bendera-bendera Merah-Putih selalu diselamatkan. Dan sebuah gambar Aidit berwarna yang ditemukan di gedung CC-PKI dll., yang semuanya dibakar, mendapat sambutan sorak-sorai dari rakyat yang menyaksikannya.
Penjelasan Kolonel Sarwo Edhie
Kolonel Sarwo Edhie, komandan RPKAD yang kini berada di Semarang, menjelaskan kepada para wartawan Semarang Selasa malam bahwa tujuan gerakan antek "G-30-S" [Unreadable] tidak hanya berbentuk [Unreadable] rakyat dalam melancarkan [Unreadable] merebut kekuasaan [Unreadable] menyingkirkan [Unreadable] membunuh Presiden sendiri beserta para Jenderal [Unreadable]. [Unreadable] Pertama-tama TNI yang telah [Unreadable] seksi dan buruh secara [Unreadable] Lubang Buaya Jakarta [Unreadable]. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Presiden Sukarno bersama ketiga Wakil [Unreadable] pagi kemarin terus mengadakan pembicaraan [Unreadable] penyelesaian [Unreadable] mengumpulkan [Unreadable] dibahas usaha-usaha penertiban di segala bidang [Unreadable] Presiden/Panglima Tertinggi [Unreadable].
[fragment from adjacent column:] RPKAD bertekad bulat [Unreadable] "Semangat Yani" [Unreadable]. Resimen Para-Komando Angkatan Darat telah bertekad [Unreadable] melaksanakan [Unreadable] pahlawan revolusi [Unreadable] membela [Unreadable]. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] RPKAD pulihkan keamanan: Menumpas gerakan kontra-revolusi "G-30-S" di Jateng. Kolonel Sarwo Edhie, Komandan RPKAD [Unreadable] atas pertanyaan wartawan "Suara Merdeka" menyatakan, [Unreadable] bertugas [Unreadable] melaksanakan [Unreadable] Panglima Kodam VII/Diponegoro [Unreadable].
Di Semarang berjalan tertib. Tak terjadi korban manusia: Rakyat yang tak bersalah tidak dirugikan
Gelombang massa aksi revolusioner mengganyang "G-30-S" yang terjadi di kota Semarang hari Rabu berlangsung secara tertib dan tidak menimbulkan korban manusia. Massa rakyat yang bergerak karena amarahnya dengan telah gugurnya 6 orang Jenderal Angkatan Darat, seorang Perwira Pertama Angkatan Darat serta seorang anggota Angkatan Kepolisian sebagai akibat kebiadaban gerombolan kontra-revolusioner "G-30-S" itu sejak pagi mendatangi gedung-gedung PKI serta ormas-ormasnya, Baperki serta [Unreadable] SBKA [Unreadable], rumah-rumah [Unreadable]. Gedung-gedung atau rumah-rumah yang telah dibakar atau dirusak [Unreadable]: [Unreadable] Mobil tank, jeep, [Unreadable] Hummel ikut terbakar. Gedung Universitas Res Publica di Jl. Pemuda dll. Isi gedung-gedung tsb. telah dikeluarkan oleh massa rakyat secara tertib dan kemudian dibakar. [Unreadable] Pabrik rokok "Pak Tani" [Unreadable] dibakar. [Unreadable] Gedung bekas Harian "Gema Massa" di Taman Srigunting [Unreadable] dirusak. [Unreadable] rumah Tio Ek Kee, pemilik Perusahaan Rokok "Praoe Layar" [Unreadable].
[Unreadable] "G-30-S" dinyatakan adalah pencoleng ekonomi. Di sini rakyat mengeluarkan barang-barang mewah dan serba lux seperti 2 buah pick-up Nissan yang masih baru dan perabot-perabot yang bernyala-nyala di tengah jalan [Unreadable]. Gelombang massa aksi revolusioner yang berkobar di Semarang Rabu kemarin begitu tertib dan teratur rapi, hal ini terutama dengan selalu adanya satu komando. [Unreadable] "Awas! Jangan merampok barang-barang! Siapa merampok saya bunuh" [Unreadable].
Tak mau kibarkan bendera setengah tiang [Unreadable] Waktu rakyat Indonesia berkabung berhubung dengan gugurnya 7 Pahlawan Revolusi [Unreadable] Kedutaan RRT dan Kuba [Unreadable]. Komisi Luar Negeri DPR-GR sangat menyesalkan sikap Perwakilan RRT dan Kuba untuk Indonesia yang tidak mau mengibarkan bendera setengah tiang [Unreadable].
Kehidupan berjalan seperti biasa meskipun jalan-jalan tampak sepi. Corat-coret ganyang [Unreadable] muncul di mana-mana [Unreadable]. Mulai fajar Rabu pagi kemarin udara kota Semarang [Unreadable] penuh dengan terbakarnya gedung CDB-PKI Jateng [Unreadable].
[fragment from adjacent column:] Dubes Sujarwo beri ceramah di Tilburg [Unreadable]. Dubes RI untuk Negeri Belanda Sujarwo baru-baru ini telah mengadakan ceramah di Tilburg atas undangan perhimpunan [Unreadable]. [Unreadable]
[fragment from adjacent column:] Wire items: AS and Vietnam; Soviet atomic test in the Semipalatinsk area; Kuningan, Indramayu and Majalengka arrests of PKI/ormas members; Walikota Cirebon [Unreadable].