Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-02203

Surabaya Post, 21 Januari 1957, hlm. 2: ceramah Sujoso tentang kunjungan ke Moskow

Cleaned OCR text (Fair (0.838); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

[Surabaya Post, 21 Januari 1957, hlm. 2 — items on this page, reassembled from interleaved columns; the Gerwani remark is in the Sujoso lecture report] CERAMAH A.W. SUJOSO: Upah buruh 350 rubel, harga sepatu 400 rubel MALANG: Ceramah A.W. Sujoso yang diadakan di BPU [Unreadable] di bawah pimpinan umum [Unreadable] mendapat perhatian besar dari kalangan Masyumi terutama dan para undangan. Nampak hadir juga Residen, Walikota, wakil-wakil Militer setempat dan lain-lainnya. Sebelum ceramah dimulai dibacakan Al-Quran, dan ceramah A.W. Sujoso ini adalah oleh-olehnya sebagai anggota misi parlemen yang baru ini mengunjungi Moskow dll. Terlebih dahulu Sujoso menerangkan tentang sikap Masyumi yang baru saja keluar dari Kabinet Ali-Idham. Sebelumnya telah disampaikan usul kepada kabinet supaya bersama-sama saja membubarkan kabinet yang sudah kehilangan bawaan dan akhir-akhir ini mendapat tentangan keras, yang kemudian timbul peristiwa-peristiwa seperti di Sumatera itu. Dan pada perkembangan yang terakhir juga di antara partai pemerintah ada yang menyatakan supaya kabinet Ali ini dibubarkan bersama saja. Dan oleh Sujoso dikatakan bahwa kalimat itu sesungguhnya belum selesai. Maka harus ditambah, seperti yang diusulkan Masyumi, demikian mestinya kalimat itu selesainya, kata Sujoso. Dikemukakan bahwa usul Masyumi juga bersama-sama membentuk zaken kabinet [Unreadable] tidak perlu membuat program baru, hanya menyelesaikan [Unreadable] selama pemerintahan [Unreadable] yang sedang berjalan dan kalau mungkin dipimpin oleh Bung Hatta yang menurut Sujoso adalah seorang yang sampai sekarang masih mempunyai gerak [Unreadable]. Selanjutnya ditegaskan, bahwa keadaan negara bertambah hari semakin merosot. Kemudian A.W. Sujoso memulai dengan ceramah oleh-olehnya dari Sovyet dengan lebih dulu menerangkan, bahwa rakyat membiayai perjalanan misi tsb, maka rakyat berhak mendapatkan oleh-olehnya. Secara lucu sekali, dengan sikat sini dan senggol sana, dimulai dari berangkatnya sampai kembali. Dan misi ini terdiri dari 19 orang, dari beberapa wakil partai dan sebagai misi resmi [Unreadable]. Diterangkan, bahwa sambutan di Moskow baik dan meriah, dengan sambutan pembesar-pembesar Kremlin. Dan setiap hari mempunyai program-program yang sudah ditentukan, bahkan pesawat terbangpun disediakan juga. [Unreadable] Antara lain diceritakan tentang kunjungannya ke Museum di Kremlin di mana harta pusaka Sovyet disimpan. Museum ini dipimpin oleh seorang dokter kebudayaan yang mengerti [Unreadable]. [Unreadable] Selanjutnya diceritakan percakapannya dengan Malenkov. Ditanyakan berapa upah buruh itu, diterangkan oleh Malenkov 350 rubel. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan kaum buruh di sana itu, ditanyakan berapa harga roti, dijawab hanya 2 rubel. Kemudian harga sepatu 400 rubel. Padahal sepatu ini adalah menjadi kebutuhan mutlak bagi orang di Moskow, karena dinginnya waktu musim winter sampai 23 derajat di bawah nol. Maka jika tidak memakai sepatu bisa mati. Harga pakaian sederhana satu stel 2000 rubel. Ditanyakan kalau mogok itu hak azasi bagi kaum buruh dan negara Sovyet di bawah pimpinan pemerintahan buruh, selama pemerintahan buruh itu berdiri sejak 40 tahun sudah berapa kali ada pemogokan, dijawab belum pernah ada. Diterangkan, bahwa di Sovyet itu sebagai negara yang menentang adanya kelas, justru terdapat 4 kelas. Pertama kelas pemimpin, kedua kelas intelektuil, ketiga kelas buruh dan keempat kelas tani. Diterangkan, bahwa rumah walikota di Kremlin itu seperti Istana Merdeka di Jakarta. Waktu meninjau sebuah paberik di situ, paberik tsb. tidak pernah berhenti. Bagi buruhnya bekerja dengan [Unreadable] pagi sampai siang, siang sampai malam dan malam sampai pagi [Unreadable] Tentang kehidupan sosial selanjutnya diceritakan tentang adanya perbedaan [Unreadable] dan tentang pelacuran. Di Sovyet pengertian pelacuran itu didasarkan [pada] yang menerima upah saja. Sehingga meskipun ada pemuda dan pemudi atau kaum laki-laki dan wanita yang bergaul bebas tanpa kawin, itu dikatakan bukan pelacur. Dengan adanya keterangan-keterangan demikian itu, sampai anggota misi wanita (ada 3 orang wanita) merasa tak enak mendengarkannya. Dan oleh Sujoso diterangkan, kalau pengertian itu sampai diimpor ke Indonesia pasti akan ditolak. Mestinya juga oleh wanita-wanita Gerwani, kata Sujoso. [other items on the page, cleaned where readable:] Karena sudah mengapa [Unreadable] bahwa Kepala Urusan [Unreadable] Surabaya, Uripan, telah mengajukan permintaan supaya ia dapat dibebaskan dari tugasnya di Surabaya dan [kembali ke tempat] semula di Malang. Berkenaan dengan itu, dalam surat permohonannya diterangkan, supaya pada tgl 1 Pebruari ia akan dapat menyerahkan pimpinan KUPS kepada penggantinya. (Kepala U.P.S. akan exit.) Angin puyuh. Menurut laporan yang masuk di kantor Karesidenan Surabaya, maka pada malam Jumat yl. tanggal 17 Januari [Unreadable] kabupaten Mojokerto, jam setengah enam diserang oleh angin puyuh, yang telah mengambil korban 9 buah rumah di dukuh Ploso, desa Bangun. Delapan orang yang memiliki dan penghuni rumah-rumah itu menderita kerugian Rp 2800. Kecelakaan manusia tidak ada. Konperensi besar R.K.K.S. Dalam rapat yang baru ini diadakan di Gedung Nasional Indonesia Bubutan, RKKS telah membentuk Panitia yang diberi tugas untuk menyelenggarakan Konperensi Besar RKKS ke-VI dari tanggal 24 hingga 31 Maret 1957. Untuk tambah meriahkan konperensi besar tsb. akan diadakan pertunjukan-pertunjukan kebudayaan dan pertandingan-pertandingan keolahragaan. Panitia terdiri dari [Unreadable] Surabaya, 21 Januari. Dalam tahun 1956 Yayasan Pemeliharaan Anak-anak Cacat (YPAT) Perwakilan Surabaya, di bawah Ny. Sudewo, bekerja sangat aktif. Kalau dahulu [Unreadable] bila perlu dikirim ke Solo, sekarang YPAT Perwakilan Surabaya sudah dapat memelihara anak-anak cacat yang kena penyakit polio (kinderverlamming atau lumpuh yang diderita kanak-kanak). Surabaya kini dapat merawat pasien 17 orang anak yang menderita polio. Saban pagi [Unreadable] mereka itu bukan saja diobati, juga dilatih berjalan [Unreadable] Selain pasien-pasien intern tersebut di atas (17 anak), YPAT Perw. Surabaya juga memberi pertolongan atau merawat anak-anak yang saban pagi diambil dengan mobil YPAT dan jika sudah selesai perawatannya atau latihan jalan, mereka itu dipulangkan juga dengan mobil YPAT. Di antara anak-anak tersebut bukan saja anak-anak yang orang-orang tuanya bertempat tinggal di Surabaya, tetapi juga yang bertempat tinggal di luar kota. Pusat YPAT seperti diketahui telah di Solo, di bawah pimpinan Dr. Suharto, dibantu kerja oleh nyonyanya. Di Jawa Timur mempunyai dua perwakilan, satu di Malang dan lainnya di Surabaya. Demikian yang wartawan kita dapat mencatat setelah bercakap-cakap sejenak dengan Ny. Sudewo, pengurus dari YPAT Perw. Surabaya. [Unreadable] Konperensi Kerdia Imam Tentara. Sejak tanggal 15 Januari [Unreadable] 1957 bertempat di Kantin Garnisun Malang telah diadakan pembukaan konperensi kerdia Imam Tentara seluruh Indonesia. [Unreadable] Kongres Besar SBIM ke IV. Hari ini Surabaya, 21 Jan. Kongres Besar Serikat Buruh Industri Metal (SBIM) ke IV dibuka oleh Presidium dengan membacakan telegram-telegram ucapan selamat dan solidaritet dari serikat-serikat buruh industri metal dari Republik Demokrasi Jerman (Timur), Rumania, Korea Utara, Vietnam Utara, Biro Penghubung Peking (Tiongkok), PP SBKA, FP SARBUPRI dan Cabang Semarang I serta membacakan Laporan Umum DPP SBIM selama 3 (tiga) tahun. Kongres tsb. dikunjungi oleh 100 utusan-utusan dari 39 cabang SBIM di seluruh Indonesia. Sore harinya diadakan pertandingan sepak bola antara kesebelasan SBIM Cabang Jogya melawan [Unreadable] pertandingan dilapangan Stadion Tionghoa Jl. Kusumabangan dimulai jam 16.30. Sedang di Gedung RIVOLI Pasar Besar dimulai sore ini jam 10.00 diadakan pertunjukan film PON Tionghoa dan voorfilm Hari 1 Mei 1956 di Peking. WINA, (UP-PIA). Dua pemimpin pemberontak Hongaria telah dihukum mati pada hari Sabtu, demikian diumumkan oleh radio Budapest. Kedua pemimpin yang dihukum mati ialah Jozsef Dudas, bekas ketua dewan revolusioner seluruh Hongaria, dan Janos Szabo, tangan kanannya. Radio Budapest menyatakan bahwa keduanya telah dijatuhi hukuman mati pada hari Sabtu setelah diperiksa di muka pengadilan selama 6 hari. Dikatakan oleh radio tsb., bahwa mereka dipersalahkan berusaha untuk menggulingkan kembali demokrasi rakyat Hongaria dengan mengorganisir pemberontakan bersenjata pada bulan Oktober-November [Unreadable]. [Unreadable]: Persema coba regunya, menang 5—0 lawan sebuah kombinasi. MALANG: Hari Minggu kemarin telah dilangsungkan suatu pertandingan antara kesebelasan Persema melawan sebuah kesebelasan kombinasi antara UMS, Polisi dan [Unreadable]. [Unreadable] [Unreadable]: Gossip, Gossip, Gossip... Chairul Saleh dalam ceramahnya di Taman Kebudayaan malam Sabtu yl. antara lain [Unreadable]. DARI USAHA TRANSPORT KE PEMBIKINAN GENTENG (MALANG): perusahaan genteng "Bumi Mas" di Singosari, di bawah pimpinan R. Abu Astadi, bekas TNI bersama kawan-kawan bekas pejuang, [Unreadable]. OGEM (Overzeese Gas en Electriciteit Maatschappij): upacara pengluasan paberik gas di Surabaya, ceramah Direktur OGEM, H.F. Rincker [Unreadable]. UNIVERSITARIA: ujian di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya pada tgl 19 Januari 1957 [Unreadable]. Berita-berita kepolisian Surabaya (penggelapan, penipuan, pencurian) [Unreadable].