Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-02233

S.K. Trimurti meluruskan (S.K. Trimurti meluruskan)

Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.

Cleaned OCR text (Fair (0.875); proof-reading: whole text (Claude, Oct 2026)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Citation: Tempo, "S.K. Trimurti meluruskan", Edisi 12 Mei 1990, Majalah Tempo. https://www.tempo.co/prelude/s-k-trimurti-meluruskan-1048836 Memoar Bu Tri: Antara Memar Kurtiah dan S.K. Trimurti Memoar Ibu S.K. Trimurti (TEMPO, 21 April 1990) saya nilai sebagai bacaan sangat berharga bagi generasi penerus, khususnya kaum wanita Indonesia. Ini bisa disimak betapa kuatnya mental baja Bu Tri, yang bermuka memar tapi masih sempat bergurau dengan seorang teman seperjuangan ketika habis dipermak selama enam jam oleh [Unreadable]. Di sini Bu Tri menganggap betapa kecilnya sebuah penderitaan. Bu Tri adalah simbol betapa sesungguhnya wanita pun dapat menjadi baja ketika semangat dan cita-cita telah merasuki jiwanya. Saya yakin, memar-memar Bu Tri, kurang lebih 47 tahun yang lalu, sangat berbeda dengan babak-belurnya Kurtiah, wanita sederhana asal Brabakan, Kepil, Wonosobo, yang pernah menjadi TKW dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negara Adnan Khashoggi (Kompas, 2 Maret 1990). Bu Tri babak-belur di tanah tercinta ketika mempertahankan cita-cita untuk memerdekakan bangsanya, sementara Kurtiah babak-belur di negeri orang ketika mempertahankan cita-cita untuk hidup layak dan lepas dari impitan nasib memelas di tanah merdeka. Akankah senyum getir lepas dari bibir kita ketika Kurtiah lain masih banyak di sekitar kita? SUROSO S.W. Jalan Slamet Riyadi BC 36/248 Palembang Edisi 12 Mei 1990