Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-02236

S.K. Trimurti, 93 tahun

Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.

Cleaned OCR text (Good (0.927); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

Saat Tempo menjenguknya pada Kamis pekan lalu, jarum infus masih menempel di lengan kanan Trimurti. Tubuhnya terbaring di tempat tidur dibalut selimut. Di dahinya tampak bilur hitam. Meski sakit, selera makan istri almarhum Sayuti Melik—pengetik naskah otentik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945—itu membaik. Trimurti minta cemilan kesukaannya, peyek. ”Ibu doyan makan kering,” kata Mira. Daya ingat Menteri Perburuhan di masa pemerintahan Sukarno-Hatta tahun 1947 ini juga tidak terganggu. Dia mengenali setiap tamu yang datang. Jika Trimurti tak mengenal, dia bertanya dan tangannya berusaha menggenggam tangan tamunya. ”Kamu siapa? Namamu siapa?” kata Trimurti dengan suara lemah. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyerahkan bantuan dana perawatan Trimurti senilai Rp 50 juta. Sebelumnya, mantan presiden Megawati Sukarnoputri telah menjenguk pejuang kemerdekaan ini. MENINGGAL KH Dr Nur Iskandar al-Barsani, 51 tahun PENGASUH Pondok Pesantren Alhidayah, Banyumas, Jawa Tengah, Kiai Haji Dr Nur Iskandar al-Barsani (Gus Nur), meninggal dunia di Rumah Sakit Margono Sukaryo, Senin pekan lalu, akibat serangan jantung. Menurut adik ipar almarhum, H Masruhan, kepergian Gus Nur mengagetkan pihak keluarga. Sebab, almarhum tampak sehat. Pria kelahiran Banyuwangi tahun 1954 itu, sebelum meninggal, memang mengeluh sesak napas, sehingga segera dilarikan ke rumah sakit. Gus Nur pergi meninggalkan seorang istri dan lima putra. Jenazah Gus Nur disemayamkan di masjid kompleks Pondok Pesantren Alhidayah, sebelum dimakamkan di samping makam orang tuanya, Selasa pekan lalu. Sepeninggal mantan anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini, penanganan Pondok Pesantren Alhidayah yang didirikan pada 1996 diserahkan ke putra ketiganya, Ahmad Aris Nuris, 20 tahun. Almarhum Gus Nur memperoleh gelar doktor dari IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Universitas Islam Malang, Jawa Timur, mengakui keahlian almarhum sehingga berencana menganugerahkan gelar profesor kepada Gus Nur. Namun penghargaan itu tak sempat diberikan. Sang Pencipta telah lebih dulu memanggilnya. ”Saya khawatir mengapa anak-anak mudah mengambil jalan pintas semacam ini.” —Ketua MPR M. Hidayat Nur Wahid menuturkan itu di Mataram, Minggu pekan lalu. Ia cemas melihat masa depan anak-anak Indonesia karena semakin banyak anak yang mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas seperti bunuh diri. Ia menduga tayangan televisi yang penuh kekerasan mempunyai andil dalam kasus ini. ”Kami minta diberi hak membekukan transaksi.” —Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husain, seusai melantik pejabat baru PPATK di kantornya, Senin pekan lalu. Yunus mengatakan hal itu sehubungan dengan revisi Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang Nomor 25 Tahun 2003, yang berisi antara lain soal perluasan hak dan kewenangan lembaga itu. TEMPO DULU 29 Agustus 1966 Sayid Qutb, salah seorang pemikir Islam terkemuka Mesir, dihukum gantung. Ia baru saya lepas penjara atas jaminan Perdana Menteri Irak Abdul Salam Arif setelah ditahan sejak 1964. Namun, delapan bulan kemudian ia dituduh berniat melakukan makar terhadap Presiden Gamal Abdul Nasser. 30 Agustus 1918 Upaya pembunuhan terhadap pemimpin revolusi Rusia, Vladimir Lenin, gagal dilakukan oleh Fanya Kaplan, 35 tahun. Fanya dihukum tembak mati, empat hari setelah kejadian itu. 31 Agustus 1963 Federasi Malaysia merdeka dari Inggris. Malaysia dibentuk dari gabungan koloni dan protektorat Inggris yang meliputi Federasi Malaya (Penang dan Malaya), Singapura, Serawak, dan British North Borneo (Sabah). 1 September 1951 Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia menandatangani kerja sama pertahanan bersama, yang dikenal sebagai Pakta Anzus. Kerja sama dilakukan untuk menangkal ancaman Cina dan Uni Soviet selama Perang Dingin. 2 September 1945 Ho Chi Minh menyatakan Republik Demokratik Vietnam, kerap dikenal sebagai Vietnam Utara, merdeka dari Prancis. Negara Asia Tenggara pertama yang berideologi komunis. 4 September 1948 Ratu Belanda Wilhelmina (1880-1962) turun takhta dan digantikan putrinya, Yuliana. Ia sukses memimpin pemerintahan Belanda melewati masa-masa sulit. Selama Perang Dunia II, ia mengungsi ke Inggris dan memimpin pemerintahan dalam pengasingan. Edisi 29 Agustus 2005 Mingguan Edisi 2005-08-29 Mingguan Edisi 2005-08-29 PODCAST REKOMENDASI TEMPO MULTIMEDIA Iklan Kibang-Kibut Menghalau Api Gambut Kuldesak Lantaran Jerebu Laporan Baik Kabar Buruk Kebakaran Hutan Perundungan Sesama Guru Berapa Anggaran untuk Bikin Kuliah Gratis Dua Muka Partai Demokrat Bahagia itu Susah Nycta Gina Kembali Siaran, Kini Bersama Kinos di iSWARA Jakarta Venezuela: Kaya Minyak Miskin Papa Perundungan Sesama Guru Hak Jawab Suku Kawei Lowongan Magang, Bukan Lowongan Kerja Manuver Orang Istana di Mimbar Ulama Kibang-Kibut Menghalau Api Gambut Setelah Krisis Legitimasi dan Pecah Kongsi: Sudahlah, Jokowi Berapa Anggaran untuk Bikin Kuliah Gratis Siapa Penguasa Transportasi Online Dunia Masih Adakah Komunisme Kuldesak Lantaran Jerebu Tamasya Narapidana Sukamiskin Subandrio: Suharto Dalang G30S Laporan Baik Kabar Buruk Kebakaran Hutan Kisruh Ijazah Gibran Bongkar Barang Bukti Penjara Mewah Cibinong Mobil Listrik 2021 Teknologi Dokter Penyelamat dari Langit Statista dan Tempo Umumkan Perusahaan Terbaik Indonesia 2026 Politeknik Kutaraja Borong Tiga Penghargaan Ramadan Istimewa di Hotel Sultan Iklan TRUSTWORTHY NEWS