Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-02662

Buku Seri Sejarah Museum dan Monumen Pancasila Sakti (M. Fahlevi, 2004)

Cleaned OCR text (Good (0.926); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === KANAN e MUSEUM DAN MONUMEN LAYAN SH.MM. ( Penanggung Jawat Lokasi: Jl. Raya Pondok Gede akarta Timur Telp. 021-8411381 . Penerbit GRASENA === [PDF page 2] === [Cover/decorative page: plain dark green cover] === [PDF page 3] === [Blank page; only faint mirror-image show-through of the facing/reverse page is visible] === [PDF page 4] === MUSEUM AN MONUMEN N CASITA SAKTI! === [PDF page 5] === J. Gatot Subroto No. === [PDF page 6] === KATA PENGANTAR Untuk memenuhi keinginan banyak pengunjung museum, kami mengusahakan buku yang merupakan koleksi foto diorama dan penjelasan museum dan monumen Pancasila Sakti. Penjelasan tersebut diangkat dari deskripsi diorama yang diorama tersebut merupakan penggambaran ulang dari fakta-fakta sejarah. Semoga berkenan dihati dan kritik serta saran sangat kami harapkan. M. FAHLEVI, SH.MM. === [PDF page 7] === "MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI DAFTAR ISI Halaman Kata Pendam Na maa ii Daftar: ata roko an Drag iV Denah Monumen Pancasila Sakti....................... viii Museum Pengkhianatan PKI (Komunis)............. 1 1. Peristiwa Tiga Daerah (4 Nopember 1945). 3 2. Aksi Teror Gerombolan Ce'Mamat (9 Desember 195) eannna nanas... 2......oo mona 4 3. Aksi Kekerasan Pasukan Ubel-Ubel di Sepatan, Tangerang (12 Desember 1945).. 6 4. Pemberontakan PKI di Cirebon (12 Februari 1946)... ete ae 7 5. Peristiwa Revolusi Sosial di Langkat (9:Maret 1946)....oroc Hanana nano co cono.nxo co. HNNNNIR 8 6. Pemogokan Buruh Sarbupri di Delanggu ((3JUNI 1948)......... 00 Natan en 2nnnnn1nnn2 «« NNNAIA 10 7. Pengacauan Surakarta (19 Agustus 1948). 11 8. Pemberontakan PKI di Madiun (18 September 1948) oo... eccsesceeecseeseenes 13 9. Pembunuhan di.Kawedanan Ngawen, Blora (20 September 1948).......................... 14 10. Pembebasan Gorang-Gareng (28 September 1948)...........oooco.oWo.omo 16 11. Penghancuran PKI di Sooko, Ponorogo (28 September 1948).............oooooooWoo. 17 12. Pembantaian di Dungus (1 Oktober 1948). 19 === [PDF page 8] === 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22, 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Musso Tertembak Mati (31 Oktober 1948). 20 Pembunuhan Massal di Tirtomoyo, Wonogiri (4 Oktober 1948)... 22 Penangkapan Amir Syarituddin (29 Nopember 1948)......i...o.oooo oo 23 Serangan gerombolan PKI ke Asrama Polisi di Tanjung Priok (6 Agustus 1951).... 25 Peristiwa Tanjung Morawa (ea cies - os.ce.-...... ctr demon 26 Lahirnya MKTBP PKI (14 Maret 1954)....... 28 D.N. Aidit Diadili (25 Februari 1955)............ 29 Kampanye Budaya PKI (25 Maret 1963).... 31 Rongrongan PKI terhadap ABRI (KOSAN GS) manca ANN creo nan. nee». 22 ENERNRKA 32 Peristiwa Kanigoro (13 Januari 1965).......... 34 Peristiwa Bandar Betsi (14 Mei 1965)........ 36 Pawai Ofensif Revolusioner PKI di Jakarta (23 Mei 1965)... seen 37 Penyerbuan Gubemuran Jawa Timur (27 September 1965)..xx..ooooooo oom 39 Penguasaan Kembali Gedung RRI Pusat (T@kgober 1965)....... MN ata aa Lula 40 Peristiwa Kentungan, Yogyakarta (21Oklober 1965)....... 2010 AA niatan. meususin 42 Rapat Umum Front Pancasila (9 Nopember 1965)......»enao0onoronenanennnoonco.yo. 43 Penangkapan D.N. Aidit (22 Nopember 1965)..........ooocoo#doo.omoo 45 Sidang Mahkamah Militer Luar Biasa === [PDF page 9] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI 31. Rakyat Jakarta Menyambut Pembubaran PKI (12 Maret 1966)............... 32. Operasi Trisula di Blitar Selatan (20-JUNNOBB) ee an Mm tab tap 33. Penumpasan Gerakan PKI Illegal Iramani di Purwodadi (27 Januari 1973)...... 34. Tertembak matinya S.A. Sofyan (PAN Na AB en ai NA BA Pancasila" Saka aan arca en TT 1. Paseban ain anen iban ena ane Ten 2. Rapat-rapat Persiapan Pemberontakan 3. Latihan Sukarelawan PKI di Lubang 4. Penculikan Men/Pangad Lecen TNI Ahmad Yani (1 Oktober 1965)............... 5. Penganiayaan di Lubang Buaya " 6. Pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma (2 Oktober 1965).............. 7. Pengangkatan Jenazah Tujuh Pahlawan Revolusi (4 Oktober 1965).......oooo.o.oo 8. Proses Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (11 Maret 1966).................... 9. Pelantikan Jenderal Suharto Sebagai Pejabat Presiden RI (12 Maret 1967).......... 10. Tindak Lanjut Pelarangan PKI (ZEON SE) Lena Lea an ana Haa 11. Foto Para Pahlawan Revolusi...................... Me RUG AGM tees waannciaaaes ss tuadenceicastcnenn AN AKA ATA === [PDF page 10] === 1 5. Sumur Maut Lubang Buaya woo 76 16... Rumah-Rumah Bersejarah... 78 17. Rumah: PanyikSAAN madani anne enennnnmamaa FO 18. AUT nah Pos Ki OMANOG.....0. seeeaeanans sande Fa ae ee 60 u: Pe si as eee Fie Pr ha der 13. Dapul oF EM Kain sana erna an nahan mm nan 5 eas ap mona Di eee ay and dari PI ye Shia ee Pan on Web Dae Man Dana UL etre ihe 5: be" a Pa a ahs Pe et en ri MI i EF NA ar er BAN IA fs ald Ae Et. a " MEA Sa Tega gan; i t ee "Ta Seek aa ee | ree ee A1 ek 00021. Mobil Dinas Pangkostrad = 3 Sera TN Berets See: gp ll eect lee er a me; pe Le a or. fs ga v ayyen NI Sue “Ue Ee aE BE cus! 85 i " ance Aa Aa en AT i ee MAE se nh a ae oF u > ee 1 ar laras ah 7 3 r 23. “anser al ace tM eee cece ee ew cee e een saeaseeeeen eee seen ese 87 kene Ts gai Batak “ea Saher at i ae oo ee 0 1 = 24. Tugu, Patung dan MBlBh.. oo... nana 89 os ak BN ee ; 7 Ben: DL =: a Ae TN a ates 1: sea Si aka 1. moda Dn sa; + aera so BE me rr tx a 1 a Te ee eal i ee gy Se I Sane TL cata 1 ie pa 7 ara Lp ne peewee ME Eg ts al ae a ee een ae fr EC a ae eshte 2 oid er) a fa an Si ee. iy pee Heat Are | Bed a Bh Pierre a er Ca ea El Rap AH “ab Ep ea | eae periph sh 5 Lea Lt ee is F 1 ah a Sh py ate ier * peers eS Ao ee la ne eae 2 pi pia a cna i MR egies ti ie eae ba ge ee og od pe u ae te Pers ale Pm ai an | Pe pegi aie a deta Ad greene eae patel see ees Dear a hori ee eal Laan ge ia ear i ons 2 ar le ee Ta ha Ya Pa ee AKAN june ag ega peng eh din Se it ie nee gar gee De Ka eae ia Par aa Gn SENAR a5 ate: Ne Page ebetaae atte ae Sek Enak Shea beta or ae Pea er reeds ee ge ey ee ae ee er REI ede has aaa: Rees as ch br aac Nb PA Da me TA kasa ‘ sie Tia. ae aa ares ee ee eee eae eee ae A PEE pele eb iat asi pa Pains eel ee oT eas SA rae Peek med Pama eng Da Ker aah ar Minat PA benang ena AE Diksi at naa ba ae === [PDF page 11] === 11. Museum 12 Ruang Rotk 13. Ruang Tester 4. WeUmum 1S Puarg Pameran Foo K. Ruang Perpustalaatartor 17. Kanfn 18 Kantindan Mushola 19. Lapangan parit bawah 20. Gapura Monumen Pancasia Saksi 23. 4 Raya Pondok Gede === [PDF page 12] === | PENGKHIANATAN PKI | (KOMUNIS) === [PDF page 13] === [Blank page; only faint mirror-image show-through of the facing/reverse page is visible] === [PDF page 14] === = lag —_— 1 Re ERS Se ee ee Re Organisasi Massa PKI, API dan AMRI menyerbu ke Markas TKR di Tegal di eee Karesidenan estes yang meliputi Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pemalang. Usaha untuk meredam gerakan mereka dilakukan oleh Komite Nasional Indonesia (KNI) daerah Tegal tetapi gagal. === [PDF page 15] === be JSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKT! Pada tanggal 8 Oktober 1945 AMRI Slawi di bawah pimpinan Sakirman tokoh komunis bawah tanah, dan AMRI Talang dipimpin oleh Kutil melakukan teror. Mereka menangkapi pejabat pemerintah dan melakukan pembunuhan yang mengerikan di jembatan Talang. Pada tanggal 4 Nopember 1945 pasukan AMRI dan massa yang mereka pengaruhi melancarkan penyerbuan ke kota Tegal. Mereka menyerang kabupaten dan markas TKR, namun berhasil digagalkan. Setelah gerakannya di Tegal gagal, tokoh-tokoh komunis membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah yang dipimpin oleh K. Mijaya, dan melakukan perebutan kekuasaan di Karesidenan Pekalongan. PVCS MEAS CO) MeL COU SON fan, === [PDF page 16] === Hardiwinangun pester tembakan di jembatan Sungai Cimancak dan membuang mayatnya ke sungai. === [PDF page 17] === / si aa La TU ae : AKSI KEKERASAN TEA Van | DI SEPATAN, TANGERANG kepala (: Laskar ini digunakan pula oleh Dewan untuk melakukan aksi teror seperti pembunuhan === [PDF page 18] === Cap: a ey dan perampokan harta benda penduduk Tangerang dan sekitarnya antara lain di Sepatan, Mauk Kronjo dan Kresek. Pada tanggal 12 Desember 1945 Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman, melakukan perampokan harta benda penduduk desa Sepatan, dan pembunuhan di pelbagai tempat. Di Mauk mereka membunuh seorang tokoh nasional Oto Iskandar Dinata. engan dalih memeriahkan konferensi Laskar Merah pada Januari 1946 tetapi sekaligus untuk unjuk kekuatan, pimpinan PKI Mr. Yusuph dan Mr. Suprapto mendatangkan + 3.000 anggota Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Cirebon. Pada tanggal 12 Februari 1946, Laskar Merah melucuti TRI, menguasai kota dan gedung-gedung vital seperti stasiun radio dan pelabuhan. Hotel Ribbrinck dijadikan markas komando gerakan untuk merebut kekuasaan pemerintah daerah. Untuk mencegah pertumpahan darah, pimpinan Divisi II/Sunan Gunung Jati mencoba menyelesaikan peristiwa ini secara musyawarah dengan pimpinan PKI dan meminta agar senjata TRI dikembalikan. Oleh karena pihak PKI menolak permintaan itu, === [PDF page 19] === maka pada tanggal 14 Februari 1946, TRI melancarkan serangan untuk merebut dan menguasai kembali kota Cirebon. Pos-pos penjagaan mereka berhasil dilumpuhkan dan Markas Besar PKI di Hotel Ribbrinck diduduki. Sebagian pasukan PKI menyerah, sedangkan Mr. Yusuph dan Mr. Suprapto berhasil ditangkap. Kedua tokoh PKI tersebut diajukan ke Pengadilan Militer untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. PERISTIWA REVOLUSI SOSIAL DI LANGKAT ahirnya Republik Indonesia belum sepenuhya diterima oleh kerajaan-kerajaan yang === [PDF page 20] === masih ada di Sumatera Timur. Akibatnya timbul rasa tidak puas pada sebagian rakyat dan menuntut agar sistem kerajaan dihapus. Situasi ini dimanfaatkan oleh kelompok komunis (PKI dan Pesindo) untuk menghapus pemerintahan dengan cara kekerasan. Pada tanggal 3 Maret 1946, apa yang disebut revolusi sosial dimulai. Revolusi itu bukan gerakan massa secara spontanitas tetapi gerakan yang sudah direncanakan. Revolusi tidak hanya ditujukan untuk menghapus pemerintah kerajaan tetapi juga membunuh raya-raya dan keluarganya serta merampas harta benda kerajaan. Pada hari pertama aksi teror dan pembunuhan terjadi di Sunggal, Tanjung Balai, Rantau Prapat dan Pematang Siantar. Walaupun pada tanggal 5 Maret 1946 kerajaan Langkat secara resmi SMB ane === [PDF page 21] === MUSEUMOAN MONUMEN PANCASRA SAK” dibubarkan dan ditempatkan di bawah pemerintahan Aa raga lake Aek ata dan PEMOGOKAN BURUH SARBUPRI DI DELANGGU «alah satu usaha PKI untuk menjatuhkan wibawa - pemerintah RI, adalah mengacaukan perekonomian melalui aksi pemogokan buruh. Pada tanggal 23 Juni 1948, lebih kurang 15.000 buruh pabrik goni dan 7 perusahaan perkebunan milik pemerintah di Delanggu, Klaten melancarkan aksi mogok total. Mereka adalah anggota Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia (Sarbupri), organisasi buruh di bawah naungan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBS)), seen organisasi massa PKI. Mereka mengajukan e: tuntu “Aa LI === [PDF page 22] === kesulitan ekonomi yang parah. Dalam masa mogok itu, salah seorang pimpinan SOBSI Maruto Darusman berpidato bahwa SOBSI menyetujui aksi itu bahkan, menghasut kaum buruh untuk melanjutkan pemogokan sampai tuntutan mereka berhasil. Aksi mogok yang sangat merugikan negara itu berakhir pada tanggal 18 Juli 1948 setelah partai-partai politik pada tanggal 14 Juli 1948 mengeluarkan pemyataan menyetujui Program Nasional. === [PDF page 23] === PKI agan Sea Kerana Si suasana kacau di kota Yogyakarta pusat pemerintahan RI. .. Terbunuhnya Kolonel Sutarto,. Panglima Divisi IV/Panembahan Senopati, Nur orang yang tidak dikenal pada tanggal 1... 2 Juli 1948 semakin memanaskan situasi. TN menyebarkan isyu bahwa Kolonel Sutarto.. dibunuh oleh anggota Siliwangi, “PKI berhasil menghasut Pasukan Siliwangi. Akibatnya terjadi penculikan, pembunuhan dan bentrokan bersenjata.. Selain itu PKI juga berusaha menciptakan suasana tidak aman dan tidak tenteram di kalangan masyarakat. Malam hari tanggal 19 Agustus 1948, ketika berlangsung Pasar Malam Sriwe dari dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI, PKI membakar ruang pameran === [PDF page 24] === Jawatan Pertambangan, namun api dapat dicegah, sehingga tidak merembet ke tempat lain. Akibat kebakaran itu timbul suasana panik di kalangan pengunjung dan jatuh korban 22 orang menderita luka-luka. EMER k PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN ek etelah gagal ns Kabinet Hatta Gaia ee cara parlementer, maka organisasi-organisasi yang berhaluan komunis menghimpun diri dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR). FDR melakukan ake aksi-aksi politik dan tindak kekerasan. Bie Aksi itu makin meningkat ketika Musso yang baru fer kembali dari Moskow mengambil alih pimpinan PKI. ee: Musso menuduh Sukarno-Hatta menyelewengkan - iB. perjuangan bangsa Indonesia. === [PDF page 25] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI Sebaliknya ia mengajukan thesis yang berjudul: Jalan baru untuk Republik Indonesia. Pada saat pemerintah dan Angkatan Perang memusatkan perhatian untuk menghadapi Belanda, Partai Komunis Indonesia melakukan pengkhianatan. Didahului dengan kampanyekampanye menyerang politik pemerintah, aksi-aksi teror, mengadu domba kekuatan bersenjata, dan sabotase di bidang ekonomi. Dini hari tanggal 18 September 1948 ditandai dengan 3 (tiga) kali letusan pistol, PKI mengadakan pemberontakan di Madiun. Pasukan seragam hitam segera bergerak menguasai obyek-obyek vital di dalam kota. Sejumlah tokoh militer, pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat dibunuh. Beberapa gedung penting termasuk gedung Karesidenan Madiun di duduki. Di gedung inilah PKI mengumumkan: berdirinya “Soviet Republik Indonesia" dan pembentukan Pemerintah Front Nasional. PEMBUNUHAN DI KAWEDANAN NGAWEN, BLORA ada tanggal 18 September 1948, Markas Kepolisian Distrik Ngawen (Blora) diserbu oleh pasukan PKI. Dua puluh empat orang anggota Polisi ditahan dan tujuh orang yang === [PDF page 26] === masih muda dipisahkan. Mereka ditelanjangi kemudian disekap di sebuah ruang sempit di belakang kawedanan. Selama disekap tanpa busana itu, mereka diberi makan sekali. Kemudian datang perintah dari komandan pasukan PKI Blora, agar mereka dihukum mati. Pada tanggal 20 September 1948, tujuh anggota Polisi itu dikeluarkan dari tahanan, dibawa ke suatu tempat terbuka dekat kakus di belakang kawedanan. Dengan pengawalan ketat mereka disuruh duduk di tanah. Dua orang pasukan PKI membawa dua batang bambu yang sudah diikat ujungnya. Acara penghukuman dimulai. Secara bergantian tahanan dipanggil, dan disuruh berdiri. Dua batang bambu yang dipegangi ujungnya oleh dua orang dijepitkan === [PDF page 27] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI ke lehernya. Pasukan PKI bersorak-sorak, ketika tawanan mengerang-erang kesakitan. Para tawanan lainnya disuruh menonton. Setelah seorang tahanan mati, jenazahnya diangkat beramai-ramai, dilempar ke dalam lubang kakus. Untuk meyakinkan bahwa tawanannya telah mati, : PN Ke | | 33: 4 —= aan === [PDF page 28] === “" “ay +S S01: *] many Dai mt fn TR ls Re ak A ae Matin yang dy me Pi “cg ape Pe Se es »g PAN ange et tv. a PENGHANCURAN PKI DON S00 ika === [PDF page 29] === PKI lainnya di bawah pimpinan Subardi, dan pasukan Panjang Jokopriyono sehingga pertahanan pasukan PKI bertambah kuat. Lawan-lawan politiknya, antara lain Asisten Wedana (Camat) Sooko sudah lebih dahulu dibersihkan. Pada tanggal 28 September 1948, Kompi Sumadi dari Batalyon Sunandar dan Kompi Sabirin Muchtar dari Batalyon Mujayin melakukan serbuan terhadap kubu pertahanan pasukan PKI tersebut dari dua arah. Kompi Sumadi yang menyerbu dari arah selatan berhasil merebut Thuk Puyangan, sebuah bukit yang tidak jauh dari markas komando pasukan PKI. Maladi Yusuf tertembak di pahanya. Kompi Sabirin Muchtar menyerbu dari arah utara. Karena terkepung, Maladi Yusuf mengerahkan seluruh kekuatan pasukannya untuk membendung serbuan TNI. === [PDF page 30] === Usaha itu tidak berhasil. Pasukan PKI terdesak dan tidak mampu lagi bertahan di desa Sooko. Pertempuran yang mulai berkobar sejak pukul 10.00 pagi baru berakhir pada senja hari setelah pasukan Maladi Yusuf dipukul mundur dengan meninggalkan banyak korban dan senjata antara lain 5 pucuk SMB 12,7. DD EKA GR Oa ba Tals ri engan perkiraan bahwa Madiun tidak mungkin dipertahankan, maka sebelum pasukan TNI memasuki kota ini pada tanggal 30 September 1948, tokoh-tokoh PKI dan pasukannya mengundurkan diri ke desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kawedanan Dungus, sebelah tenggara kota Madiun. Rupanya daerah ini sudah dipersiapkan sebagai basis pengunduran serta pertahanan PKI. Dalam pengunduran ini, pasukan PKI membawa banyak tawanan yang belum sempat dibunuh. Sebelum mereka sempat mengadakan konsolidasi, siang hari tanggal 1 Oktober 1948, Kresek diserang oleh kompi Sampurno yang bergerak dari arah Sawahan, lereng timur G. Wilis. Pada hari itu juga TNI berhasil menguasai Dungus. Dalam keadaan terdesak, sebelum melarikan diri orang-orang PKI membantai hampir semua tawanannya === [PDF page 31] === dengan cara ditembak atau dipenggal lehernya. Pembantaian dilakukan di sebuah rumah milik salah seorang penduduk dan beberapa tempat di sekitar rumah itu. Mayat para korban dikuburdalam lubang besar yang dangkal atau dibuang ke sungai. Diantara para korban terdapat beberapa perwira TNI, dan perwira polisi, pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat. Pp ada tanggal 1 Oktober 1948 TNI berhasil menguasai Dungus yang dijadikan PKI sebagai daerah pengunduran setelah kekalahan mereka di Madiun. Para pimpinan PKI dan pasukannya melarikan diri ke arah selatan serta berusaha menguasai Ponorogo. === [PDF page 32] === Serangan mereka ke kota ini, pada tanggal 8 Oktober 1948, gagal. Pimpinan PKI terpecah menjadi beberapa rombongan yang masing-masing y berusaha menyelamatkan diri. Musso dan Amir Syarifuddin dikawal oleh dua batalyon yang cukup kuat melarikan diri menuju gunung Gambes. Di tengah perjalanan, mereka berpisah. Dengan dua orang pengawalnya dan menyamar sebagai penduduk desa, pagi hari tanggal 31 Oktober 1948 Musso tiba di Balong. Di tempat ini ia menembak mati seorang anggota Polisi yang memeriksanya. Dengan dokar rampasan dan diiringi pengawal yang bersepeda, hari itu juga ia tiba di desa Semanding, Kecamatan Somoroto. Seorang perwira TNI yang mencegatnya di tembaknya, tetapi tidak mengenai sasaran. la berhasil merampas kendaraan TNI, namun tidak dapat menjalankannya. Pimpinan PKI di Madiun, Musso, tertembak mati ketika la mencoba_melarikan diri dan bersembunyi | i sebuah tempat mandi milik seorang penduduk sa Semanding, Kecamatan Sorr lo, Ponorogo, Jawa Tai Oktober 1948) ener === [PDF page 33] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI Sesudah itu ia melarikan diri masuk desa dan bersembunyi di sebuah blandong (tempat mandi) milik seorang penduduk. Pasukan TNI yang mengepungnya memerintahkan supaya ia menyerah. “ Musso menolak, bahkan melawan sehingga terjadi tembak menembak. Dalam peristiwa itu ia tertembak mati. (Cekalipun Madiun jatuh ke tangan TNI, «tentara PKI masih melanjutkan kekejaman terhadap lawan-lawan politiknya. Di daerah Wonogiri mereka menteror rakyat dan menculik pejabat pamong praja antara lain bupati, wedana, anggota polisi dan para ulama. Para tawanan yang berjumlah 212 orang ditahan dan disekap di dalam bekas laboratorium dan gudang dinamit yang terletak di Bukit Tirtomoyo. Secara bertahap sejak tanggal 4 Oktober 1948 sebagian tawanan dibunuh setelah lebih dahulu disiksa. Ada yang langsung disembelih dengan bambu runcing dan bayonet atau lehernya dijerat dengan kawat. Bahkan ada yang dilempari dengan batu sampai mati dalam keadaan tangan terikat. Pembunuhan yang sudah menelan korban 56 orang terhenti karena pasukan PKI disergap oleh Batalyon Nasuhi dan Kompi S Militaire === [PDF page 34] === Academie (MA) pada sore hari tanggal 14 Oktober 1948. Sergapan tersebut didahului oleh tiga orang kadet MA yang berhasil melumpuhkan penjaga tahanan. Hal ini membuat Tentara PKI terkejut dan panik sehingga mereka melarikan diri. PENANGKAPAN AMIR SYARIFUDDIN saha PKI untuk mengadakan konsolidasi di daerah Gunung Liman yang sudah dipersiapkan sebagai pusat pertahanan setelah kekalahan mereka di Madiun, berhasil digagalkan TNI. Serangan mereka ke Ponorogo juga gagal. Pimpinan pemberontakan terpecah menjadi beberapa rombongan yang masing-masing === [PDF page 35] === 4; KA he © 5290 3 PPL Ke" Kd ( Ka “a : berusaha menyelamatkan diri. Amir ‘Syarituddin dan | Musso dikawal oleh dua batalyon yang cukup kuat, | melarikan diri ke arah Gunung Gambes | di sebelah barat Madiun. | Di tengah perjalanan mereka berpisah. Setelah melalui perjalanan panjang dan sulit, Amir Syarifuddin akhirnya tiba di daerah Purwodadi. Ia dan rombongannya bersembunyi di gua Macan di Gunung Pegat, Kecamatan Klambu. Pada mulanya ia merasa aman karena polisi keamanan yang menjaga garis demarkasi Demak- Dempet-Gendong, tidak jauh dari tempat persembunyiannya, adalah orang-orang komunis. Setelah TNI melucuti Polisi Keamanan ini dan melancarkan operasi-operasi pembersihan di sekitar daerah Klambu, posisi Amir Syarituddin terjepit. Pada tanggal 22 Nopember 1948 pasukan pengawalnya menyerah. Senin sore tanggal === [PDF page 36] === piven TN Ha lengah nak tokoh PKI lainnya menyerah dan diserahkan kepada komandan Brigade-12 di Kudus. SERANGAN GEROMBOLAN PKI KE ASRAMA POLISI DI TANJUNG PRIOK esudah Pengakuan Kedaulatan, sisa-sisa kekuatan bersenjata PKI membentuk gerombolan-gerombolan bersenjata seperti gerombolan Sunari di Jawa Timur, Merapi-Merbabu Compleks di Jawa Tengah. Di Jakarta dan sekitarnya beroperasi gerombolan Eteh. Untuk menimbulkan rasa tidak percaya rakyat terhadap pemerintah, mereka menteror rakyat ' a ad ut Gerombolan PKI Eteh sedang menganiaya di pos jaga asrama polisi di Tanjung Pniok, Mereka menyerang asrama tersebut dengan tujuan untuk merampas senjata (6 Agustus 1951). y % 4 Est RR Au nee Bis aay x 7 PA AKAN OBAT ah AN u ye AA pee. aba see ces === [PDF page 37] === : eet tan, Pens si HN i ae: 5. Ta dengan cara perampokan, pembakaran dan pembunuhan, bahkan berani melawan pejabat tinggi negara dan aparat keamanan. Pada tanggal 6 Agustus 1951 pukul 19.00 WIB, gerombolan Eteh berkekuatan puluhan orang bersenjata tajam dan bersenjata api serta memakai ikat kepala bersimbol burung merpati dan palu arit menyerang asrama Mobile Brigade Polisi di Tanjung Priok dengan tujuan merebut senjata. Peristiwa ini diawali ketika seorang anggota Gerombolan dengan alasan menjenguk rekannya tiba-tiba menyerang anggota Polisi di pos jaga asrama, Dua orang anggota Polisi yang sedang bortugas jaga sama sekali tidak menduga datangnya serangan yang tiba-tiba itu sehingga meraka tidak sempat melakukan perlawanan, Kedua anggota polisi itu mengalami lukas-luka parah, Seorang wanita penghuni asrama juga menderita luka-luka, Dalam serangan ini, gerombolan berhasil merampas 1 bren, 7 karaben mauser dan 2 pistol, PERISTIWA TANJUNG MORAWA 1G MARET ada tahun 1983 Pemerintah RI Karesidenan / Sumatera Timur merenoanakan untuk mencetak sawah percontohan di bekas areal perkebunan tembakau di desa Perdamaian, === [PDF page 38] === Akan tetapi areal perkebunan itu sudah ditempati oleh penggarap liar. Di antara mereka terdapat beberapa imigran gelap Cina, Usaha pemerintah untuk memindahkan para penggarap dengan memberi ganti rugi dan menyediakan lahan pertanian, dihalang-halangi oleh Barisan Tani Indonesia (BTI), organisasi massa PKI. Oleh karena cara musyawarah gagal, maka pada tanggal 16 Maret 1953 pemerintah terpaksa mentraktor areal tersebut dengan dikawal oleh sepasukan polisi, Untuk menggagalkan usaha pentraktoran, BTI mengerahkan massa yang sudah mereka pengaruhi dari berbagai tempat di sekitar Tanjung Morawa, Mereka bertindak brutal, Polisi melepaskan tembakan peta A rend tetapi tidak === [PDF page 39] === PKI di bawah g merumuskan Metode Kombi LAHIRNYA MKTBP AA (12 MAR | ekuatan bersenjata PKI berhasil dihancurkan ketika mereka melancarkan pemberontakan di Madiun tahun 1948. Akan tetapi sebagai partai, PKI tidak dibubarkan oleh pemerintah. Di bawah pimpinan tokoh-tokoh muda seperti D.N, Aidit, sejak tahun 1950 PKI bangkit kembali dan berusaha menanamkan pengaruhnya di berbagai kalangan. Untuk mencapai kekuasaan politik, PKI menyusun metode perjuangan yang diberi nama Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan (MKTBP). Metode ini dirumuskan dalam Kongres Nasional V PKI pada tanggal 14 Maret 1945, yang antara lain berisi: Li ALTA AN APA Aneto | === [PDF page 40] === PKI menyusupkan kader-kadernya ke dalam ABRI dengan tujuan menanamkan paham Komunis. Khusus mengenai pelaksanaan metode ketiga MKTBP, hanya dilakukan oleh kader-kader PKI yang benar-benar terpilih dan sangat terbatas. Biro khusus PKI adalah badan pelaksana dari metode ketiga untuk menggalang unsur pimpinan dan anggota ABRI supaya bersikap netral, simpati dan memihak PKI. D.N. AIDIT DIADILI (BO EBMRUJAHRI 1659) KI di bawah pimpinan D.N. Aidit sejak tahun 1952 meningkatkan agitasi dan propagandanya di segala bidang Antara lain dengan mengeluarkan Statemen Polit Biro CC PKI pada tanggal 13 September 1953, yang berjudul "Peringati Peristiwa Madiun secara Intern"! Dalam statemen yang dimuat dalam surat kabar PKI, Harian Rakyat tanggal Alnualkinehh are D onta Ak ab === [PDF page 41] === tahun 1948 bukan dilakukan cteh PKI tetapi akibat provokasi pemerintah Hatta. Statemen tersebut pada hakekatnya adalah agitasi dan propaganda PKI untuk membersihkan dirinya dari aksi pemberontakar"yang dilakukan di Madiun tahun 1948 dalam rangka mencari dukungan massa. Untuk mempertanggungjawabkan statemen tersebut, Sekretaris Jenderal Polit Biro CC PKI D.N. Aidit dihadapkan ke Pengadian Negeri Jakarta. Sidang peradilan berlangsung selama 4 bulan, dimulai tanggal 25 November 1954 dan berakhir tanggal 25 Februari 1955, Dalam keputusan Pengadilan tanggal 31 Maret 1955, D.N. Aidit dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman. 30 === [PDF page 42] === KAMPANYE BUDAYA PKI idak hanya bidang politik yang ingin dikuasai PKI, tetapi juga bidang lain, termasuk bidang sastra dan budaya. Usaha ini dilaksanakan oleh Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) bersama lembaga-lembaga yang ada di bawahnya seperti Lembaga Sastra Film dan Lembaga Drama. Secara sistematis mereka memasukkan komunisme ke dalam seni dan sastra, mempolitikkan budayawan dengan semboyan “Politik adalah Panglima" serta mendiskreditkan para sastrawan dan budayawan non komunis. Usaha itu dilakukan melalui media-massa PKI dan berbagai pertemuan. Salah satu diantaranya ialah melalui Konferensi Nasional | Lembaga Sastra Indonesia yang Pa di Medan pada tanggal menunjukkan: kekuataniponuk. gada kar WKOR! fevers Naso 1 | - Sasi "3 Jodonnsr ery TSS Kidan Mi ON = Piss te: AT AKVCIDN ET ciel) === [PDF page 43] === nas anang Bang an gotong royong yang memungkinkan tokoh-tokoh PKI duduk di dalamnya. Di bidang sastra dikeluarkan tuntutan agar buku-buku terbitan Balai Pustaka benar-benar seirama dengan Manifesto, Konferensi sangat mendukung setiap kegiatan olah raga dan pertemuan bernafas internasional yang berkiblat kepada negara-negara komunis. Konferensi tersebut merupakan bagian dari kampanye budaya PKI. Untuk menunjukkan kekuatannya, sehabis konferensi mereka mengadakan pawai alegoris berkeliling kota Medan. RONGRONGAN PKI TERHADAP ABRI (1964-1965) K3 mpanye mendiskreditkan ABRI sudah di akukan PKI sejak masa Perang Kemerdekaan (1945-1949). Tujuannya adalah untuk memecah belah kekompakan ABRI, memandulkan Sie Tan Take Rin Nana Nani pagi jati diri ai pejuang-praj === [PDF page 44] === Massa PKI dari Persatuan Pamong Desa Indonesia (PPDI) mengadal ung Serikat Buruh KereApi, da tanggal 3 Agustus 1964. Pada Kongres lini mereka melancarkan isyu Dew. enderal. (1964-1965). Secara terbuka kampanye anti ABRI, khususnya TNI-AD, berlatar belakang pada kecemburuan PKI karena ABRI berhasil membendung pengaruh PKI di kalangan rakyat. Berbagai macam cara kampanye anti ABRI telah dilakukan oleh PKI seperti tuduhan, isyu, provokasi, fitnah politik yang dilemparkan ke tengah-tengah masyarakat oleh badan propaganda dan media massa PKI. Sejak tahun 1964, aksi kampanye ini makin meningkat sebagai “ofensif revolusionernya”. Tindak kekerasan aksi sepihak, tuntutan pembubaran aparat tertitorial, isyu Nasakomisasi ABRI, isyu Angkatan V dokumen palsu sb “adalah wujud aksinya. Sebagai Mun === [PDF page 45] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI pada tahun 1965, yang bermuara pada Pemberontakan G.30 S/PKI. Salah satu aksi kampanye dari bawah, antara lain disampaikan pada Kongres Persatuan Pamong Desa Indonesia (PPDI) suatu organisasi massa PKI, pada tanggal 3 Agustus 1964 di Gedung Serikat Buruh Kereta Api Manggarai, Jakarta. | Jalaupun PKI berhasil mengintimidasi partaipartai politik dan organisasi massa Islam, tetapi mereka gagal sama sekali melumpuhkan kekuatan pengikut partai-partai dan organisasi massa tersebut. Organisasi partai politik dan organisasi massa Islam melakukan pula usaha untuk membendung intimidasi dan penyusupan pengaruh komunisme ke dalam organisasi mereka dengan cara memperkuat keislaman dan ketagwaan para anggotanya. Usaha seperti itu dilakukan antara lain oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur di desa Kanigoro, Kecamatan Kediri. Mereka ini menyelenggarakan mental training pada bulan Januari 1965. Ketika pelatihan itu sedang berlangsung, subuh tanggal 13 Januari 1965 kompleks pesantren tempat pelatihan diadakan, 34... === [PDF page 46] === diserang oleh massa Pemuda Rakyat (PR) dan Barisan Tani Indonesia (BTI). Massa komunis ini tidak hanya menyiksa para peserta latihan, tetapi juga menginjak-injak kitab suci Al-Our'an sambil mengeluarkan ucapan-ucapan yang menghina agama Islam. Beberapa peserta pelatihan, pria dan wanita, | dan tokoh-tokoh agama setempat mereka tangkap. Berkat campur tangan Camat Keras, para korban penangkapan dibebaskan hari itu juga, tetapi pelaksanaan mental training terpaksa dibatalkan. === [PDF page 47] === PERISTIWA BANDAR BETSI 14 MEI 1965) ntuk menggagalkan rencana pemerintah di bidang land reform, PK| dan organisasimassanya melancarkan aksi sepihak, yakni menguasai secara tidak sah tanah negara di beberapa tempat. Salah satu di antaranya di Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet-IX Bandar Betsi, Pematang Siantar. Pada tanggal 14 Mei 1965, 200 anggota Barisan Tani Indonesia (BTI), Pemuda Rakyat (PR), dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) menanami secara liartanah milik perkebunan penanaman karet. Pembantu Letnan Dua (Pelda) Suyono, seorang prajurit TNI-AD yang dikaryakan di PPN: Karet IV bersama tiga temannya sedang bertugas | mengeluarkan traktor yang terperosok sehari sebelumnya di dekat tanah tersebut. === [PDF page 48] === la memperingatkan massa supaya menghentikan penanaman liar itu. Peringatan tidak dihiraukan, bahkan mereka memperlihatkan sikap menantang. . Pelda Suyono dikeroyok dan dipukuli dengan berbagai benda, termasuk benda tajam, sehingga prajurit itu jatuh terlentang di tanah. Seketika itu juga kepalanya dicangkul oleh seorang anggota BTI. Akibat penganiayaan tersebut, Pelda Suyono tewas di tempat itu. (23 M etelah merasa dirinya kuat, PKI mulai melancarkan ofensif revolusioner yang bertujuan untuk menggalang dan mempengaruhi massa agar berpihak kepadanya. Untuk kekuatan ofensif : revolusioner ini diwujudkan dalam aksi-aksi kekerasan seperti sabotase, aksi sepihak, aksi teror, tuntutan pembentukan Kabinet Nasakom dan Angkatan Kelima, agitasi dan propaganda mengenai hal-hal yang dianggap menghalangi programnya. Dengan dalih melaksanakan Manipol Usdek, PKI berusaha membubarkan organisasi-organisasi lawannya seperti Manifes Kebudayaan. Patung tokoh-tokoh komunis international dan tokoh-tokoh PKI dipamerkan di jalan-jalan raya === [PDF page 49] === secara terbuka. Unjuk kekuatan kepada masyarakat ini dilansir besar-besaran melalui media massa dan berbagai macam pertemuan. Kepada masyarakat didengungkan bahwa kekuatan PKI adalah nomor satu di dunia luar, kubu Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. Unjuk kekuatan besar-besaran di laksanakan serentak di seluruh Indonesia pada peringatan hari ulang tahun PKI ke-45 tanggal 23 Mei 1965. Puncak peringatan itu diselenggarakan di Jakarta dalam bentuk “Rapat Raksasa” di Stadion Utama, di mana hadir sejumlah utusan komunis internasional. Pada saat itu D.N. Aidit Ketua CC PKI mengomandokan kepada massa PKI untuk meningkatkan “ofensif revolusioner === [PDF page 50] === PENYERBUAN GUBERNURAN IOWA TIMUR saha untuk An enUkean kekuatannya tidak hanya dilakukan dengan cara mengintimidasi partai-partai politik dan organisasiorganisasi massa lawannya, tetapi juga dengan cara mendiskreditkan aparatur pemerintah. Salah seorang diantaranya ialah Gubernur Jawa Timur. Dengan dalih.untuk menyampaikan resolusi yang berisi tuntutan penurunan harga sembilan bahan pokok, pada tanggal 27 September 1965 delegasi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) yang mengatasnamakan Gabungan Organisasi Wanita Surabaya, mendatangi kantor Gubernur. Sebelum delegasi itu tiba, Comite Daerah Besar (CDB) PKI Jawa Timur telah mengerahkan Meri Ae a: é === [PDF page 51] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI ribuan massa PKI ke Gubernuran. Mereka adalah para anggota Pemuda Rakyat (PR), Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), dan organisasi massa PKI lainnya. Di Gubernuran + mereka merusak berbagai peralatan kantor dan berusaha menangkap gubernur. Mereka dapat bertindak leluasa sebab pada hari itu sebagian besar anggota ABRI yang berada di Surabaya sedang meng-adakan latihan di luar kota. Keadaan dapat dikuasai oleh ABRI setelah didatangkan satu kompi pasukan bantuan dan dua kendaraan lapis baja. Massa PKI berhasil dibubarkan dan usaha mereka untuk menangkap gubernur gagal. Da hari tanggal 1 Oktober 1965 Gerakan Tiga Puluh September (G.30.S/PKI) menculik dan membunuh 6 orang perwira tinggi Angkatan Darat yang dinilai sebagai penghalang utama rencana mereka untuk merebut kekuasaan negara. Pagi itu pula mereka berhasil menguasai gedung RRI Pusat dan gedung Pusat Telekomunikasi. Di bawah todongan pistol, seorang penyiar RRI dipaksa menyiarkan pengumuman yang menyatakan bahwa G.30.S/PKI telah menyelamatkan negara dari usaha kudeta “Dewan Jenderal". === [PDF page 52] === eae, Tengah hari mereka mengumumkan pembentukan Dewan Revolusioner sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara dan pendemisioneran kabinet. Untuk menghentikan pengumumanpengumuman yang menyesatkan rakyat itu, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen Suharto mengambil alih sementara pimpinan Angkatan Darat dan memerintahkan pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) untuk membebaskan Gedung RRI Pusat dan Gedung Telekomunikasi dari penguasaan G.30.S/PKI. Operasi yang dimulai pukul 18.30, dengan mengerahkan kekuatan satu kompi dalam waktu hanya 20 menit, RPKAD berhasil menguasai kembali kedua gedung vital itu. Pukul 20.00 tanggal 1 Oktober 1965 RRI Pusat sudah dapat menyiarkan pidato radio Mayjen Suharto yang menjelaskan adanya usaha kudeta yang dilakukan oleh PKI melalui G.30.S/PKI. === [PDF page 53] === | TAK “#3 Kolonel Pata Jabea dart dibunuh ole ae ag WM: ADP (Paice ona nyada tanggal 1 Oktober 19 1965 di Naa 3G. 30.S/PKI berhasil menguasai RRI, Markas — Korem 072 dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada sore harinya, mereka menculik Komandan Korem 072 Kolonel Katamso, dan Kepala Staf Korem Letnan Kolonel Sugiyono secara terpisah. Selanjutnya kedua perwira ini dibawa ke kompleks Asrama Batalyon L, Kentungan, kira-kira 6 km di sebelah utara Yogyakarta. Pada dini hari tanggal 2 Oktober 1965 secara bergantian keduanya dibunuh. Yang pertama menjadi korban ialah Letnan Kolonel Sugiyono. Ia digiring ke pinggir lobang sedalam satu meter yang sudah dipersiapkan, dan para pembunuh sudah menunggu. 42... === [PDF page 54] === melata Seorang anggota G.30.S/PKI memukul tengkuk perwira itu dengan kunci mortir. Pada pukulan kedua ia terjatuh dan kemudian meninggal dunia. Selanjutnya Kolonel Katamso, mengalami peristiwa yang sama bahkan lehernya dijerat dengan seutas kawat. Mayat korban pembunuhan tersebut di masukkan ke dalam satu lubang yang telah dipersiapkan. Untuk menghilangkan jejak, di bekas lubang itu dan sekitarnya ditanami pohon singkong. Kedua jenazah baru ditemukan pada tanggal 21 Oktober 1965 dalam keadaan rusak, setelah dilakukan pencarian yang intensif. RAPAT UMUM FRONT PANCASILA idak adanya tindakan ‘Sous dari preskion Sukarno terhadap PKI yang mendalangi G.30.S/PKI menimbulkan reaksi di kalangan masyarakat. Berbagai golongan masyarakat menuntut supaya PKI dan semua organisasi massanya dibubarkan. Golongan-golongan ini bergabung dalam Komando Aksi Pengganyangan Kontra Revolusi (G.30.S/PKI) yang pada tanggal 23 Oktober 1965 berganti nama menjadi Front Pancasila. Kehadiran Front Pancasila mengilhami lahirnya kesatuan-kesatuan aksi seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), === [PDF page 55] === Nf efi nbubaran I TERLENA Kesatuan Aksi Pemuda Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Keaatuan Akei Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI) dan Kesatuan Akai Guru Indonesia (KAGI), Bersama dangan Front Pancasila, kesatuan: kesatuan akai ini melakukan demonstrasi menuntut agar PKI dan semua organisasi masaanya dibubarkan, Tuntutan mereka dipertegas dalam resolusi Front Pancasila pada saat diadakan Rapat Raksasa Pengganyangan Kontra Revolusi pada tanggal 9 Nopember 1965 di lapangan Banteng, Jakarta, Resolusi yang berisi antara lain pembubaran PKI, tokoh-tokoh PKI diajukan ke pengadilan disampaikan kepada wakil pemerintah yang hadir di tempat itu, shore Cee Sita === [PDF page 56] === etelah G.30.S/PKI mengalami kegagalan di Jakarta, pada tanggal 1 Oktober 1965 tengah malam Ketua CC PKI D.N.Aidit melarikan diri ke Jawa Tengah yang merupakan basis utama PKI. Tanggal 2 Oktober 1965 ia berada di Yogyakarta, kemudian berpindah-pindah tempat dari Yogyakarta ke Semarang. Selanjutnya ia ke Solo untuk menghindari operasi pengejaran yang dilakukan oleh RPKAD. Tempat persembunyiannya yang terakhir di sebuah rumah di kampung Sambeng Gede. Daerah ini merupakan basis Serikat Buruh Kereta Api (SBKA), organisasi massa yang bernaung di bawah PKI. Melalui operasi intelijen, tempat persembunyian D.N. Aidit dapat diketahui oleh ABRI. === [PDF page 57] === “MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI Tengah malam tanggal 22 Nopember 1965 pukul 01.30 rumah tersebut digrebek dan digeledah oleh anggota Komando Pelaksanaan Kuasa Perang (Pekuper) Surakarta. Penangkapan hampir “ gagal ketika pemilik rumah menyatakan D.N. Aidit telah meninggalkan rumahnya. Kecurigaan timbul setelah anggota Pekuper menemukan sandal yang masih baru, koper dan radio yang menandakan hadirnya seseorang lain di dalam rumah itu. Penggeledahan dilanjutkan. Dua orang Pekuper menemukan D.N. Aidit yang bersembunyi di balik lemari. la langsung ditangkap dan kemudian dibawa ke Markas Pekuper Surakarta di Loji Gandrung, Solo. &.. melancarkan operasi militer dan operasi yustisi. Sebagai realisasi yustisi, pemerintah mengaktifkan kembali lembaga Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) sebagai lembaga peradilan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara khususnya tokoh-tokoh utama penggerak G.30.S/PKI. Sidang pertama Mahmilub berlangsung pada tanggal 14 Februari 1966, bertempat di === [PDF page 58] === gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta. Sidang ini memeriksa dan mengadili perkara subversif Nyono bin Sastrorejo, seorang anggota Polit Biro CC PKI merangkap Sekretaris | Comite Daerah Besar (CDB) Jakarta Raya. la dituduh turut merencanakan dan memimpin pemberontakan melawan pemerintah yang sah dan mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis. Sidang Mahmilub berhasil membuktikan keterlibatan Nyono sebagai perencana dan penggerak G.30.S/PKI. Berdasarkan bukti-bukti tersebut, pada tanggal 21 Februari 1966 Mahmilub menjatuhkan vonis mati terhadap Nyono. === [PDF page 59] === “sada malam hari tanggal 11 Maret 1966 Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/ Pangad) Suharto menerima Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar dari Presiden Sukarno. Surat Perintah itu berisi wewenang untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu guna menjamin keamanan dan ketertiban. Untuk memenuhi aspirasi dan tuntutan rakyat, berdasarkan Surat Perintah itu pada tanggal ‘ 12 Maret 1966 Lecen Suharto atas nama Presiden Panglima Tertinggi ABRI/Mandataris MPRS/Pemimpin Besar Revolusi mengeluarkan === [PDF page 60] === Keputusan tentang pembubaran PKI dan organisasi-organisasi massanya yang seazas, bernaung dan berlindung di bawah PKI. Partai Komunis Indonesia juga dinyatakan sebagai organisasi yang terlarang di seluruh wilayah kekuasaan Republik Indonesia. Keputusan ini diambil setelah melihat kenyataan bahwa PKI baik secara faktual maupun yuridis telah melakukan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah melalui Gerakan 30 September/PKI. Keputusan pembubaran dan pelarangan PKI diumumkan melalui RRI pada pukul 06.00 tanggal 12 Maret 1966. Keputusan itu mendapat sambutan hangat dari seluruh rakyat Indonesia. Masyarakat Jakarta mengadakan pawai kemenangan di yalanyalan dan membawa poster-poster sebagai ungkapan rasa gembira dan terima kasih. OPERASI TRISULA DI BLITAR SELATAN etelah PKI dibubarkan, sisa-sisa Bean PKI berusaha membangun kembali partai dengan cara membentuk basis-basis gerilya yang disebut Comite Proyek (Compro). Melalui Compro Blitar Selatan, PKI membentuk Central Comite (CC) dan Comite Daerah Besar (CDB) Jawa Timur. Sebagai persiapan gerilya, mereka menyusun kekuatan bersenjata, === [PDF page 61] === IKA Pelan mengintensifkan latihan kemiliteran dan membangun kubu pertahanan yang berupa ruangan bawah tanah (Ruba) dengan memanfaatkan gua-gua alam sebagai tempat persembunyian dan kubu pertahanan. Di samping itu mereka melakukan kegiatan agitasi dan propaganda untuk mempengaruhi rakyat secara illegal. Dengan diketahuinya kegiatan mereka, Kodam VIII/Brawijaya segera membentuk Komando Satuan Tugas Trisula yang diperkuat oleh kesatuan TNI-AU, Polri dan Hansip/Wanra serta aparatur yang terkait dengan tugas melaksanakan operasi militer untuk menumpas gerakan tersebut. Pada tanggal 20 Juli 1968 salah satu bagian dari Satuan Tugas Trisula ini dengan dibantu === [PDF page 62] === oleh Hansip/wanra melancarkan operasi pembersihan di desa Sumberjati, Kecamatan Lodoyo, Blitar Selatan. Sasaran operasi ialah gua alam yang terdapat di desa tersebut. Dalam operasi ini berhasil ditangkap 11 orang PKI yang bersembunyi di dalam gua. Salah seorang diantaranya ialah Rewang, anggota CC PKI gaya baru. amsudin alias Iramani, seorang kader PKI sejak tahun 1968 membina sejumlah mantan tahanan G.30.S/PKI dan membentuk Comite Pangkalan Mobil (CPM) dan Prajurit Gerilya (Praga). Untuk menjaga kerahasiaan, mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Aksi-aksi mereka adalah perampokan, pembunuhan dan intimidasi terhadap penduduk dan mantan tahanan G.30.S/ PKI. Gerakan yang dipimpin oleh Iramani ini bernama “Gerakan Pembangunan Kembali PKI”, berhasil membina 7.000 orang. Berkat operasi intel dan operasi teritorial yang dilaksanakan oleh ABRI bersama rakyat di Kabupaten Grobogan, Sragen dan Boyolali, berhasil mempersempit ruang gerak mereka. === [PDF page 63] === Oleh karena di daerah Purwodadi tidak mungkin bertahan, mereka bergerak pindah ke daerah Boyolali. Pada dini hari tanggal 27 Januari 1973, mereka keluar dari hutan Perahu menuju ke hutan Bubak, melintasi jalan raya Solo-Purwodadi. Di dusun Ngasem desa Monggot, sejumlah penduduk di bawah pimpinan Muspika Geyer dan Lurah Monggot menghadang mereka, setelah rahasia mereka bocor. Dalam penghadangan ini berhasil ditangkap 29 orang anggota gerombolan Iramani. i bawah pimpinan S.A. Sofyan, sisa-sisa PKI / Kalimantan Barat berhasil mendirikan PKI gaya baru. Walaupun secara militer === [PDF page 64] === kekuatan mereka tidak berarti namun secara politik tetap merupakan bahaya. S.A. Sofyan didukung oleh Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) yang berhaluan komunis. Untuk menghancurkannya, sejak Februari 1969 dilancarkan Operasi Sapu Bersih III. Operasi ini berhasil menghancurkan kekuatan para pendukung PKI gaya baru. Operasi militer selanjutnya dengan dukungan rakyat berhasil menghancurkan pengikut S.A. Sofyan pada bulan Juni 1973. Setelah anggota keluarga dan beberapa pengikutnya tertangkap, S.A. Sofyan menyelamatkan diri bersembunyi di daerah rawa-rawa Tarentang, sebelah tenggara Pontianak. Pada tanggal 12 Januari 1974 pasukan RPKAD berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Ketika disergap, S.A. Sofyan tertembak mati. === [PDF page 65] === Disamping itu operasi-operasi pembersihan, termasuk operasi gabungan dengan pasukan Malaysia, berhasil menumpas Gerakan Pengacau Keamanan PGRS-Paraku. Sejak tanggal 20 Nopember 1982 daerah 5 Kalimantan Barat dinyatakan aman dan bersih dari sisa-sisa gerombolan pengacau keamanan. === [PDF page 66] === PANCASILA SAKTI [Title page with a photographic collage of museum buildings, dioramas and framed portraits; a faint paragraph of introductory text over the image is largely illegible: [Unreadable]] === [PDF page 67] === [Blank page; only faint mirror-image show-through of the facing/reverse page is visible] === [PDF page 68] === PASEBAN Museum Monumen Pancasila Sakti yang terletak di gedung Paseban, diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 1 Oktober 1981 bertepatan dengan Dwi Windu Hari Peringatan Kesaktian Pancasila. Di dalam ruangan museum terdapat beberapa diorama, yang secara khusus menggambarkan pemberontakan PKI yang dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September/ PKI (G.30 S/PKI), dimulai dari persiapan dan pelaksanaannya. Setelah pemberontakan G.30 S/PKI yang gagal, proses tampilnya seorang pemimpin besar dalam pemerintah RI dan tindak lanjut Pemerintah terhadap pelarangan PKI tergambar pula di ruang ini. SAN MN Ta — ICASILA SAKTI MONUMEN PAN = === [PDF page 69] === die au PERSIAPAN PEMBERONTAKAN === [PDF page 70] === Rapat terakhir yang diadakan pada tanggal 29 September 1965, memutuskan gerakan diberi nama “Gerakan 30 September". Hari H dan jam J adalah 1 Oktober 1965 dini hari. Sasaran pertama menculik para pejabat teras TNI-AD. LATIHAN SUKARELAWAN PKI DI LUBANG BUAYA (S5 JULI-30O SE PTEMBER 1965) UE persiapan pemberontakan, PKI mengadakan latihan kemiliteran bagi para anggotanya. Dalih yang digunakan ialah melatih para sukarelawan dalam rangka konfrontasi terhadap Malaysia. PKI menuntut agar pemerintah membentuk Angkatan Kelima | dengan mempersenjatai buruh dan tani. | === [PDF page 71] === Aa bagian. Selain di Lubang latihan juga diadakan di Rawa La “2 km dari Lubang Buaya, dari tanggal 30 Agustus sampai dengan 29 September 1965. Di tempat ini hanya 26 anggota yang dilatih untuk kader-kader khusus PKI. Latihan ini dipimpin oleh beberapa anggota Angkatan Udara yang sudah dipengaruhi PKI. PENCULIKAN MEN/PANGAD LECEN TNIA. YANI (1 OKTOBER 196 =) | Yukul 02.30 tanggal 1 Oktober 1965 pasukan penculik dari G.30.S/PKI sudah berkumpul di Lubang Buaya. Pasukan dengan nama Pasopati SINNTA TAN el TN BIT AN ip Pasukan penculik Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) Lecen TNI A. Yani memakai seragam Cakrabirawa tiba di sasaran pukul 04.00 dan berhasil melucuti regu pengawal Mereka memasuki rumah dan bertemu dengan seorang putera Jenderal A. Yani === [PDF page 72] === Para penculik menyuruh anak tersebut untuk membangunkan ayahnya. Jenderal A. Yani keluar dari kamar dengan berpakaian piyama, Salah seorang penculik mengatakan bahwa Bapak diminta segera menghadap Presiden, Beliau akan mandi dan berpakaian dulu. Salah seorang anggota penculik mengatakan tidak perlu mandi dan mencuci muka pun tidak boleh. Melihat sikap yang kurang ajar itu, Jenderal A. Yani marah dan menampar oknum tersebut. Beliau berbalik dan menutup pintu. Ketika itulah Pak Yani diberondong dengan senjata Thomson dan gugur seketika. Kemudian tubuh Jenderal A. Yani yang berlumuran darah diseret ke luar rumah dan dilemparkan ke atas truk, lalu dibawa ke Lubang Buaya. === [PDF page 73] === i AN TT NTT | DI LUBANG BUAYA ini hari tanggal 1 Oktober 1265 gerombolan G.30.S/PKI menculik 6 orang pejabat teras TNI AD dan seorang perwira pertama. Mereka membawa para perwira itu ke desa Lubang Buaya dan menawan mereka di sebuah rumah yang bernama rumah penyiksaan. | PMR Muck ce dengan benda-benda tumpul dan senjata tajam, | seperti senapan, pisau dan benda-benda lainnya | sehingga tubuh mereka rusak, Penyiksaan dan pembunuhan itu dilakukan oleh anggota Pemuda Rakyat (PR), | Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) eee dan ormas-ormas PKI lainnya. bs wy Mere PART NG PAT Gr === [PDF page 74] === Sesudah disiksa para korban dilemparkan dalam sumur tua yang sempit. Pertama jenazah Jenderal Panjaitan, Jenderal A.Yani, Jenderal M.T. Haryono, Jenderal Sutoyo, Jenderal Suprapto yang diikat bersama-sama dengan Jenderal S. Parman. Terakhir adalah jenazah Lettu P.A. Tendean. Penganiayaan tersebut berlangsung sampai pukul 06.30 pagi. PENGAMANAN LANUMA HALIM PERDANAKUSUMA (2 OKTOBER 196 anglima Kostrad Mayjen TNI Seshato mengeluarkan perintah untuk segera mengamankan lapangan udara Halim Perdanakusuma mengingat kekuatan G.30.S/PKI berpusat di pangkalan tersebut. pasukan MPKAD sedang === [PDF page 75] === Pasukan yang akan melaksanakan tugas pengamanan terdiri atas 1 Yon RPKAD, 1 Yon Para Kujang Siliwangi yang diperkuat 1 kompi panser. e Pasukan bergerak pukul 03.00 tanggal 2 Oktober 1965 dari Markas Kostrad menuju lapangan udara Halim Perdanakusuma dari arah timur. Mereka tiba di tempat sasaran pukul 06.00 pagi tanggal 2 Oktober 1965. Lapangan Halim Perdanakusuma dijaga oleh Yon 454/Diponegoro yang diperalat G.30.S/PKI. Beberapa orang anggota RPKAD berhasil menyusup sampai ke tempat parkir pesawat-pesawat terbang, sedang anggota lainnya sudah berada di depan pasukan Yon 454. Dengan gerakan pendadakan, pasukan RPKAD dan Kujang berhasil melumpuhkan pasukan Yon 454. Pukul 06.10 Halim berhasil dikuasai oleh RPKAD dan Yon Para Kujang, dan gerakan selanjutnya ialah menguasai desa Lubang Buaya. “etelah menguasai Halim Perdanakusuma, ~~’ pasukan RPKAD melanjutkan gerakannya ke Lubang Buaya. Setelah daerah itu diamankan, mulailah diadakan pencarian jenazah perwira- === [PDF page 76] === perwira TNI AD yang diculik oleh gerombolan G.30.S/PKI. Sore hari tanggal 3 Oktober 1965 diperoleh petunjuk dari seorang anggota POLRI yang pernah ditawan oleh gerombolan G.30.S/PKI. la memberitahukan bahwa perwira-perwira tersebut sudah dibunuh dan jenazahnya dikubur di sekitar tempat pelatihan musuh. Ternyata jenazah dimasukkan ke dalam sumur tua, lalu ditimbun dengan sampah kering daun-daun singkong secara berselang-seling. Pengangkatan jenazah dilakukan pada tanggal 4 Oktober 1965 oleh anggota-anggota Kesatuan Intai Para Amfibi (KIPAM) dari Marinir (KKO-TNI-AL) dan anggota RPKAD. Satu persatu jenazah dikeluarkan yang pertama nampak adalah jenazah Lettu P.A. Tendean, jenazah Jenderal Suprapto dan S. Parman yang === [PDF page 77] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI diikat jadi satu. Setelah itu jenazah Jenderal Sutoyo, Jenderal Haryono, Jenderal A. Yani dan terakhir jenazah Jenderal Panjaitan. Jenazah-jenazah tersebut berada dalam kondisi > yang buruk sebagai akibat penganiayaan dan pembusukan di dalam sumur. Pengangkatan jenazah tersebut disaksikan oleh Panglima Kostrad Mayor Jenderal TNI Suharto. Dalam pidato singkatnya beliau mengatakan bahwa jenazah-jenazah tersebut merupakan bukti nyata kekejaman PKI. Pada tanggal 5 Oktober 1965 jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta dan pangkatnya dinaikkan satu tingkat. pre tanggal 11 Maret 1966 Kabinet Dwikora bersidang di Istana Negara, ditengah memuncaknya demonstrasi mahasiswa yang menuntut pembubaran PKI, pembersihan kabinet dari oknumoknum G.30.S/PKI dan penurunan harga. Presiden yang mendapat laporan bahwa istana dikepung oleh pasukan tidak dikenal, segera meninggalkan sidang dan berangkat ke Istana Bogor. Tiga orang perwira tinggi TNI | Angkatan Darat, yaitu Mayjen Basuki Rachmat, Brigjen M. Yusuf dan Brigjen Amir Machmud === [PDF page 78] === menyusul ke Bogor setelah melapor kepada Men/ Pangad Lecen Suharto. Mereka meyakinkan Presiden bahwa tidak benar ada pasukan tanpa identitas mengepung Istana dan menyampaikan pesan Lecen Suharto yang sanggup mengatasi keadaan apabila Presiden memberinya kepercayaan untuk tugas itu. Dari laporan itu lahirlah ide untuk memberikan Surat Perintah kepada Lecen Suharto. Presiden Sukamo memerintahkan ketiga perwira tinggi itu menyusun konsep surat perintah. Konsep itu kemudian dibaca oleh tiga orang Wakil Perdana Menteri yang juga berada di Istana Bogor. Surat perintah yang kemudian dikenal dengan Surat Perintah 11 Maret 1966 atau “Supersemar” berisi pemberian wewenang kepada Lecen Suharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu guna terjaminnya === [PDF page 79] === PELANTIKAN JENDERAL SUHARTO SEBAGAI PEJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Basis Panglima Angkatan Bersenjata menya- $ NN Sa NN Reli PTN NET taat) e lembaga-lembaga perwakilan rakyat dangan Presiden Sukarno y ere MUG abet cies ar alan tl eat p Mereka melakukan pendekatan pribadi kepada Presiden Sukarno, untuk mencari jalan keluar bagi | Ketua Sidang lstimowa MPRS, Jenderal sodang melantik Jonderal Suharto seb a NT esa Gl: MEN Ta ENG, === [PDF page 80] === pemecahan konftik tersebut sebelum berlangsungnya Sidang Istimewa MPRS. Setelah diadakan pertemuan beberapa kali, Presiden Sukarno memutuskan untuk menyerahkan kekuasaan pemerintahan sehari-hari kepada Jenderal Suharto. Pada tanggal 22 Februari 1967, ABRI dengan resmi menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Jenderal Suharto. Sementara itu pimpinan partai-partai politik dan para senior ABRI meminta Jenderal Suharto agar bersedia menerima kepemimpinan negara. Sidang Istimewa MPRS tanggal 12 Maret 1967 menghasilkan Ketetapan MPRS No.XXXIII/ MPRS/ 1967 walk Lensa eleva Gs) TINDAK LANJUT PELARANGAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA ada tanggal 12 Maret 1966 Partai Komunis Indonesia termasuk bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai tingkat daerah beserta semua organisasinya yang seazas/berlindung/ === [PDF page 81] === bernaung di bawahnya, dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah ' kekuasaan negara Republik Indonesia. Keputusan itu diperkuat oleh Ketetapan MPRS o.XXV/MPRS/ 1966, bahkan ditambah larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham 1 atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme. 1 Untuk mengantisipasi munculnya bahaya | laten komunis, berdasarkan Instruksi Presiden | No.10 tahun 1982, Komando Operasi Pemulihan. Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). A bekerja sama dengan Lembaga Pertahanan Nasional mengadakan Penataran Kewaspadaan Nasional (Tarpadnas) bagi pejabat di Departemen- AP 0 5 ‘arena uneras =f aspada === [PDF page 82] === wewenang menyelenggarakan Tampadnas. Sejak tanggal 19 September 1991 Tarpadnas Gikuti oleh waki-wakil pemuda dari 27 propinsi dan dari berbagai organisasi massa pemuda. === [PDF page 83] === FOTO PARA PAHLAWAN REVOLUSI ujuh foto Pahlawan Revolusi setengah badan dalam ukuran besar, dimulai dari sebelah kiri atas adalah foto Lecen TNI A. Yani, Mayjen TNI Suprapto, Mayjen TNI MT. Haryono, Mayjen TNI S. Parman dan dari sebelah kiri bawah adalah Brigjen TNI DI. Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo dan Lettu Pierre Andries Tendean. === [PDF page 84] === JUL KE ey uang Relik berisi barang-barang peninggalan Kg para Pahlawan Revolusi terutama pakaian me yang dikenakan pada saat mereka diculik dan dibunuh, petikan visum dokter, peluru diketemukan dalam tubuhnya, tali pengikat dan lain-lain. Di ruangan ini disajikan pula aqualung (alat bantu pemapasan) dan sebuah radio lapangan yang pernah digunakan Jenderal Suharto pada waktu memimpin penumpasan G.30.S/ PKI. === [PDF page 85] === iruang Teater pengunjung dapat menyaksikan film dokumenter. Film ini menggambarkan pengangkatan jenazah tujuh Pahlawan Revolusi, pemakamannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada tanggal 5 Oktober 1965, penjelasan Agen Polisi II Sukitman tentang penyiksaan Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya serta Sidang Mahkamah Militer Luar Biasa dan pelantikan Jenderal Suharto sebagai Pejabat Presiden pada tahun 1967. Masa putar film ini - 20 menit. MO ANGGAP ee had === [PDF page 86] === o, ficierieieiears cievee nity L | iu ” Pameran foto Pengangkatan Jenazah Tujuh Pahlawan Revolusi dan Pemakamannya. === [PDF page 87] === kekerasan yaitu melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap enam perwira tinggi dan satu perwira pertama yang terjadi pada tanggal | 1 Oktober 1965.: Setelah diculik, tujuh perwira tersebut dibawa ke desa Lubang Buaya di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Dari ketujuh perwira tersebut, empat diantaranya masih dalam keadaan hidup. Sesampainya di Lubang Buaya, keempat perwira yang masih hidup disiksa beramai- | ramai secara keji ' danbiadab oleh 4 gerombolan G.30 dibunuh satu persatu. === [PDF page 88] === Jenazah ketujuh perwira tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua dengan kedalaman 12 m dan berdiameter 75 cm dengan posisi kepala dibawah. Selanjutnya para gerombolan G.30 S/PKI, menutup sumur dengan timbunan batang-batang pisang, sampah secara berselang-seling beberapa kali dan terakhir sumur tersebut ditutup dengan tanah diatasnya. Sebagai tipuan mereka menggali lubang-lubang sehingga dapat menyesatkan bagi orang-orang yang akan mencari jenazah ketujuh perwira tersebut. Dari sumur tua ditemukan tujuh jenazah yaitu Letnan Jenderal TNI Ahmad yani, Mayor Jenderal TNI S. Parman, Mayor Jenderal TNI M.T Haryono, Mayor Jenderal TNI Suprapto, Brigadir Jenderal TNI Sutoyo, Brigadir Jenderal TNI D.I. Panjaitan, dan Letnan Satu Pierre Tendean. Berkat kerja keras dari satuan-satuan ABRI, jenazah-jenazah tersebut dapat diangkat pada tanggal 4 Oktober 1965 dalam keadaan rusak akibat penganiayaan secara kejam di luar batasbatas kemanusiaan.: === [PDF page 89] === HUMAH-RUMAH BERSEJAKAN a. RUMAH PENYIKSAAN /1 enjelang akhir Agustus 1965 pimpinan "Biro Khusus PKI Syam Kamaruzaman terus menerus mengadakan pertemuan. Pertemuan pada tanggal 22 September 1965 diselenggarakan di rumah Syam di jalan Pramuka Jakarta. Pertemuan tersebut membahas tentang penetapan sasaran gerak bagi masing-masing pasukan. Pasukan yang akan bergerak menculik atau membunuh para Jenderal yang dianggap lawan politiknya diberi nama pasukan Pasopati yang dipimpin oleh Letnan Satu Dul Arief. Pasukan tersebut bergerak dari Lubgng Buaya pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 yang didahului dengan gerakan penculikan. Mereka yang diculik adalah: === [PDF page 90] === Lecen TNI Ahmad Yani Mayjen TNI M.T. Haryono Mayjen TNI Suprapto Mayjen TNI S. Parman Brigjen TNI D.I Panjaitan Brigjen TNI Sutoyo Lettu Pierre Tendean a Eh i al ni daa Mereka yang masih hidup dimasukkan ke dalam rumah berukuran 8m X 15,5 m. | Secara kejam mereka dianiaya dan dibunuh oleh anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani serta organisasi lain yang merupakan organisasi satelit PKI. Setelah puas dengan segala kekejamannya semua jenazah dimasukkan ke dalam sumur lalu ditimbun dengan sampah dan tanah. Rumah yang digunakan untuk AN ya Ki Pehl === [PDF page 91] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI Sebelum meletus Pemberontakan G. 30.S/PKI rumah itu digunakan sebagai tempat belajar Sekolah Rakyat (sekarang SD). Di dalam rumah penyiksaan terdapat “ diorama yang menggambarkan penyiksaan para korban yang masih dalam keadaan hidup. Mereka adalah Mayor Jenderal TNI Suprapto, Mayor Jenderal TNI S. Parman, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo dan Lettu Czi Pierre Andries Tendean. b. RUMAH POS KOMANDO (5 umah ini milik seorang penduduk RW 02 Lubang Buaya bernama Haji Sueb. : Pada waktu meletusnya Gerakan 30 September PKI tahun 1965, digunakan oleh pimpinan gerakan yaitu eks Letkol Untung dalam rangka mempersiapkan penculikan terhadap === [PDF page 92] === Pada tanggal 30 September 1965 pukul 24.00 WIB, di rumah pos komando pasukan Pasopati dibriefing mengenai pelaksanaan gerakan. Pasukan Pasopati bergerak menuju sasaran setelah selesai menerima pengarahan dari Dul Arief. Sebagai bukti sejarah bagi generasi muda, rumah Haji Sueb diabadikan di Monumen Pancasila Sakti, untuk mengingat betapa kejamnya PKI terhadap para Pahlawan Revolusi. Di dalam rumah pos komando masih terdapat peninggalan barang-barang asli antara lain: 3 buah lampu petromaks, mesin jahit, dan lemari kaca. Cc. DAPUR UMUM umah dapur umum merupakan salah satu h bersejarah yang ada di lokasi Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya. Rumah tersebut dilestarikan sebagai koleksi benda bersejarah karena merupakan bagian dari sarana yang digunakan oleh PKI untuk menunjang terlaksananya kegiatan penganiayaan dan pembunuhan terhadap tujuh perwira TNI AD dalam peristiwa G.30.S/PKI. Rumah yang statusnya milik ibu Amroh digunakan oleh PKI sebagai tempat penyediaan sarana konsumsi gerombolan G.30.S/PKI di Lubang Buaya. Sebelum PKI menguasai desa Lubang Buaya (sekarang lokasi Monumen Pancasila Sakti) === [PDF page 93] === u - ae 5 / " ct ahh [Unreadable] ii 4 y i LI Maa mereka mengadakan pendekatan terlebih dahulu terhadap penduduk yang tinggal di lokasi Monumen. Untuk dapat mencapai tujuan, PKI memerintahkan para penduduk mengungsi untuk sergentara, karena di sekitar mereka sedang ada latihan perang secara besar-besaran baik siang maupun malam. Oleh karena itu kira-kira tiga hari sebelum I peristiwa G.30.S/PKI meletus, | Ibu Amroh yang sehari-harinya sebagai | pedagang pakaian keliling (cingkau) meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci dan tanpa menerima uang saku sepeserpun. | Mereka menuruti segala kemauan PKI karena dijanjikan atas keamanan rumah dan isinya. Walaupun akhirnya mereka tahu bahwa mereka dibohongi oleh PKI. Setelah mengungsi beberapa hari ke tempat sanak famili, para penduduk kembali ke Lubang === [PDF page 94] === Buaya atas saran dari para pamong desa tempat mengungsi. Alangkah terkejutnya mereka ketika mereka melihat keadaan rumah berantakan tidak karuan. Sebagian perabot hilang, sebagian lagi tercecer di halaman dan kebun. MOBIL DINAS MEN/PANGAD LETNAN JENDERAL TNI A. YANI etnan Jenderal Ahmad Yani selain sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) juga merangkap sebagai Kepala Staf Komando Tertinggi (KOTI) sejak bulan Pebruari 1965 sampai gugurnya beliau oleh gerombolan G.30.S/PKI. Mobil dinas dengan nomor registrasi AD-01, yang digunakan oleh Men/Pangad Lecen TNI A. Yani, mempunyai klasifikasi sebagai berikut: - Mobilproduksi: 64-3829 [Unreadable] - Mesin:: V-8 Cylinder cubic inch (6490), 250 Hp dan 4 barrel carburator. - Rocket Ultra Compression dengan sistem otomatis (power) pada transmisi, jendela, stir dan rem. - Ukuran ban: 8,25x 14 - Wama: Army green (hijau ABRI) Dengan surat keputusan Kementrian Angkatan Darat Nomor: Kep-504/6/1966, tanggal 6 Juni 1966 ..83 === [PDF page 95] === Mobil Dinas Men/Pangad, 1965. mobil dinas tersebut dihapus dari kekuatan dan pertanggung jawaban administrasi Arigkatan Darat menjadi hak milik keluarga Lecen TNI Ahmad Yani. Pada bulan Mei 1989 atas inisiatif Kepala Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI akhirnya mobil ini dipamerkan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta. === [PDF page 96] === MAL PERAK, ada tanggal 1 Oktober 1965 pukul 07.30, Mayor Jenderal TNI Suharto beserta stafnya sudah berada di markas Kostrad guna menganalisa dan mempelajari situasi. Dengan pedoman perintah Men/Pangad, apabila Men/ Pangad berhalangan maka kedudukan Men/Pangad digantikan bawahannya, dan juga telah mendapat saran dari beberapa perwira tinggi TNI AD. Atas perintah tersebut, Pangkostrad Mayor Jenderal TNI Suharto memutuskan untuk memegang pimpinan sementara TNI AD. Dengan menggunakan Jeep Toyota Kanvas Nomor: 04-62957/44-10, Mayor Jenderal Suharto segera bertindak untuk menumpas G.30.S/PKI, yang didalangi oleh eks. Letkol Untung dan tokoh PKI yang lain. Mayor Jenderal Suharto dari rumahnya di jalan Agus Salim, Jakarta menuju markas Kostrad menggunakan kendaraan dinas === [PDF page 97] === MUSEUM DAN MONUMEN PANCASILA SAKTI Kat Jeep Toyota Kanvas yang disetir oleh Pratu Suwondo. Pada 4 Oktober 1965, Mayor Jenderal TNI Suharto menuju desa Lubang Buaya untuk memimpin langsung jalannya pengangkatan jenazah yang dilaksanakan oleh pasukan KIPAM yang dipimpin oleh Kapten Winanto. 1 AM obil truk yang digunakan oleh pemberontak G.30.S/PKI untuk membawa jenazah Brigjen TNI D.I.Panjaitan, yang dipamerkan di lokasi Monumen Pancasila Sakti (pameran taman), adalah mobil truk Dodge tahun 1961 buatan USA dengan nomor polisi B.2982 L. Truk ini merupakan replika kendaraan jemputan P.N. Arta Yasa, yang sekarang divisi cetak uang logam Perusahaan === [PDF page 98] === Umum (Perum) Peruri. Kendaraan tersebut dirampas oleh pemberontak G.30.S/PKI di sekitar jalan Iskandar Syah, daerah Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pada tanggal 1 Oktober 1965, sekitar pukul 04.00 mobil tersebut berangkat dari kantor/pool kendaraan Perum Peruri. Setelah sampai di jalan Iskandar Syah, Blok M, Kebayoran Baru, dicegat oleh orang-orang berpakaian loreng dan memakai baret banyak diantaranya yang berhenti. Ketika mobil tersebut melewati orang-orang yang berpakaian loreng, supir yang bernama Omon ditodong dengan senjata yang ditembakkan keatas, sehingga pengemudi mobil jemputan P.N. Arta Yasa ketakutan dan memberhentikan mobilnya. Akhirnya mobil tersebut dirampas, digunakan oleh pemberontak untuk menculik dan mengangkut jenazah Brigjen TNI D.I. Panjaitan dari rumahnya di jalan Hasanudin 52, Kebayoran Baru ke desa Lubang Buaya, Pondok Gede. PANSER SARACEEN Keane dengan tipe PCMK - 2 Saraceen adalah sebuah kendaraan lapis baja yang berasal dari negara Inggris. Kendaraan tersebut digunakan oleh organik Batalyon Kavaleri 7 Kodam V/Jaya. Pada tanggal 5 Oktober 1965 panser ini digunakan untuk membawa jenazah === [PDF page 99] === Lecen M.T. Haryono dari Markas Besar Angkatan Darat menuju ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pada tahun 1976 panser ini dipindahkan ke Batalyon Kavaleri 3 Kodam VIII/ Brawijaya untuk mendukung operasi militer di Timor Timur. Pada bulan Juli 1985, panser ditarik dari penugasan di Timor Timur dan kemudian pada tahun 1987 dipamerkan di halaman Monumen Pancasila Sakti. === [PDF page 100] === Joo Pahlawan Revolusi terletak 45 m sebelah utara cungkup sumur maut. Patung Pahlawan Revolusi berdiri dengan latar belakang sebuah dinding setinggi 17 m, dihiasi patung Garuda Pancasila. Dinding yang berbentuk trapesium tersebut berdiri di atas landasan yang berukuran 17 x 17 m2 dengan tangga yang tingginya 7 anak tangga. Ketujuh patung Pahlawan Revolusi berdiri berderet dalam setengah lingkaran dari Barat ke Timur yaitu: patung Brigjen TNI Sutoyo, Brigjen TNI Panjaitan, Mayjen TNI S. Parman, Lecen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, dan Kapten P. Tendean. Ketujuh patung berdiri pada alas yang berbentuk lengkung dengan hiasan relief yang melukiskan peristiwa prolog, kejadian dan penumpasan G.30./S/PKI oleh ABRI dan rakyat. === [PDF page 101] === CITA-CITA PERJUANGAN KAMI UNTUK MENEGAKKAN KEMURNIAN PANCASILA TIDAK MUNGKIN DIPATAHKAN HANYA DENGAN MENGUBUR KAMI DALAM SUMUR INI LUBANG BUAYA, 1 OKTOBER 1965 === [PDF page 102] === [Blank page; only faint mirror-image show-through of the facing/reverse page is visible]