Booklet Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), 1992
Cleaned OCR text (Good (0.893); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
(Yluseum
Pengkhianatan PAI
CKhomuni) |
sg Lelad Cabo ead Coded Cala Cal) Cat
=== [PDF page 2] ===
IDE
DESIGN KULIT
: Kapusyarah ABRI
: Tim Pusyarah ABRI
: Kharisma
=== [PDF page 3] ===
Museum
Pengkhianatan Phl
CKomuni)
MARKAS BESAR
ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA
PUSAT SEJARAH DAN TRADIS!I ABRI
1992
=== [PDF page 4] ===
Pengantar;
Sebagai Salah satu Badan Pelaksana Pusat di lingkungan Mabes ABRI, fungsi utama Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI ialah menyajikan sejarah perjuangan ABRI khususnya dan sejarah perjuangan bangsa pada umumnya baik dalam bentuk
historiografi maupun visual dan audio-visual. Salah satu wadah bagi penyajian visual adalah museum.
Berdirinya Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) ini merupakan perwujudan dari gagasan pimpinan ABRI. Gagasan itu bertolak dari kesadaran tentang adanya bahaya laten komunisme sekalipun secara konstitusional PKI sudah dibubarkan dan ajaran komunisme dilarang di seluruh wilayah Indonesia. Untuk mengantisipasi bahaya itu, dilakukan berbagai usaha antara lain dengan cara membeberkan pengkhianatan dan pemberontakan yang pernah dilakukan PKI terhadap negara Republik Indonesia
yang berdasarkan Pancasila dan penumpasannya oleh pemerintah, ABRI dan rakyat, dalam wujud museum diorama.
Dengan penuh kebijaksanaan dan pertimbangan pimpinan ABRI telah memilih lokasi Lubang Buaya sebagai tempat didirikannya museum ini. Sebagaimana di ketahui, di tempat ini sudah berdiri Monumen Pancasila Sakti yang secara khusus dibangun untuk mengenang putera-putera terbaik bangsa yang dibunuh PKI di tempat ini ketika PKI melancarkan pemberontakan yang dikenal sebagai G.30.S/PKI. Museum Pemberontakan PKI (Komunis) ini pada hakekatnya adalah perluasan dari monumen.
yang sudah ada, dalam arti tidak hanya menyajikan pengkhianatan/pemberontakan yang dilakukan PKI dalam rangkaian Gerakan Tigapuluh September, akan tetapi juga
pengkhianatan/pemberontakan yang dilakukan pada waktu-waktu sebelum dan sesudahnya.
Adalah tidak mungkin menyajikan semua tindakan pengkhianatan/ Pemberontakan PKI dan penumpasannya dalam museum ini. Penyajian 37 peristiwa dalam bentuk diorama ini, merupakan hasil seleksi yang didasarkan atas pertimbangan bobot, klasifikasi, dan kemungkinan visualisasinya.
=== [PDF page 5] ===
Museum ini dibangun sebagai sarana untuk mengingatkan kita kepada pengkhianatan dan pemberontakan PKI terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia yang kita cintai ini serta penumpasannya oleh ABRI DAN RAKYAT. Dengan mengingat peristiwa-peristiwa tersebut diharapkan kita akan lebih waspada dalam mengantisipasi setiap kemungkinan timbulnya bahaya yang sejenis.
Sudah barang tentu Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) ini masih banyak kekurangannya, baik bangunan, isi maupun penataannya. Kepada semua pihak diharapkan untuk ikut serta dalam penyempurnaannya.
Jakarta, 1 Oktober 1992
KEPALA PUSAT SEJARAH DAN
TRADISI ABRI
Selaku
KETUA PANJA
LAm\ <
IDRUS
BRIGADIR JENDERAL TNI
=== [PDF page 6] ===
rererere
PANGLIMA ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA
Sambutan
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Pada
Berdirinya Museum ”Pengkhianatan PKI (Komunis)”
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, saya menyambut gembira berdirinya Museum "Pengkhianatan PKI (Komunis)” ini, sebagai wujud sumbangsih ABRI kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dengan berdirinya museum ini, berarti bertambahnya sarana penyajian sejarah perjuangan bangsa kita, khususnya perjuangan dalam mempertahankan Ideologi Pancasila dari rongrongan pihak komunis, dalam hal ini Partai Komunis Indonesia (PKI).
Sepanjang sejarah Republik Indonesia, kaum komunis sudah berkali-kali berusaha merebut kekuasaan negara dan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis. Namun berkat keteguhan dan keyakinan kita akan kebenaran ideologi Pancasila serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, maka usaha-usaha pihak komunis senantiasa dapat kita patahkan. Kita semua menyadari, bahwa bahaya laten komunisme itu akan tetap ada. Komunisme dapat menjadi bahaya nyata apabila kita lengah mengantisipasinya. Kelengahan itu timbul apabila kita kurang atau tidak mngetahui sama sekali cara-cara pihak komunis mempengaruhi rakyat, apalagi bila kita tidak mengetahui sejarah pengkhianatan/pemberontakan yang telah mereka lakukan terhadap bangsa dan negara kita dimasa lalu. Pengetahuan itu dapat kita peroleh dengan mempelajari sejarah perjuangan bangsa kita, antara lain melalui museum "Pengkhianatan PKI (Komunis)” ini.
Museum ini didirikan di lokasi yang tepat, yakni di lokasi yang pernah digunakan oleh PKI sebagai basis untuk melancarkan pemberontakan merebut kekuasaan negara pada tahun 1965. Di lokasi ini pula, mereka menganiaya dan membunuh secara keji, kejam dan biadab putera-putera terbaik bangsa, yang dengan gigih mempertahankan Ideologi Pancasila. Dengan demikian, museum ini akan selalu mengingatkan kita kepada cara-cara tidak terpuji yang dilakukan oleh PKI, sekaligus mengingatkan kita
=== [PDF page 7] ===
akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menghadapinya. Ingatan terhadap cara-cara tidak terpuji itu perlu ditambah dengan suatu kesadaran, bahwa komunisme tetap merupakan bahaya laten, sehingga kita akan senantiasa berusaha meningkatkan kewaspadaan demi tegaknya Pancasila serta keberhasilan dan kesinambungan pembangunan bangsa..
Selaku penanggung jawab pembangunan museum "Pengkhianatan PKI (Komunis)” ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada semua pihak yang telah ikut berperanserta dalam pembangunannya.
Saya berharap agar museum ini dapat memberikan banyak manfaat kepada kita semua, khususnya kepada generasi muda yang tidak mengalami dan merasakan kebiadaban PKI, dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan memantapkan motivasi juang, demi kelangsungan hidup bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Semoga Tuhan yang Maha Esa, senantiasa meridhoi dan memberkahi kehadiran museum "Pengkhianatan PKI (Komunis)” ini.
Sekian dan terima kasih.
Jakarta, 1 Oktober 1992
=== [PDF page 8] ===
Pendahuluan
Oleh karena sejak semula bangsa Indonesia telah bersepakat bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara RI bahkan sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia, maka penghayatan dan pengamalan Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat maupun bernegara. Sejarah mengajarkan bahwa penyimpangan terhadap penghayatan dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara telah menimbulkan malapetaka kepada rakyat Indonesia.
Di masa lalu penyelewengan dan pemberontakan yang silih berganti terjadi, adalah akibat belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila sebagai azas kehidupan dan sumber dari segala tingkah laku politik.
PKI bersama organisasi massanya sejak tahun 1945, berusaha mengganti Pancasila melalui aksi dan makar yang berbeda-beda bentuknya. Aksi ini dimulai dengan gaya merebut kekuasaan pemerintahan daerah, merebut kekuasaan politik model pemberontakan Madiun tahun 1948, sampai dengan kudeta G 30 S/PKI tahun 1965. Semua aksinya itu jelas bertujuan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Komunisme. Sekalipun akhirnya‘gerakan dan aksi-aksi PKI berhasil ditumpas secara fisik, namun komunisme harus tetap diwaspadai sebagai bahaya laten meskipun sistem komunisme internasional telah mengalami keruntuhan total.
Era globalisasi sebagai era baru bagi hubungan bangsa-bangsa di dunia, yang ditandai dengan pesatnya industrialisasi dan informasi menuntut kita untuk lebih bersikap waspada terhadap upaya pemandulan Pancasila. Komunisme beserta sistemnya bukanlah tinggal sebagai satu kisah sejarah masa lalu namun seiarah mencatat bahwa komunisme telah dua kali mengkhianati Pancasila. Oleh karena itu komunisme merupakan bahaya yang harus diperhitungkan khususnya pada Saat bangsa kita sedang melaksanakan pembangunan nasional.
Akibat pengaruh globalisasi ini, penafsiran terhadap peristiwa itu cenderung kabur dan menyesatkan. Keadaan yang seperti ini tidak boleh berkembang berlarut-larut sehingga membentuk opini baru yang memutarbalikkan kenyataan sejarah. Oleh karena itu perlu adanya upaya secara dini untuk menjernihkan penafsiran sejarah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pembangunan Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) di kompleks Monumen Pancasila Sakti ini, tidak terlepas kaitannya dengan usaha meningkatkan kewaspadaan nasional dalam rangka pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa secara keseluruhan.
=== [PDF page 9] ===
Pembangunan Museum Pengkhianatan PKI (Komunis)
Pemrakarsa
ABRI terpanggil memprakarsai terwujudnya sarana penangkal yang efektif terhadap bahaya laten komunisme melalui penyajian visual yang ditata dalam bentuk diorama.
Sebagai tindak lanjut dari prakarsa tersebut, Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutrisno mengeluarkan Surat Keputusan No. Skep/323/VI/1990 tanggal 7 Juni 1990 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Anggota Panitia Kerja Proyek Pembangunan Museum Ekstrim Kiri di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta yang diketuai oleh Kapusyarah ABRI dengan Perubahan | Surat Keputusan Pangab No. Skep/323a/VI/1990 tanggal 9 Juli 1991.
Maksud
Untuk merekam peristiwa aksi pemberontakan dan pengkhianatan PKI bersama organisasi massanya di seluruh tanah air terhadap pemerintah dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 serta penumpasannya yang dilakukan oleh rakyat bersama ABRI.
Diorama: Peristiwa Tiga Daerah (4 November 1945)
=== [PDF page 10] ===
Tujuan
Untuk memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa, memperkokoh ketahanan nasional terhadap ancaman bahaya laten komunisme serta memantapkan stabilitas nasional demi suksesnya pembangunan nasional dalam rangka mencapai tujuan nasyonal.
Penangeung Jawab
Pembangunan museum ini merupakan proyek Markas Besar ABRI yang didelegasikan oleh
Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno kepada Kapusyarah ABRI Brigjen TNI Sudarko, kemudian Brigjen TNI Idrus.
Pembangunan Gedung Museum
Bertindak selaku pelaksana pembangunan gedung adalah PT. Dwi Satrya Indah di bawah pimpinan Ir. Hisam Basir. Bertindak selaku konsultan adalah PT. Tripanoto Sri Konsultan yang dipimpin oleh Ir. Yan Ciptadi, |Al. Puskon Hankam/ABRI bertindak selaku Tim Konstruksi, diketuai oleh Kapuskon Hankam/ABRI Brigjen TNI Bintarto. Sedangkan Penilik dan Pengawas Pembangunan gedung dari Pusyarah ABRI dan Puskon Hankam/ABRI.
Gedung Museum ini dibangun berbentuk joglo dengan luas seluruhnya 3.068,50 meter persegi (gedung induk dan fasilitas tambahan). Bangunannya disesuaikan dengan bangunan gedung Paseban yang telah ada agar serast dengan lingkungan sekitarnya. Gedung museum ini dibangun bertingkat (2 lantai), ditambah dengan fasilitas pendukung antara lain: ruang pengantar/ pengarahan, ruang konservasi, ruang fumigasi, ruang slide, ruang peralatan AC dan listrik, bangunan kantor, pendopo, kanopi, selasar dan jembatan beratap yang menghubungkan gedung museum ini dengan gedung Paseban agar pengunjung tersalurkan secara terarah sesuai, cesean urut-urutan kejadian sejarah yang disajikan.
Data Teknis Bangunan
Bangunan induk dan bangunan penunjang dibangun dengan konstruksi beton bertulang.
Kuda-kuda dan jembatan dengan konstruksi baja. Dinding dan kolom dengan penampilan beton expose. Atap bangunan gedung dari genteng keramik diglasur. Atap jembatan dari fibre glass.
Seluruh bangunan luasnya 3.068,50 m2, terdiri atas:
=== [PDF page 11] ===
Bangunan Induk seluas
[Unreadable] b Lantai II: 1.056,60 m?
c Kantor 192,00 m2 d Teras 225,20 m2 e Kanopi 67,60 m?
Bangunan Penunjang seluas 410,50 m?
a Pendopo 150,00 m?
b KM/WC umum 27,00 m?
c Salasar halaman 112,50 m?
d Jembatan 85,00 m?
e Bangunan tangga jembatan: 36,00 m?
Diorama:
Pemberontakan PKI di Madiun ( 18 September 1948)
=== [PDF page 12] ===
10
Halaman Museum
Untuk menambah keindahan dan daya tarik bagi pengunjung Monumen Pancasila Sakti, di
halaman gedung Paseban dan Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) dibangun sebuah air mancur.
Pekerjaan Isi Kesejarahan:
Koleksi museum berupa 37 diorama terdiri atas ukuran kolosal, life size, besar, sedang dan kecil dibuat oleh PT. Tiga Hasta Kreatifa di bawah pimpinan Edhi Sunarso, yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Bertindak selaku konsultan dan pengawas pembuatan isi kesejarahan adalah pejabat dari Pusyarah ABRI.
’ Diorama tersebut dibuat berdasarkan hasil penelitian Tim Peneliti Sejarah Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI ke berbagai daerah di Sumatera, Kalimantan dan terutama Jawa. Dalam penelitian ini dilakukan juga kerjasama dengan instansi terkait di daerah.
Tata Pameran
Museum ini disajikan dalam bentuk diorama yang didukung oleh vitrin yang berisi dokumen, benda-benda replika, foto-foto, pamflet dan lain-lain yang berhubungan dengan diorama tersebut, dengan maksud memudahkan pengunjung memahami isi koleksi yang disajikan. Untuk menambah daya tarik, penyajiannya dilengkapi dengan suara yang menyangkut peristiwa di diorama tersebut.
Suara itu dioperasikan dengan sistem coin. Adapun urutan peristiwa yang didioramakan itu adalah sebagai berikut:
Presiden RI Suharto: “Kita semua bertekad agar tragedi Nasional yang berpuncak pada pemberontakan G.30.S/PKI itu merupakan pengalaman pahit terakhir dan tak akan terulang Kembali spanjang zaman”
=== [PDF page 13] ===
A. Di Gedung Museum:
Peristiwa Tiga Daerah (4 November 1945)
Aksi Teror Gerombolan Ce Mamat (9 Desember 1945)
Aksi Kekerasan Pasukan Ubel-Ubel di Sepatan Tangerang (12 Desember 1945)
Pemberontakan PKI di Cirebon (12 Februari 1946)
Peristiwa Revolusi Sosial di Langkat (9 Maret 1946)
Pemogokan Buruh Sarbupri di Delanggu (23 Juni 1948)
Pengacauan Surakarta (19 Agustus 1948)
Pemberontakan PKI di Madiun (18 September 1948)
Pembunuhan di Kawedanan Ngawen (Blora) (20 September 1948)
Pembebasan Gorang Gareng (28 September 1948)
Penghancuran PKI di Sooko (28 September 1948)
Pembantaian di Dungus (1 Oktober 1948)
Pembunuhan Massal di Tirtomoyo (4 Oktober 1948)
Musso Tertembak Mati (31 Oktober 1948)
Penangkapan Amir Syarifuddin (29 November 1948)
Serangan Gerombolan PKI ke Asrama Polisi Tanjung Priok (6 Agustus 1951)
Peristiwa Tanjung Morawa (16 Maret 1953)
Lahirnya MKTBP PKI (14 Maret 1954)
D.N. Aidit Diadili (25 Februari 1955)
Kampanye Budaya PKI (25 Maret 1963)
. Rongrongan PKI Terhadap ABRI (1964-1965)
. Peristiwa Kanigoro (13 Januari 1965)
_ Peristiwa Bandar Betsy (14 Mei 1965)
Pawai Ofensif Revolusioner PKI (23 Mei 1965)
Penyerbuan Gubernuran Jawa Timur (27 September 1965)
Penguasaan Kembali Gedung RRI Pusat (1 Oktober 1965)
_ Peristiwa Kentungan Yogyakarta (2 Oktober 1965)
Rapat Umum Front Pancasila (9 November 1965)
Penangkapan D.N. Aidit (22 November 1965)
Sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmillub) (14 Februari 1966)
_ Rakyat Jakarta Menyambut Pembubaran PKI (12 Maret 1966)
. Operasi Trisula di Blitar Selatan (20 Juli 1968)
_ Penumpasan Gerakan PAI Illegal Iramani di Purwodadi (27 Januari 1973)
Tertembak Matinya S.A. Syofian (12 Januari 1974)
=== [PDF page 14] ===
B. Di Gedung Paseban:
1. Proses Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (11 Maret 1966).
2. Pelantikan Jenderal TNI Suharto sebagai Pejabat Presiden RI (12 Maret 1967).
3. Tindak Lanjut Pelarangan Komunisme di Indonesia (26 Juni 1982).
Diatoma: Rapat Umum Front Pancasila (9 November 1965)
Mendikbud Prof. Dr. Fuad Hasan: “Peristiwa G.30.S/PKI seperempat Abad yang lalu, semakin menjauh dari masa kini. Agar peristiwa tersebut tidak semakin surut dalam perjalanan Bangsa, perlu penyegaran ingatan agar dari sejarah itu Bangsa Indonesia dapat memetik hikmah dan pelajaran yang berharga’.
12
=== [PDF page 15] ===
Data Teknis
Diorama
A. Di Gedung Museum:
ere w FFM H FOT®
ore >
Diorama Kolosal 2 (dua) buah:
Lebar 11,00 meter
Kedalam 4,50 meter
Tinggi 3,25 meter
Diorama besar 9 (sembilan) buah:
Lebar; 6,00 meter
Ke dalam 4,50 meter
Tinggi 3,25 meter
Diorama sedang 16 (enam belas) buah:
Lebar 4,50 meter
Ke dalam 3,50 meter
Tinggi 2,75 meter
Diorama kecil 7 (tujuh) buah:
Lebar 2,50 meter
Ke dalam 2,50 meter
Tinggi 2,50 meter
B. Di Gedung Paseban:
ore 6%
. Diorama life size 2 (dua) buah:
Lebar 7,50 meter
Ke dalam 4,50 meter
Tinggi 3,75 meter
Diorama besar | (satu) buah:
Lebar 7,00 meter
Ke dalam 4.50 meter
Tinggi 3,75 meter
13
=== [PDF page 16] ===
Dede Mngtatan Mereburi #ehorangs Ehi, serta kendana pel IAIN baik Cartenet maupen Intarsarterak
DR, Verintak Bariaa Tengikan Tertinggi Angkatan Persunjana/ Previken/Penditan Benar Reveberi padu tanggal £ baret Ink
MANjAK matah menalihara kepsaiapinan 4
"1 dn/Pangitan Tersinggi/Pestapin Benar evebuat serta segala Wpremacaranaya
Erextantas/Mencrintahhag | Kanede " UKTNAN OPUNGMAL SOKANYO, MENTERI PANCLIMA ANGKATAN BAKAT
Hatah 4 Ntar mean Proriten/Tengikan Tertingai/Pesiapin Besar Keren
test a
D. Mengambil segala Unduhan yang disnggep perlu, watak Kerdijanianja kesnanan dan ketenangan serta kentabilan #jnlennja Tenerintahan dan jalanaya Hereluri, serta menjanin kersanatan peibati dan Nevibevana Piepinan Preniten/Pungi lan Tertiagai/Peninpia Barar Reehusi/ Pandatarta MLPRI, dont watak kestahan Pengen dan Ha
dan melaksanakan dangan pasal
svnis sejaran Penlapia besar Kerelani
1. Mengadakan keordineat pelihsanaan perintah dengan Fengs
metana
MN Pbna ma
Jarrta, Ih Karan IG
JAE
Sumber: Dokumentasi Pusyarah ABRI
14
Menhankam L.B. Murdani: “Penanggulangan ancaman Komunis merupakan tugas seluruh Bangsa dan kewaspadaan terhadap bahaya Komunis perlu terus digalakkan. Sesuai doktrin perjuangan Komunis, perjuangan mereka tidak akan pernah berhenti. Mereka bangkit kembali karena kelengahan, kerawanan, kelemahan dan
kekurang-waspadaan kita”.
SNN
[re-OCR’d Oct 18 2026: tesseract 200 dpi, replaces earlier text for this page]
=== [PDF page 17] ===
Panitia Kerja
Pembangunan Gedung:
Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno
Penanggung Jawab
Brigjen TNI Idrus, Kapusyarah ABRI - Ketua Panitia Kerja merangkap Ketua Tim Isi Kesejarahan
Brigjen TNI Bintarto, Wakil Ketua Panitia Kerja merangkap Ketua Tim Konstruksi Pembangunan Gedung
Kolonel Laut(Kh) Drs. Masfar R. Hakim - Sekretaris
Drs. Bambang Sumadio - Anggota/Konsultan
Kolonel Art. Abikusno - Anggota/Konsultan
Letkol. Sus. Drs. Sudaryo - Anggota/Konsultan
Letkol. Caj. A. Maulana - Anggota/Konsultan
Letkol. Laut(Kh) Ir. Sutrisno - Anggota/Konsultan
Letkol. Caj. Utoyo LS - Anggota/Konsultan
Tim Konstruksi Pembangunan Gedung - Puskon Hankam/ABRI
Brigjen TNI Bintarto - Ketua
Kolonel Laut(Kh) Ir. Prapto Sayogo - Kabid Ren Kolonel Czi. Suwaji - Kabid Min
Kolonel Czi. Harmain - Kabid Dak
Kolonel Czi. Drs. Marsum Madaswan - Kabid Dalwas Letkol. Czi. Eddy Kastu - Kasubbid Was Bid Dalwas
: PT. Dwi Satrya Indah - Pelaksana Pembangunan Gedung
Hisam Basir - Direktur Utama
- - Arief Basir - Direktur Teknik
Ghilman Harya Udaya - Direktur Keuangan Bambang Darwanto - Manajer Proyek Bambang Wijayanto - Asisten Manajer Proyek Sony Wibisono - Manajer Perencanaan Iwan Setiawan - Koordinator Lapangan Ageung Wahyu - Koordinator Lapangan Lilik Budianto - Koordinator Lapangan Bambang Prasetyo - Koordinator ME Faisal Bisir - Logistik
.H. Priyono - Administrasi Keuangan
Yoga Susanto - Administrasi Keuangan
15
=== [PDF page 18] ===
16
Tim Isi Kesejarahan
: Penilik Pembangunan Gedung
Kolonel Czi. Izuddin
: Pengawas Pembangunan Gedung
Letkol. Inf. N. Sitepu - Ketua/RE
Mayor Czi. Basuki KS- Pengawas Teknik PNS. Herman Manuhutu - Pengawas Teknik PNS. Hilarus Suwarjono - Pengawas Teknik
: PT. Tripanoto Sri Konsultan - Konsultan Pembangunan Gedung
Ir. Yan Ciptadi,!Al - Direktur Manajemen Konstruksi
Ir. Loka Sangganegara, IAI - Direktur Perencanaan
Ir. Indracaya - Manajer Perencanaan Arsitektur
Ir. Ruurdoto - Manajer Perencanaan Mekanikal/Elektrikal Ir. R. Hanarito - Manajer Pemasaran
Ir. Rasyid Subagio - Manajer Perencanaan Sipil Suratman - Jobcaptain Perencanaan
: Tim Peneliti Kesejarahan - Pusyarah ABRI
Brigjen TNI Idrus - Ketua
Kolonel Kav. Suparmo - Wakil Ketua
Kolonel Inf. Drs. Makmun Salim - Sekretaris
Kolonel Adm. Sidik Wacono - Ketua Kelompok Peneliti DKI | (Ketua Poklit DKI 1)
Kolonel Adm. Sri Suminten - Ketua Kelompok Peneliti DKI Il (Ketua Poklit DKI Il)
Kolonel Inf. Drs. Saleh AD - Ketua Kelompok Peneliti Jawa Tengah | (Ketua Poklit Jateng 1)
Kolonel Sus. Dra. Sri Hartani L - Ketua Kelompok Peneliti Jawa Tengah Il (Ketua Poklit Jateng II)
Letkol. Sus. Darsih SP - Ketua Kelompok Peneliti Jawa Timur | (Ketua Poklit Jatim |)
Kolonel Laut(Kh) Drs. Masfar R. Hakim - Ketua Kelompok Peneliti Jawa Timur Il (Ketua Poklit Jatim Il)
Drs. Amrin Imran - Ketua Kelompok Peneliti Sumatera (Ketua Poklit Sum)
=== [PDF page 19] ===
- Kolonel Czi. Izuddin - Ketua Kelompok Peneliti Kalimantan (Ketua Poklit Kal)
: PT. Tiga Hasta Kreatifa - Pelaksana Pembuatan Isi Kesejarahan - Edhi Sunarso - Penanggang Jawab - Arie Sutondo - Koordinator Pelaksana - Harsono Aldan - Peneliti Data Visual - Suryo Lelono - Peneliti Data/Fotografi
: Pengawas Pembuatan Isi Kesejarahan - Kolonel Inf. Drs. Saleh AD - Ketua - Kolonel Laut(Kh) Drs. Masfar R. Hakim - Anggota - Letkol. Inf. Drs. Awy Widoyo - Anggota
: Konsultan Isi Kesejarahan - Kolonel Inf. Ors. Saleh AD - Ketua - Letkol. (Pur). Drs. M. Cholil - Anggota - Drs. Tanu Suherly - Anggota
: Konsultan Konstruksi Isi Kesejarahan - Kolonel Czi. Izuddin
Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno: “Jangan secara sadar atau tidak sadar mengaburkan kejahatan G.30.S/PHI.
Perlu usaha-usaha pencegahannya baik dalam skala besar maupun Kecil, agar peristiwa serupa tidak terulang
kembali, Harus selalu waspada terhadap usaha-usaha untuk menggantikan Pancasila dengan ideologi lain”.
17
=== [PDF page 20] ===
Jenderal TNI Try Sutrisno
Penanggung Jawab
Panitia Kerja
Brigjen TNI Sudarko Brigjen TNI Idrus Brigjen TNI Bintarto Ketua (1990 - 1991) Ketua (1991 - Sekarang) Wakil Ketua
18
=== [PDF page 21] ===
ae a e i. *
Kol. Laut(Kh). Drs. Masfar R. Hakim Drs. Bambang Sumadio Sekretaris Anggota/Konsultan
Kol. Art. Abikusno Letkol. Sus. Drs. Sudaryo Letkol. Caj. A. Maulana
Letkol. Laut(Kh). Ir, Sutrisno Letkol. Caj. Utoyo LS Anggota/Konsultan Anggota/Konsultan
19
=== [PDF page 22] ===
Tim Konstruksi Pembangunan Gedung Puskon Hankam/ABRI
Brigjen TNI Bintarto
Ketua et nS >
Kol. Laut(Kh). Ir. Prapto Sayogo Kol. Czi. Suwaji Kabid Ren Kabid Minkon
Kol. Czi. Harmain Kol. Czi. Drs. Marsum Madaswan Letkol. Czi. Eddy Kastu Kabid Dak Kabid Dalwas Kasubbid Was Bid Dalwas
20
=== [PDF page 23] ===
Pelaksana Pembangunan Gedung PT. Dwi Satrya Indah
Hisam Basir
Direktur Utama
Bambang Darwanto Bambang Wijayanto Sony Wibisono Manajer Proyek Ass. Manajer Proyek Manajer Perencanaan
21
=== [PDF page 24] ===
Iwan Setiawan
Koord. Lapangan
Ageung Wahyu Bambang Prasetyo Faisal Bisir Koord. Lapangan Koordinator ME Logistik
LH. Priyono Yoga Susanto
Adm. Keuangan Adm, Keuangan
=== [PDF page 25] ===
Penilik Pembangunan Gedung
Kol. Czi. Izuddin
Penilik
Pengawas Pembangunan Gedung
Letkol. Inf. N. Sitepu
Ketua/RE
Mayor Czi. Basuki KS PNS. H. Manuhutu PNS. H. Suwarjono Pengawas Teknik Pengawas Teknik Pengawas Teknik
23
=== [PDF page 26] ===
Konsultan Pembangunan Gedung PT. Tripanoto Sri Konsultan
Ir. Yan Ciptadi, IA
Direktur Manajemen Konstruksi
Ir. Loka Sangganegra, IAI
Direktur Perencanaan
Ir. Indracaya Ir. Ruurdoto Ir. R. Hananto Manajer Perencanaan Arsitektur Manajer Perencanaan Mekanikal/ Manajer Pemasaran Elektrikal
Ir. Rasyid Subagio
Manajer Perencanaan Sipil
Suratman
Jobcaptain Perencanaan
=== [PDF page 27] ===
Tim Peneliti Kesejarahan
Pusyarah ABRI
Kol. Kav. Suparmo
Wakil Ketua
Qtr
Kol. Adm. Sidik Wacono
Ketua Poklit DKI I
Brigjen TNI Idrus
Kol, Inf. Drs. Makmun Salim Sekretaris
i K =a
Kol. Adm. Sri Suminten
Ketua Poklit DKI II
=== [PDF page 28] ===
Kol. Inf. Drs. Saleh AD
Ketua Poklit Jateng I
cit. Y
Kol. Laut(Kh). Drs. Masfar R. Hakim
Ketua Poklit Jatim IT
26
Kol. Sus. Dra. Sri Hartani L- Ketua Poklit Jateng II
Drs. Amrin Imran
Ketua Poklit Sum
Letkol. Sus. Darsih SP
Ketua Poklit Jatim I
Kol, Czi. Izuddin
Ketua Poklit Kal
=== [PDF page 29] ===
Pengawas Pembuatan Isi Kesejarahan
—_ eax 5
[Unreadable]
Kol. Inf. Drs. Saleh AD Kol. Laut(Kh). Drs. Masfar R. Hakim Letkol. Inf. Drs. Awy Widoyo Ketua Anggota Anggota
Konsultan Isi Kesejarahan
Kol, Inf. Drs. Saleh AD Letkol. (Pur). Drs. M. Cholil Drs. Tanu Suherly Ketua Anggota Anggota
Konsultan Konstruksi
Isi Kesejarahan
Kol. Czi. Izuddin
=== [PDF page 30] ===
DIREKSI & SELURUH KARYAWAN
PT. GARUDA INDONESIA
MENGUCAPKAN
SELAMAT ATAS DIRESMIKANNYA MUSEUM SEJARAH
PEMBERONTAKAN/PENGHIANATAN KOMUNIS
DI INDONESIA DAN PENUMPASANNYA (1945- SELESAI)
DI MONUMEN PANCASILA LUBANG BUAYA JAKARTA
PADA TANGGAL: 1 OKTOBER 1992
SEMOGA KEHADIRAN MUSEUM TERSEBUT
DAPAT BERMANFAAT BAG! GENERASI SELANJUTNYA
SEBAGAI TOLAK UKUR UNTUK MEMPERTAHANKAN
IDEOLOGI PANCASILA
Garuda Indonesia Y=
=== [PDF page 31] ===
An Indonesian CULTURAL CENTER and RESTAURANT Presenting:
All over Indonesian Traditional Dancing and Musical Performances
Serving:
Most popular Indonesian dishes, Thai food and Chinese Cuisine
Open Daily:
11.00 am - 15.00 pm
19,00 pm - 22.00 pm
THEATRE RESTAURANT
EXPERIENCE THE INDONESIAN TRADITION
Other facilities:
* Banquet and Convention
% Private Room for 40 persons % Wedding Package
%* Open Air Garden Restaurant % Executive Lounge
% Dim Sum / Chinese Breakfast
MUSEUM SATRIAMANDALA
Ji Jend. Gatot Subroto 14 Jakarta 12930 Phone: 5204036, 516102. (Fax) 5204118
=== [PDF page 32] ===
Pimpinan Edhi Sunarso
Monumen Pancasila Sakti
adalah
Perlambang Kokohnya Ideologi Pancasila
=== [PDF page 33] ===
PT. INTERNATIONAL TIMBER CORPORATION INDONESIA
LOGGING © PLYMILL © WOODWORKING © TIMBER ESTATE
UNDER PREPARATION: PARTICLE BOARD © FURNITURE © PULP PROJECT
KITA PERINGATI
HARI KESAKTIAN PANCASILA 1 OKTOBER 1992
DENGAN PENUH HIDMAT
HEAD OFFICE BASE CAMP
Address: 54, JI. Harsono RM. Ragunan, Jakarta 12550 Address: Kenangan, Balikpapan - East Kalimantan Phone: (021) 7800493 (5 lines) Phone: (0542) 33171, 35050, 35051
Telex: 62874 1TCIIA Telex: 37314 ITCLIA
Fax.: 7801017 Fax.: 35050
PO Box: 2682 Cable Address: ITCI TIMBER Cable Address: ITCI TIMBER
=== [PDF page 34] ===
tripanoto sri °* konsultan
JALAN R.P. SUROSO NO. 32 3rd FL. JAKARTA
TELEPHONE: 3106782 (4 LINES) EXT. 32 & 33
P.O. BOX 4566 JKT. CABLE: TRIPAN JKT.
FAX. (021) 3105215 TELEX 69156 TRIPAN IA
SEJARAH MEMBUKTIKAN BAHWA
SETIAP USAHA YANG INGIN MERONGRONG
PANCASILA DAN UUD 1945 AKAN GAGAL TOTAL
=== [PDF page 35] ===
DWI SATRYA INDAH pt
CONTRACTORS - PLANNERS - GENERAL TRADERS
MEMBERS OF;
ASOSIASI KONTRAKTOR INDONESIA @ ASOSIASI PERUSAHAAN PENYEDIAAN HANKAM @ KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI
Berhasilnya ABRI dan Rakyat menumpas setiap rongrongan dan Pemberontakan Komunis adalah bukti keteguhan hati seluruh rakyat Indonesia dalam mengamankan dan mengamalkan ideologi Negara Pancasila
HEAD OFFICE JALAN ABDULLAH SILONDAE 99 PHONE 21258 - 21136 - 21989 KENDARI SULAWESI! TENGGARA
BRANCH OFFICE: JALAN VETERAN SELATAN 9 D PHONE 83693 UJUNG PANDANG SULAWESI SELATAN
BRANCH OFFICE: JALAN GAJAH MADA ( TASIK) 8 B PHONE 27796 PALEMBANG SUMATERA SELATAN
BRANCH OFFICE: JALAN DIPONEGORO 187 PHONE 67390 SURABAYA JAWA TIMUR