Kisah Singkat Seorang Sulami (LPKP-65, 2002)
Cleaned OCR text (Good (0.883); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
[Cover:] KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI [Photograph: an elderly woman holding a framed photograph] [small publisher text at lower left: Unreadable]
=== [PDF page 2] ===
KISAH SINGKAT SEORANG
SULAMI
=== [PDF page 3] ===
KISAH SINGKAT SEORANG
SULAMI
: Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 1965 (LPKP-65)
Diterbitkan oleh: LPKP-65 Untuk mengenang perjalanan hidup seorang perempuan pejuang yang telah mengabdikan hampir seluruh hidupnya dalam menegakkan kemanusiaan, kebenaran dan keadilan.
Desember 2002
=== [PDF page 4] ===
DAFTAR ISI
KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI......oo.oo om |. KELAHIRAN YPKP GE66 nur ee
II. DEKLARASI YAYASAN PENELITIAN KORBAN
PEMBUNUHAN 1965/1966.........ue WI. LAPORAN KEPADA KOMNAS cl
IV. SALAM HANGAT DARI LONDON................. 7
V KEGIATAN YPKP 65/66 oo
VI TAMU KITA eeoooooooooueerenee net ea VIL MASALAH DISKRIMINASI...........oooooow
VIN PENGGALIAN KUBURAN MASSAL DI NDAPES.
IX SULAMI MENDAPAT AWARD.....oo.ooooooo
X. PERTEMUAN DI SUKABUMI, JAWA BARAT.......
X1. SOAL KONTRAK DENGAN HO, DI BELANDA....
YAYASAN MENJELANG 6 AGUSTUS 2092...........
XIL PERKEMBANGAN YPKP 65/66 MENJADI LPKP-65
XIILIBU SULAMI DIPANGGIL OLEH
YANG MAHA KUASA
12
14
15
19
24
32!
36
40
50
57
63
66
=== [PDF page 5] ===
KISAH SINGKAT SeORANG SuLami
Sulami putri dari Pak Dalyo Jovoprawiro den lahir di Sragen, Jawa Tengah 15 Agustus 1926.
Tahun 1944 pada usia 18 lahun Sulami bersama dengan gadis lainnya terpaksa menjadi sukarelawati penjara Sragen. Sesudah proklamasi masuk Pemuda Putri Indonesia dan alih pekerjaan di PG. Rojo Sragen. Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer kedua (Desember 1949) ia menggabungkan diri dengan TNI yang sempat melakukan long march dari Gunung Lawu sampai Mranggen 1950 masuk kota Kudus bersama Pasukan £ Komando Brigade “55” (Stoot Semarang)
Tahun 1951 masuk Gerwis (Gerakan Wanita Sedar) di Surabaya, cikal bakal Gerwani (Gerakan Waniza Indonesia) vang bersemboyan “Organisasi Perempuan dan Pendidikan”. T Sebagai anggota pengurus Gerwan: Jawa Timur tahun 1954. ia jerpilih mengikuti estafet Pemuda dan Pelajar Sedunia di Bukares. Rumania. dan pada tahun 1957 terpilih sebagai wakil II sekjen DPP Gerwani.
Tahun 1958 mengikuti Kongres Waniia Seduma di Wira, lalu ks Berlin Timur mewakili Gerwani dalam Women International Democration (Gabungan Wanita Dernokratik Sedunia di Wina. Sejak itu kegiatan -kegiatan interrasionalnya sempat padat, dan tahun 196- aktif kembali di kepengurusan Gerwani yang akan menyelenggarakan kongres ke-V tanggal 27-29 Desember 1965. Perlu kami jelaskan bahwa Sulami di Forum Gerakan Wanita Demokratik Sedunia partisipasinya adalah sebagai Sekjen.
Dengan terjadinya Gerakan 30 Scptember 1965, ia dipaksa meninggalkan kantor yang menjadi tempat tinggalnya tanpa bekal apapun.
Sejak itu ia berpindah-pindah tempat tinggal, sampai akhirnya ditangkap | pada 6 Oktober 1967. Tahun 1980 ia ditahan di penjara Bukitduri. kemudian | tahun 1984 dipindahkan ke Lembaga Pernasyarakatan Tangerang. Tahun 1975 | diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sulami di jatuhi hukuman | penjara 20 tahun, potong masa tahanan, dituduh melakukan makar/subversi. | Tahun 1984 dibebaskan bersyarat dan wajib Iapor ke kejakasaan sampai tahun 1986,
Tahun 1984 bcbas bersyarat. bekerja pada sebuah perusahaan ketering dengan gaji 40.000 rupial/bulan. | Setelah bebas, mulailah mengadakan kontak ks daerah-daerah bersama 1 teman-temannya, Pada tahun 1994 selama 41 hari dalam 3 kali kunjungan kekeluargaan dan wawancara dengan ibu-ibu mantan Tapol G. 30 S tahun i tentang pengalaman dalam penjara dan kehidupan setelah Sg. Ibu sulami pergi ke dacrah-dacrah. pertam kalinya mengunjungi daerah.
gan ibu Marinah Suliyah
NN MAL
=== [PDF page 6] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
Magelang, Temanggung/Parakan, Purwokerto, Cilacap/Wangon Salatiga, Boyolali, Solo ( Surakarta), Sragen, Yogyakarta, Ki Semarang,
Kunjungan yang kedua kalinya yaitu ke daerah: Purwodadi Boyolai Yogyakarta, Wonosobo (hutan Situkubj, Solo, Sragen. Dilanjutkan rk ali, kunjungan berikutnya yang ke tiga kalinya yaitu ke daerah: Surabaya, Sia Wonoscbo. Sidoarjo, Malang. Dana yang dihabiskan dalam kunjungan 4 2 tersebut ieee eee 060 at ee juta duaratus ribu rupiah) m
e _ can kunjunzan ke daerah Plantungan
Yogyakarta, Sragen, Semarang, Purwodadi. Blora. Kunjungan kedua ini
selama 19 hari dan menghabiskan dana sebesar Rp. 1.000.000, - (satu juta
rupiah).
Pada periode tahun 1 997-1 998 melakukan kunjpingan yang ketiga dengan mengunjungi daerah Boy olali, Solo, Sukoharjo, Blora dan Purwodadi. Lama kunjungan ini hanya satu minggu, Kunjungan iri juga sebagi kunjungan yang terpenting untuk meyakinkan informasi tentang:
1, Adanya pembunuhan massal terhadap orang-orang PKI, BTI, Pemuda Rakyat (PR), Serwani dan simpatisan serta orang biasa yang difitnah (di-PKI-kan). Dan mayatnya d:kubur di hutan-hutan serta dibuang ke sungai Bengawan Solo. Angka pasti berapa vang dibantai belum ada, tetapi yang jelas ribuan. seperti Blora saya dinvatakan 6.C00 sampai » 8.C00 orang.
Sesudah diadakan pengecekan oleh Ibu Sulami cs di beberapa tempat,
di hutan jati Ngampel Jurusan Blora — Rembang, hutan jati Cabak
Bogarzjo jurusan Blora — Cepu dan hutan jati Payaman jurusan Cabak
Klepoduwet ke Randublatung. di semua hutan itu terdapat kuburan masal |
korban keganasan Pemerintahan ORDE BARY (sorHarto) 1965/1966.
Diantara tiga tempat. satu yang dipilih untuk digali, vaitu hutan
Payaman, yang disitu terkubur juga Ketua DPRD Blora bersama istri.
Hal tersebu di atas berita dari Boyolali dinyatakan 6.000 s/d/ 3.000
orang. Porwodadi belum terhitung yang bisa dipastikan di suatu tempat
saya ada kurang lebih 2.000 orang. Sama halnya Solo dan Sukoharjo.
Tiap malam ratusan orang antre untuk mati di tempat pinggiran tagih
sunga: Bengawan Solo. Mulai akhir Oktober 1965 hingga tahun 1966.
Untuk dacrah-daerah kecil, nama-nama yang dibunuh telah ada daftarnya, sepert:: Magelang, Temanggung. Wonosobo, Sragen dat lainnya. Kota-kota lain sedang dalam pengurusan. Daerah-daerah yan belum dikerjakan masih banyak, di Jawa Tengah, seperti Ma p Karanganyar, Sukoharjo, Bala ga a Banjarnegara, CiladiP,
antura dan masih banyak yang lainnya. ' Pa mh Jawa Timur boleh dikata belum dijamah, bahkan raasih
ee:: ali dalam rencana. Ternyata pekerjaan semacam ini tidak bisa $€
=== [PDF page 7] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI| | 3 |
kunjungan bisa selesai. Kita harus sabzr, teliti, pandai, cerdik menggunakan kesempatan, karena penguasa/ sisa Cirde Baru akan selalu menghalanginya. Meskipun tujuan kita hanya mencari kebenaran dari
informasi.
2, Daerah yang belum di kunjungi akan merunggu giliran. Karena kita selalu terbentur dana dan tenaga sukarela.
3. Rencana selanjutnya akan menepisi Jaerah perbatasan Jawa Tengah— Jawa Barat, seperti Banjarnegara dan sekitarnya, sebab menurut informasi, sungai Serayu telah menampung ribuan mayat kawankawan. Bersamaan kita akan mengerjakan Jawa Timur yang belum terjangkau.
Khusus untuk luar Jawa akan dibentuk Kelompok Kerja sendiri.
Dimulai dari kontak-kontak kerja dengan kavran-kawan yang sedia jadi sukarelawan dan mau kerja keras. Kesemuanya supaya kita bisa di pastikan kebenarannya (pernyataan Sarwo Edy kepada Permadi, SH.)
Kalau kita tidak bisa menuntaskan kasus ini terasa membawa beban mental seumur hidup, beban sejarah perjuangan bangsa di Indonesia.
yang akan kita wariskan kepada anak cucu, generasi muda yang akan menjadi pelaku-pelaku perjuangan masa depan yang bebas dari penindasan Kapital:sme/Imperialisme beserta agen-agennya.
4. Rencananya kita akan membentuk Kelompok Kerja sampai ke daerah-daerah. Sedangkan yang menjadi kendala utama adalah DANA. Daerah-daerah yang belum terjangkau, Seperti Bali, NTB, NTT, Sumatera dan lain-lainnya, masih kita usahakan bagaimana cara mengatasinya.
Sementara biaya yang kita butuhkan hanya biaya
transportasi, sedangkan untuk makan dan tidur selarna ini di
tanggung teman-teman.
* kak
=== [PDF page 8] ===
14 HIKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI
IL. KELAHIRAN YPKP 65-66
IDE/GAGASAN
Semula ide/gagaszm untuk meneliti korban yang khususnya adalah korp pembunuhan pasca G. 30 S.1965/1965, dan tentunya juga tidak lepas tethaday Site penananan, penyiksaan, pemierkosaan, pera mpasan harta beng
-lain yang ada hubungannya dengan peristiwa G. 30 S. 1965
Setagaimana tersebut diatas paca tahun 1994. Ibu Sulami cs telah mempunyai ide/gagasan perlunya dilakukannya penelitian terhadap kuburan.
ku buran massal korban teman-teman, bahkan sudah dicoba untuk mengadakan penelitian bersama teraan-teman (Sulami cs.) ke beberapa daerah, tervitama di dacrah Jawa Tengah.. |
Ibu Sularni (Cs mulai mencliti ke daerah-daerah clengan bekal semangat yang keras keberadaan kuburan-kuburan pasca G.30. S 1965 di daerah Tas Tengah. Adapun yang mendcrong perlunya dilakukan itu adalah untuk membongkar hal-hal! vang masih misteri.
Pada tahun 1965, saudara Iskandar juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Ibu Sulami. Menurut saudara Iskandar bahwa ”
pembunuhan di daerah Blora. Jawa Tengah itu cukup banyak dan proses pembunuhannya sangat sadis sekali. Sudara Iskandar sendiri rnencoba meneliti di fuitan-hutan dacrah Blora tersebut dengan pura-pura mencat burung. dengan membawa senapan angin dan ketapel. Adapun yan mendorong Saudara Iskandar untuk melakukan penelitian tersebut dengan pertimbangan:
i. Di Blora, pemb
cukup besar.
Pembunuhan terjadi cengan cara yang
Banvak anggota Gerwani (Gerakan
korban pembunuhan massal
4. Iskandar memberikan jaminan bi misi penting itu akan sukses.
umuban tahun 1965/1966 terjadi dalam jumlah yanp
band,
ganas/kejam.
Wanita Indonesia) menjadi
La ya
ihwa penggalian yang merupaka!
Ternyata setelah Saudara Iskandar bertemu dengan Ibu Sulami tidak
— perbedaan tujuannya satna.
[Unreadable]
KoRBaN PEMBUNUHAN DI Brora Jaws TENG "yg d
PERSIAPAN PENGGALIAN “hun 1965 i valian korban pembanuhan tahun Persiapan untuk penggalian orbi (ps an ta telah dilak uk
blora. Jawa Tengah di jakukan di bul
=== [PDF page 9] ===
IKisan SINGKAT SEO;
beberapa pertemuan di rumah kont ulami d: ‘aie
Takan Ibu Si
Tangerang. ami di Jl. Pajajaran No.87
1. Menyediakan 1 (satu) orang penunjuk jalan
2. Menyediakan 4 (empat) Orang penggali
3. Menyediakan mobil untuk mengangkut
4. Menyediakan hotel untuk penginapan rombongan wartawan dari Australia 2 (dua) Wartawan, 2 (clua) kru video, dan 1 (satu) pengantar sekaligus penterjemah.
Menyediakan penginapan untuk rombongan Ibu Sulami.
6. Menyediakan sarana yang berhubungan dengan adat kebiasaan:
garam dan tanah dari kuburan “Nyai Roro Kidul” Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.
ProsEs PELAKSANAANNYA
Tanggal 4 Juli 1998 rombongan wartawan dari Australia datang di Semarang dengan kereta api dari Jakarta.
Di Semarang di Jemput oleh rombongan Ibu Sulari yang terdiri Ibu Sulami, Sulastri, Subarti. Iskandar dan sopir. Mereka datang dari Sragen, dengan mobil sewa (Rp. 150.000 sehari) merek “Kijang”. Sulami dan Sulastri adalah mantan anggota Gerwani, Subarti adalah adik kandung Ibu Sulami, sedangkan sopirnya adalah Wiratmo eks tapol Pulau Buru. Selanjutnya ke Sepuluh orang bermobil ke Blora lewat Purwodadi.
Sebelum pelaksanaan penggalian pada tanggal 8 Juni 1998 saudara Iskandar diberitahu bahwa musi akan diiulai. Keputusan pertemuannya tanggal 13 Juni 1908 (Sabtu), saudara Iskandar diminta datang kembali ke Blora dengan diberikan uang untuk keperluan perjalanan sebesar Rp. 500.000.-: Selanjutnya pada tanggal 16 Juni 1999, saudara Iskandar menemui pak Sulis, di desa Bangkle.
Pada hari itu juga saudara Iskandar memberi uang Rp. 100.000,- kepada Pak Sulis untuk membeli bensin.
Pada hari keempat saudara Iskandar diajak menemui Pak Tri dari desa Cabak, Sebagai saksi hidup yang tahu persis tempat lobang kuburannya. Pak
"Ini dulu Pegawai kehutanan, yang pada tahun 1965 dihentikan pemberian Balinya hingga kini.
Oleh Pak Tn, bahwa bai yyaknya pekuburan yang sudah di acak-acak or-
=== [PDF page 10] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
ang yang hanya mencari barang-barang yang melekat pada mayat may;
korban seperti cincin cmas dar lain-lain. vat
Semula korban pembunuhan di daerah Blora itu dibuang ke Sungg:
Bengawan Solo, namun kemudian mendapat protes dari Pemda Gersik. bahy::
para nelayan/pencari ikan di sungai tersebut sangat dirugikan, karena ikan yang mereka tangkap tidak laku. karena ikan yang ditangkapnya Makan daging mayat-mayat manusia yang dibuang ke sungai Bengawan Sclo. Atas dasar protes tersebut kemudan pemburukan dilakukan di hutan-hutan dan mayatnya sekaligus dikubur di situ.
Ka. DATANGAN ROMBONGAN DI BLORA
Samipai cdi Blora dengn naik mobil “Kijang” sudah sore. Rombongan wartawan menginap sebagai wisatawan di sebuah hotel kecil milik orang Indonesia di daerah Bangkl-bangkl, Blora. Rombongan Ibu Sulami menginap di rumah kakak lelaki saudara Iskandar.
Majam itu juga oleh Saudara Iskandar berkonsultasi dengan Ibu Sularni, dilakukan kontak derigan penunjuk jalan Pak Sulis dan keempat penggali, dan keempat pengzali adalah mantan pegawai jawatan Kehutanan yang di pecat tanpa hak pensiun. Mereka akan membawa cangkul dan arit sebagaimana layaknya petani ladang yang akan menggarap ladang dengan tanaman tumpang sari jagung, kacang. singkong. Pak sulis dan masing-masing?
penggali dibayar Rp.5).000.-.
Tanggal 5 Juli 1098 pagi sekitar jam 09.00 dengan dua mobil (satu mobil lagi disewa dari Blora) rombongan besar menuju lokasi penggalian di desa Cabak di timur Blora dengan penunjuk jalan SS.
Subarti sebagai anggota rombongan yang paling menguasai adit kebiasaan, menaburkan garam dan tanah kuburan yang sudah dimantra mantrai Alasan ritual: penggalian terscbut merupakan tindakan menantang rejim yang berkuasa. maka rintangan paranormal yang mungkin menghambal harus dihilangkan, dan jalan ke arah sukses harus diratakan.
Lokasi penggalian berupa semacam jurang kecil, digali dengan cangkul.
Tetapi lokasi yang berada diantara dua iereng tanah itu rupanya menyeraP rembasan air dari kanan-kiri, sehingga penggalian terganggu oleh ae air. Belum sampai dasar jurang. penggalian dihentikan. Diputuskan unt mencari lokasi yang lain. Waktu itu di sekitar jam 10.00 sung
Rombongan besar menuju desa Payaman di jurusan Ba at Sampai di tempat, mobil diparkir. lalu rombongan berjalan kaki. na sejauh sekitar 100 meter diantara pepohonan jati yang rindang. ah
da a ‘on ciawali G 1 garam dan tan
Seperti tadi. penggalian diawali clengan penabural g an CA andr kuburan oleh Subarti. Belum lama penggalian dilakukan. datang ig
an. Melihat mobil diparki:
hutan yang sedang melakukan kontrol hutan. |: Yan menem - mendekat, bertanya kepada sopir yang tetap di mobil. dan dar
=== [PDF page 11] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
rombongan..
Subarti yang menghadapi mandor hutan. Atas pertanyaan mandor hutan
tersebut, Subarti mengarang dalih: “Sekarang ini kan bulan Ruwah? Saya bermimpi, seorang keluarga saya yang hilang minta dibawa pulang. Dia gambarkan, dia terkubur di sini. Jadi saya bermaksud membawa kerangkanya pulang.” eter |
“Seluruh kerangka?” Tanya mandor hutan.
“Yah, tidak usah seluruhnya” jawab Sukbarti
Kepada mandor hutan diberikan uang Rp.50.000,- dan penggalian dilanjutkan.
Subarti mengarang untuk mander hutan, bahwa salah seorang wartawan asing itu adalah calon menantunya, seorang ahli kehutanan juga sedang meneliti kayu-kayuan.
Datang jagawana (penjaga hutan) yang sedang memeriksa hutan.
Jagawana diajak bicara oleh: mandor hutan menghadiri penggalian sampai selesai, sedang kepadanya diberikan juga uang Rp.50.000,- tetapi jagawana meninggalkan tempat penggalian tersebui sebelum selesai penggalian.
Lokasi penggalian itu panjangnya sekitar 2 moter. Sesudah penggalian sedalam 0.5 meter diketemukan sandal jepit yang sudah rusak. botol! kecap.
sendok yang sudah patah, ompreng aluminium, pelples alumintum, dan sisasisa tikar. Penggalian dilanjutkan, dan diketemukan belahan tulang kepala, tulang rahang, tulang gigi, tulang pipi, tulang lengan bawah, dan tulang punggung. Tidak ditemukan sisa-sisa pakaian dan pelengkapnya. Ini menimbulkan dugaan, bahwa korban pembunuhan sudah tidak berpakaian.
Seluruh tulang dikumpuikan, dan dimasukkan dalam dos indomie.
Mandor menyarankan agar penggalian dihentikan. “Akhiri saya. Daripada nanti ketahuan patroli”, katanya.
SS menawarskan diri untuk meyelamatkan saya temuan yang sudah diperoleh, dan melanjutkan kembali ke hotel. Waktu itu sudah jam 14.00.
Satpam (Satuan Pengamanan) hotel mulai mencurigai. Sebetulnya apa maunya orang-orang itu?” tanyanya.
“Mereka itu ahli kehutanan,” jawab rombongan. Rombongan wartawan tetap menginap di hotel, dan rombongan Sulami tetap menginap di rumah
Jelaki Iskandar. Pagi harinya, tanggal 6 Juli rombongan bermaksud ke
hutan lagi, tetapi oleh pemilik hotel diusir dan tak diizinkan lagi menginap.
emilik hotel pun malah mencurigai.
e Kedua rombongan bersepakat bertemu di jembatan Padangan, dekat
Cpu. Sebelum menuju jembatan Padangan. rombongan wartawan melakukan pemotretan atas obyek-obyek penting dalam kota, antara lain monumen.
(Teka didatangi Kodim (Komando Distrik Militer dan disuruh segera Meninggalkan kota.
Iskandar membela para turis dengan menerangkan segi positifnya. Petugas
=== [PDF page 12] ===
Li | IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI
Kodim membantahnya dengan mengatikan macam tentang kota ini”.
Kedua rombongan bertemu di jembatan Padangan, dan dari s:
menuju ke hutan wisata Padangan untuk melakuka wawancara, tetapi ternyata disana terlalu banyak orang terpaksa dibatalkan dan mereka menin ggalkan hutan
Di daerah Padangan itulah rombongan mene belum selesai dibangun. Rumah sampingnya dipakai sebagi cae Romborgan berhenti untuk makan—nakan di warung desa itu, yang menue pisang goreng. tempe goreng, krupuk. disamping menjual kopi. Iskinda punya gagasan untuk racnyewa bagian belakang rumah itu untuk melakukan pemctretan dan wawancara. Pemilik rumah s
,, setuju disewa Rp.50.000,- yang ditawarkan. Selanjutnya dilakukan wawancara dan pemotretan, sedangkan
wawancara dilakukan langsung dengan Sulami, Subarti dan Sulastri. Usai itu makanan dan minuman ditayar, seluruhnya Rp. 17.000.-
Dengan itu acara penggalian korban pembunuhan tahun 1965: 1966 di Blora Jawa Tengah. selesai, selesai pula pembuatan video tentangnya.
“Nanti mereka menulis Macan
n pemotretan da
3» hingga keduanya
Wisata. |
mukan rumah pendo
Catatan.
1. Menurut Informasi Pak Sulis, jumlah korban pembunuhan tahun;
1965/1966 di kabupaten Blora mencapai angka kurang lebih 6.000- 8.000 orang. Angka ju dipercleh dari hasil penghitungan jumlah anggota Gerwani (Lembaga Kebudayaan Rakyat), PKI, PR dan SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia) yang praktis habis dibunuh.
Menurut berbagai sumber dari Blora sendiri pembunuhan tahun
1965/1966 di kabupaten Blora sangat ganas. Contoh:
a. Darmawan, Ketua PKI Blora, disileti mukanya, dan dengan muka bercucuran darah di pamerkan kepada semua anggota keluarganya, sebelum akhirnya dibunuh. |
b. Supiah, ketua Gerwani Blora dangan sengaja hanya ditembak kakinya lalu dikubur hidup-hidup.
3. Pembunuhan di Blora tidak mengecualikan perempuan. 4 4. Hanya untuk kelima anggota rombongan Sulami, dan total Selai oprasi penggalian korban pembunuhan tahun 1965/196 Kabupaten blora ini menghabiskan dana Rp. 5.000.000.-.
KEPULANGAN ROMBONGAN KE JAKARTA,
i Ibu
Semua berkemas-kemas untuk meninggalkan kota Blora. Bagi 0
Sulami. Subarti dan Sulastri. karena pertimbangan fisik dan usia. maka at di aniar Saudara Iskandar hanya sampai terminal Ngawi. Selanjutnya ke
=== [PDF page 13] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
: ima tersebut melanjutkan perjalanannya ke Sragen. |
ibu Tanggal 8 Juli 1999 Saudara Iskandar memutuskan untuk pulang ke jakaria. Ternyata di bus dia didekati oleh dua orang anggota kodim, yang duduk di belakangnya. Untuk merighindari pertanyaan yang macam-macam saudara iskandar mengambil kesernpatan pada saat dua orang anggota Kodim tersebut sedang ketiduran, cepat-cepat saudara Iskandar ke muka mendekati sopir, dan minta dihentikan, ia pun turun kemudian terus naik kendaraan
jain, hingga sampai ke rumah.
II. DrkLarasi YAYASAN PENELITIAN KORBAN
PEMBUNUHAN 1965/1966
PEMBENTUKAN YAYASAN
Setelah dilakukan pembongkaran kuburart korban pernbunuhan peristiwa G. 30 S di hutan wilayah kabupaten Blora pada tanggal 6 Juli sampai dengan 8 Juli 1999 (di desa Cabak), maka selanjutnya Ibu Sulami menghubungi Saudara Pramudiya Ananta Tur untuk melaporkan hasi! pmbongkaran kuburan di hutan desa Cabak, Blora Jawa Tengah. baie
Fada saat Pramudya ke luar negeri, kaset video pembongkaran kuburan korbanpasca G.30S 1965 dibawa, dan berhasil diputar di beberapa Perguruan Tinggi, dan kemudian diputar juga di Eropa. Hasilnya positif. banyak LSMa yang memberikan respon terhadap usaha teman-teman perlunya ditindak anjuti.
Kemudian beberapa orang telah dihubungi untuk menindal lanjuti peristiwa pembongkaran kuburan di daerah Blora tersebut di atas. Ibu Sulami, Pramudya Ananta Tur. Hasan Raid, Kusalah Subagyo Tur, V.Sumin Martono, dr. Ribka Ciptaning, Suharno dan beberapa teman yang lain seperti Iskandar, Fauzia dan lain-lain mengadakan pertemuan di Hidup Baru, di Hotel Cipta, Jakarta, sepakat untuk dibentuk Yayasan.:
Pertama ada usul dibentuk sebuah yayasan yang bernama LKKP 1965/ 1956 saat pertemuan di rumah kontrakan Ibu Sularni di Jl. Pajajaran No. 87, Tangerang. Kemudian atas persetujuan teman-teman nama tersebut tidak U untuk gantinya dibentuk sebuah yayasan yang bernama YPKP 1965/ nam. (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966). Dan akhirnya Dp KP 1965/1966 disepakati bersama. Kemudian tinggal pembentukan Alan APU mengenai LOGO, karena tugas YPKP 1965/1966 adalah yang
a mencari/meneliti korban pasca G 30S. 1965, maka telah disetujui An ima bahwa logonya tersebut terlukis dua orang lelaki dan perempuan ng membongkar kuburan massal. |
=== [PDF page 14] ===
[ic] KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI ae H Sh
sada tanggal 7 il 1999 YPKP 1965/ 1966 pada tanggal 15 April 1999 Kok 196811966 ae darasikan di YLBHI Jakarla dengan Badan Pendiri Yayasan sebagai berikut:
“4. Bp. Hasan Raid
Bp. Pramudya Ananta Tur
Ibu Sulami
Bp. Kusalah Subagvo Tur
Ibu Veronica Su mini Martono &. Nv.dr. Ribka Ciptaning 7. Bp. Sukarno
Sedangkan yang bertindak sebagai pengurus. susunarinya sebagai berikut:
Lan
In tan
Penaschat I: Bp. Prarmudya Ananta Tur i: Bp. Hasan Raid
Ketua Umum - Ibu Sulami
Wakil =I - Ny. dr. Ribka ‘Ciptaning
Wakil Ketua II - Ibu V Sumini Martono
Sekretaris I: Bp. Haryo Sungkono
Sekretaris II: Bp. Winarso
Sekretaris Til: Ibu Sulastri
Berdahara |: Bp. Suharno
Berdahara II: Ibu V. Sumini Martono
Hubungan Luar Negeri dan Dalam Negeri: Kusalah Tur Wakil Hubungan Luar Negeri dan Dalam Negeri: Bp. Bejo Untung Staf Sekretaris I: Tou Sri Muhajati Staf' Sekretaris II: Mbak Juni Perwakilan Negeri Belanda: Ibu Ratih
Bagian Humas: Bp. Iskandar Pembantu Umum: dr. Yoyok
Tangerang, 28 Agusius 1999 Uxrur MenpaparKAn Dana
Sementara untuk biava rutin dicarik | ee va rul an sumbangan di lingkungan temal teman sendiri. Pada bulan Mei 1999, YPKP 1965/1966 meatal surat edaran Yan 2 aa 10 Me: 1099. untuk minta sumbangan kepada para pemerhati p YPKP 1965/1966. Surat beserta daftar para penyumbang terlampi"
SLARAN Pers
YPKP IS '
Aman 5 emban ah anisa siaran pers yang isinya adalah tentang ScEKARNO, yang pada ahha ean oleh Tendral Somtnro afus Pres >? un 1965 di dahului dengan. apa yang dinam
=== [PDF page 15] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI | bi
«Gerakan 30 September”, disusul dengan pembantaian massal,
Jumlah korban pembantaian rakyat yang tak bersenjata, tak berdaya Suharto dengan aparat militer dan agen-agennya. Jumlah korban menurut ensiklopedi “Britannica” (1991) antara 800.000 dan 1.000.000 orang. Dan menurut Ratna Sari Dewi dalam wawancara dengan Televisi BBC (1 Juli 1992) 2.000.000 orang, sedangkan menurut Sarwo Edie kepada bambang Permadi, SH. 3.000.000 orang
Pembantaian yang dilakukan di masa damai dalam sejarah dunia itu dianggap benar oleh rejim Sorwarta (oRDE BARU), padahal jelas-jelas bertentangan dengan isi dan makna Pancasila yang selalu di banggabanggakan sebagai ideologi bangsa Indonesia. Bertentangan dengan Hakhak Azasi Manusia Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), vang mana pemerintah Indonesia ikut menandatanganinya, sehingga pembantaian itu sangat bertentangan dengan azas hukum dan rasa keadilan yang berlaku baik di Indonesia maupun di dunia Internasional dan juga bertentangan dengan ajaran agama manapun mengenai perlakuan terhadap sesama manusia.
Prakter-praktek ini harus dihentikan, kalau tidak rakyat Indonesia yang sudah dirusak oleh Orde baru akan semakin rusak, sehingga tak seoraig pemimpin pun akan sanggup memperbaikinya dan cita-cita masyarakat adil dan makmur hanva akan tinggal lamunan belaka. Untuk itu kita harus bertolak dari kasus yang pertama yang itu meneliti dan mengungkapkan data pembunuhan tahun 1965/1966 seakurat mungkin, sehingga angka-angka tersebut di atas tak kan lagi menjadi angka kira-kira, dan praktek pembunuhan dan perlakuan brutal tersebut di atas tidak lagi menjadi dongeng. Dengan angka-angka dan pengungkapan praktek- itu kita tunjukkan bahwa perbuatan di masa lalu itu bukan hanya tidak benar dan tidak syah, melainkan sangat keliru dan salah untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dengan ini Jendral Besar Sornarro sebagai pelaksana utama pembunuhan dan perlakuan yang salah dan keliru itu harus dimintai pertanggung jawaban.
Dalam hal ini sejak tahun 1994 Ibu Sulami dengan kawan-kawan (Ibu Sulastri, Ibu Subarti dan Saudara Fajar) sudah pernah melakukan penelitian di daerah Blora, Magelang, Boyolali, Purwodadi, Purwokerto, Salatiga, Semarang, Cilacap (Wangon), Kendai (plantungan), Klaten, Sidoarjo, Solo, Sragen, Sukoharjo, Temanggung (Parakan), Wonosobo, dan Yogyakarta secara diam-diam.
Untuk bisa melaksanakan pekerjaan ini secara nasional, maka tanggal 7 April 1999 telah mendirikan YPKP 1965/1966 (Indonesian Inst itute for Study of 1965/1966 Massacre) dikuatkan dengan Akte notaris no. 1-7 April 199 dan ditanda tangani oleh Notaris Ny. Anny Wahyudi, SH. (bisa lihat pada Akte Notaris di lampiran),
Lebih konkritnya lagi YPKP 1965/1 966 mengajak saudara-saudara untuk ikut ambil bagian dalam tugas mulia ini dengan cara memberikan sumbangan
=== [PDF page 16] ===
D2) (KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI
dana dan lain-lainnya. Untuk jelasnya bisa lihat pada lampi Demikian inti siaran Pers tertanggal 15 April 1999 Ibu Sulami selaku Ketua YPKP 1965/1966.
ran, yang ditanda tangan
TI. LAPORAN Kerapa Komnas HAM
Masalah pembunuhan rnassal tahun 1965/1966
Perebutan kekuasaan yang dilakukan Suharto atas nama Presiden Scekarno pada tahun 1965 di dahutui dengan apa yang dinamakan “Gerakan 30 Septe mber” disusul dengan pembantaian brutal besar-besaran atas golongan kiri di Indonesia. Pembantaian atas rakyat yang tak bersenjata, tak berdaya dan tak berdesa itu dilakukan di masa damai oleh Suharto dengan aparat m) liter dan antek-anteknva. Jumlah korban menurut ensiklopedi “Britanica”
(1991) antara 80.000 dan 1.006.000 orang, menurut Ratna Sari Dewi Clalam wawancara dengan televisi BBC (4 Juli 1992) 2.000.000 orang, sedang menuru: jendral Sarwo Edhie kepada bambang Permadi. SH. 3.000.000 or ang.
Tiga puluh tahun lamanya kekejaman di masa damai yang tiada tan dalam sejarah dunia itu dianggap benar dan sah oleh rejim Orde Baru, padahal tindakan itu jelas bertentangan dengan isi dan makna Pancasila yang selalu Gi banggakan sebagai ideologi bangsa Indonesia: bertentangan dengan Deklarasi Hak-hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diJntaranya ditanda tangani Pemerintah Indonesia bertentangan juga dengan ajaran agama maupun mengenai perlakuan yang patut terhaciap sesama manusia.
Kekejaman itu ternyata menjadi pereseden buruk bagi praktik-praktik perlakuan Orde baru terhadap rakyat Indonesia. Kasus —kasus lain yang sifatrva mengorbankan rakyat dan sebaliknya membenarkan tindakan kejam penguasa besar yang pertama tadi. Dengan mudahnya Orbe Baru mengkorup.
menggusur, menangkap, menculik, menyiksa, memperkosa dan membunuh demi yang namanya: Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”. Pancasila dan ULD 1945 kehilangan makna yang semestinya, berubah menjadi pentungan kayu yang tiap kali memakan korban sia-sia. sampai sekarang!!
Praktik ini harus dihentikan, sebab kalau tidak, tata bermasyarakat berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia yang sudah rusak oleh Orpz BARU im akan semakin bejat. Rekayasa dan kekerasan kini menjadi satu-satuny?
acuan dalam menyelesaikan persoalan. Kalau praktik ini diteruskan, akhirny?,, tak seorang pemimpin pun akan sanggup mendanai ketiga tata tersebut hingga negara kesatuan akan pecah, dan cita-cita masyarakat adil dan makmu!
hanya akan tinggal lamunan.
=== [PDF page 17] ===
| KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI
perlu kami sampaikan kepada Komisi Nasional Hak Azazi Manusia
mnas HAM), bahwa pada tanggal 7 April 1999 di Jakarta telah terbentuk: oan elitian Korban pembunuhan 1965/1966 (Indonesian Institute for ey rudy of 1965/1966 Massacare) yang hari ini kami wakili, Yayasan ini dikuatkan dengan akte notaris No.17 April 1999 dan ditandatangani oleh Notaris Ny. Nanny Wahyudi, SH. dan didirikan oleh:
1, Bp. Pramudya Ananta Tur,
Bp. Hasan Raid,
Bp. Kusalah Subagyo Tur,
Ibu Sulami,
Ibu Sumini Martono,
Ibu dr. Ribka Ciptaning, dan. Bp. Suharno.
Yayasan ini bermaksud meneliti dan mengungkapkan kasus pembunuhan tahun 1965/1966 sebagai kasus hukum, untuk menemukan data-data akurat mungkin, hingga angka-angkayang tersebut di atas takkan lagi hanya menjadi dongeng. Dengan pengungkapan angka-angka dan praktik tersebut, kita tunjukkan bahwa perbuatan di masa lalu itu bukan hanya tidak benar dan tidak sah, melainkan lebih-lebih keliru untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan ini Jendral Besar SorHarro sebagai pelaksana utama pembunuhan dan perlakuan salah itu harus dimintai pertanggung-jawabannya.
ND YEN
Dengan ini kami minta dengan sangat, agar Komnas HAM dapat
1. MENDUKUNG KEGIATAN YAYASAN KAMI
2. MEMBENTUK DIVISI KHUSUS YANG BERTUGAS MENELITI JUGA
KASUS PEMBUNUHAN TAHUN 1965/1 966, SEBAGAIMANA KOMNAS
HAM MENELITI KASUS-KASUS PEMBUN UHAN YANG LAIN SEPERTI
KASUS TANJUNG PRIOK, KASUS LAMPUNG, KASUS DOM DI ACEH
; DAN KASUS TIMOR-TIMUR.
MEMBERIKAN PENGERTIAN KEPADA MASYARAKAT INDONESIA
A HWA KASUS PEMBUNUHAN 1965/1966 MERUPAKAN PERISTIWA a TR NCANARAN BANGSA INDONESIA, HINGGA APABILA
TER) ISELESAIKAN SECARA ADIL AKAN BERA KIBAT
#RJERUSMUSNYA RAKYAT INDONESIA KE JURANG KENISTAAN.
=== [PDF page 18] ===
KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI
IV. SALAM HaAnGat Dart LONDON
TAPOL The Indonesia Human Right Campaign 13 June 1999
Dear Sulami
Saya baru menonton film yang dibuat orang Australia bernam, “Typonesia’s Kaine Fretps”. Saya sungguh kagum dengan keberanian SULAMI untuk memunculkan dirinya dalam pekerjaan yang mulia inj Salam hangat dari saya untukmu. |
Bagaimana kelanjutan pekerjaan Yayasan? Apakah penelitian masi diteruskan dan diam tempat-tempatnya?
Saya juga ingin tahu tentang publikasi buku memorimu. Seingat saya, saya pernah mengusulkan agar bagian tertentu diperdalam isinya., terutama bab yang mengenai pengadilan. Bagaimana pendapatmu? Sebaiknya dijelaskan mengenai bagaimana tuduhan-tuduhan dan apakah ada saksi yang dihadirkan, juga siapa yang menjadi adanya usaha-usaha yang begitu brutal untuk meyakinkan orang bahwa Gerwani adalah suatu organisasi yang amoral,
Kami di sini sangat sibuk mengikuti perkembangan-perkembangan di Timor-Timur dalam menghadapi jajak pendapat PBB. Saya khawatir bahwa?
usaha TNI akan membuat peristiwa itu sebagai suatu yang memukul hak-hak Rakyat Timor-Timur yang begitu lama menderita di bawah kekuasaan Indonesia. Keadaan di Aceh juga sangat memilukan bukan?
Ya, militer sudah tidak bisa merubah kebiasaan mereka untuk membunuh dan melakukan represi terhadap orang-orang yang melawan.
Sulami, saya mengharap sekali kabar darimu mengenai keadaan kehidupanmu dan teman-teman lain karena rindu saya terhadap kalian.
Bagaimana hubungan lewat email? Baik sekali kalau bisa diteruskan.
Sewaktu Pramudya berada di Washington, saya sempat bertemu, kare1d kebetulan saya berada di situ untuk menghadiri konfrensi mengenai Aceh.
Sekian saya kabar dari saya untukmu Salam dari London
Carmel
VWI
=== [PDF page 19] ===
|KISAH SINGKAT SEORANG SULAM! | [15]
V. Keciatan YPKP 65/66
Mengadakan pertemuan pertama (workshop) di Wisma Kompas di Cipanas. Jakarta pada tanggal 21-23 Juli 1999 yang dihaciri perwakilanperwakilan se-Jawa dan Bali (luar Jawa belum terbentuk)
Workshop kedua (II) di Semarang tanggal 11 s/d 12 Desember 1999.
Kesirapulan dalam Workshop ke II di Semarang tersebut adalah szbagai
berikut:
I. Dari Komisi Umum
1. Perlu adanya penyebaran Anggaran Dasar m2nygenai:
a. Slempel b. Organisasi — Pusat — Daerah Tk I— Cabang (Tk II)
c. Kerjasama dengan luar.
2. Membuat petunjuk kerja (JUKLAK)
3. Setiap langkah jangan melampaui Akte dan AC /ART
Cara kerja yang dihadapi adalah::
Ekstern
Keluarga
Diri sendiri
Untuk itu perlu diperhatikan cara kerja dengan menggunakan legalitas yang ada dengan kesepakatan yang tinggi.
Semua problematik yang tidak dapat diproses lewat formulir bisa disajikan lewat bentuk cerita:
a. korban perkosaan
b. dilecehkan
Munculnya usul-usul #entang masalah keputusan Menteri. UU atau TAP MPRS XXV/1566. YPK P Pusat melalui Bapak Hasan Raid dalam dengar pendapat dengan DPR Komisi I! telah mengusulkan tentang pencabutan Peraturan/JU produk ORDE BARU yang menekan ex-tapol beserta keluarganya, ialah
Peraturan Mendagri No. 32/1981 dan TAP MPRS NO. XXV/ 1966
Dari Kovisi HupungGan Luar
Yang di Ketua-i: Bp. Kusalah Subagyo Tcer Sekreteris: Bp. Bejo Untunz dan Agus
KESIMFULAN KOMISI
YPKP adalah sebuah Yayasan yang kegiatannya berdasarkan Akte Notaris, sebagai Yayasan yang kegiatannya dirumuskan
=== [PDF page 20] ===
LS IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
dan di atur oleh pasal-pasal Akte Notaris.
YPKP tidak memiliki anggota, yang ada adalah Perwakilan @:
daerah-daerah dan dibentuk oleh sukarelawan-sukarelay, a Sukarclawan tidak rmendapat ikatan apapun, karena itu tig terhalang untuk memasuki badan-badan lain. ak Komisi hubungan luar setuju bila hubungan diluaskan denga kader-kader lain yang hampir senada kegiatannya dengan YPkp baik di tingkat nasional ataupun internasional. | YPKFtidak terjun dalam bidang politik, walaupun yang diteliy adalah produk politik dan secara umum tidak Icpas dari M2Salah »olitik.
II. Dari Komisi Drearisssi Di ketuai: Bp. Puji Raharjo Sekretaris: Sdr. Sigit
Kesimpulan Kemisi
Drgarisasi: 1. Jaringan Organisasi 2. Mekanisme kerja: a. Profesional b. Penguasaan materi
Jaringan Kerja YPKP: — Organisasi Sukareclawan Landasan 1 Akte Notaris.
1). Setelah dibentuk pengurus TK I perlu dibentukjaringan-jaringan:
- Bagian orgarusasi
- Bagian publikasi
-. Komak dengan dacrah lain
- Bagian pembantu umum/administrasi - Bagian penasihat
- Bagian Hiifnas
Untuk TK. TI sama dengan TK I dan bertanggung jawab kepe@
TKE |
Diusulkan: Perlu JUKLAK pelaksanaan kerja lapangan Ie seragam dan tehris kerja di lapangan seba | Pepoman Krrua sarupai pada TK II dan Kecama
MERA SIME, KERJA!
1. Prefesionalisme (cara kerja)
a. menguasai materi b. menguasai situasi dan koncdsi ( sikor')
=== [PDF page 21] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI | (17)
2. Penguasaan Materi
Yang dimaskud penguasaan matreri adalah hal-hal yang menyangkut advokasi (langkah hukum). dan penelitian kejadian (tempat kejadian peristiwa Yan selanjutnya)
Untuk YPKP Pusar ' (1). Perlu membuat Petunjuk Pelaksanaan Kerja di lapangan, pada umumnya wilayah. | (2). Untuk daerah kecamatan-desa, diserahkan sesuai dengan kondisi setempat.
Buku Panduan harus memuat:
- Latar belakang YPKP
- Hasil kerja YPKP (yang telah terselesaikan)
Petunjuk kerja di lapangan (JUKLAK)
IV. Dari Komisi DANA
Kesimpulan: Bentuk pengkajian Dana Nasional/ Daerah bisa didpet dari:
Donatur tetap/tidak tetap
Mendirikan badan Usaha
Membuat Kalender. Dagang, Usaha garmen
Kerjasama dengan pengusaha. misalnya: Catering, meng-sub pekerjaan-pekerjaan pengusaha can lain-tain.
Dengan modal patungan kerja. pada anggota yang mampu.
V. Kepurunan YPKP MELIPUTI
3, PERTEMUAN Dr
Beberapa
2000
Sebagaimana tela me q 2 »
“1yelenggarakan perterayan di Gunung Salak yang dihadiri perwakilan
Sekretariat
Tim Peneliti
Transportasi
Akomodasi
Biaya Adrninistrasi
Seminar 2 kali/tahun
Perlengkapan riset
GUNUNG SALAK TANGGAL 30-31 Januari 2000 pertemuan penting pertemuan Gunung Salak: 30-31 Januari
h diketahui bahwa YPKP 65/66 Pusat telah
di berbagai daerah yz:
Januari 209 rah yang ber langsung selama dua hari, yaitu tanggal 31
Adapun maksud pert
smuan yang tampaknya dipersiapkan mendadak
=== [PDF page 22] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
ini adalah untuk menyikapi situasi politik dan pemerintahan dewasa in:
dalam hubunganya dengan kegiatan YPKP 65/66. tu
Walaupun hasil-hasil pertemuan ini sudah disampaikan ke Perwakilan
daerah acla baiknya kami laporkan beberapa hal penting untuk diketahy:
oleh para relawan YPKP dimana berada. Di
tad
Keberadaan YPKP telah diketahui oleh semua jaringan pemerintah maka itu YPKP 65/56 harus bekerja lebih giat dan terarah agar maksud dan tujuan YPKP dapat dicapai dangan baik.
Hasil-hasil workshop Semarang dapat sambutan baik dari sahabat.
sahabat di luar negeri. terbukti dengan telex yang dikirim dari negori
Belanda dan termasuk Menieri Ham RI bapak Muhtar Hasballah.
Pertemuan menyambut positif laporan Ketua YPKP dari luar negeri
antara lain:
a. Peserta Simposium bersedia kerja sama dergan YPKP.
b. Perluada Perwakilan spesial Indonesia di dalam organisasi Amnesti Internasional.
Kosmas Ham Indonesia tidak bisa diterima menjadi anggotanya karena dibentuk cleh pemerintah.
c. Perjalanan Ketua YPKP ke Perancis mendapat sambutan hangat, diantaranya dari Organisasi Masyarakat Eropa, Parlemen Eropa, yayasan Sosial Ham yang dipimpin oleh janda presiden Prancis Ny. Mitterand dan lain-lain. Umumnya mereka bersedia kerja sama dan saling bantu dan akan mengkampanyekan YPKP ke seluruh dunia.
Penjelasan Bapak Hasan Raid tentang kedatangan tamu intel Komdak
di kantor YPKP 65/66 serta tentang rekonsiliasi nasional.
Setuju diadakannya pelatihan dan Pendidikan Penelitian dan di
harapkan/diharuskan masing-masing daerah mengirimkan calon
petugas. Pelatihan akan dilaksanakan pada bulan April 2000.
Merencanakan akan menghadap Presiden Gus Dur, dan
mengikutsertakan wakii-wakil dazrah.
Waspada terhadap oknum-oknum di dacrah yang ingin menyalah
gunakan keberadaan YPKP.
Demikian beberapa hal penting yang dihasilkan di Gunung Salak.
(S.K. No, £ Tahun 1 Maret 2004):
=== [PDF page 23] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI] [39]
VI. Tamu Kira
.. 25 (2 JAM BERBINCANG-BINCANG DENGAN TUAN “Mugat YosumoR4)
u tanggal 23 Februari 2000, tiba-tiba Hand Phone Bu Sulami berdering dan kala itu terlihat jam di dinding menunjuk angka 10.90 pagi.
Dari jauh tamat-lamat terdengar Bu Sulami berbincang. Ya, benar, =r sendiri. Baik, terima kasih. Anda keluar terminal saya, di depan ada angko 1. 14. Anda naik saya dan bilang ke Pajajaran 87. Perum II), saya tunggu
Dari dalam Bu Sulami datang memberitahu kalau sebentar lagi ukan ada tamu dari Jepang. Banar, tak larna kemudian terlihat seorang mendekati pintu pagar. Sambil menjemput ke depan pintu, dalam hati berkata “Oh. ini to tamunya”, seorang tengah baya dan ciri khas seorang reporter: sebuah filpen tergantung di lehernya dan ransel kumal yang penuh dengan segala keperluan tugasnya. an
“Mura?”, katanya. sambil mengangguk hormat khas ala Jepang. Entah telinga saya yang sudah mulai kurang pendengarannya, kontan saya jawab saya, “Betul ini rumah Suami”.
Fintu saya buka dan tamu saya persilakan masuk. Entali, mana yang lebih dulu menjulurkan tangan dia atau saya. Yang jelas, kami berjabat tangan dan sekali lagi terdengar di telinga saya “Murar”. Sava Jawab dengan khas Jawa yang bertemu orang baru, senyum ramah sambil tangan kananku menyilahkan tamu itu masuk ke rumah lebih dulu.
Di dalam rumah Bu Lam siap menyambut sang tamu. Dan lagi-lagi dia bilang “Mura?” Sctelah berjabat tangan dengan Bu Lawi pan Bu Mrx dia membagi-bagikan kartu nama L.S.M dan satusnya lagi atas nama Yayasan sebuah Universitas di Jepang. Begitu saya baca nama kartu nama tadi.
asiagfirullah, alangkah malu saya. “Mulai” yang berkali-kali dia ucapkan
Dae nama panggilannya. sebagai yang tertulis di kartu nama adalah urai”.:
Hari itu Rab
Tuan Murai ini LSM Nya. Seram memang namanya. Tapi itu singkatan dari Nerwork For Inpowasian Democracy Japan, Dan satu la gi Atas nama ay INSTT UTE oF ASIAN Courture Sopra University Tokyo Japan. Organisasi
; Indon dua tahun berdiri, namun sangat concern atas peristiwa yang terjadi
nesia yang berhubungan dengan kemanusiaan dan demokrasi.
1999 a a terdampar ke YPKP 65/65 ini awalnya di bulan Desember elindads ic Di sana dia berjumpa dengan teman-teman Indcnesia di bukan om n ae Is, memang kerja kawan-kawan diluar negeri benar-benar dengan | sur osong saya. Mereka berkampanye buat YPKP. Setiap berjumpa institusi « dari mancanegara tak lupa menyebut nama YPKP 65/66. suatu S1 Satu-satunya di Indonesia yang sangat concern terhadap korban 1965/
=== [PDF page 24] ===
[20] (KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
tanpa pamrih.
Oak fara ep Murai juga diterangkan tentang keberadaan YPKP L965)
1966 di Indones:a. Rupanya ia sangat tertarik akan kegiatan YPKP. Hal in saya lihat dari cara dia mendengarkan dengan serius kata demi kata Yang diucapkan oleh Ibu Sularui. |
Oh, ya. Hampir lupa saya. Di awal pembicaraan, sambil ngobroj dia menyodorkan amplop. katanya cuma sedikit, hanya sebagai tanda Simpati kepada YPKP dari Lembaga dimana dia bekerja. Mudah-mudahan bantuan dari sahabat Jepang ini dapat ikut membantu meringankan beban Ypkp yang makin hari makin besar. Tidak lupa sambil menerima amplop, Ibu Sulami mengucapkan terima kasih atas kesetiakawanannya ini. Selanjutnya amplop diberikan kepada saya untuk diterima sebagimana mestsinya. Sekali lapi saya juga mengucapkan banyak terima kasih kawan Murai.
Tidak terasa hari sudah sore, jam menunjukkan pukul 13.15. Karen jadwal dia masih banyak, dan dirasa sudah cukup, maka dia minta pamit, pulang. Kemudian dijemput angkot T.14 kita antar sampai jalan.
Selamat membaca, selamat berjuang, sampai jumpa di pelatihan nanti.
Mudah-mudahan kami di Indonesia ini ikut tergugah melihat kesetia kawanan teman dari Jepang tersebut dan tetap bersatu dalam perjuangan menegakkan kemanusiaan. kebenaran dan keadilan.
(Oleh Har-SK No.5 th. 1 2000)
Training Center
Mengadakan Training Center di Jakarta (Cipanas) tanggal 5 April 2000.
Pidato pembukaanya (Ibu Sulami) adalah sebagai berikut:
TRAINING CENTER YPKP
Dr Jakarta (Cipanas) 5 Apri 2000
Sambutan Ibu Sulami
Dengan sangat terpaksa saya tidak dapat meresmikan acara Job Trail:
ing YPKP ini. karena secara mendadak sekali atas persmirtaan Menteri HAM saya harus menghadiri acara yang dibuatnya di Yogyakarta. Mengingat sanga!
pentingnya acara tersebut dan masih relevan dengan perjuangan YP tentang Hak Azasi Manusia serta hubungan baik di masa mendatang, ma permintaan beliau saya turuti walau di lain pihak acara kita yang tidak kalah besar dan penting ini dibuka tanpa kehadiran saya. Untuk perasaan kee £ saudara-saudara ini saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Y
Dalam kesempatan ini perkenankanlah saya mengucapkan selamat dala"
dan rasa terima kasih yang meridalam atas solidaritas, perhatian dan bantv”
dari saudara-saudara kita dari luar maupun dari dalam negeri, yaitu Sau&
=== [PDF page 25] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMt] [21]
Helen Jarvis, Saudara Heberi Feith, Saudara Kresna Zcin dari Australia. dan
dara Carmel dari Inggris yang datang terlanibat, Bapak Dede Utomo, bapak Aan doko, Bapak Munir, SH. Bapak Hendardi, Saudara Paskah Irianto, ee Irawan Saptono, Saudara Ibnu Basori, Saudara Stanlev, Saudara Eri Sutrisno, saudari Agung Tri dan Saudara Aleks yang telah menyatakan kesediannya untuk mengkoordinir dan menjadi instruktur pada Training Centerini. Mudah-mudahan berkat bantuan beliau-beliau ini YPKP yakin bahwa Training Center ini akan banyak merubah wajahnya menjadi sebuah Yayasan Penelitian yarg sangat profesional dan berguna bagi usaha dan perjuangan dalarn-dalarn menegakkan kebenaran dan keadilan bagi martabat manusia.
Khususnya untuk menjernihkan sejarah bangsa Indonesia.
Demikian pula saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada partner kerja sama karai, SNB (Solidaritas Nusa Bangsa) yang telah bekerja keras. tidak kenal Ielah dan waktu untuk terselenggaranya training Center ini terurama dalam menanggulangi kesulitan maupun tantangzn yang menghadang di depan kita.
Kepada seluruh pimpinan YPKP Pusat beserta teman-teman daerah. serta teraga-tenaga muda pengikut kursus, calon penerus generasi bangsa semuanya Sehari-hari di sini sehat-schat, hingga dapat menyerap ilmu cengan baik yang akan berguna bagi perjuangan lebih lanjut.
Lupakanlah sejenak problem rumah tangga yang mengganggu, sehingga kita Gapat belajar dan bisa menyerap ilmu semaksimal mugkin. Sekal: lagi saya minta maaf dan akan bertemu kembali pada tanggal 8 April 2000 yang akan datang.
Selamat Belajar!!!
YPKP PUSAT
Ketua
SULAMI
pr Kemudian disusul oleh kunjungan Madames Danielle Mitterand (Ganda - esiden Perancis, Mitterand) dari France Liberte, dari Perancis
Persiapan
D/ u penyambutan tamu YPKP 65/66 dari Perancis, yaitu MME (ELE MITERRAND Ganda Presiden Perancis), maka pada hari Rabu
angga 23 April 2000 di adakan rapat uantuk persiapan penyambutan tamu Tsebut sebagai berikut:
8 pr dalam Rapat:
P. Hardoyo Bp. Umar Said Ep. Hasan Raid Bp.Simon Tiranda
=== [PDF page 26] ===
(22) IkisarT SINGKAT SEORANG SULAMI|
Bp. Gustav Dupe Bp. Heru Atmaja Mis.Nia Sarifudin Mis.
Bp. Hernowo Bp. Suparno Mrs. Fauziah Mrs. San Bp. Syamsu Bp. Sukarno Ibu Sumini Ny. Ester Bp. A. Zaini Bp. Sumadi Sdr. Budhi
Mis. Ivon
Acenoa Rapat:
Dalam pertemuan ini khususnya membicarakan 2 (duay yatiu
1. Membentuk Steering Comitte kun
Mrrerranp dari France Liperrs,
«. Menyikapi Hasi! Sidang Tahonan MPR Th Amandemen UUD 1945 pasal 28 ayat | Rapat dibuka oleh tusn rumah (Suharno) vang secara singkat Merijelaskan
maksud membentuk Sterring comitte. karena kedatangan tamu MME adaiah juga tamu buat semua LSM yang peduli akan perjuangan HAM dan pembangunar: Bangsa. Bahwa kedatangan MME bukan hanya untuk YPkp saya, sesuai dengan kegiatan Fravcr Lmrrre yang menangani semua kasus baik itu kasus HAM rasupun kasus-kasus lainnya. di mana Fraxcr Lisetp telah mempunyai jaringan yang kuat di seluruh dunia. Oleh karena ity kedatangan beliau supaya dimanfattkan semaksimal mungkin oleh LSM-LSM yang ada di Indonesia.
Adapaun jadwal kunjurgan MME dibagi 4 (empat) bagian.
Bagian pertama tanggal 23-25 Agustus 2000 singgah di bal: dalam rangka menuju ke Di. Di Bari akan disambut oleh ibu Sulami, YPKP perwaki:an bali dan LSM Bali. A 300
Bagian kedua tanggal 28-31 Agustus 20
Tanggal 28 Apes 2000 kedatangan di bandara akan samba Panitia. jumlah peserta akan ditunjuk oleh tuan rumah, dalam ha m PRE
Tanggal 29 Agustus 2000, jam 19.00-14.00 MME berkunjung nour Tangerang. khusus bertemu dengan para korban yang sekaligus peng
°K? di daerah-dacrah. ii
“ ae 16.09-19.00 MME berkunjung kz PRD (Partai Raky at Desakan di Coffee Flora ex hangzar TNI-AU Jl. Gaiot Subroto- Pancorari
30 Agustus 2070, jam 10.00-14.00 Audience dengan, Pron
dan Wakil Presicen. Menurut ketcrangan Bp. Umar Said yang sa iva yang
dengan Sekneg Presiden ada kesedian m2nerirna tamu, hanya tangga!!n
n dikonfirmasi. mt ne tah 16.00-190) MME berkunjung ke Pramupya holed apn a
Tanggal 21 Agustus 2000 jam 10.00-14.00 a nae sekitar 40 Orang bertempat di “Hilten” tetap: ini belum, ix ar a
Jarr. 16.00-19000 berkunjung ke Bp. Ali Sadikin di JI. Boro!
ABENda pokok
jungan Madame Dante
. 2000 terutama tentang
aman
nga
=== [PDF page 27] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI | |23|
.mlah yang akan dikonfirmasi beberapa orang kesediaan tuan rumah an ketiga tanggal 01-02 September 2000 Kunjungan MME ke Yogyakarta, rencana detailnya akan diatur oleh ypKP Yogvakarta dan LSM di Yogyakarta.
Bagian keempat tanggal 03-04 Septmeber 2000 oo Kunjungan akhir di Indonesia. Acara disepakati dirubah menjadi sebagai
ikat:: | Le ben Tanggal 03 September 2000 kembali dari Yogyakarta. Hari kosorig ini
can diisi kemudian.
Aa (4 Septernber jam 10.00-13.00 bertemu dengan LSM HAM dan LSM Pembangunan bertempat di Gedung Pola- Ji. Prokiamasi.
Jam 13.00-14.00 Konfrensi Pers di Gedung Pcla.
Jam 18.30 meninggalkan Jakarta, kembali ke Perancis.
Dari hasil pertemuan ini untuk mengkoordinir perterauan dengan Agamawan maupun LSM dipercayakan kepada Ester Yusur. Sebagai pembantunya diserahkan sepenuhnya Ester menunjuknya sendiri. Hadirin sepakat.
Dari Mis Nia Syarifudin ada kesediaan untuk menyumbang menyewa tenda buat tamu tanggal 29 Agustus 2000 serta menyediakan nasi bungkus untuk makan siang di tanggal 4 September 2000.
Tentang pertemuan dengan Agamawan lempat dar lain-lain akan disumbang oleh relasinya Mrs. Ester Yusuf.
Pak Umar Said minta bantuan kepada hadirin untuk menyampaikan undangan kepada tamu-tamu di dalam kunjungan MME di lempai Pak Pramudya. Hadirin bersedia membantunya. Setelah dianggap cukup mensiaah agenda pertama. maka seterusnya ke agenda yan kedua yaitu menyikapi hasil Pang Urn MPR 2000 terutama tentang amandemen UUD 1945 Pasca! 28
pasal I.
tesehe uma diketahui bahwa diloloskannnya amandemend pasal ie a Para pegiat HAM akan mendapat batu sandungan dengan petite pasal baru tadi. Karena itu tuan rumah mengajak semua teks cane diwakili LSM HAM untuk bersama-sama mengadakan “Ni Oleh are LSM se Jabotabek telah pula membuat pernyataan banyak membuang valktn oon enakan Ou Untuk tidak terlalu yang kemudian on, ienabnya disetujui dikerjakan oleh Ester Yusuf, nya akan di chek kembali sebelum dibuat finalnya.
Demikian Pertemuan ditutup pada jam 16.54
(Pembuat Notulen — Team YPKP 65/6 6)
=== [PDF page 28] ===
(ea) IkrsaH SINGKAT SEORANG SULAMI |
VII. MASALAH DISKRIMINASI
MASALAH DISKRIMINASI YANG PERLU DISAMSPAIKAN
PADA PENGUASA YANG MASI DIBERLAKUKAN:
TERHADAP WARGA NEGARANYA
Untuk menindak lanjuti hai-hal yan:
diskrim:natif terhadap ex-Tapol/Napol dan keluareates. ween Yang YPKP 65/56 memberikan penjelasan kepada Presiden RI selatan Pen pemerin lahan, me hingga sekarang masih banyak apace pena yang masih bertindak seperti ay Uv Ma AI warganya berbecia. ee memberlakukan
Untuk itu pada tanggal 16 Oktober 2900, YPKP 65/66 Pusat melayangk:
Surat yang ditujukan kepada Kepala Pemerintahan Presiden Republik Indo ncsia KH. ABDURRACHMAN Wamo yang isinya secara utuh beserta lampirann kami tulis sebagai berikut: x
Surat Tertanggal 16 Oktober 2000 dengan No. Surat 05/ypkp/X/2000
Lampiran 2 (dua) bundel
Perihal laporan tentang YPKF 65/65 dan Kegiatannya.
Isi Surat:
Bersama ini kami melaporkan kepada Bapak mengenai YPKP (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan Tahun 1965/1966) beserta kegiatannya.
YPKP didirikan pada tanggal 7 April 1999 terdaftar dengan No. 1/1999 di Tangerang di hadapan Notaris Nv. Naxxy Wanycpi Sarjana Hukum dan telah terdaftar pada Pengadilan Negeri Tangerang Pada hari Selasa tanggal 15 Juni 1999 dengan Nomor Pendaftaran HI.01.0-: 209 199 PN TNG.
Kemudian juga telah dideklarasikan pada tanggal 15 April 1999 bertempa di gedung YLBHI Jl. Diponegoro Jakarta. Pada Akte notaris terlampir, tertera ayas dan tujuan YPKE, bahwa YPKP ingin berperan serta untuk: su a membantu Pemerintahan Republik Indonesia dalam asah.
mencerdaskan bangsa guna mewujudkan masyarakat Pancasila seutu A b. Berusaha berdasarkan kemapuan yang ada dalam pengamalan Pancas
scrta UUD 1545 dalam kehidupan bernegara. berbangs4.
bermasyarakat Pancasila secara murni dan konsekuen. err
Demikian selanjutnya YPKP berusaha menghindari dan meni '
cara-zara pembodohan terhadap rakyat baik mengenai Hak Hae! kegial af tegakkan keadilan serta pelurusan Sejarah. termasuk a ean edi el penelitian untuk pengungkapan pembunuhan yang merupakan, ean) ant 66 termasuk pelanggaran kemanusaan terhadap para keluarga KO
=== [PDF page 29] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI | [25]
sudah terbunuh, maupun yang sudah dibebaskan kembali, masih sulit untuk mendapatkan hak-haknya sebagi warga negara misalnya. untuk menjadi anggota TNI, pegawai Sipil (P.N.) belajar ke luar negeri termasuk mendapatkan ikatan-ikatan dinas, harus bersih lingkungan dan lain-lainnya, meskipun pemerintah sudah menghapus LITSUS. Sedangkan bagi korban langsung yang telah dibebaskan, masih mendapat perlakuan yang diskriminatif. misalnya: di sana-sini masih mendapat wajib lapor. KTP yang belum bersih sepenuhnya. meskipun tanda ET (Eks Tahanan) sudah tehapus, umur 60 tahun ke atas belum mendapatkan KTP seumur hidup, hanya ada beberapa yang secara kebetulan te rjadi. Dengan demikian sangat membatasi ruang gerak mercka sekalipun hanya untuk mencari nafkah.
Bapak Presider., jika kami mengetengahkan masalah ini, bukan berarti untuk membalas dendam, kecuali keinginan tulus, agar dikemudian hari peristiwa yang sangat menyedihkan ini, vang mengorbankan orang-orang tidak berdosa. hendaknya tidak terulang lagi.
Dengan demikian bangsa ini akan menatap hari depan tanpa beban lagi.
karena kebenaran telah ditegakkan untuk kemudian mendukung usaha rekonsiliasi nasicnal oleh para pihak yang sekarang juga sedang berlangsung.
Sepzrti yang kami vakini, Bapak Presiden juga mengetahui bahwa perjuangan ini cukup berat. Dimana hingga saat sekarang masih ada clemenelemen di dalam masyarakat yang belum mau mengerti pada usaha mulia ini. Hingga masih berpendapat bahwa penelitian tersebut (yang, masih diprakarsai oleh para korban Peristiwa G30 S 1965) dianggap akan menghidupkan kerobali ideologi dan organisasi PKI. Hingga dilakukan munuver-manuver provokatif terhadap YPKP. termasuk mencoba membakar kantor dan mengusir para aktivis YPKP agar meninggalkan tempat.
Fada kesempatan ini kami hanya ingin menegaskan bahwa kegiatan YPKP hanya terpusat pada penelitian serta kegiatan kemanusiaan vang luhur, bukan sekedar menjadikan peristiwa itu hanya sebagai masa lalu saya. Tentang kegiatan YPKP sekarang ini baru pada taraf persiapan penelitian, penandatanganan serta survai lapangan seperti terlampir bersama iru.
Kemudian dengan rasa hormat, dimana kami merasakan bahwa Bapak Presiden akan sangat memperhatikan masalah pengembangan demekrasi di
ean Air kita ini, kami sebelumnya menyampaikan terima kasih yang tak
Pengurus YPKP Pusat
Ketua Sekretaris
=== [PDF page 30] ===
SC) (KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
Lampiran Surat No. 05 PKP/X/Din/2000
Kegiatan-Kegiatan YPKP
1. Tanggal 15 April 199 dideklarasikan berdirinya YPKP 1955/1966 i depan Pers dalam dan Luar Negeri, mengambil tempat di YLBH n Diponegoro. Jakarta Pusat.
Mengudakan Workshop Pertama di Cipanas, tanggal 21-22 Juli 1999
dihadiri oleh Perwakilan YPKP se-Jawa. Bali. Tujuan Workshop untuk
menyusun program kerja penelitian jangka panjang dan jangka pendek
Yara didapat dari sumbangan rekan Solidaritas Nusa Bangsa (SNRB) dan
Yayasan Sosial Pengembangan dan Sosial (YSIP)
3. Membentuk jaringan penelitian kehormatan di propinsi-propinsi yang belum dibentuk perwakilan dan cabang-cabang pada setiap kabupaten di Celeruh Indonesia. Waktu Juli sampai dengan Desember 1999.
4. Ketua YPKP mendapatkan kehormatan mandapat undangan dari Komite Internasional Melawan Kekerasan Negara terhadap warga negara untuk hadir pada semirar sehari di Amsterdam, belanda, pada tanggal 10 Desembr 1999. Hadir dari Indonesia antara larn Menteri Negara HAM.
Bapak Hasballah M. YLBHI. Utusan dari Aceh dan Dosen dari ITB.
5. Selama di Negzri Belanda. mendapat undangan dari Masyarakat Indones-a di Eelanda dan Masyarakai Indonesia di Paris. Mereka menyambut gembira atzs berdirinya Yayasan ini dan menggantungkan harapan semoga perjuangan kemanusian YPKP dapat terwujud. Di Paris mendapat undangan dari Madame Danielle Mitierancl, baik sebagai mantan isteri Presiden maupun sebagai ketua France Liberte. Beliau sangat memahami betapa menderita rakyat Indonesia di bawah Rejim Oroz Baru. karena itu secar moral sangat mendukung usaha-usaha yang dilakukan YPKP dalam ikut raengisi kemerdekaan dan demokrasi bersarna pemerintaha!
Gus Dur yang demokratis dan menjunjung tinggi-tinggi supremasi
hukum.:
6. Workshop kedua di Semarang tanggal 11-12 Desember 1979. Diikuti oleh perwakilan cabang-cabang yang telah dibentuk. Biaya didapat dat sumbangan sukarela siapa saya yang menaruh perhatian dari kegiatan kemanusiaan ini. Dalam. Dalam Workshop ke-Il ini diadakan evaluas!
kerja dan rencana penelitian dari bulan Juli s/d Desember 1999.
7. Pertemuan di Gunung Salak, Sukaburni tanggal 28 Februari 200)
Perienam ini terbatas Perwakilan-Perwakilan untuk merabica!
situasi saat itu dan apa yang terjadi di lapangan terhadap para relawan “PKP di dazrah-daerak.
8. Tan ggal 5 sampai 15 April 2000 bertempat di Cianjur, diselenggarak”
latihan kerja Penelitian yang meliputi pekerjaan Dokumentasi. Teh"
=== [PDF page 31] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI| [27]
Wawancara. Tehnik Pengambilan Gambar, Saksi-saksi dan lain sebagainya. Diroana pembimbingnya terdiri dari tenaga-tenaga ahli pada bidangnya dari perguruan tinggi dan Institusi penelitian. Pengikut pelatihan ini adalah perwakilan-perwakilan dari Jawe. Bali. Sulawesi, Sumatra dan Tenaga-tenaga muda lulusan perguruan tinggi yang lulus dari seleksi penerimaan.
9, Mengikuti Seminar-seminar tentang rencana RUU Komisi Keadilan dan
— Rekonsiliasi Nasonal yang diselenggarakan oleh Elsam. Menteri Negara HAM secara berturut-turut yang diadakan di Yogyakarta. Surabaya, Semarang dan Jakarta.
10. Pada tanggal 20 Juli 2090 di Hotel “Cemeaxa”, Jakarta diselenggarakan Seminar Sehari bersama Solidaritas Nusa Bangsa, ISAI, ISIS PAKOREA, Hidup Baru. Komite pembebasan Tapol/Napol dan beberapa Tokoh pelaku Peristiwa 1965 yang kemudian juga dijebloskan ke dalam penjara oleh
— penguasa OrDe Baru. Tema seminar iri adalah “Mencari KEBENARAN DAN
PELURUSAN SEJARAH”
11. Pada tanggal 28 Agustus 2002 sampai dengan 4 September 2000 mendanat kunjungan Mapawt: Dantet.E Mrrrerawp isteri mantan Presiden Perancis.
sebagai kunjungan balasan ketika Ibu Sulami berkunjung ke Paris. Dalam kesempatan kunjungan yang sangat singkat ini Madame Danielle Mitterand berkesempatan bertemu langsung dengan para korban pelanggaran HAM tahun 1965/1966 yang masih hidup dan ahli warisnya.
serta meninjau sebagian tempat-tempat pengubura:: “iassal di tahun 1965/ 1966. Antara lain di Luwenc-Wonosari D.LY. Juga berkesempatan untuk bertzamu denga Gus Dur.
12. Saat sekarang ini sedang dilakukan Persiapan Penelitian. Per Yataan.
Orientasi Lapangan untuk seluruh wilayah yang sudah terbentuk Perwakilan-Perwakilan YPKP Ini semua dalam rangka melaksanakan program kerja jangka pendek yang akan ditutup pada akhir tahun 2000.
Hasil-hasil kerja selama 2 tahun ini sebagai landasan untuk melaksanakan program untuk jangka panjang. yaitu menuntut Keadilan bagi pelaku pekanggaran HAM berat mantan Presiden Sornanto.
LAN tin
YP KP 65/66-S.N.B. datangi Komnas HAM pada bari Kamis tanggal 20 April 2000
Pada hari Kamis 20 April 2000, YPKP Pusat dan Solidaritas Nusa Bangsa NB) Merdatangi Komnas HAM. Jni adalah kedatangan YPKP dan SNB bos. kalinya, Butir-butir agenda yang dibicarakan ialah mengenai kejelasan SSI Komnas HAM dengan Peristiwa Pembantaian massal 65/66. Juga
=== [PDF page 32] ===
my oo TSM]
NEK SINGA ST KAN
dukungan Komnas HAM terhadao agenda-nyenda kemanusig na FINS WW GUAU ee 5 uh: | =a. nt. 3
i = 1. Dalam halim pembentukan KPP HAM 05/60 sangat dinamin La ya. ANAT 4 ma, |
. NN Aigo en dengan di damp:ngi Scorn, dari Komnas HAM. dan Im
DAN AL AKI =
0.5.1 Kmwass KAM di bidang Hukum, untuk ketiga kalinya Mencriny soraban » kiran aiau peagadzan yang hampir sama dari YPKP. Walaupun
& BAM sudah diaat mambaa apa yang akan diajukan oleh YPkp.., ONB BN Menag sah dala ingin merdengarkan maksud kedata
Ngan an S\B acar dapat memberi tanggapan yang lebih komprehensir: 2 n eninegspi dengsa proporsional.
Tidak mah xerbada dengan kunjungan kedua YPKP dan SNB. dalam diskusi sang dilangsungkan selama hampir I (satu) jam itu, Suan Masih mengharapkan dukungan Kenwas HAM urtuk membentuk KPP HAM korban 65 60." Perisiwanya sudah berlalu satu tahun dan keadaan berubah-uba besitu sepat terutama peda waktu ini pemerintahan Gus Dur telah memberikan wawasan dan usu.nya kepada MPR. Kami mau mengingatkan, Saat kami menghadap» komnas HAM yang kedua kalinya, Pak Marpuy mengatakan bahwa Komans HAM belum bisa berbuat apa-apa jika masih ada peraturan yang mergikatnya, vaitu TAP MPRS No.XXV/1966. Jadi perjuangar kita. diharapkan oleh pak Marnun untuk membebaskan, atau mencabut TAP MPRS itu. dan kebetulan sekali bahwa bapak Presiden juga mengatakan demikian. Jadi kaini sangat mendukung politik yang diutarakan Olch Presiden sclaku penuntun kami dalam melanjutkan perjuangan in”.
Ujar SULAMI,.
Dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara urusan HAM. SuLawi sebagai wakil YPKF d:minta masukan-rnasukannya berkenaan dengan pelanggaran hak asasi manusia ya ng terjadi dalam kurun waktu 32 tahun. terutama scal peristiwa 65/66, dan juga berharap Komnas HAM
merealisasikan terbentuknya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Nasioral (KKR)
ARNCLD PurBa
DalamProses Iransisi demokrasi yang sedang dihadapi Indonesia.
kebijakan pemerintah untuk raencoba melakukan rekonsiliasi merupaka"
Sebuah stage atau tahap awal menuju penyelesaian konflik-konflik sosial yang pernah terjad: di Indonesia. Tidak akan mungkin terjadi rekonsilias!
Seat di dalam negeri ini, apabila tidak merambah pada persoalan 6s karena dalam peristiwa tersebut Remi Orox: Barus berdiri di atas jutaan rak??
yang dibantai.
Hal tersebut ditekankan Arxctp Ptrpa, direktur Organisasi SNE HAM dibentuk, karena kita pikir inilah lan
nae kami menuntut KPP pan daan we untuk investigasi. Kalau seandainya pemerintah atau Kommas
=== [PDF page 33] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG al NAMM Pal
tidak melakukan ini, ya jangan salahkan masyarakat untuk micrabent penelitian korban 65/66 seperti yang dibikin oleh YPKF: 65166”, tegas Ar aoi
MaSALAII Kemanusiaan, Bukan Poin
Ester Indahyani Yusuf SH., ketua dewan pekerja SNB. mengharapk adaperubahan sikap dari Komnas HAM mengenai pembaritaian Kemanusia 65/66 yang belum selesai sampai sekarang.
Ester menggans bawahi kcinginan YPKP dan SNE alr adarya K HAM 65/60 adalah dalam rangka rekonsiliasi nzsicnal untuk menyejesaik semua luka-luka yang ada di Indonesia, termasuk di dalamnya adalah kasz 65'66 yang merupakan awal lahirnya pemerintahan Orpz Earv.
aik SNB maupun YPKP tidak membicarakan TAP MPRS No.£XX 1956. tetapi perlunya satu investigasi, satu pengungkapan fakta mengei kasus pemburuhan 65/66 vang kemudian menjadi dasar bagi rekonsili:
nasional. Juga SNB dan YPKP tolak berbicara masalah yang hanya kul kulit saya, seprti status ET dalam KTP rnelairkan pembantaian terhad manusia.
“Pada pembicaan yang lalu kami sanga. menvesal. seolah-olah keti berbicara mengenai masalah kemanusiaar., berarti menjadi masalah pelit Yang kami inginkan. Komnas HAM juga terlihat masalah pembantaian dak sudut kemanusiaan. karena pada saat ini kami ingin mendapat penegas dari Komnas HAM mengenai sikap terhadap pembantaian kemanusiaan tahun-tahun itu.” Kata Ester.
Hal senada juga diungkapkan Sumarno, dari YPKP bahwa hendakn sikap Komnas HAM menyoal kemanu siaanva. Menurut Suharno. YPKP ma asalnya. tetapi cara-cara dari penangkapan sampai pada penanunar d pembunuhan vang tidak manusiawi.
65/66: Masarau Prakarsa
Menanggapi uraian YPKP dan SNB, BN Mareun menjelaskan. Kornr HAM pernah berjanji untuk berjuang dan untuk membawakan perscalan para rapat pleno. dengan catatan bahwa Komnas HAM dari awal tidak pern mengatakan ini gampang dalam arti akan ditangani Komnas HA Secepatnya.
BN Marun menambahkan peristiwa 55/66 adalah persoalan be:
mengingat TAP MIPRS yang masih terus diperdebatkan pencabuiannya d Sikap sebagian masyarakat yang saling berbenturan untuk masalah ini, ray Pleno belura berani mengambil keputusan. Komnas HAM akan berkonsult:
dengan pihak-pihak yang barangkali dapat membantu.
Bagi Komnas HAM. peristiwa 65/66 aclalah masalah raksasa. kare
=== [PDF page 34] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
memangkut jutean orang. Menyinggung masalah TAP MPRS XXV/19 ce BN Marsuv menila: adanya pergeseran pemikiran atau kecenderungan bap,,,
Gus Dur melemparkan bola dengan mengusulkan pencabutan TAP tersebyy Secara Hukum, Gus Dur tidak boleh mencabut TAP itu sendiri. Juga, Secara tata negara Gus Dur juga tidak boleh mencabutnya karena tidak berhak.
“Tapi untuk melemparkan masalahnya atau untuk menggulingkan bolarva. betul. Dalam wawancara saya dengan Intzrview, saya Mengatakan bagaimana beratnya masalah ini dan suatu ketika harus diselesaikan, tetapi seperti pernah kami katakan, mari kita berjuang bersama,” kata BN Marpty
MPR-lah yang harus memutuskan mengenai dicabut atau tidaknya TAp MPR tersebut. Tapi masyarakat juga harus mendorong dan memberi sumbangan pikiran secara positif. Dengan demikian akan terjadi pergeseran pemikiran ke arah yang positif.
Mepurut BN Marswv, sudah satu tahun ini, Komnas HAM memonitor bagaimzua Afrika Selatan menyelesaikan masalah rasial. Jika harus di hukum semuanya. Maka ditempuh suatu kebijaksanaandan kebijakan yang lebih mengarah pada kebijakan (wisdom). bukan kebijakan (policy).
“Dicari jalan yang paling mungkin dan juga practicable, bisa-bisa dilaksanakan dengan membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Nasional (KKR). Dalam komisi kebenaran ini yang salah. disalahkan dan diadili. Tapi agar tidak merabuka luka baru lagi, mereka diampuni. Itulah hak. sesuai dengan konstitusi mereka, dan jika diterapkan di Indonesia, hal il: mungkin saya ', jelas BN Marsux yang juga menyatakan bahwa masalah AFSEL tidak jauh berbeda dengan masalah 65/66.
“Jadi”. lanjut Marsun, “mengenai pembentukan KPP HAM 65/66. kami dari Komnas HAM yang ada dalam ruangan ini tidak berwenang untuk memutuskan atau menerima, mengatakan ya atau tidak, tapi kami sudah mencoba lampirkan dulu dalara sidang pleno yang lalu”
BN Marmun menyatakan tidak akan berhenti memperjuangkan pembentukan KPP HAM 65/66. Komnas HAM selalu memaparkan bahw persoalan:ni adalah persoalan nasional. Mengenai TAP MPRS No.XXV 1966 Komnas HAM akan mengkaji lagi dengan catatan harus diputuska'
oleh bukan oleh BN Marsun, Sucmi maupun Irma.
Memang tidak mudah untuk mengenal betul-betul jati diri Gus D't baik pada masa-masa yang lalu. maupun di masa depan. Paling-paling yang bisa sita terka adalah pola berpikirnya yang tercermin dalam tindakan - tindakan, kebijakan atau pernyataan beliau, baik sebagai pemimpin umat Is Jam maupun sekarang ini. sebagai kepala Negara. Begitu jugalah, barang An $ yang dikatakan banvak orang. bahwa ucapan beliau, kadang-kadatl, membingungkar dan bahwa sejumlah maruver-manuver yang dilakukan udak dimengerti bahkan juga oleh pendukung-pendukungnya sendiri.
Dari apa yang saya lihat sendiri dan saya dengar di ruangan Hotel 1"
=== [PDF page 35] ===
KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
. Continental Paris itu saya mempunyai kesan bahwa Gus Dug, mengaj rig semuanya untuk merajut masa depan rakyat, bangsa dan negara ki yaitu ajakan kepada kita semua untuk mengkoreksi semua kesalah:
kesalahan di masa silam. demi memungkinkan rekorsiliasi d: masa dep:
Untuk itu, kita semua perlu membuang jauh-jauh cara berpikir yang sud dikerangkeng begita lama oleh Oror. Baru. untuk memupuk toleransi an manusia dari bermacam-macam kebangsaan. agama, dan aliran politik (cal:
kaitan ini patut lah dicatat, bahwa Gus Dur juga telah bertemu muka deng Prrre Matrcv. pimpnan Gerakan Sosialis Perarcis dan mantan Perda menteri Perancis. Temu muka ini diatur dalam acara berikutnya, sesud acara dengan kami yang berlangsung selama sekitar 20 monit itu selesa
pen)
kata
“Gus Dur tidak bisa melihat. tetapi mempunyai pandangan jauh Iet luas”. ujar Sergio Regazzoni, Direktur Centre Lesrer, seorang Italia ya
“sejak mudanya sudah mencurahkan sebagian terbesar hidupnya unt memupuk persahabatan dan kerja sama antara berbagai bangsa dar: raky melarui kegiatan dan macam-macam bentuk dan cara. Ia mempum hubungan yang luas dengan berbagai tokoh masyarakat dan mengenai ban LSM di berbagai negeri terutama di kawasan ASIA. Umpamanya di Ko!
Utara, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Filipina, Indocina. Thailand. Ind Pakistan, Malavsia, Srilangka dan juga Indonesia. Gus Dur sud mengenalinya sejak lama.:
“Kami pernah punya ide membuat round tahle, dengan harapan bah dalam round tabie itu narti terkuak apa persoalannya. benang kusutnya cc diluruskan. Dengan kita bersama-sama mengetahui kesalahan kita. Buk menuduh tetapi mencoba mengakui dosa”, papar Arnokd.
Meminta penegasan lebih lanjut. Ester mengajukan tiga hal. “Perian kedatangan YPKP dan SNB bukan dalam rangka membicarakan Tap MP!
No. XXV/1966, teta pi tentang pembantaian yang terjadi. Kedua. BN Mars sempat menjelaskan aca kemenduaan sikap dalam Koranas HAM. Saya ing Jelaskan, apakah ini kemenduaan dalam sikap pencabutan Tap MPRS at Setuju atau tidak setujunya dibukanya pembanta:an kemanusiaan karena d hal yang berbeda. Atau bahkari kemenduaan sikap menolak pencabutan T
. RS dan menolak pembukaan pembantaian sama sekali. Ket.ga, mengei bahwa ini adalah proyek yang sangat besar, kami setuju dan mungkin mema Penyelesaiannya tidak dalam waktu yang demikian singkat. satu dua bul:
an ae ingin mendapat kejelasan juga, kira-kira kapan tepatnya kita b meny melangkah maju. Ya, supaya ada kejelasan saya bukannya har
1ggu-nunggu saya.”
; aang Bae pernyataan dan pertanyaan tersebut, BN. Marsun menyatak:
kong R kan sudah deka, 1 aiau 2 Agustus yang akan datang. Ji
Sinya harus dipanasi terlebih dulu. Tolong diingatkan atau diberik
=== [PDF page 36] ===
(Ep) (SAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
surat yang terperinci dan sederhana kepada MPR tadi. ulangi-lagi tidak ti apa-apa, DPR khusus komisi I toling catat itu. Fi aksi PKB kalau bisa disebutkan bahwa ini usul Komnas HAM dan Fraksi PDI-P Juga. Tetapy barangkali Fraksi Golkar agak segan.,
Menanggapi masalah kemenduaan sikap Komnas HAM, maksud Bh Marrun yang lebih tepat adalah adanya suara bulat dan ada pendekatan. (SK
th II Juli 2000 No (7)
VIII. PENGGALIAN KuBuraN Masaj, pi Horan NpampEs, Drsa SITUKUP, KALwoRro, Wonososo, Jawa TENGAH
Pada saat pembongkaran mayat di hutan Ndampes-Situkup, Wonosobo.
karena saat itu kendalanya sangat berat (wakil Bupati membzrikan rcaksi)
dari pemerintah setempat yang seri gaya hendak menggagalkan, namun berkat kegigihan Isu Surawt bersama teman-teman. yang akhirnya pembongkaran mayat bisa dilaksanakan. Kemudian dengan tidak disangka, Ibu Sulami mendadak sakit. Selarjutnya pekerjaan diambil alih oleh Bapak Hasan Raid selaku PJS (Pejabat Sementara). Adapun proses pembongkarannya adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 16 — 18 November 2000. YPKP telah mengadakan pembongkaran kuburan massal korban G30S yang berlokasi di hutan Ndamipes, Desa Situkup, Kaliworo, Wonosobo, Jawa Tengah.
Pembongkaran bermula dari adanya permintaan keluarga yang mengetahui bahwa anggota keluarganya di “makamkan” di lokasi hutan Ndampes. Setelah adanya permintaan tersebut, maka karai mulai melakukan investigasi lebih lanjut untuk menvelidiki kebenaran dari informasi yang diberikan oleh pihak keluarga. Hasil investigasi mengarah zdanya 21 korban yang dibunuh, dilakukan dan dikuburkan secara masal di lokasi hutan NDampes. Ke-21 orang tersebut diperkirakan berasal dari penjara Yogyaka"?
dan dieksekusi pada tangga! 3 Maret 1966. Investigasi tersebut berdasarkan keterangan 1 (satu) orang saksi mata yang saat ini sudah meninggal.
| Setelan melakukan investigasi, kami mulai mengurus perijinan yang diperlukan: ijin kepada Bupati Wonosobo, DPRD, Kodim, Kapolres. Camat Katiwozo dan Perum Perhutani BKBH Ngadisono, Kedu Selatan. Selam perijinan di dacrah. kami juga mengajukan ijin ke Komnas HAM. Selur Perijinan kami dapatkan pada tanggal 7 November 2000.
Pada hari Kamis tanggal 15 November 2000 pukul 18.¢0 WIB. kam
mengadakan selamatan di Kaliworo yang dihadiri oleh pihak keluarg-keluarg tim
=== [PDF page 37] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAM) [33]
geal dan masyarakat di sekitar lokasi selamatan. Kascsro, Wonosobo p me ke lokasi penginapan sekitar pukul 19.00 WB. Beliau datang dengan: aw surat dari Wakil Bupa Wanna yang berisi perintah untuk menunda penggalian sampai waktu yang tidak ditentukan. Acara penggalian sang sedianya akan dilakukan tanggal 16 Noveraber 2000 pukul 07.00 WIB hingga 16.00 tersebut, kami mendatangi dengan rencana. Pukul 07.00 hingga 16.00 tersebut, kami mendatangi kantor wakil Bupati untuk menyarapaikan gurat keberatan YPKP terhadap perintah pengunduran acara. Wakil Bupati yang didampingi Kasoseot mengatakan bahwa penundaan dihasilkan dari rapat MuspIDA dengan pertimbangan bahwa acara ini belum tersosialisasi di masyarakat. dan ditakutkan akan muncul reaksi-reaksi yang negatif, selain itu juga Musema menganggap belum ada cukup bukti. Kami menolak penundaan tersebut karena baru disampaikan satu hari menjzlang hari H dan alosan-alasannya juga tidak kuat. Wakil bupati Menyatakan bahwa pada pagi itu juga yaitu pukul 09.00 akan diadakan rapat kembali rapat Musema untuk mempertimbangkan YPKP. Hasil rapat Muspida menyatakan bahwa Musena tidak dapat mengambil keputusan, kelanjutannya adalah acara tergantung dari rekomendasi Komnas HAM yang akan diberikan pada Pukul 11.00 WIB.
Sampai Pukul 11.15 kabar dari Komnas HAM belum juga diterima, padahal di lokas penggalian panitia dan-masyarakat sudah ramai berkumpul sejak pukul 07.00 pagi. Sementara itu di tempat lokasi aparat dari Kopra sudah mulai mengusir massa dan panitia. mercka mengatakan bahwa papitia, yaitu YPKP, yang sebenarnya sedang negosiasi. sudah membatalian acara.
Urtunglah panitia di lokasi tidak terprovokasi dan tctap sabar menunggu.
Karena khabar dari Komanas HAM belum juga datang, akhirnya panitia ambil Inisiatif dengan langsung rnenghubungi sekjsan Komnas HAM sebenarnya Sudah diberikan pada pukul 09.30 pagi. Hal in jelas bertentangan dengan keter angan yang diberikan oleh Bupati yang diwakili oleh Kasospor. Setelah dikonfrontir keterangan tersebut pada Kasosror. akhirnva wakil Bapsti ncmeriksa ijin.
Se: Setelah proses perrjinan selesai, barulah penggalian dapat dilaksanakan.
Celah mengidentifikasi lokasi, penggalian dilakukan dengan di dahulu:
haan dca oleh tokoh NU setempat. Proses penggalian agak terganggu ga ea massa dan kurangnya pengalaman. Pihak Kepolisian tidak anser mn Tikan pengamanan. karena tidak diperintah secara tertulis, pihak Dengoalin” hadirpun tidak mau memberikan pengamanan di sekitar Member karena ada pihak yang wanti-wanti mereka agar hanya Wakil By 1 pengaraanan bila sudah diten ma surat persetujuan tertulis dari Cukup aa Wonosobc. Walaupun prosesnya agak tersendat, tetapi penggalian lokag: diane. dan diakhiri pada sekitar pukul 5 sore. Pada malam hari ite, Pengyatia Ta oleh panitia dan pihak Polres yang telah mendapatkan ijinnya.
2 yang dilakukan selama tiga hari mendapatkan hasil di luar dugaan.
=== [PDF page 38] ===
[34] (RISAH SINGKAT SEORANG SULAM! |
Dugaan semula jumlah yang berada di lokasi tersebut adalah 21 orang, Tetapi ketika kerangka yang ke-21 berhasil ditemuxan, ium dokter forensik ane dipimpin oleh Haxboro. masih menemukan 3 (tiga) kerangka lagi dan diperkirakan jumlah tersebut masih bertambah xarena lubang behim keserauanya tergali. Scharusnya seluruh kerangka yang berada di Tuban tersebut harus dikeluarkan semua. tetapi hal ini tidak kami lakukan. karen, panitia sudah kehabisan tenaga dan dana. Akhirnya sekarang lokasi penggalian tersebut dpagari can dikunci Kunci kami serahkan ke PEMD, seiempat, dan pengamanannya diserahkan kcpada mereka.
Ke-24 kerarigka yang berhasil ditemukan tersebut sekarang berada di RSUP Sarjito Yogvakaria untuk diidentifikasi.
KONFRENSI PERS
Sehubungan dengan temuan kerangka-kerangka tersebut. kami adakan pertemuan di Komvas HAM pada Senin tanggal 20 November 2009. Kami minta agar Komvas HAM membentuk KPP HAM untuk menyelidiki peristirya 1965/1966 Permintaan terszbut cukup beralasan, karena bukti pzlanggaran HAM yang kanu dapatkan cukup kuat, pada sebagian besar kerangkakerangka yang kami temukan tersebut ada lubang bekas peluru yang:
diperkirakan berasal dari tembakan jenis senjata olomat dan laras panjang.
Kami tidak setuju dengan pendapat Komvas HAM yang menyarakan
bahwa Komnas tidak ingin lagi membentuk KPP HAM sebelum ada rekomendasi dari DPK. Pasal $ avat (1), (2) dan (3) RUU Pengadilan HAM mengatakan bahwa wewenang untuk melakukan penyelidikan atas pelanggaran berat hanya dilakukan oleh Kormas HAM dengan membentuk KPP HAM. Pada dasarnya penyelidikan berbeda dengan pengadilan. Pada tingkat penyelidikan pada tujuan utamanya ialah untuk mencari dan menemukan Suatu peristiwa yang diduga sebagai tindakan pidana. aga selanjutnya dapat dilakukan apabila hasil penyelidikan menunjukan adanya temuan-temuan yang diduga diakibatkan pelanggaran HAM. Mengenal!
kekhawatiran Komnas apabila nanti berhasil penyelidikan diadakan tersebul ticak ditindak lanjuti melalui peradilan, bukanlah merupakan alasan ya"
kuat. untuk tidak melakukan penyelidikan. Apabila hasil penyelidika"
memang menunjukkan adanya pelanggarar: HAM berat, maka konskwensin akan ada banyak pihak yang mendesak DPR untuk membentuk pengadila"
HAM. Hasil penyelidikan KPP HAM tersebut juga bisa dipergunakan uni 8 proses Pengadilan Internasional, apabila mernang nantinya mekanis"
hukum di Indonesia ticak dapat menyelesaikan kasus kejahatan kemanusi3 pada tahun 1965/1966. di
_ Diajukan dalam Seminar Seiengah Hari “Mengungkap Trage
Kemanusiaan 1965'1966” Jakarta, 12 Desember 2000
=== [PDF page 39] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
LAPORAN Hasi, PENELITIAN:
|. PENGGALIAN PADA HARI | TANGGAL 16 Novemper 20:00
Penggalian dilakukan sedalam 0,5 — U5 meter, dalam dataran arca itu miring (agak curam). Pada kedalaman sekitar sabu meter mulai ditemukan potongan tulang tengkorak yang berukuran sekitar 5x6x0,5 Cm dengan konsistensi rapi. PN
Penggalian diteruskan dengan mencoba mengidentifikasi posisi jenazah.
Setelah dicoba mangikuti alur posisi jenazah maka kami dapati posisi korban saling tumpang tindih. Selama penggalian hari pertama ini didapati selatar 8 posisi korban yang tidak beraturan, bertumpang tindih secara tidak teratur.
Setiap tulang yang ditemukan adalah tulang yang rapuh. Penggalian diteruskan dengan amat hati-hati dan peralahan-lahan. '
Keranaxa yang didapat adalah:
a 4 tulang kepala, 2 diantaranya ada luka tembak. Pada posisi satu ditemukan sebuah sisir berwarna merah dan gigi zeligi bagian depan yang telah dipangur dengan amat rapi.
b. Rahangatas dan bawah ditemukan dengan gigi geligi yang tidak utuh.
Cc. Tulang-tulang yang bertumpang tindih tidak beraturan. yaitu tulang lengan atas, tulang radialis, tulang tungkai atas dan tulang-tulang iga.Semua tulang diatas tidak dalam keadaan utuh dan szbagian ditumbuhi akar pohon. |
2. Pencaauay Papa nari Ke-I] (TANGGAL 17 Novemper 2000.
Jumlah korban yang diternukan adalah 9 jenazah. Dengan perincian sebagai berikut::
a Posisi 9.
b. Posisi10: Ditemukan cincin emas dengan tulisan nama Sujiyem 26- 06 1965. Di sekitarnya terdapat sel ongsong pcluru dan sebuah anak peluru serta sisir plasitik berwarna biru muda. Usia korban diperkirakan berusia 24 tahun.
Cc. Posisi 11: Diantara tulang-tulang terdapat sebuah kancing baju berwarna abu-abu dengan diameter 1 cm, satu selongsong besar dan lima selongsong kecil.
d. Posisi 12: Pada potongan tulang kepala diperkirakan pada bagian pelipis terdapat tulang bekas tembakan Gan di dekatnya terdapat provektil dua buah.:
€. Posisi 13: terdapat bekas patah tulang yang telah sembuh (menyambung kembali) pada tulang kering kanan bagian bawah.
=== [PDF page 40] ===
Posisi 1-, belum ditemukan keistimewaanya.
Posisi 15: Terdapat potongan baju kaos berlubangputih. Ada potongan gigi palsu seri 1 atas.
Posisi 16: Di dekatnya terdapat kemasan pasta gigi Dental Posisi 17: Belum ditemukan kcistimewaanya
lubang War
3. PencGaLian Papa Hari Ke-III (tancoat 18 NovEMBER 2000)
total posisi korban dari penggalian hari pertarna sarupai hari ada 24 posisi.
Pengga.ian pada hari ketiga ditemukan 7 posisi baru. sehing
ketiga ada
Posisi 18, Ditemukan sandal jepit (alas) yang bercorak: Warna-warni terbuat dari karet, diduga merk Swallow. Ditemukan juga Sebaya sisir berwarna kuning dan dilokasi yang tidak berjauhan ditemukan sandal bandol (alas karet) lengkap sepasang.
Posisi 19, Ditemukan pada rahang atas gigi palsu Platina di bagian depan (dua buah) dan bagian geraham belakang kanan yang kedua (satu buah)
Posisi 20: Ditemukan antara tulang belulang di tanah terdapat anak peluru 5
Posisi 21, Belum ditemukan keistimewaan.
Posisi 22, Belum ditemukan keistimewaan.
Posisi 23: Diantara tulang belulang ditemukan kancing putih berdiameter kurang 1 cm.
Posisi 24, Belum ditentukan keistimewaan.
IX. SuLami MENDAPAT AWARD
(SuLari Mexpapat Awaro Dari Komisi HAM Asia)
Tanggal 20 Desernber 2000 telah berjangsung di Scul. Ibu Kota Kord
Selatan: upacara pemberian pengh
argaan Komisi Hak Asasi Manusia As
: ight C ission) kepada SuLami.
(Asian Human Right Commission) Kah wt | Seperti sudah disiarkan sebelumnya, tanda penghargaan yang berna
“Tpp 42 Tn Har-S00N JUSTICE AND Pea‘ dan Perdam bersangkutan sebag, terutama berkaitan
1965/1966.
Karena SULAMI S¢
ag AwaRD” aan untuk Kea ce Awarp” (Penghargaa h komis'
Yama itt mass
aian Ci Hak Soon ke-4) ini telah diputuskan ole ai pengakuan atas berbagai kegiatan Suravi S€ dengan masalah penelitian korban pembunuhan spa i, maka penerimaan penghare?
dang menderita saki
=== [PDF page 41] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI | (37
diwakili oleh Hasan Raid anggota Pengurus Pusat dan pendiri YPKP. Berikut terjemahan sambutan Sulami atas pemberian penghargaan tersebut:
SAMBUTAN SULAMI
Saudara ketua dan sahabat-sahabat tercinta.
Saya terpaksa minta maaf bahwa karena sakit, saya tidak dapat bersamasama Saudara-sandara sekalian menghadiri pertemuan yang menggembirakan ini. Adalah suatu kehormatan yang besar bagi saya untuk menerima “Penghargaan Ci Hak-Soon untuk Keadilan dan Perdamaian” yang ke-empat.
Saya jatuh sakit karena mengikuti penggaliar: penting sebuah kuburan yang mengundang sia-sia pembunuhan massal yang dilakukan cleh militer Indonesia dalam tahun 1965/1966 di Jawa Tengah. Namun ketika berbaring di tempat tidur di Jakarta, pikiran saya tertuju kepada Saudara-saudara di sini yang hadir dalam pertemuan yang mulia ini.
Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih saya kepada Komisi Hak Asasi Manusia Asia yang telah memberi kehorrnatan kepada saya dengan tanda penghargaan ini. Perkenankanlah saya untuk menegaskan bahwa tanda penghargaan ini tidak hanya penting bagi saya pribadi, melainkan juga bagi semua anggota aktif YPKP dan sejumlah besar relawan dan simpatisan YPKP di seluruh Indonesia.
Pemberian tanda penghargaan ini, merupakan pengakuan dari Saudarasaudara sekalian terhadap pentingnya pekerjaan YPKP Ini merupakan dorongan semangat yang besar bagi kita semua untuk meneruskan perjuangan kita yang berjangka pa nyang, sulit tetapi penting dalam menegakkan kebenaran tentang pembunuhan massal tahun 1965/1966. Menegakkan kebenaran tentang pembunuhan massal itu adalah Syarat untuk menunjukkan jati diri yang sebenarnya rezim militer Soruarro.
Pembongkaran sifat-sifat Orde baru diktatur militer Suarto sangat penting. Dan ini hanyalah bisa terlaksana kalau reformasi yang sungguh- Sungguh. dan tuntas terhadap sisa-sisa rezim yang lama bisa dijalankan. Hanya dengan teris menerus menolak sistem politik lama berjuang terhadap sisa- Sisanya, reformasi dalam kehidupan bangsa akan mendapatkan suksesnya.
Kalau kita menengok kembali praktikdan politik rezim militer, dapatlah dikatakan bahwa pembunuhan masal 1965 rnerupakan dasar bangunan ia )rezim yang bersarah ini. Diktatur yang amat kuat itu pada hakikatnya gn alas darah, tulang dan air mata orang-rang tidak bersalah dan Aa Ya dak terbialang lagi, yang yang pada permulaan. dibunuh dalam
dssacre 1965/1966 dan kemudian Juga di Timnor-timur, Aceh, Inan Jaya dan tempat-tempat lainnya.;
Adalah tidak sulit untuk memahami bahwa suatu rezim yang telah
=== [PDF page 42] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
membunuh jutaan warga negaranya dengan darah dingin dan segan, kemucian juga bisa melakukan kejahatan-kejahatan lainny,
serius. Demikian jugalah halnya dengan rezim militer SURARTO 2 Yang pembunuhan massal. maka ratusan ribu orang tidak bersalan Wa diperjarakan tanpa proses pengadilan. Puluhan ribu diantara mereka Al ditahan selama 5, 10 bahkan 15 tahun. Kasus penahanan sewenan eet terhadap sekitar 10 000 tapol di Pulau Buru adalah sangat terkenaj inte,
Dianiara mereka yang ditahan selama lebih 10 tahun di kamp konse ya
tanpa $
gan. |
5 Itrasi #
Pulau Buru itu terdapat pengarang ternama, Pramudya Ananta om di | juga seorang diantara pendiri YPKP kita. » yang
Sesudah para Tapol ini dibebaskan dari penahanan yang bertahun-tahy di sekitar tahun 1979. mereka itu bahkan sampai sekarang masih tens diperlakukan secara tidak berprikemansusiaan. Mereka itu masih dianggap sebagai penyakit lepra atau kaum paria dalam masyarakat, dan selalu meni.
Nadi
sasaran teror mental dan persekusi politik. Mereka itu bisa dibebaskan hanyalah berkat desakan-desakan internasional pada waktu itu, dan karena
adanya kenyataan bahwa mereka tidak bisa diajukan ke depan pengadilan
berhubung tidak adanya bukti-bukti secara hukum. Tanpa adanya kutukan dan protes opini internasional, pastilah rezim militer tidak bisa dipaksa untuk membebaskari para tapol yang tidak bersalah itu.
Jutaan orang keluarga para korban pembunuhan massal 1965/1966 telah mengalami penderitaan yang berat. karena hilangnya orang-orang yang mercka cintai. Ditambah lagi, jutaan keluarga ex-tapol juga megalami berbagai ragam teror negara atau intimidasi vang dilakukan secara intansif selama lebih dari 30 tahun. Bahkan para e-x tapol mi tidak meneriman kompensasi dari penahanan yang ilegal dan berkepanjangan iri. Mereka juga tidak diberi hak untuk bekerja secara intensif selama lebih dari 30 tahun. Bahkan para cx tapol ini tidak menerima kompensasi dari penahanan yang ilegal dan berkepanjangan ini. Mereka juga tidak diberi hak untuk bekerja secara no mal sebagai warga negara yang biasa. Selama puluhan tahun mereka Kan menggunakan kartu identitas spesial yang menandakan bahwa mereka adalah cx-tanol (terkenal dengan nama kartu ET). Ini bisa diibaratkan bahwa ar ex-tapol itu dibebaskan dari penjara yang kecil hanya untuk masih memas penjara yang lebih besar lagi yaitu, masyarakat itu sendiri. ' ites
Kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim 11 “a amatiah besar dan tidak bisa dilupakan oleh banyak orang. Oleh karena “ YPKP telah mengambil inisiatif dan menjadikan misinya memperjuangkan d: kembahikannya hak-hak sipil bagi jutaan manus!a, rf merehabilitasi kehormatan keluarga para korban pembunuhan mass-mass can para ex-iapol. Di samping itu, YPKP juga ingin menegskan kembali kebena ai tentang peristiwa-peristiwa dalam 1965/1966. Dengan membon orsi kebenaran-kebenaran itu. yang selama lebih dari 30 tahun telah cidist
=== [PDF page 43] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI|
yan dipalsu secara menyolok (kasar) oleh propaganda rezim militer, generasi a uda akan melihat kekejaman-kekejaman yang tidak berprikemanusiaan verhadaP sejumlah besar orang-orang tidak bersalah dan dalam jangka yang
willed kegiatanaya YPKP berharap akan dapat mendorong semua keluarga (sanak saudara) para korban pembunuhan massal dan para ex-tapol untuk menuliskan kesaksian mereka dan meyara kan kepedihan hati mereka.
Gampai sekarang hal semacam ini belum terjadi. berhubungan dengan iklim intimidasi dan persekasi yang telah dipelihara secara Sistematis oleh rezim militer. Kalau banyak orang berpartisipasi dalam perdebatan terbuka dan diskusi-diskusi teniang berbagai aspek aksi-aksi penindasan militer, maka masyarakat akan bisa secara lebih baik menemukan kebenaran tidak hanya penting untuk mendorong semagat orang-orang untuk mencari keadilan, melainkan juga untuk menyoroti para pelaku utama kejahatan-kejahatan dan pemerkosaan hak asasi manusia yang terus terjadi di Indonesia.
Dengan semagat yang demikian itulah saya memandang mengapa pemberian tanda penghargaan sekarang ini mempunyai arti yang penting.
Kehadirran saudara-saudara merupakan simbol persetujuan dan partisipasi saudara-saudara dalam tujuan-tujuan YPKP, dan lewat YPKP juga tujuan rakyat Indonesia yang mendarabakan keadilan perdamaian, perikemanusiaan dan persaudaraan. Ini merupakan simbol yang mencanangkan bahwa setiap kejahatan terhadap kemanusiaan, dimana pun dilakukan, adalah keprihatinan kita semua juga. Sebagai bagian dari umat manusia yang mendiami planet kita bersama. Dengan alasan-alasan itulah saya menerima dengan rasa terima kasih yang besar “Tanda Penghargaan Tp Hak-Soon untuk Keadilan dan Perdamaian” yang ke-empat, atas nama begitu banyak orang di Indonesia yang sedang berjuang untuk keadilan dan hak asasi manusia.
Sebagai penutup, saya ingin menegaskan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan di Indonesia bukaniah masalah pembunuhan massal 1965/1966 Saya. Kasus-kasus seperti Tirmor-Timur, Papua Barat, Aceh, Priok, Lampung, penculikan-penculikan dan lain-lain juga perlu dibongkar. Solusi satu-satunya untuk menegakkan kebenaran lewat Pengadilan HAM yang baru, yang bisa menjadi penghalang terlaksanakannya kebenaran itu. Kita membutuhkan bantuan yang lebih banyak dari masvarakat Internasional.
Jakarta, 20 Desember 2000
=== [PDF page 44] ===
[KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
X. PERTEMUAN DI SUKABUMI JAWA Barar
(PERTEMUAN YPKP 1965/1956 D1 SuxaBuM! Jawa Barat (TANGGAL. 23 ~ 27 Mu
20061)
Krsmrucan PERTEMUAN TANGGAL 25 — 27 Mer 20001
Seluruh peserta setuju bahwa dalam melakukan penelitian YPKp harus
kembali pada ketertuan dasar yang tercantum pada Akte Pendirian YPkp sebagaimana Laporan Umum Pjs. Ketua YPEP.;
Azaz YPKP dan implementasinya YPKP berazaskan Pancasila menuny
arti serta makna yang tercantum dalam perabukaan UJD' 1945 dan penjelasannya, artinya YPKP pun hanya sebuah yayasan tidaklah berarti jadapat menghindar atau melepaskan diri dari kelangsungan hidup YPKp sendiri. Sebagai yayasan penzlitian yang diutamakan ialah melakukan
peneliian, bukan persoalan politik Politik YPKP adalah Pancasila dan |
UUD 1945. Oleh karena itu YPKP sangat mendulung gagasan Gus Dur untuk mencabut TAP MPRS No.XXV/1966 (lihat pasal 27 dan 28 UUD 1945)
Maksud dan tujuan YPKP dan implementasinya (taktis)
e Membantu Pemerintah RI dalam usaha ikut mencerdaskar: kehidupan bangsa mewujudkan masyarakat Pancasila seutuhnya.
e Berusaha berdasarkan kemampuan yang ada dalam pengaraalan Pancasila serta ULD 1945 dalam kehidupan berregara berbangsa dan bermasyarakat Pancasila serta murni dan konsekuen.
Mencerdaskan kehidupan bangsa berarti melawan terhadap
pembohongan bangsa yang dilakukan Ore Baru szlama 32 tahuri melalu
deideologisasi dan depolitisasi. Persoalan bangkit atau tidaknya komunisme atau PKI, bukanlah persoalan YPKP. YPKP tidak mempertanyakan pendirian atau sikap politik seseorang yang ingin menjadi relawan YPKP YPKP tdak memperkenalkan relawannya untuk menggunakan YPKP sebagai alat untuk kepentingan suatu partai poli apapun juga. Sesuai dengan azas Pancasila dan UUD 1945 yang dranutty?
diharapkan sernua relawannya menjadi Pancasilais yang sejati menjadi pem UUD 1945 yang tangguh.
Usuha penelitian YPKP dan penterapannya (strategi).
Mengandalkan penelitian terhadap korban pembunuhan tahun1965/
dengan segala implikasinya.,
Penclitian Meliputi: Penelitian Dasar. Penelitian Kasus, dan Peneliti?”
Forensik.
- Pingurrun Dasar bermaksud untuk menemukan angka yang dar
11966 |
=== [PDF page 45] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
dipercaya mengenai jumlah korban pembunuhan dan kekerasan yang
terjadi pada tahun 1965/1966. Mengungkapkan bentuk-bentuk
pembunuhan, penyiksaan atau tindak kekerasan dan pelanggaran
HAM yang dilakukan terhadap orang-orang atau simpatisan PKI.
mengungkapkan siapa pelaku pembunuhan. penganiayaan dan
tindakan kekerasan tersebut.
- "TENTANG PeneLitian Kasus tujuannya untuk mengungkap Jebih luas dan lebih mendalam berbagai bentuk pembunuhan, penyiksaan dan pelanggaran HAM yang bersifat khusus dan khas.
- "TENTANG PENELITIAN ForenseR bertujuan untuk membuktikan secara forensik bagairnana bentuk-bentuk pembunuhan, penyiksaan yang dilakukan terhadap korban. Sebagai contoh adalah penggalian kemarusiaa di Wonosobo. Penggalian ini adalah Penggalian Kemanusiaan, yaitu untuk mengabulkan permintaan seorang anak korban pembunuhan 1965/1966 yang ingin memindahkan kerangka orang tuanya di pemakaman keluarga di Yogyakarta.
YPKP berusaha menvenggarakannya dan instansi pernerintah terkait membrikan izin penggalian berdasarkan pertimbangan kemanusiaan.
Penggalian ini dilihat dari kerja Penelitian YPKP dapat membuktikan kepada semua pihak bahwa penelitian dasar YPKP yang semula diragukannya sejumlah kerangka manusia di sebuah hutan di Wonosobo, yang tempat itu adalah bukan kuburan umum. Pendapat masyarakat yang menyaksikan penggalian tersebut juga mulai terbuka bahwa ternyata PKI yang dibunuh, bukan sebaliknya PKI yang membunuh.
Pelajaran dari Korban i
Maksud pemakaman kembali kerangka yang telah digali di Wonosobo, yang tidak diambil oleh keluarganya ke Kaloran karena:
Pertema: tempat di hutan Situkup bukan tempat kuburan unum, dan Kedua: adanya wakaf tanah dari pihak Irawax untuk tempat pemukiman kerangka tersebut di atas. Sekiranya hutan Situkup adalah tempat pemakaman umum maka tidak perlu ada penguburan kerangka di Kaloran. Temanggung. sebab otomatis kerangka-kerangka tersebut akan diumumkan kembali di sana.
Ternyata rencana tersebut gagal karena beberapa hal sebagai berikut:
1) YPKP tidak/kurang mernpertimbangkan suara-suara sumbang yang muncul di tempat itu. Terlalu over confidence, kurang berhati-hati sementara pengurus YPKF..
2) Minimnya informasi tentang keadaan yang sesungguhnya pada tiaptiap daerah.
3) Kurangnya sosialisasi maksud pemakaman kepada masyarakat secara intensif. Komunikasi horisontal dengan pemuka-pemuka seterapat
=== [PDF page 46] ===
IE) IRiSAFT SINGKAT SEORANG SULAMI |
di bawah masih kurang. |
2) Kekuatan Oror Baru masih ikut di sementara banyak kota-kota 4 Indonesia: yang hendak membuat keributan di mana-mang an di memukul pemerintahan Gus Dvr. tuk Apa yang terjadi di Kaloran itu bukan karena Pimpinan YP setempat kurang mensosialisaikan rencana pemakaman kembali, tetap:
memang ada usaha-usaha berencana untuk menggagalkan Peristing bi Teror terhadap Pak Irawan adalah sasaran sementara. Sasaran ven, sesungguhnya ialah dibubarkannya YPKP. Karena kalau usaha YPkp berhasil melakukan penelitian, maka akan dapat diketahui Siapa yan harus bertanggung terhadapjawab perbuatan itu di depan hotawm. Scbagaj contoh pengalaman peresmian YPKP Pemalang tanggal 26 Maret 2091 Teror di Banjarnegara setelah se!esai deklarasi. YPKP Banjarnegara saty tahun yang lalu, Aliansi Pemuda Islam (AFI) dero ke DPRD menuniyt YPKP Banjarnegara dibubarkan. Juga di Tengerang KAK (Kesatuan Anti Komunis) mendatangi kediaman Ibu Sulami dan tak lama kemudian ada percobaan pembakaran kediamannya.
PENYELES.AIN Peristmwa KaALorAN/ PAK IRAWAN
1) Peristiwa Kaloran itu sendiri pada pokoknya dapat dikatakan telah selesai, dengan telah membubarkan dirinya FUIK (Forum Ukuwak Islamiyah Kaloran). Seperti diketahui, FUIK inilah yang melakukan terror di Kaloran guna menggagalkan pemakaman kembali kerangka dari Wonosobo.
2) Perkembangan situasi yang demikian tak dapat dipisahkan dari usaha
YPKP Pusat menemui Komas HAM tanggal 3 April 2001 mengirim
Surat kepada Polres di Temanggung untuk mengusut tindakan terror di atas. Juga bantuan dari peranan NU, PKB, Laskar yang
membantu menenangkan suasana di tempat.
Penyelesaian hal tersebut, tentu baru akan terwujud bila Pak Irawan
sendiri telah kembali di rumah Kaloran. Cepat atau Tambatnya hal
itu terealisasi tergantung dengan membawa saliran surat dari
Komnas HAM tertanggal 3 April tersebut.
4) Masalah penguburan kembali kerangka di Kaloran itu sebenarnya bagian dari tanggung jawab Departemen Penelitian. Hanya khusus mengenai penggalian kerangka di Wonosobo tersebut hal itu dtang”
oleh Departemen Advokasi. Karena Departemen Hukum a Advokasi telah keluar dari YPKP, maka persoalan kaloran ditane™ olch YPKP.. ejum
5) Diadakannya kembali Departemen Hukum dan Advokasi nner mendesak karena pekerjaan YPKP untuk seterusnya pada b!
penelitian.
=== [PDF page 47] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI | |45|
Departemen Hukum dan Adokasi diperlukan ba gi kepentingan -hak sipil dan perdata para korban dan keluarganya atau
smbela hak in 3 meme di, dengan adanya program penelitian YPKP.
hal yang terja hktrin Kesalah Pahaman
5 Te Dana Orve Baru masyarakat telah dicekoki dengan kesalahpahaman. Kesalah pahaman itu selalu didoktrinkan sebagai suatu
kebenaran. Yang dimaksudkan dengan kesalah pahaman tersebut ialah tentang siapa sesungguhnya yang terjadi dalam G 305. di bawah kekuasaan Suiarto (Oror Baru) selama 32 tahur. terus menerus dicekoki, dibohongi bahwa PKI-lah dalang G 305. di tempeli “PKI”, menjadilah sebutan G. 30. S./PKI. Dalam melakukan propaganda bahwa PKI yang menjadi dalang G 30S tersebut, Suharto berpegangan pada filsafat Dr.
Joseph Gubbels. menteri Propaganda Hitler, yaitu ulangilah kebohongan
itv tanpa berheriti sejanakpun dan 1a akan dan ia akan berakumulasi
sehingga menjadi kebenaran.
Padahal sessungguhnya dia sendirilah yang menjadi dalang G. 30 S.
Hal tersebut bisa kita lihat clari beberapa con'oh di bawah ini:
1. Kesaksian Susanprio “Pelaku G 30S adalah tentara dan gerakan itu didukung oleh Suaarrto, yang juga tentara.
2. Pledoi Kolonel Laruer: Jendral Sunarto terlibat langsung dalam G.30.S: Jendral Suharto kemudian memimpin langsung penggulingan Presiden Sukarno (Pen. ISAI hal 22)
3. penilasan Hasya Wamm “Karena kuatnya pengaruh Sorkarno, maka diganakan teori Domino untuk meggulirgkan Sorxarvo. Yaitu pertama-tama dengan menghancurkan Pendukung utaraa SorkaRNo yaitu PKI. Dengan menghancurkan pendukung utama Scrkarnoakan yaitu PKI. Dengan logika bila PKI hancur maka kekuatan SorkaRno akan hancur. Melalui sebuah rekayasa politik dengan menggunakan NU untuk menghancurkan PKI. Setelah berhasil menghancurkan PKI. Kemudian kekuatan NU sendiri dilemahkan dan dipecah Belah.
Han-,
-Hri DALAM MEMILIH KAWAN DAN MEMILIH TENAGA SUKARELAWAN
Debit saya YPKP akan menjadi rusak, apabila tidak dengan cepat ee “putusan dengan siapa YPKP berpartner can mencari tenaga sehingga u Mu lai sekarang harus lebih hati-hati dan teliti maupun diva terjadi hal-hal yang merugikan organisasi baik di pusat Kei Veen. Untunglah dalam waktu yang tepat dapat dibenahi KP sehingga bahaya perpecahan bisa dihindari. Lihat saya
yan kuburan massal di Wonosobo dan
ene, kepentingan penggal
Bzalian rencana YPKP blitar yang memanipulasi YPKP Pusat hendak
=== [PDF page 48] ===
(ai [KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
menggali kuburan massal di Blitar.
7 Harepari JAUHKANLAH Rasa PUAS Diri DAN Kenari Srruasi
YPKP dalam perjalanan hidupnya yang, dua tahun telah mengalami banyak tantangan dari rintangan, baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar. Dalam batas-batas tertentu YPKP berhasil mengatasi rintangan demi rintangan yang menghadangnya.
Pengalaman menunjukkan jika YPKP dengan sccara khusus menanggapi sesuatu inforraasi dan sungguh-sungguh berpegangan pada Anggaran Dasar dan hati-hati dalam mengeterapkannya. tentu tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengalaman lain juga menunjukkan rasa puas diri atau kepercayaan ini yang berlebihan pada sementara kalangan kita. Hal ini tercermin dar: meremehkannya suara sumbang yang masuk, dengan menilainya sebagai hal-hal yang tidak ada artinya apa-apa. Padahal kekuatan Oror Baru dengan kroni-kroninya dalam usaha menjatuhkan Gus Dur hendak menggalang kisah di tahun 1965.
Dengan belajar dari pengalaman dua tahun iri, YPKP harus berpezang teguh pada Anggaran Dasarnya sendiri dan dalam mengharapkanya supaya lebih berhati-hati. Hendaknya tenaga yang hendak mengabdi pada maksud dan tujuan YPKP didirikan, yaitu membantu pemerintah RI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk meningkatkan kesadaran berpolitik dari bangsa.
8. Penggalian Dana dan Penelitian
Sebagaimana diketahui bahwa YPKP adalah satu. Artinya pekerjaan YPKP di seluruh Wilayah Indonesia yang terdapat korban tragedi kemanusiaan tahun tahun 1965/1966 adalah wilayah kerja YPKP. Di dalam pekerjaan yang besar tadi YPKP telah membentuk jaringan Penelitian yang berupa relawan-relawan, baik yang berada di Cabang maupun di wilayah kerja YPKP. Di dalam pekerjaan yang besar tadi YPKP telah membentuk jaringan. pasti terlebih dahulu mempertanyakan.
apakah daerah / wilayah siap menjadi relawan. Konsckuensi “ kesediaan tersebut maka pekerjaan YPKP harus seragam antara daerah dan pusat. Jadi kalau ada dacrah yang tidak mengikuti garis kebijaks17 Pusat persoalannya menjadi lain. Pintu terbuka baginya untu mengundurkan diri.
YPKP dalam melakukan pekerjaan penelitian adalah berdasarka"
Program/Rencana Jangka Pendek dan Jangka panjang Yang tel dituangkan dalam proposal. Kalau daerah hendak mengadakan ot sama dengan LSM baik di dalam negeri maupun di luar neger!
sangat baik dan pusat sangat mendukung Akan tetapi kembali prO
=== [PDF page 49] ===
[KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
kerja sama tersebut dengan persetujuar'ijin dari pimpinan pusat. Kalau YPKP daerah merasa keberatan dengan cara yang demikian, itu namanya bukan YPKP lagi. Tentang pelaksanaan penelitian akan diselenggarakan
“ oleh masing-masing daerah, YPKP pusat hanya mengawasi supaya pekerjaanya tidak menyimpang dari tujuan awal.
YPKP pusat sangat menghargai koreksi langsung, tepat waktu dan tepat dari pada penyebar issue yang belum tentu benar pada waktu dan tempat yang salah.
YPKP daerah yang mepunyai prakarsa untuk menggali dana, pada daerah masing-masing untuk keperluan operasional YPKP daerah masing-masing tidak dilarang. Tentu saya dengan ketentuan pendapatan dana yang diperoleh melalui prakarsa itu jangan sampai mengikat, sehingga YPKP hilang kebebasannya dalam menentukan langkah, apalagi bila timbul issue tentang YPKP. Supaya dihindari timbulnya issuz yang negatif itu.
9, Petunjuk Tehnis Penelitian Lf Hampir seluruh wilayah menghendaki supaya dibuat petunjuk tehnis | tentang penelitian, sehingga ada keseragaman untuk seluruh wilayah \ penelitian YPKP Saran tersebut akan segera ditindak lanjuti oleh N Departemen penelitian semoga dalam waktu yang tidak lama akan segera direalisir. Sebab masih banyak kerancuan dan keragu-raguan antara korban meninggal ditembak. hilang atu dianiaya dengan korban meninggal setelah dibebaskan dari tahanan, termasuk kategori formulir A atau formulir B dan masih banyak pertanyaan yang lain.
Kesimpulannya adalah perlunya diberikan Kursus Dasar Penelitian dan pengisian Formulir untuk semua jaringan.
10. Petunjuk Tehnis penelitian
YPEP telah mendapat perhatian oleh kawan-kawan yang masih tinggal di luar negeri. Mereka sangat menyambut baik langkah konkrit pekerjaan YPKP yang masih dilakukan sekarang ini. Hal itu bukan saya dibuktikan dengan kunjungan MME Mitterand ke YPKP, juga dengan adanya pemberian Awarp kepada Ipu Sutama, dari Ci Haak Soon Korea.
Juga banyaknya undangan pada YPKP untuk terlibat dalam pertemuanpertemuan Internasional. Termasuk sekarang ini salah seorang Pengurus
YPKP Bapak Kusatan SusaGyo Tur mendapat undangan ke negeri Belanda.
11. Menanggapi Situasi Sosial Politik Pemerintahan YPKP sebagai yayasan yang berazaskan pancasila dan UUD 1945
senantiasa mengambil sikap mendukung pemerintahan yang hendak
Pi So
=== [PDF page 50] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
menegaskan pancasila dan UUD 1945, artinya pemerintah yang menegaskan demokrasi. keadilan dan HAM.
Sebagai konsekuensinya tentu saya YPKP akan menolak setiap Usaha dan manapun datangnya yang hendak mengebiri Pancasila dan 17 1945, yang hendak melumpuhkan demokrasi dan keadilan hak asasi manusia.
Mendukung terhadap sctiap langkah yang hendak menegakka, Pancasila dan UUD 1945, yang hendak mengakkan demokrasi, keadilan dan hukum serta hak asasi manusia. Sebaliknya menolak setiap usaha yang hendak mengebiri Pncasila dan UUD 1945, yang hendak melumpuhkan demokrasi, keadilan dan hak asasi masusia. Ini tidak dal am arti YPKP terjun langsung dalam aksi-aksi politik massa YPKP bukan pariai politik, YPKP adalah yayasan penelitian dimana titik berat aktivitasnya adalah pada penelitian.
Pemerintah Gus Dur dengan gagasannya untuk mencabut TAP MpRs XXV/1966, adalah pemerintahan yang hendak menegakkan Pancasila dan UUD 1945, sebaliknya pihak yang menolak. gagasan Gus Dur itu
— adalah hendak mempertahankan tetap berlakunya pemerintahan Orne Bari yang anti Pancasila dan UUD 1945.
Jakarta 27 mei 2001
Pengurus Pusat, Sekretaris,
Pjs. Ketua bigs
Rapar Kersa NasionaL
Cisarua, 11-12 Fesruarr 2602
__ “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” inilah kata-kata yang mengaklun pidato sambutan Ketua Umum YPKP, Sulami, kepada Rapat Kerja Nasio1d (Rakernas) yang diselenggarakan di Wisma “Dirga Cibulan”, Cisarua-BU”
tanggal 11-12 Februari 2002. Kata-kata itu menjadi peringatan selut” | relawan YPKP untuk tidak ikut terseret dalam perpecahan yang kini menjad |
“mode” di kalangan kelompok r - | babka nasyarakat, LSM, Ormas, 2 dikalangan pemimpin ba, |. Orpo uk
angan pemimpin bangsa, hingga muncul istilah disintegrasi bangsa U"
ntuk mengindikasikan terjadinya perpecahan di tengah bangsa Indonesi"
=== [PDF page 51] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
SuLami mengajukan kepada peserta Rakernas Untuk berpegang pada “citacita semula” seperti tercantum dalam Anggaran Dasar YPKP, “Jangan sampai kita bekerja sendiri-sendiri”. Kita harus menyatukan langkah dan persepsi, atas dasar aturan yayasan yaitu kebenaran, keadilan dan kemanusiaan.
SuLAm mengingatkan bahwa musuh kita yang paling utama ialah penguasa yang perrah membasmi, menyiksa, membunuh kita, yakni rezim Sygakto”, yang sampai sekarang masih terus mengganggu dan menghalanghalangi aktivitas YPKP baik di pusat maupun di daerah. Dicontohkannya Komando Jihad di kantor YPKP di Tangerang. lalu di bakarnya Kantor YPKP oleh pihak yang belum diketahui identitasnya itu. Disinggungnya peristiwa Kaloran di Temanggung yang menimbulkan penderitaan baru pada relawan YPKP. antara lain pada keluarga Bapak IRAWAN. Disebut juga gangguan penguasa di tempat-tempat lain lagi. Tapi SuLawt pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak aparat setempat yang dengan penuh pengertian ikut serta membantu perjuangan para relawan YPKP.
Rakernas YPKP untuk Jawa, Bali dan Sumatra kali ini dihadiri oleh 10 (sepuluh) Perwakilan YPKP (daerah tingkat I) di tingkat propinsi. yaitu:
Bali, Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat, dan Sumatra Utara.
A. Visi pan Mist YPKP
Sambutan berikutnya diberikan oleh Pejabat Sementara Ketua Umum YPKP, Hasan Ram, yang diawali dengan uraian tentang Visi dan Misi YPKP, untuk kembali mengingatkan hadirin pada pasal 3, 4 dan 5 Anggaran Dasar YPKP.
Pasal 3, menyebutkan bahwa “yayasan ini berazaskan Pancasila menurut arti serta makna yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, berikut ketentuan dalam batang tubuh UUD 1945 dan penjelasannya”.
Pasal 4, menvebutkan (4) membantu Pemerintah RI dalam usaha ikut mencerdaskan bangsa guna mewujudkan masyarakat Pancasila seutuhnya. (b) berusaha berdasarkan kemampuan yang ada dalam mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 dalam kehidupan bernegara berbangsa dan bermasyarakat Pancasila secara murni dan konsekuen”.
Dan selanjutnya disinggung empat pokok usaha yang dilakukan oleh YPKP, khususnya:
Mengumpulkan literatur-literatur, mencari informasi-informasi, menerima informasi. mencari saksi mata, menghubungkan keluargakeluarga korban, melakukan penelitian di lokasi-lokasi yang diperkirakan ada korban pembunuhan, dan bekerja sama dengan dengan lembagalembaga vang berkaitan dengan penelitian Korban pembunuhan tahun
=== [PDF page 52] ===
[KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
1965/1966, termasuk lembaga hukum dan sejarah.”
Hasan Raid menjelaskan secara rinci, apa yang dimaksud ag:
pasal-pasal tersebut.. An
B. Kerjasama Dengan pikak Lain
YPKP bekerja sama dengan LSM Jain “sejauh tidak bertentang.
dengan azas dan tujuan YPKP”, demikian Hasan Raid mengena, Kemungkinan kerja sama dengan pihak Jain, khususnya dalam meneli korban Peristiwa G 30S. Tapi, tidak berarti bahwa YpKkp “tidak memperhatikan pula korban-korban Orpr Baru yang lalu”. Contoh ke sama ini adalah dengan Pakorba.
Namun kerja sama itu syaratnya, kerja sama itu bukan penggabungan. Kerja sama dilakukan karena adanya kepentingan bersama, kerja sama pun perlu dilakukan”.
Dalam kaitan ini, Hasan Raid mengingatkan, tidak diperkenankan merangkap kepengurusan di dua LSM, satu antaranya di YPKp Alasannya, “seorang akan dapat bekerja lebih intensif. jika ia menekuni satu lembaga saya. karena merangkap dalam lembaga yang lain, apalagi bila perangkapannya dalam kepengurusan.”
Dalam kaitan ini juga Hasan Raid mengingatkan, bahwa YPKP bukan partai politik dan juga bukan under bouw partai politik. Walau demikian, sejalan dengan prinsip YFKP bahwa relawan YPKP bebas untuk masuk atau keluar dari YPKP. relawan YPKP dapat melaksanakan hak Azasinya untuk menjadi anggota suatu partai.
Iya
C. Penelitian
Selanjutnya hasan Raid memaparkan tentang seluk beluk pelatihan.
penelitian dan pengumpulan data. Pelatihan dan penehtian telah dilakukan di beberapa tempat di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampur#
Dari pengalaman itu diperoleh kesan, ada pihak-pihak aparat ya menganggap kegiatan YPKP cenderung tertutup. Mereka curiga. kare kebanyakan relawan YPKP adalah eks korban peristiwa 1965/! 966. 1
Hasan Raid menegaskan, YPKP adalah organisasi terbuka. aa tertutup. Penelitian yang dilakukannya resmi dan terbuka, walau Mal
petugas atau relawan YPKP sedang melakukan investigasi deng:
respondenya, tak layak dan tak boleh hadir pihak ketiga”. arah.
YPKP dengan penelitiannya hendak menegakkan keben
keadilan dan kemanusiaan. Sebenarnya merupakan tugas pemen ai untuk melakukan penelitian ini. Karenanya sudah sewajamy4 =i aparat pemerintah membantu usaha YPKP dalam melakukan peneli
=== [PDF page 53] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAM
korban pembunuhan tahun 1965/1966.
Oleh karena itu, diwaktu yang akan datang, dalam melakukan mensosialisasikan visi dan misi YPKP beserta tehnis pelaksanaanya. “kite tetap harus memberitahukan secara resmi kepada pemerintah seiempat”.
Umumrya setelah mendapat penjelasan tentang arti penelitian ita, terutama bagi generasi penerus bangsa aparat “kehhaiannya dapat memahaminya, demikian ungkap Hasan Raid.
BrayA PENELITIAN.
Hasan Raid menyinggung masalah biava penelitian yang antara lzin diberikan oleh penyandang dana.
Khususnya ia berbicara tentang masalah biaya penelitian yang antara lain berkembang di kalangan relawan YPKP Hal itu dikatakannya, karena belum adanya penjelasan yang memadai tentang seluk belularya.
YPKP transparan dalam menggunakan dana dari penyandang dana bagi keperluan penehtian. YPKP dalam menggunakan dara bagi penelitian, senantiasa bertolak dari ketetapan-ketetapan yang dibikin penyandang dana.
Pembukuan YPKP dipertanggung-jawabkan secara “AKUNTAN PUBLIK”, demikian Hasan Raid. Selanjutnya, Hasan Raid mengajak para peseria Rakernas membahas bersama prograni-program/anggaran pelatihan yang akan dipandu oleh Ketua Departemen Penelitian, Yusuf Suwaji.
Selanjutnya RAKERNAS membvicarakan program/anggaran penelitan.
Didahului dengan penjelasan dari ketua Departemen Penelitian tentang icnis- Jenis penelitian, yaitu: ta Penelitian Dasar
Penelitian Khusus
Penelitian Forensik.
DD RP u
Dilanjutkan tentang apa saya yang ingin diketahui dalam penelitian itu.
Seperti berapa jumlah korban, siapa yang membunuh. dengan apa dibunuh.
kapan dibunuh, dengan cara bagaimana dibunuh. adalah pembunuhan di luar perikemanusiaan, bagaimana korban dibuang atau dikubur.
Semua itu tertuang dalam perangkat formulir A, formulir B dan formulir C. yang kini dalam proses disebarkan ke jaringan-jaringan YPKP di Jawa.
Bali dan Sumatra.
Pelatihan untuk penelitian dam pengumpulan data dilakukan di tingkat Perwakilan (propinsi) dan ditingkat cabang (kabupaten). Ditekankan pentingnya jaringan relawan sebagai ujung tombak pengumpulan data.
=== [PDF page 54] ===
IRISATT SINGKAT SEORANG SULAM |
utnya diuraikan tentang biaya yang diperlukan beserta rincia 1 daerah-dacrah tentang kondisi masing-yy, "4
Selanj
Disusul dengan laporan:
meliputi hal-hal yang bersangkutan dengan kemungkinan Pelatihan ng.
penelitian. Jawa Tengah diwakili oleh Sigit, Jawa Timur diwakili oleh ne Daerah istimewa Yogyakarta diwakil: oleh Sunarman, Banten diwakili $, Udi dan Dewi Wahyuni. Sumatera Utara oleh Sumarmaia, Lampung diwaki Pe Supriyadi, dan Sumatera barat diwakili Oleh Ibu Nadiani. Juga laporan a Departemen lain. arj
Departemen Organisasi: oleh Sunarno
Departemen Syarah: oleh A. Puji Raharjo Depertemen Humas: oleh Kusalah Subagyo Tcer
Sunarno berbicara tentang pentingnya Departemen Organisasi yang hang menjadi ujung tembak penelitian, karena 1tu harus ada kerja sama Yang erg dengan Departemen Penelitian, A. Puji Raharjo juga menckankan pentingnya dokumentasi di saraping masalah sejarah.
Husincan Masyarakat
Ketua Departemen Humas mengeluarkan seluk beluk humas YPKP Berbicara tentang program dikemukakannya antara Jain perlunya ditekankan bahwa prinsip Departemen Humas YPKP adalah:
|. Swakelola dan swadana dalarn managemen, walau selalu terbuka
kemungkinan bagi dukungan sumbangan dan pertolongan dari lvar.
2. Hubungan dengan sekretariat YPKP bersifat organisatoris, yang berarti bahwa Departemen Humas adalah pelaksana dari program program dan kepiatan-kegiatan YPKP pada umumnya.
Setiap angpota staf adalah sekaligus pejabat yang bertanggungjawab.
wartawan dan distributor produk-produk Departemen Humas.
tay
(SK. No. 02 Tahun III Februari 2002)
XI. SoaL Kontrak Dengan HOM Di BELAND
Mengenai kontrak dengan HOM (Humanistisch Overleg Mensenrec ~
di Belanda ini, Inu Suami sangat kecewa sekali, karena merasa ditin n PIs (selaku Ketua YPKP 65/56) oleh PJS Bp. Hasan Raid. Mungkin ale“ ea Hasan Raid karena Isu Surami masih sakit, namun kenyataan Ibu
=== [PDF page 55] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI|
sudah bisa berbuat/bertindak untuk diajak diskusi, sekalipun di atas kursi yoda. Dalam pembuatan Kontrak kerja sama dengan HOM tersebut adalah «cacad hukum” (bisa baca pada surat Martha Majer terslampir, disamping prosedur penanda tanganan kontrak tidak sah dan tidak pernah didiskusikan dalam forum Badan Pendiri yayasan, siapa-siapa yang seharusnya/ditunjuk sebagai penanda tangan kontrak kerja sama dengan HOM tersebut)
Mengenai isi kontrak kerja sama, bisa diteliti pada pada pasal 10 dan 11, disini isinya Sangat mengikat sekali, seolah-olah karena hanya sebagai penjual barang/jasa saya kepada HOM/Pemerintah Belanda, dan untuk jelasnya bisa dipelajari isi kontrak kerja sama berikut tanggapan dan kritik dari akar rumput organisasi sebagai berikut.
SURAT-SURAT PERNYATAAN
Dari: YPKP 1965/1966 Perwakilan TKI Kepada Yih Jawa Timur Pengurus YPKP 1965/1966 Di Jakarta
Dengan Hormat,
IL Menyusul surat kami yang pertama tentang pengajuan Proposal: Rencana Kerja YPKP Jawa Timur, Jangka pendek dan besarnya anggaran untuk TK II Banyuwangi, TK U Blitar dan biaya oprasional, perwaldlan TK I Jawa Timur, terkirim oleh Sekretaris Jawa Timur Budi Raharjo, diserahkan langsung ke tangan langsung Yusuf Suwaji di Jakarta pada bulan Oktober 2001.:
Kami tunggu sampai akhir Desember 2001 tak ada tanggapan alias di PETIESKAN tak ada informasi atau komunikasi yang lain yang bersifat penjelasan atau yang lain-lain. Untuk hal tersebut kami sangat menyayangkan sikap YPKP-Pusat yang lamban. kurang mendengar suara bawah. Sikap tersebut berakibat cukup berat bagi perwakilan TK. I yang secara langsung terbebani oleh tanggung jawab moral terhadap daerahdaerah TK.II yang selama ini sudah terkonsolidasi, terorganisasi dengan He dan selalu daerah-daerah tersebut harus tetap terkoordinir dengan
Tetapi, sikap pusat yang terkesan lamban dan vacum kebijakan, terutama pada periode-periode Agustus sampai dengan Deszmber ini TK.
I juga menahan diri untuk mendorong daerah-daerah melakukan konsolidasi untuk mengembangkan jaringan-jaringan kerja sampai ke Ingkat-tingkat kecamatan dan ini akibatnya cukup memprihatinkan,
=== [PDF page 56] ===
521 jKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI
daerah-daerah kehilangan gairah dan semangatnya sehingga TK
tidak bergerak. Tentu ada pertanyaan: mengapa TK.I harus mena, Praktis Tidak dilanjutkan saya? Ada hal-hal penting yang mendasar yang ojep IT teman aziau bapak-bapak pengurus pusat perlu memahaminya. Wan,
Pemikaran, pertimbangan-pertimbangan seria kesirapulan yang dihasiy, dari pengamatan berdasarkan laporan, akan sangat berbeda bobot obyexypa dengan pertimbangan-pertimbangan dan kesimpulan yang diperoleh ya pengalaman langsung di lapangan.Itu yang membedakan sering Samba perbedaan-perbedaan kebijakan antara pusat dan dacrah, sebah dara, mengamoti kebijakan secara obyelau sebab memungkinkan kondisinya, kateng berada di lapangan, sedangkan pusai mengambil kebijakan secara subyektir karena memang jauh dari praktik lapangan. Oleh sebab itu, Sering terjadi Pusat kesulitan untuk belajar memaharai kebijakan-kebijakan Gaerah, dan tentu karena tidak memahami obyekiifitas daerah, pertimbangan intelek yang penuh dengan muatan subyektif yang dipakai. Hasil keputusannya
menjadi tidak sejalan dengan keinginan dacrah, dan mengecewakan daerah Padahal basic materi yang diperlukan untuk YPKP 1965/1966 9944 berada di daerah. Di daerah, kaiau YPKP 1965/1966 ingin bershasil, bukan terictak pada hebainya modal/dana yang diperoleh oleh pusat, tetapi oleh keinginan daerah yang beraneka ragam dan tidak sistematis ini menjadikan pikiranpikiran, perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan yang menyatu dan sisternatis lalu dikembalikan persoalannya, untuk melaksanakannya, dan tehnik ini pasti berhasil. Sekarang keadaannya sudah berbalik, dari pusat yang sampai ke daerah-daerah menjadikan uang faktor yang primer, sedangkan manusianya menjadi factor yang sekunder, ada jaringan-jaringan, ada orang-orang yang mengerjakan, kalau uang tak cukup, pasti usaha penelitian ini tidak akan berjalan.
Ingin bukti, bahwa manusia pernah menjadi primer?
Mari kita menoleh ke belakang, tanpa uang sepeserpun dari pusat yang dipakai untuk membiayai daerah. daerah-daranh mengumpulkan data-data korban melalui formulir A, B C dalam bentuk formulir yang lama.
Dengan semangat Relawan. Bekerja, siang, bahkan malam, untuk men teman-teman yang masih hidup untuk diajak membangun jaringan-Yan-yan gan kerja YPKP 1965/1966. Semua dikerjakan dengan kesadarn relawan, an ada motivasi uang balik yang dikerjakannya ini. Justru uang-uang P/'b?
yang banyak dikorbankan dengan semangat, dan jiwa rela berkorban. ma
Mengapa kondisi seperti ini bisa terjadi? Sebab di dalam jiwa 1 teman relawan ini ada roh perjuangan dari semangat perjuangan para ane | yang rela mati untuk perjuangan, dan kita masih ada tertanam Ka.
perjuangan itu, maka disamping terkumpul formulir-formulir AB “atu terbangunlah jaringan-jaringan komunikasi antar kawan melalui organisasi TK. 1 dan TK.II bahkan sampai pada kecamatan-kecamala”-
=== [PDF page 57] ===
|KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
Tetapi kondisi yang pernah kerelaan perjuangan ini menjadi surut, susut manakala melihat teman-teman yang dipusat tidak menyambut, memahami semangat perjungan daerah ini, bahkan terkesan YPKP 1965/1965 pusat ketakutan kalau YPKP 1965/1966 berubah menjadi kekuatan yang terorganisir dan disalah gunakan oleh unsur-unsur yang tidak sesuai dengan AD/ART yayasan. Sebab yayasan ini (YPKP 1965/1966) bukan bertujuan untuk membangun organisasi massa, tetapi penelitian korban 1965/1966 secara profesional yang dipertanggungjawabkan untuk meluruskan sejarah.
Tujuan YPKP 1965/1966 tersebut bukanlah hal yang tidak diterima oleh daerah-daerah, karena itu sudah menjadi landasan dari gagasan terbentuknya YPKP 1965/1966, tapi justru mendapat sambutan yang sangat antusias dari daerah-daerah. karena melalui YPKP 1965/1965 diharapkan dapat memunculkan suatu kebenaran yang sesungguhnya yaitu korban vang sudah di vonis oleh sejarah bikinan Orvr Baru sebagai pembrontak dan pengkhianat Pancasila, dapat dibuktikan dan diluruskan kembali, ternyata korban-korban itu rekayasa Sunarto dan Orpe Bartnya, oleh sebab itu, daerah-daerah sangat semangai untuk mendukung dan melaksanakannya.
Tetapi momentum yang bagus ini. sekarang sudah mermrun sangat tajam, terlebih lagi ketika pusat rnengambil keputusan untuk mendata ulang dengan formulier yang baru, sebab secara tak langsung pusat sama sekali tidak memperhitungkan betapa untuk menjalankan formulir yama atau baru. tapi adalah begitu mudahnya mengambil keputusan untuk mengganti, dengan konsekuensi harus mendata ulang dan bahkan muatan-mmatan informasi vang diperlukan oleh formulir baru jauh lebih banyak, rinci dan yang accuratiennya sangat tingi. Untuk belajar memahami formulirnya saya sudah kesulitan, apalagi mefaksanakannya. Namun, bukan berarti tidak bisa dijalankan. bisa dilaksanakan, tapi harus didahului adanya pelatihan-pelatihan dulu. Saat ini pengenalan formulir baru di Sukabumi sekaligus pelatihan, itu saya banyak utusan-utusan daerah yang harus berulang-ulang bertanya dan mima penjelasan-penjelasan, bisa dibayangkan kalau formulir itu langsung saya dijalankan tanpa pelatihan dulu, pasti sangat banyak terjadi kesalahankesalahan, dan konsekuensi yang tragis adalah, sasaran yang diharapkan tak dapat dicapai, yaitu tingkat kuantitatif dan yang juga penting adalah kwalitatifnya. Akibatnya formulir yang sudah dijalankan tidak menjawab bujuannya, dan ini sangat riskan, buang waktu, tenaga dan bahkan biaya Yang sia-sia. Apa kemungkinan terburuk sudah di antisipasi oleh pusat? Saat Sekretaris Jatim menyampaikan laporan bahwa: TK. H Banyuwangi sudah berhasil menyelenggarakan pelatihan, yang diikuti t 8076 utusan dari
amatan, apa jawaban bung Yusuf Suwaji?
Sebenarnya Pelatihan itu tidak perlu!
=== [PDF page 58] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
Padahal. saat pelatihan di Sukabumi Bung Yusuf menganjurkan mengadakan pelatihan TK. II — lalu peserta Banyuwangi, setelah Daan Uk pulang di Banyuwangi berkoordinasi dengan pengurus-pengurus Es ang, lalu dilaksanakan. Berhati-hatilah dalam mengambil kebijaksanaan.:. Va, ada kesan. Pusat seenaknya sendiri. Keputusan —keputusan yang dibe ee sangat subyektif, sebab itu bisa berubah-uabah sesuai subjektifnya. Tergan, an situasinya. Jawaban tersebut sangat melemahkan semangat daerah- daeran Seakan-akan apa apa yang sudah dikerjakan itu sia-sia dan tak perlu. Tak punya arti. apa-apa. Berhati-hatilah ucapan seorang pemimpin. Pemimpin harus mampu membangun Motivasi, bukan sebaliknya, justru menghancurkannya.
Gaya atau Still dari kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap sukses
atau tidaknya suatu kegiatan bawah. Jadi apa inti sebenarnya dari ura atas? Berikut inilah jawabannya:
1. YPKP 1965/1966 sangat leraah dalam management, terkesan yayasan
iandi
yang memerlukan Persosonil-personil Profesional, ahli organisasi,
perencanaan dan akuntansi, dalam implementasi praktik konkritnya tak nampak sama.sekali. Maksudnya secara Macro Polecy, yang
' seharusnya menjadi pedoman kerja bawah tak pernah ada, yang kami — — lihat dan dengar adalah penyajian teori dan ide-ide. Tapi bagaimana:
cara mencapar/mewujudkan ide-ide itu tak ada penjelasannya padahal, untuk setiap tujuan tertentu ada terget lalu dijelaskan bagaimana target itu bisa dicapai? Dengan cara apa, bagaimana dan sebagainya. Lalu selalu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaanya, sesuai apa tidak, antara rencana dan realisasinya? Kalau tidak apa sebabnya? Apa ada rencana lain dan yang lebih baik-baik dst? Konsep kerja ini, berjalan mulai pusat sampai ke daerah-daerah. Sedang konsep membangun organisasl sampai tingkat kecamatan atau cukup jaringan kerja saya. Ini saya tak pernah jelas, selalu keduanya yang muncul di lapangan praktek, sangal tidak consistent.
2. Setiap rencana kerja atau perubahannya, sosialisaikan dulu ke seluruh daerah-daerah, sehingga daerah dapat memahami, apa vang beru mengapa berubah? Kapan mulai berlaku dan seterusnya.
3. Pusat harus merabangun sistem dan mekanisme kerja yang Sta" oath sebagai acuan kerja dari pusat sampai ke daerah-daerah. Inilah kerja yang professional. t
4. Tujuan Penelitian adalah mendapatkan data vang acuratien-nya OP diperlanggung-jawabkan, dan data ini tentu diseluruh wilayah Indo sia. Diseluruh wilayah Indonesia bukan dibeberapa TK. saya. AP a, itu Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, Seluruh Indonesia terdapat-terdapat up TK.II. Tanpa seluruh Indonesia, data itu akan sia-sia, untuk me1Y2
=== [PDF page 59] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
beberapa jumlah kerban 1965/1966 di Indonesia? Itu saya tak terjawab, muncul data hanya sebatas pada daerah-daerah yang sudah ada jaringannya saya. Itupun sekarang hanya beberapa TK.I saya yang ada YPKP 1965/1966, +70% belum terjangkau! Mn
Tapi konsep pengembangan untuk memenuhi target itu tidak pernah ada, prograra organisasi ke seluruh Indonesia tak pernah tergambarkan, kami menjadi ragu, YPKP 1965/1966 benarbenar ingin meneliti korban secara benar apa tidak? Berapa jwnlah korban di seluruh Indonesia?
Kam ragu YPKP 1965/1965 sekedar alat sementara, bagi broker-broker untuk mencari uang ke luar negeri. Setelah dapat, tak perlu seluruh Indonesia, pokoknya ada data yang bisa dilaporkan penyandang dana di luar negeri sebagai laporan pertanggung-iawaban atas uang yang sudah disumbangkan ke YPKP 1965/1965 di Jakarta.
Lalu cari lagi ke: penyumbang yang lain, dan langkahnya, tetap
sama tak perlu ada organisasi seluruh Indonesia, pokoknya, ada
data pelaporan dari beberapa daerah saya cukuplah. Untuk
laporan pertanggung-jawaban kepada pengirim dana. Hal ini
— tampaknya benar. sah-sah saya. Perkara dana yang sudah
diterima, daerah tak perlu ikut-ikut, itu kan wewenang pusat.
Dana terpakai secara JUJUR 100Y6 untuk YPKP 1965/1966, atau tidak, toh daerah-daerah tak akan tahu? Sedangkan penyandang dana, dikirimi laporan-laporan seadanya. toh juga tak akan tahu.
- Oh, kalau analisa pengamatan ini benar demikian, betapa
rendahnya martabat kita di hadapan nyawa korban-korban yang sudah mati. Jadi momen korban 1965/1966 itu kita jadikan komoditi untuk dijadikan cari uang saya.
Sungguh kalau hal ini benar, dan lalu sampai diketahui di dengar olch orang-orang/sekelompok di luar YPKP 1965/1966, sungguh
“akan menjadi petaka besar, bagi moral. generasi penerus para
korban. Semoga apa yang kami sampaikan ini tidak terjadi, tapi.
kalau melihat cara kerjanya. mekanismenya, hal ini yang kami sampaikan di atas bisa terjadi, kalau tidak segera sadarkan kesalahannya. dan cepat memperbaiki diri.
Il Pada bagian berikut ini akan mengoreksi cara kerja, direktur-direktur Boss-nya Departemen YPKP 1365/1966 Pusat Jakarta |
- masih saya, cara-cara kasar, gaya makelar/broker model kerjanya yang
dilakukan oleh Bos/direktur YPKP 1965/1966 di Jakarta. Sifat makelar
broker, selatu menyerobot dan melangkahi jalur, motivasi apa yang
=== [PDF page 60] ===
KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
mendorong melangkah demikian untuk para pembesar YPKp 1965)
Pusat kami tak tahu, tapi kalau “Motivasi” Broker, kami pasti tan, 1° ingin mendapat “Komisi yang paling besar” Caranya? Memoteng iq dengan broker-broker lain, dengan demikian, mengurangi jumlah tu yang akan terima komisi. Meskipun, jalur-jalur dari yang dipotong «£ merupakan faktor pembuka jalan. Tapi tak peduli, dasar broker, moral, juga tetap broker. Takut kebagian sedikit, maka main serobot terus. pe i moral? Mana ada, broker yang bermoral baik? Selalu mencari keunty
untuk diri sendiri. Maaf kami tidak bermaksud mengatakan pengurus
Ngan |
pengurus pusat adalah broker, yang maksud adalah cara kerjanya ironis |
kalau harus menjelaskan lagi. Sudah beberapa kali, kami protes, tapi yang
terjadi tetap saya.
1. Pada wakiu kepala departemen organisasi baru saya dilantik, jaly memuai gebrakan untuk mewujudkan semangat kerjanya. Karena terlalu berscmangatnya dalam kerjanya sampai melupakan jalur-jalur organisasi. ya, riskan juga, direktur organisasi sampai tahu kerja dalam
organisasi. Turba langsung ke daerah-daerah, merninta alamat-alamat |
dan nomor telepon TK. II, setelah tahu lalu berkoordinasi kunjungan.
Maksudnya Turba, tapi sudah melangkahi pengurus TK. L hal ini tidak
dilakukan oleh departemen organisasi dan yang berikut oleh Ester.
Waktu itu Ester menjabat Dir. Dept. Hukunv Advokasi. Gaya potong
jalur, biasa dilakkukan dalam dunia bisnis, dan ini adalah pernbongkaran
kuburan-kuburan di Blitar.
Akhir-akhir ini, sekitar akhir Desember 2001. Bossnya Dept. Penelitian
YPKP 1965/1966 Pusat langsung melaksanakan penelitian di
Banyuwangi. Tanpa koordinasi dulu dengan YPKP 1965/1966 TK. |
Jawa Timur.
- Sekalipun alasannya, penelitian itu kerjasama dengan Syarikat Banyuwangi, bukanlah Yusuf Suwaji, MA. Datang ke banyuwang pakai baju direktur Dept. Penelitian YPKP 1965/1966. |
- Dan bukankah di Banyuwangi yang dikoordinasikan juga le personilnya YPKP TK. II banyuwangi. Lalu berdalih ini bukan prove YPKP, lalu nyelonong langsung saya ke Banyuwangi. bil
- Teman-teman banyuwangi melaporkan ke TK I Jatim. sam i bertanya. Ini cara kerja apaan? Bayangkan orang-orang TK. - bisa bertanya seperti itu, berarti cara kerja itu dipandang kurang a i yang pusat justru tidak tahu aturan kerja organisasi, Dasar Me
Boker. og 7
3. Demikian juga halnya, surat menyurat dan seterusnya. mai Pe dan tidak menghiraukan TK. I, Pusat langsung daerah-daerah itu sudah bukan hal yang baru. sudah biasa, pikirkanlah, P'”
perasaan dan nilai pengurus-pengurus TK. I, kalau itu tak ada Ya
=== [PDF page 61] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
langkah pembenahan di Pusat. karena kami merasa tidak diperlukan, kami rela membubarkan diri. Sekalipun un membuka daerah-daerah TK. II, kami sudah berkorban cukup besar. dengan hasil terbangunnya jaringan-jaringan ke daerahdacrah TK. II. tapi sekarang tidak diakui lagi oleh Broker. Demi menjaga moral perjuangan kami, kami rela membubarkan diri dan asset Jatim akan kami handle secara langsung berdasarkan nilai perjuangan yang bermoral kader perjuangan.
4. Ada berkembang issue/informasi ke kami bahwa Deptariemen Penelitian mendapatkan anggaran berdasarkan nilai Rp. 3000/ lembar. Kebijakan ini tanpa memperhitungkan nilai moral yang akan merusak citra pengabdian pada perjuangan yang sebelumnya sudah tergalang. Bukankah dengan nilai itu mendorong orangorang daerah bekerja mengejar omset jumlah lembar formulir, tanpa memperhitungkan lagi tingkat acuratie
Yayasan Menjelang 6 Agustus 2002
Oleh Eryanto Nugroho
The Ministry of Low and Lezislation Will form a workkiong group to policy recomendations and to draft legislation ao foundations to be submitted to Parliament by end- April 2000. The legislation will require foumdalion to file public statement of activities, including aidites asccounts”
Demikianlah sepenggal “titah” yang dimuat dalam Letter of Intent antara Pemerintah Indonesia dan IMF dalam memorandum of Economiuc and Financial Policies Medium Term Strategy and Policies for 1999/2660-2000, tertangal 20 Januari 2000. Penggalan kalimat tersebut harus diakui yayasan yang telah disimpan sebagai draft di departement Kehakiman sejak tahun 1976. Bukan sekedar “dibangkitkan”, draft RUU yang sempat terpendam lama itu mendadak meningkat akselerasi pembahasannya begitu cepat sehingga kemudian pada 6 Agustus 2001 disahkan menjadi undang-undang tanpa adanya cukup partisipasi.
tik Pendingkan dengan Belanda yang telah memiliki Wet op stichtingen die 1996, Indonesia memang dapat dipandang cukup terlambat ini vias U undang-undang yang mengatur tentang yayasan. Selama Panama di Indonesia hanya mendasarkan pada kebiasaan dan dijadika ensi Mahkamah Agung. Salah satu yurisprudensi yang kerap
Dn Tyjukan jalah putusan MA pada kasus Yayasan Dana Pensiun
=== [PDF page 62] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
HBM (Stichting Persi unfonds HBM Indonesie) tahun 1973 dimana dalam pertirabangan yang dibenarkan Mahkamah Agung, dinyatakan bahwa ya Saty tersebut sebagai badan hukm. Yasan Mengingat banyaknya yayasan eksis di negara ini, lahirnya UU N Tahun 2001 tentang Yayasan ini jelas akan menimbulkan dampak yang San 16 besar namun demikian karena prose kelahirnnya yang tidak partisipas: | terlebih lagi karena minimnya sosialisasi tentang undang-un Maap, | menjelang berlakunya undang-undang ini pada 6 Agustus 2002, terlihat sai? | kenyataan bahwa banyak yayasan-yayasan, baik besar maupun kecil, mack | kergagap-gagap untuk menyikapi UU Yayasan ini. ih | Begitu banyak yavasan yang belum mengetahui hal-hal apa yang haru depersiapkan ataupun dibenahi organisasi yayasan-nya dalam men:
undang-undang baru int. Mencermati kondisi tersebut, pada kesempatan in penulis ingin berbagi beberapa pemikiran penulis tentang hal-hal apa saya yang harus dilakukan oleh sebuah yayasan dalam menghadapi berlakunya UU | yayasan ini pada tanggal 6 Agustus 2002 yang akan segera tiba. | |
1. Reorrenyasi Pr.mian Bapan Hukum Kita ketahui bersama bahwa organisasi nirlaba di Indonesia memilih badan hukum yayasan tanpa didasari pertimbangan ataupun orientasi pemilihan bentuk badan hukum yang tepat. Pemilihan yayasan sebagai badan hukum untuk organisasi nirlaba di Indonesia lebih banyak didasari oleh kondisi eksternal yang sering kali mengorbankan orientasi yang sesungguhnya dari orientasi itu sendiri.
Kondisi tersebut antara lain adalah minimnya pilihan badan hukum yang tersedia untuk organisasi nirlaba, ataupun karena kondisi ketidakyelasan aturan main dalam praktek yayasan yang kemudian dimanfaatkan untuk mencapai maksud dan tujuan organisasi, baik tujuan yang positi (gerakan advokasi kebijakan, carity. pemberdayaan dil.) maupun untuk tujua!
negatif (korupsi, lembaga money 'oundring, dil) Oleh karena itu, sanga penting dalam menyikapi UU Yayasan ini untuk terlebih dahulu melakuka"
reorientasi ataupun identifikasi ualang terhadap masing-masing Of ganisas Sudah tepatkah pilihan badan hukum yayasan? Pertanyaan ini namp?
sudah harus segera kita tanyakan kepada organisasi kita masing-masing, Beberapa macam pilihan bentuk badan hukum tersedia dalam konte hukum di Indonesia. bagi yayasan yang dalam reorientasi dan terident rofl menemukan bahwa ternyata sifat organisasi “yayasan” va lebih kepada-kepada tuk oriented organization, dapat mempertimbangkan untuk beralih be yan menjadi Perseroan Terbatas (PT) saya. Jika dilihat dari basis kek keanggotaan (membership based organization), padahal yayasan Masi badan hukum tanpa anggota, dapat dipilih bentuk yang lebih sesua!
Perkumpulan ataupun koperasi.
=== [PDF page 63] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
Pemilihan bentuk badan hukum ini haruslah dilakukan dengan sangat rmat. Tindakan mengalihkan. bentuk badan hukum harus didasarkan da orientasi ataupun identifikasi terhadap kebutuhan yayasan secara mendalam. jangan sampai melakukan pengalihan bentuk badan hukum hanya untuk “melarikan diri” dari UU Yayasan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan juga dalam pertimbangan pengalihan bentuk hukum mengenai pengaturan hukum tentang badan hukum yang dituju, misalnya Undang-undang Perseroan terbatas, bentuk badan hukum yang dituju dalam peralihan tersebut perlu dikaji apakah sudah sesuai dan cukup kondusif untuk gerak organisasi ke depan nanti. ra |
Sebaiknya sejak sekarang yayasan sudah harus berbenah diri mengenai kekayaan yang dimilikinya. Harus dipisahkan dengan tegas antara kekayaan yayasen dan kekayaan pribadi orang di dalamya. Apabila yayasan sudah memutuskan untuk berubah menjadi badan hukum lain. maka sebaiknya tindakan pembubaran yayasan dan perubahan menjadi badan hukum lain ini dilakukan segera sebelum UU Yayasan berlaku.
Hal ini disebabkan karena UU Yayasan telah telah berlaku dan yayasan yang bersangkutan termasuk dalam yayasan yang diakui sebagai badan hukum oleh undang-undang ini, maka yayasan yang bersangkutan akan terikat oleh pengaturan UU Yayasan melarang pengalihan aset yayasan untuk maksud dan tujuan selain maskud dan tujuan yayasan. Hal ini berarti aset yayasan tidak bisa dialihkan menjadi aset badan hukum baru yang didirikan organisasi.;
2. MEMASTIKAN STATUS BADAN HUKUM YAYASAN
Apabila setelah orientasi organisasi diputuskan untuk tetap memilih badan hukum yayasan. maka hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh yayasan ialah memastikan bagaimana status badan hukumuya di hadapan UU Yayasan ketika berlaku nanti. |
Ketika berlaku nati UU yayasan hanya akan menakuti sebagai badan hukum 2 (dua) kategori yayasan (1) Yayasan yang telah didafiarkan di Pengadilan Negeri dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RL;
alau (2) Yayasan yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan mempunyai 1zin melakukan kegiatan dari instansi terkait.
Menjadi penting bagi yayasan-yayasan yang telah mantap menggunakan badan hukum yayasan untuk memastikan status badan hukumnya. Termasuk dalam kategori yang manakah yang ingin tetap diakui status badan hukumnya, karena kalau tidak maka kita akan terpaksa mendirikan yayayasan “baru”
agar tetap diakui sebagai badan hukum ketika UU yayasan ini telah berlaku.
3. ResTRUKTURISASI ORGANISASI Yayasan Banyak hal yang harus dibenahi oleh yayasan tentang pengaturan inter-
=== [PDF page 64] ===
IRISAH SINGKAT SEORANG SULAMT |
nal organisasinya (internal governance). Undang-undang ini sanga dan detail dalam pengaturannya tentang urusan internal organisasi dari struktur baku organ yayasan, pengangkatan. pemberhentian orgay, 5 i A: “Or.
gan yayasan, hingga kuorum rapat telah ditentukan aturan mainnya Secara sifik. |
spe Dari segi struktur saya misalnya, sudah ditentukan bahwa organ yay terdiri atas Pembina, Pengurus dan Pengawas. Jadi mulai sekarang Yayasan harus berbenah, lupakan struktur lama seperti Dewan Penyantun, Dewan Pendiri ataupun bentuk Struktur lain yang ditentukan masing-masin yayasan pada masa lalu. Diantara organ yang ditentukan ini juga dilaran untuk terjadi suatu rangkap jabatan satu sama Jain antara pembina, Pen gurus ataupun Pengawas.
Satu contoh lagi hal internal organisasi yang harus dibenahi ialah mengenai masalah gaji. Organ yayasan (Pembina. Pengurus, dan Pengawas dilarang oleh undang-undang ini untuk menerima gaji. Dalam penjelasan tertulis bahwa undang-undang ini mengharapkan organ yayasan untuk bekerja secara sukarela tanpa menerirna gaji, upah atau honor tetap. Sistem yang berlaku untuk tingkatan organ yayasan ini ialah sistem penggantian (reimbursement) terhadap segala biaya atau ongkos yang dikeluarkan organ yayasan dalam menjalankan tugasnya. Namun demikian larangan menerima gaji ini tidak berlaku bagi karyawan yayasan. Adalah sangat wajar.
bahkan wajib, bagi yayasan untuk membayar gaji ataupun honor bagi karyawannya.
Berbagai aktivitas strukturisasi organisasi yayasan tersebut daslam aturan legal berarti penyesuaian anggaran dasar yayasan. Khusus untuk itu.
UU Yayasan memberikan jangka waktu lima tahun sejak undasng-undang ini mulai berlaku yang berarti penyesuaian paling lambat dilakukan 6 Agustus 2007.
4. Pemeenaman “BiSnis “ Yayasan f Bisnsi dalam konteks yayasan sebenarnya dimaksudkan sebaga! sal satu aktivitas fund raising yang bertujuan agar yayasan dap?
mengembangkan kegiatan sosialnya tanpa perlu tergantung lagi ea donasi dari para donatur sebagaimana banyak terjadi pada yayasan di In lw nesia. Ada dua “jalur” bisnis yang diberikan oleh UU Yayasan 1: a pertama ialah dengan mendirikan badan usaha, dan jalur kedua ada dengan melakukan penyertaan.. dirikan Dalam jalur pertama, kegiatan usaha dari badan usaha yang did ini oleh yayasan harus sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan. PP dan mengakibatkan yayasan tidak bisa lagi mendirikan berbagai maca
usaha yang kegiatannya seringkali tidak berkaitan dengan maksud dan wy
=== [PDF page 65] ===
yayasan itu sendiri. Apabila hendak melakukan bisnis yang lintas dalam melakukan penyertaan, yayasan tidak dibenarkan melakukan penyeriaan lebih dari 2594 dari seluruh nilai kekayaan yayasan. $ Selain batasan-batasan tersebut, ada beberapa batasan umum yang megatur rentang kegiatan usaha yayasan batasan yang paling umum ialah bahwa hasil kegiatan usaha dari berbagai bisnis yayasan tersebat tidak boleh dibagikan kepada Pembina, Pengurus, ataupun Pengawas Yayasan.
hasil dari kegiatan usaha yayasan haruslah diinvestasi kembali kepada yayasan untuk pengembangan pelaksanaan maksud dan tujuan yayasan.
Selain itu juga ada larangan perangkapan jabatan antara organ yayasan dengan direksi ataupun komisaris pada perusahaan yang didirikan yayasan ataupun pada perusahaan dimana yayasan melakukan penyertaan.
Melihat dari berbagai aturan main dalam praktek bismin yayasan yang diatur dalara UU Yayasan ini, dapat diprediksi akan diperlukan banyak pemberesan yang dilakukan oleh yayasan-yayasan di Indonesia. Terlebih jika kita mencermati berbagai penyimpangan yang bisa terjadi pada banyak. yayasan. Masalah perangkapan jabatan antara pengurus yayasan banyak yayasan di negeri ini. Belum lagi tentang pembatasan penyertaan sebesar 254 yang diatur UU yayasan. sudah menjadi pengetahuan umum bahwa banyak yayasan yang bahkan adalah PT yang berkedok yayasan.
_ MENYIAPKAN AKUNTABILITAS PUBLIK DAN SISTEM AKUNTANSI Yayasan
Satu hal yang pasti harus disiapkan oleh yayasan dalam mempersiapkan yang terkait dengan akuntabilitas publik ialah sebuah papan pengumuman di kantor yayasan. Hal ini disebabkan karena UU yayasan mewajibkan semua yayasan, tanpa terkecuali, untuk mengumumkan ikilusar laporan tahunannya pada papan pengumuman di kantor yayasan.
Selain kewajiban yang berlaku bagi yayasan yang menerima bantyan lebih dari 500 juta rupiah atau mempunyai kekayaan di Juar haria wakaf lebih dari 20 milyar rupiah, ada kewajiban tambahan berupa audit oleh akuntan publik dan kewajiban untuk mengumumkan ikhtisar laporan tahunannya di surat kabar harian.
Bahkan bagi yayasan yang sebagian kekayaan berasal dari bantuan negara, bantuan luar negeri, atau sumbangan masyarakat yang diperolehnya sebagai akibat berlakunya suatu peraturan perundang-undangan, wajib mengumumkan ikhtisar Japoran tahunannya pada peraturan perumdangundangan, wajib mengumumkan ikhtisar laporan tahanannya pada papan pengumuman di kantor yayasan, yang mencakup kekayzan selama 10 tahun seblum undang-undang ini diundangkan.
Terkait dengan sistem akuntansitas publik di atas. praktek akuntabilitas dan transparansi yayasan tersebut memerlukan dukungan sistem akuntansi Yang rnemadai. Selain kewajiban dokumentasi keuangan, dalam membuat
=== [PDF page 66] ===
Deal (KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
ikhtisar laporan tahunan juga telah ditentukan bahwa bentuk ikhti laporan tahunan tersebut harus sesuai dengan standar akuntansi keyay, Sg yang berlaku. =a
Standar akuntansi keuangan yang digunakan bagi organisasi Mirlaha tertuang dalam pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 45 (ps AK 45) yang telah mulai efektif berlaku sejak | Januari 2000 latu. Mengingat pentingnya peranan suatu sistem akumansi yang memadai. sekarang saatnya kita bertanya pada akuntan yayasan kita masing-masing. apakah merek sudah menguasai PSAK 457.
Pengaturan akuntabilitas publik dan sistem akuntasi yayasan ini dimaksudkan agar yayasan tidak tersa:ng dari publiknya. Publik merupakan stakeholder utama dari sebuah yayasan. Yayasan merupakan lembaga yang
“memproklamirkan” dirinya sebagai entitas yang mengabdi bagi publik sehingga kerjasama saling membangun dan transparan antara yayasan dan masyarakat merupakan syarat wajib bagi aktivitas sosial itu sendiri.
Demikanlah beberapa rumusan pemikiran penulis mengenai hal-hal apa saya yang harus dipersiapkari dan dibenahi oleh yayasan-yayasan dalam mmgka menghadapi berlakunya UU Yayasan pada 6 Agustus 2002 ini.
Mengingat banyaknya kekurangan yang terdapat dalam undang-undang ini terlebih lagi pembentukannya yang tidak partisipatif, pada kesemapatan ini penulis ingin mengajak perabaca untuk menyingkapi UU Yayasan mi secara kritis dan melakukan berbagai macam tindakan untuk mewujudkan perbaikan perbaikan terhadap undang-undang ini.
Dipersiapkan untuk seminar “Antisipa si Organisasi Masyarakat Sipil atas Pemberlakuan UU Yayasan” yang diselenggarakan oleh Yappika dan Yayasan Tifa di 6 Wilayah (Yogya, Surabaya, Lampung. Aceh, Medan dan Makasar) Juni 2002.
Peneliti Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSK)
=== [PDF page 67] ===
IKISAH SINGKAT SEORANG SULAMI | 163
XIL PERKEMBANGAN YPKP 1965/1966
Mengani LPKP-65
Pada agnggal 27 April 2001 diadakan Seminar tentang UU No. 16/2001 (UU Yayasan) di Gedung YLLTK Jakarta yang dihadiri diantaranya:
|. Pak Sutomo (Mantan Menteri Perburuhan)-Ketua Partindo, beliau adalah mantan Menteri perburuhan RI yang terakhir pada pemerintahan Sukarno.
2. Ibu SK. Trimurti (Mantan Menteri Perburuhan Pertama pada Pemerintahan
Pak Casman, pimpinan LPKORP.
PRD
S.N.B
ELSAM (Lembaga Srtudi Advokasi Masyarakat).
LSM-LSM yang bergerak dibidang hukum dan Advokasi.
LSM-LSM yang bergerak di bidang Perjuangan HAM.
Dan lain-lain.
CONIA Sw
Termasuk Pak Heru Admaja dan organisasi-organisasi/ Lembaga — lembaga Perjuangan secara umum tidak bisa menerima UU No.16 /2001 dengan alasan: UU No.16/2001 tersebut adalah diambil dari draf yang telah dibikin pada tahun 1976 atas pesanan IMF. Disamping itu tidak demokratis dan sangat otoriter yang bisa berdampak negatif bila digunakan sebagai kendaraan lembaga Perjuangan untuk itu menyarankan sebaiknya menggunakan lembaga yang demokratis, karena di yayasan yang ada hanya relawan yang tak. memiliki hak suara... |
Kesimpulan dari Seminat tersebut, sevuju menggunaan kendaraan yang lain. Maka teman-teman perwakilan dari daerah-daerah tingkat satu yang hadir (14 perwakilan) setuju untuk tidak menggunakan kendaraan yayasan (xrrp) tapi memilih LPKP-1965, karena dinilai Yayasan (UU No.16/2001)
itu hanya cocok untuk sosial dan keagamaan.
Pada Malam harinya diadakan pertemuan khusus yang hadir dari temanternan 14 provinsi (perwakilan daerah tingkat I) yang intinya adalah bersepakat untuk meninggalkan kendaraan perjuangan yang bernama Yayasan dan berganti kendaraan perjuangan yang bernama LPKP-1965 (LemsBaGa PENELITIAN Korpan Peristiwa 1965).
Kemudian Ibu Sulami ditunjuk sebagai formatur untuk menyusun kepengurusan Pimpinan Pusat LPKP 1965. Selain itu juga disiapkan siapa- Siapa dari daerah-daerah yang duduk sebagai badan Pendiri. Sekaligus dibicarakan tentang anggaran dasar yang utama, yaitu: Pimpinan Pusat adalah
=== [PDF page 68] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
ditentukan oleh Kongres, sedangkan lain-lainnya disusull Pada
mendatangi Notaris.
e Selanjutnya fahirlah Akte Notaris LPKP 1965 yang kelahi —
pada tanggal 1 Mei 2002 terlampir. pay
Srsupart KepencurusaN LPKP 1965 Ternentuk (Pusat)
Ibu Sulami berpesan kepada generasi muda LPKP 1965 sebagai be iku:
“Kepada teman-teman yang muda (generasi muda) ci lingkungan LPKp 1965, khususnya yang duduk di dalam kepengurusan LPKP 1965 Pusa sekarang inilah saatnya kalian banyak belajar, dan LPKP inilah lahan/te t belajar khususnya tentang Hak Asasi dan Demokrasi, mumpung saya beserta yang tua-tua lainnya masih hidup dan masih bisa mendampingi anda, mengingat perjalanan perjuangan kita masih memerlukan waktu panjang, dan kini bisa dimulai dan saya akan mendamping: kalian”. Demukian pesaniby Sulami. Kemudian generasi muda LPKP 1965, melakukan dialog/ perundingan khusus dengan dengan Martha Mejer Gedung PGI Jakarta membahas masalah kontrak kerja dengan HOM (Humanistishch Overleg ensenrechten), pada tanggal 18 Juni 2002, diman akhirmya Martha Majer menyatakan bahwa prosedur penandatanganan kerja sama kontrak (YPKP 65/66 dengan HOM di Belanda) tersebut tidak sah.
Goa Tixus Sarsi Searan Keram Biitar SELATAN
Tanggal 23 Agustus 2002 di Desa LOREJO
Yayasan Ksut Perdamaian (YKP) bersama Lembaga penelitian Korban Peristiwa 1965 (LPKP-65) dan Panitia pemugaran Luweng Tikus, Kedungart, Blitar, lewat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM mendesak Negara menguburkan seluruh Korban permbunuha massal tahu!
1965 secara layak dan manusiawi. Ketua Dewan Pengurus Indahyani Yusuf mengemukakan hal itu ketika bertemu dengan ange Komnas HAM BN Marbun di ruang pengaduan kantor Komnas HAM Pa Rabu 28 Agustus 2002. Dalam kesempatan itu ditavangkan rekaman ya pl tulang belualang korban di Luweng Tikus. Hasil temuan sementara € kerangka manusia, saksi serta dukungan foto peristiwa tahun 1968..
Kasan Basri, salah seorang saksi yang ikut hadir menjelaskan ba8
YKP Ester
korban dibawa dari satu tempat ke Luweng (lubang) Tikus oleh truk )
militer. “Korban menghadap bibir Luweng kedua jempol (ibu ya" tat korban diikat tentara, yang membelakangi korban memukul leher ent korban sampai sekarat. Sementara korban yang sudah sekarat itu, kaki Kas mendorong tubuh korban jatuh ke lobang. Begitu seterusnya” P2
=== [PDF page 69] ===
(KISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
Mengutip keterangan beberapa saksi sekurang-kurangnya ada 41 korban yang terkubur di Luweng Tikus.
Marbun mengatakan “Memang sudah menjadi selayaknya korban dikebumikan secara manusiawi.” Menurut Marbun bila tuntutan YKP, LPKP dan Panitia Pemugaran Cuma sebatas pengurburan yang layak bagi para korban KOMNAS HAM bersedia membantu. “Tetapi kalau dikait-kaitkan lagi dengan pelanggaran HAM, yahh... wah, berat itu itu karena menyangkut lebih dari sejuta korban tewas”, ujarnya. Berikut gambar/ posisi Luwveng Tikus
terlampir ki Hera (Kompas 29/8/2002)
=== [PDF page 70] ===
(RISAH SINGKAT SEORANG SULAMI |
KINI. Isu SuLami DIPANGGIL OLEH YANG Many |
KUASA (Tanggai 8 Oktober 2002)
Pada tanggal 8 Oktober 2002 jam 00.15 Isu Sutamt telah chpangsi menghadap Tuhan Yang maha Kuasa, di Sragen, jawa Tengah. Sebelum meninggal, rupanya Inu SurAMi merasa bahwa kondisinya sudah menumyy kurang baik, kemudian minta supaya dikirim kembali ke daerah kelahirannya Sragen Jawa Tengah, maka pada tanggal 4 Oktober 2002 Ibu Sulami diantar kembali ke Sragen cari Jakarta, dalam keadaan sudah menurun kesehatannya
Sepeninggal Ybn Sulami. betul-betul bagi keluarga LPKP 1965 kehilangan seorang pejuang yang gizih dan mempunyai prinsip perjuangan yang jelas don konsisten. sekalipun kondisinya telah digerogoti oleh usia dan penurunan kesehatan (penyakit). Otaknya sangat sangat cemerlang dan yang penting sosok Surawi adalah dekai dengan akar rumput organisasi, dan selalu terbuka, toleran, suka menerima pendapat dari bawah. Dan yang sangat menonjol Ibu Sulami sangat rendah hati dan sangat menghargai pihak lain (organisasi orgzarisasi/LSM-LSM lain) membuka lebar-lebar dalam kerjasama baik yang bersifai nasional maupun internasional. Nama beliau sangat dikenal oleh generasi muda yang ingin perubahan yang lebih maju, lebih baik demi kepentingan bangsa dan negara.
Tutur kata beliau sangat sejuk, dan mudah dipahami, tidak ada kesan menggurui, memaksakan ataupun menyudutkan orang yang sedang berhadapan dengan beliau.
Demikianlah sekilas tentang Perjalanan Hidup Ibu Sulami, seorang sosok yang sepenuh hidupnya diabdikan demi perjuangan, terutama hal yang
menyangkut Hak Asasi khususnya dan demokrasi pada umumnya...Semog?
amal bhakti beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
=== [PDF page 71] ===
YALE UNIVERSITY LIBRARY
26591 |
=== [PDF page 72] ===
SALMO BAe det AS
ay 9147512. Code 1-2003-410180
09 YALE UNIVERSITY LIBRARY
Dear Sulami a
Saya baru menonton film yang dibuat orang AUStralig bernama “INDONESIA'S KILLING FIELDS”. Saya sungguh kagum dengan keberanian SULAMI untuk memunculkan dirinya dalam pekerjaan yang mulia ini. Salam hangat dari saya untukmu.
Bagaimana kelanjutan pekerjaan Yayasan? Apakah Penelitian masih diteruskan dan diam tempat-tempatnya?
Saya juga ingin tahu tentang publikasi buku memorimu.
Seingat saya, saya pernah mengusulkan agar bagian tertentu diperdalam isinya., terutama bab yang mengenai pengadilan, Bagaimana pendapatmu? Sebaiknya dijelaskan mengenai bagaimana tuduhan-tuduhan dan apakah ada saksi yang dihadirkan, juga siapa yang menjadi adanya usaha-usaha yang begitu brutal untuk meyakinkan orang bahwa Gerwani adalah suatu organisasi yang amoral.
Kami di sini sangat sibuk - mengikuti perkembanganperkembangan di Timor-Timur dalam menghadapi jajak pendapat PBB. Saya khawatir bahwa usaha TNI akan membuat peristiwa itu sebagai suatu yang memukul hak-hak Rakyat Timor-Timur yang begitu lama menderita di bawah kekuasaan Indonesia. Keadaan di Aceh juga sangat memilukan bukan?
Ya, militer sudah tidak bisa merubah kebiasaan mereka untuk membunuh dan melakukan represi terhadap orang-orang yang melawan..
Sulami, saya mengharap sekali kabar darimu mengenai keadaan kehidupanmu dan teman-teman lain karena rindu saya terhadap kalian. Bagaimana hubungan lewat email? Baik sekali kalau bisa diteruskan.
Fat Sewaktu Pramudya berada di Washington, saya sempat
emu, karena kebetulan saya berada di situ untuk menghadiri konfrensi mengenai Aceh,
Sekian saya kabar dari saya untukmu Salam dari London
Carmel
Naa ee
=== [PDF page 73] ===
[Library bookplate: YALE shield; handwritten note in margin; faded stamp below]