Kebenaran tentang Gerwani: Aspek Gender Rezim Suharto (Seri Kartini 03/2002)
Cleaned OCR text (Good (0.92); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
=== [PDF page 1] ===
[Cover: red cover with silhouettes of people and a red-and-white flag; title partly legible:]... ASPEK GENDER REZIM SUHARTO Pekik Merdeka di Gunung [Unreadable]
=== [PDF page 2] ===
KEBENARAN TENTANG GERWANI
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO
PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
=== [PDF page 3] ===
[Photograph: drawn portrait of a woman in Javanese dress with hair in a bun, oval vignette]
=== [PDF page 4] ===
KEBENARAN TENTANG GERWANI
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO
Pekik Merdeka
DI GUNUNG TIDAR
Tebuah Rangkuman
Prof. W.F. Wertheim
Sulami
S. Harti
(an lestari
=== [PDF page 5] ===
KEBENARAN TENTANG GERWANI
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO
PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
Seri Kartini
03/11/2002
Perangkum: Nur. HM
Tebal: i-x 4 56 him,
Cetakan |
Maret 2002
Penerbit: Cipta Lestari
Jakarta
=== [PDF page 6] ===
KATA PENERBIT
SK etika kebenaran disembunyikan dan saat bersamaan
kebohongan, kepalsuan, fitnah, yang tidak hanya didukung, akan tetapi justru dilantunkan bersama instrumen kekuasaan. Lagu-lagu kebohongan dan instrumen itu memekakkan telinga selama sepertiga abad.
Maka telinga menjadi terbiasa menerimanya sebagai suatu kenyataan dan publikpun teropini seakan-akan itulah kebenaran.
Tinggallah nyanyi-nyanyi sunyi dari seorang bisu yang hanya mampu dihayati melalui suara hati yang masih menyisakan kepedulian.
Tulisan Prof. Wim F. Wertheim “KEBENARAN TENTANG GERWANI: ASPEK GENDER REZIM SUHARTO dalam bahasa Indonesia pernah diterbitkan ARENA No.23 Edisi Khusus, Nopember 1997. tetapi buku tipis itu baru beredar di kalangan terbatas.
Buku itu tidak sekedar ceramah WF. Wertheim, tetapi sekaligus.
sebagai kajian terhadap pembelaan tesis doktornya Saskia Wieringa dari disertasinya berjudul: The Politicization of Gender Relations in Indonesia. The Indonesian Women's Movement and Gerwani Until the New Order State. (Perpolitikan Hubungan-hubungan Gender di Indonesia: Gerakan Perempuan Indonesia dan Gerwani Sampai Negara Orde Baru). |
“Kebenaran Tentang Gerwani...” diterbitkan ulang atas permintaan mantan Sekjen Gerwani, Ibu Sulami, yang meskipun sudah sepuh dan sedang sakit, namun masih juga terus menulis dan menulis berbagai hal
tentang kehidupan politik dan hari depan bangsa khususnya tentang
gerakan perempuan. Maka tulisan Ibu Sulami menjadi bagian ilustrasi nyajikan sebuah cuplikan dari
dari buku ini. Selain itu, penerbit juga men, aa secarik dokumentasi ketika Gerwani berusia 12 tahun pada tahun 1962,
yang mungkin dapat menjadi bahan tambahan atas tulisan WF. Wertheim.
iti
=== [PDF page 7] ===
Buku ini kami kami rangkum dengan tulisan Sri Suharti tentan pengalaman singkat ketika masa-masa Revolusi Agustus 1945. Sri Suharti (almh) sebagai salah seorang aktivis pejuang wanita yang terj adi di Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Sesuai aslinya, tulisan itu berjudul: “Pekik MERDEKA di Gunung Tidar. Tulisan bu Sri Suharti ini adalah terbitan pertama yang kami sunting dari naskah asli.
Buku ini banyak menyoroti tentang wanita dan ditulis juga oleh tokoh-tokoh perempuan, maka tulisan ini kami rangkum dalam serie Kartini NO. 03/2002.
Dengan demikian, seluruh rangkaian yang disunting di dalam buku ini dapat kami sebut sebagai rangkuman kecil. Sudah barang tentu harapan penerbit, buku ini dapat berguna sebagai bahan kajian lebih mendalam dan mendapatkan pengalaman positif bagi para
pembaca dan generasi muda pergerakan, khususnya para pegiat gerakan kaum perempuan.
Semoga!
Jakarta, Februari 2002
Penerbit
=== [PDF page 8] ===
ANAK-ANAK KARTINI
Nuraini, Rusminah dan Maisi dari aceh, sumatera utara sampai
jurang terjal banyuwangi dan guru si cantik jelita dari lautan pandan wangi atau yang dibuang di air terjun tawangmangu juga Supiyah dari pasir putih temanggung dan yang dihempas di belantara randublatung atau yang tumbang di kota minyak cepu-rembang dan di pusar air malang selatan
sejarah telah jadi saksi
selagi darahmu memerahi sungai-sungai
sungai ular, kulon progo, serayu dan bengawan solo tak terkecuali kali brantas dan sungai musi berwarna merah dan berbau anyir
| dari para algojo rezim militer tak manusiawi
00.., para puspita kusuma bangsa merentang hidup mereguk duka.
tulang-tulangmu telah merabuki persada yang terus berjuang berpantang bimbang bersemayamlah kawan bersemayamlah tenang
wahai kaum perempuan, kaumku yang berpantang bimbang bukankah sejarah sejak 1776 mengajarkan dari Mercy Otiswaren dan Abi gael Adam Smith, De raigul de Merry court bahkan bekas pelacur cantik yang
menuntut hak sejati kaum perempuan tak peduli atas apa yang dihadapi meski penggal kepala dalam hukuman mau”
lihatlah Mercy Wall Stonecraft di 1792 bagi sejarah perempuan “Viendication of the eight of the women
Jakarta, Maret 2002
Sulami
=== [PDF page 9] ===
DAFTAR ISI
Kath Penetbit Aa at sa Oa ili Dag Ii ae Vv
NTR at a i BE amg Vii
KEBENARAN TENTANG GERWANI:
ASPE GENDER REZIN SUHARTO 1
GERWANI BERUSIA 12 TAHUN........... 17
TIDAR KOTA PERJUANGAN viva mwangactinn ci hh 31 rm AMBIL ALIH KEKUASAAN 39 rm PEKIK KEMERDEKAAN DAN
SANG MERAH-PUTIH BERKIBAR
DI GUNUNG TIDAR ben aan 43
MENGIRA BOM DARI SEKUTU...__ 52
=== [PDF page 10] ===
ILUSTRASI
[ ANGGAL 22 Desember 2001 ini, adalah Hari Perempuan, kami masih berkesempatan menulis tentang Perempuan Indonesia.
Di bulan Desember ini terdapat 3 peristiwa penting yang perlu kita peringati, yaitu:
1. Hari Kemenangan Ummat Islam dalam menjalankan Ibadah Puasa dan merayakan Idul Fitri, yang berarti memperbesar tagwa dan silaturrahmi sesama ummat Islam umumnya.
2. Memperingati Lahirnya Sang Kristus sebagai penebus dosa umat manusia. Bar |
3. Untuk semua ummat manusia perlu mempersiapkan diri dalam menyongsong Tahun Baru 2002, tahun penuh harapan, agar kehidupan akan lebih baik dari pada tahun-tahun lalu..
Kita berharap terciptanya pemerintahan yang demokratis, berjalannya hukum yang mengabdi pada kepentingan rakyat, memberikan jaminan keamanan terhadap rakyat, pemberantasan KKN semakin digalakkan dan "pantang mundur" sebagaimana kata presiden Megawati. Koruptor supaya ditindak tanpa pandang bulu, sehingga
kekayaan negara bisa kembali sebanyak-banyaknya untuk digunakan
bagi kepentingan rakyat, sesuai dengan pasal 33 UUD'45. Kaum kan bisa ditingkatkan taraf
miskin yang hidup di bawah kelaya 6 hidupnya, tidak ada kekerasan terhadap kaum perempuan, tidak ada pelanggaran susila dan memberantas perdagangan perempuan. |
Dari 240 juta jiwa penduduk Indonesia, 16 juta Jiwa tidak mempunyai lapangan kerja alias pengangguran. Tentu kita ea juga pemerintah bisa membangun lapangan kerja baik untu -
laki maupun perempuan.: bagi Terbitnya tulisan ini hanya sekedar ilustrasi bagi gerakan
perempuan yang selama sepertiga abad berada di bawah rezim
vil
=== [PDF page 11] ===
Suharto, sehingga tidak dapat bergerak menurut kebebasan ide.
idenya. Selama berada di bawah rezim orde baru/Suharto, hampir tidak ada organisasi perempuan Indonesia yang tampil bergerak membela kaum miskin, baru sesudah reformasi kaum perempuan dapat bergerak bebas. Namun, kaum perempuan masih menghadapi kendala-kendala yang merupakan sisa-sisa adat kuno dan kesulitan.
kesulitan rumah tangga yang harus ditanggung oleh kaum perempuan.
Sejak lengsernya Presiden Suharto tanggal 20 Mei 1998, karena aksi mahasiswa yang dahsyat dan digantikan oleh Presiden Habibi, kemudian berpindah arah ke era reformasi. Mata rantai-mata rantai kekejaman Suharto berangsur-angsur terputus, sehingga timbul peluang-peluang bagi rakyat untuk berorganisasi.
Bergemanya kembali gemuruh demokrasi merupakan kesempatan bagi kaum perempuan untuk kembali bergerak. Presiden
BY. Habibi segera digantikan oleh Abdurrahman Wahid yang menjadi Presiden melalui Pemilu pada tanggal 7 Juni 1999.
Pergerakan kaum perempuan belum tampak nyata. Tetapi terlihat
sudah ada LSM-LSM Wanita dan Koalisi Perempuan. Semua itu sangat menggembirakan.
Kita diingatkan oleh sebuah kenangan, yaitu satu peristiwa besar telah terjadi di masa pemerintahan BY. Habibie. Pada tanggal 22 Desember 1998 di Yogyakarta telah berlangsung Kongres Koalisi
Perempuan yang sangat megah, didatangi oleh utusan-utusan seluruh Nusantara dari 27 provinsi. Wajah
perempuan akan mai ng
Menurut saya TI da k | ayu dengan sendirinya
ampaknya masih memerlukan perjuangan yang panjang.
Vili
=== [PDF page 12] ===
Bukti nyata betapa susah payahnya kaum perempuan menyelesaikan tugas-tugas pemilihan umum, tapi hasilnya nol. Hanya beberapa gelintir kaum perempuan yang duduk di dalam DPR/MPR, sedangkan sebagian besar lainnya dikuasai laki-laki. Apakah kita akan terus begini? Meskipun sejak tahun 1900 Ibu Kartini sudah berjuang untuk hak-hak perempuan, tapi hingga saat ini belum tampak kesadaran yang kongkret dari kaum yang berkuasa. Sekarang tidak tanggungtanggung, Presiden kita perempuan.
Sekedar memilih presiden seorang perempuan ternyata belum cukup. Kita masih harus bekerja keras untuk memperjuangkan hakhak kita secara demokratis, terutama melalui pemilu mendatang.
Sekarang kaum perempuan memiliki tenaga-tenaga muda yang lebih pandai, selama ini sudah ikut berjuang di dalam gerakannya masingmasing. Apakah kita berani membuat target mencapai kemenangan dalam pemilu? Mengingat jumlah perempuan separuh lebih dari jumlah penduduk Indonesia.
Perlu dipikirkan untuk membuat gerakan-gerakan baru yang monumental. Apakah hal itu kiranya dapat kita diskusikan bersama?
Semoga!
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1422
Selamat Hari Perempuan 22 Desember 2001 Selamat Hari Natal 2001
Selamat Tahun Baru 2002
Jakarta, 22 Desember 2001
Sulami
=== [PDF page 13] ===
[Photograph: faded halftone photograph of a group of people (a woman in white at centre, flowers in the foreground); caption beneath the photo not legible] Pa SARE Ea asa
NA TEA Pee
ER SS LN ae U
SAN SAR SES LAN SEN Nun SA NN AE PE SN nan Sethe On
En Pa TN Na RG NN SSS eee eee ae ARA, Me u DIK
SELATAN ES RR ne. Seo
Tera 5 Se REO Ee EER ee TERI on Ses 3 2 u 33 | Ce ee
: Sa aa Aa Sas u es Se MERE AAN SAS i. TS rs aS 3: cee en i. Sea SN re ee ieee = =—=—emLCOBBW SNS Re eee a ES SSE eae Coat ty ae 8.8, oa TAN 3 KG éé#§=SEe AAN ae KAN
Karan SEE SS TE SSN
PE an TEA -—:—_—@—@sSs NA SEN SE SN ME Bag Pace 2 Mn SASARAN SSS ey ee: St Se ae Ree DAA ee SRK Spe SANATA AN = 5 Sr AN aa = Na os ee So
5 Sage u Se LEG SE Bee EA Cer ya Ne EE aN) SS eat nu CO BEE gees SE en NN Tab PENS TA SERA Te TNI TAN Tn SSeS 3 eae BIR ewe -~—rt—a ‘COs Se Spee U ee tN Tapa NN a BS SS NE NK PP SA An TAI PI nan TR SN S Na SERS SS Se Ea Sep TEE PAKA PA es SOc eee | SESS SEER NA See eee ee SES —
PLAN NAN Sa EN, RSS LN LEAN NYA SES SOR Ss ES SN ANA TAN aa Ae a —
Dees cae cee AN ae AA SEN nan AKA ES SSS INN > ON PNG 5 Na ser Ran EA PE PENA Soa naa IN a og Bene hake LN OA ANTA BAIS eae PR LES UNS LAN NN TS NS “| ee RRR pi Henna Be ee ss TN NN sn l Ape ces Se en lah = ee Se
> “ eee u ESRB Ss ee het eS ERR DNAN oo Sena Se Sts SAN pa LEE Sage as PA cece Se See Sat ees Bao: So Rese estat § SALA u $ TER eur SEN NNNNNN a ees ERG sf Pe tee eee Pn nnn TA Se
SAN AN MA SEA ss a SNN Tn os rs gree 58 Se KA ee SSS ee Ses ae ALL Lana SUN PS ci AN ok! SESS ce FE LAN NAN
2: SER RR PAS ERA PE LNG NS ITL SEN SOLAR
Pe RI PK Se.
Ghana. ee Seal MN
TAN NP PES SAN AI Dea PESANAN TN SS Se tie ae Rie Seca oc SP TER PENIS LS NA Se ete SELAI 12 Pe Sage TB NA Tn EP Henna ae pe Be a Pa eee na PERAYAAN = Be NSS » PA TENUN: TEE ADA na BEE SN Secreta EPA u es ee Lee an Te TN beer SE NN ana Me ee SKA Sea PE nan SURE NERS ncraeg 4 AE NN ana ee 29 u En ng
PE ESA: SE ates Te PEN ii.
2 Pan ata tena TEE PEN ea ee au iiiiééi£é8iQ=.
AANG es eee —r—“‘COiCTCOOCOOCOC PAN c = PE ES meee oR Manan i= =. seers a She es _ is Ae Be 2 LAN Nenen SA, — ==. ee AN x 5 ee Rs eee BER EN Sena apa a EY Pest de pee, i. LI, NAS, 2 Mn PAP SEER Se 53 B3 sys. sh SR Sea Su 2: Bae u LN EN _— | Ss ee 8 3 te eh eae icone CARS, Sr Dean Tgn SEA on Lp mat BEES ete — =. PSA Na Sears Wate ae pe LA PO ATA RD Sa AN SD PA SA a PEN TAN ERA u Se La SN Dn Sa an TEA Pena Be geet ee we — — ~~ CS 2 24
IAI PEN PE K ee BEAN $ NP SR rida secrete SA PA PAN, 2 PN Pa SRE EROS NO na TE ee ae Pen eg Lo 2 LA A PE An Da SARAN SENIN PN Sa, PEN LAYAN PLAN 53 PN ARA Sg ea PENA PAS. 5 SEA sa Eee PELAN SA Aa PM PEN SAN Sh PALA nan Das eee 3D an na 2 |
Seiten ne TA PENA aa aa ADA Ge ig ae EEA UPR Gs u PNG Na na SE To Be 2.
LN aa PEN NA Bae ee ay ea DEA: Su NP, Le PE: ena PERS Re 1 2 Pe Be na SDA, Ta RA sh —CUe CO PA
PR a a Me PA
RERE BEAN Se Pn PE RR Nana Mean KE PR SD: 225, 222 PP —.—— Peng NN an Be
Se SER Recon ee
SS Ag SAN ~~. NAN, Se EA eee Sea Le ena Ngai nei eee ees ge PA PERAN SEN, Se Eee ee ee 3 i BR etn -... ots Ree u
LSE ia Sane aust 3s ee se RoR ee tpt i BE ga ee gee an LSN — — oo ee
IG = ee aac oon a Bee ee LSN PALA Ag CS, es ees SEA PENA PE a La KAN SNI, eae; SE ae PEN SNN SEA PNS BELT PENA es ne eS RR ee den LE PN Ne ag Tg SE near ANN TE Nan PS na PA na SN LA EA LN LN pio sar as PAN Sere 2 Tn SR Ne PE 5 PA aa AN Aa TA PU KA Oa TN TAN ERE mS
=== [PDF page 14] ===
KEBENARAN TENTANG GERWANI:
ASPEK GENDER REJIM SUHARTO
Oleh: Prof. W. F Wertheim
orang Indonesia yang tinggal di Nederland, saya telah
memberi ceramah di Amsterdam yang berjudul:
"Sejarah tahun 65 yang tersembunyi".'). Dalam ceramah itu saya menghimbau dengan sungguh-sungguh kepada para hadirin untuk meneliti peristiwa 1965, dan menyusun kembali sejarah PKI menjelang peristiwa-peristiwa tersebut, untuk membuktikan bahwa PKI merupakan suatu kekuatan sosial yang patut diingat dengan penuh rasa bangga. Waktu saya memberikan ceramah itu, perhatian terhadap kebenaran sejarah 1965 di Indonesia telah bangkit kembali berkat penyingkapan-penyingkapan wartawan Amerika Kathy Kadane.
Sama sekali tak terduga, bahwa pada tahun 1994 - empat tahun berselang sesudah ceramah, saya menerima dari M.R.
Siregar, yang ikut menghadiri ceramah saya itu, satu copy dari penerbitan pertama sebuah buku yang sangat penting. Buku itu tentang sejarah PKI paska-perang, yang sekarang, dalam bentuk yang diperbaiki, telah terbit baik di Eropa maupun di Indonesia dengan judul "Tragedi Manusia dan Kemanusiaan Kasus Indonesia - Sebuah Holokus Yang Diterima Sesudah Perang De Kedua (edisi ke-2 Tapol, 1995), edisi ke-3 Progres, 1996). 2
Dalam ceramah itu saya juga menegaskan tentang keharusan rehabilitasi secara menyeluruh terhadap Gerwani yang telah difitnah oleh Orde Baru dengan segala cara yang paling keji. Saya
p ada tanggal 23 September 1990, atas undangan orang-
=== [PDF page 15] ===
9 KEBENARANA TENTANG GERWAN!I
di sana. Uu. a
da i kewai iban yang penting, yaitu meneliti kembali duduk perkara Gerwani di dalam peristiwa | Oktober 1965. Dari semula penguasa menuduh gadis-gadis Gerwani di Lubang Buaya telah melakukan perbuatan yang paling keji dan tak tahu malu. Melalui media pers bertahun-tahun disiarkan, seolah-olah mereka dihadirkan di sana oleh PKJ untuk melakukan upacara "Harum Bunga", sambil menari-nari lenso untuk mengantar nyawa jenderal-jenderal itu, melakukan perbuatan tak senonoh, dibagibagikan pisau silet, dan lantas ikut ambil bagian dalam perbuatan jahat serta menyiksa jenderal-jenderal itu sebelum mereka dibunuh. Sebagai akibat dari cerita-cerita demikian terbentuklah gambaran, seakan-akan Gerwani adalah perkumpulan perempuan lacur, jahat, bengis yang harus dihinakan dan bahkan dibinasakan".
Dalam ceramah itu, saya seterusnya menekankan pentingnya, agar Gerwani sepenuhnya dibersihkan dari semua tuduhan yang tidak benar. Karena justru Gerwani yang sebelum 1965 paling aktif dalam membela hak-hak perempuan dan berjuang demi pelaksanaan hak-hak perempuan itu. Dan sekali lagi seruan saya tidak sia-sia. Hanya kali ini sambutan tidak datang dari seorang hadirin orang Indonesia yang mengikuti ceramah saya. Tetapi dari seorang sarjana sosiologi Belanda yang sudah bertahun-tahun terlibat dalam studi gerakan perempuan Indonesia dan kemungkinan besar sama sekali tidak pernah mengetahui tentang seruan saya itu.
Tak terduga, pada tanggal 6 Oktober 1995 di Universitas Amsterdam, Saskia Wieringa membela tesis doktornya tentang Gerwani, Satu minggu sesudah edisi ke-2 studi Siregar dipresentasikan di Amsterdam. Judul disertasinya adalah "The Doliticization of Gender Relations in Indonesia. The Indonesian omens Movement and Gerwani Until the New Order State".
=== [PDF page 16] ===
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO 3
Perempuan Indonesia dan Gerwani Sampai Negara Orde Baru).
Sangat disayangkan bahwa selama ini studi tersebut hanya tersedia sebagai disertasi doktor, dan dalam jumlah copy yang sangat terbatas.
Suatu terjemahan dalam bahasa Indonesia sudah lama selesai, tetapi belum diterbitkan. Namun isinya begitu penting, sehingga suatu tinjauan tentangnya tidak boleh lebih lama ditunda lagi.
Pada pokoknya studi itu, sesudah suatu introduksi teoretik, terdiri dari dua bagian. Bagian pertama suatu analisa sejarah masa pra-perang dan pasca kemerdekaan tentang Gerakan Perempuan Indonesia dan dalam kerangka itu, posisi Gerwani yang seluruhnya terdiri dari delapan bab. Bagian kedua, satu bab terakhir, meliputi kejadian-kejadian 1965 dan akibat-akibatnya. Tetapi dapat dikatakan bahwa kedua bagian itu sama pentingnya. Kedua-duanya merupakan suatu uraian yang mengkonstruksi perkembangan pasca-perang di bidang sosial dan politik di Indonesia yang dianalisis dari aspek baru pandangan gender. ©,
Dari ketiga bab yang perhatiannya dicurahkan kepada sayap kiri gerakan feminis Indonesia pasca-perang, yang tadinya diwakili Oleh Gerwis, kemudian oleh Gerwani. Orang tidak bisa tidak akan sampai pada kesimpulan, bahwa pada pokoknya Gerwani telah memainkan peranan penting dan positif di dalam masyarakat pasca-perang Indonesia. Tetapi, Wieringa pasti tidak mengidentifisir peranan politik yang dimainkan Gerwani sejak 1954 dan sesudahnya. Dalam analisisnya itu ia mengritik berbagai aspek strategi Gerwani. Ia terutama mencela kecenderungan Gerwani yang sesuai dengan strategi PKI berpantang mengkritik sikap Presiden Sukarno dalam masalah perkawinan.
"Indonesia tidak merupakan suatu perkecualian dari pola umum, di mana sesudah kemerdekaan nasional dimenangkan, gerakan perempuan merasa kecewa, meskipun kekecewaan itu mempunyai kekhususannya sendiri.. Dalam h
al itu kehidupan pribadi Presiden Pertama negara yang telah berhasil mengerahkan kekuatan kolektif
=== [PDF page 17] ===
4 KEBENARAN TENTANG GERWANI
gerakan perempuan di belakang perjuangan nasional sebagai "toda kedua kereta", telah ikut membantu menggagalkan pembaharuan peraturan perkawinan, ye begitu gigih diperjuangkan olah akan tersebut".(hlm.13 gera Wieringa Pola masalah itu sebagai berikut:
"Perkawinan Presiden Sukarno dengan Hartini pada tahun 1954 merupakan pukulan berat bagi gerakan (perempuan). Presiden ini juga lah yang pernah berpidato di berbagai kongres perempuan 'dengan cara yang telah memberikan inspirasi besar', dan yang di dalam bukunya. "Sarinah", telah menyanyikan kepada kaum perempuan kebebasan "di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur kelak". Kini sesudah kemerdekaan itu tercapai, 1a telah meremehkan kepentingan sentral yang diperjuangkan kebanyakan Orgnisasi perempuan." (hlm.144)
Jika dalam tahun 1952 telah dengan gigih mendukung tuntutan perubahan undang-undang perkawinan, dan menentang rencana undang-undang yangakan mengatur pemberian tunjangan kepada janda-janda pegawai negeri yang berpoligami, berupa pensiun sebanyak dua kali lebih besar dari yang akan diterima oleh seorang janda istri monogami (hlm.1 79), maka dalam tahun 1954, setelah Gerwis menjadi Gerwani justru organisasi perempuan ini telah absen dalam mengritik perkawinan Sukarno dengan Hartini.
Tidak diragukan, bahwa dalam hal ini ada hubungan dengan kemauan PKI untuk tidak menimbulkan pertentangan dengan Sukarno, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan politik.
Tetapi, sebagai konsekwensi, posisi memimpin Gerwani dalam Perjuangan untuk hak-hak Perempuan menjadi lemah, juga di dalam menghadapi strategi piha
k-pihak lain dalam gerakan Perempuan Indonesia. Menurut W 1eringa, karena strateginya dalam 'gan Hartini yang demikian itu,
=== [PDF page 18] ===
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO 5
tetap menjadi acara program Gerwani, tetapi selama tahun-tahun 50-an semakin kurang mendapat perhatian.
Dalam periode "Demokrasi Terpimpin", dari 1957 dan sesudahnya, Gerwani semakin mendukung politik Sukarno dalam hubungan dengan gerakan feminis, waktu sudah tiba bagi perempuan Indonesia "untuk berjuang bersama dengan para lelaki, dan tidak untuk melawan mereka". Yang dimaksud Sukarno dengan perjuangan yang harus dilakukan kaum perempuan bersama dengan kaum lelaki adalah perjuangan melawan imperialisme (hlm.230), dalam hubungan ini Gerwani bercita-cita berdiri di barisan paling depan gerakan perempuan, tetapi di sini ia mendapat perlawanan dari organisasi-organisasi lain, terutama karena sikapnya terhadap Sukarno.
Tetapi dalam praktek aktual, secara lokal Gerwani tetap aktif dalam kampanye-kampanye yang berciri feminis. Seperti misalnya dalam membangun taman penitipan kanak-kanak, di dalam bidang pendidikan dan kesehatan, perjuangan melawan kerja anak-anak yang berat di sawah-ladang, menentang prostitusi dan kawin paksa (hlm.235 ff), Wieringa secara ringkas menyimpulkan bagaimana Gerwani membedakan dirinya di hadapan organisasi-organisasi perempuan lainnya, sebagai berikut: "Gerwani membedakan diri karena perhatiannya kepada hakhak buruh dan tani perempuan. Dengan demikian massa pengikut Gerwani berbeda: mereka berjuang untuk serangkatan kepentingan yang "lebih lengkap". Dan cara-Cara pemecahannya, terutama mencontoh dunia sosialis, juga berbeda" (hlm.275).
Organisasi-organisasi lain seperti Perwari, menurut Sukarno bersifat "gerakan nyonya-nyonya" (ladies movement) (hlm.231).
Gerwani tidak mengidentifikasikan diri dengan PKI, dan menerima juga anggota-anggota nOn komunis. "Dan tahun 1945 Sampai 1965, Gerwani menetapkan dirinya sebagai suai Organisasi yang tidak berpolitik kepartaian, namun mempunyai
=== [PDF page 19] ===
6 KEBENARAN TENTANG GERWANI
pandangan-pandangan politi. (him.213). Ketua PKI DN. Aidit, menurut Wieringa tidak begitu mempedulikan kongres-kongres Gerwani (hlm 210, ketr.63). Di tingkat lokal, Gerwani sering dapat menggerakkan aksi-aksi untuk hak-hak dan kepentingan.
kepentingan perempuan, dengan bekerja sama dengan gtup-grup lokal organisasi-organisasi perempuan lainnya (hlm.195). Di samping itu pada awal tahun 1960-an beberapa organisasi perempuan lamnya juga semakin terpengaruh oleh garis politik "hegemonik" Sukarno, mereka "merasa terpaksa membalutkan kegiatan-kegratan mereka dengan bahasa yang menonjolkan istilah seperti Nasakom, Manipol/ Usdek, Nefos dan lain-lain istilah yang berlaku (hlm.156). Tetapi pada tahun 1964 hubungan antara Gerwani dan sayap-sayap lain gerakan perempuan telah mengalami ketegangan yang semakin meningkat.
Dalam hubungan ini faktor penting yang berpengaruh pada tahun itu adalah instruksi pemerintah bahwa semua Organisasi massa harus menggabungkan diri kepada salah satu partai politik.
"Karena Gerwani merasa dirinya paling dekat dengan PKI, diambil keputusan bahwa dalam Kongres yang akan datang, pada bulan Desember 1965, organisasi tersebut akan secara resmi menggabungkan diri kepada Partai". Marxisme akan menjadi ideologi pembimbing, dan "Gerwani akan berubah diri dari suatu organisasi non politik yang berdasarkan pendidikan dan Perjuangan, menjadi suatu organisasi massa perempuan Komunis
dan non Komunis" (hlm.201-202). Sementara itu Gerwani telah
tumbuh membesar, menjadi suara organisasi yang telah memiliki anggota 1,7 juta orang!!
_ Terutama aksi-aks; "spontan" PKI, BTI dan Gerwani di bidang perubahan tanah (landreform) a yang telah menimbulkan “as permusuhan yang serius dari golongan Islam dan grup-grup ertentu dalam PNI yang berorientasi kanan. Menurut Wieringa Peranan Gerwani di dalam aksi-aksi sefihak tidak pernah secara
=== [PDF page 20] ===
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO 7
khusus diuraikan dalam penulisan sejarah periode tersebut Namun separoh dari kaum tani yang dipenjarakan adalah perempuan. Yang sering berkunjung ke penjara, juga para perempuan Gerwani. Yang membantu kader-kader BTI dalam usaha pembebasan para tawanan pun mereka itu juga!" (hlm. 223). Tetapi di samping itu, militansi anggota-anggota Gerwani juga menjengkelkan orang jawa yang sangat menghargai konsepsi tradisional tentang kewajiban perempuan.
"Definisi Gerwani mengenai kodrat (tata kelakuan) tidak mengandung pikiran, bahwa anggota-anggota Gerwani harus menampilkan diri di depan umum sebagai makhluk yang malu dan lemah lembut. Kebanggaan atas militansi para sukarelawatinya dalam kampanye Malaysia tahun 1960-an, telah didahului oleh usaha bersama untuk mendorong aktivisme revolusioner perempuan dalam tahun 1950-an. Akar dari kesiap siagaan berjuang gerwani ditemukan di dalam sejarah pribadi banyak anggota-anggota Gerwis, yang pernah berjuang di dalam perang kemerdekaan nasional" (hlm.255). "Penentangan yang timbul terhadap militansi Gerwani yang menonjol itu menunjukkan kekuatan dari kodrat tradisional perempuan yang menuntut sifat perbudakan dan penurut bagi perempuan" (hlm.281).
Mengenai cita-cita dan praktek moral Gerwani: "Gerwani sangat keras di dalam politik perkawinan monogami adalah norma"
(hlm.261). "Tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada Gerwani sesudah "peristiwa-peristiwa" itu tidak didukung oleh ideologi atau Praktek Gerwani. Organisasi itu menentang prostitusi, one korban-korban perkosaan dan berjuang melawan "korupsi moral yang berhubungan dengan "dansa gila-gilaan" dan musik ngak-ngikngok. Politik seksual Gerwani sesungguhnya puritan, dengan tekanan tertentu kepada nilai-nilai egaliter (...). Kesungguh-sungguhannya yang dengan itu pula Gerwani memp ertahankan peranannya a "Penjaga moral" para keluarga (Manipol)nya, dan masyaraka
=== [PDF page 21] ===
8 KEBENARAN TENTANG GERWANI _
umumnya, adalah sesuai dengan kodrat yang berlaku (him. 282-283), Cara penulis yang jitu dan mencolok dalam menganalisis sejarah gerakan perempuan Indonesia pra-kup, dan peranan khas Gerwani di dalam gerakan itu, menantang pembaca untuk mempelajari bab terakhir dengan lebih mendalam lagi. Bab yang amat penting itu diberinya judul "Dua Kup", ketika "layar telah turun" dan Gerwani pasti hancur dan lenyap.
Dalam bab terakhir ini Saskia Wieringa memberikan tinjauan ringkas tentang kejadian pada malam 30 Setember sampai 1 Oktober 1965, berikut analisis yang mendalam tentang periode krustal selama bulan-bulan terakhir tahun ini, Terdapat banyak studi tentang periode yang amat tragis dalam sejarah Indonesia ini, tetapi penulis telah mencoba untuk menambah suatu perspektif yang pada umumnya langka dalam literatur masa kini: arti aspek gender yang luar biasa penting.
Sejumlah besar sejarahwan y telah mencoba menjelaskan kegan
kaum komunis dan kaum kiri Indonesia lainnya, terutama di
pedesaan sebagai reaksi atas aksi sepihak yang dilancarkan oleh
tani miskin mulai tahun 1964 melawan tuan tanah kaya atau petani
kaya (farmers), yang umumnya mereka itu tergolong masyarakat Islam yang alim. Namun me
nurut Wieringa, seluruh kampanye pembasmian yang dilancarkan terhadap PKI dan Organisasi- Organisasi massanya, jelas sekali didasarkan atas pola fitnahan, yang dari awal ditujukan kepada Gerwani dan ideologi militan yang berkaitan dengan gera
kan perempuan, Melalui simbolisme Seksual yang digunakan di dalam kampanye ini, PKI dan komunisme dapat sama sekali didiskreditkan. Kutipan-kutipan berikut akan menjelaskan tesis pokok Wieringa,
[Unreadable] ti Apa Yang terjadi selama Periode krusial selama bulanu 2 Lo ‘ ‘ an terakhir 1965, penting dibahas karena dua alasan. Pertama,
ampanye tersebut mengandung konsekwensi penting bagi
ang di antaranya saya sendiri, asan pembantaian ratusan ribu
=== [PDF page 22] ===
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO 9
gerakan perempuan, karena Gerwani telah sama sekali dihancurkan sedangkan ruang gerak Organisasi-organisasi perempuan lainnya pun telah sangat dipersempit. Sebelum tahun 1965 OrEANISA SI DERAMISASI perempuan dapat menentukan kepentingan-kepentingan mereka sendiri, walaupun kemampuan ini semakin dibatasi oleh politik nasional dan partai. Hal ini tak mungkin lagi di negara Orde Baru, di mana negaralah yang menentukan kepentingan-kepentingan apa yang harus menjadi perhatian organisasi perempuan. Ketentuan itu tidak hanya berlaku bagi organisasi perempuan yang didirikan oleh negara, seperti PKK dan Dharma Wanita, tetapi berlaku bagi semua organisasi perempuan.
Kedua, kampanye tersebut telah menyentuh titik peka masyarakat Indonesia, yaitu dengan mengaitkan komunisme (dan belakangan pikiran liberal kritis pada umumnya) dengan fitnah, konsep Islam tentang ketiadaan aturan seksual.(...). PKI lalau diasosiasikan dengan ketidak aturan, yang dilambangkan melalui perilaku seksual perempuan yang buruk. Masyarakat hanya dapat diselamatkan dari keadaan kaos ini dengan pembersihan dari Komunisme secara sistematis, dan mensubordinasikan kembali kaum perempuan. Sebagai lambang kejantanan yaitu tentaraterutama Presiden Suharto-telah berdaya upaya tampil sebagai satu-satunya kekuatan yang mampu memulihkan dan menjaga ketertiban masyarakat. Langgengnya kekuasaan mereka dapat mereka legitimasikan dengan terus menerus menciptakan ulang Mitos tentang binatang komunis yang busuk. Sementara itu Gerwani telah diasosiasikan dengan perilaku yang cabul dan tuna susila (hlm.287/288).
“ Analisis Wieringa didasarkan atas penelitian lapangan ai dilakukannya dalam pertengahan tahun 80-an. Dia pee Mewawancari beberapa pemimpin utama Gerwani yang an hidup, yang semuanya telah menjalani hukuman penjara pul ai
=== [PDF page 23] ===
10 KEBENARAN TENTANG GERWAN!
tahun lamanya dan mengalami siksaan yang amat kejam. Ia
mewawancarai beberapa anggota biasa, yang iratu Mempunyai hubungan dengan kejadian-kejadran sekitar "Lubang Buaya", di dekat lapangan terbang Halim. Di sana pada subuh 1 | Oktober 1963 para jenderal yang diculik dalam operasi penculikan, dan yang ketika itu masih hidup, telah dibunuh. Bersama dengan mayatmasa yang telah dibunuh terlebih dahulu mayat mereka ini di buang di dalam sumur yang dalam.
Wieringa juga mempelajari berita-berita koran antara 1 Oktober 1965 dan bulan-bulan pertama 1966. Dari bahan-bahan itu 1a dapat "menelusuri bagaimana kampanye fitnah mengenai keterlibatan anggots Gerwani di Lubang Buaya, telah dibangun".
Pada mulanya terdapat keragu-raguan tertentu di kalangan militer untuk menuduh para perempuan yang hadir menyaksikan kekejaman di Lubang Buaya itu. Namun sejak tanggal 11 Oktober dan seterusnya, suratkabar-suratkabar yang semuanya di bawah pimpman tentara mengikuti satu garis yang konsisten.
"Berangsur-angsur unsur-unsur baru diajukan, semuanya ini diarahkan pada kesimpulan pokok yang harus terbentuk pada masyarakat Indonesia, bahwa Komunisme begitu tidak bermoral dan anti agama, sehingga telah mengakibatkan kaum perempuan "kita" melalaikan kewajiban-kewajiban keperempuanan mereka.
Bukannya menjadi isteri yang setia dan ibu yang baik, yang tunduk kepada ideologi negara Pancasila dan agama, mereka malah giat berpolitik dan bermoral cabul, melampiaskan hasrat seksual mereka yang mengerikan dengan cara yang tak senonoh dan melakukan kekejaman-kekejaman yang tak berperikemanusiaan.
san ini ditujukan k,
Sudah sangat terguncang epada masyarakat yang
oleh krisis ekonomi dan politik serta
erna
=== [PDF page 24] ===
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO 11
kerusuhan di pedesaan" (hlm. 306-307).
Masih pada tanggal 11 Oktober "Berita Yudha", suratkabar tentara, sudah mulai menyajikan cerita tentang tubuh para jenderal yang disayat-sayat: mata dicungkil, alat kelamin beberapa jenderal dipotong". Koran-koran lain juga melakukan kampanye yang sama (hlm.309). Sebuah suratkabar lamnya pada tanggal 12 Oktober memberitakan bahwa "Gerwani menari telanjang bulat di depan korban-korban mereka. Dengan demikian berita itu mengingatkan kita kepada upacara kanibalis yang dilakukan oleh suku primitif berabad-abad yang lalu. Biarlah kaum perempuan sendiri menilai, moral perempuan Gerwani yang kecabulannya lebih buruk dari binatang itu" (hlm.310). Inilah yang menentukan dalam seluruh kampanye, yang dengan segera disusul dengan slogan-slogan seperti "Hancurkan PKI" dan "Pelacur-pelacur Gerwani" |
Selanjutnya surat kabar juga mulai "memberi isi" pada tuduhan-tuduhan mereka dengan "pengakuan-pengakuan" palsu.
Tentang "perbuatan-perbuatan mengerikan" yang dipaksakan oleh militer, polisi dan pengawal penjara pada gadis-gadis yang kembali dari pemeriksaan, dengan tubuh memar babak belur dan penuh luka. Beberapa informan Wieringa "juga menyaksikan gadis-gadis yang telah ditelanjangi, diambil foto mereka, kemudian foto-foto itu disiarkan seolah-olah diambil di Lubang Buaya" (hlm.304-314).
Argumen Wieringa dalam menolak semua tuduhan yang sama sekali palsu ialah kenyataan, bahwa "sesudah 'pengakuanpengakuan' itu tidak seorangpun dari perempuan tahanan yang hadir di Lubang Buaya pernah diajukan ke pengadilan: (hlm.318).
Pada tanggal 12 Desember 1965, Presiden Sukarno berusaha
membendung gelombang kebohongan dan kekerasan. Ia pernyataan, khusus tentang
memutuskan untuk mengeluarkan aa hasil otopsi para dokter terkemuka dan mayat para jen’ eral ya 5 itu 1 ya semu telah terbunuh. Dalam pernyataan itu 1a menyatakan, bahwa se
=== [PDF page 25] ===
12 KEBENARAN TENTANG GERWANI
berita tentang pengrusakan seksual dan pencungkilan mata para jenderal adalah berita palsu. "Ta menghimbau Ooi Wartawan agar tetap berpegang pada kenyataan, dan menghindari penyebaran kabar bohong. Hanya satu surat kabar yang ara pernyataan Presiden Sukarno tersebut". (yaitu "Sinar Harapan", sebuah surat kabar Protestan). Namun berita itu tak ada gunanya, karena Surat kabar yang sama ini juga beberapa hari kemudian, sekali lagi memuat suatu 'pengakuan' palsu tentang adanya pesta pora seksual ' (hlm.317-318). |
Menurut Wieringa seluruh kampanye itu mengabdi pada dua tujuan penting. Pertama, pembersihan dan pembasmuan total terhadap PKI dan semua ormas yang terkait, termasuk Gerwani, dengan jalan pembantaian masal yang disiapkan selama bulan-bulan terakhir 1965.
Kedua, menumbangkan Sukarno sebagai Presiden dan membangun apa yang mereka namai "Orde Baru". Tujuan yang tersebut belakangan itu Wieringa menamainya sebagai kup "werangkak' kedua Yang sesungguhnya (pen). Pada akhir bukunya Wieringa mengambil kesimpulan pokok sebagai berikut:
"Pemahaman saya tentang kampanye fitnah seksual tahun 1965- 66 tidak hanya menyingkapkan kebohongan-kebohongan, tetapi juga membuktikan sesuatu yang menyangkut latar belakang pertentangan-pertentangan seksual, yang dengan jalan ini konsepsi-konsepsi politik, dalam hal ini lahirnya 'Orde Baru', dapat diciptakan" (hlm.338)
Sumbangan Saskia Wieringa untuk sampai pada pengertian lebih dalam tentang hakekat pergantian politik tahun 1965 yang tragis tentu saya sangat penting. Kaitan langsung antara kampanye fitnah terhadap Gerwani, pada bulan-bulan terakhir
yang
=== [PDF page 26] ===
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO
13
Namun watak sejati kampanye fitnah yang telah ikut membantu mendirikan 'Orde Baru' juga telah ditunjukkan oleh sejumlah sejarahwan lainnya. Wieringa sendiri di hlm.295 menunjuk kepada Julie Southwood dan Pat Flanagan, begitu juga kepada Jacgues Leclerc?. Boleh juga dikemukakan Michacl van Langenberg, di dalam karangannya yang amat bermutu berjudul "Gestapu and State Power in Indonesia", yang ditulis untuk karya Robert Cribb "The Indonesian Killing 1965-1966 a pada halaman 47, ia menunjukkan bagaimana para komandan militer pada hari-hari sesudah 30 September 1965, tidak saya "telah melancarkan kampanye, dengan sengaja menyebar suasana ketakutan dan balas dendam", tetapi juga telah menghasut masyarakat "agar jangan memberi belas kasihan sedikitpun pada para pelaku Gestapu, yang pada pokoknya di-identifikasi-kan dengan PKI. Mereka difitnah di depan umum sebagai 'p engkhianat', 'setan', dan pembunuh anak serta perempuan yang cabul". Penulis melihat adanya hubungan langsung antara fitnah itu dengan pembantaian masal yang segera menyusul sesudahnya, Van Langenberg kemudian melanjutkan:
"Legitimasi Orde Baru dibangun di atas dasar peranannya sebagai pelaku pemulihan ketertiban. Skala pembunuhan telah digunakannya untuk memperkuat citra 'Orde Lama' sebagai suatu masa khaos dan kekacauan dalam pikiran masyarakat. 'Orde Baru' telah menggunakan memori sejarah tentang pembunuhanpembunuhan untuk menegakkan legitimasinya senditi.(-...)- Kejadian-kejadian yang membikin absahnya kekuasaan dan juga merupakan proses yang memungkinkannya memperoleh dai)
memberlakukan kekuasaan itu" (him.58-59), juga Siregar, dalam bukunya "Tragedi Manusia dan Kemanusiaan" tersebut di atas yang atas dasar bukti-bukti histori mengandung usaha merehabilitasi PKI, secara khusus mempersoalkan kampanye terhadap Gerwani (hlm.215 dst) ' gan menunjuk kepada
) juga den i analisis Van Langenberg. Tapi studi itu belum tersedia ketika
=== [PDF page 27] ===
14 KEBENARAN TENTANG GERWANI
ol nulis disertasinya.
" » eee atmeagan juga tentu saya ciri khas analisis Wieringa jalah, bahwa 1a tetap orang pertama yang menonjolkan pendirian gender sebagai faktor yang menentukan, agar bisa memperoleh pengertian yang lebih mendalam, terutama tentang hubungan antara kampanye terhadap Gerwani dengan naiknya Suharto ke kekuasaan mutlak. Yang juga sangat penting, bahwa W 1eringa berhasil mewawancarai sejumlah perempuan Indonesia, sehingga dapat memperkenalkan berbagai segi pengalaman pribadi para kurban 'perang gender' Suharto itu. Wieringa juga orang pertama yang secara sistematis telah mempelajari isi 'seksis" surat-surat kabar, mulai dari awal Oktober 1965 dan masa-masa sesudahnya.
Mengenai titik berat yang oleh beberapa penulis lain (di antaranya Mortimer, Utrecht dan saya sendiri) diletakkan di atas konflik klas di pedesaan, sebagai sebab pokok pembunuhan masal.
Wieringa berusaha mengubahnya dengan memberikan tekanan titik berat itu pada faktor gender. Menurut pendapat saya kedua pandangan itu dapat digabung dalam satu keseluruhan, dengan memperhatikannya secara konsisten dalam posisi interaksi yang timbal-balik. Saya tetap berpendapat, pembunuhan masal di desadesa di Jawa dan Bali tidak akan terjadi dengan bantuan besar sebagian kaum tani, apabila dalam tahun 1964 aksi-aksi sepihak tidak mendapat dorongan dari BTI dan PKI. Alasan kuat pendirian ini ialah kenyataan, bahwa di Jawa kebanyakan pembunuhan masal Justru terjadi di daerah-daerah, di mana aksi sepihak pernah terjadi
dalam skala luas ", Karena itu, misalnya, dari Jawa Barat tidak ada berita tentang pembunuhan masal.
cam perang klas acne di Jawa, PKI telah membuat - -angkah ini sama sekali tidak sejal
2 1g jalan dengan usaha mempertahankan kerjasama Nasakom" dengan Sukarno,
=== [PDF page 28] ===
ASPEK GENDER REZIM SUHARTO
15
NU dan PNI di tingkat aus *:, Analisis yang sama dapat ditemukan pada Wiermga, him. 123. -
Apa yang diterangkan Wiermga dalam analisis gendernya, bukan merupakan sebab dari pembunuhan masal di pedesaan rang lebih mendasar, tetapi merupakan metode yang digunakan untuk memberi motivasi penggalakan rasa benci, yang sedang menyalanyala terhadap apa saya yang ada hubungannya dengan
Koreksi kecil perlu diberikan pada hlm.90 disebut Sutan Syahrir bersama dengan Amir Syarifuddin mengaku menjadi anggota satu kelompok komunis ilegal. Ini sudah pasti tidak betul.
Syarifuddin mengakui hal itu baru sesudah kembalinya Musso ke Indonesia pada tahun 1948. Pada waktu itu Syahrir sudah pecah dengan Partai Sosialis Syarifuddin yang radikal, dan membangun partai baru, yaitu PSI. Ketika menjadi mahasiswa di negeri Belanda, Syahrir tidak pernah bergabung dengan grup-gtup komunis walaupun secara pribadi dia ada hubungan dengan kaum sosialis radikal. '" 3 |
Satu hal kecil yang saya agak berbeda pendapat dengan Wieringa, yaitu mengenai pendekatan terhadap sejarah awal gerakan perempuan Indonesia, yang menyangkut keterangannya tentang R.A. Kartini, perintis emansipasi perempuan Indonesia.
Pada hlm.67 penulis menyatakan keheranannya, bahwa dalam publikasi-publikasi terdahulu tentang Kartini, aa poligaminya dan penderitaan yang ditimbulkan olehnya selalu diremehkan (ketr.25). Menurut pandangan “Ar-ar ada satu penjelasan yang wajar. Di dalam surat-menyurat Kartini, yang diterbitkan dalam awal tahun abad ini. Kartini jarang menyebut keberatanny'd terhadap poligami. Hanya sejak surat-suratnya keane = Abendanon diterbitkan pada tahun 198). kita baru dapa mengetahui betapa masalah ini sangat penting M kehidupannya. KK
enempati seluruh
=== [PDF page 29] ===
16
(10).
KEBENARAN TENTANG GERWAN|
Diterbitkan dalam "Arah", suplemen No. 1 th. 1990; juga dalam "Aksi Setiakawan", 1990 |
Edisi pertama terbit 1993, dalam jumlah copy sangat terbatas, edisi kedua dengan revisi sepenuhnya terbit oleh "Tapol", London, Oktober 1996, cdisi ketiga oleh "Progress", 1996, dan memuat (sebagai lampiran) teksteks pidato pada presentasi edisi ke-2, 30 September 1996 di Amsterdam.
Himbauan yang sama untuk memulihkan reputasi Gerwani disiarkan sebelumnya, dalam Prakata saya untik kumpulan sajak Magusig O Bungai, "Sansana Anak Naga dan Tahun Tahun Pembunuhan", ISDM Culemborg, 1980 hlm.21
Sebuah studi penting tentang Aksi Sepihak di Jawa Tengah telah dibela Kusni Sulang sebagai didertasi Doktor di Pans tahun 1986. Teks studi berjudul "Le mouvement des actions unilaterales pour les reformes agraires des paysans de Klaten, Jawa-centre. Indonesie 1963-1965. Son commencement, sa chute et ses leconts", 2 Vols., EHESS, Pans,1986, syang sekali sampai sekarang belum diterbitkan.
Julie Southwood dan Patrick Flanagan, "Indonesia: Law, Propaganda and Terror", London 1984, hlm.69-72, Jacgues Lecterc, "Sang et volupte a Lobang Buaya", ECISM, mameo 11 hlm.
Robert Cribb (ed.), "The Indonesian Killings 1965-1966; Studies From Jawa and Bali", Monash Univ., 1980, bab ke-2 oleh Michael van Langenberg, berjudul "Gestapu and State Power in Indonesia".
Edisi kedua (London), hlm.215 dst.
Saya bisa mengacu lagi pada disertasi Kusni Sulang yang tidak dipublikasi, Pans 1986.
Lihat artikel saya "From Aliran Towards Class Struggle in the Countryside of Java, Pacific Viewpoint"., Vol.10 (1969), hlm.1-17 | Rudolf Mrazek, "Syahrir, Poitics and Exile in Indonesia", Ithaca, 1994.
=== [PDF page 30] ===
Lampiran ' Dokumen Ulang Tahun
GERWANI BERUSIA
12 TAHUN
(4 Juni 1950 - 4 Juni 1962 )
"Tu tanggal 4 Juni 1962, Gerwani telah berusia 12 tahun.
| Usia 12 Tahun belum merupakan usia yang lama, akan tetapi cukup menjadikan tahun-tahun yang penuh pengalamanpengalaman, yang perlu di nilai dan disimpulkan guna memperbaiki langkah-langkah yang akan datang.
Pengalaman-pengalaman yang perlu dinilai itu antara Jam adalah sebagai berikut.:
I. Bidang Organisasi. —
». Selama 12 tahun Gerwani telah berkembang dari organisasi yang sewaktu berdirinya pada tangga 4 Juni 1950 di Semarang, hanya berjumlah ratusan anggota saya, Kini telah menjadi organisasi yang keanggotaannya 4.125.000 orang;
Perkembangan tersebut bisa dilihat dari dokumen-dokumen Kongres-kongres sbb.:
Pada Kongres 1 tahun 1951 sebanyak 600 anggots Pada Kongres II tahun 1954 sebanyak 74.977 ange Pada Kongres IIItahun 1957 menjadi | SL angg a Pada Kongres IV tahun 1961 mencapai ee ne Adapun organisasinya juga telah meluas melipu om Daswati I di seluruh tanah ai, mulat dari Aceh, sau | Sumatera, seluruh Kalimantan, termasuk Kalteng, S =~ Bali, Nusa Tenggata Barat dan Timut, Maluku, samp
=== [PDF page 31] ===
18
LAMPIRAN
ian Barat Soa Sm. 1
b. Koupodkl anggota Gerwani meliputt makin banyak Wanita wanita dari berbagai suku bangsa, wan wane, buruh dan tani, di samping juga dari wanita-wanita rumah tangga,
wanita-wanita intelligensia. Tan Dalam bidang organisasi ini yang perlu ditarik pengalaman, jalah pentingnya kita memiliki rencana-rencana. Keyadiankeyadian tepat sejak Gerwani bekerja dengan plan, yaitu sesudah Kongres III (1957), maka perkembangan tersebut berangsurangsur telah mengurangi cara kerja yang liberal dalam mendidik aktivis-aktivis kita untuk bekerja secara berencana, cara kerja ini perlu terus dikembangkan, untuk menutup plan perluasan organisasi dan keanggotaan sampai akhir tahun 1962 menjadi 2 juta. Adapun Plan sesudah Kongres IV (1961) dititik beratkan pada gerakan 3 Meningkat yaitu: 1. Meningkat
organisasi dan anggota, 2. Meningkat pendidikan dan 3.
Meningkat iuran.
II. Di Bidang Pendidikan:
Di bidang ini juga Gerwani telah mencapai kemayuankemayuan. Dari hasil-hasil yang tercatat dalam Kongres IV, dapat diketahui, bahwa pendidikan di tingkat DPD dan Cabangcabang pada umumnya telah diselesaikan. Adapun sesudah
Kongres IV tugas kita adalah meni di i e ingkatkan pendidikan di tingkat Anak Cabang dan R: 5 _
at An anting-ranting.
_ *engalaman-pengalaman yang perlu ditarik di bidang ini,
mperbanyak tenaga-tenaga guru untuk sekolah-sekolah Gerwani, karena kader-kader yang telah dididik
a da at m: on guru-guru tsb, yang terpenti: ih 23 Dalam penrlidikan tambahan (aplikasi)
memperdalam pengetahu
=== [PDF page 32] ===
GERWANI BERUSIA 12 TAHUN
19
cara kerja, haluan negara (Manipol, Jarek im se ketetapan MPRS dan Sosialisme That "8 Resopim serta
Selanjutnya agar diusahakan pendidikan yang lebih baik bagi anggota-anggota, maka perlu kita tingkatkan keoiatankegiatan di bidang PBH (Pemberantasan Buta Erat dan Kursus-kursus dalam bidang PBH. Untuk semua itu, Gerwani telah mendapat penghargaan dari Kongres Wanita Indonesia (Aplikasi mengenai metode mengajar dan dalam ilmu pengetahuan)
III. Di Bidang Politik.
» Di bidang ini Gerwani senantiasa berpedoman pada garisgaris yang 'sudah ditetapkan dalam peraturan dasar, yaitu:
Berjuang untuk Hak-hak Demokrasi, Kemerdekaan Nasional yang penuh dan Perdamaian, disamping untuk hak-hak wanita dan anak-anak. Garis-garis tersebut telah ditegaskan lagi dalam
«3 tugas pokok, yaitu: Front Persatuan Wanita, Memperkuat organisasi dan Revolusi Agustus '45. Ff | Dalam pelaksanaannya telah mengetengahkan semboyan 'aksi yang tepat yaitu, untuk: Demokrasi, Hak-hak Wanita dan Sandang pangan. Pengalaman yang kita tarik dalam hal im, ialah bahwa kelemahan-kelemahan Gerwani yang terlalu menitik beratkan kepada aksi-aksi politik telah dilapangkan dengan adanya perbaikan langkah-langkah, yaitu mengimbangi dengan aksi-aksi di lapangan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, “keseimbangan mengenai hal ini perlu terus-menerus diusahakan. 5 | | i
- Perkembangan dalam kehidupan politik di negeri kita ialah adanya hak pilih dan dipilih bagi kaum wanita dan Ji sudah dilaksanakan dalam pemilihan umum yang lalu unt memilih anggota konstituante dan DPR. Sekarang, sesuga a konstituante dibubarkan oleh Presiden, kemudian diangkat
=== [PDF page 33] ===
20
LAMPIRAN
anggota MPRS dan anggota-anggota DPR GR, maka Gerwani telah mempunyai anggota DPR GR sebanyak 12 orang (semua ada 24 wanita dari 260 anggota DPR GR), dan 15 anggota di MPRS (semua ada 35 anggota wanita dari 540 anggota MPRS), dan berpuluh-puluh anggota DPRD-DPRD. |
Seorang anggota menduduki tempat sebagai Ketua DPRGR dan seorang anggota Gerwani menjadi anggota Badan Pemerintah Harian dari DPR GR.
Dalam Departemen terdapat 2 orang anggota Gerwani dari 8 orang wanita, dan dalam Pimpinan Pusat Front Nasional 1 orang, di samping banyak yang di daerah-daerah.
Masalahnya sekarang ialah, perjuangan dalam badanbadan legislatif itu dihubungkan dengan aksi-aksi badan-badan tersebut. Di satu pihak anggota Gerwani yang duduk dalam badan legislatif itu perlu senantiasa berhubungan dengan organisasi (tidak boleh lepas dari organisasi) dan di lain pihak organisasi harus banyak membantu mereka dengan bahanbahan yang menghubungkan pekerjaan mereka dengan aksiaksi di kalangan rakyat, khususnya di kalangan wanita.
Langkah-langkah kita yang akan datang perlu senantiasa menghubungkan aksi-aksi kecil dengan peningkatan pendidikan politik di kalangan massa wanita. Keputusankeputusan yang perlu direalisasikan adalah hasil-hasil seminar wanita tani dan seminar buruh wanita. Selanjutnya tugas kita adalah untuk berturut-turut melaksanakan ketentuanketentuan Laporan Umum Kongres IV yang sudah disahkan, “ah mensukseskan Seminar Wanita Muda. Kegiatan-kegiatan Ba menarik dan bekerja sama dengan wanita-wanita
ensia, es | wani sania an mengkonsolidasi pekerjaan kita di kalangan
-wanita rumah tangg ae
; a, termasuk isteri-: h pegawai. teri-isteri buru
P bidang politik ini, yang perlu dipahami bersama adalah
=== [PDF page 34] ===
GERWANI BERUSIA 12 TAHUN
21
penilaan ee Sukarno dalam pidato Pembukaan Kongres
IV yang baru lalu. Dalam pidato tersebut Bung K
V g Karno
menegaskan tentang 2 hal, yaitu:
1.N lengkritik Gerakan Wanita yang bersifat "Ladies Woman Movement" atau "nDoro Den Ayu"
2).Menyatakan bahwa Gerwani adalah salah satu kekuatan untuk mencapai cita-cita. Selanjutnya beliau tegaskan, bahwa untuk mencapai cita-cita tidak bisa jika tidak bergerak secara revolusioner. Penegasan itu merupakan penilaian politik yang penting, yang sekaligus meletakkan tanggung jawab yang lebih berat di pundak Gerwani. Konsekwensinya salah agar supaya Gerwani di hari-hari yang akan datang menunjukkan kegiatan-kegiatannya yang lebih baik lagi, karena kedudukannya yang merupakan bagian dari salah satu
potensi yang penting. Gerwani harus terus-menerus melaksanakan 2 aspek perjuangan wanita untuk emansipasi
yang sungguh-sungguh, yaitu, di satu pihak berjuang un tuk hak-hak wanita dan di lain pihak berjuang untuk perbaikan tingkat kehidupan, untuk masyarakat baru
tanpa penghisapan oleh manusia atas manus1a, masyarakat Sosialis Indonesia.
Di bidang Front Persatuan, yang perlu dikembangkan dan
diperbaiki ialah pekerjaan kita di badan kerjasama, baik yang
bersifat permanen maupun insidentil di dalam organisasi Front
[Unreadable]
Nasional. Terpilihnya Gerwani dalam prmpman Kongres Wanit
Indonesia di Tingkat Pusat, maupun dalam pimpinan badanbadan gabungan wanita di daerah-daerah adalah penting dan
perlu dikonsolidasi dengan sebaik-baiknya. Lebih-lebih dalam
mengh: ka ini, maka enghadapi tugas pembebasan Irian Barat se rang 1 ' ji ki sional v
ta harus terus-menerus mempekuat persatuan nasional yang
=== [PDF page 35] ===
22 LAMPIRA —
berporoskan Nasakom. Oleh karena itu pikiran-pikiran yang masih ada di sementara kader-kader Gerwant untuk mengecilkan arti penting front persatuan yang masih bersifat sektaris j
lapangan harus ditinggalkan.
Di Bidang Kerjasama Internasional, Gerwani makin bertambah banyak andilnya untuk memperkuart front persatuan nasional anti imperialisme dan anti kolonialisme.
Pendirian kita sudah jelas yaitu menyokong politik luar negeri pemerintah RI, untuk memperkuat "the new emerging forces" (nefos) melawan "the old establesed forces" (o/defos).
Demikianlah secara singkat perkembangan Gerwani selam 12 tahun.
Sekarang kita perlu melihat tugas-tugas apa saya yang dihadapi oleh Gerwani dalam tahun 1962 ini, berhubungan dengan perkembangan situasi politik di tanah air kita. Hal-hal yahng perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut:
1. Masalah Regruping Kabinet.
Mengenai hal ini, sudahlah jelas bahwa Gerwani menyambut usaha regrouping kabinet yang telah dilaksanakan oleh Presiden, Akana tetapi sebagaimana sudah dijelaskan oleh Presiden, bahwa regrouping ini belum merupakan retooling. Oleh karena itu, menjelang berakhirnya masa kerja kabinet (persisnya akhir Juli 1962), banyak cabang-cabang dan anggota-anggota
Gerwani yang telah mengirimkan surat-surat ataupun membikin
=== [PDF page 36] ===
GERWANI BERUSIA 12 TAHUN 23
2. Masalah Anggaran Belanja 1962.
Menghadapi pembicaraan Anggaran Belanja (A.B )1962 DPP Gerwani telah mengirimkan delegasi menghadap pimpin DPR GR dengan mengemukakan harapan-harapan agar hendaknya diperhatikan soal-soal politik harga dan diperbanyak usaha-usaha di bidang pendidikan dan kesehatan/sosial bagi rakyat dan kaum wanita khususnya (yaitu: antara lain diperluasnya BKIA-BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak) dan, dipermudahnya untuk mendapatkan susu bagi bayi dan lain sebagainya).
Gerwani menyambut kebulatan DPR GR yang dengan persetujuan pemerintah telah mengesahkan Lampiran V dalam
A.B. 1962.
Kewajiban kita ialah mempelajari isi Lampiran V itu, dan memperjuangkan pelaksanaannya.
3. Peristiwa 14 Mei.
Terhadap peristiwa 14 Mei, yaitu Percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno, Gerwani telah mengutuk perbuatan itu. Selanjutnya Gerwani mengucapkan Selamat kepada Presiden dan mendesak agar terhadap penjahat-penjahat yang bersangkutan dijatuhi hukuman mati. Demikian pula agar keputusan pengadilan terhadap A. Pope dan Maukar segera dijalankan, dan terhadap pelaku-pelaku peristiwa Cenderawasih segera pula dihadapkan ke pengadilan. Segenap anggota Gerwani diserukan untuk lebih mempertinggi kewaspadaan.
4. Mengenai Pembebasan Irian Barat.
Gerwani sampai sekarang mendukung pemerintahan dan aa Indonesia yang bertekad bulat membebaskan Irian Barat da
=== [PDF page 37] ===
AN: DOKUMEN ULANG TAHUN
24 LAMPIR
iahun ini juga. Untuk itu perlu dijalankan Konferensi di segala
bidang. Gerwani menyambut dibebaskannya kota: eminabuan dan Sansapor oleh gerilyawan-gerilyawan kita di ven Barat.
Selanjutnya kami memperkuat jawaban Presiden Su arno atas seruan Untead, yang menolak diadakannya penghentian tembakmenembak di Irian Barat, karena Belanda senantiasa memperkuat pengiriman serdadu-serdadu, senjata-senjata ke Irian Barat.
Kepada pemerintah, Gerwani mendesak disitanya modal Belanda di tanah air kita.
5. Masalah Penundaan Pemilihan Umum.
Mengenai hal ini kami dapat membenarkan sikap pemerintah untuk menunda Pemilihan Umum, sebagaimana ditegaskan oleh PM. Ir. H. Juanda dalam peringatan 20 Mei di Istana Negara, yaitu penundaan ini bersifat semenrtara sampai kembalinya Irian Barat dalam kekuasaan RI dalam tahun ini juga.
Kami mendesak agar sesuai dengan keterangan pemerintah tersebut, selama waktu itu dipergunakan untuk memperhebat indoktrinasi Manipol, memperhebat kegotong-royongan nasional, retooling organisasi dan personalia secara lebih
konsekwen, memperluas hak-hak demokrasi dan men
ingkatkan taraf hidup rakyat.
6. Tentang Pembelian Padi.
Pada pokoknya dalam soal ini Gerwani mendesak agar para pejabat melaksanakannya dengan sungguh-sungguh terhadap instruksi
Presiden No. 11/1961 yang tidak menyetujui sifat-sifat paksaan
dan perlunya ditempuh usaha musyawarah dengan kaum tani.
elanjutnya Dewan-dewan Produksi segera direalisasi, di mana organisasi-organisasi tani diikut sertakan.
=== [PDF page 38] ===
GERWANI BERUSIA 12 TAHUN
25
7. Soal Pendemokrasian DPRD-DPRD GR
Mengenai hal ini Gerwani mendesak, agar pendemokrasian DPRD GR terus dilaksanakan dengan me-Nasakom-kan pimpinan
badan-badan legislatif tersebut sebagaimana telah dimulai oleh Presiden terhadap DPR GR di tingkat pusat.:
8. Mengenai Soal Internasional.
Gerwani menyambut diadakannya Kongres Perdamaian di Moskow bulan Juli 1962 yang akan datang, dan berkewajiban memperkuat delegasi Kongres tersebut. Tugas penting lainnya adalah untuk ikut aktif mengambil bagian dalam Seminar tentang pendidikan bagi wanita-wanita Asia di Seilon akhir tahun 1962, serta persiapan-persiapan Kongres GWDS di Moskow bulan Mei 1963 yang akan datang.
Selain masalah-masalah tersebut di atas, Gerwani telah mengirim surat-surat protes kepada pemerintah AS terhadap intervensinya di Laos, kepada pemerintah Spanyol mengenai tindakannya untuk membunuh kaum buruh yang melakukan aksi pemogokan di negeri tersebut. Selain itu DPP Gerwani telah pula mengirim surat kepada Presiden Natser yang meminta perhatiannya agar terusan Suez ditutup bagi Jalu lintas kapal-kapal perang Belanda yang mengangkut senjata dan serdadunya ke Irian Barat.:
9. Masalah Jadwal Tahun 1962.
Berdasarkan perkembangan situasi politik, dan tugas Gerwani untuk mensukseskan Plan Th. 1962, maka DPP Gerv
telah menetapkan jadwal kerja tahun 1962 sbb.: | a. Dalam bulan Juni-Juli perlu diselesaikan Konferensi-konferensi
=== [PDF page 39] ===
6 LAMPIRAN
Kerja Plan di daerah-daerah, dan sebelum bulan Nopember 1962 diselesaikan pula Konferda sesuai dengan peraturan dasar yang baru. ngaruh serene b. Dalam bulan Agustus 1962 DPP Gerwani akan membuka Treaning Center yang diikuti oleh peserta-peserta dari daerah- “daerah, guna memperdalam tugas-tugas menghadapi perjuangan Pembebesan Irian Barat. Treaning Center tersebut juga akan disertai pendidikan guru-guru bagi sekolah Gerwani. Dalam bulan Nopember 1962 oleh DPP Gerwant aplikasi Kursus Guru Taman Kanak-kanak yang ke II, lamanya 1 bulan.
c. Dalam bulan Desember 1962 direncanakan Sidang Pleno DPP Gerwani yang akan dilanjutkan dengan Konfernas tentang Plan.
Konfernas ini juga akan diikuti dengan Konferensi khusus
bagian Penerangan/ Pendidikan dan Kebudayaan serta bagian Keuangan. |
Demikianlah masalah-masalah penting yang dihadapi oleh Gerwani secara pokok dalam tahun 1962. Kepada segenap pimpinan dan anggota Gerwani diharapkan dengan sungguhsunggu memperhatikan masalah tersebut.
Kebenaran dan perkembangan Gerwani yang dicapai selama 12 tahun ini adalah berkat aktivitas-aktivitas yang telah dijalankan seluruh pimpinan dan anggota-anggota Gerwani. atiren
.Untuk itu, DPP Gerwani mengucapkan terima kasih dan salam hangat kepada semuanya, semoga dalam keadaan sehat wal 'afiat untuk terus maju memasuki tahun ke 13 dan menjadikan Gerwani
organisasi yang lebih luas dan lebih kuat dari pada tahun-tahun sebelumnya.
Jakarta, 4 Juni 1962
DPP Gerwani.
=== [PDF page 40] ===
TIDAR PERMAI
KOTA PERJUANGAN
Oleh: Sri Suharti
=== [PDF page 41] ===
Lahir tanggal 23 Nopember 1930 di Desa Samaitan, Kab. Magelang, Jawa Temgah. Sejak kecil tinggal bersama neneknya yang masih keturunan pengikut Pangeran Dipenogoro. Suharti mengikuti pendidikan dari TK Taman Siswa, SD, SMP dan kursus-kursus setingkat Sri Suharti SLTA.
Th. 1944, Sri Suharti mengorganisasi kaum perempuan bernama "Seimentan" untuk para remaja putri dan "Fujinkai" untuk kaum Ibu. Suharti masih mengikuti pendidikan khusus tentang Gerakan Wanita dari seorang anggota pimpinan PUTERA bernama Ibu Sri Panggian, yang kemudian menjadi pimpinan Lasykar Rakyat Magelang.
Menjelang perang Kemerdekaan, Suharti aktif dalam gerakan pemuda yang tergabung dalam Barisan Pelopor, hingga meletusnya Revolusi Agustus 1945.
1945 - 1947, Sri Suharti bergabung dalam Barisan Revolusioner Indonesia (Barepi) untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang di Magelang.
Selanjutnya Suharti aktif dalam gerakan kaum
perempuan pedesaan, yang kemudian menjadi aktivis Barisan Tani Indonesia.
=== [PDF page 42] ===
TIDAR PERMAI
KOTA PERJUANGAN
GELANG adalah daerah sejuk dan indah dengan gunung idarnya yang dikenal menjadi pusar tanah Jawa. Penduduknya yang ramah hidup tentram penuh kedamaian. Tapi bukanlah berarti Magelang kota yang pasif dan tidak bersemangat, karena pada masa permulaan kemerdekaan Tanah Air Indonesia tercinta ini, kota itu telah menunjukan semangat juang dan keperwiraan rakyatnya dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jakarta adalah merupakan peristiwa besar yang mempengaruhi rakyat di seluruh Indonesia termasuk rakyat Magelang.
Peristiwa itu menggetarkan dan menambah semangat perjuangan baru kepada rakyat seluruh Indonesia, baik di kota maupun di desa, tua dan muda. Rakyat Magelang pun menyambut dengan penuh gembira bercampur rasa haru, karena cita-cita yang telah diperjuangkan berabad-abad lamanya oleh para pahlawan pendahulu kita pada akhirnya telah terwujud. Begitu mendengar peristiwa itu, para
pemimpin di Magelang terseret keinginan mereka untuk lebih banyak: berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi kemerdekaan tanah air tercinta Ini. Pak Sumadi Ketua Barisan Pelopor Kabupaten Magelang segera mengadakan rapat pengurus di Kertoyudan untuk memberitahukan dan menyambut Proklamasi itu kepada rekan-rekannya.
| Melalui para pemimpin yang tergabung dalam barisan Pelopor Itu, berita Proklamasi di sebar luaskan di seluruh pelosok desa. Luapan Semangat itu tanpa mempertimbangkan resiko yang setiap saat akan
=== [PDF page 43] ===
30 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR terjadi, karena kota Magelang adalah merupakan P Ms Kekuatan militer Jepang di Jawa Tengah yang pada saat itu seca Masih Sm Pemuda di Kota Magelang yang tergabung dalam Barisan Pelopor sebagai intinya telah bersama-sama dengan pemuda-pemuda seluruhnya mengadakan pemeran kekuatan atau show of force di kota dengan jalan sebagai berikut:
sr Memasang lencana merah putih yang semula memang telah dipersiapkan oleh para pemimpin dan kader-kader di bawah tanah yang hasil karya mereka itu sebelumnya dipusatkan penyipananya di kantor PUTERA di bekas gedung sekolah Mosvia di sebelah selatan alun-alun Magelang. Para pemuda putra-putri kemudian mengambil lencana-lencana itu, untuk secara berombongan dibawa kejalan-jalan, pasar-pasar, kemana saya tempat biasa bertemu orang untuk dipasang pada dada kiri mereka yang lewat atau bertemu sambil memekikkan kata "MERDEKA" sebagai salam perjuangan dan disertai dengan sedikit penjelasan mengenai Proklamasi Kemerdekaan itu. |
Sudah barang tentu sambutan massa terhadap aksi sepontan - bermacam-macam. Ada yang kelihatan menjadi takut, ada juga yang tersentak heran dan kalau mengenakan lencana itu seorang.
yang sedikit banyak mengerti akan duduk perkaranya, lalu menyambut kembali dengan pekik "MERDEKA" dan mengajak teman-temannya yang masih terperangah untuk ikut berseru.
Oleh karena itu luapan semangat pun telah datang dengan cepat berkobar di tengah-tengah massa.
r Menyebarkan bendera merah putih kecil-kecil pada massa untuk di pasang dirumah masing-masing dan menempel merah putih di. Danar eal di pohon-pohon dan di perusahaan-perusahaan.
ladakan rapat-rapat di Setiap desa. Para pemimpin menjelaskan tentang arti Proklamasi dan Kemerdekaan untuk kemudian menyebar luaskan berita itu. bts nada
Setiap ada kesempatan para pemimpin itu mengadakan
=== [PDF page 44] ===
TIDAR PERMAI, KOTA PERJUANGAN 31
pertemuan-pertemuan untuk membicarakan dan meneta selanjutnya.
Para pemuda baik yang dewasa maupun yang masih remaja di kota Magelang di haruskan untuk selalu dapat mengendalikan din.
agar semangat pemuda yang begitu hebat dan menggelegak jangan sampai menjurus pada tindakan anarki.
Memang, disamping hal-hal yang positif yang dilakukan oleh massa pada umumnya secara wajar terdapat juga hal-hal yang agak negatif.
Misalnya mereka menyerbu ke bekas kantin dan kamar bola, merusak alat-alat yang ada dan ada juga yang membawa pulang alat-alat makan, misalnya, piring, cangkir, sendok dsb. Tetapi berkat ketangkasan para pemimpin, hal-hal yang negatif semacam itu bisa di kurangi dan dikikis. Caranya, selain mengharuskan para pemuda yang telah terorganisasi menjaga tempat-tempat semacam itu, juga di kumandangkan selogan "Perjuangan ini suci, tidak boleh dinodai oleh nafsu untuk memiliki barang materiil (seperti mencuri dsb.)"
Meskipun kejadian semacam itu bisa di redakan tetapi masih ada juga sementara kelompok yang melepaskan hawa nafsunya yang pada waktu itu lazim yang kita nama kan "B.O.O." Singkatan dari Barisan Usung-Usung " dalam ejaan lama (Usung-usung — ejaan baru).
Bersamaan dengan itu para pemuda telah mengadakan aksi Coret-coretan di tembok-tembok, kereta api, bis-bis, dengan tulisan, "Merdeka atau Mati", "Go to. Hell with IMperialism", Kemerdekaan kami bela sampai dengan titik darah penghabisan", dsb.
Hal-hal semacam itu di lakukan di mana kekuasaan Jepang secara defakto masih berada di kota Malang. uh
Pada tgl 20 Agustus 1945 dini hari para angota Pimpinan Farm Pelopor mengadakan suatu rapat rahasia di rumah bapak Dr.
Marjaban, di jalan Sultan Agung No.9
.Dalam pertemuan itu hadir sem ‘4 Pe
bergabung dalam Barisan Pelopor. Mereka terdiri Aa Pa ea macam unsur: nasionalis, agama, sosialis atau Kamar: tuhnya.
bersatu padu dengan tujuan tunggal, Indonesia Merdeka seu
pkan siasat
ua angota pimpinan yang
=== [PDF page 45] ===
32 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk mempersiapkan aksiaksi rakyat selanjutnya.
Keputusan yang diambil adalah: |
1. Segera menyusun kekuatan barisan bersenj ata.
» Memutuskan untuk dengan segera menyiarkan selebaran poster atau tulisan dalam surat kabar atau majalah yang bertugas memberikan penerangan akan arti kemerdekaan itu.
3. Setiap angota Barisan Pelopor menyatakan siap sedia untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia tersebut.
Sebagai pelaksana keputusan yang kedua, di kota Magelang lalu dibentuk berbagai laskar rakyat. Nama-nama kesatuan laskar yang dibentuk beraneka ragam, misalnya: Angkatan Muda Republik Indonesia, Barisan Pemberontak Indonesia, BAREPI (Barisan Revolusioner Pemuda Indonesia di mana penulis memoar ini
bergabung), Hisbullah dll.
Laskar-laskar ini selanjutnya menjadi kekuatan inti perjuangan rakyat, sedang saya sendiri dengan beberapa teman wanita antara lain; Fatimah, Warsiah, Supariam, Sulastri, Aminah di bawah pimpinan ibu Sri Panggian masuk ke dalam organisasi Barepi yang pemuda-pemudanya sebagian besar terdiri dari bekas angota Jibakutai (Pasukan Berani Mati) sebagai salah satu bagian dari Barisan Pelopor yang telah di latih dan diasramakan oleh Jepang di bekas biara Mendut.
Nama-nama mereka itu diantaranya: Moh. Arifin Subandi, Unus Ba ai, Sakijo, ad Sutoko, Maniso, Ruslan, Karsono yang
ya mereka adalah anggota pimpinan dalam berisan tersebut.
Sedang pimpinan organisasi Barepi adalah pak Handoko dan Pringgoasmoro.
Keputusan yang kedua ini sangat penting artinya, karena
semangat yang berkobar-kobar di dada rakyat Magelang harus di an dengan sebaik-baik i jadi Lean yana Sebaik nya sehinga akan tumbuh menjadi
secara fisik maupun mental. ah menghadapi segala tantangan, baik
=== [PDF page 46] ===
TIDAR PERMAI KOTA PERJUANGAN
33
Proklamasi Kemerdekaan memang menuntut dibangunnya kesadaran yang tinggi dan pengertian yang mendalam tentan rti penting dari kemerdekaan itu. 5 Aru
Semangat rakyat yang menggelora itu harus diorganisasi agar menjadi kekuatan raksasa yang mampu menghadapi setiap tantangan pada saat ini dituntut keterampilan dan keuletan para p emimpinnya, agar semangat yang telah menjadi kekuatan besar itu dapat meialaan kerja-kerja kongkrit bagi perjuangan.
Terlihat sekali betapa besarnya peranan pimpinan pada waktu itu. Mereka itu adalah Tartib, Subianto, Sulito, Sumadi, Sumowarsito, Fatkur, yang walaupun semuanya berlainan unsur dan golongan, namun bersatu padu untuk memimpin perjuangan rakyat Magelang.
Tartib adalah seseorang yang pandai berpidato untuk membangkitkan dan menggerakkan semangat rakyat. Ia sangat dekat dengan hati rakyat, suatu sifat yang rata-rata dimiliki oleh pejuang pada waktu itu.
Mereka menghimpun kekuatan seluruh rakyat dan memberikan penerangan kepada rakyat secara jelas dan mendalam, meskipun dengan sarana dan prasarana komunikasi yang sangat terbatas. Lebihlebih mengingat bahwa gerakan pada waktu itu menbutuhkan gerakan cepat sedangkan alat-alat trasportasi belum memadai.
Berpijak pada pendirian ini, para pemuda pada waktu itu mengadakan gerakan heroik dengan melakukan penyerobotan pemancar radio milik Kapitai di kantor Pos dan Telpon/Telegraf oleh sekelompok pemuda yang dipimpin oleh Bajuri, salah seorang wakil Ketua Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) daerah Magelang pada tanggal 30 Agustus 1945. Berhasilnya gerakan ini berarti sangat mendukung perjuangan rakyat Magelang, karena selanjutnya dengan alat itu para pejuang setiap saat dapat mengadakan kontak satu sana lain, yaitu dengan corong radio yang kemudian dipasang di gedung bertingkat dua di Jl. Penembahan Senopati No. 5. u
Setelah tanggal 22 Agustus 1945 Pan ian Badan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan pembentuxe
=== [PDF page 47] ===
34 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIA ee
Keamanan Rakyat (BKR) dan membentuk Romie Nasional Indone.
sia (KNI ). Selanjutnya pemerintah pusat menginstruksikan kepada semua daerah Karesidenan, kota dan kecamatan untuk segera membentuk cabang atau ranting KNI.
Sebagai pelaksana intruksi tersebut Karesidenan Kedy menyusun pengurus K.N.I. yang terdiri dari:
Ketua: Dr. Marjaban.
Angota-angota: R. Suparjo, Atmodipurwo, Tartb Prawiroharjo, Darmodisastro, dil.
Setelah K.N.I. daerah Karesidenan Kadu terbentuk pada tanggaltanggal berikutnya dibentuklah K.N.I. cabang dan ranting.
Pada tanggal 2 Desember 1945 di bentuk K.N.I. Cabang Kabupaten Magelang dan Kota Magelang masing-masing diketuai oleh Somawarsito untuk Kabupeten dan Adisenj oyo untuk kota Malang.
K.N.I. di ranting Kecamatan dan desa-desa di seluruh daerah Magelang baru dapat di selesaikan pada tanggal 9 September 1945.
Pelaksanaan hal ini berarti menunjukkan bahwa secara resmi telah tersusun aparat pemerintahan di daerah Magelang. Sangat penting artinya bagi perjuangan berikutnya maupun untuk menyelenggerakan kesejateraan rakyat.
Di atas pundak para pemimpin ini terpikul tugas maha berat tetapi amat mulia. Bagaimanapun juga untuk mengambil alih
kekuasaan dari tangan penguasa Jepang ke tangan Rakyat Indonesia, terletak di tangan rakyat sel
Cuangan selanjutnya.
akhirnya merupakan aparat pemerintahan yang
$e Pe——
=== [PDF page 48] ===
TIDAR PERMAI, KOTA PERJUANGAN 35
tangguh dan setiap saat selalu berkerjasama dengan Residen Kedu dalam melaksanakan perjuangan selanjutnya untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia tercinta.
Berkat kerjasama inilah lalu berhasil diumumkan oleh Rp Suroso kepada seluruh rakyat bahwa Kemerdekaan Republik Indo:
nesia telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. Seluruh pemerintahan Daerah Kedu merupakan bagian yang tidak terpisakan dari pemerintahan Republik Indonesia. |
Pengumuman Residen disambut dengan semangat dan kegembiraan yang menggelora oleh seluruh rakyat. Di kota Magelang, para pemuka dalam memimpin perjuangan di samping menempuh jalan secara kekuatan fisik juga di kombinasi dengan jalan diplomasi.. Oo
Gerakan fisik dilaksanakan oleh para pemuda dan rakyat yang telah terorganisasi bersama rakyat secara keseluruhan.
Para pemimpin Indonesia di Magelang mengetahui dengan pasti bagaimana kekuatan Jepang di Magelang dan bagaimana harus melaksanakan aksi-aksi perlawanan.
Maka oleh karena itu setiap gerakan fisik selalu di imbangi dengan gerakan diplomasi dan R.P. Suroso yang selalu ingin menempuh jalan yang sebaik-baiknya, adalah merupakan tugas yang sangat berat bagi para pemimpin pada waktu itu untuk memgkombinasikan gerakan fisik pada umumnya yang didukung oleh golongan pemuda, yang sudah tentu mempunyai watak yang kurang sabar dan bersikap tergesa-gesa menghadapi gerakan diplomatis yang penuh perhitungan itu. | i
Karena sikap pihak Indonesia serupa inilah yang tampaknya telah
membuat pihak Jepang selalu memperhitungkan setiap tindakannya.
Me i i berti h terhadap rakyat Magelang reka tidak berani bertindak gegaba kan. Setelah RP. Suroso
Keadaan semacam ini berhasil dipata | “ao sejak tanggal 5 Masing 1945 diangkat oleh Pemeritah Republik In
dian donesia menjadi Gubernur yang pertama di Jawa Tengah. Kemudia
=== [PDF page 49] ===
36 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
sebagai pengantinya ditunjuk Suyudi, S.H. te
Kota Magelang adalah salah satu di antara tiga tempat di Y awa Tengah yang dijadikan tempat kosentrasi tawanan Sekutu di samping kota Ambarawa dan Semarang. Oleh karena itu setelah angota RAPWI. (Recovery of Allied Prissoners of War and Internees)
diterjunkan di Semarang pada tanggal 17 Masing 1945 langsung menuju ke Magelang dengan seizin Pemerintah Repulik Indonesia untuk mengawasi tawanan Sekutu.
Walaupun para pemuda sebenarnya telah bersikap lebih berhatihati, karena mengetahui bahwa biasanya Belanda selalu membonceng dalam missi-missi kemanusiaan seperti itu untuk berusaha kembali menegakkan kolonialnya di negeri ini.
Namun demikian Pemerintah Republik Indonesia telah mengizinkan missi tersebut masuk, karena menyangkut kemanusiaan.
Oleh karena itu kesiapan rakyat Magelang tetap ditingkatkan menjelang kedatangan mereka. Petugas yang memimpin R.A.P.WI.
adalah Kolonel Wirthert.
Tugas badan ini dapat berhasil baik berkat bantuan Pemerintah Republik Indonesia dan rakyat Magelang pada umumnya. Masalah yang dihadapi rakyat Magelang adalah bagaimana melaksanakan pemindahan kekuasaan dari kekuasaan Jepang ke tangan
Pemerintahan Republik Indonesia dan cara apa yang harus di tempuh untuk mendapat senjata dari tentara Y epang. Balatentara Jepang tidak
akan dengan mudah melimpahkan kekuasaannya kepada Pemerintahan Republik Indonesia mengingat kedudukannya yang
ekutu. Para pemimpin dituntut
=== [PDF page 50] ===
AMBIL ALIH KEKUASAAN
Semenjak Proklamasi, R.P. Suraso dan para pemuda dan rakyat Magelang telah mengadakan konsolidasi dan konsultasi untuk mengambil alih kekuasaan Sipil dari tangan Jepang. Setiap langkah yang dilaksanakan selalu memperhatikan keseimbangan antara gerakan fisik dan gerakan diplomatik. Upaya pendekatan kepada pihak balatentara Jepang selalu dilaksanakan bersamaan membangun kekuatan fisik dari bawah, yaitu dengan menghimpun kekuatan seluruh rakyat. Pada dasarnya cara yang di pakai adalah dengan cara pemindahan kekuasaan secara formal dan bukan dengan perebutan kekuasaan melalui jalan kekerasaan. Prinsip ini sesuai dengan kebijaksanaan yang di tegakan oleh pemimpin Bangsa Indonesia di tingkat Pusat, seperti yang dilakukan oleh Sukarno-Hatta.
Sebagai langkah pertama yang dilaksanakan oleh para pemimpin adalah mengadakan pertemuan untuk mendapatkan kesepakatan tentang penyusunan kekuasaan. Pada tanggal 10 September 1945 kepala-kepala kantor dan jawatan yang kebetulan ada ditangan bangsa Indonesia mengadakan pertemuan di rumah Dr.
Marjaban. yang dihadiri oleh Dokter Marjaban, Tartib Prawiroharjo, Sumowarsito, Suprojo, Sunjoyo, kesemuanya dari unsur KN. dan Admodipurwo serta Judodibroto dari unsur jawatan. Hasil dari pertemuan ini ialah bahwa semua pegawai pemerintahan berjanji untuk setia kepada Pemerintah Republik Indonesia saya dan tidak mau diperintah oleh pembesar-pembesar yang terdiri dari orang Jepang.
Loyalitas tunggal semacam ini penting sekali artinya, karena dengan cara demikian Pemerintah Republik Indonesia akan berjalan dengan sebaik-baiknya. Loyalitas ganda akan menjerumuskan bangsa Indonesia dalam pertentangan yang lebih hebat.
Hal ini berarti bahwa i i | dan pemindahan kekuasaan akan berjalan secara sistematik, forma
i - i selalu bersifat negatif.
mengurangi ekses-ekses yang biasanya orga mengadak
Di samping itu para pemuda dan para pe)
=== [PDF page 51] ===
Ng oN
38 pEkIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
ya i kantor-kantor di jawatan-jawatan pengambil-alihan kekuasaan ol skaylecamurin initidalediserslieas pemerintah untuk mencegan agar alat K ih tetap dengan perina oleh Jepang kepihak Sekutu, meskipun masih te Ha » 8 7 3 rinsip, " dengan seksama ". Artinya diusahakan agar Peliieanan Kexuasaan ini tidak menimbulkan korban bagi pihak rakyat Indonesia.
Para pejuang rakyat Indonesia, pemuda-pemudi pada waktu itu berkerja keras untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan itu. Perjuangan pemindahan kekuasaan merupakan
bagian penting yang membutuhkan kecermatan dalam — pelaksanaannya. Cara dan taktik pemindahan kekuasaan ini harus dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya. Waktu yang paling tepat ialah sejak Jepang menyerah kepada pihak Sekutu dan sebelum Sekutu mendarat di Indonesia. Berhubung dengan prinsip tersebut di atas, maka para pemimpin dan rakyat berusaha keras agar pemindahan kekuasaan telah selesai sebelum Sekutu masuk kekota Magelang. Rencana ini memang cukup berat, tetapi ini merupakan satu-satunya hal yang harus dilaksanakan.
Resiko yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia ada dua hal, kalau hal ini gagal untuk dilaksanakannya.
1. Kedatangan Sekutu.
- 2. Kedatangan Belanda yang ingin menjajah kembali negeri ini.
Dengan cara atau taktik tersebut bangsa Indonesia hanya harus menghadapi temtara Jepang yang masih merasa wajib menjaga status guo wilayah Indonesia. Terhadap Y epang pemuda Indonesia sudah tidak merasa takut lagi, karena mereka di pandang sebagai tentara Yang sudah kalah perang. Meskipun pihak epang ternyata tidak mau
tingal diam. Meraka masih berusaha menghalang-halangi perjuangan bangsa Indonesia pada saat itu
=== [PDF page 52] ===
Na ae.
AMBIL ALIH KEKUASAAN 3
dalam AMRI. |:
Pada tanggal 23 September 1945 para pemuda yang dipimpin oleh tokoh-tokoh Barisan Pelopor mengadakan aksi pengambil alih dan menduduki kantor serta jawatan pemerintah. Tindakan i mempercepat proses pemindahan kekuasaan dari tangan Jepang ke tangan Indonesia. Di samping itu juga dilakukan nasionalisasi gedunggedung kantor, jawatan yang pada umumnya telah dijadikan markas laskar-laskar yang ada pada waktu itu. Gerakan ini ternyata berjalan dengan baik. Pihak penguasa Jepang tidak mengadakan reaksi, sedangkan dari pihak Indonesia tidak menimbulkan korban. Ini berarti gerakan ambil alih kekuasaan pemerintaha sipil yang dipelopori oleh Barisn Pelopor.K.N.I. dan AMRI berhasil dengan baik dan sesuai dengan perinsip pemindahan kekuasan yang dikehendaki oleh Proklamator Republik Indonesia, yang sekaligus berarti juga menunjukkan kecakapan para pemimpin yang mendapat semangat serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat di Magelang. Perlu dijelaskan, bahwa para pemuda yang ikut serta dalam perjuangan ini tidak hanya pemuda di kota, tetapi dari seluruh penjuru daerah Magelang yang menggabungkan dirinya tanpa reserve dalam barisan ini. Masalah kedua yang belum dapat tuntas dilaksanakan adalah bagaimana caranya untuk mendapat kan senjata dari tentara Jepang.
Hal ini merupakan tugas yang harus dengan segera di perjuangkan.
Oleh karena itu tanpa persenjataan yang cukup, mustahil pemerintah sipil akan dapat bertahan apabila sewaktu-waktu mendapat serangan dari lawan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Lebihlebih kalau di ingat bahwa Sekutu atau NICA akan mengadakan serangan kepada Repiblik Indonasia. Kesemuannya ini telah disadam oleh para pimimpin rakyat di Magelang, dan tugas penting dan mula yang harus dihadapinya ialah bagaimana cara untuk mengadakan pendekataan pada pihak Jepang agar dapat meniadakan atau Pane tidak mengurangi resiko yang akan diderita rakyat.
£: yang, ih berperan dalam
Kekuatan militer Jepang secara kongkrit masih berP ih terasa
Mmarkasnya yang terletak di jalan Tidar. Pengaruhnya masi
=== [PDF page 53] ===
40 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
dikalangan masyarakat, karena itu adalah wajar kalau seh masyarakat masih ada yang takut terhadap kekuatan Y epang.
Walaupun demikian, berkat keuletan para pejuang yang tidak mengenal lelah, yang siang malam memberi penerangan kepada rayat tentang bagainana posisi Jepang yang sesunguhnya itu, pada akhirnya golongan masyarakat yang masih merasa ketakutan itu pun terkikis habis. Sebagai hasil perjuangan itu pada akhirnya seluruh rakyat Magelang menjadi kompak, bersatu padu dalam satu Sikap dan semangat untuk merebut senjata dari tangan Jepang, baik melalui perundingan maupun dengan kekerasan. Melalui para pemuda maupun putri meskipun jumlahnya tidak banyak semangat itu terus dinyalakan dan pada akhirnya berhasil dicetuskan dalam rumah, pagar, tembok, dinding gedung-gedung bahkan dipenjagaan tentara Y epang.
Banyak wanita yang ikut dalam aksi penempelan bendera ini bersama anak-anak dari PPI. anggota wanita Barisan Pelopor, terdiri dari. Sangidah, Fatimah, Suharti, Alina, Warsiah, Surtarmi, Sulatri, Supariam, Sutinah dan Fien. Gerakan ini dimulai pada tanggal 23 September 1945 sebagai hasil kesepakatan para pemuda dalam pertemuannya di markas Pemuda Maluku di Jalan Poncol.
agian
Sri Suharti (almh - X) ketika masih hidup
=== [PDF page 54] ===
PEKIK MERDEKA DAN SANG MERAH PUTIH
BERKIBAR DI GUNUNG TIDAR
Sebagai akibat dari gerakan ini para prajurit Jepang sedikit terpancing amarahnya. Pada tanggal 24 September 1945 seorang prajurit Jepang merobek-robek plakat-plakat merah putih yang terpancang di hotel Nitaka. Di mana para angota R.A.P.W.I bertempat tinggal. Hal ini menyebabkan kemarahan rakyat yang amat sangat, sehinga keadaan menjadi tegang dan gawat. Oleh karena itu diadakan perundingan antara pimpinan pemuda dengan pihak Jepang di hotel tersebut dan yang diteruskan di Markas Kapitai di jalan Tidar karena tidak menghasilkan sesuatu apapun. Massa rakyat yang tidak bersenjata itu secara teratur bergerak dari Hotel Nitaka ke Markas Kapitai di jalan Tidar. Semangat Patriotisme dan Nasionalisme telah benar-benar meledak di kota yang dingin ini. Pada kesempatan ini Tartib dan kawan- kawan pimpinan lain muncul lagi.
Perundingan berikutnya dilakukan di Markas Kapitai. Pihak Indonesia diwakili oleh Tartib sebagai pimpinan perjuangan dan pihak Kapitai dipimpin oleh Kolonel Namaro. Perundingan dilaksanakan di depan Markas. Sedang di luar, gelombang massa pun memberikan dukungan kepada pimpinan mereka. Perundingan ini mempunyai acara tunggal ialah bagaimana agar pihak Kapitai menghukum serdadu Jepang yang merobek bendera merah putih itu. Tetapi dalam perundingan ini pun tidak menghasilkan apa-apa, karena katanya polisi mempunyai wewenang untuk menghukum serdadu Nipon. Bahkan dikatakan oleh mereka bahwa hanya Jenderal Mayor Nakamura yang mempunyai wewenang untuk itu.
Sebagai akibatnya, rakyat menjadi marah dan semakin bergemalah pekik atau yel-yel. Mereka menghendaki ke Nakamura Butai. Arus massa menuju ke Nakamura Butai sambil mengadakan Show of porces, sehingga jalan-jalan Pemuda, Poncol, Wates, Tukuran, Pahlawan, Pandaan, Koton, Kungkuran, Pendowo dan
=== [PDF page 55] ===
NG TIDAR
42 pEkIK MERDEKA DI GUNU
h dengan massa. Kali ini perundingan dipimpin oleh R.p S tuk merundingkan tuntutan para pemuda itu. Tetapi delegasi uroso ul bus jalan buntu tersebut. Karena kegagalan ini pun tidak dapat menembuFJ lah seorang demo tersebut, rakyat semakin marah dan sala 19 onstran berpidato dan mengajak kawan-kawannya untu mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Tidar. Seruan ini ternyata mendapat sambutan yang hebat dari para pejuang.
Seruan ini lahir pada tanggal 24 September 1945, tepat pada hari Senin Wage pukul 10.00 ternyata seruan ini merupakan awal peristiwa yang sangat heroik: yaitu pengibaran Sang Saka Merah Putih di bukit Gunung Tidar yang lebih dikenal dengan "Insiden Bendera di Puncak Tidar".:
| Peristiwa pengibaran bendera Merah Putih itu terjadi pada tanggal 25 September 1945 pukul 05.00 dinihari. Para pejuang tua dan muda, laki-laki maupun perempuan, pagi-pagi buta sudah berbondong-bondong menuju ke Puncak Gunung Tidar dengan menembus kabut tebal dan udara yang dingin. Pukul 06.00 pagi pengibaran bendera dilakukan secara hikmat diiringi oleh nyanyian Indonesia Raya. Dalam peristiwa ini membuat catatan penting bersama teman-teman putri lainnya yang juga ikut serta.
— Peristiwa heroik ini memberi semangat kepada para pejuang - dan bahkan berhasil membakar semangat mereka, seakan-akan mereka tidak kenal lelah untuk terus mempertahankan kemerdekaan negara dan bangsanya. 2)
Perbuatan tercela tentang penyobekan sang Saka Merah Putih Maki Pua ne Sve nan ang Sas ane ung Tidar. 3 mat oh te Sts mn terkenal sakti ity para pejuang tel “sar.: ne Gunung Tidar yang Proklamasi 17 A Juang te ah berjanji akan tetap setia kepada masi 17 Agustus 1945 dan ak nya sampai tetes darah yang terakhi 7 terus memp ertahankan a Tartib, Judodibroto dan Kepal ae Peang AE Eup ice La pala SMP Atmodipurwo.
Kartini penu
=== [PDF page 56] ===
TIDAR PERMAI, KOTA PERJUANGAN 43
Dengan penuh semangat para pejuang itu kemudian turun dari Gunung Tidar. Bersamaan dengan itu terjadilah percekcokan mul t antara para pemuda itu dengan empat orang anggota Kapitai an berbuntut perkelahian. Kejadian ini menyulut kemarahan vate pemuda, sehingga terjadilah penyerbuan ke Markas Kapitai. Karena kuwalahan, pihak Kapitai lalu mengeluarkan tembakan yang mengakibatkan gugurnya beberapa pemuda kita yaitu: Kusni, Jayus Sujud dan Samad Satrodimejo. Dua hari kemudian meninggal pula Slamet. Kejadian ini kemudian meyebabkan bertambah meluapnya kemarahan para pejuang kita. Namun kemarahan tersebut untuk sementara waktu dapat dibendung oleh R.P. Suroso dan Legowo Kepala Polisi Kota Malang.
Peristiwa itu membuat massa berbondong-bondong ke Markas Nakamura di Jalan Kartini untuk menuntut agar serdadu Jepang yang salah segera dihukum. Menghadapi luapan massa yang penuh semangat itu, Nakamura akhirnya setuju untuk memenuhi tuntutan itu, sehingga kemudian bubarlah massa rakyat ketika itu. Selanjutnya mereka berbondong-bondong menuju Rumah sakit Tidar untuk memberi penghormatan terakhir kepada rekan-rekan seperjuangan yang telah gugur sebagai kusuma bangsa. Sebelum mereka dimakamkan di Taman Pahlawan Giriloyo di depan RS. Tidar, Tartib sebagai tokoh K.N.I. memberikan sambutan. Dalam sambutan itu diberikan petunjuk bagaimana mengucapkan pekik "Merdeka" setiap. dalam perjuangan dan bagaimana seharusnya bersikap dalam mengiringi jenazah yaitu dengan gerakan "diam", tidak boleh bersuara sedikitpun. Kesemuanya ini akan menunjukkan suasana hening dan duka yang mendalam disamping mengandung PT otes akan tindakan yang kejam dan keji dari pihak Jepang. Kemudian jenazah para pejuang itu dimakamkan di Taman Giriloyo.
Demikianlah sepak terjang para pejuang di Magelang ea mempertahankan kemerdekaan tanah airnya. Mereka berjuang (15
harta dan bahkan y7wa penuh semangat walaupun harus mengobarkan hlawanan mereka, namun hal itu tidak mengendorkan semangat kepa
=== [PDF page 57] ===
4 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
iknya, para pejuang tersebut Semak:
mereka. Pala Ma Makin gigih mempertahankan Mena ag airnya. Barisannya semakin Tapat dan kemer an a semakin tidak terpatahkan oleh politik Pecah-belah an Rakyat semakin percaya kepada dirinya sendiri. Par, pemimpinnya pun semakin ulet, arif dan bijaksana. Taktik-taktik perjuangan yang modern dipraktekkan untuk menghimpun kekuatan rakyat dalam melawan segala kekuatan yang menghambat, baik dari dalam maupun dari luar.
Pelaksanaannya antara lain dengan memobilisasi pimpinan di segala tingkat serta melatih kader-kader mudanya untuk memberi penjelasan kepada massa dari segala tingkat, laki-laki maupun perempuan, tingkat menengah dan bawah tentang arti dari kemerdekaan, tujuannya dan bagaimana mempertahankan serta bagaimana dan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing golongan tanpa menghilangkan semangat persatuan. Penjelasan itu begitu sederhana tetapi sangat terperinci, hingga mungkin untuk generasi massa kini dianggap terlalu remeh. Kami masih ingat bagaimana harus memberi penjelasan di pasar-pasar kepada para pedagang yang sedang berjualan, di tempat-tempat pelacuran, di desa-desa yang sera itu terkenal dengan kelompok pencuri atau perampok, di
gan para Priyayi atau terpelajar. Kesemuanya ini kelihatannya sederhana, tetapi membutuhkan semangat dan keberanian yang tinggi.
Pertemuan-pertemuan rahasia setiap saat dilaksanakan. Kode-kode perjuangan diciptakan demi keselamatan bersama.,
» Para pemimpin perjuangan mengadakan kontak
Yen Perusaha bagaimana caranya agar rakyat ke kota Magelang g rebut dari Jepang sebelum Sekutu masuk
dan militer Akhirnya melalui Kepala
=== [PDF page 58] ===
TIDAR PERMAI KOTA PERJUANGAN 45
Polisi Kota Magelang dapat diserahkan beberapa pucuk seniat
kepada rakyat pejuang. Berkat bantuan kepala polisi ini kekuatan perjuangan semakin bertambah dan menambah kepercayaan rakyat pada dirinya sendiri. Dengan bermodalkan beberapa pucuk senjata tersebut, para pemuda kita semakin bersemangat untuk merebut senjata dari Jepang, agar kemampuan berjuang mereka semakin besar Luapan semangat dan keberanian para pemuda itu menjadi semakin besar, setelah mendengar bahwa di kota-kota lain juga telah berhasil merebut senjata dari tangan Jepang.
Dengan berhasilnya pengambil-alihan semua senjata Jepang di Markas Kota Baru Yogyakarta pada 7 Oktober 1945, maka pasukan Jepang yang berada di Markas Kapitai di Jl. Tidar pun mengundurkan diri ke Wonosobo. Pada kesempatan mundurnya pasukan Jepang ke Wonosobo itu, digunakan oleh para pemuda untuk menduduki Markas Kapitai di Jl, Tidar yang selanjutnya dijadikan sebagai Markas T.K.R.
Keadaan perjuangan semakin matang, semangat rakyat sudah tidak bisa dibendung lagi dan kepada para pemimpin dituntut untuk segera dapat memahami hal tersebut. Para pemimpin pejuang segera mengambil langkah untuk menyalurkan semangat rakyat itu. Akhirnya diadakan pertemuan pada tanggal 12 Oktober 1945 dan dimuali pada pukul 21.00 malam, untuk merundingkan langkah-langkah yang harus diambil dalam perebutan senjata dari Jepang itu. Hadir dalam pertemuan itu Gubernur Jawa Tengah RP. Suroso, Residen Kedu Suyudi SH, Wakil Residen Winarno dan Danuatmojo, Bupati Magelang R.A.A. Sastrodiprojo, Walikota Suprojo, tokoh KNI Tartib Prawirodiharjo, wakil B.K.R Maryadi, wakil polisi Legowo dan masih banyak tokoh-tokoh lain. ak
Perundingan memutuskan untuk segera mengadakan gerakan Serentak melucuti serdadu Jepang di Magelang. Te
Walaupun ada sebagian kecil para pemimpin a Menghendaki secara damai, diantaranya adalah Susman, an akhirnya dapat juga dicapai kata sepakat. Adapun cara y
=== [PDF page 59] ===
46 pEKIK MERDEKA DI GUNUNG TI DAR
ang tepat dan efektif. Di sampi digunakan adalah ag vontidak dapat ditinggalkan. Tai kekuatan fisik, ke “modem Hanya menitik beratkan pada kekuatan ciri dari perjuangan maka harus diimbangi dengan sarana Politik sik saya belum “ai di 1 i akhirnya dikirimkan, Maryadi sebagai yang terpadu. Misi diplomas t kecil unsur BKR, Tartib mewakili masyarakat atau rakyat kecil.
Para delegasi ini berangkat dari Karesidenan pada tanggal 13 Oktober 1945, pada pukul 20.00 menuju Jl. Kartini untuk bertemu dengan Nakamura di meja perundingan. Pada saat perundingan dimulai, semua laskar perjuangan rakyat disiapkan di luar markas.
Suryo Sumpeno memimpin dari sebelah Timur dekat geraja dan kauman, sedangkan Siuwito Haryoko di sebelah Barat di dekat Kresidenan. Di sebelah lainnya tergabung para laskar anggota Barepi (Barisan Revolusioner Pemuda Indonesia) di mana penulis juga bergabung di dalamnya. Sedangkan anggota pria yang ikut antara lain Sukijo, Unus Sugiarto, Ruslan, Abdul Suud, Ahmad Sutopo, Buang Subagyo dan semua anak buah mereka serta penulis bersamasama dengan kawan-kawan lain mempersiapkan garis belakang untuk menghadapi segala kemungkinan, antara lain PPPK. atau Pang Merah, dapur umum dipimpin Ibu Sri Panggian dan Ibu Sumantri.
| Kekuatan pasukan juga ditambah dengan pasukan Polisi Istimewa. Pasukan ini penting sekali artinya, sebab kalau perundingan
gagal, mereka bertugas untuk menyerbu ke markas dan melakukan perbutan senjata.
Perundingan antara ti dilakukan pada pukul 21.00.
komandan Butai antara lain Dalam perundingan ini pa meyakinkan p
ga orang delegasi dengan Nakamura Nakamura didampingi oleh komandan- Kolonel Mamura dan Kolonel Kasahara.
_Para pemimpin kita berusaha keras untuk ara pemimpin Jepang untuk dengan sukarela mau pada bangsa Indonesia., karena mempertahankan kemerde ar Ada pilihan lain kecuali untuk
Maa kaannya, ap! Nakamura tetap berpegang teguh pada statusnya, yaitu
=== [PDF page 60] ===
TIDAR PERMAI, KOTA PERJUANGAN
47 bahwa Jepang telah terikat perjanjian dengan Sekutu dan Y epang wajib menyerahkan semua senjata kepada Sekutu. Oleh kartena itu mereka tidak mungkin menyerahkan senjata kepada bangsa Indonesia. Untuk sementara waktu perundingan itu seperti mengalami jalan buntu, masing-masing pihak berpegang teguh pada pendirian masing-masing, padahal pukul 24.00 adalah batas waktu perundingan itu. Lewat jam itu pasukan di luar markas akan menyerangnya. Meskipun demikian, sampai pk. 24.00 pun belum mendapat persetujuan dari pihak Jepang.
Maka keluarlah Tartib pada waktu itu untuk menemui laskar yang berada di luar markas untuk berunding dengan mereka supaya diberi batas waktu satu jam lagi bagi para delegasi untuk melanjutkan perundingan. Tetapi pada akhirnya tidak juga tercapai kesepakatan.
Kedua belah pihak bersikeras pada pendiriannya masing-masing.
Pihak delegasi bertekad lebih baik mati dari pada bertekuk lutut di hadapan musuh.:
Pukul 01.00 telah mendekat dan terdengar tembakan dari luar markas. Ini merupakan pertanda bahwa rakyat sudah tidak sabar lagi.
Maka delegasi pun berusaha sekali lagi menegaskan tentang semangat perjuangan rakyat di depan Nakamura. Pada akhirnya, Nakamura menyatakan: bahwa ia akan menyerahkan senjatanya bilamana benarbenar dalam keadaan terpaksa.
Jawaban ini merupakan jawaban diplomatis, karena sebenarnya ia akan menyerahkan senjatanya apabila rakyat Indonesia menghendakinya dan kehendak itu harus dicetuskan dalam gerakan yang kongkrit. Mengapa harus demikian? Sebabnya karena dia telah terikat perjanjian dengan Sekutu. Di samping itu, dia juga telah terikat dengan disiplin militer. |
Pada saat yang menentukan itu, tiba-tiba masuklah beberapa orang pemuda yang menggunakan Merah Putih sebagai penutupo badannya dan merampas semua persenjataan yang berada di dalam Markas. Walaupun di sana ada kurang-lebih 300 pasukan pang, tetapi mereka tidak melakukan perlawanan terhadap para pemuda tersebut. Mengapa hal itu terjadi? Hal itu disebabkan oleh karena
=== [PDF page 61] ===
8 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDA
. ss tidak memberi perintah kepada mere Nakamura “a Fe disiplin militer mereka! ka untuk Se ee keberanian yang luar biasa dari pemuda ity, | ta dari tangan Jepang dapat direbut dengan sempurna, akhirnya senjata dari tang berarti. Demikianlah r litanpa pengorbanan yang berarti. ‘entetan sama $ eka t sulit dilupakan khususnya bagi rakyat peristiwa yang pes nah ik sakan pahit-geti Magelang yang secara langsung Ikut ve b Kan Pahit-getirnya perjuangan pada masa itu. Demikian juga bagi para pejuang dan para pemimpin rakyat Magelang, apa yang dapat mereka persembahkan sebagai darma bakti kepada negara dan bangsa, walaupun pahit sekali rasanya, tetapi amat manis untuk dikenang.
Suatu pengorbanan yang tidak sedikit, bahkan telah banyak menyita tenaga, pikiran dan harta meskipun hanya dalam sekejap mata.
Perjuangan yang amat singkat dan cepat itu berjalan memang membutuhkan kecepatan, ketepatan dan kecermatan oleh para pelakunya. Artinya cepat menangkap persoalan, cermat menganalisa, dan tepat mengambil tindakan.
Itulah tuntutan zaman perjuangan. Demikian pula yang dihadapi oleh para pejuang dan pemimpin rakyat Magelang pada waktu itu! Betapa besarnya pikiran dan tenaga yang harus mereka | curahkan, tidak dpapat dihitung dengan jari.
Para pelaku itu harus bergulat dengan semua persoalan yang rumit dan berpacu dengan waktu! Para pemimpin dan kader-kadernya terus berpikir, bergerak dan berjuang, keluar-masuk desa untuk”
menghimpun kekuatan rakyat. Mengadakan rapat-rapat, pertemuan- |
Sa rahasia untuk berunding mengatur siasat, memata-matai musuh dari tingkat atas hingga terba | at un wah, menyebarkan perang ur syaraf. Demikianlah pekerj. i
aan yang mereka lakukan siang dan malamj
u rhe lelah. Mereka tidak memiliki pamrih pribadi sedikitpun, in ean ae:
Indonesia. Merehe Kan diri untuk harkat dan martabat bangsa
4 merasa terpangeil unt. tantangan zaman. Itulah namanya "anak Sari uk menjawab
=== [PDF page 62] ===
TIDAR PERMAI KOTA PERJUANGAN 49
MENGIRA BOM DARI SEKUTU
Berhasilnya suatu perjuangan, tidak berarti bahwa tugas perjuangan telah selesai. Perjuangan tidak kenal lelah dan tidak akan pernah berhenti, bahkan berhasilnya perjuangan terdahulu merupakan awal dari pertanggung-jawaban untuk masa berikutnya. Perjuangan yang lama merupakan mata rantai dari perjuangan yang baru dan tidak dapat dipisahkan atau ditiadakan. Tiada masa kini tanpa masa lalu. Tantangan zaman selalu datang tanpa mengenal waktu dan sebaliknya para pejuang harus dapat menjawab secara tepat.
Tantangan berikutnya datang dari Sekutu yang diboncengi oleh Nica (Belanda) yang ingin kembali menjadikan Indonesia sebagai tanah jajahannya. Oleh karena itu kehadiran Sekutu melahirkan pahlawan rakyat Indonesia di mana-mana.
Pada tangga 27 Oktober 1945 telah meletus perlawanan rakyat di Surabaya dan kemudian disusul oleh kota Magelang pada tanggal 30 Oktober 1945. Nampaknya rakyat Magelang telah siap mental dan fisik untuk menghadapi tugas perjuangan. Para pemimpin rakyat dan para pejuang baik sipil maupun militer segera mengadakan konsolidasi untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan itu.
Dapur umum disiapkan di tiap pelosok desa, di Kiringan, Kramat, Mungkit, Mertoyudan, Secang Bandongan, Muntilan. Yang bekerja di dapur umum kebanyakan pemuda putri baik dari kota itu sendiri mapun dari desa yang jauh. Yang terbanyak datang dari Cawangan, daerah pegunungan yang terkenal telah meny adi markas para pemimpin ketika perjuangan di bawah tanah. Pemimpinnya yang terkemuka adalah Supratig beserta istrinya S. Kuning.
Perasaan rakyat yang anti Sekutu memang sudah lama tertanam sejak oleh pihak Jepang, sehingga dengan kehadiran Sekutu di daerah Magelang itu merupakan dorongn kuat terhadap bangkitnya perasaan anti Sekutu tersebut. Ditambah lagi dengan pembinaan ia rakyat secara intensif yang lebih bersifat menggerakkan semanga
=== [PDF page 63] ===
ARI SEKUTU
ENGIRA BOM D so EN mt
|.dikekuatan yang maha dahsyat.
ray Ca teringat oleh penulis dari mereka yang ikut me intensif dalam menghubungi dan menggerakkan massa ketika 2 tu terutama golongan rakyat kecil, yaitu antara lain Dwwjosuroto, Prawiro Abu Atmo Gito, Supomo dll, sedangkan penulis sendiri diikut sertakan i da.
ee al 29 Oktober 1945 Sekutu telah berbuat di luar batas wewenangnya. Mereka telah berani mengganggu dan melanggar hak kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Sekutu tidak — hanya terdiri dari serdadu kulit putih, tetapi kebanyakan dari mereka “adalah serdadu taklukannya dari Nepal, yang biasa disebut serdadu Gurkha. Mereka berperawakan kecil-kecil dan rambutnya berkuncir.
Beberapa perbuatan mereka telah membuat rakyat menentangnya.
. Misalnya mereka melarang pemasangan sang Saka Merah Putih di setiap halaman rumah dan sikap mereka lainnya yang pada hakekatnya bersifat menghina rakyat Indonesia. Pada akhirnya perlawanan rakyat Magelang itu meletus lagi pada tanggal 30 Oktober 1945...»! Kekuatan perlawanan rakyat ketika itu sudah lebih baik dan.. cukup kuat, berkat hasil perjuangan sebelumnya. Persenjataan sudah memadai. Bahkan kekuatan perlawanan rakyat sudah tersusun rapih.
| Di dalamnya terdapat Badan Perjuangan Rakyat, yang terdiri dari para pemuda pejuang dan pelajar pejuang. Di samping itu terdapat pula pasukan BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang dipimpin oleh Sarbini, Ahmad Yani, Suryo Sumpeno dan lain-lain. Juga masih banyak lagi kekuatan perjuangan, baik yang dipimpin secara formal maupun informal, seperti para alim ulama. | an ada dah jug mengalir misalnya dai Yogya Letkol Umar Slamet berasa dari ba PKR pimpinan Ketkol Palal dan | batalyon VII BKR pimpinana Mayor |
Sarj:
Na ea stlyon X BKR pimpinan Letkol Suharto. Ikut serta isi Istimewa pimpi a
PRI daerah Mataram yang di pimpinan Oni Sastroatmojo sett
Bant pimpin oleh Bung Tarjo. Sutarjo).
van dari Purworejo “berupa, pasukan BKR Bia Mayor
=== [PDF page 64] ===
MENGIRA BOM DARI SEKUTU 51
Kunkamdani dan Kapten Sarwo Edhi dari Purwokerto mengirim pasukan BKR di bawah pimpinan Letkol Isdiman, terdiri dari Batalyon I, Imam Hadrongi dan Batalyon gabungan Wijoyokusumo di bawah Mayor Sugeng Tirto Suwoyo.
Berkat kerjasama ini kedudukan perlawanan rakyat Magelang sangat kuat dan berhasil mengepung pasukan Sekutu dan mengisolasi mereka dari segala hubungan. Mereka bermarkas di Susteran bersama serdadu-serdadunya, baik yang kulit putih maupun yang bukan yaitu serdadu Gurkha. Mereka ternyata dijadikan "tameng" untuk menghadapi pejuang-pejuang kita, maka adalah wajar jika korban terbanyak adalah mereka yang serdadu Gurkha itu.
Tidak sedikit para pejuang yang gugur sebagai kusuma bangsa demi tegaknya Kemerdekaan Republik Indonesia. Kebanyakan mereka terdiri dari pemuda-pemuda belia. Sebaliknya dari pihak musuh pun tidak sedikit yang berjatuhan sebagai korban keberanian para pejuang kita. Rakyat Magelang tidak hanya menghadapi musuh Sekutu, tetapi juga sebagai korban dari serdadu Jepang yang berhasil masuk ke daerah Magelang yang dengan bengis membunuh siapa saya yang bertemu di desa Tulung wilayah Magelang Utara. Banyak rakyat tak bersenjata yang menghadapi keganasan Jepang yang kalap itu. Dari Markas BAREPI di Jalan Poncol, teman kami yang bertugas menjaga markas bernama Muhammad juga 84 Jepang. Di samping itu daerah Kedungsari, Kramat, Unus Suhiarto seorang anggota BERAPI, yang dulu berasal dari pasukan Jibakutai
telah menunjukkan keberaniannya dengan menewaskan banyak serdadu Jepang dengan pistol atau mitraliyur yang beri [Unreadable] ulis sendiri bersama dengan te di sebuah toko tukang
Fatimah, Suud dan Rustam telah terkurung huninya yang potest "Dahtion" yang telah kosong, tidak a pen embal dari erad i. Kami baru ada tepat di depan markas BAREPI untuk para pejuang
berkeliling untuk memberi obat dan minuman:: steran dan Alun-alun yang berada di front terdepan di dekat Su ev menjaga tlePO
| mengirim makanan ke Ibu Suri Panggian yang te
=== [PDF page 65] ===
52 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
di Kantor PTT, letaknya dekat sekali dengan arena pertempuran
a; etapa tingginya semangat para pejuang ketika Hal ini mesunjukkan 9 Nama keamanan jiwanya. Kebetulan - ani 5 ang mengamuk dan singgah di tempat kami bersembunyi, karena kebingungan dan tidak ada waktu lagi untuk menghindar, maka bung Subandi memerintahkan Suhud dan Rustam untuk masuk ke dalam bak mandi, sedangkan dia beserta saya sendiri dan Fatimah berdiri di belakang pintu kamar mandi yang sengaja tidak ditutup, dan memang betul Jepang pun datang melihat ke kamar mandi tempat kami bersembunyi. Rupanya maut belum hendak menjemput kami dan Tuhanpun masih melindungi kami, maka mereka hanya melihat sekilas pada pintu yang terbuka itu, tidak mengira kalau ada orang di dalamnya. Karena tak melihat kami, maka mereka pun pergi.
Dapat dibayangkan bagaimana perasaan kami yang nyaris dijemput maut itu. Meskipun telah ditanamkan di dalam dada kita masing-masing bahwa mati adalah sesuatu yang tidak perlu ditakutkan pada waktu itu dan agak lama kemudian baru kami keluar dari kamar mandi itu. Masih ada lagi kejutan bagi kami berlima pada hari itu. Pagi itu keadaan udara cerah sekali, langit biru membentang luas, angkasa dan mataharipun bersinar dengan ramah bagaikan memberi salam kepada para pejuang yang sedang mempertahankan tanah airnya. Untuk sekedar menghiklangkan perasaan takut, kami berbincang-bincang di pelataran tengah. Tiba-tiba terdengar deru Ka 0 “as Mamah itu. Ada apa lagi? Kami pun saling berpegangan masing. Ini benar beban neta menyelinap dalam hati kami nee a
" “enar merupakan ujian bagi semangat kami, jug 4
eras dan me yang paling jitu. Pada umunya kami remaja, sedangkan yang tertu + van waktu itu berumur sekitar 20 5 a hanya teman Subandi yang
boa ina-ina tahun. Di samping perasaan takut tapi tie oie rasa tahu yang memenuhi pikiran kami. Kami mengira
: - else terbang itu tentu akan menjatuhkan bom. » dari pesawat an vn melayanglah sebuah benda yang dijatuhkan. Kami sibuk sendiri untuk menentukan sikap guna
=== [PDF page 66] ===
MENGIRA BOM DARI SEKUTU
53 menyelamatkan diri, bayangkan pada waktu itu tak ada seoran yang telah mengalami sewaktu pertempuran atau peperangan Kami tidak dapat menentukan sikap, apakah berlari ataukah tetap berada di tempat itu untuk menunggu barang itu Sampai jatuh ke tanah. Akhirnya kami berserah diri pada Tuhan dan tetap tinggal di situ, apa yang akan terjadi biarlah terjadi kalau itu memang takdir Tuhan.
Kami tak kuasa menahan gerak hati terakhir ini yang kami perturutkan, lima pasang mata menerawang ke angkasa kearah benda yang sedang melayang di udara. Semakin lama semakin rendah dan akhirnya benda itu jatuh tepat di depan rumah di mana kami berada.
Ternyata benda itu adalah sebuah parasit yang digunakan untuk alat pembungkus. Kami tersentak dan rasa takut kembali memenuhi hati kami. Untunglah teman Subandi yang telah menerima latihan kemiliteran dalam pasukan Jibakutai dengan tenang berkata: “Saya akar memeriksa benda itu. Kalau memang bom, tentu ada navigatornya, beruntunglah kalau bisa ditutup lagi sebelum meledak”.
Kami berempat diperintahkan untuk menyingkir jauh-jauh, kalau bom meledak biarlah dia sendiri yang menjadi korbannya. Dengan berat hati kami berempat menyingkir naik ke tanggul yang berada di belakang rumah, yang sebenarnya kepergian kami itu belum cukup jauh, karena kalau benda itu benar-benar sebuah bom dan meledak, maka ledakannya itu tentu akan meledak dalam skala yang lebih lebar ke tempat kami menyingkir ketika itu tidak akan ada artinya. Memang kami belum berpengalaman. Beberapa menit kemudian teman Subandi berteriak memanggil ""Trinil dan teman-teman semua kembali ke sini dan masuklah!".
Trinil adalah panggilan akrab penulis oleh teman-teman pada permulaan kemerdekaan itu, karena dengan tubuh yang kecil sehin sea dapat bergerak lincah. Dengan hati berdebar-debar kami aa memasuki rumah itu lagi. Apa yang kami lihat? Teman Baen”:.
membuka tali-temali bungkusan itu dan ketika mulai Me uarkan barang-barang dan semua kami menjadi terkejut. Yang dikelu
=== [PDF page 67] ===
IK MERDEKA Di GUNUNG TI! DAR
sg CERI MERDEKADL SSS —
eranat, tetapi ternyata bungkusan makanan bukannya om peju 3 aleng susu, sirop, juga kompor dan mentega we ae adalah makanan model Barat.: 1 vine eliat itu semua, kami dapat menyimpulkan bahwa parasit yang”
dijatuhkan itu adalah bantuan untuk pasukan Gurkha. Tak lama kemudian menyusul teman Unus Sugiarto, Suhud dan Fatimah (Suhud dan Fatimah telah meninggal pada akhir-akhir ini, karena usia dan penyakit. Dari ke lima orang itu tinggal saya sendiri dan Rustam sewaktu saya menulis pengalaman ini). 1 Kembali pada persoalan pihak musuh, dalam hal ini Inggris mendesak pucuk pimpinan bangsa Indonesia untuk dengan segera dapat meredakan pertempuran itu, karena ternyata kekalahan Inggis tidak hanya terjadi di Magelang, tetapi juga terjadi di kota-kota lain seperti Surabaya. Berkat desakan Inggris, maka Presiden Sukarno beserta Menteri Penerangan dan Sekretaris Negara turut turun tangan.
Pada tanggal 1 Nopember 1945 mereka terbang ke Semarang.
Tujuannya untuk menjumpai Panglima Tentara Sekutu di Jawa Tengah, Brig. Jend. Bethel untuk merundingkan cara penghentian pertempuran-pertempuran tersebut. Sesudah sampai di Semarang, rombongan Presiden terus ke Yogyakarta diantar Gubernur Jawa tengah, KRT. Wongsonegoro, Komisaris Tinggi Daerah Istimewa RP. Suroso dan beberapa pimpinan lainnya mengadakan permusyawaratan dengan Kepala Staf Umum R. Urip Sumoharjo, Da Besar dari daerah Magelang, antara lain Tartib Hotel Meri. 5 Legowo dan Sayuti Melok. Pertemuan bertempat di rdeka, dihadiri pula oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX
serta Sri Pakualam VII. Acara tu a | n oal pertempuran yang te ggal yang dibicarakan adalah s
| cadi di kota Magelang. Akhirnya dengan suara bulat putuskan untuk segera mengadakan Senat penata di tempat Ba yA pada tanggap 2 Nopember 1945 diadakan Hadir dalam pertem rigadir Jenderal Bethel di Candibaru Semarang:
Umum BKR, M uan inl selain Presiden Sukarno, adalah Ka. Staf Monas Sumoharjo dan Gubernur Jawa tengah
=== [PDF page 68] ===
MENGIRA BOM DARI SEKUTU
55
KRI. Wongsonegoro. Pertemuan ini memutuskan bahwa kedua belah pihak sepakat menghentikan pertempuran. Malam harinya Presiden Sukarno berpidato lewat radio Semarang tentang perintah penghentian pertempuran. Sementara itu pertempuran di Magelang belum juga reda, bahkan pare Pjuang kita memperoleh kemenangan dan posisi yang strategis. Meskipun demikian, pemerintah tetap bersikap keras untuk menghentikan pertempuran itu. Pada hari itu juga Presiden Sukarno beserta Brigadir Jenderal Bethel berangkat ke Magelang untuk mengadakan perundingan dan kali ini tempatnya di Markas Sekutu di Taman Bandaan. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Menteri Penerangan Mr. Amir Syarifuddin, Staf Umum TKR, Gubernur Jawa Temngah, Komisaris Tinggi Istimewa, Pimpinan PRI, Sutarjo dan Komandan Pasukan BKR Magelang Sarbini dan Winarno Danuatmojo, Wakil Residen Kedu. Dalam pertemuan ini dibicarakan 12 pokok perjanjian dasar dengan semua keberatan pertimbangannya. Berdasarkan perjanjian ini pertemuan kelihatan tampak reda. Segera jenazah para pahlawan yang gugur dimakamkan di Taman Pahlawan Giriloyo. idals
Di fihak lain, justru setelah gencatan senjata itu kedua belah pihak mengadakan konsolidasi diri, sehingga mengakibatkan keadaan semakin membahayakan. Setelah di Surabaya meletus pertempuran antara para pemuda dengan Inggris, maka para pemuda, para pemimpin rakyat maupun para pejuang yang bersenjata segera mempersiapkan diri. Semangat pertempuran rakyat telah mencapai puncak dan sebaliknya dari pihak Sekutu semakin takut menghadapinya. Selanjutnya Sekutu sedikit demi sedikit mengundurkan diri dari Magelang ke Ambarawa, karen mereka takut menghadapi semangat perjuangan rakyat di Magelang, Sejak saat itu rakyat pun mengalihkan perhatian ke Ambarawa. Para Pea bertekad bulat untuk mengusir Sekutu dari Ambarawa. Sejak itula meletus Palagan Ambarawa.
Demikian selintas kilas tentang perjuangan rakyat Magelang dalam melawan musuh-musuh, baik serdadu Jepang maupun Inggris.
=== [PDF page 69] ===
56 PEKIK MERDEKA DI GUNUNG TIDAR
tkekeluargaannya serta kegotonp.
Persatuan dan dari son malt juangnya merupakan ciri khes royongannya, solidar Teh lawan-lawannya. Oleh karena itu, musuh yang sangat ari gempuran rakyat Magelang. Kesemuanya terpaksa ES aa para pemimpinnya yang dengan tulus ikhlas, a a ew pent tanggung jawab, serta semangat pengabdian, tidak kena lelah dan bersemangat baja. Arif bijaksana dan menanamkan semangat persatuan. Hubungan antara pemimpin pejuang dengan rakyat di Magelang pada waktu itu sangat akrab dan penuh toleransi. Bahu-membahu satu sama lain, sehingga di depan rakyat mereka sangat dihormati dan ditaati. Hasilnya, setiap perintah, setiap ajakan, seruan dan komandonya diikuti secara serempak dan penuh semangat. Para pemimpin tadi terdiri dari bermacam-macam unsur golongan. Hal itu bisa kita lihat pada nama-nama mereka, misalnya Tartib Prawiroharjo, Suparjo, Atmowarsito, RP. Suroso, Legowo, Susman Handoko, Syuti Melok, Winarno Danuasmoro dan lain-lain, di mana mereka mencerminkan adanya bermacam-macam golongan.
Bagaimanapun juga akhir kehidupan para pejuang itu, baik yang disebut maupun tak disebut, mereka masing-masing mempunyai andil sesuai kemampuannya. Sejarah telah mencatat, membawa mereka yang telah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi tegaknya Republik Indonesia Merdeka. Mereka menjadin butir-butir pasir yang menjadi bagian fondasi dari tegaknya Republik Indonesia. Begitulah
kota Magelang yang merupakan kota perjuangan yang tidak mudah dilupakan dalam kancah perjuangan itu |
KEK
Jakarta, Oktober 1990.
Sri Suharti
=== [PDF page 70] ===
hs ggg nen
YALE UNIVERSITY LIBRARY
ro 3 9002 9002 057
=== [PDF page 71] ===
HEIM, Lahir 16 November 1907 di St. Petersburg Pe aac orang tua Belanda. Sesudah Revolusi Rusia 1917,.
keluarganya pulang ke negeri Belanda. Study hukum di Leiden mendapat gelar Doktor 1930. Ia datang bersama istrinya, Mrs. f Hetty Gijs Weenink Tahun 1931 datang ke Indonesia sebagai annggota Jawatan Kehakiman. 1936 menjadi ‘guru besar pada Rechthogeschool Betawi. Selama pendudukan Jepang ia tahan, sesudah akhir perang dunia kell, pulang ke Belanda.. 1946.
diangkat menjadi guru besar sosiologi dan sejarah Indonesia pada Universitas Amsterdam. 19561957 sebagai guru besar tamu di Bogor sampai akhirnya pensiun 1973. 3 (Pengumuman biodata terakhir oleh Third World, Whence and
Lahir 15 Agustus 1926 di Sragen, Jawa Tengah.
Th.1944, masuk sukarelawati, sesudah proklamasi 17 agustus 1945 menjadi, anggota Pemuda Putri. Indonesia dan bekerja di pabrik gula Mojo, Sragen. Kemudian bergabung dengan TNI dan ikut longmarch dari G. Lawu_ ke Mranggen, Semarang menghadapi “agresi militer kedua Belanda. Tahun 1950 ikut dalam Pasukan Komando Brigade "SS” (Stoot Semarang). Thn. 1951 menjadi anggota Gerwis (Gerakan Wanita Sedar), di Surabaya.
Th. 1954, terpilih mengikuti Festival Pemuda & Pelajar Sedunia di Bukares, Rumania. Thn. 1957, terpilih menjadi. Wakil II Sekjen DPP Gerwani dan mengikuti Kongres Wanita Sedunia di Wina, lalu ke Berlin Timur mewakili Gerwani dalam Women International Democrated Federation (Gabungan Wanita Demokratis Sedunia).
Th. 1964, aktif mempersiapkan Kongres V Gerwani, 22 Desember 1965. Tapi gagal karena terjadi Persitiwa G30S.
Th. 1967, Sulami ditangkap oleh tentara dan dijebloskan ke penjara selama 20 tahun (6 Oktober 1967 1986).
Meski dalam keadaan sakit dan sudah tua, Sulami masih aktif menulis tentang Gerakan Kaum Perempuan. Bukubukunya antara lain: "Perempuan, Penjara.dan Kebenaran", "Merentang
Purnama", Seri Kartini "Jangan Biarkan Padam", Si Bagus Menentang Arus dsb.
Sulami
AM 0140562 Code 1-2002-350062
09 YALE UNIVERSITY LIBRARY